Anda di halaman 1dari 13

BUSINESS FEASIBILITY STUDY

Kroto Business Proposal

By:

Hugrosheno Purwoto

C1K011023

MINISTRY OF NATIONAL EDUCATION AND CULTURE


JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
FACULTY OF ECONOMIC
PURWOKERTO
2014
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kroto adalah telur semut rangrang yang sudah tidak asing lagi terdengar di
telinga kita. Kroto menjadi sangat pepuler karena berguna untuk pakan burung yang
memiliki kandungan gizi yang tinggi, meskipun harganya sangat tinggi, namun
permintaan pasar tetap tinggi pula. Ini merupakan peluang usaha yang sangat
menguntungkan, yaitu dengan budidaya kroto.

Para pencari kroto di alam sudah semakin sulit menemukan sarang semut
rangrang sehingga pasar sangat kekurangan, sebaliknya permintaan sangat tinggi.
Banyaknya para pencari kroto di alam yang tidak memperdulikan kelestariannya
menyebabkan punahnya habitat kroto di alam. Para pencari kroto hanya
memikirkan bagaimana saya bisa mendapat kroto yang banyak, mereka tidak
memikirkan agar sarang semut rangrang tetap terjaga setelah diambil krotonya,
mereka berusaha mendapatkan kroto dari sarang tersebut sebanyak-banyaknya
meskipun sarangnya rusak tidak perduli, akhirnya semut rangrang tidak bisa
berkembang biak lagi karena sarangnya rusak.

Para penggemar burung kicauan kian hari kian meningkat untuk


perlombaan, sehingga otomatis permintaan pasar akan kroto meningkat pula.

Budidaya kroto sangat mudah. Pakan yang dibutuhkan untuk budidaya


kroto sangat murah dan mudah didapatkan di sekitar kita.

Budidaya kroto tidak membutuhkan modal yang besar, karena segala


sesuatunya, dari media, peralatan, dan tempat dapat kita gunakan barang bekas yang
di setiap rumah pasti memilikinya. Kita bisa gunakan toples bekas tempat makanan,
bahkan kita bisa gunakan bekas botol minuman air mineral yang kesemuanya bisa
kita temukan di rumah kita tanpa harus membeli.
Sebagai tempat, kita bisa juga gunakan lokasi yang tidak lebar, bisa di
samping rumah, di belakang rumah, atau bisa kita gunakan bagian rumah kita
ruangan yang tidak terpakai. Dengan satu syarat terlindung dari air hujan. Mungkin
bagi yang belum mengetahuinya akan merasa sangat sulit dan mustahil. Kembali
kita ingat, bahwa sesuatu usaha itu memerlukan ketekunan jika kita ingin berhasil.

Harga kroto di pasaran fluktuatif alias naik turun, tergantung pasokan dari
pencari kroto di alam, sementara persediaan kroto dari alam kian hari kian menipis,
maka harga kroto juga akan semakin melambung. Harga yang dipatok oleh para
pengepul yang langsung membeli kroto dari para pencari sekarang adalah Rp.
25.000 hingga Rp. 35.000 per kilo gram. Sementara harga eceran di pasar mencapai
Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000 per kg, bahkan jika musim penghujan dan hari raya,
harga kroto bisa mencapai Rp. 150.000 hingga Rp. 175.000 per kg.

B. Rumusan Masalah

Meski dari uraian latar belakang diatas usaha ini sangat menguntungkan,
kita masih harus membuktikannya dengan menganalisa studi kelayakan bisnis kroto
seperti aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis / operasional, dan aspek SDM.

C. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari susunan proposal ini adalah untuk mengetahui
kelayakan bisnis budidaya kroto berdasarkan aspek pasar dan pemasaran, aspek
teknis / operasional, dan aspek SDM.

D. Manfaat
Adapun manfaat dari kegiatan usaha budidaya kroto ini, sebagai berikut:
1. Untuk memperoleh tambahan pendapatan
2. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen pecinta burung
3. Untuk menerapkan ilmu kewirausahaan yang telah saya dapat tentang
bagaimana menciptakan produk yang memiliki nilai jual usaha,
memasarkan, dan mengembangkan produk.
BAB II

STUDI KELAYAKAN BISNIS

A. Aspek Pasar dan Pemasaran

Misi

Misi dari usaha budidaya kroto ini adalah untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan akan kelangkaan kroto sebagai umpan memancing dan pakan burung
yang bergizi tinggi.

Produk

Produk yang akan di jual di usaha kami adalah Kroto pakan burung yang
memiliki kandungan banyak gizi yang amat diperlukan untuk menghasilkan burung
dengan kwalitas paling baik. Dimana kroto ini biasanya untuk di dapat dari alam
atau hutan bebas, namun kami telah berinovasi agar suatu kebutuhan kroto tidak
sulit di dapatkan maka saya melakukan pembudidayaannya dengan sistem ternak
dalam toples, hal yang sangat menarik dari usaha ini tidak memerlukan banyak
waktu.

Potensi Permintaan

Permintaan konsumen terhadap kroto cukup besar, wajar bila akhirnya kroto
memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Walaupun permintaan kroto cukup besar
namun ketersediaan kroto di pasaran cukup terbatas. Inilah yang membuat budidaya
kroto patut dilirik.

Segment Pasar

Segmentasi pasar pakan burung bisa menjangkau mulai dari perkotaan


hingga ke pedesaan, karena dengan perkembangan hobi burung yang semakin
meluas, pakan burung secara otomatis semakin di butuhkan.
Target Pasar

Target utama dari budidaya kroto adalah para pemancing dan hobi burung
mereka sanggat membutuhkan keberadaan kroto. Meskipun dengan harga yang
mahal tetap saja mereka beli. Peluang inilah yang kita ambil. Karena terkadang
banyak sekali bisnis mempunyai kendala dalam hal pemasaran tapi hal ini tidak
berlaku dalam penjualan kroto.

Harga Produk

Dikarenakan harga kroto yang cukup mahal, berkisar antara Rp. 150.000-
Rp. 200.000 per kilo, saya akan menjual eceran Rp. 15.000 per ons atau Rp. 8.000
per setengah ons agar konsumen yang berdaya beli rendah juga bisa membelinya.

Sistem Distribusi

Konsumen dapat membeli kroto langsung ke lokasi pembudidayaan,


ataupun bisa membeli ke tempat penjual makan burung. Karena saya juga
berencana mendistribusikan hasil panen ke pengepul atau penjual pakan burung.

Strategi Promosi

Usaha promosi hanya memperkenalkan didunia internet social media yang


tidak banyak mengeluarkan biaya. Atau memberikan informasi kepada warung-
warung burung yang siap menampung hasil kroto.

Kompetitor

Pembudidayaan kroto di daerah Purwokerto masih sedikit. Ada satu tempat


di daerah Teluk yang membudidayakan kroto cukup besar, selain menjual kroto
mereka juga menjual bibit dan sarang kroto serta menyediakan pelatihan pula.
Disini saya tidak menjadikannya sebagai pesaing, melainkan partner untuk
pengembangan budidaya kroto di Purwokerto. Karena lokasi kami yang cukup jauh
dengan partner kami, kami masih bisa menguasai pasar yang dekat dengan lokasi
dengan harga yang tidak jauh berbeda. Pembeli akan memilih membeli ke tempat
yang lebih dekat dengan perbedaan harga yang sedikit. Pesaing Kroto hanya
makanan burung lain seperti jangkrik, pellet dll. Kroto masih bisa bersaing dengan
pakan burung lain karena memang sudah diakui karena larva semut populer sebagai
umpan ikan, dan juga sebagai makanan tambahan yang bergizi tinggi untuk
meningkatkan ketrampilan burung-burung pedendang. Para penggemar burung
memberi kroto yang kaya protein dan vitamin untuk burung peliharaannya, demi
kepuasan mereka mendengarkan kicauan burung yang merdu, atau waktu mereka
menyiapkan burung-burungnya untuk mengikuti lomba burung pedendang.

Keunggulan Bersaing

Kroto memiliki beberapa keunggulan bersaing:

1. Lokasi dekat dengan area kampus, mudah di akses dari mana saja.
2. Ketersediaan kroto selalu ada setiap harinya karena kami melakukan scheduling
untuk panen setiap hari.
3. Kroto yang kami jual benar-benar bersih, tidak ada semut rang-rang yang
tercampur. Sehingga pelanggan tidak perlu memilah-milah kembali.

Analisis SWOT

Strength

 Sangat susah di cari namun kebutuhan kroto sangat di cari di pasar


 Modal semut kroto tidak memakan modal banyak
 Bisnis ini tidak menyita banyak waktu
 Bisnis ini tidak menyita banyak tempat
 Budidaya semut kroto melalui media toples sangat rendah pesaing
 Hasil dari ternak ini sangat menggiurkan

Weakness

 Jika tidak benar-benar mengerti mengenai pembibitan atau budidaya semut


kroto maka tidak akan menghasilkan kroto yang baik
 Permintaan banyak akan tetapi penawaran kurang, karena proses hasil
pembuahan kroto per 20 hari
Opportunities

 Kesempatan emas untuk mendapatkan penghasilan karena jika kita


melakukannya dengan tekun dan benar dalam pembibitan kita akan
mendapatkan kualitas baik
 Bisnis kroto selalu dibutuhkan bagi pecinta burung

Threat

 Banyaknya pendatang atau pesaing budidaya kroto. Dengan banyaknya


saingan kita harus bisa mencari relasi sehingga hasil kroto kita mudah untuk
di supply ke konsumen sasaran

B. Aspek teknis / operasional

Lokasi Usaha

Budidaya kroto akan ditempatkan di rumah sendiri, tepatnya di Perumahan


Pabuaran Indah, Purwokerto, Jawa Tengah. Lokasi di rumah sendiri dipilih karena
ketersediaan ruangan tidak terpakai dan layak untuk budidaya kroto sehingga dapat
menghemat biaya.

Akses Lokasi Bisnis

Karena letaknya di perumahan dan di tengah kota, dekat dengan Universitas


Jenderal Soedirman, tepatnya sebelah Auditorium Graha Widyatama yang banyak
orang tahu, lokasi tersebut sangat mudah diakses oleh banyak orang.

Ketersediaan Sumber Energi

Ketersediaan sumber energi sangat cukup karena memang usaha budidaya


ini tidak banyak menggunakan energi, hanya air saja untuk minum semut. Lokasi
ini juga didukung cuaca yang tidak panas. Karena semut tidak tahan panas, kalau
semut kepanasan dapat mengakibatkan kematian.

Ketersediaan Pegawai

Saya akan memberdayakan 2 orang satpam perumahan untuk pegawai,


karena pekerjaan yang akan dilakukan tidak terlalu berat dan sekaligus keamanan
usaha ini terjamin.
Layout

2
1

3 4
4

Keterangan layout:

1. Rak 4 tingkat ukuran panjang 100 cm X lebar 50 cm X tinggi 160cm.


2. Toples plastic / lodong sebagai sarang semut.
3. Lemari tempat peralatan (gunting, tepung, ember, solasi, sarung tangan, dll).
4. Pintu masuk.

Ketersediaan bahan-bahan yang dibutuhkan

Dalam pembudidayaan kroto, ada beberapa hal yang harus disediakan


seperti biaya investasi dan biaya operasional untuk menghasilkan kroto dengan
rincian sebagai berikut:

Biaya investasi:

1. Ruangan yang cukup = tidak ada biaya karena milik pribadi


2. Rak kayu 4 susun 5 buah = Rp. 200.000 x 5 = Rp. 1.000.000
3. Bibit semut 30 toples = Rp. 50.000 x 600 = Rp. 30.000.000
4. Peralatan = Rp. 500.000
Total = Rp. 31.500.000
Biaya operasional 1 bulan:

1. Biaya pakan 30 hari = Rp. 200.000


2. Biaya listrik dan air = Rp. 150.000
3. Gaji pegawai = Rp. 600.000
Total = Rp. 950.000

Biaya penyusutan1 bulan 5% dari investasi:

1. Rak kayu 4 susun = Rp. 50.000


2. Harga beli bibit = Rp. 1.500.000
3. Peralatan = Rp. 25.000
Total = Rp. 1.575.000

Total biaya operasional+penyusutan = Rp. 2.525.000

Pendapatan 1 bulan = Rp. 150.000 x 30 = Rp. 4.500.000

Keuntungan 1 bulan = Rp. 1.975.000

Keuntungan 1 tahun = Rp. 23.700.000

BEP produksi = 16.83 kg

BEP harga = Rp. 84.166

Proses panen

Kroto dapat di panen setiap 15 sampai 20 hari sekali. Kroto dapat dipanen
ketika kita mengetahui telur semut dalam toples semut kelihatan sudah banyak.
Itulah fungsi mengganti sarang semut dengan toples transparan sehingga telur
semut jadi terlihat dengan jelas.
Hal yang harus dilakukan dalam proses panen adalah:

1. Siapkan bak/ ember plastik, Strimin kawat kecil, Sarung tangan karet.
Kemudian masukkan strimin kedalam ember yang telah kita siapkan.
2. Ambil toples sarang semut Rangrang yang sudah penuh kroto.
3. Tuangkan toples sarang semut kedalam ember plastik yang sudah diberi
strimin kawat sambil digoyang-goyang.

Keterangan: Pada waktu toples sarang semut dituangkan dan di goyang-goyang


kroto akan jatuh kedalam ember dan semut akan menempel pada strimin kawat.
Setelah kroto dituangkan/ditumpahkan dalam bak/ ember segera kembalikan toples
sarang semut ke tempat semula. Untuk mengembalikan semut yang ada pada
strimin cukup letakkan strimin pada lapisan rak/ meja yang kosong dan semut akan
kembali ke toples sarang semut dalam waktu 1 – 2 jam. Agar proses pemanenan
kroto lebih cepat waktunya, ember yang sudah diberi strimin harus ditambah.
Perkiraan kapasitas produksi

Supaya dapat panen Kroto setiap hari, kita harus punya toples sarang semut
setidaknya 600 toples dengan penghasilan kroto 5 ons tiap toples. Sehingga dapat
dipanen setiap hari 20 toples selama 30 hari secarabergantian.

C. Aspek Sumber Daya Manusia

Jumlah pegawai yang dibutuhkan

Untuk menjalankan usaha budidaya kroto dibutuhkan tenaga kerja dengan


jumlah 2 orang untuk pemeliharaan, pemanenan, dan pengantaran kroto. Kriteria
pegawai yang dibutuhkan adalah:

- Laki-laki
- Tidak takut semut rang-rang
- Disiplin
- Bertanggung jawab
Job deskripsi

Owner:

- Mengelola usaha.
- Memberikan motivasi kepada karyawannya agar bekerja optimal
- Memperhitungkan gaji atau upah karyawan.
- Bertanggung jawab terhadap karyawan dan pekerjaannya.
- Bertanggung jawab terhadap konsumen apabila terjadi kesalahan.
- Bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
- Berhak mengatur karyawan.
- Mengingatkan karyawan yang salah.
- Mengatur tata letak perusahaan.
Pegawai:

- Membersihkan kandang, mengecek makanan dan minuman semut, memberi


makanan dan minuman semut apabila habis. Karena pemberian makan dan
minum tidak setiap hari.
- Memanen 10 toples setiap harinya. Panen dilakukan setiap pagi hari mulai
pukul 07.00 WIB.
- Mengantar hasil panen kroto ke penjual pakan burung. Pengantaran
dilakukan begitu selesai panen.
- Menyetor uang hasil penjualan kepada owner.
Struktur organisasi

OWNER

PEGAWAI PEGAWAI

Jam kerja

Pekerja memulai aktivitas pukul 07.00 WIB. Karena ada 2 pegawai, satu
orang membersihkan kandang dan satu orang lagi memanen. Setelah panen, satu
orang mengantar hasil kroto ke penjual pakan burung, dan yang satu lagi standby
di lokasi untuk melayani konsumen yang langsung datang ke lokasi. Setelah kroto
sudah habis pegawai diperbolehkan pulang, estimasi sekitar pukul 13.00 WIB kroto
sudah habis. Pegawai mendapat jatah libur 1 kali dalam seminggu.

Sistem upah

Upah yang diberikan kepada pegawai sebesar Rp. 500.000,- per bulan

Jenis dan jumlah tunjangan yang diberikan

Kami tidak memberikan tunjangan kepada pegawai karena beberapa hal,


yaitu:

- Jam kerja yang cukup singkat.


- Upah sudah lebih dari cukup untuk jam kerja yang singkat.
Pengantaran hasil kroto menggunakan kendaraan inventaris.
BAB III

KESIMPULAN DAN PENUTUP

A. Kesimpulan

Untuk memulai budidaya kroto ini tidak membutuhkan modal yang besar,
untuk biaya pakan juga tidak besar. Bisnis kroto ini merupakan salah satu bisnis
pembudidayaan ternak yang belum banyak dikenal disemua kalangan, akan tetapi
bisnis ini memiliki pangsa pasar yang cukup besar. Dari hasil studi kelayakan
bisnis, usaha kroto dapat disimpulkan layak untuk di aplikasikan.

B. Penutup

Demikian proposal ini kami sampaikan, besar harapan kami apabila Bapak
dapat merealisasikan permohonan ini. Kami berharap semoga dapat menjadi bahan
kajian dan pertimbangan bagi Bapak, serta dapat ditindak lanjuti agar kegiatan
usaha pembudidayaan semut rangrang yang kami jalankan dapat berkembang,
sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi kami khususnya dan masyarakat pada
umumnya.

Anda mungkin juga menyukai