Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN

UPAYA KESEHATAN GIGI MASYARAKAT DESA (UKGM)


PUSKESMAS PANGALENGAN DTP
TAHUN 2018

I.PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan Pembangunan Kesehatan
bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi - tingginya dapat terwujud.
Untuk pelaksanaan pembangunan kesehatan antara lain dapat dilakukan melalui
pemberdayaan masyarakat dan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam bidang
kesehatan adalah program Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGM)

UKGMD Adalah suatu pendekatan Edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan
peran serta Masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan Gigi (Upaya Promotif, Preventif secara terpadu
(UKBM ) dikenal dengan Primery Oral Health Care Aproach yang dilakukan di sarana – sarana
UKBM ( Posyandu, Poskesdes, Desa siaga dll )

II.LATAR BELAKANG

Strategi yang digunakan dalam pembangunan masyarakat sebagai upaya untuk


mewujudkan kemampuan dan kemandirian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara dapat dilakukan melalui peningkatkan kemampuan masyarakat untuk berperilaku
hidup sehat, mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri, berperan aktif dalam setiap
pembangunan kesehatan, serta dapat menjadi penggerak dalam mewujudkan pembangunan
berwawasan kesehatan.

Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) merupakan kegiatan yang bersumber dari
masyarakat seperti Poskestren, Posyandu dan Desa Siaga.

Melalui program UKGM diharapkan terbentuknya derajat kesehatan masyarakat secara


komprehenship.

Posyandu merupakan suatu upaya kesehatan melalui pemberdayaan mayarakat yang


bekerjasama dengan berbagai lintas sektor seperti puskesmas, pemerintahan desa/kelurahan,
dan lembaga swadaya masyarakat lainnya.
Seluruh pihak tersebut diharapkan memiliki kemampuan kerja sama yang baik, sehingga
dapat bekerja bersama-sama untuk kepentingan masyarakat. Kader sebagai kelompok
penggerak kesehatan di masyarakat tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Tidak hanya
pengetahuan dan keterampilan teknis saja yang harus dimiliki oleh seorang kader posyandu,
namun juga kemampuan untuk berinteraksi dan bekerjasama,
baik dalam satu tim maupun dengan pihak lain. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan yang
diberikan kepada kader posyandu seyogyanya tidak hanya berorientasi pada peningkatan
pengetahuan saja, tetapi juga mampu melatih keterampilan sosialisasi dan kemampuan
bekerjasama sebagai teamwork.

III.TUJUAN
Meningkatkan Status Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat secara optimal melalui upaya
Promotif dan Preventif.

IV.KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


A. Pembinaan Kader
B. Kunjungan ke Posyandu dalam rangka Penyuluhan dan pemeriksaan gigi dan ibu hamil

V.METODA/CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN :


a. Ceramah
b. Diskusi
c. Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut

VI.SASARAN :
Masyarakat, Ibu hamil, Kader

VII.PELAKSANA :
a. dokter gigi / dokter
b. Perawat gigi
c. Bidan desa
d. Kader

VIII.JADWAL PELAKSANAAN ( terlampir )

IX.SUMBER DANA :

Swadaya

Hasil kegiatan :
A. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut minimal 4 kali dalam sebulan
B. Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut minimal 4 kali dalam sebulan

X.EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN


Untuk menilai hasil kegiatan pelayanan kesehatan gigi mulut adalah dengan indikator :
a. Jumlah Pembinaan kader
b. Jumlah kunjungan ke Posyandu
c. cakupan pelayanan, yaitu jumlah penduduk yang mendapat pelayanan kesehatan gigi
mulut
d. efektifitas pelayanan adalah upaya mempertahankan fungsi kunyah yaitu perbandingan
antara penambalan gigi tetap dengan pencabutan gigi tetap
e. kunjungan rawat jalan gigi per hari per tenaga yaitu jumlah kunjungan rawat jalan gigi
pasien baru dan lama dalam satu tahun per jumlah hari kerja efektif.

Mengetahui,
KEPALA PUSKESMAS PANGALENGAN DTP PEMEGANG PROGRAM UKGM

dr. ASEP PURNAMA EUIS WIWIN.W,A.Md.KG


NIP. 1981032450014111001 NIP. 197503011995032001NIP.