Anda di halaman 1dari 6

Rumusan Masalah

Bagaimana anlisa meminimalisir trend peningkatan jumlah obat atau stagnan


dengan menggunakan metode FIFO dan FEFO di gudang departman farmasi
rumah sakit pada periode Febuari 2019 sampai Mei 2019.

Latar Belakang

Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
rumah sakit yang berorintasi dengan pelayanan pasien, penyediaan obat yag
bermutu, serta pelayanan farmasi klinik yang akan terjangkau pada semua
masyarkat, hal tersebut diakatkan dalam Surat keputusan Mentri Kesehatan No.
1333/Menkes/SK/XII/1999. Selain pelayanan farmasi merupakan pelayanan
penunjang, peyanan farmasi termasuk bagian revenue central utama, dimana
terlihat penggunaan bahan-bahan farmasis dirumah sakit mencapai 90% (obat-
obatan, bahan kimia, bahan radiologi, alat keodokteran, gas medik, dan lain-lain)
dan 50% pemasukan rumah sakit berasal dari pengelolahan pembakalan farmasi
(Yusmainita, 2005).

Kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah berkembang pesat serta meningkatnya


kebetuhan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian, dari kedua hal tersebut
disebabkan akan meningkatnya pengetahuan serta ekonomi masyarakat. Maka
farmasis harus dapat mengoptimalisasi manajemen obat, seperti terjamin
ketersediaan obat, keamanan obat, dan keefektifan dalam penggunaan obat (Hamid,
2005). Pada penelitian Yuliningsih mengenai sistem pengelolahan perbekalan obat
atau alat kesehatan persediaan ruangan di Rumah Sakit Anak dan Bersalin Hrapan
Kita menyebutkan bahwa ketidaktersediaan obat persediaan ruangan tergantung
pada sistem pengelolahan yang sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur manajemen
yaitu kebijakan pelayanan, organisasi, SDM, sarana atau prasarana, metode dan
sistem informasi, serta aspek logistik (Yuliningsih 2001). Manajemen obat yang
kurang baik dapat menyebabkan persediaan obat mengalami stagnan (kelebihan
persedian obat). Obat-obat yang mengalami stagnan beresiko tinggi mengalami
kadaluarsa serta kerusakan jika penyimpanan tidak sesuai. Masalah stagnan sudah
terjadi di puskesmas wilayah Surabaya dengan rata-rata persentasi sebesar 47,9%.
Sedangkan di Rumah Sakil Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya khususnya di
gudang departman farmasi juga mengalami stagnan mencapai persentasi 10%,
dimana pihak farmasi menyedikan stok obat sesuai kebutuhan, akan tetapi dokter
tidak menggunakan obat tersebut (Rosmania dan Supriyanto, 2015).

Pada penelitian terkait dalam meminimalisir terjadinya stagnan yang dilakukan oleh
Astuti Ibrahim dan kawan-kawan pada tahun 2016 dengan judul Evaluasi
Penyimpanan Dan Pendistribusian Obat Di Gudang Farmasi Psup Prof. Dr. R.D.
Kandou Manado dilakukan pada bulan Juni 2015 sampai Desember 2015
menunjukan hasil bahwa penyimpanan obat di gudang Farmasi Rumah Sakit Prof
DR. R.D Kandou sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit,
sehingga dapat meminimalisir stagnan. Dapat dilihat bahwa rumah sakit tersebut
sudah menerapkan metode FEFO lalu kemudian menggunakan metode FIFO. Akan
tetapi pada peneliti sebelumnya juga menyebutkan bahwa perlu dilengkapinya
sarana prasarana dalam meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian, dimana
dinyatakan dalam penelitian tersebut masih belum adanya lemari penyimpanan obat
rusak atau kadaluarsa, sehingga obat yang masih baik akan tercampur dengan obat
kadaluarsa. Selain itu obat masih belum tersimpan rapi pada rak. (Farmasi dkk.,
2016).

Dalam pengurangan terjadinya stagnan obat dapat dilakukan dengan menerapkan


metode FEFO dan FIFO, karena metode ini dalam penelitian sebelumnya sudah
mendaptkan hasil yang baik, serta metode ini mudah dalam pengaplikasian.
Berdasarkan urian di atas makan penulis tertarik untuk mengabil judul “Analisa
meminilaisir terjadinya stagnan dengan menggunakan metode FEFO dan FIFPO
pada gudang departman farmasi rumah sakit”.

Rumusan Masalah

Bagaimana analisa meminimalisir trend peningkatan jumlah obat atau stagnan


dengan menggunakan metode FIFO dan FEFO di gudang departman farmasi
rumah sakit pada periode Febuari 2019 sampai Mei 2019.
Tujuan

Untuk menganalisa dalam meminimalisir stagnan obat pada periode Febuari


2019 sampai Mei 2019 menggunakan metode FIFO dan FEFO.

1. Untuk menganalisa penggunaan metode FIFO dalam meminimalisir


terjadinya stagnan.
2. Untuk menganalisa penggunaan metode FEFO dalam meminimalisir
terjadinya stagnan
3. Untuk mengalisa dalam penerapan dalam kesediaan bahan sudah dismpan
sesuai kondisi bahan.

Manfaat Penelitian

1. Sebagai masukan pada farmasi dalam penyimpananan obat agar


meminimalisir terjadinya stagnan obat.
2. Memberikan tambahan pengetahuan serta wawasan penulis tentang amalisis
dalam meminimalisir terjadinya stagnan dengan menggunakan FIFO dan
FEFO.

Kerangka Konsep

Terjadi penumpukan obat ( Stagnan) di gudang

Pelaksanaan manajemen yang baik sebagai


pengawas dan perencanaan

Mengevaluasi dalam kegiatan farmasis dalam


penyimpanan obat

Analisa dalam meminimalisir stagnan


menggunakan metode FIFO dan FEFO di gudang
departman farmasi rumah sakit (periode
Febuari 2019 - Mei 2019)
Parameter untuk analisa data :

1. penggunaan metode FIFO


2. penggunaan metode FEFO
3. Kesediaaan bahan disimpan pada kondisi
yang sesuai

Peramalan dalam peminimalisiran stagnan obat

Kerangka Operasional

Analisa meminilaisir terjadinya stagnan dengan


menggunakan metode FEFO dan FIFPO di gudang
departman farmasi rumah sakit (periode Febuari
2019 - Mei 2019)

Inklusi Ekslusi
1. Penerapan menggunakan metode FIFO 1. Tidak menerapkan pengggunaan metode FIFO
periode Febuari 2019 - Mei 2019 periode Febuari 2019 - Mei 2019
2. Penerapan menggunakan metode FEFO 2. Tidak menerapkan pengggunaan metode FEFO
periode Febuari 2019 - Mei 2019 periode Febuari 2019 - Mei 2019
3. Penerapan dalam penyimpanan bahan harus 3. Tidak menerapkan penyimpanan bahan harus
sesuai kondisi bahan periode Febuari 2019 - sesuai kondisi bahan periode Febuari 2019 -
Mei 2019 Mei 2019

Pengamatan analisa menggunkan kartu stok Febuari 2019 - Mei 2019

Analisa dalam meminimalisir stagnan menggunakan metode FIFO dan FEFO

Analisa data Subjektif Analisa data Objektif


Wawancara anggota tim 1. Hasil bukti pengeluaran obat
pelayanan farmasi 2. ketersediaan obat

Kesimpulan
hasil bukti pengeluaran
obat
Metodologi

Instrumen pengumpulan data yaitu dengan cara yang digunakan untuk


mengumpulkan data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini dimaksud untuk memperoleh informasi yang relevan dan akurat, meliputi :

1. Metode wawancara
Metode ini sering dilakukan oleh beberapa peneliti lainnya. Diketahui
bahwa wawancara merupakan salah satu tehnik pengumpul data yang
dilakukan secara langsung dengan responden. Dalam keberhasilan metode
ini diperlukan hubungan baik atau komunikasi baik anatar peneliti dengan
responden, karena hubungan baik ini akan menggali informasi sehingga
data yang dikumpulkan berupa masalah-masalah tertentu yang bersifat
kompleks, sensitive atau controversial. Metode ini dilakukan secara
tertruktur guna mendapatkan data yang diharpkan.
2. Metode Observasi
Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan pengamatan
langsung dan pencatatan secara sistematis terhadap obyek yang akan diteliti.
Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang
(tempat), pelaku, kegiatan atau peristiwaan, waktu, perasaan (Tjetjep
Rohendi Rohidi, 2011)

Dapus

Yulianingsih. 2001. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan


Pelayanan Kesehatan Pada Keluarga Miskin Di Provinsi Jawa Barat Tahun 1999.
Skripsi. Jakarta : Fakultas Kesehatan Masyarakat UI

Yusmainita. Pemberdayaan Instalasi FarmasiRumah Sakit Bagian I, diambil dari


http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012002/top-1.htm. Tanggal 30 Maret 2005.

Farmasi, G., P. Prof, dan R. D. K. Manado. 2016. Evaluasi penyimpanan dan


pendistribusian obat di. Jurnal Ilmiah Farmasi. 5(2):1–8.
Rosmania, A. F. dan S. Supriyanto. 2015. ANALISIS pengelolaan obat sebagai
dasar pengendalian safety stock pada stagnantdan stockoutobat analysis.
Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia. 3(1):1–10.

Hamid, T.B.J. Elemen Pelayanan Minimum Farmasi di Rumah Sakit, Direktorat


Jendral Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan,Depertemen Kesehatan RI,
diambil dari http://www.yanfar.go.id. Tanggal 10 Juni 2005.

Rohendi Rohidi, Tjetjep. (2011). Metode Penelitian Seni. Semarang: Cipta Prima
Nusantara Semarang