Anda di halaman 1dari 4

PERATURAN PERTANDINGAN CATUR POPMA III 2017

1. Setiap babak pertandingan catur menggunakan jam catur

2. Pertandingan menggunakan Sistem Swiss 5 (lima) babak. Pairing menggunakan Program


Pairing Swiss Perfect 98

3. Tie Break penentuan kemenangan berdasarkan Match Point (MP) tertinggi, Buchholz, Median
Buchholz, dan Progressive Score (PS) (Ket. terlampir)*

4. Pertandingan menggunakan sistem waktu catur cepat 25 menit

5. Apabila Mentri (Ster) lawan atau Raja lawan diancam (skak) diwajibkan memberitahu pihak
lawan.

6. Raja lawan tidak dipukul atau dimakan. Pemain yang memakan atau memukul raja lawan
dinyatakan kalah.

7. Apabila akan melakukan langkah rokade, maka wajib menjalankan Raja terlebih dahulu
bukan Benteng

8. En Passant* (memotong bidak) hanya berlaku untuk langkah berikutnya

9. Buah catur yang telah dipegang harus secepatnya dijalankan.

10. Buah catur yang telah dilepas setelah dipindahkan tidak boleh dirubah posisinya lagi.

11. Tidak diperbolehkan mengulang langkah, kecuali langkah yang membuat Raja sendiri
terancam (Open) maka langkah selanjutnya adalah wajib melangkahkan raja. Pengecualian
bila raja yang terancam tersebut tidak memungkinkan untuk melangkah.

12. Langkah tidak sah / ilegal dianggap selesai dilakukan kalau jam catur sudah ditekan.

13. Jika langkah tidak sah dilakukan, tetapi jam belum ditekan maka pemain tersebut boleh
memperbaiki langkah tersebut sekalipun sudah dilepas.

14. Sanksi bagi langkah ilegal adalah pengurangan waktu 3 menit oleh wasit yang bertugas

15. Bila pemain merobohkan buah catur seteleh menekan jam catur baik sengaja ataupun
tidak, maka pemain dinyatakan kalah.
16. Remis/Draw berlaku apabila terjadi proses-proses tertentu (Terlampir)*

17. Kemenangan salah satu pihak apabila terjadi proses-proses tertentu (Terlampir)*

18. Semua jalannya pertandingan diatur oleh keputusan Wasit Pertandingan

19. Jam catur harus ditekan setiap kali melangkah dan selalu menggunakan tangan yang sama
ketika menjalankan buah catur dan menekan jam catur. Posisi jam berada di sebelah kanan
buah Hitam

20. Promosi bidak bebas, Menteri boleh ≥ 1 di atas papan

21. Penentuan pemegang buah Putih dan Hitam diatur oleh KOMPUTER
Lampiran
Pemain dinyatakan Menang, apabila :

1. Me-Mat-kan lawan (Checkmate)


2. Waktu pikir lawan habis dan Anda masih memiliki materi buah catur untuk me-Mat-kan
lawan
3. Lawan menyatakan menyerah

Pertandingan dinyatakan Remis/Draw :

1. Terjadi Pat/Stalemate
2. Waktu pikir lawan habis dan Anda tidak memiliki materi buah catur untuk me-Mat-kan
lawan
3. Waktu pikir Anda habis dan lawan tidak memiliki materi buah catur untuk me-Mat-kan Anda
4. Kedua pemain tidak memiliki materi buah catur yang bisa me-Mat-kan lawan
 Raja lawan raja
 Raja lawan raja dan peluncur
 Raja lawan raja dan kuda
 Raja dan peluncur lawan raja dan peluncur dengan warna kedua peluncur sama
5. Atas persetujuan kedua pemain
6. Terjadi tiga kali pengulangan langkah yang sama

Keterangan Tie Break penentuan pemenang:

1. Match Point (MP)


Merupakan nilai poin bagi setiap partai yang telah dilakukan, dengan rincian menang
mendapatkan poin 1, kalah 0, dan draw 0,5.
2. Buchholz
Adalah penentuan pemenang melalui penjumlahan score(MP) lawan yang telah dihadapi.
Artinya, nilai Buchholz dari satu grup akan tinggi apabila melawan grup lain yang memiliki
nilai score kemenangan tertinggi.
3. Median-Buchholz
Sama halnya seperti Buchholz, tetapi menghilangkan nilai lawan yang paling tinggi dan paling
rendah. Tujuannya agar menghilangkan bias/penyimpangan secara statistik dari nilai
Buchholz.
4. Progressive Score
Dihitung dengan menambahkan poin-poin dari kemenangan papan yang diraih, misalnya jika
score (MP) yang diraih dari 4 pertandingan adalah: menang, kalah, menang, draw maka nilai
progressive score yang diraih adalah 1, 1, 2, 2.5 nilai Tie-Break untuk PS adalah 6.5.
Langkah Spesial
1. Rokade/Blok
 Raja dan benteng yang akan
melakukan blok belum pernah
melangkah sebelumnya
 Tidak ada penghalang antara
Raja dan Benteng
 Raja tidak boleh dalam posisi
terancam, kalau benteng boleh.

2. En Passant
Jika bidak musuh maju 2 langkah dan berakhir sejajar dengan bidak kita dibaris ke 5 maka
bidak kita dapat memukul bidak musuh tersebut seolah-olah bidak tersebut hanya maju satu
langkah.

3. Pat/Stalemate
Keadaan dimana pemain yang mendapat giliran melangkah dan tidak dalam posisi skak namun tidak
bisa melakukan langkah legal, sehingga permainan draw. Berikut beberapa contohnya (Hitam giliran
melangkah) :