Anda di halaman 1dari 7

KAJIAN ASUHAN PADA MENOPAUSE; SEBUAH STRATEGI UNTUK

MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MENOPAUSE

Nining Istighosah
Akademi Kebidanan Dharma Husada Kediri Jawa Timur

ABSTRAK

Menopause adalah tahap biologis dalam kehidupan seorang wanita ketika dia tidak lagi subur dan
ditandai dengan berhentinya menstruasi.Berdasarkan keputusan menteri kesehatan Republik
Indonesia Nomor 229/Menkes/SK/II/2010 tentang pedoman asuhan kebidanan pada wanita
perimenopouse tugas bidan dalam masa menopause adalah membantu memberdayakan wanita
menopause dan keluarganya melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif sehingga
perempuan dapat melalui masa transisi ini dengan bahagia dan sejahtera serta tetap dapat berkarya
dan dapat mempersiapkan masa usia lanjut dengan sehat. Bidan bisa memberikan informasi
tentang perubahan-perubahan yang terjadi, kebutuhan yang dibutuhkan oleh menopause, tanda
bahaya, makanan yang dibutuhkan, akfititas dan olahraga untuk menopause dan penggunaan
hormon dan suplemen.

Kata kunci : Asuhan kebidanan, menopouse


PENDAHULUAN reproduksi agar bisa menghadapi masa
menopause secara sehat, aktif dan produktif.
Menopause dapat terjadi secara Banyak wanita mengalami berbagai
spontan rata-rata terjadi pada wanita usia 51 gejala selama menopause dan perimenopause
tahun atau dipicu melalui intervensi medis dan gejala ini sering terjadi dalam jangka
(operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi waktu pendek dan berkurang atau
panggul) . 90 % Mayoritas wanita mengalami menghilang dari waktu ke waktu.Gejala yang
menopause antara usia 45- 55 tahun, dengan paling umum seperti gejala vasomotor
hanya sekitar 5% mengalaminya antara usia (misalnya hot flushes dan berkeringat), efek
40 dan 45 dan sekitar 5% setelah usia 55 pada suasana hati (misalnya suasana hati
tahun. 1 yang buruk) dan gejala urogenital (misalnya
Menurut Survei Demografi dan kekeringan vagina). Dari survey
Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012, perempuandilakukan di Skotlandia (Duffy
Menopause diartikan sebagai proporsi wanita 2012) mengenai pengalaman gejala yang
umur 30 tahun atau lebih, yang tidak dalam dialami wanitapada bulan sebelumnya, 47%
masa nifas, tidak sedang hamil dan tidak melaporkan hot flushes, 46% melaporkan
sedang mendapat haid selama 6 bulan atau berkeringat di malam hari dan 26%
lebih sebelum survei atau yang menyatakan melaporkan kekeringan vagina. Sebuah studi
bahwa mereka sudah berhenti haid. Kejadian kesehatan perempuan di Amerika Serikat
menopause meningkat seiring dengan pada 2009 melaporkan bahwa rata-rata,
meningkatnya umur. Pada umur 30-34 tahun wanita Afrika-Amerika memiliki serangan
meningkat 11 %, umur 44-45 tahun menjadi flushes lebih panas dari kelompok wanita
23 %, umur 48-49 tahun menjadi 44 kulit putih, dan wanita Asia (Jepang atau
%.Meskipun menopause merupakan proses Cina) memiliki hot flushes paling sedikit dari
alami, masih banyak wanita mengalami semua keluarga kelompok yang disurvei.
gejala menopause seperti hot flashes, Penelitian yang sama melaporkan bahwa
hilangnya kepadatan mineral tulang dan menopause dini (antara 40 dan 45 tahun)
penipisan dan pengeringan kulit. Salah satu memengaruhi 3,7% dari wanita Afrika-
perubahan fisiologis untuk menopause adalah Amerika, 2,9% dari wanita kulit putih, 2,2%
berhentinya periode menstruasi karena wanita Cina dan 0,8% dari wanita
penurunan fungsi ovarium, yang dipengaruhi Jepang.5Perawatan yang digunakan untuk
oleh penurunan hormon estrogen.Pada wanita mengatasi gejala yang berhubungan dengan
menopause akan timbul berbagai masalah menopause meliputi nasihat gaya hidup,
kesehatan, seperti gejala vasomotorik yaitu HRT, obat herbal, terapi komplementer
hot flush (rasa panas dari dada hingga (alternatif) dan antidepresan. Dalam sebuah
wajah), night sweat (keringat dimalam hari) survey di internet yang dilakukan di Amerika
dan mudah berkeringat, gejala psikogenik, antara tahun 2005 dan 2006), hampir 3/4 dari
nyeri sanggama, insomnia (susah tidur), perempuan melaporkan bahwa mereka tidak
penurunan libido, meningkatnya kejadian cukup tahu tentang HRT, 85% mereka
penyakit jantung koroner, patah tulang merasa tidak cukup tahu mengenai terapi
(osteoporosis), dementia, stroke, kanker usus alternatif untuk mengatasi gejala yang
besar, dan katarak. Pertambahan usia berhubungan dengan menopause dan 95%
menyebabkan angka kejadian osteoporosis mengatakan mereka akan mencoba terapi
makin meningkat, seperti Data yang alternatif sebelum HRT karenadalam
ditunjukan di Indonesia antara lain lima keyakinan mereka bahwa terapi
propinsi dengan resiko osteoporosis lebih komplementer lebih 'alami' selain itu karena
tinggi adalah Sumatera Selatan (27,7 %), adanya kekhawatiran mengenai resiko HRT.
Jawa Tengah (24,02%), DI Yogyakarta Gb. 1 Siklus kehidupan reproduksi wanita
(23,5%), Sumatera Utara (22,82%), Jawa
Timur (21,42%), Kalimantan Timur (10,5%).
Semua masalah kesehatan tersebut
berdampak terhadap penurunan kualitas
hidup kaum perempuan.2Dengan adanya
keluhan tersebut, wanita usia lanjut
membutuhkan pelayanan kesehatan
Sumber :National Institutes of HealthU.S. a. Jangka Pendek
Department of Health & Human 1) Keluhan vasomotor : Gejolak
Services1 panas (hot flushes) terasa panas diwajah,
berkeringat, dan merasa terbakar, sering
METODE disertai dengan palpitasi dan kecemasan
(anxietas) atau kadang-kadang disertai rasa
Studi ini merupakan suatu tinjauan dingin. Gejala ini terjadi beberapa bulan
literatur ( literature review ) yang mencoba atau beberapa tahun (dalam 2 tahun) 70%
memaparkan asuhan kebidanan terintegrasi perempuan mengalami gejala hot flushes
pada wanita menopause berdasarkan bukti – ini. Hot flushes yang berat sering
bukti dan hasil penelitian di dunia. Sumber menimbulkan gangguan tidur. Gangguan
untuk melakukan tinjauan literatu ini tidur ini sering disertai dengan menurunnya
meliputi studi pencarian sistematis database semangat, perasaan riang, kehilangan tenaga,
terkomputerisasi (EBSCOHOST dan pub gangguan nafsu makan, meningkatnya
med) bentuk jurnal penelitian berjumlah 4 keluhan somatik dan masalah psikis karena
jurnal penelitian internasional . Jurnal yang depresi.
di gunakan yaitu dari tahun 2009 sampai Menurut Rebecca et all 2012, gejala
2015 yang menggunakan desain penelitian vasomotor dikaitkandengan kadar LDL,
kohort prospective. Penulisan daftar pustaka HDL, apolipoprotein A-1, apolipoprotein B,
menggunakan vamcouver UNPAD dan trigliserida yang tinggi. Lipid harus
dipertimbangkan pada kejadian hot flushes
DISKUSI dan risiko kardiovaskular.5
Pilihan gaya hidup untuk menghilangkan
Menopause bukanlah merupakan gejala vasomotor.1
kejadian yang tiba-tiba, tetapi merupakan i. Menjaga suhu inti tubuh sedingin
hasil kumulatif dari kejadian-kejadian yang mungkin
panjang sebelumnya, dari mulai janin, a. Selalu pilih bahan pakaian yang
pubertas, kehamilan, dan menopause. Pada berbahan dasar cotton atau lapisan
saat bayi lahir cukup bulan jumlah folikel cotton
Primodial dalam kedua ovarium telah b. Gunakan kipas angin
lengkap, sebanyak 750.000 dan tidak c. Menjaga suhu kamar tetap dingin
bertambah lagi dalam kehidupan (terutama untuk tidur)
selanjutnya. Folikel tersebut semakin d. Mengkonsumsi minuman dingin
berkurang sejalan proses reproduksi yang e. Gunakan perangkat pendingin eksternal
dialami oleh perempuan, ditandai dengan (yaitu, bantal khusus)
proses berkurangnya sel telur dalam f. Gunakan bahan tenun baik pakaian dan
ovarium sampai menjelang menopause. alas tidur yang menyerap keringat
Sekitar usia 40 tahun akan terjadi anovulasi ii. Menjaga berat badan
dalam siklus menstruasinya, dan terjadi a. Beberapa studi menunjukkan indeks
peningkatan Follicle Stimulating Hormone massa tubuh yang lebih tinggi (≥27 kg /
(FSH).8 m2) menjadi factor predisposisi terjadinya
Perubahan-perubahan yang terjadi pada hot flash yang tinggi
perimenopause tidak hanya diakibatkan b. Pada peri dan pascamenopause
karena faktor hormonal saja, tetapi disertai peningkatan lemak tubuh berhubungan
dengan perubahan - perubahan yang terjadi dengan peningkatan frekwensi hot flash
akibat proses penuaan (aging process). iii. Hindari merokok
a. Merokok ( baik masa lalu atau saat ini)
1. Perubahan Hormon meningkatkan risiko hot flashes,
Terjadinya penurunan hormon estrogen, mungkin karena berpengaruh pada
karena jumlah sel telur berkurang sampai metabolism estrogen
habis sehingga fungsi ovarium berhenti.
Pengaruh perubahan hormon ini
menimbulkan gejala sebagai berikut :
iv. Berolahraga secara teratur b. Jangka Panjang
a.Latihan harian dikaitkan dengan 1) Osteoporosis
insiden penurunan hot flash 2) Penyakit jantung kororner
b. Aktivitas fisik yang kurang 3) Aterosklerosis (penyempitan dan
meningkatkan risiko hot flash pengerasan dinding pembuluh
c. Latihan fisik mungkin berhubungan jantung)
dengan durasi hot flash yang lebih 4) Stroke
singkat 5) Pikun (dementia)
d. Olah raga yang berat seperti aerobic, 6) Kanker usus besar
jogging, renang dapat menjadi pemicu Pada wanita menopouse secara alami
hot flashes pada sebagian wanita mengalami penurunan kadar estrogen tetapi
e. Contohnya termasuk meditasi, yoga, tai terjadi peningkatan kadar ferritin dalam
chi, pijat, atau mandi hangat santai darah karena berhentinya siklus menstruasi.
zat besi sangat penting untuk transportasi
v. Mempraktikkan teknik relaksasi oksigen, reaksi transfer elektron, regulasi
a. Kecemasan berhubungan dengan gen, dan regulasi pertumbuhan sel dan
peningkatan frekuensi dan tingkat diferensiasi. Tetapi kadar zat besi yang
keparahan hot flashes berlebihan, dapat merusak jaringan karena
b. Beberapa wanita melaporkan merasa mengkatalisis konversi hidrogen peroksida
lebih rileks dengan teknik pernapasan untuk membebaskan radikalion yang
konsisten dan stabil (dalam, pernapasan menyerang membran sel, protein, dan DNA.
perut lambat) ketika mulai muncul Keadaan ini dapat memicu kondisi yang
perasaan panas menyebabkan gangguan metabolisme pada
vi. Hindari pemicu semburan panas yang wanita menopouse diantaranya; memicu
dirasakan secara pribadi terjadinya osteoporosis pada tulang karena
a. Contohnya termasuk minuman panas, meningkatkan proliferasi osteoblas,
kafein, makanan pedas, alkohol, reaksi peningkatan aktifitas penuaan pada kulit
emosional karena tingginya oksidatif stress dan
2) Psikologik : perasaan takut, meningkatnya sensitifitas pada ultra violet,
gelisah, mudah tersinggung, meningkatkan potensi penyakit jantung,
lekasmarah, tidak konsentrasi, keganasan seperti kanker colon dan beberapa
perubahan perilaku, depresi, penyakit kronis lainnya. Pada study
gangguan libido. framingharm heart yang dilakukan pada 620
3) Urogenital (saluran kencing dan wanita menopouse pada tahun 1989 – 1990
kemaluan); nyeri sanggama, vagina dengan menggunakan sampel darah untuk
kering, keputihan/infeksi, mengukur kadar fe didapatkan hasil bahwa;
perdarahan paska sanggama, rata – rata konsentrasi feritin dalam plasma
infeksi saluran kemih, gatall pada wanita menopouse adalah 73,8 ng / mL
vagina/vulva, iritasi, peranakan (kisaran interkuartil: 41.6-125,8 ng / mL),
turun, nyeri berkemih, ngompol. 2,7% dengan depleted zat besi (konsentrasi
4) Kulit : kering/menipis, gatal- feritin< 12 ng / mL), dan 9,8% memiliki
gatal, keriput, kuku rapuh, konsentrasi feritin tinggi( >200 ng / mL).
berwarna kuning. Usia, lama menopause, waktu terakhir
5) Rambut : menipis, tumbuh di penggunaanPascamenopause Hormon
sekitar bibir, hidung dan telinga. (PMH), indeks massa tubuh, penggunaan
6) Mata : infeksi, kesulitan suplemenzat besi, konsumsi alkohol dan
menggunakan lensa kontak. intake tablet besi dikaitkan dengan
7) Tulang : nyeri tulang/ otot. konsentrasi feritin yang positif, sedangkan
8) Kolesterol : kolesterol tinggi, penggunaan PMH, aktivitas fisik,
HDL turun (lemak yang penggunaan aspirin, dan kejadian ulkus
melindungi jantung), LDL naik gastrointestinal terkait dengan konsentrasi
(lemak yang merugikan jantung). ferritin yang terbalik yaitu semakin aktifitas
fisik wanita menopouse meningkat maka
kadar Fe dalam tubuh stabil. 3,6
Gb. 2.2. Hubungan kadar ferritin  Karbohidrat
dengan gangguan kesehatan pada o Penggunaan relatif menurun, karena
fase menopouse kebutuhan kalori juga menurun.
Dianjurkan mengkonsumsi
karbohidrat komplek karena
mengandung vitamin, mineral dan
serat.
 Vitamin
o Dianjurkan untuk mengkonsumsi
sumber :Iron and Menopause3 makanan kaya vitamin A, D, dan E
untuk mencegah penyakit degeneratif
Gb. 2.2 Struktur lapisan epitelium pada (sebagai antioksidan). Selain itu
vagina ; . pada pre – menopause ( dianjurkan untuk mengkonsumsi
kanan) makanan yang banyak mengandung
post menopause (kiri ) vitamin B 12, asam folat, B1 untuk
mencegah risiko penyakit jantung.
 Mineral
o Dianjurkan untuk mengkonsumsi
makanan kaya Fe, Zn, Selenium dan
Calsium untuk mencegah anemia dan
pengeroposan tulang juga produk
kedelai
 Air dan serat :Air sangat penting
untuk mengeluarkan isi pembakaran
Sumber :Contemporary energi tubuh, dan serat dianjurkan
ClinicalManagement of Menopause1 untuk memperlancar buang air besar.
2. Kebutuhan Aktifitas Fisik dan
C. KEBUTUHAN PADA MASA Olahraga
PERIMENOPAUSE8 Latihan dan olahraga pada masa
1. Kebutuhan Gizi ini dapat memperlambat terjadinya
a. Konsumsi makanan yang cukup penurunan massa tulang dan
dan seimbang untuk perempuan kekuatan otot. Apabila olahraga
perimenopause: dilakukan dengan teratur terbukti
 Energi dapat mencegah berbagai penyakit
o Kebutuhan energi pada perempuan dan meningkatkan kebugaran.
perimenopouse menurun sehubungan Manfaat olahraga antara lain:
dengan penurunan metabolisme a. Melancarkan aliran darah, sehingga
basal (sel-sel banyak yang inaktif) badan terasa segar
dan kegiatan fisik cenderung b. Meningkatkan kualitas tidur
menurun. Kebutuhan kalori akan c. Meningkatkan daya tahan tubuh
menurun sekitar 5% pada usia 40-49 d. Memperkuat dan melenturkan otot dan
tahun, dan 10% pada usia 50-59 sendi
tahun. e. Menjaga keseimbangan gerak
 Protein f. Pengaturan kadar gula darah menjadi
o Dianjurkan untuk memenuhi lebih baik
kebutuhan protein nabati dan g. Memberi rasa santai
hewani dengan perbandingan 3: 1. h. Menimbulkan rasa senang
Hindarkan konsumsi protein i. Meningkatkan hubungan dengan orang
berlebih karena akan memberatkan lain
fungsi hati dan ginjal. j. Memperlambat proses penuaan
 Lemak Prinsip latihan atau olahraga pada
o Kebutuhan lemak lebih sedikit, perimenopause antara lain:
konsumsi lemak dibatasi jangan a. lntensitas sedang, dilakukan 3 kali
lebih dari seperempat kebutuhan seminggu secara teratur
energi.
b. Dipilih olah raga yang tidak mudah A. PENGKAJIAN
menimbulkan cidera 1. Anamnesa
c. Menghindari olah raga yang a. ldentitas
kompetitif (bertanding) b. Keluhan yang berhubungan dengan
d. Memilih olah raga yang disenangi sindrom perimenopause pusing,
dan bervariasi berdebar-debar, rasa panas, sulit
e. Olahraga sebaiknya dilakukan 2 jam tidur, berkeringat, selera makan
setelah selesai makan. menurun, gangguan pencernaan,
f. Sebelum olah raga dianjurkan gangguan indera, dll).
minum 2 gelas air untuk menghindari c. Keluhan dan riwayat penyakit
dehidrasi yang berhubungan dengan
Jenis aktifitas fisik atau olahraga yang penyakit
baik bagi perimenopause: d. degeneratif (diabetes melitus,
a) Melakukan pekerjaan rumah hipertensi, kegemukan/obesitas,
b) Berjalan-jalan osteoporosis, jantung, hati dan
c) Jogging atau olah raga lari dengan kanker) atau penyakit saluran
kecepatan sedang dan bukan untuk pencernaan (gastritis, colitis) serta
perlombaan (kurang11 km/ jam) penyakit infeksi kronis (TBC,
d) Berenang diare).
e) Senam aerobik ringan e. Keluhan psikologis :cemas,
3. Kebersihan kehawatiran, rasa takut, depresi,
Untuk menghindari terjadinya infeksi penolakan, dsb.
pada vagina, saluran kencing dan kulit f. Riwayat KB dan penggunaan obat
maka kebersihan diri harus dijaga. hormonal
Terutama kebersihan kulit, vulva dan g. Riwayat kebiasaan buang air besar
vagina. Hindarkan penggunaan sabun dan buang air kecil
yang mengeringkan kulit. h. Riwayat alergi, intoleransi dan diet
4. Pendidikan dan Konsultasi khusus
a) Perubahan-perubahan yang terjadi i. Riwayat kesehatan gigi
b) Kebutuhan yang diperlukan pada muluUmenelan, apakah
perimenopause menggunakan gigi palsu?
c) Tanda-tanda bahaya yang j. Riwayat asupan makan perhari
mungkin terjadi pada pre dan k. Riwayat penggunan obat
post menopause l. Aktivitas sehari-hari yang dilakukan
d) Makanan yang dibutuhkan dan riwayat pekerjaan ( jenis dan
e) Aktifitas dan olahraga yang harus frekuensi )
dilakukan m. Pola hubungan seksual
f) Penggunaan hormon dan suplemen n. Riwayat Menstruasi
o. Riwayat operasi ginekologi
III. ASUHAN KEBIDANAN PADA p. Riwayat obstetri
PERIMENOPOUSE 2. Pemeriksan fisik
Pada bab ini menjelaskan cara a. Keadaan umum; kesadaran
mengelola klien pada perimenopause. b. Tanda-tanda klinis gizi kurang atau
Asuhan yang diberikan menggunakan lebih
pendekatan pemecahan masalah Gizi kurang : kurus,
dengan manajemen kebidanan. sangat kurus, pucat atau
Pengambilan keputusan klinis yang bengkak (edema)
yang diambil oleh bidan berdasarkan Gizi lebih : gemuk
hasil pengkajian sosial budaya dan atau sangat gemuk
spiritual. Kemudian diagnosa (obesitas)
dirumuskan berdasarkan permasalahan c. Sistem kardiovaskuler; tensi, nadi
yang muncul selama perimenopause, d. Sistem pernafasan : frekuensi nafas,
dan permasalahan tersebut dapat bunyi nafas
diintervensi oleh bidan sesuai dengan e. Sistem gastrointestinal ; peristaltik
kewenangannya . usus
f. Sistem genitourinarius : nyeri
tekanan supra publik A Clinician’s Guide (2010) with permission
g. Sistem musculoskeletal : from The North American
pemeriksaan sendi, aterosklerosis Menopause Society.Contemporary
h. Sistem metabolik/endokrin : Clinical Management of
pemeriksaan kelenjar getah bening Menopause
(bengkak dan sakit) dan payudara Alida J. Pokoradi, MSc; Lisa Iversen, PhD;
i. Sistem neurologic : Philip C. Hannaford, MD. General
pemeriksaan reflex gynecology Factors associated with
j. Sistem reproduksi : age of onset and typeof menopause in
 Pemeriksaan genitalia : inspeksi a cohort of UK women. m J Obstet
genitalia eksterna dan pemeriksaan Gynecol 2011;205:34.e1-13.
vagina pengambilan lendir untuk pap Jian-Meng Liu, Susan E Hankinson, Meir J
smear Stampfer, Nader Rifai, Walter C
 Pemeriksaan bimanual untuk Willett, and JingBody iron stores and
melihat posisi uterus dan sekitarnya their determinants in healthy
serta kedua adneksa postmenopausal US women1–3. 2003
Jinglong Jian, dkk. Iron and Menopause:
3. Pemeriksaan Antropometri Does Increased Iron Affect the Health
Untuk menilai status gizi seseorang of Postmenopausal Women?. 2009
perlu dilakukan pengukuran tinggi Keputusan Menteri Kesehatan Republik
badan dan berat badan, kemudian Indonesia Nomor
dihitung IMT dengan cara sebagai 229/MENKES/SK/II/2010 Tentang
berikut: Pedoman Asuhan Kebidanan Masa
Perimenopause.
Rebecca C. Thurston, Samar R. El Khoudary,
Cara dapat digunakan untuk mengukur Kim Sutton-Tyrrell,Carolyn J.
Berat Badan ideal dengan menggunakan Crandall, Ellen B. Gold, Barbara
rumus sebagai berikut: Sternfeld, dkk. Vasomotor Symptoms
and Lipid Profiles in Women
BB ideal = (TB-100) - 10%(TB-100) Transitioning Through Menopause.
The American College of Obstetricians
Batas ambang yang diperbolehkan and Gynecologists. Publishedby
adalah + 10%. Bila >10% sudah Lippincott Williams & Wilkins. VOL.
kegemukan dan bila > 20% terjadi obesitas. 119, NO. 4, APRIL 2012
SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan
Indonesia) Tahun 2012
SIMPULAN

Peran bidan adalah memberikan asuhan


kesehatan reproduksi pada perempuan
selama siklus kehidupan. Masa
Perimenopause merupakan masa transisi
dalam siklus kehidupan perempuan, dari
kondisi produktif menjadi tidak produktif.
Bidan mempunyai kompetensi memberikan
asuhan pada masa perimenopause, dengan
membantu memberdayakan perempuan dan
keluarganya, melalui upaya promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif,
sehingga perempuan dapat melalui masa
transisi ini dengan bahagia dan sejahtera
serta tetap dapat berkarya.

DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai