Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL PROGRAM MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

JUDUL PROGRAM

Totebag Anyaman Pandan

PELUANG GREENPREUNERSHIP INDUSTRY KREATIF DAN

KEKINIAN

Diusulkan Oleh :

MIRNAWATI PRATIWI A021181010 2018

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2019
Bab I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Menganyam merupakan salah satu seni tradisi tertua didunia. Kegiatan

menganyam ditiru manusia dari cara burung menjalin ranting-ranting menjadi bentuk

yang kuat, kemudian manusia mengembangkannya menjadi sebuah karya seni

anyaman. Kegiatan seni anyaman telah ada semenjak zaman dahulu kala, hal ini

dapat dilihat pada rumah-rumah orang jaman dahulu dimana dinding rumah mereka

dianyam dengan menggunakan buluh dan kehalusan seni anyaman itu masih bertahan

hingga saat ini .

Anyaman merupakan bentuk kebudayaan yang mempengaruhi pada kebudayaan

masyarakat Melayu. Anyaman bukan saja menjadi sebuah bentuk kerajinan tangan

semata, tapi lebih dari itu anyaman merupakan karya seni yang tidak saja cantik, tapi

juga indah namun sayangnya kemampuan menganyam ini tidak banyak lagi

diketahui lagi terutama bagi anak muda.

Secara harfiah, anyaman berarti hasil persilangan bahan-bahan tertentu melalui

sebuah pola hingga menghasilkan sebuah karya. Bahan-bahan yang banyak

digunakan sebagai bahan anyaman adalah rotan, lidi, akar, pelepah, bambu, eceng

gondok,daun pandan dan beberapa jenis tanaman lain yang dikeringkan.

Pada program kewirausahaan ini kami akan membuat tas jenis totebag dari bahan

pandan. Pandan merupakan tanaman yang dahulu tidak banyak dimanfaatkan dan

tumbuh liar diberbagai tempat. Maka dari itu, kami membuat program kewirausahaan

ini dengan melihat banyaknya tanaman pandan ini tidak dimanfaatkan secara

maksimal dan peluang pasar aneka kerajinan berbahan dasar pandan sangat besar

serta mengingat kerajinan tersebut ramah lingkungan dan bernilai seni tinggi.
1.2. Urgensi (Keutamaan) Kegiatan Kewirausahaan

1. Pada industry anyaman terutama pada daerah Sulawesi Selatan Pemanfaatan


daun pandan menjadi sesuatu yang lebih kreatif belum banyak di temukan,

sehingga produk ini diharapkan dapat bersaing dalam pasar dan memilki cirri

khas yang berbeda.

2. Melatih jiwa kewirausahaan mahasiswa baik itu dalam melihat peluang yang ada,
berani menanggung resiko dan meningkatkan sifat kreatif dan inovatif.

3. Tbag-pan diharapkan menjadi pendorong inovasi terhadap industry kreatif


terutama pada indutstri anyaman di Sulawesi selatan dan mampu bersaing dengan

industry anyaman dari daerah lainnya.

1.3. Rumusan Masalah

1. Bagaimana pemanfaatan daun pandan yang melimpah menjadi produk yang lebih

kreatif dan inovatif ?

2. Bagaimana cara melatih jiwa kewirausahaan mahasiswa terutama dalam meilihat

peluang yang ada ?

3. Bagaiamana cara memperluas pasar dan kemampuan bersaing dari industry

kreatif dalam sector anyaman Sulawasi Selatan ?

1.4. Luaran yang diharapakan

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah dapat menghasilkan produk yang

inovatif dan kreatif di industry anyaman berupa pembuatan Totebag dengan

menfaatkan daun pandan yang melimpah dan adanya wadah bentuk aktualisasi diri

dalam berwirausaha dan mengenal bisnis baik dalam pemasaran, efektivitas produksi

dan penerapan kesan pada masyarakat


BAB II

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1.Kondisi Lingkungan

Sebagai negara dengan kondisi tanah yang subur menyebabkan indonesia kaya

akan berbagai jenis tanaman. Salah satunya yaitu daun pandan yang banyak tumbuh

diberbagai daerah. Daun pandan biasanya sering digunakan sebagai pengharum dalam

masakan sebab baunya yang harum. Selain itu daun pandan juga sering digunakan

sebagai pewarna hijau alami. Namun pada sector anyaman produk yang banyak di

kenal yaitu hanya tikar anyaman pandan. Sehingga dibutuhkan inovasi terbaru untuk

pengembangan pemanfaatan daun pandan ini. Oleh karena itu Tbag- pan ada sebagai

inovasi terbaru dan modern dari daun pandan.

Potensi pasar dari produk ini memiliki peluang yang besar dalam industry kreatif

dikarenakan minimnya pesaing yang ada di Makassar dan melihat penggunaan

totebag akhir-akhir ini meningkat dan menjadi salah satu tren fashion terutama pada

kalangan anak muda serta mengingat kerajinan ini ramah lingkungan dan bernilai seni

tinggi.

2.2. Sumber Daya dan Bahan Baku

Dalam pendirian usaha ini, bahan baku utama tentunya adalah daun pandan yang

dikelola sedemikian rupa kemudian dianyam dengan berbagai pola atau jenis anyaman

serta berbagai model agar totebag ini terlihat semenarik dan dan sekreatif mungkin agar

dapat menarik minat konsumen.


2.3. Peluang Pasar

Melihat dari jenis produk yang kami buat dan adanya kompetitor yang bergerak

di bidang yang sama serta kreatifitas dan inovasi yang tinggi membuat kita lebih

meningkatkan semangat untuk berkreasi dan berinovasi serta produk yang berkualitas

tinggi. Adapun kreativitas dan inovasi yang kami tawarkan adalah tersedianya

produk Tbag-pan dalam berbagai motif atau pola anyaman

Tabel 2.1. Analisis SWOT

Faktor Tbag-pan

 Menawarkan inovasi produk Totenbag yang unik


Strenght (Kekuatan)
 Motif atau pola yang bervariasi

 Waktu pengerjaan yang cukup lama

 Teknik pengelolahan yang cukup rumit


Weakness
 Diperlukan kreatifitas dan keahlian tertentu dalam
(Kelemahan)
menganyam

 Diperlukan inovasi

 Tingkat persaingan masih rendah


Opportunity
 Ada kemudahan akses internet di daerah perkotaan
(Peluang)
 Usaha tidak mencemari lingkungan

 Minat konsumen yang tidak menentu

Treath (Ancaman)  Terkadang konsumen mudah bosan

 Desain mudah ditiru


2.4. Analisis Pemasaran

1. Penjualan oleh tim

Salah satu target pasar kami yang dinilai strategis adalah kampus karena banyak

diantara masyarakat kamus yang dapat dijadikan konsumen untuk produk “ Tbag-

pan” ini dengan meilhat banyaknya mahasiswa yang menggunakan totebag.

2. Melalui Mitra

Dengan melakuka kerja sama dengan toko pengrajin dan oleh-oleh maka

diharapkan penjualan “ Tbag-pan “ dapat menguntukan kedua belah pihak,

dimana pihak mitra sendiri mendapatkan keuntungan berupa materi dan kami

sendiri dapat memenuhi target yang akan dicapai

3. Promosi dan Media sosial

Selain itu, metode penjualan lain menggunakan media sosial yaitu Instagram, FB,

dan berbagai melalui berbagai jenis toko online lainnya ( shopee, lazada,

tokopedia, dll)

2.5. Analisis Keuangan

a. Analisis pendapatan dan keuangan produksi


BAB III

METODE PELAKSANAAN

3.1. Tahap Persiapan

3.1.1. Survei Pasar

Survei pasar dilaksanakan untuk mencari tahu peluang pasar yang potensial

dan kebiasaan pasar sehingga mampu mengetahui strategi pemasaran produk

lebih tepat sasaran dan lebih terarah. Selain itu kegiatan ini dilakukan agar

mengetahui tingkat persaingan usaha dan meminimalisasi kegagalan.

3.1.2. Penyediaan Alat Dan Bahan

Bahan utama yang digunakan pada produk ini yaitu daun pandan. Adapun

bahan lain yang digunakan yaitu kain perca, tali tas, lem tembak,dakron dan

pewarna. Sedangkan alat yang digunakan wadah sebagai tempat perendaman

daun pandan, gunting, dan mesin jahit.

3.1.3. Tempat Produksi Produk

Lokasi yang kami pilih untuk memproduksi Tbag-pan ini yaitu Ramsis

Universitas Hasanuddin unit III blok B nomor 110 karena merupakan tempat

tinggal produsen

3.2. Tahap Pelaksanaan

Pertama sediakan alat dan bahan terutama daun pandan. Tahap kedua yaitu tahap

pengelolahan dan penganyaman daun pandan. Setelah pandan dipanen kemudian

dibersihkan dan membuang duri-durinya, kemudian daun pandan dipotong sesuai

ukuran anyaman, yakni mulai 1 cm hingga 3 cm. Setelah itu potongan-potongan

tersebut lantas direbus hingga 30menit proses perebusan ini bertujuan untuk

menghilangkan getah daunnya. Kemudian, daun pandan dikeringkan ditempat sejuk

dan terhindar dari sinar matahari (Jika tertimpa sinar, daun itu bisa menggulung).
Setelah didiamkan sekitar 6 jam, daun tersebut dilemaskan dan direndam dalam air

biasa selama 1 hari 1 malam. Setelah itu daun tersebut dijemur di terik matahari

hingga warna keputihan. Setelah itu, daun pandan yang dikering kemudian diwarnai

dan dikeringkan kembali, setelah kering daun pandan tersebut siap untuk dianyam

sesuai dengan pola. Tahap ketiga yaitu pembuatan alas dari tas tersebut yang terbuat

dari dakron dilapisi dengan kain perca. Tahap keempat penyatuan dengan menjahit

antara anyaman dan alas yang telah di