Anda di halaman 1dari 3432

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.

com/

~Pedang Keadilan~
Karya: Tjan ID
Ebook by : Dewi KZ & AAA lynx
http://kangzusi.com/

Pedang Keadilan Bagian

BAB 1. Pil Mustika tercuri.


Kanglam di bulan tiga terhitung bulan yang paling
permai, Aneka bunga tumbuh dengan indahnya, pohon
nan hjau berdesakan memanjang di sepanjang sungai
Tiang kang.

Di karesidenan Kang-poh yang terletak dekat sungai


Tiang kang, terhampar sebuah hutan seluas ratusan
hektar yang bernama hutan Tho-hoa-lin. Tiap hari
banyak pelancong yang mampir di hutan tersebut sambil

1
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menikmati satu dua cangkir embun bunga Tho yang


tersohor

Pesanggrahan Tho-hoa-kit merupakan sebuah


penginapan dan rumah makan yang termashyur di
wilayah itu. Pemilik pesanggrahan dengan minuman
khususnya Embun Bunga Tho menambah kepopuleran
tempat itu.

Pemilik pesanggrahan tersebut bukan hanya


mempopulerkan tempatnya dengan minuman khas
tersebut jauh di tengah hu-tan Tho-hoa-lin, iapun
mendirikan bangunan-bangunan loteng yang sangat
megah dengan aneka bunga menghiasi sekeliling
bangunan. Rangkaian bambu yang membentuk
jembatan, sungai-sungai kecil dengan air jernih membuat
panofama tempat itu makin memikat untuk didatangi.

Dari deretan bangunan-bangunan megah itu, boleh


dibilang loteng "Gi-hong", loteng "Hui-jui-lo" serta loteng
"Thia-chan-thay" merupakan bangunan yang paling
terkenal di sana.

Hari ini menjelang tengah hari dari jalan raya sebelah


Selatan muncullah dua ekor kuda yang dilarikan kencang.
Lelaki yang berada di depan adalah seorang bocah lelaki
berusia dua atau tiga belas tahunan, ia mengenakan baju
hitam pekat dengan rambut yang dikuncir, sambil
melarikan kudanya bocah itu menengok ke kiri kanan

2
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dengan wajah riang gembira, sekan-akan apa yang


dilihatnya sepanjang jalan merupakan hal baru baginya.

Kuda yang ditungganginya berwarna merah darah.


Bulunya mulus tanpa campuran warna lain, dalam
sekejap pandangan saja-orang segera tahu kalau kuda
itu merupakan seekor kuda jempolan.

orang yang mengikuti di belakang kuda merah tadi


adalah seorang pemuda berbaju putih berusia dua puluh
tahunan, wajahnya sangat tampan dengan tubuh yang
tinggi, tegap dan kekar. sayangnya wajah tampan itu
kelihatan serius, alisnya selalu berkerut dan tak nampak
secuwil senyumanpun menghiasi bibirnya. Agaknya ia
sedang di-rundung banyak masalah.

Kuda yang ditunggangi pemuda itu berwarna putih


bagaikan saiju. Biarpun sudah menempuh perjalanan
jauh, binatang itu masih dapat berlari dengan tegap dan
penuh semangat.

Kedua orang ini, meski datang berbareng namun jelas


menunjukkan sikap yang berbeda. Kalau si bocah selalu
menampakkan senyum dikulum dan mendatangkan rasa
sayang bagi yang melihat, sebaliknya pemuda itu amat
murung, Keningnya selalu berkerut sehingga
mendatangkan kesan berat bagi yang memandang.

Ketika tiba di depan papan nama "Tho hoa-kit",


mendadak bocah berbaju hitam itu menarik tali les
3
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kudanya sambil memutar ke belakang, kepada pemuda


berbaju putih itu ia berbisik:

"Toako, pemandangan tempat ini sungguh indah,


Bagaimana kalau kita minum teh dulu sebelum
melanjutkan perjalanan?"

"Ehm...." Pemuda itu berpikir sebentar, "Baiklah"

Bocah berbaju hitam itu tertawa girang, dia segera


melompat turun dari kudanya, Lalu sambil menuntun
kuda pemuda berbaju putih itu, ia kembali berseru.
"Hayo toako, turun"

Perlahan-lahan pemuda itu turun dari kudanya, Gerak


geriknya amat lamban, bagaikan orang yang tak punya
tenaga saja. Dua orang pelayan segera maju
menyambut.

"silahkan masuk tuan berdua" katanya sambil


menerima tali les kuda dari kedua tamunya.

"Jangan" tampik bocah berbaju hitam itu seraya


menggeleng, "Kuda tunggangan kami bukan binatang
sembarangan Mana bisa kalian menuntunnya. Kalau
sampai kena sepak. wah bisa runyam"

Dengan agak kaget kedua pelayan itu menarik kembali


tangan mereka, Lalu setelah mengamati kuda-kuda itu
sekejap, salah seorang menyahut sambil tertawa: " Yaa,

4
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sudahlah kalau begitu, silahkan tuan cilik menuntun


sendiri"

Pesanggrahan Tho-hoa-kit dibangun agak jauh


menjorok ke dalam hutan, kira-kira tiga empat kaki
jauhnya dari tepi jalan raya, sebuah jalan beralas batu
putih membentang dari sana hingga ke depan pintu
Pesanggrahan, sementara bunga Tho yang harum
semerbak tumbuh di kedua sisinya.

Bocah berbaju hitam itu menambatkan kedua ekor


kudanya di sebuah pohon Tho besar, lalu melangkah
masuk.

Tiba-tiba seorang pelayan maju menghadang jalan


pergi bocah tadi sambil serunya: "Tuan kecil, harap lewat
sini." sambil berkata, ia menuding sebuah jalan setapak
yang membentang di samping jalan utama.

"Heei, bagaimana kamu?" Bocah itu mendelik,


"Mengapa kami harus melewati jalan setapak?"

"Maaf, Tuan kecil," pelayan itu tertawa, " Ruang


utama sebelah kiri amat ramai dan gaduh. Pada
umumnya dipakai kaum pedagang keliling dan kuli kasar,
sedang jalan setapak ini khusus diperuntukkan tamu
terhormat"

5
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"ooooh, begitu rupanya" Bocah itu tersenyum. Dengan


langkah lebar dia menelusuri jalan setapak tadi menuju
ke tengah hutan.

Pelayan itu membawa kedua orang tamunya ke


sebuah ruang kecil yang amat artistik selain bersih dan
rapi, di luar jendela belakang terbentang sebuah sungai
kecil dengan air yang jernih.Jauh di belakang sana,
samar-samar terlihat sudut bangunan loteng.

"Tuan berdua ingin pesan apa?" tanya sang pelayan


kemudian.

Pemuda berbaju putih itu hanya membungkam, Bukan


saja pemandangan alam yang begitu indah tidak
membuyarkan kemurungannya, bahkan mimik mukanya
pun tetap dingin, kaku dan murung, Bocah berbaju hitam
itu berpikir sejenak. lalu jawabnya: "Apa sajalah yang
enak boleh dikeluarkan"

Mula-mula pelayan itu agak. tertegun, lalu ujarnya


sambil tertawa:

"Tampaknya tuan berdua datang dari jauh sehingga


tidak mengenal kepopuleran tempat kami. Bukan hamba
sengaja membual, tak satu pun hidangan kami yang tak
enak. terutama Embun Bunga Tho, betul-betul sudah
populer sampai di mana-mana...."

6
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"sudahlah, tak usah banyak bicara, cepat keluarkan"


potong bocah tadi tak sabar.

sambil menyahut, buru-buru pelayan itu berlalu. Tak


lama kemudian, sayur dan arak telah dihidangkan.

Perlahan-lahan pemuda berbaju putih itu memenuhi


cawannya dengan arak. Tapi sebelum diteguk isinya,
tiba-tiba ia meletakkan kembali cawannya ke meja.

"Toako... toako" bisik bocah berbaju hitam itu sambil


menggeleng, "Mengapa sih kau murung sepanjang hari?
Bukan cuma membungkam, wajahmu kelihatan kusut,
benar-benar membuat perasaan orang tak sedap
melihatnya."

Dengan wajah menyesal pemuda berbaju putih itu


memandang bocah itu sekejap, tiba-tiba ia berkata:
"Coba dengar, dari mana dagangnya suara orang belajar
di tempat keramaian semacam ini?"

Bocah berbaju hitam itu coba memusatkan


perhatiannya, Betul juga. Dari balik hutan bunga Tho itu
lamat-lamat terdengar suara orang membaca, bahkan
diiringi suara tali kecapi, Hal ini segera menimbulkan rasa
heran dalam hatinya.

"Hemmm, rupanya ada orang gila di situ," dengusnya,


"Masa mau belajar malah datang ke tempat ramai
macam ini. Betul-betul merusak suasana. Coba dengar,

7
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dia malah memetik kecapi untuk mengiringi syairnya.


Benar-benar sinting"

"Adik Liong, jangan memaki orang lain," tegur si


pemuda berbaju putih sambil menengok ke luar jendela,
"Suara kecapi datangnya dari arah Barat, sedang suara
syair datang dari Barat Daya, Kedua suara itu berasal
dari dua tempat yang berbeda."

Bocah berbaju hitam itu mencoba memperhatikan


dengan seksama, sesaat kemudian serunya: "Betul juga
Heran, mengapa dari balik hutan Bunga Tho dapat
muncul suara kecapi dan syair? Bagaimana kalau
kuperiksa?"

"Kau ingin mencari gara-gara?"

"Tak usah kuatir, Aku kan cuma menengok sebentar,


ditanggung tak akan mencari gara-gara." kata si bocah
sambil ter-tawa.

Biarpun pemuda berbaju putih itu tidak menyetujui


namun ia pun tidak berusaha mencegah.

Dengan sekali tekan ke permukaan meja, bocah


berbaju hitam itu segera melesat keluar dari jendela
dengan kecepatan luar biasa. Tampak bayangan manusia
berkelebat lewat di antara bunga-bunga, tahu-tahu ia
sudah lenyap dari pandangan.

8
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Memandang bayangan tubuh yang menjauh itu,


pemuda berbaju putih itu menghela napas panjang:
"Aaai.... dasar bocah nakal"

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang tergesa-


gesa, lalu tirai disingkap dan muncullah seorang gadis
berambut panjang yang masuk dengan wajah gelisah.

Belum lagipemuda berbaju putih itu menegur, gadis


baju hijau itu sudah menggoyangkan tangannya
berulangkali melarang ia berbicara. Gadis itu cepat-cepat
bersembunyi di belakang tubuhnya, menarik jubahnya
yang panjang dan menutupi sepasang kakinya yang
nampak dari luar.

Biarpun ia sebenarnya merasa kesal tapi dasar


pemuda ini memang tak suka banyak bicara maka dia
pun tidak menggubris lagi, Perlahan-lahan ia angkat
cawannya dan menikmati Embun Bunga Tho.

Belum habis secawan embun diteguk. kembali tirai


bergoyang, seorang lelaki berusia tiga puluh tahunan
melangkah masuk ke dalam ruangan, Lelaki itu bermata
besar Alis matanya tebal. Mulutnya lebar dan wajahnya
tampan, sewaktu melangkah masuk. tak terdengar
langkahnya, jelas ia memiliki ilmu silat yang tinggi.

Dengan matanya yang besar tajam ia memandang


sekejap ke sekeliling ruangan Kemudian tanpa

9
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mengucapkan sepatah kata pun ia duduk di bangku yang


dipergunakan bocah berbaju hitam tadi.

Terhadap tingkah laku lelaki tersebut, pemuda berbaju


putih itu tidak menegur atau pun menggubris, ia hanya
memandangnya sekejap lalu perlahan-lahan meneguk isi
cawannya, sebaliknya lelaki itu pun tidak mau bertegur
sapa. Tanpa sungkan ia sambar poci arak di hadapannya,
Diisinya cawan kosong di hadapannya sampai penuh,
sekali teguk saja isi cawan itu langsung habis tak tersisa.

Kedua orang itu saling berpandangan tanpa berbicara


apa-apa, seakan-akan mereka kuatir ucapan mereka
akan merusak suasana tegang dan misterius yang
sedang mencekam tempat itu.

Angin berhembus membawa harum bunga nan


semerbak. suara petikan kecapi di kejauhan sana pun
kedengaran semakin nyaring.

Tiba-tiba lelaki itu menyambar poci arak di meja,


kemudian tanpa berhenti ia teguk semua isi poci itu
hingga ludas.

Menyaksikan tingkah polah orang itu, kembali pemuda


berbaju putih tadi mengerutkan dahinya, tapi ia tetap
membungkam.

"Hahahaha...." sambil meletakkan poci arak ke meja,


lelaki itu tertawa keras.

10
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Nama besar Embun bunga Tho benar-benar bukan


nama kosong belaka, betul-betul minuman enak"

Pemuda itu tidak menggubris. ia sumpit sepotong


kentang, mengunyahnya perlahan-lahan dan kembali
membuang pandangannya ke luar jendela.

sekali lagi lelaki itu tertawa tergelak. Kali ini dia


menyambar sumpit dan menyapu bersih semua hidangan
di meja, seakan-akan dialah yang memesan hidangan
tersebut.

sekejap mata kemudian semua hidangan telah


berpindah ke dalam perutnya, Pemuda berbaju putih itu
tetap tidak bicara. ia hanya bangkit berdiri, menjura lalu
membuat gerakan menghantar tamu.

"Mengapa?" Lelaki itu terbatuk-batuk, "Kau mengusir


aku?"

Pemuda berbaju putih itu mengangguk. la tetap


membungkuk

"Tidak usah sungkan kalau ingin aku pergi," kata lelaki


itu sambil tertawa, "Tapi kau harus memberi kesempatan
kepadaku untuk makan dan minum sekenyangnya lebih
dulu."

Dengan sikapnya lelaki tersebut seolah menyatakan


bahwa dia tak akan pergi dari situ sebelum dibiarkan
makan minum sepuasnya.
11
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tampaknya pemuda berbaju putih itu sudah tak dapat


mengungkap isi hatinya dengan gerakan tangan saja,
perlahan-lahan ujarnya: "Kau harus tahu, aku punya
seorang saudara yang agak berangasan wataknya, jika ia
keburu datang aku-takut kau tak bisa pergi lagi dari sini
dalam keadaan selamat."

"Ooh, masa iya? Kalau begitu aku harus menunggunya


sampai dia balik. ingin kulihat sampai di mana sih
kehebatannya."

Dengan mata mendelik pemuda berbaju putih itu


mengawasi orang yang tampak bersikap menantang, lalu
serunya lagi: " Kalau kau tetap membandel jangan
salahkan aku kalau menderita kerugian nanti"

Tiba-tiba lelaki itu menundukkan wajahnya, lalu


bergumam: "Menyembunyikan buronan, melarikan gadis
orang, apa kau sudah tak menggubris soal hukum?"

Ucapan tersebut kontan membuat pemuda itu


tertegun, tanpa sadar ia menunduk dan menengok ke
bawah, saat itulah sambil tertawa terbahak-bahak lelaki
tersebut menjulurkan tangannya menyambar ke muka.

Dengan perawakannya yang jangkung dan tangannya


yang panjang, biarpun terhalang sebuah meja, ternyata
sekali sambar ia telah mencengkeram tubuh nona
berbaju hijau itu dan menyeretnya keluar.

12
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Belum sempat pemuda berbaju putih itu menghalangi


si nona berbaju hijau itu telah menjerit: "Kakak..."

"Hahaha... budak binal, ayoh ikut aku pulang" seru


lelaki itu sambil tertawa, Kemudian sambil memberi
hormat kepada pemuda berbaju putih itu, katanya lagi, "
Kalau kami dua bersaudara telah mengganggu
ketenangan tuan, mohon dimaafkan"

Pemuda berbaju putih itu manggut-manggut sebagai


balasan hormat, sementara dalam hatinya ia berpikir: "
Rupanya mereka adalah dua bersaudara, kalau begitu
aku si orang luar lebih baik jangan mencampuri urusan
orang."

sementara ia masih berpikir, lelaki tadi sudah


menyeret si nona meninggalkan ruangan dengan langkah
cepat Memandang mangkuk dan cawan yang berserakan
di meja, mendadak satu ingatan melintas dalam benak
pemuda itu, cepat-cepat ia merogoh ke dalam sakunya
dan mengeluarkan secarik kertas.

Di atas kertas itu tertera beberapa kalimat surat yang


berbunyi sebagai berikut:

"Kami dua bersaudara membawa tugas untuk mencuri


pil musiika berusia seribu tahun yang sedang tuan bawa.
Untung jalanan kami tidak sia sia. Kutinggalkan secarik
sapu tangan sebagai tanda terima kasih, harap

13
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dimaafkan dunia persilatan amat berbahaya dan


menakutkan semoga tuan bisa menjaga diri baik-baik"

Di bawah surat itu tidak tercantum nama, tapi


terpampang sebuah gambar burung elang bermata besar
dan seekor kupu-kupu yang sedang mementangkan
sayap. Tampaknya pemuda berbaju putih itu menjadi
sangat terkejut oleh tulisan di atas kertas tersebut hingga
kehilangan semangat ia termangu- mangu dan
gelagapan, tak tahu apa yang mesti diperbuatnya, selang
berapa saat kemudian ia baru merogoh ke dalam
sakunya untuk memeriksa.

Benar juga .Botol porselen putih berisi pil mustika


yang disimpan di situ, kini sudah lenyap tak berbekas,
Sebagai gantinya ia menemukan selembar sapu tangan.

sapu tangan itu berwarna putih bersih. Pada sudut


bawah sebelah kanan terdapat sebuah sulaman berwarna
hijau yang membentuk sebuah kupu-kupu sedang
mementang sayap.

sulamannya sangat indah dan hidup, jelas hasil karya


seorang seniman kenamaan. Bau harum semerbak keluar
dari sapu tangan itu dan menusuk penciuman.

Lama sekali pemuda berbaju putih itu memandang


sapu tangan tersebut dengan wajah tertegun, sementara
paras mukanya berubah menjadi pucat pias seperti
mayat, jelas sudah ia sedang merasa sedih, pedih, dan
14
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

amat emosi. setiap huruf yang tertera di atas kertas


bagaikan beribu-ribu batang pisau tajam yang
menghujam telak di atas ulu hatinya.

sinar matanya seolah memancarkan cahaya yang


menakutkan Perlahan-lahan darah segar menetes keluar
dari ujung kelopak matanya dan membasahi wajah serta
bajunya yang putih.

Entah berapa lamanya sudah lewat, tiba-tiba bocah


berbaju hitam itu menyusup masuk lewat jendela dengan
wajah berseri-seri, Namun begitu melihat rekannya
penuh darah, dengan rasa kaget ia berteriak lalu
menubruk ke hadapannya.

Teriakan keras itu seketika mengejutkan pelayan-


pelayan pesanggrahan tersebut, seorang pelayan lari
masuk sambil berseru: "Tuan, apa yang terjadi.,.?" Tapi
begitu menyaksikan keadaan pemuda berbaju putih itu,
cepat-cepat dia menambahkan:

"Tuan ini pasti kesurupan. jangan diusik, hamba


segera mencari tabib.,." seraya berkata, cepat-cepat dia
lari ke luar.

Tak terlukiskan rasa panik, kesal dan marah si bocah


berbaju hitam itu, dengan penuh kegusaran serunya:

"Hmmmm jika terjadi sesuatu atas toakoku, akan


kuhancur lumatkan pesanggrahan Tho-hoa-kit ini..."

15
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Cepat-cepat dia mengerahkan tenaga dalamnya ke


telapak tangan, lalu secepat kilat menotok beberapa
jalan darah penting di tubuh pemuda berbaju putih itu.
Tak berapa lama setelah bocah berbaju hitam itu
melakukan hal tersebut, terdengar pemuda berbaju putih
itu menghembuskan napas panjang-panjang. ia putar
dulu biji matanya beberapa kali, kemudian baru
mengeluh. "Aaai.. Habis sudah, habis sudah...."

"Toako, apa yang telah terjadi?" tanya si bocah


berbaju hitam itu agak cemas, meski dia lega juga
sesudah melihat rekannya sadar

Perlahan-lahan kesadaran pemuda beri baju putih itu


pulih kembali, diambilnya sapu tangan serta secarik
kertas dari meja, kemudian setelah menghela napas
panjang, ia berkata pada bocah tersebut: "Adik Liong,
hari ini sudah tanggal berapa?"

"Rasanya sudah tanggal tujuh" sahut si bocah setelah


berpikir sebentar.

"Hmmm.,." pemuda itu manggut-manggut sambil


bergumam. " Kalau kita tempuh perjalanan tanpa
berhenti, dalam sehari sudah bisa mencapai bukit Ciong
san, itu berarti kita masih punya waktu tiga hari."

"Hay, apa yang sedang kau katakan?" si bocah agak


tertegun, "Aku sama sekali tak mengerti maksudmu"

16
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Perlahan-lahan pemuda itu menyeka darah dari


wajahnya, setelah itu bisiknya lirih: "Pil mustika seribu
tahun kita telah dicuri orang"

"Apa? Dicuri orang?" Bocah berbaju hitam itu amat


terkejut.

"Yaa, dicuri orang"

"Lantas, bagaimana sekarang?"

Pemuda berbaju putih itu termenung dan berpikir


sebentar, kemudian ujarnya lagi lirih:

"Kita masih punya waktu selama tiga hari, Tapi dunia


begini luas, ke mana kita harus kejar pencuri itu..?"
pandangannya dialihkan ke atas sapu tangan tersebut,
tiba-tiba satu ingatan melintas dalam benaknya, kembali
ia berkata: "Adik Liong, aku punya sebuah cara,
sekalipun belum tentu mendatangkan hasil, tapi dalam
keadaan terdesak begini tak ada salahnya kalau kita coba
dulu."

"Apa caramu itu, cepat katakan?"

"Pil mustika seribu tahun itu menyangkut mati hidup


supek kita, kalau sampai tak ditemukan, aku mesti
menebus dosa besar ini dengan kematian...."

17
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Toako," bisik si bocah sambil melelehkan air mata,


"Apabila kau mati, aku pun tak ingin hidup terus di dunia
ini."

Pemuda berbaju putih itu menghela napas panjang, ia


membisikkan sesuatu ke sisi telinga si bocah, setelah itu
ia berteriak keras, dan tahu-tahu tubuhnya beserta
bangku yang didudukinya terjengkang ke belakang.

"Toako.. Toako,." jerit bocah berbaju hitam itu keras-


keras sambil menangis sedih.

Kegaduhan tersebut dengan cepat memancing


perhatian pemilik pesanggrahan maupun pelayan-
pelayannya. Begitu mendengar jerit tangis bocah berbaju
hitam itu, berbondong-bondong mereka lari masuk ke
dalam sambil bertanya:

"Tuan kecil, apa yang terjadi? KaU jangan menangis


dulu, sebentar tabib sampai di sini...."

"Huhuhuhu,., hidangan di pesanggrahan Tho-hoa-kit


ini pasti ada racunnya." teriak bocah itu sambil menangis
tersedu-sedu, "sekarang toako sudah mati keracunan...
oooh, Toako Matimu sungguh mengenaskan."

sambil menangis, dengan marah ia tendang meja kursi


di hadapannya, Mangkuk cawan segera mencelat dan
hancur berserakan di atas lantai, sedang meja di

18
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

hadapannya mencelat keluar lewat jendela, menumbuk di


atas pohon dan menggugurkan bunganya.

"Waaah, hebat amat tendangan bocah ini," pikir para


pelayan agak tertegun karena kaget. " Kalau aku yang
kena tendangan itu, niscaya tubuhku akan mencelat
sejauh tiga empat tombak...."

Cepat-cepat mereka menjura berulang kali sambil


berseru: "Tuan kecil, kaujangan ribut-ribut dulu, Yang
penting sekarang bagaimana menyelamatkan
saudaramu, biar tabib melakukan pemeriksaan dulu. Kita
lihat penyakit apa yang diderita saudara-mu...."

"Aku tak ambil perduli penyakit apa yang dideritanya,"


kata bocah berbaju hitam itu sambil menurunkan
tangannya dari wajah, "Pokoknya saudaraku tewas dalam
pesanggrahan Tho-hoa-kit kalian, bagaimana pun hutang
ini kucatat atas nama kalian, Hmmm, jangan dilihat aku
Yu siau-liong masih kecil, jangan harap aku bisa
dipermainkan seenaknya"

"Tuan Yu, minggirlah dulu. Biar tabib melakukan


pemeriksaan atas saudaramu itu."

"Toakoku sudah tewas" seru Yu siau-liong sambil


mundur.

"Tabib ong, silahkan" ujar sang pelayan sambil


memberi jalan,

19
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan sepasang kaca mata yang tebal bertengger di


atas batang hidungnya, tabib ong berjongkok dan mulai
memeriksa denyut nadi pada pergelangan tangan
pemuda berbaju putih itu, kemudian sambil menggeleng
katanya.

"Aaah, terlambat sudah Anggota tubuhnya mulai


mendingin, denyutan nadinya juga sudah berhenti, aaaai
Lebih baik siapkan saja upacara penguburan baginya...."

Lalu tanpa bicara lagi dia ngeloyor pergi dari situ.


"ooooh, masa secepat itu" seru si pelayan tertegun.
Dengan geram Yu siau-Liong menyambar perg elangan
kiri si pelayan, sambil menariknya keras-keras ia
berteriak: "Pasti ulah pesanggrahan Bunga Tho kalian,.."

"Aduhh... Tuan Yu Perlahan sedikit," teriak pelayan itu


kesakitan, "Pergelanganku itu bisa patah oleh
cengkeramanmu itu...."

"Hmmm, kau harus menebus nyawa toako- ku lebih


dulu, kemudian baru aku mencari majikanmu untuk
membuat perhitungan. Akan kubakar pesanggrahan
Bunga Tho ini sampai rata dengan tanah"

"Yu siauya... jangan emosi dulu, ada urusan dapat


dirundingkan," cegah si pelayan mulaipanik, "Aduuh,.,
aduh... harap perlahan sedikit, lengan kiriku bisa
cacad...." Melihat pelayan itu kesakitan sampai peluhnya
bercucuran, Yu Siau-liong mengendorkan
20
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

cengkeramannya, serunya: "Kalau begitu cepat panggil


ke mari majikan kalian, Bagaimana pun toakoku tewas di
pesanggrahan Bunga Tho ini, aku tak bisa berpangku
tangan belaka tanpa menuntut kerugian"

setelah merasakan pahit getir di tangan bocah


tersebut, sudah barang tentu pelayan itu tak berani
berlama-lama lagi di sana, Cepat-cepat dia menjura
sambil berkata: "Harap tuan kecil menunggu sebentar di
sini, aku segera memanggil majikanku asal dia sudah
sampai di sini pasti ada pertanggungan-jawab untukmu."

Tanpa mengunggu jawaban lagi, cepat-cepat dia


ngeluyur pergi dari situ diikuti rekan-rekannya .

Menyaksikan para pelayan berlarian meninggalkan


tempat itu, tak tahan Yu siau-liong tertawa geli, ia segera
berjongkok sambil bisiknya: "Bagaimana sekarang?"

"Adik Liong." kata pemuda berbaju putih itu sambil


membuka matanya kembali "Persoalan ini amat penting
dan serius, jangan kau anggap seperti permainan kanak-
kanak. Paling tidak kau mesti tunjukkan wajah yang
sedih dan kehilangan" Lalu tanpa menanti jawaban dia
pejamkan kembali matanya.

selang beberapa saat kemudian, pelayan tadi muncul


kembali dengan membawa seorang kakek berusia enam
puluh tahunan, Kakek itu mempunyai dahi yang tinggi
dan dagu yang lancip. sekejap pandangan saja siapa pun
21
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

akan tahu kalau orang ini ulet dan punya perhitungan


yang amat mendalam.

Dengan pandangan dingin Yu siau-liong memandang


kakek itu sekejap. lalu tegur-nya: "Jadi kaulah pemilik
pesanggrahan Bunga Tho ini?"

"Benar" jawab si kakek sambil mengangguk

"sekarang kakakku tewas dalam Pesanggrahan Bunga


Tho ini, Aku tak bisa menerima kejadian seperti ini."

"Aaaai...." Kakek itu menggeleng sambil menghela


napas panjang, "cuaca saja sukar diramalkan apalagi
nasib manusia, Aku turut berduka cita atas kematian
kakakmu di tempat kami, tapi sebab-sebab kematiannya
toh sukar diduga, Dari mana tuan Yu bisa menuduh kalau
kematiannya disebabkan keracunan hidangan kami? jelas
tuduhan tanpa dasar seperti ini sangat merugikan nama
baik perusahaan kami...."

Biarpun Yu siau-liong termasuk seorang bocah yang


pintar, bagaimanapun juga usianya. masih sangat muda,
lagi pula pengalamannya masih rendah. sudah barang
tentu tak bisa menang berdebat dari si kakek yang sudah
kenyang makan asam garam itu, Perkataan tersebut
kontan saja membuatnya amat marah, Dengan mata
membara ia membentak keras.

22
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Aku tak mau tahu Pokoknya kakakku tewas di


pesanggrahan Bunga Tho ini Jadi kalau kau tak mau
bertanggung jawab, selain kubunuh dirimu, akan kubakar
juga tempat usaha ini hingga rata dengan tanah"

"Hahahaha..." sambil mengelus jenggotnya kakek itu


tertawa. "Dipandang dari dandanan tuan kecil, rasanya
kau tentu punya asal usul yang luar biasa. Ketahuilah aku
membuka usaha pesanggrahan Bunga Tho ini hanya tahu
mencari untung, Aku tak pernah menipu langganan,
kedua aku pun tak melakukan kejahatan apa pun, jadi
kata-kata semacam tuan kecil tak akan membuat aku
menjadi jeri...."

Dibantah semacam ini, Yu siau-liong jadi gelagapan


Untuk sesaat dia tak tahu apa yang mesti diperbuatnya,
Kembali kakek itu menghela napas panjang.

"Aku tahu, banyak kesulitan akan dijumpai mereka


yang sedang bepergian Jadi apabila tuan kecil
menjumpai kesulitan, aku bersedia memberi bantuan
secukupnya."

Dengan usia semuda itu, boleh dibilang Yu siau-liong


belum pernah menjumpai hal semacam ini. sekalipun tadi
ia sudah mendapat petunjuk dari pemuda berbaju putih
itu, tapi tak urung dibuat gelagapan juga.

23
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

untuk sesaat Dia tak tahu bagaimana caranya


menyampaikan beberapa pesan titipkan pemuda tersebut
kepadanya tadi.

"Tuan kecil" Kakek itu berkata lagi sambil menggeleng


dan tertawa. "sudah hampir empat puluh tahun lamanya
aku berusaha di sini, mulai dari pangeran, saudagar
kaya, para pengawal barang sampai kuli kasar dan
perampok boleh dibilang pernah singgah di
Pesanggrahan kami...."

Tiba-tiba ia merendahkan suaranya dan meneruskan:


"Jika kulihat dari dandanan kalian berdua yang
membawa senjata dan menungang kuda jempolan, jelas
kalian bukan saudagar, Bisa jadi kematian kakakmu ada
sangkut pautnya dengan perselisihan dunia persilatan. Eh
saudara kecil, aku tahu meski umurmu masih kecil tapi
ilmu silatmu sudah mencapai tingkatan yang luar biasa,
aku harap kau mau mempertimbangkan kembali
perkataanku tadi."

" Licik benar orang tua ini." pikir Yu siau-1iong.


"Untung dia belum tahu kalau kakakku cuma pura-pura
mati...." Maka dengan berlagak sedih katanya: "soal
dendam atas kematian kakakku, aku bisa mengatasinya
sendiri dan kakek tak usah turut campur, cuma... aku
mempunyai satu permintaan harap kakek bersedia
mengabulkan."

"Katakan saja tuan kecil"


24
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Terus terang saja bagi kami orang-orang persilatan,


mati hidup bukan persoalan besar karena kami sudah
terbiasa hidup di bawah ancaman senjata, tapi sebab-
sebab kematian kakakku sangat aneh. Dia bukan mati
karena terkena senjata rahasia, dia pun bukan terbunuh
dalam suatu pertempuran, jadi kami harus menunggu
sampai ketua kami tiba di sini dan menyelidiki sebab-
sebab kematiannya baru bisa meninggalkan tempat ini,
jadi aku berharap kakek bersedia meminjamkan tempat
yang sepi untuk menyimpan jenazah kakakku sementara
waktu, Begitu ketua kami tiba dan berhasil mengetahui
sebab-sebab kematiannya, jenazah kakakku segera kami
kuburkan."

Kata-kata itu segera memberikan reaksi yang cukup


besar, Buru-buru kakek itu manggut berulang kali, "Tak
usah kuatir tuan kecil, segala sesuatunya akan kuatur
hingga beres" sambil menitahkan anak buahnya untuk
menggotong pergi jenazah pemuda berbaju putih itu, dia
berkata lagi kepada Yu siau-liong sambil terawa:

"Soal jenazah kakakmu pasti akan kami selesaikan


sesuai dengan tata cara, cuma... aku pun mengharapkan
bantuan dari tuan kecil"

Biarpun hati kecilnya keheranan, Yu siau-liong tidak


menunjukkan reaksi apapun. Katanya kemudian: "Kalau
kakek ingin menyampaikan sesuatu, silahkan
diutarakan."

25
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Apabila ketua kalian sudah sampai di sini, aku harap


tuan kecil bersedia memberi kabar kepadaku hingga aku
bisa menyiapkan perjamuan untuk menyambut
kedatangannya."

Dengan pengalamannya yang puluhan tahun, kakek


itu sadar betapa menakutkannya peristiwa bunuh
membunuh di dalam dunia persilatan, siapa saja kalau
sampai terlibat niscaya keluarganya akan tertimpa
bencana.

"Ehmm... Kalau soal ini...." Yu siau liong berpikir


sejenak, "Begini saja, akan kuberi kabar setelah
melaporkan persoalan ini kepada ketua kami."

"ooh... tentu saja, tentu saja."

sementara pembicaraan masih berlangsung, jenazah


pemuda berbaju putih itu sudah digotong menelusuri
hutan menuju sebuah bangunan terpencil yang sepi tapi
bersih. Bangunan itu berdiri sendiri dengan pintu
berwarna merah dan atap berwarna hijau,

Perabot dalam ruangan amat sederhana, selain kain


tirai berwarna putih, di ruang tengah telah membujur
sebuah peti mati berwarna merah, sesaji dan lilin sudah
tersedia lengkap.

Kakek itu memerintahkan anak buahnya menggotong


jenasah pemuda berbaju putih itu ke dalam peti mati,

26
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kemudian sambil menjura kepada Yu Siau liong, ia


berkata:

"Bila tuan kecil masih membutuhkan sesuatu,


perintahkan saja kepada pelayan kami tanpa sungkan."
Yu siau-liong pura-pura berpikir sebentar, kemudian
katanya:

"Tolong siapkan kain putih sepanjang satu kaki,


peralatan tulis menulis, bambu panjang yang lebih tinggi
satu kaki dari hutan bunga Tho, kain belacu serta lampu
teng-tengan..."

"Baik, baik...." Kakek itu mengangguk berulang kali,


"Kalau begitu aku mohon diri lebih dulu, sebentar aku
pasti akan mengajak anak istriku untuk datang melayat"

"oya,., soal kuda-kuda kami."

"soal ini tak usah tuan kecil kuatirkan, Telah


kuperintahkan para pelayan untuk membawanya ke istal
dan diberi makan...."

" Kalau begitu terima kasih banyak. Tolong senjata


kami diantar sekalian ke sini...."

Bicara sampai di situ, dia menjura dalam-dalam, Lalu


tambahnya: "Atas bantuan ini, suatu ketika pasti akan
kubayar."

27
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ketika sepasang tangannya merangkap di depan dada,


segulung angin pukulan segera dilancarkan ke luar,
langsung menghantam sebatang pohon bunga Tho yang
berada di hadapannya, Pohon Tho itu seketika
terguncang keras, Beribu-ribu kuntum bunga Tho segera
berguguran ke atas tanah bagaikan hujan gerimis. Mula-
mula kakek itu nampak tertegun, lalu sambil menjura
katanya: "Luar biasa Luar biasa Tak kusangka dengan
usia semuda tuan kecil, ternyata sudah memiliki ilmu silat
yang begitu daksyat."

Tergopoh-gopoh ia meninggalkan ruangan tersebut


Tak lama kemudian seorang pelayan dengan pakaian
berkabung muncul dalam ruangan sambil menyerahkan
keperluan yang dipesan tadi.

Yu siau-liong segera menggelar kain putih itu di atas


tanah, lalu ditulisnya beberapa huruf di atas kain
tersebut dengan tulisan besar:

"TEMPAT JENAZAH LIM HAN KIM"

Lampu Teng dipasang di sisi kain tadi, lalu diikatkan


pada bambu panjang dan ditegakkan diluar-ruangan.
Dengan demikian siapa saja yang berada di sekitar
pesanggrahan Bunga Tho dapat membaca tulisan di atas
kain putih itu dengan amat jelas, Kepada pelayan itu Yu
siau-liong berkata: "sampaikan kepada majikan kalian,
cukup aku seorang saja yang menjaga di depan layon
kakakku"
28
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

" Kalau memang begitu hamba mohon diri" kata si


pelayan segera meminta diri "sampaikan juga kepada
majikanmu, tolong agak cepat mengambilkan senjata
kami."

Tak lama pelayan itu sudah muncul lagi dengan


membawa dua bilah pedang dan sebatang pena baja.

setelah menerima senjatanya, Yu siau-liong berpesan:


"sebelum mendapat panggilan dariku, siapa saja dilarang
mendekati ruangan ini, mengerti?"

Pelayan itu mengiakan berulang kali dan segera


mengundurkan diri, setelah sekeliling tempat itu tak ada
orang lain, Yu siau-liong baru mendekati peti mati sambil
ber-bisik:

"Toako, mirip tidak lakonku?"

"Adik Liong, kau tak boleh gegabah," kata Lim Han


kini memperingatkan, " Ketahuilah musuh kita sangat
licik dan pintar. Ayo cepat mundur"

setelah mundur dua langkah, kembali Yu siau-liong


berbisik: "Toako, aku jadi teringat suatu kejadian yang
sangat mencurigakan"

"Kejadian apa yang mencurigakan?"

"Dua orang pelajar yang berada di loteng Tia-chan-


thay rata-rata memiliki sinar mata yang amat tajam dan

29
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dahi yang menonjol tinggi sudah jelas mereka memiliki


tenaga dalam yang amat sempurna, Anehnya, ketika aku
mendekati bangunan tersebut ternyata mereka tidak
menengok sekejap pun ke arahku, seolah-olah mereka
tidak menyadari kedatanganku. ... "

"oya?" sela Lim Han kim, "Berapa usia mereka? Laki


atau perempuan?"

"Kedua-duanya lelaki seorang berusia empat puluh


tahunan, sedang yang lain berusia antara dua puluh tiga,
empat tahunan."

"Aah, salah orang yang mencuri pil mustika kita adalah


seorang pria dan seorang wanita...." Kemudian setelah
berhenti sejenak, tambahnya:

"Ayo cepat mundur, jangan sampai perbuatanmu


ketahuan orang, jika sampai dicurigai sia-sia saja usaha
kita selama ini."

"Tapi sekarang kan masih pagi. Lagipula tak seorang


manusia pun di sekeliling tempat ini Apa salahnya kalau
kita bercakap-cakap dahulu, dan lagi orang yang telah
mencuri obat kita toh belum tentu balik ke mari."

Lim Han kim tidak menggubris lagi dia pejamkan mata


dan mulai mengatur pernapasan Terbentur batu terpaksa
Yu siau-liong angkat bahu dan masukkan sebilah pedang

30
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ke dalam peti mati, lalu menuju Ke depan sembahyang


membakanr sedikit dupa dan mulai duduk termenung.

Entah berapa saat sudah lewat, langit perlahan-lahan


menjadi gelap. cahaya lentera yang tergantung di sisi
kain putih di depan ruangan sana kelihatan bertambah
terang dan Mendadak kedengaran suara orang berbatuk-
batuk, disusul kemudian suara langkah kaki memasuki
ruangan seorang pemuda tampan berbaju biru, sambil
menggoyangkan kipasnya perlahan-lahan berjalan masuk
ke ruangan.

BAB 2. Keluarga persilatan Dari Hong-san


Dalam sekali pandang Yu siau-liong sudah mengenali
orang ini sebagai salah satu pelajar yang ditemuinya di
loteng Tia-chan-thay tadi, Dengan sinar matanya yang
tajam bagaikan pisau pemuda berbaju biru itu menyapu
sekejap seluruh ruangan, kemudian tegurnya dingin:
"Siapa yang sedang tidur dalam peti mati?" Yu siau-liong
agak tertegun, tapi segera jawabnya:

"Kurang ajar benar bicaramu itu Kau anggap peti mati


dipakai untuk tiduran?"

"Oooh... kalau begitu orang yang berada dalam peti


mati itu adalah orang mati?"

31
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Tentu saja orang mati, kalau masih hidup buat apa


berbaring dalam peti mati?"

"Kalau memang sudah mati, mengapa peti mati itu


tidak ditutup?"

"Aku tak senang melihat kau mencampuri urusanku."


teriak Yu siau-liong marah. "Lebih baik cepat-cepat pergi
dari sini."

"Waaah.,, berangasan amat watak saudara kecil ini,"


kata si pemuda berbaju biru sambil tersenyum, Perlahan-
lahan ia berjalan mendekati peti mati.

"Hey, mau apa kau?" teriak Yu siau-liong sambil


mementangkan tangan kanannya menghalangi
perjalanan orang itu.

" Kematian maupun perkawinan merupakan kejadian


besar bagi tiap manusia, belum pernah ada yang
menolak." kata pemuda itu tertawa, ia berkelit ke
samping, lalu dengan lincahnya sudah tergelak dan
melanjutkan terjangannya ke muka.

Yu siau-liong bertambah geram, dengan gerakan


cepat dia cengkeram bahu pemuda itu. seakan-akan
kepalanya bermata, tanpa berpaling barang sekejap pun
pemuda berbaju biru itu miringkan bahunya ke samping,
lalu dalam sekali lompatan sudah melayang turun ke sisi
peti mati.

32
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Begitu cengkeramannya gagal dan melihat lawan


sudah melayang turun di samping peti mati, Yu siau-liong
amat terperanjat cepat-cepat dia melompat ke muka
menerkam musuhnya.

Gerak gerik pemuda berbaju biru itu kelihatan sangat


lamban, padahal cepatnya bukan kepalang, sekali
menggeser langkah-nya, tahu-tahu ia sudah menyingkir
ke sisi lain dan melongok ke dalam peti mati itu.

"Waah, ternyata betul-betul sudah mati" serunya


kemudian.

"Tentu saja sudah mati, buat apa aku


membohongimu?"

Pemuda berbaju biru itu mengawasi Yu siau-liong


sekejap. lalu ujarnya lagi: " Kalau memang sudah mati,
lebih baik tutup saja peti mati itu. Kalau tidak orang
tentu akan curiga dan menyangka saudaramu itu masih
hidup."

Biar sepintar apa pun usia Yu siau-liong masih amat


muda, untuk berapa saat ia tak dapat mengerti apa
makna di balik ucapan pemuda berbaju biru itu, diam-
diam pikir-nya: "Benar juga perkataan ini Jika peti mati
itu tidak kututup, orang lain tentu akan menaruh
curiga...."

33
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ketika angkat kepalanya kembali, ia jumpai pemuda


berbaju biru itu sedang melangkah keluar dari ruangan
sambil menggoyangkan kipasnya, ia seperti bergumam
tampak juga seperti bersenandung, hanya tak
kedengaran apa yang sedang diucapkan.

Memandang hingga bayangan orang itu lenyap dari


pandangan Yu siau-liong tetap merasa kuatir, dia ke luar
dan memeriksa sekejap tempat itu, setelah yakin pemuda
itu pergi, ia baru balik ke samping peti dan bertanya:
"Toako, perlukah kututup peti mati ini?"

Perlahan-lahan Lim Han-Kim membuka matanya,


jawabnya: "Aku lupa berpesan kepadamu tadi,
seharusnya kau tutup peti mati ini sejak tadi"

Kemudian setelah berhenti sebentar, lanjutnya: "Ilmu


silat yang dimiliki orang itu bagus sekali, mungkin saja ia
satu komplotan dengan gadis pencuri obat mustika itu.
Adik Liong, Kau mesti berhati-hati-."

Yu siau-liong termenung dan berpikir sebentar, tiba-


tiba katanya sambil menghela napas: "Ya... benar, dua
kali aku gagal mencengkeram bahunya. jelas sudah kalau
ilmu silat yang dimilikinya amat tangguh dan jauh di atas
kemampuanku."

"setelah kau tutup peti mati ini, lebih baik jangan


dibuka-buka lagi, semisalnya ada orang ke mari, kau pun
34
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tak perlu menunjukkan sikap tegang atau panik, daripada


menimbulkan kecurigaan orang lain."

Yu siau-liong tahu bahwa tenaga dalam yang dimiliki


saudaranya jauh lebih sempurna ketimbang
kepandaiannya, maka ia tutup peti mati itu sambil
ujarnya: "Apa yang mesti kulakukan andaikata ada
persoalan penting yang perlu kusampaikan?"

"Asal kau perkeras nada pembicaraan- mu, aku pasti


ikut mendengar"

"Seandainya komplotan pencuri obat itu yang ke


mari?"

"Lebih baik kau berlagak tidak kenal mereka Jaga saja


pintu keluar, sedang soal lain serahkan penyelesaiannya
kepadaku. Aaaai.... Celakalah jika mereka tak datang..."

setelah menutup rapat peti mati itu, Yu siau-liong


duduk bersila di sampingnya sambil meng atur
pernapasan setelah pengalamannya menghadapi pemuda
berbaju biru tadi. Kini sikapnya jauh lebih berhati-hati,
pedangnya segera dipersiapkan di sampingnya.

Matahari semakin tenggelam di langit Barat,


Kegelapan malam pun mulai menyelimuti jagad raya.
pemandangan dalam ruangan mulai bertambah suram
dan takjelas, Tiba-tiba kedengaran suara langkah kaki

35
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

manusia bergema mendekat. Cepat-cepat Yu siau-liong


menyambar pedangnya bersiap sedia.

Ternyata yang muncul adalah pemilik pesanggrahan


Bunga Tho. Dia disertai seorang nyonya berusia empat
puluh tahunan. Di belakang kedua orang itu menyusul
seorang gadis berusia tujuh delapan belas tahunan yang
mengenakan baju berwarna hijau. seorang pelayan
dengan membawa lilin berwarna putih, berjalan paling
depan membuka jalan.

"Aaah... merepotkan kakek saja" kata Yu siau-liong


sambil cepat-cepat menyingkir ke samping.

"Aaah, mana boleh...." pemilik pesanggrahan itu


menjura, "Terlepas apa yang menyebabkan kematian
kakakmu, yang jelas aku turut berduka cita atas
kematian saudaramu di pesanggrahan Bunga Tho kami,
Semoga salam hormat kami sekeluarga dapat
meringankan penderitaan anda."

Yu Siau-liong mencoba memperhatikan nona berbaju


hijau itu. Ternyata ia mempunyai paras yang cantik, kulit
tubuhnya putih bersih, kepalanya tertunduk agak malu-
malu menambah daya pesonanya. Setelah memberi
hormat kepada peti mati, pemilik pesanggrahan itu
berbisik kepada anak buahnya: "Sulut lilin putih dan
persembahkan krans bunga"

36
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pelayan itu mengiakan, ia letakkan bunga di meja,


menyulut lilin putih, kemudian setelah menjura dalam-
dalam ke hadapan peti mati, baru ia mengundurkan diri
keluar dari ruangan.

Yu Siau-liong hanya mengawasi semua gerak gerik


orang dari samping, Terlihat olehnya Pemilik
pesanggrahan dan istrinya memberi hormat dalam-
dalam, tapi si nona berbaju hijau tidak turut memberi
hormat, dia hanya berdiri diam di belakang kedua orang
tuanya.

Selesai memberi hormat, pemilik pesanggrahan baru


berpaling ke arah Yu Siau-liong sambil ujarnya: "Apabila
ketua kalian sudah datang, tolong saudara cilik bersedia
menjelaskan kejadian yang sebenarnya dan tolong bantu
aku untuk memberi keterangan."

"Soal ini kakek tak usah kuatir"

"Apakah tuan cilik masih ada permintaan lain? Biar


kuperintahkan orang untuk segera menyiapkan"

"Terima kasih banyak atas perhatian kakek. aku tak


berani mengganggu lagi...."

" Kalau begitu aku mohon diri" Bersama istri dan


putrinya ia memohon diri dari situ.

37
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba Yu siau-liong teringat sesuatu, teriaknya: "


Kakek. tunggu sebentar." ia segera menyusul ke luar
ruangan dengan langkah lebar.

"Tuan Yu masih ada pesan lagi?" tanya si kakek sambil


berpaling.

"Jejak ketua kami sukar di lacak. Ia seperti naga sakti


di tengah awan, siapa tahu malam ini dia bisa muncul
secara tiba-tiba di sini, jadi semisalnya malam nanti
terdengar suara gaduh, harap kakek jangan gugup atau
bingung...." Lalu setelah berhenti sebentar, terusnya:
"Paling baik kalau di sekitar lima kaki dari ruang jenasah
ini, bebas dari keluyuran orang luar."

"Baik Akan kuperintahkan mereka untuk menutup


pesanggrahan Tho-hoa-kit lebih awal"

Memandang hingga bayangan punggung beberapa


orang itu lenyap di balik hutan sana, Yu siau-liong baru
balik ke dalam ruangan, melihat lilin putih yang menyala
serta uang kertas yang dibakar, tanpa terasa ia tertawa
geli sendiri

Rembulan dan bintang sudah mulai menampakkan


dirinya, langit yang semula gelap pun mulai bercahaya,
Di bawah sorotan sinar lilin di depan meja sembahyang,
pemandangan seluas empat lima kaki dari pintu gerbang
dapat terlihat dengan jelasnya. suara kentongan

38
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dibunyikan bertalu-talu, menandakan pukul dua tengah


malam sudah menjelang tiba.

Yu Siau-liong mulai menggeliat mengendorkan otot-


otot badannya, lalu menyandarkan diri di samping peti
mati dan memejamkan matanya, Bagaimanapun juga
sifat kekanak-kanakan bocah ini belum hilang, apalagi dia
pun tahu kalau kakaknya cuma berlagak mati, dengan
sendirinya tidak terpancar sinar kesedihan apapun di
wajah-nya. setelah duduk berlama-lama, rasanya
mengantuk pun mulai menyerang datang.

Entah berapa waktu sudah lewat, tiba-tiba ia


dikejutkan suara gemerincingan lirih yang bergema di
samping tubuhnya. Ketika membuka mata, ia jumpai
seorang gadis cantik telah berdiri di depan meja
sembahyang dengan wajah serius.

Yu siau-liong segera merasakan semangatnya bangkit


kembali, rasa kantuknya hilang seketika, diam-diam ia
meraba pedang yang tergeletak di sisi tubuhnya,
Mendadak terlihat bayangan manusia berkelebat lewat,
sesosok manusia tinggi besar telah menyusup masuk ke
dalam ruangan itu.

Ketika diamati, ternyata adalah seorang lelaki berusia


tiga puluh tahunan yang membawa golok di
punggungnya, Ketika melihat Yu siau-liong terjaga dari
tidurnya, lelaki itu segera berbisik: "Nona, bocah itu
sudah terjaga"
39
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tampaknya gadis berbaju hijau itu sama sekali tak


memandang sebelah mata pun terhadap Yu siau-liong,
tanpa berpaling jawabnya: "Ehmmm, aku sudah tahu."

Ia merangkap tangannya di depan dada untuk


memberi hormat, lalu sambil membakar uang kertas
gumamnya lirih: "Lim siang kong, apabila arwahmu di
alam baka masih mengetahui kehadiranku, harap kau
sudi memaafkan perbuatanku yang telah mencuri obat
mustika itu...."

Tak terlukiskan rasa girang Yu Siau-liong mendengar


perkataan itu, segera pikirnya: "oooh, rupanya perbuatan
dia" sambil menyambar pedangnya ia segera melompat
bangun. "Braaak.,."

Diiringi suara benturan yang amat keras, mendadak


penutup peti mati itu mencelat ke atas menyusul
kemudian Lim Han- kim melompat keluar dari peti mati.

Meskipun gerakan mereka berdua amat cepat, namun


gerakan nona berbaju hijau itu jauh lebih cepat lagi,
Begitu sadar kalau, terjebak, cepat-cepat dia melompat
mundur dari sana. Baru saja Yu siau-liong melompat
bangun dan Lim Han- kim melompat keluar dari peti
matinya, gadis berbaju hijau itu sudah sampai di muka
pintu.

Dalam kegelapan malam yang mencekam, ditambah


lagi dengan pepohonan bunga Tho yang begitu lebat,
40
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

andaikata gadis tersebut sampai dapat kabur ke luar


ruangan, jelas untuk menangkapnya bukan suatu
pekerjaan mudah. Dalam cemasnya Lim Han- kim
membentak: "Berhenti"

Dengan sekali totokan ke atas tanah, bagaikan burung


manyar menyambar ikan di laut ia sudah melesat ke luar
ruangan dengan kecepatan luar biasa. Gerakan tubuh si
nona berbaju hijau itu tak kalah cepat-nya, sekali melejit
dia pun sudah berada di luar ruangan, "saudara Lim tak
usah kuatir," Kedengaran seseorang berseru sambil
tertawa ringan, "Dia tak akan bisa lolos dari sini"

seg ulung angin pukulan yang amat keras segera


menyambar tiba. serangan itu datangnya sangat
mendadak dan sama sekali di luar dugaan. Baru saja
gadis berbaju hijau itu hendak kabur ke dalam hutan,
tahu-tahu serangan dahsyat itu sudah menerkam ke
dadanya. Dalam posisi begini, mau tak mau terpaksa dia
mesti sambut datangnya pukulan itu dengan kekerasan.

"Plaaaak..." Menyusul bentrokan sepasang telapak


tangan, terdengar bunyi nyaring bergema memecahkan
keheningan Tubuh si nona berbaju hijau itu segera
terpental ke belakang dan meluncur turun ke tanah.

Terhadang oleh pukulan itulah, Lim Han- kim dan Yu


siau-liong tahu-tahu sudah menyusul ke luar ruangan
dan mengepung gadis tersebut sementara itu lelaki

41
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berbaju hitam itu sudah mencabut goloknya dan siap


melancarkan serangan.

Dengan pandangan dingin nona berbaju hijau itu


memandang sekejap sekeliling arena, lalu ujarnya
kepada Lim Han- kim: "Hmmm sebagai seorang lelaki
sejati, apakah kau tak malu dengan berlagak mampus?"

Lim Han- kim berkerut kening, dia seperti ingin


mengucapkan sesuatu namun akhirnya diurungkan.
sebagai pemuda yang tak suka bicara, kalau dapat tak
menjawab dia memang memilih lebih baik membungkam.

Lain halnya dengan Yu siau-liong, sejak tadi ia sudah


tak mampu menahan amarahnya, dengan garang teriak-
nya: "Bagus sekali sudah mencuri barang milik kami,
sekarang kau masih memaki kakakku, Hmmm Kau
sendirilah perempuan tak tahu malu"

Nona berbaju hijau itu sama sekali tak menggubris


makian Yu siau-liong, ia lolos pedangnya sambil diputar
membentuk sekilas cahaya tajam, kemudian katanya lagi
kepada Lim Han- kim: " Kalau dilihat kau sudah
mempersiapkan jagoan di sekeliling hutan, nampaknya
kau telah memperhitungkan bahwa aku pasti akan
datang ke mari."

"Nona Gwat" Tiba-tiba lelaki bergolok itu menukas,


"Seandainya kau menuruti permintaanku tak mungkin
kita terjebak oleh perangkap mereka."
42
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan tatapan tajam Lim Han- kim tiada hentinya


mengamati wajah si nona berbaju hijau dan lelaki
bergolok itu, tampaknya ia berusaha mengenali apakah
mereka berdualah orang yang telah mencuri obat
mustikanya, setelah itu ia berkata: "Di sini hanya ada
kami berdua..."

" omong kosong" teriak gadis berbaju hijau itu marah,


" Kalau cuma kalian berdua lantas siapa yang telah
melancarkan serangan bokongan ke arahku tadi?"

Lim Han- kim tertegun seketika, ia tak mampu


menjawab sepotong kata pun. Tiba-tiba terdengar
seseorang tertawa ringan lalu menyela: " Harap nona
jangan marah, yang melancarkan serangan terhadapmu
tadi hanya orang luar yang ingin nonton keramaian."
Menyusul ucapan tadi, seorang pemuda ganteng berkipas
perlahan-lahan muncul dari balik kegelapan, lalu dengan
santainya berjalan mendekati arena pertarungan.

Lim Han- kim coba mengamati wajah orang itu,


namun dia tak kenal siapakah orang tersebut sementara
itu si nona telah mendengus: "Hmmm Kalau memang
ingin nonton keramaian, mengapa kau mesti mencampuri
urusan orang lain?"

Yu siau-liong segera mengenali pemuda itu sebagai


salah satu pelajar dari loteng Tia-chan-thay yang telah
dijumpainya siang tadi. sambil menggoyang-goyangkan
kipasnya, pemuda berbaju biru itu menjawab: "Tepat
43
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sekali perkataanmu itu, satu hobbi yang paling kugemari


adalah mencampuri urusan orang lain"

"Hmm, mungkin kau anggap umurmu kelewat


panjang?"

Tiba-tiba Lim Han- kim menukas: "Maaf saudara,


urusan ini timbul dari masalahku pribadi, aku tak ingin
orang lain ikut menjadi repot"

"ooooh, rupanya kaupun pandai bicara." ejek si nona


berbaju hijau itu sambil berpaling, " Kukira kau bisu"

Lim Han- kim menjulurkan tangan ke hadapannya, lalu


katanya: "Mari, kembalikan kepadaku Aku tak ingin
bertarung dengan siapa pun."

"Apanya?" ejek si nona sambil tertawa dingini

"Pil jinsom seribu tahun Ketahuilah obat itu teramat


penting bagiku..- cepat kembalikan".

"Maaf, pil jinsom itu pun teramat penting bagiku,


kalau tak penting, buat apa aku mesti mencurinya
darimu?"

"Tapi obat itu akan kupakai untuk menyelamatkan jiwa


seorang tua yang amat kuhormati"

"sama saja, aku pun akan memakai obat tersebut


untuk menyelamatkan jiwa nona kami"

44
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Nona" kata Lim Han- kim agak tertegun, "Meskipun


kau membutuhkan obat itu, tapi... benda itu kan milikku"

"sekarang sudah berada di tanganku, berarti obat


mustika itu sudah menjadi milikku" jelas sudah ia ngotot
hendak mempertahankan barang curiannya.

Dengan alis berkerut dan penuh amarah Lim Han- kim


menghardik: "Nona, sebetulnya hendak kau kembalikan
tidak obat itu?"

"Kalau tidak, mau apa kau?"

Dengan gerakan sangat cepat Lim Han- kim mendesak


maju ke muka, telapak tangan kanannya dipersiapkan
melancarkan serangan, Gadis berbaju hijau itu segera
menyarungkan kembali pedangnya, lalu sambil
menyilangkan tangan kirinya di depan dada, ia berkata:

"Aku tak ingin menggunakan senjata untuk melawan


kau yang bertangan kosong, Aku tak ingin meraih
kemenangan dengan mengandalkan senjata, mari, kalau
ingin bertarung dengan tangan kosong, akan kulayani...."

Dalam beberapa saat paras muka Lim Han-kim


berubah beberapa kali, tapi akhirnya dia menghela napas
panjang: "Aku tak terbiasa bertempur melawan kaum
wanita, Nona Asal kau bersedia mengembalikan pil
mustika itu, aku pun tak akan menuntut perbuatan
mencurimu itu"

45
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Huuuh, besar amat bicaramu" teriak gadis berbaju


hijau itu gusar, Dengan mata melotot menahan marah,
dia ayunkan tangannya melepaskan sebuah pukulan ke
tubuh lawan. Dengan gesit Lim Han-kim mengepos ke
samping, namun ia tetap tidak membalas.

Gagal dengan serangan pertamanya, gadis berbaju


hijau itu bertambaii gusar, secara beruntun sepasang
tangannya melancarkan bacokan dan babatan berulang
kali Dalam waktu singkat ia telah melepaskan tujuh buah
pukulan dahsyat.

Lim Han-kim sama sekali tidak membalas, tubuhnya


ber-gontai di antara bayangan pukulan yang menyelimuti
tubuhnya. Begitu ringan ia bergerak. sekalipun tidak
bergeser lebih jauh dari satu depa ternyata ketujuh buah
pukulan gadis itu dapat dihindarinya semua.

Habis sudah kesabaran Yu siau-liong ketika melihat


kakaknya belum juga mau membalas, tak tahan ia
berteriak: "Toako, jika kau tak cepat-cepat
membekuknya, kalau sampai berhasil kabur susah bagi
kita untuk merampas kembali obat mustika itu."

Terkesiap Lim Han-kim mendengar teguran itu, tiba-


tiba saja sebuah sodokan keras dilepaskan ke muka.
serangan balasan ini betul-betul cepat dan dahsyat
bukan kepalang, gadis berbaju hijau itu merasakan
pergelangan tangan kanannya menjadi kaku, tahu-tahu
seluruh kekuatan tubuhnya telah punah.
46
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pemuda berbaju biru yang menonton di tepi arena itu


menghela napas panjang goyangan kipasnya juga
berhenti secara mendadak jelas perasaan hatinya turut
bergetar oleh pukulan dahsyat yang dilancarkan Lim
Han-kim barusan.

Dalam pada itu Lim Han-kim sudah melompat mundur


sambil berbisik: "Adik Liong, cepat geledah sakunya"

Bentakan menggeledek menggema membelah


keheningan malam, sambil mengayunkan goloknya tahu-
tahu lelaki berbaju hitam itu sudah menerjang ke muka
melancarkan bacokan. "Traaang..."

Dengan jurus "Awan Gelap Menelan Rembulan" Yu


siau-liong menyapukan pedangnya menangkis serangan
tersebut, lalu dengan sebuah tendangan kilat dia paksa
musuhnya mundur, jangan dilihat umurnya masih muda,
ternyata gerak serangannya betul-betul cepat dan ganas.

Berbarengan dengan tendangan kilat itu, pedangnya


memakai jurus "Membelah Bunga Membelai Pohon Liu"
menyapu ke dada musuh, terasa selapis bunga pedang
membias di udara, serangan yang begitu cepat
datangnya itu memaksa lelaki berbaju hitam itu
menyurut mundur sejauh lima depa dengan perasaan
kaget.

47
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan cepat Lim Han-kim melangkah ke depan, lalu


hardiknya: "Adik jangan melukai orang, yang penting jin
som berusia seribu tahun itu."

Yu siau-liong tertawa terkekeh, sekali membalikkan


badan ia menyusup ke sisi tubuh gadis berbaju hijau itu,
lalu serunya: "Di mana kau simpan pil mustika itu?"

sekalipun urat nadi si nona berbaju hijau itu sudah


terluka oleh totokan jari tangan Lim Han-kim, namun
sikapnya yang angkuh sama sekali tidak mengendor
"Hemm, pil mustika?" jengeknya dingin, "Mungkin sudah
berada ratusan li dari sini.,,."

"Sebenarnya kau simpan di mana? Cepat katakan"


bentak Yu siau-liong semakin gusar,

Dengan sorot mata yang dingin seperti es, gadis


berbaju hijau itu mengawasi Yu siau-liong sekejap.
mulutnya tetap membungkam .

"Bagus" teriak Yu siau-liong, "Rupanya kau memang


lagi mencari penyakit buat dirimu sendiri..." Dia
sarungkan kembali pedangnya. lalu dengan tangan kiri
mencengkeram pergelangan tangan kanan si nona,
tangan kanannya mulai mencengkeram ruas-ruas tulang
gadis tersebut, ujar-nya: "Jadi kau ingin merasakan
bagaimana kalau ruas-ruas tulang sikutmu terlepas...?"

48
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dalampada itu, lelaki berbaju hitam tadi sudah


menerjang kembali ke depan sambil mengayunkan
goloknya, sekali lompat Lim Han-kim menghadang jalan
pergi lelaki itu, kembali bentaknya lirih: "Adik Liong,
jangan bertindak sembarangan, cepat geledah saku-nya,
asal pil mustika itu sudah ditemukan, kita segera
tinggalkan tempat ini...."

Tiba-tiba lengan kirinya menerobos maju ke depan,


lalu sambil membalik badan melepaskan satu pukulan.

Terdengar lelaki berbaju hitam itu menjerit kesakitan,


tahu-tahu goloknya sudah teriepas dari genggaman,
Secepat kilat Lim Han-kim memutar ke belakang
tubuhnya, lalu sekali sodok ia totok jalan darah Cian-
keng-hiat di bahu lelaki itu.

Melepaskan serangan, menjatuhkan golok lawan lalu


melepaskan totokan jalan darah, boleh dibi-lang
beberapa gerakan itu dilakukan begitu cepat hampir
bersamaaan waktunya.

Yu Siau-liong tak berani membuang waktu lagi, meski


masih muda, ia sadar akan situasi yang amat serius.
Tanpa banyak bicara ia mulai menggeledah isi saku gadis
berbaju hijau itu. Dengan wajah tegang Lim Han-kim
mengikuti semua gerakan Yu Siau-liong, ia bernarap pil
mustika miliknya dapat segera ditemukan. Pada saat itu
pemuda ganteng berbaju biru itu hanya menonton
semua kejartian tanpa berbicara apa-apa.
49
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Si nona berbaju hijau yang keras hati, tiba-tiba saja


menundukkan kepalanya rendah-rendah sambil
pejamkan mata, ia biarkan Yu Siau-liong menggeledah
seluruh isi sakunya tanpa mengucapkan sepatah
katapun. Ketika selesai menggeledah isi saku gadis itu
dan ternyata pil mustika yang dicari belum ditemukan
juga, Yu Siau-liong jadi naik pitam, teriaknya penuh
amarah: "Kau sembunyikan di mana pil mustika itu?"

Periahan-lahan gadis berbaju hijau itu membuka


matanya kembali, sinar amarah memancar dari balik
matanya, ia tatap wajah Lim Hah-kim tajam-tajam lalu
katanya: "Sedari tadi aku toh sudah terangkan bahwa pil
mustika itu sudah kusuruh orang mengirimnya pulang,
lebih baik kalian tak usah membuang tenaga lagi. Hmm,
kami sadar bahwa ilmu silat yang kami miliki masih
belum memadai, mau bunuh mau cincang silahkan...."

"Dunia persilatan memang amat licik dan berbahaya."


tukas lelaki berbaju hitam itu, "Nona Gwat, coba kau
menuruti nasehatku, mungkin saat ini kita sudah berada
ratusan li dari sini Aaaai... Apa mau dibilang kau berhati
lemah, sudah mencuri barang orang, masih menyesali
kematiannya dan ngotot hendak menyambangi jenazah-
nya, Coba lihat sekarang, apa akibatnya bagi kami
berdua...."

"Hmmm siapa suruh kau ikut ke mari, pengecut yang


takut mampus" bentak gadis itu marah.

50
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara itu Lim Han-kim sudah bertanya kepada


saudaranya: "Adik Liong, sudah kau periksa dengan
teliti?"

"Yaaa, sudah kuperiksa semua"

"Kalau begitu bebaskan totokan jalan darahnya dan


biarkan mereka pergi dari sini"

"Apa?" teriak Yu siau-liong tertegun.

"Lepaskan dia, biarkan ia pergi dari sini"

Kali ini Yu siau-liong dapat mendengar semua kata-


kata tersebut dengan jelas, sekali pun hatinya diliputi
kebingungan, namun ia tak berani membangkang
perintah kakaknya. Maka setelah menepuk bebas
tototokjalan darah di tubuh gadis tersebut, ia segera
menyingkir ke samping.

Dengan langkah lebar Lim Han-kim menghampiri lelaki


berbaju hitam itu, di-pungutnya golok yang tergeletak di
tanah itu lalu disarungkan kembali ke punggung
pemiliknya, kemudian sambil membebaskan totokan jalan
darahnya ia berkata: "Silahkan kalian berdua pergi dari
sini, maaf kalau aku tak bisa menghantar...."

Tidak menunggu jawaban lagi, ia membalikkan badan


dan melangkah masuk ke dalam ruangan, Dengan
termangu- mangu gadis berbaju hijau dan lelaki berbaju
hitam itu mengawasi bayangan punggung Lim Han-kim,
51
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mereka tak tahu mesti terkejut atau gembira


menghadapi kenyataan ini.

Dari kejauhan terlihat baju putih yang dikenakan Lim


Han-kim bergetar keras, rupanya ia sedang merasakan
guncangan hati yang luar biasa. Tak lama kemudian,
bayangan tubuhnya sudah lenyap dari pandangan.

Lelaki berbaju hitam itu segera menghadiri gadis


berbaju hijau itu, bisiknya kemudian: "Nona Gwat, kita
harus pergi dari sini" Gadis berbaju hijau itu manggut-
manggut, ia membalikkan badannya lalu melangkah
pergi dari situ dengan lamban, sebentar kemudian
bayangan tubuhnya juga lenyap di balik pepohonan.

"Kongcu" seru lelaki berbaju hitam itu kemudian


sambil menjura ke arah ruangan, "Budi kebaikanmu hari
ini tak akan kamu lupakan, suatu ketika nanti, kebaikan
ini pasti akan kami balas."

Yu siau-liong menghela napas panjang.

"Lebih baik kau cepat-cepat meninggaikan tempat ini,


jangan sampai membuat gusar hatiku. Hmmm Kalau
sampai aku tak dapat mengendalikan diri, jangan
salahkan kalau kau sampai kubunuh"

Lelaki berbaju hitam itu sadar bahwa apa yang


diucapkan bocah tersebut kemungkinan bisa benar-benar
terjadi, maka tanpa membuang waktu lagi ia membalik

52
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

badan dan pergi dari situ. Memandang hingga bayangan


tubuh kedua orang itu lenyap daripandangan, Yu siau-
liong baru kembali ke ruangannya.

"saudara cilik, tunggu sebentar" Tiba-tiba terdengar


seseorang menegur dengan suara rendah.

Yu siau-liong berhenti sambil berpaling, sambil


tersenyum dan menggoyangkan kipasnya, pemuda
ganteng itu melangkah ke muka dan manggut-manggut.
"Ada apa kau memanggilku?" tegur bocah itu sambil
berkerut kening.

Lantaran pikirannya sedang gundah, otomatis nada


suaranya juga tak sedap didengar Pemuda ganteng itu
tersenyum.

"Eeei, saudara cilik Usiamu masih muda, buat apa


emosimu meledak-ledak macam begitu...?"

"Mengapa? Ketahuilah, hatiku sedang gundah, paling


baik jangan mengganggu ketenanganku. "

Agaknya pemuda ganteng itu memang sengaja


hendak mencari gara-gara, sambil berjalan mendekat,
kembali ujarnya sambil tersenyum: "Tolong sampaikan
kepada kakakmu, katakan Li Bun-yang dari Hong-san
ingin berjumpa dengannya."

"Bagaimana sih kamu ini? Bukankah kau telah tahu


bahwa kakakku sedang murung dan kesal karena
53
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kehilangan pil mustika, mau apa kau mengganggunya


sekarang?" Li Bun-yang tertawa tergelak

"sejak terjun ke dalam dunia persilatan, banyak sudah


jago tangguh yang pernah kujumpai, tapi tak seorangpun
tokoh-tokoh silat kenamaan itu berani bertindak kurang
ajar kepadaku...."

"Harap saudara Li jangan marah." Tiba-tiba terdengar


Lim Han-kim berseru dengan nada murung, "Adik
seperguruanku ini memang sudah terbiasa latah, Bila ia
sudah bersikap kurang sopan, harap memandang di atas
wajahku. Maafkanlah kali ini."

"saudara Lim." kata Li Bun-yang tertawa, " Aku rasa


bendera duka citamu sudah waktunya diturunkan sebab
kalau dibiarkan terus bisa memancing rasa ingin tahu
jago-jago persilatan yang kebetulan sedang lewat di
tempat ini"

"Terima kasih banyak atas petunjuk saudara Li...."


sahut Lim Han-kim. setelah memandang Yu siau-liong
sekejap. ia meneruskan bicaranya, "Adik Liong, cepat
turunkan bendera duka cita itu Kita harus segera
meneruskan perjalanan."

Yu Siau-liong mengiakan dan segera melaksanakan


perintah kakak seperguruannya itu.

"saudara Lim...." kembali Li Bun-yang menyapa.

54
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Apakah saudara Li masih ada persoalan lain?"

Li Bun-yang maju menghampirinya, setengah berbisik


katanya: "sebetulnya aku punya sebuah masalah yang
ingin mohon bantuan dari saudara Lim, aaai
sesungguhnya sudah hampir sebulan aku berdiam di
loteng Tiachan-thay gara-gara urusan ini..."

"Maaf saudara Li." tampik Lim Han-kim sambil


menggeleng, "Aku sendiri pun sedang menghadapi
masalah penting dan harus segera pulang ke kota Kim-
leng...."

"Yaa sudahlah." kata Li Bun-yang dengan wajah


berubah, "Kalau toh saudara Lim enggan membantu, aku
pun tak ingin mengganggumu lebih lama lagi." ia segera
membalikkan badan dan berlalu dari situ.

"Tunggu sebentar saudara Li" Lim Han-kim menghela


napas.

"Apa yang ingin saudara Lim sampaikan?"

Sambil menghampiri pemuda itu, Lim Han-kim


berkata: "Sering kudengar ibuku membicarakan tentang
keluarga persilatan dari Hong-san yang katanya
merupakan keluarga pendekar nomor wahid di kolong
langit"

"Terima kasih, terima kasih."

55
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Keluarga persilatan dari Hong-san amat tersohor di


kolong langit, entah bantuan macam apa yang saudara
butuhkan?" Li Bun-yang berpikir sebentar, lalu bisik-nya:

"Sekilas pandangan pesanggrahan bunga thotak lebih


hanya sebuah rumah penginapan dan rumah makan,
Tahukah kau bahwa di balik kesemuanya itu tersembunyi
suatu rencana besar yang amat keji, jahat dan
mengerikan yang diatur justru dari dalam hutan bunga
tho ini."

"Aaah, masa iya?" Lim Han-kim berkerut kening.

"Saudara Lim baru kali ini berkunjung ke mari, tentu


saja kau belum tahu tentang rahasia pesanggrahan Tho-
hoa-kit ini. sepintas lalu gadis-gadis yang tersedia di
loteng Gi-hong-kek dan Hui-jui-lo memang rata-rata
cantik, lemah lembut dan pandai menari, tapi... tahukah
kau bahwa gadis lemah lembut itu justru memiliki ilmu
silat yang amat tinggi? Tak sedikitjago-jago tangguh
persilatan yang terbuai di balik lemah gemulainya tubuh
gadis-gadis itu kemudian musnah tanpa sempat
mengeluarkan suara apa pun...."

Berkilat sepasang mata Lim Han-kim setelah


mendengar uraian itu, jelas ia sudah tertarik oleh kasus
tersebut, Dengan senang hati Li Bun-yang memeriksa
sekejap sekeliling tempat itu, kemudian melanjutkan.

56
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Di dalam loteng Tia-chai-thay tersedia beribu- ribu


jilid buku yang boleh dibaca siapa pun, tapi siapa yang
akan menduga bahwa mereka justru menggunakan
umpan kitab-kitab itu untuk memancing kedatangan
jago-jago silat dan kemudian menjebaknya ke dalam
perangkap mereka."

"saudara Li, atas dasar apa kau menuduh demikian?


Menurut pendapatku, meski pemilik pesanggrahan itu
agak licik dan susah diraba isi hatinya, agaknya ia tidak
termasuk anggota dunia persilatan" Li Bun-yang
tersenyum.

"Kedatangan saudara Lim tepat waktunya. Hari ini


adalah saat pertemuan yang mereka selenggarakan
setiap tiga bulan satu kali, Boleh dibilang semua
pimpinan yang punya kedudukan akan berdatangan ke
mari, Menurut hasil penyelidikanku pertemuan yang
diselenggarakan sekali setiap tiga bulan ini mempunyai
arti penting bagi mereka. sampai sekarang, walaupun
aku telah mengerahkan banyak pikiran dan tenaga pun
belum berhasil mendapat tahu siapakah pemimpin di
balik organisasi rahasia itu, itulah sebabnya saat
kedatangan saudara Lim, keadaan di sini sangat
tenang...."

"saudara Li, menurut penuturanmu tadi, di balik


pesanggrahan Bunga Tho ini sedang disusun suatu

57
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

rencana keji yang akan mempengaruhi dunia persilatan


Boleh aku tahu, apa yang kau maksudkan?"

"Panjang sekali untuk dibicarakan, aku rasa tempat ini


bukan tempat yang cocok untuk bercakap. Begini saja,
apabila saudara Lim berminat, mari kita pergi berpesiar
sambil menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan
duduk perkara yang sebenarnya."

Lim Han-kim termenung sebentar, akhirnya dia


mengangguk "Baiklah, akan kuturuti kemauanmu"

sementara itu Yu siau-liong telah selesai menurunkan


bendera duka cita dan sedang melangkah masuk ke
dalam ruangan.

"Adik Liong." Lim Han-kim segera berbisik, "Cepat kau


tuntun ke luar kuda-kuda kita...."

Tapi sebelum perkataan itu selesai, tiba-tiba terdengar


ada suara langkah kaki manusia yang berjalan mendekat
Ketika menengok ke luar, ia saksikan dua orang pelayan
dengan membawa lampu lentera berjalan di muka
mengiringi pemilik pesanggrahan yang menyusulnya di
belakangnya dengan langkah tergesa-gesa.

"Toako" bisik Yu siau-liong, "Pemilik pesanggrahan


datang lagi, cepat kau berbaring ke dalam peti mati"

"Aku rasa kemunculanku sudah diketahui mereka,"

58
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Tidak apa-apa." bisik Li Bun-yang. "Tadi aku sudah


mewakili saudara Lim untuk memeriksa keadaan di
sekeliling sini, semua jago-jago yang mereka siapkan di
situ sudah kuhabisi semua, memang ada baiknya jika
untuk sementara waktu saudara Lim bersembunyi lagi
dalam peti mati, mari kita lihat permainan apa lagi yang
hendak mereka perlihatkan"

Lim Han-kim mengangguk tanda setuju, kepada


adiknya ia berpesan: "Adik Liong, jangan lupa minta balik
kuda-kuda tunggangan kita, sebab kita akan melanjutkan
perjalanan malam ini juga."

Selesai berkata, ia totokkan kakinya ke tanah dan


seperti sambaran petir tubuhnya sudah meluncur ke
depan, langsung menyusup masuk ke dalam peti mati,
Baru saja ia selesai menyembunyikan badan, dengan
langkah terburu-buru pemilik pesanggrahan itu sudah
muncul di dalam ruangan.

Li Bun-yang segera menyembunyikan diri di belakang


pintu, sementara Yu siau-liong maju dengan langkah
lebar menghadang di depan pintu, Dengan pedang
melintang di depan dada dan mata mencorong sinar
tajam, Yu siau-liong menegur: "Di tengah malam buta
begini, ada urusan apa kalian datang ke mari?"

Dengan cepat dua orang pelayan itu menyebar ke


kedua belah sisi, sementara pemilik pesanggrahan maju
dengan langkah lebar, setelah mengamati bocah itu
59
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sekejap ujarnya: "Di depan orang berpengalaman lebih


baik jangan main tipu muslihat. Aku tak pingin terjungkal
dalam selokan, Harap saudaramu segera tampil di depan,
aku ingin mengajukan beberapa buah pertanyaan
kepadanya."

Bagaimana pun Yu siau-liong masih muda dan tidak


mengenal kelicikan dunia persilatan Termakan gertak
sambal kakek itu, tanpa sadar ia melirik sekejap ke arah
peti mati, lalu jawabnya seraya menggeleng: "Tidak bisa,
kalau kau ada urusan lebih baik sampaikan saja
kepadaku"

Li Bun-yang yang bersembunyi di belakang pintu


kontan saja mengerutkan dahi-nya, pikirnya: " Goblok
amat bocah ini, bukankah ia sama saja sudah mengaku?"

Kedengaran pemilik pesanggrahan itu mendehem


berulang kali, kemudian tanya-nya: "saudara cilik, kau
masih muda, aku takut kau tak dapat mengambil
keputusan."

"Hey, bagaimana sih kamu ini, mana ada orang yang


sudah mati sanggup berbicara lagi?"

Pemilik pesanggrahan itu tertawa dingin "saudara cilik,


lebih baik minum arak kehormatan dari pada arak
hukuman jika kau enggan menyingkir, jangan salahkan
kalau aku si orang tua akan bertindak kasar kepadamu."

60
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Mengapa?" teriak Yu siau-liong sambil mendelik.


"Kaupingin berkelahi? Bagus, itu malah kebetulan sekali
bagiku"

Agaknya pemilik pesanggrahan itu tak menyangka


bahwa dalam usia semuda itu ternyata Yu siau-liong
amat kasar dan susah dilayani, untuk sesaat dia malah
termangu dibuatnya, "Ehmm... jarang sekali ada bocah
kecil yang begitu keras kepala dan tak tahu diri macam
kau...."

"Tak usah banyak bicara lagi dengan-nya...." Tiba-tiba


terdengar suara seorang gadis menukas. Menyusul suara
itu, dari balik pepohonan muncullah seorang gadis
berambut panjang yang memakai baju serba hijau.
Ketika Yu siau-liong amati gadis itu, ia segera
mengenalinya sebagai gadis yang datang melayat
mengikuti pemilik pesanggrahan tadi, sementara itu
gadis berbaju hijau itu sudah melangkah datang dengan
lemah gemulai.

Baru saja Yu siau-liong hendak menghardik tiba-tiba ia


dengar Li Bun-yang berbisik dengan suara lembut:
"saudara cilik, sementara waktu tahan dulu emosimu,
lebih baik kita ikuti saja kemauan mereka, Kalau
dugaanku tak salah? kedatangan mereka tentu ada
maksud-maksud tertentu, dan lagi kau pun tak usah
banyak melayani pembicaraan mereka, daripada
rahasiamu terbongkar"

61
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Melihat Yu siau-liong sama sekali tidak menggubris


perkataannya, bahkan lagaknya seolah-olah tidak
mendengar sama sekali, tak tahan lagi meluaplah
amarah gadis berbaju hijau itu. Tanpa membuang waktu
ia melejit ke depan, langsung menerjang masuk ke
dalam ruangan.

Pedang Yu-Siau liong yang semula melintang di depan


dada, secepat kilat menyambar miring ke samping.
Terasa cahaya tajam berkilauan membentuk seberkas
bianglala berwarna perak, sebuah babatan maut
menyapu kedepan menghadang jalan masuk gadis
berbaju hijau itu. Si nona yang sedang menerkam ke
muka serentak menghentikan gerak badannya lalu
mundur dua langkah, sambil tertawa dingin jengeknya:

"Tak heran kau latah dan sombong, nampaknya ilmu


silat yang kau miliki cukup tangguh".

Baru saja Yu Siau-liong hendak meradang, tiba-tiba ia


teringat dengan nasehat Li Bun-yang, maka sambil
menahan hawa amarah, jawabnya seraya tertawa
tergelak: "Ha, ha, ha, ha.... Tak mudah kalau pingin
nerobos masuk ke dalam, begini saja, coba kau jelaskan
apa maksud kedatangan kalian. Asal masuk di akal, tentu
kuijinkan kalian masuk ke mari."

Diam-diam Li Bun-yang tertawa geli, pikirnya: "Tak


kusangka bocah ini susah dihadapi..."

62
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dalam pada itu gadis berbaju hijau tersebut sudah


bertanya lagi sesudah berpikir sebentar: "Apakah kalian
datang dari Hua-san?"

Yu Siau-liong tertegun, tapi segera jawabnya: "Betul,


darimana kau bisa tahu?"

Nona berbaju hijau itu tersenyum. "Apakah kakakmu


yang pura-pura mati bernama Lim Han kim..."

"Betul juga, mengapa?"

"Kalau begitu tak salah lagi" kata si nona sambil


manggut-manggut.

"Apanya yang tak salah?"

"Tak ada salahnya kuterangkan, bukankah kakakmu


yang berlagak mati membawa sebotol jinsom berusia
seribu tahun? Kami sudah periksa semua bekalan dan
pelana kudamu, tapi obat itu belum juga ditemukan. Aku
pikir pasti ada di sakunya, bukan begitu?"

BAB 3. Sapu tangan penyelamat.


"Aneh benar kejadian ini." Diam-diam Yu siau liong
berpikir sambil berkerut kening.

"Darimana mereka tahu kalau kami membawa obat


mustika seribu tahun? Padahal kejadian ini amat
dirahasiakan..."

63
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara ia masih berpikir, gadis berbaju hijau itu


sudah melanjutkan kata-katanya: "Sebenarnya kami siap-
siap hendak merampasnya di dermaga penyeberangan
sungai Tiang kang. Tak nyana ternyata kalian malah
menginap di pesanggrahan Tho Hoa kit ini..."

Berbicara sampai disini, tiba-tiba dengan suara lebih


keras dan nyaring serunya: "Sekarang aku telah
menjelaskan kepada kalian. Nah, tinggal kamu berdua
pilih sendiri jalan kehidupan atau jalan kematian yang
hendak dipilih. Kalau ingin pergi darisini dalam keadaan
selamat, lebih baik serahkan pil jinsom seribu tahun itu
kepadaku..."

"Waah... seram amat" ejek Yu siau-liong sambil


tertawa, "sayang, aku tak pernah takut mati, jadi
bagaimana kalau kupilih jalan kematian saja?"

" Kecil orangnya besar amat lagaknya, hmmm


Tampaknya susah amat melayani manusia macam
kau...."

"Terima kasih, terima kasih." kata Yu Siau-liong sambil


angkat bahu, "Aku rasa umur nona tak lebih tua
beberapa tahun dariku, ditambah pula kau adalah kaum
wanita, Tak nyana perempuan muda macam kau pun
berani merampok orang... sayang sekali kau telah salah
mencari sasaran."

64
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"salah mencari sasaran?" tanya gadis berbaju hijau itu


tertegun, "jadi perkataanmu tadi cuma bohongan...."

"Bukan, bukan begitu" Yu siau-liong menggeleng


sambil tertawa, "Aku tak pernah berbohong, apa yang
kalian katakan memang sudah betul semua dan tepat,
Hanya saja... meskipun kami membawa sebotol pil
mustika seribu tahun, yang menjadi persoalan sekarang
adalah mampukah kau merampasnya dari tangan kami."

Gadis berbaju hijau itu mengernyitkan keningnya,


sambil mencabut pedangnya ia menjengek dingin: "
Kalau begitu aku harus mencobanya dulu"

Baru saja ucapannya selesai diutarakan, tubuh beserta


pedangnya sudah menerjang ke tubuh Yu siau-liong yang
menghadang di depan pintu.

Memandang cahaya pedang yang menyambar


dadanya, Yu siau-liong segera bentangkan senjatanya
dengan jurus "Angin Puyuh Menyapu saiju" untuk
membendung serangan itu. Tiba-tiba gadis berbaju hijau
itu menarik kembali senjatanya di tengah jalan, sambil
mundur dua langkah, ujarnya: "Aku harus mengajukan
pertanyaan dulu sebelum melanjutkan pertempuran
denganmu^

" Kalau tak mampu mengalahkan aku, buat apa


bertanya lagi. Huuuh Benar-benar manusia tak tahu
malu"
65
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Nona berbaju hijau itu sama sekali tak menggubris


sindiran tersebut, kembali tanyanya lantang: "Benarkah
pil mustika seribu tahun itu masih tersimpan dalam saku
kakakmu yang berlagak mampus itu?"

"Apa gunanya cerewet terus, kalau tak mampu


mengalahkan aku, lebih baik cepat menggelinding pergi
dari sini" bentak Yu siau-liong gusar.

"Baiklah." kata gadis berbaju hijau itu kemudian


setelah memutar pedangnya membentuk sebilas cahaya
bianglala, "Kalau kau enggan menjawab, akan kugeledah
sendiri saku kakakmu" sebuah tusukan kilat kembali
dilancarkan. "Traaaangg.."

suara benturan nyaring bergema di tengah kegelapan,


sepasang pedang itu saling beradu dengan kerasnya.

Gadis berbaju hijau itu segera merasakan lengan


kanannya menjadi kaku dan kesemutan, badannya
tergetar sampai mundur dua langkah.

Yu siau-liong sendiri pun merasakan badannya


bergetar keras, untung ia masih sanggup berdiri tegak di
depan pintu.

Dengan penuh amarah gadis berbaju hijau itu melotot


ke arah lawannya, namun kali ini dia tidak melancarkan
serangan lagi.

66
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Untuk sementara waktu, kedua belah pihak berdiri


saling berhadapan tanpa melakukan sesuatu gerakan
pun. Tiba-tiba Yu siau-liong mendengar suara lembut
berbisik di sisi telinganya: "saudara cilik, tak usah ribut
lagi dengan budak itu, Lebih baik cepat ajak kakakmu
untuk mengundurkan diri dari tempat berbahaya ini."

Jelas bisikan itu berasal dari Li Bun-yang yang


bersembunyi di belakang pintu dan menyampaikan
dengan ilmu menyampaikan suara.

selesai mendengar ucapan itu, Yu siau-liong


memandang gadis berbaju hijau itu sekejap. lalu
bentaknya: " Kalau tak berani berkelahi, mengapa masih
berdiri di situ?"

"Kalau aku tak mau pergi, mau apa kau?"

"Kalau kau tak pergi, biar aku saja yang pergi dari sini"

Gadis berbaju hijau itu memandang rekan- rekannya


sekejap. lalujengeknya dingini "Kau yakin punya
kepandaian untuk meninggalkan pesanggrahan Tho-hoa-
kit ini?"

Kalau dilihat dari sikapnya itu, mungkin ia sedang


menunggu datangnya bala bantuan.Yu siau-liong
mengerutkan dahinya.

67
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

setelah menyarungkan kembali pedangnya, ia berdiri


dengan sikap santai di depan pintu sambil memandangi
bunga Tho yang tumbuh di hadapannya.

Mendadak... sekali melejit, bocah itu sudah melompat


ke depan pemilik pesanggrahan lalu dengan gerakan
mencengkeram ia tangkap pergelangan tangan kakek itu,
setelah berhasil menguasai musuhnya, baru ia berkata
sambil mendengus dingini "Hmmm inilah cara yang akan
kami gunakan untuk meninggalkan pesanggrahan Tho-
hoa-kit"

"Hmmm, dia cuma seorang yang tak pandai silat, dan


lagi ia tak punya kekuasaan apa-apa, biarpun dibunuh
juga tak ada gunanya"

"Aku akan memaksanya untuk menyerahkan kembali


perbekalan serta kuda-kuda kami"

sambil berkata ia kerahkan tenaga dalamnya untuk


menggencet pergelangan tangan musuh makin keras,
Tak ampun pemilik pesangrahan itu berteriak kesakitan
Biar begitu ia tak berani mengucapkan sepatah kata pun,
hanya sinar matanya dialihkan ke wajah nona berbaju
hijau itu, jelas sudah nona berbaju hijau itu bukan putri
pemilik pesanggrahan.

Tiba-tiba gadis berbaju hijau itu menghela napas


panjang, ujarnya kemudian: "Kembalikan kuda-kuda itu
kepada mereka, biarkan mereka pergi dari sini...."
68
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Bagaikan menerima firman, cepat-cepat pemilik


pesanggrahan itu berseru keras: "Tuan kecil, lepaskan
aku dulu, akan kuperintahkan mereka untuk mengambil
kuda-kuda kalian?"

"Baiklah, aku juga tak kuatir kau akan kabur dari sini"
Seraya berkata ia kendorkan cengkeramannya .

Sambil melemaskan otot-ototnya yang sakit, pemilik


pesanggranan itu memberi perintah kepada pelayannya:

"cepat ambilkan perbekalan serta kuda milik tuan kecil


ini."

"Hmm, jangan lupa barang-barang milik kakakku."


sela Yu Siau-liong. "Sekalipun dia sudah mati, aku tak
ingin barangnya berkurang satu pun."

Pemilik pesanggrahan itu mengangguk berulang kali,


Selang beberapa saat kemudian dua orang pelayan
masuk ke ruangan dengan tergesa-gesa, lalu lapornya:
"Kuda sudah disiapkan, perbekalan juga ada di sini,
silahkan tuan kecil periksa dulu."

Yu Siau-liong sendiri tak tahu berapa banyak


perbekalan yang mereka bawa, tapi ia berlagak
memeriksanya dengan seksama, sesudah itu baru
bertanya: "Di mana kudanya?"

"Sekarang kudanya ada di... di...." ia tak berani


meneruskan perkataan tersebut hanya sorot matanya
69
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dialihkan ke wajah nona berbaju hijau serta pemilik


pesanggrahan.

"Ehmmm, lepaskan mereka" Akhirnya nona berbaju


hijau itu mengangguk Maka pelayan itu pun melanjutkan

"Sekarang kuda-kuda itu sudah disiapkan di luar hutan


Tho...."

Saat itulah Li Bun-yang yang bersembunyi di balik


pintu mengirim pesannya lagi lewat ilmu menyampaikan
suara:

"Saudara cilik, lebih baik suruh mereka gotong ke luar


juga peti mati yang berisi kakakmu, letakkan di
punggung kuda dan cepatlah pergi dari tempat ini...."

Sebetulnya Yu Siau-liong sedang bingung dan tak tahu


apa yang harus dilakukan, semangatnya jadi bangkit
kembali setelah mendapat petunjuk dari Li Bun-yang.
Maka dengan suara keras ia memberi perintah: "Kalian
gotong juga peti mati itu"

"Hanya kami berdua?" tanya kedua orang pelayan itu


tercengang, "Kalian akan kubantu"

Dua orang pelayan itu berjalan menuju tepi peti mati


dan menggotong dari satu sisi, sedang Yu Siau-liong
menggotong dari sisi yang lain, Begitu keluar dari hutan.
Tho, benar juga, dua ekor kuda telah dipersiapkan di
sana.
70
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Sesuai dengan petunjuk dari Li Bun-yang, Yu Siau-


liong meletakkan peti mati itu di atas punggung kuda.
setelah mengikat semua perbekalannya, baru ia
melompat naik ke punggung kuda.

Pada saat itulah bayangan manusia nampak


berkelebat lewat, gadis berbaju hijau itu sudah menyusul
datang sambil bertanya: "Apakah kakakmu benar-benar
sudah mati?"

"Hmmm Mati hidup adalah kejadian luar biasa, buat


apa aku bicara sembarangan?"

Gadis berbaju hijau itu berjalan menghampiri peti


mati, tiba-tiba ia menghantam peti mati itu keras-keras,
setelah itu baru ujarnya:

" Untung dia membawa pil jinsom berusia seribu tahun


yang berkasiat menghidupkan kembali orang mati, moga-
moga kakakmu bisa hidup kembali setelah menelan pil
mestika tersebut."

Yu siau-liong temukan di atas peti mati itu samar-


samar tertera bekas lima jari yang terukir nyata, Tapi ia
percaya penuh dengan kepandaian silat yang dimiliki
kakaknya, meski sadar bahwa nona berbaju hijau itu
sudah melepaskan serangan gelap. namun hal itu tidak
terlalu dipikirkannya di dalam hati. Tanpa membuang
tempo lagi dia tuntun kudanya dan bergerak
meninggaikan tempat itu.
71
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Malam semakin kelam angin berhembus kencang


membawa udara yang sangat dingin, Yu siau-liong tak
ingin berada terlalu lama di situ, ia percepat lari kudanya
menembusi kegelapan, Entah berapa jauh sudah jarak
yang ditempuh, suara air sungai mulai kedengaran dari
depannya.

Ketika ia alihkan pandangannya ke muka, terlihatlah


bentangan air sungai yang amat lebar telah menghadang
perjalanannya, Ternyata ia telah tiba di tepi sungai
Tiang- kang.

"saudara cilik, berhentilah sebentar." Tiba-tiba


terdengar suara teguran yang rendah dan berat bergema
dari arah belakang.

Cepat-cepat Yu siau-liong menghentikan lari kudanya


sambil berpaling, tapi ia menjadi amat terperanjat,
ternyata Li Bun-yang yang berada di sampingnya, tanpa
ia sempat menyadari kapan datangnya orang itu.
"Waaah... cepat nian gerak tubuh orang ini" pikirnya.

sementara itu Li Bun-yang telah berkata lagi sesudah


memandang peti mati itu sekejap: "Kita sudah jauh
meninggaikan hutan Thoa-hoa-tin, aku rasa kita tak perlu
bersandiwara seperti ini lagi, Cepat buka peti mati itu,
kita lihat apakah saudaramu telah terlu...."

Belum selesai perkataan itu, penutup peti mati di atas


punggung kuda tiba-tiba sudah mencelat ke udara,
72
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menyusul kemudian tampak Lim Han-kim melompat ke


luar dari peti mati tersebut.

sebagai pemuda yang kurang senang bicara, kali ini


pun ia tak banyak cakap. hanya ditatapnya Li Bun-yang
sambil manggut-manggut dan tertawa.

Biarpun senyuman mulai membentuk di ujung


bibirnya, namun tidak melenyapkan kemurungan yang
menyelimuti wajahnya.

"Ada apa?" tanya Li Bun-yang agak tertegun "Apakah


kau terluka?" Lim Han-kim menggeleng, ia tetap
membungkam.

"Maaf saudara Li." Yu siau-liong cepat-cepat menyela,


" Kakakku paling tidak suka banyak bicara. Aku saja yang
sudah belasan ? tahun berkumpul dengannya juga
mendapat perlakuan yang sama. Biasanya ia tak banyak
bicara, kalauperlupun ia cuma bicara sepatah dua patah
kata saja."

"Aku dapat memaklumi wataknya itu," Li Bun-yang


tertawa, "setiap orang memang mempunyai watak aneh
yang berbeda. Kalau toh saudara Lim enggan banyak
bicara, aku pasti tak akan memaksa..."

Tiba-tiba Lim Han-kim menghela napas panjang,


selanya: "saudara Li, kalau ada persoalan katakan saja
sekarang, Aku siap mendengarkan"

73
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"saudara Lim." kata Li Bun-yang setelah mendehem


beberapa kali. "setelah mengalami sendiri peristiwa yang
baru saja berlangsung, tentunya kau mengerti bukan
bahwa tuduhanku bukannya tanpa dasar."

Lim Han-kim manggut-manggut, setelah memandang


lawan bicaranya sekejap. Li Bun-yang melanjutkan:
"semula kukira saudara Lim dan saudara cilik ini telah
celaka oleh perbuatan manusia-manusia keji Tho-hoa-kit
sehingga aku segera memburu datang untuk memberi
bantuan. Tapi setelah menyaksikan ilmu silat saudara
Lim, baru kusadari bahwa kalian adalah jago-jago
tangguh yang tidak membutuhkan bantuanku, saudara
Lim, bukan aku sengaja memujimu, tapi beberapa jurus
serangan yang kau pergunakan tadi benar-benar hebat,
Belum pernah kujumpai jago setangguh kau sebelum
ini."

Lim Han-kim menggerakkan bibirnya seperti ingin


mengucapkan kata merendah, tapi hanya bibirnya yang
bergerak. tak kedengaran sedikit suara pun yang terucap
ke luar. Kembali Li Bun-yang termenung sambil
mengawasi wajah pemuda itu, lalu terus-nya:

"Sebenarnya aku ingin minta bantuan dari saudara Lim


untuk menyelidiki siapa gerangan otak di belakang layar
Tho-hoa-kit. Tapi sekarang aku sudah berubah pikiran."

"Mengapa berubah pikiran?" tanya siau-liong


keheranan
74
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Menurut hasil analisisku, meskipun rencana keji yang


sedang diatur pihak Tho-hoa-kit mempunyai dampak
yang sangat besar terhadap keamanan dunia persilatan
namun mereka tak bakal melaksanakan rencananya
dalam waktu singkat. sebaliknya saudara Lim telah
menempuh perjalanan jauh dengan membawa pil
mustika seribu tahun menuju kota Kim-ling. Aku yakin
kau pasti sedang mengemban suatu tugas maha penting
bukan?"

Lim Han-kim manggut-manggut, sebelum ia


memberikan jawabannya, Yu siau-liong telah menyela
lebih dulu: "Ya a, kami sedang menuju kuil Cing-im-koan
di kota Kim-ling untuk menghantar obat buat seorang
tua, tapi sekarang obatnya sudah hilang, Aaai Biasanya
toako sudah jarang bicara dan selalu bermuram durja,
apalagi setelah mengalami kejadian ini, bisa dibayangkan
apa yang akan terjadi dengannya."

"Ketua Cing-im-koan ada hubungan yang cukup akrab


dengan keluargaku, Bagaimana kalau kudampingi
perjalanan kalian berdua sehingga bila perlu dapat
memberikan bantuannya?"

"Aaaai.,." Lim Han-kim menghela napas panjang,


"Guruku harus membuang banyak pikiran dan tenaga
untuk membuat sebotol jinsom seribu tahun, Bahkan ia
sampai terluka parah dan butuh istirahat yang cukup
untuk memulihkan tenaganya gara-gara pembuatan obat

75
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tersebut, tapi sekarang... aku tak mampu melindungi


obat tersebut, bahkan dicuri orang pun tanpa kusadari.,.,
Aku benar-benar tak punya muka untuk bertemu lagi
dengan guruku...."

Tiba-tiba sorot mata tajam terpancar ke luar dari balik


wajahnya yang murung, terusnya: "Biarpun obatnya
sudah hilang, tapi aku tetap akan melanjutkan
perjalananku menuju kuil Cing-im-koan. Aku harus minta
maaf dulu kepada orang tua itu kemudian baru kembali
ke lembah Yap-hong-kok untuk menjalankan
hukuman...."

"Untuk sementara saudara Lim tak usah terlalu sedih


dan menyiksa diri, Menurut apa yang kuketahui, ilmu
pengobatan yang dimiliki ketua Cing-im-koan sangat
hebat, Lebih baik tunggu saja sampai aku bertemu
dengan beliau dan merundingkan apakah masih ada obat
lain yang bisa menggantikan, baru kau mengambil
keputusan."

Lim Han-kim tertawa hambar, sinar tajam di balik


matanya telah meredup, wajahnya kembali nampak
murung.

Pada saat yang sama Yu siau-liong telah menurunkan


peti mati itu dari punggung kudanya dan membuang ke
tepi jalan, kepada Lim Han-kim ia berbisik:

76
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kebaikan dan kebajikan kakaklah yang menyebabkan


kau menderita seperti ini. Kalau menurut pendapatku,
lebih baik kita tangkap laki perempuan pencuri obat itu,
Aku tak percaya dengan siksaan yang berat mereka
enggan menunjukkan tempat obat itu disembunyikan
Nah, kalau jejaknya sudah ketahuan, tidaklah sulit buat
kita untuk merebutnya kembali."

Lim Han-kim hanya memandang saudaranya sekejap.


ia tetap membungkam.

"Aku rasa." kata Li Bun-yang pula, "Hal terpenting


yang sedang kita hadapi adalah menghadapi manusia-
manusia laknat dari pesanggrahan Tho-hoa-kit. Aku yakin
mereka tak akan melepaskan kalian berdua dengan
begitu saja, bisa jadi mereka sedang melakukan
pengejaran sekarang, Menurut pengamatanku secara
diam-diam, dalang di balik semua ini pastilah seorang
jago tangguh yang licik, keji, sadis dan berilmu silat serta
ilmu sastra yang tangguh, Boleh dibilang mata-mata
mereka sudah tersebar di seantero jagad.

sementara pembicaraan masih berlangsung, tiba-tiba


kedengaran suara keleningan perak berdentang
memecah keheningan Tanpa terasa Lim Han-kim dan Yu
siau-Iiong mengalihkan pandangan matanya ke arah asal
suara itu, tapi kegelapan malam amat pekat Meski pun
mereka berdua memiliki ketajaman mata yang luar biasa,
tetap tak terlihat dengan jelas apa yang telah terjadi.

77
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba Li Bun-yang mengeluarkan sebuah sumpritan


dari sakunya lalu ditiup kencang-kencang, suara yang
terpancar ke luar kedengaran jangat nyaring dan
menusuk pendengaran Yu siau-liong jadi tertarik dengan
permainan itu, tak tahan tegurnya: "Hey, apa yang
sedang kau tiup?"

"Mungkin burung merpati yang dilepas adikku" sahut


Li Bun-yang sambil tertawa.

"Yaa, aku pernah dengar cerita ini dari guruku," ujar


Yu siau-liong manggut-manggut "Katanya di dalam dunia
persilatan terdapat sejenis burung merpati yang dapat
menyampaikan berita sampai jauh sekali..."

Belum lagi selesai berkata, kedengaran suara sayap


burung membelah angkasa, seekor merpati putih yang
besar dan kekar telah menukik turun dan hinggap di atas
bahu Yu siau-liong. Dari bawah sayap merpati itu Li Bun-
yang melepaskan sebuah tabung bambu kecil.

Dari dalam tabung itu dikeluarkan secarik kertas. ia


segera menyalakan sebatang obor api dan membaca isi
surat itu dengan pandangan cepat.

Selesai membaca, ia menulis beberapa huruf di balik


kertas putih tadi dengan arang, lalu setelah
memasukkannya ke tabung bambu dan mengikatnya di
sayap merpati, serunya sambil tertawa: "Bunga putih...."

78
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Burung merpati itu pun segera melesat ke udara dan


terbang menjauh, Yu siau-liong coba memperhatikan,
tapi ia jadi keheranan ketika tidak mendengar suara ke
leningan tak tahan tanyanya:

"Bukankah di tubuh merpati itu diikat keleningan?


Mengapa tak kedengaran suaranya?"

Li Bun-yang segera tertawa, "saudara cilik, adikku


paling suka memelihara pelbagai unggas dan burung,
siBunga Putih tadi merupakan salah satu burung
kesayangan adikku, selain gesit juga amat cerdik,
memang di kaki kirinya terdapat keleningan Tapi
biasanya merpati itu baru mematuk putus tali
pengikatnya apabila orang yang sedang dicari tidak
ditemukan, dengan begitu suara keleningan bisa
memancing perhatian orang yang dicari. Tadi aku telah
bantu mengikatkan kembali keleningan tersebut jadi kau
tak mendengar lagi suara keleningannya."

"Waaah... sungguh hebat siBunga Putih itu" gumam


Yu siau-liong sambil menghela napas, "Tak nyana dia
pun bisa mencari orang, konon...." sambil gelengkan
kepalanya Li Bun-yang menukas:

"Bagaimana pun cerdiknya toh ia cuma seekor burung


merpati, mana bisa dibandingkan dengan manusia?
SiBunga Putih memang jagoan di antara burung merpati,
ia cerdik dan hebat, tapi tidak seperti yang didongengkan
orang, bisa mencari orang di tempat jauh."
79
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Lantas bagaimana caranya ia bisa mencarimu di


pesanggrahan Tho-hoa-kit ini?"

" Ketika hendak meninggalkan rumah, adikku telah


serahkan burung merpati itu kepadaku sebagai persiapan
kalau perlu digunakan Ketika aku tinggal di loteng Tia-
chan-thay dan menemukan bukti bahwa orang-orang di
pesanggrahan Tho-hoa-kit bukan hanya berdagang, lalu
dalam beberapa kali penyelidikan menemukan juga
gadis-gadis yang menyanyi dan menari di loteng Gi-
hong-lo serta Hui-jui-lo rata-rata memiliki ilmu silat
tangguh, maka secara diam-diam kukirim pesan lewat
burung merpati itu untuk mengundang adikku datang
membantu.

Aku takut bila sampai terjadi pertarungan di sarang


jago-jago tersebut aku tak sanggup menahan diri, siapa
tahu tunggu punya tunggu burung itu belum balik juga.
Tak disangka baru malam ini kuterima surat
jawabannya."

"Kalau begitu lebih baik saudara Li tinggal di sini saja


menanti kedatangan adikmu." tukas Lim Han-kim tiba-
tiba. "Biar kami berdua meneruskan perjalanan ke Cing-
im-koan."

"Kau tak usah kuatir." kata Li Bun-yang tertawa,


"Dalam surat balasan tadi aku telah mengajaknya
bertemu di kuil Cing-im-koan. Ketua Cing-im-koan paling
sayang dengan adikku bahkan pernah mewariskan ilmu
80
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

silat kepadanya. selain itu adikku amat cerdik, ia


menguasai ilmu pertabiban dan pengobatan, siapa tahu
kehadirannya justru sangat membantu saudara Lim...."

Kemudian setelah berhenti sejenak, tambahnya:

" Waktu sudah siang, marl kita melanjutkan


perjalanan"

"saudara Li." Tiba-tiba Yu siau-liong berkata sambil


menepuk kudanya. " usia mu lebih tua beberapa tahun
dariku, silahkan melanjutkan perjalanan dengan
menunggang kudaku"

"Hahaha... terima kasih atas kebaikan-mu" seru Li


Bun-yang tertawa, ia segera melangkah ke depan
meneruskan perjalanan Terpaksa Lim Han-kim dan
Yusiau-liong menuntun kudanya masing-masing
mengikuti di belakangnya, Dalam sekejap mata mereka
telah tiba di tepi sungai.

ombak sungai nampak menggulung-gulung bagaikan


selaksa kuda yang sedang berkejaran sepanjang mata
memandang hanya air sungai yang terbentang hingga ke
ujung langit sana.

"sudah tengah malam begini, dari mana kita bisa


mendapat perahu untuk menyeberang?" kata Yu siau-
liong.

81
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Tempat ini memang bukan tempat penyeberangan


jangan lagi di tengah malam begini, biarpun di siang hari
juga tak akan menemukan perahu tambang di sini."

Pada saat itulah kedengaran suara langkah kaki


manusia berkumandang dari kejauhan sana, Dengan
sigap ketiga orang itu berpaling dan mengawasi
datangnya suara tersebut.

Tampak dua sosok bayangan manusia berkelebat


datang dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat,
Hanya dalam waktu singkat kedua orang itu sudah
sampai di hadapan mereka bertiga.

Kedua orang itu adalah gadis-gadis berambut panjang,


satu di antaranya tak lain adalah nona berbaju hijau yang
pernah tarung dengannya dipesanggrahan Tho-hoa-kit
tadi, sedang rekannya adalah seorang gadis berbaju biru.

Baik usia, paras muka maupun perawakan tubuhnya


tak jauh berbeda dengan gadis berbaju hijau itu, hanya
dia membawa sebilah pedang yang tersoren di
punggungnya.

Li Bun-yang tak ingin raut mukanya dikenali dua orang


gadis itu, cepat-cepat ia berdiri membelakangi mereka.

sedangkan Yu siau-liong sebera menegur sambil


tertawa dingin: "Mau apa kalian mengejar ke mari?"

82
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan sinar mata tajam nona berbaju hijau itu


mengawasi mereka bertiga, kemudian tanyanya: "siapa
di antara mereka adalah kakakmu?"

"Kedua-duanya Ada apa?" Gadis berbaju hijau itu


tertegun, serunya tanpa terasa: "Banyak benar kakakmu"

"sudah, tak usah banyak cakap." tukas Yu siau-liong


sambil mencabut pedangnya, "Mau apa kalian mengejar
ke mari?"

"Hmmm ingin minta suatu barang."

"Barang apa?"

"Pil jinsom berusia seribu tahun."

"Hmmm Kalau begitu tanya dulu pada-saudaraku ini."


seru Yu siau-liong sambil memutar pedangnya,

Nona berbaju hijau itu sudah pernah bertarung


melawan Yu siau-liong, ia tahu apa yang diucapkan
bukan gertak sambal belaka, berbeda dengan gadis
berbaju biru itu, ia menjadi amat gusar. "sreeeetttt..."

Pedangnya diayunkan ke muka melancarkan serangan,


bentaknya nyaring: "Kaupingin mampus rupanya"
Dengan jurus "Gadis Langit Memutar Tombak" ia
langsung tusuk dada bocah itu.

Selapis bunga pedang menyelimuti angkasa, Yu Siau-


liong segera memutar pedangnya dengan jurus "Cahaya
83
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Emas Bagaikan Awan" untuk membendung datangnya


tusukan itu. "Traaaang.,."

Di tengah benturan nyaring, tusukan pedang nona


berbaju biru itu sudah tertangkis oleh serangannya,
"Waaah... aku pingin hidup sampai delapan puluh tahun,
masa disuruh mampus sekarang...." ejeknya sambil
tertawa.

Di tengah ejekan, pedangnya telah melancarkan


serangan balik yang tak kalah dahsyatnya, sejak
membendung tusukan gadis berbaju biru itu, secara
beruntun Yu siau-liong telah melancarkan tiga jurus
serangan. seketika itu juga gadis berbaju biru itu dipaksa
mundur sejauh satu langkah.

Tampaknya gadis berbaju biru itu sama sekali tak


mengira kalau seorang bocah secilik itu ternyata memiliki
jurus serangan yang begitu ganas dan kejam. Tak
terlukiskan rasa kaget yang menyelimuti hatinya. Cepat
dia melirik nona berbaju hijau itu sekejap, lalu bisiknya:

"Cici, cepat kau pulang mencari bala bantuan, aku


akan mencoba bertahan melawan mereka...."

"Hmmm jangan harap kalian bisa meninggalkan


tempat ini" tukas Yu siau-liong berteriak.

setelah mengatur napas sebentar, gadis berbaju biru


itu kembali sudah menerjang ke depan, pedangnya

84
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dibabat berulang kali menyerang Yu siau-liong habis-


habisan. Gerak serangan yang digunakan gadis itu benar-
benar ganas dan aneh, lagi pula dia mulai

menyerang dengan sepenuh tenaga, tampaknya ia


sudah siap-siap beradu nyawa.

Boleh dibilang semua sasaran yang dituju ujung


pedangnya merupakan jalan-jalan darah penting di
seluruh tubuhnya.

Dalam keadaan begini, sekalipun ilmu pedang yang


dimiliki Yu siau- liong jauh lebih tangguh daripada
lawannya, tapi untuk mengalahkannya dalam waktu
singkat juga bukan suatu pekerjaan yang mudah.

Suatu pertempuran sengit pun segera berlangsung,


masing-masing pihak berusaha mengerahkan segenap
kemampuannya untuk menjatuhkan lawan, Tampak
cahaya putih menyelimuti seluruh angkasa, selapis kabut
pedang mengelilingi tubuh kedua orang itu, sepanjang
pertarungan itu berlangsung, nona berbaju hijau itu
memusatkan seluruh perhatiannya ke tengah arena,
wajahnya nampak sangat tegang.

Mendadak terdengar Yu siau-liong membentak keras,


cahaya putih yang saling menyambar itu tiba-tiba lenyap
tak berbekas, Dua sosok bayangan manusia yang semula
bergumul pun tahu-tahu berpisah satu sama lainnya

85
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Yu siau-liong berdiri dengan pedang melintang di


depan dada, wajahnya amat keren dan serius. sebaliknya
nona berbaju biru itu nampak bergetar keras sekujur
tubuhnya, kemudian ia terhuyung-huyung mundur sejauh
lima langkah, pedangnya terlepas dari genggaman,
sedang tangan kirinya menekan di atas bahu kanannya
yang berdarah.

Agaknya gadis berbaju hijau itu sudah menduga kalau


rekannya akan terluka oleh pedang Yu siau-liong,
sehingga ia sama sekali tidak tercengang, sambil
menghela napas sedih ia berjalan menghampirinya, lalu
bertanya perlahan: "Parahkah lukamu?"

"Ehmm... lukaku cukup parah." Nona berbaju biru itu


manggut-manggut sambil menahan sakit "Mungkin
lengan kananku akan cacad selamanya."

"Aku mengerti, bahkan akupun tak sanggup


mengalahkan dia." bisik Nona berbaju hijau itu sambil
memungut kembali pedangnya yang tergeletak di atas
tanah. Bersandar di tubuh gadis berbaju hijau itu,
nampak nona berbaju biru itu berbisik lagi:

"Cepatlah kabur menyelamatkan diri, toh kembali ke


markas pun tidak mungkin kau bisa hidup,"

Nona berbaju hijau itu tertawa getir.

86
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Aku harus kabur ke mana? Mata-mata mereka


tersebar di seantero jagad, biar bersembunyi di ujung
langit pun akhirnya toh tertangkap juga."

Di tepi sungai yang sepi, kegelapan malam yang


kelam, dua orang gadis itu berdiri saling berhadapan
dengan air mata bercucuran pemandangan ini benar-
benar menghibakan hati, Yu siau-liong berpaling sekejap
ke arah kakaknya, setelah menyarungkan kembali
pedangnya kepada dua orang gadis itu katanya:

"Kalian boleh pergi" Gadis berbaju hijau itu


mengeluarkan secarik sapu tangan untuk membalut luka
di bahu rekannya, kemudian sambil menggandeng
tangan gadis berbaju biru itu ia berjalan menuju ke tepi
sungai.

Yu siau-liong jadi sangat keheranan, pikirnya: "Masa


mereka berdua akan menyeberang ke tepi seberang
dengan berenang..? Kalau tidak mengapa menuju ke tepi
sungai?"

sementara ia masih berpikir, kedua orang gadis itu


dengan membusungkan dada telah berjalan menuju ke
tengah sungai sikap mereka begitu pasrah seakan-akan
kematian tidak menakutkan bagi mereka berdua.

"Nona, tunggu sebentar" bentak Lim Han- kim tiba-


tiba, dengan cepat ia melompat ke depan. Begitu cepat
gerakan tubuhnya bagaikan anak panah yang terlepas
87
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dari busurnya, dalam sekejap mata ia sudah tiba di


depan kedua orang gadis itu, lalu sekali cengkeram ia
tarik kedua orang itu ke tepi sungai.

"Mau apa kau?" tegur nona berbaju hijau itu sambil


menoleh ke arah Lim Han- kim.

Perlahan-lahan Lim Han- kim mundur dua langkah,


ujarnya:"Buat apa kalian berdua mencari mati?"

"Kau tak usah turut campur...." Tapi ketika dirasakan


ucapan tersebut kelewat tak sopan, buru-buru ia
menambahkan:

"Tidak terbentang jalan kehidupan lagi buat kami


berdua, apa salahnya kalau kami mencari mati saja?"

Lim Han- kim menghela nafas panjang: "Delapan


sampai sembilan puluh persen kehidupan manusia di
dunia ini tidak membahagiakan, apalagi nona berdua
cuma gagal memperoleh obat jinsom mustika yang
sebetulnya sudah kedahuluan dicuri orang. Bagi kamu
berdua sama sekali tak ada rugi-nya, mengapa kalian
lantas mengambil keputusan pendek? Apakah kamu
berdua tidak merasa bahwa tindakan semacam ini sangat
tidak menghargai kehidupan kalian sendiri?"

Tiba-tiba gadis berbaju biru itu menangis dengan air


mata bercucuran, katanya.

88
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kami tak sanggup mengalahkan kalian, berarti selama


hidup kami tak punya harapan lagi untuk memperoleh pil
mustika itu, daripada pulang ke rumah hanya menderita
akibat tiga siksaan, lebih baik mati saja di sini."

"Apa sih yang kau maksudkan tiga siksaan?" tiba-tiba


Li Bun-yang menyela.

Kedua orang gadis itu saling berpandangan sekejap.


setelah manggut-manggut nona berbaju hijau itu
berkata:

"Kami toh akan mati, tak ada salahnya kalau


kuterangkan kepadamu, yang dimaksud tiga siksaan
adalah siksaan air, siksaan api dan siksaan manusia...."

Lim Han-kim bukanpemuda yang suka bicara, bila tak


terpaksa ia segan bertanya, begitu juga dengan
sekarang. walaupun tidak mengerti, dia pun enggan
banyak ber-tanya. sambil menggoyangkan kipasnya, Li
Bun-yang berkata:

"Dari sebutan siksaan air dan siksaan api, kita tak


sukar untuk membayangkan siksaan macam apakah itu,
tapi siksaan manusia? Aku belum pernah mendengar
sebelumnya, apakah kalian berdua bersedia memberi
penjelasan agar menambah pengetahuanku?"

Tiba-tiba paras muka kedua orang gadis itu berubah


jadi merah padam, kepalanya tertunduk malu dan tak

89
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

seorang pun bersedia menerangkan Li Bun-yang bukan


orang bodoh, dari sikap kedua orang gadis itu ia segera
menyadari apa yang dimaksud.

"Baiklah" ujarnya kemudian "Kalau kalian segan


menjelaskan tak apalah, Tapi dunia begitu luas, di mana
pun kalian bisa menyembunyikan diri, mengapa kamu
berdua tetap putus asa?"

"Aaaai...." Gadis berbaju hijau itu menghela napas


panjang, "Kami saksikan banyak sekali saudara senasib
yang mencoba melarikan diri, tapi belum pernah
kujumpai seorang pun di antara mereka yang berhasil
dengan cita-citanya. Begitu tertangkap dan dikirim

balik, penderitaan serta siksaan yang mereka terima


sungguh tak terbayangkan oleh siapa pun...."

Begitu sampai di situ, tiba-tiba ia bergidik dan tidak


melanjutkan kembali kata-katanya.

Li Bun-yang berpikir sebentar, kemudian tanyanya:

"Apa yang harus kuperbuat sehingga kalian berdua


melepaskan niat untuk bunuh diri? Katakan saja, asal
sanggup pasti akan kubantu."

Nona berbaju hijau itu melirik Lim Han- kim sekejap.


kemudian biru menjawab:

90
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

" Kecuali tuan itu bersedia menghadiahkan pil jinsom


seribu tahun itu kepada kami, dengan begitu kami dua
bersaudara baru dapat lolos dari tiga siksaan berat itu."

Dengan nama dan kedudukan keluarganya dalam


dunia persilatan, pemuda itu mengira kedua orang gadis
tersebut tentu minta bantuannya untuk mencarikan
tempat persembunyian siapa sangka yang diminta kedua
gadis itu adalah pil jinsom dari Lim Han- kim. Lim Han-
kim justru tertawa lebar.

"sayang kalian berdua terlambat, pil jin-som seribu


tahun itu sudah dicuri orang."

" Kalau memang jinsom seribu tahun itu telah dicuri


orang, mengapa kau masih pura-pura mati?"

Lim Han- kim mengerutkan dahinya, dari sakunya ia


keluarkan sapu tangan putih, lalu berkata:

"setelah memeriksa sapu tangan itu, kalian berdua


tentu akan mengerti bahwa apa yang kuucapkan benar."

Setelah menerima sapu tangan itu dan membaca isi


surat serta meneliti lambang kupu-kupu dan elang di
akhir surat, gadis berbaju hijau itu berkata:

"Tuan, asal kau bersedia menghadiahkan sapu tangan


itu kepadaku, mungkin jiwa kami dapat diselamatkan."

91
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han- kim tertegun, untuk sesaat ia tak mampu


menjawab,

Perlu diketahui, pil jinsom seribu tahun itu mempunyai


hubungan yang amat besar dengan keselamatan
jiwanya, sedang sapu tangan itu merupakan satu-
satunya jejak yang bisa menerangkan siapa pencuri obat
tersebut Bila jejak tersebut sekarang dihadiahkan orang
lain, berarti dia akan kehilangan jejak sama sekali.

Menyadari bahwa persoalan ini serius, untuk beberapa


saat ia tak mampu mengambil keputusan Nona berbaju
hijau itu serahkan kembali saputangan tersebut, lalu
katanya:

"Kalau tuan keberatan, kami pun tak akan memaksa,


cuma kami harap kalian jangan menghalangi niat kami
untuk bunuh diri lagi."

sambil menggandeng nona berbaju biru itu, ia


meneruskan langkahnya menuju ke tengah sungai, Di
tengah aliran arus sungai yang begitu deras dan pukulan
ombak yang begitu besar, jika kedua gadis itu sampai
tercebur ke dalam sungai, niscaya jiwa mereka akan
hilang.

"Nona berdua, harap tunggu sebentar." teriak Lim


Han- kim tiba-tiba sambil mengejar.

92
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Tuan, kumohon biarlah kami berdua bunuh diri,


sebab hanya jalan inilah yang bisa menyelamatkan
jenazah kami dari kenistaan."

"Yakinkah kalian berdua bahwa sapu tangan tersebut


bisa menyelamatkan jiwa kamu berdua?" tanya Lim Han-
kim serius. Gadis berbaju hijau itu manggut-manggut.

" Lambang kupu-kupu serta elang yang tertera di akhir


surat itu pasti merupakan lambang dari pencuri obat
mustika itu, dengan adanya jejak tersebut berarti kami
bisa pulang untuk memberi laporan kepada nona kami"

" Kalau memang begitu, ambillah Gunakan untuk


memberi laporan kepada nona kalian," sambil berkata
demikian Lim Han-kim menyodorkan sapu tangan
tersebut.

Nona berbaju hijau itu mengulurkan tangan untuk


menerima, tapi sebelum menyentuh sapu tangan
tersebut, tiba-tiba ia menarik tangannya kembali sambil
serunya: "Kau sungguh-sungguh akan
menghadiahkannya kepada kami?"

Dengan air mata bercucuran dia awasi wajah Lim Ha


kim tanpa berkedip. seakan-akan tidak percaya. "Tentu
saja sungguh"

93
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

setelah menerima sapu tangan itu, gadis berbaju hijau


tersebut segera tertawa gembira, kepada rekannya ia
berseru: "Kita tak usah mati"

Tingkah lakunya begitu polos dan ke-kanak-kanakan.


Mendadak Li Bun-yang melangkah ke depan menghalangi
jalan pergi mereka berdua.

"Harap nona berdua tunggu sebentar, ada sesuatu


ingin kutanyakan kepada nona sekalian."

"soal apa?"

"Tadi nona berdua mengatakan harus memberi


laporan kepada nona kalian, boleh kutahu apakah nona
yang kalian maksudkan adalah pemimpin yang
menguasai pesanggrahan Tho-hoa-kit?"

Gadis berbaju hijau itu berpikir sebentar setelah itu


baru sahutnya:

"Kami hanya tahu menjalankan perintah dari nona


kami. soal apakah dia pemimpin dari pesanggrahan Tho-
hoa-kit atau bukan, kami sendiri pun kurang begitu jelas,
bila kau memang bernyali, mengapa tidak pergi
menjumpainya?"

"Boleh tahu bagaimana caraku menjumpainya?"

" Cari saja Liok Ling di loteng Hui-jui-lo" selesai


berkata cepat-cepat dia tarik tangan rekannya dan

94
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

terburu-buru meninggalkan tempat itu Memandang


bayangan punggung kedua orang gadis itu hingga lenyap
di kejauhan, Li Bun-yang menghela napas panjang, dia
seperti ingin mengucapkan sesuatu tapi segera
diurungkan setelah termenung sejenak. dia berpaling dan
bisiknya:

"saudara Lim, dunia persilatan penuh dengan kelicikan


dan tipu muslihat, bila kau harus bersikap jujur terhadap
setiap orang, bagaimana mungkin kau bisa bergerak
dalam dunia persilatan?"

Lim Han- kim hanya tertawa hambar, memandang


arus sungai yang mengalir deras dia hanya
membungkam diri. Li Bun-yang mengerti bahwa pemuda
itu memang tak suka banyak bicara, maka soal itu pun
tidak terlalu dipikirkan di dalam hati, kembali ujarnya:
"Tampaknya kita tak bisa menyeberangi sungai malam
ini"

"Bagaimana kalau kita menuju ke dermaga


penyeberangan?" usul Yu siau-liong sambil angkat bahu.

Li Bun-yang menghela napas panjang, "Aaaai,


seandainya adikku berada di sini, dia pasti bisa
mencarikan akal untuk menyeberangi sungai ini."

Berkilat sepasang mata Lim Han-kim, dia seperti


hendak mengucapkan sesuatu tapi kemudian niat
tersebut diurungkan Wajahnya kembali teriihat murung
95
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dan sedih. seolah-olah perasaannya sedang diselimuti


kekesalan yang dalam sehingga tidak tertarik oleh
persoalan apa pun.

Tiba-tiba, di tengah gulungan ombak dan arus sungai


yang deras, muncul setitik cahaya lampu di kejauhan,
Tak lama kemudian muncullah sebuah perahu yang amat
besar meluncur mendekat.

Dengan pengalaman yang begitu luas, Li Bun-yang


segera curiga setelah melihat kehadiran perahu itu,
kepada Lim Han-kim bisiknya:

"Saudara Lim, di tengah malam buta begini dari mana


datangnya perahu besar itu? Aku rasa lebih baik kita
sembunyikan diri, coba kita lihat dulu apa yang
sebenarnya akan terjadi"

BAB 4. perempuan Perahu Misteri


Yu Siau-liong cerdik lagi cekatan, begitu mendengar
peringatan itu cepat-cepat dia periksa keadaan di
sekelilingnya, Terlihat beberapa batang pohon besar
tumbuh beberapa kaki dari situ, Di sisinya terlihat pula
sebuah kuburan besar, Cepat serunya: "Lebih baik kita
bersembunyi di sana"

96
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Saudara cilik, kau benar-benar teliti" puji Li Bun-yang


sambil tertawa dan manggut-manggut Tanpa membuang
waktu, ia bergerak lebih dulu menuju ke balik pohon.

Yu siau-liong dengan menuntun kedua ekor kudanya


menyusul di belakang pemuda tersebut, Dalam sekejap
mata mereka telah menyembunyikan diri baik-baik.

sebaliknya Lim Han-kim seperti tidak menyadari akan


bahaya, ia masih berdiri di tepi sungai dengan termangu-
mangu, seolah-olah sama sekali tidak menyadari
perbuatan kedua orang rekannya. Perahu besar itu
meluncur datang dengan cepatnya, dalam waktu singkat
telah sampai di tepi sungai.

Cahaya lentera dalam perahu pun makin lama semakin


terang, Tampak bayangan manusia bergerak di ujung
geladak, Tiga buah layar yang besar mulai digulung,
sedang daya luncur perahu pun semakin melambat, jelas
sudah perahu itu siap mendarat

seorang manusia berbaju hitam yang berperawakan


tinggi besar berdiri di ujung perahu. Terompet yang
ditiupnya keras-keras mengeluarkan bunyi yang amat
memekakkan telinga.

Di tengah keheningan malam begini, suara terompet


itu dapat terdengar sampai puluhan li jauhnya, Perlahan-
lahan perahu itu makin merapat ke tepi daratan, lalu
sebuah papan dihubungkan dengan darat, Pintu ruang
97
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dalam perahu terbuka dan muncullah dua buah lampu


lentera.

Ketika Lim Han-kim coba memperhatikan tampak


olehnya dua orang yang membawa lampu lentera itu
adalah dayang kecil berbaju hijau. Dengan langkah yang
lemah gemulai mereka melewati papan menuju daratan,
Mengikuti di belakang kedua orang dayang cilik tadi
adalah empat orang bocah berusia empat- lima belas
tahunan yang berbaju hitam.

Baik dandanan maupun perawakan tubuh mereka


seimbang, masing-masing menyoren sebilah pedang di
punggungnya. Pita merah di ujung pedang mereka
berkibar-kibar tertiup angin malam yang kencang.

sementara itu di geladak perahu kelihatan banyak


orang sedang sibuk hilir mudik kian ke mari, tapi tidak
jelas terlihat apa yang sebenarnya sedang mereka
sibukkan. sinar lentera masih menerangi ruang perahu
itu.

Di sekeliling tempat itu pun penuh penjagaan, Dalam


pada itu dua orang dayang pembawa lentera tadi sudah
berdiri diam di tepi sungai, rambutnya yang panjang
berkibar-kibar pula terhembus angin malam. sementara
keempat orang bocah berbaju hitam yang menyoren
pedang itu dengan cepat menyebar dan mengurung Lim
Han- kim.

98
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Perlahan-lahan Lim Han- kim mengalihkan


pandangannya memandang sekejap wajah keempat
bocah berbaju hitam itu, tapi kemudian mengalihkan
kembali perhatiannya ke arus sungai yang mengalir deras
di tengah sungai.

Jelas keempat bocah berbaju hitam itu belum


mempunyai pengalaman dalam menghadapi musuh,
Masing-masing berdiri di satu sudut dan mengepung Lim
Han-kim rapat-rapat sementara pedangnya telah dicabut
ke luar, siap-siap melancarkan serangan, Tapi anehnya
keempat orang itu tidak segera melancarkan serangan,

setelah mengepung, mereka hanya mengawasi Lim


Han- kim dengan termangu-mangu, seakan-akan sedang
menantikan sesuatu.

saat itulah dari balik ruang perahu di kejauhan situ,


berkumandang suara perintah yang rendah lagi berat:
"Atas perintah dari Nio-nio...."

Serentak keempat bocah berbaju hitam itu meluruskan


tangan kirinya ke atas lalu sejajarkan sikunya dengan
dada, pedang di tangan kanan ditumpangkan pada
lengan kiri dan bersikap sangat menghormat Kedengaran
suara rendah dan berat itu bergema lagi: "Gusur ke atas
perahu si pengintip itu"

"Terima perintah Nio-nio" jawab keempat bocah itu


serentak
99
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mereka bergerak ke depan sambil membuka sebuah


jalan lewat menuju ke arah perahu, "Cepat naik ke
perahu" bentak bocah berbaju hitam yang berdiri di
sebelah kiri.

Lim Han-kim memandang arus sungai dengan


termangu, seakan-akan dia tak mendengar perintah itu.

Dengan gusar kembali bocah itu membentak "Congek


rupanya kamu?" sambil maju ke depan, ia lancarkan
sebuah bacokan ke tubuh anak muda tersebut.

Lim Han-kim tetap berdiri tak bergerak, seolah-olah


tidak merasa ada bacokan yang mengarah ke tubuhnya,
Ketika ujung pedang itu sudah hampir menyentuh tubuh
Lim Han-kim, tiba-tiba bocah berbaju hitam itu menarik
kembali serangannya, kemudian hardiknya lagi: "Aku
suruh kau naik ke perahu, dengar tidak?"

Lim Han-kim berkerut kening, sinar matanya berkilat


sekejap tapi segera berubah murung kembali
Dipandanginya keempat bocah berbaju hitam itu sekejap
lalu perlahan-Iahan maju ke depan.

Bagaikan sedang menghadapi musuh be-sar, keempat


bocah dengan pedang terhunus itu tetap mengawasi
lawannya tak ber-kedip. ujung senjata mereka selalu
mengancam keempat jalan darah penting di tubuh
lawannya.

100
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dalam keadaan begini, bila salah satu di antara bocah


berbaju hitam itu benar-benar melancarkan serangan,
niscaya Lim Han-kim akan terluka parah dan
bermandikan darah, Tapi pemuda berwajah murung itu
benar-benar memiliki nyali yang besar.

Mungkin juga ia yakin dengan keampuhan ilmu


silatnya sehingga terhadap ancaman pedang lawan yang
mengarah keempat buah jalan darahnya itu, ia sama
sekali tidak menaruh perhatian.

Dengan sikap yang dingin dan kaku, perlahan-lahan


dia berjalan menuju ke perahu raksasa itu. setelah
melewati papan penyeberangan sampai di ujung geladak.
ia segera jumpai lagi belasan orang lelaki berbaju ketat
warna hitam berdiri serius di sekitar situ.

"Ajak dia masuk ke dalam ruangan" suara perintah


tadi bergema lagi dari dalam ruangan. Keempat bocah
berbaju hitam itu serentak menggetarkan pedangnya
membentuk berkuntum- kuntum bunga pedang yang
membias di sekeliling arena, hardiknya lagi: " Cepat
masuk ke dalam ruangan"

Lim Han-kim memperhatikan sekejap sekeliling tempat


itu, kemudian baru melangkah masuk ke dalam ruangan,
Dua buah lilin sebesar lengan bocah mencorongkan sinar
terang dalam ruangan perahu itu

101
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Empat buah lentera berbanjar di sisinya, kain sutera


berwarna kuning menghiasi keempat belah dinding ruang
perahu itu, ditambah delapan biji mutiara sebesar
kelengkeng tertera di dinding berlapiskan kain kuning
tadi, Ketika terkena sorotan sinar lilin mutiara-mutiara itu
segera memantulkan sinar gemerlap yang amat
menyilaukan mata.

Dekat dinding sebelah belakang, di balik kain tirai


be^arna kuning, terdapat sebuah meja, kursi di belakang
meja itu dalam keadaan kosong.

Dengan sikap yang amat menghormat keempat bocah


berbaju hitam itu berdiri berjajar di depan kursi itu.
Bocah di sebelah kiri segera menjura sambil melapor:
"Tawanan telah sampai, siap menunggu perintah Nio-nio
selanjutnya"

Lim Han-kim sama sekali tak menggubris sikap bocah-


bocah itu. ia tetap berdiri santai sambil berpangku
tangan dan menikmati lukisan pemandangan alam yang
tergantung di dinding.

sementara dia masih termangu, dari balik ruang dalam


kedengaran suara kemerincingan nyaring, disusul
kemudian muncul empat orang dayang kecil berbaju
hijau yang mengiringi seorang nyonya berbaju kuning.

Lim Han-kim sama sekali tidak berpaling, dia masih


memandangi lukisan pemandangan alam yang
102
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tergantung di dinding, seakan-akan tak sadar kalau


dalam ruang perahu itu telah muncul serombongan
manusia lagi.

setelah mengambil tempat duduk di kursi kebesaran


itu, nyonya berbaju kuning itu baru membentak: "Kau
mengerti dosamu?"

Walaupun nada suaranya merdu bagaikan kicauan


burung nuri, tapi mengandung wibawa yang luar biasa,
hal mana membuat Lim Han-kim berpaling tanpa terasa.
Tapi ia segera tertegun dibuatnya.

Ternyata nyonya berbaju kuning itu meskipun memiliki


suara yang merdu seperti kicauan burung nuri, namun
memiliki wajah yang amat jelek dan menyeramkan
Mukanya penuh noda-noda berwarna hijau dan putih,
sekalipun tubuhnya mengenakan pakaian kuning yang
halus dan mahal harganya, namun tidak mengurangi
keseraman penampilannya, membuat siapa pun segan
untuk melihatnya kembali. Terdengar nyonya berbaju
kuning itu dengan suaranya yang merdu kembali
menengur:

"Setelah bertemu aku, berani amat kau tidak memberi


hormat, hmmm Besar nian nyalimu" Lim Han-kim hanya
tertawa hambar, ia tetap membungkam diri dalam seribu
bahasa.

103
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Hey, tuli rupanya kamu?" bentak nyonya berbaju


kuning itu lagi dengan penuh kegusaran-

Lim Han-kim mengerutkan keningnya, agak segan dia


bertanya: "Ada apa?"

Nadanya tetap dingin, hambar dan santai, sedikit pun


tidak merasa takut apalagi ngeri, Sikap seperti ini segera
membuat nyonya berbaju kuning itu tertegun, sampai
lama sekali dia termenung sebelum katanya lagi:

"Hmmm, belum pernah kujumpai di dunia ini ada


orang yang berani memandang enteng diriku"

Lim Han-kim angkat kepalanya memandang nyonya


berbaju kuning itu sekejap lalu pelan-pelan
menundukkan kepalanya lagi, seakan-akan tidak
mendengar teguran tersebut

Nyonya berbaju kuning itu bertambah gusar setelah


melihat sikapnya yang dingin dan tidak perduli, teriaknya
marah: "Aku tak percaya kalau di dunia ada orang yang
tahan siksaan badan, hmmm Cambuk dulu dua puluh
kali"

Satu di antara keempat dayang berbaju hijau yang


berdiri di belakang nyonya berbaju kuning itu menyahut.
Dia keluarkan sebuah cambuk kulit dari bawah meja, lalu
diayunkan ke tubuh pemuda itu.

104
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan suatu gerakan enteng Lim Han-kim


membalikkan badan menghindari serangan itu. Ujung
cambuk yang menimbulkan suara desingan angin tajam
menyambar lewat dari sisi bajunya, "He, he, he...
rupanya manusia latah yang menganggap ilmu silatnya
sudah cukup mahir...." jengek nyonya berbaju kuning itu
sambil tertawa dingin.

sementara pembicaraan masih berlangsung, dayang


kecil berbaju hijau itu sudah menarik kembali cambuknya
pergelangan tangannya digetarkan, cambuk tersebut
langsung membabat miring ke samping. Deruan angin
serangan yang memekak telinga pun bergema memenuhi
seluruh ruang perahu.

Lim Han-kim gerakkan sepasang bahunya, di tengah


bayangan cambuk yang menyambar dan membabat
terlihat badannya menyelinap kian ke mari dengan
entengnya. Dalam sekejap mata dayang kecil berbaju
hijau itu sudah melepaskan dua puluh kali cambukan,
namun tak satu pun yang berhasil mengenai badan Lim
Han-kim.

"Tahan" Tiba-tiba nyonya berbaju kuning itu


menghardik. Dayang kecil berbaju hijau itu serentak
menarik kembali cambuknya, gagal melukai musuhnya ia
jadi malu setengah mati, Pipinya berubah jadi merah
membara.

105
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim sendiri tetap bersikap dingin dan hambar,


susah untuk orang lain menduga apakah ia sedang
gembira atau marah. Gemerincingan suara nyaring
bergema membelah keheningan Perlahan-lahan nyonya
berbaju kuning itu meninggalkan tempat duduknya dan
maju ke tengah arena.

Dari tangan si dayang kecil tadi ia minta cambuk kulit


tersebut, kemudian katanya: "Tak heran kau begitu
sombong dan latah, ternyata punya kemampuan yang
dapat diandalkan.

Kalau kulihat dari kemampuanmu yang bisa


menghindari cambukan hanya dalam ruang beberapa
depa saja, rasanya ilmu meringankan tubuh yang kau
miliki benar-benar sudah mencapai kesempurnaan"

Lim Han-kim menghela napas panjang: "Aaaai,


hubungan antara kita bagaikan air sumur yang tidak
mencampuri air sungai, apa sebenarnya maksud kalian
menawanku ke dalam perahu ini?"

Tiba-tiba nyonya berbaju kuning itu tertawa sehingga


nampak sebaris giginya yang putih bersih dan rapi,
katanya: "Belum pernah ada orang yang berani
mengintip bila perahuku sedang berlayar lewat...."

Tiba-tiba ia berhenti bicara dan pusatkan perhatian


untuk mendengarkan sesuatu, suara perempuan itu
benar-benar merdu merayu, ditambah giginya yang rapi
106
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dan putih, Kalau tidak memandang wajahnya yang amat


jelek, orang pasti akan membayangkan betapa cantik
dan menariknya perempuan itu.

Tiba-tiba Lim Han-kim membalikkan tubuhnya dan


melangkah ke luar dari ruang perahu. Nyonya berbaju
kuning itu segera menyentak pergelangan tangan-nya,
tahu-tahu cambuk kulit itu sudah menyambar ke muka
langsung menggulung sepasang kaki Lim Han-kim,
tegurnya dingin, "Asal kau dapat menghindari tiga jurus
serangan cambukku, pasti akan kuijinkan kau turun dari
perahu ini dengan selamat."

Lim Han-kim menghimpun tenaga dalamnya,


mengikuti gerak sambaran cambuk itu dia bersalto satu
kali di udara, lalu melayang turun kembali ke pos isi
semula, Gerakan tubuh yang begitu lincah, ringan dan
cepat itu langsung mengejutkan nyonya berbaju kuning
itu. setelah termangu sekejap. cambuknya kembali
diayunkan menyapu miring ke samping.

Lim Han-kim mengibaskan tangan kanannya, tiba-tiba


berkelebat sinar perak dari ujung bajunya langsung
menghantam ujung cambuk yang dilancarkan nyonya
berbaju kuning itu. Tenaga pukulan yang sangat kuat
langsung menggetarkan cambuk itu hingga mental ke
belakang.

"Hmmm, hebat benar kepandaianmu." jengek nyonya


berbaju kuning itu sambil mengernyitkan dahi.
107
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pergelangan tangannya kembali digetarkan cambuk kulit


itu semula lemas tahu-tahu menjadi tegang dan kaku
langsung menusuk ke dada lawan, Lim Han-kim
mengerutkan kening, ia kibas tangan kirinya, Dengan
keras lawan keras ia cengkeram cambuk lawan.

Tatkala ujung cambuk dan cengkeraman pemuda itu


hampir bersentuhan, tiba-tiba nyonya berbaju kuning itu
merendahkan pergelangan tangannya, cambuk yang
semula menusuk lurus tahu-tahu berputar arah di tengah
jalan, ketika hampir menyentuh tanah, cambuk itu
berbelok menyambar ke kanan.

Perubahan dengan menggunakan tenaga yang


dilakukan dalam waktu singkat semacam ini merupakan
ilmu silat yang amat langka dalam dunia persilatan Mimpi
pun Lim Han-kim tidak menyangka kalau cambuk yang
sedang menusuk ke dadanya ternyata memiliki tiga
macam kekuatan yang berbeda dalam waktu yang
bersamaan. Untuk sesaat dia tak sanggup
menghadapinya, ujung cambuk itu langsung
menghantam lutut kanannya.

sebaliknya bagi nyonya berbaju kuning itu, meski ia


sanggup menggunakan tiga macam tenaga yang berbeda
dalam waktu yang bersamaan di dalam cambuk itu dan
tepat menghantam lutut kanan Lim Han-kim, tapi sayang
kekuatan yang terkandung dalam cambuk itu sudah jauh
berkurang sehingga tak mampu untuk melukai lawan.

108
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Begitu ujung cambuk menghantam lutut kanan


pemuda itu, senjata tersebut langsung lemas dan jatuh
ke tanah, Terlihat bayangan kuning berkelebat lewat,
diiringi suara gemerincingan nyaring, Nyonya berbaju
kuning itu sudah meninggalkan ruangan dan lenyap dari
pandangan, Lim Han-kim berdiri termangu diposisi
semula, wajahnya nampak lebih murung dan sedih.

Keempat bocah berbaju hitam itu dengan pedang


terhunus telah berdiri berjajar di muka pintu ruangan.
Tampaknya mereka sudah siap menghadang jalan pergi
pemuda itu,

Dengan wajah murung Lim Han-kim memperhatikan


sekejap sekeliling ruangan, kemudian perlahan-lahan
maju ke depan. Dari sikapnya itu, jelas dia sudah siap
menggunakan kekerasan untuk memaksa keempat bocah
berbaju hitam itu menyingkir dari posisi pintu ruang
kapal.

"Tunggu sebentar, tuan" Mendadak seorang dayang


kecil berbahu hijau memburu datang sambil berseru. Lim
Han-kim berhenti sambil berpaling, diawasinya dayang
kecil berbaju hijau itu tanpa berkata-kata

"siangkong" ujar dagang itu sambil tersenyum. "


Harap tunggu sebentar, tunggulah perintah dari Nio-nio"

"Ada apa?"

109
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Masa cuma kata-kata itu yang bisa kau ucapkan?"


tegur si dayang sambil tersenyum.

"Kecuali kalian mampu menghalangi kepergianku"

Alis matanya berkerut, sinar matanya berkelebat tiba-


tiba terlintas selapis cahaya terang dibalik wajahnya yang
murung. Dayang berbaju hijau itu agak tertegun,
katanya: "Setiap orang yang berada di perahu ini
mengerti silat dan rata-rata berkepandaian tinggi Kau
anggap dengan kemampuan yang kamu miliki, kau
seorang bisa pergi dari sini dengan mudah?"

Lim Han-kim tertawa hambar, ia meneruskan


langkahnya keluar dari ruang perahu itu. Serentak
keempat bocah berbaju hitam itu menggerakkan
pedangnya melancarkan serangan, selapis kabut pedang
segera menyelimuti seluruh angkasa, Lim Han-kim sama
sekali tak perduli seakan-akan tidak melihat adanya
kabut pedang yang menyelimuti di sekitar situ, ia tetap
meneruskan langkahnya ke depan-

"Berhenti" bentakan lembut kembali berkumandang


dari belakang tubuhnya. Lim Han-kim tidak perduli, dia
balas membentak: "Siapa berani menghalangiku,
mampus"

Dengan cekatan dia menerjang ke luar dari ruang


perahu, Empat bilah pedang dengan membawa empat
gulung cahaya tajam secepat kilat menyambar pula ke
110
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

depan, masing-masing menusuk empat buah jalan darah


penting di tubuh Lim Han-kim.

Terhadap datangnya ancaman itu Lim Han-kim tidak


menggubris. sepintas lalu ia nampak seperti tak siap,
namun begitu turun tangan cepatnya bagaikan sambaran
kilat Di antara ayunan tangan kanannya tahu-tahu ia
sudah cengkeram pergelangan tangan kanan seorang
bocah berbaiu hitam itu, kemudian dengan
menggunakan pedang di tangan bocah tersebut dia
tangkis serangan ketiga orang lawan lainnya.
"Traaaang..."

Dengan menimbulkan benturan nyaring, ketiga bilah


pedang itu sudah terpental ke belakang. Dalam posisi
demikian, meskipun bocah berbaju hitam itu masih
memegang pedang, sesungguhnya dia sudah kehilangan
kemampuannya untuk menguasai senjata tersebut Bukan
kepalang rasa terkejut dan ngerinya waktu itu,

Begitu berhasil menghancurkan serangan pedang yang


menghalangi jalan perginya, Lim Han-kim segera
menerjang ke luar dari ruang perahu. Tapi apa yang
kemudian terlihat di sekelilingnya membuat pemuda itu
tertegun, Ternyata perahu itu sudah berada di tengah
sungai.

Delapan orang manusia berbaju hitam dengan senjata


terhunus berdiri di sekeliling geladak. jika dilihat
dariposisi yang mereka tempati, tampaknya rombongan
111
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tersebut sedang membentuk sebuah barisan yang khusus


dipakai untuk menghalau terjangan musuh.

Lim Han-kim berlagak seakan-akan tidak melihat


kehadiran ke delapan jago bersenjata yang berdiri
dengan wajah membunuh itu, sorot matanya dialihkan ke
tengah sungai dan termangu- mangu. Wajahnya yang
semula sudah murung, kini nampak bertambah murung,
sepasang alis matanya berkerut, sinar matanya makin
memudar, ia berdiri termangu di sana bagaikan sebuah
patung.

Untuk beberapa saat lamanya kedua belah pihak


sama-sama berdiam diri tanpa melakukan sesuatu pun.
sementara itu, keempat bocah berbaju hitam tadi telah
mengejar pula ke luar dari ruang perahu, namun, mereka
sudah mulaijeri dan ngeri terhadap kehebatan ilmu silat
Lim Han-kim, sehingga tak seorang pun di antara mereka
berani bertindak sembarangan

sikap Lim Han-kim makin lama kelihatan semakin loyo,


tiba-tiba saja bagaikan orang yang terserang penyakit
parah, ia tak sanggup menopang tubuhnya lagi hingga
perlahan-lahan terperosok duduk di lantai.

Walaupun begitu, gempurannya yang jitu dan hebat


tadi rupanya masih meninggalkan kesan mendalam di
benak orang-orang berbaju hitam itu, sehingga mereka
pun tak berani sembarangan bertindak

112
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Angin malam berhembus kencang, suara ombak


memekikkan telinga, dari deruan angin dan deruan
ombak yang ramai dapat disimpulkan bahwa perahu
tersebut telah berada di tengah sungai, sepenanakan
nasi lamanya telah lewat, suasana tetap hening, sepi,
tanpa suatu kejadian pun.

saat inilah, dua orang dayang kecil berbaju hijau tiba-


tiba muncul di geladak sambil berkata: "Nio-nio ada
perintah, harap siangkong masuk ke ruang belakang
untuk berbincang-bincang . "

Perlahan-lahan Lim Han-kim berdiri, setelah manggut-


manggut, dia berjalan mengikuti kedua orang dayang itu,
Tampaknya dua orang dayang kecil berbaju hijau itu
tidak menyangka kalau pemuda berilmu tinggi yang
nampak sombong dan takabur? ini secara tiba-tiba dapat
berubah menjadi begitu lembut dan penurut, timbul rasa
heran di hati kecilnya.

"Aneh benar watak pemuda ini." pikirnya, "sungguh


tak terduga sikapnya dapat berubah-ubah semudah ini."

Di bawah iringan kedua orang gadis itu, Lim Han-kim


melangkah masuk ke ruang belakang, sesudah melewati
ruang perahu yang megah dan mewah itu, dayang
berbaju hijau yang di sebelah kiri membuka sebuah tirai
kuning di sampingnya seraya berseru: "Siangkong,
silahkan masuk ke mari."

113
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim memperhatikan sebentar sekeliling


ruangan itu, kemudian melangkah masuk, Dayang
berbaju hijau itu segera turunkan kembali tirai kuningnya
dan merapatkan pintu ruangan.

Tempat itu merupakan sebuah ruangan yang kecil tapi


indah dan rapi, empat belah dindingnya berwarna biru
langit, sebuah meja berukiran indah terletak di tengah
ruangan, Di atas meja telah tersedia empat macam
hidangan lezat dan arak wangi.

Waktu nyonya berbaju kuning itu sudah


menanggalkan dandanan mewahnya, kini dia memakai
baju panjang berwarna biru langit Rambutnya yang
panjang dibiarkan terurai di bahu, ia berdiri di depan
jendela, membiarkan angin sungai mengibarkan rambut
serta bajunya.

Lim Han-kim memperhatikan sebentar situasi di


sekelilingnya, kemudian sambil bersandar di dinding
ruangan, ia berdiri membungkam. "Apakah kau anggap
aku jelek sekali?" Terdengar suara merdu itu
berkumandang, Lim Han-kim hanya mengerdipkan
matanya beberapa kali, dia tetap membungkam diri.
suara merdu itu bergema lagi: "Aku bernama Liu Bi-ji,
tapi orang jarang memakainya untuk menyebutku
biasanya orang memanggilku Kim Nio-nio, kau akan
memanggilku dengan sebutan yang mana?" Kali ini Lim
Han-kim berkedip pun tidak, apalagi menjawab.

114
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Eeei, mengapa kau membungkam terus?" tegur Kim


Nio-nio.

sambil berbicara, perlahan-lahan ia membalikkan


badan. Ketika menjumpai Lim Han-kim berdiri sambil
pejamkan mata, kembali ia berkata sambil menghela
napas panjang: "Maukah kau membuka mata menatap
wajahku?"

Dengan mata tetap terpejam Lim Han-kim berkata:


"Sebenarnya apa maksudmu menawanku ke perahu ini?
cepat bebaskan aku kalau tidak...."

"Hahahahaha... kalau tidak mengapa?" Kim Nio-nio


tertawa terkekeh kekeh, "setiap orang yang pernah
singgah di istana perahuku ini, selalu hanya ada dua
pilihan...."

"Hmmm, dua pilihan yang bagaimana?"

"Kesatu, bersedia takluk dan jadi anak buahku, Kedua,


mati dan mayatnya ditenggelamkan ke sungai untuk
umpan ikan."

Lim Han-kim tidak menggubris lagi, perlahan-lahan dia


sandarkan tubuhnya di dinding perahu lalu pejamkan
mata, diam-diam ia putar otak mencari akal untuk
meloloskan diri

Kim Nio-nio merupakan seorang jago kawakan yang


sangat berpengalaman di dalam dunia persilatan, entah
115
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sudah berapa banyak tokoh silat yang berhasil


dikalahkan atau ditaklukkannya, Tapi menghadapi
pemuda dingin yang tenang dan berkepandaian ampuh
ini, dia merasa sedikit serba salah.

Namun bagaimanapunjuga ia sudah cukup makan


asam garam, ia sadar untuk menghadapi manusia yang
tak takut mati dan tidak tertarik dengan pangkat serta
kekayaan ini dia mesti bertindak secara halus.

Dia harus menunggu sampai pemuda itu berbicara


lebih dulu, kemudian mencari titik kelemahan dari
pembicaraannya dan mempergunakannya untuk
memaksa dia menuruti kehendak hatinya.

Dia yakin setiap manusia pasti punya kelemahan,


hanya kelemahan setiap orang berbeda. Karena itu Liu
Bi-ji membalikkan badan memandang ke luar jendela dan
tidak, berbicara lagi.

Ternyata dugaannya benar juga, ketika sampai lama


tidak mendengar perempuan itu berbicara, Lim Han-kim
jadi habis sabarnya, tanpa terasa dia membuka matanya
kembali Keningnya segera berkerut setelah menjumpai
perempuan itu hanya memandang ke luar jendela
seakan-akan sedang kenikmati keindahan malam, diam-
dlam pikirnya:

"sekarang, perahu ini berada di tengah sungai, jelas


aku tak bisa memaksa untuk menepi lagi, Agaknya aku
116
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mesti membekuk Kim Nio-nio dengan serangan kilat,


begitu tertangkap aku akan memaksanya untuk
menghantarku ke daratan.,.."

Di tengah hembusan angin malam, tiba-iiba terdengar


suara orang sedang memanggil toakonya, suara itu
penuh rasa cemas dan panik, Lim Han- kim segera
mengenali suara itu sebagai suara adiknya, Yu siong-
liong. satu ingatan segera melintas dalam benaknya, ia
tak dapat menanti lebih lanjut dengan membiarkan
perahu itu terbawa arus semakin menjauhi tempat
tersebut Berkilat sepasang mata pemuda ini, dengan
suatu gerakan cepat bagaikan sambaran kilat ia melejit
ke hadapan Kim Nio-nio lalu mencengkeram bahunya
dengan sambaran kilat

Biarpun Kim Nio-nio sedang berdiri membelakanginya,


tapi ia seakan-akan punya mata di punggungnya, Begitu
Lim Han- kim bergerak maju, dia pun memutar badannya
secara tiba-tiba dan menghindar sejauh lima depa ke
samping.

Di bawah sinar lentera, tampak matanya yang


mendelik besar memancarkan sinar kecerdikan, sambil
tersenyum tegurnya: "Tak kusangka manusia macam kau
pun berani membokong orang"

Kontan Lim Han-kim merasakan mukanya jadi merah


padam dan panas, cepat-cepat serunya. "Kalau kau tidak

117
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

cepat-cepat menghantarku ke darat, jangan salahkan


kalau kuserang lagi dengan lebih ganas."

Kim Nio-nio tersenyum, "saat ini malam sudah larut,


lagipula hidangan lezat dan arak wangi sudah tersedia.
Apakah kau tidak merasa bahwa pertarungan dalam
keadaan begini hanya akan merusak suasana?"

sekalipun wajahnya penuh bopeng, namun selagi


tersenyum, perempuan itu punya daya pikat yang amat
menawan. Lim Han-kim berusaha mengendalikan gejolak
perasaannya, setelah tenang sahutnya dingin: "saudara
ku sedang mencariku, aku harus mendarat sekarang
juga."

Kembali Kim Nio-nio tertawa hambar, "Di kolong langit


dewasa ini, belum pernah ada orang yang berani
memerintahku untuk berbuat sesuatu yang menentang
kehendak hatiku."

Lim Han-kim tidak banyak bicara lagi, sambil


membalikkan tubuh secepat petir dia menerjang maju,
sementara tangan kanannya melepaskan sebuah
pukulan, Kembali Kim Nio-nio menggerakkan bahunya,
tahu-tahu dia sudah menyingkir lagi sejauh tiga depa.

Lim Han-kim kuatir tenaga pukulannya merusak


dinding ruangan perahu, sebelum serangannya
menyentuh benda tersebut tiba-tiba saja dia menarik
kembali pukulannya sambil melepaskan sebuah totokan.
118
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan santai Kim Nio-nio menjinjing gaunnya


sehingga nampak kakinya yang putih bersih, sekali
melompat ia sudah meloloskan diri dari totokan kilat
tersebut, "Eeei, rupanya kau benar-benar ingin tarung
denganku." tegurnya sambil tertawa.

"Baiklah, kalau ingin bertempur, lebih baik nikmati


dulu hidangan yang sudah tersedia kemudian kita
bertarung sepuasnya di geladak perahu sebelah sana...."

Begitu dua kali serangannya gagal mencapai sasaran,


Lim Han- kim segera menarik kembali tangannya
melintang sejajar dada. Kemudian secepat kilat dia
mengejar ke muka dan melepaskan satu serangan hgi
dengan jurus "Membersihkan Debu Berbincang santai."

Kim Nio-nio tertawa terkekeh- kekth, "Hahaha... hati-


hati, jangan sampai menghancurkan cawan dan mangkuk
di meja." ejeknya,

Di tengah suara tertawanya yang merdu ia melompat


ke atas dan lagi-lagi berhasil menghindari diri dari
sergapan tersebut Lim Han- kim mendengus dingin,
menggunakan kesempatan selagi tubuh lawan belum
melayang turun ke lantai, telapak tangan kanannya yang
sejajar dada kembali melepaskan sebuah pukulan cepat.

serangan tersebut boleh dibilang dilepaskan tepat


pada saatnya, bersamaan ketika kaki Kim Nio-nio

119
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

melayang turun ke lantai, angin pukulan Lim Han- kim


yang keras telah menyambar tiba.

Jangan dilihat Kim Nio-nio hanya seorang perempuan


yang lemah lembut, ternyata dia memiliki ilmu silat yang
betul-betul mengerikan, dalam keadaan begini ia sama
sekali tidak panik, Di antara ayunan tangannya,
mendadak tubuhnya melejit lurus ke atas.

Kakinya menyusut ke atas dan di sela-sela waktu yang


amat singkat ia sudah berjumpalitan di udara lalu
melayang turun di atas bangku di sisi ruangan.

"Hebat nian ilmu merintangkan tubuh perempuan


ini...." puji Lim Han-kim termangu sejenak, Cepat-cepat
dia menarik kembali serangannya sambil bersiap sedia.

Dengan suatu gerakan yang ringan tapi amat indah,


Kim Nio-nio melayang turun ke atas bangku kuyu itu
setelah membereskan rambutnya yang terurai, katanya
sambil tersenyum: "Kau tak boleh bertarung lagi...."

sementara itu suara teriakan Yu siau-liong kedengaran


makin menyayat hati, suaranya melengking berbaur
dengan suara ombak membuat pemandangan yang amat
tak sedap. Wajah Han-kim berubah semakin berat dan
gelap. sesudah berpikir sejenak, mendadak ia menerjang
ke luar dari ruangan-

120
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Berhenti" bentakan nyaring menggema di udara.


Tiba-tiba Kim Nio-nio melompat ke depan, secepat kilat
jari tangannya menyambar ke muka melepaskan sebuah
cengkeraman

Lim Han-kim membalikkan tubuhnya, dengan ujung


jari telunjuknya dia balas menotok urat nadi perempuan
itu Kim Nio-nio merendahkan pergelangan tangannya ke
bawah, lalu berbalik menotok jalan darah "Ci-ti-hiat" di
dada Lim Han-kim Tampak dua jari tangan saling
berputar, sebentar naik sebentar turun, dalam sekejap
mata kedua belah pihak telah bertarung lima gebrakan.

Kelima jurus gebrakan tersebut dilakukan sama-sama


cepat dan sama-sama berbahayanya, masing-masing
pihak berusaha merobohkan lawannya dalam waktu
tercepat. Tiba-tiba Kim Nio-nio melepaskan sebuah
tendangan kilat, di antara gaunnya yang berkibar,
kelihatan betis dan pahanya yang putih mulus dan
menawan hati.

Dengan perasaan terperanjat Lim Han- kim menyusut


mundur dan menghindar sejauh tiga depa, Terdengar
Kim Nio-nio menghela napas panjang: "Aaaai,.,
berdasarkan kemampuanmu yang berani melayani
pertarungan jarak dekat, sudah sepantasnya kalau
kuhantar kau mendarat...."

121
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mendadak ia menarik kembali wajahnya yang penuh


senyuman, dengan serius dan bersungguh-sungguh ia
memberi hormat kemudian menambahkan.

"Dapat berjumpa berarti di antara kita memang


berjodoh, silahkan menikmati hidangan seadanya lebih
dulu, kemudian pasti akan kuhantar kau kembali ke
daratan"

selagi tertawa, perempuan itu kelihatan menawan


hati, tapi selagi serius ia justru menunjukkan
kewibawaan yang luar biasa. Lim Han- kim merasa
seakan-akan dia berhadapan dengan dua orang yang
berbeda. Menghadapi kewibawaan yang terpancar dari
wajah perempuan tersebut, tanpa terasa dia pun balas
memberi hormat.

"Terima kasih atas kebaikan Nio-nio, aku kuatir adikku


terlalu cemas sehingga terjadi sesuatu yang tak
diinginkan...."

Kim Nio-nio tidak banyak bicara lagi, ia bertepuk


tangan sekali, Tirai bergerak, muncul seorang dayang
kecil berbaju hijau dari luar ruangan, dengan sikap
sangat menghormat katanya: "Siap menantikan titah Nio-
nio"

"Perintahkan mereka untuk putar kemudi dan hantar


tuan muda ini ke tempat semula"

122
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dayang kecil berbaju hijau itu mengiakan dan segera


mengundurkan diri, Perlahan-lahan Kim Nio-nio duduk
kembali, sambil menuding bangku di hadapannya ia ber-
kata: "Gelisah pun tak usah terburu-buru, silahkan
duduk"

Lim Han-kim berpikir sejenak, tapi akhirnya duduk.


Kim Nio-nio mengangkat cawan di hadapannya,
Memenuhi dulu cawan di hadapan Lim Han-kim dengan
arak, kemudian setelah memenuhi pula cawannya, dia
ber-kata: "Hampir semua jago di dunia persilatan tahu
kalau di dunia ini terdapat seorang perempuan bernama
Kim Nio-nio yang malang melintang di sungai besar, tapi
jarang ada yang pernah menjumpai raut wajah asliku
kecuali beberapa orang dayang di sampingku." Lim Han-
kim hanya mendehem tanpa menjawab.

Kim Nio-nio mengira dia hendak berbicara,


ditunggunya sebentar Melihat pemuda itu tetap
membungkam, tanpa terasa tegurnya sambil tersenyum:
"Kelihatannya kau tak suka banyak bicara?"

Lim Han-kim manggut-manggut. Kembali Kim Nio-nio


tersenyum:

"Kehebatan ilmu silatmu dan keketusan sikapmu


benar-benar jarang dijumpai dalam dunia persilatan"

"Ilmu silat yang nona miliki pun tidak berada di bawah


kepandaianku."
123
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kim Nio-nio membenahi rambutnya yang terurai di


bahu, perlahan-lahan ia berkata: "jika usiamu sudah
mencapai tiga puluh tahunan, memiliki ilmu silat sehebat
ini bukan terhitung hebat dan aneh. Tapi usiamu baru
dua puluh tahunan, ilmu silatmu sudah mencapai puncak
kesempurnaan- Kejadian semacam ini benar-benar
sangat langka."

"Nona terlalu memuji"

Tiba-tiba Kim Nio-nio menghela napas paniang:


"Aaaai... setelah berpisah malam ini, entah sampai kapan
kita baru berjodoh untuk bertemu lagi Tuan muda,
bersediakah kau memberitahu siapa namamu?"

"Aku Lim Han-kim"

"Berapa umurmu tahun ini?" Kembali Kim Nio-nio


bertanya sambil tertawa manis. Lim Han-kim tertegun,
untuk sesaat dia tidak menjawab.

Terhadap sikap pemuda tersebut ternyata Kim Nio-nio


tidak memasukkannya ke dalam hati, sambil tersenyum
ia kembali berkata: "Kalau kupandang sikapmu yang
dingin, sayu, murung dan hambar, hampir kukira kau
sudah kakek-kakek bangkotan. Aaaai... masih muda
sudah mempunyai watak murung semacam ini,
nampaknya kau memiliki masa lalu yang amat
memedihkan hati?"

124
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

setelah berhenti sejenak. tambahnya: "Kalau tidak


salah taksir, usiamu sudah dua puluh tahun bukan?"

"Aku sudah dua puluh satu tahun." perlahan-lahan Kim


Nio-nio menundukkan kepalanya sambil membalik badan.
sampai lama kemudian ia baru berpaling kembali, hanya
genangan air mata masih nampak membasahi kelopak
matanya, sambil tersenyum katanya lagi: "Umurku empat
belas tahun lebih tua, tak ada salahnya kalau kupanggil
kau sebagai saudara cilik bukan "

"Soal ini, soal ini...."

"Sebagai sesama anggota dunia persilatan kau tak


usah terikat oleh segala tata cara dan tradisi...."
Kemudian setelah berhenti sebentar, terusnya: "Andaikan
adikku masih hidup, tahun ini usianya semestinya sebaya
dengan usiamu."

"Adikmu?"

"Yaa, dia lenyap ketika masih berumur tiga tahun,


hingga kini jejaknya belum kutemukan Aaaai... Mogg-
moga Thian masih melindungi sehingga kami kakak
beradik bisa berkumpul kembali suatu hari kelak."

Melihat kesedihan yang menyelimuti wajah perempuan


itu, Lim Han-kim ingin sekali mengucapkan kata-kata
menghibur tapi akhirnya dia urungkan niat tersebut.

125
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

setelah menyeka air matanya, Kim Nio-nio


meneruskan: "saudaraku agak mirip dengan wajahmu,
meski kesan tersebut tertinggal sewaktu dia masih kecil
dulu, namun selalu membekas dalam benakku secara
nyata, Dalam bayanganku, andaikata dia sudah tumbuh
dewasa, semestinya ia mempunyai perawakan setinggi
kau"

segulung angin sungai berhembus lewat menyingkap


gaun yang dikenakan sehingga kelihatan lagi betis dan
pahanya yang putih bersih. Buru-buru dia menarik turun
gaunnya untuk menutupi kakinya yang telanjang, lalu
setelah pejamkan mata ia bertanya: "Tuan muda Lim,
apakah kau memandang rendah diriku?"

"Entahlah" jawab Lim Han-kim sambil tertawa hambar


Mula-mula Kim Nio-nio tertegun, menyusul kemudian
katanya sambil tertawa segan: "Ya benar, kau tak pernah
mau mencampuri urusan orang lain bukan?"

Lim Han-kim menghela napas panjang, ia seperti mau


bicara tapi kemudian niat tersebut diurungkan

Kim Nio-nio bangkit berdiri, sambil mengangkat


cawannya dia berkata: "sebentar lagi perahu akan
menepi, sebelum berpisah, biar kuhormati secawan arak
dulu untukmu."

Lim Han-kim tidak menampik, dia mengangkat


cawannya dan sekali teguk menghabiskan isinya.
126
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pada saat itulah kedengaran suara orang


berkumandang masuk: "Lapor Nio-nio, perahu telah
mendarat"

BAB 5. Geger Di Kuil Awan Hijau


Lim Han-kim sebera bangkit berdiri, memberi hormat
dan berlalu dari sana dengan langkah lebar, "saudara
cilik, tunggu sebentar" Tiba-tiba Kim Nio-nio berteriak
sambil menghentikan langkahnya, Lim Han-kim
berpaling, Sambil menyusul datang Kim Nio-nio berkata:"
walaupun kau tak berminat menganggapku sebagai
kakak. namun aku punya maksud menganggapmu
sebagai adik, Perduli bagaimana pandanganmu
terhadapku yang pasti aku dapat menemukan kembali
adikku yang hilang lewat nada suara, wajah serta
senyumanmu. . . . "

Dari sakunya dia keluarkan sebuah lencana terbuat


dari emas, sambil disodorkan ke hadapan pemuda
tersebut, tambahnya: "Anggaplah lencana emas ini
merupakan tanda mataku untukmu, siapa tahu benda ini
akan berguna bagimu di kemudian hari."

Lim Han-kim berpikir sebentar, lalu mengangguk:


"Baiklah, akan kuterima pemberian ini"

Tanpa dilihat lagi, ia masukkan lencana tersebut ke


dalam sakunya, Kim Nio-nio tertawa sedih, serunya:
"Moga-moga Thian dapat mengaturnya kembali waktu
perjumpaan kita di kemudian hari, Dan sewaktu kita
127
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bertemu lagi nanti, kuharap kau sudah dapat


melenyapkan kemurungan yang meliputi wajahmu,
Ingatlah, mesti banyak kejadian sedih terdapat di dunia
ini, namun masih banyak pula kenangan manis yang bisa
dibayangkan kembali, saudara cilik, semoga kau baik-
baik menjaga diri dan maaf cici tidak dapat menghantar"

Lim Han-kim menjura beberapa kali dan melangkah ke


luar dari ruang perahu dengan langkah lebar. Tujuh
delapan orang lelaki bersenjata yang berdiri berjajar di
geladak serentak membungkukkan badan memberi
hormat.

Lim Han-kim menyapu pandang sekejap ke sekeliling


tempat itu, lalu tanpa membuang waktu lagi sebera
melangkah naik ke daratan,

Waktu itu Yu siau-liong sudah menanti di tepi sungai,


Begitu melihat Lim Han-kim naik ke darat, ia segera lari
menyambutnya. Kemudian sambil menghembuskan
napas panjang keluhnya: "Huuh, hampir saja membuatku
mati karena panik"

Tampak Li Bun-yang sambil mengempit dua batang


kayu sepanjang tiga depa sedang memburu datang, Tapi
begitu melihat Lim Han-kim telah mendarat dengan
selamat, sambil tersenyum ia buang kayu-kayu itu ke
atas tanah.

128
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Betapa terharunya Lim Han-kim setelah melihat


batangan kayu itu, dia tahu Li Bun-yang hendak
menggunakan daya apung kedua batang kayu itu untuk
mengejar perahu serta berusaha menyelamatkan
jiwanya. Tapi sebagai pemuda yang segan banyak cakap.
kali ini pun ia cuma manggut-manggut sambil tersenyum
Dengan suara setengah berbisik Li Bun-yang sebera
berkata:

"Tampaknya perahu besar itu adalah istana berjalan di


tengah sungai yang sudah kondang namanya dalam
dunia persilatan Tak nyana saudara Lim bisa pulang
dengan selamat, sungguh membuat aku kagum.
Tampaknya pertempuran yang kau alami tadi sangat
sengit dan dahsyat...."

sambil tertawa Lim Han-kim menggeleng berulang


kali: "Keliru Mereka tidak memaksa aku untuk bertempur,
malah merekalah yang menghantarmu kembali ke sini."

"Aaah, masa begitu?" seru Li Bun-yang keheranan

Belum sempat Lim Han-kim menjawab, mendadak


kedengaran suara seorang perempuan berseru: "Tuan
muda Lim, apakah kau hendak menyeberang?"

"Sekalipun ingin menyeberang, aku tak berani


merepotkan kalian untuk menghantar."

129
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dari atas perahu besar itu pelan-pelan diturunkan


sebuah sampan kecil, kemudian mereka naikkan papan
pendarat dan berlayar lagi ke tengah sungai, Hanya
dalam waktu singkat perahu besar itu sudah lenyap di
kejauhan sana, kecepatannya sungguh luar biasa.
sementara sampan kecil yang diturunkan tadi, pelan-
pelan meluncur ke tepian.

sampan tersebut didayung oleh dua orang dayang


kecil berbaju hijau, samar-samar Lim Han-kim mengenali
kembali salah seorang di antaranya sebagai dayang yang
membawanya masuk ke ruang dalam untuk menjumpai
Kim Nio-nio tadi. Tampak dayang itu menghampiri Lim
Han-kim, setelah memberi hormat katanya lembut:

"Hamba mendapat perintah untuk menghantar tuan


muda menyeberangi sungai ini"

Lim Han-kim coba memperhatikan sampan tersebut


Tampak kedua ujung sampan tersebut berbentuk runcing
dan memanjang mirip ujung tombak. sedang badannya
pipih memanjang, paling banter hanya bisa memuat tiga
sampai lima orang.

Melihat keraguan pemuda tersebut, sambil tersenyum


dayang berbaju hijau itu berkata lagi: "Tuan muda tak
usah kuatir, sejak kecil aku dibesarkan dalam air, kami
sudah terbiasa mengendalikan sampan sekecil ini,
tanggung tuan muda tak. akan dibuat panik apalagi
kaget."
130
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Tapi sampanmu begitu kecil, mana mungkin bisa


menyeberangi kami bertiga, ditambah dua ekor kuda?"
tukas Yu siau-liong" ragu-ragu.

"Jangan kuatir" sahut si dayang sambil tertawa,


"sampan ramping semacam ini memiliki daya apung yang
luar biasa besarnya, Asal kuda-kuda itu tidak berjingkrak
di atas sampan, tanggung kalian bisa kuseberang-kan
dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu pun."

Yu siau-liong tak berani sembarangan mengambil


keputusan, ia memandang kakaknya sekejap baru
katanya: "Toako, apakah kita akan menggunakan
sampannya?" Lim Han-kim berpikir sebentar, akhirnya
mengangguk "Tuntunlah kuda-kuda itu ke sampan"

Yu siau-liong mengiakan dan sebera ber-lalu, Tak lama


kemudian ia sudah muncul di tepi sungai sambil
menuntun dua ekor kuda.

Kedua orang dayang itu menurunkan dulu kedua ekor


kuda tersebut ke atas sampan, kemudian baru ujarnya
sambil tertawa: "Silahkan kalian bertiga naik ke sampan"

Li Bun-yang melompat turun dulu ke sampan, disusul


kemudian oleh Lim Han-kim dan Yu siau-liong. Li Bun-
yang sudah cukup lama bergerak di dalam dunia
persilatan pengalamannya cukup matang, Begitu
melompat ke sampan, secara diam-diam dia awasi gerak

131
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

gerik kedua orang dayang itu. Walau di luarnya ia


bersikap santai.

Cara kerja kedua orang dayang itu tampak sungguh


berpengalaman Satu mendayung yang lain memegang
kemudi, dalam waktu sekejap mereka sudah berada di
tengah sungai, Gulungan ombak yang besar sama sekali
tidak mengolengkan sampan kecil itu. Bagaikan anak
panah yang terlepas dari busurnya, sampan itu meluncur
lurus ke pantai seberang.

sementara itu Lim Han-kim duduk bersila di lantai dan


memejamkan matanya untuk mengatur pernapasan
Ketika Li Bun-yang mencoba memperhatikan pemuda
tersebut dan melihat jidatnya basah oleh butiran
keringat, hatinya jadi sangat keheranan Tapi ia segan
untuk bertanya, terpaksa pertanyaan tersebut
disimpannya di, dalam hati. Ketika mencapai pusat
sungai, ombak yang menggulung makin lama semakin
besar, ditambah beban yang dibawa sampan itu amat
berat, membuat sampan itu naik turun hampir rata
dengan permukaan air, keadaan sungguh mengerikan.

Untung saja kedua orang dayang itu sangat mahir


mengendalikan sampannya, setelah berjuang hampir
setengah jam lamanya, akhirnya sampailah mereka di
pantai seberang, Dengan menuntun kudanya Yusiau-
liong mendarat duluan diikuti Li Bun-yang, Hanya Lim

132
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han-kim tetap duduk bersila tanpa bergerak, sementara


butiran keringat yang membasahi jidatnya makin deras.

Dua orang dayang itu keheranan, tak tahan seorang di


antaranya berseru keras, "Tuan muda Lim, perahu telah
merapat dengan darat. Kami masih harus kembali untuk
membuat laporan...."

Perlahan-lahan Lim Han-kim membuka matanya dan


melompat turun dari sampan tersebut setelah berjalan
beberapa langkah, dia baru membalikkan badan sambil
katanya: "Terima kasih atas bantuan nona berdua."

"Tidak berani." Kedua orang dayang itu menyahut,


sambil tertawa, "Harap tuan muda menjaga diri baik-
baik." sampan itu didayung kembali ke tengah sungai,
Dalam waktu singkat mereka sudah lenyap di balik
gulungan ombak.

selama ini Li Bun-yang memperhatikan terus keadaan


Lim Han-kim. Ketika itu ia menjumpai keringat yang
membasahi dahi pemuda tersebut telah hilang, perasaan
tegang pun telah pulih menjadi kemurungan, hal mana
membuatnya semakin tak habis mengerti, pikirnya: "Jika
dilihat dari keadaannya tadi, dia seakan-akan terserang
penyakit yang amat berat, tapi sekarang keadaannya
normal kembali, Betul-betul sangat aneh...."

Makin dipikir ia merasa semakin tak habis mengerti,


makin diingat makin kebingungan Tetapi dengan
133
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pengalamannya yang cukup luas dalam dunia persilatan,


ia mengerti bahwa hal semacam itu tabu untuk
ditanyakan, maka masalah tersebut pun hanya disimpan
di dalam hati.

setelah mendarat, berangkatlah ketiga orang itu


menuju ke Kuil Awan HHijau di Bukit Ciong-san. Li Bun-
yang sangat hafal dengan daerah di sekitar sana,
Dipimpin olehnya, perjalanan mereka bertiga merasa
lebih cepat dan gampang.

Kurang lebih dua jam kemudian, di kala matahari


mulai terbit di ufuk Timur, sampailah mereka bertiga di
depan Kuil Awan Hijau, Bangungan Kuil Awan Hijau tidak
termasuk luas, sekeliling pagarnya hanya memakai tanah
seluas setengah hektar saja.

Baru saja mereka bertiga sampai di luar kuil, tiba-tiba


pintu gerbang yang semula tertutup rapat itu terbuka
lebar, lalu seorang imam berjenggot panjang yang
berusia antara empat puluh tahunan muncul di muka
pintu menyambut kedatangan mere-ka.

Buru-buru Li Bun-yang berebut maju ke muka sambil


berseru: "Terima kasih, terima kasih, kami tak berani
merepotkan totiang untuk menyambut sendiri
kedatangan kami."

Ternyata imam ini tak lain adalah ketua Kuil Awan


Hijau yang sedang mereka cari, sambil tersenyum ketua
134
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kuil Awan HHijau menyapa: "Tuan muda Li, rupanya kau


pun ikut datang."

"Sudah lama aku tidak mengunjungi ketua, rasanya


kangen sekali, itulah sebabnya aku datang bertandang."
jawab Li Bun-yang tertawa.

"Aaah... aku mana berani menerima kunjungan ini,


silahkan masuk ke dalam kuil untuk minum teh."

sementara itu dua orang imam kecil muncul dari


belakang imam tersebut untuk menerima tali les kuda
dari tangan Yu siau-liong.

Yu siau-liong memperhatikan kedua orang imam kecil


itu sekejap, lalu menyerahkan tali les kudanya kepada
mereka dan menurunkan bekalan dari punggung kuda.

Dengan sinar mata yang tajam bagaikan sengatan


listrik, ketua Kuil Awan Hijau memperhatikan Lim Han-
kim dan Yu siau-liong sekejap. lalu tanyanya perlahan:
"siapakah di antara kalian yang bernama tuan muda
Lim?"

"Aku yang muda Lim Han-kim." Pemuda Lim segera


memberi hormat. "Boleh kutahu apakah tuan adalah
ketua Kuil Awan Hijau Ci Mia-cu?"

"Yaa, akulah orangnya." Imam itu terse-nyum, "Ibu


Anda telah mengirim surat lewat burung merpati yang
mengabarkan bahwa kau akan tiba di sini dalam
135
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

beberapa hari ini, karena itulah sudah cukup lama


kunantikan kedatangan tuan muda."

Dengan sedih Lim Han-kim menghela napas panjang,


kepalanya ditundukkan rendah-rendah. Dengan kening
berkerut Ci Mia-cu memperhatikan pemuda itu sekejap.
tapi cepat ujarnya lagi: "Silahkan masuk ke dalam kuil"

sambil berkata ia berjalan duluan menuju ke depan. Li


Bun-yang, Lim Han-kim dan Yu siau-liong sebera
mengikuti di belakang ketua Kuil Awan Hijau itu,
sementara kedua orang imam kecil tadi dengan
menuntun kuda berjalan lewat jalan setapak di sisi
bangunan.

setelah melewati pelataran yang penuh ditumbuhi


bunga tho, mereka menaiki tujuh lapis anak tangga yang
terbuat dari batu keras, kemudian masuk ke sebuah
halaman lagi melalui sisi kiri gedung utama.

sebaris pohon bunga tho tumbuh mengelilingi sebuah


bangunan mungil ci Mia-cu langsung mengajak ketiga
orang tamunya memasuki ruangan tersebut.

Dalam ruangan tampak teratur rapi meja kursi yang


terbuat dari bambu, lantainya sangat bersih, seorang
imam kecil berdiri lurus di samping, "silahkan duduk...."
bisik Ci Mia-cu dengan lirih. Lalu kepada imam kecil di
samping ruangan ia berkata: " Hidangkan air teh"
136
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Imam kecil itu mengiakan dan segera berlalu, Selang


beberapa saat kemudian dia telah muncul kembali
dengan membawa sebuah baki kayu.

"Silahkan kalian bertiga minum teh, aku hendak


mohon diri sekejap." kata ci Mia-cu

"Silahkan loecianpwee" sahut Li Bun-yang.

Sambil tertawa dan manggut-manggut ci Mia-cu


segera keluar dari ruangan dengan langkah tergesa-gesa.
sementara itu Li Bun-yang sudah merasakan gelagat
yang kurang enak, dipandangnya Lim Han-kim sekejap
lalu tegurnya: "Saudara Lim"

Paras muka Lim Han-kim yang pada dasarnya sudah


murung, kini kelihatan lebih muram, sepasang alis
matanya berkerut, agaknya ada sesuatu yang
mengganjal hati-nya.

Tampak dia mengiakan perlahan dan angkat


kepalanya sambil bertanya: "Ada apa saudara Li?"

"Apakah saudara Lim sudah kenal dengan ketua Kuil


Awan Hijau?"

"Belum" Lim Han-kim menggeleng.

Li Bun-yang tidak banyak bertanya lagi, diambilnya


cawan teh dan diteguk isinya, Seperminum teh lamanya
suasana berlalu dalam keheningan, bahkan Yu Siau-liong

137
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

yang biasanya selalu tertawa pun ikut terpengaruh oleh


situasi tersebut wajahnya yang kecil

dan memerah berubah jadi sangat tegang, ia duduk


mematung terus tanpa bicara.

Lebih kurang seperminum teh kemudian, ci Mia-cu


baru muncul kembali dengan wajah penuh senyuman,
sapanya: "Tuan muda Lim"

"Ada apa locianpwee...." Lim Han-kim menjura.

"syukur pendekar Ciu berhasil mempertahankan diri


hingga detik ini, dan syukur pula tuan muda Lim telah
berhasil sampai di sini"

Tiba-tiba saja paras muka Lim Han-kim berubah


sangat hebat Sekujur tubuhnya gemetar keras, namun
tak sepatah kata pun yang sanggup diutarakan ke luar.
Ci Mia-cu jadi sangat keheranan, setelah termenung
sejenak katanya:

"Dalam surat yang dikirim lewat burung merpati,


ibumu mengatakan bahwa kau datang ke mari dengan
membawa pil mustika seribu tahun yang berkasiat
menyelamatkan jiwa orang.... Aaaai"

setelah menghela napas panjang, lanjutnya:

"Demi menyelamatkan jiwa pendekar Ciu, aku telah


berupaya dengan segala kemampuan yang kumiliki

138
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

syukur situasi yang demikian kritis segera akan


berlalu...."

"Tuan ketua." tiba-tiba Li Bun-yang menyela, " Kecuali


pil jinsom seribu tahun, apakah tiada obat lain yang bisa
menyembuhkan luka yang diderita Ciu Tayhiap?"

Ci Mia-cu menggelengkan kepalanya berulang kali.

"Yaa, selain pil jinsom seribu tahun, aku belum


menemukan obat lain yang bisa dipergunakan untuk
mengobati luka yang diderita ciu tayhiap."

Perlahan-lahan Lim Han-kim mengangkat kepalanya,


tapi sebelum ia sempat mengucapkan sesuatu, Ci Mia-cu
telah berkata lagi:

" Untung sekali Ciu tayhiap memiliki tenaga dalam


yang amat sempurna. Dia pun memiliki daya tahan yang
mengagumkan coba kalau berbicara dari luka yang
dideritanya, mustahil dia dapat bertahan selama
beberapa hari saja... tapi nyatanya sekarang, ia sanggup
bertahan sampai berapa bulan lamanya."

"llmu pertabiban yang totiang miliki tiada duanya di


dunia ini. Aku rasa justru kepandaianmu itulah yang bisa
mempertahankan jiwa Ciu tayhiap dari kematian." kata Li
Bun-yang.

Ci Mia-cu angkat kepala memandang ke luar ruangan,


lalu katanya sambil tertawa: "sekarang ia sudah tertidur,
139
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Paling tidak satu jam kemudian baru bisa sadar untuk


minum obat, mari kita gunakan kesempatan ini untuk
berbicang-bincang...." setelah menghela napas panjang,
lanjutnya:

"Tubuhnya secara beruntun telah menderita tujuh


belas kali tusukan pedang, Tiga tusukan di antaranya
melukai otot dan tulangnya, selain itu isi perutnya juga
telah bergeser lantaran terkena pukulan keras. Berkat
tenaga dalamnya yang sempurna itulah ia dapat
mempertahankan diri dan lari hingga sampai di sini."

"Betul aku menguasai ilmu pengobatan, tapi ilmuku


belum mampu untuk menghidupkan kembali orang mati,
Apalagi luka separah ini bukan sembarangan obat yang
bisa menyembuhkan Dalam situasi begini terpaksa aku
mengirim surat lewat burung merpati untuk minta
bantuan ke lembah Hong-yap- kok. di samping kusuruh
orang membeli pelbagai macam obat guna
memperpanjang usia Ciu tayhiap...."

"Totiang, bolehkah aku menjenguk sekejap keadaan


luka yang diderita ciu tayhiap?" tiba-tiba Lim Han-kim
menyela. ci Mia-cu berpikir sebentar, lalu sahut-nya:

"Pada saat ini nafasnya sudah satu-satu, nyawanya


berada di ujung tanduk. Boleh dibilang pada bulan
terakhir ini dia selalu berada dalam keadaan tak sadar.
Bila Lim Kongcu ingin menjumpainya, lebih baik

140
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tunggulah sampai dia minum pil jinsom seribu tahun dulu


dan benar-benar sadar kembali...."

Lim Han-kim segera melompat bangun, serunya:


"ijinkanlah kepadaku untuk menengok Ciu tahyiap barang
sekejap saja. Aku cukup menengoknya dari luar
ruangan."

"Ling kongcu, mengapa kau terburu-buru ingin


menjenguk Ciu tayhiap?"

Dengan mata melotot besar menahan lelehan air


mata, Lim Han-kim berseru dengan sedih: "sebotol pil
jinsom seribu tahun yang kubawa telah dicuri
sekelompok orang tak dikenal..."

Bagaikan kena dipukul dengan martil berat dadanya,


sekujur badan Ci Mia-cu bergetar keras, teriaknya
setengah tak yakin: "Pil itu dicuri orang?"

"Aaaai.. Pil itu sudah dicuri orang, Aku telah menyia-


nyiakan kepercayaan banyak pihak. Bukan cuma pil itu
tercuri, bahkan jiwa Ciu tayhiap pun ikut terancam....
Dosaku benar-benar tak terampuni...."

Walaupun ci Mia-cu mempunyai iman yang tebal dan


tidak mudah panik, namun menghadapi situasi yang
sama sekali tak terduga ini, ia dibuat gelagapan juga,
Akhir-nya sambil menghela napas tanyanya: "Se-
benarnya pil mustika itu tercuri di mana?"

141
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Dipesanggrahan Tho-hoa-kit"jawab Yo siau-liong


cepat "Tapi kejadian ini tak bisa salahkan kakakku, orang
lain tidak merampasnya dengan cara kekerasan...."

Lim Han-kim hanya membungkam diri dalam seribu


basa, sementara peluh dan airmata bercucuran bagaikan
hujan gerimis yang membasahi bajunya, saat itulah Li
Bun-yang ikut bicara, katanya: "Mencari kembali pil yang
tercuri bukan pekerjaan gampang yang bisa diselesaikan
dalam satu dua hari, totiang. Aku rasa pekerjaan pahng
penting yang harus kita kerjakan sekarang adalah
mencari akal, bagaimana caranya mempertahankan jiwa
Ciu tayhiap lebih lama lagi."

Perlahan-lahan Ci Mia-cu bangkit berdiri, sekuat


tenaga ia berusaha mengendalikan gejolak perasaannya
yang menggelora. setelah tertawa hambar, bisiknya
kepada Lim Han-kim:

"Kalau toh pil itu sudah terlanjur dicuri orang, Lim


Kongcu juga tak perlu bersedih hati. Aku pasti akan
berusaha dengan segala kemampuan yang kumiliki untuk
memperpanjang- umur ciu tay-hiap"

Dengan ujung bajunya Lim Han-kim menyeka air mata


serta keringat dari wajah-nya, lalu ujarnya: "Aku telah
menyebabkan hilangnya pil mustika itu. Kulau sampai
gara-gara peristiwa ini mengakibatkan jiwa Ciu tayhiap
terancam, aku...."

142
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mendadak terdengar suara sayap membelah angkasa,


seekor burung beo berbulu putih bersih telah meluncur
masuk ke dalam ruangan dan hinggap di bahu Li Bun-
yang. Ci Mia-cu memandang beo putih itu sekejap. lalu
katanya:

"selama mengembara dalam dunia persilatan ciu


tayhiap selalu membantu kaum lemah menentang yang
jahat, ia berjiwa besar dan banyak berbuat amal, orang
berjiwa mulia selalu dilindungi Thian, Aku yakin Ciu
tayhiap tak akan tewas gara-gara kejadian ini. Lim
kongcu kau pun tak usah kelewat sedih, jaga kesehatan
badanmu."

secercah cahaya tajam berkilauan dari balik mata Lim


Han-kim. Tampaknya dalam waktu singkat dia telah
mengambil suatu keputusan, ujarnya:

"setelah Ciu tayhiap sadar nanti harap lotiang


mengijinkan aku untuk menjengUknya."

"Baik Aku pasti akan memenuhi harapan Lim


kongcu...."

"Totiang, totiang...." Tiba-tiba terdengar burung beo


putih itu memanggil-manggil dengan suara nyaring.

Dengan kening berkerut Li Bun-yang segera


bergumam: "Aneh betul, burung beo soat-bi-ji ini selalu

143
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menempel di tubuh adik-ku. Mengapa secara tiba-tiba ia


bisa muncul sendirian di Kuil Awan Hijau...?"

Belum habis gumaman itu, suara tertawa yang amat


merdu telah menggema dari luar ruangan: "Piauko, kau
pintar di masa lalu tapi bodoh amat hari ini. Masa kau tak
bisa menduga bahwa soat-bi-jipun bisa dicuri orang?"

sementara Li Bun-yang masih tertegun dan tak sempat


mengucapkan sesuatu, seorang gadis berusia empat-lima
belas tahunan yang mengenakan baju serba hijau dan
rambutnya dikepang dua telah muncul di situ dengan
senyum nakal menghiasi bibirnya.

sambil setengah melompat dia berlari menuju ke


hadapan Li Bun-yang. Dengan pandangan yang binal
ditatapnya seluruh ruangan itu sekejap. Namun ketika
matanya tertuju ke wajah Lim Han-kim, ia jadi tertegun,
segera bisiknya: "Piauko (kakak misan), mengapa sih
orang ini menangis?"

Li Bun-yang tampak serba salah oleh ulah adik


misannya yang nakal ini, dengan kening berkerut ia
menegur: "Jadi kau ke mari seorang diri?"

"Memangnya tak boleh?"

"Kau telah mencuri soat-bi-ji miliknya.... ia pasti


gelisah tak karuan, aneh kalau dia mau mengampuni
dirimu nanti...."

144
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Hmmm Takut apa." seru si nona sambil tertawa. "Di


meja hiasnya telah kutinggali sepucuk surat, Aku
beritahu kepadanya kalau aku datang ke kota Kim-leng
ini untuk mencari ketua Kuil Awan Hijau..."

Tampaknya Ci Mia-cu tidak kenal dengan gadis kecil


ini, dengan kening berkerut tegurnya:

"Nona, ada urusan apa kau mencariku?" Nona berbaju


hijau itu tertawa.

"sering piauci (kakak misan perempuan) berkata ilmu


pedangmu luar biasa hebat-nya. Karena itu aku sengaja
datang ke mari untuk menjajal kehebatan ilmu silatmu."
Ci Mia-cu melongo, tapi cepat serunya:

"Aaah, itu cuma gurauan nona Li, harap nona jangan


percaya."

"Kau tak usah takut, aku cuma ingin tahu siapa yang
lebih unggul di antara kita. Dan lagi antara kau dan aku
kan tiada dendam sakit hati apa pun, aku tak akan
melukaimu."

Biarpun usianya masih muda, namun lagak bicaranya


amat sok. Dengan gelisah Li Buh-yang segera
menghardik: "Hey, kau jangan bicara tak karuan"

Nona berbaju hijau itu tertawa, kepada Ci Mia-cu


serunya: "Kalau kita bertarung nanti, lebih baik jangan
sampai ketahuan piaukoku ini."
145
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Melihat nona itu masih muda dan lagi sifat kekanak-


kanakannya belum hilang, Ci Mia-cu tidak masukkan
persoalan itu kedalam hati, hanya ujarnya sambil tertawa
hambar: "Aku hanya punya nama kosong saja, bisa jadi
kepandaianku bukan tandingan nona. Aku rasa lebih baik
kita tak usah mencoba...."

"Totiang, harap kau jangan marah." Dengan gelisah Li


Bun-yang menimbrung, "Adik misanku ini sudah kelewat
dimanja sedari kecil sehingga kata-katanya kelewat
takabur, Harap totiang jangan masukkan ke dalam
hati..."

Ci Mia-cu tertawa lebar: "Aku sudah setua ini, masa


akan kulayani adikmu...." Kemudian dengan wajah serius
ujarnya kepada Lim Han-kim: "Lim kongcu"

"Ada apa locianpwee?"

"Apakah pencuri pil mustika itu meninggalkan sesuatu


jejak?"

"Eei, tosu tua...." Mendadak nona berbaju hijau itu


menimbrung lagi dengan suara keras. Li Bun-yang jadi
jengkel, dipandangnya gadis itu sekejap lalu tegurnya
ketus: "Hey, bagaimana kalau tutup dulu mulutmu. Kau
tahu kami sedang membincangkan urusan serius?"

Mula-mula nona berbaju hijau itu tertegun, tapi


kemudian teriaknya penuh amarah: "Hmmm Siapa kau?

146
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Berani amat mencampuri urusan orang.. Huh Tak tahu


malu."

"Hey, siapa yang kau maki?"

"Tentu saja kau, ada apa?"

"Hmmm, rupanya kau sudah bosan hidup,.." teriak Yu


Siau-liong dengan kening berkerut, agaknya dia ingin
turun tangan.

Mendadak nona berbaju hijau itu mendesak maju,


tangan kanannya diayunkan melepaskan sebuah pukulan
sementara jari tangan kirinya menyodok ketiak Yu siau-
liong, bentaknya: "Huuuh, siapa suruh kau galak-galak?
Rasain dulu ajaranku"

Dengan cekatan Yu siau-liong berkelit ke samping, lalu


dengan jurus "Tangan Meng-gapai Lima senar" ia
lancarkan sebuah bacokan balasan.

"Bagus" teriaknya pula, "Akan kulihat siapa yang akan


menghajar siapa..."

"Hmmm Budak ingusan...." sementara pembicaraan


berlangsung, kedua orang itu sudah bertarung lima
gebrakan Lim Han-kim mencoba mengikuti jalannya
pertarungan itu. ia saksikan kedua orang itu sedang
terlibat dalam suatu pertempuran yang amat sengit.

147
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Jurus-jurus serangan yang dipakai sama-sama keji dan


berbahayanya, bahkan semua sasaran tertuju kejalan
darah kematian di tubuh lawan. Hal mana langsung saja
mengernyitkan alis matanya, dengan suara menggeledek
bentaknya: "Adik Liong, berhenti"

Pada saat yang bersamaan Li Bun-yang turut


menghardik: "Piau-moay kecil, ayo cepat berhenti"

Mendengar hardikan dari kakaknya Yu siau-liong


segera menghentikan serangan-nya, sedangkan nona
berbaju hijau yang sedang asyik-asyiknya bertempur itu,
tak mau membuang kesempatan yang sangat baik, itu,
Melihat musuhnya menarik diri, cepat-cepat ia
pergunakan kesempatan itu untuk melepaskan sebuah
pukulan keras.

Mimpi pun Yu siau-liong tidak menyangka kalau


lawannya berlaku curang, untuk sesaat ia jadi gelagapan
dan tak mampu untuk menghindari diri, tak ampun
serangan tersebut menghajar telak bahu kirinya.

sedemikian kerasnya tenaga pukulan itu membuat Yu


siau-liong jadi sempoyongan dia harus mundur sampai
dua-tiga langkah sebelum berhasil untuk berdiri tegak.
"Aaaai..." Li Bun-yang menghela napas panjang, "Dasar
budak yang binal...."

148
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan gaya serangan "Membalik Awan Memutar


Mega", secepat petir tangan kanannya mencengkeram
pergelangan tangan gadis itu.

Cepat-cepat nona kecil berbaju hijau itu menarik


pergelangan tangan kanannya ke belakang, kemudian
jarinya berputar balas menotok jalan darah Ci-ti-hiat di
sikut kanan Li Bun-yang.

Tapi agaknya ia segera menyadari gelagat tak beres,


Baru saja totokan itu dilepaskan cepat-cepat ia menarik
kembali serangannya dan melompat mundur sejauh lima
depa, serunya sedih: "Piauko, kau benar-benar ingin
menghajarku?"

Li Bun-yang menghela napas, berpaling ke arah


Yusiau-liong tanyanya pelan: "saudara cilik, apakah kau
terluka?"

"Hmmm, perkelahian macam apa tadi," jawab Yu siau-


liong setengah mengejek "Dengan tenaga semacam dia
punya, maka mungkin bisa melukaiku.... Kalau tak
percaya biar aku berdiri tak bergerak, biar dia pukul
sepuluh kali ke badanku, lihat saja apakah pukulannya
bisa mematikan aku.,.?"

"Hmmm Kau jangan membual" teriak si nona gusar


jangan lagi sepuluh pukulan, buktinya sebuah pukulanku
tadi juga membuatmu hampir keok.,. Hmmm... lebih baik
tak usah bermulut besar.,."
149
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"oooh, kau baru menghantamku tadi.... Goba lihat,


buktinya sekarang aku masih hidup..."

"Yaa. Tentu saja Karena pukulanku tadi tak pakai


tenaga, coba kalau kubarengi te-naga, kau pasti sudah
keok terkapar ditanah"

Kedua orang muda mudi ini sama-sama keras hati dan


siapa pun tak mau mengalah kepada yang lain,
percekcokan pun makin lama semakin menjadi membuat
suasana di tempat itu makin gaduh.

sambil menghela napas panjang Lim Han-kim segera


menegur: "Adik Liong, lebih baik jangan bicara lagi" .
Dengan penasaran seperti putus asa, Yu siau-liong
angkat bahunya, ujarnya kemudian: "Baiklah, aku tak
akan ribut lagi denganmu Hmmm Coba kalau tak dicegah
kakakku, aku pasti akan menghajarmu ha-bis-habisan
hari ini."

"Huuuh, siapa yang takut kepadamu?" , Nona berbaju


hijau itu balas mengejek dengan marah, "Hmmm
Andaikata piaukoku tidak melarangku berkelahi, hari ini
aku pasti akan menghajarmu sampai kau teriak minta
ampun."

Kali ini Yu siau-liong tidak menanggapi ejekan


lawannya lagi Cuma sepasang matanya yang kecil
mendelik besar-besar.

150
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mukanya cemberut sedang nafasnya naik turun


menahan rasa dongkol.

siapa pun tentu akan tahu kalau bocah ini sedang


berusaha keras mengendalikan emosi dan hawa
amarahnya yang berkobar-kobar, sementara itu Li Bun-
yang yang melihat gadis berbaju hijau itu masih mencaci
maki tak habisnya, segera menghardik ketus:

"Piau-moay kecil, kau sudah meninju sekali lawanmu.


Sekarang masih juga mencaci maki tiada habisnya,
Apakah kau tidak merasa keterlaluan? Hmmm jangan kau
anggap orang lain diam itu berarti benar-benar takut
kepadamu"

sebetulnya setelah mencaci-maki habis--habisan tadi


hawa amarah si nona berbaju hijau itu sudah jauh
mereda, Tapi kena dampratan Li Bun-yang kali ini, hawa
amarahnya langsung saja berkobar lagi, Cuma lantaran ia
takut pada kakak misannya ini, terpaksa umpatan-
umpatan berikutnya hanya disimpan di dalam hati.

Dalam mengkolnya tiba-tiba air mata bercucuran


membasahi pipinya, dengan sepasang tangannya ia
segera menutupi wajah sendiri, Menyaksikan hal
tersebut, terpaksa Li Bun-yang berkata kepada Lim Han-
kim: "saudara Lim, harap kau jangan ter-singgung Adik
misanku ini sudah terbiasa dimanja ibuku sedari kecil
sehingga rasa ingin menangnya agak besar..."

151
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Usia tiga-belasan adalah usia nakal- nakalnya kaum


remaja. Adik Liongku juga sama saja, lebih baik saudara
Li membujuknya agar tidak menangis terus"

Li Bun-yang pun berjalan menghampiri gadis berbaju


hijau itu, sambil menepuk bahunya ia menghibur sambil
tertawa:

"Adik misan, jangan menangis lagi, nanti akan kubujuk


Piaucimu agar menghadiahkan soat-bi-ji kesayangannya
ini kepadamu."

"sungguh?" Tiba-tiba gadis berbaju hijau itu


menurunkan kembali tangannya yang menutupi wajah
dan berteriak gembira. " Kapan sih aku pernah
membohongi -mu,.,"

Kemudian setelah berhenti sejenak. tam-bahnya:


"cuma kau mesti menuruti semua perkataanku selama
ini"

Nona berbaju hijau itu berpikir sejenak. akhirnya ia


mengangguk sambit tertawa: "Baiklah"

Dengan langkah perlahab, dia berjalan menuju ke sisi


kakak laki nya. Nona ini benar-benar masih polos, selagi
marah, ia mencaci maki tiada habisnya, tapi begitu
tenang ia dapat berdiri di sisi Lie Bun-yang dengan kalem
dan habisnya.

152
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Melihat keributan akhirnya dapat di-atasi, Li Bun-yang


menghembuskan napas panjang, kepada Ci Mia-cu
katanya kemudian dengan suara dalam:

"Totiang, coba kau periksa lagi dengan seksama,


Kecuali pil jinsom seribu tahun, masih adakah obat-
obatan lainnya di dunia ini yang bisa dipergunakan untuk
menolong jiwa Ciu tay-hiap?"

Ci Mia-cu termenung dan berpikir sampai lama sekali,


kemudian ia baru berkata: "obatnya sih ada, Cuma
benda itu susah untuk diperolehnya."

"Bersediakah totiang menyebutkan nama obat itu?


Mungkin aku bisa memikirkan cara untuk
memperolehnya."

Berkilat sepasang mata Ci Mia-cu, tiba-tiba ia tertawa


terbahak:

"Hahaha... aku hampir lupa, bukankah didalam hal


obat-2an bukit Hong-san tersimpan berbagai obat
mustika?"

" Walaupun mendiang kakekku banyak mengumpulkan


obat-obat mustika dari segala pelosok dunia, namun
bukan berarti setiap mustikapun pasti kami miliki, luka
yang diderita Ciu Tayhiap begitu parah, entah obat
mustika apa yang bisa menyembuhkan lukanya?"

"Teratai saiju berusia sepuluh laksa tahun..."


153
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"oooh kalau obat itu sih kami punya beberapa biji."


Jawab Li Bun-yang cepat-cepat.

" Lendir jamur berusia seribu tahun"

Li Bun-yang termenung berpikir sebentar, kemudian


katanya: "Aku pernah mendengar ibuku berkata tentang
benda ini, mungkin kamipun ada beberapa biji."

Ci Mia-cu jadi amat gembira, serunya: "sekarang


tinggal semacam obat lagi, asal dirumah Anda terdapat
pula benda mustika itu, tanpa pil jinsom seribu tahun
pun luka yang diderita Ciu tayhiap dapat kita sembuhkan
juga."

"obat apakah itu?"

"obat ini paling sukar diperoleh, tapi kalau dilihat


pelbagai mustika yang lain pun kongcu miliki, aku rasa
kalian pasti memiliki juga obat mustika tersebut."

"Banyak sekali kejadian di luar dugaan yang sering


berlangsung di dunia ini, lebih baik totiang jangan keburu
senang dulu." .

"obat mustika terakhir adalah empedu dari ular


berusia seribu tahun, Ketiga macam obat tersebut harus
digabungkan menjadi satu."

"Aku tahu empedu tersebut terdapat dalam keluarga


kami, tapi rasanya sudah dipergunakan ibuku untuk

154
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menolong seseorang, rasanya sekarang sudah tak punya


persediaan lagi."

Ci Mia-cu jadi tertegun.

"Waaah.... repot jadinya" ia mengeluh. " Walaupun


kita sudah memperoleh dua jenis obat langka. Namun
kalau kekurangan empedu ular beracun, maka daya kerja
obat tersebut jadi berkurang banyak."

"Begini saja." kata Li Bun-yang setelah berpikir


sejenak, "Peduli apakah di rumahku masih tersedia
empedu ular beracun atau tidak, biar kukirim surat
sekarang juga, Alangkah baiknya bila obat tersebut
dapat dibawa oleh adikku sebelum ia terlanjur berangkat
ke mari."

Ci Mia-cu segera bertepuk tangan, seorang imam kecil


buru- buru masuk sambil bertanya: "Suhu, ada perintah
apa?"

"Siapkan kertas dan alat tulis"

Imam kecil itu mengiakan dan segera ia


mengundurkan diri, tak lama kemudian ia sudah muncul
dengan membawa peralatan tulis, Li Bun-yang segera
menulis nama ke tiga jenis obat langka itu, lalu mengikat
gulungan kertas tersebut di tubuh burung beo putih nya,
sambil melepaskan sang burung terbang ke udara,
katanya: "Burung ini amat cerdik, lagipula mempunyai

155
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

daya terbang yang sangat mengejutkan. Berapa jauhnya


jarak tempuh yang harus di capai, ia selalu dapat
menerbanginya sekaligus"

Yu Siau-liong yang belum hilang sifat kekanak-


kanakkannya jadi amat tertarik dengan burung beo Soat
Bi-ji tersebut, tanpa terasa ia mengejar keluar. Tampak
burung itu melesat lurus ke udara, dalam sekejap mata
sudah lenyap di balik awan,

Memandang bayangan punggung Yu Siau-liong yang


berialu, nona berbaju hijau itu segera mencibirkan
bibirnya sambil mengomel: "Hmmm, apanya sih yang
aneh..? Benar-benar manusia tak berguna"

Biarpun omelan itu diucapkan dengan suara amat


rendah dan lirih, namun dengan ketajaman pendengaran
Yu siau-liong, semua omelan tersebut dapat ditangkap
dengan jelas, Tanpa terasa ia berpaling sambil melototi
nona berbaju hijau itu sekejap, tapi tanpa berbuat
sesuatu ia sebera balik ke sisi Lim Han-kim.

Menyaksikan paras muka Yu siau-liong sudah berubah


menjadi merah padam, Li Bun-yang mengerti bahwa
bocah tersebut sedang diliputi emosi. Kuatir kalau
mereka ribut lagi, cepat-cepat dialihkan pembicaraan ke
soal lain, Kepada Ci Mia-cu ujarnya:

156
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Koancu (ketua) sudah lama berdiam di kota Kim-leng,


tahukah kau akan rahasia yang menyelimuti
pesanggrahan Tho- hoa- kit? "

"Shmmmm, sudah lama kudengar persoalan ini, hanya


belum sempat kusaksikan sendiri"

"Aku yang muda justru telah menyaksikan beberapa


peristiwa yang sangat mencurigakan...." setelah berhenti
sejenak. la meneruskan "Hanya saja, otak di balik
peristiwa ini.,., rasanya termasuk seorang tokoh yang
sangat licik, cerdik dan sangat lihay-Bukan saja mereka
dapat merahasiakan semua gerak g eriknya bahkan sama
sekali tidak meninggalkan jejak apa pun. Kalau tidak
diperhatikan dengan seksama, sulit rasanya untuk
mengetahui rahasia tersebut.

BAB 6. sepasang Ular Dari Laut Timur


"Kalau didengar dari penuturan Li kong-cu, apakah pil
jinsom seribu tahun milik siangkong juga dicuri oleh
orang-orang dari pesanggrahan Bunga Tho?" tanya Ci
Mia-cu.

"Itu sih tidak" sahut Li Bun-yang setelah berpikir


sejenak, "Tampaknya sipencuri obat itu sudah cukup
lama menguntit di belakang saudara Lim dan kebetulan
saja mereka baru turun tangan setelah berada di
pesanggrahan Bunga Tho...."
157
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Perlahan-lahan sinar matanya dialihkan ke wajah Lim


Han-kim, setelah menatapnya sekejap. ia melanjutkan
"Tanpa disengaja sesungguhnya saudara Lim telah
mengatur suatu pertarungan antara dua macan yang
amat menarik. Bahkan babak permainan yang menarik ini
sudah di mulai. setelah adikku tiba di kota Kim-leng
nanti, bagaimana kalau kita putuskan untuk turut serta di
dalam pertarungan tersebut?"

Lim Han-kim mengernyitkan alis matanya rapat-rapat,


ia seperti ingin mengucapkan sesuatu tapi niat itu
diurungkan kemudian. Pemuda ini sangat jarang
melakukan perjalanan di dalam dunia persilatan tidak
banyak tipu muslihat dan kejahatan dunia persilatan
yang diketahui olehnya.

Maka sewaktu Li Bun-yang memujinya karena sudah


mengatur pertunjukan pertarungan antara dua ekor
macan, ia merasa tidak habis mengerti, tapi lantaran ia
paling segan banyak bicara, dia pun enggan banyak
berta-nya. Agaknya Li Bun-yang dapat memahami
perasaan hati Lim Han-kim, sambil tersenyum tegurnya:
"Apakah saudara Lim meragukan perkataanku?"

"Aku benar-benar tidak memahami maksud


pembicaraanmu itu."

"Bukankah si pencuri obat mustika itu telah


meninggalkan secarik sapu tangan? Bahkan di atas
saputangan itu secara berani meninggalkan pula
158
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

lambang mereka? Hal ini membuktikan pihak lawan


mempunyai asal usul yang luar biasa, bukan saja berani
berbuat, berani mengaku, bahkan sebelum bertindak
telah melakukan segala persiapan secara matang,"

"Ehmmm, pendapat saudara Li sangat tepat," Lim


Han-kim manggut-manggut.

Setelah tersenyum Li Bun-yang meneruskan lagi:


"Padahal orang-orang dari pesanggrahan Tho-hoa-kit
pun agaknya sudah tahu kalau saudara Lim membawa
sebotol pil jinsom seribu tahun, hanya sayang mereka
terlambat bertindak sehingga kedahuluan orang lain. Aku
pun tahu bahwa mereka sudah menyusun rencana
pencurian obat itu secara rapi dan sempurna.

oleh karena obat mustika milik saudara Lim


kedahuluan dicuri orang itulah, jerih payah mereka gagal
total, siapa sangka di saat mereka kalang kabut,
pemimpin mereka pun belum hadir disana lantaran makin
dekatnya saat pertemuan gelap di antara mereka,
Akhirnya berhasillah pencuri obat itu melarikan diri dari
kepungan mereka."

"Ehmm..." Lim Han-kim manggut-manggut.


"Pengetahuan serta pengalaman saudara Li betul-betul
luas dan hebat, aku merasa kagum sekali"

"Tampaknya pemimpin Tho-hoa-kit mempunyai


peraturan yang ketat dan keras, Hal ini bisa dibuktikan
159
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dari kenekadan dua orang gadis yang ingin bunuh diri di


tepi sungai kemarin. Kemudian saudara Lim
menghadiahkan sapu tangan peninggalan pencuri obat
itu kepada mereka yang menyebabkan jiwa kedua orang
gadis itu terselamatkan.

Dengan adanya pertanda itu, bisa dibayangkan bahwa


pertarungan antara pihak Tho-hoa-kit dengan si pencuri
obat tersebut tak dapat dihindari lagi...."

"Aku kuatir justru peristiwa ini akan merepotkan pihak


Kuil Awan Hijau kami juga...." Tiba-tiba Ci Mia-cu
menyela.

Dengan perasaan tak habis mengerti Yu siau-liong


bertanya: "Bagaimana mungkin peristiwa itu akan
mendatangkan kerepotan juga terhadap pihak Kuil Awan
Hijau? Aaaaiii.... semakin didengar aku merasa makin
kebingungan"

Walaupun ia cerdik, namun bagaimanapun juga sifat


kekanak-kanakkannya belum hilang. sudah barang tentu
dia tak akan bisa memahami adu cerdik yang sedang
berlangsung di dalam dunia persilatan ini. sambil
tersenyum Ci Mia-cu berkata:

"Tho-hoa-kit mempunyai anak buah yang tersebar di


mana-mana. Penjagaan mereka amat ketat, peraturan
organisasi pun sangat keras, Bahkan mereka berusaha
merahasiakan gerak gerik mereka sedapat mungkin, Hal
160
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ini membuktikan kalau mereka enggan orang lain tahu


kalau di balik pesanggrahan Tho-hoa-kit sebenarnya
tersembunyi suatu kekuatan yang maha dahsyat. Kini
kalian sudah mengetahui rahasia tersebut, aku yakin
mereka pasti tak akan melepaskan kalian begitu saja."

"Kalau menurut dugaanku, mereka masih belum punya


waktu untuk mengurusi persoalan ini." ujar Li Bun-yang.
"Ketika berada di pesanggrahan Tho-hoa-kit, saudara Lim
boleh dibilang telah mendemonstrasikan ilmu silatnya
yang maha tangguh, hal mana cukup menghilangkan
perasaan memandang rendah mereka pada musuh.
Apalagi tujuan terutama mereka saat ini adalah
mendapatkan pil mustika tersebut, jelas jago-jago
tangguh yang tersedia dihimpun untuk merebut kembali
pil mustika tersebut. Aku rasa pemimpin Tho-hoan kit
belum tentu berani memecah kekuatannya untuk
menghadapi dua musuh secara bersamaan waktunya."

setelah menggoyangkan kipasnya beberapa kali, ia


tertawa tergelak. Ianjutnya. "Bagaimanapun juga ketua
Kuil Awan Hijau cukup punya nama dalam dunia
persilatan, terutama untuk wilayah Kang lam, Ketua Tho-
hoa-kit pasti akan berpikir beberapa kali lebih dulu
sebelum berani mengusik Kuil Awan Hijau ini...."

"Kalau tidak datang memang lebih baik.. Tapi kalau


mau datang tentu kekuatannya bagaikan angin puyuh
yang menimbulkan gelombang dahsyat"

161
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Koancu tak usah kuatir, kerepotan ini datang karena


kehadiranku. Bila benar-be-nar terjadi sesuatu, aku Li
Bun-yang tak bakal berpeluk tangan saja." Tiba-tiba Ci
Mia-cu angkat kepalanya melihat waktu, lalu berkata:
"Ciu tayhiap sudah hampir siuman, aku mesti pergi ke
kamar sakit untuk menjenguknya, harap kalian tunggu
sebentar di sini...."

"LoCianpwee, bolehkah aku ikut?" Lim Han-kim


menyela tiba-tiba,

Ci Mia-cu berpikir sebentar, kemudian mengangguk


"Baiklah Tapi ia masih berada dalam keadaan tidak sadar
saat ini, kurang baik kalau terlalu banyak orang yang ke
sana, dapat mengganggu ketenangan tidurnya."

"Kalau begitu biar kami menunggu di sini, saudara Lim


seorang saja yang ikut" kata Li Bun- yang tertawa .

Ci Mia-cu manggut-manggut "Asal keadaan luka Ciu


tayhiap tiada perubahan yang luar biasa, aku segera
akan balik ke mari."

Sambil bangkit, ia berjalan keluar dari ruangan. Lim


Han-kim segera mengikuti di belakangnya.

Sesudah melalui dua buah pelataran mereka langsung


masuk ke gedung utama, dengan perasaan heran Lim
Han-kim segera berpikir: "Bukankah luka yang diderita

162
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ciu tayhiap amat parah? Kenapa ia dibaringkan di


gedung utama.,.? Apa tidak berbahaya?"

Ia mencoba memperhatikan keadaan di sekelilingnya,


tampak di ruang utama keadaan kosong melompong,
Kecuali patung-patung yang tinggi besar boleh dibilang
tak nampak barang lain.

Sementara itu Ci Mia-cu berjalan menuju ke arah


patung raksasa itu, tubuhnya tampak menyelinap ke
balik patung lalu menggapai ke arahnya dan tahu-tahu
badannya sudah lenyap dari pandangan.

Lim Han-kim segera mempercepat langkahnya


menyusul ke depan, Ternyata antara patung besar
dengan dinding belakang ruang utama itu terdapat suatu
jarak pemisah. Pada jarak pemisah itulah terbuka sebuah
pintu rahasia. Waktu itu Ci Mia-cu sedang menantinya di
balik pintu rahasia tersebut. Buru-buru Lim Han-kim
memasuki ruang rahasia itu, setelah melewati pintu
rahasia teriihat anak tangga terbuat dari batu yang
menjorok turun ke bawah.

Sambil menghela napas Ci Mia-cu ber-kata: "Ciu


tayhiap adalah seorang pendekar yang berhati jujur dan
lurus. ia sangat membenci segala macam kejahatan Tak
sedikit jago-jago dari golongan rimba hijau (penjahat)
yang teriuka di tangannya.

163
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Selama puluhan tahun terakhir nama serta pamornya


selalu menggemparkan dunia persilatan Tapi justru
karena itulah dia pun mempunyai banyak musuh besar
yang tersebar baik di Utara maupun selatan sungai
besar. Waktu itu dua kali aku pernah mendapat
pertolongannya sehingga selembar jiwaku bisa selamat
hingga kini.

Meski sekarang aku sudah tidak mencampuri urusan


keduniawian lagi dan tidak pernah juga mencampuri
urusan dunia persilatan, tapi terhadap tuan penolong
yang pernah, menyelamatkan jiwaku ini.... Aaaaai
Bagaimana pun aku mesti mengerahkan segenap
kemampuanku untuk menolongnya...."

sembari berbicara, ia menuruni anak tangga, itu


menuju keruang bawah. setelah melewati dua lapis anak
tangga, tiba-tiba Cia Mia-cu mengayunkan tangannya ke
dinding, Pintu rahasia tersebut secara otomatis menutup
sendiri rapat-rapat.

setelah menghembuskan napas panjang, imam itu


berkata lebih jauh: "sesungguhnya jelek-jelek begini aku
masih punya sedikit nama besar di wilayah Kang lam,
tapi permusuhan Ciu tayhiap dengan pihak rimba hijau
sudah terlalu dalam. Lagipula di antara musuh-musuh
besarnya terdapatpula gembong iblis yang
berkepandaian tinggi, ditambah sekarang luka yang
dideritanya amat parah.

164
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Andaikata berita ini sampai tersiar dalam dunia


persilatan, dan semua orang tahu kalau akulah yang
telah menolongnya serta menyembunyikannya di kuil
awan hijau ini, keadaan bisa sangat berbahaya aaaai
itulah sebabnya aku terpaksa melakukan persiapan yang
matang dan mengadakan penjagaan lebih ketat. Bisa
dibayangkan selama ini betapa kuatir-ku atas
keselamatan jiwa ciu tayhiap."

Lim Han-kim hanya mendengarkan penjelasan


tersebut tanpa menjawab, sementara air mukanya masih
tetap diliputi kemurungan yang mendalam, setelah
melalui berapa tikungan, tiba-tiba lorong rahasia itu
bergerak naik ke atas, Berapa kaki kemudian lorong
bertambah lebar, dua orang imam muda yang bersenjata
pedang nampak duduk di anak tangga dengan sikap
penuh kewaspadaan

Begitu melihat kedatangan Ci Mia-cu, mereka segera


maju menyambut. "Bagaimana keadaan luka Ciu
tayhiap?" tanya Ci Mia-cu kemudian dengan suara
setengah berbisik.

Imam muda yang berada di sebelah kiri segera


menjawab: "Keadaannya tidak bertambah buruk. juga
tidak nampak lebih segar."

"Dia sudah sadar?"

165
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Belum, sejak minum obat dia belum membuka


matanya barang sekejappun, tapi napasnya sangat
teratur, kelihatannya ia tertidur nyenyak sekali"

Ci Mia-cu memberi tanda kepada Lim Han-kim agar


jangan berbicara, dengan langkah perlahan ia
meneruskan perjalanannya, Dua orang imam muda itu
segera memburu ke atas dan mendorong ke arah
dinding, sebuah pintu rahasia segera ter-buka.

Di balik pintu rahasia itu terdapat sebuah kamar yang


diatur sangat rapi dan bersih, Di sudut sebelah kiri
terlihat sebuah hiolo batu setinggi lima depa. Di sisinya
terdapat sebuah pembaringan kayu yang cukup lebar,
seorang lelaki tinggi besar berbaring tenang di atasnya.

Hampir sekujur badan orang itu dibalut dengan


pembalut putih, Kepala berikut wajahnya juga
terbungkus oleh kain putih, sehingga sekilas dipandang
orang itu bagaikan sebuah gulungan kain putih, Hal ini
jelas menandakan bahwa luka yang dideritanya teramat
parah.

Lamat-lamat terdengar pula suara tarikan napasnya


yang rendah, lemah tapi teratur, ia memang nampak
tertidur amat nyenyak

Dengan suara setengah berbisik Ci Mia-cu


menerangkan: "sesungguhnya ruangan ini merupakan

166
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ruang rahasiaku untuk melatih ilmu tenaga dalam, selain


kokoh bangunannya, juga terletak amat rahasia...."

Belum habis dia memberi penjelasan, mendadak


terdengar suara bentakan yang amat nyaring bergema
tiba memotong pembicaraan tersebut, Berubah hebat
paras muka Ci Mia-cu setelah mendengar bentakan itu,
kepada dua orang imam muda penjaga pintu itu
perintahnya: " Cepat kalian keluar, tengok apa yang telah
terjadi"

Dua orang imam muda itu mengiakan dan segera


mengundurkan diri dari situ dengan langkah cepat.

"Totiang." Lim Han-kim segera berbisik, "Apakah ada


orang yang datang menyatroni Kuil Awan Hijau?"

"orang itu tak ada dalam kuil. Ruang rahasia ini


langsung tembus dengan sebuah ruang batu di bawah
sebuah bukit belakang kuil. Demi keselamatan ciu
tayhiap. aku telah titahkan berapa orang muridku untuk
menyongsong kedatangan mereka, sedang di atas ruang
rahasia ini terdapat juga dua orang penjaga. Bentakan
tadi berasal dari atas ruang rahasia... aaaai walaupun
ruang rahasia ini dibangun sangat rahasia dan kokoh,
tapi oleh karena jaraknya dengan permukaan tanah
terlalu dekat, bila bertemu dengan jagoan yang ahli
dalam ilmu bangunan, jejak kami tak susah untuk
diketahui secara mudah."

167
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Berkilat sepasang mata Lim Han-kim, bisiknya:


"Totiang, ada dua tiga patah kata : yang tak pantas
diucapkan, bolehkah aku utarakan?"

"Katakan saja Lim kongcu" Ci Mia-cu manggut-


manggut.

"sebenarnya antara Ciu taymap dengan keluarga Lim


kami apa ada hubungan akrab?"

Ci Mia-cu berpikir sebentar, lalu jawab-nya: "ciu


tayhiap pernah menyelamatkan jiwa anggota keluarga
Lim kalian."

Lim Han-kim tertegun, "Bagaimana ceritanya hingga


totiang bisa kenal dengan ibuku? Seingat aku yang
muda, ibuku belum pernah meninggalkan lembah Hong-
yap-kok barang selangkah pun."

Paras muka Ci Mia-cu berubah jadi amat berat dan


aneh sekali, "Benarkah ibumu belum pernah
memberitahukan kejadian di masa lampau kepadamu?"

"Belum, Ketika aku hendak meninggal kan rumah,


dengan air mata berlinang ibu hanya berpesan agar
bagaimanapun juga aku harus serahkan sebotol pil
jinsom seribu tahun ini kepada totiang, Siapa sangka
obat itu telah dicuri orang...."

Ci Mia-cu menghela napas panjang, tukasnya: "Nak,


kau adalah seorang bocah bernasib sangat buruk,
168
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

aaaai.,. Sebelum aku menjadi pendeta dulu, aku bersama


ayah dan ibumu belajar silat pada perguruan yang sama.
Ayahmu lebih muda tiga tahun dari usiaku dan
menempati urutan kedua, ibumu paling muda sehingga
aku dan ayahmu memanggilnya sam-moay (adik
ketiga)...."

Selapis cahaya terang memancar dari balik wajahnya,


jelas ia sedang membayangkan kembali kenangan masa
lampau yang teramat manis baginya.

"Lantas di mana ayahku?" Tiba-tiba Lim Han-kim


menukas.

"la sudah mati."

"Siapa yang telah membunuhnya?"

"Aaaaai.. Panjang sekali ceritanya, tak mungkin aku


bisa menjelaskannya dalam waktu singkat Sedang ibumu
enggan memberitahukan persoalan ini kepadamu,
mungkin dia pun mempunyai kesulitan sendiri."

Baru saja Lim Han-kim hendak berkata lagi, tiba-tiba


terdengar suara langkah manusia yang tergopoh-gopoh
berkumandang datang, seorang imam muda setengah
berlari masuk ke dalam ruangan. ci Mia-cu segera
menegur: "Apakah ada orang mencari gara-gara di kuil?"

169
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Benar, Kuil Awan Hijau kita telah dikepung rapat-


rapat, sekarang Li siangkong sedang bercakap dengan
para pendatang."

"siapa mereka?"

"Pemimpin nya seorang lelaki tinggi besar berusia


empat puluh tahuna "

Cia Mia-cu berpaling memandang pembaringan kayu


itu sekejap. lalu kepada imam muda itu bisiknya: "Kau
tinggal saja di sini merawat Ciu tayhiap...."

Lalu sambil berpaling ke arah Lim Han-kim


tambahnya: "Ayo kita ke atas, mari kita lihat dari
golongan mana yang telah datang mencari gara-gara...."

selesai berkata ia segera berjalan meninggalkan


ruangan. Lim Han-kim tidak banyak bicara lagi, dia
mengikuti di belakang imam tersebut berjalan ke luar
dari ruang rahasia.

setelah mengetahui akan hubungan yang begitu akrab


antara ketua Kuil Awan Hijau dengan ayah ibunya, timbul
perasaan yang amat hormat dalam hati pemuda ini
terhadap imam tersebut

Mengetahui kuilnya kedatangan musuh yang tangguh,


apalagi kejadian ini menyangkut juga keselamatan jiwa
ciu tayhiap. sudah barang tentu pemuda kita ini tak
dapat berpeluk tangan saja.
170
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

setelah keluar dari ruang bawah tanah, Ci Mia-cu


mengajak Lim Han-kim menuju ke belakang kuil. Dengan
melalui sebuah jalan setapak sampailah mereka di tepi
sebuah bukit kecil. Waktu itu Li Bun-yang dan Yu siau-
liong telah berdiri saling berhadapan dengan sembilan
orang lelaki bersenjata lengkap.

Ci Mia-cu segera melangkah mendekati kepada lelaki


tinggi besar yang agaknya menjadi pemimpin rombongan
itu tegurnya: "Sobat, boleh kutahu siapa namamu dan
apa keperluanmu datang mengunjungi kuil kami?"

Lelaki tinggi besar itu mengalihkan sinar matanya ke


arah ketua Kuil Awan Hijau, setelah mengawasinya
sekejap ia balik ber-tanya: "Jadi kaulah ketua Kuil Awan
Hijau?"

"Benar"

"Bagus, aku si Golok Sakti Roda Mas Thio Tay-kong


memang khusus datang ke mari untuk mencari kau"

"Apa maksudmu datang mencariku?"

"Aku datang untuk melaksanakan perintah orang"

"Boleh aku tahu perintah dari siapa itu?"

Golok Sakti Roda Mas Thio Tay-kong mendongakkan


kepalanya tertawa tergelak, serunya: "Hahahaha....

171
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dalam dunia persilatan dewasa ini tidak banyak yang bisa


memberi perintah kepadaku..."

"Ituah sebabnya aku kurang mengerti."

"Koancu tak usah menyindir aku, asal tahu saja aku


datang hanya melaksanakan perintah, itu sudah cukup
bagimu."

"Baiklah, kalau memang Thio tayhiap segan untuk


mengatakan melaksanakan perintah siapa, aku pun tak
berani teria lu memaksa lagi. cuma boleh kutahu ada
urusan apa kau datang ke mari?"

"Pertama, aku ingin mencari tahu kabar tentang


seseorang."

ci Mia-cu segera tertawa, "Sudah lama aku


mengundurkan diri dari keramaian keduniawian dan tidak
mencampuri urusan dunia persilatan lagi. Kecuali
menguniungi beberapa orang sahabat dan rekan sealiran
agama, akujarang mengetahui kabar berita tentang
orang lain."

"Hmmmm...." Golok sakti Roda Emas Thio Tay-kong


mendengus, "Pandai amat koancu berusaha cuci tangan
bersih-bersih, tapi sayang orang yang hendak kuketahui
kabarnya itu kecuali totiang seorang, mungkin tiada
orang kedua yang bakal mengetahuinya."

172
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara itu Li Bun-yang yang menyaksikan ketua


Kuil Awan Hijau telah terlibat dalam pembicaraan serius
dengan Thio Tay- kong, dia pun tidak memaksakan diri
untuk tampil ke depan, Bagaimanapun juga ia hanya
berstatus tamu saja di sana, karena itu sambil mundur ke
samping, dia hanya mengawasi jalannya pembicaraan itu
tanpa komentar.

Dalam pada itu Ci Mia-cu telah bertanya dengan wajah


serius setelah termenung be-berapa saat: "sebenarnya
siapa sih yang dimaksud Thio tayhiap?"

" orang itu mempunyai nama yang amat besar dalam


dunia persilatan. Boleh dibilang semua jago yang berada
di tujuh propinsi wilayah Selatan dan enam propinsi di
Utara sungai besar pasti mengenalnya."

"Thio tayhiap tak usah putar-putar lagi. Langsung saja


kau sebut siapakah orang itu?"

"si hakim berwajah besi Ciu Huang" Ci Mia-cu segera


tersenyum

"Waaaah... ternyata benar-benar seorang tokoh yang


punya nama besar dalam dunia persilatan. Aku dengar ia
sangat termashur dan ditakuti orang-orang dari kalangan
rimba hijau...."

173
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Maaf totiang, aku bukan ke mari untuk mendengar


tentang kehebatannya, yang ingin kuketahui adalah
kabar berita tentang Ciu Huang."

"Nama besar orang ini memang amat termashur di


dalam dunia persilatan, tapi sayang aku tak punya jodoh
untuk bertemu dengannya"

Berubah hebat air muka Thio Tay-kong, dengan suara


dingin tegurnya: "Harap koancu membuka matanya
lebar-lebar, perhatikan, yang bermaksud baik tak akan ke
mari, kalau sudah ke mari tentu membawa maksud tak
baik.,., lebih baik kau berikan kerja sama yang baik
kepada kami"

Ci Mia-cu mengalihkan sinar matanya memandang


sekejap sekeliling tempat itu, lalu gumamnya: "Langit
amat bersih dan cerah, hari ini cuaca benar-benar sangat
indah dan segar...."

"Hmmmm, koancu tak usah melantur terus." tukas


Th^o Tay-kong ketus, "Tentunya kau tak ingin
menyaksikan Kuil Awan HHijau yang begini indah dan
rindang akan musnah terbakar bukan-..?"

"Hahaha... Thio tayhiap. pernahkah kau bayangkan


apa yang akan terjadi sebelum kau lepas api membakar
kuilku?" tanya Ci Mia-cu tertawa keras.

174
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Hmmmmm Apakah kau ingin memaksa aku untuk


membunuh beberapa orang lebih dulu?"

"Tepat sekali sebelum melepaskan api, lebih baik


bunuh dulu beberapa orang...."

"sayang siapa membunuh orang dla harus membayar


dengan nyawa sendiri," sambung Li Bun-yang dingin.

Hawa pembunuhan segera mencorong keluar dari


balik mata Thio Tay-kong, ditatapnya Ci Mia-cu lekat-
lekat, kemudian serunya: "Ketahuilah, memandang pada
hubungan kita dulu yang pernah bersahabat aku tak
segan membujukmu..."

"Maksud baik itu biarlah kusimpam didalam hati saja."


tukas Ci Mia-cu.

"Koancu, ciu Hiang sudah terluka tujuh belas pedang,


isi perutnya juga telah terluka oleh pukulan sam-yang-
ciang. jangan lagi tubuhnya terdiri dari daging dan darah,
sekalipun terbuat daribaja dan kawat pun belum tentu
jiwanya bisa lolos dari ancaman maut. Buat apa sih
koancu membela seseorang yang sudah hampir
mampus? Apakah koancu tidak merasa bahwa perbuatan
semacam itu sangat bodoh...?"

Kemudian setelah berhenti sejenak. terusnya:


"Mungkin juga dia sudah mati, Gara-gara sesosok mayat
koancu harus mengikat tali permusuhan dengan manusia

175
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tangguh, tidakkah perbuatan semacam ini terlalu


bodoh?"

"Apa boleh buat? sudah kubilang aku sama sekali tak


kenal dengan ciu tayhiap kecuali pernah mendengar
nama besarnya. Tapi kau si Golok sakti Roda Emas
ngotot minta orang kepadaku, bagaimana caraku untuk
menemukan seseorang macam Ciu-tayhiap untuk
diserahkan kepadamu?"

Dengan sorot maTayang dingin Thio Tay-kong


berpaling memandang sekejap kedelapan orang lelaki
bersenjata lengkap yang ada di belakangnya, lalu
tegurnya dingin, "Pernahkah koancu dengar tentang
nama besar sepasang Ular Dari Lautan Timur?"

Dalam hati kecilnya Ci Mia-cu merasa bergetar keras,


paras mukanya berubah hebat, tapi hanya sekejap
kemudian sudah pulih kembali ketenangannya, "Aku
sudah jarang sekali mencampuri urusan dalam dunia
persilatan, karena itu aku pun jarang sekali mendengar
tentang tokoh-tokoh sakti yang belakangan muncul
dalam dunia kangouw."

Thio Tay-kong tertawa keras. "Hahahah.... Tampaknya


totiang sudah benar-benar keblinger, semoga kau
bersedia menuruti nasehatku, janganlah gara-gara
sesosok mayat harus bermusuhan dengan musuh
tangguh."

176
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Yu siau-liong yang mengikuti jalannya pembicaraan


selama ini, kini tak bisa menahan diri lagi, tiba-tiba ia
menyela: "Kau tak usah mencari suhuku, cari aku pun
sama saja"

sekilas hawa pembunuhan menyelimuti wajah Thio


Tay-kong, tapi hanya sebentar saja ia sudah tenang
kembali jelas dalam hali kecilnya dia pun merasa agak
ngeri terhadap nama besar ketua Kuil Awan Hitam ini.

Tanpa memperdulikan ejekan dari Yu siau-liong,


kembali katanya kepada Ci Mia-cu sambil memberi
hormati "Delapan orang sahabat yang datang bersama
aku sekarang tali lain adalah anak buah dari sepasang
Ular Dari lautan Timur...." setelah berhenti sejenak. la
kembali meneruskan.

" Harap koancu berpikir tiga kali sebelum bertindak,


apalah artinya membela seseorang yang sudah hampir
mampus, atau bahkan sudah mampus lama sehingga
mesti menanam bibit permusuhan dengan sepasang Ular
Dari lautan Timur, Apakah hal ini tidak terlampau rugi
bagimu?"

Ci Mia-cu tertawa hambar. "Terserahlah apa yang


hendak saudara Thio katakan lagi sekali lagi kutegaskan
kepadamu, hingga detik ini aku belum pernah bertemu
dengan orang yang bernama Ciu Huang Ciu Tayhiap.
jadi.... biar kau paksapun tak ada gunanya."

177
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tampaknya kedelapan orang lelaki bersenjaTayang


ada di belakang Thio Tay- Huang itu sudah tak dapat
menahan sabarnya lagi. seorang di antaranya segera
berseru sambil tertawa dingin,

"Kalau toh persoalan ini tak dapat diselesaikan secara


baik-baik.... saudara Thio, kau tak usah membujuk lagi"

Dengan suara lantang kembali si Golok sakti Roda


Emas Thio Tay-kong menyela: "seandainya aku tidak
memperoleh beriTa yang pasti untuk membuktikan kalau
Ciu Huang benar-benar berada di Kuil Awan Hijau ini, aku
tak mungkin berani mencari gara-gara dengan
menyatroni kuil Anda. Kini situasi sudah memuncak.
perundingan pun menemui jalan buntu, Apabila koancu
tetap bersikeras tak mau menyebutkan kabarjejakdari Ciu
Huang, apa boleh buat, jangan salahkan lagi kalau aku
orang she-Thio terpaksa harus menggunakan kekerasan"

selama ini Lim Han-kim hanya berdiri termangu-


mangu di sisi arena tanpa bergerak. Wajahnya tetap
murung dan sedih, se-akan- akan situasi dl hadapannya
sama sekali tidak berpengaruh terhadapnya, sementara
itu Ci Mia-cu telah berkata lagi: "Biarpun aku sudah
mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan dan
tidak mencampuri urusan keduniawian lagi, bukan berarti
aku rela diancam orang dengan seenaknya, Tidakkah
Thio tayhiap merasa bahwa sikapmu yang kelewat
memaksakan kehendak sangat menghina diriku?"

178
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kalau toh koancu enggan menuruti nasehatku, aku


juga tak dapat berbuat apa-apa lagi...." sahut Thio Tay-
kong dingin- Selesai berkata ia segera mengundurkan diri
sejauh delapan depa dari arena dan tidak banyak bicara
lagi.

Agaknya sebelum tiba di Kuil Awan Hijau, orang-orang


ini telah menyusun rencana mereka dengan rapi, yaitu
mengajukan si Golok sakti Roda Emas sebagai perunding.
siapa tahu ketua dari Kuil Awan HHijau ini sama sekali
tidak memberi muka kepadanya.

Dalam keadaan begini terpaksa anak buah sepasang


Ular Dari Lautan Timurlah yang mesti tampilkan diri
untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekerasan .

Tapi ada satu hal yang sama sekali di luar perhitungan


Thio Tay-kong, yakni kehadiran Li Bun-yang dari bukit
Hong-san yang tepat pada saat kedatangan mereka, ia
tahu keluarga persilatan ini mempunyai nama besar yang
amat termashur di dalam dunia persilatan-

Bukan saja pergaulan mereka sangat luas, ilmu silat


yang dimiliki pun sangat hebat. Hampir semua aliran
perguruan maupun partai punya hubungan yang akrab
dengan mereka, malahan dari pihak rimba hijau pun
rata-rata memberi muka kepada mereka.

Akan tetapi anak buah sepasang Ular Dari Lautan


Timur itu nampaknya tidak memandang sebelah mata
179
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pun terhadap Li Bun-yang. Begitu Thio Tay-kong mundur


dari arena, serentak mereka bergerak maju, Buru-buru
Thio Tay-kong mengerahkan ilmu menyampaikan
suaranya membeli peringatan kepada anak buah
sepasang Ular Dari Lautan Timur itu:

"Pemuda berjubah panjang yang membawa kipas itu


adalah keturunan ketiga dari keluarga persilatan bukit
Hong-san, ilmu silatnya hebat dan pengalamannya luas,
kalian tak boleh pandang ringan kemampuannya.jika
dilihat dari sikap maupun gerak geriknya, tampaknya ia
sudah memutuskan membantu ketua Kuil Awan Hijau,
walau usianya yang masih muda, jangan sekail- kali
kalian pandang enteng kemampuan-nya. Harap saudara
sekalian bersikap lebih hati-hati..."

sementara itu, anak buah sepasang Ular Dari Lautan


Timur telah bergerak maju sambil meloloskan senjata
tajam masing-masing. Tampaknya mereka sudah bersiap
sedia melancarkan serangan.

Sebaliknya Ci Mia-cu sendiri meski nampaknya tetap


tenang dan seakan-akan tidak terpengaruh oleh situasi di
hadapannya. Diam- diam ia merasa amat kesal, Biarpun
sepasang Ular Dari Lautan Timur biasanya bergerak dan
malang melintang di sekitar sungai besar, namun daya
pengaruh mereka sebenarnya sudah lama menyusup ke
dalam wilayah Kang lam. Kehebatan mereka sudah amat
termashur di kolong langit.

180
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Maka diam-diam ia pun berpikir: "Aaaai Terlepas


pertarungan hari ini akan menang atau kalah, yang pasti
ketenangan Kuil Awan HHijau akan terusik, dan mulai
saat ini musuh serta bencana tentu akan datang secara
beruntun-..."

Mendadak terdengar seorang lelaki kekar yang


nampaknya pemimpin dari rombongan delapan orang itu
membentak keras: "Hey, hidung kerbau tua, mengapa
tidak kau lolos senjatamu? Apa lagi yang kau tunggu?"

sekilas hawa amarah melintas di wajah Ci Mia-cu yang


serius, jawabnya dingin, "sudah lama aku mengundurkan
diri dari keramaian dunia, senjata tajam tak pernah
kujamah lagi."

"Hmmm, kalau memang ingin cepat mampus, jangan


salahkan aku lagi...." tukas lelaki kekar itu sambil
menggetarkan ruyung lemas berserat emasnya.

Buru-buru seorang imam muda lari mendekat sambil


menyerahkan sebuah kebutan (Hud-tim) ke tangan ketua
Kuil Awan Hijau. sambil menyambut senjata kebutan itu
dan bersiap sedia menghadapi serangan, kembali Ci Mia-
cu berkata serius: "Antara aku dengan sepasang Ular
Dari Lautan Timur belum pernah terjalin hubungan apa-
apa...."

"Makanya kau tak usah berlagak pilon lagi," potong


lelaki kekar itu sinis, "Asal kau bersedia mengakui saja
181
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

guru kami tak akan menyalahkan dirimu, bahkan akan


terjalin hubungan persahabatan yang lebih akrab."

"Aku tak berani bersahabat dengan sepasang Ular Dari


Lautan Timur, Namun aku pun enggan bermusuhan
dengan kalian, asal kamu semua bersedia tinggalkan
tempat ini, hal tersebut sudah cukup bagiku."

"Hmmm, besar amat bacotmu" teriak lelaki itu penuh


amarah, " Kalau aku tak berhasil meratakan Kuil Awan
Hijau ini dengan tanah hari ini, malu kami sebagai murid
sepasang Ular Dari Lautan Timur untuk tancapkan kaki
lagi di dunia persilatan"

Tanpa membuang waktu ia segera menyerang ke


muka. Ruyung lemasnya digetarkan hingga teggng lalu
ditusukkan lurus ke muka. Dengan cekatan ci Mia-cu
mengegos ke samping. Kebutannya digetarkan lalu
menyambar datangnya tusukan ruyung tersebut.

Jangan dilihat kebutan itu kecil sekali bentuknya,


ternyata babatan yang kelihatan ringan itu
menghamburkan kekuatan yang maha dahsyat, secepat
sambaran petir ujung kebutan mengancam pergelangan
tangan musuhnya.

Walaupun dalam hati kecilnya lelaki kekar itu merasa


amat terperanjat ia tak berani berayal Cepat-cepat
pergelangan tangannya digerakkan ke bawah untuk

182
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menghindar, Ruyung lemasnya yang sedang meluncur ke


depan ditarik ke belakang secara paksa.

Hud-tim atau kebutan merupakan senjata lunak yang


luar biasa hebatnya, Ketika bulu-bulunya melilit di atas
ruyung musuh, kuatnya bukan kepalang, Meskipun lelaki
kekar itu sudah berhasil menarik kembali senjatanya
dalam sebuah sentakan kuat, namun ia tak berhasil
mementalkan senjata kebutan yang melilit di atas
senjatanya itu.

Tiba-tiba Ci Mia-cu menggetarkan pergelangan


tangannya, tenaga dalam yang disalurkan dilipat
gandakan, kemudian membetotnya ke belakang, Dengan
begitu, kedua belah pihak pun saling tarik menarik
dengan mengerahkan segenap kekuatan yang
dimilikinya.

selang seperminum teh kemudian, lelaki itu tak


mampu menahan diri lagi, Kuda-kudanya tergempur,
badannya terjengkang ke muka. sebaliknya Ci Mia-cu
tetap berdiri tanpa tergoyah sedikit pun-

Tak terlukiskan rasa gusar lelaki kekar itu setelah


menderita kekalahan hanya dalam sekali gebrakan saja.
ia membentak keras, dengan jurus "Menyapu Rata
selaksa Prajurit," ia lepaskan sebuah pukulan ke depan-

Ci Mia-cu segera mengebaskan Hud-tim-nya dengan


jurus "Melangkah santai di Awan Hijau." Tahu-tahu
183
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

badannya sudah melayang ke samping menghindarkan


diri dari ancaman tersebut setelah dua serangan
berantainya gagal mengenai sasaran, lelaki kekar itu
semakin gusar dibuatnya, Ruyung lemasnya diputar
kencang-kencang sampai menimbulkan suara deruan
yang memekikkan telinga.

Dalam sekejap mata, seluruh angkasa telah diliputi


bayangan ruyung yang amat menyilaukan pandangan
Dengan kekuatan bagaikan amukan ombak di tengah
samudra, serangan itu mengurung tubuh ketua kuil Awan
Hijau rapat-rapat. Ci Mia-cu tidak gentar menghadapi
ancaman ini. Dengan gerak tubuhnya yang enteng dan
lincah seperti gerakan awan di angkasa, ia terbang kian
ke mari di tengah kurungan bayangan ruyung lawan,
sementara senjata hud-timnya menyapu kian ke mari
menahan datangnya ancaman. Dalam waktu singkat,
semua serangan gencar lelaki itu berhasil dipunahkan
sama sekali.

Tak terlukiskan rasa terkejut si Golok sakti Roda Emas


Thio Tay-kong menyaksikan keampuhan lawannya, diam-
diam pikirnya: "Nama besar ketua Kuil Awan Hijau
ternyata bukan nama kosong belaka, Apa-lagi ada Li
Bun-yang dari Bukit Hong-san yang membantu di pihak
mereka, nampaknya pertarungan hari ini sukar bagiku
untuk meraih keuntungan."

184
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara dia masih berpikir, tiba-tiba terdengar lelaki


bersenjata ruyung itu mendengus dingin, pertarungan
yang berjalan sengit pun tahu-tahu berpisah, Tampak Ci
Mia-cu dengan wajah serius, Air mukanya pucat kehijau-
hijauan, dengan suara dingin ia berkata: "Walaupun aku
tak ingin melukai orang, sebaliknya aku pun enggan
terluka di tangan orang lain. HHmmmm Jika kau
memaksa aku terus dengan serangan-serangan kejimu,
jangan salahkan kalau aku bersikap kasar"

Rupanya lelaki beruyung itu habis kesabarannya ketika


dalam pertarungan yang berlangsung lama itu ternyata ia
gagal meraih kemenangan. secara diam-diam ia gunakan
ilmu jari Im-hong-cinya melancarkan sebuah totokan
mematikan Dalam kurungan bayangan ruyung yang
menyelimuti angkasa, tak heran bila serangan bokongan
itu segera mendatangkan hasil yang nyata.

Ci Mia-cu hanya merasakan segulung desingan angin


dingin menerjang bahunya, tahu-tahu ia sudah terhajar
oleh bokongan musuh, Tak tertahan lagi, hawa napsu
membunuh menyelimuti wajahnya, Dengan menghimpun
hawa murninya untuk menahan rasa sakit, dia
membalikkan tangan menggunakan jurus "Memancing
ikan Di sungai Langit" Kebutannya berbalik menghantam
punggung lelaki kekar itu

Biarpun ia terluka parah, namun serangan itu


dilancarkan dengan kekuatan yang maha hebat, setiap

185
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bulu kebutannya boleh dibilang telah disaluri tenaga


dalam yang maha dahsyat.

Mimpi pun lelaki beruyung itu tak mengira, musuhnya


yang sudah terkena bokongan ilmu jarinya ternyata
masih sanggup melancarkan serangan balasan dengan
kedahsyatan yang mengerikan Belum sempat ia berbuat
sesuatu, tahu-tahu rasa sakit yang menyayat hati telah
menyerang tiba, permukaan tubuhnya yang tersambar
kebutan musuh langsung saja terluka lebar, darah segar
bercucuran membasahi permukaan tanah.

Menyaksikan pemimpin mereka menderita kerugian


besar, para jago anggota sepasang Ular Dari Lautan
Timur tak dapat menahan diri lagi, serentak mereka
siapkan senjata tajam dan bersiap-siap mengeroyok.

sambil tertawa dingin Li Bun-yang segera mengejek:


"Ooooh, rupanya anak murid didikan sepasang Ular Dari
Lautan Timur tak lebih hanya sekelompok manusia yang
mencari kemenangan dengan cara mengeroyok....
Heheheh.... begitukah adat kalian?"

selama ini, si gadis berbaju hijau serTayu Siau-liong


sudah habis kesabarannya melihat pertarungan yang
sedang berlangsung. sejak semula mereka sudah
bersiap-siap untuk turun tangan, hanya saja belum
menemukan kesempatan yang tepat. Maka begitu Li
Bun-yang buka suara, mereka berdua serentak melompat
ke arena siap melancarkan serangan-
186
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dua batang gedang bergulung-gulung membentuk


lapisan kabut yang amat menyilaukan mata, dari kiri dan
kanan mereka himpit musuhnya dari dua jurusan yang
berbeda.

sejak menderita kerugian di tangan gadis berbaju


hijau tadi, rasa dongkol Yu siau-liong belum tersalurkan,
Kini begitu ada kesempatan, ia segera melancarkan
serangan habis-habisan- ia ingin gunakan kesempatan ini
untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan gadis
berbaju hijau itu. Tampak pedangnya berputar kencang,
lalu menyerobot masuk ke depan menusuk dada seorang
lelaki bersenjata.

Kalah cepat dalam melepaskan serangannya tadi,


tusukanpedang nona berbaju hijau itu segera terhadang
oleh lompatan Yu Siau-liong ke depan. Meski begini ia
tak mau mengalah dengan begitu saja. pedangnya cepat-
cepat diputar lalu balik menyerang lelaki yang sudah
terluka parah itu.

Jangan dilihat sepasang bocah laki perempuan ini


masih berusia muda. Yang satu sudah memperoleh
warisan ilmu silat keluarganya, sedang yang lain hasil
didikan seorang guru kenamaan.

Ditambah lagi mereka berdua belum tahu urusan


dunia. selain usia mereka seimbang, rasa ingin
menangnya pun amat kuat, Tak heran begitu serangan

187
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dilancarkan segenap kemampuan yang dimilikinya segera


dikerahkan.

Lelaki yang melancarkan serangan paling muka itu


hanya bersiap-siap untuk menghadapi Li Bun-yang serta
Ci Mia-cu, terhadap Yu Siau-liong boleh dibilang ia tidak
memikirkannya di dalam hati.

Melihat tusukan pedang Yu Siau-liong menyambar


tiba, golok yan-leng-to nya segera dikebaskan dengan
jurus "Burung Rajawali Mementang sayap." Dalam
anggapannya babatan tersebut pasti dapat mementalkan
pedang di tangan bocah lelaki itu, atau paling tidak
menggetarkan senjatanya. siapa tahu sikap memandang
ringan musuhnya ini mengakibatkan kematian baginya.

Tusukanpedang Yu Siau-liong yang sedang


menyambar datang itu tahu-tahu melenceng ke samping
lalu menerobos maju ke muka, menyusul gerak serangan
tersebut tubuhnya mendesak ke muka.

"Traaaaaang..."

Di tengah bentrokan nyaring, golok Yan-leng-to itu


sudah mencelat ke sisi arena, Baru saja lelaki kekar itu
menyadari gelagat tidak menguntungkan, keadaan sudah
terlambat Golok Ya n- leng-to nya sudah terkunci oleh
babatan pedang Yu siau-liong, Untuk sesaat ia jadi
gelagapan dan tak mampu menarik goloknya kembali,
ter-gopoh-gopoh badannya mundur sejauh tiga langkah.
188
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pedang Yu Siau-liong bagaikan bayangan tubuhnya


saja, tiba- tiba menyongsong ke muka dengan jurus
"Awan semi Terbentang Lebar," selapis cahaya pedang
menyelimuti seluruh angkasa. Tidak menanti sampai
lelaki kekar itu mengubah gerak badannya, ujung
pedangnya sudah nyelonong masuk ke depan- Cahaya
kilat berkelebat, dengan jurus "Gadis Cantik Melempar
Peluru", pedangnya menusuk dada musuh.

Jeritan ngeri yang menyayat hati segera


berkumandang memecah kesunyian Ujung pedang yang
tajam langsung menembus dada hingga nongol di
punggungnya, percikan darah segar berhamburan
membasahi lantai, kematiannya benar-benar
mengerikan-

Berhasil menghabisi musuhnya dalam sekali gebrakan,


Yu Siau- liong merasa amat bangga, setengah mengejek
ia menoleh ke arah gadis tersebut Waktu itu si nona
berbaju hijau sedang memutar prdang nya bagaikan
pusingan roda kereta, belum sempat lelaki yang terluka
parah itu menggerakkan ruyung nya untuk menangkis,
tahu-tahu ujung pedang telah tiba di hadapannya.

Di antara kilatan cahaya tajam, tak ampun tubuhnya


terbabat putus menjadi dua bagian.

Menyaksikan peristiwa ini diam-diam Li Bun-yang


mengerutkan dahinya rapat-rapat, tapi belum sempat dia
mengucapkan sesuatu, mendadak terdengar dua
189
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bentakan nyaring bergema memecah keheningan sebilah


golok besar dan sebatang tombak berantai perak telah
menyerang nona berbaju hijau itu sampai menimbulkan
desingan angin tajam.

Dengan gesit dan cekatan nona berbaju hijau itu


memutar pedangnya sambil menghindar ke samping,
Kemudian pedangnya berputar, dengan jurus "Naga sakti
Muncul Tiga Kali," ia bentuk selapis cahaya pedang yang
menyergap secara berpisah ke arah dua orang lawannya.

Yu siau-liong merasa semangatnya makin berkobar


Dengan cekatan tangan kirinya melolos senjata pena
baja dari punggungnya, lalu mengimbangi permainan
pedang secara beruntun ia serang empat orang lelaki
kekar lainnya.

Dari delapan orang murid sepasang Ular Dari Lautan


Timur, dua orang di antaranya sudah tewas, sisanya
enam orang, Dua orang mesti menghadapi gadis berbaju
hijau itu sedang Yu siau-liong menghadapi empat orang
sisanya.

selama pertarungan sengit berlangsung, Lim Han-kim


hanya berdiri tenang di sisi arena. Diam-diam ia telah
mengerahkan tenaga dalamnya membuat persiapan, asal
Yu siau-liong menjumpai ancaman bahaya maut, ia telah
siap memberikan bantuan-nya. sebaliknya si Golok sakti
Roda Emas Thio Tay-kong mengikuti jalannya
pertarungan dengan wajah serius dan tegang.
190
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ketua Kuil Awan Hijau Ci Mia-cu yang tersohor dalam


dunia persilatan dengan ilmu silatnya yang ampuh telah
dapat ditakarnya, Tapi kehebatan serta keganasan ilmu
pedang Yu siau- liong serta gadis berbaju hijau itu sama
sekali di luar dugaan-nya.

Melihat bayangan pedang kedua orang itu meluncur


dan melayang dengan hebat-nya, bukan saja tidak
menunjukkan tanda-tanda kalah, bahkan lebih banyak
menyerangnya daripada bertahan, Meskipun anak murid
sepasang Ular Dari Lautan Timur mengeroyok dengan
enam lawan dua, ternyata mereka tak berhasil meraih
kemenangan hal ini membuat perasaannya makin lama
makin khawatir.

Tanpa terasa pikirnya: "Kalau dilihat posisi saat ini,


keadaanku sungguh berbahaya padahal dipihak mereka
masih ada dua orang yang belum turun tangan, Li Bun-
yang dari keluarga persilatan Bukit Hong-san sudah
termashur sebagai jagoan yang sukar dihadapi ilmu
silatnya pasti tidak berada di bawah kemampuan ketua
Kuil Awan Hijau.

sedang pemuda berbaju putih itu nampak begitu


tenang dan santai. jelas dia pun bukan manusia
sembarangan.... Aaaaai, nampaknya dalam pertarungan
hari ini, pihak kami lebih banyak kalahnya daripada
menang...."

191
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara dia masih berpikir, tiba-tiba terdengar Yu


siau- liong membentak keras, pedangnya dalamjurus
"Awan Hitam Menutupi Rembulan," telah menciptakan
selapis hawa pedang yang berlapis- lapis, Di bawah
perlindungan cahaya putih itulah diam-diam pena
bajanya melancarkan tusukan kilat.

Jeritan ngeri yang menyayat hati kembali


berkumandang membelah angkasa, Lagi-lagi seorang
murid sepasang Ular Lautan Timur tergeletak dengan
bermandi darah.

Gelisah dan mendongkol perasaan gadis berbaju hijau


itu melihat Yu siau-liong berhasil merobohkan seorang
musuh lagi. pedangnya segera diputar lebih kencang,
dengan mengeluarkan ilmu simpanan keluarganya
"Bentangan Layar Menyeberangi Kesengsaraan."

Di antara kilatan cahaya tajam, ia tangkis tusukan


tombak lawan, tubuhnya berbareng dengan serangan itu
mendesak maju lebih ke depan, ia tangkis bacokan golok
Yan-leng-to sambil melepaskan sebuah babatan
maut,jeritan ngeri yang menyayat hati kembali
berkumandang lelaki bersenjata golok Yan-leng-to itu
sudah terbacok bahunya hingga terbelah jadi dua
potong.

Dalam waktu singkat dari delapan orang murid


sepasang Ular Dari Lautan Timur, separuh di antaranya
sudah terluka parah atau tewas, kejadian ini membuat
192
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Golok sakti Roda Emas Thio Tay-kong tak sanggup


menahan diri lagi sambil melolos Roda Emasnya dari
punggung dan meloloskan golok tipis dari pinggangnya,
ia membentak keras: "Tahan"

Waktu itu keempat lelaki yang sedang bertempur


sudah merasa amat kaget dan sedih setelah melihat
saudara-saudara seperguruannya tewas, Apa daya kedua
orang musuh mereka bukan saja berilmu tinggi,
serangannya pun ganas dan telengas. Mereka sadar jika
pertempuran ini dibiarkan berlangsung terus, niscaya
mereka akan tertumpas semua.

Maka begitu mendengar bentakan nyaring dari Thio


Tay-kong, cepat-cepat mereka manfaatkan kesempatan
ini untuk mengundurkan diri, sambil melepaskan sebuah
serangan serempak mereka melompat ke belakang,

Baru saja Yu siau-liong dan gadis berbaju hijau itu siap


mengejar, Li Bun-yang dan Lim Han- kim telah
menghardik mereka. Mengawasi jenazah yang tergeletak
di tanah, tiba-tiba gadis berbaju hijau itu mengejek
sambil tertawa:

"Ternyata anak murid sepasang Ular Dari Lautan


Timur cuma gentong nasi belaka.,.,hmmmm Dengan
mengandalkan ilmu silat semacam ini juga berani jual
lagak di Kuil Awan Hirjau benar-benar manusia tak tahu
diri"

193
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sebaliknya Yu siau-liong sambil angkat bahu dan


menuding si Golok sakti Roda Emas Thio Tay-kong
dengan ujung pedangnya berkata pula seraya tertawa:
"Eeeiii apa kau baru puas setelah mencabut keluar
senjatamu dan berteriak teriak macam orang kebakaran
jenggot? Kalau tak puas, lebih baik kau maju sendiri saja,
jangan biarkan anak cucu ular-ular itu menghantar
nyawa dengan percuma."

Meskipun sikapnya tetap tenang, namun nada


ucapannya jauh lebih tajam dan menyakitkan hati
daripada perkataan gadis berbaju hijau itu. Golok sakti
Roda Emas Thio Tay-kong memandang sekejap mayat-
mayat yang tergelepar di tanah, lalu sambil tertawa
dingin ujarnya kepada ketua Kuil Awan Hijau:

"Dendam berdarah atas kematian anak murid


sepasang Ular Dari Lautan Timur ini akan kucatat atas
nama ketua Kuil Awan Hijau, Hmmm Dalam sepuluh hari
mendatang, sepasang Ular Dari Lautan Timur akan
berkunjung sendiri ke Kuil Awan Hijau untuk menagih
hutang darah ini."

Ci Mia-cu bukan bocah kemarin sore, dia tahu Thio


Tay-kong hendak menggunakan alasan tersebut untuk
menyelamatkan mukanya, maka sahutnya sambil tertawa
hambar: "sejak mengundurkan diri dari dunia persilatan,
aku belum pernah melukai siapa pun, terserah Thio
tayhiap mau bicara apa"

194
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

BAB 7. Menyatroni Loteng Hui-jui-lo


Thio Tay-kong menyarungkan kembali goloknya.
sambil balikkan badan meninggalkan tempat itu, katanya
lagi: "Bila berjumpa dengan sepasang Ular Dari Lautan
Timur nanti, pasti akan kusampaikan keadaan yang
sebenarnya kepada mereka."

Beberapa orang itu datang dengan garang, kini


mereka harus pergi dengan loyo dan membawa
kekalahan besar, keadaannya sungguh mengenaskan.

"Berhenti...." Tiba-tiba Yu siau-liong membentak


keras, sambil mengayunkan pedangnya, ia mengejar.

"Biarkan mereka pergi" cegah Ci Mia-cu sambil


mengebaskan senjata kebutannya.

Dengan gemas Yu siau-liong melototi Ci Mia-cu


sekejap, kemudian baru menyarungkan kembali
pedangnya, jelas ia merasa tak puas terhadap imam
tersebut karena membiarkan musuhnya pergi dengan
begitu saja.

Ci Mia-cu tersenyum, sorot matanya dialihkan sekejap


ke wajah Yu siau-liong dan gadis berbaju hijau itu , lalu
katanya: "Kalian berdua masih begitu muda, ternyata
memiliki ilmu pedang yang luar biasa sempurnanya, Aku

195
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

percaya di kemudian hari kalian pasti akan menjadi


sepasang pendekar pedang kenamaan."

Yu siau-liong sedikit pun tidak gembira atas pujian ci


Mia-cu, katanya sambil menggelengkan kepalanya:
"Melepaskan mereka pergi dari sini, sama artinya
membiarkan mereka jadi penunjuk jalan buat sepasang
Ular Dari Lautan Timur.... Hmmmm Bagus Bagus
sekali..."

Lim Han- kim mengerti, adik seperguruannya ini


walaupun masih kecil namun mempunyai sifat tinggi hati,
kecuali dia dan gurunya, perkataan siapa pun tak pernah
digubrisnya, Takut bocah itu salah bicara sehingga
bentrok sendiri dengan ci Mi-cu, buru-buru bentaknya:
"Adik Liong, jangan bicara sembarangan-"

Yu siau-liong sendiri meskipun sangat nakal dan keras


kepala, ia menaruh sikap yang amat hormat dan penurut
terhadap Lim Han- kim. Mendengar bentakan itu dia pun
tak berani membantah lagi, mulutnya ditutup rapat-
rapat. Li Bun-yang tertawa kepada CiMia- cu katanya:
"Bukan maksudku membantu saudara Yu ini, tapi aku
sependapat dengannya. Terlalu enak membiarkan
mereka pergi dengan begitu saja."

Ci Mia-cu tertawa hambar. "saat ini ciu tayhiap sudah


waktunya untuk siuman, Aku harus secepatnya masuk ke
ruangan untuk mendampinginya. Bayangkan, mana

196
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mungkin aku bisa bertarung melawan mereka...." setelah


berhenti sejenak, terusnya lagi dengan suara lirih:

"saat ini, sukar bagi kita untuk menduga apakah ada


obat mujarab yang bisa dipakai untuk menolong ciu
tayhiap. Andaikata sampai terjadi pertempuran kita bisa
kerepotan-..."

"Padahal asal totiang tidak menghalangi niat kami


sudah lebih dari cukup, toh kami tak menyuruh totiang
turun tangan sendiri"

"Sudahlah.... bagaimana kalau saudara sekalian


beristirahat sejenak dalam ruangan? Aku harus pergi
menengok keadaan luka yang diderita Ciu tayhiap...."

Li Bun-yang tertawa dan manggut-manggut Dengan


mengajak gadis berbaju hijau itu ia sebera berlalu dari
sana.

"Locianpwee, perlukah aku turut serta?" tanya Lim


Han- kim lirih.

"Setelah sadar dari tidurnya kali ini, aku tidak punya


keyakinan untuk tetap mempertahankan kehidupan ciu
tayhiap. Lebih baik Lim kongcu ikut bersamaku...."

Yu siau-liong biar kecil orangnya tapi sangat


berpengalaman, sekalipun ia tidak mendengar ci Mia-cu
menyinggung tentang dirinya, tapi agaknya ia tahu kalau
dirinya tak boleh ikut serta.
197
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba saja dia pergi menyusul Li Bun-yang serta


gadis berbaju hijau itu menuju ke bilik sebelah Barat.
sekali lagi Ci Mia-cu dan Lim Han- kim memasuki gedung
utama, menelusuri lorong bawah tanah dan masuk ke
ruang rahasia.

saat itu, lelaki yang penuh pembabat itu sudah


membalikkan badannya, dengan sepasang maTayang
melotot besar ia awasi kedua orang itu dengan
termangu- mangu.

Bukan cuma sekujur badannya, bahkan kepalanya pun


penuh dengan kain pembalut. Kecuali hidung, mulut dan
sepasang matanya, hampir seluruh bagian tubuhnya
yang lain dipenuhi oleh kain putih.

saat ini, biarpun dia mementangkan matanya besar-


besar tapi sinar matanya telah memudar, Beberapa helai
rambut berwarna putih nampak mencuat dari balik kain
putih, ci Mia-cu menghela napas sedih, Pelan-pelan
dihampirinya orang itu, lalu bisiknya: "Tenaga saudara
Ciu belum pulih kembali, lebih baik jangan banyak
berbicara"

Menggunakan kesempatan ini Lim Han- kim maju


menghampirinya, sambil menjura dalam-dalam katanya:
"Aku yang muda Lim Han- kim menjumpai Ciu
locianpwee."

198
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kakek itu mengerdipkan matanya beberapa kali, lalu


dengan suaranya yang lemah dan sangat lirih bisiknya:
"Aku sudah tak sanggup menahan diri lagi. Lebih baik to-
tiang tak usah membuang waktu dan tenaga dengan
percuma...."

Ci Mia-cu tersenyum. "ciu tayhiap. kau tak usah risau


atau cemas. Beristirahatlah dengan tenang, Aku telah
menyiapkan beberapa macam obat mujarab untuk
mengobati luka saudara Ciu. percayalah dalam tiga
sampai lima hari lagi obat itu sudah sampai di sini...."

"Aku mengerti tubuh bagian luar maupun dalamku


telah menderita luka parah yang mematikan Kau tak
usah membuang tenaga dan pikiran lagi dengan
percuma.^.."

"Saudara Ciu, kau mesti percaya dengan ilmu


pengobatanku...."

Pelan-pelan Ciu Huang pejamkan matanya kembali,


lalu tanyanya: "Siapakah bocah itu?"

Ci Mia-cu tidak langsung menjawab, ia berpikir


sebentar kemudian baru sahutnya: "Seorang angkatan
muda dari dunia persilatan ia juga putra seorang
sahabatku Nah, saudara Ciu, kau jangan banyak bicara
lagi."

199
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ciu Huang benar-benar tidak berbicara lagi, napasnya


yang pelan tapi agak tersendat kedengaran jelas dalam
pendengaran kedua orang itu. Pelan-pelan Ci Mi cu
menarik tangan Lim Han- kim lalu mengundurkan diri
dari ruang rahasia, dengan cepat mereka menuju ke bilik
sebelah Barat.

Dengan langkah lebar Li Bun-yang menyongsong


kedatangan mereka, kepada Lim Han- kim segera
tanyanya: "Saudara Lim, kau telah berjumpa dengan ciu
tayhiap?"

"Ya a a, aku telah bertemu dengannya."

"Bagaimana keadaan lukanya?^

Sebelum Lim Han- kim sempat menjawab, mendadak


Ci Mia-cu telah mengalihkan pembicaraan ke soal lain:
"Saudara Li, adikmu butuh berapa hari lagi untuk sampai
di sini?"

Dengan pengalaman Li Bun-yang yang begitu luas, ia


segera menyadari bahwa keadaan luka Ciu Huang telah
mengalami perubahan dratis, maka jawab nya setelah
berpikir sebentar: "Bila adikku masih ada di rumah,
dengan kecepatan larinya paling cepat dalam tiga hari,
paling lambat lima hari sudah pasti tiba di Kuil Awan
Hijau."

"Aaaaaii kalau begitu mungkin sudah terlambat."

200
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Mengapa?" tanya Li Bun-yang cemas, "Apakah


keadaan lukanya sudah terjadi perubahan?"

"semenjak memperoleh pengobatan dariku dan


merawat lukanya dalam ruang rahasia, kesadarannya
belum pernah sejernih hari ini. Aku kuatir keadaan
lukanya akan berubah...."

Mendadak terdengar suara seseorang yang parau dan


serak berkumandang datangi "Hey kau si hidung kerbau
kecil, pentang matamu lebar-lebar. coba lihat apakah
dalam kuilmu yang bobrok di tengah hutan belukar
begini terdapat barang berharga yang patut kucuri.... h
emmm jangan menuduh aku yang bukan-bukan-.."

Begitu mendengar suara itu, Yu siau-liong segera


melejit ke udara, Bagaikan anak panah yang terlepas dari
busurnya dia melompat keluar dari ruangan. Melihat Yu
siau-liong sudah melompat keluar, gadis berbaju hijau itu
kuatir dia akan ketinggalan. Dengan kecepatan yang tak
kalah hebatnya segera menerobos keluar juga dari
ruangan.

"siapa sih orang itu? serak amat suaranya " bisik Ci


Mia-cu dengan kening berkerut. Dengan langkah lebar ia
berjalan pula meninggalkan ruangan-

"Ya a a, suara ini sangat kukenal" kata Li Bun-yang


pula, "Biar aku turut menengok"

201
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Di tengah pembicaraan, tubuhnya telah melesat pula


keluar, Tidak nampak bagaimana pemuda itu
menggerakkan tubuhnya, tahu- tahu ia sudah
menyelinap keluar dengan gerakan cepat bagaikan
sambaran kilat Dalam waktu singkat ia sudah melampaui
di depan ketua Kuil Awan Hijau ini.

"Locianpwee, tunggu sebentar" mendadak Lim Han-


kim berseru:

Baru saja Ci Mia-cu hendak melangkah ke luar, ia


segera menghentikan langkahnya sambil beraling,

"Ada apa."

"Adik seperguruanku itu nakalnya bukan kepalang,


Harap totiang menjaganya baik-baik, jika ia menanyakan
tentang aku, katakan saja aku berada di ruangan rahasia
sedang melayani ciu locianpwee."

" Lantas kau hendak ke mana?" tanya ci Mia-cu agak


tertegun-

Lim Han- kim tertawa getir, "Aku hendak mengejar


obat mustikaku yang tercuri itu."

Kemudian tanpa menunggu jawaban dari Ci Mia-cu, ia


melejit ke udara dan sudah melesatpergi dari sana,

"Eeei, jangan gegabah.,." teriak Ci Mia-cu dengan


gelisah, cepat-cepat ia menyusul ke luar jendela.

202
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kedua orang itu hanya selisih waktu sekejap saja,


namun ketika Ci Mia-cu sampai di luar jendela, ia hanya
menyaksikan setitik bayangan putih berkelebat menjauh,
dalam sekejap saja sudah lenyap dari pandangan- Untuk
beberapa saat lamanya imam tua ini hanya bisa berdiri di
atas atap sambil termangu- mangu, gumamnya tanpa
sadar: "Hobat benar ilmu meringankan tubuh yang
dimiliki pemuda ini, Aaai.... inilah yang dinamakan ombak
belakang sungai Tiangkang selalu mendorong ombak di
depan-nya, sudah waktunya generasi tua diganti oleh
generasi muda...."

Dalampada itu, suara teriakan parau tadi kembali


kedengaran bergema di udara:

"Apakah ketua Kuil Awan Hijau ada?"

Ci Mia-cu segera tersentak sadar, cepat-cepat dia


melompat turun, menutup kembali jendela belakang dan
siap melangkah keluar.

Terdengar suara langkah kaki manusia berjalan


mendekat, lalu terdengar suara Li Bun-yang yang sedang
berteriak: "Eeei, ada urusan apa kau si pencuri tua
datang ke Kuil Awah Hijau ini...?"

ci Mia-cu segera melongok ke luar ia saksikan seorang


kakek pendek berperawakan ceking yang berusia lima
puluh tahunan, memelihara jenggot kambing di
janggutnya dan berwajah letih penuh debu sedang
203
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berjalan mendekat diiringi Li Bun-yang di sisinya. Yu


siau-liong dan gadis berbaju hijau itu mengikuti di
belakang mereka berdua. Begitu masuk ke dalam
ruangan, tanpa menunggu Li Bun-yang memperkenalkan
Kuil Awan Hijau, kakek ceking pendek itu sudah menjura
sambil bertanya: "Apakah totiang adalah ketua Kuil Awah
Hijau?"

"Aku adalah Ci Mia-cu, boleh kutahu siapa anda?"

Kakek ceking pendek itu tersenyum. "Namaku kurang


sedap didengar orang memanggilku si pencuri Tua Nyoo
Cing-hong"

"Ehmmm, sudah lama kukagumi. nama besar anda."

Nyoo Cing-hong dengan sinar matanya yang tajam


memperhatikan sekejap sekeliling ruangan, kemudian
ujarnya lagi:

" Kalau tak ada urusan penting, tak mungkin aku


berkunjung ke mari Boleh kutanya koancu, apakah Ciu
Huang beristirahat di Kuil Awan Hijau ini?"

"Ada urusan apa Nyoo tayhiap bertanya tentang hal


ini?" tanya Ci Mia-cu dengan kening berkerut.

"Menurut kabar yang kudengar, katanya Ciu tayhiap


telah dibokong musuhnya sehingga menderita luka
parah. Boleh kutahu berita ini benar-benar telah terjadi
atau hanya isapan jempol saja?"
204
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pertanyaan yang diajukan secara langsung dan blak-


blakan ini sama sekali di luar dugaan siapa pun- Untuk
berapa saat lamanya Ci Mia-cu dibuat gelagapan, ia tak
tahu apa yang mesti diperbuatnya,

oleh sebab itu dia hanya termenung saja tanpa


menjawab. Melihat hal mana, Li Bun-yang segera
menyela:

"Ada apa? Eeei si pencuri tua? Apakah kau pun sudah


menjadi kuku garudanya Sepasang Ular Dari Lautan
Timur?"

Ucapan mana langsung membuat Nyoo cing-hong


tertegun, teriaknya agak penasaran "Biarpun julukan aku
si pencuri tua kurang sedap didengar, tapi aku percaya
diriku masih punya harga diri. Li kongcu, tidakkah kau
merasa bahwa pertanyaanmu itu kelewat menghina aku
si pencuri tua?"

"Lantas dari mana kau mendapat tahu berita tentang


ciu tayhiap?"

Tiba-tiba Nyoo cing-hong angkat kepalanya dan


tertawa terbahak-bahak: "Hahaha... tempo hari aku si
pencuri tua pernah hutang nyawa dengannya, karena itu
aku khusus datang ke mari untuk menjenguknya,
sekalian menghantar sebotol obat mujarab..."

205
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Setelah berhenti sejenak, terusnya lagi dengan suara


sedih: "Andaikata ciu tayhiap sudah meninggal, berilah
kesempatan kepada aku si pencuri tua untuk
menyambangi pusaranya, anggaplah sebagai rasa terima
kasih atas budi pertolongan nya tempo hari...."

"Luka yang diderita ciu tayhiap sangat parah, aku rasa


obat mujarab pada umumnya tak mungkin bisa
menyembuhkan luka tersebut"

"Kalau obat itu cuma obat biasa, biar muka aku si


pencuri tua lebih tebal pun tak nanti aku akan ke Kuil
Awan Hijau ini untuk mencari malu."

" Lantas obat mujarab apakah itu? BoIeh-kah aku


menengok dan memeriksanya lebih dulu?"

Dari dalam sakunya Nyoo Cing-hong mengeluarkan


sebuah botol porselen, sambil disodorkan katanya:

"Kalau aku si pencuri tua tidak salah lihat, seharusnya


obat itu adalah pil jinsom seribu tahun buatan si dewa
jinsom Phang Thian-hua." Yu siau-liong segera
mengalihkan pandangannya ke arah botol porselen itu,
tapi ia segera menjerit kaget: "Haaah.,. itu betul pil
jinsom seribu tahun milik keluarga kami."

Tiba-tiba ia teringat akan Lim Han-kim. Dengan


matanya yang besar ia coba perhatikan sekeliling tempat

206
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

itu, tapi kemudian dengan wajah penuh kegusaran,


teriaknya: "Koancu, di mana toako ku?"

"Dia ada sedikit urusan, sebentar lagi akan balik


kemari."

sambil berkata demikian ci Mia-cu menerima botol itu,


membuka penutupnya dan kontan seluruh ruangan
tercium bau harum semerbak yang amat menyegarkan
hati.

"Ehmmm... betul. Betul sekali" serunya sambil


manggut-manggut. "obat mustika ini benar-benar obat
paling mujarab dalam dunia persilatan dewasa ini. obat
ini tak lain adalah pil jinsom seribu tahun, hasiljerih
payah si dewa jinsom Phang Thian-hua."

sambil menjura Nyoo cing-hong segera berpesan:


"Apabila luka yang diderita ciu tayhiap telah sembuh,
tolong sampaikan salamku si pencuri tua untuknya, Nah,
aku mohon diri lebih dulu."

selesai berkata, dia membalikkan badan dan berlalu


dengan langkah lebar, Buru-buru Ci Mia-cu berteriak:
"Nyoo tayhiap. harap tunggu sebentar Ada urusan yang
ingin kutanyakan kepadamu."

"Ada urusan apa, koancu?" tanya Nyoo Cing-hong


sambil menghentikan langkahnya. walaupun ia
mempunyai julukan yang kurang enak didengar, si

207
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pencuri tua, akan tetapi tindak-tanduk maupun cara


pembicaraannya sangat terbuka, gagah dan memakai
aturan,

setelah menghela napas panjang, ci Mia-cu berkata:


"Aaaai... Ciu tayhiap memang berada di kuil awan hijau
kami Berkat bantuan obat jinsom berusia seribu tahun
ini, selembar nyawa Ciu tayhiap boleh dibilang telah
berhasil kita selamatkan dari ambang alam baka, Untuk
bantuan ini, biar aku wakili saudara Ciu mengucapkan
banyak terima kasih kepadamu."

sambil berkata, dia rangkap tangannya di depan dada


dan memberi hormat dalam-dalam. Nyoo cing-hong
tertawa tergelak.

"Ha ha ha ha... aku si pencuri tua sudah berhutang


budi pertolongan dari ciu tayhiap Jadi sudah sepantasnya
bila kubalas budi kebaikan tersebut Aku rasa, aku tak
boleh mengganggu ketenangan koancu lagi Maaf, aku
ingin mohon diri lebih dulu." Begitu selesai bicara, dia
putar badan dan buru-buru meninggalkan ruangan
tersebut.

Mengawasi bayangan punggung Nyoo Cing-hong yang


menjauh, tanpa terasa Ci Mia-cu menghela napas
panjang, pujinya:

208
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Meskipun orang ini terkenal lantaran ilmu


mencurinya, namun sifatnya yang gagah perkasa
sungguh mengagumkan"

Pada saat itulah Li Bun-yang baru merasa lenyapnya


Lim Han-kim. Dengan kening berkerut ia segera
bertanya: "Ke mana perginya saudara Lim?"

Ci Mia-cu tidak terbiasa bicara bohong. Didesak oleh Li


Bun-yang, imam tua ini kontan saja gelagapan sehingga
untuk beberapa saat lamanya ia tak sanggup
mengucapkan sepatah kata pun- Berapa saat kemudian
baru ia hentakkan kakinya ke tanah dengan gemas
sambil berkata: "Aaaai.,. seandainya dia mau menunggu
sesaat saja, kepergiannya kali ini tak bakal sia-sia...."

"Jadi... dia... ke mana ia pergi?" teriak Li Bun-yang


kaget

"Setelah mengetahui luka yang diderita Ciu tayhiap


amat parah dan cuma pil jinsom berusia seribu tahun
yang dapat menyembuhkan ia jadi amat menyesal.
Sekarang mungkin dia sedang berusaha untuk
menemukan kembali obatnya yang tercuri itu."

"Dunia begini luas, ke mana dia pergi untuk


mencarinya?"

"Aaaai... Yang di luar dugaan obat tersebut justru


telah terjatuh kembali ke tangan kita.,."

209
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Aduuh, celaka" Tiba-tiba Li Bun-yang menjerit kaget.

Si nona berbaju hijau yang selama ini hanya


membungkam segera menyela dengan keheranan:
"Toako, apanya yang celaka?"

"Biarpun Lim Han-kim kelihatan lemah lembut,


sesungguhnya dia mempunyai hati yang keras. Biar
wajahnya dingin dan kaku, hatinya lembut dan welas
kasih, Betul ilmu silat yang dimilikinya sangat tangguh
tapi belum cukup berpengalaman untuk menghadapi
kelicikan dunia persilatan, apalagi..."

"Tampaknya Ci Mia-cu pun telah memahami maksud


ucapan Li Bun-yang yang belum selesai itu, tanpa terasa
ia berseru pula: "Apakah Li kongcu takut dia pergi
mencari si dewa jinsom Phang Thian-hua seorang diri?"

"Benar pil mustika yang telah hilang ibarat batu yang


tercebur ke dalam samudra luas. Bagaimana mungkin ia
bisa menemukannya tanpa memperoleh tanda atau
petunjuk apa pun? jadi kurasa ia pasti teringat dengan si
pembuat obat, mustika tersebut Aku yakin dia pasti
sedang berusaha menemukan Phang Thian-hua."

"Waaah... kalau benar-benar demikian, jiwanya


terancam bahaya besar.,." keluh Ci Mia-cu dengan
kening makin berkerut dan wajah semakin gelisah. Li
Bun-yang menghela napas panjang.

210
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Aaaai... Phang Thian-hua termasuk seorang jago silat


yang berwatak aneh, ia suka menyendiri dan belum
pernah punya hubungan dengan dunia persilatan,
mungkin ibuku pun tidak kenal dengannya."

"Menurut apa yang kuketahui tokoh silat yang


mempunyai hubungan paling akrab dengan si dewa
jinsom Phang Thian-hua hanya satu orang, yakni si kakek
sepuluh penjuru siang Lam-ciau..."

" Kakek sepuluh penjuru siang Lam-ciau, siang


locianpwee? Aku kenal dengan orang tua ini. Hanya saja
dia suka mengembara, jejaknya seperti burung bangau
yang terbang di angkasa. Dalam waktu demikian singkat
ke mana aku harus pergi mencari-nya?"

Tiba-tiba terdengar si nona berbaju hijau menjerit


kaget: "Haaaah, ke mana perginya si setan cilik itu?"

Li Bun-yang maupun ci Mia-cu sama-sama tertegun


dan segera berpaling, Betul juga, Yu siau-liong telah
lenyap dari situ.

"Aaai... sungguh menjengkelkan" seru Li Bun-yang


sambil menghentakkan kakinya dengan gemas. " Kenapa
aku lupa memperhatikannya?"

" Lebih baik kita segera mengejarnya" usul si nona


cepat.

211
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"llmu meringankan tubuh yang dimiliki orang ini cukup


tangguh. Aku rasa pada saat ini dia sudah berada berapa
li dari sini, mau dikejar pun rasanya sukar untuk di-
susul."

"Aaaai... inilah yang dinamakan sudah salah


bertambah salah," keluh Ci Mia-cu. "se-lama hidup belum
pernah aku melakukan perbuatan sebodoh dan sepikun
hari ini."

setelah meninggalkan kuil awan hijau, Lim Han-kim


segera mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya untuk
meneruskan perjalanan, dengan kecepatan seperti anak
panah yang terlepas dari busurnya dia meluncur menuju
ke tepi sungai Tiangkang.

Untuk mempercepat perjalanannya, pemuda ini


berusaha menghindari jalan raya dan orang banyak.
setelah menentukan arah, ia menelusuri tanah
perbukitan dan meluncur dengan kecepatan tinggi.

Perjalanan yang ditempuh tanpa berhenti ini sangat


melelahkan badan, Ketika sampai di tepi sungai, sekujur
badannya sudah basah kuyup oleh keringat ia lalu
berjongkok di tepi sungai, membasahi seluruh wajahnya
dengan air yang dingin sehingga membuat kesegaran
badannya pulih kembali.

Ketika mendongakkan kepalanya kembali, terlihat


olehnya sebuah sampan nelayan sedang meluncur pada
212
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

jarak sepuluh kaki dari tepi sungai, Dengan ketajaman


matanya yang melebihi manusia biasa, ia segera dapat
menangkap dengan jelas orang yang berada di perahu
nelayan itu adalah seorang kakek bertopi caping dengan
mengenakan jas hujan. Maka dengan mengerahkan
tenaga dalamnya ia berteriak keras:

"Paman tua, bersediakah kau membawa perahumu ke


mari dan membawaku menuju ke pantai seberang? Aku
bersedia membayar mahal."

Teriakan itu kedengarannya tidak terlampau keras,


tapi kakek yang berada puluhan kaki jauhnya di tengah
sungai itu dapat mendengarnya dengan jelas sekali.

Tampak Kakek itu menarik kembali jala-nya lalu


berpaling, setelah mengamati beberapa saat barulah ia
melihat Lim Han-kim, maka sampannya segera didayung
mendekat.

Ketika sampan itu masih berada dua kaki dari tepi


pantai, Lim Han-kim tak sabar lagi menanti, ia segera
genjot badannya melompat ke depan. ilmu meringankan
tubuh yang dimilikinya benar-benar amat sempurna.
Ketika badannya melayang turun di atas sampan
tersebut, keadaannya ibarat daun kering yang terjatuh di
geladak sam-pan kecil itu sama sekali tidak terguncang
barang sedikitpun

213
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan perasaan terkejut bercampur tak percaya,


kakek itu mengamati Lim Han-kim beberapa saat
lamanya, kemudian baru gu-mamnya: "Waaah... anak
muda, kau pandai terbang?"

Lim Han-kim tertawa hambar, "Aaah, aku cuma


pernah belajar silat beberapa hari, Paman tua. Tolong
antar aku ke pantai seberang, ada urusan penting yang
harus segera ku selesaikan"

Kakek itu manggut-manggut, dayungnya segera


dikayuh kuat-kuat. sampan kecil itupun meluncur ke
pantai seberang, dengan sorot matanya yang tajam Lim
Han-kim mengawasi arus sungai yang mengalir deras.

Tapi beberapa saat kemudian tiba-tiba paras mukanya


berubah hebat, ia segera bungkukkan badan menerobos
masuk ke ruang perahu, Matanya di pejamkan rapat-
rapat, badannya bersandar di dinding perahu, wajahnya
kelihatan pucat pias seperti mayat.

Entah sudah lewat berapa waktu, tiba-tiba ia dengar


kakek itu berseru keras: "Siangkong, perahu telah
menepi di pantai seberang."

Ketika Lim Han-kim membuka mata dilihatnya


matahari telah tenggelam di langit barat. ia segera
melompat keluar dari sam-pan dan naik ke daratan,
Diambilnya sekeping uang emas, sambil memberikannya
pada nelayan itu ia berkata:" Paman tua, anggaplah
214
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sedikit uang ini sebagai tanda terima kasihku, Harap


diterima"

Dengan langkah lebar ia tinggalkan tempat tersebut,


Ketika kakek itu menerima uang tersebut dan
melihatnya, ia segera berteriak keras. "Siangkong, emas
ini terlalu banyak... Aku.Tidak berani menerimanya..."

Lim Han-kim tidak menggubris, perasaannya sangat


gelisah, Dia ingin secepatnya meneruskan perjalanan
menuju ke pesanggrahan Tho-hoa-kit. Tak berapa lama
kemudian pemuda itu sudah sampai di Tho-hoa-kit.
pemandangan masih tetap seperti sedia kala, Di tengah
hembusan angin sepoi yang membawa bau harum bunga
yang semerbak, tampak tamu memenuhi. seluruh
ruangan, Lim Han-kim ragu-ragu sejenak.

Tetapi kemudian melanjutkan langkahnya menuju


pesanggrahan tersebut pemuda itu boleh dibilang telah
memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang keadaan
di pesanggrahan Tho-hoa-kit. setelah melewati sanggar
arak di bagian muka, ia menulu ke balik pepohonan
bunga Tho.

sesudah menelusuri jalan setapak yang terbuat dari


batu putih, tibalah ia di sebuah persimpangan jalan. Lim
Han-kim segera berhenti sebentar untuk mengawasi
keadaan sekeliling tempat itu. Akhirnya ia memilih jalan
yang ada di tengah untuk meneruskan langkahnya,

215
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pemandangan di sekitar situ sungguh indah menawan


Merahnya bunga dan hijaunya dedaunan membuat
suasana dalam hutan bunga Tho itu ibarat lukisan alam
yang menarik.

Meskipun demikian, penjagaan di tempat itu ternyata


sangat ketat. Baru saja Lim Han-kim berjalan sejauh
empat- lima kaki, mendadak dari belakang dua batang
pohon Tho yang tinggi besar muncul dua orang pemuda
berbaju hijau.

Kedua orang pemuda itu berusia antara dua puluh


tahunan wajah mereka cukup tampan, cuma saja sinar
matanya liar dan lamat-lamat memancarkan kebengisan
wajahnya pucat pasi dan agak mengerikan

Lim Han-kim memperhatikan dua orang pemuda itu


sekejap. lalu tanpa banyak bicara meneruskan
langkahnya, Mendadak kedua orang pemuda berbaju
hijau itu melompat ke luar dari balik pohon dan
menghadang jalan sambil menegur: "Tuan, hendak ke
mana kau?"

"Loteng Hui-jui-lo"

" Loteng- Hui-jui-lo?" seru dua orang pemuda itu


dengan wajah tercengang, mereka tertegun untuk
sejenak.

216
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim tidak memberi tanggapan apa pun,


hanya sinar matanya yang tajam mengawasi kedua
orang itu lekat-lekat.

Sementara itu dua orang pemuda tersebut juga


sedang mengamati Lim Han-kim tanpa berkedip.
kemudian orang yang berada di sebelah kiri bertanya lagi
dengan suara keras: "Apakah tuan hendak menyambangi
Nona Lik-ling?" Lim Han-kim manggut-manggut.

Dua orang pemuda itu saling bertukar pandangan


sekejap. lalu sahutnya: "Pertemuan dengan Nona Lik-ling
sudah ditentukan pada tiga hari kemudian, Harap tuan
tinggalkan nama dan bagaimana kalau datang lagi tiga
hari kemudian?"

"Hmmmm Apa pun yang terjadi, aku harus


menjumpainya hari ini juga."

selesai menjawab Lim Han-kim meneruskan


langkahnya menuju ke depan. Dengan sorot mata yang
cepat dua orang pemuda itu memandang ke sekeliling,
setelah melihat tidak ada orang lain, serentak mereka
menerjang maju ke depan, Telapak tangan kiri diayunkan
langsung menghajar dada Lim Han-kim dengan serangan
dahsyat. "Berhenti" hardiknya ketus.

Dengan sikap yang teramat santai, Lim Han-kim balas


mengayunkan tangan kanannya mencengkeram tubuh
pemuda yang di sebelah kiri Diam-diam hawa murninya
217
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

disalurkan lalu mendorongnya ke depan untuk


menghantam orang yang di sebelah kanan.

Belum sempat menyadari apa yang terjadi, orang itu


sudah merasakan separuh badannya kesemutan lalu
segenap kekuatannya hilang lenyap. sadarlah mereka
bahwa mereka telah menjumpai musuh tangguh, tak
terlukiskan rasa kaget dan ngeri yang menyelimuti
hatinya.

Melihat musuh menggunakan tubuh rekannya untuk


menyambut serangan yang sedang dilancarkan, pemuda
yang gi sebelah kanan tak kurang rasa kagetnya, Buru-
buru dia tarik kembali ancaman tersebut dan cepat-cepat
melompat mundur dengan sempoyongan.

Dalam kesempatan itu Lim Han-kim telah


mempersiapkan diri baik-baik, Tentu saja ia tak biarkan
musuhnya kabur dengan begitu saja, dengan sekali
lompatan dia sudah mengejar ke hadapan pemuda
tersebut. Dengan sekali sambar ia telah cengkeram
tubuh orang itu.

"Hmmm" dengusnya pelan, " kalau berani bergerak


lagi, akan kugetarkan jantungmu sehingga mampus
seketika.."

Pemuda itu tak berani berkutik lagi, dia sadar


musuhnya bukan cuma gertak sambal.

218
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim kembali mengayunkan tangannya


menepuk punggung pemuda tersebut lalu katanya lagi:
"Jalan darah penting kalian sudah kulukai dengan ilmu
Memotong Nadi. Dalam tujuh hari berikut, lebih baik
jangan pergunakan tenaga dalam atau bertarung
melawan orang lain, kalau tidak kalian bisa tumpah darah
dan tewas dalam keadaan mengerikan."

Biarpun jalan darah kedua orang pemuda itu sudah


dikuasai lawan sehingga tidak mempunyai kekuatan
untuk melawan, namun sorot matanya tetap
memancarkan sinar kelicikan.

"Hmmm" Kembali Lim Han-kim mendengus dingin, "


kalau kalian tidak percaya, coba salurkan tenaga
dalammu untuk di-coba..."

Habis berkata ia segera tepuk bebas totokan jalan


darah kedua orang pemuda itu

Kedua orang pemuda itu menuruti saran tersebut dan


diam-diam mencoba menyalurkan tenaga dalamnya,
Betul juga, mereka segera merasakan kedua jalan darah
penting di punggungnya tersumbat Hawa murni di tubuh
mereka segera terputus di tengah jalan.

sekarang mereka baru betul-betul terkesiap. sikapnya


pun kontan berubah seratus delapan puluh derajat,
sambil memberi hormat katanya: "Kami benar-benar
punya mata tak berbiji, tidak mengenali tuan begitu
219
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

hebat dan luar biasa, Harap tuan sudi memaafkan


kelancangan kami."

"Hmmm... sementara waktu terpaksa aku mesti


menyiksa kalian dulu, Sebelum meninggalkan tempat ini
pasti akan kubebaskan jalan darah kalian yang tertotok
itu."

Setelah berjalan berapa langkah, mendadak ia


berhenti sambil katanya lagi: "ingat Mati hidup kalian
sudah berada dalam genggamanku sekarang, Bila dalam
setengah bulan totokan jalan darah tersebut belum
dibebaskan, maka nadi tay-im-keng kalian bakal
membeku hingga terluka, Akibatnya, jiwa kalian pun
bakal terancam. Maka hati-hatilah bertindak."

Meskipun kedua orang pemuda itu tidak menjawab


apa-apa, namun mereka segera mengangguk berulang
kali.

Lim Han-kim tidak menggubris kedua orang lawannya


lagi, dengan langkah lebar ia meneruskan perjalanannya
menuju ke loteng Hui-jui-lo.

Selapis tumbuhan bambu hijau mengelilingi sebuah


bangunan loteng yang indah, dua belah pintu pagar yang
terbuat dari bambu berada dalam keadaan setengah ter-
buka, Lim Han-kim segera mendorong pintu pagar dan
masuk ke dalam dengan langkah lebar.

220
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Seorang dayang kecil berwajah cantik menyongsong


kedatangannya dengan cepat, sambil membungkukkan
badan memberi hormat, tegurnya: "Tuan, kau tidak
merasa salah jalan?"

"Bukankah tempat ini adalah loteng Hui-jui-lo?" Lim


Han-kim balik bertanya sambil tertawa hambar.

"Benar, tuan lngin mencari siapa?"

"Nona Lik-ling"

sambil menjawab, pemuda itu meneruskan langkahnya


menuju ke dalam bangunan loteng.

Dengan gelisah dayang itu berteriak: "Eeeei.,, tuan,


tunggu dulu saat ini nona kami tak punya waktu,
Tinggalkan dulu namamu, datanglah dilain hari" "Tidak
bisa. Hari ini juga aku harus menemuinya."

o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o

JILID 05 HAL. 21 HILANG

o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o

serta menghalangi jalannya,

Dayang yang berada di sebelah tengah segera


menjulurkan tangannya setelah mengamati wajah Lim
Han-kim sekejap. "Bawa kemari" serunya.

221
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Apanya?" jawab Lim Han-kim dingin.

Tampaknya dayang yang berada di tengah itu


merupakan pemimpin rombongan dayang tersebut
Alisnya segera berkerut sesudah mendapat jawaban tadi.
"Tentu saja undangan dari nona kami" serunya tak
senang.

"Aku tak punya"

"Kalau tak ada undangan, mau apa kau kemari?"

"Aku datang mencari seseorang" kata Lim Han-kim


sambil mengamati anak tangga menuju ke tingkat tiga.

"Mencari siapa?"

"Nona Lik-ling"

Kemudian sambil ulurkan tangan kanan-nya, ia


menambahkan: " Lebih baik kalian menyingkir Aku tak
ingin bertarung dengan kalian."

"Kurang ajar, besar amat lagakmu" teriak kawanan


dayang itu penuh amarah. serentak mereka melancarkan
serangan mencengkeram tubuh Lin Han-kim.

Alis mata pemuda Lim kontan saja berkerut, sorot


matanya memancarkan sinar tajam, Dengan cepat ia
ayunkan tangannya memaksa mundur serangan
kawanan dayang tersebut, lalu tangan kirinya dengan

222
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ilmu cengkeraman Ki-na-jiu menyambar pergelangan


tangan kanan dayang yang ada di tengah itu.

Dalam sekali sentakan, dayang tersebut kontan


tertarik hingga badannya berputar arah dan balik
menumbuk kawanan dayang lainnya.

serangan tersebut benar-benar luar biasa, tak


terlukiskan rasa kaget kawanan dayang itu, serentak
mereka melompat mundur.

Menggunakan kesempatan ini Lim Han-kim segera


melejit ke udara menghindari kerumunan kawanan
dayang tersebut dan langsung lari ke arah anak tangga
tingkat tiga.

Tampaknya kawanan dayang itu sadar bahwa


kepandaian mereka belum cukup untuk menghalangi
jalan orang, serentak mereka hentikan langkahnya dan
tidak mengejar lagi.

Pemandangan di loteng tingkat tiga jauh berbeda


dengan keadaan di tempat lain, Di separuh ruangan
sebelah depan keadaannya sama dengan keadaan ruang
lain, tapi separuh ruang di bagian belakang merupakan
sebuah gardu yang amat luas dengan dedaunan sebagai
atap dan karpet merah menghiasi seluruh lantai.

Perjamuan yang diselenggarakan di gardu terbuka itu


belum bubar, dua orang lelaki bertubuh kekar sedang

223
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

duduk berhadapan sambil minum arak. seorang


perempuan cantik berbaju hijau duduk di antara dua
orang lelaki kekar tadi.

sambil tertawa, sepasang matanya yang besar tiada


hentinya mengawasi wajah dua orang lelaki itu
bergantian Gerak-geriknya genit dan merayu membuat
dua orang lelaki yang dihadapinya jadi tak tenang
perasaan hatinya.

Biarpun Lim Han-kim cukup lama berdiri di situ,


ternyata tak seorang pun yang menyadari kehadirannya.

Akhirnya si wanita cantik berbaju hijau itu yang lebih


dulu menyadari kehadiran Lim Han-kim. Tiba-tiba saja ia
turunkan tangan yang menutupi mulutnya dan duduk
dengan wajah serius.

sementara itu dua orang lelaki tersebut masih duduk


minum arak sambil tertawa terbahak-bahak. tapi setelah
mengetahui kehadiran Lim Han-kim, paras mukanya
segera berubah sangat hebat, serentak mereka letakkan
kembali cawannya ke atas meja. Lelaki yang duduk
menghadap timur segera tertawa dingin sambil menegur:

"Bocah keparat, besar amat nyalimu" sambil menekan


permukaan meja, dia melompat maju ke depan sambil
melepaskan sebuah babatan ke dada lawan.

224
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Cukup mendengar dari deruan angin serangan yang


meluncur datang, Lim Han-Kim sadar bahwa musuhnya
bukan lawan yang lemah. Dengan cekatan dia memutar
badannya ke samping, lalu dengan ilmu Langkah Tujuh
Bintang, badannya menyusup dari sisi lelaki tadi
langsung menuju ke gardu perjamuan.

"Jadi kau yang bernama Lik-ling?" tegurnya sambil


menatap wajah perempuan cantik itu tajam-tajam.
sementara itu perempuan cantik berbaju hijau tersebut
telah dapat menguasai dirinya kembali, dia tertawa. "Aku
memang Lik-ling, siapa nama siangkong?"

"Kau tak perlu tahu siapa namaku...."

"Braaak..."

Mendadak lelaki yang duduk di sebelah barat


menggebrak meja keras-keras, potongnya: "Besar amat
bacotmu Biar aku Bwee Locu memberi pelajaran dulu
kepada cecunguk macam kau,.,"

Memandang bekas jari tangan yang membekas di


permukaan meja, Lim Han-kim kembali berpikir: "Tenaga
dalam orang ini betul-betul amat sempurna, aku tak
boleh memandang enteng kemampuannya."

sementara itu lelaki yang melancarkan serangan


pertama kali tadi kembali menerjang datang, Dengan
jurus " Harimau Lapar Menerkam Kambing" kelima jari

225
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tangannya dipentangkan lebar-lebar untuk


mencengkeram batok kepala musuhnya.

Kembali Lim Han-kim gerakkan badannya menghindar


sejauh beberapa depa, kali inipun dia tidak melancarkan
serangan balasan, sementara itu, lelaki yang duduk di
sebelah barat telah meninggalkan tempat duduknya dan
menerjang ke depan. sambil mengayunkan telapak
tangannya dia melepaskan sebuah babatan ke punggung
Lim Han-kim.

Dengan cekatan kembali Lim Han-kim menggeserkan


langkahnya satu tindak kesamping, Lagi-lagi serangan
tersebut berhasil dihindarinya.

Dalam waktu singkat dua orang lelaki itu telah


lepaskan serangan berulang kali. Satu dari muka, yang
lain dari belakang, Dengan serangan-serangan cepat
mereka mendesak musuhnya habis-habisan. Tampak
bayangan tangan menyambar silih berganti,
anginpukulan yang menderu- deru memekak telinga.

Di tengah kepungan angin serangan yang begitu


gencar dan luar biasa, Lim han-kim tetap tidak
melancarkan serangan balasan, Dengan mengandalkan
ilmu gerakan tubuhnya yang sakti luar biasa, tubuhnya
menyelinap ke sana kemari.

226
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Bagaimanapun gencar dan hebatnya serangan kedua


orang itu, ternyata tak satu pun yang berhasil mengenai
sasaran.

sementara itu perempuan cantik berbaju hijau


tersebut tampaknya sangat menikmati jalannya
pertarungan Dengan senyuman dikulum, dia ikuti
jalannya pertarungan dengan penuh perhatian semakin
lama kedua orang lelaki itu melepaskan serangannya
makin ganas dan gencar, namun gerak tubuh Lim Han-
kim makin lama pun semakin sakti dan luar biasa.

Tubuhnya bergerak bagai awan di angkasa,


bagaimanapun ganas dan gencarnya serangan yang
dilepaskan kedua orang itu, tak satu pun serangan yang
berhasil menjawil ujung bajunya.

senyuman yang menghiasi ujung bibir perempuan


cantik berbaju hijau pun makin lama semakin redup.
paras mukanya makin lama berubah semakin serius.
Pelan-pelan dia bangkit berdiri, mendekati arena
pertarungan dan bentaknya keras-keras: "Hey, kalian
bertiga jangan berkelahi lagi"

selama ini hanya dua orang lelaki itu yang


melancarkan serangan tiada hentinya.

sejak awal sampai akhir Lim Han-kim belum pernah


melepaskan satu serangan balasan pun, Karenanya
begitu si perempuan cantik berbaju hijau itu membentak,
227
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dua orang lelaki tadi serentak menarik kembali


serangannya dan melompat mundur dari arena.

sebaliknya Lim Han-kim sendiri pun diam-diam


mengagumi kehebatan kedua orang lawannya, sekalipun
ia tidak melancarkan serangan balasan, namun dapat
terasa olehnya betapa tangguh dan hebatnya ilmu silat
kedua orang lelaki tersebut, terutama tenaga pukulannya
yang kuat, ia sadar dua orang tersebut merupakan
musuh tangguh.

Melihat pertarungan telah berhenti, dengan


pandangan mata yang genit perempuan cantik berbaju
hijau itu memandang Lim Han-kim sekejap. lalu ujarnya
sambil tersenyum: "Kalau dua ekor harimau berkelahi,
akhirnya seekor di antaranya pasti terluka. Bila kalian
bertiga meneruskan pertandingan semacam ini, siapa
pun yang akhirnya terluka tentu akan merupakan
pemandangan yang kurang sedap dalam suasana
begini."

sebenarnya dua orang lelaki itu sudah dibuat terkesiap


tak terkirakan setelah puluhan jurus serangan berantai
mereka gagal menyentuh ujung baju lawannya. Dengan
adanya bujukan perempuan cantik tersebut, mereka
gunakan kesempatan tersebut untuk mengundurkan diri

228
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

BAB 8. Keracunan dan Terkurung


Lim Han-kim mengernyitkan alis matanya rapat-rapat.
Di balik kemurungan yang menyelimuti wajahnya,
terselip lapisan hawa dingin yang kaku, ia sama sekali
tidak menanggapi bujukan perempuan cantik tersebut.

Biarpun bajunya yang putih kini penuh berlumpur


karena harus menempuh perjalanan cepat, namun
kekotoran itu tidak menutupi ketampanan serta
kegagahannya.

Kembali perempuan cantik berbaju hijau itu memberi


hormat kepada Lim Han-kim lalu berkata:

"Lik-ling tak lebih hanya perempuan bernasib jelek


yang bertugas menyambut serta menghibur para tamu.
Aku merasa beruntung karena para tamu sudi
menghargai diriku. Nah, kongcu, bila tak keberatan mari
ambil tempat duduk. biar kulayani kongcu sebagai tanda
persahabatan...."

Lalu setelah berhenti sejenak dan tertawa, sinar


matanya dialihkan ke wajah dua orang lelaki itu sambil
menambahkan: " orang gagah bilang, tidak berkelahi
maka tak kenal, Pertarungan yang baru berlangsung
benar-benar seimbang dan sama-sama mengagumkan
Betul aku tak mengerti ilmu silat, tapi aku yakin bila tidak

229
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bertarung selama satu sampai dua jam, mustahil menang


kalah bisa ditentukan..."

Ia berbicara seperti bergumam, sama sekali tidak


memberi kesempatan kepada orang lain untuk
menimbrung apalagi memotong, Lim Han-kim segan
banyak bicara, dengan langkah lebar ia segera berjalan
menuju ke meja perjamuan dan tanpa sungkan-sungkan
mengambil tempat duduk.

Dengan langkah yang lemah gemulai Lik-ling segera


menyusul di belakang pemuda itu dan mengambil tempat
duduk pula.

Akhirnya dua orang lelaki itupun menyusul di belakang


Lik-ling dan duduk pula di sekeliling meja perjamuan.

Lik-ling bertepuk tangan pelan, dua orang dayang


segera muncul perempuan itu menitahkan dayangnya
untuk menyiapkan kembali perjamuan baru, Tak selang
berapa saat, arak wangi dan hidangan telah siap.

selama ini Lim Han-kim tetap bersikap dingin dan-


hambar, sikap semacam ini membuat dua orang lelaki itu
tak enak untuk membuka pembicaraan untuk
menghilangkan kekakuan yang mencekam suasana, Lik-
ling segera angkat cawan araknya dan berkata kepada
Lim han-kim sambil tertawa: "Bolehkah aku tahu siapa
nama kongcu?"

230
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim berpikir sebentar, lalu menggeleng, "Aku


tak lebih cuma seorang prajurit tanpa nama, sekalipun
diutarakan belum tentu nona kenali" Lik-ling tertawa.

"Kalau memang kongcu enggan menyebutkan


namamu, akupun tak akan terlalu memaksa.,."

Kemudian sambil memandang kedua orang lelaki itu,


tambahnya: "Kedua orang ini mempunyai nama besar
yang amat masyhur di wilayah Kang-lam, yang satu
adalah siang Thian-kian dari kota siok-ciu sedang yang
lain adalah Lu PekJeng dari kota yang Yang- ciu"

"Lama kudengar nama besar anda" Buru-buru Lim


Han-kim mengangguk.

"Tidak berani, tidak berani..." siang Thian-kian


menimpali. "Boleh ku tahu siapa anda? Tampaknya
saudara bukan berasal dari wilayah Kang-lam?"

"Benar, aku datang dari jauh, luar perbatasan "

"saudara, ilmumu sangat aneh dan tangguh. Kau


merupakan musuh tangguh yang pernah kujumpai
selama ini," sambung Lu Pekspeng pula, "Bila tak
keberatan, terimalah satu cawan arak sebadai rasa
hormatku..."

Tanpa banyak bicara Lim Han-kim angkat cawan dan


meneguk isinya, tapi sebelum habis diteguk tiba-tiba ia
letakkan kembali cawannya sambil berkata: "Aku tidak
231
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kuat minum arak, karena itu terima kasih ku ucapkan


atas kebaikan anda berdua."

Lik-ling tersenyum, sambil berpaling ke arah dua


orang lelaki itu katanya: "Kalau memang kongcu tidak
minum arak. tentu kami pun tak bakal memaksa. Biar
aku saja yang mewakili anda untuk menerima
penghormatan ini."

Tanpa menunggu persetujuan dari dua orang lelaki


tadi, ia teguk isi cawannya hingga habis.

Melihat itu, siang Thian-kian segera tertawa terbahak-


bahak, "Ha ha ha ha... kalau nona mau mewakili,
bagaimana kalau menerima secawan arak lagi?"

Lik-ling melirik Lim Han-kim sekejap. lalu tertawa:


"Aku takut kedudukanku yang rendah tidak cukup berhak
untuk mewakili kongcu ini.,."

sambil berkata ia benar-benar angkat cawannya dan


sekaligus menghabiskan isinya.

Berkilat sepasang mata Lu Pekspeng, tiba-tiba ia


bangkit berdiri sambil ujarnya: "sudah cukup arak dan
hidangan yang kami nikmati, Rasanya akupun tak akan
mengganggu lebih lama, maaf kami hendak mohon diri
dulu."

232
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Betul, aku pun harus mohon diri," sambung siang


Thian-kian sambil menjura. Pelan-pelan Lik-ling bangkit
berdiri sambil memberi hormat.

"Aku benar-benar menyesal karena malam ini tak bisa


memuaskan kalian berdua," katanya, "Biarlah lain saat
kalau kalian berkunjung lagi, aku pasti akan menemani
sampai mabuk."

Siang Thian-kian tertawa hambar. "Bila mendapat


undangan, kami pasti datang memenuhi."

Dengan langkah lebar, ia segera berjalan


meninggalkan tempat itu. Dengan pandangan dingin Lu
Pekspeng memandang ke Lim Han-kim sekejap. lalu
serunya pula sambil menjura: "sampaijumpa lain waktu."

Memandang bayangan punggung kedua orang itu


hingga lenyap di balik pepohonan, Lik-ling baru berpaling
dan tersenyum, ujarnya: "Dua pendekar dari Siok-ciu dan
Yang- ciu telah pergi dengan membawa rasa marah, Aku
takut hutang ini bakal tercatat atas nama kongcu"

"Hmmm Antara aku dengan mereka tiada ikatan


dendam ataupun sakit hati, bagaimana mungkin hutang
tersebut tercatat atas namaku."

Kembali Lik-ling tertawa, " Kecantikan wanita


memabukkan orang, keganasan pedang mengucurkan

233
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

darah. sejak dulu sampai sekarang ada berapa banyak


pendekar yang terkalahkan di tangan kaum wanita?"

"Hmmm sayang kedatanganku bukan karena tertarik


oleh kecantikan wajah nona..."

"Kongcu adalah manusia pilihan, tentu saja tak bisa


dibandingkan dengan orang lainnya," sahut Lik-ling
tersenyum.

Paras muka Lim Han-kim tetap dingin dan hambar,


seakan-akan ia tidak terpengaruh oleh pujian perempuan
tersebut Lik-ling yang tabah benar-benar memiliki
ketenangan yang luar biasa, Bagaimana pun Lim Han-
kim menyindir dan mengejek. ternyata ia tidak
terpengaruh sama sekali, maka ujarnya lagi sambil
tertawa hambar: " Kongcu, kau memang ganteng dan
gagah, Apa sangat mempesona hati wanita, Hanya
sayang, pakaianmu sangat mengurangi kegagahanmu
Dalam kamarku tersedia berapa stel pakaian pria.
Bagaimana kalau kongcu tukar pakaian dulu sebelum kita
berbincang-bincang?"

"Aku rasa tidak perlu, Kebaikanmu biar kuterima


dalam hati saja." Lik-ling berkerut kening, matanya yang
besar berkedip beberapa kali, lalu tegurnya.

"Kongcu, berulangkali kau tolak tawaran dan kebaikan


kami Aku jadi tak habis mengerti sebenarnya apa
maksud kedatanganmu?"
234
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"sederhana sekali," jawab Lim Han-kim setelah


menyapu wajah Lik-ling sekejap dengan pandangan
dingin. "Aku datang untuk minta kembali sebuah benda."

"Barang apa itu?" Lik-ling tertegun,

"selembar sapu tangan" Lik-ling segera tertawa


cekikikan: "Aku masih menduga barang berharga apa
yang kau minati, rupanya cuma selembar sapu-tangan
Kongcu, bagaimana juga kau sudah mengunjungi loteng
Hui-jui-lo. Terlepas apa maksud kedatanganmu yang
pasti kau adalah tamuku, Bagaimana kalau minum
beberapa cawan arak dulu? Nanti aku pasti akan
persembahkan saputangan itu kepadamu."

Tampaknya mimpi pun Lim Han-kim tidak menyangka


kalau tujuannya minta kembali saputangan tersebut
dapat berjalan begini lancar, untuk sesaat dia malah
tertegun dibuatnya.

Dengan tangannya yang lembut Lik-ling mengambil


cawan arak di hadapan Lim Han-kim dan menukarnya
dengan cawan arak yang telah dipergunakan barusan,
kemudian katanya: "Tidak sedikit orang persilatan yang
pernah kujumpai Kebanyakan mereka banyak menaruh
curiga, Aku rasa kongcu pun tidak terkecuali Nah,
bagaimana kalau kita minum arak dengan pergunakan
cawanku?"

235
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tanpa menunggu jawaban pemuda tersebut ia segera


angkat cawan dan meneguk habis isinya.

sebetulnya Lim Han-kim ingin menampik, tapi dia


takut ditertawakan orang sebagai pengecut yang bernyali
kecil, Dengan terpaksa diambilnya cawan tersebut dan
pelan-pelan meneguk isinya, sementara itu ia kerahkan
hawa murninya untuk menahan arak yang diteguknya
agar tidak masuk ke ke dalam perut.

sambil tersenyum Lik-ling berkata lagi: " Kongcu


datang dari jauh, bila harus pulang dengan tangan
hampa rasanya kasihan jangan kuatir, keinginanmu tentu
akan kupenuhi nanti. Tapi sebelum itu, bersediakah
kongcu menemani aku memainkan sebuah lagu, karena
sejak kecil aku senang meniup seruling.,."

"Aku tak berani merepotkan nona, apa lagi masih ada


urusan penting yang mesti segera diselesaikan Biarlah
maksud baikmu itu kuterima di dalam hati kecil saja..."

Lik-ling merogoh keluar sebuah seruling dari sakunya,


lalu katanya: "Sekalipun kongcu tak berminat menikmati
permainan serulingku, namun aku ada niat
menghiburmu...^

Tanpa memperdulikan lagi persetujuan dari Lim Han-


kim, ia mulai meniup seruling hijau itu. serentetan lagu
merdu pun segera berkumandang memecah keheningan.

236
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kepandaiannya meniup seruling betul-betul sudah


mencapai tingkat kesempurnaan Ketika mulai meniup,
nada lagunya pedih dan memilukan hati, seakan akan
menyayat perasaan siapa pun.

Tanpa terasa Lim Han-kim terpengaruh oleh nada


seruling tersebut, Semua kemurungan dan kepedihan
hatinya terungkap keluar, wajahnya yang sudah murung
dan kusut kini makin gelap dan dilapisi hawa kesedihan
yang luar biasa.

Mendadak nada seruling itu berubah makin rendah


dan berat, iramanya semakin menyayat perasaan seperti
jeritan hati seorang perempuan lemah yang sakit parah
dan ingin menyampaikan rasa rindunya kepada kekasih
hati yang telah lama berpisah.

Dalam waktu singkat Lim Han-kim sudah dibikin


mabuk oleh irama seruling yang memilu hati itu,
badannya duduk mematung tak berkutik. sampai
permainan seruling itu terhenti, ia baru tersentak kaget,
seakan-akan baru sadar dari impian, Lim Han-kim
celingukan memandang ke sekeliling tempat itu. ia makin
terkesiap ketika melihat hari sudah gelap. pikirnya
dengan hati kecut: "Rupanya aku sudah terpengaruh
oleh permainan serulingnya..."

sambil menarik napas panjang, pelan-pelan ia bangkit


berdiri sementara itu Lik-ling sudah menyimpan
serulingnya Tanpa menanti sampai Lim Han-kim buka
237
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mulut, ia sudah berkata lebih dulu: "siangkong, tolong


berikan pandangan dan kritikmu tentang kepandaian
meniup serulingku?"

Lim Han-kim angkat kepalanya memandang bintang


yang bertaburan di angkasa. Gumamnya kemudian
terdengar antara menjawab dan tidak: " Waktu sudah
malam, aku harus pergi.,."

Lik-ling mengerutkan kening, selapis hawa napsu


membunuh terlintas di wajahnya, Namun hanya sekejap
hawa pembunuhan itu sudah lenyap kembali, dengan
senyuman tetap menghiasi bibirnya dia melanjutkan: "
Harap kongcu tunggu sebentar, aku segera pergi
ambilkan saputangan untukmu:"

Ia bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan-


Langkahnya lemah gemulai pinggangnya yang ramping
dan goyangan pinggulnya membuat perempuan itu
kelihatan lebih merangsang, Dengan pandangan dingin
Lim Han-kim hanya mengawasi perempuan itu
meninggalkan ruangan tanpa mengucapkan sesuatu.

Tiba-tiba tampak cahaya api menyilaukan mata,


sebuah lentera telah menerangi seluruh ruangan, Dengan
gerakan cepat Lim Han-kim menggeser tempat
duduknya.

238
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ia pilih tempat duduk yang strategis di mana ia dapat


bebas memandang serta leluasa mengawasi Lik-ling yang
menyelinap masuk ke ruang belakang.

Dari balik jendela tampak menerawang sesosok


bayangan manusia yang bergerak ke sana kemari, tapi
kemudian berhenti tak bergerak.

Waktu meluncur lewat dengan cepatnya dalam


penantian Lim Han-kim. sepenanakan nasi sudah lewat,
namun Lik-ling belum tampak munculkan diri Habis
sudah kesabaran Lim Han-kim, tanpa sadar ia bangkit
berdiri dan berjalan menuju ke ruang belakang.

Pintu kamar berwarna merah berada dalam keadaan


setengah terbuka menutupi separuh pemandangan di
dalamnya dan juga menutupi bayangan Lik-ling yang ada
di dalam ruangan

Baru saja Lim Han-kim hendak melangkah masuk ke


dalam, tiba-tiba satu ingatan melintas dalam benaknya:
"Di tengah malam buta begini, rasanya kurang sopan jika
aku memasuki kamar seorang wanita tanpa permisi,
apalagi antara aku dan dia tak punya ikatan apa-apa..."

Lim Han-kim lantas urungkan niatnya untuk masuk ke


dalam kamar, dan berdiam diri beberapa saat, Tapi
sebelum ia sempat mengucapkan sesuatu, tiba-tiba
terdengar suara Lik-ling berkumandang keluar dari balik
kamar. "Siang kong terlalu kolot dan ikut aturan, padahal
239
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

loteng Hul-jui-lo bukan istana raja muda atau istana


kaisar, sedang aku pun bukan seorang perempuan suci
atau istri orang.."

"Nona, harap kembalikan saputangan itu secepatnya,"


tukas Lim Han-kim dengan suara dingin, "Aku masih ada
urusan penting dan harus tinggaikan tempat ini
secepatnya."

Suara helaan napas sedih terdengar lirih dari dalam


ruangan, disusul kemudian terdengar kembali suara
seruling yang bernada setiih, Menanggapi hal itu, Lim
Han-kim hanya tertawa dingin. Sekali tendang ia sepak
pintu kamar itu hingga terpentang lebar,

Tapi apa yang kemudian tampak di hadapannya


membuat pemuda tersebut berdiri tertegun Rupanya Lik-
ling hanya berpakaian dalam yang sangat minim dengan
kain putih tipis menyelimuti badannya.

Waktu itu ia sedang bersandar di atas pembaringan


sambil meniup serulingnya, membawakan lagu-lagu yang
memilukan hati. sorot matanya memancarkan cahaya
yang sangat aneh, sementara wajahnya tampak hampa
dan dengan senyum hambar mengawasi Lim Han-kim
tanpa berkedip.

Tiba-tiba saja Lim Han-kim merasakan hatinya


bergetar keras, ia merasa irama seruling yang memilukan
hati bagaikan jeritan kekasih yang sedang dimabuk
240
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

asmara itu seperti jarum atau pedang yang menikam


dadanya dalam-dalam.

Pemuda ini sebera merasakan gelagat tidak


menguntungkan Buru-buru ia menghimpun hawa
murninya, alis matanya berkerut dan tenaga dalamnya
disalurkan untuk mengendalikan gejolak emosinya yang
membara. ia berusaha membuangjuuh-jauh semua
pikiran di hatinya dan membendung gelora napsu birahi
yang membakar la la m dadanya.

Irama seruling yang dimainkan Lik-ling makin lama


semakin cepat seperti aliran air terjun yang menumbuk
dadanya, Lim Han-kim seketika merasakan napsu
birahinya memuncak. Wajahnya kontan berubah jadi
merah membara, peluh mulai bercucuran membasahi
seluruh jidat dan wajahnya, Kurang lebih seperminuman
teh kemudian, suasana baru pulih kembali dalam
ketenangan.

Air muka Lik-ling yang bersandar di-pembaringan itu


kelihatan berubah hebat, Cepat-cepat dia bangkit berdiri
dan mulai berlarian mengelilingi ruangan kamar, irama
serulingnya makin lama pun semakin cepat seperti
pukulan ombak yang menghajar batu karang, Makin lama
tubuhnya berputar makin cepat dan akhirnya ia berlari
seperti terbang saja.

241
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Peluh bercucuran membasahi seluruh pakaiannya yang


tipis itu, membuat lekukan tubuh bagian terlarangnya
kelihatan makin nyata dan mencolok.

Tiba-tiba terdengar suara benturan yang amat keras


bergema memecahkan keheningan, Lik-ling yang semula
berlarian mengelilingi ruangan kini sudah jatuh
terjerembab diatas tanah, otomatis permainan
serulingnya juga terputus di tengah jalan.

Pelan-pelan Lim Han-kim membuka matanya kembali,


memandang Lik-ling yang tergeletak di atas tanah. Ia
angkat telapak tangan kanannya siap melepaskan
pukulan.

Lik-ling hanya berbaring diam di atas tanah, agaknya


ia sudah tak memiliki tenaga untuk melawan lagi. Bila
serangan dari Lim han-kim ini benar-benar dilepaskan tak
ayal lagi perempuan cantik itu pasti akan tewas seketika,
Tapi pemuda tersebut tidak berbuat demikian. sebelum
serangan dilepaskan, ia telah menurunkan telapak
tangannya.

sesaat sesudah terlepas dari bahaya kematian, pelan-


pelan Lik-ling yang baru sadar dari pingsannya
menggerakkan tangannya dan bangkit untuk duduk.
Waktu itu seruling kemalanya sudah terpental ke-sudut
ruangan, lebih kurang tiga- empat depa dari posisi
semula, Tampak perempuan itu terbatuk-batuk,

242
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Badannya bergoncang keras, kemudian ia muntahkan


darah segar.

Lim Han-kim segera berpaling ke arah lain, katanya


dingini "Akutak ingin membunuh kaum wanita, cepat
serahkan sapu-tangan yang kuminta, Aku harus segera
pergi dari sini."

sambil bertopang pada sepasang tangannya Lik-ling


berusaha bangkit dari atas tanah, Dengan sempoyongan
ia menuju ke depan pembaringan merangkak naik dan
katanya dengan napas terengah-engah:

"Luka yang kuderita amat parah. Gerak-gerikku kurang


leluasa, saputangan itu ada di bawah pembaringanku,
tolong ambillah sendiri"

Lim Han-kim tertegun, tapi akhirnya dia berjalan


mendekati pembaringan tersebut.

Rambut Lik-ling sangat kusut dan berurai tak keruan di


bahu, Wajahnya pucat pias seperti mayat, sepasang
matanya terpejam dan noda darah masih mengotori
ujung bibirnya. Tampaknya luka yang dideritanya sangat
parah, ia berbaring terlentang di atas pembaringan
seperti orang mati,

sesaat sesudah terlepas dari bahaya ke-matian, pelan-


pelan Lik-ling yang baru sadar dari pingsannya
menggerakkan tangannya dan bangkit untuk duduk,

243
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Waktu itu seruling kemalanya sudah terpental ke sudut


ruangan, lebih kurang tiga-empat depa.

Lim Han-kim ragu-ragu sesaat, tapi akhirnya ia


menjulurkan tangannya meraba ke bawah pembaringan
Benar juga, dari situ ia menemukan selembar
saputangan berwarna putih. Tapi ketika saputangan
tersebut dibentangkan ternyata tidak tampak tulisan apa
pun di situ, Hanya saja dari saputangan itu terendus bau
harum semerbak yang menerpa lubang hidungnya.
Ternyata benda itu bukan benda yang sedang dicarinya.

Kejadian ini membuat anak muda terse-but naik


pitam, Baru saja dia akan mengumbar hawa amarahnya,
mendadak pandangan matanya jadi ge1ap. "Aduh,
celaka" pekiknya dalam hati

sebuah pukulan langsung dibacokkan ke tubuh Lik-ling


yang sedang berbaring tanpa gerak itu

sayang sekali, belum sempat tenaga dalamnya


disalurkan keluar, tubuhnya sudah tak sanggup menahan
diri lagi. Dia merasakan kepalanya jadi sangat berat dan
kakinya lemas, Tanpa ampun lagi tubuhnya mundur
sempoyongan sebelum terjerembab di atas tanah.

Entah berapa waktu sudah lewat pelan-pelan Lim Han-


kim sadar kembali dari pingsannya, ia buka matanya dan
mengawasi sekeliling tempat itu, tapi suasana amat
gelap hingga untuk melihat ke lima jari tangan sendiri
244
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

saja sangat susah. ia coba gerakkan tangan dan kakinya,


tapi segera berkumandang suara gemerincing nyaring
besi yang saling geser, Rupanya seluruh badannya telah
dirantai orang.

Lim Han-kim coba tenangkan- hati, sekali lagi


memperhatikan keadaan di sekitarnya, Ternyata ia telah
terkurung oleh empat dinding yang terdiri dari dinding
batu yang amat tebal dan kuat. Tak ada seberkas cahaya
pun yang memancar dalam ruangan tersebut.

Dari keadaan yang dihadapinya ini, Lim Han-kim


segera mengerti bahwa ia telah kena ditawan orang
sebagai tahanan dan kini dikurung dalam sebuah penjara
batu yang amat kuat.

selain itu, ia pun sadar bahwa penjara batu ini pasti


berada jauh di bawah tanah, Tanpa terasa dia menghela
napas dan berpikir "Aku tidak menyesal seandainya mesti
mati dalam penjara bawah tanah ini gara-gara sikapku
yang lemah dan kurang tegas terhadap musuh, Tapi Ciu
Tayhiap... Dia sakit keras dan sangat membutuhkan pil
mustika itu untuk menyelamatkan jiwanya. Kalau sampai
gara-gara kejadian ini jiwanya jadi terancam, Aaaai, aku
bisa menyesal sepanjang masa..."

sementara dia masih berpikir, tiba-tiba terdengar


suara berderit yang memecahkan keheningan Deritan
nyaring itu berasal dari atas dinding penjara, Cepat-cepat
Lim Han-kim membuang jauh-jauh lamunan-nya. ia
245
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pusatkan pikiran untuk memperhatikan apa yang bakal


terjadi.

Menyusul suara deritan nyaring tadi, dari atas dinding


penjara terbukalah sebuah lubang seluas berapa depa.
selapis cahaya lentera menyorot masuk ke dalam,
sebuah tangan yang halus dengan membawa sebuah
baki kayu nyelonong masuk melalui lubang tadi,
kemudian terdengar suara merdu seorang gadis berkata:
"Lim siang-kong, silahkan menikmati hidangan"

Bau harum arak dan daging yang semerbak pun


menerpa masuk memenuhi seluruh ruang penjara,

Mengendus bau harum arak dan daging, Lim Han-kim


segera merasakan perutnya agak lapar, Namun baru saja
dia hendak mengambil hidangan tersebut untuk menjaga
kondisi tubuhnya, tiba-tiba terdengar suara besi
bergemerincing lalu muncul sebuah tangan aneh yang
kurus kering seperti cakar burung elang menyambar baki
berisi hidangan itu

Dengan rasa kaget Lim Han-kim berpaling. Ternyata


disudut ruangan penjara itu duduk seorang kakek kurus
kering yang mengenakan pakaian compang-camping,
Rambutnya kelihatan sangat kusut, kotor dan terurai tak
karuan, wajahnya penuh ditumbuhi jenggot, kumis dan
berewok sehingga menutupi raut wajah aslinya.

246
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara ia masih termenung, lubang pada dinding


yang terbuka tadi kembali menutup rapat. suasana dalam
ruang penjara pun kembali dalam kegelapan

Untung Lim Han-kim mempunyai ketajaman mata


yang melebihi orang biasa, Meskipun berada dalam
kegelapan, ia masih dapat melihat tempat duduk orang
itu, bahkan diapun dapat menyaksikan dengan jelas
semua tingkah laku serta gerak gerik-nya.

Kakek itu sangat kurus sehingga boleh dibilang tinggal


kulit pembungkus tulang, Kecuali pakaian compang-
camping yang menutupi bagian terlarang tubuhnya,
boleh dibilang ia tidak memiliki apa-apa lagi.

Rupanya kakek itu sudah lama kelaparan Begitu


menyambar baki kayu tersebut, dengan rakus ia sikat
semua hidangan yang ada dan menelannya dengan
tergesa-gesa.

Diam-diam Lim Han-kim menghela napas panjang,


pikirnya: "Entah sudah berapa lama orang ini tidak
makan, Aaaai, rakus betul orang ini..."

Biarpun orang itu mempunyai perawakan tubuh yang


kecil, pendek lagi kurus kering namun takaran makannya
luar biasa. Tak selang berapa saat kemudian semua
hidangan yang ada telah dimakannya sampai habis.
Namun tampaknya ia belum puas, sepoci arak wangi
yang tersisa diteguknya pula sampai ludes.
247
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

setelah kenyang makan dan minum, sambil menepuk-


nepuk perutnya, ia letakkan kembali baki itu ke lantai,
Lalu dengan pandangan menyesal ditatapnya Lim Han-
kim sekejap seraya berujar: "Eeei, bocah kecil, maaf
kalau aku sikat habis hidangan yang menjadi jatahmu.
Baiklah aku berjanji akan mengembalikan jatah mu pada
pengiriman berikut..."

"Aku tidak lapar" sahut Lim Han-kim sambil


menggeleng.

"Tidak lapar?" tampaknya semangat kakek kurus


kering terbangkit kembali setelah kenyang makan.
Dengan mata berkilat kilat ia tertawa tergelak. "Ha ha
ha... bocah kecil, Kecuali kau punya rencana ingin mati
kelaparan dalam penjara ini atau tenaga dalammu sudah
begitu sempurna hingga tidak makan pun masih bisa
pertahankan jiwamu. Kalau tidak, kau mesti makan
hidangan yang dikirim kemari..."

Bicara sampai di situ, tampaknya ia teringat kembali


pada peristiwa sedih yang menimpa dirinya. semangat
yang semula berkobar kini lenyap kembali. sesudah
menghela napas panjang, lanjutnya: "Aku sudah
terkurung dalam penjara ini lama... lama sekali.,."

Tak terlukiskan rasa terkejut yang menyelimuti


perasaan Lim Han-kim, tanpa sadar ia berpikir: "Kalau
sepanjang hidupku aku bakal terkurung dalam penjara

248
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bawah tanah yang gelap gulita ini, waah... bukankah


lebih baik cepat mati saja..."

Berpikir sampai di situ, tanpa terasa ia bertanya:


"sudah berapa lama locianpwe terkurung di sini?"

Kakek kurus kering itu menggaruk-garuk kepalanya


yang kotor, lalu menggeleng sedih:

" Waktu yang pasti aku kurang jelas, tapi kalau


dihitung-hitung rasanya sudah lebih dari dua tahun"

"Dua tahun-,."

"Apa kau anggap dua tahun terlalu pendek?" tukas


kakek kurus itu dengan suara keras.

Tapi nada suaranya segera berubah jadi pedih lagi,


terusnya: "Biarpun dua tahun tidak terhitung kelewat
lama. Namun kau jangan lupa, kita terkurung dalam
sebuah penjara bawah tanah yang tak memperlihatkan
sinar sepanjang masa, Hidup sehari di sini rasanya lebih
lama daripada hidup setahun, tujuh ratus hari sama saja
dengan tujuh ratus tahun-.."

Tiba-tiba Lim Han-kim teringat pada ibunya yang


menunggu di lembah Hong yap-kok. Tanpa terasa rasa
sedih menyelimuti perasaannya, ia menghela napas
panjang.

249
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mendadak kakek kurus kering itu tertawa terbaha-


bahak. suaranya amat nyaring dan menggema dalam
ruang penjara yang dikelilingi batu yang kuat. Gema
tertawanya memekakkan telinga, bagaikan suara guntur
yang membelah bumi.

Dengan cepat Lim Han-kim kerahkan tenaga dalamnya


untuk melawan suara gelak tertawa tersebut, Dengan
perasaan was-was pikirnya: " Hebat benar tenaga dalam
orang ini, Tampaknya kemampuan yang ia miliki tidak
berada dibawah kemampuanku."

Gelak tertawa itu berlangsung kurang lebih


seperminuman teh lamanya sebelum berhenti, lalu
dengan suara yang menggeledek kakek itu berseru: "Hey
bocah kecil, apakah kau mulai takut? Ha ha ha ... asal
kau hidup selama dua tahun dalam penjara batu ini, aku
percaya keadaanmu akan sejorok dan selusuh aku
sekarang ini^..."

Lim Han-kim hanya mengawasi kakek , itu tanpa


mengucapkan sepatah kata pun. setelah menghela napas
lagi kembali kakek kurus itu bertanya: "Bocah cilik,
kenapa kau tak berbicara?"

Lim Han-kim tidak menanggapi pertanyaan itu, ia balik


bertanya: "Locianpwee, selama dua tahun terkurung
dalam penjara bawah tanah ini, apakah tidak ada niatan
bagimu untuk melarikan diri?"

250
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Agaknya mereka tahu kalau ruang penjara biasa tak


mungkin bisa mengurung diriku, maka ruang penjara ini
mereka bangun lebih kokoh dan kuat..."

Kemudian sambil menggetarkan rantai yang


memborgol tubuhnya, dia meneruskan: "Bahkan rantai
yang dipergunakan untuk memborgol badanku pun
bukan terbuat dari bahan besi baja biasa.."

Lama dia berhenti bicara. Tampaknya pikiran dan


perasaannya sedang kalut, tapi sesaat kemudian ia
bertanya lagi dengan nada suara yang berubah: "Bocah
kecil, aku lihat ilmu silat yang kau miliki cukup tangguh,
Boleh aku tahu siapa guru- mu."

"Maaf, nama guruku tak boleh kuutara-kan secara


sembarangan."

Kakek kurus itu tampak agak tertegun, tapi ia segera


tertawa: "Tenaga khikang pekikan harimauku barusan
mempunyai daya pengaruh yang amat besar dalam
ruang penjara ini, Tidak setiap jago persilatan sanggup
menghadapinya. Tapi kau sanggup menerima pekikan
tersebut tanpa bergeming. Hal ini jelas menunjukkan
bahwa tenaga dalam yang kau miliki benar-benar sudah
amat sempurna."

Lim Han-kim tidak menggubris pertanyaan itu, dia


malah pejamkan matanya dan bersandar pada dinding
penjara.
251
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Melihat anak muda itu sama sekali tidak menggubris


perkataannya, Kakek kurus itu jadi naik darah, sambil
tertawa dingin tegurnya: "Hmmmm Bocah busuk. dengan
usiamu begitu muda, kau berani bersikap kurang ajar
kepadaku.."

Lim Han-kim membuka matanya, memandang kakek


itu sekejap. lalu tersenyum dan tetap tidak berkata-kata,
Berubah hebat paras muka kakek kurus itu, tapi nada
suaranya berubah jadi lebih lembut dan ramah, katanya
lagi: "Sekarang kita sudah menjadi senasib sependeritaan
Ha ha ha... Bila aku mati kelaparan dalam ruang penjara
ini, aku yakin kau pun tak bakal bisa hidup lebih lama."

Lim Han-kim menggerakkan bibirnya seperti akan


mengucapkan sesuatu, tapi niat tersebut kembali
diurungkan.

Terdengar kakek kurus itu berkata lebih lanjut:


"Mereka sudah enam-tujuh hari tidak mengirim rangsum
kepadaku, Hari ini tiba-tiba saja mereka mengirim
hidangan dan arak wangi. Tampaknya aku sudah boleh
ikut membonceng makan dengan kehadirannya"

Lim Han-kim menghela napas panjang. ia tetap


membungkam dalam seribu bahasa. . "Hey bocah kecil,
kau tahu siapakah aku?" dengan gusar kakek kurus itu
menegur. Sambil tersenyum Lim Han-kim gelengkan
kepalanya.

252
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kakek itu berseru: "Kalau kau sering berkelana dalam


dunia persilatan, tentu kau pernah mendengar nama
besarku..."

Tampaknya orang ini sudah teriampau lama terkurung


disitu dan tak punya kesempatan untuk bicara dengan
orang lain, Tak heran bila ia jadi nyerocos tanpa henti.

Sayang orang yang diajak bicara adalah Lim Han-kim


yang paling tak suka banyak bicara, Tak heran kalau
kakek itu jadi mencak-mencak karena gusar.

Setelah mendehem berat beberapa kali kakek kurus


itu berkata lebih jauh: "Bocah cilik, kenapa kau tak
bersuara? kau pernah mendengar julukan si "Raja
Monyet ceking, bukan?"

Dalam anggapannya, setelah mendengar julukannya


"si Raja Monyet ceking," Lim Han-kim pasti terkejut
setengah mati. Siapa tahu apa yang kemudian terjadi
sama sekali di luar dugaannya, pemuda itu cuma tertawa
hambar.

Kakek kurus itu semakin naik darah, hardiknya:


"Akulah si Raja Monyet ceking Han Si-kong"

Lim Han-kim menghela napas panjang, ia tetap tidak


menggubris perkataan kakek itu. Tiba-tiba Han Si-kong
melompat bangun, rantai yang memborgol tubuhnya
bergemerincing nyaring.

253
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Nama si Raja Monyet Ceking Han si-kong mungkin


belum pernah kau dengar, tapi sebutan si monyet tua
tentu pernah kau dengar bukan?"

Dalam gusar dan mendongkolnya, ia berteriak-teriak


macam monyet kena terasi saja. Lim Han-kim beriar-
benar dibuat tak berdaya oleh ulah kakek tersebut,
terpaksa jawabnya hambar: "Oooh, rupanya Han lo-
cianpwee"

Han si-kong jadi kegirangan, serunya: "oooh... jadi


dunia persilatan masih kenal dengan nama besarku
meski sudah hampir dua tahun aku terkurung di sini?"
Lim Han-kim menggeleng.

"Lantas... bukankah kita tak pernah bertemu,


Darimana kau bisa tahu kalau aku adalah si monyet tua?"

"Aku baru mendengarnya dari mulutmu, "jawab Lim


Han-kim singkat selesai bicara ia pejamkan matanya dan
coba tidur. Biarpun dalam hati kecilnya Han si-kong amat
gusar bercampur mendongkol namun dia tak bisa
berbuat apa-apa terhadap pemuda tersebut, terpaksa
dengusnya dingini

"Hmmm Suatu saat, bila aku sudah keluar dari penjara


ini, aku pasti akan menghajarmu habis-habisan."

254
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim menghela napas panjang: "Aaaai... harap


locianpwee jangan salah paham, Aku hanya tak suka
bicara saja."

"Anak muda, bersikaplah lebih terbuka" Belum lagi


perkataan itu diselesaikan, mendadak terdengar lagi
suara gemerincing nyaring bergema dari arah dinding
penjara.

Setelah ada pengalaman pertama tadi, Lim Han- kim


segera mengerti bahwa dinding tersebut sebentar lagi
akan terbuka. Cepat-cepat ia melompat bangun dari
tidurnya

Benar juga, gema suara gemerincing tadi disusul


dengan terbukanya sebuah pintu rahasia dari atas
dinding penjara tersebut, Dua orang gadis berbaju hijau
yang membawa pedang dan lentera berjalan masuk ke
dalam ruangan tersebut.

Mendadak Han si-kong melompat bangun, tangan


kanannya secepat kilat menyambar pergelangan tangan
dayang berbaju hijau yang berjalanpaling depan itu.
"Traaaaang.."

Dentingan nyaring kembali bergema, sebelum jari


tangannya sempat menyentuh tubuh dayang berbaju
hijau itu, rantainya sudah sampai di ujung sehingga
kakek tersebut tak sanggup meneruskan gerakkan-nya
lagi.
255
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ternyata sewaktu dirantai, panjang rantai tersebut


telah diperhitungkan secara matang dengan jarak pintu
rahasia tersebut sehingga dengan begitu uluran tangan
Han si-kong gagal mencapai sasarannya.

Dayang berbaju hijau yang diserang tadi mendengus


dingin, pedangnya diayunkan ke muka balas membabat
tubuh lawan, Dengan gerakan cepat Han si-kong
memutar tubuhnya menghindari babatan pedang itu,
menyusul kemudian sebuah pukulan kembali
dilontarkannya.

Agaknya ia sadar kalau ujung jarinya tak mungkin bisa


menyentuh tubuh lawan, maka dalam serangannya kali
ini dia kerahkan juga tenaga dalamnya.

segulung angin pukulan yang sangat kuat segera


menyambar ke muka, membabat tubuh dua orang gadis
berbaju hijau itu. selapis bunyi nyaring bergema dalam
ruang penjara,

Agaknya tenaga pukulan itu benar-benar kuat dan


ampuh.

serentak dua orang gadis berbaju hijau itu melompat


ke samping untuk menghindarkan diri dari babatan angin
serangan yang sangat kuat itu. "Blaaaammmmm"

Diiringi getaran yang sangat kuat, angin pukulan itu


menghajar bagian atas dinding sampai menimbulkan

256
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

suara yang memekakkan telinga. "sempurna amat


tenaga dalam orang ini," puji Lim Han-kim dalam hati.

setelah berhasil menghindarkan diri dari pukulan


dahsyat itu, dua orang gadis berbaju hijau itu menerjang
ke sisi Lim Han-kim dengan cepat salah seorang di
antaranya segera berkata: " Lim siang kong, nona kami
perintahkan agar mengundang Lim siang kong pindah ke
tempat hunian baru."

Dalam saat itu Lim Han-kim sudah mencoba


mengerahkan tenaga dalamnya untuk mematahkan
rantai yang membelenggu tubuhnya, namun usaha
tersebut tidak berhasil. Dia lantas angkat kepala dan
memandang dua orang gadis itu dengan pandangan
dingin, mulutnya tetap membungkam.

Tiba-tiba gadis berbaju hijau yang berjalan duluan itu


berpaling ke arah Han si-kong sambil membentak:
"Hmmmm... monyet tua, malam nanti kami akan
mengadu ilmu lagi, jika kau tetap membangkang..."

"Budak busuk" tukas Han si-kong tak kalah gusarnya.


"Kau anggap aku manusia macam apa? Tak nanti aku
akan menuruti perintah kaum wanita macam kalian...
Hmmmm... hmmmmm... ingin aku mengabulkan
permintaan kalian? Huuuh, tanggung lebih susah
daripada naik ke langit."

257
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kau tak usah berlagak sok. Asal kau mampu


menahan siksaan kami, mengabulkan atau tidak
permintaan kami itu terserah padamu."

"Hmmm Aku tak akan memikirkan mati hidupku di


dalam hati." Gadis berbaju hijau itu balas tertawa dingin:

"sudah banyak jago persilatan yang kujumpai


kehilangan kegagahan serta kependekarannya di bawah
siksaan keji.. Bahkan banyak di antaranya yang
merengek-rengek minta ampun. Hmmm Aku tak percaya
tubuhmu itu otot kawat tulang besi yang tahan
bantingan. jangan sampai tiba waktunya nanti kau pun
merengek-rengek minta ampun."

"Budak sialan" teriak Han si-kong penuh amarah,


sebuah pukulan kembali di-lontarkannya. Dua gadis
berbaju hijau itu tahu tenaga pukulan yang dimiliki
lawannya sangat tangguh, buru-buru mereka melompat
ke samping menghindarkan diri.

salah seorang gadis berbaju hijau itu segera


mengeluarkan sebuah anak kunci dari sakunya dan
memasukkannya ke dalam sebuah lubang kecil di atas
dinding batu tersebut Ketika diputar tiga kali ke kanan,
tiba-tiba saja rantai yang memborgol tubuh Lim Han- kim
terbuka secara otomatis.

sekalipun borgol sudah dilepas, namun rantai besi


yang membelenggu tubuhnya masih mengikat badannya
258
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kencang-kencang, Lim Han- kim melompat bangkit,


tegurnya: " Kalian hendak membawaku ke mana?"

Gadis berbaju hijau itu tertawa, "Nona telah berpesan


agar kami mengantar Lim kongcu pindah ke sebuah
tempat yang indah dan bersih," Kemudian setelah
berhenti sejenak, tambahnya: "Kami hanya menjalankan
perintah, semoga Lim kongcu jangan menyusahkan kami
berdua."

Lim Han- kim manggut-manggut " Kalau begitu mari


kita berangkat" kata gadis berbaju hijau yang pertama
sambil mengangkat lenteranya, Berangkatlah dua orang
gadis itu menggiring Lim Han- kim keluar dari ruang
penjara: Kepada Han si-kong, pemuda kita menggapai
sambil serunya: "Locianpwee, harap kau jaga diri baik-
baik"

Begitu keluar dari pintu penjara, pintu rahasia tersebut


kembali tertutup rapat secara otomatis. sambil berjalan
beriringan dengan pedang terhunus, kedua orang gadis
berbaju hijau itu mengajak Lim Han- kim keluar dari
pintu penjara, menelusuri lorong bawah tanah selebar
dua-tiga depa dan menuju ke arah muka.

Waktu itu seluruh tubuh Lim Han- kim masih


dibelenggu rantai, Tak heran ketika ia berjalan rantai
tersebut menimbulkan suara gemerincing nyaring,
setelah melewati beberapa buah tikungan akhirnya
sampailah mereka di sebuah persimpangan jalan,
259
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mendadak gadis berbaju hijau yang pertama itu berhenti


sambil balikkan badan, lalu katanya sambil tertawa:

"Lim kongcu, kau tentunya orang yang cerdik dan


mengerti keadaan, Lebih baik jangan punya ingatan
untuk melarikan diri. Aaaaai, ketahuilah hal mana bisa
mendatangkan bencana kematian bagimu."

Dengan sorot mata dingin Lim Han- kim mengawasi


dua orang gadis itu sekejap. sementara mulutnya tetap
membungkam.

Dari dalam sakunya gadis itu kembali mengeluarkan


selembar kain hitam, katanya lebih jauh: "Kami terpaksa
harus menyiksa siangkong sebentar dengan menutupi
sepasang matamu."

Lim Han-kim mengerti keadaan semacam itu tak


mungkin dihindari, maka ia pejamkan matanya dengan
pasrah, Dengan cepat gadis berbaju hijau itu mengikat
sepasang mata pemuda tersebut dengan kain hitam yang
sudah tersedia.

Tak lama kemudian Lim Han-kim merasa tangannya


digandeng orang untuk meneruskan perjalanannya
dengan langkah lebar, jalan yang mereka tempuh makin
ke atas. Rasanya mereka sedang melewati anak tangga
yang menjorok ke atas permukaan tanah.

260
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ehtah berapa saat kemudian tiba-tiba tangannya


ditahan orang dan merekapun berhenti lalu terdengar
gadis berbaju hijau itu berseru sambil tertawa merdu:
"sudah sampah sebentar lagi aku dapat melepaskan kain
penutup matamu."

Lim Han-kim merasakan rantai di tubuhnya berdenting


nyaring, disusul kemudian kain penutup matanya dilepas
orang, Ketika ia dapat melihat kembali, tampak dua
orang gadis berbajuk hijau itu sudah keluar dari pintu
hingga cuma nampak bayangan punggung mereka saja
yang menjauh.

Kini ia sudah berada dalam sebuah gedung dengan


dekorasi serta perabot yang indah dan mewah, selain
ruang utama terdapat pula sebuah kamar dengan
pembaringan serta kelambu yang sangat mewah.

Lim Han-kim coba mengalihkan sinar matanya untuk


memperhatikan sekeliling tempat itu. ia dapat melihat
bahwa pada ruang utama maupun kamar tidur, masing-
masing terdapat sebuah jendela, Haneja saja jendela itu
berterali besi yang dilapisi pula oleh sebuah jala kawat.

Terali besi itu besarnya seibu jari dan kelihatan kuat


sekali, Biar orang berilmu tinggi pun rasanya susah untuk
mematahkan besi tersebut, meski begitu Lim Han-kim
yakin bahwa ruangan ini sudah berada di atas
permukaan tanah.

261
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

" Waktu itu meskipun dalam ruangan diterangi cahaya


lampu, namun suasana terasa mulai redup, agaknya saat
itu senja telah menjelang tiba. Ketika ia coba berpaling,
pintu di mana dua orang gadis tersebut keluar masih
berada dalam keadaan terbuka.

Hanya tujuh-delapan depa setelah itu, jalanan


berbelok ke kanan sehingga tak dapat dilihat apakah
jalan itu tembus dengan penjara bawah tanah atau tidak.

sewaktu masuk ke dalam kamar tadi, sepasang mata


pemuda ini ditutup rapat-rapat sehingga membuatnya
sukar untuk membedakan mana jalan yang telah
dilewatinya. Di tambah lagipesan dari dua orang gadis
tersebut sebelum pergi, sementara badannya masih
dirantai kuat-kuat. pemuda itu sadar bahwa di balik pintu
yang dibiarkan terbuka itu pasti sudah disiapkan jebakan
yang sangat lihai, maka dari itu ia memilih lebih baik
duduk mengatur pernapasan sambil berusaha mencoba
meloloskan diri

Karena itulah Lim Han-kim segera menuju ke ruang


utama dan duduk bersila di sudut ruangan, ia mencoba
mengatur napas, namun bagaimana pun dicoba usaha itu
gagal pikirannya terasa kusut, pelbagai kemurungan dan
kekesalan hatinya bertumpah ruah dalam benaknya.

262
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

BAB 9. Tiga siksaan dari Partai Hian-Hong


Kalau diingat kembali pembicaraan Ci Mia-cu, agaknya
ia menyimpan banyak rahasia yang mencurigakan
seakan-akan mati hidup Ciu Huang mempunyai sangkut
paut yang erat dengan dirinya, Kemudian ia teringat pula
pada teka-teki mengenai asal-usulnya.

Sejak dia dapat berpikir, dia selalu belajar silat dengan


tekun di bawah pengawasan gurunya yang keras serta
belajar sastra di bawah bimbingan ibunya. Namun setiap
kali dia menanyakan soal ayahnya, ibunya selalu
menegur dengan gusar.

Teringat soal gurunya yang selalu bersikap ketat


dalam memberi pelajaran silat kepadanya, tapi justru
bersikap begitu hormat terhadap ibunya, hal ini membuat
kecurigaan dalam hatinya makin bertambah.

Berdasar pengamatan yang dilakukan secara diam-


diam, ia dapat mengetahui bahwa ibunya bukan cuma
berpengalaman luas, bahkan ilmu silat yang dimilikinya
sangat hebat, tapi kenapa ia tak pernah membicarakan
soal ilmu silat dengan dirinya?

sementara pikirannya sedang kalut, tiba-tiba terdengar


suara tertawa merdu berkumandang memecah
keheningan, lalu tampak seorang gadis berbaju merah
muncul dengan membawa baki kayu.

263
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Begitu bertemu dengan Lim Han- kim, gadis itu


berkata sambil tertawa: " Hidangan yang kami kirim tadi
tentunya sudah diserobot si monyet tua, bukan? Aku
percaya siangkong sudah lapar sekarang."

Dari baki itu dia hidangkan sepoci kecil arak wangi,


sepiring kue tipis dan empat piring ikan laut yang lezat.

Bau harum semerbak yang tercium dari hidangan itu


segera membuat Lim Han- kim merasa lapar sekali,
Dengan matanya yang jeli, gadis berbaju merah itu
memandang pemuda itu sekejap. lalu sambil menuding
kue tipis di piring ia berujar sambil tertawa: "Kami orang-
orang Kang lam biasanya makan nasi, tapi sam-kau tahu
siangkong datang dari barat- laut. Kuatir siangkong tak
biasa makan nasi, maka beliau khusus turun tangan
sendiri di dapur untuk menyiapkan sepiring kue tipis.
semoga siangkong cukup berselera untuk makan."

Lim Han- kim memandang hidangan itu sekejap. lalu


pikirnya: "Dalam usaha melarikan diri malam ini tak bisa
dihindari pertempuran sengit pasti terjadi. Memang ada
baiknya kalau aku bersantap dulu untuk menambah
semangat dan tenaga.,."

Melihat gadis berbaju merah itu berdiri di sisinya


sambil mengawasi dengan mata mendelik, meski merasa
lapar pemuda itu merasa sungkan untuk melahap
hidangan yang tersedia.

264
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ketika melihat Lim Han- kim belum juga bersantap.


tiba-tiba gadis berbaju merah itu memenuhi cawan
dengan arak dan meneguknya sampai habis, lalu
diambilnya sepotong kue tipis dan dicicipi pula sayur
lainnya, begitu selesai dia baru berkata sambil tertawa:
"Sekarang siangkong boleh bersantap dengan tenang
bukan...?" Dengan langkah gemulai dia berjalan
meninggalkan ruangan.

Biarpun tubuh Lim Han- kim masih di-rantai, namun


tidak mengganggunya untuk bersantap sendiri Ditambah
lagi dia tahu malam nanti bakal berlangsung
pertempuran sengit. Tanpa terasa semua hidangan yang
tersedia di sikat nya sampai habis.

Tak lama kemudian dayang berbaju merah itu muncul


kembali untuk membereskan mangkuk dan sumpit, sikap
maupun tindak tanduk dayang-dayang tersebut
terhadapnya selama ini tampak amat sungkan dan
hormat, tiada sikap permusuhan barang sedikit pun yang
mereka tunjukkan kepada pemuda kita, Namun Lim Han-
kim yang tak suka berbicara dengan orang pun enggan
banyak bertanya, sekalipun di hati kecilnya dia merasa
amat keheranan.

selang sesaat kemudian muncul lagi seorang gadis


berbaju cutih menghidangkan teh wangi, Gadis ini tidak
bicara apa-apa, setelah air teh dihidangkan ia segera
mohon diri.

265
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Langit pun makin lama makin gelap. suasana dalam


ruangan semakin meredup, Lim Han-kim dengan
ketajaman matanya yang dapat melihat di dalam
kegelapan segera menghimpun tenaga dalamnya
mencoba mematahkan borgol dan rantai yang melilit
tubuhnya.

Beberapa kali dia mencoba untuk mematahkan rantai


tersebut, namun setiap kali pula usahanya gagal, Hal
mana membuatnya amat terperanjat segera pikirnya:
"Kalau aku gagal mematahkan rantai dan borgol ini,
sekalipun bisa lolos dari ruangan ini belum tentu aku
mampu melayani serangan musuh."

Berpikir begitu, ia bersiap-siap mengerahkan ilmu


menyusut tulang untuk melepaskan borgolan tangannya,
setelah itu ia baru mencoba mematahkan rantai di
tubuhnya.

Tapi sebelum ia bertindak sesuatu, tiba-tiba tampak


cahaya lampu berkilauan diujung lorong, disusul
kemudian tampak dua orang gadis berjalan masuk ke
dalam ruangan.

orang yang di depan membawa lentera adalah dayang


baju merah yang mengantar hidangan siang tadi. orang
kedua memakai baju berwarna hijau, juga berdandan
seorang dayang, Mereka muncul dengan tangan
telanjang dan senyum dikulum, sikap dan tingkah laku
mereka santai dan sama sekali tidak menunjukkan sikap
266
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

permusuhan Gadis berbaju merah itu sambil mengangkat


lenteranya berkata: "Kami mendapat perintah untuk
mempersilahkan siang-kong.."

Tiba-tiba ia menghentikan perkatannya, Lim Han-kim


segera bangkit berdiri dan siap melangkah ke luar dari
ruangan tersebut

Sebenarnya gadis berbaju merah itu berniat jual mahal


agar pemuda itu terpancing dan mengajukan pertanyaan
kepadanya. siapa sangka Lim Han- kim bukan saja tidak
bertanya, bahkan segera bangkit dan melangkah pergi,
seakan-akan dia sama sekali tidak mempersoalkan
keselamatan jiwanya, kontan saja dia tertegun.

Akhirnya tanpa bicara lagi dia membalikkan badan dan


berjalan lebih dulu untuk membuka jalan, Lim Han- kim
mengikuti di belakang gadis berbaju merah itu sedang si
nona berbaju hijau menyusul sang pemuda.

sesudah keluar dari pintu mereka berjalan menuju


keluar Lorong yang dilalui dari arah atas terasa makin
turun ke bawah, jelas mereka sedang berjalan menuju ke
bawah tanah, Hal ini membuat Lim Han- kim keheranan,
pikirnya tanpa terasa: "Kenapa menuju ke bawah tanah?
Jangan-jangan mereka sedang mengantarku balik lagi ke
penjara bawah tanah?

Lorong itu penuh liku-liku dengan penjagaan yang


ekstra ketat, Ditiap sudut tikungan selalu tampak lentera
267
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

digantungkan untuk menerangi suasana, di bawah


lentera berdiri seorang lelaki berbaju hitam.

Ketika Lim Han- kim coba memperhatikan, ia lihat


lelaki berbaju hitam itu selain membawa senjata di
tangan kanan, tangan kiri mereka masing-masing
membawa sebuah kotak busur yang panjangnya satu
depa lima inci. semuanya berdiri dengan sikap dingin tapi
serius, biarpun ada orang berlalu di hadapannya, bukan
saja tidak menghalangi bahkan melirik pun tidak.
sesudah melalui sembilan kali tikungan, pemandangan
yang terbentang di depan mata pun berubah.

Di hadapannya sekarang terbentang sebuah ruang


utama yang amat luas. Lentera dan lilin menerangi
seluruh ruangan hingga tampak jelas, sementara
bayangan manusia nampak berdiri berjajar sekalipun
hadir banyak orang, namun tak kedengaran suara sedikit
pun.

Mendadak gadis berbaju hijau itu mempercepat


langkahnya menyusul ke samping Lim Han-kim, lalu
bisiknya: "Tadi nona berpesan agar kusampaikan kepada
siangkong, seandainya kaucu mengajukan pertanyaan,
lebih baik kau jangan menghadapinya dengan kasar atau
mengumbar emosi."

"Ketua apa?"

268
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Siangkong tak perlu banyak tanya, Asal kau


laksanakan apa yang kupesan, tentu segalanya akan
beres, Untuk persoalan lain, nona kami pasti akan
membantu siang- kong dengan petunjuknya . "

selesai menyampaikan pesannya, gadis berbaju hijau


itu kembali memperlambat langkahnya dengan mengintil
di belakang Lim Han-kim.

setelah tiba di pintu gerbang ruang utama, gadis


berbaju hijau itu menurunkan lenteranya ke bawah dan
menjura dalam-dalam sambil melapor: "Lim Han-kim
telah datang menghadap"

Dari balik ruangan muncul seorang lelaki berwajah


bengis, Dengan kasar dia jambret borgol di tangan Lim
Han-kim lalu menyeretnya masuk ke dalam ruangan
dengan langkah lebar. sementara itu dua orang dayang
yang mengawal Lim Han-kim tadi serentak
mengundurkan diri dari situ

Lim Han-kim sebera merasakan bahwa tenaga yang


membetot borgol tangannya luar biasa kuatnya, Diam-
diam ia menghimpun tenaga dalamnya dan tetap berdiri
di tempat tanpa berderak.

Begitu gagal menggeser posisi anak muda tersebut,


lelaki berwajah bengis itu langsung merasa terperanjat
pikirnya segera: "Tak nyana bocah muda ini memiliki

269
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tenaga yang luar biasa besarnya. Tampaknya aku tak


boleh bertindak kasar."

Cepat dia berpaling sambil tersenyum, lalu sambil


menggandeng pemuda itu dengan halus dia melangkah
masuk.

sambil mengikuti lelaki tadi memasuki ruangan, Lim


Han- kim gunakan kesempatan untuk memperhatikan
sekejap suasana di sekelilingnya.

Tampak olehnya dua belas orang manusia berbaju


hitam yang tinggi besar berdiri mengelilingi seluruh
ruangan, Mereka berdiri kaku tanpa bergerak sementara
wajahnya dilapisi hawa pembunuhan dan kelicikan yang
luar biasa. Pada dinding sebelah belakang berdiri sebuah
panggung kayu, Di atas panggung berjajar tiga buah
kursi berlapis kulit harimau.

Di sisi kiri panggung kayu itu berdiri dua orang bocah


lelaki berbaju hijau sedang di sebelah kanannya berdiri
dua orang bocah perempuan berbaju kuning, Di depan
panggung terletak sebuah hiolo kemala setinggi berapa
depa, jilatan api berwarna bini berkobar dari balik hiolo,
memancarkan asap hijau yang membuat seluruh ruangan
berbau sangat harum.

Luas ruangan pertemuan itu lebih kurang lima kaki,


Pada masing-masing sisi ruangan berbaris pula belasan
buah bangku kayu yang telah diduduki banyak orang,
270
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ada lelaki ada pula perempuan namun wajah mereka


dikerudungi kain hitam sementara tangannya memakai
borgol dan tubuhnya dirantai.

Lelaki berwajah bengis itu membawa Lim Han-kim


menuju ke sebuah bangku kayu yang tersedia lalu
bisiknya: " Duduklah"

Dari atas dinding ia tarikseuntai rantai yang segera


diikatkan pada borgol di tangan Lim Han-kim, kemudian
ia juga mengenakan selembar kain kerudung hitam di
kepalanya.

Entah berapa waktu sudah lewat. Tiba-tiba


keheningan dipecahkan oleh suara genta yang
dibunyikan tiga kali, kemudian suasana pulih kembali
dalam keheningan

Waktu itu sepasang mata Lim Han-kim sudah ditutup


oleh selapis kain hitam yang tebal sehingga sulit baginya
untuk menyaksikan suasana dalam ruangan pertemuan
tersebut, tapi ia mendengar ada suara langkah kaki
manusia yang bergema, jelas ada orang memasuki ruang
tersebut.

suara langkah kaki yang kacau itu tiba-tiba saja


berhenti Lalu ia mendengar ada suara yang lembut
bergema di sisi telinganya, namun suara itu teramat
lembut sehingga Lim Han-kim hanya mendengar lamat-
lamat dan sepotong-sepotong.
271
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"... ilmu silatnya sangat tangguh... terima saja ke


dalam organisasi kita..."

Tiba-tiba Lim Han-kim merasakan pandangan matanya


jadi silau. Ternyata kain kerudung hitam yang semula
menutupi matanya telah dilepas orang, Pada saat itu di
kursi kebesaran di atas panggung kayu telah duduk
sebaris manusia, orang yang duduk di sebelah kanan
ternyata tak lain adalah pelacur cantik dari loteng Hul-jui-
lo, Lik-ling adanya.

orang yang duduk di sebelah kiri adalah seorang


manusia berwajah putih bersih tanpa jenggot ia
mengenakan jubah berwarna hijau dan tampaknya
sangat halus, namun wajahnya menampilkan kebengisan
dan kelicikan yang luar biasa. Waktu itu matanya
setengah terpejam, seakan-akan baru saja mendusin dari
tidurnya yang nyenyak.

orang yang duduk di tengah mengenakan sebuah


topeng berbentuk aneh, ia memakai jubah warna kuning
dan tangannya mengenakan seperangkat sarung tangan
berwarna hitam. Kecuali sepasang matanya yang nampak
memancarkan sinar tajam, boleh dibilang seluruh tubuh
lainnya tersembunyi di balik jubah dan topengnya.

Terdengar sastrawan berbaju hijau yang duduk di


sebelah kiri itu menghardik dengan suara rendah: "Bawa
ke mari Han Si-kong"

272
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dua orang lelaki berbaju hitam tadi segera menyeret


ke luar seseorang dari bangku sebelah selatan, setelah
sampai di tengah ruangan mereka lepaskan kain
kerudung yang menutupi wajahnya.

Lim Han- kim segera mengalihkan perhatiannya ke


tengah ruangan, benar juga, orang yang dihadapkan ke
tengah ruangan tak lain adalah si raja monyet ceking
Han Si-kong, si monyet tua yang pernah dijumpai dalam
penjara batu bawah tanah itu.

Biarpun tangannya diborgol dan tubuhnya dirantai,


Han Si-kong sama sekali tak nampak jeri atau keder,
Dengan tegarnya ia berdiri di tengah ruangan sambil
mengawasi sekeliling tempat itu, kemudian ujarnya
dingin: "Hukuman apa yang hendak kalian jatuhkan
kepadaku? Hmmm, silahkan turun tangan"

Biar sudah dua tahun hidup tersiksa dalam penjara


bawah tanah, ia masih tetap angkuh, tinggi hati dan
berhati tegar. Manusia berbaju kuning yang duduk di
kursi tengah itu menggunakan sepasang matanya yang
memancarkan sinar tajam mengawasi wajah Han si-kong
tajam-tajam, namun ia tidak mengucapkan sesuatu.

Terdengar sastrawan berbaju hijau itutertawa


dingin,jengeknya: "Han Si-kong, tahukah kau situasi
yang sedang kau hadapi?"

273
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Hmmm" Han Si-kong balas menghardik dengan


marah. "Sejak kalian menawanku dan mengurung di sini,
aku sudah tak pernah pikirkan lagi mati hidupku, Mau
bunuh, mau cincang, silahkan Kalau aku orang she- Han
sampai berkerut kening, anggap saja aku bukan
manusia."

sastrawan berbaju hijau itu tertawa licik "Han si-kong,


ucapanmu itu rada kelewatan. Kalau ingin membunuh
atau menghabisi nyawamu, tak nanti kukurung dirimu
selama dua tahun lebih di dalam penjara bawah tanah."

"Lantas apa yang hendak kalian perbuat terhadapku?"


tanya Han Si-kong agak tertegun.

sastrawan berbaju hijau itu kembali tertawa dingin:


"Hehehe... Han si-kong, kau bilang pengetahuan dan
pengalamanmu sangat luas, coba lihat, kenalkah kau
dengan aku?"

Han si-kong angkat kepalanya dan mencoba


memperhatikan wajah sastrawan berbaju hijau itu
dengan pandangan tajam, ia lalu termenung dan tidak
bicara lagi.

Dengan sinar mata yang dingin dan menggidikkan hati


sastrawan berbaju hijau itu balas menatap wajah Han Si-
kong, sambungnya lagi: "Kau tak usah tergesa-gesa,
Coba pikirkan lagi pelan-pelan, mungkin saja kau dapat
teringat."
274
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sampai lama Han si-kong termenung sambil berpikir


namun ia belum berhasil juga mengingat siapakah orang
itu, akhirnya sambil menggeleng katanya: "Aku tak bisa
mengingatnya kembali."

sastrawan berbaju hijau itu kembali tertawa dingin:


"He he he he.... Coba kau saksikan nanti beberapa
macam alat siksa yang akan diperagakan, mungkin dari
situ bisa mengingatkan kembali daya ingat-mu."

Bicara sampai di situ, dia ulapkan tangannya memberi


tanda, Dua orang lelaki berbaju hitam segera muncul
kembali dan menyeret balik Han si-kong menuju ke
bangku tempat duduknya semula.

orang berbaju kuning yang duduk di tengah dan


memakai topeng di wajahnya itu tidak pernah
mengucapkan sepatah kata pun sejak tadi, kecuali
matanya saja yang berkedip. Meski demikian, ternyata
sastrawan baju hijau itu menaruh sikap yang sang at
hormat terhadapnya, sambil menjura dalam- dalam ia
berbisik: "Apakah siksaan terhadap dua orang
penghianat bisa segera dimulai?"

orang berbaju kuning itu manggut-manggut, ia tetap


membungkam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

sastrawan berbaju hijau itu segera bertepuk tang an


dua kali sambil menghardik: " Hadapkan para
penghianat"
275
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dari bangku sebelah selatan ruangan dua orang lelaki


berbaju hitam segera menyeret ke luar dua orang gadis
yang didorong ke depan hiolo batu dan melepas kan kain
kerudung mukanya.

Lim Han-kim mencoba mengamati kedua orang gadis


itu dengan lebih teliti, ternyata mereka baru berusia
delapan sampai sembilan belas tahunan, wajahnya cantik
tapi saat ini dalam keadaan pucat pias seperti mayat.

Di bawah sorotan cahaya lilin, wajah itu demikian


pucat hingga kelihatan mengerikan Tubuh mereka
bergetar keras, menandakan perasaan ngeri dan takut
yang teramat sangat dalam diri mereka.

Lik-ling yang duduk disusunan panggung kayu tiba-


tiba membentak dengan suara dingin: "Besar amat nyali
kalian berdua, berani menghianati perkumpulan dan
mencoba melarikan diri.."

Belum lagi dua orang gadis tersebut membantah


tuduhan tersebut, kembali Lik-ling membentak lagi:
"setelah bertemu kaucu, kenapa tidak berlutut?" Dua
orang gadis itu buru-buru jatuhkan diri berlutut.

Dengan suara dingin sastrawan berbaju hijau itu


berkata pula: " Kalian bersekongkol untuk melarikan diri,
Kesalahan macam ini sudah cukup beralasan untuk
menjatuhkan hukuman mati buat kalian, sekalipun
mungkin perbuatan tersebut didasari alasan yang cukup
276
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kuat, aku rasa alasan tersebut tak perlu dikemukakan


lagi di sini."

Mendengar perkataan tersebut diam-diam Lim Han-


kim menghela napas, pikimya: "Ucapan macam apa ini?
sudah jelas tahu kalau perbuatan mereka
dilatarbelakangi alasan yang kuat, kenapa tidak diijinkan
mengemukakannya ke luar..?"

Terdengar sastrawan berbaju hijau itu meneruskan


katanya: "siapkan alat siksa air"

Tirai di sudut ruangan itu segera terbuka lebar,


Delapan orang lelaki kekar yang bertelanjang dada
dengan menggotong sebuah kuali besi yang amat besar
muncul dengan langkah lebar.

Dasar kuali besi itu dihubungkan langsung dengan


sebuah tungku batu yang sangat tinggi dan besar, Api
dalam tungku itu berkobar-kobar sedang dalam kuali
penuh berisi air. Benda-benda itu mereka letakkan di
depan hiolo batu tersebut Tampak salah satu lelaki itu
mengayunkan tangannya membuka mulut api di tungku
besar tersebut jilatan api yang membara dalam tungku
itu kelihatan makin berkobar, lidah api berwarna hijau
segera menjilat setinggi dua depa lebih.

satu ingatan segera melintas dalam benak Lim Han-


kim, pikirnya tanpa terasa: "Mungkinkah yang
dimaksudkan siksaan air adalah memasukkan seseorang
277
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ke dalam air mendidih lalu menggodoknya sampai


mampus? Aaaai, kalau benar-benar seperti apa yang
kuduga, kejadian ini benar-benar mengerikan sekali."

sementara itu dua orang gadis yang sedang berlutut di


tanah itu tampak melompat bangun begitu melihat air
yang mulai mendidih dalam kuali serta melihat kobaran
api di tungku tersebut Membayangkan bagaimana
tersiksanya bila digodok dalam air mendidih, mereka jadi
bergidik, Beg itu melompat bangun, tangannya segera
diayunkan ke atas batok kepala sendiri, mereka mencoba
untuk membunuh diri.

Tampaknya sastrawan berbaju hijau itu sudah


menduga hal itu. Melihat kedua orang gadis tersebut
mencoba bunuh diri, ia segera tertawa dingin: "He he
he,.. ingin mampus? Tidak semudah itu,.,"

sekali tangan kanannya diayunkan, lengan kedua


orang gadis tersebut yang sudah terangkat tiba-tiba saja
kembali terkulai lemas. Dengan ketajaman mata yang
dimilikinya Lim Han-kim dapat saksikan bahwa sewaktu
sastrawan berbaju hijau itu mengayunkan tangannya
tadi, sebutir butiran perak yang kecil ikut meluncur ke
luar dengan kecepatan luar biasa.

Tanpa terasa ia jadi terkesiap. pikirnya: "Hebat betul


ilmu silat yang dimiliki orang ini. Tak disangka dia sudah
menguasai ilmu "Butir Beras Menotok Jalan Darah" yang
susah dikuasai itu."
278
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Terdengar sastrawan berbaju hijau itu kembali


membentak dengan suara rend ah tapi berat: "siksaan
dilaksanakan"

Delapan orang lelaki bertelanjang dada itu serentak


mengiakan dan maju ke depan, Mereka gantung tubuh
dua orang gadis itu diudara lalu menggesernya pelan-
pelan ke arah kuali penuh air tersebut

Begitu sampai di atas kuali, mereka mulai kendorkan


talinya pelan-pelan sehingga tubuh dua orang gadis itu
terseret turun pelan-pelan. Dalam sekejap lutut mereka
sudah terbenam ke dalam air mendidih dalam kuali
tersebut.

Agaknya dua orang gadis tersebut sudah tahu bahwa


jeritan serta rengekan minta ampun mereka tak mungkin
bisa menimbulkan iba di hati orang tersebut, karenanya
sambil menggertak gigi kencang-kencang, mereka coba
menahan siksaan rasa sakit dibagian tubuh mereka yang
terendam dalam air mendidih itu. Mereka tak terdengar
mengeluh maupun merintih.

Tali derek makin diturunkan, air mendidih yang


merendam tubuh dua orang gadis itupun makin
meninggi, sekejap kemudian selangkangan mereka
sudah terbenam rata. Dalam keadaan begini, meski dua
orang gadis itu tahu bahwa mereka pasti mati dan coba
bertahan, namun akhirnya mereka tak tahan juga. jeritan
ngeri yang menyayat hati pun mulai bergema memenuhi
279
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

seluruh ruangan. jeritan kesakitan itu melolong


menggidikkan hati, membuat siapa pun tak tahan
mendengarnya.

Tiba-tiba saja Lim Han-kim merasakan emosinya


bergelora dalam hatinya, tak tahan lagi ia membentak
keras: "Tahan"

Bentakan itu keras bagaikan suara guntur yang


membelah bumi, seluruh ruangan ikut bergetar sampai
goncang keras, bahkan cahaya lilin dan lentera pun ikut
bergoncang tiada hentinya.

sastrawan berbaju hijau itu segera ulapkan tangan


kirinya memberi komando. Lelaki yang bertugas di
samping alat siksaan segera menarik kembali talinya dan
menderek naik tubuh kedua orang gadis yang sedang
menjalani siksaan tersebut

Dengan cepat Lim Han-kim mengalihkan pandang


matanya, ia melihat pakaian yang dikenakan dua orang
gadis tersebut sampai sebatas selangkangan sudah
menempel pada tubuh mereka, Lamat- lamat ia saksikan
lepuh-lepuh besar menghiasi seluruh kaki mereka,

Menyaksikan semua itu, tak tahan lagi dia menghela


napas sedih, Tampak sastrawan berbaju hijau itu dengan
sinar matanya yang dingin dan tajam mengawasi wajah
Lim Han-kim lekat-lekat, lalu sambil tertawa hambar
tegurnya: "Buat apa kau berteriak-teriak? Apa ingin
280
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menggantikan mereka untuk menjalankan siksaan terse-


but?"

"Aku tahu setiap partai dan perkumpulan


mempunyaiperaturan yang ketat dan wajib ditaati," sahut
Lim Han-kim dingin. "Tapi semestinya setiap pelanggaran
cukup dijatuhi hukuman sewajarnya, kenapa kau mesti
menggunakan alat siksa semacam ini untuk menghadapi
dua orang gadis muda? Tidakkah kau merasa bahwa
perbuatan tersebut tidak cukup gagah?" Kembali
sastrawan berbaju hijau itu tertawa dingin.

"Justru aku sedang melaksanakan kewajiban partai


terhadap kaum pembangkang, Kami mempunyai tiga
pantangan berat dan bagi yang melanggar harus
menjalani siksaan air, siksaan api dan siksaan manusia."

Lim Han-kim sangat emosi, dia merasa hawa


amarahnya memuncak sampai ke ubun-ubun. sayang
tangannya masih diborgol dan tubuhnya masih dirantai,
dan rantai yang dipergunakan sangat kuat serta susah
dipatahkan sekalipun ia mempunyai niat untuk menolong
orang, apa mau dikata dirinya tidak memiliki kekuatan
untuk melakukan nya.

Terdengar gadis-gadis itu dengan suara yang


merengek mulai berseru: "Kaucu... berbuatlah kebaikan
dengan menghadiahkan kematian utuh buat kami....
sampai di alam baka pun kami tak... tak akan melupakan
budi kebaikan kaucu..."
281
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Nada suara mereka amat memelas, membuat iba


siapa pun yang mendengar. orang berbaju kuning yang
mengenakan topeng itu tetap membungkam, ia Hanya
memandang sekejap dua orang gadis tersebut dengan
sorot matanya yang dingin menggidikkan. Tampaknya
hatinya tak tergerak sama sekali oleh rengekan yang
mengibakan hati itu.

Kembali sastrawan berbaju hijau itu berkata sambil


tertawa dingin: "..... Apa yang kalian alami baru sedikit
siksaan yang tak berarti, siksaan yang lebih berat nanti
akan segera menyusul."

Kemudian setelah mengulapkan tangannya memberi


tanda, ia melanjutkan. "sementara waktu siksaan air
dianggap selesai. Biarkan mereka menikmati siksaan dari
tubuh yang melepuh itu selama tiga hari, kemudian
siksaan manusia baru di-laksanakan"

Dua orang lelaki berbaju hijau mengiakan dan segera


muncul untuk menurunkan dua orang gadis yang sudah
setengah sekarat itu dari kuali air mendidih dan
kemudian menggotongnya pergi.

sementara itu delapan lelaki berwajah bengis yang


bertelanjang dada itu tetap tinggal dalam ruangan tanpa
bergerak.

282
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Diam-diam Lim Han-kim menghela napas, pikirnya:


"Entah siapa lagi yang mendapat giliran untuk
menjalankan siksaan paling keji ini..."

Dengan mata yang setengah terpejam, sastrawa


berbaju hijau itu menyapu sekejap seluruh ruangan. Kata
nya kemudian sambil tertawa: "Gerak-gerik organisasi
kami selalu rahasia, oleh sebab itu jarang sekali umat
persilatan yang mengetahui..."

"Aku ingat sekarang.." mendadak terdengar seseorang


berteriak keras.

Ketika Lim Han-kim berpaling, ia temukan si


pembicara ternyata adalah Han Si-kong si monyet tua.

"Coba terangkan apa yang kau ingat," perintah


sastrawan itu.

" Kalau tebakanku tidak keliru, kalian semestinya


adalah perkumpulan Hian hong- kau yang biasanya
malang melintang diwilayah barat-daya dan bermarkas
diperbukitan Im-kui..."

sastrawan berbaju hijau itu segera tertawa terbahak-


bahak: "Ha ha ha ha... tepat sekali dugaanmu, Ternyata
Han tayhiap mempunyai pengetahuan dan pengalaman
yang benar-benar luas, Betul, organisasi kami memang
selalu berkeliaran di wilayah perbukitan Im-kui dan
jarang sekali menginjakkan kaki di wilayah Kang-lam

283
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

serta Tionggoan, Tapi sekarang dunia sudah ka-cau,


banyak malapetaka terjadi di kolong langit. Ketua partai
kami sebagai seorang yang berhati besar dan penuh
belas kasih menganggap inilah saatnya bagi kami untuk
menghimpun rekan-rekan persilatan dan bekerja sama
menegakkan kembali keamanan dalam dunia."

"Huuuuh, partai aliran sesatpun ingin omong besar,


Hmmm jangan harap kalian ? mampu melaksanakan
pekerjaan besar itu," ejek Han Si-kong ketus.

sastrawan berbaju hijau itu tertawa dingin, berpaling


ke wajah Lik-ling, ujar-nya: "Monyet tua ini begitu
sombong dan tekebur, Kalau tidak diberi sedikit siksaan
rupanya dia belum tahu kehebatan kita..."

Lik-ling tersenyum, tukasnya: " orang ini sang at


tersohor di wilayah Kang-lam maupun Tionggoan,
sebagian besar jago persilatan merupakan kenalan
lamanya, oleh sebab itu, semenjak membekuknya aku
tak pernah menyiksa dirinya, Sungguh tak disangka
biarpun sudah kupenjarakan hampir dua tahun lamanya,
sikap angkuh dan jumawanya belum juga luntur. Kalau
memang hendak diberi sedikit pelajaran, silahkan Huhoat
(pelindung hukum) mengambil keputusan"

sastrawan berbaju hijau itu mengalihkan


pandangannya ke wajah manusia berbaju kuning yang
duduk di tengah itu dan memohon pendapatnya:
"Bagaimana kau-cu?" Manusia bertopeng itu tetap
284
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

membungkam, Hanya kali ini dia menggelengkan


kepalanya.

"Baiklah," ujar sastrawan berbaju hijau itu kemudian.


"sebentar kaucu masih harus menjumpai tamu agung,
kalau memang tak ada petunjuk lain, kami semua tak
berani merepotkan kaucu lagi."

Pelan-pelan orang berbaju kuning itu bang kit berdiri,


memutar badan dan berjalan meninggalkan ruangan, Lik-
ling dan sastrawan berbaju hijau itu serentak bangkit
berdiri untuk menghantar kepergian ketua-nya,
sementara orang-orang berbaju hitam beserta

kedelapan lelaki bertelanjang dada itu bersama-sama


jatuhkan diri berlutut sambil menyembah, sampai
bayangan tubuh orang berbaju kuning- itu keluar dari
ruangan diiringi empat lelaki dan empat perempuan kecil,
baru mereka bersama-sama bangkit berdiri

sesudah bayangan punggung ketuanya lenyap


daripandangan, sastrawan berbaju hijau itu baru
berpaling ke wajah Han si-kong sambil ujarnya: "Kaucu
kami benar-benar berbelas hati, dia tak tega menyiksa
atau menyakiti tubuhmu..."

Mendadak terdengar suara langkah kaki yang terburu-


buru berkumandang datang. Paras muka Lik-ling dan
sastrawan berbaju hijau itu segera berubah, serentak
mereka bangkit berdiri
285
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lik-ling mengayunkan tangannya dengan cepat


memberi tanda, lalu melompat turun dari panggung kayu
dan buru-buru keluar dari ruangan- sementara itu si
sastrawan berbaju hijau menyapu pandang sekejap ke
seluruh ruangan- kata nya kemudian- "sementara bawa
mereka ke penjara air, singkirkan semua peralatan siksa
yang ada..."

Delapan orang lelaki tinggi besar bertelanjang dada itu


segera menggotong pergi kuali besi dan tungku raksasa
tersebut menuju ke belakang ruang utama, sedang
belasan lelaki berbaju hitam yang ada di secutar ruangan
serentak turun tangan me-ngerudungi tawanan masing-
masing dengan kain hitam dan menggiringnya ke luar
dari ruangan-

Lim Han-kim merasa tangannya yang di-borgol


diggndeng seseorang meninggalkan ruangan tersebut,
jalan yang ditempuh dari atas makin merendah ke
bawah, tak lama kemudian ia mendengar suara aliran air,
seakan-akan lalu ia dilemparkan ke dalam sebuah sungai
kecil. Air yang dingin cepat membenamkan sepasang
kakinya sebatas lutut.

Kedengaran seseorang dengan suara yang parau


sedang mencaci maki: "Jika aku berhasil melepaskan diri
dari sini, bila aku tak mampu meratakan pesanggrahan
Tho-hoa-kit ini rata dengan tanah, percuma aku si raja

286
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

monyet ceking berkelana hampir puluhan tahun lamanya


dalam dunia persilatan-.."

Ternyata suara itu berasal dari Han si-kong, semakin


memaki, ia semakin marah sehingga kata- kata
makiannya pun makin lama semakin tak sedap didengar.
Namun para pengiring mereka itu rata- rata memiliki
pendidikan iman yang cukup tangguh, sekalipun
mendengar kata-kata makian kotor yang sangat tak
sedap didengar itu, tak seorang pun di antara mereka
yang menanggapi ataupun menunjukkan suatu reaksi.

Waktu itu, biarpun sepasang mata Lim Han-kim


tertutup oleh kain hitam, pendengarannya sama sekali
tidak terganggm Dia dapat merasakan rantai di tubuh
nya bergetar keras seakan-akan diikatkan pada sesuatu
benda, disusul kemudian suara air yang beriak. Agaknya
para manusia berbaju hitam yang menggiring mereka ke
situ telah mengundurkan diri

Han si-kong sendiri, ketika makiannya tidak


memperoleh tanggapan, lama kelamaan dia jadi bosan
sendiri dan berhenti dengan sendirinya.

Dalam keheningan yang menyelimuti seluruh ruangan,


tiba-tiba terdengar suara seorang gadis memanggil
sambil menghela napas panjang: "Lim siangkong"

Lim Han-kim dapat menangkap suara panggilan itu


berasal dari samping tubuh nya, tapi ia tak yakin apakah
287
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

di antara belasan orang yang sama-sama terkurung


dalam penjara air itu tak ada orang dari she Lim,
karenanya untuk sesaat dia tetap membungkam tanpa

menjawab.

Ketika panggilannya tidak mendapat tanggapan, gadis


itu segera mempertinggi suara panggilannya dan
berteriak lagi: "Lim Han-kim"

Karena panggilan kali ini langsung menyebut


namanya, Lim Han-kim tidak ragu-ragu lagi, sahutnya:
"Ada urusan apa nona?"

Mendengar jawaban tersebut berasal dari samping


tubuh nya, gadis itu segera mem-perkecil suara nya dan
berkata lagi: "Aku kuatir obat jinsom milikmu itu sudah
berhasil mereka rampas, aaaai... sebetulnya aku
berharap dengan mencuri obat mestika-mu itu, aku bisa
mengobati penyakit nona kami, siapa sangka usahaku
gagal, aku malah terjebak oleh perangkap orang-orang
Hian-hong-kau hingga tertawan-.."

Teringat betapa pentingnya artipil mestika itu, buru-


buru Lim Han-kim bertanya: "Bukankah kalian telah
mengutus orang untuk mengantar pil mustika tersebut
berangkat duluan?"

Gadis itu menghela napas panjang: "sebenarnya kami


hanya menipumu, ketika datang untuk menyambangi

288
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

lelayonmu tempo hari. Pil tersebut telah kami


sembunyikan lebih dulu, kemudian sesudah berpamitan,
baru pil itu kami ambil lagi,"

Diam-diam Lim Han-kim mengeluh, pikirnya:


"Ternyata manusia dalam dunia persilatan benar-benar
licik dan penuh tipu muslihat, tak nyana aku tertipu lagi
oleh mereka waktu itu"

Tapi dengan pendidikannya yang baiki serta wataknya


yang lembut, dia enggan memaki atau menegur orang
lain meski kejadiannya jadi begini parah, Mulutnya tetap
membungkam dalam seribu basa.

Terdengar gadis itu berkata lebih jauh: "Tahu bakal


terjadi peristiwa macam ini, aku tak bakal mencuri obat
mustikamu itu sehingga bukan cuma kami terseret dalam
keadaan seperti ini, kaupun ikut menderita."

Lim Han-kim membatin- "Betul juga perkataan ini,


Kalau bukan gara-gara pil mestika tersebut, tak nanti aku
balik kepesanggrahan Tho-hoa-kit dan aku pun tak usah
tersekap di tempat semacam ini."

sedang di luar ia menjawab dengan hambar "Kejadian


yang sudah lewat biarkan saja lewat Kita tak perlu
menyinggungnya kembali Cuma... ada satu persoalan
yang ingin kutanyakan kepada nona, bersediakah kau
untuk menjawab nya?"

289
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"soal apa?"

"Yakinkah nona, pil mustika tersebut benar-benar


sudah terjatuh ke tangan orang-orang Hian- hong- kau?"

Gadis itu berpikir seb entar, kemudianjawabnya tegas:


"Aku yakin dugaanku tak salah, Ketika kami terbokong
oleh serangan gelap orang-orang Hian- hong- kau hingga
pingsan di tepi hutan, begitu sadar kami jumpai sudah
terkurung disini, padahal pil mestika itu tersimpan dalam
sakuku, sudah pasti mereka telah menggeledah dan
mengambilnya."

Mendengar keterangan itu kembali Lim Han-kim


berpikir "Pil mustika itu mempunyai kaitan yang erat
dengan mati hidup Ciu locianpwee.Jika kudengar dari
penuturan ketua kuil awan hijau, orang ini rupanya
mempunyai hubungan yang cukup akrab dengan
keluargaku. Kalau tidak, tak nanti ibu mengutus aku dan
adik Liong untuk menghantar sendiri pil mustika itu ke-
padanya, sedang suhupun tak nanti menderita luka parah
gara-gara pil itu. Hmmm, aku mesti cari akal untuk
meloloskan diri dari kurungan ini dan berupaya merebut
kembali pil mustika itu.,."

ingatan tersebut segera mengobarkan semangatnya


untuk meloloskan diri, diapun mulai peras otak mencari
jalan keluar

290
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ketika sampai lama ditunggu tidak terdengar juga


jawaban dari Lim Han-kim, tak tahan gadis itu menghela
napas sambil berkata lagi:

"Nona kami cantik tiada taranya di kolong langit Aaaai


Kasihan gadis secantik itu ternyata mengidap sejenis
penyakit yang amat parah hingga sepanjang tahun harus
tersiksa oleh penyakit itu dan tiap hari mesti pingsan satu
kali."

"Betul majikan tua kami telah mengumpulkan tabib-


tabib kenamaan dari seluruh dunia untuk mengobatinya,
Pelbagai obat mustika pun sudah dicari untuk
menyembuhkan penyakit tersebut, namun tak satu pun
berhasil menyembuhkan dirinya, oleh sebab itulah kami
selalu bersedih hati lantaran peristiwa ini."

sesungguhnya Lim Han-kim sedang berpikir


bagaimana caranya merebut kembali obat mustika itu
agar bisa digunakan untuk menyelamatkan jiwa Ciu
Huang yang terancam, tapi dia pun tak bisa tidak
memberi tanggapan atas perkataan gadis itu, maka
tanyanya sambil lalu: "Penyakit apa sih yang
dideritanya?"

Padahal yang benar ia tidak mendengar secara jelas


apa yang sedang dibicarakan gadis itu, Hanya secara
lamat-lamat saja ia mendengar kalau terkena sejenis
penyakit, maka dia pun ajukan pertanyaan itu seada-nya.

291
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Gadis itu menghela napas sedih: "Penyakit yang


diderita nona kami sangat aneh, pelbagai tabib
kenamaan yang ada di dunia ini tak berhasil menduga-
duga sumber dan sebab-sebab penyakitnya, Penyakit itu
sudah dibawanya semenjak lahir. Meskipun di masa
mudanya ia sudah banyak mewarisi pelbagai ilmu silat
dari tuan kami namun didikan ilmu silat tersebut tak
pernah berhasil membentuk tubuh nona kami jadi sehat
dan kuat."

"Aaaai... kalau penyakit itu tidak kambuh, keadaannya


tak beda jauh dtngan orang biasa, bisa bergurau dan
omong-omong, tapi begitu kambuh... tahu-tahu saja dia
pingsan tidak sadarkan diri..."

Ia berhenti sejenak memb eri kesempatan kepada Lim


Han-kim untuk mengajukan pertanyaan Ketika tidak
mendengar pemuda itu bersuara, tak tahan dia
bergumam lebih jauh: "Loya kami tak berputra, dia
Hanya memiliki seorang putri tunggal itulah sebabnya
sejak kecil nona kami sangat disayang dan dimanja,
Aaaai.,. padahal nona kami cantik bagaikan bidadari,
kecerdasannya tiada bandingan, dia pun ramah terhadap
siapa pun sehingga siapa saja senang dan kerasan
berkumpul dengannya. sayang Thian tidak
memberkahinya tubuh yang sehat baginya sehingga
seorang nona yang begitu cantik dan pintar harus
tersiksa sepanjang tahun oleh gerogotan penyakit aneh
itu..."
292
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"oooh.,." Tiba-tiba Lim Han-kim memotong


pembicaraan gadis itu Bisiknya: "Apa-kah nona masih
menggembol pisau belati atau sejenis nya?"

"Pisau belati untuk apa?" tanya nona itu tertegun-

"Akan kucoba membebaskan borgol di tanganku."

Gadis itu termenung sejenak. lalu jawab-nya: "Setelah


tertangkap. semua barang milik kami telah digeledah dan
dirampas mereka, tapi dalam sakuku masih tersembunyi
sebilah pedang pendek yang sebetulnya siap kugunakan
bilamana perlu, hanya saja... hanya saja..."

Agaknya dia malu untuk meneruskan perkataan itu


sehingga sesaat lamanya ia tak mampu melanjutkan
keterangannya, Waktu itu ingatan Lim Han-kim hanya
dipenuhi bagaimana caranya merebut kembali pil mustika
miliknya. Melihat gadis tersebut tergagap dan tidak
melanjutkan per-kataannya, tak tahan ia bertanya: "
Hanya kenapa? Harap nona jelaskan-"

sepasang mata mereka berdua sama-sama


dikerudungi kain hitam sehingga kedua belah pihak tidak
dapat saling memandang.

Terdengar perempuan itu menjawab dengan suara


rendah: "Sepasang tanganku diborgol, sulit bagiku untuk
mengambil ke luar pedang pendek itu."

293
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Katakan saja pedang pendek itu kau sembunyikan di


mana, biar aku ambil sendiri.."

Lama sekali perempuan itu membungkam, akhirnya


dia baru berkata agak lirih: "Aku sembunyikan di balik
pakaian dalam-ku. siangkong... siangkong... apa bisa.."
sebenarnya dia ingin bilang apakah siangkong bisa
mengambil sendiri, tapi kemudian ia anggap perkataan
semacam itu tak pantas diutarakan, Tapi dia pun tak
ingin dianggap permintaan pemuda tersebut ditolak
mentah-mentah, maka untuk sementara waktu gadis
tersebut jadi bingung dan tak tahu apa yang mesti
diucapkan-

Lim Han-kim sendiri pun dibuat tertegun, sampai lama


kemudian ia baru berkata: "Waaah... kalau begitu,.,
kalau begitu.,, kurang baik rasanya jika aku mengambil
sendiri.."

Kedua nya sama-sama membungkam suasana dalam


ruang itupunpulih kembali dalam keheningan, tak
kedengaran suara sedikit pun yang bergema disitu, Tiba-
tiba terdengar suara langkah kaki manusia bergema
memecahkan keheningan.

Terdengar seseorang dengan suara yang parau dan


kasar bertanya: "siapa di antara kalian yang bernama
Lim Han-kim?"

"Aku"
294
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Terdengar suara langkah orang berjalan


menghampirinya, disusul suara orang membebaskan
ikatan rantainya, setelah itu baru orang tersebut berseru:
"Ayo ikut aku"

"jangan kuatir, tak bakal kau dibunuh."

"Ke mana?"

Lim Han-kim tertawa dingin, dia segera bangkit


berdiri,

sambil menarik borgol di tangan pemuda tersebut,


lelaki itu berkata lagi: "Biar aku menuntunmu. . . "

Lim Han-kim merasa borgoinya jadi kencang, tahu-


tahu dia sudah dituntun meninggalkan tempat itu.
sebagai pemuda yang lembut di luar, keras di hati, Lim
Han-kim jadi teramat gusar setelah dia dibetot orang itu
secara kasar. sebenarnya dia hendak mengerahkan
tenaga dalamnya untuk melawan, tapi satu ingatan
segera melintas dalam benaknya, Tanpa membantah lagi
dia menurut dan berjalan meninggalkan tempat tersebut,

Melihat Lim Han-kim sama sekali tidak melawan-


orang itu tertawa tergelak kegirangan "Ha ha ha ha...
memang pintar orang yang tahu keadaan-"

Kali ini dia kendorkan cengkeramannya dan


melanjutkan perjalanan menuju ke depan Lim Han-kim
mengikuti terus di belakang orang itu, Dia selalu menjaga
295
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

jarak sejauh satu langkah. Tiap kali kaki kiri orang itu
melangkah, Lim Han-kim segera menyusul dengan
melangkahkan pula kaki kirinya, sedang bila orang itu
mengangkat kaki kanannya, pemuda itu segera
mengikuti pula jejaknya.

Jangan dilihat sepasang matanya ditutupi dengan kain


kerudung hitam, hanya mengandalkan ketajaman
pendengarannya pun dia bisa mengikuti semua gerak-
gerik orang itu dengan tepat. Bila orang cepat, ia pun
cepat. Bila orang itu melambatkan langkah nya, dia pun
turut melambat Kerja sama semacam ini tak ubahnya
seperti tubuh dengan bayangan.

Tampaknya orang itu bermaksud menjajal kepandaian


silat Lim Han-kim, sepanjang perjalanan kadangkala dia
percepat langkah nya, di lain ketika dia sengaja
memperlambat langkahnya.

Lim Han-kim merasa jalan yang dilalui-nya makin naik


ke atas, tampaknya mereka sedang berjalan menuju ke
atas dengan banyak liku-liku dan tikungan jalan-

Entah sudah berapa jauh mereka berjalan, tiba-tiba


orang itu menghentikan langkahnya sambil memuji:
"llmu meringankan tubuh yang anda miliki sUngguh
hebat. Ketajaman pendengarannya pun luar biasa.
SUngguh mengagUmkan- sUngguh mengagUmkan-"

296
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pelan-pelan Lim Han-kim menurunkan kembali kaki


kanannya yang sudah terangkat dia tetap membUngkan
dalam seribU basa, Tiba-tiba terdengar suara seorang
perempuan berkata dengan merdu: "Lepaskan kain
kerudung yang menutupi wajahnya"

Lim Han-kim segera mengenali suara perempuan itu


sebagai suara Lik-ling. sementara dia masih termenung,
tiba-tiba matanya jadi silau, Ternyata kainpenutup
matanya telah dilepaskan

Apa yang diduga Lim Han-kim tidak salah, perempuan


itu memang Lik-ling, wanita itu sedang duduk
dipembaringan dengan wajah ceria. Tempat di mana dia
sekarang adalah sebuah kamar tidur yang dihias sangat
indah dan mewah, bau harum semerbak tersiar
memenuhi seluruh ruangan itu.

Dua orang dayang berbaju hijau yang membawa


pedang pendek berdiri disisi perempuan cantik itu.

sementara itu Lik-ling telah mengayunkan tangannya


sambil berseru: "Kau boleh mengundurkan diri"

Lim Han-kim coba berpaling, ia jumpai seorang lelaki


berpakaian ringkas warna hitam sedang melangkah ke
luar dari ruangan tersebut Biar cuma sekejap pandangan,
namun ia dapat melihat separuh wajah lelaki itu.

297
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ternyata orang itu berkulit halus dan putih, wajahnya


sangat tampan, Dengan jari tangannya yang ramping
dan indah Lik-ling menuding sebuah bangku di sebelah
ka nanny lalu kata nya sambil tertawa manis: "siangkong,
silahkan duduk."

Lim Han-kim memandang bangku itu sekejap lalu


menurut dan duduk. sikapnya yang dingin dan hambar
nampaknya segera membangkitkan hawa amarah dua
orang dayang berbhijau itu, alis mata mereka segera
berkerut, matanya melotot besar.

Dayang yang berada disebelah kiri malah mengumpat


sambil mendengus: "Hmmmm, benar-benar manusia tak
tahu diri"

Mendadak Lim Han-kim melompat bangun, wajahnya


diliputi hawa amarah. Tapi sesudah tertegun sejenak.
pelan-pelan ia duduk kembali.

Lik-ling tersenyum, katanya: "Lim siang-kong takusah


gusar lantaran sikap mereka berdua. Biasa, anak
perempuan memang suka cerewet dan kalau bicara tak
dipikir dulu..."

Lim Han-kim mengalihkan pandangan matanya ke


wajah Lik-ling, tapi dia hanya memandang sekejap.
sementara mulutnya tetap membungkam.

298
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"siangkong" kembali Lik-ling menegur sambil tertawa.


"sudah banyak ragam manusia yang pernah kujumpai,
tapi belum pernah kutemui orang sediam dan setenang
Lim siangkong, Bahkan kalau tak perlu, agaknya kau
segan untuk buka suara..."

Kemudian setelah tertawa cekikikan tambahnya:


"Apakah Lim siangkong sudah pikirkan?"

"Pikirkan soal apa?"

"Tentu saja soal mati hidupmu."

"Hmmm, belum pernah"

"Bolehkah aku menasehatimu sepatah dua patah


kata?"

Dengan sinar mata tajam Lim Han-kim memandang


sekejap sekeliling ruangan, lalu dia membungkam.

"Benar-benar seorang manusia mandiri yang aneh.,."


gumam Lik-ling perlahan, setelah membetulkan letak
rambutnya yang kusut, ia melanjutkan lagi.

"Berbicara dari situasi yang kau hadapi sekarang,


boleh dibilang aku bisa membuatmu hidup tapi dapat
juga membuatmu mati, Tentang hal ini tentunya kau
sudah paham bukan?" Lim Han-kim hanya tertawa
hambar, mulutnya tetap membungkam.

299
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lik-ling berpaling sekejap. ketika menjumpai kedua


orang dayangnya sudah diliputi hawa amarah dan siap
mengumbar emosinya. Buru-buru dia memberi tanda
kepada mereka berdua dan katanya seraya tertawa:
"Lebih baik kalian berdua masuk ke dalam"

Dua orang dayang itu mengangguk dan berlalu dari


situ, tapi sebelum meninggalkan ruangan mereka sempat
berpaling dan tetap melototi Lim Han-kim dengan
pandangan penuh amarah.

Lim Han-kim benar-benar keheranan, pikirnya: "Aneh


benar, kenapa ucapannya terhadap dua orang dayang itu
begitu sopan dan sungkan-sungkan-.."

setelah dua orang dayangnya berlalu, Lik-ling baru


bangkit berdiri, Tampak tangan kanannya diayunkan,
dari balik ujung bajunya terlintaslah sekilas cahaya putih
yang menyambar lewat dari sisi jidat kanan Lim Han-kim.

"Plaaaak..." benda itu segera menancap di atas tiang


ruangan dan menembusinya dalam- dalam. Ternyata
benda itu adalah sebilah pisau terbang. Terdengar Lik-
ling tertawa terkekeh-kekeh:

"Pisau terbang itu sudah kububuhi racun yang amat


ganas, Betapa pun lihaynya ilmu silat seseorang, jangan
harap sanggup menahan kehebatan racun tersebut
Hmmm, asal kulit badanmu terluka sedikit saja, niscaya
kau akan keracunan dan mati..."
300
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Apa maksud nona berkata demikian?" tegur Lim Han-


kim sambil menatap wajah perempuan itu tajam-tajam,
Lik-ling tertawa terkekeh, "Aku ingin kau mulai
memikirkan masalah mati hidupmu, seandainya serangan
golok terbangku tadi melukai tubuhmu, mungkin saat ini
jiwamu sudah melayang dan tubuhmu mulai kaku."

Lim Han-kim tidak berkata apa-apa, wajahnya tetap


dingin dan kaku, hanya sinar matanya tampak lebih
tajam berkilat.

BAB 10. Antara Mati dan Hidup


Lik-ling menghela napas panjang, kembali ujarnya.
"Usiamu sekarang ibarat sang surya yang baru terbit di
ufuk timur, masa depanmu masih panjang dan
cemerlang..."

setelah termenung berpikir sebentar, kembali


lanjutnya: "Berbicara dari kepandaian silat yang kau
miliki, sudah pantas bila kau dimasukkan ke dalam
deretan jago-jago pilihan dalam dunia persilatan, jadi aku
duga gurumu tentu seorang manusia berbakat yang luar
biasa."

"Meski gurumu hebat, bukan berarti ia dapat


mendidikmu sedemikian lihaynya hanya dalam belasan
tahun yang singkat, Bila dugaanku tak salah, kaupasti
merupakan keturunan keluarga persilatan kenamaan
301
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

yang mulai dididik ilmu silat sejak kecil, Nah, dengan


kemampuan semacam ini tentunya terlalu sayang bukan
jiwa mesti mati dalam usia muda." Lim Han-kim tertawa
dingin.

"Nona,jika ingin mengucapkan sesuatu, lebih baik


utarakan terus terang, Aku paling tak suka diajak putar-
putar haluan-" Lik-ling kembali tersenyum

"Seandainya aku ingin membunuhmu sekarang, hal ini


bisa kulakukan dengan mudah sekali, tapi aku pun dapat
segera membebaskan borgolan tangan dan rantai di
tubuhmu serta membiarkan kau pergi dari sini.,."

Dengan langkah yang genit dia berjalan menghampiri


anak muda itu, sambil melangkah demikian, ia kembali
melanjutkan-

"Memang, kalau bicara menurut adat serta jiwa


mudamu, Kau lebih suka mati secara gagah, Tapi...
pernahkah kau berpikir, bagaimanakah perasaan ibumu
yang mungkin menantikan kepulanganmu? Apa lagi
wajahmu tampan, ilmu silatmu hebat, terlalu sayang jika
harus mati secara mengerikan..."

Tiba-tiba ia berpaling, dengan biji matanya yang jeli


ditatapnya wajah perempuan itu lekat-lekat, kemudian
lanjutnya lagi: "Selama ini aku terkenal kejam dan tidak
berbelas kasihan, belum pernah aku tunjukkan sikap
welas kasih seperti terhadapmu sekarang, Kau tahu,
302
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sudah berapa banyak jago persilatan yang tewas atau


terluka di tanganku? siapa saja yang sudah terjatuh ke
tanganku, mereka selalu hanya disodorkan dua pilihan.
Pertama, mati secara mengerikan dan kedua, bergabung
dengan partai Hian- hong- kau kami, Nah, sekarang aku
pun ingin tawarkan kedua jalan tersebut kepadamu,
silahkan kau memilih sendiri.."

Dia menghela napas panjang, lanjutnya kemudian-


"Tapi aneh benar... aku merasa seperti punya jodoh yang
istimewa denganmu.."

Dari dalam sakunya dia keluarkan sebuah lencana


emas, sambil tertawa ia ber-tanya: "Kau kenal dengan
pemilik lencana emas ini?"

Memandang lencana emas tersebut, Lim Han-kim


segera mengenali benda itu sebagai lencana pemberian
Kim Nio-nio.

"Tentu saja kenal" jawabnya agak termangu.

"Apa hubunganmu dengannya?"

Dari nada pertanyaan itu bisa disimpulkan ia pun kenal


dengan pemilik lencana emas ini. Lama sekali Lim Han-
kim termenung, ia tak mampu menjawab pertanyaan
tersebut

303
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sebagai orang yang jujur dan polos, dia merasa


kurang leluasa untuk menjelaskan bahwa Kim Nio-nio
telah menganggapnya sebagai adik angkatnya...

sambil menyimpan kembali lencana emas itu Lik-ling


berkata lagi sambil ter-tawa: "Padahal tak usah kau
jelaskan pun aku sudah tahu."

"Kau tahu? Tahu apa?"

"Kau tak usah berlagakpilon, Masa kau tak memahami


apa yang kumaksudkan itu...?"

Dengan penuh kegusaran Lim Han-kim melototkan


matanya bulat-bulat, tegurnya: "Kau anggap aku Lim
Han-kim manusia macam apa? Hmmmm Aku tak ingin
kau ngaco belo." Lik-ling tertawa cekikikkan-

"Padahal kejadian semacam ini tidak lucu dan aneh,


Aku pun tak berniat menanyakan lebih jauh, Nah,
sekarang ada satu persoalan yang jauh lebih penting,
aku harap kau segera mengambil keputusan-"

"soal apa?"

"sudah kau putuskan mati hidupmu?"

"Belum"

" Kalau begitu sudah kau putuskan memilih mati?"

"Juga tidak" Lim Han-kim menggeleng,


304
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Lalu apa yang kau inginkan?"

"Aku mesti pikirkan dulu persoalan ini baik-baik,"

"Berapa waktu kau butuhkan?"

"Mungkin tiga sampai lima hari, mungkin juga sesaat


lagi aku sudah dapat mengambil keputusan."

"Baiklah" kata Lik-ling kemudian sambil tersenyum,


"Pikirkanlah seorang diri di sini, aku beri waktu
sepenanakan nasi lamanya, Nanti aku akan datang lagi
untuk menanyakan keputusanmu."

Habis berkata, ia benar-benar membalikkan badan dan


berjalan menuju ke ruang dalam, Di ruangan yang begitu
luas, kini tinggal Lim Han-kim seorang. suasana di-
sekeliling tempat itu a mat sepi, hening, tak kedengaran
sedikit suara pun-

Lim Han-kim menghela napas panjang, ia putar otak


berpikir keras. Keadaan yang begitu mendesak membuat
anak muda ini mau tak mau harus mempertimbangkan
kembali situasi yang sedang dihadapinya dengan lebih
serius.

Dari nada pembicaraan Lik-ling tadi, ia sudah dapat


merasakan bahwa dia betul-betul sudah dihadapkan
pada masalah mati dan hidup, selain itu dia pun
menyadari bahwa Lik-ling sendiri pun tak dapat
memutuskan tentang mati hidupnya, Yang pasti
305
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sastrawan berbaju hijau itulah yang sesungguhnya


memegang peranan penting.

Tentang manusia kuning ini... ia memberikan


semacam dugaan misterius yang sukar dilukiskan,
Kemungkinan besar ia benar-benar adalah ketua Hian-
hong- kau yang merencanakan semuanya ini, tapi bisa
juga hanya boneka yang sengaja diatur sastrawan
berbaju hijau itu untuk mengelabui pandangan orang
lain-

Dandanan serta gerak-geriknya telah menutupi


seluruh kekuasaannya, tak mungkin ada orang bisa
memahami apakah dia betul- betul ketua Hian- hong-
kau yang asli atau bukan.

Kemudian pemuda itu pun teringat asal usulnya sendiri


yang penuh misteri, teringat juga pada pil mestika yang
hilang, ibunya yang sudah tua...

Sambil menghela napas panjang Lim Han-kim angkat


kepalanya dan menggeleng-gelengkan kuat-kuat, ia
mesti menenangkan pikirannya dan membuang jauh-jauh
semua pikiran yang kusut agar bisa mencari akal dan
jalan terbaik untuk mengatasi persoalan di depan mata.

Sementara dia masih termenung, tiba-tiba terdengar


seseorang memanggilnya dengan suara lembut: "Lim
slang kong.."." Lim Han-kim terkejut dan cepat-cepat

306
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berpaling, ia temukan seorang gadis berbaju serba hijau


telah berdiri di sampingnya.

Waktu itu dia sedang putar otak mencari jalan keluar,


ternyata sama sekali tak disadari sejak kapan gadis
berbaju hijau itu sudah hadir di sampingnya, Lamat-
lamat diapun dapat mengenali gadis ini sebagai gadis
yang meminta sapu tangan dari tangannya.

Ketika melihat anak muda itu menunjukkan wajah tak


tenang, gadis berbaiu hijau itu segera berkata lagi lirih:
"Aku berterima kasih sekali atas pertolongan slang kong
tempo hari. Berkat pemberian sapu tangan itu, kami
berhasil menghindarkan diri dari penderitaan tiga
siksaan-"

Lim Han-kim merasa malu bercampur menyesal, diam-


diam pikirnya: "Yaa... sapu tangan itu sudah
kuhadiahkan kepada nona ini, tapi aku justru datang
ingin memintanya kembali sehingga gara-gara itu aku
tertangkap..."

Melihat Lim Han-kim tidak memberi tanggapan,


tampaknya gadis berbaju hijau itu merasa amat gelisah,
katanya kembali:

"siangkong, aku tak bisa berdiam terlalu lama di sini.


Bila kau membutuhkan bantuanku, cepat katakan."

307
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pelan-pelan Lim Han-kim mengalihkan sorot matanya


ke wajah gadis berbaju hijau itu, lalu bisiknya: "Nona,
apakah kau dapat usahakan membuka borgol di
tanganku ini?" setelah memperhatikan borgol di tangan
Lim Han-kim dengan seksama, gadis berbaju hijau itu
gelengkan kepalanya berulang kali,

"Tampaknya nona Lik-ling sudah tahu kalau ilmu silat


siangkong sangat lihay, sehingga dia tak memakai besi
biasa untuk memborgolmu. setahuku borgol semacam ini
Cuma ada dua, satu digunakan oleh monyet tua, tak
disangka yang lain ternyata dipergunakan untuk
memborgol siang-kong."

Lim Han- kin tertegun, dia membungkam diri da lam


seribu bahasa, Terdengar gadis berbaju hijau itu berkata
lagi:

"Kedua perangkat borgol khusus itu memang sengaja


disiapkan untuk menghadapi jago-jago berilmu silat
tinggi, oleh sebab itu...."

Tiba-tiba ia menghentikan perkataannya dan


menyembunyikan diri ke belakang tubuh Lim Han-kim.
Tampak seorang lelaki berperawakan tinggi besar
dengan langkah berat berjalan masuk ke dalam ruangan,
tubuhnya sempoyongan seakan-akan sepasang kakinya
sudah tiada bertenaga lagi untuk menahan perawakan
tubuhnya yang tinggi besar.

308
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dalam sekali pandang saja Lim Han-kim sudah tahu


kalau lelaki tersebut telah menderita luka akibat pukulan
seorang jago tangguh, bahkan luka yang dideritanya
amat parah danjiwanya tak mungkin bisa bertahan
selama seperminum teh lagi. Terdengar lelaki itu
berteriak-teriak dengan suara yang berat:

"Noo... nona.... Lik-ling... nona... nona Lik-ling...." Tapi


sebelum sempat mengucapkan sesuatu, tahu-tahu
badannya roboh terjungkal ke atas tanah dan tak
bergerak lagi.

Cepat-cepat perempuan baju hijau yang bersembunyi


di belakang Lim Han-kim itu melompat keluar dan
mencoba membangunkan lelaki tersebut sejak lelaki itu
roboh ke tanah sampai nona berbaju hijau itu munculkan
diri untuk membangunkan lelaki tersebut, semuanya
berlangsung dalam waktu singkat.

Baru saja ia membimbing lelaki tersebut, Lik-ling


siperempuan cantik itu sudah muncul di depan pintu
ruangan sambil menegur: "Apakah dia masih hidup?"

Nona berbaju hijau itu berlagak wajar, ia mengangkat


kepalanya seraya menyahut "Jiwanya sudah putus."

"sudah mati?" seru Lik-ling tertegun, cepat-cepat dia


maju menghampiri lelaki itu. Lim Han-kim yang
menyaksikan semua itu diam-diam menggelengkan
kepalanya sambil berpikir.
309
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"sesungguhnya mereka termasuk satu kelompok dan


sepantasnya bila susah sama dijinjing senang sama
dinikmati, tapi sayang para pemimpin organisasi ini justru
memupuk kekuasaan mereka pada peraturan serta
siksaan yang kejam sehingga memaksa anak buahnya
harus menggunakan akal dan tipu muslihat untuk
menyelamatkan jiwa sendiri, akibatnya suatu kerja sama
yang erat mustahil bisa digalang...."

Tampak Lik,ling membungkukkan badannya


memeriksa sebentar seluruh tubuh lelaki itu dengan
seksama, ujarnya kemudian: "Tampaknya orang ini
dilukai oleh tenaga pukulan seorang jago tangguh
sehingga isi perutnya hancur."

Tiba-tiba terdengar suara suitan nyaring yang tinggi


melengking berkumandang datang. Air muka Lik-ling
segera berubah hebat, sambil melompat bangun
perintahnya: "Cepat singkirkan jenazah itu, musuh
tangguh telah menyerang masuk ke lorong bawah
tanah."

Nona berbaju hijau itu mengiakan dan menggotong


jenazah lelaki tadi buru-buru tinggaikan ruangan tersebut
selama ini Lim Han-kim hanya mengawasi semua
kejadian itu sambil berpeluk tangan, meskipun wajahnya
tetap mempertahankan sikap tenangnya, namun dalam
hati kecilnya justru merasa amat gelisah.

310
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pelan-pelan Lik-ling membalikkan tubuhnya sambil


menegur dingin: "sudah kaupikirkan baik-baik? ingin
tetap hidup? Atau lebih baik memilih mati?"

"Aku belum mengambil keputusan"

Lik-ling tertawa dingin, dengan suatu kecepatan tinggi


ia lancarkan sebuah totokan menyodok jalan darah di
tubuh Lim Han-kim. Dengan memutar pergelangan
tangan-nya, ia cengkeram tubuh anak muda itu dan
menaruhnya di sudut ruangan, setelah itu baru dia lari
keluar dari ruangan sekalian menutup pintunya rapat-
rapat.

Dalam waktu singkat suasana dalam ruangan pun


menjadi gelap gulita hingga melihat kelima jari tangan
sendiripun rasanya susah, Dalam keadaan seperti ini,
pikiran Lim Han-kim kembali bergelora, dia mulai berpikir
kembali bagaimana caranya meloloskan diri dari situ.

Pintu ruangan amat tebal lagi kokoh, tak kedengaran


sedikit suara pun yang bergema sampai di situ, Hal ini
membuat anak muda tersebut tidak dapat menduga
siapa gerangan jago silat yang telah menyerang masuk
sampai ruang bawah tanah pesanggrahan Tho-hoa-kit.
Tapi bila membayangkan kembali kematian lelaki kekar
tadi, jelas bisa disimpuikan bahwa orang itu bukan
sembarangan jago, otomatis pertempuran yang segera
berlangsung pastilah suatu pertarungan yang luar biasa
sengitnya.
311
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Posisinya pada saat ini boleh dibilang sangat rawan,


bukan saja ia tak mampu menyelamatkan diri sendiri,
persoalan-persoalan yang sebelumnya tak pernah
dibayangkan pun kini satu persatu muncul dalam
benaknya, pikiran dan perasaannya jadi makin kusut dan
kalut.

Mendadak terdengar suara benturan keras bergema


memecahkan keheningan.

Tampaknya ada orang yang mengayunkan senjata dan


tepat menghajar di atas pintu ruangan tersebut, namun
lantaran pintu batu itu kuat dan tebal maka setelah
dihajar dua kali belum juga berhasil menggetarkannya,
serangan berikutpun kemudian diurungkan.

Lim Han-kim tak dapat menduga dari aliran manakah


musuh tangguh itu, ditambah lagi ia baru terjun ke
dalam dunia persilatan dan tidak banyak jago yang
dikenalnya, maka ia pun merasa kurang leluasa untuk
berteriak.

sementara ia masih termenung, tiba-tiba terdengar


suara seorang perempuan sedang memanggilnya dengan
suara lirih: "Lim siangkong... Lim siangkong...."

Lim Han-kim coba memperhatikan suara panggilan itu


dengan lebih seksama, lamat-lamat ia dapat mengenali
suara itu sebagai suara dari nona berbaju hijau yang

312
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pernah diberi sapu tangan, maka sahutnya: "Aku berada


di sini"

sesosok bayangan manusia berkelebat lewat dan


melayang turun di sisi tubuhnya, setelah berada cukup
lama dalam ruangan gelap itu, sepasang mata Lim Han-
kim sudah mulai dapat menyesuaikan diri dengan
keadaan di situ dan lamat-lamat bisa melihat keadaan
dalam ruangan ia segera mengamati bayangan manusia
itu dengan seksama. Betul juga, ternyata orang itu
memang si nona berbaju hijau.

Waktu itu dia membawa sebilah pedang yang


memancarkan hawa dingin yang menggidikkan hati,
ujung pedang ditudingkan ke atas dada anak muda itu,
Tampa k si nona berjongkok untuk meneliti sebentar
borgol dan rantai di tubuh Lim Han-kim. . setelah diamati
berapa saat, ia tarik kembali pedangnya seraya
menggeleng, "Aku benar-benar menyesal karena tak
sanggup menolong Lim siangkong... aku minta maaf...."

Lim Han-kim tahu ucapan gadis itu memang benar,


iapun tertawa hambar, "Aku memang tidak berharap
nona datang menolong ku."

"Aaaai... Meskipun aku tak mampu menolong


siangkong, namun aku berhasil mendengar tentang suatu
persoalan, Asal siang-kong dapat menahan hinaan dan
penderitaan ini sementara waktu, baik kaucu kami

313
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

maupun nona Lik-ling tak nanti berani mencelakai jiwa


siangkong."

"Kenapa begitu?" tanya Lim Han-kim keheranan

"Aku sempat menyadap pembicaraan antara kaucu


dengan Lik-ling tentang jiwa siangkong, mereka bilang
membiarkan siangkong tetap hidup jauh lebih
bermanfaat daripada dibunuh, Aku mengerti siangkong
adalah seorang pendekar sejati yang pantang dihina, aku
kuatir pikiranmu tidak terbuka hingga mengambil
keputusan pendek. itulah sebabnya aku sengaja datang
memberi kabar. jangan takut kehabisan kayu bakar, Asal
mau menunggu, kesempatan tetap tersedia untuk
melarikan diri Moga-moga saja kita punya jodoh, suatu
hari nanti aku pasti akan datang membantu...."

"Terima kasih banyak atas pemberitahuanmu, tentu


akan kuingat baik-baik nasehatmu itu."

"Ingat siangkong, jangan berpikiran pendek dan


menghabisi jiwa sendiri." selesai berpesan, cepat-cepat
dia berlalu dari sana.

Dalam keheningan dan kesepian yang luar biasa Lim


Han-kim menunggu hampir satu jam lamanya, namun
Lik-ling tidak muncul lagi di tempat itu, sedang nona
berbaju hijaupun tidak tampak datang lagi.

314
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara pemuda itu masih menunggu dengan


perasaan gelisah, tiba-tiba matanya jadi silau, Tampak
selapis cahaya lentera menyorot masuk ke dalam, pintu
ruangan yang tertutup rapatpun pelan-pelan membuka
kembali, seorang bocah lelaki yang membawa lentera
muncul dengan langkah lebar, di belakangnya mengikuti
sastrawan berbaju hijau itu, sesaat kemudian Lik-ling
nampak muncul juga dari balik pintu Kepada Lim Han-
kim sastrawan berbaju hijau itu segera menjura dan
menyapa sambil ter-tawa:

"Aku tidak tahu kalau saudara Lim datang dari lembah


Hong-yap-kok, bila selama ini bersikap kurang sopan
harap kau sudi memaafkan."

Diam-diam Lim Han-kim berpikir: "Lebih baik kulayani


pembicaraan ini, siapa tahu aku dapat memperoleh
kesempatan untuk membujuknya melepaskan borgolan."

Maka sambil manggut-manggut sahutnya: "Terima


kasih atas pujianmu."

Tampaknya sastrawan berbaju hijau itu sudah dapat


menebak isi hati Lim Han-kim, katanya lagi sambil
tersenyum: "Tampak-nya Lim siauhiap sudah tak sabar
lagi...? Maaf, tampaknya kami harus menyiksamu
beberapa saat lagi."

Ia memang licik dan lebih berpengalaman Dari ucapan


yang begitu singkat, secara tidak langsung ia telah
315
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

memberitahu kepada Lim Han-kim bahwa jangan ha rap


bisa membujuknya untuk melepaskan borgolan tersebut
dan mencari kesempatan untuk melarikan diri

Lim Han-kim mengalihkan sinar matanya ke wajah Lik-


ling yang sedang berjalan mendekat, Dia kembali
berpikir: "Tampaknya nona berbaju hijau itu tidak
membohongiku. Baik kedudukan, status maupun
peringkat orang ini dalam perkumpulan Hian-hong-kau
sama sekali tidak berada di bawah kekuasaan ketua,
Kenapa secara tiba-tiba ia bersikap begitu sungkan
kepadaku? Hmmm, sudah pasti ada sebab-sebabnya, aku
tak boleh gegabah, Tapi... kalau dipikirkan kembali, aku
cuma seorang pemuda yang baru terjun ke dunia
persilatan dan tak punya nama besar, lalu apa
gunaku.,.?"

Pada saat itu si sastrawan berbaju hijau itu sedang


berpaling ke wajah Lik-ling sambil bertanya: "Apakah
musuh tangguh itu berhasil ditangkap?"

Lik-ling berpikir sebentar, kemudian sahutnya: "orang


itu berilmu silat sangat tinggi dan lagi bukan cuma
seorang, tampaknya mereka hapal sekali dengan situasi
kita di sini, Barusan aku sempat bertarung beberapa
gebrakan dengannya, tapi kemudian ia berhasil
meloloskan diri."

Paras muka sastrawan berbaju hijau itu tampak


berubah hebat, namun ia tidak bertanya lagi, hanya
316
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

matanya berkedip memberi isyarat pada si bocah


pembawa lentera.

si bocah lelaki itu segera memahami maksudnya, dari


sakunya dia mengeluarkan secarik kain hitam dan segera
diikatkan ke mata Lim Han-kim.

Terdengar sastrawan berbaju hijau itu berkata lagi


dengan suaranya yang dingin bagaikan es: "Jika Lim
tayhiap tak ingin menderita siksaan, lebih baik jangan
meronta atau melakukan perbuatan apapun yang dapat
merugikan diri sendiri."

Lim Han-kim segera merasakan tubuhnya diangkat


seseorang dan tak lama kemudian terasa angin dingin
menerpa badan-nya, bau harum bunga pun tersiar di
sekitar nya. Agaknya ia sudah dibawa ke luar dari ruang
bawah tanah dan dimasukkan ke dalam sebuah kereta.
selang beberapa saat kemudian terdengar suara kereta
bergerak menempuh perjalanan.

Lim Han-kim tak dapat melihat sesuatu karena


matanya dikerudungi kain hitam, namun dengan
andalkan pendengarannya ia dapat merasakan kereta
kuda itu bergerak makin lama semakin cepat, tanpa
terasa pikirnya dengan perasaan cemas:

"Entah mereka hendak mengajakku pergi ke mana?


Tapi tempat itu jelas lebih berbahaya ketimbang
pesanggrahan Tho-hoa-kit.... Waaah, jika aku sampai
317
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dikirim ke tempat semacam itu, tidak gampang lagi jika


ingin meloloskan diri, lebih baik aku berusaha kabur di
tengah jalan-.."

Berpikir sampai di situ, ingatan untuk melarikan diri


pun muncul makin kuat dalam hatinya, Diam-diam ia
menghimpun tenaga dalam dan mencoba menggerakkan
tangan kanannya guna menarik lepas kain yang
mengerudungi sepasang matanya.

siapa sangka, baru saja ia menggerakkan tangannya


mendadak sikutnya terasa amat sakit, seakan-akan ada
sesuatu benda yang menembusi kulit tubuhnya, kontan
lengan itu jadi lemas dan tak mampu diangkat kembali
peristiwa ini sama sekali di luar dugaan, anak muda itu
kontan saja dibuat terkejut setengah mati.

Terdengar seseorang dengan suara yang dingin dan


menyeramkan menegur: "Jika kau ingin merasakan
siksaan tusukan jarum emasku, silahkan saja untuk
meronta lagi...."

Lim Han-kim semakin terkesiap. pikir-nya: "Ternyata ia


menusuk jalan darahku dengan jarum emas, tak heran
kalau lengan kananku jadi lumpuh dan tak mampu
digerakkan lagi." "Blaaaam..."

Mendadak terdengar suara benturan keras bergema di


udara disusul kemudian terdengar seseorang berteriak

318
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kesakitan, seluruh kereta kuda itu bergoncang keras dan


angin kencang pun berhembus lewat.

Tampaknya ada seseorang yang kena digempur


hingga mencelat ke luar dari kereta kuda itu. Menyusul
kemudian terdengar seseorang tertawa terbahak-bahak
sambil mengejek:

"Ha ha ha... bocah keparat Meskipun kau telah


menusuk kedua lenganku dengan jarum emas, tentunya
kau tidak menduga bukan aku masih bisa menggunakan
sepasang kakiku untuk menendangmu? Ha ha Lim Han-
kim segera mengenali suara itu sebagai suara dari Han
si- kong yang pernah dijumpai dalam penjara bawah
tanah, tak tahan ia menegur: "Han locianpwee, kaukah di
situ?"

Kembali Han si- kong tertawa terbahak-bahak,

"Ha ha ha... dunia memang amat sempit, tak disangka


kita berjumpa lagi di sini."

Gelak tawanya begitu santai dan ringan, seakan-akan


mati hidup bukan masalah besar baginya, Belum sempat
Lim Han-kim mengucapkan sesuatu, Han si- kong telah
berkata lagi: "Bocah keparat, penjaga kereta itu berhasil
kutendang hingga tersungkur jatuh dari atas kereta.... Ha
ha ha... moga-moga tendanganku tadi tepat menghajar
jalan darah kematian di tubuhnya, sekalipun tidak sampai
mampus, paling tidak bakal cacad seumur hidup,..."
319
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Terasa kereta kuda itu kembali bergoncang sangat


keras, rupanya orang yang kena ditendang hingga
mencelat jatuh dari kereta tadi kini telah melompat naik
kembali

"Hei, bocah busuk. panjang amat umur-mu" bentak


Han si kong. suara tertawa dingin berkumandang
datang" Hmmmm... monyet tua, kita lihat saja
bagaimana akhir dari permainan ini. jangan kuatir,
sepanjang perjalanan kali ini pasti akan kuberi
penderitaan yang lebih setimpal untukmu."

Han si-kong tertawa tergelak: "Ha ha ha... biarpun kau


tusuk sepasang lututku dengan jarum emas, aku masih
punya mulut untuk memaki orang, Bila kaupotong
lidahku, aku tetap akan memakimu di dalam hati, kecuali
kau bunuh aku, Hmmm selama aku masih hidup di dunia
ini, hutang piutang antara kita tetap akan diperhitungkan
sampai tuntas."

Tiba-tiba saja Lim Han-kim meras akan sepasang


lututnya kaku, ternyata dua batang jarum emas
tertancap pula di lututnya itu.

Agaknya orang itu kuatir Lim Han-kim meniru cara


rekannya dengan melancarkan tendangan ke tubuhnya,
maka sebelum didahului lawan, ia turun tangan lebih
dulu dengan menusuk sepasang lutut lawannya.

320
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Sementara itu Han Si- kong masih mencaci maki tiada


hentinya, tapi sipengawal tampaknya sudah tahu kalau
monyet tua itu susah dilayani, maka ia biarkan monyet
tua itu memaki sepuasnya tanpa memberi tanggapan.

Lama kelamaan Han si- kong jadi bosan sendiri karena


makiannya tidak ditanggapi, akhirnya dia pun berhenti
sendiri, Dalam keheningan hanya terdengar suara roda
kereta yang berputar. Kereta itu tiada hentinya
bergoncang keras, mungkin karena dilarikan sangat
cepat sedang jalanan tidak rata, akibatnya goncangan
yang ditimbulkannya terasa sangat keras.

Lim Han-kim dan Han si-kong tak bisa berbuat banyak


karena jalan darah penting di tubuh mereka sudah
ditusuk jarum emas. Dalam keadaan seperti itu mereka
hanya bisa pasrah.

Tampaknya Han si-kong tidak tahan berdiam diri


dalam kesepian, selang berapa saat kemudian kembali ia
berteriak: "Hei, bocah busuk. Kalian hendak membawa
kami ke mana?"

seseorang tertawa dingin sambil menyahut "He he


he... lebih baik jangan banyak bacot, sampai waktunya
kau bakal tahu sendiri."

Lim Han-kim serta Han si-kong masih mengenakan


kain kerudung hitam di wajahnya sehingga mereka tak

321
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dapat melihat bagaimana bentuk wajah orang itu, namun


suara pembicaraan dapat diikuti dengan jelas.

Dengan marah Han si-kong berseru: "Jika kau tak


ingin aku berteriak dan ribut terus, lebih baik jawab
semua pertanyaanku secara baik-baik.Jika kau ingin
berlagak bisu tuli.... Hmmm jangan salahkan kalau aku
akan memaki delapan keturunanmu berikut nenek

moyangmu."

Tampaknya ancaman itu sangat manjur, seseorang


segera menjawab dengan ketus: "Kami hanya akan
mengantar kalian ke tepi sungai, Di situ ada orang lain
yang akan menggantikan kami, soal kalian mau dibawa
kemana, setelah sampai diperahu nanti tanyakan saja
kepada mereka."

"Ha ha ha... aku percaya kalian tak bakal berani


membohongi aku,Baik Jika sampai kami tidak dinaikkan
perahu, hati-hati kalau kereta mu itu akan kuhajar
sampai remuk."

sebagai seorang jago persilatan yang punya nama


besar dan selalu dihormati orang, Han si-kong merasa
mendongkol sekali karena mesti menuruti perintah
orang, karena itu semua rasa dongkolnya ia coba
salurkan keluar lewat umpatan-umpatannya, padahal
beberapa buah jalan darah penting ditubuhnya telah
tertotok, jangan lagi meremuk kereta tersebut, bergerak
322
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sedikitpun sudah tak mampu. Entah berapa saat sudah


lewat.

Kereta kuda yang sedang berlari kencang itu tiba-tiba


berhenti, sipengawal ikut melompat turun dari kereta.
Dari kejauhan sana kemudian terdengar suatu
pembicaraan suara tersebut sangat lirih dan lembut
sehingga walaupun mereka berdua memiliki ketajaman
pendengaran yang luar biasapun susah untuk
menangkap dengan jelas.

Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang


riuh. Agaknya ada sejumlah orang berjalan menghampiri
kereta itu. Lim Han-kim merasa ada sebuah tangan yang
mencengkeram tubuhnya dan mengangkat badannya
secara paksa, sebenarnya dia ingin melawan, namun
jalan darah penting nya tertotok. sehingga pemuda itu
tak mampu mengumbar keinginannya.

Dalam keadaan begini dia cuma bisa mendengus


dengan perasaan sangat mendongkol, sementara itu
terdengar pula Han si- kong mengumpat dengan penuh
amarah: "Kau anggap aku tak punya kaki dan tak bisa
jalan sendiri? siapa suruh kalian meng-gendongku?"

Keberangasan monyet tua itu membuat Lim Han-kim


diam-diam berpikir lagi di hati: "sudah dipenjarakan
selama dua tahunpun sifatnya masih berangasan, apalagi
sebelum dipenjarakan dulu, orang ini pasti kasar

323
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berangasan dan suka naik darah, mungkinsaja sedikit-


sedikit sudah berkelahi dengan orang lain...."

Kedengaran suara makian Han si- kong ma kin lama


semakin mengecil dan ma kin tak jelas lagi.

Lim Han-kim makin keheranan, sekali lagi dia berpikir


"Aneh sekali, sudah jelas dia masih mengumpat tiada
hentinya, kenapa suaranya tiba-tiba lenyap?"

Sementara masih berpikir, tiba-tiba tubuhnya terasa


diangkat orang dan dimasukkan ke dalam sebuah peti
kayu, tiga penjuru berupa papan tebal sehingga
membuat badannya sama sekali tak dapat bergerak.

Kejadian ini sangat mengejutkan hati-nya, ia segera


membatin: "Bukankah aku dimasukkan ke dalam peti
mati? Mungkin-kah mereka akan menguburku hidup,
hidup?"

sepasang matanya memang tak bisa melihat benda,


tapi berdasarkan perasaan dia yakin tubuhnya telah
dimasukkan ke dalam sebuah peti mati, Disusul
kemudian ia mendengarpeti kayu itu dipaku orang dari
luar dan napasnya mengendus bau yang aneh, agaknya
penutup peti mati telah dirapatkan orang, Tak lama
kemudian peti itu digotong orang dan bergerak entah
menuju ke mana.

324
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Habis sudah... habis sudah riwayatku." pikir Lim Han-


kim. "Tak disangka aku, Lim Han-kim, harus mati dikubur
orang dalam perjalanan awalku di dunia persilatan
padahal ibuku masih menanti kedatanganku kembali.
Adik Liong juga masih menungguku di kuil awan hijau."

Makin dipikir makin sedih hatinya dan perasaannya


makin kalut, tapi dia tak ingin banyak bicara, Meskipun
mati hidup sudah diujung tanduk. Ia tetap segan untuk
bersuara. Entah berapa waktu sudah lewat, tiba-tiba ia
merasa penutup peti mati itu dibuka orang lalu terdengar
seseorang berseru: "Terima kasih"

sepotong kueh Mantau dilemparkan masuk.

sebenarnya Lim Han-kim bermaksud puasa, tapi


setelah teringat bahwa dalam situasi dan keadaan seperti
ini dia butuh menjaga kondisi badannya sebelum
berusaha mencabut jarum emas dari jalan darah
pentingnya dan melakukan pertarungan terakhir, dengan
cepat kueh mantau tersebut dilahapnya sampai habis.

suara ombak mulai terdengar membelah angkasa,


ternyata mereka benar-benar berada di atas perahu dan
rupanya perahu itu sedang berlayar, Belum habis ingatan
melintas lewat, peti mati itu sudah ditutup kembali rapat-
rapat.

325
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim menghela napas panjang, ia tak banyak


pikir lagi dan segera menelan habis kueh yang dijejalkan
ke mulutnya itu.

Perjalanan ini betul-betul sUatu perjalanan yang


sangat tenang tapi menyeramkan. Dari situasi saat ini,
Lim Han-kim tahu bahwa dia tidak memiliki kemampuan
untuk melawan bencana yang bakal datang. ia terpaksa
harus bersikap pasrah sementara waktu.

Lambat laun Lim Han-kim mulai dapat menyesuaikan


diri dengan kehidupan semacam ini. Pemikiran yang
panjang membuat pikiran dan tubuhnya jadi amat lelah,
tanpa terasa dia pun terlelap tidur

Dia tak tahu saat itu siang atau malam, dia juga tak
tahu berapa waktu sudah lewat, ia hanya merasa
seakan-akan semua penghidupan di dunia ini telah pergi
meninggalkan nya.

Mendadak tubuh perahu mengalami goncangan yang


sangat keras, tubuh Lim Han-kim ikut bergoncang cula
mengikuti gerak gelombang air sungai, Menyusul getaran
demi getaran yang datang bergelombang, tiba-tiba saja
anak muda itu merasakan lengan kanannya dapat
bergerak bebas lagi.

Ternyata goncangan tubuh perahu akibat amukan


gelombang air itu menyebabkan jarum emas yang

326
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menancap dijalan darah Ci-ti-hiat disiku kanannya


tersangkut pada rantai hingga tercabut lepas.

Menghadapi kejadian semacam ini, Lim Han-kim


bagaikan menemukan setitik jalan kehidupan di tengah
pengaruh kematian-secepat kilat Lim Han-kim bekerja
mencabuti semua jarum emas yang menancap dijalan
darah pentingnya. Tapi sayang ia tak berhasil
melepaskan borgol dan rantai dl-tubuhnya, selain itu dia
pun mengerti bahwa mencoba mematahkan borgol sama
artinya dengan membuang tenaga per-cuma.

Diam-diam dia ambil keputusan, meskipun tangan


masih diborgol namun dia tak mau menurut perintah
orang. Bila ada kesempatan dia ingin turun tangan
beradu nasib.

suara bentrokan senjata tajam bergema makin


nyaring, satu ingatan segera melintas dalam benak Lim
Han-kim, cepat-cepat dia mendorong penutup peti mati
itu.

Ketika penutup peti mati terbuka, angin sungai yang


kencang segera menerpa lewat, suara bentrokan senjata
pun kedengaran makin jelas, Ternyata di atas perahu
benar-benar sedang berlangsung suatu pertempuran
sengit. Pelan-pelan Lim Han-kim menurunkan penutup
peti mati itu, ia sedang pertimbangkan haruskah keluar
dari peti mati itu ataU tidak?

327
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mendadak terdengar suara benturan yang sangat


keras, tampaknya ada seseorang melompat naik ke atas
peti mati itu. Disusul kemudian suara benturan nyaring
kedua bergema, Ada sesuatu yang meng-gempur peti
matinya keras- keras.

Rasa ingin tahu menyelimuti benak Lim Han-kim,


sekali lagi dia membuka penutup peti mati itu sambil
mengintip keluar, Tampak seorang lelaki berbaju hitam
dengan memainkan sebilah golok besar sedang
bertarung melawan seseorang. Lawannya berada di
samping peti mati hingga tidak terlihat wajah nya,
namun ia memakai senjata kaitan.

Bayangan kaitan cahaya golok saling menyambar


membentuk lapisan yang tebal, pertempuran itu
berlangsung amat sengit, permainan golok lelaki berbaju
hitam itu kelihatan bukan tandingan permainan senjata
kaitan lawannya, ia nampak keteter hebat dan cuma
mampu menangkis melindungi diri, badannya terdesak
mundur berulang kali.

Tiba-tiba terdengar suara bentakan keras bergema


memecahkan keheningan, kembali seorang lelaki berbaju
serba hitam menerjang masuk ke dalam arena
pertempuran. Gerak tubuh orang itu sangat Cepat
bagaikan sambaran kilat. Belum lagi badannya berdiri
tegap. golok di tangannya sudah diayunkan ke depan
melepaskan sebuah babatan. "Traaang...."

328
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Di tengah benturan nyaring, senjata kaitan tersebut


berhasil digetarkan hingga mencelat ke samping, waktu
itu, sebenarnya lelaki berbaju hitam yang pertama tadi
sudah hampir menderita kekalahan Melihat datang nya
bala bantuan, semangatnya segera berkobar kembali
sepasang golok menyerang berbarengan waktu mereka
balas mendesak musuhnya.

Tampak permainan senjata kaitan itu menyusut


mundur ke belakang, jelas ia sudah terdesak oleh kerja
sama sepasang golok itu hingga posisinya terdesak dan
mesti mundur beberapa langkah.

Untuk beberapa saat Lim Han-kim tak dapat


membedakan mana pihak Hian- hong- kau dan pihak
mana sipenyerang, bahkan dia pun tak sempat melihat
secara jelas manusia macam apakah penyerang
bersenjata kaitan itu.

Di tengah benturan senjata yang amat nyaring,


mendadak terdengar jeritan ngeri yang menyayat hati
bergema membelah angkasa, Pelan-pelan Lim Han-kim
menutup kembali penutup peti mati itu, sambil menghela
napas pikirnya:

"Entah siapa yang terluka parah..?" Tapi ingatan lain


dengan cepat muncul di dalam benaknya, Lamat- lamat
dia bisa merasakan bahwa sipenyerang bersenjata kaitan
itulah yang sudah tergeletak tewas di atas lantai geladak.
sesudah berlangsungnya pertarungan sengit tadi,
329
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

suasana pulih kembali dalam keheningan yang luar


biasa,jalan perahu juga pulih dalam kestabilan semula.

Namun pikiran dan perasaan Lim Han-kim justru


bergolak hebat seperti amukan ombak samudra, Dia
merasa tidak seharusnya menyerah begitu saja
menunggu kematian dan membiarkan musuh
menentukan nasibnya.

Kini jarum emas yang menusuk jalan darah nya telah


bebas, kain kerudung penutup muka juga sudah dilepas,
sekalipun tangannya masih diborgol dan badannya masih
dirantai, namun bukan berarti ia tak mampu memberikan
perlawanan yang setimpal

Tapi ingatan lain kembali melintas, dia tahu perahu


tersebut saat ini sedang berlayar di tengah sungai,
padahal ia tak mampu mendayung perahu untuk pergi ke
daratan.

Menghadapi gulungan ombak dan derasnya arus


sungai, dia merasakan suatu perasaan ngeri di hati
kecilnya. Dia tak mengerti kenapa setiap kali melihat arus
sungai, perasaan ngeri dan bergidik selalu muncul
menghantui perasaannya, Lim Han-kim berusaha mencari
sumber sebab itu, kenapa ia bisa menaruh rasa begitu
ngeri terhadap .. air.

330
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Sementara pikirannya masih melayang kian kemari,


tiba-tiba perahu itu berhenti berlayar, sesaat kemudian ia
merasa peti mati itu seakan-akan digotong orang.

Buru-buru anak muda itu berhenti melamun dan


menghimpun tenaga dalamnya, Bersiap sedia bila
sewaktu- waktu ada orang yang membuka penutup peti
pula. Dia akan pergunakan kecepatan yang paling tinggi
untuk melepaskan sebuah serangan dahsyat.

siapa tahu apa yang kemudian berlangsung sama


sekali di luar dugaannya, Biarpun sudah ditunggu cukup
lama, tak seorang manusia pun yang membuka penutup
peti mati itu. Tapi ia bisa merasakan bahwa peti mati
tersebut sudah meninggalkan perahu dan menempuh
perjalanan dengan digotong orang.

Lebih kurang belasan li kemudian tiba-tiba peti mati


itu diturunkan ke tanah, setelah beristirahat sebentar,
perjalanan kembali dilanjutkan perjalanan kali ini lebih
singkat, belum berapa lama peti mati itu kembali
diletakkan ke tanah.

Dengan sabar Lim Han-kim menanti, dia beranggapan


cepat atau lambat pada akhirnya pasti ada orang yang
akan membuka penutup peti mati itu. Tapi sayang sekali
lagi ia dibuat kecewa, setelah peti mati diturunkan kali
ini, dipenggotong peti tersebut ternyata pergi
meninggalkan benda tersebut Bahkan tak ada orang

331
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

yang membuka penutup peti mati itu untuk diperiksa


isinya.

Akhirnya habis sudah kesabaran Lim Han-kim. Cepat


dia ayunkan tangan kanannya membuka penutup peti
mati itu dan bangun terduduk. sejauh mata memandang
hanya kegelapan yang menguasai jagad, rupanya malam
sudah tiba.

saat ini mereka berada di sebuah rumah kosong yang


terbuat dari batu bata. Luasnya tidak seberapa, tiga buah
peti mati berjajar di tengah ruangan pelan-pelan Lim
Han-kim mendorong penutup peti mati itu sambil
melompat keluar, Ke-tika melongok keluar, ia saksikan
bintang bertaburan di langit, Ternyata malam itu tak
berbulan sama sekali, tertutup awan gelap.

jendela di ruangan dalam keadaan ter-buka, agaknya


sama sekali tanpa penjagaan Lim Han-kim segera maju
beberapa langkah dan menarik pintu ruangan Ternyata
pintu itu tidak terkunci, sekali tarik segera terbuka lebar.

Baru saja anak muda itu hendak melangkah keluar,


mendadak ia teringat kembali akan Han si- kong,
pikirnya: "Walaupun sifat orang ini rada aneh dan kasar.
Bagaima-napun jiwanya besar dan gagah perkasa, aku
tak boleh membiarkan dia tersiksa terus di tempat ini...."

Berpikir sampai di situ, ia pun berjalan balik dan


membuka peti mati yang ada di tengah, Ternyata isi peti
332
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mati itu adalah seorang gadis berkerudung kain hitam


Be-berapa batang jarum emas menancap dijalan darah
penting nya, ia berbaring terlentang di situ tanpa
bergerak. Mungkin untuk mencegah gadis itu berisik,
maka mulutnya disumbat dengan kain putih.

Biarpun Lim Han-kim memiliki ketajaman mata yang


melebihi orang lain, akan tetapi dalam kegelapan malam
yang amat pekat ditambah lagi wajah gadis itu ditutup
dengan kain hitam, sulit baginya untuk mengenali siapa
gerangan perempuan itu,

sesudah berpikir sebentar ia tutup kembali peti mati


itu dan ganti membuka peti mati yang ada disebelah kiri,
isipeti mati ini benar-benar adalah Han si- kong. Ben-tuk
wajah dan perawakan tubuhnya dapat dikenali dalam
sekali pandang saja.

Melihat mulut orang inipun disumbat dengan sapu


tangan putih, tanpa terasa Lim Han-kim tertawa geli,
pikirnya: "Maka nya aku tidak mendengar suara
umpatannya lagi, ternyata mulutnya sudah disumbat
orang."

sebetulnya dia bermaksud mengambil sumbatan itu,


tapi satu ingatan segera ber-lintas lewat, pikirnya:

" orang ini amat suka mengumpat, kalau kain


penyumbat mulutnya kuambil dulu, ia pasti akan mulai
mencaci maki lagi untuk melampiaskan rasa dongkolnya,
333
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Waaah. kalau sampai berisik, perbuatanku tentu akan


ketahuan musuh. Ehmmm

Lebih baik kulepaskan kain penutup mata nya lebih


dulu sebelum bertindak lebih jauh...."

Borgol di tangannya sama sekali tidak mengganggu


gerak-gerik jari tangannya, Dengan cepat kain hitam
penutup mata monyet tua itu sudah dilepaskan.

Dengan sepasang mata nya yang besar Han si- kong


mengawasi wajah Lim Han-kim tiada hentinya, tapi
berhubung mulutnya tak mampu bersuara dan tubuhnya
tak mampu bergerak, hanya sepasang biji mata nya yang
tetap bebas berkeliaran.

"Locianpwee, jangan mengumpat dulu," bisik Lim Han-


kim sambil mengambil kain penyumbat mulutnya.

BAB 11. Menaklukkan si Monyet Tua


" Cepat kau cabut jarum emas dari lengan kananku"
seru Han si-kong tak sabar

Lim Han-kim tersenyum, pikirnya lagi: "sifat orang ini


benar-benar tak sabaran, Bukannya bertanya dulu
bagaimana caraku meloloskan diri dan berada di mana
sekarang, ternyata ia malah minta aku mencabutkan
jarum emas nya dulu."

334
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sambil berpikir dia turuti perminta an orang dan


mencabut keluar jarum emas dari sepasang lengan dan
kakinya, Begitu jarum-jarum emas itu membebaskan
jalan darahnya yang tersUmbat, Han si- kong segera
melompat keluar dari peti mati dan menghembuskan
napas panjang.

"Tempat manakah ini?" tanya nya.

Lim Han-kim hanya menggeleng sebagai tanda


jawaban.

Tampaknya Han si-kong sudah tahu kalau pemuda ini


tak begitu suka bicara, hal mana tidak terlalu dipikirkan
lagi, sambil berpaling ke arah peti mati yang ada di
tengah, kembali ia bertanya: "Siapa yang berada dipeti
mati itu?" - "

"seorang nona"

Han Si-kong berpaling memandang Lim Han-kim


beberapa saat. Tiba-tiba ia maju dengan langkah lebar,
membuka peti mati itu dan melepaskan kain hitam
penutup mata nya, memb uang kain penyumbat
mulutnya dan mencabut lepas jarum emas dari sepasang
lengan dan kakinya.

semua gerakan itu dilakukan secara beruntun dalam


waktu singkat, selama inipula dia tak pernah memandang
wajah nona itu sekejappun.

335
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Diam-diam Lim Han-kim merasa sangat kagum,


pujinya didalam hati: " Kebesaran jiwa orang ini benar-
benar mengagumkan aku kalah jauh dibandingkan dia."

Terdengar ujung baju berh embus memotong udara,


gadis itupUn sudah melompat keluar dari peti mati.

sekarang Lim Han-kim dapat menyaksikan wajah nya


dengan lebih jelas, ternyata dia tak lain adalah gadis
yang mencuri pil mustika miliknya tempo hari. Pada saat
itu Han si-kong telah selesai memperhatikan situasi di
sekeliling tempat itu, katanya kemudian pelahan:
"Mereka bisa mengirim kita bertiga sampai di sini dengan
susah payah, aku percaya penjagaan di tempat inipasti
lebih ketat dan kuat."

"Tapi mungkin juga mereka anggap kita tak mampu


bergerak lantaran jalan darah kita tertancap jarum emas
sehingga mereka mengendorkan penjagaan dengan
membiarkan pintu dan jendela tetap terbuka," sambung
nona berbaju hijau itu.

Dengan cepat Han si-kong menggeleng, "Menurut


penilaian dan pandangan berdasarkan pengalamanku
selama puluhan tahUn berkelana dalam dunia persilatan,
penjagaan yang tampaknya makin kendor justru
merupakan penjagaan makin ketat dan berbahaya, kita
tak boleh bertindak gegabah."

336
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba gadis berbaju hijau itu menghela napas


panjang, katanya: "Sekarang tangan kita malih diborgol,
tubuh kita juga masih dirantai. Dalam keadaan seperti ini
mana mungkin kita bisa bertarung melawan orang lain
dan meloloskan diri dari ruangan ini?"

"Yaaa... aku juga tak tahu borgol ini terbuat dari


bahan apa sehingga begitu kuat dan susah dipatahkan.
Padahal dulu aku pernah diborgol juga dengan besi
nomor wahid, ditambah lenganku diikat dengan otot
kerbau, tapi dalam sekali gertakan saja benda-benda
tersebut berhasil kupatahkan sama sekali."

"Borgol yang kita kenakan terbuat dari besi baja yang


dicampuri emas. itulah sebabnya sangat alot dan kuat,"
sela Lim Han-kim menerangkan.

Tiba-tiba ia berjalan menghampiri gadis berbaju hijau


itu, dengan menghimpun tenaga dalamnya ia betot
borgol di tangan gadis itu kuat- kuat.

Dalam sekali sentakan, borgol pada pergelangan


tangan gadis berbaju hijau itu segera patah jadi berapa
bagian dan berserakan di tanah.

"Kepandaian silat yang sungguh tangguh" cuji Han si-


kong sambil tersenyum . sedang nona berbaju hijau itu
mengawasi wajah Lim Han-kim sambil tertawa manis:
"Terima kasih banyak atas pertolonganmu"

337
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim tidak berkata apa pun, ia membalikkan


badan dan berjalan menuju keluar ruangan,

Bagaimanapun juga Han si-kong adalah seorang jago


kawakan yang berpengalaman luas, melihat Lim Han-kim
melangkah ke-luar, ia segera membentak keras:
"Berhenti"

Lim Han-kim termangu, tapi ia menghentikan juga


langkahnya. Han si-kong segera mendongakkan
kepalanya dan tertawa terbahak-bahak dengan suara
nyaring.

Melihat perbuatan itu dengan kening berkerut nona


berbaju hijau itu menegur: "Bagaimana sih kamu ini?
Kenapa tertawa sekeras ini?"

"Kenapa?" sahut Han si-kong sambil berhenti tertawa.


"Kau anggap semua gerak gerik kita di sini tak diketahui
orang?"

"Dengan gelak tertawa sekeras itu tentu saja orang


lain akan mendengar dan mengetahui semua."

" Kalau pengalamanku menempuh dunia persilatan


selama puluhan tahUn bUkan perjalanan sia-sia. Aku
yakin semenjak kita keluar dari peti mati gerak gerik kita
sudah berada di bawr pengawasan orang lain."

Lim Han-kim. mencoba mengalihkan sorot matanya


menyandang ke sekeliling, ia hanya melihat jendela dan
338
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pintu terbUka lebar. Misalny di luar ada orang,


semestinya jejak mereka sudah ketahUan

Dengan perasaan tak percaya iapUn berpikir "Kalau


bukan gara-gara gelak tertawa mu, tentu mereka tak
bakal mengetahui perbuatan kita."

Tampaknya Han si- kong sudah melihat sikap tak


percaya yang diperlihatkan Lim Han-kim serta gadis
berbaju hijau itu, kembali dia berkata sambil tertawa
tergelak: "Ha ha ha... jadi kalian tak percaya? Kenapa
tidak mencoba buka pintu dan melongok keluar?"

Dengan langkah cepat Lim Han-kim maju ke muka dan


membuka pintu kayu di ruang depan, Bersamaan dengan
terbukanya pintu itulah, mendadak ia mendengar Han si-
kong memperingatkan: "Hati-hati...."

Betul juga, Begitu pintu terbuka tampaklah dua bilah


cahaya putih yang dingin menggidikkan hati menyapu
datang dengan kecepatan luar biasa. sedemikian
cepatnya sampai menimbulkan selapis desingan tajam.

Lim Han-kim telah mempersiapkan diri dengan baik.


sepasang kakinya segera menjejak tanah, Dengan
menggunakan borgol ditangannya dia sambut ancaman
tersebut, sementara tubuhnya mundur tiga langkah
dengan cepat. "Traaaaang.."

339
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Terdengar denting an nyaring berkumandang di udara,


Ternyata borgol tersebut sudah saling membentur
dengan cahaya putih yang menyambar datang, Lim Han-
kim segera merasakan tenaga serangan itu bukan saja
cepat dan ganas, juga kuat sekali, Hatinya betul- betul
terkesiap.

"Andaikata Han si-kong tidak memperingatkan aku


sejak awal sehingga aku keluar dari pintu tanpa
persiapan, bukan mustahil aku sudah terluka oleh
serangan itu" Dari luar kamar terdengar suara pujian
seseorang:

"Bocah muda, hebat betul kepandaianmu Tak


disangka kau mampu membendung serangan pedangku
dengan borgol itu."

Lim Han-kim segera menyaksikan di depan pintu


ruangan ternyata sudah tersedia dua buah kurungan besi
yang amat besar. Pintu besi itu tertutup rapat sehingga
tidak nampak barang apa yang berada dalam kurungan
itu Namun jika dilihat bahwa kurungan itu begitu tinggi
besar dan kuat, sudah jelas benda tersebut bukan
barang sembarangan

Sebuah kepala yang besar dengan rambut yang kusut


dan kotor nongol keluar dari antara dua kurungan besi
itu, sepasang matanya yang besar memancarkan sinar
yang tajam, Lim Han-kim sangat terkejut, pikirnya:

340
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"orang berambut kusut ini memiliki sepasang mata


yang begitu besar, bisa dibayangkan berapa tinggi
perawakan badannya."

Untuk berapa saat Lim Han-kim, tak bisa membedakan


suara pujian tadi berasal dari manusia bermata besar ini
atau bukan, tapi jika dilihat di tangan orang itu.
memegang sebilah pedang, bisa diduga orang inilah yang
barusan menyerangnya.

Maka sambil menjura ujarnya: "Tenaga serangan


pedang anda sangat kuat dan luar biasa, akupun merasa
kagum sekali."

Pelan-pelan orang itu menarik kembali kepalanya yang


besar dan lenyap di balik kurungan besi itu, yang tampak
sekarang tinggal pedangnya yang bersinar tajam.

Ketika ia berpaling, dijumpainya Han Si-kong sedang


berdiri termangu-mangu sambil mengawasi kurungan
besi itu tanpa berkedip jelas peristiwa ini membuat jago
kawakan dari dunia persilatan inipun turut tertegun dan
merasa kejadian tadi benar-benar di luar dugaannya.

sebenarnya banyak persoalan yang ingin ditanyakan


Lim Han-kim kepadanya, namun menyaksikan Han Si-
kong seperti sedang memikirkan sesuatu, maka niat
itupun segera diurungkan

341
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Nona berbaju hijau itu habis juga kesabarannya


melihat semua pihak membungkam diri, tiba-tiba
tegurnya: "Hei, locian-pwee Kau sedang memikirkan
sesuatu atau dibuat pecah nyalimu"

Pelan-pelan Han si-kong tersadar kembali dari


lamunannya, memandang gadis berbaju hijau itu
sekejap. katanya: "Aku sedang memikirkan manusia
berkepala besar bermata besar itu."

"oooh... kalau kau kenal dengannya memang lebih


bagus, Asal ia bersedia menggeser kerangkeng besinya
sedikit saja, kita dapat segera menerjang keluar dari
sini."

Han si-kong tidak menanggapi dia bergumam seorang


diri. "Benarkah dia? sungguhkah orang itu? Tapi... tapi
rasanya hal ini tidak mungkin."

"Locianpwee" dengan alis berkenyit nona berbaju hijau


itu berseru lagi, "Apa sih yang kau gumamkan seorang
diri? Nampak-nya kau sudah dibuat sinting lantaran
ketakutan"

Tiba-tiba paras muka Han si-kong berubah jadi serius,


serunya: "Yaa, iha, dia, pasti dia Tak mungkin di kolong
langit ada orang kedua yang berwajah mirip dengannya."

342
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim merasakan hatinya ikut berdebar keras,


tanpa sadar dia menyela: "Han Locianpwee, siapa sih
yang kau maksudkan?"

"orang gila dari Lam-gak."

"orang gila dari Lam-gak....?" seru Lim Han-kim dan


gadis berbaju hijau itu bersamaan waktunya.

Mendadak dari balik terali besi itu muncul sebuah


papan nama. Di atas papan itu tertulis berapa kata yang
berbunyi: "sudah bertemu buat apa saling mengenal, kita
sama-sama orang pengembara."

Dengan seksama gadis berbaju hijau itu membaca


tulisan di atas papan kayu itu lalu diulanginya beberapa
kali, mendadak ia berpaling dan serunya pelan: "Lim
siang-kong"

"Ada apa?"

"setelah membaca dua baris tulisan di atas papan


kayu itu, aku jadi teringat sesuatu."

sebelum Lim Han-kim memb erikan tanggapannya,


tiba-tiba terdengar Han si-kong membentak keras:

"Hei, orang gila dari Lam-gak. kau masih kenal dengan


aku Han si-kong si monyet tua?"

"siapa bilang aku sudah tak kenal dengan kau monyet


tua," jawab orang itu dari balik kerangkeng besi.
343
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kalau toh kau sudah mengenali aku sebagai sahabat


lamamu, apa yang hendak kau perbuat terhadapku hari
ini?"

"Asal kalian tidak meninggaikan rumah itu, aku tak


akan melancarkan serangan"

Mendengar jawaban tersebut kontan saja Han si-kong


tertawa dingin, "He he he... ada satu hal ingin
kutanyakan kepadamu, siapa sih pemilik bangunan ini?
jagoan macam apakah dia sehingga kau si orang gila dari
Lam-gak yang bernama besar rela jadi kuku garudanya
dan menjagakan pintu rumahnya"

"sejak tadi aku toh sudah memberitahu kepadamu


lewat papan kayu tersebut, Walau sudah bertemu buat
apa saling mengenal, kita toh sama-sama orang
pengembara."

Dua kalimat kata itu sesungguhnya merupakan


perkataan yang memedihkan hati, apalagi sekarang
diutarakan oleh si orang gila tersebut dengan suaranya
yang melolong macam binatang, membuat nadanya
makin menggidikkan hati.

Han si-kong mendengus dingin, dia segera menutup


pintu ruangan rapat-rapat, duduk bersila di tanah dan
tidak berkata lagi.

344
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Gadis berbaju hijau itu menghela napas panjang,


pelan-pelan dihampirinya Han si-kong, lalu tegurnya
dengan lembut: "Lo-cianpwee, kenapa sih kau ini?"

sikapnya tiba-tiba saja berubah jadi lembut, gerak


geriknya juga lebih halus menawan. sambil berjongkok
di hadapan kakek itu, dia berkata lebih lanjut:
"Locianpwee, keadaan kita sekarang boleh dibilang
berada di biduk yang sama, Bencana kita tanggulangi
bersama, rejeki kita nikmati berbareng. Apabila kau
menjumpai persoalan yang menyedihkan hati, utarakan
saja keluar, mungkin kita dapat ikut bantu memecahkan"

Mendadak Han si-kong angkat kepalanya sambil


mencengkeram rantai di tubuh nona berbaju hijau itu,
bisiknya: "Jangan bergerak" Kemudian dia ayunkan
tangannya melepaskan satu pukulan "Blaaaam..."

Rantai besi itu segera retak separuh.

secara beruntun Han si-kong melepaskan tiga buah


pukulan berantai Rantai besi itu rontak retak dan
berhamburan ke atas tanah, sambil mendongakkan
kepalanya terbahak-bahak monyet tua itu berseru: "Ha
ha ha... ternyata kepandaian silatku belum punah."
sikapnya penuh diliputi emosi, agaknya dia sudah
kehilangan kontrol.

Tanpa terasa Lim Han-kim memuji: "Locianpwee,


hebat benar tenaga pukulan pasir besimu"
345
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han si-kong merasa semangatnya berkobar kembali,


sambil bangkit berdiri dan tertawa tergelak, serunya:
"Bocah cilik, bagi kita lelaki sejati, soal mati hidup bukan
masalah serius yang perlu dipikirkan. Tapi kita tak bisa
menyaksikan nona ini turut mengorbankan jiwanya di
sini. Daripada kita duduk menunggu mati, apa salahnya
kalau kita lindungi nona ini dan berusaha meloloskan diri
dari kematian..."

Meskipun Lim Han-kim tidak begitu paham dengan


tujuan monyet tua itu, namun dia menyahut juga:
"Perkataan locianpwee memang tepat sekali, kita harus
berusaha membantu gadis ini lolos dari bahaya, untung
borgol dan rantainya sudah kita singkirkan"

Gadis berbaju hijau itu menghela napas panjang,


sambil menggelengkan kepalanya berulang kali tukasnya:
"Kalian berdua sudah salah paham...."

"Kau harus tahu, waktu bagi kita saat ini lebih


berharga dari emas." bentak Han si-kong cemas. " Kalau
kita harus menunggu sampai penyakit gila si orang gila
dari Lam-gak kumat, pingin kabur pun belum tentu
mampu. Mari, biar aku membukakan jalan dengan
membendung serangannya, kau si bocah, hati- hati
menjaga kerangkeng besi itu, jangan beri kesempatan
kepadanya untuk membuka. Bila ada kesempatan,
pergunakan baik-baik, usahakan untuk kabur dari sini
secepatnya."

346
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Selesai berkata, tanpa menanti jawaban lagi dia


berjalan membuka pintu ruangan.

"Tunggu dulu, tunggu dulu.,." seru nona berbaju hijau


itu. "Bagaimana kalau kita bicarakan dulu persoalan ini
sampai jelas?"

"Tak usah dibicarakan lagi, asal kau berhasil kabur


lebih dulu, itu sudah betul."

"Tidak bisa, Kalau kau tidak menjelaskan lebih dulu,


aku tak akan pergi dari sini."

Dengan gemas Han si-kong menghentakkan kakinya


ke atas tanah, umpatnya: "Hmmm Kau benar-benar
bocah perempuan yang tak tahu diri, Kalau ada urusan,
cepat katakan."

"Tampaknya kau takut sekali dengan orang gila dari


Lam-gak?"

"Meskipun orang gila dari Lam-gak tidak waras


otaknya, namun ilmu silatnya benar-benar lihai sekali,"

"Bagaimana jika ilmu silat locianpwee dibandingkan


dengan kepandaian silatnya?"

"Mungkin kalau dipaksakan hanya mampu menahan


sepuluh gebrakan."

Nona berbaju hijau itu mengalihkan sinar matanya ke


atas wajah Lim Han-kim kemudian katanya lagi:
347
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Bagaimana kalau ilmu silat Lim siangkong dibandingkan


dengan kepandaian locianpwee?"

"Jika dilihat dari kemampuannya mematahkan borgol


tadi, agaknya ilmu silatnya tidak berada di bawah
kepandaianku"

"Nah, itulah dia. Dari kita bertiga, ilmu silatku


terhitung paling lemah, sekalipun kamu berdua ada
maksud membantuku melarikan diri, belum tentu aku
akan berhasil melepaskan diri dari cengkeraman orang,
sekalipun kita berhasil menembusi pertahanan si gila dari
Lam-gak. belum tentu aku mampu menghindari kejaran
mereka."

"Ehmmm, tak kusangka kau hanya seorang gadis


muda, namun mempunyai pandangan dan jalan pikiran
yang begitu luas."

Gadis berbaju hijau itu menghela napas: "Aaaai... tadi,


akupun telah membicarakan situasi kita saat ini dengan
Lim siangkong, Di antara kita bertiga harus ada seorang
yang kabur dari sini, tapi aku hanya seorang wanita, dan
lagi ilmu silatku paling lemah. Aku rasa biar mati pun tak
usah disayangkan"

"Aku sendiri juga sudah tua, biar matipun pantas,"


sambung Han si-kong sambil mengelus jenggotnya yang
putih,

348
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Itu berarti tinggal Lim siangkong seorang...."


sambung gadis berbaju hijau itu.

Buru-buru Lim Han-kim menyela: "Aku Lim Han-kim


juga bukan seseorang yang sayang mengorbankan jiwa
ku. ... "

"Padahal di antara kita bertiga, salah satu diantaranya


harus berusaha melarikan diri dari sini, Kebetulan kaulah
orang yang paling pantas kabur dari sini, Lim siangkong,
Lebih baik kau jangan menampik lagi."

"Tapi tanganku masih diborgoi, badanku juga masih


dirantai, mana mungkin bisa lolos dari tempat ini?"

Gadis berbaju hijau itu termenung berpikir sejenak.


sesaat kemudian ujarnya: "Majikan tuaku menyimpan
sebilah pedang mustika yang luar biasa tajamnya, Asal
kuberi tanda pengenal kepada Lim siangkong dan kau
pergi menjumpai majikan tuaku itu, sudah pasti beliau
bersedia memutuskan borgol di tanganmu itu."

" Kalau memang begitu, tak usah ditunda-tunda lagi.


Cepat serah kan tanda pengenal itu kepadanya, kita
segera antar dia keluar dari sini," sela Han si-kong.

Karena borgol dan rantainya sudah putus, nona


berbaju hijau itu dapat bergerak bebas, Dari sakunya dia
keluarkan selembar saputangan, kemudian bisiknya: "Lim
siangkong, harap kau berjongkok sebentar. Akan

349
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kuberitahukan bagaimana caranya menjumpai majikan


tuaku."

Mendadak pintu ruangan dibuka orang, kemudian


tampak seorang pemuda berjubah panjang melangkah
masuk ke dalam.

Han si-kong segera menghadang jalan perginya sambil


membentak: "siapa kau?"

Di belakang pemuda tadi mengikuti seorang bocah


kecil berwajah bersih yang membawa sebuah lentera
terbuat dari kain putih, Pada ujung lentera itu tertera
sebutir mutiara, Ketika tersorot oleh cahaya lentera,
mutiara tersebut memantulkan selapis cahaya yang amat
menyilaukan mata membuat suasana gelap dalam
ruangan itu segera terusir lenyap. Pemuda itu bersikap
dingin dan serius.

Dengan sorot matanya yang tajam dia awasi Han si-


kong sekalian sekejap. kemud ian berkata: "Aku dari
marga Hongpo, siapa nama kalian?"

Meskipun sikapnya dingin dan serius, namun nada


pembicaraannya cukup sopan dan ramah.

Diam-diam Han si-kong berpikir: "Jelek-jelek begini


aku sudah puluhan tahun lamanya berkelana dalam
dunia persilatan. Betul tidak semua pentolan persilatan
yang kukenal, namun paling tidak pernah kudengar

350
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

namanya, Heran, kenapa belum pernah kudengar jago


tangguh dari marga Hongpo,"

sementara dia berpikir, mulutnya menjawab dengan


lantang: "Aku Han si-kong, sedang saudara itu dari
marga Lim."

"oooh, rupanya si Raja Monyet Ceking." pemuda itu


manggut-manggut serius.

"Aah, tak usah memuji, itu hanya julukan yang


diberikan rekan-rekan persilatan kepadaku."

Pemuda itu segera berpaling kearah Lim Han-kim,


seraya menjura katanya pula: "Boleh aku tahu nama
lengkap saudara Lim?"

"Lim Han-kim"

"Lim Han-kim?" secara beruntun pemuda itu


menggumamkan nama tersebut berulang kali, agaknya
dia berusaha mengingat-ingat siapa gerangan Lim Han-
kim itu.

Tapi karena tak berhasil menemukan asal usulnya,


maka sinar matanya segera dialihkan ke wajah nona
berbaju hijau, katanya: "Boleh aku tahu nama nona?"
Gadis itu berpikir sebentar, akhirnya dia menjawab: "Aku
bernama Han-gwat"

351
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pemuda itu segera mengernyitkan alis matanya, "Nona


Han-gwat, kau berasal dari marga apa?"

"Kau cukup memangil aku Han-gwat saja, tak perlu


tahu apa nama margaku.."

Pemuda itu tertawa hambar. "Aku tak pernah


memaksakan kehendakku"

Kemudian setelah berhenti sejenak. la meneruskan


kembali: "Lebih baik kalian jangan punya ingatan untuk
melarikan diri."

"Hmmm, itu sih belum tentu," tukas Han si-kong.


Pemuda itu tersenyum.

"Kami sedang menyelidiki suatu kejadian, sebelum


duduknya persoalan menjadi jelas kami tak akan biarkan
siapapun pergi dari sini. Asal persoalan tersebut tak ada
sangkut pautnya dengan kalian, bukan saja kami segera
akan membebaskan kalian bertiga, bahkan kami
hadiahkan juga benda mustika sebagai tanda mata.
sebaliknya jika kalian nekad hendak melarikan diri, aku
kuatir persoalan akan bertambah ruwet."

la angkat kepalanya dan tertawa lalu terusnya:


"Kenyataannya kalian sanggup melepaskan diri dari
pengaruh totokan jarum emas dan lolos dari peti mati,
Kepandaian semacam ini sungguh mengagumkan hati."

352
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kemudian setelah mengalihkan sinar matanya ke


wajah gadis berbaju hijau itu, terusnya: "Nona ini telah
berhasil melepaskan borgolnya, aku rasa kau siap pergi
dari sini bukan?"

"Hmmmm" Han si-kong mendengus, "Kau anggap


dengan menyuruh si gila dari Lam-gak menjaga pintu ini,
kami bertiga tak sanggup meloloskan diri?"

selintas rasa kasihan menghiasi wajah pemuda itu,


katanya sambil menghela napas: "Aaaai... meskipun ilmu
silatnya sangat lihay, tapi pengalamannya sungguh
mengenaskan"

"Huuuh, si gila dari Lam-gak tak kenal budi dan


teman, manusia macam ini memang pantas mendapat
pembalasan yang setimpaL" sekali lagi pemuda itu
tersenyum. "Bagaimana? Kau kenal?" tanyanya. Han si-
kong mendengus,

"Hmmmm Bukan hanya kenal, aku pernah


menemaninya selama tiga bulan ditengah hutan
belantara di Lam-gak. Wak-tu itu dia sedang menderita
penyakit gawat dan jiwanya terancam bahaya, Dengan
susah payah aku merawatnya sehingga dia berhasil lolos
dari ancaman bahaya maut, Tak disangka dia... dia lupa
budi."

"Kau jangan salahkan dia," tukas pemuda berwajah


serius itu cepat "la bisa terdampar sampai di sini karena
353
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mempunyai kesulitan yang sukar diutarakan keluar.


sekalipun antara kau dengan dia punya hubungan yang
akrab, tak nanti ia sanggup membantumu"

Walaupun Han si-kong orangnya polos dan lurus,


namun bagaimanapun juga pengalamannya dalam dunia
persilatan sudah cukup matang, dan lagi dia pun bukan
orang bodoh, Pada awal perjumpaannya dengan si gila
dari Lam-gak tadi, ia memang rada gusar karena
rekannya tak kenal budi.

Dengan wataknya yang berangasan, begitu ia emosi


otomatis pikirannya tersumbat sama sekali dan kontan
saja mencaci maki tiada hentinya, Tapi setelah
mendengar perkataan pemuda itu,pikiran dan
perasaannya segera tenang kembali, pikirnya:

"Tentu bukan tanpa sebab dia sampai bersembunyi di


belakang dua kerangkeng besi itu, si gila dari Lam-gak
memang berwatak aneh, dingin, suka menyendiri dan
rada sinting, tapi selama hidupnya jarang mempunyai
sahabat karib. Hanya terhadap aku seorang sikapnya
selalu menaruh hormat, jika bukan dipaksa oleh keadaan,
mustahil dia menganggap asing diriku."

dalam kesempatan itu, pemuda berwajah serius itu


sudah menyambung lebih jauh: "Selamanya ayahku tak
pernah mengganggu orang lain apabila dia tidak diusik
lebih dulu, oleh karenanya Lak-seng-tong kami tak
pernah berhubungan dengan umat persilatan,
354
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bagaimanapun kalutnya kolong langit dan sengitnya


perselisihan dunia persilatan, asal tidak mengusik orang-
orang Lak-seng-tong, belum pernah kami
mencampurinya. Tapi jika ada orang berani mengusik
Lak-seng-tong kami barang sejengkalpun, apa lagi
melukai orang-orang kami, Hmmm Tidak perduli manusia
macam apakah dia dan tokoh lihai macam apapun,jangan
harap bisa lolos dari pengejaran kami serta mendapat
pembalasan yang setimpal.

Namun begitu kami, orang-orang Lak-seng-tong pun


tak pernah melukai orang yang tidak bersalah. Asal
kalian tak ada hubungannya dengan kejadian ini, begitu
penyelidikan selesai kami segera akan mengantar kalian
pergi dari tempat ini."

"siapakah ayahmu? Mungkinkah aku kenal?" tanya


Han si-kong.

"Ayahku gemar bersyair dan melukis, selama ini tak


pernah mencampuri urusan dunia persilatan, jadi
meskipun kusebutkan belum tentu kau kenal. Apa lagi
sebagai putranya, aku pantang menyebut nama ayahku
begitu saja, jadi maaf kalau aku tak bisa menyebutkan."

Diam-diam Han si-kong berpikir: "Lak seng-tong?


Rasanya dalam dunia persilatan memang belum pernah
beredar nama Ko-lam enam bintang ini...."

355
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sudah cukup lama dia berkelana dalam dunia


persilatan, banyak jago persilatan yang dikenalnya, tapi
nama Lak-seng-tong memang belum pernah
didengarnya. Untuk sesaat dia cuma berdiam diri saja.

suasana dalam ruangan itupun pulih kembali dalam


keheningan segulung angin malam berhembus lewat
mengibarkan ujung baju beberapa orang itu Lim Han-kim
tak pernah suka bicara meskipun banyak pertanyaan
yang menyelimuti perasaannya, Menyaksikan sikap
dingin pemuda tersebut, ia semakin malas mengajukan
pertanyaan.

Tampaknya gadis berbaju hijau itu tak sanggup


menahan diri, tiba-tiba ia bertanya: "Sebenarnya
peristiwa apakah itu sehingga kami pun ikut terlibat?
Bersediakah kau memberi penjelasan? "

Dengan pandangan mata yang dingin anak muda itu


menyapu wajah gadis itu sekejap. lalu katanya dingin:
"Sebetulnya kalian sudah ditawan orang lain di mana
kami berhasil menyelamatkan kamu semua dan
membawanya kemari, jadi seandainya kami berharap
kamu semua tinggal dua tiga hari lagi di sini, rasanya
pantas bukan?"

"Jembatan kembali kejembatan, jalan raya kembali


kejalan raya, sebagai orang persilatan yang berkelana di
kolong langit, kami selalu membedakan dengan jelas
mana budi mana dendam, Kami merasa berterima kasih
356
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sekali karena kalian telah menolong kami, tapi kalau


memaksa kami untuk tetap tinggal di sini.,., Hmmm,
sungguh membuat hati orang tak rela."

Tampaknya pemuda itu sudah tak sabar lagi, alis


matanya berkerut, ujarnya dingin: " Kalian tak usah
membantah lagi. jika merasa tak puas, kami siap
menerima pembalasan tersebut setiap saat."

selesai berkata ia segera membalikkan badan dan


beranjak pergi dari situ. "Berhenti" bentak Han si-kong
dengan suara amarah yang berkobar.

Waktu itu pemuda tersebut sudah melangkah keluar


dari ruangan, mendengar bentakan mana ia berhenti
lagi, ternyata sambil berpaling: "Ada apa?"

"Aku berterima kasih dulu atas pertolongan kalian,"


kata Han si-kong sambil menjura.

"Tidak usah" pemuda itu tertawa dingin.

"orang jantan tidak berbuat curang, Tolong siau-


cungcu bisa sampaikan kepada ayahmu, bila aku orang
she- Han bertiga dapat menerjang keluar dari Lak-seng-
tong ini, suatu ketika tentu akan datang lagi kemari."

"Hmmm, jika kalian yakin bisa meninggaikan tempat


ini, silahkan saja berbuat sekehendak hatimu."

357
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han si- kong tertawa tergelak "Ha ha ha ha.... sekali


aku bilang akan pergi, aku tetap akan pergi dari sini."

"Hmmmmm, aku takut kau tak bisa memenuhi


harapan tersebut"

"sau-cungcu, kau jangan memojokkan orang. Aku tahu


Lak-seng-tong telah dijaga secara ketat dengan jebakan
yang berlapis- lapis, Tapi apabila kami keluar bersama-
sama sau-cungcu, sekalipun ada jebakan belum tentu
bisa dipergunakan sewajarnya."

Jelas sekali dengan perkataan tersebut dia sedang


memperingatkan kepada sekalian bahwa saat sekarang
adalah saat terbaik untuk meloloskan diri Berubah paras
muka pemuda itu, tantangnya: " Kalau mau coba,
silahkan" Han si- kong tertawa terbahak-bahak.

"Ha ha ha ha.... sudah banyak tahun aku orang she-


Han malang melintang dalam dunia persilatan, Tak
sedikit kejadian gawat semacam ini pernah kujumpai Aku
pasti akan puas dan takluk apabila sau-cungcu betul-
betul mampu menghalangi kepergianku"

sambil berkata, dia menggerakkan tubuhnya


menerjang ke luar dari ruangan tersebut meskipun dia
sudah dipenjarakan hampir dua tahun lebih
dipesanggrahan Tho-hoa-kit, namun selama dua tahun
tersebut ia selalu berusaha meloloskan diri sehingga ilmu
silatnya tak pernah lupa dilatih,justru gara-gara peristiwa
358
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

itu bukan saja ia dapat memusatkan pikirannya untuk


melatih diri secara rajin, tenaga dalamnya juga
memperoleh kemajuan yang amat pesat. Tak heran kalau
terjangannya kali ini dilaksanakan dengan kecepatan
bagaikan sambaran kilat.

sewaktu berada dipenjara bawah tanah tempo hari,


Lim Han-kim pernah merasakan kehebatan tenaga
pukulannya, Dia tahu tenaga dalam yang dimiliki orang
tua itu sangat tangguh, maka ia cepat menghindar
kesamping dan berdiri sebagai penonton.

Melihat datangnya terjangan dari Han si- kong,


pemuda itu tertawa dingin, Dia segera melepaskan juga
sebuah pukulan tandingan.

Jangan dilihat serangan itu merupakan serangan


biasa, namun karena saat yang dipergunakan untuk
melancarkan serangan tersebut dan sasaran yang diarah
pada ancaman mana tepat sekali, sebaliknya sepasang
tangan Han si- kong masih diborgol sehingga tak
mungkin melakukan tangkisan, akhirnya dia dipaksa
untuk mundur ke belakang.

Han si- kong jadi tertegun dibuatnya, diam-diam ia


berpikir "serangan itu tidak tampak aneh atau luar biasa,
Aneh, kenapa ia berhasil memaksa aku mundur dari
posisiku? Tampaknya aku tak boleh pandang enteng
kemampuan bocah ini."

359
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sekali lagi dia melangkah maju ke depan, Kali ini dia


tidak menerjang secara gegabah, tenaga dalamnya
dipersiapkan dulu sambil maju pelahan-lahan, pemuda
itu segera mengulapkan tangannya memberi tanda,
bocah pembawa lentera itu segera mundur ke luar dari
ruangan dan mengangkat lenteranya tinggi-tinggi.

sekalipun Han si- kong belum melihat ketangguhan


dan kesaktian jurus serangannya, namun kali ini dia tak
berani bertindak gegabah, Pada jarak dua tiga kaki dari
pemuda itu ia hentikan diri, lalu sepasang tangannya
merangkap di depan dada dan didorong keluar bersama
melepaskan sebuah pukulan dahsyat.

Dengan tenaga dalamnya yang amat sempurna,


tolakan bersama ini betul-betul luar biasa, Belum lagi
ujung telapak tangannya tiba pada sasaran, deruan angin
pukulan yang kuat telah menerpa tiba.

Dengan sangat tenang pemuda itu melepaskan satu


pukulan juga. Tang an kirinya dengan jurus "Burung
Merak Mementang sayap" menggulung ke samping,
sementara badannya mengegos ke samping menyusul
gerak serangan tadi.

Begitu lolos dari ancaman serangan Han si-kong,


tangan kanannya segera dibalik balas menyerobot ke
muka, Kelima jari tangannya dipentang lebar-lebar
mencengkeram urat nadi pada pergelangan tangan
musuhnya, jurus serangan yang dipergunakan ini
360
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tampaknya sederhana tanpa sesuatu yang aneh atau luar


biasa, namun di balik kesederhanaan itu justru terselip
kemantapan dan ketenangan yang luar biasa.

Arah sasaran serangannya juga merupakan tempat


strategis yang susah dibendung.

Begitu tenaga pukulan Han si-kong tergiring ke


samping oleh tangkisannya, berat badan kakek itu
otomatis turut tergeser kesamping, Pada saat itulah
ancaman dari pemuda itu menyongsong tubuhnya, Hal
ini membuat Han si- kong seakan-akan menyongsong
datangnya ancaman tadi dengan badan sendiri.

Han si- kong jadi amat terkesiap. buru-buru dia


melompat mundur sejauh dua langkah untuk meloloskan
diri Untuk berapa saat ia jadi tertegun dan mengawasi
anak muda itu dengan wajah melongo. Dengan
pengalamannya yang luas, setelah berulang kali didesak
mundur lawannya, sadarlah Han si- kong bahwa ia telah
berjumpa dengan musuh tangguh, ia juga tahu pemuda
itu bukan meraih kemenangan secara kebetulan dan
kegagalannya membendung ancaman lawan juga bukan
lantaran sepasang tangannya masih diborgoL

Tiba-tiba Lim Han-kim menerjang maju ke muka, dia


merangkap tangannya yang diborgol di depan dada, lalu
serunya: "Aku ingin menjajal berapa jurus seranganmu"

361
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Silahkan dicoba," sahut pemuda itu sambil tertawa


dingin.

Karena melihat jurus serangan yang dipakai pemuda


itu untuk mendesak mundur Han Si-kong, hanya terdiri
dari jurus serangan biasa, maka dia pun mempergunakan
jurus yang umum juga, yakni "Bocah Lelaki Menyembah
Buddha" untuk melepaskan satu serangan-

Dengan wajah serius pemuda itu berdiri menanti,


Ditunggunya sampai tenaga serangan Lim Han-kim
hampir mencapai badannya, tiba-tiba saja tangan
kanannya menggunakan jurus "Menggapai Awan Di
bawah Tangan" untuk balas mengancam lawan. Kelima
jari tangannya setengah terpentang menyambar kemuka
dan mengancam urat nadi pada pergelangan tangan Lim
Han-kim.

Jurus serangan yang dig una kan sangat umum,


bahkan hampir semua orang yang pernah belajar silat
dapat menggunakan-nya, tapi pentangan kelima jari
tangannya itu justru berbeda sekali, Bahkan saat dan
arah sasarannya juga tepat sekali, yakni di saat Lim
Han-kim selesai menggunakan jurus serangannya itu.

dalam posisi seperti ini Lim Han-kim jadi amat


terkesiap, mau tak mau dia harus mundur dua langkah
untuk menghindarkan diri, Pemuda itu tertawa dingin, ia
balikkan badan dan pelan-pelan berlalu dari situ. Diiringi
si bocah pembawa lentera, dia menghindari dua
362
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kerangkengan besi itu dan lenyap di balik kegelapan


malam.

Dengan termangu-mangu Lim Han-kim mengawasi


bayangan punggung pemuda itu hingga lenyap dari
pandangan, sementara pelbagai persoalan memenuhi
benaknya. Tiba-tiba Han si-kong menghentakkan kakinya
berulang kali sambil mengeluh:

"Aaaai... sewaktu menggunakan jurus "Bocah Lelaki


Menyembah Buddha" tadi andaikata gerak serangannya
kau perlambat sedikit, lalu sebelum selesai digunakan
ganti menggunakan jurus "Membersihkan Debu Berbicara
santai", maka dengan tepat kau akan memecah kan jurus
serangan yang dipergunakan pemuda itu..."

"Biarpun jurus seranganku telah digunakan sampai


puncaknya, tapi seandainya aku merubah diri
menggunakan jurus "Tangan sakti Menggunting Bunga"
dengan mengunci urat nadinya..."

"Tangan sakti Menggunting Bunga.,.? Tangan sakti


Menggunting Bunga.,.?" gumam Han si-kong lirih,
"Bagus, bagus sekali Lote, perubahan jurusmu sangat
hebat dan luar biasa. Pada saat itu bila ia tidak segera
mundur untuk menghindarkan diri, niscaya urat nadinya
akan berhasil kau cengkeram, Tapi... kenapa kau tidak
menggunakannya waktu itu?"

363
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Justru kelima jari tangannya yang setengah


terpentang itulah masalahku. Aku kuatir meskipun
sentilannya belum tentu menimbulkan desingan angin
serangan yang tajam, tapi apabila jari tangannya tiba-
tiba setengah inci lebih panjang saja, niscaya urat nadiku
akan terluka dari ancamannya"

" Kalau begitu kita tidak boleh menyerang lebih dulu?"


tanya Han si- kong melongo. Lim Han-kim
menggelengkan kepalanya berulang kali.

"Ketika locianpwee bertempur melawannya tadi,


boanpwee lihat ia berulang kali menggunakan jurus
serangan yang umum untuk memaksa mundur
locianpwee, Hal mana membuatku menduga bahwa ia
cuma andalkan ketepatan dan kemantapan saja, maka
segera kucoba untuk turun tangan sendiri"

"Tapi begitu bentrokan terjadi, aku baru tahu kalau


dugaan itu keliru. Bukan saja lawan benar-benar dapat
menggunakan teori "tepat" dan "mantap" secara jitu lagi
pula di balik jurus-jurus serangan yang umum ternyata
diselipi juga dengan perubahan gerakan yang
mengerikan. sepintas lalu memang kita anggap jurus
serangan itu umum dan tiada keanehan, padahal di balik
kesederhanaan itu justru terselip hawa pembunuhan
yang mengerikan"

Han si- kong termenung sebentar sambil


membayangkan apa yang telah terjadi, kemudian
364
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

katanya sambil menghela napas panjang: "Aaaai... apa


yang lote katakan memang tepat sekali, sungguh tak
disangka kita telah berjumpa dengan musuh tangguh di
tempat ini."

Pelan-pelan Lim Han-kim berpaling, Kepada nona


berbaju hijau itu ia berbisik, "Nona tak usah membuang
tenaga danpikiran lagi, tak mungkin kita bisa lolos dari
sini."

"Kalau tak bisa lolos, apakah kita harus berpeluk


tangan saja menunggu kematian?" tukas si nona.

setelah sama-sama terjerumus dalam ancaman


bahaya maut, secara otomatis timbul perasaan solider di
antara ketiga orang itu. Kesulitan memang seringkali
mempersatukan manusia.

setelah hening berapa waktu, Han si-kong mendehem


kembali sambil berkata: "Sudah banyak tahun aku
malang melintang di Utara maupun selatan sungai besar.
Tak sedikit jago tangguh yang pernah kuhadapi. sungguh
tak nyana hari ini aku harus pecundang di tangan
seorang bocah yang tak bernama sama sekali."

Nona berbaju hijau itu menghela napas pula,


sambungnya: "Yaa, semisalnya majikan tuaku berada
disini, biarpun ilmu silat orang itu sepuluh kali lipat lebih
hebatpun tak nanti dia sanggup menghalangi kepergian
kita."
365
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"siapa sih majikan tuamu? Berani amat kau bicara


tekebur?"

"Hmmmm Menyinggung soal nama besar majikan tua


kami, tiada orang di dunia ini yang tidak menaruh rasa
hormat kepadanya."

"sudah setengah harian kau bicara namun belum kau


sebut namanya, siapa sih orang itu? Hmmm Anak
perempuan tak boleh bicara macam begitu, kalau ingin
diutarakan katakan saja terus terang."

"Majikan tuaku adalah...." Tiba-tiba ia seperti teringat


suatu persoalan penting, ucapannya tidak jadi diteruskan

BAB 12. Lolos dari Kurungan


Dengan alis mata berkerut Lim Han-kim segera
menukas: "Locianpwee, kelihatannya bukan pekerjaan
gampang bagi kita untuk meloloskan diri dari sini, tapi
aku rasa...."

"Kau ada akal?" tanya gadis berbaju hijau itu penuh


harapan-

"Eeei, bagaimana kalau jangan memotong


pembicaraan dulu," tegur Han si- kong dingin.

"Biarkan saja ia bertanya," kata Lim Han-kim.

366
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Bagaimana kalau kita bersama-sama menghimcun


tenaga dan merobohkan dinding ruangan bagian
samping?"

"Tak usah dijelaskan lagi," kembali Han Si-kong


menukas. "Tak usah dibicarakan juga aku sudah tahu
cara ini. "Buat apa kau terburu napsu? Tunggu sampai
aku selesai menjelaskan rancangan-ku sebelum memberi
komentar..."

Melihat gadis itu bicara dengan serius dan


bersungguh-sungguh, Han si-kong tidak mengejeknya
lagi. Dengan pandangan tajam dia alihkan perhatiannya
ke wajah si nona. Tampak nona berbaju hijau itu
membetulkan dulu letak bajunya, sesudah duduk bersila
dengan sikap tegap. dia merangkap tangannya di depan
dada dan bergumam:

"Nona, harap kau ijinkan Han-gwat pergunakan


tabung sakti panca warna untuk menghadapi situasi pelik
ini."

"Hei anak perempuan, kau sedang berbicara dengan


siapa?" tegur Han si-kong keheranan-

"Aku sedang berbicara dengan nona kami"

Perkataan itu diucapkan dengan serius dan sungguh


hati, seakan-akan nonanya memang berada di situ

367
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Biarpun Han si-kong tahu bahwa di ruangan itu tak


ada orang lain, tak urung dia celingukan juga
memandang sekeliling ruangan- setelah yakin memang
tiada orang lain- ia baru berkata: "Haaai.... siapa sih
nonamu itu dan manusia macam apakah dia? Kenapa
kau menaruh sikap begitu hormat kepadanya?"

"Beliau adalah seorang gadis cerdik yang amat cantik


dan luar biasa, aaaai.,. sayang sekali tubuhnya menderita
suatu penyakit yang sukar disembuhkan sehingga tiap
hari harus menderita siksaan akibat gerogotan
penyakitnya itu."

sambil mengalihkan pandangannya ke wajah Lim Han-


kim, dia melanjutkan: " Kalau bukan lantaran ingin
menyelamatkan jiwa nona kami, tak nanti akan kucuri pil
mustika seribu tahun itu."

Lim Han-kim hanya tertawa hambar tanpa komentar


sedang Han si-kong segera bertanya: "Boleh aku tahu,
apa sangkut pautnya antara usaha kita melarikan diri
dengan nona mu?"

"Nona kami cerdik dan lihai, sejak dulu sampai


sekarang belum ada yang mampu menandinginya. ia
pandai menciptakan benda-benda aneh yang berkhasiat
luar biasa."

"Tiada tandingannya sejak dulu? Hmmm, tidakkah kau


merasa bahwa perkataan itu kelewat takabur?"
368
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Hmmm, ungkapan itu pun aku anggap kurang


memadahi untuk melukiskan keperkasaan dan kehebatan
nona kami."

"Baik, Baiklah, anggap saja memang tiada


bandingannya sejak dahulu kala, coba kau terangkan
lebih lanjut"

"Nona kami cerdik dan banyak akal, benda aneh yang


diciptakan olehnya memiliki daya pengaruh luar biasa,
Atas kasih sayang nona yang telah kulayani banyak
tahun."

Lim Han-kim merasakan hatinya bergerak, diam-diam


pikirnya: "Entah siapakah nona itu? Kenapa ia menaruh
sikap begitu hormat kepadanya?"

Terdengar Han-gwat melanjutkan perkataannya:


"sebelum pergi meninggalkan beliau, nona telah
menghadiahkan semacam benda kepadaku, Benda itu
bernama Tabung sakti Panca Warna. Beliau berpesan
apabila aku menjumpai mara bahaya yang mengancam
jiwa, maka asal kugunakan benda ini maka tiada orang
yang berani mengejarku lagi. Benda tersebut selalu
berada dalam sakuku dan belum pernah digunakan. Aku
lihat situasi saat ini amat gawat dan rasanya mau tak
mau harus kugunakan. Berkat bantuan kalian berdua aku
berhasil terlepas dari belenggu borgol dan rantai, maka
sekarang aku ingin menggunakan tabung sakti panca
warna itu untuk membantu kalian meloloskan diri Anggap
369
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

saja perbuatanku ini sebagai balas budi atas pertolongan


kalian." Han si- kong segera tertawa dingin.

"Hmmm, aku tak percaya kalau di dunia ini betul-


betui terdapat benda seaneh dan sesakti itu."

"Kalau tak percaya yaa sudahlah," teriak Han-gwat


gusar, "Kalau kau tak berani melarikan diri, tinggal saja
seorang diri di sini menunggu kematian."

sesungguhnya Lim Han-kim sendiripun kurang


percaya, tapi melihat Han-gwat sudah dibuat gusar, ia
merasa sungkan untuk menampik tawaran tersebut,
maka sambil mengalihkan pokok pembicaraan katanya:
"Nona, bagaimana kalau kau keluarkan tabung sakti
panca warna itu agar aku turut menambah
pengetahuan?"

Han-gwat termenung sambil berpikir sebentar lalu


mengangguk: "Baiklah, pejamkan dulu mata kalian, aku
segera akan mengambilnya keluar."

"Hmmm, banyak amat permintaan perempuan ini,"


omel Han si- kong sambil mendengus.

Biarpun ia berkata begitu namun matanya segera


dipejamkan Lim Han-kim juga tidak membantah, ia turut
pejamkan matanya rapat-rapat, Lebih kurang sepemi-
numan teh kemudian, Han-gwat baru berkata dengan

370
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

suaranya yang merdu: "Nah sudah, kalian boleh


membuka matanya lagi."

Han Si-kong coba mengamati benda yang berada di


tangan Han-gwat itu. Ternyata benda itu cuma sebesar
ibu jari, tingginya hanya tiga inci, Melihat hal ini, dengan
kening berkerut ia menegur: "Aku rasa lebih baik tabung
sakti panca warna itu untuk bahan permainanmu saja."

"Di tengah kegelapan malam begini bagaimana


mungkin kau bisa melihat benda ini secara jelas?"

"Hmmm, jangan menghina aku," seru Han si-kong


gusar, "Biarpun di tengah kegelapan malam, aku masih
dapat melihat semua benda dengan jelas."

Lim Han-kim ikut mengerahkan kemampuannya untuk


mengamati ia saksikan benda tersebut berupa sebuah
tabung panjang, hanya tidak diketahui apa manfaat dan
di mana letak kehebatannya, sebagai pemuda yang tak
suka banyak bicara, ia segera berpaling ke arah lain
tanpa komentar

Melihat keraguan orang-orang itu, Han-gwatjadi amat


cemas, buru-buru serunya: Jadi kalian tak percaya
dengan perkataan-ku?"

"Pertarungan adu nyawa bukan kejadian main- main.


Kau jangan anggap pertempuran yang bakal berlangsung
sebagai bahan percobaan sudahlah, lebih baik kau diam

371
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

saja. Tugas menolong kaum wanita sebagai kaum yang


lemah terletak pada pundak kaum pria, baik-baiklah
mengikuti petunjuk kami, Akan kucoba untuk
membantumu lolos dulu dari sini."

Han-gwat semakin gelisah, tiba-tiba ia berteriak:


"Baiklah, kalau toh kalian tak percaya, akan kubuktikan
segera kepada kamu semua."

ia bangkit berdiri dan langsung menerjang kepintu luar


dengan langkah lebar.

Cepat-cepat Han Si-kong mencekal pergelangan


tangannya sambil menegur "Eeei,jadi kau pingin
mampus? "

"Cepat lepaskan aku" seru Han-gwat gusar. "Kalau


tidak kubuktikan kehebatan tabung sakti panca warna ini,
kalian tak akan percaya kalau nona kami benar-benar
seorang yang maha cerdik."

Biar pun sudah tumbuh sebagai gadis remaja, nona ini


belum hilang sifat kekanak-kanakannya. Dalam
gelisahnya tadi ia ungkapkan perkataan yang berbau
manja. dalam cengkeraman Han si-kong yang begitu
kuat, saat itu Han-gwat sudah kehilangan sama sekali
kemampuan untuk meronta. Dalam keadaan begini
terpaksa ia tak banyak berkutik lagi.

372
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sambil menggelengkan kepalanya berulang kali dan


menghela napas Han si-kong kemudian berkata: "Bocah
perempuan, kau mesti tahu, ilmu silat yang dimiliki si gila
dari Lam-gak sangat lihay. pukulannya juga kuat sekali,
bahkan aku sendiripun bukan tandinganku.

Aku percaya nona mu cerdik dan tiada duanya di


kolong langot saat ini, tapi dia kan berada jauh dari sini,
mana mungkin ia bisa datang kemari untuk
membantumu?"

sekalipun ia agak angkuh, ketus dan suka bersikap


aneh, bagaimanapun juga hatinya amat ramah. sambil
mundur selangkah Han-gwat berseru: " Kalian melarang
aku mencoba menggunakan tabung sakti panca warna,
berarti kalian tak percaya dengan perkataanku"

"Baiklah, kami percaya, kami percaya," kata Han si-


kong kemudian, "Apa bolah buat," demikian pikirnya,

" Kalau begitu mari kita robohkan dulu dinding


ruangan ini, kemudian melarikan diri bersama-sama "

Mula-mula Han si- kong agak tertegun, menyusul


kemudian ia tertawa terbahak-bahak: "Ha ha ha ha...
bagaimana p juga aku memang tak rela berdiam diri
saja menunggu kematian, Baiklah, kalau harus mati kita
bermain dulu sepuas-puasnya hingga kalau mesti mati,
aku mati dengan puas."

373
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Diiringi bentakan keras, satu pukulan dahsyat segera


dilontarkan ke atas dinding ruangan- Tenaga pukulannya
betul- betul hebat. sekalipun serangan itu dilancarkan
dari kejauhan namun cukup menggetarkan dinding
ruangan itu hingga pasir dan debu berguguran ke tanah.

Diam-diam Lim Han-kim berpikir pula: "Bila aku tak


rela menyerahkan diri tampaknya pertempuran sengit tak
bisa dihindari lagi. Baiklah, lebih baik aku berusaha
meloloskan diri lebih dulu dari kurungan ruangan ini."

Berpikir sampai di situ, ia segera bangkit berdiri seraya


berkata: "Locianpwee, mari kubantu"

Dengan berjalan mendekati dinding ruangan itu, diam-


diam ia himpun tenaga dalamnya dan menempelkan
telapak tangannya di atas dinding, lalu sekuat tenaga
menolaknya ke depan

Siapa sangka bangunan dinding ruangan itu sangat


kokoh dan kuat, ketika tenaga dorongan Lim Han-kim
menghajar bagian atas dinding itu, yang terjadi hanya
getaran keras yang merontokkan atap rumah, sementara
dinding tersebut masih tetap berdiri utuh.

Dengan langkah lebar Han Si-kong maju membantu,


sepasang tangannya ditolak ke luar kuat- kuat. Tenaga
gabungan kedua orang ini benar-benar luar biasa
hebatnya, bagiamana pun kokohnya bangunan dinding
itu akhirnya tak tahan juga menerima gemburan
374
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tersebut.

Di tengah benturan keras yang memekakkan telinga,


pasir dan debu beterbangan dinding itu segera roboh
seluas tiga depa lebih, Tapi pada saat bersamaan dengan
robohnya dinding ruangan itu, tiba-tiba pintu ruangan
terbuka, lalu terdengar suara pekikan aneh si gila dari
Lam-gak bergema memecahkan keheningan

Menyusul raungan mengerikan itu, segulung tenaga


pukulan yang maha dahsyat menyambar masuk, begitu
hebatnya serangan tersebut bagaikan air terjun yang
menumpahkan air ke lembah dalam, pasir dan debu
segera beterbangan memenuhi udara. Buru-buru Han Si-
kong berseru keras:

"Hei, bocah perempuan, cepat lari Biar kubendung


serangan itu."

Dengan jurus "Merobohkan Buklt Menimbun Samudra"


sepasang telapak tangannya didorong ke muka sejajar
dada. Dua gulung tenaga pukulan yang melesat
membelah udara segera saling bertumbukan. Pusingan
angin topan kontan melanda seluruh ruangan.

Han-gwat cepat-cepat gerakkan tubuhnya melompat


ke luar lebih dulu dari dalam ruangan sementara itu Lim
Han-kim telah maju selangkah, menghadang di depan
pintu setelah menyaksikan Han si-kong terpukul mundur
375
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

akibat serangan dari si manusia gila itu. "Locianpwee"


serunya, "Lebih baik kau mundur dulu, biar kucoba
pukulan orang ini."

Han si-kong sudah tahu kemampuan ilmu silat


pemuda ini, ia tidak menampik lagi, bisiknya: "Jangan
kau layani terus serangannya"

Dengan sekali lompatan, ia keluar dari ruangan itu.


Lim Han-kim tidak membuang waktu lagi. sebelum
manusia gila dari Lam-gak melepaskan serangan berikut,
secepat kilat ia lepaskan sebuah gempuran dahsyat lebih
dulu.

Karena suasana jadi kacau lantaran debu yang


beterbangan serangan dari Lim Han-kim itu melenceng
ke samping, Tenaga pukulan yang maha dahsyat itupun
menghajar pintu sehingga pintu kayu itu hancur
berantakan dan berhamburan ke mana-mana.

Di tengah suara hingar bingar itulah, tiba-tiba


terdengar suara seseorang yang pelahan tapi amat jelas
didengar: "saudara Han, baik-baiklah menjaga diri,
semua orang dalam Lak-seng-tong merupakan jago-jago
tangguh yang tak boleh dipandang sebelah mata. Maaf
kalau aku tak dapat menghantar kepergianmu...."

Biarpun suaranya keCil dan jelas namun tidak


menutup pekikan anehnya yang menggidikkan hati,

376
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sehingga siapa pun yang mendengar segera dapat


mengenali sebagai suara si orang gila dari Lam-gak.

Diam-diam Lim Han-kim menghela napas panjang,


pikirnya: "Ternyata orang ini masih belum melupakan
sahabat lama, kalau begitu tindakannya hari ini tentu
dilakukan karena terpaksa."

sementara berpikir, tubuhnya sudah melompat keluar


dari ruangan. cahaya bintang bersinar redup di angkasa,
awan tebal bergerak lewat menutupi cahaya redup itu
membuat gelapnya malam terasa semakin kelam.

Pepohonan berbunga indah tumbuh berjajar


sepanjang jalan. Nunjauh di sana kedengaran pula
gemercik air yang mengalir, Ternyata mereka berada
ditengah sebuah kebun bunga yang amat luas, Waktu itu
Han Si-kong dan Han- gwat sedang menanti pada jarak
empat-lima dePadari bangunan rumah, Lim Han-kim
segera mempercepat langkahnya menghampiri mereka.

"Han locianpwee," bisiknya, "Ternyata siorang gila dari


Lam-gak belum melupakan sahabat lama, Kalau begitu
tindakannya menyerang locianpwee tadi pasti
dilakukannya karena terpaksa."

sementara itu Han- gwat telah berkerut kening


sesudah menyaksikan Lim Han-kim lolos dari bahaya,
gumamnya: "sungguh aneh, kenapa tak seorang manusia

377
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pun yang muncul di sini untuk menghalangi jalan pergi


kita?"

"Bocah perempuan, kau jangan keburu senang," tukas


Han si-kong serius. "Berbicara dari pengalamanku
berkelana selama puluhan tahun dalam dunia persilatan,
keadaan semacam ini justru lebih menakutkan. Kalau
bukan di antara pepohonan itu sudah disiapkan jebakan
maut, pasti mereka sudah persiapkan jebakan lain."

"Hmmm,jika kau takut, biar aku yang berjalan di


muka," kata Han-gwat cepat, Dengan mempersiapkan
tabung sakti panca warna nya ia melangkah maju lebih
dulu dengan tindakan lebar.

Melihat kelakuan perempuan utu, Han Si-kong


gelengkan kepalanya berulang kali, gumamnya: " Kalau
bukan melihat kau sebagai bocah perempuan, aku pasti
akan memberi pelajaran yang setimpal kepadamu"

Biarpun sedang mengumpat Han-gwat, ia pun segera


mengikuti di belakang gadis itu. Lim Han-kim berjalan
paling belakang, Diam-diam hawa murninya disalurkan
ke-seluruh tubuh siap menghadapi segala sesuatu.

Tiga-empat deret pepohonan telah mereka lalui tanpa


suatu peristiwa pun. Bukan saja tak ada jagoan yang
muncul untuk menghalangi kepergian mereka, juga tidak
terlihat alat jebakan apapun yang menyulitkan perjalanan

378
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ketiga orang itu. suasana dalam kebun yang luas itu


dicekam keheningan yang menggidikkan.

Kesepian yang luar biasa ini justru menimbulkan


perasaan bergidik dalam hati kecil Han si-kong yang
berpengalaman itu. Tiba-tiba ia menghentikan
langkahnya sambil berbisik: "Aku rasa kejadian rada
sedikit janggal, semestinya suara dinding ruangan yang
kita robohkan itu sangat keras dan memekikkan telinga,
tapi kenapa tidak mengejutkan orang-orang Lak-seng-
tong? Apalagi tempat ini digunakan sebagai tahanan,
kenapa tidak diberi penjagaan?"

Lim Han-kim pun merasakan juga semacam kengerian


yang menegangkan, sambil menghela napas
sambungnya: "Yaa benar, akupun punya perasaan yang
sama."

Han-gwat segera tertawa dingin, kata-nya: "Kalian tak


usah menduga-duga lagi. Menurut pendapatku, paling
banter orang itu cuma gertak sambal belaka."

Belum selesai perkataan itu diucapkan tiba-tiba dari


balik sederetan pohonan yang berada lima-enam kaki
jauhnya dari hadapan mereka berkumandang suara
tertawa dingin, lalu seseorang berseru: "Bila kalian tahu
keadaan dan situasi, lebih baik mundur sendiri ke tempat
semula"

379
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han Si-kong menganggap usianya paling tua dan


pengetahuannya paling luas, otomatis dari mereka
bertiga, dialah paling pantas jadi pemimpin, Maka sambil
melangkah ke depan serunya: "sobat dari manakah itu,
harap tampilkan diri untuk berbicara."

sekali lagi orang di balik pepohonan itu tertawa dingin:


"He he he he... belum pernah pihak Lak-seng-tong kami
membiarkan musuhnya pergi dari sini dalam keadaan
hidup, Kalian harus tahu, tempat di mana kamu bertiga
berdiri sekarang adalah titik pusat kepungan kami, Asal
kuturunkan perintah maka senjata rahasia yang paling
beracun akan berhamburan dari delapan penjuru untuk
menyerang kalian semua."

Han si-kong mencoba memperhatikan sekeliling arena,


Betul juga, ternyata tempat di mana mereka bertiga
berada sekarang adalah sebuah lapangan kecil yang
dikelilingi pepohonan lebat.

sebagai jago kawakan yang banyak pengalaman Han


Si-kong tidak menjadi panik lantaran peristiwa ini, sambil
tertawa dingin jengeknya: "Hmmm, hanya mengandalkan
beberapa jenis senjata rahasia saja ingin menggertak
aku."

Dari belakang pepohonan kembali terdengar orang itu


berkata dengan suara dingin: "Di belakang pepohonan
yang mengelilingi kalian bertiga sekarang telah tersedia
dua belas buah busur otomatis berpegas tinggi serta
380
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

delapan buah tabung penyembur jarum bunga bwee.


Apabila kaitan bertiga yakin di tengah kegelapan malam
ini dapat menghindari serangan anak panah serta jarum
beracun, tak ada salahnya untuk mencoba-coba."

Suara itu berhenti sejenak, Selanjutnya: "Walaupun


Lak-seng-tong merupakan sebuah benteng berdinding
baja, tapi tak pernah melukai seorang sahabat persilatan
pun. Apabila kalian bertiga mengikuti nasehat kami dan
mundur dari sini, kami pun tak akan turun tangan, bila
nekad ingin menerjang keluar dari tempat ini, jangan
salahkan kalau kami pun akan turun tangan secara keji"

Han Si-kong berpaling kearah Lim Han-kim sekejap,


lalu bisiknya: "Menurut pengalamanku berkelana selama
puluhan tahun dalam dunia persilatan, tampaknya apa
yang dlucapkan orang ini benar, Mungkin saja kedua
belas buah busur otomatis itu tidak mampu membuat
kita gelagapan, tapi delapan perangkat tabung jarum
bwee-hoa-ciam itu benar-benar susah untuk dihadapi
Tampaknya sulit bagi kita untuk melarikan diri dari sini
hari ini."

"Kuda pilihan tak akan makan rumput di belakangnya,"


kata Lim Han-kim dengan kening berkerut "Masa kita
harus tergertak oleh dua belas busur otomatis dan
delapan buah tabung jarum itu sehingga mundur dari
arena? Locianpwee, silahkan kau bertahan di belakang,
biar aku yang muda menjadi pemimpin di depan-"

381
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kepada nona berbaju hijau itu, ia berkata pula sambil


tertawa: "Nona Han-gwat, silahkan- kau berjalan di
tengah" Sambil menghimpun tenaga dalamnya, ia maju
ke depan dengan langkah lebar

Dari balik pepohonan di depan sana kembali terdengar


suara teguran yang dingin: "Jadi kalian benar-benar
nekad hendak menerjang keluar dari Lak-seng-tong
kami?"

Lim Han-kim balas tertawa dingin: "Hmmm, sekalipun


malam ini kalian dapat melukai kami di bawah serangan
anak panah berantai serta jarum beracun, aku takut
pihak Lak-seng-tong pun harus membayar secara
mahal." sementara berbicara, dia meneruskan
langkahnya menyerbu ke depan. "Traaang.,. Traaaang..."

Mendadak terdengar suara tambur dan genta


dibunyikan bertalu-talu, menyusul kemudian desingan
angin tajam bergema membelah angkasa, selapis anak
panah dengan kecepatan tinggi menyambar datang.

Waktu itu, Lim Han-kim telah menghimpun segenap


tenaga dalamnya untuk bersiap sedia. begitu ancaman
panah itu tiba di depan mata, cepat-cepat dia ayunkan
telapak tangannya untuk melepaskan sebuah pukulan
dahsyat segulungan tenaga pukulan yang sangat kuat
meluncur keluar dengan hebatnya dan langsung
menumbuk lapisan anak panah yang sedang menyambar
tiba.
382
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tak ampun puluhan batang anak panah itu tergempur


oleh serangan tersebut dan berhamburan ke sisi arena.

"Tenaga pukulan yang sangat hebat," jengek orang di


balik pepohonan itu sambil tertawa dingin "Bagaimana
kalau kau coba menerima sebuah gempuranku ini...?"

Deruang in pukulan yang kuat segera menyerang ke


muka.Barusaja Lim Han-kim hendak melepaskan sebuah
pukulan untuk membendung datangnya ancaman
tersebut, Tiba-tiba segulung angin pukulan yang sangat
kuat terasa menyambar keluar dari belakang tubuhnya.

Menyusul pukulan tersebut, kedengaran Han Si-kong


berseru: "Biar kucoba sampai di mana kehebatan
serangannya itu...."

Ketika dua gulung tenaga pukulan saling bertumbukan


di tengah udara, timbullah pusaran angin yang sangat
kuat sekali di tengah arena, membuat daun dan
pepohonan bergoncang hebat dalam bentrokan keras
lawan keras ini ternyata hasilnya seri, kedua belah pihak
sama kuatnya dan tak dapat menentukan siapa yang
menang dan siapa kalah.

Walaupun begitu Han Si-kong sempat dibuat


terkesiap. diam-diam pikirnya: "Entah siapakah orang ini
dan apa kedudukannya-dalam Lak-seng-tong? Tak nyana
tenaga dalamnya begitu hebat dan kuat, ditinjau dari sini
dapat disimpulkan bahwa Lak-seng-tong yang tidak
383
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dikenal ini benar-benar merupakan sarang naga gua


harimau."

sementara dia masih berpikir, di tengah udara kembali


terdengar desingan angin tajam menyambar tiba,
Ternyata selapis anak panah mengancam lagi dengan
kekuatan luar biasa.

Dengan menyilangkan telapak tangannya sejajar dada,


Lim Han-kim melepaskan sebuah gempuran dahsyat lagi
untuk mementalkan ancaman anak panah itu. Tapi
sayang serangan anak panah datang bagaikan gelombak
air disamudra luas, segulung demi segulung datang
beruntun membuat seluruh angkasa diliputi oleh anak-
anak panah itu.

serangan anak panah itu datangnya amat gencar dan


kekuatannya luar biasa. setelah beberapa kali
melepaskan serangan untuk merontokkan datangnya
ancaman itu, Lim Han-kim segera menyadari bahwa
gelagat tidak menguntungkan pikirnya: "Bila aku mesti
berulang kali mengerahkan tenaga dalam untuk
merontokkan ancaman tersebut, sudah pasti daya
tahanku akan makin merosot, lama kelamaan aku bakal
mati kecapaian, HHmmm... aku mesti mencari akal yang
paling baik untuk menghadapi ancaman tersebut."

Tapi sayang anak panah itu datang mengancam dari


arah yang berbeda, ditambah pula tangan Lim Han-kim
masih diborgol dan tubuhnya masih dirantai, yang
384
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

membuat gerak-geriknya sangat tidak leluasa, Dengan


posisi tetap berdiri di tempat mungkin saja ia dapat
bertahan sementara waktu, tapi kalau suruh ia
menerjang ke depan, jelas sangat tidak leluasa baginya.

Tampaknya pemilik Lak-seng-tong memang seorang


jago yang cerdik dan punya akal banyak, serangan anak
panah itu diatur sedemikian rupa hingga boleh dibilang
rapat sekali, Tiap baris serangan terdiri dari dua belas
batang anak panah dan sudut sasarannya pun bergiliran
secara tak beraturan, membuat orang yang diserang
benar-benar terkepung di arena dan agaknya dia
memang berniat menghabisi nyawa lawan-lawannya di
tempat itu juga.

Mendadak Han si-kong melancarkan dua buah pukulan


dahsyat untuk mementalkan sebaris anak panah yang
mengancam datang, setelah itu bisiknya kepada Lim
Han-kim: "Menurut penilaianku, secara diam-diam
tentang serangan anak panah tersebut, tampaknya
secara diam-diam mengandung perubahan ngo-heng dan
pat-kwa. jelas pemilik Lak-seng-tong ini bukan manusia
sembarangan, nyatanya dia sanggup menggunakan
pehonan yang diatur membentuk suatu barisan untuk
menyembunyikan para pemanahnya. Kecerdikan macam
ini betul-betul membuat orang merasa sangat kagum."

"Yaa, akupun merasa gerak serangan anak panah itu


sangat aneh," Lim Han-kim membenarkan "Rasanya

385
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sebentar dari muka sebentar dari belakang, datang dari


arah yang susah diikuti. Kalau mereka terus menyerang
secara bergilir, sedang kita mesti menggunakan tenaga
dalam untuk melakukan perlawanan, keadaan semacam
ini tak mungkin bisa kita pertahankan selama satu jam
lagi."

Mendengar perkataan itu, Han Si-kong menghela


napas panjang: "Aaai,., sepanjang hidupku, entah sudah
berapa banyak ancaman bahaya maut yang pernah
kuhadapi tapi belum pernah menjumpai situasi segawat
hari ini. Apa yang diucapkan orang itu tampaknya benar
juga, Kita telah terjebak ke dalam barisan senjata rahasia
yang memiliki perubahan amat banyak, jangan lagi
tabung jarum bwee-hoa-ciam itu berisi jarum-jarum
beracun sehalus bulu kerbau yang membuat orang susah
menduga, cukup busur-busur otomatis yang
menyemburkan panah-panah berantai pun sudah cukup
membuat kita kelabakan setengah mati. Aaaai... dilihat
dari situasi ini, rasanya sulit buat kita untuk lolos dari
kepung an hari ini."

Tiba-tiba Lim Han-kim merobek ujung bajunya lalu


mengikat robekan kain tersebut pada tangan kanannya,
setelah itu sambil melepaskan sebuah sapuan kemuka
katanya: "sekalipun situasi yang kita hadapi hari ini
sangat berbahaya dan gawat, akan tetapi kita toh tak
bisa berpeluk tangan menunggu kematian."

386
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sebenarnya kain yang dirobek dari bajunya itu hanya


benda lunak, Namun setelah dicekal di tangan Lim Han-
kim, kain itu memiliki daya pengaruh yang luar biasa
besarnya, sewaktu disapukan ke depan menimbulkan
deru angin yang memekikkan telinga. Kontan sebaris
anak panah yang sedang meluncur tiba tersapu rontok
oleh serangan itu

Melihat keperkasaan Lim Han-kim, tanpa terasa Han


Si-kong merasa semangatnya turut berkobar, sambil
tertawa tergelak serunya: "Ha ha ha ha... bagus sekali
Cara ini memang sangat bagus"

Ia segera meniru dengan merobek bajunya yang diikat


pada tangannya, lalu dig unakan untuk merontokkan
senjata rahasia. Han-gwat tak mau kalah, dari
pinggangnya ia lepaskan pula selembar handuk.
kemudian dipakai untuk menyerang.

Dengan menggunakan cara seperti ini maka mereka


bertiga tak usah membuang banyak tenaga untuk
merontokkan senjata rahasia. Dengan mengandalkan
robekan baju serta handuk, mereka bentuk selapis
dinding pertahanan yang cukup kuat Tak ampun anak
panah yang berhamburan datang itu terhajar rontok
semua dari arena.

Melihat cara yang dipergunakan ternyata


mendatangkan khasiat dan manfaat yang besar, Lim
Han-kim merasa semangatnya makin berkobar, ia segera
387
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

meneruskan tindakannya dengan menyerbu ke hadapan


sebatang pohon.

Dari balik pohon bunga tho segera berkumandang


suara tertawa dingin, menyusul kemudian suara tambur
dan genta dibunyikan makin keras, anak panah yang
berhamburan datang dari delapan penjurupun tiba-tiba
ikut meluncur makin gencar, bagaikan hujan badai saja
serangan itu berhamburan ke tengah arena.

Lapisan hujan panah yang berhamburan makin lama


makin gencar dan rapat, oleh karena arah datangnya
serangan pun berbeda-beda, maka dengan cepat
menciptakan daya sergapan dari semua arah.

Dalam posisi begini, sekalipun ilmu silat yang dimiliki


Lim Han-kim dan Han si-kong sangat lihay pasti akan
keteter juga, Apalagi sepasang tangan mereka masih di-
borgol sehingga gerak-geriknya kurang leluasa, akibatnya
mereka bertiga dipaksa mundur berulang kali.

Mendadak sebatang anak panah yang membawa


desingan angin sangat kuat menyerang datang dari balik
rapatnya hujan panah itu. Buru-buru Lim Han-kim
menggetarkan robekan kainnya untuk menghantam anak
panah itu. siapa tahu tenaga serangan itu luar biasa
hebatnya, sekalipun sudah digulung oleh Lim Han-kim,
anak panah itu masih sempat menerjang maju sejauh
dua depa lebih sebelum rontok ke tanah.

388
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Gara-gara halangan inilah, empat batang anak panah


yang dilepaskan dari busur otomatis menggunakan
peluang itu menerobos masuk ke dalam, Cepat-cepat Lim
Han-kim miringkan badannya kesamping, Keempat
batang anak panah itu pun menyambar lewat hanya
beberapa inci dari sisi wajah anak muda tersebut.

Mendadak Han-gwat ayunkan tabung sakti panca


warnanya dan melemparkannya ke arah pepohonan itu.

Baru saja Han si-kong hendak mencegah, benda


tersebut ternyata sudah keburu dilemparkan, maka
sambil menghela nafas katanya: "Apakah kau tahu apa
manfaat tabung sakti panca warna itu?"

"sering nona ku bercerita tabung sakti panca warna ini


bisa dipakai untuk membendung kejaran musuh, juga
dapat dipakai untuk menghindari penglihatan
lawan,"jawab Han-gwat

Han si-kong tahu gadis tersebut tak mungkin bisa


memberi keterangan lebih jelas,

karenanya dia pun tidak banyak bertanya 1agi. sambil


menghimpun tenaga dan bersiap menghadapi segala
perubahan, ia awasi tabung sakti panca warna itutanpa
berkedip. "Blaaammmm. . . "

389
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Diiringi suara dentuman keras, tiba-tiba saja tabung


sakti panca warna itu meledak, segulung asap tebalpun
menyembur ke luar menyelimuti seluruh arena.

Kabut tebal itu munculnya amat cepat, dalam waktu


singkat arena seluas sekian kaki sudah terselubung di
dalamnya, bahkan tempat di mana Lim Han-kim dan Han
si-kong berdiri pun ikut diliputi asap tebal itu.

sekalipun dalam kegelapan malam yang pekat susah


untuk membedakan warna dari asap tebal itu, namun
kepekatannya jelas berbeda sekali sehingga dalam
sekilas pandangan saja dapat diketahui bahwa asap itu
tidak terdiri dari satu warna.

segulung bau bunga anggrek yang sangat keras


terselip dalam asap tebal itu menyebar ke mana- mana
dan sangat menusuk penciuman. Begitu mengendus bau
tersebut, Han Si-kong segera berseru: "Woouw,., harum
amat bau bunga anggrek ini."

Mendadak Han-gwat teringat sesuatu, dengan


perasaan terkesiap buru-buru se-runya: "Locianpwee,
cepat tutup semua pernapasanmu"

"Ada apa? Memangnya bau harum itu beracun?"

"soal itu belum pernah dijelaskan nona kami, cuma


aku pernah diingatkan agar tutup semua pernapasan
ketika melepaskan tabung sakti panca warna itu dan

390
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

hitung sampai seratus di dalam hati sebelum menerjang


keluar dari kepungan."

Waktu itu Han Si-kong sudah mulai merasakan


kepalanya agak pening, ia tahu apa yang dikatakan gadis
tersebut bukan bualan belaka, maka cepat- cepat ia
tutup semua pernapasan.

Asap tebal yang menyembur keluar itu menyebar


dengan cepatnya ke seluruh angkasa, Dalam waktu
singkat arena seluas tujuh kaki persegi telah tertutup
oleh kabut tebal itu. Pada saat itu Han-gwat telah
menghitung sampai ke angka seratus, tanpa membuang
waktu lagi ia menarik Han si-kong dan Lim Han-kim
untuk bersama-sama menerjang keluar dari arena.

Di tengah lapisan asap tebal yang menyelimuti arena


terdengar suara bentakan dan teriakan yang bercampur
aduk. Ternyata orang-orang yang bersembunyi di
belakang pepohonan telah kehilangan kesadaran diri,
mereka saling baku hantam sendiri dalam keadaan
kacau.

dalam keadaan demikian Han si-kong bertiga dengan


menutup seluruh pernapasannya mempercepat langkah
ka bur dari situ. sekejap kemudian mereka sudah keluar
dari kepungan asap tebal.

Han Si-kong segera melompat ke atas melewati pagar


pekarangan Ketika berpaling, tampak olehnya samar-
391
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

samar kawanan jago itu sedang saiing baku hantam


sendiri dengan sengitnya, Tak tahan lagi ia
mendongakkan kepala tertawa terbahak-bahak.

Melihat itu Han-gwat berkerut kening, tegurnya dingin:


"Hei, apa yang kau tertawakan? Kita belum keluar dari
tempat bahaya"

sambil bicara dia melompat pula meninggalkan pagar


pekarangan, Memandang jauh ke depan tampak sungai
berliuk-liuk seperti ular, Ternyata perkampungan itu
dikelilingi sebuah sungai dengan air yang jernih.
Mendadak terdengar Han si-kong berteriak keras,

tanpa banyak bicara ia lancarkan sebuah pukulan ke


tubuh Lim Han-kim.

Melihat datangnya ancaman itu, Lim Han-kim ayunkan


pula tangannya menyongsong, Tak ampun tubuh mereka
berdua sama-sama tergetar dan jatuh terpelanting dari
atas pagar pekarangan Lim Han-kim segera melompat
bangun sambil melepaskan sebuah tendangan kilat ke
lambung Han si-kong.

Dengan cekatan Han Si-kong menghindar kesamping


kemudian memutar telapak tangannya melepaskan satu
pukulan

Kali ini Lim Han-kim tidak menghindar lagi. Dengan


jari telunjuk dan jari tengahnya ia sodok urat nadi

392
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dipergelangan tangan Han Si-kong memaksa serangan


yang dilepaskan monyet tua itu mau tak mau haruS
ditarik kembali Meskipun kedua orang ini sama-sama
diborgol namun gerak serangan mereka tetap gesit dan
lincah, jurus-jurus serangan yang digunakanpun
semuanya merupakan jurus sakti yang maha ampuh,

Betapa gelisah dan cemasnya Han-gwat ketika


menjumpai dua orang rekannya makin sengit bertarung,
ia sadar ilmu silat yang dimilikinya belum cukup untuk
memisahkan mereka berdua, sebaliknya dia pun tak
punya akal untuk melerai.

dalam keadaan begini ia cuma bisa berjalan mondar-


mandir sambil berteriak-teriak. sayang dua orang itu
sedang bertempur sengit, tak seorang pun yang mau
menggubris teriakannya itu.

dalam sedih dan bingungnya tiba-tiba saja ingatan


melintas dalam benaknya, Cepat-cepat dia lari ke tepi
sungai, mengambil segenggam air dingin dan langsung
disiramkan ke wajah dua orang itu.

Terguyur oleh air dingin itu, Han Si-kong berdua yang


sedang asyik bertempur serentak menghentikan
serangannya. sambil tersenyum Han-gwat pun berkata:

"Aku lupa memberitahukan kalian, Nona kami pernah


berpesan setelah melepaskan tabung sakti panca warna
itu bila yang terkena orang sendiri maka mereka akan
393
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kehilangan kesadaran dan kontrol sendiri Bila hal ini


sampai terjadi, cukup menganjurkan air dingin di kepala
mereka maka kesadaran mereka segera akan jernih
kembali

"Ada apa?" seru Han si-kong keheranan, ditatapnya


wajah Lim Han-kim lekat-lekat. "jadi kita saling bertarung
sendiri?"

"Tenaga pukulan locianpwe benar-benar tangguh dan


kuat, aku merasa bukan tandingan."

"Yaa, benar," sahut Han si-kong sambil tertawa, "Kita


mengendus bau harum bunga anggrek tadi, aku segera
merasa kesadaranku agak hilang dan emosiku susah
dikontrol, Aku yakin jago-jago Lak-seng-tong pun sedang
saling gempur sekarang."

Mendengar monyet tua itu memuji kehebatan tabung


sakti panca warna, Han-gwat segera berseru sambil
tersenyum: "Bagaimana? Aku tidak membohongimu
bukan?" Han si-kong tertawa terbahak-bahak.

"Ha ha ha ha... selama melakukan perjalanan dalam


dunia persilatan, banyak sudah jago tangguh yang
kujumpai, obat penghilang pikiran macam apa pun
pernah kutemuitapi belum pernah kujumpai obat dengan
khasiat seperti itu. Hei, bocah perempuan, apa sih nama
obat itu?"

394
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Tabung sakti panca warna, inilah tabung sakti panca


warna, Apa lagi namanya?"

Sementara itu Lim Han-kim telah mengalihkan


pandangan matanya memperhatikan sekeliling tempat
itu. ia jumpai sungai yang berliku-liku itu macam sarang
laba-laba yang mengelilingi perkampungan luas itu, Pada
jarak lima puluh kaki dari tempat itu terbentang pula
sebuah kolam seluas satu hektar.

Melihat semua itu timbul perasaan heran dalam hati


kecilnya, diam-diam ia berpikir: "Tempat ini disebut
kolam enam bintang, mungkinkah ada enam buah kolam
mengelilingi perkampungan ini? Dilihat dari selokan yang
saling membujur jelas merupakan hasil karya manusia,
tapi apa kegunaannya?"

Berpikir sampai di situ, ia berpaling memandang Han


Si-kong sekejap, lalu katanya: "Locianpwee,
pengetahuanmu sangat luas, Tahukah kau apa kegunaan
air selokan yang begitu banyak silang menyilang
mengitari perkampungan ini?"

Han Si-kong sudah lama berkelana dalam dunia


persilatan baik daerah Utara maupun Selatan boleh
dibilang sudah semuanya dijelajahi sehingga jarang
sekali ada orang yang bisa menandingi pengetahuan
serta pengalamannya.

395
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Walaupun saat ini dia kurang mengerti apa kegunaan


air selokan tersebut, tapi ia yakin pasti ada
kegunaaannya, maka dipandangnya keadaan sekitar situ
dengan lebih seksama.

Benar juga, ia dapat melihat bahwa selokan-selokan


itu samar-samar sebenarnya mengandung kedudukan
pat-kwa, maka ujarnya kemudian: "Kemungkinan besar
selokan-selokan yang mengelilingi perkampungan ini
merupakan barisan air yang sengaja diatur majikan
perkampungan ini. Dahulu si dewa jinsom Phang Thian-
hua pun pernah menggunakan tumbuhan bambu dan
pohon liu membentuk sebuah barisan aneh dan banyak
disegani umat persilatan jadi aku yakin pemilik
perkampungan ini pasti telah mengatur pula sebuah
barisan air di luar perkampungannya untuk melindungi
diri Bagi orang yang tidak memahami perubahan barisan
tersebut, niscaya dia akan tersesat bila memasukinya."

Tak terkirakan rasa kagum Lim Han-kim setelah


mendengar penjelasannya yang begitu cermat dan tepat,
diam-diam pikirnya: "Bagaimana pun jahe memang
makin tua makin pedas, sejak kini aku harus banyak
belajar pengalaman darinya."

Tiba-tiba terdengar Han-gwat berkata: "Locianpwee,


kalau kau sudah tahu kehebatan barisan air ini, bawalah
kami keluar dari sini"

396
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han si-kong tertegun, lama kemudian ia baru berkata:


"Walaupun aku mengerti soal ilmu pat-kwa, tapi bukan
berarti menguasainya, aku rasa sulit buat kita untuk lolos
dari ilmu barisan tersebut."

suara tertawa dingin mendadak berkumandang dari


belakang tubuhnya, kemudian disusul Seseorang
berkata:

"Tampaknya kau memang cukup tahu diri, jangan lagi


kau cuma memahami soal ilmu pat-kwa, sekalipun kau
sangat menguasaipun belum tentu dapat lolos dari ilmu
barisan air Lam-to-lak-seng-tin kami"

Ketika mereka bertiga berpaling, tampaklah di atas


dinding pekarangan berdiri pemuda berwajah serius itu.
sewaktu bertarung dalam kamar tahanan tadi Han si-
kong sekalian pernah bertarung beberapa gebrakan
melawannya, mereka tahu kalau ilmu silatnya sangat
aneh dan lihai. Di balik jurus serangannya yang
sederhana terselip jurus serangan maut yang mematikan,
manusia macam begini tak boleh dipandang enteng.

sementara mereka masih berpikir, pemuda itu sudah


berkata lagi dengan wajah serius: "semenjak
perkampungan Lak-seng-tong didirikan belum pernah
ada orang yang berhasil meloloskan diri dari hadangan
barisan pepohonan tersebut, tapi kenyataannya kalian
dapat menembusnya dengan selamat, Untuk kemampuan

397
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tersebut aku merasa kagum sekali." sambil berkata, dia


melayang turun ke atas tanah.

"Terima kasih, terima kasih," sahut Han si-kong sambil


menjura, "Perkampungan anda sanggup membangun
barisan air Lam-to-lak-seng-tin,jelas ketua kalian pun
bukan manusia sembarangan, boleh kutahu namanya?"

"Aku Hongpo Lan-"

kemudian setelah berhenti sejenak. terusnya:


"Barusan ayahku telah menerima laporan dari kurir yang
mengatakan bahwa peristiwa tersebut sama sekali tak
ada sangkut pautnya dengan kalian, tapi seluk beluk
masalah tersebut belum begitu jelas dan membutuhkan
waktu dua belas jam lagi untuk menjelaskannya. oleh
sebab itu kami mohon kalian bersedia tinggal sehari lagi
di perkampungan kami."

"Peristiwa itutoh sudah terbukti tak ada sangkut


pautnya dengan kami, buat apa kami mesti tinggal sehari
lagi?" protes Han-gwat dingin.

"seandainya aku tidak mengantar, jangan harap kalian


bertiga bisa lolos dari barisan Lam-to-lak-seng-tin ini"

"Maksud baik anda biar kami terima dalam hati saja,


aku tahu barisan air milik kalian sangat hebat, tapi kami
pun bersedia untuk menjajal kehebatannya," tukas Han
si-kong sambil menjura.

398
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Hongpo Lan mendengus dingin, "Hmmm, aku cuma


bermaksud baik, jika kalian bertiga lebih suka minum
arak hukuman daripada arak kehormatan, itu berarti
kalian tak sudi memberi muka kepadaku."

"Ketua muda," tiba-tiba Lim Han-kim menimbrung,


"Apakah kau anggap dengan mengandalkan ilmu barisan
air ini, dapat menghalangi kepergian kami?"

"Bila kalian bersikeras ingin pergi pada malam ini juga,


baiklah, Kuberi sebuah kesempatan kepada kalian,"

"Mohon penjelasan"

"Asal seorang di antara kalian dapat mengungguli


diriku, kami akan segera mengantar kalian keluar dari
barisan-"

Tadi Han si-kong maupun Lim Han-kim sudah


mencoba bertarung beberapa gebrakan melawan
pemuda ini. Mereka sadar ilmu silat yang dimiliki orang
itu sangat hebat, Di balik jurus serangan yang biasa
terselip daya serangan yang luar biasa. Menghadapi
seorang jago tangguh macam ini siapa pun tak berani
bersikap gegabah, maka setelah saling berpandangan
sekejap. mereka sama-sama membungkam diri.

sebagaimana diketahui, pertarungan ini menyangkut


mati hidup mereka bertiga sehingga siapa pun tak berani
mengambil keputusan secara gegabah.

399
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sambil memandang ketiga orang itu Hongpo Lan


kemudian berkata: "Nah, jika kalian bertiga tidak
mempunyai keyakinan untuk bisa mengungguli aku, lebih
baik tinggallah sehari lagi di sini"

Mendengar perkataan yang mengandung nada ejekan


ini, Lim Han-kim segera mengernyitkan alis matanya,
pelan-pelan ia berkata: "Walaupun kami bertiga sama-
sama senasib sependeritaan namun masing-masing tidak
mengenal satu sama lainnya sebelum peristiwa ini
sehingga siapa pun tak dapat mewakili orang lain, Aku
tahu bahwa ilmu silat yang saudara miliki sangat hebat,
apalagi aku telah mencobanya tadi. Kalau disuruh
menuruti perintahmu begitu saja rasanya kok tidak rela,
maka aku akan mencoba kepandaianmu itu.Jika aku
kalah terserah mau diapakan, hanya saja menang
kalahku ini tak ada hubungannya dengan mereka
berdua.Jadi semisalnya aku kalah nanti, tidak berarti
mereka berdua pun kalah."

Hongpo Lan menyapu sekejap wajah Han si-kong dan


Lim Han-kim, kemudian katanya: "Tangan kalian masih
diborgol, tubuh kalianpun masih dirantai, Aku rasa
biarpun kalian maju bersama pun tak akan menurunkan
derajat kalian berdua sementara nona itu... aku rasa
lebih baik berpangku tangan saja, karena selama hidup
aku paling tak suka bertarung dengan kaum wanita."

400
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

" Kalau wanita lantas kenapa?" teriak Han-gwat gusar.


"Hmmm, jika ada kesempatan di kemudian hari, aku
pasti akan memberi pelajaran yang setimpal untukmu."

Tampaknya Han si-kong pun ikut dibuat naik darah


oleh perkataan Hongpo Lan, bentaknya keras: "Biar aku
mencoba dulu kepandaianmu"

Tanpa banyak bicara dia langsung melancarkan


sebuah pukulan ke depan, orang ini memang berwatak
berangasan, begitu ingin bertarung dia langsung
melancarkan serangan dengan hebatnya,

Dengan gesit Hongpo Lan mengegos ke samping


menghindarkan diri dari ancaman tersebut, setelah itu
ejeknya: " Lebih baik kalian berdua maju bersama-
sama."

Tiba-tiba terdengar suara ujung baju terhembus angin,


lalu terlihat empat orang lelaki berpakaian ringkas
meluncur datang dengan kecepatan luar biasa. Lim Han-
kim merasa amat terkesiap setelah menyaksikan gerakan
tubuh yang digunakan keempat orang itu untuk
melompati pagar sangat ringan dan lincah.

Meskipun gerakannya amat cepat namun langkahnya


mantap dan kuat, jelas mereka adalah jago-jago silat
yang memiliki tenaga luar maupun dalam yang amat
Sempurna.

401
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han si-kong telah melancarkan empat buah pukulan


berantai. semua jurus serangan yang dipergunakan
menimbulkan deru angin serangan yang sangat kuat dan
dahsyat. Tapi dengan gerakan yang enteng dan
seenaknya Hongpo Lan selalu berhasil memunahkan
ancaman itu, baik menotok. menangkis maupun
menyodok. semua gerakan dilakukan tepat pada
waktunya dan sedikitpun tak terlihat gugup, Dengan
entengnya ia berhasil memunahkan keempat buah
serangan Han si-kong sekaligus.

BAB 13. Ketua perkampungan Kolam Enam


Bintang
Lim Han-kim bukan turun tangan membantu, dia
malah mundur tiga langkah dari sisi arena, Segenap
perhatiannya dicurahkan pada perubahan jurus serangan
yang digunakan kedua orang itu, seakan-akan dia ingin
mencari titik kelemahan Hongpo Lan dari pertarungan
mereka berdua.

Pada saat itu, keempat lelaki berpakaian ringkas itu


sudah menyebarkan diri membentuk sebuah barisan
yang berbentuk setengah bulat dan mengurung
beberapa orang itu rapat-rapat. Masing-masing tampak
membawa sebuah lencana besi sepanjang satu depa dua
inci di tangan kiri yang disilangkan di depan dada.
sementara tangan kanannya meloloskan pedang yang

402
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tersoren dipunggung, Sikap mereka amat serius dan siap


melancarkan serangan.

Setelah melancarkan empat buah pukulan, Han si-


kong mulai sadar bahwa malam ini dia telah menjumpai
musuh tangguh yang jarang ditemui selama ini, ia
memang sudah lama berkelana dalam dunia persilatan.

Selama puluhan tahun, pelbagai pertempuran sengit


telah dialami sehingga pengalaman serta
pengetahuannya sangat luas. begitu selesai melancarkan
empat buah pukulan, hawa murninya segera dihimpun
dan secepat kilat melompat mundur sejauh tiga depa. Di
situ ia berdiri tegak sambil menunggu datangnya
ancaman.

"Hati-hati, kini giliran aku yang melancarkan


serangan." jengek Hongpo Lan dingin sambil menerjang
maju ke depan, tangan kanannya diayunkan ke muka
menyongsong dada musuh dengan jurus "Memancing
ikan Di sungai Es".

Han si-kong dengan telapak tangannya yang tajam


bagaikan golok balas membabat tubuh musuh dengan
jurus "Memotong Bukit Membelah Awan"

Menghadapi ancaman semacam ini, Hongpo Lan sama


sekali tidak membatalkan serangannya, ia tunggu sampai
telapak tangan Han si-kong hampir mengenai tubuhnya,

403
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tiba-tiba kelima jari tangannya dipentangkan lebar-lebar


dan berbalik mencengkeram pergelangan tangan lawan-

sesungguhnya jurus serangan itu hanya sebuah jurus


Ki-na-jiu yang sangat sederhana dan umum, tapi karena
dipergunakan pada saat dan detik yang sangat tepat
maka hasilnya

adalah daya pengaruh yang luar biasa dahsyat dan


hebatnya.

Buru-buru Han si-kong merendahkan pergelangan


tangannya untuk menghindar ia nyaris berhasil
melepaskan diri dari ancaman, tapi dengan adanya
kejadian itu maka dia pun kehilangan posisi yang
menguntungkan- Pada saat itulah tangan kiri Hongpo Lan
telah menyambar tiba dan menyodok secara berantai
dalam sekejap mata dia telah melancarkan enam buah
pukulan maut.

Dengan susah payah Han Si-kong memberikan


perlawanan yang gigih, walaupun akhirnya dia berhasil
juga menghindarkan diri dari keenam jurus ancaman itu.
Tak urung tubuhnya terdesak juga hingga mundur sejauh
tiga langkah, sementara peluh telah membasahi jidatnya.

Mengikuti jalannya pertempuran yang sedang


berlangsung, diam-diam Lim Han-kim berpikir: "Nama
besar Han Si-kong diperoleh dengan susah payah dan
perjuangan yang gigih Jika ia sampai terluka di tangan
404
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Hongpo Lan malam ini, niscaya nama besarnya ikut


hancur dan hatinya tentu sakit sekali. Kenapa aku tidak
segera menggantikan kedudukannya mumpung menang
kalah belum ketahuan hasilnya."

Berpikir sampai di situ, ia segera melompat maju ke


muka menghadang jalan pergi Hongpo Lan dan berdiri
persis di muka Han Si-kong, sambil berpaling bisiknya:
"Locianpwee, setelah dipenjarakan selama dua tahun
lebih, kekuatan tubuhmu tentu belum pulih kembali,
Bagaimana kalau babak pertempuran ini serahkan
kepadaku saja?"

Tanpa menunggu persetujuan dari Han Si-kong,


telapak tangannya langsung disodok ke muka
melancarkan sebuah pukulan, Hongpo Lan tertawa dingin
Jengeknya: "sejak tadi aku toh sudah anjurkan kepada
kalian berdua agar turun tangan bersama, kenapa kamu
berdua tak mau menuruti nasehatku?" Badannya
mengegos ke samping menghindarkan diri dari
datangnya gempuran.

"Hmmm, kau jangan takabur lebih dulu, Kalau ingin


omong besar, tunggu sajalah sampai dapat menangkan
aku lebih dulu"

sambil berkata pemuda itu melancarkan pukulan


berantai dengan kekuatan luar biasa. Hongpo Lan
miringkan badan sambil berputar, dengan suatu gerakan
lincah tapi aneh tahu-tahu ia sudah terhindar dari
405
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

serangan Lim Han-kim. Bukan itu saja, bahkan lengan


kanannya mengikuti gerak perputaran badannya
melancarkan sebuah sapuan,

Diam-diam Lim Han-kim telah memperhatikan dan


menghapal gerak serangan yang digunakan Hongpo Lan-
Dia dapat merasakan bukan saja di balik jurus
serangannya yang sederhana terkandung perubahan
yang aneh dan maha sakti, bahkan gerak tubuhnya
sewaktu berkelitpun mengandung unsur rahasia yang
luar biasa. Berdasarkan beberapa pertimbangan dan
penilaiannya itulah dalam hati kecilnya ia sudah
membuat perhitungan yang matang.

Menyusul dua serangan yang dilancarkan secara


berantai itu, badannya menerjang maju dua langkah
dariposisi semula, Begitu terhindar dari sapuan maut
Hongpo Lan, tanpa menunggu lawannya membalikkan
badan lagi telapak tangan dan kakinya segera
melancarkan serangkaian serangan yang gencar lagi
cepat.

Dalam waktu singkat jari tangan dan telapak tangan


saling menyodok dan menyambar makin menyerang
Semakin cepat, dalam sekejap mata dia telah
melepaskan sembilan tendangan kilat dan delapan belas
buah pukulan, serangkaian serangan gencar ini benar-
benar dahsyat bagaikan amukan angin topan dan
gulungan ombak di samudra bebas, sehingga para

406
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

penonton yang ada di sisi arena sama-sama terkesiap


dan kagum.

Tampak Hongpo Lan memutar badannya bagai


gangsing, dua kakinya merubah posisi berulangkali
bahkan dalam setiap kesempatan ia selalu berhasil
melepaskan serangan balasan-

Melihat kehebatan musuhnya, diam-diam Lim Han-kim


menghela napas panjang pujinya: "Benar-benar ilmu
gerakan tubuh yang hebat"

Dengan langkah cepat dia mundur sejauh tiga


langkah, Hongpo Lan tidak kalah kagumnya, sambil
menyeka keringat yang membasahi jidatnya dia memuji:
"selama hidup hanya saudara Lim seorang yang sanggup
memaksaku mandi peluh, Kau benar-benar orang hebat."

"saudara Hongpo terlalu memuji, Aku lebih kagum


Pada kemampuanmu. Coba bayangkan untuk
menghindari sembilan tendangan dan delapan belas
buah pukulanku, kau cuma bergeser tak lebih dari dua
depa, Aaai... malam ini biarpun aku mengaku kalah, tapi
aku kalah dengan sangat puas."

"Mumpung malam ini kita sudah bertemu, mari kita


bermain sepuasnya. Nah hati-hatilah...."

Mendadak pemuda Hongpo menerjang maju lagi,


tangannya diayunkan ke muka menggunakan jurus

407
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Berlutut Menyembah Langit selatan-" Lim Han-kim sadar


di balik jurus serangannya yang sederhana terkandung
perubahan gerak yang luar biasa. ia tak berani bertindak
gegabah, cepat tubuhnya miring ke samping, Kaki
kanannya mundur selangkah untuk menyelamatkan diri
lebih dulu, setelah itu tangan kanannya melakukan
kuncian dengan jurus "Menutup Pintu Mendorong
Rembulan"

Ketika serangan yang dilepaskan Hongpo Lan sampai


di tengah jalan, mendadak ia ubah menjadi sebuah
totokan yang mengancam jalan darah cian-keng-hiat di
bahu lawan.

Buru-buru Lim Han-kim merangkap sepasang telapak


tangannya, dengan jurus "Tangan Sakti Menggunting
Bunga" dia cekal urat nadi pada pergelangan tangan
lawan-

"Saudara Lim, ilmu silatmu memang sangat hebat,"


puji Hongpo Lan- sementara memuji, badannya sudah
berkelit untuk menghindar, kemudian melepaskan dua
pukulan balasan-

Maka beriangsunglah suatu pertempuran adu Cepat


antara kedua orang itu. Sayang sepasang tangan Lim
Han-kim masih diborgol sehingga sangat mengganggu
geraknya, Dibandingkan Hongpo Lan jelas dia kalah
lincah dan Cekatan- Namun ia memiliki jurus serangan

408
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ampuh yang dapat menutup kekurang lincahannya, hal


ini membuat posisi mereka jadi seimbang.

Dalam waktu singkat, dua orang itu sudah saling


menyerang sebanyak lima enam puluh jurus. Di tengah
pertempuran sengit, mendadak terdengar Hongpo Lan
membentak keras: "Saudara Lim, hati-hati"

Tiba-tiba dia memutar badan, mendesak maju ke sisi


badan musuhnya, Telapak tangan yang menyambar
tahu-tahu diputar berbalik menepuk bahu Lim Han-kim.

Dalam keadaan sepasang tangannya masih diborgol,


sulit bagi Lim Han-kim untuk melakukan perubahan
gerak. Tak ampun, bahunya kena dihantam satu kali, tapi
ia tak gugup atau panik. sambil mendengus, lengannya
ditekuk, kemudian sikutnya disodok ke lambung musuh.

Dua sosok bayangan manusia segera saling beradu


lalu berpisah, paras muka Lim Han-kim kelihatan pucat
pias, Langkahnya gontai dan tubuhnya mundur dua
langkah dengan sempoyongan sebelum dapat berdiri
tegak. sebaliknya Hongpo Lan memegangi iganya sambil
terjongkok-jongkok.

Melihat majikannya terluka, keempat lelaki berbaju


ringkas itu serentak menggetarkan lencana besi mereka
sementara pedang di tangan kanannya berputar
menciptakan sekuntum bunga pedang, Kemudian

409
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bersama-sama mereka maju mengurung Lim Han-kim


rapat-rapat.

Menyaksikan perbuatan anak buahnya, buru-buru


Hongpo Lan memberi tanda sambil membentak: "Cepat
mundur Antar mereka keluar dari barisan."

Tampaknya iga yang tersikut menderita luka yang


cukup parah, sehingga sewaktu berbicara pun ia harus
menahan rasa sakit yang luar biasa, itulah sebabnya ia
berbicara agak terputus-putus.

Mendengar bentakan itu, keempat lelaki berbaju


ringkas itu serentak mundur sambil menurunkan kembali
pedangnya, pelan-pelan Hongpo Lan bangkit berdiri,
ujarnya sambil tertawa sedih: "llmu silat yang saudara
Lim miliki benar-benar sangat hebat, aku mengakui
bukan tandinganmu."

"Justru karena saudara Hongpo mengalah, aku baru


mendapat kesempatan untuk melancarkan serangan
balasan."

"Tapi tanganmu masih diborgol, bicara sejujurnya kau


sudah menderita kerugian lebih dulu...."

Kemudian setelah menghembuskan napas panjang-


panjang, lanjutnya: " Harap saudara Lim sudi memaafkan
karena aku tak bisa mengantar sendiri kepergianmu."

410
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Ketua muda betul-betul seorang lelaki sejati yang


pegang janji. Aku Lim Han-kim merasa sangat kagum,
Bila ada kesempatan untuk berjumpa lagi lain waktu,
pasti akan kubalas budi kebaikanmu hari ini. Nah, kami
mohon diri lebih dulu."

setelah menjura memberi hormat, ia membalikan


badan dan berlalu dari situ. Kepada keempat lelaki
berbaju ringkas itu Hongpo Lan segera menghardik
dengan suara dalam: "Kalian mewakili aku mengantar
mereka pergi dari sini, bila pelayanan kami kurang baik,
hati-hati akan kuhukum dengan berat"

Empat lelaki berpakaian ringkas itu serentak


mengiakan, Kepada Lim Han-kim mereka berkata
hormat: "silahkan kalian bertiga mengikuti kami."

Mereka pun berjalan lebih dulu untuk membuka jalan,


Di bawah bimbingan keempat orang lelaki berbaju
ringkas itu dengan cepat Lim Han-kim, Han si-kung dan
Han-gwat telah berhasil meninggalkan barisan air Lam-
to-lak-sengtin. panjang perjalanan mereka pun dapat
meras akan betapa rumit dan kalutnya barisan tersebut

setelah keluar dari ilmu barisan itu, keempat lelaki


berbaju ringkas itu kembali memberi hormat sebelum
meninggalkan tempat tersebut.

saat itu Han si-kong yang tinggi hati benar-benar


sudah dibuat kagum oleh kehebatan Lim Han-kim,
411
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

katanya sambil menghela napas panjang: "ombak


belakang sungai Tiangkang benar-benar telah
mendorong ombak di depannya. orang baru sudah
sepantasnya menggantikan

orang lama, setelah melalui kejadianpada malam ini,


aku benar-benar merasa sudah amat tua."

Ucapan mana diutarakan dengan nada yang memelas


hati. sebenarnya Lim Han-kim ingin mengucapkan
beberapa patah kata untuk menghibur, namun ia tak
tahu bagaimana harus berbicara, Akhirnya setelah
mendehem pelan, dia mengalihkan pokok pembicaraan
kesoal lain, Ujarnya: "Lo-cianpwee, coba kau perhatikan
letak enam buah kolam itu, tepat sekali mengelilingi
perkampungan tersebut. "

Ketika Han si-kong mendongakkan kepalanya, benar


juga dari kejauhan sana terlihat selapis kilatan cahaya
yang memantul pada permukaan air. Enam buah kolam
yang berbentuk sama mengelilingi sebuah
perkampungan.

Di antara keenam kolam itu berjajar pula aliran sungai


yang berliku-liku menghubungkan kolam yang satu
dengan yang lain, Tampaknya nama perkampungan itu
bukan lain berasal dari keadaan tersebut.

Menyaksikan semua itu, diapun manggut-manggut


sambil sahutnya: " dalam dunia persilatan benar-benar
412
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

banyak terdapat jago silat yang luar biasa hebatnya.


Kalau tidak mengalami sendiri peristiwa ini, tak akan
kupercayai bahwa dalam perkampungan yang dikelilingi
enam buah kolam tempat pelihara ikan, hidup seorang
tokoh maha sakti yang berilmu silat tinggi...."

Mendadak terdengar suara derap kaki kuda


berkumandang datang dari arah belakang, kemudian
muncul tiga ekor kuda yang berlarian menuju ke arah
mereka bertiga. Ketika sampai pada jarak empat-lima
depa dari hadapan Lim Han-kim sekalian, kuda-kuda itu

dihentikan. Tiga orang bocah lelaki berbaju hijau


segera maju memberi hormat sambil berkata:

"Kami bertiga mendapat perintah dari ketua muda


untuk mengantar kuda- kuda ini. Harap tuan bertiga sudi
menerimanya."

"Maksud baik itu biar kami terima dalam hati saja,"


tampik Han si-kong cepat "Tolong sampaikan kepada
ketua muda kalian, kami masih punya kekuatan untuk
meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki, kami tak
berani menerimahadiah besar itu."

"Peraturan yang ditetapkan ketua kami amat ketat dan


keras, Apabila tuan bertiga menolak pemberian ini, kami
yang susah nantinya," kata tiga orang bocah berbaju
hijau itu serentak. selesai berkata mereka segera

413
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

lepaskan tali les kuda itu dan sama-sama mengundurkan


diri.

"Ehmm... sungkan amat orang itu," ujar Han-gwat


kemudian sambil tertawa. Tanpa sungkan-sungkan lagi ia
melompat naik ke atas punggung seekor kuda.

Ketika menemukan di atas pelana telah tersedia guci


air, ransum kering dan sekantung uang perak. tak terasa
lagi gadis itu tertawa terkekeh-kekeh. "Hei, apa yang
lucu? Kenapa kau tertawa terkekeh?" tegur Han si-kong
agak gusar.

"Di atas pelana sudah tersedia air, ransum dan uang


Jika kalian berdua harus melanjutkan perjalanan dengan
berjalan kaki, padahal tangan kalian masih diborgol, aku
percaya kamu berdua akan menjadi tontonan yang
menarik, Lebih baik naik kuda saja, dengan begitu
keadaan kalian pun bisa tersamar."

"Yaa, perkataan nona memang betul," sambung Lim


Han-kim sambil manggut-manggut.

"Locianpwee, lebih baik kita teruskan perjalanan


dengan menunggang kuda."

Melihat kedua orang rekannya sudah setuju naik kuda,


terpaksa Han si-kong melompat naik kepunggung kuda
dan melarikannya ke depan. dalam waktu singkat ketiga
orang itu sudah menempuh perjalanan sejauh enam

414
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tujuh li. Mendadak Han si-kong menarik tali les kudanya


sambil berhenti ujarnya kemudian- "Kita akan ke mana
sekarang?"

"BorgoI di tangan kalian belum dilepas, tentu saja


pergi menjumpai loya kami," usul Han-gwat.

"Aku tak mau ikut"

"Locianpwee, kalau kau tak ikut, apakah selama hidup


kau ingin memakai borgol itu?"

"Aku tak percaya kalau di dunia ini tak ada cara lain
untuk melepaskan borgol tersebut Kau tak usah
menguatirkan aku."

Han-gwat segera mengerutkan dahinya, kembali ia


berseru: " orang menyebutmu si monyet tua. julukan itu
memang tak salah, Watakmu benar-benar berangasan
macam monyet kena terasi. Ketahuilah bahwa majikan
tuaku memiliki pisau mustika yang tajamnya luar biasa,
sekalipun senjata mustika macam ini bukan cuma sebuah
saja, tapi amat jarang dijumpai di kolong langit Daripada
kau harus memakai borgol sepanjang hidup, kuanjurkan
ikut kami saja menghadap majikan tuaku."

"Nona," sela Lim Han-kim. "Ada di mana majikan


tuamu itu sekarang? Berapa jauh dari sini?"

" Kalau itu, sih, tergantung rejekimu."

415
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"saudara Lim," tiba-tiba Han si-kong menyela, "Anak


perempuan paling suka main akal-akalan, Kau tak boleh
percaya dengan perkataannya, lebih baik kita lanjutkan
perjalanan-"

"Kau jangan terburu napsu dulu," buru-buru Han-gwat


menyela, "Aku toh belum selesai berbicara. Gara-gara
ingin membuatkan sejenis pil mustika untuk nona kami,
majikan tua sering tinggal di Perpustakaan Lian-im-lu,
tempat tinggal Thian-hok sangjin di bukit Mao-san-Jadi
kalau nasib kalian kebetulan baik, kita akan bertemu
dengan beliau di situ, Tapi kalau nasib lagi jelek, kita tak
bakal ketemu dia di situ, masa perkataanku ini keliru?"

Lim Han-kim tertegun, ia ingin mengucapkan sesuatu,


tapi niat itu kemudian diurungkan, sebaliknya Han si-
kong bertanya dengan keheranan- "Thian-hok seng-
jin?jadi majikan tua kalian kenal dengan tokoh maha
sakti itu?"

"Bukan cuma kenal, hubungan mereka begitu akrab


sehingga melebihi hubungan antara saudara sekandung."

"Menurut apa yang kuketahui, Thian-hok sangjin


terkenal sebagai seorang tokoh persilatan yang dingin,
angkuh, dan suka menyendiri ia jarang sekali
mengadakan hubungan dengan kaum persilatan...."

416
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Sekalipun Thian-hok sangjin angkuh, dingin, dan suka


menyendiri tapi ia bersikap sangat menghormat terhadap
majikan kami," sambung Han-gwat dengan suara dingin-

"Hmmm, memandang pada Thian-hok sangjin, kita


memang pantas melakukan perjalanan ke Mao-san dan
mengunjungi Perpustakaan Lian-im-lu"

"Locianpwee" sela Lim Han-kim. "Apa-kah kita akan ke


bukit Mao-san dengan tangan masih diborgol begini?"

Han Si-kong tertawa terbahak-bahak:

"Ha ha ha ha... lote, Thian-hok Sangjin adalah tokoh


maha sakti yang tersohor semenjak puluhan tahun
berselang. ia termashur sebagai jago pedang dari Kang-
lam, tapi sifatnya terlalu hambar dan dingin, tak pernah
senang mencari nama apalagi menerima kunjungan
tamu, sepanjang tahun ia mengurung diri di
Perpustakaan Lian-im-Iu nya di bukit Mao-san- oleh
sebab itulah jarang sekali orang persilatan mengetahui
nama besarnya."

"Kalau memang tak pernah menerima tamu dan


sepanjang tahun selalu mengurung diri di atas bukit,
bagaimana mungkin namanya bisa begitu termashur
dalam dunia persilatan?"

"Pertanyaan yang sangat bagus..." Setelah mendeham


sebentar, Han si-kong berkata lebih jauh:

417
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Dua puluh tahun berselang, dalam dunia persilatan


wilayah Kang-lam tiba-tiba muncul seorang pemuda
berbaju periente yang memiliki ilmu silat sangat tinggi ia
menyebut diri berasal dari lautan Timur. perbuatannya
sangat memusingkan banyak orang, Bukan saja ia
berbuat sewenang-wenang, entah berapa banyak
kejahatan yang telah dilakukannya.

Hal ini membuat dunia persilatan jadi kalut dan tak


pernah tenang, Tapi lantaran ilmu silatnya sangat tinggi,
maka berpuluh-puluh jago, baik dari golongan hitam
maupun golongan putih, yang mencoba menantangnya
berhasil dikalahkan semua,"

"Sampai setengah tahun kemudian masih belum ada


seorang manusia pun berhasil mengendalikan perbuatan
jahatnya, Pada saat itulah Thian-hok Sangjin yang
mendengar berita ini segera tampilkan diri. Dengan
ditemani sebilah pedang, ia tantang orang itu untuk
berduel di luar kota Kim-leng. Berita ini segera menyebar
ke seluruh dunia persilatan. Ketika duel itu berlangsung,
beratus-ratus orang jago ikut hadir menyaksikan jalannya
pertarungan itu."

"Melihat begitu banyak orang turut hadir di sekitar


arena, Thian-hok sangjin ternyata segan memperlihatkan
kepandaiannya. pada saat terakhir ia merubah tempat
pertarungan dengan memindahkan ke tengah sungai..."

418
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Bertarung di tengah sungai?" tanya Lim Han-kim


keheranan-

Han si-kong makin bersemangat bercerita, terusnya:


"Dua orang itu masing-masing menunggang sebuah
sampan kecil yang di-tengahnya dikaitkan satu sama
lainnya dengan rantai sepanjang lima depa, Dengan
membiarkan sampan mereka terbawa arus sungai itulah
mereka berdua saling menyerang dengan gencarnya."

"Ehmmmm, pertarungan macam ini benar-benar


sebuah sistem pertempuran yang baru dan menarik."

"Yaa, tentu Thian-hok sangjin yang berhasil


memenangkan pertempuran ini," sahut Han-gwat.

"Dengan membiarkan sampan mereka terbawa arus,


dalam waktu singkat sampan mereka berdua sudah
lenyap di balik gelombang sungai yang tinggi, Dalam
keadaan begini orang lain susah untuk mengikuti
jalannya pertempuran itu, tapi yang jelas sejak naik ke
sampan kecil itu, pemuda perlente tersebut tak pernah
muncul lagi di wilayah Kang-lam. Ada yang bilang
pemuda perlente itu tewas di ujung pedang Thian-hok
sangjin dan mayatnya tenggelam di dasar sungai, Ada
juga yang mengatakan pemuda perlente itu melarikan
diri dengan membawa luka."

"Walaupun banyak berita yang beredar, namun ada


satu hal yang pasti benar yakni pemuda perlente itu
419
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menderita kekalahan di tangan Thian-hok sangjin, sebab


Thian-hok sangjin telah muncul kembali dalam keadaan
selamat, sedang pemuda perlente itu lenyap tak
berbekas sejak peristiwa itu."

"Akibat pertempuran itu, nama besar Thian-hok


sangjin pun jadi sangat termashur, Namun ia sama sekali
tidak memanfaatkan ketenaran namanya, malahan sejak
itu pula dia mengundurkan diri dari dunia persilatan,
hidup mengasingkan diri di bukit Mao-san Perpustakaan
Lian-im-lu dan tak pernah mau menerima kunjungan
tamu macam apa pun-"

"Masa selama dua puluh tahunan ini belum pernah


ada yang berhasil menjumpai Thian-hok sangjin?" tanya
Lim Han-kim.

"Mungkin saja pernah ada orang yang menjumpainya


tapi belum pernah beredar suatu berita tentangnya
dalam dunia persilatan, oleh sebab itulah ajakan ini
menimbulkan rasa ingin tahuku."

"Asal kalian berjalan bersamaku, tanggung kamu


berdua dapat bertemu dengan Thian-hok sangjin," kata
Han-gwat. Habis berkata ia segera menyentak tali les
kudanya dan meneruskan perjalanan lebih dulu.

Tiga ekor kuda pun berlarian dengan kencangnya


menembusi kegelapan malam, yang terdengar hanya
suara derap kaki kuda yang ramai. Ketika fajar mulai
420
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menyingsing, ketiga orang itu sudah menempuh


perjalanan sejauh puluhan li.

Dijalan raya pun lamat-lamat mulai kelihatan orang


yang berlalu lalang melakukan perjalanan Han-gwat
menarik tali les kudanya menghentikan lari kuda. sambil
menuju ke dalam hutan di sisi jalan raya, ujamya: "Mari
kita sarapan dulu sebelum meneruskan perjalanan"

Memandang pakaiannya yang compang camping, Lim


Han-kim berseru: "Coba kalian lihat dandanan kita saat
ini Pakaian compang camping tak karuan, tangan kita
pun diborgol. Kalau mesti meneruskan perjalanan pasti
dandanan kita akan menarik perhatian orang banyak."

"Kita lelaki sejati yang tak pernah berbuat memalukan,


kenapa mesti takut meneruskan perjalanan?" sahut Han
si-kong.

sambil tersenyum Han-gwat menimbrung: "Coba kau


pandang rambutmu yang kusut dan awut-awutan tak
karuan, Gaya-mu tak beda dengan seorang pengemis,
Dengan model macam begini, biarpun pakaianmu
compang camping, juga tak akan menarik perhatian
orang lain-Beda dengan Lim siangkong, ia masih muda
dan berwajah halus, dengan memakai baju compang
camping dan tangan berborgol, tentu saja kurang sedap
dipandang orang "

421
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Hmmmm sebagai lelaki sejati yang melakukan


perjalanan dalam dunia persilatan, yang terpenting
adalah jiwa kita yang besar dan berwatak pendekar soal
baik buruknya wajah seseorang... hmmm, tak pernah ku-
persoalkan di dalam hati."

"Tentu saja" jengek Han-gwat cepat. "Tapi kau lupa,


Lim siangkong seorang pemuda gagah, mana mungkin
bisa kau bandingkan dengan kejelekan wajahmu itu..?"
Han si-kong tertawa terbahak-bahak

"Ha ha ha ha... yang dihormati umat persilatan adalah


orang gagah berjiwa besar, Biarpun aku berbaju
rombengan dan berambut kusut, sekalipun menelusuri
seluruh dunia persilatan, siapa yang berani pandang
rendah diriku?"

"Locianpwee," bisik Lim Han-kim. "Tangan kita masih


diborgol dan pakaian kita sudah robek tak karuan, tapi
kuda yang kita tunggangi justru kuda pilihan, apakah
dandanan kita semacam ini tak bakal mengejutkan orang
banyak?"

"Aku punya akal.." tiba-tiba Han-gwat berseru sambil


tertawa.

"Coba kau jelaskan"

"Lebih baik kita menyewa kereta kuda saja. Asal kalian


dUdUk di dalam kereta, maka orang lain tak bakal

422
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menjUmpai dandanan kamU berdua." Han si-kong kontan


mendengus dingin-

"Hmmm, buatku lebih baik meneruskan perjalanan di


tengah malam buta dari pada harus naik kereta. Apalagi
jarak bukit Mao-san dari sini tidak terlalu jauh. Kalau
benar-benar ditempuh, paling banter dua malam pun
sudah sampai."

sementara pembicaraan berlangsung, mendadak dari


arah depan jalan raya muncul dua ekor kuda yang
dilarikan kencang-kencang, Di atas kuda duduk dua
orang lelaki kekar, Ketika mendekati hutan, mereka
menghentikan lari kudanya sambil memperhatikan ketiga
orang itu sekejap. lalu bersama-sama melompat turun
dari atas pelana, Lelaki yang ada di sebelah kiri segera
memberi hormat sambil bertanya: "siapa di antara kalian
adalah Lim tayhiap?"

Lim Han-kim mengerutkan dahinya, Baru saja dia


hendak menjawab, mendadak teringat olehnya bahwa di
kolong langit banyak terdapat orang dari marga Lim.
sedang orang itu tidak menyinggung nama lengkapnya,
berarti belum tentu dia yang dimaksudkan

Melihat ketiga orang itu sama-sama membungkam,


lelaki yang ada di sebelah kanan berkata pula: "Adakah
di antara kalian bertiga yang bernama Lim Han-kim, Lim
kongcu?"

423
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

setelah agak tertegun sejenak Lim Han-kim menyahut:


"Akulah orangnya, ada urusan apa?"

Lelaki itu memakai baju terbuat dari su-tera, mukanya


penuh cambang, sekalipun perawakannya tinggi besar,
namun nada suaranya amat nyaring, Tampak orang itu
membungkukkan badannya memberi hor-mat, setelah itu
katanya: " Hamba sekalian berasal dari perkampungan
Lak-seng-tong yang mendapat perintah dari majikan
muda kami untuk datang mencari Lim Kongcu. Kami
diperintahkan mengantar dua stel pakaian baru, harap
kongcu Jangan mentertawakan-"

Dari sisi pelana nya, lelaki berbaju kuning yang ada di


tengah menurunkan sebuah bungkusan Bungkusan itu
berisi dua buah jubah panjang yang terbuat dari kain
sutera dan dua buah mantel, sambil dipersembahkan
kepada pemuda itu, orang tersebut berkata lagi:

"Pakaian kongcu sudah robek dan compang camping,


sudah saatnya untuk ditukar dengan yang baru"

Lim Han-kim merasa berterima kasih sekali, ia tak


menyangka Hongpo Lan bisa bersikap begitu bersahabat
kepadanya,

Tapi pada dasarnya ia memang tak suka banyak


bicara, maka kata nya kemudian sambil tertawa hambar
"Lebih baik kalian bawa pulang pakaian itu" jawaban
424
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tersebut seketika membuat kedua orang lelaki itu


tertegun. Lelaki berwajah kuning itu segera berseru agak
tergagap: "Kee... ke-napa... kong... kongcu tak mau
menerima nya?"

"Tubuhku masih dirantai, tanganku juga masih


diborgol, bagaimana mungkin bisa tukar pakaian?"

Tiba-tiba lelaki bercambang itu tertawa tergelak:


"Kongcu, kami juga telah berpikir sampai ke situ, Hamba
diperintahkan membawa serta salah satu di antara "Badik
Tiga Huruf" untuk membantu kongcu melepaskan diri
dari belenggu."

sambil berkata, dari dalam sakunya, ia mengeluarkan


sebilah pedang pendek yang bersarung kulit ikan hiu
dengan hiasan emas pada gagangnya, pedang itu
kelihatan sangat mewah.

Dengan cepat lelaki bercambang itu meloloskan badik


tersebut dari sarungnya, cahaya keemasan segera
memancar di udara. "Pedang bagus, pedang bagus..."
tanpa terasa Lim Han-kim memuji tiada hentinya. Lelaki
bercambang itu kembali tertawa.

"Majikan tua kami pandai membuat pedang, Boleh


dibilang ia merupakan pembuat pedang nomor wahid di
kolong langit, tapi selama hidupnya dia orang tua hanya
berhasil membuat tiga bilah badik yang sama bentuknya
saja"
425
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Eeei, kalau membawa pedang mustika, kalian mesti


lebih berhati-hati." tiba-tiba Han si- kong
memperingatkan-

"Aku rasa belum pernah ada orang persilatan yang


berani berbuat macam- macam terhadap orang-orang
Lak-seng-tong kami," kata lelaki bercambang itu sambil
tertawa, "Lagipula majikan muda telah berpesan agar
pedang ini di hadiahkan kepada Lim kongcu, malah
majikan muda sempat berkata bahwa perbuatannya ini
tak lebih hanya mengikuti pepatah lama yang
mengatakan Gadis cantik diberikan untuk pemuda
tampan, pedang mustika diberikan untuk pendekar
sejati..."

"Jangan" cegah Lim Han-kim serius, "Aku tak berani


menerima pemberian sedemikian berharganya, Asal
kalian bersedia membantu kami untuk membebaskan
borgol dan rantai ini, aku sudah merasa berterima kasih
sekali "

Tampaknya ia jarang sekali sekaligus mengucapkan


begitu banyak perkataan, karenanya selesai berkata ia
segera menutup mulutnya rapat-rapat

"Lim kongcu," dengan wajah serius lelaki bercambang


itu berkata. "Pedang ini merupakan hadiah yang
bersungguh hati dari majikan muda kami. Apabila Lim
kongcu tak bersedia menerima nya, hamba tak bisa
pulang untuk memberikan pertanggunganjawabnya."
426
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lelaki berbaju kuning, yang berada disisinya turut pula


membujuk. Tapi bagaimana pun mereka berbicara, Lim
Han-kim tetap gelengkan kepalanya menampik, bahkan
sepatah kata pun tidak diucapkannya.

Melihat hal ini, dengan kening berkerut Han si-kong


segera menegur "Lebih baik kalian berdua jangan bicara
lagi. Watak orang ini memang aneh, kalau sudah bilang
tak mau menerima pedang ini, sampai kalian berdua
membunuh nya pun, dia tak bakal akan menerimanya . "

"Waaah, agaknya kau sahabat karib Lim Kongcu,


sampai tabiatnya pun tahu jelas," goda Han-gwat sambil
tertawa.

" Lebih baik kau jangan turut campur" seru Han si-
kong sambil melotot gusar Kemudian sambil berpaling ke
arah lelaki itu katanya lagi: "Cepat ambil pedang itu, dan
tolong putuskan borgol dan rantai di tubuhku ini"

Lelaki berewok itu menghela napas panjang,


tampaknya dia merasa kecewa sekali, dengan membawa
pedang itu ia berjalan menuju ke hadapan Lim Han-kim,

"Kalian seharusnya membebaskan Han locianpwee


lebih dulu, ".kata Lim Han kim sambil tertawa.

Dengan hormat lelaki berewok itu mengiakan, lalu


kepada Han si- kong ujarnya: "Maaf pendekar tua,
hamba akan segera turun tangan-"

427
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Sudah, tak usah banyak bicara lagi, cepat turun


tangan"

Lelaki berewok itu segera menggetarkan pergelangan


tangannya, pedang yang tajam itu langsung menembusi
lewat depan tubuh Han si-kong lalu berputar ke balik
rantai di punggungnya, sekali pedang tersebut di-puntir
ke luar, rantai yang terbuat dari baja campur emas itu
seketika patah menjadi beberapa potong dan rontok ke
atas tanah.

sambil membusungkan dadanya Han si- kong


mendongakkan kepalanya tertawa ter-bahak-bahak.
pujinya: "Ha ha ha ha ...pedang bagus, pedang bagus
Benar-benar sebilah pedang bagus"

Lalu sambil menjulurkan tangannya ke hadapan lelaki


itu, tambahnya: "Di sini masih ada sebuah lagi"

Melihat borgol yang membelenggu sepasang


tangannya jauh lebih tipis dibandingkan rantai yang
melilit tubuhnya tadi, lelaki berewok itu segera mundur
selangkah, kemudian katanya sambil tersenyum: "Hati-
hati locianpwee"

Pedangnya diayunkan ke muka membentuk selapis


cahaya yang amat menyilaukan mata. "Traaaanggg.,."

Di tengah dentingan yaring, seakan-akan ada dua


pedang yang saling beradu, tampak selapis cahaya yang

428
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menyilaukan mata menyelimuti seluruh udara, Ternyata


ujung pedang di tangan lelaki berewok itu terpental
sejauh tiga depa lebih oleh benturan tersebut, sebaliknya
borgol di pergelangan tangan Han si-kong sama sekali
tidak cacad barang sedikitpun-

Berubah hebat paras muka lelaki bermuka kuning


itu,pujinya tanpa sadar: "Tak disangka borgol itu sangat
kuat dan kokoh sehingga pedang Jin-siang-kiam pun tak
berhasil memotongnya jadi dua."

sebaliknya Han si- kong telah mencak-mencak


kegusaran sambil mengumpat kalang kabut: "sialan-..
Ayo cepat, kita coba sekali lagi."

Lelaki berewok itu menarik napas panjang-panjang,


tenaga dalamnya segera disalurkan ke tangan kananny a,
kemudian pedangnya diayunkan membacok lewat sela-
sela pergelangan tangan Han si-kong. "Traaaang.."

Sekali lagi terjadi suara dentingan yang sangat


nyaring. Kali ini pun ujung pedang itu terpental ke
samping, sementara borgol di tangan Han si- kong masih
tetap utuh seperti sedia kala.

setelah termenung sebentar, lelaki berewok itu


berkata: "Tampaknya borgol inipun terbuat dari besi baja
yang serupa dengan besi yang digunakan pedang jin-
siang-kiam sehingga pedang tersebut tak sanggup
mematahkannya."
429
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

" Kalau begitu borgol ini tak bisa diputus-kan?" teriak


Han si- kong dengan mata mendelik.

"Aaaai... aku rasa... aku rasa...."

Tanpa melanjutkan perkataannya ia memutar


pedangnya untuk memutuskan rantai yang
membelenggu tubuh Lim Han-kim.

Dengan wajah penuh amarah Han si- kong


mengerahkan seluruh tenaganya untuk merentangkan
sepasang tangannya, namun bagaimana pun dia
mengerahkan segenap kekuatannya, borgol itu tetap tak
berhasil diputuskan

setelah mengumpat berapa saat lama-nya, akhirnya ia


tertawa terbahak-bahak sambil berseru: "Baiklah,.. ha ha
ha.... Baik-lah, bagaimana pun aku dapat terlepas dari
belenggu di tubuhku...."

"Buat apa sih kau mengejek diri sendiri?" tegur Han-


gwat sambil tertawa geli. Han si-kong makin gusar,
teriaknya: "Hei kau si budak kecil"

Lim Han-kim geli juga melihat kakek itu sewot, sambil


berpaling katanya kemudian-" Kalian berdua juga boleh
pulang"

Perkataannya selalu singkat, pendek dan tanpa basa


basi, apa yang dipikirkan langsung diutarakan tanpa
embel-embel. Dengan sikap meng hormat lelaki bermuka
430
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kuning itu persembahkan buntalannya sambil bertanya:


"Apakah kongcu ada pesan yang perlu hamba sekalian
sampaikan?"

setelah termenung beberapa saat jawab Lim Han-kim:


"Bukit tetap hijau menawan, air tetap mengalir tenang,
waktu di masa depan masih panjang, semoga lain waktu
dapat bertemu kembali"

setelah memutuskan rantai yang membelenggu tubuh


Lim Han-kimt dengan wajah serius lelaki berewok itu
berkata pula: "walaupun tiga bilah badik mustika milik
Lak-seng-tong bukan benda paling mustika dalam dunia
persilatan tapi setiap umat persilatan pasti akan
menyukainya, sekarang kongcu telah menampik
pemberian kami, apakah tindakan ini tidak keterlaluan?
Ketua muda kami selalu memandang tinggi
kedudukannya, selama hidup ia tak suka bergaul dengan
siapa pun, tapi sekarang beliau rela menghadiahkan satu
di antara tiga mustikanya untuk kongcu. Hal ini
dikarenakan majikan kami sangat kagum dengan
kegagahan kongcu sehingga ingin sekali bersahabat
dengamu."

"Terus terang saja hamba katakan, sudah cukup lama


kami mengikuti ketua muda, sampai di mana sifat dan
wataknya kami pun sangat memahami. Jadi bila kongcu
menampik pemberian ini, bukan saja hamba sekalian
bakal menerima makian dan hukuman, bahkan bisa jadi

431
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

majikan kami akan salah paham dan dikiranya kongcu


tak sudi bersahabat dengannya. Kejadian ini tentu akan
menyedihkan hatinya."

"Lim kongcu," sambil tertawa Han-gwat menegur "


Kalau toh pihak mereka ingin memberi hadiah dengan
sungguh hati, kenapa tidak kau terima saja pemberian
itu?"

Lim Han-kim termenung berpikir sebentar, kemudian


manggut-manggut. " Kalau memang begitu biar
kusimpan untuk sementara waktu."

setelah diterima, pedang itu langsung dimasukkan ke


dalam saku, Rasa murung yang semula menyelimuti
wajah kedua orang lelaki itu seketika hilang tak
berbekas. sambil tertawa tergelak mereka melompat naik
ke atas kudanya dan berlalu dari situ.

Memandang hingga bayangan punggung kedua orang


itu lenyap dari pandangan, Han si-kong baru angkat
kepalanya dan menghembuskan napas panjang, ujarnya:
"Banyak sudah jago yang kujumpai tapi orang macam
Hongpo Lan baru kali ini kutemui ia benar-benar berjiwa
besar, baru kenal satu kali sudah memberi hadiah
pedang kenamaan- jiwa sebesar ini benar-benar jarang
dijumpai."

432
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tapi Lim Han-kim kembali menghela napas panjang:


"Aaaai... tanpa melakukan sesuatu pahala tapi mendapat
hadiah, aku benar-benar sangat malu."

Melihat kedua orang itu bicara tiada habisnya, sambil


tertawa Han-gwat segera menukas: "Kalian berdua tak
usah ngobrol tak karuan lagi, yang penting sekarang
adalah meneruskan perjalanan-"

Diambilnya sebuah mantel dan dikenakan di tubuh Lim


Han-kim, kemudian sambungnya: "Dengan mengenakan
mantel ini maka pakaian kongcu yang compang cam-ping
akan tertutup,"

Kemudian diambilnya mantel yang lain dan ujarnya


kepada Han si- kong sambil ter-tawa: "Locianpwee,
perlukah aku bantu mengenakan untukmu?"

"Waah... belum pernah kunikmati rejeki semacam ini,


apa lagi merasakan hangatnya pelayanan seorang gadis
cantik."

"Hmmm si botak berjalan mengikuti rembulan, kau


apa tak tahu kalau rejekimu itu berkat Lim kongcu," seru
Han-gwat sambil mencibirkan bibirnya.

Mendadak ia merasakan dibalik perkataan itu


terkandung penyakitnya, buru-buru ia bantu Han si- kong
mengenakan mantelnya kemudian melarikan kudanya
melakukan perjalanan sambil tertawa terbahak-bahak

433
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han si-kong melarikan kudanya juga mengejar dari


belakang.

Ketiga ekor kuda itu pun dilarikan kencang-kencang


menelusurijalan raya, Di balik suara derap kuda yang
ramai, tampak debu beterbangan menutupi pandangan
mata. sepanjang jalan Han-gwat melayani kebutuhan Lim
Han-kim dan Han si- kong dengan penuh cermat dan
ramah, apa lagi kedua orang itu masih memakai borgol
sehingga gerak geriknya kurang leluasa, maka semua
keperluan boleh dibilang Han-gwat yang menyediakan-

begitulah siang menempuh perjalanan malam


menginap, entah berapa hari sudah mereka melakukan
perjalanan Hari ini ketika siang menjelang tiba,
sampailah mereka di wilayah bukit Mao-san- sejauh mata
memandang, yang tampak hanya deretan puncak bukit
yang saling menyambung .

Han si-kong pun menghentikan lari kuda-nya, kepada


Han-gwat ujarnya: "Tahukah kau di mana letak
Perpustakaan Lian-im-lu itu?" sikap ramah danpelayanan
cermat dari Han-gwat sepanjang perjalanan ini membuat
pandangan dan kesan Han si-kong terhadapnya berubah
sama sekali Kini dia pun bersikap lebih ramah terhadap
gadis itu

"Hmmmm Tentu saja tahu." jawab Han-gwat dengan


kening berkerut.

434
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kalau begitu, harap kau menjadi petunjuk jalan."

"Jalan bukit ini makin ke atas makin susah ditempuh,


kita harus meneruskan perjalanan dengan jalan kaki."

"Yaa, aku tahu, Dari nama Lian-im-lu tersebut kita bisa


menduga letaknya pasti berada di atas puncak yang
diselimuti kabut tebal."

"Kalau cuma jalan setapak saja, tak mungkin bisa


mencegah para jago lihai dari dunia persilatan untuk
datang menyambangi"

"Terus?Jadi tempat itu mempunyai rintangan yang


khusus dan berbahaya sekali?" Han-gwat tersenyum.

"Tepat sekali Dari sini hingga ke depan Lian-im-lu, kita


harus berhasil menembusi tiga buah rintangan bahaya
lebih dulu."

"Rintangan bahaya macam apa itu?"

"Bersabarlah dulu," tukas Han-gwat tertawa.


"Sebentar kau bakal tahu sendiri"

Bicara sampai di situ, ia sentak tali les kudanya dan


meneruskan perjalanan ke depan setelah melewati dua
buah puncak bu-kit, tiba-tiba pemandangan alam
berubah. jalanan makin curam dan sempit sedang tanah
perbukitanpun makin terjal dan berbahaya,

435
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sambil melompat turun dari kudanya, Han-gwat


berseru: "Kita hanya dapat menunggang kuda sampai di
sini, selanjutnya harus ditempuh dengan berjalan kaki."

Mereka bertiga pun meninggalkan kuda


tunggangannya dan meneruskan perjalanan menelusuri
jalan terjal itu dengan berjalan kaki. Tampaknya Han-
gwat hapal betul dengan daerah di sekitar situ, ia
mengajak Lim Han-kim dan Han si- kong menelusuri
jalan semak yang curam dan terjal, setelah melewati
empat buah bukit terjal, sampailah mereka di depan
sebuah lembah.

sejauh mata memandang yang terlihat hanya rumput


ilalang yang menutupi pandangan mata. Ke tengah
rumput ilalang itulah Han-gwat mengajak kedua orang
rekannya melanjutkan perjalanan,

"Jadi Thian-hok sangjin tinggal di dalam lembah ini?"


tanya Han si-kong keheranan-

"Walaupun tidak berdiam di lembah ini, tapi lembah ini


merupakan satu-satunya jalan penghubung menuju ke
Lian-im-lu. Mari ikuti aku saja, tanggung tak bakal
kesasar."

Melihat gadis itu berbicara sangat serius, Han si-kong


tidak banyak bertanya lagi, terutama Lim Han-kim yang
tak suka bicara. Berangkatlah mereka bertiga menelusuri
lembah tersebut Ruruput ilalang tumbuh sangat subur di
436
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

lembah tersebut, tingginya mencapai pinggang orang


dewasa.Bahkan banyak ular beracun yang berkeliaran di
situ, semua ini mencerminkan betapa liar dan seramnya
lembah itu.

setelah menempuh perjalanan hampir tiga-empat li


jauhnya, tiba-tiba lembah itu berbelok kearah selatan,
kemudian setelah melewati satu tikungan lagi,
pemandangan di depan mata kembali berubah.
Tampaknya sebuah rumah gubuk kecil dibangun di
bawah sebatang pohon cemara kuno. Bangunan tersebut
persis menghadang jalan lewat orang.

Kedua sisi gubuk itu berupa tebing yang sangat terjal


dan penuh ditumbuhi lumut tebal, dihadapkan dengan
tebing yang nyaris tegak lurus ini, sekalipun seseorang
memiliki ilmu silat yang amat hebatpun jangan harap
bisa melewatinya.

sebuah jalan setapak tampak terbentang di balik


rumah gubuk tadi, Han si-kong memperhatikan sekejap
pemandangan di sekitar tempat itu, namun kecuali
menembusi rumah gubuk tadi, ia tak berhasil
menemukan jalan lain untuk mendaki ke atas bukit.

Han-gwat segera maju dengan langkah lebar menuju


ke depan rumah gubuk. Pintu kayu yang berwarna putih
berada dalam keadaan tertutup rapat, sampai ketiga
orang itu tiba di depan pintu pun belum kedengaran
sedikit suara atau reaksi apapun.
437
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

setelah memperhatikan sekejap tempat itu, Han si-


kong berkata: "Aku rasa lebih baik kita lompati saja
rumah gubuk ini, tak perlu mengganggu ketenangan
penghuninya lagi."

Belum habis perkataan itu diucapkan, pintu gubuk itu


tiba-tiba terbuka lalu muncullah seorang lelaki setengah
umur yang berjubah biru dan memelihara jenggot
kambing .

begitu berjumpa lelaki itu, Han-gwat segera memberi


hormat sambil menyapa: "Paman Jui, baik-baikkah kau?"

orang itu agak tertegun, lalu serunya tanpa sadar:


"oooh.. rupanya kau si budak binal."

Tidak menunggu sampai orang itu menyelesaikan


perkataannya, Han-gwat telah berkata lebih lanjut: "
Kedua orang ini khusus datang ke mari untuk menjumpai
majikan tuaku, tolong Paman Jui bersedia membuka
pintu dengan melepaskan kami melewati tempat ini."

Pelan-pelan lelaki itu mengelus jenggotnya dengan


tangan kanan, setelah berpikir sebentar katanya: "Soal
ini... rasanya bikin susah paman saja, sebab menurut
peraturan yang ditetapkan bukit kami, orang asing
dilarang mendaki ke atas puncak bukit ini."

"Aku sengaja membawa mereka datang ke mari


karena ada urusan penting yang harus disampaikan

438
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kepada majikan tua. Apa bila paman Jui tidak bersedia


melepaskan kami, waaah, perjuanganku selama ini bakal
sia-sia belaka."

sementara itu Han si- kong maupun Lim Han-kim telah


mengalihkan pandangan mata masing-masing ke wajah
lelaki itu, sedang dalam hati kecil mereka berpikir
bagaimana caranya melewati penjagaan orang ini.

Tampak lelaki itu berpikir lagi berapa saat, mendadak


ia menyingkir ke samping. "Terima kasih banyak. Paman"
buru-buru Han-gwat memberi hormat.

Lalu tanpa banyak bicara lagi ia melangkah maju ke


depan sambil diam-diam memberi tanda kepada Lim
Han-kim dan Han si-kong agar mengikuti di belakangnya.
Dengan tergesa-gesa mereka bertiga menembusi gubuk
penghadang jalan itu sambil berjalan, diam-diam Han si-
kong pasang mata memperhatikan sekitar gubuk
tersebut ia lihat perabot gubuk itu amat sederhana.
Kecuali sebuah pembaringan dan sebuah meja, boleh
dibilang tak ada benda lain, hanya disudut ruangan
terdapat sebuah anglo, jelas penghuninya hidup dalam
kesederhanaan yang mengagumkan-

Diam-diam orang tua ini merasa kagum juga, pikirnya:


"Tak nyana seorang jago yang memiliki ilmu silat begitu
tinggi ternyata hidup dalam begini kesederhanaan di
tengah lembah yang terpencil Kejadian semacam ini
benar-benar suatu kejadian yang tak gampang dijumpai."
439
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara masih berpikir, mereka telah menembusi


bangunan gubuk itu dan menelusuri jalan setapak yang
sangat sempit

Han-gwat berpaling memandang sekejap bangunan


gubuk nun jauh disana, lalu kata nya kepada Han si-kong
sambil tertawa: "orang dari marga Jui itu sangat ramah
dan baik hati, Dia pun mempunyai kesan yang sangat
baik terhadapku, karena itulah ia bersedia melepaskan
kita melewati tempat ini. Tapi nanti bila kita sampai di
sebuah mulut selat, tidak akan segampang ini kita bisa
melewatinya."

"Bagaimana? Apakah kita benar-benar harus


menerjang lewat dengan menggunakan kekerasan?"

"Waaah, itu sulit untuk dibicarakan orang yang


bertugas menjaga mulut selat itu memiliki seraut wajah
yang dingin seperti es. Ketika aku mengikuti majikan
datang mengunjungi Thian-hok Sangjin, orang berwajah
dingin itu tetap menanyai majikan tuaku dengan ketat,
bahkan mesti menunggu ia pergi memberi laporan dulu
sebelum melepaskan kami melewati tempat
penjagaannya,"

"Ehmm... kalau didengar dari ceritamu ini, tampaknya


memang susah bagi kita untuk melewati tempat tersebut
dalam suasana penuh kedamaian."

440
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Yaaa... susah memang untuk diramalkan Ketika


mengikuti majikan tuaku, aku pernah tinggal cukup lama
di dalam Perpustakaan Lian-im-lu tersebut dan
pergaulanku dengannya juga cukup akrab, tapi sikap
orang itu tetap dingin seperti es. sikapnya tak pernah
berperasaan jadi sukar untuk diramalkan bagaimana
sikapnya terhadap kita nanti, lebih baik kita rundingkan
lagi setibanya di situ.^

Han Si-kong tidak banyak bertanya lagi, sedang dalam


hati kecilnya ia berpikir: "orang tadi mendirikan rumah
gubuknya persis di tengah jalan, jelas maksudnya hanya
mencegah orang-orang yang ingin datang berkunjung
agar mengurungkan niat-nya. Tapi bagaimana pula sikap
orang yang menjaga di mulut selat nanti?"

Sementara ia masih berpikir, mereka telah memasuki


sebuah selat yang amat sempit dan berbahaya, Sejauh
mata memandang tampak dinding tebing tegak lurus
menjulang ke angkasa yang amat terjal dan penuh
tumbuhan lumut, Di antara dua belah dinding bukit tadi
terbentanglah sebuah selat yang luasnya hanya cukup
dilalui satu orang.

Selat itu menjorok masuk ke balik bukit, bukan saja


suasana alamnya amat strategy dan berbahaya,
Tampaknya tempat itu telah diatur pula dengan teknik
manusia.

441
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kecuali selat sempit tersebut, tidak dijumpai jalan


tembus lain yang menghubungkan tempat itu dengan
puncak bukit.

Setelah memperhatikan keadaan di sekelilingnya,


diam-diam Han Si-kong berpikir: "Apabila dari atas bukit
orang melemparkan batu atau kayu, maka orang yang
berada di selat itu tak bakal bisa menghindarkan diri,
kendatipun ia memiliki ilmu silat yang maha canggih,
Wah, aku mesti berhati-hati"

BAB 14. Menjumpai Tokoh Sakti

Dibawah jalan setapak itu terdapat jurang yang sangat


dalam dan diselimuti kabut tebal, sedemikian tebalnya
kabut sehingga sukar untuk mengira berapa dalam-
jurang tadi, yang terdengar hanya deruan angin yang
menggidikkan hati.

Jalan setapak itu pastilah terbuat dari alam yang


dibenahi sana sini dengan tenaga manusia, namun
lebarnya cuma tiga depa. orang yang belum pernah
mengunjungi tempat semacam ini bisa dipastikan hatinya
bakal bergidik dibuatnya. Demikian pula yang dirasakan
oleh ketiga orang jagoan tersebut Tak urung timbul juga
perasaan ngeri dalam hatinya.

442
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han-gwat berjalan- lebih dulu di depan, Setelah


melalui belasan kaki jauhnya, tiba-tiba ia berhenti sambil
berpesan: "Bila nanti sampai terjadi pertarungan, maka
kalian mesti berhati-hati, jalan setapak ini begitu sempit
dan cuma mampu menampung satu orang saja... apakah
kalian sudah ada persiapan?"

Han si-kong berdua tidak menjawab, mereka sendiri


pun tak tahu apa yang mesti diperbuatnya.

setelah mendaki bukit itu setinggi seratus kaki, tiba-


tiba selat sempit itu berbelok ke arah kanan. Pada saat
itulah terdengar seseorang menegur dengan suara yang
dingin dan tanpa perasaan: "siapa Berhenti"

Waktu itu mereka bertiga mendekati tikungan


tersebut, Han-gwat berjalan di paling muka, Han si-kong
berada di tengah sedangkan Lim Han-kim berjalan
dipaling belakang, sewaktu mendengar suara teguran
yang dingin itu, serentak mereka bertiga menghentikan
langkah-nya.

Ketika mengalihkan perhatiannya ke depan, tampak di


tengah jalan setapak itu berdiri seorang manusia berbaju
serba hitam yang memegang pedang di tangannya.

orang itu berperawakan tinggi ceking, sepasang


jidatnya agak melesak ke depan, wajahnya dingin dan
kaku tapi amat serius. Buru-buru Han-gwat bungkukkan

443
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

badan memberi hormat sambil menyapa: "Paman, masih


ingat dengan aku Han-gwat?"

Lelaki berwajah dingin kaku itu tidak langsung


menanggapi pertanyaan gadis itu, Dengan sinar matanya
yang tajam bagaikan pisau belati dia awasi wajah Han si-
kong dan Lim Han-kim berulang kali, kemudian baru
katanya dengan suara kaku: "setiap orang yang pernah
berjumpa denganku, selama hidup aku tak akan
melupakannya lagi."

"Paman masih ingat dengan aku Han-gwat berarti kau


masih percaya dengan ku, bukan? Nah, kedua orang ini
adalah sahabat karib majikan tua kami yang khusus
datang berkunjung karena ada urusan penting, Aku
berharap paman bersedia memberi peluang dengan
membiarkan kami melewati tempat ini."

Lelaki setengah umur berwajah dingin itu benar-benar


berhati kaku tanpa perasaan, ternyata ia bersikap dingin
terhadap permintaan Han-gwat itu. Tolaknya mentah-
mentah: "Tidak bisa"

Melihat kekakuan orang itu, dengan kening berkerut


Han si-kong membatin di hati: " Kekakuan orang ini
betul- betul jarang dijumpai di kolong langit, bahkan
berbicara pun nampaknya segan."

Pada saat itu Han-gwat telah mengerutkan dahinya


siap meradang, tapi akhirnya ia berhasil mengendalikan
444
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

gejolak emosi-nya, Dengan suara yang tetap lembut ia


kembali meminta: "Kedua orang ini harus berjumpa
dengan majikanku secepatnya, Paman. Berilah
kesempatan mereka untuk lewat"

"Baik, kuberi dua jalan untuk kalian pilih. Pertama,


minta kedua orang rekanmu menunggu di bawah bukit,
agar majikan kalian menjumpai mereka di sana"

Mendongkol sekali perasaan Han si-kong mendengar


perkataan itu, tanpa terasa serunya: "Lalu apakah jalan
kedua itu?"

"Jalan kedua lebih sederhana lagi. Ka-lian bertiga


boleh turun tangan bersama, Asal aku dapat dirobohkan,
kalian pun bisa menembusi pertahananku dengan
bebas."

"Semua jago dan orang gagah di kolong langit boleh


dibilang rata-rata menghormati Thian-hok sangjin, tak
kusangka anak buahnya ternyata hanya seorang manusia
dungu yang tidak kenal perasaan. Kejadian semacam ini
betul-betul membuat aku merasa kecewa."

"Hmmmm" Lelaki ceking itu mendengus dingin. "Lian-


im-lu tak pernah mengadakan hubungan dengan umat
persilatan, buat apa kau merasa kecewa? Boleh saja Jui
lotoa berhati lembek dengan melepaskan kalian naik
gunung, tapi jangan harap aku Li loji akan berbuat yang
sama dengan melepaskan kalian semua. Hmmmm Jika
445
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tak puas, silahkan turun tangan untuk men-coba... aku


siap melayani"

Ucapan yang setengah mengejek setengah menantang


ini kontan mengobarkan hawa marah Han si-kong yang
pada dasarnya memang berangasan. Dengan penuh
amarah ia segera membentak keras: "Turun tangan, ya
turun tangan, aku tak percaya Lian-im-lu adalah bukit
golok"

"Tak percaya? silahkan saja mencoba" Han si-kong tak


dapat membendung hawa amarahnya lagi, bentaknya:
"Bocah perempuan, minggir kamu"

sekali lompat ia telah melewati Han-gwat dan


menerjang maju ke muka. Bagaimanapun juga dia
sudah berpengalaman dalam menghadapi situasi
semacam ini, walaupun berada dalam pengaruh emosi
yang meluap namun ia masih dapat memperhatikan
situasi musuhnya.

Tampak olehnya tempat di mana lelaki ceking itu


berdiri ternyata merupakan tempat yang terlebar dalam
selat itu, Letaknya persis ditikungan dan berada pada
posisi yang lebih tinggi, Tempat yang demikian strategis
itu jelas sangat menguntungkan orang itu, apalagi orang
itu membawa senjata tajam di tangannya.

Lim Han-kim memandang Han-gwat sekejap. dia


seperti ingin mengucapkan sesuatu tapi niat tersebut
446
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

diurungkan kemudian sementara itu tampak Han si-kong


memutar badannya menempel di atas dinding bukit.
setelah memperhitungkan jalan mundur untuk
menghindari serangan musuh, ia baru meneruskan
langkahnya kedepan.

Lelaki setengah umur bertubuh ceking itu tetap berdiri


tak berkutik pada posisinya semula, sepasang matanya
mengawasi gerak-gerik Han si-kong tanpa berkedip.
itulah kunci rahasia ilmu pedang tingkat tinggi,
menggunakan ketenangan untuk mengawasi gerakan
lawan.

Melihat situasi sudah semakin kritis dan pertarungan


nampaknya tak bisa dihindari lagi, tiba-tiba Lim Han-kim
berteriak keras: "Locianpwee, tunggu sebentar"

Dari dalam sakunya ia mengambil ke luar pedang


pendek pemberian Hongpo Lan. setelah meloloskan dari
sarungnya, ia sodorkan pedang itu ke depan sambil
ujarnya: "Locianpwee, tanganmu masih diborgol, jelas
situasi semacam ini tidak menguntungkan bagimu,
ditambah lagi keadaan medan semakin tak
menguntungkan Apabila kau tidak menggunakan senjata
tajam, maka kerugian di pihakmu akan semakin
bertambah parah."

Tampaknya Han si-kong sendiripun sudah mengetahui


bahwa lelaki setengah umur bertubuh ceking itu
merupakan seorang jago pedang yang sangat hebat, Dia
447
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pun tahu bahwa pertarungannya kali ini membawa resiko


sangat besar, maka tawaran itu tidak ditampik, setelah
menerima senjata tersebut ia baru siap melancarkan
serangan.

Di bawah sorot cahaya matahari yang siap terbenam,


tampak cahaya dingin yang menggidikkan hati menyebar
keluar dari tubuh pedang itu. Lelaki ceking itu
memandang sekejap pedang yang sudah terhunus lalu
memandang pula borgol di tangan Han si-kong.

Tiba-tiba wajahnya diliputi perasaan bimbang, Akan


tetapi Han si-kong tidak memberi kesempatan lagi
kepada orang itu untuk berpikir panjang, sambil memutar
senjatanya ia mendesak maju dua depa lebih ke depan.

Lelaki setengah umur bertubuh ceking itu segera


menggetarkan pedangnya menusuk ke bawah. selapis
cahaya dingin yang terpancar keluar dari balik senjatanya
langsung menerjang ke dada lawan.

Han si-kong menggetarkan pedangnya menyodok ke


atas, ia bacok datangnya ancaman senjata itu. Buru-buru
lelaki itu menarik kembali senjatanya, Tiba-tiba kakinya
melayang ke depan melepaskan satu tendangan kilat.
Dengan posisinya yang berada di tempat tinggi,
tendangan itu persis mengancam jalan darah Hian-ki-hiat
di dada Han si-kong.

448
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Cepat Han si-kong miringkan badannya ke samping


untuk berkelit, pedang pendeknya langsung membabat
sejajar dada, Dengan gerakan sangat cepat lelaki ceking
itu menarik kembali tendangan kaki kanan-nya. Di antara
putaran pedangnya tercipta tiga kuntum bunga pedang
yang memancar diri menyergap tiga buah jalan darah
penting di tubuh bagian atas lawannya.

sesudah saling bergebrak beberapa jurus, Han si-kong


mulai sadar bahwa ia telah menjumpai musuh tangguh,
seperti apa yang diduganya semula, lelaki ceking itu
benar-benar seorang jagoan dalam ilmu pedang,
Andaikata pedang pendeknya tidak tajam menggidikkan
sehingga membuat lawan agak keder dan merasa ngeri,
mungkin saat ini ia sudah terdesak di bawah angin.

Pertarungan sengit yang berlangsung dalam selat


sesempit ini memaksa kedua belah pihak harus
mengembangkan pertempuran jarak dekat. Dalam waktu
singkat kedua belah pihak sama-sama mengeluarkan
jurus serangannya yang paling berbahaya untuk
merobohkan lawannya.

Walaupun Han si-kong sudah menderita rugi karena


berdiri diposisi yang tidak menguntungkan ditambah lagi
sepasang tangannya masih diborgol, namun cahaya
tajam yang terpancar keluar dari pedang pendeknya
membuat lelaki ceking itu agak keder dan tak berani
menyambut serangannya dengan keras lawan keras.

449
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan keuntungan semacam inilah permainan


pedangnya jadi jauh lebih lincah dan hidup. Karena
dikembangkan dalam selat yang begitu sempit,
permainan pedangnya justru merebut posisi yang jauh
lebih menguntungkan-

Dengan posisi yang hampir seimbang ini, pertempuran


yang sedang berlangsung punjadi berjalan lebih
berimbang. Han-gwat yang ada di sisi arena mengikuti
jalannya pertarungan itu dengan sepasang mata melotot
besar. Hatinya makin gelisah lagi setelah melihat bahwa
pertarungan antara kedua orang itu makin lama makin
berbahaya dan sengit hingga akhirnya berkembang jadi
pertempuran antara mati dan hidup.

Diam-diam ia mulai berpikir: "Bila pertarungan


semacam ini dibiarkan berlangsung terus, pada akhirnya
salah satu pihak pasti ada yang tewas atau terluka,
padahal pihak manapun yang jadi korban, jelas kejadian
semacam ini tidak menguntungkan bagi pihakku, aku
harus segera bertindak."

Berpikir sampai di situ, ia segera membentak keras:


"Tahan"

Mendengar bentakan itu pikiran Han Si-kong segera


bercabang, permainan pedangnya pun ikut mengendor,
Menggunakan peluang yang sangat baik inilah lelaki
ceking itu menggetarkan pedangnya menerobos ke
depan- Tampak cahaya tajam berkilauan, tahu-tahu ia
450
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sudah membabat putus segumpal rambut di kepala Han


Si-kong.

Berhasil dengan serangannya lelaki ceking itu mundur


selangkah sambil menegur: "Ada apa?"

sebaliknya Han si-kong yang merasa rambutnya


terbabat lawan merasa sangat tak puas, sambil
membentak gusar pedangnya disodok ke depan dengan
jurus "Menembusi Awan Memanah Rembulan-"

Lelaki bertubuh ceking itu tidak menyangka kalau


musuhnya bakal melancarkan serangan dalam situasi
begini, melihat datangnya tusukan itu amat cepat
tergopoh-gopoh dia berkelit ke samping.

Bagaimanapun cepatnya reaksi orang itu, tak urung


tusukan tersebut sempat juga merobekkan celana yang
dikenakan, Dengan penuh rasa mendongkol lelaki itu
berteriak "Hmmm, membokong ketika orang tak siap.
perbuatan lelaki macam apakah itu? Huuuh, sungguh
memalukan"

Dengan perasaan amat penasaran pedangnya kembali


digetarkan melancarkan bacokan, Menggunakan jurus
"Menyambut Awan Mempersembahkan Matahari"
pedangnya diputar membendung datangnya ancaman,
sahutnya sinis: "Hmmm, setali tiga uang, kita sama-
sama..."

451
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Badannya miring ke samping, pedangnya diputar


membabat ke muka, Kedua orang itu segera terlibat lagi
dalam pertarungan yang lebih sengit Di bawah sorot
cahaya matahari sore, tampak cahaya yang memantul
dari pedang mereka membiaskan sinar yang amat
menyilaukan mata.

Tak terlukiskan rasa gelisah Han-gwat melihat


peristiwa ini, kepada Lim Han-kim ia bertanya:
"Bagaimana sekarang?"

"selat ini amat sempit, sedang mereka berdua pun


sedang terlibat dalam pertarungan mati hidup,
Tampaknya siapa pun tak ada yang mampu memisahkan
mereka berdua."

"Apakah kita akan membiarkan mereka berdua


bertarung mati-matian?"

Lim Han-kim tidak menjawab, dia hanya mengawasi


jalannya pertarungan itu dengan lebih seksama.

"Ayolah, coba carikan akal," desak Han-gwat lagi.

Menyaksikan jurus serangan yang digunakan kedua


orang itu untuk saling menyerang makin lama semakin
ganas dan membahayakan Lim Han-kim mulai berkerut
kening, gumamnya kemudian sambil menghela napas:
"Aaaai... jika pertarungan semacam ini dibiarkan
berlangsung terus, tak sampai lima puluh gebrakan

452
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kemudian pasti ada seorang di antara mereka yang akan


terluka."

"Traaaang..."

Mendadak terdengar suara bentrokan senjata yang


amat nyaring berkumandang memecahkan keheningan,
begitu sepasang senjata itu saling beradu, Pedang di
tangan lelaki ceking itu terpapas seketika hingga putus
enam tujuh inci panjangnya,

"Ha ha ha ha...." Kedengaran Han si-kong tertawa


tergelak, "Mau minggir tidak kamu sekarang?"

Lelaki ceking berbaju hitam itu mendengus dingin,


Mendadak ia mundur sejauh dua langkah, pedangnya
diputar kencang menciptakan bayangan pedang yang
menyelimuti seluruh angkasa, Pedang miliknya itu
panjangnya hanya tiga depa. setelah terpapas kutung
sepanjang enam-tujuh inci oleh sabetan pedang Han si-
kong, kini panjangnya tinggal dua depa tiga- empat inci.

Setelah mundur dua langkah maka posisinya di selat


sempit tersebut jadi semakin longgar, permainan
pedangnya pun otomatis jauh lebih leluasa lagi sehingga
tak heran serangan-serangannya tampak lebih ganas dan
hebat.

Dalam waktu singkat Han si-kong keteter hebat dan


terjerumus ke dalam posisi yang sangat berbahaya.

453
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

wataknya yang keras kepala dan pengalamannya yang


cukup banyak dalam menghadapi pertarungan sengit
membuat kakek ini tak sudi mundur barang selangkah
pun.

Apalagi dalam pertarungannya semula ia berhasil


merebut bidang tanah yang lebih luas dibandingkan
sebelumnya, Meski harus menempel di dinding bukit, Han
si-kong tetap memberikan perlawanan dengan gigih.

Melihat dua orang itu sudah bermandi peluh yang


membuktikan bahwa pertempuran ini benar-benar amat
berat dan sengit, Han-gwat jadi gelisah bukan kepalang,
ia kembali menjerit "Ehhh... kalian jangan bertarung lagi"
Dengan tangan kosong ia menerjang ke muka siap terjun
ke tengah arena pertempuran

"Berhenti" hardik Lim Han-kim dengan kening


berkerut, Tangannya cepat bergerak mencengkeram
bahu gadis itu, tegurnya kemudian- "Kau ingin cari
mampus?"

Ketika menjumpai dua orang itu masih tetap saling


menyerang dan seolah-olah tidak mendengar
teriakannya, Han-gwat benar-benar gelisah setengah
mati, sifat kegadisannya pun muncul dalam situasi begini
Dengan air mata bercucuran ia berubah meronta
melepaskan diri dari cengkeraman, teriaknya kemudian- "
Cepat lepaskan aku Kalau pertarungan itu dibiarkan

454
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berlangsung terus, salah satu di antara mereka pasti


akan tewas atau paling tidak akan terluka parah...."

"sebelum pertarungan berlangsung tadi, mengapa kau


tidak mencoba untuk menghalangi"

"Tapi... mereka toh tak akan menuruti perkataanku?"

"Sekarang mereka sudah terbakar oleh emosi dan


hawa amarah, Demi menjaga reputasi dan gengsi pribadi
terpaksa mereka harus bertarung mati-matian, coba
bayangkan, dalam keadaan begini mungkinkah mereka
bersedia menuruti nasehatmu?"

Han-gwat jadi tertegun dibuatnya, "Kalau begitu biar


mereka membunuhku lebih-dulu..." katanya kemudian
dengan emosi.

"Toh perbuatan semacam itu tak akan memperbaiki


keadaan-" Lim Han-kim ber-kata, setelah berhenti
sejenak. kembali ia melanjutkan- "sekarang berdirilah
agak jauh ke sana siap menolong orang, aku akan coba
terjun ke arena untuk memisahkan mereka,"

Di bawah cahaya matahari tampak cahaya pedang


beterbangan kian kemari, sosok bayangan kedua orang
itu sudah tenggelam sama sekali di balik kabut hawa
gedang yang menggidikkan jelas pertempuran itu akan
berlangsung lebih seru dan berbahaya lagi.

455
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tanpa terasa Han-gwat merasakan hatinya amat


bergidik, tanyaya dengan cepat: "Siapa yang akan kau
tolong?"

"Entahlah." sahut Lim Han-kim sambil tertawa hambar.


"Mungkin Han locianpwee, mungkin juga lelaki berbaju
hitam itu, mungkin juga aku sendiri..." Dengan langkah
perlahan ia melewati gadis itu dan maju ke tepi arena.

"Lim siang kong, kau mesti berhati-hati," pesan Han-


gwat dengan perasaan cemas. Lim Han-kim berpaling
sambil tersenyum, wajahnya nampak lebih tampan dan
gagah.

"Coba kau mundur lagi sejauh satu tombak. jarak


yang kelewat dekat akan membuat kau gelagapan nanti,"
pesannya.

sikapnya yang gagah dan wajahnya yang tampan


cukup membuat hati wanita tergetar dibuatnya, Han-
gwat tampak agak termangu tapi ia menurut juga dan
segera mundur dari posisi semula.

Lim Han- kim berjalan makin mendekati arena


pertarungan Pada jarak empat depa itulah tiba-tiba ia
genjot badannya melejit ke udara. Tampak bayangan
manusia berkelebat lewat, bagaikan burung walet yang
terbang menembusi angkasa, ia langsung menerjang
masuk ke tengah gulungan cahaya gedang yang

456
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menyelimuti Han si-kong serta lelaki ceking berbaju


hitam itu.

Han-gwat segera menghentikan langkahnya sambil


mencurahkan seluruh perhatiannya ke tengah arena,
Tampak tubuh Lim Han- kim dengan kecepatan luar
biasa telah menyerobot masuk ke tengah lapisan cahaya
pedang itu. "Traaaanggg,., Traaaanggg..."

Di tengah suara bentrokan senjata yang berlangsung


berulang kali, cahaya pedang yang semula menyelimuti
seluruh arena itu tiba-tiba lenyap tak berbekas.

Tampak lelaki ceking berbaju hitam itu mendengus


tertahan, pedang yang berada di genggamannya tahu-
tahu terlepas ke tanah, sebaliknya pedang yang berada
di tangan Han si-kong meski tidak sampai terlepas dari
genggaman tubuhnya justru tergelincir mundur sejauh
tujuh delapan langkah sebelum berhasil berdiri tegak.

Ketika memandang lagi ke arah Lim Han-kim, terlihat


di atas mantelnya telah muncul sebuah sobekan
sepanjang lima inci, Buru-buru Han-gwat berlari
menghampiri sambil bertanya: "Lim siangkong, apakah
kau terluka?"

"Tidak. untung saja aku selamat," sahut Lim Han-kim


sambil menggeleng.

457
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara itu lelaki ceking berbaju hitam tadi telah


memandangi kutungan pedangnya yang tergeletak di
tanah. Dengan wajah hijau membesi karena menahan
gusar, katanya kemudian- "Kalian boleh naik gunung..."

Habis berkata ia balik badan dan berlalu dari situ.


Dalam sekejap mata tubuhnya sudah lenyap dari
pandangan. Lim Han-kim coba mengawasi kemana orang
itu berlalu, ternyata di atas dinding bukit persis di
tikungan tersebut terdapat sebuah gua yang dapat
dilewati tubuh manusia, Ke dalam gua itulah lelaki ceking
tadi masuk.

Rupanya gua itu merupakan tempat tinggal lelaki


tersebut. sebagai penjaga selat sempit itu bukan saja ia
memiliki ilmu silat yang tinggi, tampaknya orang inipun
pandai memanfaatkan keadaan medan yang
menguntungkan- Tak heran kalau selama ini ia berhasil
mencegah bermacam jago lihai untuk datang
mengunjungi Thian-hok sang jin-

sementara itu Han si-kong telah bergabung dengan


kedua orang rekannya, sambil tertawa ia berkata:
"Untung pedang ini sangat tajam, kalau tidak... mungkin
hari ini aku sudah terluka oleh pedang orang itu."

sambil berkata ia sodorkan kembali pedang tersebut


Lim Han-kim menyarungkan kembali pedangnya lalu
disimpan ke dalam saku, setelah itu baru ia kembali
berkata: "llmu pedang kalian berdua sama-sama sudah
458
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mencapai pada puncaknya, Andaikata aku tidak


menggunakan borgol di tanganku yang sangat kuat ini
untuk membendung serangan gedang kalian berdua,
mungkin pada saat ini akupun sudah terluka oleh cahaya
pedang kalian berdua,"

"Saudara Lim, terus terang saja aku kagum dengan


kehebatanmu Sudah puluhan tahun aku berkelana dalam
dunia persilatan tapi baru kali ini kujumpai orang
semacam saudara Lim ternyata telah memiliki ilmu silat
demikian hebatnya. Dilihat dari hal ini tampaknya
pengalamanku berkelana selama puluhan tahun dalam
dunia persilatan benar-benar hanya perjalanan sia-sia."

"Han locianpweejangan kelewat memu-ji," kata Lim


Han- kim merendah^ "Buktinya pemilik muda dari Lak-
seng-tong Hongpo Lan malah berapa tingkat lebih hebat
ketimbang aku."

"Kau tak usah merendah, Kalau aku bilang kamu


berdua sama-sama mutiara yang gemilang, sama-sama
jagoan paling tangguh dalam kalangan muda, Aaaai...
Generasi muda memang sudah waktunya menggantikan
generasi lama, sekarang aku baru merasa kalau usiaku
sudah tua."

Beberapa patah kata itu diucapkan dengan nada


sedih, hal ini mencerminkan betapa pedihnya perasaan
orang tua itu.

459
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Mari kita berangkat," ajak Han-gwat tiba-tiba setelah


memungut kutungan pedang dari tengah selat "setelah
naik ke puncak bukit ini, kita akan sampai di Lian-im-lu."
Mendadak Lim Han- kim seperti teringat akan sesuatu hal
yang amat penting, ia segera bertanya: "Bagaimana sih
watak dan perangai Thian-hok totiang itu?"

"Ramah sekali." jawab Han-gwat sambil tertawa,


"Asalkan dua rintangan ini berhasil dilampaui, maka
setiap orang yang tiba di puncak bukit itu akan disambut
dengan ramah sekali bahkan akan dijamu secara meriah.
Kalian berdua tak usah kuatir, ikuti saja aku"

Setelah melewati dinding bukit berbatu, tampak


sebuah jalan bukit yang sempit tapi panjang bagaikan
bacokan golok ke punggung saja, menjulang sampai ke
tengah angkasa, Han-gwat berjalan paling depan dengan
gerakkan tubuh yang ringan- Angin gunung yang
kencang membuat ujung bajunya yang berwarna hijau
berkibaran seperti kupu-kupu yang beterbangan di
antara bunga-bunga.

setelah menempuh perjalanan beberapa saat lamanya,


jalan setapak itu tampak semakin lebar dan makin lama
jalanan pun makin datar, sejauh mata memandang yang
tampak hanya awan putih yang bergerak terhembus
angin, sedang jurang yang menganga lebar tak kelihatan
dasarnya, Memandangi pemandangan alam yang

460
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

terbentang di hadapannya, Lim Han-kim merasakan


dadanya mendadak jauh lebih lapang dan lega.

Mendadak terdengar Han si-kong bergumam seorang


diri, "Wah... hari ini aku baru menyadari betapa luasnya
kolong langit dan betapa kecilnya kita sebagai umat
manusia di dunia ini."

setelah beberapa kali mengalami pengalaman pahit


dan penderitaan lahir batin, kakek berangasan ini mulai
merasa agak kecewa dan putus asa. Agaknya Han-gwat
sama sekali tidak memperhatikan pemandangan alam di
sekelilingnya, sambil menuding ke arah kabut yang
bergerak rendah di atas puncak bukit itu katanya: "Di
situlah letak Lian-im-lu"

Tanpa terasa Lim Han-kim dan Han si-kong sama-


sama melongok ke depan, Tiba-tiba saja mereka
mengendus bau harumnya bunga di antara hembusan
angin gunung yang menerpa lewat.

Berjalan beberapa li kemudian terlihatlah sebidang


tanah penuh tumbuhan aneka bunga terbentang di
bawah bukit. Ketika tersorot oleh cahaya matahari
terpantullah cahaya emas yang menyilaukan mata dari
balik kabut. sebuah jalan kecil beralas batu putih
terbentang menembusi bebungaan warna kuning itu.

Di bawah beberapa batang pohon cemara -berdiri


angkuh tiga lima ekor bangau berwarna abu-abu. Ada
461
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kalanya burung-burung bangau itu berpekik, ada pula


kalanya menepuk-nepuk sayapnya. Meski tampak ada
orang asing yang mendekat, burung-burung itu sama
sekali tak menyingkir karena ketakutan.

Keadaan seperti ini tak ubahnya seperti lukisan


pemandangan alam, begitu indah, nyaman membuat
siapa pun merasakan hatinya tenteram. Di ujung jalan
setapak tadi berdiri beberapa buah bangunan rumah
gubuk. dindingnya terbuat dari batu putih dengan
rumput kuning sebagai atap rumah.

Meski bangunan itu sederhana, namun kehadirannya


di sekitar pemandangan alam yang begitu mempesona
membuat keadaan terasa makin tenteram.

"Benar-benar sebuah bangunan yang indah," puji Han


si-kong tanpa terasa setelah menyaksikan pemandangan
itu.

"Yaa, benar," sambung Lim Han-kim. "Bangunan


rumahnya saja begini indah, dapat diduga penghuninya
pasti seorang tokoh sakti yang berjiwa besar."

Belum habis perkataan itu diucapkan, tiba-tiba dari


balik bangunan rumah gubuk itu muncul seorang kakek
berjubah merah. perawakan tubuh orang itu tinggi besar,
wajahnya ramah dan langkahnya tegap. sambil berjalan
mendekat katanya sambil tertawa:

462
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Rupanya ada tamu agung yang berkunjung kemari,


Maaf, maaf Kalau pinto tidak menyambut dari jauh."

Melihat itu, Han Si-kong segera berbisik, " orang


persilatan mengatakan bahwa Thian-hok sangjin adalah
seorang kakek yang angkuh, dingin dan suka menyendiri
Tak nyana dia benar-benar ramah seperti apa yang Han-
gwat lukiskan."

Lim Han-kim hanya tertawa hambar tanpa memberi


komentar apa pun- sementara itu Han-gwat telah maju
menyongsong kedatangan kakek itu sambil berseru
manja: "Totiang tua, aku telah mengajak dua orang
tamu untuk datang mengunjungimu, dengan cara apa
kau hendak menjamu tamu-tamumu?"

Dilihat dari sikapnya terhadap Thian-hok sangjin dapat


disimpulkan bahwa kakek ini mempunyai watak yang
amat ramah.

"sudah banyak tahun aku hidup menyendiri di atas


bukit" katanya sambil tersenyum. "Sepanjang hari aku
hanya berteman dengan burung bangau, tentu saja aku
amat berharap ada tamu yang sudi berkunjung ke mari,
Kini kalian berdua jauh-jauh datang kemari, tentu aku
merasa girang bukan kepalang."

Buru-buru Lim Han-kim membungkukkan badan


memberi hormat sedangkan Han si-kong bergumam lagi:
"Bila kau benar-benar mengharapkan kunjungan tamu,
463
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

semestinya semua penjagaan di bawah bukit situ segera


dibubarkan- setelah itu kujamin pasti banyak tamu yang
akan berkunjung ke mari."

Tentu saja beberapa patah kata itu hanya


digumamkan dalam hati, sedang di luar ia tetap bersikap
ramah dan sopan- sebenarnya Thian-hok sangjin
sendiripun merasa keheranan ketika melihat kedua orang
tamunya memakai borgol tangan, namun perasaan heran
itu tidak diperlihatkan pada raut wajahnya, ia tetap
menyambut kedatangan ramunya dengan penuh
senyuman.

Memasuki rumah gubuk ini mereka dapatkan jendela


maupun lantai disapu amat ber-sih. sekeliling dinding
tidak berwarna, meja kursi terbuat dari kayu cemara,
sedang luas ruangan hanya tiga kaki saja. Dua orang
bocah lelaki berbaju hijau segera muncul menghidangkan
air teh. semua peralatan minum seperti poci dan cawan
terbuat dari bahan kayu cemara. Air teh pun berwarna
hijau muda tapi harumnya luar biasa.

Ketika melihat Thian-hok sangjin tidak juga


menanyakan maksud kedatangan mereka, dengan
perasaan tak sabar Han-gwat segera bertanya: "Totiang
tua, dapatkah kau orang tua mengundang keluar majikan
tuaku? Mereka berdua ingin berjumpa dengannya."

464
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sambil tersenyum Thian-hok totiang manggut-


manggut "Sekarang ia sedang duduk bersemedi, sebelum
magrib nanti rasanya sukar untuk bertemu dengannya."

"Jadi setelah magrib kami baru dapat berjumpa


dengan dia, orang tua...?" tanya Han-gwat sambil
mengerdipkan matanya,

"Benar."

"saat ini dengan menjelangnya magrib sudah tak


terlalu lama, lebih baik kita tunggu di sini saja," sambung
Han si-kong cepat sesungguhnya perkataan semacam ini
diutarakan atau tidak sama saja, hanya saja karena
sudah lama ia tak berbicara maka sekarang ia tak tahan
untuk mengucapkan beberapa patah kata.

Tampaknya Thian-hok sangjin sudah mengetahui


maksud hatinya, sambil tersenyum ujarnya kemudian:
"Melihat sikap sicu dan mendengar perkataanmu
barusan, biar kucoba untuk menerka identitasmu Bila aku
tak salah menebak tentunya sicu adalah si Raja Monyet
Ceking Han si-kong, Han tayhiap bukan?"

Melihat tokoh maha sakti yang hidup mengasingkan


diri ini bukan saja mengetahui namanya bahkan seakan-
akan sudah pernah mendengar pula bentuk wajahnya,
Han si-kong bukan cuma merasa terkejut juga girangnya
bukan kepalang, sahutnya buru-buru: "Totiang, kau
sudah banyak tahun hidup mengasingkan diri di atas
465
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bukit dan hidup santai bagaikan para dewa, darimana


kau bisa tahu nama kecilku?"

Thian-hok sangjin tertawa, " orang kuno bilang:


seorang sastrawan tidak keluar pintu pun dapat
mengetahui urusan di dunia, apa salahnya jika aku pun
mengetahui namamu?"

Kemudian sambil berpaling ke arah Lim Han- kim,


katanya lagi sambil tersenyum ramah: "Sicu masih muda
dan amat gagah, jelas ilmu silatmu juga sangat hebat
Boleh aku tahu siapa namamu?"

Lim Han- kim segera bungkukkan badannya memberi


hormat, lalu jawabnya singkat: "Lim Han- kim"

selesai menjawab ia duduk kembali dan tidak berkata


sepatah katapun. Lama sekali Thian-hok sangjin
memperhatikan wajah anak muda ini, baru saja sekulum
senyuman ramah menghiasi bibirnya, mendadak
terdengar Han si-kong berkata lagi:

"Pada puluhan berselang totiang pernah bertarung


sengit melawan pendekar pedang tanpa nama, Tentang
kejadlan tersebut dalam dunia persilatan telah banyak
beredar cerita yang berbeda. Totiang, apabila hari ini kau
bersedia menceritakan duduk persoalan yang
sebenarnya, kami benar-benar akan merasa bahwa
perjalanan kali ini tidak sia-sia belaka."

466
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Peristiwa yang sudah lewat biarkan saja lewat, untuk


apa kita singgung kembali?"

tampik Thian-hok sangjin sambil tertawa hambar,

"Aku tahu totiang hidup mengasingkan diri dari


keramaian dunia dan jarang sekali melakukan perjalanan
dalam dunia persilatan sebaliknya aku, boleh dibilang
separuh hidupku kuhabiskan dalam dunia kangouw,
Namun demikian aku hanya mendengar Totiang hanya
satu kali saja mencampuri pertikaian dunia, Meski hanya
satu kali namun ke cemerlanganmu betul-betul
menggemparkan kolong langit. Betul kejadiannya sudah
lewat puluhan tahun, tapi bagi umat persilatan yang
punya umur tetap merupakan kisah yang sangat
menarik. jadi akupun sangat berharap bisa ikut
menikmati kisah tersebut."

Ketika mengangkat kepalanya, ia lihat wajah Thian-


hok Sangjin tetap tenang, sedikitpun tidak menampilkan
rasa gembira lantaran pujian tersebut, Karenanya setelah
berhenti sejenak. lanjutnya: "Menurut apa yang
kudengar, pendekar pedang berbaju perlente itu bukan
orang Tionggoan melainkan datang dari kepulauan di
Lautan Timur."

"Pengetahuan Han tayhiap benar-benar amat luas,"


puji Thian-hok sangjin sambil tersenyum "Benar, orang
itu memang bukan berasal dari daratan Tionggoan,

467
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

perubahan ilmu pedangnya sangat aneh, mendalam dan


ganas."

"Totiang, aku dengar ketika bertarung melawan


pendekar pedang dari Lautan Timur itu kalian naik
sampan kecil yang diikat dengan tali, benarkah begitu?
Waaah,., kalau dibayangkan bagaimana sampan itu
dibiarkan terbawa arus sedang kalian di samping harus
menjaga keseimbangan perahu agar tidak terguling oleh
sapuan ombak. juga harus saling menggempur dengan
hebat, tentu kejadiannya amat tegang dan mengerikan
sayang sekali tak seorang manusia luar pun yang punya
rejeki dapat menyaksikan jalannya pertempuran seru
tersebut...."

sesudah tertawa terbahak-bahak. terus-nya: "Biarpun


tak ada orang yang sempat menyaksikan hasil
pertarungan antara to-tiang dengan pendekar pedang
itu, tapi semenjak kejadian itu jejak si pendekar pedang
itu lenyap dari wilayah Kang-lam, Boleh aku tahu
bagaimana hasil pertarungan itu sesungguhnya?"

"Waktu itu aku lebih beruntung dan berhasil menang


satu jurus darinya, jadi sebetulnya tak ada yang aneh,"
sahut Thian-hok sangjin tersenyum.

"Apakah orang itu sudah terluka atau tewas di ujung


pedang totiang?"

468
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Agaknya Thian-hok sangjin enggan untuk


mengungkap kembali peristiwa tersebut, namun ia pun
tak ingin membuat Han si-kong susah hati, maka setelah
termenung berpikir sejenak sahutnya: "setelah aku dan
pendekar pedang berbaju perlente itu naik ke atas
sampan dan membiarkan sampan itu terbawa arus
sampai sejauh tiga puluh li, kami saling bergebrak hampir
ratusan jurus banyaknya, Terakhir aku berhasil
menangkan satu jurus darinya, dan orang itupun
memutuskan tali pengikat sampan dan berlalu dari situ."
Han si-kong menghela napas panjang.

"Aaaai... andaikata totiang tidak turun dari Lian-im-lu,


mungkin dunia persilatan pada umumnya dan wilayah
Kang-lam pada khususnya sudah dibikin obrak-abrik tak
karuan oleh ulah pendekar pedang berbaju perlente itu.
seandainya sampai terjadi begitu, entah berapa banyak
jago tangguh yang bakal terluka atau tewas di tangannya
lagi."

Tampaknya Han-gwat sudah tak sabar mendengarkan


kisah itu, sambil menatap wajah Han si-kong lekat-lekat,
tegurnya: "Han locianpwee, aku lihat lebih baik kita tak
usah menyingkap kejadian lama lagi...." Thian-hok
sangjin hanya tersenyum tanpa mengucapkan kata.

sebaliknya Han si-kong melototi Han-gwat sekejap.


kemudian serunya: "Biarpun kejadian ini sudah lewat
puluhan tahun lamanya, namun mempunyai pengaruh

469
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

yang besar sekali terhadap situasi dunia persilatan Hasil


pertarungan antara Thian-hok totiang dan orang itupun
hingga kini masih menjadi teka teki umat persilatan
Betul, dari lenyapnya si pendekar pedang berbaju
perlente ini orang bisa menduga kalau Thian-hok totiang
yang berhasil menangkan pertarungan tersebut, tapi
kejadian yang sebenarnya toh belum diketahui orang,"

"Hmmm, kamu kaum wanita tahu apa tentang urusan


dunia persilatan, lebih baik jangan komentar."

"Kau tak usah marah," ujar Han-gwat sambil


tersenyum, "Masalahnya apa yang kau bicarakan tidak
kami pahami, bagaimana kalau kita tukar dengan bahan
pembicaraan yang lain?"

Pelan-pelan Thian-hok sangjin bangkit berdiri, katanya


sambil tertawa: "Kalian datang dari kejauhan apalagi
harus mendaki bukit, tentu sudah merasa lapar bukan?
Hanya saja di tengah gubuk begini tak ada hidangan
lezat, harap dimaafkan-"

Bicara sampai di sini, ia pun bertepuk tangan dua kali,


Dua orang bocah lelaki muncul dengan membawa baki
kayu, Di atas baki kayu itu terletak empat buah piring
yang terbuat dari batu, empat macam hidangan yang
masih mengepul hawa panas tertera di atasnya.

470
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Silahkan kalian bersantap dulu, sedang aku akan


mohon diri sementara waktu," kata Thian-hok sangjin
lagi sambil tertawa.

Tanpa menunggu jawaban dari Han si-kong, dia putar


badan dan berlalu dari situ. sejak memasuki perbukitan
M ao-san, ketiga orang itu hanya berpikir untuk
melanjutkan perjalanan sehingga sudah cukup lama tidak
bersantap. sekarang setelah melihat hidangan yang
menyiarkan bau harum, perut mereka seketika terasa
lapar.

Dengan sikap amat menghormat dua orang bocah itu


menghidangkan sayur-sayur itu ke meja, kemudian baru
mengundurkan diri.

Han si-kong mencoba memperhatikan beberapa


macam hidangan itu, namun ia tak dapat mengenali
terbuat dari bahan apa. Ketika dicicipi ternyata rasanya
enak dan belum pernah dirasakan sebelumnya. Tak
kuasa lagi ia memuji: "Selama hidup aku paling suka
makan. Hidangan terkenal di Utara maupun selatan
sungai besar pernah kucicipi, tapi belum pernah kucicipi
hidangan seperti apa yang dihidangkan hari ini. Benar-
benar lezat Benar-benar lezat"

sambil memuji, sumpitnya bekerja tanpa berhenti


menyumpiti hidangan yang tersedia dan dimakannya
dengan lahap. Han-gwat tersenyum geli melihat ulah
rekan-nya, kepada Lim Han- kim segera serunya sambil
471
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tertawa: "Lim siangkong, cepat kita makan, Kalau tidak.


bisa jadi semua hidangan akan dihabiskan dia seorang."

Lim Han- kim menggerakkan sumpitnya mencicipi


Betul juga, hidangan yang tersedia benar-benar 1ezat.
Dalam waktu singkat ketiga orang itu sudah menyikat
habis ke-empat piring hidangan yang tersedia itu tanpa
sisa. Tak lama kemudian dua orang bocah tadi muncul
kembali membereskan sisa piring dan cawan kotor
kemudian mengundurkan diri

Kedua orang bocah itu semuanya berwajah bersih dan


tampan, namun sikapnya amat serius, selama ini mereka
tidak bicara maupun tertawa tapi sikapnya amat sopan
dan ramah.

Memandang hingga bayangan punggung dua orang


bocah itu lenyap dari pandangan, Han-gwat baru berbisik
kepada Han si-kong dan Lim Han-kim: "Sebenarnya
watak majikan tuaku amat ramah dan halus, namun
berhubung belakangan ini penyakit nonaku gawat
sehingga majikan tua sangat merisaukan kesehatannya,
maka wataknya agak berubah sedikit berangasan. Bila
kalian berjumpa dengan dia orang tua nanti, harap
sudilah bersikap lebih sabar."

Lim Han-kim hanya tertawa hambar tanpa menjawab,


sedang Han si-kong bertanya: "Siapa nama majikanmu
itu, boleh di beritahu kepada kami?"

472
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Han locianpwee, kau menyombongkan diri punya


banyak kenalan dan mengenal banyak tokoh sakti dari
kolong langit, coba sekarang kau terka siapakah majikan
tuaku itu." kata Han-gwat tersenyum.

Han si-kong sebera berkerut kening, "Di kolong langit


jago silat bukan cuma satu dua, darimana aku bisa
menebak nama majikanmu itu?"

Tiba-tiba Thian-hok sangjin munculkan diri didalam


ruangan, sambil melangkah masuk tegurnya sambil
tersenyum: "Apakah kalian berdua membawa teman?"

"Teman?" Han si-kong keheranan, "Kami berdua


datang bersama nona Han-gwat saja."

Mula-mula Thian-hok sangjin agak tertegun, tapi


kemudian ujarnya sambil tersenyum: "Kalau begitu ada
rombongan jago lain yang telah datang ke Lian-im-lu."

"siapa mereka?"

"Soal ini sih aku belum tahu."

"Apakah pendatang telah menembusi dua rintangan?"

"Aku mendapat laporan dari penjaga rintangan


pertama, katanya musuh yang datang sangat tangguh,
tapi soal apakah dia telah berhasil menembusi rintangan
pertama atau belum, aku kurang jelas."

473
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han si-kong segera bangkit berdiri, kepada Lim Han-


kim ajaknya: "Ayoh kita tengok siapa yang telah datang"

"Jangan" cegah Thian-hok sangjin menggeleng, "Kalau


memang mereka bukan rekan kalian, tak usah kalian ikut
repot."

Mendadak Han-gwat bangkit berdiri, bisiknya sedih:


"Totiang"

"Ada apa?"

"Tentunya totiang tahu bukan bahwa majikan tuaku


amat ketat menjaga peraturan?"

"Teruskan"

"Lian-im-lu adalah tempat yang terpencil dan jauh dari


keramaian dunia, jarang ada orang luar yang mengetahui
jalan menuju kemari, Aku kuatir kedatangan mereka itu
justru karena menguntit kami, Bila totiang berjumpa
dengan majikanku nanti, tolong jangan kau singgung
bahwa akulah yang menjadi petunjuk jalannya."

Thian-hok sangjin manggut-manggut, setelah


memandang Han si-kong dan Lim Han- kim sekejap.
terusnya: "Pondok Lian-im-lu ku ini sudah puluhan tahun
lamanya tak pernah dikunjungi orang asing, sungguh tak
disangka hari ini bisa disinggahi tamu agung secara
beruntun-..."

474
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba terdengar suara suitan panjang


berkumandang datang memotong perkataan Thian-hok
sangjin yang belum selesai, Thian-hok sangjin yang
selalu bersikap santai dan berwajah penuh senyuman itu
tiba-tiba berubah air muka, alisnya berkerut kencang,
Katanya kemudian agak serius: "silahkan kalian
menunggu sejenak. aku akan segera menyambut
kedatangan tamu agung itu." Terburu-buru ia
meninggalkan ruangan-

BAB 15. sepasang Pendekar Memburu Mestika

Memandang hingga bayangan punggung Thian-hok


sangjin lenyap dari pandangan, Han sokong berkata: "
Entah jagoan tangguh darimana yang telah datang,
ternyata kecepatan mereka mendaki bukit jauh lebih
cepat daripada kita."

"Yaa, didengar dari suara pekikan nyaring tersebut


bisa diduga kalau pendatang telah berhasil melewati
kedua rintangan itu."

Mendadak Han si-kong bangkit berdiri dan melangkah


menuju ke luar ruangan pondok, Buru-buru Han-gwat
mengejar dan menghadang jalan pergi rekannya itu,
tegurnya: "Mau apa kau?"

"Aku ingin menonton keramaian-"

475
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Jangan- cegah Han-gwat sambil menggoyangkan


tangannya berulang kali. "Meskipun Thian-hok totiang
ramah dan baik hati, namun keempat bocah penjaga
bukitnya ganas, telengas dan tidak kenal ampun-
sebelum mendapat persetujuan dari Thian-hok totiang,
lebih baik kita jangan pergi sembarangan-

"Apa salahnya kalau aku pergi menonton keramaian?"


protes Han Si-kong tak puas.

"Hmmmm Sudah setua umurmu masih senang amat


nonton keramaian? Kalau sampai berakibat terjadinya
gara-gara, bagaimana nanti?" Paras muka Han Si-kong
beberapa kali mengalami perubahan, jelas ia merasa
sangat tak puas dengan tindakan Han-gwat yang
menghalangi kepergiannya, tapi pada akhirnya ia dapat
menahan diri, hanya ujarnya dengan suara ketus:
"Hmmm Aku tak sudi ribut dengan anak perempuan
macam kau...."

Pada saat itu terdengar suara pekikan panjang yang


berkumandang datang, amat nyaring bagaikan pekikan
naga sakti.

Dengan kening berkerut Lim Han-kim segera berkata:


"Jika didengar dari suara pekikan itu, jelas penerobos
telah sampai di puncak bukit. Lagi pula di balik pekikan
nyaring itu lamat-lamat terdengar hawa pembunuhan
yang sangat tebal, mungkinkah Thian-Hok totiang telah

476
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

turun tangan sendiri menghadang jalan pergi mereka


sehingga terjadi pertarungan sengit di puncak bukit?"

"Jika Thian-Hok totiang benar- benar turun tangan


sendiri, inilah sebuah tontonan yang amat menarik.
Menyesal aku jika tak sempat menyaksikan pertunjukan
menarik ini."

Tanpa banyak membuang waktu lagi Han si-kong


segera melejit ke depan dan menerobos keluar dari
ruangan itu lewat jendela, Han-gwat berniat menghalangi
namun teriambat tahu-tahu kakek itu sudah berada di
luar ruangan, Lim Han-kim memandang Han-gwat
sekejap. ajaknya kemudian: "Mari, kita pun ikut nonton
dari luar pintu."

"Mau lihat sih boleh saja," kata Han-gwat setelah


tertegun sejenak, "Tapi lebih baik kita jangan
meninggaikan ruangan." Tidak membuang waktu lagi Lim
Han-kim melangkah keluar dari ruangan dan berdiri di
depan pintu.

Di kejauhan sana terlihat bayangan punggung Han si-


kong sedang berdiri empat lima kaki di depan, agaknya ia
sedang menonton jalannya pertarungan dengan asyik.

Tepat di muka pintu ruangan tumbuh sebatang pohon


cemara besar. Di bawah cemara tumbuh aneka bunga
yang mengelilingi sebuah batu hijau yang amat besar,
batu itu rata lagi licin, seorang bocah lelaki - sedang
477
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

merawat bebungaan tampaknya tidak tertarik untuk


mengawasi jalannya pertarungan yang berlangsung seru
itu, menoleh pun tidak.

Diam-diam Lim Han-kim memuji di dalam hati


kecilnya: " Hebat betul bocah ini, meski usianya masih
muda ternyata ketenangannya sudah mencapai tingkatan
yang luar biasa.."

Pada saat yang sama terdengar suara Han Si-kong


sedang memuji tiada habisnya dari kejauhan sana: "llmu
pedang bagus, ilmu pedang bagus...."

Jalan menuju kepuncak bukit dengan pintu ruangan


pondok gubuk itu berjarak tujuh- delapan kaki, hal ini
membuat orang yang berada di muka pondok sukar
menyaksikan kejadian disana secara jelas, Ketika
mendengar Han si-kong memuji tiada hentinya, tanpa
terasa timbul rasa ingin tahu dalam hati Lim Han-kim, tak
kuasa lagi dia melangkah keluar meninggaikan ruangan.

Bocah lelaki yang sedang membenahi tumbuhan


bunga itu mendadak berpaling memandang Lim Han-kim
sekejap. lalu bergumam sendiri: "sebagai tetamu yang
datang berkunjung, lebih baik taatilah peraturan yang
berlaku."

sebenarnya Lim Han-kim sudah menyadari kesalahan


itu dan siap menarik kembali kaki kirinya yang
melangkah keluar, tapi setelah mendengar peringatan
478
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dari bocah lelaki tersebut, tiba-tiba saja timbul perasaan


gusar dalam hatinya, segera pikir-nya: "Kau menyindir
aku? Hmmm, aku justru sengaja akan keluar, akan
kulihat kau bisa berbuat apa terhadapku?"

sesungguhnya pemuda ini halus di luar namun keras


wataknya. Begitu ingatan tersebut melintas, dengan
langkah lebar ia berjalan keluar dari ruangan, Bocah
lelaki yang berada di bawah pohon cemara itu tidak
berniat menghalangi kepergiannya, hanya dengan
pandangan dingin ia awasi bayangan punggung Lim Han-
kim pergi menjauh. Gerakan tubuh Lim Han-kim cepat
sekali, dalam sekejap mata ia sudah tiba di samping Han
si-kong.

Tampaknya orang tua itu tidak menyadari kehadiran


Lim Han-kim, seluruh pikiran dan perhatiannya telah
dicurahkan ke tengah arena, Cepat pemuda itu
mengalihkan pandangan matanya ke arena, tampak tiga
orang bocah berjubah tosu hijau sedang memainkan
senjata pedangnya menghadang jalan lewat seorang
nenek berambut putih, pertempuran berjalan amat seru
dan ramai.

Nenek berambut putih itu dengan senjata tongkat


berkepala naganya sebentar menyodok sebentar
mengerut, menciptakan lapisan bayangan tongkat yang
menyelimuti angkasa, memaksa ketiga orang lawannya

479
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

terdesak tiga depa di luar arena dan tak sanggup


mendesak maju satu langkah pun-

Empat- lima depa di belakang nenek berambut putih


itu, tampak berdiri bersandar pada dinding tebing yang
terjal seorang kakek berjenggot panjang membawa
kantung tembakau sambil menghisap pipanya dengan
penuh kenikmatan Asap berwarna biru tampak
menyembur keluar dari mulutnya mengiringi suara
pekikan panjang yang menusuk pendengaran,
tampaknya ia sedang memberi semangat kepada
rekannya.

Lim Han-kim mencoba memperhatikan beberapa


orang bocah tosu itu dengan lebih seksama 1agi. Usia
mereka rata-rata empat -lima belas tahun, tapi jurus
pedang yang mereka mainkan betul-betul ganas dan
hebat, terutama gerak kerja sama mereka bertiga. Bukan
hanya cepat dan lincah, perubahannya sukar diduga.

sebaliknya permainan tongkat si nenek berambut putih


itu sangat hebat, setiap gerakan mengandung gerakan
lain, perubahan jurusnya cepat sukar diduga. Bagaimana
pun ganas dan hebatnya ketiga orang tosu kecil itu
menyerang, tak pernah berhasil mencari keuntungan
dirinya.

Lim Han-kim memeriksa lagi keadaan disekitar situ,


ternyata di tanah lapang yang cukup luas di puncak bukit
itu selain keempat orang yang sedang bertempur sengit
480
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

serta kakek itu, hanya Han si-kong, dia dan bocah di


bawah pohon cemara itu. Bukan saja bayangan Thian-
hok sangjin tidak nampak. beberapa pondok di sekitar
sana pun berada dalam keadaan tertutup rapat.

Keadaan ini membuat anak muda tersebut keheranan,


pikirnya: "Heran, kenapa Thian-hok totiang masih bisa
menahan diri? Padahal jelas tampak ilmu silat yang
dimiliki nenek itu sangat lihay. Betul jurus pedang dari
ketiga bocah tosu itu ganas dan hebat, tapi lama
kelamaan mereka pasti bukan tandingan si nenek,
Apalagi di situ masih ada si kakek berjenggot yang jelas
memiliki tenaga dalam amat sempurna, masa dia baru
akan tampil ke depan setelah orang lain mengobrak abrik
rumahnya?"

sementara dia masih berpikir, terdengar nenek


bertongkat itu telah membentak keras: "Hey, tosu tua
hidung kerbau, kau anggap dengan mengandalkan
beberapa kunyuk cilik ini benar-benar sudah mampu
menghalangi diriku? Hmmm sekalipun kau tak senang
menerima tamu, sepantasnya kalau muncul sebentar
untuk berbasa basi. Huuuh, kalau dianggap dengan
mengandalkan beberapa kunyuk kecil ini sudah bisa
mewakilimu kau benar- benar pandang remeh
kemampuanku ini"

si kakek yang sedang menghisap huncwee ditepi


tebing mendadak ikut tertawa tergelak. sambungnya:

481
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Ha ha ha ha... perkataan itu tepat sekali, Dia memang


pandang enteng kemampuanmu. Coba kalau tidak. sedari
tadi ia sudah keluar menjumpaimu."

sebetulnya nenek itu sudah dibakar oleh hawa


amarah, kemarahannya makin memuncak sesudah
dihasut kakek tersebut Tiba-tiba ia membentak keras,
permainan tongkatnya berubah pula jadi amat ganas dan
hebat. Dalam sekejap mata angin serangan menderu-
deru, tenaga pukulan yang kuat bagaikan bukit yang
ambrol menggulung ke depan mendesak ketiga orang
lawannya mundur berulang kali.

Diam-diam Lim Han-kim menjawil tangan Han si-kong,


kakek itu segera menoleh, melihat anak muda itu sudah
berdiri di sisinya, iapun berseru: "Ha ha ha ha... rupanya
kaupun sudah kemari?"

"Aku lihat ketiga orang bocah tosu itu sudah keteter


hebat dan menunjukkan gejala akan kalah, bila
pertarungan berlangsung terus, tentu ada korban yang
berjatuhan."

"Yaa, betul Ketiga orang itu tak bakal mampu


menahan dua puluh gebrakan lagi."

Mendadak ia berhenti bicara, ternyata entah sejak


kapan Thian-hok sangjin telah munculkan diri di puncak
bukit itu. wajahnya kelihatan amat serius, senyuman
ramah yang sering tersungging diujung bibirnya kini
482
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sudah tak nampak. setelah memandang sekejap pada


Han si-kong dan Lim Han-kim dengan pandangan dingin,
pelan-pelan ia berjalan menuju ke sisi arena.

Meskipun ia tidak menegur atau berkata apa-apa,


namun sikapnya jelas memperlihatkan ketidakpuasannya
karena kehadiran mereka berdua ditepi.

Terdengar Thian-hok sangjin telah berseru dengan


suaranya yang amat nyaring: "Kalian bukan tandingan
dari si nenek naga berambut putih, ayoh cepat mundur"

Tiga orang tosu kecil itu sama-sama menarik kembali


serangan pedangnya dan melompat mundur dari arena.
Begitu mendengar nama " Nenek Naga Berambut Putih",
Han si-kong seketika merasakan hatinya bergetar keras,
tanpa terasa pikirnya dengan perasaan tercengang:

"Ternyata gembong iblis wanita inilah yang telah


datang, tak heran kalau permainan tongkat berkepala
naganya begitu hebat dan sakti."

sementara ia masih berpikir, tiga orang tosu kecil itu


telah mundur ke belakang tubuh Thian-hok totiang.
Nenek Naga Berambut Putih sebera menghentakkan
tongkatnya ke atas tanah membuat ujung tongkat itu
melesak masuk ke dalam batu sedalam tiga inci. setelah
itu sambil menatap Thian-hok sangjin tegurnya sambil
tertawa dingin: "Bagus, bagus sekali Hey, si tosu tua

483
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

hidung kerbau, aku lihat lagakmu makin lama semakin


besar"

Paras muka Thian-hok sangjin amat serius, meski


begitu nada pembicaraannya tetap tenang dan lembut
"Aku sudah terbiasa hidup menyendiri di tengah bukit
dan enggan mencampuri urusan keduniawian lagi, itulah
sebabnya aku selalu menolak untuk menerima kunjungan
dan kehadiran umat persilatan yang datang
menyambangi diriku."

"sayang sekali para penjaga pintu bukitmu itu tak lebih


cuma gentong nasi yang tak berguna, Nyatanya mereka
tak sanggup menghalangi kedatangan aku si nenek tua,"
jengek Nenek Naga Berambut Putih sambil tertawa
dingin.

Thian-hok sangjin tertawa hambar. "Nama besar


Thian-lam-siang-hiap (sepasang pendekar dari Thian-
lam) sudah lama menggetarkan dunia persilatan. jangan
lagi ketiga orang anak bnahku, bahkan akupun merasa
kagum dan bukan tandingan." si kakek yang duduk di
tepi dinding tebing itu mendadak bersin berulang kali,
diketuknya huncwee tersebut beberapa kali ke atas batu
bukit, lalu teriaknya: "Hey, siapa yang sedang
mengumpat aku si kakek?"

"Tua bangka tak mampus- mampus, buat apa kau


masih berlagak pilon?" tegur nenek naga berambut putih
gusar.
484
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pelan-pelan kakek itu bangkit berdiri dan berjalan


menghampiri arena, sambil berjalan tiada hentinya dia
hisap huncwee-nya. Tampaknya Thian-hok sangjin tak
ingin menyalahi kedua orang ini, ia berusaha keras
menahan diri sebisanya. Dengan telapak tangan kiri
disilangkan di depan dada, ia memberi hormat sambil
bertanya: "Bolehkah aku tahu, ada urusan penting
apakah kalian berdua suami istri datang berkunjung
kemari?"

Kakek berambut putih itu mendongakkan kepalanya


dan tertawa terbahak-bahak.

"Ha ha ha ha... kalau tak ada urusan penting, tak


nanti kita kunjungi kuil Sam-po-tian-..."

Sambil mengalihkan pandangannya ke wajah nenek


naga berambut putih, terusnya setelah berhenti sejenak:
"Hei, nenek tua, perkataan selanjutnya kaulah yang
mesti teruskan-"

Agaknya Nenek Naga Berambut Putih masih diliputi


hawa gusar yang meluap-luap, dengan suara dingin ia
menyambung: "Kedatangan kami hari ini tak lebih hanya
ingin meminjam barang dari kau si hidung kerbau tua."

"Asal aku memilikinya, pasti akan kuberikan"

"Menurut hasil penyelidikanku, kedua macam barang


itu benar-benar telah terjatuh ke tanganmu."

485
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Boleh aku tahu, barang apakah itu?"

"Adik angkatku telah kehilangan dua mustikanya, dua


mustika dari Thian- lam yakni pedang usus ikan dan
tameng Thian-liong-ka"

Dari balik wajah Thian-hok Sangjin yang serius tiba-


tiba tersungging sekulum senyuman, pelan-pelan ia
bertanya: "Darimana kalian suami istri berdua
memperoleh berita ini?"

Kembali kakek berjenggot putih itu tertawa tergelak.

"Ha ha ha ha... kau jangan peduli darimana berita itu


kami dapat, pokoknya berita tersebut bukan hasil
karangan kami sendiri"

"Apa yang tersiar rtalam dunia persilatan tak boleh


dipercayai seratus persen, apalagi aku sudah puluhan
tahun lamanya hidup mengasingkan diri di pondok Lian-
im-lu, dan tidak mencampuri urusan dunia persilatan lagi.
Apa gunanya kusimpan benda-benda mustika semacam
itu?"

"DuIu, adik angkatku itu dengan mengandalkan dua


mustika dari Thian- lam telah menggemparkan seluruh
daratan Tionggoan, Utara selatan sungai besar diobrak
abrik tak karuan, sehingga siapa pun yang mendengar
namanya akan keder dibuatnya...."

486
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Betul" sela Thian-hok sangjin, "Dulu, nama besar


Gadis naga berbaju hitam memang amat tersohor di
kolong langit, hampir semua umat persilatan takut dan
sayang kepada-nya. Waktu itu nasibku memang
beruntung sehingga sempat berjumpa satu kali dengan-
nya."

"Jago pedang yang tersohor waktu itu bisa dihitung


dengan jari tangan, Karena kau suka menyembunyikan
diri dan tak mau menonjolkan kepandaiannya, maka adik
angkatku yang masih muda dan berangasan akhirnya
datang ke pondok Lian-im-lu ini untuk mencari kau dan
mengajak adu kepandaian. saat itu merupakan saat
terakhir adikku muncul dalam dunia persilatan semenjak
peristiwa itu dia lenyap tak berbekas, coba jawab
benarkah telah terjadi peristiwa semacam ini?"

Kembali Thian-hok sangjin tertawa, "Betul, memang


kami pernah adu kepandaianku."

Tidak menunggu sampai Thian-hok sangjin


menyelesaikan perkataannya, nenek naga berambut
putih kembali menukas: "Nah itulah dia, pasti
perbuatanmu. Lantaran tertarik dengan kedua
mustikanya, kau pasti telah membunuhnya lalu menyita
mustika dari Thian- lam tersebut"

"Kalian berdua jangan menuduhku dengan tuduhan


yang bukan-bukan" seru Thian-hok sangjin sambil
berkerut kening, "Apalagi fitnahan semacam ini. Kuakui
487
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bahwa aku memang sempat bertanding melawan gadis


naga berbaju hitam dan waktu itu tidak disaksikan pihak
ketiga, tapi ada rembulan dan langit yang menjadi
saksi...."

"Dalam pertandingan itu adik angkatku berhasil


menang atau kalah?" hardik nenek naga berambut putih
.

"Dengan mengandalkan ketajaman pedang usus ikan,


adik angkatmu berhasil membabat tiga kali atas
pedangku."

Tiba-tiba nenek naga berambut putih menghela napas


panjang, selanya kemudian-"Andaikata ia tidak
menggunakan pedang usus ikan, mungkin hal mana tak
akan memancing kerakusanmu untuk mengangkangi
senjatanya sehingga adik angkatku itu kau celakai"

"Aku harap kau jangan menuduh yang bukan-bukan,"


tukas Thian-hok sangjin dengan wajah serius, "Betul saat
itu pedangku berhasil dibabat tiga kali, tapi bukan berarti
aku kalah."

"senjatamu sudah dikutungi kalau bukan disebut kalah


memangnya harus dianggap menang?"

"Tatkala gadis naga berbaju hitam naik ke pondok


Lian-im-lu untuk menantang aku beradu pedang, saat itu
nama besarnya telah menggetarkan seluruh dunia

488
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

persilatan Nama besar pedang usus ikan dan tameng


Thian- liong- ka juga ikut tersohor jadinya di-seluruh
kolong langit walaupun waktu itu aku sangat jarang
melakukan perjalanan dalam dunia persilatan, tapi nama
besar adikmu itu sempat kudengar dari pembicaraan
beberapa orang sahabatku.

Lagipula adikmu gemar memakai baju hitam, oleh


sebab itu meski aku baru pertama kali bersua muka
dengan adikmu, tapi sekali berjumpa aku segera
mengenalinya sebagai Gadis naga berbaju hitam yang
amat termashur itu"

"Hmmm, oleh sebab itu pula kau lantas teringat


dengan kedua mustika miliknya dan timbul
keserakahanmu untuk meng-angkanginya, selesai
pertarungan yang berakhir dengan kekalahanmu, kau
gunakan akal busuk untuk mencelakainya secara diam-
diam, bukan begitu?" sambung nenek naga berambut
putih sinis.

Thian-hok sangjin benar-benar memiliki kesabaran dan


ketebalan iman yang luar biasa. Kendatipun nenek naga
berambut putih menuduh dan memojokkan dia terus-
menerus, ia tetap dapat menjaga kestabilan dan
ketenangan hatinya.

sambil tertawa hambar, ujarnya kemudian- "Pedang


usus ikan merupakan benda mestika peninggalan jaman

489
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

cun-ciu, Ketajamannya luar biasa, inilah salah satu sebab


yang membuat adikmu bisa termashur di kolong langit."

"Ha ha ha ha... betul Betul sekali" sela kakek


berjenggot putih sambil tertawa tergelak "Andaikata
pedang usus ikan hanya benda biasa, tak nanti kau
Thian-hok sangjin bakal tertarik dan ingin
mengangkanginya."

Thian-hok sangjin tidak berusaha mendebat, ia


melanjutkan perkataannya: "Tatkala gadis naga berbaju
hitam memaksaku bertanding pedang, sudah berulang
kali aku mencoba menolaknya, tapi adikmu terus
menerus mendesak. ia paksa aku untuk turun tangan
sehingga akhirnya aku dibuat tak berdaya dan terpaksa
menerima tantangannya itu.

Betul adikmu agak sombong dan takabur, namun ia


tak kehilangan kegagahan serta kebesaran jiwanya.
Ketika hendak menggunakan pedang usus ikan, ia
sempat memberitahukan kepadaku betapa tajamnya
senjata itu dan menganjurkan kepadaku untuk membawa
beberapa bilah pedang sebagai cadangan hingga dalam
pertarungan nanti tak sampai kehabisan senjata sebelum
menang kalah bisa ditentukan- Waktu itu aku tak
mengabulkan permintaannya, tapi tak tahan dengan
desak-annya yang bertubi-tubi, pada akhirnya aku pun
membawa empat bilah pedang sebagai cadangan-..."

490
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dia angkat kepalanya memandang puncak bukit di


kejauhan sana, sampai lama kemudian ia baru
melanjutkan- "Akhirnya kami pun mulai bertarung sengit
di sebuah tempat yang amat terpencil. Di puncak bukit
yang diselimuti salju abadi, pertempuran itu kuakui
sebagai pertempuran paling seru, paling ganas danpaling
ramai yang pernah kualami sepanjang hidupku, Ketika
adikmu berhasil mengutungi pedangku dengan senjata
mustikanya, aku sudah rela mengaku kalah, tapi adikmu
mendesak terus kepadaku agar ganti senjata lain- ia
memaksaku untuk bertarung lagi sampai aku mengaku
kalah dalam hal ilmu silat. Didesak seperti ini terpaksa
aku pun mengikuti kemauannya, begitulah, secara
beruntun aku kehilangan tiga bilah pedang...."

"Seseorang yang secara beruntun kehilangan tiga


bilah pedang sudah pasti dianggap kalah, kenapa kau tak
mau mengakuinya?" tanya nenek naga berambut putih
tak puas,

"Tatkala aku mengeluarkan prdang yang keempat,


tiba-tiba adikmu mengajukan usul lain, ia memaksa aku
untuk bertaruh, Katanya semenjak kedatangannya di
daratan Tionggoan, akulah terhitung musuh paling
utamanya yang paling tangguh. Maka ia memaksaku
bertaruh, andaikata ia berhasil mengutungi pedangku
yang keempat, maka aku harus kembali menjadi manusia
biasa dan sepanjang hidup mengikutinya sebagai budak."

491
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

setelah menghela napas panjang dan membuang


pandangannya ke kaki langit dia melanjutkan: "Coba
kalian bayangkan penghinaan semacam ini siapa yang
sanggup menerimanya? Walaupun aku hidup
mengasingkan diri dan tak ingin mencampuri urusan
dunia persilatan lagi bukan berarti aku bersedia dihina
orang seenaknya. oleh sebab itu dalam pertandingan
yang terakhir ini bukan saja aku telah menggunakan
segenap kekuatan yang kumiliki, aku pun mesti
menggunakan seluruh jurus simpanan yang pernah
kupelajari sungguh beruntung sekali dalam pertarungan
ini akhirnya aku berhasil mengungguli adikmu."

"Benarkah kau berhasil mengunggulinya dalam hal


ilmu silat?" tanya nenek naga berambut putih sambil
menghela napas sedih. "selama hidup aku tak pernah
bicara bohong. Jurus kemenangan itu berhasil kuperoleh
dengan taruhan nyawa, sehingga kalau dibilang
kemenangan itu hanya suatu keberuntungan saja
rasanya tidak salah."

"Tapi semenjak pertarungan pedangnya melawanmu,


ia tak pernah muncul kembali dalam dunia persilatan
Kalau bukan kau celakai, kemana ia telah pergi?"

Thian-hok sangjin termenung berpikir sejenak,


kemudian katanya: "setelah menderita kekalahan,
adikmu merasa gusar bercampur mendongkol. Terburu-
buru ia turun gunung dan berlalu begitu saja, walaupun

492
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

watak adikmu agak angkuh dan takabur, namun aku


menaruh rasa hormat dan kagum terhadapnya."

Tampaknya nenek naga berambut putih berhasil


diredakan hawa amarahnya oleh penuturan
danpenjelasan Thian-hok sangjin ini, sikapnya jauh lebih
tenang dan ramah, tanyanya pelan- "Apakah yang kau
kagumi atas dirinya?"

" Walaupun adikmu kalah satu jurus, namun ia


mengenakan tameng Thian-liong-ka yang kebal tusukan
maupun bacokan- Dalam kondisinya saat itu
sesungguhnya ia masih mampu untuk melanjutkan
pertarungan tapi kenyataannya dia mengakui kekalahan
tersebut dan pergi dengan begitu saja, sikap jujur dan
kebesaran jiwanya itulah yang telah meninggalkan kesan
yang amat mendalam kepadaku."

"Nah itulah dia," sela nenek naga berambut putih,


"Tahukah kau di mana ia berada sekarang?"

Kembali Thian-hok sangjin termenung sambil berpikir


sejenak, kemudian menggeleng, "Aku tak tahu."

"Menurut berita yang kudengar, konon adik angkatku


telah terluka oleh pedang terbang beracunmu, Meskipun
tubuhnya dilindungi oleh tameng naga langit, toh bukan
berarti seluruh badannya terlindungi."

493
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Walaupun aku menguasai ilmu melepaskan pedang


terbang, namun dalam pertarunganku melawan musuh
belum pernah satu kali pun kugunakan."

"Peduli berita yang tersiar itu benar atau tidak. yang


jelas dan pasti adikku tak pernah muncul kembali dalam
dunia persilatan semenjak pertarungannya melawanmu
Kini kami sengaja datang kemari untuk mencari jejaknya,
jadi bukan sengaja mencari gara-gara denganmu..."

setelah berhenti sejenak. lanjutnya: "Tameng naga


langit serta pedang usus ikan sejak itu pula mengikuti
adikku lenyap dari peredaran, jejaknya tidak ketahuan,
sudah banyak tahun kami melakukan penyelidikan dan
pencarian, namun tak berhasil menemukan jejaknya, Kini
aku rasa hanya Tian-hok totiang seoranglah yang
mengetahui jejaknya," Thian-hok sangjin tertawa
hambar.

"Apa yang kuketahui telah kuutarakan semua, Apabila


kalian berdua tetap tak percaya, yaaa... apa boleh buat
lagi?"

Nenek naga berambut putih berpaling memandang


kakek berjenggot putih itu sekejap. kemudian tegurnya:
"Hey, tua bangka, bagaimana menurut pendapatmu?"

Pelan-pelan kakek berjenggot itu mengisi huncweenya


dengan daun tembakau, menyulutnya dengan api dan
menghisapnya berulang kali, setelah itu baru berkata:
494
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Menurut pandanganku, kita hanya ada dua jalan untuk


menyelesaikan persoalan ini. jika kau percaya dengan
penjelasannya, kita sudahi persoalan tersebut sampai di
sini Kita pun tak usah membuang banyak waktu untuk
mencari jejak adik angkatmu beserta kedua benda
mustikanya. sebaliknya jika kau tak percaya, kita paksa
kepadanya untuk menyerahkan adikmu."

"Huuuuh, jawaban macam begitu sama saja seperti


tidak menjawab" teriak si nenek gusar

"Yaa... betul...." sela si kakek setelah menyedot


huncweenya beberapa kali, "Kau memang tak pernah
mau menuruti pendapatku"

"Tua bangka sialan, aku mau tanya pendapatmu


percayakah kau dengan apa yang dijelaskan Thian-hok
totiang barusan?"

"soal ini...? Aku hanya percaya separuh"

" Kenapa?" nenek naga berambut putih itu keheranan,


" Kalau percaya bilang percaya, kalau tidak percaya
katakan tak per-caya, mana ada percaya setengah saja?"

"separuh penjelasannya aku percaya sebagai kejadian


yang sebenarnya, dia memang tidak mencelakai adik
angkatmu juga tidak mengangkangi kedua benda
mustika tersebut, tapi ia tahu jejak gadis naga berbaju
hitam..."

495
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Darimana kau bisa tahu?" Kakek berjenggot putih itu


tertawa tergelak:

"Ha ha ha ha... kau anggap separuh masa hidupku


berkelana dalam dunia persilatan hanya perjalanan sia-
sia?"

Pelan-pelan nenek naga berambut putih mengalihkan


kembali sinar matanya kewajah Thian-hok sangjin,
kemudian sepatah demi sepatah dia bertanya: "Benarkah
kau mengetahui jejak adik angkatku?"

Paras muka Thian-hok sangjin berubah hebat, ia


mendongakkan kepalanya mene-rawang ke udara, lama
kemudian baru jawabnya: "Waktu itu, aku sama sekali
tidak tahu..."

"Bagaimana kemudian?" tukas nenek naga dengan


suara lantang,

" Kemudian aku memang mendengar kabar


beritanya."

"Di mana ia sekarang?"

Thian-hok sangjin menarik kembali sorot matanya


yang menerawang udara itu, ditatapnya si kakek dan si
nenek sekejap. setelah itu jawabnya: "Adikmu tidak
muncul kembali ke dunia persilatan karena ia sudah
kehilangan ambisinya untuk mencari kemenangan ia tak

496
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ingin menggunakan status kegadisannya untuk bergumul


kembali dalam dunia persilatan"

Apa yang dipikirkan nenek naga berambut putih


sekarang adalah bagaimana caranya mendapat kedua
jenis mustika tersebut, maka dia mendesak Thian-hok
sangjin terus menerus untuk mengatakan jejak gadis
naga berbaju hitam Asal jejaknya sudah diketahui maka
tak sulit baginya untuk mendapatkan kedua jenis mustika
tersebut, semakin ia ingin segera mengetahui
jawabannya, terasa jawaban dari Thian-hok sangjin
makin lamban, tak tahan lagi teriaknya: "sekarang dia
berada di mana? Cepat katakan"

Kembali Thian-hok sangjin mendongakkan kepalanya


mengalihkan sinar matanya ke tempat kejauhan, ujarnya
kemudian: "Aku hanya pernah mendengar tentang kabar
beritanya tapi kurang begitu paham keadaan yang
sesungguhnya, Bukankah kalian berdua berhasil
mendapat tahu kalau gadis naga berbaju hitam pernah
bertarung melawanku, kenapa tidak kalian selidiki juga
kabar beritanya? Toh pekerjaan semacam ini tidak terlalu
menyulitkan kalian?"

Kakek berjenggot putih yang selama ini hanya


menyedot huncwee nya sambil menikmati kebutan
asapnya itu tiba-tiba menyela:

497
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Nah, bagaimana? Tidak salah bukan perkataanku


Meskipun dia tahu, kalau enggan diutarakan kepadamu
juga percuma saja..."

selapis hawa napsu membunuh pelan-pelan mulai


menyelimuti wajah nenek naga berambut putih, tongkat
besinya mulai dipersiapkan untuk melancarkan serangan
sementara sinar matanya yang tajam bagaikan aliran
listrik dialihkan ke wajah Thian-hok totiang dan
menatapnya lekat-lekat, Hardiknya ketus: "Bagus sekali,
jadi kau sudah tahu namun tak sudi memberitahukan
kepadaku..?"

"Gadis naga berbaju hitam masih hidup segar bugar di


kolong langit Kalian berdua sudah mencarinya selama
banyak tahun belum berhasil juga menemukan jejaknya,
Menurut pendapatku, dia seharusnya juga tahu kalau
kalian berdua sedang mencarinya dengan susah payah,
tapi kenyataannya sekarang ia tak bersedia tampilkan diri
untuk bertemu muka, Hal ini membuktikan akan dua hal,
kesatu dia memang tak ingin berjumpa dengan kalian
berdua. Kedua ia ada kesulitan yang membuatnya kurang
leluasa untuk berjumpa lagi dengan kalian berdua.
sebelum memperoleh ijin dan persetujuan dari yang
bersangkutan aku merasa kurang leluasa untuk
mengambil keputusan dengan membocorkan tempat
tinggalnya."

498
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan beberapa patah kata itu dengan sangat jelas


sekali Thian-hok Sangjin telah mengutarakan isi hatinya,
walaupun ia mengetahui alamat rumah Gadis naga
berbaju hitam, namun ia tidak bersedia mengungkapnya.

Pelan-pelan nenek naga berambut putih berjalan


mendekati Thian-hok sangjin, dengan nada setengah
mengancam serunya: "Jika kau tak bersedia
memberitahukan alamatnya, aku akan memaksa kau
untuk menjawab"

"Begini saja, apabila kalian bisa memberi waktu


selama tiga hari kepadaku, aku pasti akan memberikan
jawaban yang memuaskan kepada kalian, bahkan
mungkin dapat mempertemukan kalian-"

"sudah puluhan tahun kami mencari jejaknya" teriak si


nenek dengan suara keras. " Hampir seluruh pelosok
dunia telah kami telusuri, aku tak bisa menunggu terlalu
lama lagi, sekarang juga aku harus bertemu
dengannya."

" Kalau begitu harap kalian memaafkan diriku,


terpaksa aku tak dapat memenuhi harapan itu."

Dengan gemas nenek naga berambut putih


menghentakkan tongkatnya ke atas tanah, sekujur
badannya gemetar keras menahan gejolak emosinya
yang membara, katanya serius: "Jika kau tak bersedia
menjelaskan kabar berita adik angkatku, sama artinya
499
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kau memang berniat mengangkangi dua benda mustika


kami itu"

"Aku sebagai pendeta yang menjauhkan diri dari


keduniawian sama sekali tak punya ambisi untuk
memimpin dunia persilatan pun tak berniat mencari
nama besar di kolong langit. Betul pedang usus ikan dan
tameng naga langit merupakan dua benda mustika dari
dunia persilatan, akan tetapi aku tidak mempunyai
perasaan serakah dan niat untuk memilikinya. Apalagi
kalian tidak bersedia memberi waktu selama tiga hari
kepadaku, yaaa.-, apa boleh buat lagi, terserah kalian
mau apa"

Ucapan tersebut disampaikan dengan tulus dan


bersungguh-sungguh, membuat siapa pun yang
mendengarkan mau tak mau harus mempercayainya,
Emosi yang bergejolak dalam dada nenek naga berambut
putih kembali mereda. Dia mendongakkan kepalanya
sambil berpikir sejenak. mendadak tongkatnya di
hentakkan ke tanah, sambil berpaling ke arah kakek
berjenggot itu serunya nyaring:

"Hey, tua bangka, mari kita pergi, Tiga hari kemudian


kita datang lagi minta petunjuk di pondok Lian-im-lu ini."

Thian-hok sangjin segera merangkap tangannya di


depan dada, sambungnya dengan serius: "Selama hidup
aku tak pernah berbohong, asalkan kalian naik ke puncak

500
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ini tiga hari kemudian, aku pasti akan memberitahu kabar


tentang gadis naga berbaju hitam."

"Ha ha ha ha...." setelah menyemburkan asap


tembakaunya kakek berjenggot putih itu tertawa
tergelak. " Walaupun totiang amat jarang melakukan
perjalanan dalam dunia persilatan, namun mempunyai
nama besar sebagai jago pedang nomor wah id. Aku
percaya dengan janjimu itu, tiga hari kemudian kami
pasti akan datang lagi untuk meminta petunjuk"

"Maaf kalau aku tak bisa mengantar"

Belum selesai perkataan itu diucapkan, tampak dua


sosok bayangan manusia berkelebat lewat. Gerakan
tubuh itu cepat bagaikan sambaran kilat, dalam sekejap
mata bayangan tubuh mereka sudah lenyap dari
pandangan-

Memandang hingga kedua orang itu lenyap


daripandangan Thian-hok sangjin baru membalikkan
badannya dan perlahan-lahan berjalan menghampiri Han
si-kong serta Lim Han-kim.

sebagai jago kawakan yang banyak pengalaman Han


si-kong sudah dapat merasakan ketidak senangan Thian-
hok sangjin terhadap perbuatannya itu, sebelum lawan
berbicara dulu, ia sudah keburu menjura sambil katanya:
"Kami baru pertama kali ini datang mengunjungi pondok
Lian-im-lu sehingga kurang begitu paham dengan
501
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

peraturan di sini, Apabila perbuatan kami dianggap


lancang harap totiang sudi memaafkan"

Pelan-pelan sekulum senyuman tersungging kembali


diujung bibir Thian-hok sangjin, katanya lembut:
"Silahkan kalian berdua kembali ke dalam gubuk"

Tanpa membuang waktu, ia berjalan lebih dulu


menuju ke bangunan rumah sebelah tengah, Tiga orang
tosu kecil bersenjata pedang itu serentak mengikuti di
belakang Thian-hok sangjin menuju ke dalam rumah.
setelah semua orang berlalu, Han si-kong baru berbisik
kepada Lim Han-kim: "Lote, pernah kau dengar tentang
sepasang pendekar dari Thian- lam ini?"

"Aku belum lama terjun ke dalam dunia persilatan,


masih s edikit jagoan ternama yang aku kenal."

"Kalau disebut sepasang pendekar dari Thian- lam,


sebetulnya panggilan itu kelewat memuji mereka berdua,
padahal kedua orang itu lebih pantas dipanggil sepasang
manusia aneh dari Thian-lam. jangan karena gelar
mereka menggunakan nama Thian-lam, maka kau
anggap mereka sering berkeliaran di daerah tersebut.
Yang betul mereka malah lebih sering nongol di Utara
dan selatan sungai besar."

"Aku kurang mengerti dengan penjelasanmu itu"

502
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Ha ha ha ha...." Han si-kong tertawa terbahak-bahak.


"Lote, tak heran kalau kau kebingungan dibuatnya, siapa
saja yang tidak memahami latar belakang kedua orang
itu pasti akan dibuat kebingungan juga oleh perkataanku
tadi, Aaaai. Kalau dibicarakan kembali, kita mesti
bercerita mulai dari lima puluh tahun berselang."

"Waktu itu sepasang manusia aneh dari Thian-lam s


ering kali muncul di daerah Tionggoan, sepasang laki
perempuan ini tidak terhitung sesat juga tidak termasuk
golongan lurus. Tindak tanduknya selalu mengutamakan
baik buruknya pribadi masing-masing orang yang
dihadapi. oleh sebab itu perbuatannya banyak menyakiti
hati umat persilatan Akhirnya pada suatu ketika mereka
berdua dikerubuti oleh rekan-rekan persilatan dari
daratan Tionggoan yang berakibat kedua orang itu
menderita luka parah."

"Sejak peristiwa itu selama hampir dua puluh tahun


lamanya mereka berdua tak pernah muncul dalam dunia
persilatan, tapi dua puluh tahun kemudian mereka
muncul lagi di daratan Tionggoan dan melakukan balas
dendam. secara beruntun mereka berhasil membunuh
delapan belas orang jago tangguh yang berakibat nama
mereka jadi amat termashur."

sementara pembicaraan masih berlangsung, mereka


sudah memasuki ruang tamu. Han-gwat telah menunggu
mereka di muka pintu, Begitu melihat mereka muncul

503
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

gadis itu segera mendelik ke arah Han si-kong sambil


menegur: "sudah tua masih tak tahu diri. Hmmm Kenapa
perbuatanmu tak pakai aturan sama sekali?"

Han si-kong agak tertegun, lalu teriaknya marah: "Hey


budak cilik, siapa yang kau maki?"

"Memangnya kau yang kumaki? Apa salah aku bicara


sendiri?"

" Umurku sudah lewat enam puluh tahun, tak perlu


kau si budak ingusan memberi pendidikan kepadaku."
Han-gwat tertawa dingin-

"Semangat muda bukan masalah pada usia, kau sudah


hidup puluhan tahun lamanya, yang pernah kau lihat pun
terhitung sangat banyak, Apa gunanya kau ikut ke sana
menonton keramaian sehingga melanggar peraturan
yang berlaku di pondok Lian-im-lu ini?"

Untuk sesaat lamanya Han si-kong tak mampu


menjawab, terpaksa ia duduk sambil membungkam diri

Han-gwat sedikitpun tak mengalah, lanjutnya: "Thian-


hok Totiang paling benci kalau tamunya berkeliaran
secara lancang, dengan lari keluar untuk menonton
pertarungan itu kalian sudah melanggar pantangan
terberat yang berlaku di bukit ini. Meskipun Thian-hok
totiang tidak sampai mengumbar hawa amarahnya
lantaran memandang wajah majikan tuaku, tapi kalau dia

504
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sampai menceritakan persoalan ini kepada majikanku,


yang pasti akulah yang bakal menerima hukuman."

Lim Han-kim merasa setiap ucapan dan perkataannya


sangat masuk diakal dan tak dapat dibantah, tanpa
terasa dengan kening berkerut katanya: "Perkataan nona
memang benar, Begini saja, bila majikan tuamu menegur
nona gara-gara persoalan ini, aku akan berusaha dengan
segenap kemampuanku untuk memikul resiko ini."

Han-gwat mengangkat wajahnya memandang langit-


langit rumah, ia seperti memikirkan sesuatu, kemudian
katanya: "Bila kau bersedia memberikan sebotol jin-som
berusia seribu tahun itu untuk nona kami, mungkin hal
ini bisa memancing kegembiraan majikan kami sehingga
hukuman itupun bisa kuhindari."

Lim Han-kim menghela napas panjang: "Aaaai...


sebotol jinsom berusia seribu tahun itu sudah lama
hilang, sekalipun aku bersedia menghadiahkan untuk
nonamu pun tak ada gunanya...."

"soal itu tak perlu dikuatirkan, dengan watak majikan


tua kami, ia tak pernah mau bertindak sebelum ada
kesepakatan Asal kau bersedia menghadiahkan obat itu
kepada kami, masalah menemukan kembali obat tersebut
tentu akan menjadi urusan majikan tua kami, jadi kau
tak usah repot-repot."

505
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Teringat kalau jinsom seribu tahun itu menyangkut


mati hidup Ciu Huang, Lim Han-kim jadi serba salah, dia
tahu sekali ia mengangguk maka seterusnya ia tak bisa
mengingkarinya kembali.

Akhirnya setelah lama termenung dia pun berkata:


"Soal ini... lebih baik kupikirkan dulu sebelum mengambil
keputusan."

sementara itu Han si-kong telah menggelengkan


kepalanya berulang kali sambil mengomel: "Aaai... orang
bilang paling sukar hidup bersama kaum wanita dan
orang rendah. Tampaknya ucapan ini tepat sekali, Aku
sudah hidup puluhan tahun lamanya tapi hari ini mesti
didamprat seorang budak ingusan, benar-benar
membuat hatiku malu dan kecewa."

Han-gwat sedikitpun tidak tersinggung oleh ucapan


tersebut, malah sebaliknya tertawa geli, "Hmmm, bila
suatu ketika kau punya jodoh dan bisa bertemu dengan
nona kami,"

"Kalau ketemu lantas kenapa ?"

"Jangan dilihat usiamu sudah begini tua dan


pengalamanmu begitu banyak. sampai dirimu terjual pun
belum tentu kau akan sadar."

"Aku tak percaya akan kejadian seperti ini?"

506
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kalau tak percaya silahkan saja dicoba." Tapi tiba-tiba


ia menghela napas sedih, sambungnya: "semoga Thian
berbelas kasihan dan melindungi nona kami sehingga
penyakitnya cepat sembuh, dengan begitu ia akan
mendapat peluang untuk menikmati keindahan alam."

Mendadak terdengar suara langkah kaki manusia


berkumandang datang dan memotong pembicaraan Han-
gwat yang belum selesai.

Tampak seorang tosu kecil dengan wajah yang dingin


dan hambar telah muncul di depan pintu, setelah
memandang ke tiga orang itu sekejap, katanya: "suhu
mengundang kalian bertiga untuk masuk"

Han si-kong segera melompat bangun dan tanpa


mengucapkan sepatah kata pun berjalan menuju ke luar
Biarpun usianya sudah lanjut namun wataknya
berangasan sekali, dia paling pantang dihina apalagi
dipandang remeh orang. Lim Han-kim dan Han-gwat
segera menyusul di belakangnya bersama-sama keluar
dari rumah gubuk itu, Dipimpin oleh tosu kecil itu mereka
bertiga diajak memasuki sebuah rumah gubuk yang
paling luas.

Dalam ruang tamu sudah tampak beberapa orang


sedang menunggu, kecuali Thian-hok sangjin, hadir pula
seorang kakek berambut putih, Begitu bertemu dengan
kakek berambut putih itu, Han-gwat tergopoh-gopoh lari

507
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mendekat, sambil jatuhkan diri berlutut serunya: "Han-


gwat menjumpai loya"

Kakek itu selain terlihat memiliki rambut yang telah


memutih dan sepasang alis mata berwarna putih keabu-
abuan, bagian lainnya sama sekali tak menampakkan
gejala ketuaan, cuma alis matanya saja yang selalu
berkerut menandakan bahwa ia sedang dirundung
kemurungan-

"Bangunlah" tampak ia mengulapkan tangan kirinya


memberi tanda.

Han-gwat segera bangkit berdiri, bisiknya kemudian-


"Loya, apabila kau memutuskan borgol di tangan kedua
orang itu, mereka berjanji akan mempersembahkan
sebotol jinsom berusia seribu tahun untuk mengobati
penyakit nona."

Lim Han-kim sangat gelisah setelah mendengar


ucapan itu, belum sepat dia mengucapkan sesuatu,
kakek berambut putih itu telah berkata lagi: "Kalau
begitu aku mewakili putriku menghaturkan banyak terima
kasih."

Pelan-pelan ia maju mendekat sambil mengeluarkan


sebilah pedang pendek dari sakunya, Dalam sekali
tebasan, borgol di tangan Lim Han-kim telah terpapas
kutung.

508
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

BAB 16. Majikan Han Gwat Menagih janji

"Hah....? pedang usus ikan" pekik Han si-kong begitu


menyaksikan bentuk pedang pendek itu.

"Benar," kata kakek berambut putih itu sambil tertawa


hambar, "Tampaknya saudara mengerti barang
berharga."

Kembali ia menebaskan pedangnya, Borgol ditangan


Han si-kong kontan hancur berkeping- keping .

sudah cukup lama mereka berdua mengenakan borgol


di tangannya, kini begitu terlepas dari belenggu tak
kuasa lagi mereka rentangkan tangannya berulang kali
sambil menghembuskan napas lega.

Mendadak Han si-kong teringat kembali dengan


kejadian yang barusan berlangsung di mana sepasang
manusia aneh dari Thian-lam mendesak Thian-hok
sangjin agar memberitahu jejak sepasang mestika itu.
sungguh tak disangka olehnya salah satu di antara dua
mustika tersebut yakni pedang usus ikan bisa muncul di
pondok Lian-im-lu ini.

Ketika ia mencoba menengok ke arah Thian-hok


sangjin, tampak pendeta itu sedang duduk serius sambil
mengawasi pepohonan di luar ruangan, tampaknya ia
sedang memikirkan sesuatu.
509
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dalam pada itu kakek berambut putih itu sudah duduk


kembali ke tempatnya semula, setelah membebaskan
borgol di tangan ke dua orang itu, kepada Han-gwat
katanya: "Nona pun ikut datang, sana, pergilah ke
belakang menengok dia"

Tiba-tiba Thian-hok sangjin menarik kembali


pandangan matanya, kepada Han si-kong dan Lim Han-
kim katanya: "silahkan duduk"

"Totiang, apakah kau ada petunjuk?" tanya Lim Han-


kim cepat.

Thian-hok Sangjin menghela napas panjang.

"Aaaai... pondok Lian-im-lu tak pernah menerima tamu


berlama-lama. Kini borgol di tangan kalian sudah
diputuskan, apa yang menjadi harapan pun sudah
terpenuhi. Aku rasa sudah saatnya bagi kalian untuk
pergi meninggalkan tempat ini."

Lim Han-kim memandang kakek berambut putih itu


sekejap, lalu ia melompat bangun dan serunya sambil
menjura: "Kalau begitu aku mohon diri lebih dulu."

Tanpa membuang waktu dia putar badan dan


melangkah keluar,Han Si-kong ikut bangkit berdiri sambil
menyambung: "nama besar totiang sudah puluhan tahun
lamanya kukagumi. setelah perjumpaan hari ini ternyata
hanya begini saja sikapmu. Meski ilmu silatmu terhitung

510
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

nomor wahid, - namun aku orang she-Han tak akan


menghormati dirimu lagi."

Selesai berkata dengan langkah lebar dia keluar dari


rumah gubuk itu untuk menyusul Lim Han-kim.

Mendadak terdengar ujung baju terhembus angin


berkumandang lewat, tampak sesosok bayangan
manusia berkelebat lewat, Temyata kakek berambut
putih itu sudah melampaui Lim Han-kim berdua dan kini
menghadang jalan pergi mereka.

Sejak masuk ke dalam ruang tamu itu Han Si-kong


telah memperhatikan orang ini, Dia wajahnya amat asing
dan belum pernah dijumpai sebelumnya, tapi kalau
dilihat hubungannya yang begitu akrab dengan Thian-
hok Sangjin, semestinya kakek itu bukan manusia
sembarangan Maka ia mundur dua langkah dan
menonton jalannya perubahan dengan sangat tenang,
Dalam pada itu Lim Han-Kim telah menegur dengan
kening berkerut: "Lo-cianpwee, apa maksudmu
menghadang jalan pergiku?"

Setelah diusir oleh Thian-hok Sangjin dengan sikap


dingin barusan, pemuda ini sudah merasa naik darah,
apalagi menghadapi hadangan tersebut, amarahnya
kontan makin meluap.

Kakek berambut putih itu menghela napas panjang:


"Aaaai... selama ini aku selalu dibuat pusing kepala oleh
511
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

penyakit yang diderita putri kesayanganku, akibatnya


rambut yang hitam pun telah berubah memutih hanya
dalam berapa tahun saja...."

"Orang tua mencintai putra putrinya, itu sudah kodrat"


sela Lim Han-kim hambar. Berkilat sepasang mata kakek
berambut putih itu. Dengan sinar mata yang tajam
diawasinya anak muda itu tajam-tajam, kemudian
katanya: "Putriku bisa bertahan belasan tahun lamanya
dari gangguan penyakit itu, hal tersebut membuktikan
bahwa penyakit yang dideritanya bukan penyakit yang
mematikan. Oleh sebab itu aku harus berusaha dengan
segenap kemampuan yang kumiliki untuk
menyembuhkan penyakitnya itu, kejadian ini pula yang
memaksa aku harus menyerempet bahaya dan tidak
memperdulikan peraturan dunia persilatan"

"LOcianpwee, sudah setengah harian kau berbicara,


tapi maaf, aku belum mengerti maksudmu."

Sekilas rasa malu dan menyesal melintas lewat di


wajah kakek berambut putih itu, tapi hanya sekejap
kemudian sudah tertutup oleh kemurungan yang
mendalam ia mendongakkan kepalanya memandang
angkasa, lalu terusnya: "Asal aku dapat tahu kalau di
suatu tempat ada obat atau cara pengobatan yang
mungkin bisa dipakai untuk mengobati penyakit putriku,
manjur atau tidak. aku selalu berusaha keras untuk
mendapatkannya dan nya...."

512
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tampaknya orang ini sesungguhnya merupakan


seorang yang jujur, polos dan gagah, tapi ia terbelenggu
oleh rasa cinta kasih terhadap putrinya sehingga tindak-
tanduknya harus berlawanan dengan isi hati-nya. oleh
sebab itu setelah berbicara sampai di situ, ia menghela
napas panjang, sambungnya lagi dengan nada menyesali
"Atau tegasnya saja, aku tak ingin melepaskan setiap
kesempatan yang mungkin bisa menyelamatkan putriku
dari belenggu penyakit"

"oooh... jadi maksud Locianpwee hendak menagih


obat jinsom seribu tahun itu dari diriku?"

"Benar, mungkin orang lain bisa menyuruhku


menggunakan alasan karena aku sudah mematahkan
borgol di tangan kalian maka sekarang menagih
imbalannya, tapi andaikata tiada alasan apa pun aku
tetap akan merebut pil jinsom seribu tahun itu dengan
kekerasan-"

"saat ini walaupun pil jinsom berusia seribu tahun itu


tidak berada di tanganku namun aku mempunyai maksud
untuk merebut kembali benda itu. sekarang Locian-pwee
telah membantu aku mematahkan borgol tersebut, budi
kebaikan ini tak akan kulupakan untuk selamanya,
cuma... bukan berarti aku harus memenuhi
permintaanmu dengan menghadiahkan pil mustika itu
untukmu."

513
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kau harus tahu anak muda, borgol yang


membelenggu tanganmu itu terbuat dari baja yang
bercampur emas. KeCuali pedang usus ikan milikku yang
merupakan pedang mustika peninggalan jaman cu-ciu,
tak ada senjata mustika lain di dunia ini yang mampu
mematahkan borgol tersebut,Jadi sebenarnya hutang
budi yang kulepaskan kepadamu terhitung sangat besar,
sekarang aku ingin menuntut kau membalas budi itu
dengan menyerahkan pilj insom berusia seribu tahun itu
kepadaku."

Lim Han-kim berpaling memandang Han si-kong


sekejap. kemudian jawabnya lantang: "Bila Locianpwee
menganggap ilmu silatmu mampu untuk merebutnya,
silahkan saja merebut. Tapi aku pun ingin tegaskan
bahwa aku tak pernah menyanggupi untuk
menghadiahkan pil itu kepada-mu"

"Jadi kalau begitu kau telah memutuskan untuk ikut


memperebutkan pil itu?"

"Apa salahnya kalau aku ikut merebut kembali barang


milikku yang dicuri orang?"

Berubah paras muka kakek berambut putih itu,


serunya: "Akan kupaksa dirimu untuk menyanggupi"

"Kalau begitu terpaksa aku harus menyaksikan dulu


sampai di mana kehebatan ilmu silat Locianpwee," jawab
Lim Han-kim dingin.
514
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba kakek berambut putih itu mendongakkan


kepalanya tertawa terbahak-bahak. "Ha ha ha ha....
Apakah kau masih ingin bertarung melawanku?"

Gelak tertawa yang bernada mengejek ini kontan saja


mengobarkan hawa amarah Lim Han-kim, dengan penuh
kegusaran bentaknya: "Kenapa tidak? silahkan Lo-
cianpwee memberi pengajaran"

" Kakek berambut putih itu mendesak maju ke muka,


telapak tangannya diangkat siap melepaskan sebuah
babatan, Namun sebelum serangan itu dilepaskan, ti-ba-
tiba terdengar suara teguran yang lemah tapi lembut
berkumandang datangi "Ayah.."

Cepat-cepat kakek berambut putih itu menarik kembali


serangannya sambil melompat mundur sejauh tiga
langkah lebih dari posisi semula, Ketika Lim Han-kim
berpaling, tampak olehnya seorang gadis berbaju serba
putih dengan bersandar di bahu dua orang dayang
berbaju hijau sedang melangkah mendekat.

Kakek berambut putih itusegera menghela napas


panjang, ujarnya: "Aaaai... nak, angin malam sangat
dingin, mau apa kau lari ke luar ke sini...?"

Nada suaranya penuh mengandung rasa kasih dan


sayang yang amat kental, Di bawah bimbingan dua orang
dayang berbaju hijau, gadis itu pelahan-lahan berjalan

515
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

melewati Lim Han-kim menuju ke tempat di mana kakek


berambut putih itu berdiri.

Gadis ini benar-benar seorang nona yang patut


dikasihani Dalam sekilas pandang saja dapat diketahui
bahwa nona ini menjadi lemah lantaran siksaan penyakit.
Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai di bahu dan
diikat dengan selembar kain putih, wajahnya pucat pasi
seperti mayat, sinar matanya agak memudar sedang
bibirnya pucat kehijauan. Langkahnya amat lemah,
seakan-akah sama sekali tak bertenaga.

Tergetar perasaan Lim Han-kim menyaksikan keadaan


gadis itu, tanpa terasa timbul perasaan kasihan yang
mendalam, dia merasa nona yang lemah ini ibarat
lentera yang hampir kehabisan minyak, tenaga sekecil
apa pun setiap saat bisa memadamkan bunga api
kehidupannya .

Dengan penuh kasih sayang kakek berambut putih itu


membelai rambut gadis berbaju putih itu, lalu bisiknya
lagi: "Nak, kembalilah ke dalam kamar Kau tak akan
tahan dengan hembusan angin gunung yang begini
dingin."

Tangannya kelihatan agak gemetar, sinar matanya


pun tak berani ditujukan ke wajah Lim Han-kim,
tampaknya hati kecil orang ini diliputi perasaan takut
yang amat sangat.

516
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Perlu diketahui, bila pada saat ini entah Lim Han-kim


atau Han si-kong melancarkan satu serangan saja, maka
serangan tersebut sudah cukup dipakai untuk membunuh
putrinya yang sangat lemah itu.

Tentu saja kakek berambut putih itu cukup memahami


keadaannya yang sangat berbahaya, ia lebih sadar lagi
tindakan sendiri yang melanggar pcraturan dunia
persilatan ini bisa jadi akan memancing pembalasan
dendam orang lain terhadap putrinya.

Dengan keadaan seperti ini, tak heran kalau perasaan


hati orang tua tersebut benar-benar takut, ngeri
bercampur khawatir

Terdengar gadis berbaju putih itu berkata dengan


lemah: "Ayah tak perlu kuatir, hari ini aku merasa
semangatku sedikit lebih baik, Aku ingin menikmati
keindahan alam...."

Kakek berambut putih itu menghela napas panjang.


"Hari sudah gelap. senja pun telah menyelimuti seluruh
angkasa. Dalam suasana remang-remang begini
bagaimana mungkin kau bisa menikmati keindahan
alam? cepatlah kembali ke kamarmu" Gadis berbaju putih
itu hanya tersenyum, tubuhnya tetap berdiri di tempat
semula. Mendadak Han si-kong berbisik: "saudara cilik,
mari kita pergi"

517
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tanpa membuang tempo, dengan langkah lebar dia


berjalan meninggalkan tempat itu, Lim Han-kim ragu-
ragu sejenak, tapi akhirnya dia mengikuti juga di
belakang Han si-kong untuk segera berlalu dari sana.

Memandang dua orang itu berlalu dari ruangan^ ingin


sekali kakek berambut putih itu turun tangan untuk
menghadang, tapi dia pun kuatir apabila ia terlalu
memojokkan kedua orang itu, maka akibatnya mereka
balas melukai putri kesayangannya.

Dalam suasana begini, terpaksa ia harus menahan


gejolak perasaan hatinya dengan membiarkan dua orang
itu berlalu dari sana.

sepanjang jalan tidak menemukan hadangan apa pun,


dalam waktu singkat kedua orang itu sudah ke luar dari
tebing terjal itu. Waktu itu langit sudah mulai gelap.
beribu bintang bertaburan di udara, membiaskan cahaya
yang amat redup,

Tiba-tiba Han si-kong buka suara, katanya: "Thian-hok


sangjin angkuh, tekebur dan tak pandai bergaul. ia tidak
terhitung seorang manusia berhati mulia, Aku rasa umat
persilatan tidak perlu menaruh hormat kepadanya...."

"Beda dengan kakek berambut putih itu," sela Lim


Han-kim. "la masih belum kehilangan jiwa ksatrianya,
sebab terhadap perbuatannya yang main rebut jelas ia

518
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menunjukkan perasaan malu dan menyesalnya yang


mendalam." Han si-kong tertawa tergelak

"Ha ha ha ha... Kalau tidak kau singgung, hampir saja


aku melupakan persoalan ini. Kau tahu pedang mustika
yang digunakan untuk mematahkan borgol di tangan kita
tadi adalah pedang usus ikan, salah satu dari dua
mustika Thian-lam yang sedang dicari dua manusia aneh
dari Thian-lam, padahal tiga hari lagi mereka akan
datang menyatroni kembali. Aku tak bisa membayangkan
dengan cara apa Thian-hok to-tiang akan memberikan
pertanggungan jawabnya . .? "

Tanpa terasa dibenak Lim Han-kim terbayang pula


pada gadis berbaju putih itu, katanya setelah menghela
napas: "Gadis itupun patut dikasihani, Menderita penyakit
aneh semenjak kecil, tak heran kalau orang tuanya amat
sayang dan memperhatikannya. Kalau dilihat dari rambut
si kakek yang jadi putih karena murung, bisa
dibayangkan betapa beratnya siksaan dan penderitaan
yang dialaminya selama belasan tahun terakhir ini."

"Yaaa, kasihan orang tua yang tidak beruntung


macam ini...." kata Han si-kong sambil tertawa.
Mendadak ia melonjak karena satu ingatan melintas di
dalam be-naknya, terusnya: "saudara cilik, tiba-tiba saja
aku teringat akan satu persoalan."

519
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tindak tanduknya yang sangat mendadak dan di luar


dugaan ini sempat membuat Lim Han-kim tertegun,
tanyanya kemudian dengan kening berkerut: "Soal apa?"

"Usiamu masih muda, terjun ke dalam dunia persilatan


pun belum terlalu lama, tentunya kau belum pernah
mendengar tentang riwayat Gadis Naga berbaju hitam
bukan?"

"Ehmm... aku memang belum pernah mendengar"

"Entah sejak kapan Pedang usus ikan dan tameng


naga langit terjatuh di wilayah Thian-lam sehingga
disebut dua mustika dari Thian-lam, tapi soal kedua
mustika itu kau sudah mengetahui bukan...?"

"Yaa, belum lama kudengar."

"sebetulnya Gadis Naga berbaju hitam yang membawa


kedua pusaka dari Thian-lam itu masuk ke daratan
Tionggoan, Dengan mengandalkan kehebatan dua
mustika itu, secara beruntun dia mengalahkan banyak
sekali jago silat dari Utara maupun selatan sungai besar
hingga namanya menjadi amat termashur. Tapi dengan
semakin mashurnya nama Gadis Naga berbaju hitam,
orang yang mengincar dan ingin mendapatkan kedua
mustika itu pun makin bertambah...."

Tanpa terasa Lim Han-kim teringat kembali


pengalaman pahit yang menimpa diri-nya. Gara-gara

520
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

membawa pil mustika ia mendapat banyak pengalaman


pahit yang harus dialaminya, Tak kuasa lagi ia
menggumam sambil menghela napas panjang: "Bukan
saja benda mustikanya, tapi salah mereka yang rakus
dan ingin memperolehnya..."

Han si-kong tertawa terbahak-bahak, "Ha ha ha ha...


makin besar pohon itu makin banyak angin yang
menerpanya, Makin termashur orang itu makin banyak
pula gangguan yang mesti dihadapi Tapi, berapa banyak
orang yang mampu meninggalkan segala status dan
kedudukan untuk hidup sebagai rakyat biasa? Dengan
mengandalkan kehebatan mustika- mustika itulah Gadis
Naga berbaju hitam malang melintang dalam dunia
persilatan tanpa tandingan. siapa tahu di saat namanya
sedang pada puncaknya, tiba-tiba ia lenyap tak berbekas.
Bisa dibayangkan betapa gemparnya dunia persilatan
lantaran peristiwa itu, namun jejak Gadis Naga berbaju
hitam itu ibarat batu yang tenggelam di dasar samudra,
tiada sedikitpun titik terang yang didapat, otomatis kedua
mustika dari Thian-lam pun turut lenyap tak berbekas
mengikuti hilangnya gadis itu.."

ia berhenti sejenak untuk tertawa tergelak. kemudian


terusnya: "oya... aku lupa mengatakan satu hal
kepadamu, kau tahu Gadis Naga berbaju hitam adalah
seorang perempuan yang berwajah amat cantik,"

521
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan agak tertegun Lim Han-kim berpikir sejenak.


berapa saat kemudian ia baru bertanya: "Jadi orang
persilatan tidak tahu kalau Gadis Naga berbaju hitam
bertanding pedang dengan Thian-hok totiang?"

"Yaa, tak ada yang tahu. Dunia persilatan hanya tahu


kalau Thian-hok totiang berhasil menaklukkan jago
pedang berbaju perlente itu namun tiada seorang pun
yang tahu kalau Gadis Naga berbaju hitam ternyata
bertarung juga dengan Thian-hok totiang, seandainya
dua manusia aneh dari Thian-lam tidak bertanya sendiri
kepada Thian-hok totiang, mungkin aku pun tidak
mengetahui persoalan ini."

Lim Han-kim mendongakkan kepalanya sambil


menghembuskan napas panjang, sementara mulutnya
tetap membungkam.

Han si-kong ikut menghela napas, sambungnya: "Bila


ditinjau dari berbagai peristiwa yang telah berlangsung,
aku mulai curiga dengan sikap pondok Lian-im-lu yang
menolak dikunjungi tamu serta tidak mengadakan
hubungan dengan umat persilatan. Rasa-rasanya hal ini
bukan lantaran ia suka menyendiri..."

"Yaa, aku pun berpendapat demikian," Lim Han-kim


membenarkan "Akupun dapat merasakan bahwa di balik
rumah-rumah gubuk yang tersebar dipuncak bukit itu
tersimpan suatu rahasia yang maha besar."

522
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

" Kini pedang usus ikan telah muncul dipondok Lian-


im-lu, aku pikir tameng naga langit pun pasti sudah
terjatuh pula ke tangan kakek berambut putih itu,
bahkan bisa jadi Gadis Naga berbaju hitam yang telah
lenyap cukup lama pun mungkin...."

Mendadak ia menghentikan pembicaraannya. sambil


memandang langit nan gelap dia menghembuskan napas
panjang.

Dengan kedudukan serta nama besar Thian-hok


totiang dalam dunia persilatan, ia tak berani
sembarangan bicara dan menuduh sebelum berhasil
memperoleh bukti yang jelas.

Agaknya Lim Han-kim sudah mengetahui maksud hati


Han si-kong, sambil menghela napas dan menggelengkan
kepalanya ia berkata: "Walaupun di dalam rumah gubuk
itu tersimpan sesuatu rahasia, tapi sudah pasti bukan
Gadis Naga berbaju hitam, sekalipun sikap Thian-hok
totiang agak angkuh dan takabur, namun ia belum berani
melakukan perbuatan maksiat semacam itu."

"Aaah, kau jangan terlalu percaya dengan raut wajah


seseorang," kata Han si-kong sambil tertawa, "Ketahuilah
orang yang berkelana dalam dunia persilatan kebanyakan
adalah manusia berwajah jujur tapi berhati kejam. Aku
pikir jika Thian-hok totiang tidak mempunyai maksud
lain, dia pastilah seorang manusia berhati laknat...."

523
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mendadak ia sadar kalau tuduhan itu kelewat


gegabah, maka buru-buru ia tutup mulut "Locianpwee..."

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki manusia yang


tergopoh-gopoh berkumandang datang memotong
pembicaraan Lim Han-kim yang belum selesai. Waktu itu
mereka berdua sudah turun dari tebing terjal dan
mendekati rumah gubuk yang menghadang di tengah
jalan itu.

suara langkah manusia yang berkumandang datang itu


berat sekali namun amat cepat Dalam sekejap mata telah
tiba di hadapan mereka berdua.

Ketika Lim Han-kim mengalihkan perhatiannya ke arah


suara tersebut, maka tampaklah dua orang dayang
berkaki besar dengan menggotong sebuah tandu
berwarna hitam sedang berjalan menuju ke arahnya
dengan terburu-buru.

Dalam jalanan setapak yang begitu sempit, Lim Han-


kim harus menyingkir kesamping untuk memberi jalan
lewat buat tandu itu. sebaliknya Han si-kong
mengerutkan dahinya sambil mendengus dingin.

Bukan saja ia tak mau menyingkir, sebaliknya malah


menghadang persis di tengah jalan.

Meskipun dua orang dayang itu berkaki besar dan


berperawakan tinggi besar dan kuat, ternyata gerak gerik

524
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tubuhnya amat lincah dan cepat, selain itu mata nya juga
besar, alisnya tebal, kulit badannya hitam pekat,
Andaikata tidak mengenakan pakaian wanita, mungkin
orang akan sulit untuk membedakanjenis kelamin
mereka.

Tandu berwarna hitam itu mempunyai tirai berwarna


hitam juga, Hal ini membuat orang luar susah untuk
melihat jelas wajah orang yang berada dalam tandu itu.
Tapi kalau dilihat dua orang dayang besar itu menempuh
perjalanan begitu cepat sampai sekujur badannya basah
oleh peluh, jelas mereka sedang mempunyai urusan
penting.

Dengan berdiri di tengah jalan, Han si-kong persis


menghadang jalan lewat tandu hitam itu, sehingga dua
orang dayang berkaki besar itu terpaksa harus berhenti
berlari.

Dengan penuh amarah dayang berkaki besar yang ada


di depan segera menghardik: "Hey, sudah buta
matamu?"

"siapa bilang?" jawab Han si-kong setengah mengejek


"Mataku masih sanggup melihat pemandangan yang ada
beberapa li di sekeliling sini, juga dapat membedakan
mana intan mana permata, malam amat sempurna"

" Kalau matamu belum buta, kenapa tidak cepat


menyingkir dari hadapan kami?"
525
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Aku memang sengaja untuk menghadang"

"Kau sengaja menghadang, kau berniat mencari gara-


gara dengan kami?" seru dayang berkaki besar itu
setelah tertegun sejenak.

Tampaknya Han si-kong sudah mempunyai rencana


yang matang, dengan ketus ia balik bertanya: " Kalian
menyusup ke mari secara sembarangan, tahukah kamu
tempat apakah ini?"

Dayang berkaki besar itu memperhatikan Han si-kong


sekejap. lalu jawabnya: "Tentu saja pondok Lian-im-lu.
Kami datang untuk mencari Thian-hok sangjin"

selama Han si-kong berbicara dengan dua orang


dayang berkaki besar itu, sesungguhnya sorot matanya
yang tajam selalu mengamati tokoh yang berada di balik
tandu hitam itu, tapi sayang tirai di depan tandu amat
tebal sehingga sulit baginya untuk melihat secara jelas,
Maka dengan suara keras serunya: "Hmmm, kalian
anggap berhak untuk berjumpa dengan Thian-hok
totiang?"

Jawaban tersebut kontan saja membuat si dayang


tertegun, Untuk sejenak ia tak tahu apa yang mesti
dijawab sehingga untuk beberapa saat la manya mereka
hanya berdiri mematung.

526
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

orang yang berada di dalam tandu itu benar-benar


tahan uji. ia sama sekali tidak menggubris ataupun
memberikan tanggapannya pada keributan yang tengah
berlangsung.

Padahal tujuan Han si-kong yang terutama adalah


memancing kegusaran orang yang ada dalam tandu itu
sehingga ia bisa menggunakan kesempatan itu untuk
mengetahui siapa gerangan dirinya. siapa sangka orang
yang berada dalam tandu itu sama sekali tidak memberi
tanggapan.

Agaknya Lim Han-kim sudah dapat menduga maksud


tujuan Han si-kong, selain itu dia sendiripun diliputi
perasaan ingin tahu dan ingin melihat siapa kah orang
yang berada dalam tandu, oleh sebab itu tetap berdiam
diri tanpa niat mencegah.

Dayang berkaki besar itu meski memiliki tubuh yang


kekar dan kuat namun reaksinya tidak terlalu cepat dan
otaknya tidak pintar, setelah termenung sampai lama
sekali baru ia menghardik dengan penuh amarah: "Kau
jangan bicara sembarangan, bukan kali ini saja kami
datang kepondok Lian-im lu"

"Ha ha ha.,. Pagi dan sore saja berbeda keadaan,


apalagi bukan pada hari yang sama. Belakangan ini
Thian-hok totiang sudah tidak menerima tamu lagi"

527
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Agaknya dayang berkaki besar itu sudah tak sanggup


menyelesaikan keadaan itu, sambil berpaling tanyanya
kemudian: "Nyonya, katanya Thian-hok totiang sudah
tidak menerima tamu? Apakah kita perlu melanjutkan
perjalanan naik ke atas?"

"Terjang saja" Dari balik tandu berkumandang suara


jawaban seorang wanita.

Dayang berkaki besar itu mengiakan, sambil melotot


ke arah Han si-kong bentaknya: "Minggir kamu"

Dengan suatu gerakan yang amat cepat ia lancarkan


sebuah tendangan maut ke depan. Tendangan itu
meluncur ke muka dengan menimbulkan desingan angin
tajam, jelas kekuatan yang disertakan dalam serangan
tersebut kuatnya bukan alang kepalang.

Han si-kong kuatir terjangan itu berhasil melewati


hadangannya, ia tak berani menyingkir sambil
menyambut datangnya ancaman tersebut dengan sebuah
babatan maut, teriaknya: "Bagus sekali, ingin berkelahi
tampaknya"

Dalam posisi memikul tandu pada bahunya, gerak


gerik dayang berkaki besar itu jadi tidak terlalu lincah. ia
tak sanggup membendung datangnya ancaman tersebut
Dalam keadaan begini, terpaksa ia mundur dua langkah
untuk menghindari ancaman lawan, setelah itu sambil
menurunkan tandunya ke tanah, ia membentak keras
528
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dan menerjang maju ke muka, sebuah pukulan keras


segera dilontarkannya.

Dengan perawakan tubuhnya yang tinggi besar, begitu


terlibat dalam pertarungan, maka gerak geriknya terlihat
persis seorang lelaki, pukulan maupun tendangan yang
dilancarkan semuanya menggunakan aliran keras yang
bertenaga kuat.

setelah menerima sebuah pukulan dan sebuah


tendangannya, Han si-kong mulai sadar bahwa lawannya
tak boleh dipandang enteng. Tenaga dalamnya segera
dihimpun ke dalam telapak tangan dan menyambut
datangnya terjangan itu dtngan keras melawan keras.
"Blaaammm..."

Begitu dua gulung tenaga pukulan itu saling


membentur satu sama lainnya, terjadilah ledakan keras
yang memekikkan telinga.

Akibat dari bentrokan ini, walaupun si dayang berkaki


besar itu berhasil digetarkan oleh serangan Han si-kong
hingga mundur dua langkah, sebaliknya Han si-kong
sendiripun merasakan tubuhnya bergoncang keras,
Dengan perasaan amat kaget pikirnya: "Hebat amat
tenaga pukulan perempuan ini...."

Dayang berkaki besar itu betul-betul pemberani dan


bernyali besar, setelah tertegun sejenak. la kembali
menerjang ke depan. Kaki dan tangannya digunakan
529
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bersama untuk melancarkan serangkaian serangan


gencar.

Jangan dilihat perempuan itu kasar dan bertubuh


kekar, ternyata gerak serangannya sangat beraturan dan
memiliki perubahan yang amat banyak. Di tengah
kegarangan serangannya, tidak hilang ketelitian dan
kelembutan.

Mimpipun Han si-kong tidak menyangka bahwa


dayang berkaki besar yang tampaknya kasar dan bodoh
itu ternyata seorang jagoan yang amat tangguh, Dalam
keadaan begini terpaksa ia harus menghadapinya dengan
sepenuh tenaga.

Dalam waktu singkat kedua orang itu sudah saling


menyerang sebanyak tiga puluh gebrakan lebih, Bukan
saja tanda-tanda kalah tidak tampak, bahkan keteterpun
tidak.

Han si-kong betul-betul panik bercampur penasaran


Hawa murninya segera disalurkan makin hebat,
serangan-serangan yang dilancarkan juga makin lama
makin berat dan hebat.

Belasan gebrakan kemudian dayang berkaki besar itu


mulai keteter. Agaknya ia sadar bahwa kepandaiannya
belum cukup untuk mengungguli lawan, teriaknya keras-
keras: "Adik, cepat maju, aku sudah tak sanggupi"

530
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dayang berkaki besar yang berada di belakang


mengiakan Dengan cepat ia menerjang ke depan dan
melepaskan sebuah pukulan dahsyat dari sisi samping
musuh.

Han si-kong segera keluarkan jurus "Memetik Lima


senar Harpa" untuk membendung datangnya ancaman
tersebut. Menggunakan kesempatan inilah si dayang
yang menyerang duluan tadi cepat-cepat mundur dari
arena dan berdiri terengah-engah.

Dua orang dayang ini bukan cuma dandanannya saja


yang sama, perawakan maupun bentuk badannya hampir
sama, bahkan aliran silat yang dipergunakan juga tak
ber-beda, sama-sama main keras dan sama-sama
ganasnya.

Han si-kong segera mengerahkan seluruh kekuatan


yang dimilikinya untuk melancarkan serangkaian
serangan berantai Dalam waktu singkat ia sudah
melepaskan delapan pukulan dan sepuluh tendangan.

Betul juga, dayang berkaki besar itu mulai terdesak


hebat dan mundur berulang ka1i. Pada saat yang amat
kritis inilah, mendadak dari balik tandu berkumandang
suara bentakan nyaring: "Tahan"

Dayang berkaki besar itu mengiakan dan segera


melompat mundur dari arena, kemudian dengan sekali
lompatan mereka melayang balik ke tepi tandu.
531
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han si-kong tidak berusaha untuk mengejar hanya


sorot matanya dialihkan ke arah tandu itu sementara
diam-diam ia bersiap siaga menghadapi segala
kemungkinan yang tidak diinginkan

Terdengar suara perempuan dalam tandu itu


berkumandang lagi: "siapa kau?"

"Seorang lelaki sejati tak akan berganti nama, aku Han


si-kong"

Kembali perempuan dalam tandu itu tertawa dingin,


"Hmmmm, antara kita berdua tiada ikatan dendam atau
pun sakit hati, kenapa kau menghalangi perjalananku?"

"Dalam hatiku sedang diliputi suatu kecurigaan yang


tak terjawab, aku ingin menyaksikan wajah nyonya."

"Hmmm, menghadang perjalanan orang tanpa sebab


yang jelas, kau tak berbeda dengan kaum perampok.
hati-hati"

Menyusul selesainya perkataan itu, tidak tampak tirai


tandu itu berdesir, tahu-tahu saja sekilas cahaya putih
telah meluncur ke depan dengan luar biasa.

Han si-kong sudah berpengalaman dalam menghadapi


pertempuran pengetahuannya pun sangat luas. Begitu
melihat cahaya putih meluncur tiba, sepasang telapak
tangannya segera disilangkan di depan dada siap
menghadapi segala kemungkinan.
532
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tatkala cahaya putih itu sudah hampir mendekati


tubuhnya, Han si-kong baru menolak sepasang telapak
tangannya ke depan untuk melepaskan sebuah pukulan
dahsyat.

Dari kemampuan silat yang dimiliki dua orang dayang


berkaki besar itu, ia sudah menduga bahwa ilmu silat
yang dimiliki perempuan dalam tandu itu pasti luar biasa
hebatnya. Tak heran kalau dalam serangannya kali ini dia
sertakan segenap tenaga dalam yang dimilikinya.

segulung tenaga pukulan yang maha dahsyat segera


menggulung keluar dari balik telapak tangannya,
meluncur ke muka dan menyongsong datangnya cahaya
putih yang sedang meluncur tiba itu.

Terhadang oleh tenaga pukulan yang dilancarkan Han


si-kong itu, cahaya putih tersebut mendadak terhenti
Hawa pedangnya menyurut dan tahu-tahu muncullah
seorang perempuan berbaju hitam yang memakai cadar
hitam di wajahnya.

Walaupun Han si-kong berhasil membendung


datangnya sergapan orang itu, namun ia sadar di hati
kecilnya bahwa penghadangan tersebut bisa berhasil
lantaran dia telah menggunakan segenap tenaga dalam
yang dimilikinya.

Kenyataannya biar pun serangan tersebut berhasil


terbendung, namun perempuan itu masih tetap bisa
533
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berdiri tenang, Kejadian ini kontan saja membuat hatinya


bergetar keras, Untung pengalamannya cukup matang,
biar kaget tindak tanduknya tak sampai kalut, Tidak
menanti sampai perempuan berbaju hitam itu buka
suara, ia telah menegur lebih dulu: "Jika kulihat dari
dandananmu, kau tentu si Gadis Naga berbaju hitam...
bukan begitu?"

Perempuan berbaju hitam itu merasa tubuhnya agak


bergetar keras, pelan-pelan dia turunkan kembali
pedangnya ke bawah, setelah itu baru bertanya pelan:
"Ada urusan apa kau menghalangiku?" Han si-kong
tertawa terbahak-bahak

"Ha ha ha ha.... Kakak perempuanmu si Nenek Naga


berambut putih sudah puluhan tahun lamanya mencari
jejakmu, bahkan barusan dia masih datang kepondok
Lian-im-lu...."

"Sungguhkah perkataanmu itu?" Tidak sampai Han si-


kong menyelesaikan perkataan nya, perempuan berbaju
hitam itu telah menukas dengan perasaan cemas.
"Selama hidup aku tak pernah berbohong."

"Terima kasih atas petunjukmu," kata perempuan


berbaju hitam itu kemudian sambil mengulapkan
tangannya, ia lalu membalikkan badandan menuju ke
tandunya. "Tunggu sebentar, Nyonya"

534
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Han tayhiap masih ada urusan apa lagi, cepat


katakan," suara perempuan itu berkumandang dari balik
tandu,

"Menurut pandanganku, tujuan kakak perempuan


mencari kau adalah untuk mendapatkan dua mustika dari
Thian-lam."

"Aku sudah tahu."

"Aku ingin mencari tahu nama seseorang"

"siapa?"

"Di atas pondok Lian-im-lu ada seorang kakek


berambut putih yang punya alis mata seperti mata
pedang, boleh aku tahu siapakah orang itu?"

perempuan berbaju hitam itu termenung sampai lama


sekali, kemudian balik bertanya: " Untuk apa kau
menanyakan orang itu? Dan dari mana kau bisa yakin
kalau aku pasti tahu?"

" Karena dia memegang pedang Usus Ikan, satu di


antara dua mustika Thian-lam, maka aku yakin dia pasti
kenal dengan dirimu, Aku menanyakan soal dia bukan
lantaran ada urusan penting, aku cuma kagum dengan
ilmu silatnya."

"oooh... dia adalah suamiku." jawab perempuan itu


kemudian. setelah itu ia mengetuk tandunya memberi

535
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tanda, Dua orang dayang berkaki besar itu segera


mengangkat kembali tandunya dan meneruskan
perjalanan menelusuri jalan setapak,

"Nyonya, bersediakah kau memberitahu nama


suamimu?" teriak Han si-kong keras- keras. Namun
tandu itu sudah berlalu secepat hembusan angin, dalam
waktu singkat bayangannya telah lenyap di balik
tikungan.

Melihat tandu itu sudah menjauh, dengan kening


berkerut Lim Han-kim baru berbisik, "Mari kita pergi"

"Aaaai,.. tak kusangka Gadis Naga berbaju hitam


ternyata benar-benar masih hidup di dunia ini," gumam
Han si-kong,

"Locianpwee, kita sudah diusir orang dari puncak bukit


itu, Kejadian ini memang bukan suatu kejadian penting,
tapi kita sudah kehilangan muka, buat apa kau masih
mencampuri urusan orang lain?" Han si-kong segera
tertawa terbahak-bahak.

"Ha ha ha ha.... saudara cilik, bukan aku si tua hendak


mengajari dirimu, kau masih perlu belajar selama dua
tahun dariku untuk turut terjun dalam sandiwara dunia
persilatan ini. Biarpun setiap orang bisa memerankan
sandiwara yang berbeda, namun intinya sama saja."

536
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim tertawa hambar, "Aku benar-benar tak


paham, apa sesungguhnya hubungan kita dengan Gadis
Naga berbaju hitam?"

"sebelum naik kepondok Lian-im-lu, aku selalu


menganggap Thian-hok sangjin sebagai seorang pendeta
yang suka hidup mengasingkan diri dan tidak senang
mencampuri urusan dunia persilatan, Tapi sekarang,
pandanganku terhadapnya sudah berubah sama sekali.
Pondok Lian-im-lu itu bukan saja sekedar tempat
pertapaan yang sepi dan terpencil sebaliknya justru
merupakan sebuah pusat komando dari suatu organisasi
rahasia, Thian-hok sangjin bisa memencilkan diri dan
tidak mau berhubungan dengan umat persilatan karena
ia ingin menghindari pengawasan orang lain atas dirinya.

Kejadian ini benar-benar sebuah rahasia besar dari


dunia persilatan selama puluhan tahun belakangan ini.
jika rahasia ini sampai terungkap. bukan saja dapat
menggemparkan dunia persilatan bahkan bisa pula
menjadi sangat terkenal Jago-jago di kolong langit baik
dari golongan hitam maupun putih akan menghadapi kita
dengan pandangan berbeda."

"Jadi menurut pendapat Locianpwee, pondok Lian-im-


lu sebuah tempat yang digunakan untuk menghimpun
kekuatan besar serta membentuk suatu organisasi
rahasia?"

537
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han si-kong termenung sampai lama sekali, kemudian


baru ujarnya: "sulit bagiku untuk sampai menyimpulkan
persoalan ini, tapi dalam hatiku memang tersimpan
banyak pertanyaan yang mencurigakan hatiku. Kulihat
Thian-hok sangjin amat lihai dan berotak panjang, segala
tindak tanduk serta perbuatannya susah dibandingkan
dengan orang awam."

setelah angkat wajahnya sambil menghembuskan


napas panjang, sambungnya lebih jauh: "seperti juga
perkumpulan Han si-kong yang selama ini hanya
bergerak di wilayah Im-ciu dan Kui-ciu, siapa yang nyana
bila mereka telah mendirikan pula cabangnya di wilayah
Kanglam serta diam-diam menghimpun banyak jago
utama dari wilayah Kanglam? siapa pula yang menduga
diperkampungan Lak-seng-tong yang tidak ternama
ternyata berdiam seorang tokoh persilatan yang berilmu
tinggi?

siapa pula yang mengira si Gadis Naga berbaju hitam


yang sudah lenyap puluhan tahun, ternyata punya
hubungan dengan Thian-hok sangjin, dan dua mustika
dari Thian-lam yang diimpikan setiap umat persilatan
ternyata muncul di pondok Lian-im-lu, padahal setiap
peristiwa itu saja sudah cukup menggemparkan dunia
persilatan, tapi kenyataannya tidak diketahui siapa pun
dalam dunia persilatan, Aaaai.,. Meskipun aku merasa
banyak persoalan yang mencurigakan dan tidak

538
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

terjawab, namun tak berhasil kutemui sebab-sebab serta


alasan di balik semua itu"

"Bagaimana?" sela Lim Han-kim. "Apakah kau merasa


semua peristiwa ini saling bertahan dan berhubungan
satu sama lain-nya?"

"Aku hanya berpendapat demikian, tapi tidak berhasil


menghubungkan peristiwa yang satu dengan kejadian
yang lain."

Kemudian setelah berhenti sebentar, lanjutnya:


"Berbicara menurut pengalamanku berkelana dalam
dunia persilatan selama puluhan tahun, aku yakin dalam
satu dua hari mendatang, di pondok Lian-im-liu pasti
akan terjadi suatu peristiwa yang sangat mengejutkan
hati. Mungkin saja perubahan besar itu sudah mulai
berlangsung sekarang, Bila kau tak percaya: mari kita
cari suatu tempat yang tersembunyi untuk
menyembunyikan diri dan diam2 menyaksikan
perkembangan di tempat ini"

Agaknya Lim Han-kim mulai tertarik dengan tawaran


Han si-kong itu, setelah termenung berpikir sebentar
sahutnya: "Baiklah, aku akan menuruti perintah Locian-
pwee"

Han si-kong mengalihkan sinar matanya mengawasi


sekeliling tempat ini, sambil menuding kearah sebatang
pohon siong besar yang tumbuh di sebelah selatan dekat
539
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dengan dinding tebing, katanya: "Pohon siong itu sangat


rimbun dan besar, lagi pula strategis letaknya, Dengan
bersembunyi di sana kita dapat mengawasi keadaan di
sekeliling tempat ini dengan sangat jelas."

Dua orang itu segera lari menuju ke pohon siong itu


dan menyembunyikan diri dibalik dedaunan yang rimbun,
Menggunakan kesempatan itu mereka pejamkan mata
sambil mengatur pernapasan.

Waktu itu hari sudah mulai gelap. Rembulan mulai


muncul di langit Timur dan tertutup oleh awan yang
tebal, cahaya bintang berkelap kelip membuat suasana
amat redup, ditambah hembusan angin malam yang
dingin, membuat keadaan di bukit itu amat gelap dan
suram.

Dari balik rumah gubuk yang dibangun di tengah


tikungan jalan setapak itu tiba-tiba terbentik sekilas
cahaya lentera. Biar pun tempat persembunyian kedua
orang itu dengan rumah gubuk tersebut berjarak cukup
jauh, namun di tengah kegelapan malam dan di bawah
cahaya lentera lamat-lamat mereka masih dapat
mengikuti keadaan di dalam rumah gubuk itu dengan
jelas.

setengah berbisik Han si-kong berkata: "saudara cilik,


tampaknya pandangan aku si kakaktua tidak salah, Coba
bayangkan rumah gubuk itu merupakan jalan penting
untuk menuju ke pondok Lian-im-lu. Menurut aturan,
540
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

semestinya mereka sembunyikan dan rahasiakan tempat


ini seketat mungkin, kenapa saat ini mereka justru
pasang lampu di tengah kegelapan malam? jelas ada
maksud- maksud tertentu."

"Ehmmm...." Lim Han-kim manggut-manggut.


"Dugaan Lociancwee memang sangat tepat"

Dengan mengerahkan segenap ketajaman matanya


dia awasi rumah gubuk itu lekat-lekat. Betul juga, dari
dalam rumah gubuk itu terjadi perubahan. sebuah
lentera berwarna merah dikerek naik ke atas sebatang
pohon siong yang tinggi di luar rumah. Di tengah
hembusan angin malam, lentera merah itu kelihatan
bergoncang tiada hentinya.

Menyaksikan semua itu, Han si-kong menghela napas


pelan dan bergumam sendiri "Aaaai... sebuah rahasia
besar yang menggetarkan dunia persilatan segera akan
tersingkap di bawah pandangan mata kita berdua...."

Mendadak Lim Han-kim menarik tangan Han si-kong


seraya berbisik: "Locianpwee, jangan bersuara, ada
orang datang"

Di tengah hembusan angin malam berkumandang


suara langkah kaki manusia yang sangat ringan, lalu
tampak dua sosok bayangan manusia meluncur datang
dengan kecepatan bagaikan anak panah yang terlepas
dari busurnya.
541
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan ketajaman mata Lim Han-kim, ia segera


mengenali dua sosok bayangan tersebut sebagai dua
orang tosu kecil yang membawa pedang, dengan
kecepatan luar biasa mereka meluncur menuju kearah
rumah gubuk itu.

"saudara cilik." Han si-kong segera berbisik "Bila


dugaanku tak salah, mungkin kehadiran dua orang tosu
kecil ini untuk menyelidiki jejak kita berdua."

"Kita berdua belum melalui rumah gubuk itu untuk


turun gunung, Mereka pasti tahu kalau kita bersembunyi
dalam bukit ini, padahal selat sempit ini tidak panjang,
dua sisi pun merupakan tebing terjal, aku rasa tempat
persembunyian kita segera akan ketahuan.

"Menurut pandanganku, mungkin mereka sudah tak


punya banyak waktu lagi untuk mencari jejak kita."

sementara pembicaraan masih berlangsung, lamat-


lamat kedengaran suara ujung baju terh embus angin,
kembali terlihat dua sosok bayangan manusia berkelebat
mendekat. Kembali Lim Han-kim mengalihkan
pandangannya yang tajam, ia jumpai pendatang adalah
seorang tosu kecil berpedang dan seorang gadis
berpakaian ringkas warna hijau.

Gadis itu berusia sebaya dengan Han-gwat tapi gerak


geriknya lebih lincah dan enteng, kecepatan gerak
542
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tubuhnya sangat mengejutkan. Tampaknya ilmu silat


yang dimilikinya jauh lebih hebat daripada ilmu silat yang
dimiliki Han-gwat.

Dua orang itu dengan kecepatan luar biasa melintas


lewat di depan pohon siong di mana Han si-kong dan Lim
Han-kim bersembunyi, langsung menerjang lari masuk ke
dalam rumah gubuk.

"Eeei, kelihatannya mereka bukan lagi menggeledah


jejak kita," bisik Han si-kong lagi. "Hahaha... pertunjukan
kali ini benar-benar menegangkan dan menarik hati. Kita
bakal disuguhi suatu tontonan yang mendebarkan hati."

sementara berbicara, tiga orang tosu kecil dan gadis


berbaju hijau yang masuk ke dalam rumah gubuk tadi
kini muncul kembali dengan senjata terhunus. Mereka
langsung memisahkan diri jadi dua rombongan dan mulai
melakukan pencarian serta penggeledahan yang seksama
di sekitar semak belukar, pepohonan dan balik tebing.

"Locianpwee," Lim Han-kim segera berbisik


"Tampaknya tempat persembunyian kita segera akan
ketahuan dan mereka temukan, lebih baik kita mencari
tempat persembunyian lain.

"Lebar selat ini tak lebih dari dua tombak. Kedua sisi
tebing pun curam dan terjal bagaikan mata pisau, selain
di balik semak belukar, mana ada tempat persembunyian

543
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

lain? jika mereka sampai menemukan tempat


persembunyian kita, terpaksa kita harus munculkan diri."

Waktu itu dua orang tosu kecil telah memeriksa


sampai di bawah pohon siong di mana mereka
menyembunyikan diri

saat itu malam sangat gelap. sinar rembulan tertutup


oleh awan hitam, ditambah lagi pohon siong itu sangat
rimbun, maka walaupun dua orang tosu kecil bersenjata
itu sudah sampai di bawah pohon, mereka tak berhasil
mengetahui jejak kedua orang itu.

Tapi rimbunnya pohon siong telah menimbulkan


kecurigaan dua orang itu, si tosu kecil di sebelah kiri
segera mengambil sebutir batu gunung dan
menyambitkannya ke atas.

Dengan menimbulkan desingan angin tajam, batu


cadas itu melesat ke udara, membelah dedaunan yang
rimbun dan menyambar persis di atas kepala Han Si
kong, menghajar bagian atas tebing terjal.

Sambil menghimpun tenaga murninya Han Si kong


bersiap sedia menghadapi segala kemungklnan yang tak
diinginkan. Dia tutup pernapasannya untuk tidak
memberi tanggapan. Terdengar tosu kecil yang di
sebelah kanan berkata: "Dedaunan pohon siong ini
sangat rimbun dan merupakan tempat persembunylan

544
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

yang sangat tepat coba kau jaga di bawah, aku akan naik
ke atas untuk memeriksa."

BAB 17. Dewi Seratus Racun

Mendengar perkataan itu, Lim Han- kim segera


berpikir: "Biarpun dedaunan pohon siong ini sangat
rimbun, namun luasnya cuma satu kaki. Tidak susah bagi
mereka untuk menemukan jejak kita. Dari pada di-
temukan, lebih baik tampilkan diri saja seCara gagah...."

Baru saja dia hendak melompat ke luar dari tempat


persembunyiannya, mendadak dari kejauhan sana
terdengar suara orang membentak: "Ada di sini...."

Dua orang tosu kecil berpedang yang ada di bawah


pohon segera menyahut dan meluncur ke asal suara tadi.
Memandang dua sosok bayangan itu menjauh, Han Si
kong menghembuskan napas panjang sambil bergumam:
"Berbahaya... sungguh berbahaya... nyaris tempat
persembunyian klta ketahuan...."

Tiba-tiba satu ingatan melintas dalam benaknya,


segera ujarnya lagi: "sungguh aneh, mana mungkin ada
jago tangguh bersembunyi dalam selat sempit ini?"

Lim Han-kim menyingkap dedaunan yang menutupi


tubuhnya dan enjot ke depan, tampak olehnya sesosok
bayangan manusia dengan kecepatan bagaikan
545
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sambaran petir sedang berlarian di selat tersebut,


sementara dua sosok bayangan manusia mengejar dari
belakang.

Tapi sayang jalan di selat itu sempit, dan lagi hanya


terdiri dari satu jalanan saja. Bagaimana pun cepatnya
orang itu berlari, akhirnya pasti akan terhadang juga
oleh para pengejar.

Mungkin orang itu pun sadar kalau ia tak mungkin


melarikan diri lagi. setelah sampai di tempat yang agak
lebar dan datar, ia segera berhenti dan siap menghadapi
musuh.

Dalam waktu singkat para pengejar telah tiba, Dua


bilah pedang dengan membawa kilatan cahaya tajam
langsung menusuk ke muka, saat itu malam semakin
gelap hingga suasana amat redup, walaupun Lim Han-
kim dan Han si-kong memiliki ketajaman mata yang luar
biasa, susah bagi mereka untuk mengikuti jalannya
pertempuran itu dengan seksama.

Tampak tiga sosok bayangan manusia saling mengejar


dan saling bergebrak. Cahaya pedang berkilauan
membelah udara.Bila dilihat situasi pertarungan,
tampaknya pertempuran itu berlangsung amat sengit.

sambil menghela napas Han si-kong berkata: "saudara


cilik, tampaknya ilmu silat yang dimiliki orang itu sangat
tangguh, Hanya anehnya, dalam pertarungan sengit yang
546
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mempertaruhkan nyawa seperti ini, kenapa ia masih


enggan menggunakan senjata?"

Lim Han-kim sendiri pun merasa agak heran, Biasanya


kaum persilatan yang melakukan perjalanan dalam dunia
kangouw, kebanyakan menggembol senjata tajam untuk
persiapan, tapi kali ini ternyata sangat berbeda.

Mendadak dari balik rumah gubuk yang dibangun


persis di tengah jalan setapak itu berkumandang suara
suitan panjang yang amat nyaring, menyusul kemudian
terlihat sebuah lentera merah kembali dikerek naik.

Di tengah kegelapan malam yang mencekam, lentera


merah itu kelihatan luar biasa menyoloknya, juga penuh
diliputi kemisteriusan dan keanehan-

Dua orang tosu kecil yang menyusul ke arena


pertarungan itu pada awainya tidak bermaksud turun
tangan, namun setelah mendengar suitan panjang dan
melihat di-kereknya lentera merah, tiba-tiba saja sambil
memutar pedang mereka menyerbu ke dalam arena.

Han Si-kong segera mendengus dingin, "Hmmmm,


sungguh memalukan, Tak nyana anak buah Thian-hok
totiang hanya kawanan manusia yang mencari
kemenangan dengan mengandalkan jumlah banyak." ia
sudah menaruh kesan jelek terhadap Thian-hok sangjin,
ditambah lagi setelah menyaksikan pelbagai peristiwa
yang penuh diliputi rahasia, menyebabkan ia
547
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berpendapat bahwa Thian-hok Sangjin tak lebih hanya


seorang manusia munafik yang saleh di luar namun keji
di hati kecilnya.

oleh sebab itulah ia menaruh kesan yang buruk pula


terhadap segenap orang yang ada dipondok Lian-im-lu
itu, Ketika melihat mereka mengandalkan jumlah banyak
untuk merebut kemenangan, malahan empat bilah
pedang mengerubuti seseorang yang tidak bersenjata,
timbullah perasaan tidak senang di hati kecilnya.

Di tengah keheningan malam, keempat bilah pedang


itu menciptakan lapisan kabut pedang yang
menggidikkan hati. Mereka kepung musuhnya yang
bertangan kosong itu rapat-rapat.

Berpuluh gebrakan sudah lewat, namun keadaan


masih tetap berimbang, menang kalah sukar ditentukan.

pada saat inilah, orang yang berada di dalam rumah


gubuk itu telah menaikkan lentera merah yang ketiga.

Lim Han-kim sangat keheranan melihat ketiga lentera


merah yang dinaikkan itu, ia tak tahu apa maksud dan
tujuan setiap lentera merah yang dikerek naik itu Ketika
berpaling, ia jumpai Han si-kong sedang pusatkan semua
perhatiannya untuk menyaksikan pertarungan kelima
orang itu, sementara mulutnya mengumpat tiada
habisnya, Melihat itu Lim Han-kim merasa kurang leluasa
untuk mengusik perhatian-nya.
548
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tapi situasi terus berubah, satu peristiwa disusul


peristiwa berikut, Ketika lentera merah ketiga telah
dinaikkan, suara pekikkan panjang sekali lagi
berkumandang, disusul kemudian sederet manusia
muncul dari balik rumah gubuk itu.

Lim Han-kim buru-buru mengerahkan ketajaman


matanya untuk memandang. Lamat- lamat ia saksikan
sebuah tandu berbentuk aneh yang digotong empat
orang telah muncul dari balik kegelapan, di atas tandu itu
agaknya duduk sesosok manusia.

Dari sudut lain kembali muncul beberapa sosok


bayangan hitam yang meluncur datang dengan
keCepatan luar biasa, perubahan yang terjadi sangat
mendadak ini membuat anak muda ini tak dapat berpikir
lebih jauh. Kehadiran masing-masing pihak sungguh
teramat cepat, dalam waktu singkat mereka telah tiba di
sisi arena pertempuran.

orang yang tiba paling duluan adalah tosu berjubah


kuning, dia tak lain adalah Thian-hok sangjin, Begitu
sampai di sisi arena dan melihat situasi pertarungan, ia
segera menghardik nyaring: "Tahan"

Ketiga orang tosu kecil dan gadis berbaju hijau itu


segera mengiakan dan menghentikan serangan, masing-
masing mundur sejauh lima depa dari posisi semula.
Dalam saat itu tandu berbentuk aneh itu sudah berjalan
makin dekat hingga keadaannya nampak lebih jelas,
549
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ketika Lim Han-kim mengamati lebih nyata, hatinya


segera bergetar keras.

Ternyata tandu yang tampak berbentuk aneh dari


kejauhan itu adalah sebuah pembaringan lemas
berbentuk persegi panjang, sedang keempat orang yang
menggotong tak lebih hanya gadis-gadis berperawakan
kecil mungil, Di atas pembaringan lemas itu duduk
seorang perempuan berjubah merah, angin malam yang
berhembus lewat mengibaskan ujung bajunya.

Pada saat itu Thian-hok sangjin telah berada dalam


jarak tujuh delapan depa dari para pendatang, di
belakang tosu itu kelihatan si kakek berambut putih
sedang yang seorang lagi adalah si lelaki setengah umur
berbaju hitam yang berwajah dingin.

orang itu berdiri di samping si kakek berambut putih


dengan pedang terhunus, ia tak lain adalah manusia
dingin yang menghalangi Lim Han-kim berdua naik bukit
baru-baru ini.

Tampak Thian-hok sangjin memberi hormat kepada


perempuan yang ada di tandu tersebut, kemudian sambil
berpaling ke tempat persembunyian Lim Han-kim serta
Han si-kong serunya lantang: "Kalau toh kamu berdua
ingin menonton keramaian ini, kenapa tidak tampilkan
diri"

550
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

suara teriakan itu tidak terlalu keras namun nyaring


dan jelas sekali, setiap patah kata bagaikan palu yang
menggodam telinga Lim Han-kim serta Han si-kong.

Melihat hal ini Lim Han-kim jadi keheranan, segera


bisiknya: "Aneh benar, masa Thian-hok sangjin dapat
menemukan tempat persembunyian kita hanya dalam
sekilas pandangan?"

"Mustahil," Han si-kong menggeleng, "Tapi ia dapat


menduga bahwa kita pasti bersembunyi di atas pohon
cemara ini, di sinilah pentingnya pengetahuan dan
pengalaman dunia persilatan. Ayoh, kita turun saja, toh
tempat persembunyian kita sudah ketahuan, lebih baik
kita muncul secara terang-terangan."

"Ehmm, akupun punya maksud Begitu."

Tanpa membuang waktu lagi mereka melompat turun


dari atas pohon cemara dan menuju ke arena dengan
langkah lebar.

Han si-kong menyusul ketat di belakang Lim Han-kim.


Dengan kecepatan gerak tubuh mereka, hanya dalam
sekejap mata kedua orang itu sudah tiba di sisi Thian-
hok sangjin-

Kakek berambut putih itu berpaling memandang


mereka berdua sekejap. ia seperti hendak mengucapkan
sesuatu namun niat tersebut kemudian diurungkan

551
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara itu awan hitam yang menyelimuti angkasa


telah tersebar oleh hembusan angin kencang, dari balik
awan tersirat selapis cahaya rembulan yang remang-
remang.

Cahaya rembulan menyinari perempuan berbaju


merah yang duduk di tandu, menciptakan seberkas
lukisan yang sangat indah. Di balik kain merah yang
terhembus angin tampak gadis itu, hanya mengenakan
kutang di dadanya serta sebuah gaun pendek sepanjang
lutut, lengannya yang putih mulus serta kakinya yang
telanjang kelihatan menyolok sekali di balik warna merah
pakaiannya.

ia mempunyai rambut panjang sebahu, alis mata


bagaikan semut beriring, hidung yang mancung dan bibir
yang merah merekah, waktu itu dia duduk tak bergerak
dengan mata terpejam

Setelah mendeham beberapa kali Thian-hok Sangjin


baru berkata: "Bila pintu tidak menyambut kedatangan
dewi dari kejauhan, harap dewi suka memaafkan."

Mendadak perempuan berbaju merah itu membuka


matanya, sorot matanya tajam mencorong ke luar
menatap wajah Thian-hok Sangjin lekat-lekat, kemudian
sambil tertawa dingin jengeknya: "He he he he... untung
arwah suhu melindungi sehingga totiang masih hidup
segar bugar di dunia ini."

552
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Thian-hok Sangjin mendongakkan kepalanya tertawa


terbahak-bahak. "Ha ha ha ha... bila aku mati muda,
bukankah sia-sia saja nona menunggu saat selama lima
belas tahun ini...."

Mendadak perempuan berbaju merah itu bertepuk


tangan nyaring, keempat dayang penggotong tandu itu
segera menurunkan tandunya ke atas tanah. Dari balik
kutang-nya perempuan berbaju merah itu mengeluarkan
sepucuk surat, lalu sambil dilemparkan ke depan,
katanya:

"Sebelum menghembuskan napasnya yang


penghabisan, suhu tinggalkan surat ini. Lebih baik kau
baca dulu isi surat tersebut sebelum kita bertempur
habis-habisan."

Thian-hok sangjin menerima surat rahasia itu.


sampulnya dibuka dan dibaca isinya di bawah sinar
rembulan, Tiba-tiba paras mukanya berubah hebat.
setelah menghela napas panjang, katanya: "Aaaai...
gara-gara salah melangkah mengakibatkan terjadinya
peristiwa ini. Aku sungguh menyesal sekali, aku bersedia
menggunakan sisa kehidupanku ini untuk membayar
kesalahan itu...."

Tiba-tiba kakek berambut putih itu merampas surat


rahasia tersebut sambil bertanya: "Apa sih isi surat itu?"

553
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Reaksi Thian-hok sangjin ternyata lebih cepat, ia


menarik tangan kanannya ke belakang lalu buru-buru
menyimpan surat tersebut ke dalam sakunya. setelah itu
sahutnya sambil tertawa getir: "Aaaai... Aku sudah
mendekati liang kubur, mati hidup bukan menjadi
masalah besar lagi bagiku, apalagi kepergianku kali ini
belum tentu harus mati...."

sesudah berhenti sejenak. sambungnya lebih jauh:


"Selama hidup aku tak suka mencari pangkat maupun
nama. Tiada persoalan di dunia ini yang perlu
kurisaukan, satu-satunya masalah yang membuat hatiku
tak lega adalah keempat bocah pencari obat yang sudah
banyak tahun mengikutiku. Aku harap saudara Pek
bersedia merawat mereka,anggap saja sebagai balas
budi hubungan persahabatan kita selama ini."

sepasang mata kakek berambut putih itu melotot


besar, tiba-tiba ia maju dua langkah sambil menghadang
di depan Thian-hok sanjin, Lalu kepada perempuan
berbaju merah itu ujarnya dingin: "Thian-hok lotiang
sudah lama hidup mengasingkan diri, dia sudah tak mau
berkelahi lagi dengan orang lain, Beda dengan aku
seorang awam, tidak sulit bila nona ingin mengajak pergi
saudara Thian-hok, tapi kau mesti kalahkan pedang
mustika Pek Khi-hong dulu"

Mendadak Han si-kong merasa dadanya seperti


dihantam dengan bogem mentah, sekujur tubuhnya

554
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bergetar keras, tak kuasa lagi ia menjerit tertahan:


"Haaah...? Pek Khi-hong...? Pek Khi-hong...?"

"Locianpwee, kau kenal dia?" Dengan keheranan Lim


Han-kim berpaling sambil memandang Han si-kong
sekejap.

"Bukan hanya aku seorang yang kenal dengan tokoh


sangat ternama ini, hampir semua jago kenamaan dalam
dunia persilatan pernah mendengar nama besar itu,
namun yang bisa bertemu dengannya boleh dibilang
sedikit, sedikitnya....,"

sementara itu si perempuan berbaju merah itu telah


berkata dengan suara dingin: "Kau berani maju
menghadang, aku percaya ilmu silatmu tentu luar biasa
hebat-nya"

Tiba-tiba Thian-hok sangjin menghadang jalan maju


Pek Khi-hong, ujarnya dengan serius: "saudara Pek, bila
kau masih ingat dengan hubungan persahabatan kita,
harap kau jangan mencampuri urusanku"

Pek Khi-hong agak tertegun, tapi ia mundur juga ke


samping, Kepada perempuan berbaju merah itu Thian-
hok sangjin segera memberi tanda, serunya: "Mari kita
berangkat." Perempuan berbaju merah itu tertawa.

555
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Semula kuduga pasti akan berlangsung suatu


pertempuran sengit, sungguh tak disangka begini
gampang...."

"Aaaai...." Thian-hok Sangjin menghela napas


panjang, "Aku tak ingin bertarung melawan nona."

Kembali perempuan berbaju merah itu tertawa.

"Kau harus mengerti, nama besar Dewi Seratus Racun


bukan nama kosong, Bila kau tak puas untuk menyerah
dengan Begitu saja, tak ada salahnya jika kita coba-coba
adu kepandaian"

Thian-hok Sangjin segera mengerutkan dahinya, di


balik keseriusan wajahnya terlintas hawa amarah yang
meledak, namun hanya sekejap saja telah pulih kembali
dalam ketenangan, pelan-pelan ujarnya: "Aku siap
menerima semua perintah nona."

"Aku hendak mengenakan seperangkat alat hukuman


ke tubuhmu."

"Aku siap menerima."

Tiba-tiba perempuan berbaju merah itu bersuit


rendah, Dari atas kursi malas berlapis kulit binatang itu
tiba-tiba melesat lewat sekilas cahaya berwarna kuning
yang langsung menerkam ke tubuh Thian-hok Sangjin.
Dengan kening berkerut Lim Han-kim berpikir. "Senjata

556
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

rahasia macam apa itu? Masa dapat merantai orang


secara otomatis?"

Tampak cahaya berwarna keemas-emasan itu


mengelilingi tubuh Thian-hok Sangjin beberapa kali lalu
berhenti dengan sendirinya. Ketika semua orang
memperhatikan dengan lebih seksama, maka terjadilah
kegaduhan, ternyata cahaya keemas-emasan yang
meluncur tadi tak lain adalah seekor ular yang aneh
sekali bentuknya. Besarnya seibu jari, sedang lidah
bercabang duanya berwarna merah menyala.

Saat ini tubuh ular tersebut telah melingkari tubuh


Thian-hok Sanjin dan berhenti pada lehernya, sementara
kepalanya dengan membawa suara desisan ngeri persis
bergerak di hadapan wajah imam tersebut.

Terdengar perempuan berbaju merah itu tertawa


terkekeh-kekeh sambil berkata:

"Ular rantai emasku ini termasuk satu ular paling


beracun di kolong langit. Bukan saja bisanya sangat
mematikan, lagi pula badannya sangat kuat dan tidak
takut ketajaman senjata, jangan coba-coba memenggal
tubuhnya dengan mengandalkan senjata...." Waktu itu
perasaan semua orang sudah diliputi perasaan ngeri dan
seram.

siapa pun tidak menyangka seekor ular ternyata


mampu diperintah oleh perempuan berbaju merah itu
557
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

serta menerkam korbannya sesuai dengan perintah,


Mereka tak habis mengerti sebenarnya dengan Cara
apakah perempuan itu bisa memberi perintah kepada
ujarnya sehingga mau menuruti semua kata dan
perintahnya.

Dalam saat itu awan tebal telah buyar, sinar rembulan


memancarkan sinar dengan terangnya. si Dewi seratus
raCun yang berbaju merah ternyata berwajah Cantik
jelita dengan kulit badan yang putih bersih.

siapa pun tak akan menyangka kalau perempuan


seCantik ini ternyata adalah seorang penjinak ular,
Dengan sepasang biji matanya yang bening perempuan
itu memandang sekejap wajah para jago di sekitar arena,
lalu katanya lagi: "Nah, saudara-saudara sekalian, siapa
di antara kalian tidak puas, boleh saja untuk coba-coba
turun tangan...."

Mendadak ucapannya terputus sedang sinar matanya


berhenti di wajah Lim Han-kim. Anak muda itu tertawa
dingin, pelan-pelan ia melengos kearah lain.

Perempuan berbaju merah itu kelihatan


menggerakkan bibirnya seperti hendak mengucapkan
sesuatu tapi kemudian diurungkan. setelah termenung
sejenak. dengan suara dalam ia baru berkata lagi: "Bila
di antara kalian ingin menggunakan serangan bokongan
untuk melancarkan serangan, jangan salahkan jika ular
rantai emasku berpaling dan memagut Thian-hok
558
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sangjin, Ketahuilah pagutan beracunnya bisa mematikan


korbannya dalam waktu singkat...."

Bicara sampai di situ ia segera melompat naik ke


tandunya dan memberi perintah: "Ayo kita berangkat"

Empat orang dayang berwajah cantik itu segera


menggotong tandu tersebut dan berlalu dari situ, Di
bawah sinar rembulan, terlihatlah di sekeliling tandu itu
mulai bermunculan banyak sekali ular-ular berbentuk
aneh. sambil menjulurkan lidahnya ular-ular itu bergerak
kian ke mari dengan amat menjijikkan.

Menyaksikan semua ini Lim Han-kim merasa sangat


terkesiap. segera ia berseru kepada Han si-kong: "Aneh
betul, tak tersangka di bawah tempat duduknya berlapis
kulit binatang bisa- bermunculan Begitu banyak ular
beracun...."

"Tak sedikit jumlah orang pandai dalam dunia


persilatan, termasuk juga pelbagai kejadian yang aneh-
aneh. Aku rasa kejadian semacam ini tak perlu kau
herankan lagi."

Tampak si Dewi seratus Racun dengan tenang dan


santainya duduk dikelilingi beratus jenis ular beracun,
Kehadiran binatang melata tersebut seakan-akan bukan
gangguan baginya.

559
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Thian-hok sangjin mengikuti di belakang tandu itu


dengan wajah murung, Ular rantai emas yang melilit di
tubuhnya takjauh berbeda bagaikan seutas rantai emas
yang merantai sekujur badannya.

Mendadak Pek Khi-hong mendongakkan kepalanya


sambil menghembuskan napas panja rambut putihnya
kelihatan bergetar keras, tanpa bicara sepatah katapun ia
mengejar dari belakang.

sebetulnya Han si-kong sudah menaruh kesan yang


sangat jelek terhadap Thian-hok sangjin, tapi setelah
menyaksikan peristiwa ini timbul juga perasaan simpati
dan kasihan di hati kecilnya, kepada Lim Han-kim segera
bisiknya lirih: "saudara cilik, mari kita kejar untuk melihat
kejadian selanjutnya.,,."

semua orang yang hadirdi arena tanpa sadar


menggerakkan langkah masing-masing mengejar di
belakang Pek Khi-hong dan menyusul rombongan Dewi
seratus Racun.

sepanjang jalan Lim Han-kim merasa pelbagai


pertanyaan melintas di dalam benaknya, Dia tak habis
mengerti siapa gerangan orang yang dapat memaksa
Thian-hok sangjin menyerah dengan Begitu saja
membiarkan badannya dililit ular beracun dan mengikuti
si Dewi seratus Racun untuk menerima hukuman berat.

560
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba satu ingatan melintas di dalam benaknya, tak


kuasa lagi ia bergumam sendiri: "Aaaah betul, kunci dari
persoalan ini tentu terletak pada surat rahasia yang
diterimanya itu."

"Apa katamu? surat rahasia?" tanya Han si-kong.

"Betul, Thian-hok sangjin bisa menyerah dengan


begitusaja, hal ini pasti ada kanannya dengan isi surat
rahasia itu"

"Ehmmm, betul juga perkataanmu itu." setelah


berpikir sejenak Han si-kong manggut-manggut. "Asal
kita bisa mendapatkan surat rahasia yang disimpan
dalam saku Thian-hok sangjin, tidak sulit bagi kita untuk
memahami rahasia di balik semua peristiwa ini "

sementara pembicaraan berlangsung, mereka sudah


mendekati rumah gubuk di tengah jalan itu, Tampak
seorang lelaki setengah umur berbaju biru yang
memelihara jenggot kambing berdiri di depan gubuk itu
dengan wajah serius. Mukanya berkerut penuh gejolak
emosi dan hawa amarah, diawasinya wajah Dewi seratus
Racun tanpa berkedip.

sebaliknya Dewi seratus Racun sendiri duduk dengan


mata terpejam, sama sekali tak memandang kearah
orang itu sekejap pun, sementara itu keempat orang
dayang-nya menggotong tandu itu lewat dari sisinya
tanpa banyak bicara pula, Ketika lewat hampir saja ular-
561
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ular beracun itu menyerempet tubuh lelaki berbaju biru


itu.

Ternyata manusia berbaju biru itu memiliki


ketenangan yang luar biasa. ia sama sekali tak berusaha
menghindari, memandang pun tidak ular-ular yang
hampir menyentuh wajahnya itu. sinar matanya tertuju
seratus persen pada wajah Thian-hok sangjin yang
berjalan mengikuti di belakang tandu itu.

Bibirnya kelihatan bergetar, akan tetapi tak


kedengaran suara apa pun, cuma dua baris air matanya
saja yang tampak berderai dengan derasnya.

Thian-hok sangjin berhenti sebentar sambil menengok


orang berbaju biru itu, lalu katanya sambil tersenyum:
"Rumah gubug ini sudah membelenggu sepasang kakimu
hampir puluhan tahun lamanya. Kepergianku kali ini
entah sampai kapan baru kembali lagi, kalian pun boleh
pergi meninggalkan tempat ini."

" orang baik selalu dilindungi Thian, Kepergianku kali


ini tentu akan selamat tanpa kekurangan sesuatu apa
pun Jui Lip bersedia jadi budak selama hidup dan siap
menanti kepulangan majikan di rumah gubug ini." Thian-
hok sangjin tertawa pelan.

"Bodoh, tiada perjamuan di dunia ini yang tak akan


bubar. Di dunia pun tak akan ditemukan obat mustika
yang membuat orang panjang umur, Apa lagi
562
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kepergianku kali ini belum tentu mati, meski mungkin


aku tak akan balik ke mari lagi, aku rasa kalian tak perlu
menunggu kepulanganku lagi."

Tiba-tiba Jui Lip menjatuhkan diri berlutut Dengan air


mata bercucuran ujarnya pedih: "selama hayat masih
dikandung badan, aku Jui Lip tak akan duduk berpangku
tangan...."

sambil tertawa Thian-hok sangjin gelengkan kepalanya


berulang kali.

"Kau keliru, Kepergianku kali ini bersumber pada


kerelaanku sendiri, bagaimana mungkin kau malah
mendendam orang lain? Kau pun tak usah punya ingatan
untuk menolong aku sehingga menimbulkan pertikaian
dunia persilatan yang tak berguna. Aaai... Usiaku sudah
mendekati masa senja, sekalipun harus mati juga tak
perlu disesali...."

Mendadak terdengar Dewi seratus racun yang duduk


di atas tandu itu berseru dengan nada ding in: "Ayo,
cepat berangkat."

Pek Khi-hong dengan mata yang melotot merah


membentak pula: "Hmmm, kau anggap ular rantai emas
itu merupakan ancaman yang berbahaya? Bagaimana
kalau mencoba ketajaman pedangku?"

563
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Diiringi suara bentakan nyaring, cahaya pelangi


berwarna kehijau-hijauan membabat ke muka dengan
kecepatan luar biasa. Gerakan tubuhnya sangat cepat
bagaikan sambaran kilat, sekilas menyelinap tampak
selapis cahaya berkilauan mengurung kepala ular rantai
emas tersebut.

Tiba-tiba tampak Thian-hok sangjin miring kan


tubuhnya dengan cepat menyelinap ke muka, lalu sebuah
tendangan dilontarkan menghantam perut Pek Khi-hong.

Melihat datangnya tendangan ini, buru-buru Pek Khi-


hong menarik kembali tubuhnya yang sedang menerjang
maju, setelah mundur lima langkah, dengan pedang
disilangkan di depan dada serunya emosi: "To-heng, kau
benar-benar rela pergi bersama siluman perempuan itu?"

seperti menjawab tapi juga bukan Thian-hok sangjin


berkata: "Dua manusia aneh dari Thian-lam memiliki ilmu
silat yang sangat hebat, Saudara Pek harus
menghadapinya dengan berhati-hati. Paling baik kalau
bisa kau jelaskan persoalan yang sebenarnya sehingga
pertikaian berdarah dapat dihindari...."

setelah berhenti sejenak, kembali ia melanjutkan


"Putri kesayanganmu cantik lagi cerdik, sayang mengidap
penyakit aneh yang parah, semoga Thian maha pengasih
dan memberi jalan bagi saudara Pek untuk mendapatkan
obat mustika secepatnya sehingga kesehatan putrimu
segera sembuh kembali..."
564
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ia mengangkat kepalanya sambil menghela napas


panjang, kemudian sambungnya lebih jauh: "saat ini
kekacauan sudah mulai melanda dunia persilatan Badai
besar segera akan menyelimuti dunia, Meskipun aku
tidak pergi kali ini, rasanya sulit juga bagiku untuk
menentramkan badai itu. Kulihat putrimu yang paling
cocok menjadi juru mudi dalam menentramkan
gelombang ini...."

Dari kejauhan tiba-tiba kedengaran seseorang


berseru: "Empek. tunggu sebentar, keponakan khusus
datang untuk mengantar kepergianmu"

Ketika berpaling tampak sebuah tandu kecil berwarna


hijau yang digotong dua orang dayang sedang berlari
mendekat, Dalam waktu singkat mereka sudah sampai di
depan beberapa orang itu

Tirai tandu segera tersingkap dan muncullah seorang


gadis berbaju putih yang amat lemah, Di bawah cahaya
rembulan tampak gadis itu berjalan dengan tubuh yang
sangat lemah. Warna kulitnya seputih warna bajunya,
gadis itu tampak Begitu lemah sehingga amat
mengibakan hati.

Buru-buru Thian-hok sangjin berseru: "Angin gunung


sangat kencang, keponakan, buat apa kau mesti
menyiksa dirimu sendiri?"

565
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Empek seorang yang bijaksana dan berhati mulia."


kata gadis berbaju putih itu sambil bersandar di bahu
seorang dayang-nya. " Kebesaran jiwamu mengibakan
hati siapa pun- Bila keponakan masih bisa hidup tiga
tahun lagi, aku pasti akan turut menyambut kepulangan
empek...."

sambil tertawa sedih Thian-hok sangjin menggeleng:


"Aaaai.... tampaknya tiada harapan lagi bagiku untuk
bisa terkubur dipondok Lian-im-lu."

"Empek tak usah kuatir, Kau tak usah merisaukan


masa depanmu, siapa sih yang tak kenal dengan dirimu?"

Thian-hok Sangjin merasakan semangatnya berkobar


kembali, ia mendongakkan kepalanya dan tertawa
terbahak-bahak. "Manusia hidup seabad pun bagaikan
impian, yang penting hati kita sebersih cahaya rembulan.
Keponakanku, kau harus baik-baik menjaga diri, aku
harus berangkat sekarang"

Selesai berkata, dengan langkah lebar ia mengejar


rombongan dewi seratus racun"

Memandang bayangan punggung Thian-hok sangjin


yang semakin menjauh, gejolak emosi yang menyelimuti
wajah Pek Khi-hong makin menggelora, tiba-tiba ia
bersuit nyaring dan melakukan pengejaran.

566
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Ayah... tunggu sebentar...." jerit gadis berbaju putih


itu cepat, Dengan tubuhnya yang Begitu lemah, untuk
bicara saja sudah membutuhkan banyak tenaga apa lagi
mesti menjerit keras sekarang, seluruh kekuatan
tubuhnya boleh dibilang habis digunakan, belum habis
ucapan itu ia sudah terbatuk-batuk.

Cepat-cepat Pek Khi-hong menghentikan langkahnya


seraya berseru: "Nak, beristirahatlah di atas tandu, Udara
malam sangat dingin, kau tak bakal tahan-.."

"Ayah, kau penuhilah keinginan empek" bisik gadis


berbaju putih itu sambil memegangi dadanya.

"Nak. tahukah kau empek Thian-hokmu akan pergi ke


mana?"

"Aku tahu, dia hendak pergi ke istana panca racun di


tebing Toan-cong-tay...."

"Tahukah kau istana panca racun adalah tempat


macam apa?"

"Kota neraka yang dipenuhi oleh pelbagai binatang


beracun."

Pek Khi-hong menghela napas panjang.

"Nak. kau belum pernah melakukan perjalanan dalam


dunia persilatan, bagaimana kau bisa mengetahui
persoalan yang amat rahasia ini?"

567
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Sewaktu bermain catur dengan empek Thian-hok.


aku berhasil memenangkan rahasianya itu..." Tiba-tiba
alis matanya berkerut tubuhnya roboh terjengkang ke
belakang...

Dayang kecil berbaju hijau yang berdiri di sampingnya


buru-buru membopong gadis berbaju putih itu dan
dibaringkan ke dalam tandu, setelah itu tandu digotong
dan buru-buru balik kejalanan semula.

Kembali Pek Khi-hong menghela napas panjang, tanpa


banyak bicara lagi ia menyusul di belakang tandu itu.

sepeninggal Pek Khi-hong sekalian, Lim Han-kim baru


berpaling kearah Han si-kong sambil bertanya:
"Locianpwee, kau tahu di mana letak istana panca racun
di tebing Toan-cong-tay itu?"

Han si-kong berpikir seb entar, lalu jawabnya:


"Rasanya pernah kudengar dari penuturan orang lain,
tapi sekarang aku lupa. Aaaai.... pokoknya kejadian
malam ini benar-benar membuat aku bingung dan
pikun."

"Locianpwee, lebih baik kita tak usah mencampuri


urusan orang lain, ayo berangkat"

"Yaaa, mari kita berangkat" Han si-kong mengangguk


sambil menghela napas panjang,

568
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ia pun putar badan meninggalkan tempat tersebut, Di


tengah hembusan angin malam yang dingin, kini tinggal
si orang berbaju biru dan lelaki berbaju hitam saja masih
berdiri bersanding sambil memandang termangu kearah
mana Thian-hok sangjin pergi.

Angin kencang mengibarkan ujung baju mereka,


namun kedua orang itu tetap berdiri seperti patung,
Tidak terdengar helaan napas, tidak pula kelihatan
cucuran air mata, namun kepedihan yang luar biasa
membekas nyata di antara raut wajahnya yang kaku.

Beberapa kali Han si-kong menoleh memandangi


wajah kedua orang itu, lama-lama timbul juga perasaan
iba di hati kecilnya, gumamnya sambil menghela napas:
"Aaaai.... tidak kusangka mereka berdua adalah manusia
yang berperasaan dalam"

Mendadak terdengar helaan napas rendah bergema


memecahkan keheningan, disusul kemudian isak tangis
yang memedihkan hati.

sewaktu Lim Han-kim berpaling, ia jumpai seorang


lelaki berpakaian ringkas sedang berjalan mendekat
sambil tiada hentinya menangis, orang ini tak lain adalah
lelaki yang bertarung melawan beberapa orang tosu kecil
tadi. Terdengar isak tangisnya makin lama makin keras,
seolah-olah dia hendak melampiaskan ke luar seluruh
kemurungan dan kekesalan hatinya.

569
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han si-kong dengan sifatnya yang suka mencampuri


urusan orang menjadi tak tahan setelah menyaksikan
kejadian ini, ia segera berteriak keras- keras:

"Hey, sobat sebagai seorang lelaki sejati kita tak boleh


sembarangan menangis, persoalan apa sih yang
membuat kau merasa Begitu sedih?"

Lelaki berpakaian ringkas itu tidak menggubris,


seakan-akan sama sekali tidak mendengar teguran itu ia
tetap melanjutkan langkahnya, Han si-kong segera
melejit ke udara dan melayang ke hadapan lelaki itu,
sambil menghadang jalan perginya kembali ia menegur:
"Hey sobat, rupanya kau congek?"

Lelaki berpakaian ringkas itu segera membesut air


matanya, lalu sambil mendongak serunya ketus: "Eeeei
tua bangka, siapa kau?"

ia berpaling dengan logat szuchuan yang sangat


kentara, nadanya pun keras dan nyaring,

sambil tersenyum Han si-kong menyahut "Melihat


tangisan anda Begitu memedihkan hati, aku bermaksud
menghibur hatimu."

sebenarnya lelaki itu sudah berhenti menangis, namun


setelah mendengar ucapan Han si-kong itu tiba-tiba saja
ia menangis lagi. Han si-kong segera mengerutkan
dahinya kencang-kencang .

570
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"sobat, bila kau menjumpai persoalan yang


memedihkan hatimu, utarakan saja kepada kami, siapa
tahu kami dapat membantumu untuk meringankan rasa
pedih itu...."

"sebagai seorang lelaki sejati, aku tak pernah pikirkan


masalah mati hidupku, tapi teringat akan Thian-hok
sangjin, hatiku benar-benar amat pedih "

sementara itu Lim Han-kim hanya merisaukan masalah


obat mustika seribu tahun serta keselamatan ciu Huang,
Kalau bisa dia ingin secepatnya kembali ke kuil awan
hijau untuk melihat kejadian yang sesungguhnya, Melihat
Han si-kong kembali akan mencampuri urusan orang lain,
ia merasa sangat tak pUas.

Tapi setelah mendengar lelaki itu mengUngkap bahwa


kesedihannya bertautan dengan masalah Thian-hok
sangjin, timbul juga rasa ingin tahUnya, Tak tahan lagi ia
bertanya: "Kenapa kau bersedih hati untuk Thian-hok
sangjin?"

Lelaki berpakaian ringkas itu menghela napas panjang,


"Demi kesejahteraan dan keselamatan umat persilatan
pada umumnya, ia rela mengantar diri ke istana panca
racun,coba kau bayangkan, bukankah tindakannya ini
sangat mengharukan? Tapi... berapa banyak umat
persilatan di dunia ini yang mengetahui latar belakang
peristiwa ini? Siapa yang tahu bahwa pengorbanan

571
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Thian-hok Sangjin ini sesungguhnya merupakan tindakan


untuk menyelamatkan dunia persilatan dari bencana?"

"ooooh.... kalau Begitu, kau tentu mengetahui latar


belakangnya?"

"Tentu saja aku tahu"

"Bersediakah saudara untuk menjelaskan latar


belakang itu, sehingga mungkin kami pun bisa
membantu anda untuk menanggung sebagian kepedihan
tersebut."

Lelaki berpakaian ringkas itu memperhatikan Lim Han-


kim sekejap, mendadak ia membentak nyaring "Tidak
bisa Sekarang aku tak punya waktu untuk berbinCang
dengan kalian- Ayo cepat minggir"

Tangan kanannya segera diayunkan ke depan


membetot tubuh Lim Han-kim ke samping. Lim Han-kim
menarik perutnya ke belakang, tidak tampak ia menekuk
lututnya, tahu-tahu saja badannya sudah bergeser
mundur sejauh tiga depa.

Han Si-kong segera maju dua langkah menghadang di


depan lelaki itu, tegurnya sambil tertawa dingin:
"Saudara, tanpa sebab kau menyerang orang lain, Kau
tidak merasa perbuatanmu itu kelewat batas?"

Mula-mula lelaki berpakaian ringkas itu tertegun,


menyusul kemudian teriakannya pula dengan marah:
572
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kalau aku mau menyerang, mau apa kamu?" sebuah


pukulan dahsyat kembali dilontarkan

Han Si-kong memutar tangan kanannya membabat


lengan musuh, sementara mulutnya mengumpat:
"Takabur benar orang ini"

Lelaki berpakaian ringkas itu tidak banyak bicara lagi,


pukulannya dilontarkan beruntun Jurus-jurus
ancamannya membawa desingan angin tajam yang
memekik telinga, benar- benar hebat ilmu silat orang ini.

Dalam sekejap mata dua orang itu sudah bertarung


tiga-empat belas gebrakan lebih, Mendadak Han Si-kong
melepaskan satu pukulan lalu menyingkir kesamping, se-
runya: "llmu pukulan saudara kuat dan dahsyat,jarang
kujumpai dalam dunia persilatan Boleh aku tahu apakah
kau adalah satu di antara tiga manusia gagah Juan tiong-
sam-gi yang disebut orang si pukulan baja Ku Hui?"

Lelaki berpakaian ringkas itu tampak tertegun,, "siapa


kau? Dari mana bisa kenali aku?" serunya keheranan-

"Ha ha ha ha.... aku Han si-kong...."

"selamat bertemu, selamat bertemu Rupanya si


monyet tua...." buru-buru si pukulan baja Ku Hui
menjura.

orang ini rada polos dan jujur Begitu berseru ia


barusadar kalau sebutannya rada kurang ajar, mukanya
573
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

jadi merah dan buru-buru kepalanya tertunduk malu.


Han si-kong kembali tertawa tergelak.

"Ha ha ha ha... dalam dunia persilatan, bukan hanya


saudara seorang yang menyebutku si monyet tua. Kau
tak usah persoalkan dalam hati, apalagi antara aku
dengan kedua saudara angkatmu masih terhitung sobat-
sobat lama. Ha ha ha ha.... terus terang, di antara tiga
jago gagah juan tiong-sam-gi, tinggal saudaraku seorang
yang belum pernah kujumpai. Beruntung sekali aku
dapat bertemu denganmu malam ini."

"Akupun sering mendengar kedua saudaraku


membicarakan tentang saudara Han. setelah berjumpa
hari ini, baru kuketahui ternyata kau memang gagah dan
berjiwa terbuka."

"Terima kasih. Terima kasih. saudara Ku, mari


kuperkenalkan seorang jago muda dari dunia persilatan,
Biar masih muda usia namun ilmu silatnya tidak berada
di bawah kepandaian kita." sambil berkata ia menuding
kearah Lim Han-kim.

"ooooh, diakah orangnya?" sela si pukulan baja Ku


Hui.

sambil tertawa hambar Lim Han-kim segera memberi


hormat: "Aku Lim Han-kim hanya bocah kemarin sore.
Harap saudara Ku bersedia memberi petunjuk."

574
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pukulan baja Ku Hui memperhatikan seluruh badan


Lim Han-kim dan atas sampai ke bawah kaki, lalu sambil
menyiapkan tangannya ia berkata: "Tidak berani Bila
saudara Han yang perkenalkan, aku percaya saudara Lim
pasti memiliki ilmu silat yang sangat tinggi."

Lim Han-kim tersenyum, dia segera mengalihkan


pandangannya kekejauhan, memandang rembulan yang
bersinar terang, ia segan banyak debat dengan orang
lain.

Di antara tiga orang gagah Juan-tlong sam-gi, si


pukulan baja Ku Hui menduduki urutan paling akhir
namun wataknyapun paling jelek, la merasa sangat tak
puas telah mendengar Han si-koag memuji seorang
pemuda lemah yang tak ternama di hadapannya, apalagi
sesudah menyaksikan sikap Lim Han-kim yang hambar
dan acuh tak acuh, rasa mendongkol dan gusarnya
semakin menjadi-jadi. sambil tertawa dingin ia segera
berseru:

"Bila aku dapat mempoleh kesempatan untuk


mencoba beberapa jurus pukulan saudara Lim, hatiku
tentu akan merasa puas."

Lim Han-kim memandang orang itu sekejap lalu


menggeleng, "Tak perlu dijajal. Aku percaya
kepandaianku masih belum menandingi kehebatan
anda."
575
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Han si-kong tahu, ilmu silat yang dimiliki Lim Han-kim


sangat hebat dan luar biasa. Dia sadar orang berangasan
macam Ku Hui sudah pasti bukan tandingannya, tapi
setelah melihat sikap lelaki itu yang terus menerus
memojokkan lawan, mendongkol juga si orang tua ini.
Dengan suara keras ia segera berkata: "Tiga orang
gagah dari Juan-tiong masing-masing memiliki ilmu silat
yang sangat tangguh, si Lotoa termasyhur karena
permainan golok sakti delapan penjurunya, si leji
termashur karena pukulan pasir merahnya, sedang
saudara Ku ini terkenal karena sepasang kepalan
bajanya."

Belum habis ucapan itu, Ku Hui telah memotong


sambil melirik Lim Han-kim sekejap: "Bila saudara Lim
bersedia melayani pertarunganku, aku pun bersedia
melayaninya dengan ilmu telapak, bukan ilmu kepalan"

Han si-kong memandang Lim Han-kim tajam-tajam,


lalu katanya dengan suara dalam: "Umat persilatan
memandang nama sebagai hal yang amat penting, oleh
sebab itu banyak sekali jago persilatan yang rela
mempertaruhkan jiwanya untuk mencari nama besar.

Juan-tiong-sam-gi terhitung jagoan ternama dalam


dunia persilatan dewasa ini. Bila saudara Lim bersedia
menghadapi saudara Ku ini bermain bbeerapa jurus,
maka namamu segera akan ternama di wilayah
sepanjang Juan-tiong."

576
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Maksud perkataan itu jelas sekali, ia memberi kepada


Lim Han-kim agar tidak usah mengalah lagi terhadap
manusia berangasan itu.

Pelan-pelan Lim Han-kim mengalihkan sinar matanya


ke wajah Ku Hui, setelah memandangnya berapa saat, ia
berkata: "Berulang kali saudara Ku mendesak aku untuk
melayani permainan anda. Bila aku menampik terus, kau
tentu akan menganggap aku kurang sopan, Baiklah, aku
bersedia melayani permintaanmu itu, cuma sebelum
pertarungan dilangsungkan lebih baik kita sedikit
bertaruh agar permainan ini lebih semarak dan menarik"

Dengan mengandalkan sepasang kepalan bajanya Ku


Hui sudah mengalahkan banyak sekali jago tangguh,
selama puluhan tahun terakhir boleh dibilang ia jarang
menemui musuh tandingan Mendengar tantangan itu
segera katanya: "Aku lebih tua berapa tahun dari
usiamu, lebih baik saudara Lim saja yang mengambil
keputusan entah taruhan apa yang kau kehendaki?"

"Bila aku sampai kalah di tangan saudara Ku, aku rela


memotong tanganku dan selama hidup tak akan
bertarung lagi melawan orang lain^..."

Ku Hui tidak menyangka kalau Lim Han-kim bakal


menggunakan sepasang tangannya sebagai bahan
taruhan- langsung saja ia tertegun "Kau tidak merasa
taruhan itu kelewat berat?" serunya,

577
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Biarpun orang ini sedikit emosi dan berangasan namun


bukan terhitung manusia berhati bengis dan keji, dia
hanya merasa sikap Lim Han-kim kelewat angkuh dan
takabur sehingga dia ingin menghajar pemuda itu dan
bergaya di hadapan Han Si-kong. Lim Han-kim tertawa
hambar, terusnya:

"sebaliknya bila saudara Ku yang kurang beruntung


sehingga kalah di tanganku, aku harap saudara Ku
bersedia membeberkan latar belakang kepergian Thian
hok Sangji istana panca racun entah bagaimana menurut
pendapatmu?"

Waktu itu si kepalan baja Ku Hui yakln kemenangan


pasti berada di pihaknya, maka ujarnya sambil tertawa:
"Saudara Lim, kau tidak merasa dirugikan dengan
taruhan macam ini?"

"Kalau anda mengabulkan mari kita segera mencoba"

"Lebih baik saudara Lim menyerang dulu"

Lim Han-kim tidak mengalah lagi. Tangan kanannya


segera dilepaskan ke muka melancarkan satu pukulan.

Si kepalan baja Ku Hui tidak berkelit maupun


menghindar, dia ayunkan pula telapak tangannya
menyambut serangan lawan dengan keras lawan keras.

Lim Han- kim segera menekuk pergelangan tangan


kanannya ke bawah. Gerak serangannya tiba-tiba
578
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berubah, dari pukulan kini berubah jadi cengkeraman


Sambil memotong dari sisi lengan musuh dia cengkeram
urat nadi pada pergelangan tangan Ku Hui.

Perubahan jurus dilakukan begitu cepatnya membuat


Ku Hui sangat terperanjat Buru-buru tangan kirinya
melepaskan satu babatan kilat, bersamaan waktunya
pergelangan tangan kanannya ditekuk ke bawah untuk
menghindar, Dengan susah payah akhirnya ia berhasil
iuga meloloskan diri dari ancaman maut tersebut.

Lim Han-kim tersenyum Tanpa menarik balik


pergelangan tangan kanannya yang sudah terlanjur
menyodok ke muka, ia melepaskan satu sentilan maut
menghajar urat nadi di pergelangan tangan kiri Ku Hui.

satu gerakan belum habis digunakan, tiga jurus


ancaman telah dilepaskan perubahan dan ancaman itu
betul- betul luar biasa, Dengan perasaan terkesiap Ku
Hui melompat mundur sejauh tiga depa untuk
meloloskan diri dari ancaman tersebut.

sadarlah dia, pemuda ini betul- betul musuh tangguh


yang belum pernah ia jumpai sepanjang hidupnya, ia tak
berani gegabah lagi, sambil memutar lengan kanannya,
dengan jurus "Menggeser Bukit Membalik samudra" ia
lepaskan satu babatan maut ke depan ia tersohor
sebagai kepalan baja, otomatis kesempurnaan ilmu
kepalannya luar biasa. Apalagi serangan itu dilepaskan
dalam keadaan marah, kehebatannya makin menggila,
579
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Belum sampai ujung kepalannya mengenai sasaran,


desingan angin pukulan yang sangat kuat telah
menumbuk tiba.

Diam-diam Lim Han-kim memuji kehebatan lawannya,


pikirnya: "Nama besar si kepalan baja ternyata bukan
nama kosong belaka, Cukup dilihat dari serangannya ini
bisa diketahui tenaga pukulannya betul- betul sangat
hebat...."

Cepat-cepat dia mengegos ke samping untuk


menghindarkan diri dari gempuran dahsyat itu. Melihat
Lim Han-kim tak berani menyambut serangannya dengan
kekerasan lagi, si kepalan baja Ku Hui salah menduga
lawannya telah dibuat pecah nyali oleh kehebatan
pukulannya, maka secara beruntUn ia lepaskan
serangkaian serangan berantai Pukulan yang satu lebih
hebat dari pukulan sebelumnya.

dalam waktu singkat seluruh udara diselimuti desingan


angin pukulan yang menderu-deru dan bayangan
pukulan yang ber- lapis- lapis, Dengan mengandaikan
ilmu gerakan tubuhnya yang enteng dan lincah Lim Han-
kim berkelit terus dari serangan-serangan musuh, di
samping itu dia andaikan ilmu memotong urat untuk
membendung gerak serangan lawan.

Tujuh gebrakan kemudian si kepalan baja Ku Hui


sudah dibuat kalang kabut oleh serangan Lim Han-kim.
otomatis ilmu kepalannya yang maha dahsyatpun tak
580
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mampu dikembangkan lebih jauh, ia merasa setiap kali


serangannya hendak dilontarkan ujung jari musuh selalu
sudah mengancam datang lebih dulu, memaksa dia
untuk mau tak mau merubah gerak serangannya.

Kembali berapa gebrakan berlalu dengan susah payah,


kinipermainan kepalannya betul-betul sudah terbendung
mati oleh ancaman Lim Han-kim sehingga praktis ia tak
sanggup melepaskan ancaman maupun serangan
balasan lagi.

dalam keadaan seperti ini, seandainya Lim Han-kim


berniat mencelakai jiwanya, mungkin sedari tadi ia sudah
terluka oleh ilmu pemotong urat anak muda tersebut.

Bila berhadapan dengan orang lain, setelah terperosok


dalam situasi begini, semestinya ia segera hentikan
serangan dan mengaku kalah, Namun Kui-Hui yang ingin
menang tak mau menyerah dengan begitu saja,
sekalipun permainan kepalannya praktis terkunci mati
oleh ancaman Lim Han-kim. ia segan mengaku kalah.
Dengan susah payah ia bertarung terus habis-habisan.

sepasang alis mata Lim Han-kim mulai berkerut,


pikirnya: "Goblok amat orang ini, tampaknya kalau tidak
diberi sedikit pelajaran, mungkin dia tak akan menyudahi
pertarungan ini secara baik-baik...."

Berpikir begitu, permainannya segera berubah, sambil


memutar tangan kanannya sebuah sentilan maut
581
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dilepaskan. Untung saja Lim Han-kim tidak berniat


mencelakai jiwanya, sehingga dalam sentilan tersebut ia
tidak menggunakan tenaga sepenuhnya.

BAB 18. Menguak Rahasia Di Tepi Hutan.

Biarpun sudah cukup bagi si kepalan baja Ku Hui


untuk menderita kerugian besar, ia merasa urat nadi
pada lengan kanannya terhantam keras-keras, separuh
badannya seketika menjadi kaku, seluruh lengan kanan
itupun tak mau menurutiperintahnya lagi dan terkulai
lemas.

Berhasil dengan pukulannya, Lim Han-kim segera


melompat mundur sejauh empat lima depa dari posisi
semula, Han si-kong kuatir si kepalan baja Ku Hui tak
sanggup menahan rasa mendongkol ini karena
kekalahannya hingga nekad beradu jiwa, buru-buru ia
maju menyongsong dan berseru sambil tertawa
terbahak:

"Ha ha ha ha... kemampuan kalian berdua benar-


benar berimbang. saudara Ku memiliki ilmu ki-na-jiu-hoat
yang hebat..."

sementara itu si kepalan baja Ku Hui berdiri termangu


sambil mengawasi wajah Lim Han-kim tanpa berkedip.
Diam-diam ia salurkan hawa murninya untuk memper-

582
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

lancar peredaran darahnya, sampai lama sekali ia baru


bisa menggerakkan lengan kanannya itu.

Maka sambil menggelengkan kepalanya berulang kali


ujarnya: "llmu silatnya jauh lebih hebat daripada
kepandaianku Aaai....padahal aku harus mengaku kalah
sejak tadi." Lim Han-kim sendiri hanya berdiri serius
tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

si Kepalan baja Ku Hui berpaling memandang Han si-


kong sekejap. kemudian ujarnya lagi: "saudara Han tidak
usah mungkir lagi, Tepat sekali ucapanmu, ilmu silat
yang dimiliki saudara Lim memang sangat hebat dan
jauh di atas kemampuanku "

Tiba-tiba ia merangkap tangannya di depan dada dan


memberi hormat kepada Lim Han-kim. walaupun orang
ini rada bodoh namun ia termasuk polos dan terus
terang, Kalau sebelum bertarung tadi sikapnya angkuh
dan jumawa, maka setelah menderita kekalahan ia
mengakui kekalahannya secara jantan, Nyata sekali apa
yang dipikir dan apa yang dijalankan memang satu arah.

"Tidak berani," sahut Lim Han-kim sambil membalas


hormat "Aku hanya bernasib lebih baik sehingga
beruntung bisa menangkan satu jurus darimu,
Kemenangan macam ini tidak terhitung apa-apa...."

"saudara Lim tidak usah merendah, Ke-kalahan kali ini


benar-benar kekalahan yang ikhlas."
583
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim tersenyum, "Ilmu kepalan saudara Ku


benar-benar kuat dan dahsyat, aku merasa kagum
sekali."

"Terima kasih, terima kasih. ilmu silat saudara Lim


betul- betul luar biasa, kau adalah jago lihai pertama
yang pernah kujumpai selama ini."

"Kalian berdua tak usah saling merendah lagi," sela


Han si-kong kemudian sambil tertawa, "Pepatah kuno
bilang, kalau tidak bertempur maka tak akan saling
mengenal Mari kita cari tempat untuk minum beb erapa
cawan, biar aku yang mentraktir untuk merayakan
perkenalan kalian berdua."

"Di tengah hutan belantara yang begini sepi, ke mana


kita akan mencari rumah makan?" tanya Lim Han-kim.

Ku Hui segera tertawa.

"Selama hidup aku hanya mempunyai satu


kesenangan yaitu arak wangi, ke manapun pergi aku
selalu membawa persediaan satu guci. Hanya sayang kita
tak punya hidangan sebagai teman minum arak."

"Di tengah gunung, paling cocok kalau kita berburu


beberapa ekor binatang liar." usul Han si-kong.
"Kemudian kita bikin api unggun dan memang gang hasil
buruan itu sambil minum arak. Wooow... Pasti nikmat
dan menyenangkan"

584
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Ehm, betul Usul ini memang bagus sekali," seru Ku


Hui. ia celingukan sekejap di sekitar situ, kemudian
meneruskan "Di sebelah sana terdapat hutan belantara
yang cukup luas, mungkin kita bisa peroleh beberapa
ekor buruan di situ."

Ha bis berkata ia berangkat lebih dulu menuju ke


hutan tersebut setelah tiba di tengah hutan, Ku Hui
segera berbungkuk mengambil sebutir batu kemudian
disambitkan ke dalam pepohonan

Diiringi suara desingan tajam, batu itu melesat


menembusi hutan mengejutkan kawanan burung yang
segera beterbangan. Menggunakan kesempatan itulah
Han si-kong mengayunkan tangannya berulang kali,
selapis batu kerikil segera berhamburan ke udara disusul
dengan rontoknya beberapa ekor burung.

Ku Hui segera memburu ke dalam hutan dan muncul


kembali sambil menenteng tiga ekor ayam hutan,
serunya kemudian sambil tertawa: "Ilmu sambitan dari
saudara Han betul- betul luar biasa, biarpun dilepaskan
dalam kegelapan ternyata bisa mengenai sasaran dengan
tepat. Tiga ekor ayam hutan ini cukup buat kita bertiga
isi perut."

"sangat memalukan padahal aku telah melepaskan


enam biji batu gunung tapi nyatanya cuma tiga ekor
burung yang berhasil kujatuhkan, Kalau kejadian ini

585
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sampai tersiar ke luar, tentu kawan-kawan umat


persilatan akan mentertawakan aku."

"Padahal kemampuanmu itu sudah luar biasa,..." kata


Ku Hui.

Mereka bertiga pun masuk ke dalam hutan untuk


mengumpulkan ranting- ranting kering, setelah itu
mereka cari tempat di luar hutan dekat sebuah batu
besar untuk duduk, memasang api unggun dan mulai
bekerja membersihkan ketiga ekor ayam hutan itu.

Kemudian Han si-kong membungkus ketiga ekor ayam


hutan itu dengan lumpur dan dimasUkkan ke dalam api
unggun untuk dibakar, sementara Ku Hui mengeluarkan
sebuah kantung kulit dari sakunya dan berkata sambil
tertawa:

"Di dalam kantung kulit ini masih tersimpan arak


wangi seberat tiga kati, walaupun tidak terlalu banyak
jumlahnya, tapi merupakan arak pilihan berusia di atas
seratus tahun yang cukup bagi kita bertiga untuk minum
sampai mabuk....."

sambil berkata ia membuka penutup kantung kulit itu.


segulung bau arak yang sangat tebal segera menyelimuti
seluruh angkasa dan menusuk penciuman setiap orang.

586
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sambil menelan air liurnya berulang kali, Han si-kong


mengomel: "Waaah.... arak wangi, arak wangi... cukup
dari baunya saja sudah membuat air liurku bercucuran..."

si kepalan baja Ku Hui segera menyodorkan kartung


kulit itu sambil ujarnya: "Di tengah hutan begini tak ada
cawan, Lebih baik kita minum langsung dari kantung,
saudara Han, silahkan minum seteguk dulu untuk
mencicipi bagaimana rasanya arak ini."

Han si-kong tidak menampik lagi, ia sambut kantung


kulit itu dan meminumnya satu tegukan, kemudian
pujinya berulang kali: "Bagus sungguh bagus Benar-
benar arak bagus."

"saudara Lim." kata Ku Hui kemudian sambil berpaling


ke wajah Lim Han-kim. "Bagaimana kalau ikut minum
satu te-gukan?"

"Aku jarang sekali minum arak. tampaknya tak


mungkin bisa mengimbangi kalian berdua."

si kepalan baja Ku Hui tertawa terbahak-bahak.


diambilnya kantung kulit itu dan sekaligus meneguk tiga
tegukan besar. setelah arak masuk perut, gelak tertawa
mereka terdengar makin nyaring, begitu kerasnya suara
tersebut hingga bergema di seluruh bukit.

Tiba-tiba saja Lim Han-kim menangkap di balik suara


tertawa itu terselip nada yang aneh, ketika ia berpaling

587
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tampaklah Ku Hui sudah menangis tersedu-sedu, entah


sejak kapan suara tertawanya ternyata sudah berubah
menjadi isak tangis, Tampak air matanya bercucuran
amat deras, ia menangis dengan amat sedihnya.

Diam-diam Lim Han-kim merasa terkesiap, tanpa


terasa pikirnya: "jangan-jangan orang ini memiliki
penyakit aneh.... Kalau tidak. kenapa sebentar menangis
sebentar tertawa? Apa maksudnya...."

Berbeda dengan Han si-kong yang sudah lama


melakukan perjalanan dalam dunia persilatan sehingga
pengetahuan dan pengalamannya sangat luas. begitu
melihat mimik muka Ku Hui, ia segera tahu kalau dalam
hati kecilnya orang itu sedang, dipenuhi perasaan kesal
yang meluap-luap. hingga setelah meneguk beberapa
tegukan arak tadi, ia tak bisa menahan diri lagi dan
melampiaskan ke luar seluruh gejolak emosinya
Karenanya ia mendeham dulu beberapa kali membuat si
kepalan baja Ku Hui agak sadar "dulu dari pikirannya
yang kabur," setelah itu ujarnya dengan suara keras:

"Saudara Ku, sebenarnya persoalan menyedihkan apa


yang mencekam perasaanmu hingga kau tak bisa
mengendalikan diri? Dapatkah kau memberitahukan
kepadaku?"

si kepalan baja Ku Hui berhenti menangis, sahutnya


sambil menyeka air mata dari wajahnya: "Aku bukan
sedih karena masalah pribadiku."
588
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Lantas saudara Ku bersedih hati untuk siapa?" tanya


Han si-kong keheranan.

"Aku menangis untuk Thian-hok sangjin."

Mendengar persoalan telah kembali ke rel yang


sebenarnya, Lim Han-kim merasa semangatnya berkobar
kembali, cepat dia menyambung: "Di mana sih letak
kelebihan Thian-hok sangjin sehingga pantas bagi
saudara Ku untuk menangisi baginya?"

"Kami tiga orang gagah Juan-tiong-sam-gi sudah


puluhan tahun lamanya malang melintang dalam dunia
persilatan, sepanjang hidup kami hanya dua orang yang
kami kagumi...."

"Dua orang yang mana?"

"Yang satu adalah Thian-hok sangjin, sedang yang lain


adalah si Hakim berwajah besi Ciu Huang pendekar Ciu.
walaupun Ciu tayhiap adalah seorang tokoh yang sangat
dihormati setiap orang, akan tetapi Thian-hok Sangjin
pernah menyelamatkan jiwa kami bertiga. oleh sebab itu
dalam hubungan persahabatan hubungan kami dengan
Thian-hok sangjin terhitung lebih akrab, Kini kami
saksikan dia pergi mengikuti siluman perempuan tersebut
menuju istana racun, tapi tak berdaya menyelamatkan
jiwanya, bagaimana mungkin kami dapat mengendalikan
rasa sedih dan kesal dalam hati kami?"

589
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Thian-hok sangjin sendiri yang rela mengikuti


perempuan tersebut menuju ke istana racun, aku
percaya ia tentu mempunyai perhitungan sendiri yang
matang." Cepat-cepat Ku Hui menggeleng.

"Biar pun aku tak pernah berkunjung ke istana racun,


namun sudah sering mendengar lotoa kami
membincangkan masalah tersebut, Konon tempat itu
adalah sebuah tempat yang amat gersang dan
berbahaya, bukan saja tidak tampak aneka tumbuhan
bahkan dipenuhi pelbagai jenis binatang beracun seperti
kelabang, kalajengking, ular beracun, tawon beracun dan
lain sebagainya.

Pokoknya hampir semua binatang beracun terdapat di


sana, atau dengan perkataan lain, istana beracun itu
dikelilingi oleh beribu-ribu jenis makhluk beracun itu.
Aaaai-... jangan sebut dulu penghuni istana itu, cukup
dilihat istananya saja sudah membuat hati orang
bergidik"

"Benarkah di kolong langit terdapat tempat semacam


ini?" seru Lim Han-kim setengah tak percaya.

"Benar-benar terjadi Malahan lotoa kami


berkesempatan menyaksikan dengan mata kepala
sendiri, jadi tak mungkin salah."

"Di kolong langit yang maha luas, segala keanehan


mungkin teejadi, kita tak boleh tak percaya kalau benar-
590
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

benar ada tempat semacam itu," kata Han Si-kong


menimpali

Berkilat sepasang mata Lim Han-kim. Setelah


memandang Ku Hui sekejap, katanya lagi: "Thian-hok
Sangjin rela mengantar diri ke istana racun. Di balik
tindakannya itu tentu terselip sebab-sebab tertentu. Aku
percaya saudara Ku pasti mengetahuinya bukan?
Bersediakah kau memberitahukan kepada kami berdua?"

Si kepalan baja Ku Hui agak tertegun, "Kalau soal ini...


aku sendiri pun kurang jelas...."

setelah berhentik sejenak, kembali terusnya: "Tapi ada


satu hal yang kuketahui secara pasti, yakni kemauan
Thian-hok sangjin berangkat ke istana racun bukan
disebabkan masalah dendam pribadi, sebaliknya ia justru
berkorban demi keselamatan umat persilatan di seluruh
kolong langit, Coba bayangkan ada berapa orangkah di
dunia ini yang berjiwa sebesar dia?"

Berkerut sepasang alis mata Lim Han-kim, serunya:


"saudara Ku, kalau toh kau tidak mengetahui duduk
persoalan yang sebenarnya, dari mana kau bisa
mengatakan bahwa kepergian Thian-hok sangjin ke
istana racun kali ini adalah demi keselamatan jiwa umat
persilatan di seluruh kolong langit?"

sementara itu ketiga ekor ayam hutan yang dibakar


sudah matang, bau harum mulai tersiar menyengat
591
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

penciuman Han si-kong segera mendongkel ke luar


ayam-ayam itu dari balik api, melepaskan lumpur yang
membungkus di luarnya, membersihkan bulunya dan
merobek robek ayam itu menjadi berapa bagian, bau
harum makin menusuk hidung.

Kakek itu mengambil dua potong ayam dan dibagikan


kepada Ku Hui serta Lim Han-kim, setelah itu diambilnya
lagi sepotong dan langsung digigit, ujarnya kemudian
sambil tertawa: "Ehmmm.... harum nian ayam ini, ayoh
makan dulu sebelum meneruskan pembicaraan"

Waktu itu sesungguhnya Ku Hui sedang terpojok dan


tak mampu menjawab pertanyaan Lim Han-kim,
Tindakan Han si-kong dengan menyodorkan potongan
ayam hutan itu tak lain adalah menyelamatkan dia dari
malu, dan tanpa sungkan disikatnya daging ayam itu
sambil katanya kepada Lim Han-kim: "Lote, mari kita
makan dulu sebelum meneruskan pembicaraan"

Melihat dua orang rekannya makan dengan penuh


kenikmatan, timbul juga rasa lapar Lim Han-kim, maka
tanpa banyak bicara lagi dia pun ikut menyikat daging
ayam itu.

Begitulah, sambil menikmati daging ayam dan


meneguk arak wangi ketiga orang itu melewatkan malam
yang dingin dengan penuh kegembiraan sepanjang
menikmati hidangannya Ku Hui putar otak tiada habisnya

592
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berusaha mencarikan jawaban yang tepat untuk


menghadapi pertanyaan Lim Han-kim tadi.

sebaliknya Lim Han-kim dengan pandangannya yang


tajam mengawasi terus gerak-gerik Ku Hui, membuat
lelaki ini menjadi semakin gelisah dan tak tenang. Pada
dasarnya ia memang agak bodoh sehingga dalam
cemasnya ia semakin tak peroleh jawaban yang lebih
tepat untuk menghadapi pertanyaan orang, sampai habis
seekor ayam, jawaban belum juga ditemukan

Han si-kong yang berpengalaman segera dapat


merasakan kegelisahan rekannya itu dari perubahan
mimik wajahnya, maka dia pun bertanya: "Apakah
saudara Ku sedang menjalankan perintah saudaramu?"

Pertanyaan ini segera menggerakkan otak Ku Hui,


buru-buru sahutnya: "Yaaa, benar, Aku memang sedang
melaksanakan perintah toako..."

Ia berbatuk-batuk sebentar lalu meneguk arak


wanginya, setelah itu melanjutkan. "Aku mendapat
perintah datang ke sini untuk mengawasi gerak-gerik
Thian-hok sangjin, sebentar lagi aku harus pulang untuk
memberi laporan...."

"Kalau begitu saudara Ku benar-benar tidak


mengetahui latar belakang di balik persoalan ini?" tanya
Lim Han-kim.

593
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Si kepalan baja Ku Hui menggaruk-garuk kepalanya


yang tak gatal, sahutnya cepat: "sekalipun aku tidak
mengetahui latar belakang di balik persitiwa ini, namun
tak salah lagi jika kukatakan kepergian Thian-hok sangjin
kali ini ke istana racun adalah demi keselamatan umat
persilatan. Bila saudara Lim ingin mengetahui kejadian
yang sebenarnya, lebih baik kau ikut aku bertemu
dengan toako"

"jadi mesti berangkat ke Juan-tiong?"

"Tidak usah, Kau tak perlu ke Juan-tiong, sebab ketika


berangkat ke mari aku telah berjanji dengan kedua
saudara angkatku untuk bersua di rumah makan Ki-eng-
lo di kota si- ciu."

Rupanya orang kedua dan ketiga dari orang gagah


Juan-tiong adalah orang-orang yang polos dan agak
bodoh, Mereka berangasan dan gampang naik emosi,
hanya lotoa mereka seorang yang cerdik, banyak akal
dan sempurna dalam ilmu sastra maupun ilmu silat.

"saudara Ku, masih berapa lama lagi hari pertemuan


kalian?" tanya Han si-kong kemudian.

"Tidak terlalu lama,.. tidak terlalu lama," jawab Ku Hui


setelah berpikir sebentar. "selewatnya malam ini paling
banter tinggal tiga hari."

594
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kerelaan Thian-hok sangjin mengikuti perempuan itu


menuju ke istana racun benar-benar merupakan kejadian
yang di luar dugaan, Aku percaya sekalipun tindakannya
itu bukan demi menyelamatkan jiwa umat pesilatan di
kolong langit, sudah pasti disebabkan alasan-alasan yang
mengejutkan hati...."

Dia angkat kepalanya memandang rembulan di


angkasa, lalu setelah menghela napas panjang terusnya:
"Perempuan yang duduk di atas tandu itu meski pandai
menggunakan benda beracun, namun mengandalkan
ilmu silat yang dimiliki Thian-hok sangjin serta
kemampuan si kakek dari marga Pek itu sesungguhnya
sudah cukup untuk menandingi kemampuan Dewi
seratus- racun, bahkan mempunyai kesempatan
memenangkan pertarungan itu.

Tapi nyatanya ia rela menyerah dengan begitu saja


dan berangkat ke istana racun secara ikhlas, Di balik
semua kejadian ini tentu terdapat rahasia yang sukar
diutarakan, suatu masalah yang maha penting yang telah
memaksa Thian-hok sangjin menyerahkan diri secara
sukarela."

Lim Han-kim menggerakkan bibirnya seperti hendak


mengatakan sesuatu, tapi niat tersebut diurungkan
kemud ian, Dia mendongakkan kepalanya memandang
rembulan di angkasa dan menghembuskan napas
panjang.

595
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

si kepalan baja Ku Hui melirik Lim Han-kim sekejap.


kemudian ujarnya pula: "saudara Lim tak usah cemas.
Asal kita berangkat ke si-ciu dan menjumpai toakoku,
maka latar belakang peristiwa ini pasti akan segera kau
ketahui, Bukan aku sengaja menyombongkan diri, kecuali
saudara angkatku itu, mungkin di kolong langit sudah
tiada orang kedua yang mengetahui latar belakang
peristiwa itu." Lim Han-kim tersenyum.

"Gara-gara Thian-hok sangjin menyerahkan diri masuk


ke istana racun, saudara Ku telah menangis dengan
begitu sedihnya, Aku pikir hubUngannya dengan kalian
tiga orang gagah dari juan-tiong tentu akrab sekali,
saudara Ku, walaupun kau tidak mengetahui latar
belakang kerelaannya menuju ke istana racun, tentu kau
sangat mengetahui watak serta tabiat Thian-hok sangjin
pada masa hidupnya. Bersediakah kau memberi
penjelasan?"

"Thian-hok sangjin pernah menyelamatkan jiwa kami


tiga orang gagah dariJuan-tiong. Andaikata ia tidak
tampilkan diri untuk menolong, mungkin dalam dunia
persilatan saat ini sudah tiada nama Juan-tiong-sam-gi
lagi...."

Tampaknya ia harus bersusah payah untuk


mengungkapkan beberapa patah kata itu. Selesai bicara
ia terbatuk-batuk berapa saat, akhirnya setelah meneguk
beberapa tegukan arak, baru ia meneruskan: "saudara

596
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim, terus terang saja kukatakan, terhadap akal muslihat


segala macam aku benar-benar tidak mengerti bahkan
memahaminya, sehingga gara-gara ini beberapa orang
sahabat karibku dalam dunia persilatan memanggilku
sebagai si kepalan baja berhati batu. Berbeda sekali
dengan lotoaku itu, dia berpengalaman pintar, banyak
akal dan tahu membaca keadaan, sehingga selama ini
semua tindak-tanduk kami selalu diatur oleh lotoa kami
itu."

Walaupun Lim Han-kim baru terjun ke dalam dunia


persilatan, namun rasa ingin tahunya telah terpancing
oleh pelbagai kejadian aneh dalam dunia persilatan ini.
setelah menghela napas panjang katanya: "Aaai....
seandainya aku tak ingin buru-buru kembali ke kota Kim-
leng, aku betul- betul ingin mengikuti jejak Thian-hok
sangjin dengan mengunjungi istana racun di tempat
gersang itu" Berbicara sampai di sini, dia pun bangkit
berdiri

"Bagaimana? saudara Lim hendak pergi?" tegur Ku


Hui.

"Yaa, aku masih ada urusan penting yang mesti


segera diselesaikan sekarang juga aku hendak pulang ke
kota Kim-leng"

Ku Hui segera menjura.

597
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Bila saudara Lim tidak keberatan, bila kebetulan lewat


diJuan-tiong, jangan lupa mampir ke rumahku."

"Terima kasih juga untuk arak wangimu malam ini."


sahut Lim Han-kim sambil balas memberi hormat.

selesai bicara ia balik badan dan berlalu dengan


langkah lebar, Buru-buru Han si-kong memberi hormat
pula kepada Ku Hui seraya berkata: "Sekarang Thian-hok
sangjin telah berangkat ke istana racun, aku rasa
saudara Ku juga tak perlu berdiam lebih lama lagi di sini,
Lebih baik cepat-cepat temui kakakmu agar rencana
pertolongan segera disusun, Aku percaya kakakmu yang
cerdik pasti punya rencana yang jitu. Aduh, aku pun
hendak mohon diri juga."

"Kalian berdua baik-baiklah menjaga diri dijalan, Aku


tidak mengantar lebih jauh."

sambil tertawa Han si-kong mengulapkan tangannya


lalu segera melakukan perjalanan, Dalam sekejap mata ia
sudah berada puluhan kaki jauhnya menyusul di sisi Lim
Han-kim.

"Lote." bisiknya kemudian. " Hendak ke mana kita?"


Lim Han-kim menghela napas panjang,

"Aaai... meskipun persoalannya sudah agak terlambat,


namun aku tak bisa tidak mesti mengerahkan segenap

598
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tenaga dan pikiran yang kumiliki untuk menemukan


kembali obat jinsom berusia seribu tahun itu."

"Bagus sekali, Aku juga hendak balik kepesanggrahan


Tho-hoa-kit untuk membuat perhitungan dengan Lik-ling
si budak busuk itu."

Lim Han-kim tertawa sedih.

"Kepergian kita kali ini meski bisa temukan Lik-ling dan


merampas balik obat jinsom berusia seribu tahun itu,
mungkin tidak ada waktu lagi untuk menyelamatkan jiwa
Ciu tayhiap, Aaaai,., sebelum meninggalkan rumah, ibuku
sudah wanti-wanti berulang kali, ia bilang obat jinsom itu
punya pengaruh yang sangat besar dengan keselamatan
seseorang, tak nyana aku telah menghilangkannya
sehingga mengakibatkan jiwa Ciu tayhiap terancam,
Aaaai, entah bagaimana aku mesti memberi laporan
kepada ibuku nanti."

"Lote, kau tak usah kelewat menyesali diri sendiri,"


bujuk Han si-kong sambil menghela napas pula, "Perlu
diketahui, seorang jago yang melakukan perjalanan
dalam dunia persilatan, mati hidup sukar di-duga,
sebaliknya Ciu tayhiap sudah puluhan tahun lamanya
tersohor dalam dunia persilatan, setiap umat persilatan
yang menyinggung tentang dia, ada yang
menghormatinya seperti dewa tapi ada juga yang
bencinya sampai merasuk tulang.

599
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ada sementara orang yang menguatirkan


keselamatanjiwanya dan selalu mohon kepada Thian
agar melindungi jiwanya, tapi tidak sedikit yang
mengutuk dan menyumpahi-nya. Bila seseorang telah
berada dalam situasi macam begini, mati atau hidup
memang sama-sama susahnya...."

setelah berhenti sebentar, tiba-tiba ia seperti teringat


dengan suatu persoalan yang sangat penting, kembali
lanjutnya: "Lote, maaf jika aku banyak bertanya. Apa sih
hubunganmu dengan Ciu tayhiap itu sehingga kau
bersedia mempertaruhkan jiwa untuk menghantarkan
obat mustika itu untuknya?"

Lim Han-kim menggelengkan kepalanya berulang kali.

"Aku sendiri pun kurang jelas," sahut-nya. "Yang


kuketahui hanyalah melaksanakan perintah dari ibuku."

"ooooh... rupanya begitu" Han Si-kong manggut-


manggut, dia pun mengalihkan pokok pembicaraan ke
soal lain, "Kalau begitu kepergian lote kali ini merupakan
perjalanan perdanamu mengarungi dunia persilatan?"

"Tepat sekali, Aaaai... seandainya aku memiliki sedikit


saja pengalaman dalam dunia persilatan, tak nanti aku
sampai dipecundangi Han-gwat si budak kecil itu
sehingga obat mustikaku tercuri."

600
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Setahuku, obat mustika yang ada di dunia saat ini tak


satu pun yang bisa menangkan obat Jinsom seribu tahun
hasil racikan si dewa Jinsom Phang Thian-hua, boleh aku
tahu apakah jinsom seribu tahunmu itu merupakan hasil
racikan dari Phang Thian-hua?"

"Walaupun aku kurang begitu mengerti tentang


keadaan yang sesungguhnya, namun berdasarkan
analisaku, pil jinsom berusia seribu tahun itu memang
benar-benar hasil racikan dari Phang Thian-hua.
Semisalnya obat itu bisa diperoleh secara gampang, tak
nanti ibuku akan berpesan berulang kali serta
mengirimku sendiri untuk menempuh perjalanan jauh . "

Han Si-kong angkat kepalanya memandang rembulan


dan bintang yang bertaburan di angkasa, setelah itu
bisiknya:

"Sementara menempuh perjalanan, baiklah aku


beritahu sedikit tentang pengetahuan dunia persilatan
kepadamu, agar di kemudian hari bila bertemu dengan
jago tangguh, kau sudah mempunyai persiapan yang
matang"

"Terima kasih atas kesediaanmu, Aku siap


mendengarkan."

Han si-kong mendehem beberapa kali untuk


memperlancar tenggorokannya, setelah itu baru ujarnya:

601
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Dalam dunia persilatan saat ini, terlepas dari


kesembilan partai besar, orang yang memiliki kedudukan
dan nama paling tinggi adalah Ciu tayhiap Ciu Huang,
Thiang-hok sangjin, si dewa jinsom Phang Thian-hua dan
Datuk sepuluh penjuru Siang Lam-ciau. Tapi keempat
orang itu jarang sekali saling berhubungan nama yang
diperoleh pun berbeda.

seperti Thian-hok sangjin, ia jarang sekali bergerak


dalam dunia persilatan sehingga tidak banyak jago silat
angkatan muda yang mengetahui nama besarnya,
sebaliknya Ciu Huang Ciu tayhiap ibarat naga sakti yang
tampak kepalanya tak tampak ekomya, sebentar muncul
sebentar menghilang,jejaknya sukar diikuti lagi pula tidak
senang mencampuri urusan orang lain-

Di antara keempat orang itu, dialah terhitung jago


yang paling banyak membunuh orang, tapi namanya
juga paling termashur sehingga ada sementara orang
memandangnya sebagai Buddha penyelamat kehidupan,
tapi ada pula yang menganggapnya sebagai duri dalam
daging...."

Mendadak satu ingatan melintas dalam benak Lim


Han-kim, diam-diam pikirnya di dalam hati: "orang ini
kecuali berwatak agak berangasan sesungguhnya tak
hilang sifat adil dan jujurnya, Kalau diingat bagaimana
ibuku memerintahkan aku untuk menempuh perjalanan
jauh, lalu suhu mengambil resiko sampai terluka parah

602
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

gara-gara sebotol pil jinsom seribu tahun dan kejadian-


kejadian lain, rasanya semua peristiwa ini di luar
kebiasaan, Tentu antara aku dengan ciu Huang
mempunyai kaitan hubungan yang amat besar, atau bisa
juga dia adalah sahabat karib suhuku... Yaa, kenapa
tidak kugunakan kesempatan ini untuk menyelidiki
wataknya?"

Berpikir sampai disitu, iapun bertanya: "Locianpwee


mempunyai pengetahuan yang amat luas. Tentang kaum
persilatan pun Locianpwee memahami bagaikan melihat
jari tangan sendiri Bersediakah kau memberikan
tanggapan tentang watak serta tabiat Ciu tayhiap. Ciu
Huang?"

"llmu silatnya maha sakti, orangnya jujur, adil dan


tidak berat sebelah, Paling senang mencampuri urusan
dunia yang tak adil, sehingga karena kebiasaannya itulah
ia dipanggil orang sebagai Hakim sakti,"

"Kalau begitu dia adalah seorang tokoh yang baik


sekali?"

"Yaa, dia adalah seorang pendekar besar yang pantas


dihormati semua orang memanggilnya Ciu tayhiap dan
tak ada yang memanggil namanya, dari sini bisa
disimpulkan betapa hormatnya umat persilatan
terhadapnya."

603
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Lantas bagaimana pula dengan tabiat si Dewa jinsom


Phang Thian-hua?"

"Phang Thian-hua seorang jago yang senang


menyendiri sepanjang hidupnya ia amat jarang
melakukan perjalanan dalam dunia persilatan, tapi
kecerdasan serta kehebatan ilmu silatnya merupakan
orang paling top dalam seratus tahun belakangan ini.
Bukan cuma paham ilmu pengobatan dan pertabiban
bahkan dia pun menguasai ilmu tanah dan bangunan
perkampungan Pit-tim-san-ceng yang dibangunnya
penuh dilengkapi aneka alat rahasia yang memiliki
perubahan tak terduga.

Walaupun hanya rerumputan atau pepohonan,


semuanya mengandung hawa pembunuhan yang
mengerikan selama puluhan tahun terakhir ini belum
pernah kudengar ada jago silat yang berhasil masuk
keluar dari perkampungan Pit-tim-san-ceng dengan
selamat tanpa seijin Phang Thian-hua."

"Aaah... pernah kah Locianpwee mengunjungi tempat


itu?"

"Aku hanya pernah mendengar cerita yang beredar


dalam dunia persilatan, sedang diriku pribadi belum
pernah mengunjungi perkampungan itu."

"Phang Thian-hua memiliki kepandaian yang luar


biasa, dapat membangun bangunan yang penuh dengan
604
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

alat rahasia, menguasai ilmu pertabiban dan obat-


obatan, Kehebatannya tiada tandingan, tapi bagaimana
jika ilmu silatnya dibandingkan dengan kemampuan ciu
tayhiap?"

"Waah... kalau soal ini... kalau soal ini..." Han si-kong


agak gelagapan, tapi sesudah mendehem beberapa kali,
terusnya: "ilmu silat yang dimiliki kedua orang ini telah
mencapai puncak kesempurnaan. Kalau kedua orang itu
tidak saling berhadapan dan melakukan - duel, rasanya
sulit bagi kita orang awam untuk menentukan siapa yang
lebih mengungguli siapa...."

"Kalau menurut pandangan Locianpwee pribadi?"

"Kalau lote tetap ingin tahu, aku hanya bisa


mengatakan kepandaian mereka berimbang."

Tampaknya Lim Han-kim sudah terpancing oleh rasa


ingin tahunya setelah mendengar penuturan Han si-kong
yang panjang lebar tentang dunia persilatan, Kini, tak
tertahan lagi ia bertanya lebih lanjut: "siapa pula tokoh
silat yang disebut Datuk sepuluh penjuru siang Lam-ciau?
Kenapa namanya bisa disejajarkan dengan si dewa
jinsom Phang Thian-hua, Ciu tayhiap serta Thian-hok
sangjin?"

"Bila kita harus membedakan mereka menurut


tingkatan dalam dunia persilatan semestinya kedudukan

605
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

siang Lam-ciau masih setingkat lebih tinggi bila


dibandingkan dengan ciu tayhiap atau Phang Thian-hua."

"Apakah Datuk sepuluh penjuru masih hidup segar


bugar dalam dunia persilatan hingga detik ini?" desak
Lim Han-kim.

"Waaah.... kalau soal itu aku kurang jelas, ia sudah


bertahun-tahun tak pernah memUnculkan diri dalam
dunia persilatan sedang jagoan yang benar-benar pernah
bersua dengannya juga sangat sedikit, Tapi anehnya
setiap jangka waktu tertentu, dalam dunia persilatan
selalu muncul surat hasil tulisannya yang berisikan
ramalan-ramalan yang mengejutkan bahkan ramalannya
selalu tersebar dengan cepat dalam dunia persilatan,
Walaupun tidak selalu tersebar luas sampai utara
maupun selatan sungai besar, tapi sudah pasti
menggetarkan suatu wilayah tertentu."

"Apakah ramalannya selalu tepat?" tanya Lim Han-kim


keheranan

"Yaa, tepat sekali, tak satu pun ramalannya yang


meleset."

"Bila apa yang Locianpwee katakan benar, bukankah


kemampuannya sudah melebihi dewa?" seru Lim Han-
kim dengan nada penuh ragu. Han si-kong segera
tertawa terbahak-bahak

606
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Hahahaha... lote, kau tak usah banyak pikir lagi,


tentang masalah tersebut selama puluhan tahun terakhir
ini sudah begitu banyak orang yang menaruh rasa ragu
dan curiga, malahan ada yang membuang banyak tenaga
untuk menyelidiki palsu aslinya tulisan itu. Ada pula yang
mengembara sampai ke ujung dunia untuk menyelidiki
jejak si Datuk sepuluh penjuru siang Lam-ciau, tapi
akhirnya tak seorang pun yang berhasil mengungkap
teka teki ini.

Apakah siang Lam-ciau masih hidup di dunia ini atau


tidak juga tidak diketahui orang, apalagi asli tidaknya
surat ramalan tersebut memang tulisan siang Lam-ciau
atau bukan, hingga kini tetap merupakan tanda tanya
besar, Rahasia yang penuh diliputi misterius ini membuat
siapa saja tak habis mengerti.

Tapi dengan berlalunya sang waktu, daya tarik umat


persilatan terhadap persoalan ini pun makin surut.
Menurut pendapatku, rahasia tersebut mungkin tetap
akan menjadi teka-teki hingga akhir jaman, tak seorang
pun yang bisa menebak secara tepat apakah siang Lam-
ciau masih hidup di dunia ini atau tidak."

Pelbagai pertanyaan segera berkecamuk dalam benak


Lim Han-kim, taktahan ia bertanya lagi: "Masa di kolong
langit tak ada ahli tulisan yang bisa membedakan asli
tidaknya surat itu hasil karya siang Lam-ciau atau
bukan?"

607
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Yaaa, justru di sinilah letak keanehan tersebut."

"Apakah Locianpwee dapat menjelaskan?"

"Untuk menentukan asli tidaknya tulisan itu, umat


persilatan di seluruh kolong langit pernah berkumpul di
loteng oi-hokslo, bahkan dari segala pelosok negeri
dikumpulkan hasil karya siang Lam-ciau sebagai bahan
perbandingan, Lalu diundang pula dua belas orang ahli
tulisan untuk men-cocokan tulisan dalam surat ramalan
itu dengan hasil- hasil karyanya yang telah ada, namun
usaha tersebut tak pernah berhasil menentukan
kesimpulan...."

"Kalau begitu kita bisa simpulkan tulisan dalam surat


ramalan itu memang hasil karya siang Lam-ciau pribadi?"

"Tapi setiap jago yang hadir dalam pertemuan itu


tidak percaya kalau beliau masih hidup di kolong langit"

"Aaaai... kalau begitu aneh sekali," ucap Lim Han-kim


sambi mendongakkan kepalanya dan menghela napas
panjang.

"Lote, lebih baik kau lupakan saja persoalan ini untuk


sementara waktu. selama puluhan tahun sudah begitu
banyak jago peras otak dan tenaga untuk memecahkan
rahasia ini namun gagal, apalagi dengan kemampuan kau
seorang."

608
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Menurut perasaanku, tampaknya di balik teka teki ini


terkandung suatu rahasia besar yang dapat
menggetarkan seluruh umat persilatan."

"Tepat sekali," sahut Han si-kong sambil tertawa,


"Tapi sehari rahasia itu belum terungkap. orang yang
tidak percayapun harus mempercayainya."

"Menurutku belasan orang yang ahli dalam ilmu tulisan


pun tak bisa membedakan asli tidaknya tulisan dalam
surat ramalan itu, aku yakin tulisan itu tentu bukan hasil
karya orang lain. Bisa jadi benar-benar hasil karya siang
Lam-jau pribadi."

"Darimana kau bisa tahu?" tanya han si-kong sambil


gelengkan kepalanya dan tertawa.

"Aaaah, aku hanya berbicara menurut apa yang


kudengar, belum tentu dugaanku benar. Di tahun-tahun
pertama penyelidikan peristiwa ini memang
menggemparkan dunia persilatan.

Tak sedikit jago persilatan turut campur. Namun


setelah dilakukan penyelidikan selama puluhan tahun
tanpa berhasil menemukan sesuatu keterangan,
persoalan pun jadi memudar sendiri, Meski nama siang
Lam-ciau masih beredar dalam dunia kangouw namun
mati hidupnya sudah tidak menjadi perhatian orang lagi.

609
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Yang menjadi pusat perhatian justru surat ramalannya


yang beredar dalam dunia persilatan sebab selama
puluhan tahun setiap ramalannya tak ada yang meleset.
semua kejadian nyata benar-benar terjadi, oleh karena
itu surat ramalan itu sudah menjadi panutan umat silat.
Begitu tersiar setiap jago pasti mengetahuinya. Lim Han-
kim menghela napas panjang.

"Aaai... Dunia benar-benar telah berubah. Hanya


berdasarkan beberapa tulisan dari orang yang mati
hidupnya tidak ketahuan saja sudah cukup
menggemparkan dunia persilatan. Kejadian ini benar-
benar suatu peristiwa yang memedihkan hati." Han si-
kong tertawa terbahak-bahak.

"Ha ha ha ha... saudara cilik, kita tak perlu risau gara-


gara persoalan itu, sudah puluhan tahun persoalan itu
menggemparkan dunia namun tak pernah tuntas.
Dengan andalkan kemampuan kita berdua mana
mungkin rahasia besar ini bisa terpecahkan?"

Lim Han-kim menghela napas panjang dan tidak


berbicara lagi, mendadak ia percepat langkahnya
meneruskan perjalanan. semalaman mereka melakukan
perjalanan. Ketika fajar mulai menyingsing mereka sudah
menempuh perjalanan sejauh seratus lie lebih.

Tiba-tiba Han si-kong menghentikan langkahnya


sambil berseru: "saudara cilik, kita harus beristirahat
dulu."
610
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Keinginanku untuk pulang sekarang bagaikan anak


panah di atas busur, kalau bisa aku ingin punya sayap
dan terbang kembali."

"Aaai... saudara cilik, buat apa kau tergesa-gesa?


sekalipun kita sudah mendapatkan pil mustika seribu
tahun itu sekarang, belum tentu sempat menyelamatkan
jiwa ciu tayhiap."

Lim Han-kim menghela napas sedih, ia bungkam diri


Begitulah, setelah beristirahat sejenak kembali mereka
berdua meneruskan perjalanan.

Han si-kong sudah lama berkelana dalam dunia


persilatan ia sangat hapal dengan jalanan di sekitar situ.
Dengan andalkan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki
kedua orang itu, perjalanan dapat ditempuh lebih cepat
lagi, Menjelang matahari terbenam, mereka telah tiba di
kuil awan hijau di bukit Ciong-san-

Tampak seorang gadis berbaju hijau yang


menggembol pedang dipunggungnya datang
menyongsong, dalam sekejap mata ia sudah tiba di
hadapan kedua orang itu

"Berhenti" terdengar gadis itu membentak nyaring.

Lim Han-kim berpaling, ia segera kenali orang itu


sebagai adik misan Li Bun-yang dari bukit Hong-san,
cepat- cepat sapanya sambil menjura: "Nona"

611
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Aaaah Rupanya kau sudah pulang" Gadis berbaju


hijau itu berseru keheranan.

Mendadak wajahnya berubah amat serius, tegurnya


lagi dingin. "Diam-diam kau sudah ngeloyor sampai ke
mana? Hmmm Gara-gara kau, kami sampai harus
mencarimu di mana-mana..."

Lim Han-kim sudah tahu kalau gadis ini terbiasa


dimanja sejak kecil sehingga tabiatnya agak berangasan,
diapun tidak meladeni, tanyanya sambil tersenyum
"saudara Li ada di dalam kuil?"

"Kau menanyakan kakak misanku?" seru gadis berbaju


hijau itu dengan wajah cemberut.

"Dia ada di dalam kuil?"

"Tidak ada, kenapa?"

"Tahukah nona, kakak misanmu telah pergi kemana?"


tanya Lim Han-kim lagi dengan kening berkerut.

"Kau benar-benar tidak tahu atau sengaja bertanya


untuk mempermainkan aku?"

"Tentu saja benar-benar aku tidak tahu, buat apa aku


permainkan dirimu?"

"Dia pergi mencarimu" seru gadis berbaju hijau itu


marah.

612
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Apa? Masa ketua kuil iuga tidak ada?"

"Hmmm... kau pergi tanpa pamit masih mendingan,


adik kesayanganmu juga kabur tanpa pamit"

"Apa? Dia juga pergi?" Lim Han-kim makin terkejut.

"Hmmm gara-gara kalian, ketua kuil awan hijau


sampai mengutus segenap anak muridnya pergi mencari
kalian dimana-mana"

Lim Han-kim tidak bicara lagi, dia melangkah menuju


ke kuil.

BAB 19. Asal Usul Menyangkut Geger Persilatan

Baru saja Han Si-kong akan menyusul di belakangnya,


siapa sangka gadis berbaju hijau itu maju ke depan dan
menghadang jalan perginya, bahkan tangan kanannya
meloloskan pedang yang tersoreng dipunggung dan siap
siap melancarkan serangan.

"siapa kau?" bentaknya nyaring. "Kau anggap kuil


awan hijau ini tempat macam apa, sehingga setiap orang
bisa masuk keluar semaunya?"

Berubah paras muka Han si-kong, ia balik menghardik,


"siapa nona, berani amat bersikap kurang jaar
kepadaku?"

613
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kalau kurang ajar kepadamu, mau apa kau?"

"Kau tahu siapakah aku?"

"Perduli amat siapa kau, pokoknya aku melarang kau


masuk kuil ini, mau apa kamu?"

"Hmmm, seorang budak ingusan sore juga berani


begini takabur kepada-ku, kurang ajar, Biar aku mewakili
ketua kuil awan hijau memberi pelajaran yang setimpal
kepadamu"

Waktu itu Lim Han-kim sudah masuk ke dalam kuil,


ketika mendengar perselisihan itu tanpa terasa ia
berpaling. Melihat dua orang itu siap bertarung, ia jadi
serba salah, maka teriaknya keras-keras: "Locianpwee,
memandang wajahku, mohon kau bersabar"

Belum habis ucapan itu diutarakan, tiba-tiba terdengar


gadis berbaju hijau itu menghardik,

"Siapa suruh kau turut campur dalam urusanku"

Pedangnya dicabut ke luar dan tanpa membuang


waktu langsung ditusukkan ke dada Han si-kong.

Dengan cekatan Han si-kong berkelit ke samping,


serunya: "Dengan kondisiku sekarang, aku tidak leluasa
untuk bertarung melawan seorang bocah perempuan
macam kau. Biar kejadian hari ini kucatat atas nama
gurumu."

614
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sementara beberapa patah kata itu di-ucapkan, secara


beruntun gadis berbaju hijau itu telah melancarkan tiga
jurus serangan. semua serangan dilancarkan amat ganas
dan hebat, memaksa Han si-kong harus mundur sejauh
tiga langkah dari posisi semula.

Mimpipun Han si-kong tidak mengira kalau seorang


nona kecil berusia empat lima belas tahunan dapat
melancarkan serangan pedang dengan jurus seganas dan
sehebat itu. Terkejut dan gusar segera bercampur aduk
dalam benaknya. ia sadar bila tidak membalas, bisa jadi
ia akan terluka oleh serangan pedangnya itu.

Lim Han-kim lebih tersipu-sipu lagi, Dalam keadaan


begini ia merasa tak leluasa untuk mencegah, namun dia
pun tak bisa berpeluk tangan saja. sementara anak muda
itu berada dalam keadaan serba salah, tiba-tiba dari
kejauhan sana berkumandang suara bentakan keras:
"Tahan"

Menyusul suara bentakan itu tampak sesosok


bayangan manusia meluncur datang dengan kecepatan
luar biasa, bagaikan anak panah yang terlepas dari
busurnya dalam sekejap mata telah tiba di hadapan
beberapa orang itu

Ketika pedang si nona berbaju hijau itu hampir


menusuk dada Han si-kong, tiba-tiba sebuah kipas telah
menangkis ancaman itu bahkan mementalkannya hingga
mencelat ke belakang.
615
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"saudara Li, tepat sekali kedatanganmu Aku sedang


serba salah dibuatnya" seru Lim Han-kim cepat sambil
menjura.

Ternyata orang yang barusan muncultak lain adalah Li


Bun-yang. Li Bun-yang berpaling memandang Han si-
kong sekejap. lalu dengan gusar bentaknya kepada gadis
berbaju hijau itu. "Anak perempuan tak tahu diri, sedikit-
sedikit cabut pedang menyerang orang, Mau apa kau
masih berdiri di situ? Cepat mundur"

Melihat paras muka Li Bun-yang telah diliputi hawa


amarah dan nampaknya betul- betul sudah naik darah,
meski dalam hatinya agak takut namun gadis berbaju
hijau itu tak rela dimaki di depan orang, tiba-tiba ia
lempar pedangnya ke tanah, lalu sambil menutupi
mukanya dengan kedua belah tangan, ia menangis
tersedu-sedu.

Perubahan yang sama sekali tak terduga ini kontan


saja membuat Lim Han-kim bertiga jadi tersipu-sipu, Li
Bun-yang menggelengkan kepalanya berulang kali sambil
menghela napas panjang, lalu sambil menjura ke arah
Han si-kong ujarnya:

"Han Locianpwee harap kau sudi memaafkan dirinya


karena masih muda dan tak tahu diri, aku mewakilinya
mohon maaf."

616
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Jangan dilihat Li Bun-yang baru berusia duapuluh


empat-lima tahunan, ternyata pengetahuan dan
pengalamannya sangat luas. Apa lagi ia sudah terjun ke
dunia kangouwpa usia delapan belas tahun, tak heran
kalau banyak tokoh persilatan yang dia kenal. sekali pun
belum pernah bersua dengan orangnya, paling tidak ia
pernah mendengar tentang raut muka serta bentuk
wajah orang-orang kenamaan itu.

oleh karena itulah setelah mengamati bentuk wajah


dan tubuh Han si-kong, ia segera dapat mengenali orang
ini sebagai si raja monyet ceking Han si-kong.

Buru-buru Han si-kong balas memberi hormat sambil


menyapa: "Apakah anda adalah Li kongcu dari gunung
Hong-san?"

"Tidak berani, tidak berani, aku yang muda Li Bun-


yang"

"Berapa tahun berselang, aku sudah pernah


mendengar nama kongcu..."

"Aaah, Locianpwee terlalu memuji."

sementara itu si nona berbaju hijau yang sedang


menangis bertambah mendongkol lagi setelah tidak
melihat ada orang yang menggubrisnya, isak tangisnya
makin menjadi-jadi.

617
TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Lim Han-kim merasa isak tangis itu sangat menusuk


pendengaran dan amat tak sedap di hati, tak tahan lagi
katanya kepada Li Bun-yang: "saudara Li, lebih baik kau
bujuklah adik misanmu itu agar berhenti menangis."

Dengan wajah dingin kaku dan amat serius Li Bun-


yang memandang gadis berbaju hijau itu sekejap.
kemudian ancamnya: "Adik Kian, jika kau masih
menangis terus, aku benar-benar akan menghantarmu
pulang ke gunung Hong-san."

Tiba-tiba gadis berbaju hijau itu menurunkan


tangannya yang sedang menutupi wajahnya itu, dengan
jengkel sahutnya: "Aku sengaja tak mau pulang, mau
apa kau? Dunia begini luas, kenapa aku mesti
mengintilmu terus?."

Diambilnya pedang yang tergeletak di tanah itu, lalu


kabur dari situ, Dengan cepat Li Bun-yang melejit