Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)

KEMITRAAN BIDAN DAN PARAJI

PUSKESMAS CIPAGERAN

PUSKESMAS CIPAGERAN
DINAS KESEHATAN KOTA CIMAHI
TAHUN 2018
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
KEMITRAAN BIDAN DAN PARAJI
PUSKESMAS CIPAGERAN

A. PENDAHULUAN
Di beberapa daerah, keberadaan paraji sebagai orang kepercayaan
dalam menolong persalinan, sosok yang dihormati dan berpengalaman,
sangat dibutuhkan oleh masyarakat keberadaannya. Berbeda dengan
keberadaan bidan yang rata-rata masih muda dan belum seluruhnya
mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Sehingga perlu dicari suatu kegiatan yang dapat membuat kerjasama
yang saling menguntungkan antara bidan dengan paraji, dengan harapan
pertolongan persalinan akan berpindah dari paraji ke bidan. Dengan
demikian, kematian ibu dan bayi diharapkan dapat diturunkan dengan
mengurangi risiko yang mungkin terjadi bila persalinan tidak ditolong oleh
tenaga kesehatan yang kompeten dengan menggunakan pola kemitraan
bidan dengan paraji. Hal ini berhubungan dengan visi dan misi
Puskesmas Kramatwatu yaitu melakukan upaya pemberdayaan
masyarakat melalui pembentukan dan pembinaan UKBM yang sesuai
dengan kondisi, situasi dan kebutuhan masyarakat setempat serta
dukungan dari bidan desa dan lintas sektor dari koramil atau polisi untuk
menciptakan lingkungan yang aman dan juga menggerakkan masyarakat
untuk berperan aktif.
Kegiatan kemitraan bidan dan paraji dilaksanakan sesuai visi dan tata
nilai Puskesmas Cipageran. Puskesmas Cipageran sebagai unit
pelaksana teknis tingkat daerah yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja,
dalam melaksanakan pembangunan kesehatan mempunyai visi :
“menjadi puskesmas berpelayanan prima menuju Cimahi sehat mandiri
2022”. Misi Puskesmas Cipageran yaitu :
1. Memberikan pelayanan yang bermutu, dengan memperhatikan
kebutuhan pelanggan.
2. Memberdayakan masyarakat dalam upaya peningkatan kemandirian
untuk hidup sehat.
3. Menggalang kemitraan dengan berbagai pihak yang terkait dengan
bidang kesehatan di wilayah Kelurahan Cipageran.
Dalam melaksanakan pelayanan, Puskesmas Cipageran
mempunyai Motto : “Puskesmas Cipageran Sahabat Masyarakat”
S : senyum, salam, sapa, sopan dan santun pedoman hidup kami
A : aman dan nyaman bermitra bersama kami
H : hangat dan ramah pelayanan kami
A : akses pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas dan
terjangkau strategi kami
B : berbudaya sehat menjadi keseharian masyarakat kami
A : agamis (iman dan takwa) mewarnai keseharian kami
T : target puskesmas efektif dan responsif menjadi etos kerja kami
Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat puskesmas
cipageran memimiliki tata nilai yang dimaksud adalah : (1). Kekompakan,
(2). Tanggung jawab (3) disiplin (4) kreatif dan inovatif (5).
Mengutamakan kepentingan masyarakat.

B. LATAR BELAKANG
Kemitraan bidan dengan paraji adalah suatu bentuk kerjasama bidan
dengan paraji yang saling menguntungkan dengan prinsip keterbukaan,
kesetaraan, dan kepercayaan dalam upaya untuk menyelamatkan ibu
dan bayi, dengan menempatkan bidan sebagai penolong persalinan dan
mengalihfungsikan paraji dari penolong persalinan menjadi mitra dalam
merawat ibu dan bayi pada masa nifas, dengan berdasarkan
kesepakatan yang telah dibuat antara bidan dengan paraji, serta
melibatkan seluruh unsur/elemen masyarakat yang ada.
Di beberapa daerah, keberadaan paraji sebagai orang kepercayaan
dalam menolong persalinan, sosok yang dihormati dan berpengalaman,
sangat dibutuhkan oleh masyarakat keberadaannya. Berbeda dengan
keberadaan bidan yang rata-rata masih muda dan belum seluruhnya
mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Sehingga perlu dicari suatu kegiatan yang dapat membuat kerjasama
yang saling menguntungkan antara bidan dengan paraji, dengan harapan
pertolongan persalinan akan berpindah dari paraji ke bidan. Dengan
demikian, kematian ibu dan bayi diharapkan dapat diturunkan dengan
mengurangi risiko yang mungkin terjadi bila persalinan tidak ditolong oleh
tenaga kesehatan yang kompeten dengan menggunakan pola kemitraan
bidan dengan paraji.
Dalam pola kemitraan bidan dengan paraji berbagai elemen
masyarakat yang ada dilibatkan sebagai unsur yang dapat memberikan
dukungan dalam kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini
Berdasarkan hasil identifikasi masalah tahun 2017, pencapaian
cakupan linakes sebesar 95,9%, angka kematian bayi sebanyak 10
orang, dan angka kematian ibu sebanyak 1 orang.
Strategi yang ditempuh adalah Peningkatan Cakupan dan Kualitas
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi, Kerjasama Lintas Program, Lintas
Sektor dan Swasta, Pemberdayaan Keluarga dan Perempuan serta
Masyarakat.
Dengan adanya upaya-upaya tersebut diharapkan dapat
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang pada akhirnya dapat
meningkatkan IPM khususnya di Kota Cimahi.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum:
Meningkatkan mutu pelayanan KIA di wilayah Puskesmas Cipageran
dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.

2. Tujuan Khusus:
a. Meningkatkan rujukan persalinan, pelayanan antenatal, nifas
dan bayi oleh dukun ke tenaga kesehatan yang kompeten.
b. Meningkatkan alih peran dukun dari penolong persalinan
menjadi mitra Bidan dalam merawat Ibu Nifas dan Bayinya
c. Meningkatkan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki
kompetensi kebidanan

D. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Kesehatan no.36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. PERDA Kota Cimahi Nomor 4 tahun 2009 Tentang Kesehatan Ibu,
Bayi Baru lahir, Bayi dan anak balita (KIBBLA)

3. Permenkes no 97 tahun 2014 tentang Pelayanan kesehatan


sebelum hamil, masa hamil, persalinan dan masa sesudah
melahirkan, penyelenggaraan kontrasepsi serta pelayanan
kesehatan seksual

E. PEMBIAYAAN
No Kegiatan Pendanaan Sumber Dana Keterangan
1 Kemitraan Bidan - BOK
dan Paraji
F. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
No Kegiatan Pokok Rincian kegiatan
Program Gizi
1 Kemitraan Bidan  Mengundang paraji
dan Paraji  Memberikan materi kemitraan
 Diskusi
 Pencatatan dan pelaporan

G. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


No Kegiatan Pelaksana Program Lintas Lintas sector terkait keterangan
Pokok KIA Program
Terkait
1 Kemitraan 1. Mengundang  Promkes  Lurah, Camat, TP -
Bidan dan Paraji Menyediaka PKK
Paraji 2. Memberikan n media Sebagai
materi informasi penanggung jawab
kemitraan mengenai untuk
3. Diskusi kemitraan meningkatkan
4. Pencatatan bidan dan derajat kesehatan
dan pelaporan paraji melalui
peningkatan
kualitas dan
pemerataan
pelayanan
kesehatan yang
semakin
menjangkau
seluruh masyarakat
gunanya untuk
menurunkan AKI
dan AKB
 Kader
Mengundang
sasaran

H. SASARAN
Sasaran Kemitraan Bidan dan Paraji adalah Paraji.

I. JADWAL KEGIATAN
MARET

AGSTS
APRIL

SEPT
JUNI
JULI

NOV
OKT

DES
JAN
FEB

MEI

KEGIATAN

Kemitraan Bidan dan Paraji √

J. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORANNYA


Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kemitraan bidan
dan paraji yang dilihat adalah ketepatan jadwal, waktu, petugas yang
melaksanakan, tempat dan sasaran kegiatan.
Pelaporan pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh pelaksana
kegiatan berdasarkan format monitoring dan evaluasi yang telah
disepakati dan dilakukan setelah selesai pelaksanaan kegiatan.
K. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan dengan menggunakan format laporan yang telah
ditetapkan.
Pelaporan kegiatan kemitraan bidan dan paraji dilaporkan kepada
penanggung jawab UKM, kepala puskesmas dan dinas kesehatan.
Untuk kegiatan yang dibiayai oleh BOK petugas melaporkan hasil
kegiatan kepada bendahara BOK.
Evaluasi kegiatan dilaksanakan 1 tahun sekali dan dilaksanakan
oleh pelaksana kegiatan dan penanggung jawab UKM

L. INPUT, OTPUT DAN OUTCOMES


Input proses dan output kegiatan pelacakan kasus kematian ibu
dan bayi di puskesmas cipageran ditampilkan dalam tabel berikut :

KEGIATAN/ INPUT PROSES OUTPUT


SUB KEGIATAN

Kemitraan Bidan dan SDM Bidan Mengundang 100 %Terlaksana


Paraji Waktu selama 1 kali paraji kemitraan bidan dan
pertemuan dalam 1 Memberikan paraji
tahun materi kemitraan Meningkatnya
Dana dari BOK Diskusi kemitraan bidan dan
Pencatatan dan paraji
pelaporan Meningkatnya
persalinan oleh
tenaga kesehatan