Anda di halaman 1dari 8

Analisis Life Cycle Costing: Kasus Gedung Puskesmas

Peter F Kaming
Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, INDONESIA

Herisen W Ngongare
Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, INDONESIA
herisenwitno23@gmail.com

INTISARI
Pemeliharaan bengunan meliputi dari beberapa pekerjaan yaitu, pergantian, memperbaharui dengan mempertimbangkan
komponen bangunan yang berdasar pada standar yang telah dibuat dalam aturan-aturaln dilegasi. Tujuan yang ingin dicapai
dalam makalah ini adalah: Membuat rencana jangka panjang life cycle cost gedung puskesmas kasihan 1 di Kecamatan Kasihan
Kabupaten Bantul.Rumusan masalah dalam makalah yang akan di analisis, yaitu: Bagaimana Rencana Jangka Panjang Life cycle
cost gedung Puskesmas Kasihan 1 di Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul. Pengumpulan data merupakan proses untuk
melakukan analisis yang di pergunakan dalam penelitian. Data yang di butuhkan merupakan data sekunder berupa teknik
documentasi, yaitu: data Rencana Angaran Biaya pada bangunan tersebut. Data RAB pada tahun 2018 ini merupakan salah satu
data dasar untuk melakukan analisis life cycle coasting. Dalam menyusun rencana analisis LLC dari gedung puskesmas terdapat
ada tiga kelompok yaitu, biaya pengembangan gedung, biaya pemeliharaan dan pergantian barang, dan biaya operasional gedung.
Kelompok Biaya Pengembangan, biaya terbesar terdapat pada Pekerjaan Beton Bertulang dengan biaya sebanyak Rp.
736.195.560 (33%), serta diikuti Pekerjaan Besi dan Aluminium dengan biaya sebesar Rp. 371.455.375. (17%) dan pekerjaan
Pasangan dan Plesteran dengan biaya sebanyak Rp. 283.622.132. (13%).
Kata kunci :Life Cycle Coast

1. PENDAHULUAN Constructions, dimana suatu pembangunan dapat


Aktifitas semakin meningkat dari waktu ke waktu, bersinergi antara konsep pembangunan yang
begitu pula kebutuhan akan bangunan untuk menopang mempunyai semangat pemeliharaan, bertanggung
aktivitas. Roda perekonomian berputar seiring dengan jawab, akuntabilitas.
meningkatnya berbagai aktivitas manusia dalam Pembangunan yang terpadu telah diatur dalam UU
melakukan transaksi bisnis, peningkatan derajat No.26/2007 tentang Penataan Ruang, UU No. 28/2002
kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses tentang Bangunan Gedung, UU No.74/2002 tentang
masyarakat terhadap kesehatan, yang mana hal-hal Sumber Daya Air, dan UU No. 38/2004 tentang Jalan,
diatas menjadi indikator. Perubahan dari tahun ke tahun yang bertujuan untuk melihat keseimbangan antara
selalau bermunculan bangunan fasilitas yang baru aspek bangunan dan lingkungannya, serta menjadi
dengan bergai ragam, bentuk dan ukurannya. Estetika dasar hukum dalam menjaga keseimbangan
dan kelengkapan fasilitas bangunan menjadi penggunaan lahan atau ruang. Sejalan dengan konsep
representasi dari aktivitas manusia yang sustainable construction, biaya yang dikeluarkan dalam
melakukannya. proses pembangunan didasari perhitunan life cycle
Indonesia merupakan salah satu negara yang cost, menjadi suatu proses terpadu dalam mengambil
berkembang di dunia saat ini sedang bergairah untuk keputusan, perencanaan dan pengendalian (planning
membangun disegala aspek, pembangunan di bidang and design), pengadaan (procurement), pengunaan, dan
struktur maupun non struktur. Pelaksanaan bangunan pengamanan nilai akhir aset. Tujuan dari life cycle cost
memerlukan suatu kebijakan yang terarah, terencana, yaitu, untuk mengelola proses yang berulangulang dari
dan terpadu, yang mengharapkan akan berdampak perencanaan hingga pemusnahan atau penggantian
yang efisien dan ekonomis. Tidak lain yang aset, untuk mengelola biaya daur hidup (jangka
memberikan hasil yang efisien dan ekonomis, ada hal panjang) daripada penghematan jangka pendek, untuk
juga yang harus diperhatikan dalam proses memastikan pelayanan yang konsisten sesuai tujuan
pembangunan yaitu lingkungan. Memperhatikan dirancangnya suatu bangunan, untuk meningkatkan
lingkungan telah dikonsepkan dalam Sustainable keberlanjutan dan menurunkan resiko.
Pembangunan gedung Puskesmas berlokasi pada 2.2 Perencanaan Bangunan Manajemen
Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul yang Pemeliharaan
merupakan salah satu puskesmas yang bertujuan untuk
Proses pembuatan perencanaan pemeliharaan
mempermudah dalam pelayanan kesehatan. Puskesmas
berdasarkan kondisi umum, tetapi jika ada bangunan
ini dibangun pada tahun 2018, dengan sistem kontrak
tertentu maka program pemeliharaan disesuaikan
yang digunakan pada proyek pembangunan gedung
dengan karakteristik itu sendiri. Kelengkapan
puskesman di Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul
komponen bangunan dan fasilitas harus dijaga dengan
yaitu, sistem kontrak built and transfer dengan umur
baik sehingga setiap saat diseluruh gedung diaktifkan
ekonomis 25 tahun. Dimana untuk ketahui komponen
untuk bekerja sesuai dengan persyaratan operasional.
biaya yang dikeluarkan dari awal pembangunan,
Masa pemeliharaan masing-masing bagian dari
operasi, perawatan, maka perlu dilakukan analisis life
bangunan berbeda dari satu ke yang lain tergantung
cycle cost.
pada siklus hidupnya. Perencanaan adalah suatu proses
Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah: yang tergantung pada satu sama lain secara
Membuat rencana jangka panjang life cycle cost komprehensif. Beberapa hal yang harus menjadi
gedung puskesmas kasihan 1 di Kecamatan Kasihan perhatian dalam penciptaan program pemeliharaan
Kabupaten Bantul.Rumusan masalah dalam makalah adalah: jumlah kegiatan yang dapat dipisahkan; waktu
yang akan di analisis, yaitu: Bagaimana Rencana skala setiap kegiatan; urutan kegiatan; mencatat selama
Jangka Panjang Life cycle cost gedung Puskesmas pemeriksaan.
Kasihan 1 di Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul.
2.3 Life Cycle Costing
2. TINJAUAN PUSTAKA Menurut ISO 15686, Siklus hidup biaya (LLC) adalah
teknik berharga yang digunakan untuk memprediksi
2.1 Pemeliharaan Gedung dan Bimbingan dan menilai kinerja biaya aset dibangun. LLC
Pemeliharaan Gedung merupakan salah satu bentuk analisis untuk menilai apa
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor proyek memenuhi ketentuan kinerja klien. Analisis ini
24 / PRT / M / 2008 tentang Pedoman Pemeliharaan mengharuskan menggunakan bagian dari ISO 15686
dan Pemeliharaan Bangunan, Bangunan adalah dan data ekonomi berasal dari dari klien atau pelaksana
kegiatan mempertahankan bangunan gedung dan industri konstruksi.
fasilitas untuk bangunan selalu layak fungsi
LLC adalah motode yang sederhana, keputusan
(pemeliharaan preventif ), menjelaskan tujuan utama
investasi yang relavan dengan keputusan menghasilkan
dari proses ini adalah untuk usia bangunan tambahan,
biaya yang ditentukankan berdasarkan keputusant.
untuk memastikan keuntungan yang ada dan juga dari
Sebagai langkah maju melalui sejumlah tahapan
investasi yang maksimal; untuk menjamin keamanan
menyarankan biaya siklus hidup. Semua tahapan dalam
orang yang menggunakan bangunan; dan untuk
siklus pengembangan akan dilewati selama umur
memastikan kesiapan operasional darurat. Ervianto,
bangunan, dan tentu saja dalam menjalankan semua
melakukan studi kasus pada pemeliharaan bangunan
biaya. Ada beberapa pemahaman biaya siklus hidup
kampus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menurut beberapa ahli, termasuk sebagai berikut: 1.
mengetahui program pemeliharaan bangunan dan
Menurut Asworth (1994), Biaya siklus hidup (Life
fasilitas yang telah berjalan dan mendefinisikan
Cycle Cost) bangunan atau struktur mencakup biaya
kembali program pemeliharaan bangunan yang harus
total yang berkaitan mulai dari tahap permulaan hingga
dilakukan dapat dideteksi dengan baik dan perlu
tahap pembongkaran akhir. 2. Menurut Barringer dan
ditingkatkan aspek manajerial unit pemeliharaan,
Weber (1996), Life Cycle Cost (LCC) adalah suatu
termasuk eksekutif khusus di fasilitas yang
konsep pemodelan perhitungan biaya dari tahap
memerlukan keterampilan dan pengetahuan yang
permulaan sampai pembongkaran suatu asset dari
cukup.
sebuah proyek sebagai alat untuk mengambil
Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 24 keputusan atas sebuah studi analisis dan perhitungan
/ PRT / M / 2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan dari total biaya yang ada selama siklus hidupnya. 3.
Perawatan Gedung . Ruang lingkup yang diamati Menurut Pujawan (2004), Biaya siklus hidup (Life
pemeliharaan adalah arsitektur, mekanikal elektrikal, Cycle Cost) dari suatu item adalah jumlah semua
dan pipa. Namun, tidak semua komponen bangunan pengeluaran yang berkaitan dengan item tersebut sejak
yang diamati untuk pemeliharaan karena sumber daya dirancang sampai tidak terpakai lagi.
penelitian yang terbatas. Pedoman diatas diadopsi
Dengan kata lain dari biaya siklus hidup adalah
menjadi standar komponen untuk pemeliharaan
mengevaluasi solusi alternatif untuk masalah desain
bangunan yang tersedia lokasi penelitian.
tertentu. Mengenai hal tidak hanya biaya tetapi juga
biaya pemeliharaan dan perbaikan, rencana jangka Pengumpulan data merupakan proses untuk melakukan
panjang, penampilan, dan hal-hal yang mungkin analisis yang di pergunakan dalam penelitian. Data
mempengaruhi nilai sebagai akibat dari pilihan yang yang di butuhkan merupakan data sekunder berupa
tersedia. Meskipun aspek penampilan merupakan teknik documentasi, yaitu: data Rencana Angaran
pertimbangan estetika, sangat subjektif, tapi aspek Biaya pada bangunan tersebut. Data RAB pada tahun
yang tidak bisa diabaikan dalam evaluasi secara 2018 ini merupakan salah satu data dasar untuk
keseluruhan. Dengan demikian, LCC adalah kombinasi melakukan analisis life cycle coasting.
dari estimasi dan kebijaksanaan.
Biaya siklus hidup adalah biaya rencana selama umur
3. METODE bangunan, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
LLC = Awal biaya + Biaya Pengguna + pemeliharaan
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan dan pengantian biaya. Dimana, biaya awal adalah biaya
metode statistik deskriptif. Metode statistik deskriptif perencanaan dan pelaksana proyek, biaya pengguna
adalah untuk mencari fakta-fakta dengan interpretasi adalah biaya yang dikeluarkan selama bagunan dalam
yang tepat. Deskriptif masalah studi penelitian di beroperasi, biaya pemelihraan dan pergantian barang
masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk pada komponen selama bangunan itu beroperasi.
hubungan, kegiatan, sikap, pandangan dan proses yang
sedang berlangsung dan efek dari fenomena. Lokasi 4. HASIL
strudi kasus ini adalah sebuah bangunan di Kecamatan
Kasihan Kabupaten Bantul. 4.1 Analisis Periode Makaian Komponen
Tabel 1. Periode Pemakaian
Periode
Grup Komponen Bangunan
Pemakaian
Pekerjaan Plafond Gypsum board 7
Penutup Atap List profil Gypsum 7
Dan Pyan Listplank lebar 2/20 cm kayu bengkirai 7
Keramik lantai 40 x 40 20
Pekerjaan Lantai Keramik lantai 40 x 40 Kasar Teras dan Selasar termasuk tangga 20
Keramik lantai 20 x 20 (KM/Wc) 20
Cat listplank 10
Pekerjaan Cat-
Cat dinding, kolom dan balok 10
Catan
Cat plafond dan plat dak 10
Stop kontak dan instalasinya 15
Stop kontak AC dan instalasinya 15
Saklar tunggal dan instalasinya 15
Saklar ganda dan instalasinya 15
Pekerjaan
Lampu SL 18 Watt (downlight inbow) 5
Instalasi Listrik
Lampu SL 8 Watt (downlight inbow) 5
Lampu SL 18 Watt (downlight outbow) 5
Kabel NYY 4x6 mm2 dari Panel MDP s/d Panel PP.1 15
Kabel NYY 4x6 mm2 dari Panel MDP s/d Panel PAC.1 15
Pintu Kaca Tempered 12mm (P.1) Lengkap terpasang 20
Pintu Kaca, Rangka Almunium (P.2) lengkap terpasang 20
Pintu Polywood rangka kayu, Kusen Almunium (P.3) lengkap terpasang 20
Pintu Kaca, Rangka Almunium (P.4) lengkap terpasang 20
Pintu Kaca sliding, Rangka Almunium (P.5) lengkap terpasang 20
Pekerjaan Besi Pintu Almunium, Rangka Almunium (P.7) lengkap terpasang 20
Dan Aluminium Jendela Kaca, Rangka Almunium (J.2) lengkap terpasang 20
Bovent Kaca, Rangka Almunium (Bv.1) lengkap terpasang 20
Memasang Hand railling raam + tangga Type A (pipa stainlessteel 2") 20
Memasang Hand railling tepi dinding Type B (pipa stainlessteel 2") 20
Pemasangan ACP Rangka Siku 50.50.5 Sisi Kanan Kiri 20
Pemasangan ACP Rangka Siku 50.50.5 Listplank Luar dalam Entrance dan Garasi 20
Pekerjaan Klosed duduk + jetwasher lengkap terpasang (KD) 20
Sanitasi Dan Klosed jongkok lengkap terpasang (KJ) 20
Sanitair Wastafel lengkap terpasang (W) 20
Floor drain lengkap terpasang (FD) 20
Krant air lengkap terpasang (K) 20
Pipa PVC tipe AW dia. 3/4" lengkap terpasang 20
Pipa PVC tipe AW dia. 1" lengkap terpasang 20
Pipa PVC tipe D dia. 3" lengkap terpasang 20
Pipa PVC tipe D dia. 4" lengkap terpasang 20
Stop krant water tower 20

Dari tabel 1: Periode Pemakaian, menerangkan bahwa Pada tabel 2. Biaya konstruksi awal menjelaskan
setiap komponen memiliki periode yang berbeda-beda. bahwa, presentase dari setiap uraian pekerjaan
Pada pekerjaan penutup atap dan pyan periode memiliki pebedaan yaitu, Persiapan persentasenya 0,2
pemakaian yang ditentukan yaitu pergantian setiap 7 %, Pekerjan Galian dan Urungan presentasenya 2 %,
tahun, pekerjaan lantai periode pemakian yang Pekerjaan Pasangan dan Pelesteran presentarnya 13 %,
ditentukan yaitu pergantian setiap 20 tahun, pekerjaan Pekerjaan Beton Bertulang presentasenya 33 %,
cat-catan dengan periode pemakaian yang ditentukan Pekerjaan Penutupan Atap dan Pyan 12 %, Pekerjaan
setiap 10 tahun, pekerjaan instalasi listrik dengan Lantai 10 %, Pekerjaan Cat-Catan presentase 3 %,
periode pemakaian setiap komponen memiliki variasi Pekerjaan Besi dan Aluminum Presentasenya 17 %,
tahun pergantian yaitu, 5 tahun dan 15 tahun. Untuk Pekerjaan Sanitasi dan sanitair presentasinya 3 %, dan
pekerjaan besi, alumanium, sanitasi dan sanitair, yang Pekerjaan lain-lain presentasenya 4 %. Presentase
dimana setiap komponen dari pekerjaan tersebut terbesar terdapat pada Pekerjaan Beton Bertulang
memilik periode pamakian atau pergatian komponen dengan presentase 33 % dan Presentase terkecil
setiap 20 tahun. terdapat pada Persiapan ddengan presentase 0,2 %.
Untuk lebih menjelaskan dapat dilihat pada gambar 1.
4.2 Analisis Biaya Pengembangan Presentase Biaya Pengembangan.
Tabel 2: Biaya Konstruksi Pembangunan
0% 2%
Jumlah Harga 4%
No. Uraian Pekerjaan
(Rp) 3%
1 2 3
I Persiapan Rp 5.100.000
13%
Pekerjaan Galian Dan 17%
II Rp 41.347.260
Urugan
Pekerjaan Pasangan Dan
III Rp 283.622.132
Plesteran
IV Pekerjaan Beton Bertulang Rp 736.195.560 3%
Pekerjaan Penutup Atap Dan 3%
V Rp 260.343.412 33%
Pyan
VI Pekerjaan Lantai Rp 226.569.511 10%
VII Pekerjaan Cat-Catan Rp 59.994.695
VIII Pekerjaan Instalasi Listrik Rp 72.712.745 12%
Pekerjaan Besi Dan
IX Rp 71.455.375
Aluminium
Pekerjaan Sanitasi Dan
X Rp . 64.906.731 Gambar 1. Presentase Biaya Pembangunan
Sanitair

XI Pekerjaan Lain-Lain Rp. 86.843.924 4.3 Analisis Biaya Operasional


Biaya Konstruksi : Rp. 2.209.091.346 Biaya komponen operasi terbagi menjadi 3 bagian
Ppn 10 % Rp. 220.909.134 yaitu: Kelompok Cleaning dengan jumlah karyawan
Biaya Konstruksi + Ppn 10 % Rp. 2.430.000.480 yang menangani hal ini sebanyak 3 orang dengan gaji
per orang Rp 1.750.000 perbulan, bahan dan alat yang
digunakan para pekerja dengan harga Rp 250.000.
Nilai biaya konstruksi berdasarkan informasi dan data Maka, biaya total pada kelompok Cleaning yang
dari menajamen pembangunan gedung Puskesman dikeluarkan perbulan Rp 6.000.000. Kolompok Satpam
Kasihan I di Kecamatan Kasihan Kabupaten bantul Rp dan Jaga Malam dengan jumlah karyawan sebanyak 2
2.209.091.346 dan biaya PPN 10% Rp 220.909.134. orang dengan gaji per orang Rp. 1.750.000. perbulan
dengan total biaya pembangunan adalah Rp dan alat yang digunakan 1 Ls dengan harga Rp.
2.430.000.480.
150.000. Biaya yang dikeluarkan pada kelompok 450.000. per bulan. Maka ditotalkan dari 3 kelompok
Satpam dan Penjaga Malam dalam satu bulan yaitu Rp. dalam biaya operasi perbulan sebanyak Rp 13.550.000,
3.650.00. untuk kelompok Utilitas terdiri dari listrik, untuk pertahunya bila di totalkan sebanyak Rp.
telpon dan generator. Merincikan perhitungan biaya di 162.600.000, dan di jumlahkan total harga selama 25
setiap item seperti, item listrik dengan 1 Ls degan biaya tahun sebanyak Rp. 4.065.000.000. Untuk dapat
2.500.000 per bulan, telpon dan internet dengan 1 Ls memperjelas bisa dilihat Pada Tabel 3: Biaya
dengan biaya Rp 950.000. per bulan, dan untuk item Operasional.
generator yang berjumlah 1 Ls. dengan biaya Rp.
Tabel 3. Biaya Operasional
Harga
No Kelompok Item Jumlah Satuan Jumlah Harga
Satuan
1 Cleaning CS 3 Man-Month 1.750.000 Rp 5.250.000,00
Bahan & Alat 3 Ls 250.000 Rp 750.000,00
Jumlah Rp 6.000.000,00
2 Satpam & Jaga Malam CS 2 Man-Month 1.750.000 Rp 3.500.000,00
Alat 1 Ls 150.000 Rp 150.000,00
Jumlah Rp 3.650.000,00
3 Utilitas Listrik 1 Ls 2.500.000 Rp 2.500.000,00
Telpon & Internet 1 Ls 950.000 Rp 950.000,00
Generator 1 Ls 450.000 Rp 450.000,00
Jumlah Rp 3.900.000,00
A Total per bulan (1+2+3+4) Rp 13.550.000,00
B Total Per tahun (A x 12 bulan Rp 162.600.000,00
C Total harga selama 25 tahun (B x 25 tahun) Rp 4.065.000.000,00

Biaya Operasional dari kelompok Cleaning, Kelompok


Satpam & Jaga Malam dan Utilitas memiliki presentase 4.4 Pemeliharaan dan pergantian
yang berbeda-beda. seperti Kelompok Cleaning Untuk menganalisis biaya pemeliharaan dan pergantian
memiliki presentase sebesar 44 %, yang merupakan barang dengan rencana 25 tahun terdiri dari beberapa
presentase terbesar dari kelompok yang lain, pekerjaan, seperti, Pekerjaan Penutupan Atap dan
Kelompok Utilitas dengan presentase sebesar 29 % dan
Pyan, Pekerjaan Lantai, Pekerjaan Cat-catan, pekerjaan
untuk presentase yang paling rendah yaitu Kelompok
Satpam dan Jaga Malam dengan Presentase 27 %. Instalasi listrik, Pekerjaan Besi dan Alumunium dan
Untuk memperjelas kalimat dan hasil analisis bisa Pekerjaan Sanitasi. Untuk merincikan perhitungan
dilihat pada Gambar 2: Presentase Biaya Operasional. biaya pekerjaan sebagai berikut:
1 Kelompok Pekerjaan Penutupan atap dan Pyan
terdiri dari komponen-komponen berikut. Plafond
Gypsum Board dengan kelayakan pemakain setiap
7 tahun dimana ditotalkan selama 25 tahun Rp.
56.736.297., List profil Gypsum dengan kelayakan
pemakaian 7 tahun dimana ditotalkan 25 tahun Rp.
69.558.618. dan Listplank lebar 2/20 cm kayu
bengkirai dengan kelayakan pemakain setiap 7
tahun dimana ditotalkan selama 25 tahun Rp.
38.151.919. dari komponen-komponen yang
dibahas diatas di totalkan sebanyak
Rp.164.446.833.
2 Kelompok pekerjaan Lantai terdiri dari komponen-
Gambar 2. Presentase Biaya Opersasional komponen berikut. Keramik lantai 40 x 40 dengan
kelayakan pemakaian setiap 20 tahun, dimana
ditotalkan selama 25 tahun sebanyak 5 Kelompok Besi dan Aluminium terdiri dari
Rp.85.173.265., Keramik lantai 40 x 40 Kasar Teras komponen-komponen berikut. Pintu Kaca
dan Selasar termasuk tangga dengan kelayakan Tempered 12mm (P.1) Lengkap terpasang dengan
pemakaian setiap 20 tahu, apabila ditotalkan selama kelayakan pemakaian selama 20 tahun, apabila
25 tahun sebanyak Rp. 41.819.264., dan Keramik biaya ditotalkan selama 25 tahun sebesar Rp.
lantai 20 x 20 (KM/Wc) kalayakan pamakaian 12.373.400., Pintu Kaca, Rangka Almunium (P.2)
setiap 20 tahun, dan ditotalkan selama 25tahun lengkap terpasang dengan kelayakan pemakaian
sebanyak Rp. 4.979.590. dari komponen- selama 20 tahun, biaya ditotalkan selama 25 tahun
komponen yang dibahas diatas di totalkan sebanyak sebanyak Rp.12.494.100., Pintu Polywood rangka
Rp. 131.972.120 . kayu, Kusen Almunium (P.3) lengkap terpasang
3 Kelompok pekerjaan Cat-catan terdiri dari dengan kelayakan pemakaian selama 20 yahun,
komponen-komponen berikut. Cat listplank dengan biaya ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp.
kelayakan pemakaian setiap 10 tahun, jika 12.834.600., Pintu Kaca, Rangka Almunium (P.4)
ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp. 2.804.369. lengkap terpasang dengan kelayakan pemakaian
Cat dinding, kolom dan balok dengan kelayakan selama 20 tahun, biaya ditotalkan selama 25 tahun
pemakaian setiap 10 tahun jika ditotalkan selama 25 sebesar Rp. 23.763.600., Pintu Kaca sliding,
tahun sebanyak Rp. 90.044.540., dan Cat plafond Rangka Almunium (P.5) lengkap terpasang dengan
dan plat dak dengan kelayakan pemakaian setiap 10 kelayakan pemakaian setiap 20 tahun, biaya yang
tahun jika ditotalkan selama 25 tahun sebanyak ditotalkan selama 25 tahun sebesar Rp. 7.272.000.,
Rp.27.140.481. komponen-komponen yang dibahas Pintu Almunium, Rangka Almunium (P.7) lengkap
diatas di totalkan sebanyak Rp. 119.989.390. terpasang dengan kelayakan pemakaian setiap 20
4 Kelompok Pekerjaan Instalasi Listrik terdiri dari tahun, biaya ditolkan selama 25 tahun sebanyak Rp.
komponen-komponen berikut. Stop kontak dan 18.409.600., Jendela Kaca, Rangka Almunium (J.2)
instalasinya dengan kelayakan pemakaian setiap 15 lengkap terpasang dengan kelayakan pemakaian
tahun, jika ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp. selama 20 tahun, biaya ditotalkan selama 25 tahun
6.307.455., Stop kontak AC dan instalasinya dengan sebesar Rp. 47.224.800., Bovent Kaca, Rangka
kenalayakan pemakaian setiap 15ahun, maka terjadi Almunium (Bv.1) lengkap terpasang dengan
pergantian barang hanya satu kali dalam 25 tahun, kelayakan pemakaian setiap 20 tahun, biaya
ditotalkan biaya selama 25 tahun sebanyak Rp yangditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp.
2.753.590., Saklar tunggal dan instalasinya dengan 5.637.600., Memasang Hand railling raam + tangga
kelayakan pemakaian setiap 15 tahun, biaya Type A (pipa stainlessteel 2") dengan kelayakan
ditotalkan selama 25 tahun sebesar Rp 2.587.200., pemakaian setiap 20 tahun, biaya ditotalkan selama
Saklar ganda dan instalasinya dengan kelayakan 25 tahun sebanyak Rp.4.650.000., Memasang Hand
pemakaian setiap 15 tahun, biaya ditotalkan selama railling tepi dinding Type B (pipa stainlessteel 2")
25 tahun sebanyak Rp 1.963.500. Lampu SL 18 dengan kelayakan pemakaian selama 20 tahun,
Watt (downlight inbow) dengan kelayakan biaya yang ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp.
pemaikaian setiap 5 tahun, biaya ditotalkan selama 111.240.800., Pemasangan ACP Rangka Siku
25 tahun sebanyak Rp. 12.675.000., Lampu SL 8 50.50.5 Sisi Kanan Kiri dengan kelayakan
Watt (downlight inbow) dengan kelayakan pemakaian setiap 20 tahun, biaya yang ditotalkan
pemakaian setiap 5 tahun, biaya ditotalkan selama selama 25 tahun sebesar Rp. 42.570.000.,
25 tahun sebesar Rp. 1.960.000., Lampu SL 18 Pemasangan ACP Rangka Siku 50.50.5 Listplank
Watt (downlight outbow) dengan skelayakan Luar dalam Entrance dan Garasi dengan kelayakan
pemakaian setiap 5 tahun, biaya ditotalkan selama pemakaian setiap 20 tahun, biaya yang ditotalkan
25 tahun sebesar Rp. 13.300.000., Kabel NYY 4x6 selama 25 tahun sebanyak Rp. 38.880.000.
mm2 dari Panel MDP s/d Panel PP.1 dengan komponen-komponen yang dibahas diatas
kelayakan pemakaian setiap 15 tahun, biaya ditotalkan sebanyak Rp. 337.350.500.
ditotalkan selama 25 tahun sebesar Rp. 4.250.000., 6 Kelompok Pekerjaan Sanitasi dan Sanitair terdiri
dan Kabel NYY 4x6 mm2 dari Panel MDP s/d dari komponen-komponen berikut. Klosed duduk +
Panel PAC.1 dengan kelayakan pemakaian setiap jetwasher lengkap terpasang (KD) dengan
15 tahun, biaya ditotalkan selama 25 tahun sebesar kelayakan pemakaian setiap 20 tahun, biaya yang
Rp. 5.100.000. komponen-komponen yang dibahas ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp.
diatas di totalkan sebanyak Rp. 50.896.745. 11.005.170., Klosed jongkok lengkap terpasang
(KJ) dengan kelayakan pemakaian setiap 20 tahun,
maka biaya ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp 3%
762.073., Wastafel lengkap terpasang (W) dengan 20%
kelayakan pemakaian setiap 20 tahun, biaya yang
ditolkan selama 25 tahun sebanyak Rp. 5.578.620., 41%
Floor drain lengkap terpasang (FD) dengan 16%
kelayakan pemakaian setiap 20 tahun. Biaya yang
ditolkan selama 25 tahun sebanyak Rp. 298.100., 6% 14%
Floor drain lengkap terpasang (FD) dengan PEKERJAAN PENUTUP ATAP DAN PYAN
kelayakan pemakaian setiap 20 tahun, biaya yang PEKERJAAN LANTAI
PEKERJAAN CAT-CATAN
ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp 298.100., PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Krant air lengkap terpasang (K) dengan kelayakan PEKERJAAN BESI DAN ALUMINIUM
PEKERJAAN SANITASI DAN SANITAIR
pemakaian setiap 20 tahun, biaya yang ditotalkan
Gambar 3. Presentase Biaya Pemeliharaan dan pergantian
selama 25 tahun sebanyak Rp. 505.890., Pipa PVC selama 25 tahun.
tipe AW dia. 3/4" lengkap terpasang dengan
kelayak pemakaian setiap 20 tahun, biaya yang 4.5 Keseluruhan LCC Bangunan
ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp. 236.148., Total biaya perencanaan LCC di gedung Puskesmas
Pipa PVC tipe AW dia. 1" lengkap terpasang Kasihan 1 terdiri dari: Biaya pengembangan total
kelayakan pemakian setiap 20 tahun, biaya yang jumlah Rp 2.430.000.480,38 dengan presentase 33 %,
ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp. Biaya Pemeliharaan dan Pergantian total jumlah Rp
1.939.262., Pipa PVC tipe D dia. 3" lengkap 831.863.819,24 dengan Prenstase 11 % dan Untuk
terpasang kelayakan pemakaian setiap 20 tahun, Biaya Operasional total jumlah Rp. 4.065.000.000,00
biaya yang ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp. dengan presentase 55%, jika ditotalkan dari seluruh
3.018.799., Pipa PVC tipe D dia. 3" lengkap biaya LCC sebanyak Rp 7.326.864.299,62. Untuk lebih
terpasang kelyakan pemakaian setiap 20 tahun. jelas bisa di Tabel 4. Biaya Keseluruhan LCC
Biaya yang ditotalkan selama 25 tahun sebanyak bangunan dan Gambar. 4. Presentase Biaya
Rp. 3.018.799., Pipa PVC tipe D dia. 3" lengkap Keseluruhan LCC bangunan.
terpasang kelayakan pemakaian setiap 20 tahun,
biaya ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp Tabel 4. Biaya Keseluruhan LCC Bangunan
3.018.799., Pipa PVC tipe D dia. 4" lengkap Persentas
LCC Jumlah
terpasang kelayakan pemakaian setiap 20 tahun, e
Biaya Pengembang Rp.2.430.000.480,38 33%
biaya ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp.
Biaya Pemeliharan
2.850.933., Stop krant water tower dengan Rp.831.863.819,24 11%
dan pergantian
kelayakan pemakaian setiap 20 tahun, biaya Biaya Operasional Rp.4.065.000.000,00 55%
ditotalkan selama 25 tahun sebanyak Rp.
Total Rp.7.326.864.299,62 100%
27.208.231.

Untuk presentase biaya pemeliharaan dan pergantian


selama 25 tahun menjelaskan bahwa, Kelompok- 55%
kelompok pekerjaan memiliki variasi presentase.
Kelompok Pekerjaan Penutup Atap dan Pyan memiliki
11%
20 %, Kelompok Pekerjaan Lantai memiliki 16 %,
Kelompok Pekerjaan Cat-Catan memiliki 14 %,
Kelompok Pekerjaan Instalasi Listrik memiliki 6 %,
Kelompok Pekerjaan Besi dan Aluminium memiliki 33%
41%, dan Kelompok Pekerjaan Sanitasi dan Sanitair
memiliki 3 %. Presentase terbesar terdapat pada
Biaya Pengembang
Pekerjaan Besi dan Aluminium, sedangkan presentase Biaya Pemeliharan dan pergantian
terkecil terdapat pada Pekerjaan Sanitasi dan Sanitair. Biaya Operasional
Untuk lebih jelas bisa lihata pada Gambar 3. Presentase Gambar 3. Presentase Biaya Pemeliharaan dan pergantian
Biaya Pemeliharaan dan pergantian selama 25 tahun. selama 25 tahun.
5. KESIMPULAN Perawatan Bangunan Gedung. Departemen Pekerjaan
Umum.
Berdasarkan dari hasil analisis dan pembahasan
mengenai life cycle costing untuk gedung Puskesmas Undang Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang
Kasihan 1 di Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Bangunan gedung.
dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Dalam menyusun rencana analisis LLC dari gedung Iskandar A, Alifen RS, Budiman J. 2015. Studi
puskesmas terdapat ada tiga kelompok yaitu, biaya Komparasi Life Cycle Cost pada Gedung Apartemen.
pengembangan gedung, biaya pemeliharaan dan Surabaya : Universitas Kristen Petra.
pergantian barang, dan biaya operasional gedung.
2. Terdapat beberapa pengelompakan biaya yang
dikeluarkan pada gedung puskesmas, biaya
pengembangan sebesar Rp.2.430.000.480., biaya
pemeliharaan dan pergantian sebanyak
Rp.831.863.819,24, dan untuk biaya operasional
sebanyak Rp. 4.065.000.000.
3. Pada Kelompok Biaya Pengembangan, biaya
terbesar terdapat pada Pekerjaan Beton Bertulang
dengan biaya sebanyak Rp. 736.195.560 (33%),
serta diikuti Pekerjaan Besi dan Aluminium dengan
biaya sebesar Rp. 371.455.375. (17%) dan
pekerjaan Pasangan dan Plesteran dengan biaya
sebanyak Rp. 283.622.132. (13%).
4. Pada Kelompok Biaya Pemeliharaan dan
Pergantian, biaya terbesar terdapat pada Pekerjaan
Aluminium sebanyak Rp.337.350.500 dengan
Presentase 16%, serta diikuti pekerjaa Penutup atap
sebanyak 164.446.833. dengan presentase 20% dan
Pekerjaan Lantai sebanyak Rp. 131.972.120 dengan
presentase 16%.
5. Pada Kelompok Biaya Operasional, biaya terbesar
terdapat pada kelompok Cleaning sebanyak
Rp.6.000.000. dengan presentase 44%, dan
Kelompok Utilitas sebanyak Rp.3.650.000. dengan
presentase 29%.

REFERENSI
Ervianto WI. 2007. Studi Pemeliharaan Bangunan
Gedung (Studi Kasus Gedung Kampus). Yogyakarta :
Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Firsani T, Utomo C. 2012. Analisa Life Cycle Cost pada


Green Building Diamond Building Malaysia. Surabaya
: Institut Teknologi Sepuluh November.

Marliansyah J. 2014. Analisis Rencana Life Cycle Cost


Gedung Hostel pada Kawasan Rumah Sakit Jimbun
Medika Kediri. Yogyakarta : Universitas Atma Jaya
Yogyakarta.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :


24/PRT/M/2008. 2008. Pedoman Pemeliharaan dan