Anda di halaman 1dari 7

METODE KERJA

PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK

I. LINGKUP PEKERJAAN

Pengadaan dan Pemasangan :

1. Sistem tegangan Menengah (™) 20 KV


- Medium Voltage Distribution Panel (MVDP)
- Kabel Tegangan Menengah
- Transformer

2. Sistem Tegangan Rendah


- Panel-panel penerangan dan panel-panel tenaga/power
- Kabel Feeder
- Instalasi penerangan dan stop kontak

3. Fixtures Armature
4. Rack Kabel
5. Grounding System
6. Testing & Commisioning

II. PEKERJAAN PERSIAPAN

1. Membuat Gambar-gambar kerja (shop drawing) yang antara lain :


● Penembusan pipa/sleves pada pondasi, plat lantai
● Penggambaran jalur kabel dan rack kabel
● Detail pemasangan kabel dan rack kabel pada shaf
● Detail Instalasi ruang TM, Trafo, Panel-panel
● Detail pemasangan Armature
● Detail pemasangan : Saklar dan stop kontak

2. Pengajuan Persetujuan Pengadaan Material


● Mengajukan contoh-contoh material
● Mengajukan brosur-brosur Equipment/peralatan
● Mengajukan schedule pengadaan material/ Equipment

III. PERALATAN KERJA


1. Mesin las 6. Tang pres
2. Bending pipe 7. Meger Test
3. Bor listrik 8. Ampermeter
4. Gurinda listrik 9. Tool set
5. Ramset Gum
IV. TENAGA KERJA

1. Engineering 5. Pembantu Tukang


2. Supervisor
3. Kepala Tukang
4. Tukang
V. PELAKSANAAN PEKERJAAN

A. Pemasangan Instalasi pengabelan & pemipaan untuk lampu dan stop kontak

1. Pemasangan pipa ( conduit ) dalam beton :

Pemasangan pipa dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan struktur ( pekerjaan pemasangan


besi beton ), pipa dipasang rapi sesuai gambar kerja ( shop drawing ) diikat dengan kawat bendrat
ke besi beton dan setiap cabang ketitik lampu, stop kontak dan saklar dipasang teedos (junction
box), setiap sambungan pipa keteedos diisolasi dan teedos ditutup rapat untuk menjaga agar air
semen / beton masuk kedalam sehingga mengakibatkan jaringan tersebut buntu/ mampet, dan
dilakukan pengawas selama pekerjaan pengecoran dilaksanakan.

2. Pemasangan pipa ( conduit ) pada dinding/plat lantai

Marking titik bor pada dinding/plat lantai untuk lubang fisher, pasang pipa (conduit) dengan klem
dan kencangkan fisher atau menggunakan klem dengan paku beton, sehingga pipa terpasang kuat
dan rapi, setiap cabang ketitik lampu stop kontak dan saklar, dipasang teedos (junction box).

3. Pemasangan pipa (conduit) pada rack

Pipa (conduit) dipasang diatas rack, disusun rapi/lurus, pipa diklem kerack kabel dengan jarak
sesuai persyaratan dan gambar kerja (shop drawing), pasang teedos (junction box) kesetiap
cabang titik lampu, stop kontak dan saklar

4. Pemasangan kabel dalam pipa (conduit) / wiring

Pasang kawat penarik (pancingan) ke dalam pipa (conduit) dari tiap-tiap teedos (junction box),
ikat ujung kabel dengan kawat penarik, kemudian tarik kawat pancingan sampai kabel keluar
setiap teedos (junction box), lepaskan ikatan kawat pancingan dan diberi tanda pada setiap ujung
kabel untuk menjaga agar tidak terjadi salah sambung (conecting cable).

5. Penyambungan kabel pada doos / junction box

Kupas isolasi ujung kabel dengan menggunakan tang pengupas, sambungkan kabel dengan
melilitkan ujung kabel menggunakan tang jepit sampai mendapatkan sambungan kabel yang kuat
(tidak longgar) kemudian sambungan dibalut dengan isolasi atau ditutup dengan tudung kabel
(last doop), hasil sambungan kabel dimasukkan dalam teedoos (junction box) dan ditutup
B. Pemasangan Kabel Feeder Tegangan rendah

1. Pemasangan kabel feeder pada trench

Marking panjang kabel feeder sesuai panjang yang diperlukan. Bersihkan kabel trench terlebih
dahulu dari kotoran (sampah/puing). Kabel disusun lurus/ rapi dan diklem dengan jarak sesuai
persyaratan dan gambar kerja, setiap ujung kabel diberi tanda untuk menjaga agar tidak terjadi
salah sambung (conekting cable).

2. Pemasangan kabel feeder pada rack kabel

Marking panjang kabel feeder sesuai panjang yang diperlukan.Setiap kabel rack selesai terpasang
dengan rapi maka kabel feeder dipasang diatas rack kabel disusun rapi, diklem/ support dengan
jarak sesuai persyaratan dan gambar kerja, setiap ujung kabel diberi tanda untuk menjaga agar
tidak terjadi salah sambung.

3. Pemasangan kabel feeder dalam shaft

Marking panjang kabel feeder sesuai panjang yang diperlukan. Kabel feeder dipasang vertical dan
lurus/ rapat diberi penguat klem U-bolt yang bertumpu pada besi siku atau besi UNP yang telah
dipasang disetiap lantai dengan jarak sesuai persyaratan dan gambar kerja, setiap ujung kabel
diberi tanda untuk menjaga agar tidak terjadi salah sambung.

4. Pemasangan kabel feeder dalam tanah

Marking kabel untuk menentukan pekerjaan galian pada lokasi sesuai gambar kerja ( shop
drawing ). Lebar dan kedalaman galian tanah sesuai persyaratan dan yang sejajar dengan gedung
minimal harus mempunyai jarak dengan pondasi, marking kabel feeder sesuai jarak yang
diperlukan. Pemasangan kabel dilakukan setelah galian tersebut dibersihkan / bebas dari kotoran
/ puing, dasar galian ditimbun dengan pasir urug tebal sesuai persyaratn, untuk daerah yang
menembus badan jalan diberi pipa sparing. Pasang kabel dan galian tersebut dan lakukan
pengetesan tahanan ( meger test), setelah mendapat hasil yang maksimal, kemudian ditimbun
dengan pasir urug ketebalan sesuai persyaratan dan bata pelindung kemudian dilanjutkan dengan
penimbunan tanah dipadatkan sampai kepermukaan semula.

5. Penyambungan kabel feeder ke panel-panel

Kupas isolasi ujung kabel, bersihkan inti kabel ( conductor ) dari kotoran, masukan sepatu kabel
ke inti kabel ( Conductor ) dipress dengan menggunakan hydraulic tang press, dan kemudian
disolder, pasang isolasi pada ujung kabel dan warna yang berbeda untuk setiap phase,
sambungkan keterminal panel/circuit breaker dengan mengencangkan baut menggunakan kunci
pass, sampai mendapatkan sambungan yang kuat/ tidak longgar, periksa/cek posisi kabel dan
sambungan dengan terminal pada panel/ circuit breaker.

C. Pemasangan Panel-panel
1. Pemasangan panel type free standing

Marking untuk menentukan posisi pondasi panel dan titik angkur baut sesuai lubang pada base
plate panel, pemasangan panel dilakukan setelah pondasi sudah kuat/ cukup umur betonnya dan
ruangan tersebut sudah bersih dari kotoran (puing dan sampah) serta selesai finishing sipil dan
arsitektur. Pasang panel tersebut diatas pondasi, kencangkan mur dan baut dengan menggunakan
kunci pass, sampai panel tersebut cukup kuat/ kokoh serta mengikuti petunjuk dari pabrik
pembuat product tersebut.

Periksa / cek posisi panel dengan menggunakan waterpass dan roll meter, amankan dan lindungi
panel tersebut dari kebocoran air dan kotoran dengan menutup menggunakan plastik / terpal.

2. Pemasangan Panel type Wall Mounted

Marking dinding untuk menentukan titik bor dan ramset sesuai lubang pada panel, pasang dinabolt
atau ramset pada dinding yang telah dibor, cek posisi dinabolt/ramset. Pasang panel dengan
mengencangkan dinabolt/ramset menggunakan kunci pass, sampai panel terpasang cukup
kuat/kokoh serta mengikuti petunjuk dari pabrik pembuat produk tersebut. Periksa / cek panel
dengan menggunakan waterpass dan rollmeter, amankan dan lindungi panel tersebut dari
kebocoran air dan kotoran dengan menggunakan plastik / terpal.

D. Pemasangan Medium Voltage Distribution Panel (MVDP)

Marking plat lantai untuk menentukan posisi pondasi panel MVDP dan titik angkur sesuai lubang
pada base plate box panel. Pemasangan panel MVDP dilakukan setelah pondasi sudah cukup kuat/
cukur umur betonnya dan ruangan tersebut sudah dibersihkan dari kotoran, puing dan sampah
serta selesai finishing sipil dan arsitektur. Pasang panel diatas pondasi, kencangkan mur dan baut
dengan menggunakan kunci pass sehingga panel terpasang cukup kuat/ kokoh serta mengikuti
petunjuk dari pabrik pembuat product tersebut. Periksa/ cek posisi panel dengan menggunakan
waterpass dan rollmeter, amankan dan lindungi panel tersebut dari kebocoran air dan kotoran
dengan menggunakan plastik/ terpal.

E. Pemasangan Kabel TM

Marking dan potong kabel jarak ( panjang kabel ) dari panel ke Transformer, pemasangan kabel
dilaksanakan didalam tanah, kabel sudah bersih dari kotoran (sampah dan puing ). Kabel disusun
lurus / rapi dan diklem, ujung kabel diberi tanda untuk menjaga agar tidak terjadi salah sambung.

F. Connecting / Penyambungan Kabel

1. Penyambungan kabel pada panel MVDP

Kupas isolasi ujung kabel, bersihkan inti kabel (conductor) dari kotoran, masukkan sepatu kabel
ke inti kabel (conductor) kemudian dipress dengan menggunakan tang press hydraulic, pasang
isolasi pada ujung kabel dengan warna yang berbeda untuk setiap phase, sambungkan keterminal
panel/circuit breaker dengan mengencangkan baut menggunakan kunci pass/momen, sampai
mendapatkan sambungan yang kuat tidak longgar, periksa posisi kabel dan sambungan dengan
terminal pada circuit breaker.

2. Conecting kabel ke Transformer

Kupas isolasi ujung kabel, bersihkan intik kabel (conductor) dari kotoran, pasang isolasi pada
ujung kabel dengan warna berbeda untuk setiap phase, kemudian pasang ujung kabel dengan
menggunakan jointing khusus untuk sambungan ketransformer. Periksa / cek posisi kabel dan
sambungan kabel pada transformer.

G. Pemasangan Transformer

Making plat lantai untuk menentukan posisi pondasi Transformer dan titik angkur baut sesuai
lubang pada base/plat/rell, cek posisi angkur baut, pasang base plate/rell dengan mengencangkan
baut, setelah pondasi cukup kuat/ cukup umur betonnya dan ruangan tersebut sudah bersih dari
kotoran dan puing serta sampah selesaikan finishing sipil arsitektur, pasang transformer tersebut
diatas base plate/rell yang terpasang pada pondasi, serta mengikuti petunjuk dari pabrik pembuat
produk tersebut.
Periksa / cek posisi trafo dan jointing kabel, lindungi trafo dari kebocoran air dan kotoran dengan
menutup plastik/ terpal.

H. Pemasangan Armature Fixtures

Semua Armature fixtures sebelum dipasang terlebih dahulu dilakukan pengecekan komponen dan
telah berfungsi dengan baik, seluruh jaringan selesai terpasang dan telah dilakukan test meger
dengan hasil maksimal.

1. Pemasangan Armature type Outbow ( menempel pada dinding plafon )

Marking dinding dan rangka plafon untuk menentukan titik bor sesuai lubang pada box armature,
pasang fisher pada dinding / rangka plafon, cek posisi fisher. Pasang Armature dengan
mengencangkan baut fisher menggunakan obeng, sambungkan pada armature ke jaringan
instalasi. Cek posisi armature dengan menggunakan water pass dan roll meter.

2. Pemasangan Armature type inbow (recessed mounted)

Marking plafon untuk membuat lubang sesuai dengan ukuran box armature dan marking titik bor
pada duct lantai untuk dipasang fisher sebagai penguat penggantung (hanger), cek posisi hanger
dan pada ukuran lubang armature pada plafon.
Pasang armature dengan menggunakan penggantung ( hanger ) dan kencangkan baut pada hanger
sehingga armature terpasang cukup kuat sambungkan kabel pada armature ke jaringan / instalasi
listrik.
Cek posisi armature sesuaikan dengan level plafon.

3. Marking Armature type Outdoor/lampu taman


Marking untuk menentukan posisi pondasi lampu taman sesuai dengan instalasi lampu taman dan
gambar kerja, pasang pondasi dan tiang lampu, cek posisi pondasi dan tiang lampu, setelah tiang
lampu terpasang cukup kuat pondasinya, pasang fuse box dan armature pada tiang lampu,
sambungkan kabel pada fuse box dan lampu ke jaringan instalasi listrik. Cek posisi fuse box dan
armature.

I. Pemasangan Stop Kontak dan Saklar


a.
1. Pemasangan Stop Kontak dan Saklar Type Inbow

Marking dinding / kolom untuk menentukan posisi lubang inbodoos, buat dan rapihkan lubang
tersebut, kemudian pasang inbow doos dengan cara mengisi space inbow doos dengan adukan
semen dan pasir, cek posisi inbow doos menggunakan water pass dan roll meter. Sambungkan
(connect) kabel ke stop kontak atau saklar, cek sambungan kabel bila sudah benar dilanjutkan
pemasangan stop kontak atau saklar dengan mengencangkan baut dengan menggunakan obeng.
Cek posisi stop kontak atau saklar menggunakan waterpass dan roll meter.

2. Pemasangan Stop Kontak dan Saklar Type Outbow

Marking titik bor pada dinding / kolom untuk pasang fisher sesuai lubang pada stop kontak atau
saklar, kemudian dilanjutkan penyambungan kabel stop kontak atau saklar. Pasang stop kontak
atau saklar dengan mengencangkan baut fisher menggunakan obeng. Cek posisi stop kontak atau
saklar dengan menggunakan water pass dan roll meter.

J. Pemasangan Grounding/ Pentanahan

Marking lokasi untuk mementukan titik pentanahan sesuai gambar, Elektrode pentanahan
dilaksanakan dengan menggunakan pipa galvanized (Copper Rod) diameter 40 mm ditanamkan
sedalam 12 m atau sampai mencapai permukaan air tanah dan mendapatkan nilai tahanan
grounding mencapai 2 ohm diukur minimal setelah 3 hari tidak turun hujan, ujung pipa dipasang
cooper rod panjang 0,5 m, penghantar pentanahan (grounding) menggunakan Bar Copper (BC).
Penyambungan kepanel panel dengan menggunakan sepatu kabel (Kabel skun) dan dikencangkan
mur baut ke CU bar dengan menggunakan kunci pass.

K. Pekerjaan Testing & Commisioning

1. Testing Medium Voltage Distribution Panel (MVDP) dan Trafo

● Testing MVDP dan Trafo sebelum dikirim ke proyek terlebih dahulu dilakukan test
pabrik (manufacturing test) dengan bukti melampirkan hasil test .
● Testing system jaringan kabel tegangan menengah dan rendah
Pengetesan sambungan (connecting cable) dilaksanakan dengan menggunakan meger test baik
untuk sambungan kabel feeder maupun kabel jaringan lampu atau stop kontak pengetesan kabel
feeder dilaksanakan setiap jalur/ masing-masing jenis dan ukuran kabel sedangkan untuk jaringan
lampu dan stop kontak dilaksanakan setiap group, dan hasil test meger tersebut dicatat untuk
sebagai laporan / data proyek

2. Test Fungsi

Pengetesan fungsi dilaksanakan setelah semua hasil testing secara parsial selesai dengan hasil
yang maximal, dan telah tersedia daya listrik yang cukup
Cek dan periksa : adjusting balancing, lampu-lampu, stop kontak, saklar / switch, panel-panel
listrik dengan melakukan penandaan marking pada setting tersebut dan mencatat semua data.
Setelah semua hal-hal tersebut diatas dilakukan penyesuaian dan telah mendapatkan hasil yang
maximal, tahap berikutnya dilakukan pengujian secara menyeluruh.

L. Final Acceptance

Test Commisioning yang telah berhasil dengan baik dapat dianggap sebagai serah terima
pekerjaan pertama dan dilanjutkan dengan masa uji coba (trial run ). Dalam masa ini yang lebih
dikenal dengan masa pemeliharaan, semua kekurangan ataupun kerusakan yang terjadi akibat
kesalahan kontraktor, maka perbaikannya menjadi tanggung jawab kontraktor.