Anda di halaman 1dari 10

PPM

Modulator dan Demodulator

2.1 Tujuan

Melakukan percobaan untuk menghasilkan lebar pulsa PPM terhadap sinyal


modulasi yang diberikan.

2.2 Alat dan Bahan

 Generator Fungsi : 1 buah


 Osiloskop : 2 buah
 Kabel banana to banana : seperlunya
 Kabel BNC to BNC : seperlunya
 Kabel BNC to Aligator : 1 buah
 Modul Modulator Demodulator PPM : 1 buah
 Power Supply : 1 buah
 T-connector : 1 buah

2.3 Teori Dasar

Dalam tipe modulasi ini, audio dan lebar pulsa dalam kondisi stabil, namun
posisi dari masing-masing pulsa dengan referensi terhadap posisi pulsa referensi
diubah berdasarkan nilai sempel (pada kondisi tersebut) dari sinyal modulasi.
Modulasi posisi pulsa diuji dari segi modulasi lebar pulsa. Tiap pulsa yang
mendahului dan tertinggal dari sistem mendahului dilakukan posisi tetap, sedangkan
sinyal yang tertinggal bervariasi terhadap atau jauh mendahului sesuai dengan nilai
sinyal sempel pada saat diuji.

2.4 Gambar Rangkaian


Gambar 2.2 GOTT-ECS03-1 OP AMP PPM

Gambar 2.3 GOTT-ECS03-2 PPM Modulator


Gambar 2.4 GOTT-ECS04-1 Demodulator PPM

2.5 Langkah Kerja

PERCOBAAN I : Modulasi PPM

1. Berdasarkan gambar 2.3 atau modul GOTT-ESCS02-1 OP-AMP PPM


2. Pada saat masukkan sinyal frekuensi audio 1 (Audio I/P 1) , masukkan 1 kHz dan
ampiltudo 5 Vpp pada gelombang sinosoidal dan pada saat masukkan sinyal
frekuensi audio 2 (Audio I/P 2) , masukkan 1 kHz dan ampiltudo 5 Vpp pada
gelombang segitiga
3. Dengan menggunakan osiloskop, amati sinyal keluaran dari TP1 dan terminal
keluaran modulasi PPM (PPM O/P)
4. Terakhir, catat hasil pengukuran pada tabel 2.1

PERCOBAAN II : Modulator PPM

1. Berdasarkan gambar 2.4 atau pada modul GOTT-ECS03-2 Modulasi PPM


2. Pada saat terminal masukkan sinyal audio (Audio I/P), masukkan gelombang
sinusoidal 1 kHz pada amplitudo 500 mVpp
3. Dengan menggunakan osiloskop, amati sinyal output TP1, sinyal output TP2,
sinyal output TP3, sinyal output TP4, sinyal output TP5 dan terminal sinyal
output modulasi PPM (PPM O/P)
4. Aturlah VR1 untuk mendapat sinyal keluaran modulasi PPM (PPM O/P)
5. Terakhir catat hasil pengukuran pada tabel 2.2

PERCOBAAN III : Demodulasi PPM

1. Berdasarkan gambar 2.5 atau modul GOTT-ECS01-1 Demodulasi PPM


2. Hubungkan TP3 O/P ke Carrier I/P dan terminal output modulator PPM ke
terminal input Demodulator PPM (PPM O/P)
3. Atur VR1 untuk meminimalkan distorsi dari sinyal keluaran dari IC 1
4. Atur VR2 dan VR3 sampai mendapatkan sinyal demodulasi secara benar
5. Terakhir catat hasil pengukuran pada tabel 2.3
6. Dengan menggunakan osiloskop, amati sinyal masukkan PPM, sinyal carrier,
sinyal output TP1, sinyal output TP2, sinyal output TP3, sinyal output TP4, sinyal
output TP5, sinyal output TP6 dan terminal keluaran sinyal audio (Audio O/P)
7. Terakhir catat hasil pengukuran pada tabel 2.3
2.6 Hasil Percobaan

Tabel 2.1

Gambar Sinyal Keterangan


Audio1 dan 2
CH1 = 5,02V

F = 1Khz

TP1
CH1 = 14,2V

F = 1Khz

OP-AMP
CH1 = 4.58V

F = 1Khz
Tabel 2.2

Gambar Sinyal Keterangan


Audio1
CH1 = 530mV

F = 1kHz

TP1

CH1= 608mV
CH2 = 8.40 V

F = 1 kHz

TP2
CH1 = 608mV
CH2 = 3,12V

F = 1 kHz

TP3
CH2 = 11,6V
CH1 = 1,23 V

F = 1 kHz
TP4 CH1= 560mV
CH2 = 5,36V

F = 1 kHz

TP5
CH1= 920mV
CH2 = 10,2 V

F = 1 kHz

PPM OP-AMP
CH1 = 1,36V
CH2 = 16,0 V

F = 1 kHz
Tabel 2.3

Gambar Sinyal Keterangan


TP1
CH2 = 1,32V

TP2
CH2 = 2,10V

TP3
CH2 = 1,42V

TP4
CH2 = 2,10V
TP5 CH2 = 1,44V

TP6
CH2 = 340mV

Audio O/P
CH2 = 204mV

2.6 Analisa dan Pembahasan


 TP1 memiliki keluaran sinyal berbentuk kotak dengan nilai tegangan 14,2V yang
berarti kecepatan yang dikeluarkan tidak terlalu besar karena melewati IC1.
 TP2 memiliki keluaran sinyal berbentuk gelombang segitiga yang melewati pin5
IC1 dan R5.
 TP3 memiliki keluaran sinyal berbentuk gelombang kotak karena melewati pin3
IC1.
 TP4 memiliki keluaran sinyal berbentuk gelombang segitiga dan sinyal kotak
dimana pada posisi negatif sinyal segitiga akan terpotong dan menjadi datar dan
besar ampiltudo sinyal berubah-ubah sesuai dengan nilai sinyal masukkan.
 TP5 memiliki keluaran sinyal berbentuk gelombang kotak dan lebar pulsa yang
berbeda sesuai dengan sinyal masukkan yang melewati pin 3 IC2.
 PPM O/ P sinyal termodulasi PPM yang dihasilkan pin3 IC3 yang melewati dioda
terlebih dahulu dengan sinyal keluaran kotak yang sangat rapat.
 Nilai gelombang kotak lebih besar daripada nilai gelombang segitiga, apabila
gelombang semakin rapat maka nilai tegangan yang dihasilkan akan semakin
besar (berlaku juga apabila nilai gelombang kotak lebih besar daripada nilai
gelombang sinusoida).

2.7 Kesimpulan
Pada percobaan di atas nilai modulasi PPM lebih besar daripada nilai masukkannya,
keluaran sinyal gelombang kotak memiliki nilai lebih besar dari pada gelombang segitiga.
Demodulasi PPM sinyal keluaran kembali lagi ke sinyal informasi.