Anda di halaman 1dari 50

MAKALAH ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI

DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS


Ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis
Doden : Dr. Lilis Sulastri, M.M

Disusun oleh :
Kelompok 6 Manajemen 6G

Soya Fitriyani Inuri 1168020273

Toufik Hidayat 1168020289


Tsabbit Fuady Shidqi 1168020291

Vitania Jasita AlFatihah 1168020293

Windianti Rahayu 1168020298

Windy Ratna Juwita 1168020299

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
2019

1
KATA PENGANTAR

Puji serta syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah Swt. karena Alhamdulillah atas
rahmat dan karunia serta ridho-Nya penyusun bisa menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa
shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad
s.a.w, beserta pengikutnya hingga akhir jaman.

Penyusun ucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Lilis Sulastri, M.M selaku dosen
mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang senantiasa memberikan arahan sampai tersusunnya
makalah ini, juga tak lupa kepada orang tua yang selalu memberikan motivasi dan do’a dan
kepada pihak yang turut membantu semoga bertambah ilmunya untuk tetap memberikan
yang terbaik dan hanya Allah yang dapat memberikan balasannya.

Makalah yang disusun ini untuk memenuhi tugas yang dosen berikan. Dalam
penulisan ini penyusun menyadari masih banyak kekurangan dengan isi yang sederhana,
besar harapan penyusun semoga makalah yang dibuat ini dapat memberikan manfaat.

Bandung, April 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................... 2

DAFTAR ISI ......................................................................................................................... 3


BAB I..................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN ................................................................................................................. 4
1.1. Latar Belakang............................................................................................................ 4
1.2. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 4
1.3. Tujuan dan Manfaat .................................................................................................... 5
BAB II ................................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN.................................................................................................................... 6
2.1. Pengertian Aspek Teknis Dan Teknonologi Dalam Studi Kelayakan Bisnis ............. 6
2.2. Tujuan, Manfaat, Dan Hal-Hal Yang Perlu Dianalisa Dalam Studi Kelayakan
Bisnis......................................................................................................................................8
2.3. Pemilihan Mesin Dan Peralatan Teknologi, Serta Kriteria Pemilihan Alat Dan
Teknolologi .......................................................................................................................... 13
2.3.2. Kriteria Pemilihan Alat Dan Teknolologi ................................................................. 16
2.4. Penentuan Lokasi Bisnis, Penentuan Luas Produk, Penentuan Layout Pabrik Dan
Bangunan, Serta Penyusunan Rencana Kapasitas ............................................................... 16
2.5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Lokasi, Penilaian Dan Penentuan
Lokasi, Serta Metode Evaluasi Lokasi ................................................................................ 24
2.5.2. Penilaian Dan Penentuan Lokasi ............................................................................... 27
2.5.3. Metode Evaluasi Lokasi ............................................................................................ 31
2.6. Proses Produksi, Design Produksi Barang Dan Jasa, Seleksi Design Produksi Barang
Dan Jasa, Serta Siklus Hidup Produk .................................................................................. 34
2.6.4. Siklus Hidup Produk.................................................................................................. 41
2.7. Contoh kasus Proses Produksi , Aspek Teknis dan Teknologi Pada perusahaan Ice
cream ................................................................................................................................... 45
BAB III ................................................................................................................................ 49
PENUTUP ........................................................................................................................... 49
3.1. Kesimpulan ................................................................................................................... 49
3.2. Saran ............................................................................................................................. 49
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 50

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Aspek teknis dan teknologi merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan
proses pembangunan proyek secara teknis, teknologi dan pengoperasiannya setelah
proyek tersebut selesai dibangun.

Studi kelayakan Aspek teknik dan teknologi mulai dilakukan Setelah aspek
pemasaran telah dilakukan studi kelayakan bisnis dan dinyatakan bahwa proyek atau
bisnis tersebut layak dari segi pemasaran. Selanjutnya hal yang perlu dilakukan yaitu
dengan melakukan studi kelayakan aspek teknik dan teknologi yang meliputi strategi
produksi dan perencanaan produk, proses pemilihan teknologi untuk produksi,
penentuan kapasitas produksi yang optimal, letak pabrik dan layoutnya serta letak usaha
dan layoutnya, rencana operasional jumlah produksi, rencana pengendalian persediaan
bahan baku dan barang jadi, dan pengawasan kualitas produk baik dalam bentuk barang
ataupun jasa.

Pemilihan terhadap jenis teknologi yang digunakan juga perlu dijelaskan, baik
mengenai jenis jumlah dan ukuran bila diperlukan serta alasan-alasan dalam pemilihan,
dihubungkan dengan masalah yang dihadapi disamping investasi lainnya.

Tujuan studi kelayakan bisnis aspek teknik dan teknologi adalah untuk
memastikan apakah secara teknis dan pilihan teknologi tertentu, rencana bisnis dapat
dilaksanakan secara layak atau tidak layak, baik ada saat pembangunan proyek maupun
operasional rutin.

1.2.Rumusan Masalah
a. Apa pengertian aspek teknis dan teknonologi dalam studi kelayakan bisnis?
b. Apa tujuan, manfaat, dan hal-hal yang perlu dianalisa dalam studi kelayakan bisnis?
c. Bagaimana pemilihan mesin dan peralatan teknologi, serta kriteria pemilihan alat dan
teknolologi?
d. Bagaimana penentuan lokasi bisnis, penentuan luas produk, penentuan layout pabrik
dan bangunan, serta penyusunan rencana kapasitas?
e. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan lokasi, penilaian dan penentuan
lokasi, serta metode evaluasi lokasi?

4
f. Bagaimana proses produksi, design produksi barang dan jasa, seleksi design produksi
barang dan jasa, serta siklus hidup produk?
g. Apa contoh kasus terkait proses produksi, aspek teknis dan teknologi yang digunakan
pada perusahaan produk barang dan jasa?

1.3.Tujuan dan Manfaat


a. Untuk menjelaskan apa pengertian aspek teknis dan teknonologi dalam studi
kelayakan bisnis, sehingga pembaca dapat mengetahui apa pengertian aspek teknis
dan teknonologi dalam studi kelayakan bisnis.
b. Untuk menjelaskan apa tujuan, manfaat, dan hal-hal yang perlu dianalisa dalam studi
kelayakan bisnis, sehingga pembaca dapat mengetahui apa tujuan, manfaat, dan hal-
hal yang perlu dianalisa dalam studi kelayakan bisnis.
c. Untuk menjelaskan bagaimana pemilihan mesin dan peralatan teknologi, serta
kriteria pemilihan alat dan teknolologi, sehingga pembaca dapat mengetahui
bagaimana pemilihan mesin dan peralatan teknologi, serta kriteria pemilihan alat dan
teknolologi.
d. Untuk menjelaskan bagaimana penentuan lokasi bisnis, penentuan luas produk,
penentuan layout pabrik dan bangunan, serta penyusunan rencana kapasitas,
sehingga pembaca dapat mengetahui bagaimana penentuan lokasi bisnis, penentuan
luas produk, penentuan layout pabrik dan bangunan, serta penyusunan rencana
kapasitas.
e. Untuk menjelaskan apa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan lokasi,
penilaian dan penentuan lokasi, serta metode evaluasi lokasi, sehingga pembaca
dapat mengetahui apa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan lokasi, penilaian
dan penentuan lokasi, serta metode evaluasi lokasi.
f. Untuk menjelaskan bagaimana proses produksi, design produksi barang dan jasa,
seleksi design produksi barang dan jasa, serta siklus hidup produk, sehingga pembaca
dapat mengetahui bagaimana proses produksi, design produksi barang dan jasa,
seleksi design produksi barang dan jasa, serta siklus hidup produk.
g. Untuk menjelaskan apa contoh kasus terkait proses produksi, aspek teknis dan
teknologi yang digunakan pada perusahaan produk barang dan jasa, sehingga
pembaca dapat mengetahui apa contoh kasus terkait proses produksi, aspek teknis
dan teknologi yang digunakan pada perusahaan produk barang dan jasa.

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1.Pengertian Aspek Teknis Dan Teknonologi Dalam Studi Kelayakan Bisnis


Aspek teknis merupakan Kegiatan yang timbul apabila sebuah gagasan
usaha/proyek yang direncanakan telah menunjukan peluang yang cukup cerah dilihat
dari segi pemasaran. Penilaian kelayakan terhadap aspek ini sangat penting dilakukan
sebelum perusahaan dijalankan. Penentuan kelayakan teknis perusahaan menyangkut
hal-hal yang berkaitan dengan teknis/operasi, sehingga apabila tidak dianalisis dengan
baik, maka akan berakibat fatal bagi perusahaan dalam perjalanannya di kemudian
hari.Produk dapat dikatakan layak secara teknis jika produk dapat diterima dan dapat
diproduksi secara massal dengan mudah. Evaluasi kelayakan teknis melihat kepada
kelayakan teknis teknologi yang digunakan. Hal ini berarti bahwa evaluasi ini melihat
kepada apakah teknologi yang digunakan dapat bekerja sesuai desain dan kapasitas
penggunanya.
Secara umum ada beberapa hal yang hendak dicapai dalam penilaian aspek ini
yaitu:
1. Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik,
gudang, cabang maupun kantor pusat.
2. Agar perusahaan dapat menentukan layout yang sesuai dengan proses produksi yang
dipilih, sehingga dapat memberikan efisiensi.
3. Agar perusahaan bisa menentukan teknologi yang paling tepat dalam menjalankan
produksinya.
4. Agar perusahaan bisa menentukan metode persediaan yang paling baik untuk
dijalankan sesuai dengan bidang usahanya.
5. Agar dapat menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekarang dan di masa
yang akan datang.
Di dalam menyusun studi kelayakan bisnis, aspek teknis perlu dipertimbangkan
dan diperhitungkan secara tepat dan benar karena kesalahan dalam menentukan aspek ini
juga mengakibatkan perusahaan mengalami kegagalan. Banyak perusahaan yang telah
jalan, namun aspek ini masih merupakan masalah yang memerlukan pemecahan karena
kesalahan memperhitungkan aspek teknis secara tepat dan benar pada saat pendirian
usaha, seperti tidak tepatnya lokasi perusahaan, terbatasnya bahan baku, besarnya ongkos
angkut, tidak cocoknya teknologi yang digunakan, mahalnya biaya tenaga kerja, dan lain
sebagainya.

6
Pemilihan terhadap jenis teknologi yang digunakan juga perlu dijelaskan, baik
mengenai jenis jumlah dan ukuran bila diperlukan serta alasan-alasan dalam pemilihan,
dihubungkan dengan masalah yang dihadapi disamping investasi lainnya.
Menurut beberapa pakar teknologi dapat beberapa definisi teknologi informasi
(dalam Abdul Kadir dan Terra),yaitu :
Menurut Haag dan Keen, teknologi informasi adalah seperangkat alat yang
membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang
berhubungan dengan pemprosesan informasi
Menurut Martin,teknologi informasi adalah hal yang tidak hanya terbatas pada
teknologi computer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk
memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi
komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Menurut Williams dan sawyer, teknologi informasi adalah teknologi yang
menggabungkan komputasi(computer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi
yang membawa data,suara,dan video.
Menurut Rahardjo(2002:74),teknologi informasi adalah sama dengan teknologi
lainnya,hanya informasi merupakan komoditas yang diolah dengan teknologi
tersebut.dalam hal ini teknologi mengandung konotasi memiliki nilai ekonomi yang
mempunyai nilai jual.

Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa teknologi informasi tidak sekedar
berupa teknlogi computer,tetapi juga mencakup teknologi telekomunikasi

Klasifikasi Sistem Teknologi Informasi

Sistem teknologi informasi dapat dibedakan dengan berbagai cara


pengklasifikasian. Menurut Abdul Kadir dan Terra TI dapat diklasifikasikan atas :

Menurut fungsi yang diemban sistem, sistem teknologi informasi dapat


dibedakan atas :

a. Embedded IT system adalah sistem teknologi informasi yang melekat pada produk
lain. Contohnya sistem VCR ( Video Casette Recorder) memiliki sistem teknologi
informasi yang memungkinkan pemakai dapat merekam tayangan televisi.
b. Dedicated IT system adalah sistem teknologi informasi yang dirancang untuk
melakukan tugas-tugas khusus. Contohnya, ATM (Anjungan Tunai Mandiri)
dirancang secra khususuntuk melakukan transaksi keuangan bagi nasabah bank.
c. General purpose IT system adalah sistem teknologi informasi yang dapat digunakan
untuk melakukan berbagai aktifitas yang bersifat umum. Contohnya, PC (Personal
Computer)

7
Menurut departemen dalam perusahaan bisnis, TI dibedakan atas: sistem
informasi akutansi, sistem informasi pemasaran, sistem informasi produksi, dan lain-
lain.

Menurut dukungan terhadap level manajemen dalam perusahaan, TI dapat


dibedakan atas : sistem pemrosesan transaksi, sistem pendukung keputusan, dan sistem
informasi eksekutif.

2.2.Tujuan, Manfaat, Dan Hal-Hal Yang Perlu Dianalisa Dalam Studi Kelayakan
Bisnis
2.2.1. Tujuan

Setiap aspek memiliki tujuanya masing-masing. Demikian pula dengan aspek


teknis/operasi/teknologi juga memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai. Secara
umum, ada beberapa yang hendak dicapai dalam penilaian aspek teknis ini, yaitu :

1. Agar perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik untuk lokasi pabrik,
gudang, cabang maupun kantor pusat.
2. Agar perusahaan dapat menentukan layout yang sesuai dengan proses produksi
yang dipilih sehingga dapat memberikan efisiensi.
3. Agar perusahaan bisa menentukan teknologi yang paling tepat dalam
menjalankan produksinya.
4. Agar perusahaan bisa menentukan metode persediaan yang paling baik untuk
dijalankan sesuai bidang usahanya.
5. Agar dapat menentukan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan sekarang dan di
masa yang akan datang.

Pada dasarnya peranan TI bagi setiap perusahaan bersifat unik dan spesifik.
Hal ini disebabkan karena masing-masing perusahaan memiliki strategi yang berbeda
satu dengan yang lainnya. Walaupun dua buah perusahaan misalnya berada pada
sebuah industri yang sama, namun peranan teknologi informasinya bisa sangat
berbeda. Teknologi informasi (TI), yang dikhususkan untuk pengolahan data
menjadi informasi yang bermanfaat bagi organisasi. Teknologi informasi terus-
menerus mengalami perkembangan baik dari segi bentuk, ukuran, kecepatan dengan
kemampuan untuk mengakses multimedia dan jaringan komputer (Sutedjo, 2002).

Di satu sisi perusahaan sadar bahwa sudah saatnya harus memiliki suatu
sistem TI yang menunjang bisnis mereka, sementara di lain pihak mereka harus
mengeluarkan biaya yang relatif cukup besar untuk dapat merancang dan
mengimplementasikan TI yang dibutuhkan. Tanpa memiliki TI yang cukup canggih,

8
sulit bagi perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan besar lainnya baik dari
dalam maupun dari luar negeri (Indrajit, 2004:35).

Menurut Jogiyanto (2003:18) sistem teknologi informasi memberikan lima


peran utama di dalam organisasi :

a. Meningkatkan efisiensi, yaitu menggantikan manusia dengan teknologi di proses


produksi.
b. Meningkatkan efektifitas, yaitu menyediakan informasi bagi para manajer di
organisasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan dengan lebih efektif
yang didasarkan dengan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan
sehingga mendapat hasil produksi yang akurat dan bebas dari cacat produksi
sesuai dengan sasaran produksi yang diinginkan.
c. Meningkatkat komunikasi, yaitu mengintegrasikan penggunaan sistem teknologi
informasi dengan menggunakan email dan chat.
d. Meningkatkan kolaborasi, yaitu dengan menggunakan video conference dan
teleconference.
e. Meningkatkan kompetitif, yaitu sistem teknologi informasi digunakan untuk
keunggulan kompetisi.

Menurut Indrajit (2003:30) jika ditinjau dari segi peranan strategis TI,
terdapat lima jenis tujuan dari dilakukannya investasi terhadap teknologi tersebut,
yaitu :

1) Karena alasan kelangsungan hidup perusahaan atau bisnis itu sendiri, dalam arti
bahwa perusahaan melihat keberadaan TI di dalam bisnis terkait sifatnya adalah
mutlak. Contohnya adalah perusahaan semacam bank retail, hotel berbintang
lima, transportasi penerbangan,dan lain sebagainya yang tidak mungkin dapat
bertahan lama dalam ketatnya persaingan bisnis tanpa diperlengkapi oleh TI.
2) Perusahaan melakukan investasi TI karena alasan ingin memperbaiki efisiensi.
Diharapkan dengan diimplementasikannya TI dalam sejumlah aktifitas tertentu,
maka akan dilakukan proses reduksi atau optimalisasi terhadap alokasi berbagai
sumber daya perusahaan, seperti : manusia, waktu, biaya, material, aset, dan lain-
lain. Biasanya TI dipergunakan biaya komunikasi dan transaksi.
3) Tujuan investasi TI adalah untuk memperbaiki efektifitas usaha (do the right
thing), diamana TI akan dipergunakan untuk menopang kehandalan kegiatan
bisnis. Keinginan perusahaan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif agar
dapat meninggalkan para pesaing bisnisnya dengan mengembangkan TI yang
tidak terdapat pada perusahaan lain yang belum memilikinya. Dalam hal ini

9
diterapkan melalui konsep manajemen baru, dimana secara signifikan
implementasi berbagai perangkat TI diharapkan membawa perusahaan jauh di
depan dibandingkan dengan para pesaing bisnisnya.
4) TI sebagai salah satu perangkat infrastruktur yang tidak dapat dihindari
keberadaannya bagi sebuah perusahaan di era global ini. Adalah merupakan
suatu standart bagi perusahaan dewasa ini untuk memiliki corporate website
yang dapat diakses oleh para calon pelanggan di seluruh dunia, menggunakan
email sebagai sarana berkomunikasi sehari-hari, dan lain sebagainya, dimana
keseluruhan perangkat tersebut sudah menjadi sebuah infrastruktur usaha yang
harus dimiliki oleh perusahaan.

Peranan TI pada masa sekarang tidak hanya diperuntukan bagi organisasi,


melainkan juga untuk kebutuhan perseorangan. Bagi organisasi, TI dapat digunakan
untuk mencapai keunggulan kompetitif, sedangkan bagi perseorangan TI dapat
digunakan untuk mencapai keunggulan pribadi, termasuk untuk mencari pekerjaan
(Abdul dan Terra, 2003:22).

2.2.2. Manfaat

Pemanfaatan Teknologi Informasi Teknologi kini semakin marak


diperbincangkan karena diyakini dapat memberi keunggulan bersaing. Contohnya
bank BCA, meski bukan yang pertama dalam memanfaatkan TI sebagai keunggulan
utamanya, namun terus-menerus menciptakan produk-produk layanan yang inovatif
yang berbasis TI.

Keunggulan bersaing ini dapat dicapai melalui banyak cara misalnya, harga
terjangkau, kualitas terjamin, keramahan, kecepatan layanan, dan lain sebagainya.
Berkaitan dengan pemanfaatan TI dalam perusahaan, keunggulan kompetitif
mengacu pada penggunaan TI untuk meningkatkan kualitas informasi, kontrol
kinerja perusahaan, dan peningkatan layanan untuk memenangkan pasar. Ide
dasarnya adalah perusahaan menggunakan TI baik sebagai alat bantu maupun
strategi yang tangguh untuk mengintegrasikan dan mengolah data dengan cepat dan
akurat serta untuk penciptaan produk layanan baru sebagai daya saing untuk
menghadapi kompetisi (Sutedjo, 2002:26).

Teknologi informasi juga dimanfaatkan oleh banyak organisasi sebagai


kekuatan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dewasa ini. Menurut
Sutedjo (2002:24) banyak manfaat yang dipetik oleh perusahaan dengan penggunaan
TI, yaitu :

10
1) Integrasi data dan informasi Pembangunan TI, memungkinkan perusahaan untuk
mengintegrasikan data baik berupa data setup maupun data transaksi yang
dilakukan dari berbagai lingkungan jaringan.
2) Sistem pengorganisasian data memungkinkan sistem bebas redudansi data.
Pembangunan TI yang bertumpu pada sistem pengorganisasian data, akan
menghindarkan sistem dari bahaya duplikasi data (redudansi) artinya perubahan
terhadap data yang satu belum tentu akan diikuti perubahan data duplikatnya.
3) Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusuanan laporan manajerial.
Tuntutan akan ketersediaan laporan manajerial yang standar sering
mengakibatkan tekanan psikologis yang sangat tinggi bagi para manajer. Untuk
itu TI membantu menghasilkan laporan yang memudahkan dalam penyusunan
laporan manajerial.
4) Meningkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan konsumen. Melalui TI,
semua departemental dalam perusahaan akan mendapat aliran informasi yang
tepat pada waktunya sehingga kualitas produksi dapat ditingkatkan. Karena
departemen persediaan barang dan departemen produksi dapat memperoleh
informasi yang jelas dan tepat dalam waktu yang singkat, yang akan berdampak
pada peningkatan layanan konsumen.
5) Meningkatkan citra perusahaan. Pembangunan TI akan meningkatkancitra
perusahaan dari sudut pandang internal maupun elsternal perusahaan. Layanan
konsumen akan sangat cepat dilakukan sehingga kepercayaan masyarakat
meningkat dan akan mengalirkan simpati yang cukup besar untuk mendorong
tingkat pembelian produk dari perusahaan.

Menurut Jogiyanto (2003:8) sistem teknologi informasi dapat dimanfaatkan


di internal atau di eksternal organisasi. Di internal organisasi TI dapat diterapkan di
fungsi-fungsi organisasi dan di tingkatan-tingkatan manajemen. Sistem TI yang
diterapkan secara eksternal merupakan sistem TI internal yang ditarik ke luar
organisasi menggunakan teknologi komunikasi. Tujuan dari sistem TI ini adalah
untuk menjangkau pihak eksternal perusahaan secara lebih efektif sehingga
menjangkau secara langsung pemasok dan pelanggan perusahaan supaya perusahaan
dapat memenangkan persaingan, karena sistem TI seperti ini sekarang merupakan
alat yang memungkinkan menciptakan keunggulan kompetisi.

Manfaat TI di bidang bisnis dapat dijadikan sebagai produk atau dapat


digunakan sebagai alat (tools). Jadi, sebuah perusahaan dapat menghasilkan produk
TI atau dapat menggunakan TI untuk menghasilkan produk atau layanannya.
(Rahardjo, 2002:77). Dalam hubungan pembeli-penjual, informasi dapat

11
menentukan daya tawar relatif dari konsumen serta informasi mendefinisikan relasi
dengan pemasok. Adanya sebuah relasi berarti bahwa perusahaan telah membangun
saluran khusus secara elektronik (TI). (Philip dalam Janita).

Dalam pemanfaatan TI oleh perusahaan akan memunculkan sebuah


kebimbangan yaitu bagian mana dari fungsi TI yang sebaiknya diambil dari luar
(outsourced) dan yang sebaiknya disediakan sendiri oleh perusahaan. Dalam hal ini
pertimbangan yang mendasar apakah operasi teknologi tertentu memberikan manfaat
strategis atau apakah hanya merupakan komoditas yang tidak akan membedakan kita
dengan pesaing. Teknologi informasi kemudian tidak hanya menjadi komplemen
dari sumber keunggulan bersaing tradisional, tetapi menjadi sumber keunggulan
bersaing maupun pencipta basis persaingan yang baru.

Gambar. Manfaat IT dalam Proses bisnis

2.2.3. Hal-hal yang Perlu Dianalisis

Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan analisis dalam aspek ini,
diantaranya adalah :

a. Penentuan lokasi;
b. Penentuan luas produksi;
c. Penentuan tata letak (lay-out);
d. Penyusunan peralatan pabrik dan proses produksinya termasuk pemilihan
teknologi;
e. Metode persediaan;
f. Sistem informasi Manajemen

12
Kelengkapan kajian aspek teknis ini sangat tergantung pada jenis usaha yang
dijalankan. Dengan demikian, analisis ini dilakukan untuk menilai kesiapan
perusahaan dalam menjalankan usahanya dengan menilai ketepatan lokasi, luas
produksi, dan tata letak (lay-out) serta kesiapan mesin-mesin teknologi, metode
persediaan serta sistem informasi manajemen yang akan dilaksanakan.

2.3. Pemilihan Mesin Dan Peralatan Teknologi, Serta Kriteria Pemilihan Alat Dan
Teknolologi
2.3.1. Pemilihan Mesin Dan Peralatan Teknologi
Peralatan, dan teknologi merupakan hal yang penting. Hal ini karena
kesalahan dalam pemilihan mesin, peralatan, dan teknologi yang digunakan akan
menimbulkan kerugian jangka panjang. Berikut ini beherapa hal yang perlu
dipertimbangkan pada pemilihan mesin dan peralatan.

a. Kesesuaian dengan teknologi Mesin dan peralatan harus sesuai dengan


teknologi yang berlaku sekarang. Jika teknologi yang digunakan tidak sesuai
dengan kondisi lingkungan yang ada Maka prosesnya akan ketinggalan
sehingga akan kalah dengan para pesaing lainnya.
b. Harga perolehan harga perolehan mesin, peralatan, dan teknologi harus sesuai
dengan besarnya biaya investasi yang dianggarkan agar tidak membebani
keuangan perusahaan dalam jangka panjang.
c. Kemampuan mesin peralatan yang akan digunakan harus sesuai dengan luas
produksi yang direncanakan. Hal ini untuk menghindari middle expansion,
yang akan menimbulkan pemborosan atau over capacity sehingga
mengakibatkan kerusakan.
d. Ketersediaan pemasok harus dipertimbangkan sehingga pada saat kegiatan
pcmbangunan dimulai tidak ada kendala dalam hal pengadaan,
e. Ketersediaan suku cadang harus dianalisis secara cermat agar proses
pemeliharaan dan perbaikan karena suatu kerusakan pada mesin dan peralatan
dapat dilakukan dengan mudah.
f. Kualitas mesin menentukan keawetan dan kualitas produk yang akan
dihasilkan. Oleh karena itu, kualitas mesin. dan peralatan perlu
dipertimbangkan, disesuaikan dengan , kemampuan keuangan yang ada. Umur
ekonomis harus sesuai dengan keberadaan bisnis yang akan dijalankan, jangan
sampai umur ekonomi mesin terlalu pendek sehingga "habis" sebelum bisnis
mencapai tingkat pengembalian investasi. teknologi yang paling maju belum
tentu sesuai dengan kondisi perusahaan. Oleh karena itu, pemilihan teknologi
harus mempertimbangkan manfaat ekonomi yang diharapkan. Selain manfaat

13
ekonomi. ada beberapa hal berikut juga perlu dipertimbangkan dalam
pemilihan teknologi.
g. Aspek Teknis dan Teknologi
1) Kemampuan tenaga kerja dalam menggunakan teknologi
2) Kesesuaian teknologi dengan bahan baku yang digunakan
3) Kentungkinan untuk mengembangkan teknologi di masa yang akan datang
Kcberhasilan pemakaian teknologi di tempat lain

Fasilitas produksi yang dominan di dalam pabrik adalah mesin dan


peralatan. Untuk melakukan pembelian mesin atau peralatan, harus
dipertimbangkan secara ekonomis dan disesuaikan dengan jumlah produksi barang
atau jasa yang dihasilkan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan mesin atau peralatan adalah:
a. Kapasitas mesin.
b. Kecocokan (compatibility).
c. Tersedianya peralatan pelengkap (suku cadang) yang diperlukan.
d. Keterandalan dan purna jual.
e. Kemudahan persiapan dan instalasi, serta penggunaan dan pemeliharaan.
f. Keamanan.
g. Penyerahan.
h. Keadaan pengembangan.
i. Pengaruh terhadap organisasi yang ada.

Faktor-faktor tersebut menjadi hahan pertimbangan manajer operasi sehingga


tidak terjadi pembelian mesin yang berlebihan atau kekurangan beban sehingga tidak
produktif dan terlalu mahal dibanding dengan tingkat produksi yang dihasilkan.
Selain faktor pemilihan mesin, juga dipertimbangkan penentuan jumlah mesin
karena terkait dengan jumlah sumber daya manusia yang dimiliki, khususnya
operator mesin. Pertimbangan lain didasarkan pada persoalan teknis dan ekonomis.

Perkembangan dari penggunaan mesin adalah adanya Automation atau


otomatisasi. Automation merupakan kombinasi/penggabungan berbabagai teknik
untuk mengoperasikan mesin, proses produksi, dan lain-lain. Dalam lingkup
manufaktur, automation memiliki dua kategori, yaitu:

a. Automation pada sistem manufaktur di pabrik


b. Komputerisasi pada sistem pendukung manufaktur

Dua kategori tersebut saling tumpang tindih karena manufaktur sistem


pendukung yang terhubung ke sistem manufaktur pabrik dengan pengaplikasian
Computer-Integrated Manufacturing (CIM). Automation di pabrik contohnya adalah

14
peralatan mesin otomatis, sistem perakitan otomatis, robot industri yang melakukan
proses pengolahan atau operasi perakitan, otomatisasi bahan penanganan dan
penyimpanan sistem untuk mengintegrasikan operasi manufaktur, dan sistem
pemeriksaan otomatis untuk pengendalian kualitas.

Automation memiliki tiga kategori, yaitu:

a. Fixed Automation
Sebuah sistem manufaktur dimana urutan pengolahan (atau perakitan) operasi
ditetapkan oleh konfigurasi peralatan (tidak bisa diubah/fixed) Ciri-ciri:
investasi awal tinggi yaitu untuk peralatan custom-engineered, tingkat produksi
tinggi, relatif tidak fleksibel dalam mengakomodasi berbagai produk, cocok
untuk jumlah produksi yang tinggi.
b. Programmable Automation
Sebuah sistem manufaktur dirancang dengan kemampuan untuk mengubah
urutan operasi untuk mengakomodasi konfigurasi produk yang berbeda. Ciri-
ciri: investasi tinggi dalam peralatan tujuan umum, tingkat produksi lebih rendah
dari otomatisasi tetap, lebih fleksibel untuk menangani variasi dan perubahan
konfigurasi produk, paling cocok untuk batch produksi, pengaturan fisik dan
program paruh harus diubah antar pekerjaan (batch).
c. Flexible Automation
Perpanjangan otomatisasi diprogram pada saat sistem ini mampu mengubah
lebih dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya tanpa kehilangan waktu antara
pekerjaan. Ciri-ciri: investasi yang tinggi untuk sistem custom-engineered,
produksi berkesinambungan dari campuran variabel produk, fleksibilitas untuk
menangani berbagai produk lembut.

Manfaat otomatisasi bagi pengguna produk atau konsumen adalah sebagai


berikut:

a. Kualitas produk menjadi lebih baik, karena unsur-unsur kesalahan dan


kekeliruan yang dilakukan oleh manusia pada waktu memproduksi dan
pemeriksaan/inspeksi sudah tidak terdapat lagi dalam proses produksi.
b. Mengurangi pemborosan dan menekan biaya-biaya pengulangan atas pekerjaan-
pekerjaan yang salah, karena telah dikuranginya pengaruh para pekerja terhadap
produksi yang dihasilkan.
c. Memungkinkan dihasilkannya produk yang hampir seragam dan dalam jumlah
yang sangat besar, karena sudah distandarisasi.

15
d. Dapat mengurangi biaya produksi per unit produk yang dihasilkan karena dapat
dihasilkannya produk dalam jumlah/volume yang sangat besar.
e. Menghematan penggunaan tenaga kerja sehingga mengurangi permasalah
tenaga kerja yang kompleks.

2.3.2. Kriteria Pemilihan Alat Dan Teknolologi


Patokan umum dalam pemilihan teknologi adalah: seberapa jauh derajat
mekanisasi diinginkan dan manfaat ekonomi yang diharapkan. Kriteria yang lain:

a. Ketetapan jenis teknologi yag dipilih dengan bahan mentah yg digunakan


b. Keberhasilan penggunaan jenis teknologi tersebut di tempat lain
c. Kemampuan tenaga kerja
d. Kemungkinan adanya teknologi lanjutan

2.4. Penentuan Lokasi Bisnis, Penentuan Luas Produk, Penentuan Layout Pabrik Dan
Bangunan, Serta Penyusunan Rencana Kapasitas
2.4.1. Penentuan Lokasi

Penentuan suatu lokasi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah banyak


pertimbangan yang harus dinilai secara matang. Untuk menilai lokasi yang sesuai
dengan keinginan perusahaan terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
pemilihan lokasi yang tepat, diantaranya adalah:

a. Faktoe Primer, dan


b. Faktor sekunder

Penting tidaknya kedua faktor ini sangat tergantung pada bentuk dan jenis
usaha yang akan diuraikan atau dapat juga dikatakan bahwa penting tidaknya kedua
faktor ini juga ada hubungannya langsung dengan tujuan dari setiap usaha yang akan
didirikan. Faktor utama tersebut ialah:

 Letak pasar
 Sumber bahan baku
 Fasilitas angkutan
 Ketersediaan tenaga kerja terampil
 ketersediaan listrik, air, telepon.

Letak pasar menjadi pertimbangan utama jika produk atau jasa yang akan
dihasilkan dari pendirian usaha baru itu adalah termasuk jenis barang yang harus
mudah dijangkau oleh pelanggannya atau agar dapat segera melayani pembelinya.
Jika dikaitkan dengan pembahasan karakteristik pelanggan dan profil pelanggan

16
maka untuk produk yang bersifak produk impuls, dan produk kebutuhan sehari-hari
adlah perlu memperhatikan lokasi dekat dengan pasar.

Letak sumber bahan baku, pertimbangannya adalah dari sisi proses proses
produksi dan biaya angkut. Pilihan ini biasanya didasari atas pertimbangan: 1)
kesukaran dalam pengangkutan, 2) harga bahan mentah mahal, dan 3) bahan mentah
tersebut berat. Orientasi pada sumber itu terjadi jika proses produksi adalah
mengurangi berat (Contohnya proses produksi gula pasir, dan lain sebagainya).

Adanya fasilitas angkutan umum untuk memudahkan pengangkutan produk


ke pasar sasaran. Seperti ketersediaan kereta api, truk/anggutan, jalan raya, angkutan
melalui sungai (air), dan angkutan melalui udara, Ketersediaan alternatif angkutan
ini akan sangat membantu dalam proses pemilihan lokasi, karena sasaran produksi
adalah mengasilkan produk yang berkualitas, dibutuhkan oleh pelanggan, dan dapat
segera mungkin sampai kepada pelanggan di passar sasaran.

Ketersediaan tenaga terampil juga nerupakan bagian penting lain yang


terkadang perlu dipertimbangkan, mengingat bahwa produk/jasa yang akan
dihasilkan itu harus produk/jasa yang berkualitas dan dibutuhkan oleh pelanggan di
pasar sasaran. Produk/jasa yang demikian hanya dapat dihasilkan oleh tenaga kerja
yang terampil, jika tenaga kerja yang terampil ini ada dan dalam jumlah yang cukup
maka akan ssangat membantu mencapai tujuan tersebut.

Sarana penunjang, seperti listrik, air, dan telepon akan membawa pengaruh
positif karena tidak perlu menyediakan sendiri sarana tersebut, dan jika sarana ini
ada dan tersedia dalam jumlah yang cukup maka akan didapat efisiensi dalam proses
produksi yang akan dilakukan. Keempat unsur tersebut akan selalu masuk sebagai
faktor utama yang dipertimbangkan ketika suatu usaha akan didirikan.

Dalam memilih lokasi usaha juga ada beberapa tahap yang harus dilalui,
diantaranya adalah:

a. Tahap Pertama : Melihat kemungkinan daerah mana yang dijadikan sebagai


lokasi usaha dengan mempertimbangkan ketentuan pemerintah, jenis proses
produksi produk/jasa akan menentukan spesifikasi usaha yang berhubungan
dengan buruh/tenaga kerja, pengangkutan, dan lain-lain.
b. Tahap Kedua : Memerhatikan pengalaman dari usaha orang lain atau
pengalaman sendiri, didasari pada jenis barang yang dihasilkan dan proses
produksinya karena keduanya akan berpengaruh pada sarana angkutan, pasar,
listrik, air telepon, dan faktor lainnya yang dianggap penting.

17
c. Tahap Ketiga : Mempertimbangkan dan menilai dampak sosial ataupun
dukungan dari masyarakat disekitar lokasi. Penilaian ini didapat dengan
melakukan survei langsung kelapangan. Dari ketiga tahap itulah dianalisis dan
dipertimbangkan apakah suatu usaha layak didirikan pada lokasi atau wilayah
tersebut.

Dalam pemilihan lokasi juga terdapat paling tidak ada tiga moetode yang
dapat digunakan dalam menilai suatu lokasi sebelum diputuskan:

a. Metode Penilain Hasil Value

Metode ini dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap semua faktor yang
dianggap penting dalam penentuan lokasi dan diberikan bobot penilaian. Lokasi yang
memiliki nilai yang tertinggi dianggap yang terbaik untuk dipilih. Lihat Contoh
berikut:

Tabel 2.1 Penilaian Lokasi dengan Metode Penilaian Hasil Value

No Kebutuhan Nilai Cirebon Bandung Serang


Lokasi
Ideal
1 Pasar 40 25 35 20
2 Bahan Baku 30 20 25 15
3 Transportasi 15 7 13 8
4 Tenaga Kerja 10 10 9 11
5 Lainnya 5 4 5 4
Jumlah 100 66 87 58
Berdasarkan metode penilaian hasil value maka lokasi yang tertinggi yang dipilih
yaitu kota Bandung dengan nilai 87.

b. Metode Perbandingan Biaya (Cosh Comparison Method)


Pemilihan lokasi berdasarkan metode ini dilakukan dengan cara menentukan
besar kecilnya perkiraan biaya pada alternatif pilihan lokasi. Caranya masing-
masing biaya yang dianggap relevan ditentukan, kemudian di jumlahkan pada
setiap alternatif lokasi. Lokasi yang memiliki total biaya terkecil, akan dipilih
sebagai lokasi usaha. Metode perbandingan biaya didasarkan pada kebutuhan
biaya- biaya utama seperti bahan baku, operasi (pengolahan), distribusi umum
dan lainnya. Lihat contoh berikut ini:
Tabel 2.2 Pemilihan Lokasi Berdasarkan Penilaian Biaya
Lokasi
No Jumlah Biaya yang dinilai
Serang Cirebon Bandung
1 Bahan Baku (harga) Rp 50 Rp 40 Rp 35
2 Power (Listrik) 15 15 20

18
Biaya Operasi:
 Tenaga kerja dan 20 15 20
3
supervisi
 Bengkel reparasi 10 10 15
Biaya Lain-Lain:
 Biaya administrasi 5 8 10
 Asuransi 5 5 5
 Pajak 4 4 4
4
 Bunga pinjaman 3 3 3
 Bunga pengepakan 4 4 4
 Biaya penjualan 5 7 10
 Biaya transpor kepasar 5 8 15

Jumlah Rp 126 Rp 199 Rp 141

Berdasarkan metode perbandingan biaya lokasi yang dipilih adalah Serang


dengan biaya termurah, yaitu hanya Rp 126.
c. Metode Analisis Ekonomi (Economic Analisys Method)
Metode ini mempertimbangkan hasil analisis biaya ditambah dengan faktor
intangibles yang relevan. Penilaian didasarkan pada penilaian kualitatif dan
kuantitatif. Contoh pada tabel 2.3 memperlihatkan bahwa pada bagian atas
merupakan rincian biaya operasional secara kuantitatif, sedangkan bagian bawah
hasil penilaian secara kualitatif. Masing-masing daerah menunjukan nilai yang
berbeda, dan yang akan di pilih adalah didasarkan pada pertimbangan, bukan saja
semata-mata melihat dari rendahnya total biaya operasional, tetapi juga penting
untuk melihat secara keseluruhan, yaitu nilai dari seluruh hasil analisis ekonomi,
yang memasukan penilaian berdasarkan nilai-nilai yang nonekonomi, yaitu yang
bersifat intangble yang tidak dapat dihargai dengan uang, tetapi mempunyai nilai
yang dapat mempengaruhi penerimaan dari usaha atau dengan kata lain dapat
menambah biaya usaha sebagai dampak dari lingkungan dimana usaha tersebut
didirikan.
Tabel 2.3 Penilaian Lokasi Dengan Metode Analisis Ekonomi
Lokasi
No Jenis Biaya
Serang Cirebon Bandung
1 Biaya sewa 200.000 150.000 175.000
2 Biaya tenaga kerja 900.000 1.000.000 850.000
3 Biaya pengangkutan 300.000 400.000 350.000
Biaya bahan bakar dan
4 180.000 180.000 180.000
listrik

19
5 Pajak 50.000 60.000 50.000
Total Biaya Operasi 1.630.000 1.790.000 1.605.000
6 Perumahan Baik Cukup Baik
7 Sikap Masyarakat Cukup Sedang Baik

Lokasi yang dipilih berdasarkan metode analisis ekonomi adalah Bandung.

2.4.2. Penentuan Luas Produksi

Penentuan luas produksi adalah berkaitan dengan berapa jumlah produksi


yang dihasilkan dalam waktu tertentu dengan mempertimbangkan kapasitas tekis dan
peralatan yang dimilii serta biaya yang paling efisien. Luas produksi dapat dilihat
dari segii ekonomis dan segi teknis. Dari segi ekonomis yang dilihat adalah berapa
jumlah produk yang dihasilkan dalam waktu tertentu dengan biaya yang paling
efisien. Adapaun dari segi teknisnya yang dilihat adalah jumlah produk yang
dihasilkan atas dasar kemampuan mesin dan peralatan serta persyaratan tekinis.

Secara umum luas produksi ekonomis ditentukan antara lain:

a. Kecenderungan permintaan yang akan datang


b. Kemungkinan pengadaan bahan baku, bahan pembantu, tenaga kerja, dan lain-
lain.
c. Tersedianya teknologi, mesin dan peralatan di pasar.
d. Daur hidup produk, dan produk subtitusi dari produk tersebut.

Kemudian untuk menentukan jumlah produksi yang menghasilkan


keuntungan yang maksimal dapat dilakukan dengan salah satu pendekatan berikut:

a. Pendekatan konsep marginal cosh dan marginal revenue


b. Pendekatan break event voint
c. Metode linier programming

2.4.3. Penentuan Layout Pabrik dan Bangunan

Layout merupakan suatu proses dalam penentuan bentuk dan penempatan


fasilitas yang dapat menentukan efisiensi produksi/operasi. Layout dirancang
berkenaan dengan produk, proses, sumber daya manusia, dan lokasi sehingga dapat
tercapai efisiensi operasi.

Dengan adanya layout akan diperoleh berbagai keuntungan antara lain:

a. Memberikan ruang gerak yang memadai untuk beraktivitas dan pemeliharaan.


b. Pemakaian ruangan yang efisien.
c. Mengurangi biaya produksi maupun investasi.

20
d. Alira material menjadi lancar.
e. Pengangkutan material dan bahan jadi menjadi rendah.
f. Kebutuhan persediaan yang rendah.
g. Memberikan kenyamanan, kesehatan dan keselamatan kerja yang lebih baik.

Pada umumnya jenis layout didasarkan pada situasi sebagai berikut:

a. Posisi tetap (Fixed position)


Layout jenis ini diperuntukan pada proyek yang karen ukuran, bentuk atau hal-
hal lain yang menyebabkan tak mungkin untuk memindahkan produksnya. Jadi
produk tetap ditempat, sedangkan peralatan dan tenaga kerja yang mendatangi
produk. Contoh gedung pembuatan kapal.
b. Orientasi proses ( Process oriented)
Layout orientasi proses didasarkan pada proses produksi barang atau jasa.
Biasanya layout jeis ini dapat secra bersamaan menagani suatu produk/jasa yang
berbeda. Contohnya rumah sakit, Process layout (functional layout), merupakan
jenis layout dengan menempatkan mesin-mesin atau peralatan yang sejenis atau
memiliki fungsi yang sama dalam suatu kelompok atau suatu ruangan.
Contohnya untuk industri tekstil, semua mesin pemotong dikelompokan dalam
satu area atau semua mesin jahit dikelompokan dalam satu area. Jenis layout ini
biasanya untuk usaha job order (sesuai pesanan).
c. Tata letak kantor (Office layout)
Layout jenis ini berkaitan dengan layout posisi kerja, peralatan kerja, tempat yang
diperuntukan untuk perpindahan informasi semuanya diselesaikan dengan
telepon/alat telekomuikasi, masalah layout akan sangat mudah, jika perpindahan
orang dan dokumen dilakukan secara alamiah layout perlu dipertimbangkan
dengan matang.
d. Tata letak pedagang eceran/pelayanan ( Retail and service layouti)
Yaitu layout yang berkenaan dengan peraturan dan alokasi tempat serta arus
bermacam produk atau barang agar lebih banyak barang yang dapat dipajang
sehingga lebih besar penjualannya.
e. Tata letak gudang (Werhouse layout)
Layout ini lebih ditujukan pada efisiensi biaya penaganan gudang dan
memaksimalkan pemanfaatan ruangan gudang. Jadi, tujuan dari Layout ini adalah
untuk memperoleh optimim trade-off antara biaya penanganan dan ruang gedung.
f. Tata letak produk (Produc layout)
Layout jenis ini mencara pemanfaatan personal dan mesin yang terbaik dalam
produksi yang berulang-ulang dan berlanjut atau kontinyu. Biasanya Layout ini

21
cocok bila proses produksinya telah distandarisasikan serta diproduksi dalam
jumlah yang besar. Setiap produk akan melewati tahapan operasi yang sama dari
awal samapai akhir. Contohnya perakitan mobil.

Untuk menentukan layout yang baik maka perusahaan perlu menentukan hal-
hal berikut:

a. Kapasitas dan tempat yang dibutuhkan


Dengan mengetahui tentang pekerja, peralatan dan mesin yang dibuthkan, maka
kita dapat menentukan Layout dan peneydiaan tempat atau ruangan untuk setiap
komponen tersebut.
b. Peralatan untuk menangani material atau bahan
Alat yang digunakan juga sangat tergantung pada jenis material atau bahan yang
dipakai, misalnya deker dan kereta otomatis untuk memindahkan bahan.
c. Lingkungan dan estetika
Keleluasaan dan kenyamanan tempat kerja juga mendasari keputusan tentang
Layout, seperti jendela, sirkulasi ruang udara.
d. Arus informasi
Pertimbangan cara terbaik untuk memindahkan informasi atau melakukan
komunikasi juga perlu dibuat.
e. Biaya perpindahan antara tempat pekerjaan yang berbeda
Pertimbangan disini lebih ditekan pada tingkat kesulitan pemindahan alat dan
bahan.

Contoh untuk Layout peralatan pabrik, faktor-faktor yang menjadi


pertimbangan sebagai berikut:

a. Produk yang dihasilakn


b. Kebutuhan terhaddap ruangan
c. Urutan produksi
d. Jenis dan berat peralatan/mesin
e. Aliran bahan baku
f. Udara dan cahaya di ruangan
g. Pemeliharaan, dan
h. Fleksibelitas (kemudahan berpindah-pindah)

2.4.4. Penyusunan Rencana Kapasitas

22
Dalam Perencanaan Kapasitas Produksi banyak hal yang harus diperhatikan,
berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk merencanakan kapasitas
produksi:

a. Estimasi kebutuhan kapasitas masa depan


Dalam perencanaan kapasitas manajer operasional perlu melakukan peramalan
(forecast) masa depan. Manajer harus dapat memperkirakan jumlah produk yang
akan dibutuhkan pada masa depan sehingga manajer dapat merencanakan kapasitas
produk yang akan diproduksi dimasa yang akan datang.
b. Evaluasi kapasitas kini (existing)
Manajer harus melakukan evaluasi terhadap kapasitas yang ada saat ini, apakah
sudah memenuhi kebutuhan pelanggan atau masih harus dilakukan penyesuaian
kapasitas dengan permintaan konsumen. Evaluasi kapasitas ini juga dapat menjadi
dasar peramalan kebutuhan kapasitas masa depan.
c. Identifikasi berbagai alternative
Selain menganalisis kapasitas produksi yang ada saat ini manajer dapat
mengidentifikasi berbagai alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
produksi perusahaan. Alternatif ini dapat berupa perencanaan kapasitas untuk produk
pendukung dari produk utama atau menyesuaikan perencanaan kapasitas sesuai
dengan trend yang terjadi saat ini.
d. Laksanakan analisis finansial
Melakukan analisis finansial sangat penting dalam perencanaan kapasitas, hal ini
dapat menunjukkan apakah perencanaan kapasitas yang manajer lakukan sudah dapat
memberikan kontribusi finansial yang baik bagi perusahaan.
e. Nilai isu-isu kualitatif kunci
Penilaian isu-isu kualitatif kunci harus diperhatikan dalam perencanaan kapasitas
karena konsumen akan menilai bagaimana kualitas dari produk yang dihasilkan oleh
perusahaan. Jika produk memiliki kualitas baik dimata konsumen maka perusahaan
dapat merencanakan kapasitas produksi yang besar terhadap produk tersebut.
f. Pilih satu alternative
Manajer dapat memilih satu alternatif apabila perencanaan kapasitas tidak sesuai
dengan yang diramalkan manajer pada saat awal menyusun rencana kapasitas
produksi.
g. Implementasikan alternatif terpilih
Jika alternatif sudah dipilih maka manajer dapat mengimplementasikan alternatif
tersebut dan menganalisis perubahan yang terjadi pada proses produksi dan kondisi
finansial perusahaan.

23
h. Monitor hasil
Hal terakhir yang harus dilakukan seorang manajer yaitu melakukan monitoring hasil
produksi untuk menganalisis kelemahan-kelemahan yang ada dan kelebihan-
kelebihan dari perencanaan kapasitas yang dilakukan.

2.5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Lokasi, Penilaian Dan Penentuan


Lokasi, Serta Metode Evaluasi Lokasi
2.5.1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Lokasi
Memilih lokasi menjadi semakin rumit dengan adanya globalisasi tempat
kerja, yang terjadi karena adanya pembangunan:

 Ekonomi pasar
 Komunikasi internasional yang lebih baik
 Perjalanan dan pengiriman yang lebih cepat dan dapat diandalkan
 Kemudahan perpindahan arus modal antar Negara
 Diferensiasi biaya tenaga kerja yang tinggi

Selain globalisasi, masih ada sejumlah faktor lain yang mempengaruhi


keputusan lokasi. Diantaranya, produktivitas tenaga kerja, valuta asing dan
perubahan sikap terhadap industri, serikat kerja, penetapan zona, polusi, pajak, dan
sebagainya. Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi.

a. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi keberhasilan dan
kesuksesan sebuah bisnis pada suatu pasar usaha yang. Namun hal tersebut belum
menjadi ukuran final dalam penentu kesuksesan sebuah bisnis.
b. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti
lokasi itu tidak tepat sebagai tempat/pusat perbelanjaan. Karena itu, perlu dicermati
bagaimana penghasilan penduduk di suatu trade area tertentu. Apakah lingkungan
dekat menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise atau pusat
perbelanjaan yang Anda miliki
c. Jumlah usaha
Adakalanya, lokasi yang dipilih merupakan shopping centre atau sentra perdagangan.
Banyaknya usaha pada suatu lokasi juga dapat mempengaruhi bisnis yang akan di
tetapkan. Bergantung kepada tipe bisnis seperti apa yang berada pada area tersebut.
d. Tempat

24
Ada beberapa tipe tempat dapat dijadikan pilihan untuk suatu usaha atau bisnis.
Tempat-tempat tersebut seperti mal (shopping mall), sentra usaha, perumahan,
pinggir jalan dan sebagainya. Kebanyakan suatu usaha memiliki tempat tersendiri
dalam penempatan lokasinya. Contohnya saja Circle-K yang lebih cocok berada di
kawasan perumahan daripada di tempat kawasan industry.
e. Jumlah Traffic
Banyaknya aktifitas kendaraan atau orang-orang yang berada pada suatu lokasi juga
mempengaruhi suatu usaha. Banyaknya aktifitas-aktifitas tersebut membuktikan
bahwa lokasi tersebut sering dilalui banyak yang melewati tempat tersebut.
Kemudian akses lokasi juga perlu diperhatikan sehingga memudahkan orang-orang
untuk memasuki area usaha itu.
f. Pusat keramaian
Sama dengan point di atas, jika lokasi berada di bagian mal misalnya Mall Depok
Town Square, kebanyakan pusat lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet
makanan. Kadang-kadang, di seberang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi
orang lalu lalang dan biasanya harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya
di rumah sakit, kampus atau di pusat-pusat orang datang.
g. Akses karyawan
Jarak usaha dengan akses usaha juga perlu diperhatikan. Apabila usaha yang jarak
tempuhnya sangat jauh dari tempat tinggal karyawan akan menjadi kontra produktif
buat seorang karyawan. Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama
bagi karyawan utama.
h. Zona
Jika lokasi yang dipilih bukan daerah perdagangan semacam shopping mall atau
tidak cocok dengan usaha, sebaiknya tidak dipaksakan. Contohnya saja zona industri
dibangun sebuah usaha carefour. Hal seperti ini dapat mengurangi
i. Kompetisi
Pertimbangan mengenai tingkat kompetisi usaha juga perlu. Jika di lokasi tersebut
sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu
menjadi tidak strategis untuk ditetapkan sebagai lokasi bisnis atau usaha.
j. Appearance
Keamanan, kredibilatas, harga sewa, kenyamanan serta keamanan suatu lokasi juga
dapat mempengaruhi suatu usaha. Kondisi lingkungan sekitar bisnis juga perlu
diperhatikan. Jika lokasi tersebut memenuhi criteria itu, maka memungkinkan
penempatan lokasi usaha. Hal ini juga memungkinkan usaha yang dijalankan dapat
menarik dan menjaring pasar di daerah sekitar. Karena dalam suatu kasus tertentu,
karena lokasi usaha yang memenuhi criteria ini dibutuhkan oleh pasar lain.

25
Contohnya saja, suatu mall dapat menarik pasar real estate untuk melakukan
pembangunan di sekitarnya.

Disamping kriteria diatas, berikut kriteria demografik lainnya dalam memilih


lokasi paling startegis dalam penempatan suatu usaha. Diantara lain adalah:

 Usia penduduk yang menjadi target pasar Anda.


 Jumlah kepala keluarga, baik penduduk yang bekerja kantoran ataupun jumlah
penduduk yang berpendidikan serta
 Rata-rata income dari setiap keluarga maupun individu pada suatu lokasi, karena
presentasenya akan mempengaruhi kategori jumlah konsumen potensial suatu usaha.
 Jumlah penduduk, baik pria maupun wanita. Jumlah tersebut akan mempengaruhi
target persentase pasar usaha.

Saat ini banyak perusahaan yang mempertimbangkan untuk membuka


kantor,pabrik,toko eceran, atau bank yang baru di luar Negara mereka. Keputusan lokasi
sudah keluar melebihi batas negara.

Urutan keputusan lokasi sering dimulai dengan pemilihan di negara mana


perusahaan akan beroperasi. Satu pendekatan untuk memilih sebuah negara adalah
dengan mengidentifikasi apa yang diyakini oleh organisasi pusat sebagai factor
penunjang keberhasilan (critical success factor-CSFs) yang diperlukan untuk mencapai
keunggulan bersaing. Enam kemungkinan CSFs suatu negara diantaranya:

1. Risiko politik, peraturan, sikap, dan insentif pemerintah


2. Permasalahan budaya dan ekonomi
3. Lokasi pasar
4. Ketersediaan, sikap, produktivitas, dan upah tenaga kerja
5. Ketersediaan pasokan, komunikasi, dan energy
6. Risiko nilai tukar dan mata uang

Setelah perusahaan memutuskan negara mana yang paling baik untuk lokasinya,
selanjutnya perusahaan memusatkan perhatian pada sebuah daerah dan komunitas dari
negara yang dipilih. Beberapa pertimbangannya yaitu:

1. Keinginan perusahaan
2. Segi-segi yang menarik dari daerah tersebut (budaya,pajak,iklim, dan lain-lain)
3. Ketersediaan dan upah tenaga kerja, serta sikap mereka terhadap serikat pekerja
4. Biaya dan ketersediaan layanan umum

26
5. Peraturan lingkungan hidup setempat
6. Insentif dari pemerintah
7. Kedekatan kepada bahan mentah dan pelanggan
8. Biaya tanah/pembangunan

Langkah akhir dari proses keputusan lokasi adalah memilih lokasi khusus dalam
satu komunitas. Perusahaan harus memilih satu lokasi yang paling sesuai untuk
pengiriman dan penerimaan, batas zona, layanan umum, ukuran, dan biaya. Factor yang
mempengaruhinya, yaitu:

1. Ukuran dan biaya lokasi


2. System transportasi udara, kereta, jalan bebas hambatan, dan transportasi air lain
3. Pembatasan daerah
4. Kedekatan kepada jasa/pasokan yang dibutuhkan
5. Permasalahan dampak lingkungan hidup

Selain globalisasi, sejumlah factor lain juga mempengaruhi keputusan lokasi,


diantaranya: produktivitas tenaga kerja, valuta asing, budaya, perubahan sikap terhadap
industry, juga kedekatan terhadap pasar, pemasok, dan pesaing.

2.5.2. Penilaian Dan Penentuan Lokasi


Penilaian lokasi

Beberapa metode pemilihan dan penilaian lokasi yang dipergunakan adalah


sebagai berikut:

a. Factor rating

Factor rating adalah suatu pendekatan umum yang berguna untuk


mengevaluasi dan membandingkan berbagai alternatif lokasi.

Prosedur penyusunan factor rating adalah sebagai berikut:

 Tentukan faktor-faktor yang relevan dan ikut sertakan dalam analisis meskipun
mempunyai nilai sama untuk berbagai alternatif
 Berikan bobot pada setiap faktor yang menunjukkan tingkat kepentingan
terhadap faktir lainnya.
 Tentukan skala penilaian terhadap semua faktor.

27
 Berikan nilai pada setiap alternatif lokasi.
 Kalikan bobot dengan nilai untuk setiap faktor, dan jumlahkan untuk setiap
alternatif lokasi.
 Pilihlah lokasi dengan total nilai tertimbang yang terbesar.

b. Nilai Ideal
Metode analisis nilai ideal ini serupa dengan metode factor rating. Bedanya
hanya bobot menunjukkan nilai ideal untuk setiap faktor. Cara ini lebih sederhana,
karena nilai maksimum setiap faktor sama dengan nilai idealnya.

c. Nilai Ekonomi
Metode Analisis Ekonomi menggunakan pendekatan kuantitatif dan
kualitatif secara bersama-sama untuk mendapatkan penilaian yang lebih lengkap.
Penilaian kuantitatif dilakukan dengan cara membandingkan total biaya operasi dari
masing-masingalternatif lokasi, sedangkan penilaian kualitatif dilakukan dengan
membandingkan faktor-faktor lain yang tidak dapat diukur dengan rupiah dan
dikonversi dengan angka. Dari penilaian kuantitatif dan penilaian kualitatif ini akan
terlihat mana yang mempunyai biaya operasi yang terendah dan nilai faktor biaya
yang tertinggi.

d. Analisis Volume Biaya


Metode analisis volume-biaya menekankan pada faktor biaya dalam memilih
suatu lokasi yaitu dengan membandingkan total biaya produksi dari berbagai
alternatif lokasi. Lokasi dengan total biaya produksi yang terendah untuk suatu
volume produksi tertentu merupakan lokasi yang dipilih. Metode ini menggunakan
asumsi biaya tetap dianggap konstan untuk jarak tingkat volume tertentu, biaya
variabel dianggap linier, tingkat produksi yang dikehendaki diketahui dan hanya
berlaku untuk satu jenis produk.

e. Pusat Grafiti
Pendekatan ini dimulai dengan membuat peta berskala dari tempat-tempat
yang akan dituju dengan memilih suatu titik sembarang sebagai titik pusat
koordinasi.
Jarak dari satu tempat ke tempat lain diasumsikan berupa garis lurus, dan biaya
distribusi per unit barang per kilometer dianggap sama, sehingga lokasi yang terbaik
dapat diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

28
X = (∑ Xi.Vi)/ ∑ Vi dan Y = (∑ Yi.Vi)/∑ Vi

Metode - Metode Penentuan Lokasi


Terdapat empat metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah lokasi
yaitu Metode Pemeringkatan Faktor, Analisis Titik-Impas Lokasi, Metode Pusat-
Gravitasi, dan Model Transportasi. bagian ini menjelaskan pendekatan-pendekatan
ini.

1. Metode Pemeringkatan Faktor


Terdapat banyak faktor, kualitatif maupun kuantitatif, yang harus
dipertimbangkan dalam memilih suatu lokasi. Beberapa dari faktor-faktor ini lebih
penting dari yang lain, sehingga manajer dapat menggunakan bobot untuk membuat
proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif. Metode pemeringkatan
faktor sering digunakan karena mencakup variasi faktor yang sangat luas, mulai
dari pendidikan, rekreasi sampai keahlian tenaga kerja. Metode pemeringkatan-
faktor mempunyai enam tahap:
 Mengembangkan daftar faktor-faktor terkait
 Menetapkan bobot pada setiap faktor untuk mencerminkan seberapa jauh
faktor itu penting bagi pencapaian tujuan perusahaan.
 Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor (misalnya, 1 sampai 10 atau
1 sampai 100 point).
 Meminta manajer menentukan skor setiap lokasi untuk setiap faktor, dengan
menggunakan skala yang telah dikembangkan pada tahap 3.
 Mengalikan skor itu dengan bobot dari setiap faktor, dan menentukan jumlah
total untuk setiap lokasi.
 Membuat rekomendasi yang didasarkan pada skor laba maksimal, dengan
juga mempertimbangkan hasil dari pendekatan kuantitatif.
Jika sebuah keputusan bersifat sensitive terhadap perubahan-perubahan
kecil, maka analisi lebih lanjut mengenai pembobotan atau penilaiannya mungkin
perlu dilakuka. sebagai alternative lain, manajemen dapat menyimpulkan factor
tidak nyata bukan merupakan criteria yang tepat sebagai dasar pengambilan
keputusan lokasi. oleh karena itu, manajer menempatkan bobot utama pada aspek
keputusan yang lebih kuantitatif.

2. Analisis Titik Impas Lokasi


Merupakan penggunaan analisis biaya-volume produksi untuk analisis
titikuntuk membuat suatu perbandingan ekonomis terhadap alternatif-alternatif

29
lokasi. Dengan mengidentifikasi biaya variabel dan biaya tetap serta membuat
grafik kedua biaya ini untuk setiap lokasi, kita dapat menentukan alternatif mana
yang biayanya paling rendah. Analisis titik-impas lokasi dapat dilakukan secara
matematik atau secara grafik. Pendekatan grafiknya mempunyai keuntungan
dengan memberikan kisaran jumlah setiap lokasi dapat dipilih.
Tiga tahap dalam analisis titik-impas adalah:
 Tentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap lokasi.
 Plot biaya untuk setiap lokasi, dengan biaya pada garis vertikal dan volume
produksi tahunan pada garis horisontal di grafik itu.
 Pilih lokasi yang biaya totalnya paling rendah, untuk setiap volume produksi
yang diinginkan.

3. Metode Pusat Gravitasi

Metode pusat gravitasi merupakan teknik matematis yang digunakan


untuk menentukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya
distribusi. Metode ini memperhitungkan jarak lokasi pasar, jumlah barang yang
akan dikirim ke pasar tersebut, dan biaya pengiriman guna menemukan lokasi
terbaik untuk sebuah pusat distribusi.
Langkah pertama dalam metode gravitasi adalah menempatkan lokasi
pada suatu sistem koordinat.Titik asal sistem koordinat dan skala yang digunakan
keduanya memiliki sifat berubah-ubah, selama jarak relatif (antarlokasi)
dinyatakan secara tepat. Hal ini dapat dikerjakan dengan mudah dengan
menempatkan titik-titik pada peta biasa.
Metode ini mengasumsikan biaya secara langsung berimbang pada jarak
dan jumlah yang dikirim. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan
jarak berbobot antara gudang dan toko ecerannya, dimana pembobotan jarak
dilakukan sesuai dengan jumlah kontainer yang dikirim.

4. Model Transportasi
Tujuan dari model transportasi adalah untuk menetapkan pola pengiriman
terbaik dari beberapa titik penawaran (pasokan/sumber) ke beberapa titik
permintaan (tujuan) agar dapat meminimalkan produksi total dan biaya
transportasi. Setiap perusahaan dengan jaringan titik penawaran-permintaan
menghadapi masalah yang sama. Sebagai contoh, jaringan pasokan/penawaran
Volkswagen yang kompleks. VW Meksiko mengirimkan hasil rakitan ke Brasil,

30
sementara VW Meksiko sendiri menerima suku cadang dan hasil rakitan dari
kantor pusatnya di Jerman.
Walapun teknik pemrograman linier dapat digunakan untuk
menyelesaikan jenis masalah ini, telah dikembangkan algoritma bertujuan
khusus yang lebih efisien untuk aplikasi transportasi. Model Transportasi
memberikan solusi awal yang pantas, kemudian perbaikan bertahap dilakukan
hingga solusi optimal dicapai

2.5.3. Metode Evaluasi Lokasi


Empat metode penting yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-
masalah lokasi:

Metode Pemeringkatan Faktor

Sebenarnya ada banyak faktor kualitatif maupun kuantitatif yang harus


dipertimbangkan dalam memilih suatu lokasi. Beberapa dari faktor-faktor berikut
lebih penting dari yang lain sehingga manajer dapat mempertimbangkan agar proses
keputusan bias lebih obyektif.

Metode pemeringkatan faktor sangat sering digunakan karena mencakup


variasi faktor yang sangat luas, mulai dari pendidikan, rekreasi sampai keahlian
tenaga kerja.

Metode ini terdiri dari enam tahap :

1. Mengembangkan daftar faktor-faktor terkait yang disebut factor penunjang


keberhasilan-CSFs
2. Menetapkan bobot pada setiap faktor untuk mencerminkan seberapa jauh
faktor itu penting bagi pencapaian tujuan perusahaan.
3. Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor misal (1 – 10 atau 1 – 100
poin)
4. Meminta manajer menentukan skor setiap lokasi untuk setiap faktor dan
menentukan jumlah total untuk setiap lokasi.
5. Mengalikan skor itu dengan bobot dari setiap faktor, dan menentukan jumlah
total untuk setiap lokasi.
6. Membuat rekomendasi yang didasarkan pada skor laba maksimal, dengan
mempertimbangkan hasil dari pendekatan kuantitatif.

31
Faktor penunjang keberhasilan (Critical Success Factor) yang
mempengaruhi pemilihan lokasi

Biaya tenaga kerja (termasuk upah, pembentukan serikat pekerja,


produktivitas) Ketersediaan tenaga kerja (termasuk sikap, umur, distribusi dan
keterampilan) Kedekatan dengan bahan mentah dan pemasok Kedekatan dengan
pasar Peraturan fiscal pemerintah (termasuk insentif, pajak, kompensasi
pemngangguran) Peraturan lingkungan hidup Layanan umum (termasuk bahan
bakar, listrik, air dan biayanya) Biaya lokasi (termasuk tanah, ekspansi, lahan
parker, pembuangan air) Ketersediaan transportasi (termasuk kereta api,
transportasi udara, air dan jalan penghubung antar Negara)Permasalahan kualitas
hidup dalam masyarakat (termasuk tingkat pendidikan, biaya hidup, kesehatan,
olah raga, kegiatan budaya, transportasi, perumahan, hiburan dan fasilitas
keagamaan) Valuta asing (termasuk kurs mata uang, stabilitas) Kualitas
pemerintahan (termasuk stabilitas, kejujuran, sikap terhadap bisnis baru baik
dalam maupun luar negeri.

Analisis Titik Impas Lokasi

Merupakan penggunaan analisis biaya-volume produksi untuk membuat


suatu perbandingan ekonomis terhadap alternative-alternatif lokasi. Dengan
mengidentifikasi biaya variabel dan biaya tetap serta membuat grafik kedua biaya
ini untuk setiap lokasi, kita dapat menentukan alternatif mana yang biayanya
paling rendah. Analisis titik impas lokasi dapat dilakukan secara matematis atau
grafis. Pendekatan grafis memiliki kelebihan karena memberikan rentang jumlah
volume dimana lokasi dapat dipilih.

Tiga tahap dalm analisis titik impas lokasi

1. Tentukan biaya tetap dan biaya variable untuk setiap lokasi


2. Plot biaya untuk setiap lokasi, dengan biaya pada garis vertical dan volume
produksi tahunan pada garis horizontal di grafik itu.
3. Pilih lokasi yang biaya totalnya paling rendah, untuk setiap volume produksi
yang diinginkan.

32
Metode Pusat Gravitasi

Merupakan teknik matematis dalam menemukan lokasi pusat distribusi


yang akan meminimasi biaya distribusi. Dalam menemukan lokasi yang terbaik
untuk menjadi pusat distribusi, metode ini memperhitungkan lokasi pasar,
volume barang yang dikirim ke pasar itu, dan biaya pengangkutan.

Langkah pertama metode pusat gravitasi adalah menempatkan lokasi


pada suatu system ordinat. Titik asal system koordinat dan skala yang digunakan
keduanya memiliki sifat berubah-ubah, selama jarak relative (antar lokasi)
dinyatakan secara tepat. Hal ini dapat dikerjakan dengan mudah dengan
menempatkan titik-titik pada peta biasa. Pusat gravitasi ditentukan dengan
persamaan berikut :

Koordinat x pusat gravitasi = (∑_i▒〖d_ix Q_i 〗)/(∑_i▒Q_i )

Koordinat y pusat gravitasi = (∑_i▒〖d_iy Q_i 〗)/(∑_i▒Q_i )

Dimana :

Dix = koordinat x lokasi i

Diy = koordinat y lokasi i

Qi = kuantitas barang yang dipindahkan kea tau dari lokasi i

Perhatikan bahwa persamaan di atas mengandung istilah Qi yang


merupakan banyaknya pasokan yang dipindahkan kea tau dari lokasi i.

Karena jumlah container yang dikirim setiap bulan mempengaruhi biaya,


maka jarak tidak dapat menjadi satu-satunya criteria utama . metode pusat
grafitasi mengasumsikan bahwa biaya secara langsung berimbang pada jarak
dan jumlah yang dikirim. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan
jarak berbobot antara gudang dan took ecerannya. Dimana pembobotan jarak
dilakukan sesuai dengan jumlah container yang dikirim.

33
Model Transportasi

Tujuan dari metode ini adalah untuk menentukan pola pengangkutan


yang terbaik dari beberapa titik penawaran (pasokan/sumber) ke beberapa titik
permintaan (tujuan) agar dapat meminimalkan produksi total dan biaya
transportasi. Setiap perusahaan dengan suatu jaringan titik pasokan dan
permintaan menghadapi permasalahan yang sama. Jaringan pasokan
Volkswagen yang rumit memberikan sebuah ilustrasi. Sebagai contoh VW
meksiko mengirimkan mobil dan suku cadangnya untuk dirakit di Nigeria, dan
mengirimkan hasil rakitan ke Brazil, sementara VW meksiko sendiri menerima
suku cadang dan hasil rakitan dari kantor pusat di Jerman.

Walaupun teknik pemrograman linear dapat digunakan untuk


menyelesaikan jenis masalah ini, algoritma bertujuan khusus yang lebih efisien
telah dikembangkan untuk aplikasi transportasi. Model transportasi memberikan
solusi awal yang pantas dan kemudian perbaikan bertahap dilakukan hingga
solusi optimal dicapai.

2.6. Proses Produksi, Design Produksi Barang Dan Jasa, Seleksi Design Produksi
Barang Dan Jasa, Serta Siklus Hidup Produk
2.6.1. Proses Produksi
Pengertian proses produksi adalah suatu kegiatan yang menggabungkan
berbagai faktor produksi yang ada dalam upaya menciptakan suatu produk, baik itu
barang atau jasa yang memiliki manfaat bagi konsumen.
Proses produksi disebut juga sebagai kegiatan mengolah bahan baku dan
bahan pembantu dengan memanfaatkan peralatan sehingga menghasilkan suatu
produk yang lebih bernilai dari bahan awalnya.
Hasil dari kegiatan produksi adalah barang dan jasa. Barang merupakan
sesuatu yang memiliki sifat-sifat fisik dan kimia, serta mempunyai masa waktu.
Sedangkan jasa merupakan sesuatu yang tidak memiliki sifat-sifat fisik dan kimia,
serta tidak mempunyai jangka waktu antara produksi dengan konsumsi.

Adapun beberapa tujuan proses produksi adalah sebagai berikut:

 Untuk menghasilkan suatu produk (barang/ jasa).


 Untuk menjaga keberlangsungan hidup suatu perusahaan.
 Untuk memberikan nilai tambah/ value terhadap suatu produk.

34
 Untuk mendapatkan keuntungan sehingga tercapai tingkat kemakmuran yang
diinginkan.
 Untuk mengganti produk yang rusak, kadaluarsa, atau telah habis.
 Untuk memenuhi permintaan pasar, baik pasar domestik maupun internasional.
2.6.2. Design Produksi Barang Dan Jasa
Produk yang berupa barang adalah sesuatu yang berbentuk sehingga dapat
disimpan dan dapat diperjual belikan. Produk yang berupa barang dapat dipindah-
pindahkan letak fasilitasnya, dapat ditentukan besaran biayanya, dan aktivitas
penjualannya berbebda dengan produksi, dimana aktivitas produksinya mudah
diotomatisasi. Dalam pengembangan desain atau redesain dari suatu produk haruslah
dilakukan dengan dasar: apa alasan untuk dilakukannya dan apatujuannya. Alasan
dilakukannya desain atau desain produk adalah untuk dicapainya keberhasilan dan
kemakmuran suatu organisasi perusahaan. Untuk itu, maka perlu diperhatikan
berbagai kegiatan dan tanggung jawabyang mencakup atau mempengaruhi bidang-
bidang fungsional yang terkaitdalam organisasi terutama pemasaran dan operasi
produksi.Kegiatan dan tanggung jawab itu adalah:
a. Menterjemahkan keinginan dan kebutuhan pelanggan ke dalam produkyang akan
dibuat baik dalam operasi produksi maupun pemasarannya.
b. Merumuskan kembali produk yang sekarang dalam pemasarannya danmenjaring
produk yang ada di pasar
c. Mengembangkan produk baru baik dalam operasi produksi maupundalam
pemasaran
d. Memformulasikan sasaran dari desain atau redesain produk dalammutu atau
kualitas dengan kaitannya untuk pemasaran dan operasi produksi
e. Memformulasikan sasaran biaya yang berkaitan dengan operasi produksi,
keuangan, dan akuntansi.
f. Membangun dan menguji prototipe yang terkait dengan operasi produksi,
pemasaran, dan teknik.
g. Dokumen spesifikasi.
Pada dasarnya desain produk mempunyai implikasi stratejik untuk
keberhasilan dan kemakmuran organisasi perusahaan. Umumnya desain produk yang
dilakukan punya dampak pada kegiatan organisasi ke depan. Oleh karena itu
keputusan dari desain produk menjadi sangat penting sehingga pimpinan organisasi
harus membuatnya. Pada umumnya teknologi secara tidak langsung dapat
mempengaruhi desain produk. Kemajuan teknologi, seperti teknologi processing
atau pengolahan membutuhkan terdapatnya perubahan desain yang ada sehingga
dapat cocok dengan teknologi pengolahan yang baru. Dampak teknologi pada desain

35
produk dapa ditemui pada teknologi new digital recording yang terdapat dalam dunia
pertelevisian

DESAIN PRODUK BERUPA SUATU JASA


Banyak pembahasan sejauh ini memusatkan perhatian pada apayang disebut
sebagai produk nyata, yakni barang. Di sisi lain, terdapat produk yang tidak nyata,
yaitu jasa. Termasuk dalam industri jasa adalah perbankan, keuangan, asuransi,
transportasi, dan komunikasi. Produk yang ditawarkan oleh perusahaan jasa mulai
dari prosedur kesehatan yang meninggalkan luka kecil setelah operasi usus buntu,
pencucian dan pemotongan rambut di salon, hingga film yang bagus. Merancang jasa
merupakan tantangan, karena umumnya mempunyai karakteristik yang unik. Satu
alasan mengapa perbaikan produktivitas dalam jasa begitu adalah karena baik design
dan pengantaran produk jasa memasukkan adanya interaksi pelanggan. Saat
pelanggan berpartisipasi dalam proses desain, pemasok jasa mungkin mempunyaitu
daftar menu jasa di mana pelanggan dapat memilih pilihannya. Dalam hal ini,
pelanggan dapat berpartisipasi dalam desain jasa. Spesifikasi
desain berupa sebuah kontrak atau penjelasan tertulis dengan foto (seperti padaoper
asi plastik atau tatanan rambut). Sama halnya, pelanggan
dapat berperan dalam pengantaran sebuah jasa atau pada keduanya, desain dan pen
gantaran , merupakan situasi yang menambah tantangan pada desain produk.Walau
pun demikian, seperti halnya barang, sebagian besar biayadan kualitas sebuah jasa
diterapkan pada tahapan desain.
Juga seperti barang, sejumlah teknik dapat mengurangi biaya dan
meningkatkan produk. Satu tekniknya adalah merancang produk sehingga
penyelarasanselera (customization) dapat ditunda sedapat mungkin.Pendekatan yang
kedua adalah produk modular, artinyacustomization mengambil bentuk pada
perubahan modul. Strategi inimenjadika nmodul didesain menjadi sebagai kesatuan
standar yang “tetap”. Pendekatan modular pada desain produk mempunyai dampak
pada manufaktur dan jasa.Sebagaimana desain modular memungkinkan anda
membelisebuah motor harlaey-davidson atau stereo dengan high-fidelity
sesuaidengan fitur yang anda inginkan, fleksibilitas modular juga membiarkananda
membeli makanan, pakaian dan asuransi yang bisa dipasang ulang(modular).
Samahalnya portfolio investasi ditempatkan bersamaan padadasar yang modular.
Tentu saja di gunakan untuk customizationsebuahjasa (dalam hal ini, pendidikan).
Pendekatan ketiga desain jasa adalah membagi jasa menjadi bagian-bagian
kecil dan mengidentifikasi bagian tersebut yangmenyebabkan otomatis asi atau

36
mengurangi interaksi pelanggan. Sebagaicontoh, dengan memisahkan proses
pencairan cek melalui mesin ATM, bank telah merancang sebuah produk yang
meningkatkan sebuah pelayanan dan mengurangi biaya dengan sangat efektif. Sama
halnya, perusahaan penerbangan sekarang memulai jasa pelayanan tanpa tiket.
Karena perusahaan penerbangan menghabiskan $15 hingga $30 untuk memproduksi
selembar tiket (termasuk upah ,percetakan ,dan komisi agen perjalanan), system
tanpa tiket dapat menghemat perusahaan penerbanganhingga miliaran dolar
pertahun. Dengan mengurangi biaya dan antrian di bandara yang karenanya
meningkatkan kepuasan pelanggan menjadikan sebuah desain “produk“ yang
menguntungkan semua pihak.Karena adanya interaksi pelanggan yang tinggi pada
banyakindustry jasa, teknik yang ketiga adalah untuk memfokuskan desain padaapa
yang disebut sebagai moment-of-truth Jancarlzon presiden terdahuludari
Scandinavian airways, percaya bahwa dalam industry jasa, ada sebuah moment-of-
truth di mana hubungan antara penyedia jasa dan hubungan pelanggan merupakan
sesuatu yang sangat penting pada saat itulah,kepuasan pelanggan pada sebuah
pelayanan ditetapkan. Moment-of-turthadalah ingatan yang begitu terkesan, yang
meningkatkan atau menurunkanharapan pelanggan. Ingatan tersbut sangat sederhana
seperti sebuahsenyuman, atau mendapatkan karyawan di lobby hotel
yangmemperhatikan anda dan bukannya berbicara pada karyawan lain disebelahnya.
Moment-of-truth dapat terjadi saat anda memesan makanan diMcDonald, memotong
rambut, atau mendaftar pada sebuah kursus.Menjelaskan pada sebuah moment-of-
turth untuk sebuah computer dari perusahaan layanan hotline pelanggan. Tugas
manajer operasi adalahmengenali moment-of-trurth dan merancang operasi yang
dapat memenuhi bahkan mlebihi harapan pelanggan.Dalam rangka menciptakan
gaya manajemen dan lingkungan yangkondusif bagi organisasi jasa untuk
menyempurnakan kualitas, organisasi bersangkutan harus mampu
mengimplementasikan enam prinsip utamayang berlaku bagi perusahaan manufaktur
maupun organisasi jasa.Keenam prinsip ini sangat bermanfaat dalam membentuk
mempertahankanlingkungan yang tepat untuk melaksanakan penyempurnaan
kualitassecara berkesinambungan dengan didukung oleh para pemasok,
karyawan,dan pelanggan.
2.6.3. Seleksi Design Produksi Barang Dan Jasa
Salah satu fungsi manajerial terpenting dalam sejmua jenis organisasi itu
adalah menjamin bahwa masukan-masukan berbagai sumber daya organisasi
menghasilkan produk atau jasa yang dirancang secara tepat atau keluaran yang dapat
memuaskan keinginan para pelanggan.

37
a. Pilihan strategi produk menunjang keunggulan bersaing

Banyak pilihan yang ada dalam pemilihan, penetapan, dan desain produk.
Pemilihan produk adalah proses pemilihan produk atau jasa untuk dapat di sajikan
pada pelanggan atau klien. sebagai contoh, rumah sakit melakukan spesialisasi
pada berbagai jenis pasien dan berbagai jenis prosedur kesehatan. Manajemen
rumah sakit dapat memutuskan untuk mengoperasikan rumah sakit umum, atau
rumah sakit bersalin.

Keputusan produk merupakan asa bagi strategi organisasi dan memiliki dampak
luas pada seluruh fungsi operasi. Sebagai contoh, batang kemudi GM merupakan
sebuah contoh yang menunjukkan peran penting yang dimainkan desain produk
dalam kualitas dan efisiensi. Batang kemudi yang baru mempunyai desain yang
lebih sederhana, dengan komponen 30% lebih sedikit dari pada sebelumnya.
Hasilnya, waktu perakitan hanya sepertiga dari batang kemudi yang lama, dan
kualitas batang kemudi yang baru lebih baik tujuh kali lipat. Sebagai bonus
tambahan, biaya mesin-mesin pada lini produksi yang baru adalah sepertiga lebih
rendah dibandingkan produksi yang lama.

b. Siklus hidup produk

Produk dilahirkan. Mereka hidup dan mereka mati. Mereka disingkirkan oleh
masyarakat yang terus berubah. Kehidupan produk terbagi atas empat fase, yaitu :

a. Perkenalan
b. Pertumbuhan
c. Kematangan
d. Penurunan.
Siklus hidup produk mungkin berumur beberapa jam (Koran), bulan (model baju
dan PC), tahun (rekaman piringan hitam), atau dasawarsa (Volkswagen beetle).
Terlepas dari panjangnya siklus, tugas menejer oprasi tetap sama:yaitu mendesain
sebuah system yang membantu mengenalkan produk baru dengan sukses. Jika
fungsi oprasi tidak dapat berjalan secara efektif pada tahapan ini,maka perusahaan
mungkin dibebani dengan produk pecundang, yakni produk yang tidak bisa
diproduksi secara efisien atau bahkan tidak bisa diproduksi sama sekali.
c. Siklus Hidup dan Strategi

Sebagaimana seorang menejer oprasi harus siap untuk mengembangkan produk


baru, mereka juga harus siap untuk mengembangkan strategi untuk produk baru
dan produk yang sudah ada. Pengujian berkala produk sangat perlu dilakukan,

38
karena strategi berubah sejalan dengan perubahan produk melintasi siklus
hidupnya. Strategi produk yang berhasil mengharuskan penetapan strategi terbaik
untuk setiap produk berdasarkan posisinya pada siklus hidup. Berikut ditinjau
beberapa pilihan strategi saat produk berjalan melintasi siklus hidupnya.

Fase perkenalan karena produk pada fase perkenalan ini sebagaimana teknik
produksi mereka masih sedang ”disesuaikan” dengan pasar, kondisi ini mungkin
memerlukan adanya pegeluaran lain-lain untuk penelitian,pengembangan produk,
modifikasi dan perbaikan proses, dan pengembangan pemasok. Sebagai contoh,
saat telephone genggam dikenalkan pertama kali, keistimewaan pada telephone
genggam yang di inginkan oleh masyarakat masih belum ditetapkan. Pada waktu
yang bersamaan,menejer oprasi masih mencari-cari tektik manufaktur yang
terbaik.

Fase pertumbuhan Dalam fase pertumbuhan, desain produk telah mulai stabil, dan
diperlukan peramalan kebutuhan kapasitas yang efektif. Penambahn kapasitas atau
peningkatan kapasitas yang sudah ada untuk menampung peningkatan permintaan
produk mungkin diperlukan.

Fase kematangan Pada saat sebuah produk dewasa, pesaing mulai bermunculan.
Produksi jumlah besar dan inovatif sangat sesuai pada fase ini. Pengendalian biaya
yang lebih baik, berkurangnya pilihan dan pemotongan lini produk mungkin efektif
atau diperlukan untuk meningkatkan keuntungan dan pangsa pasar.

Fase penurunan menejemen mungkin perlu agak kejam terhadap produk yang
siklus hidupnya mendekati akhir. Produk yang hamper mati biasanya produk yang
buruk bagi investasi sumber daya dan kemampuan manajerial. Kecuali jika produk
yang hamper mati ini membuat kontribusi yang unik bagi reputasi perusahaan atau
lini produknya, atau bisa dijual dengan harga yang tinggi, maka produk mereka
harus dihentikan.

d. Analisis Produk Berdasarkan Nilai

Manajer operasi yang efektif memilih produk yang terlihat paling menjanjikan. Ini
merupakan prinsip Pareto (yakni, focus pada permasalahan yang sedikit tetapi
penting, dan bukan pada permasalahan yanh banyak tetapi sepele) yang diterapkan
pada bauran produk : Sumber daya diinvestasikan pada permasalahan yang sedikit
tetapi penting, dan bukan yang banyak tetapi sepele. Analisis produk berdasarkan
nilai (product-by-value analysis) mengurutkan produk secara menurun
berdasarkan konstribusi dolar individu masing-masing produk bagi perusahaan.

39
Analisis ini juga mengurutkan konstribusi dolar tahunan total dari suatu produk.
Konstribusi rendah perunit dari satu produk tertentu mungkin akan terlihat sama
sekali berbeda jika ia mewakili sebagian besar penjualan perusahaan.

Laporan produk berdasarkan nilai membuat manajemen dapat mengevaluasi


strategi yang mungkin untuk setiap produk. Hal ini mungkin meliputi penambahan
arus kas (sebagai contoh, peningkatan konstribusi dengan meningkatkan harga jual
atau menurunkan biaya), peningkatan penetrasi pasar (meningkatkan kualitas
dan/atau mengurangi biaya atau harga), atau mengurangi biaya (memperbaiki
proses produksi). Laporan juga member tahu manajemen, produk mana yang harus
dihilangkan dan yang mana yang gagal dan tidak membolehkan adanya investasi
lebih lanjut pada penelitian dan pengembangan atau modal. Laporan memfokuskan
perhatian manajemen pada arahan strategi untuk setiap produk.

e. Munculnya Produk Baru

Produk mati, karena produk yang tidak perlu harus dibuang dan digantikan. Karena
perusahaan menghasilkan hampir semua pendapatan dan keuntungan dari produk
baru maka pemilihan produk, definisi, dan desain dilakukan secara terus-menerus.
Mengetahui bagaimana menemukan dan mengembangkan produk baru dengan
sukses merupakan suatu keharusan.

f. Peluang Produk Baru

Satu teknik untuk menghasilkan ide produk baru adalah brainstorming.


Brainstormingadalah sebuah teknik dimana kelompok orang yang berbeda saling
berbagi ide pada topic tertentu,tanpa mengkritik. Tujuan brainstorming adalah
untuk membangkitkan diskusi terbuka yang menghasilkan ide kreatif mengenai
produk yang mungkin dan perbaikan produk. Walaupun perusahaan dapat
memasukkan brainstorming dalam beragam tahapan pengembangan produk baru,
umumnya akan bermanfaat bila secara langsung disertai semangat dapat
memusatkan perhatian pada peluan tertentu, sebagaimana dituliskan dibawah :

 Memahami pelanggan merupakan permasalahan dasar dalam pengembangan


produk baru. Banyak produk penting biasanya dipikirkan pertama kali dan
bahkan dibentuk oleh pengguna dan bukan oleh produsen. Beberapa produk
cenderung dikembangkan oleh lead users-perusahaan, organisasi, atau individu
yang peka terhadap trend pasar dan mempunyai kebutuhan diluar pengguna
biasa. Manajer operasi harus menyesuaikan diri pada pasar dan terutama lead
users ini. Penerapan MO berjudul “Ide Produk Stryker Datang dari

40
Pelanggannya” membahas bagaimana stryker tetap menyesuaikan diri dan
mempertahankan aliran ide-ide baru.
 Perubahan Ekonomi menyebabkan meningkatnya tingkat pada kemakmuran
pada jangka panjang tetapi siklus ekonomis dan harga berubah pada jangka
pendek. Sebagai contoh, pada jangka panjang, semakin banyak orang bisa
membeli mobil, tetapi pada jangka pendek, resesi dapat menurunkan
permintaan mobil.
 Perubahan secara sosiologis dan demografis mngkin muncul pada beberapa
factor seperti berkurangnya ukuran keluarga. Trend ini mengubah preferensi
pada ukuran rumah,apartemen, dan mobil.
 Perubahan teknologi yang membuat segalanya mungkin, mulai dari computer
genggam, telephone genggam hingga jantung buatan.
 Perubahan politik/peraturan menghasilkan perjanjian perdagangan yang baru,
tariff ,dan juga persyaratan kontrak dengan pemerintah.
 Perubahan lain dapat muncul melalui kebiasaan pasar, standart professional,
pemasok, dan distributor.

Manajer operai mendesain sistem yangg dapat membantu mengenalkan


produk baru dengan sukses dan harus menyadari adanya factor-faktor ini dan dapat
mengantisipasi perubahan dalam peluang produk produk itu sendiri, volume
produk, dan bauran produk.

2.6.4. Siklus Hidup Produk


Pengertian Siklus Hidup Produk (Product Life cycle) – Pada prinsipnya,
Hampir setiap produk di dunia ini mengalami Siklus Hidup Produk. Namun jangka
waktu siklus hidup produk pada setiap produk tersebut berbeda-beda, ada yang cepat
hilang, ada juga yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang relatif lama. Apalagi
pada produk-produk yang berorientasi pada Teknologi seperti pada produk-produk
Elektronika (Ponsel, Komputer, Televisi), Siklus Hidup suatu produk akan semakin
terasa. Mungkin banyak diantara kita yang kurang memperhatikannya, namun itulah
yang sering terjadi di kehidupan kita.

Oleh karena itu, mengerti dan memahami konsep Siklus Hidup Produk
atau Product Life Cycle ini merupakan suatu hal yang penting bagi setiap produsen
untuk memproduksi dan memasarkan produknya. Pada dasarnya, Siklus Hidup
Produk adalah tahapan-tahapan proses perjalanan hidup suatu produk mulai dari
diperkenalkannya kepada pasar (market) hingga pada akhirnya hilang dari pasaran.
Untuk memperpanjang umur hidup suatu produk, produsen harus bekerja keras

41
melakukan berbagai strategi agar produknya dapat bertahan lebih lama lagi di pasar
(market).

Tahapan Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle)

Pada umumnya, Siklus Hidup Produk atau Product Life Cycle memiliki 4
Tahapan yaitu Perkenalan (Introduction), Perkembangan (Growth), Kedewasaan
(Maturity), Penurunan (Decline). Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai
keempat tahapan Siklus Hidup Produk beberapa strategi umum yang digunakan
produsen dalam memasarkan produknya berdasarkan Fase atau Tahap Siklusnya.

Tahap Perkenalan (Introduction)

Tahapan Perkenalan adalah tahapan pertama dalam siklus hidup produk


dimana produsen memperkenalkan produk barunya kepada pasar atau masyarakat
umum. Beberapa ciri-ciri pada Tahap Perkenalan ini diantaranya adalah :

 Produk baru diluncurkan ke Pasar (Market)

 Omset penjualan yang masih rendah

 Kapasitas produksi masih rendah

 Biaya per unit yang masih tinggi

 Cash Flow Negatif

 Distributor berkemungkinan enggan untuk mengambil produk yang masih


belum terbukti Kualitasnya.

 Diperlukannya promosi secara besar-besaran dalam rangka memperkenalkan


produknya (biaya promosi yang tinggi)

42
Strategi yang sering digunakan dalamTahap Perkenalan (Introduction) :

 Mendorong Adopsi pelanggan


 Mengeluarkan Biaya yang besar dalam promosi untuk menciptakan kesadaran
pada produk dan juga untuk memberitahukan produk barunya kepada
masyarakat
 Menggunakan strategi Harga Peluncuran (skimming) atau Harga Penetrasi
(Penetration)
 Distribusi yang terfokus (pada wilayah yang terbatas)

Tahap Perkembangan (Growth)

Tahap Perkembangan (Growth) adalah tahap dimana produk yang


diperkenalkan tersebut sudah dikenal dan diterima oleh konsumen. Beberapa ciri-ciri
pada tahap Perkembangan ini adalah :

 Memperluas pasar

 Omset penjualan yang naik signifikan

 Meningkatnya kapasitas produksi

 Produk mulai diterima oleh pasar

 Cash Flow mulai berubah menjadi Positif

 Pasar semakin berkembang, laba juga akan meningkat, namun pesaing-pesaing


baru akan mulai bermunculan

 Biaya per unit akan turun ke skala yang ekonomis

Strategi yang sering dilakukan dalam Tahap Perkembangan

 Membuat iklan yang menciptakan kesadaran akan pemilihan produk dan


memperkuat merek (branding)

 Memperbanyak saluran distribusi dan memperluas cakupan distribusi.

 Meningkatkan kualitas produk, menambahkan fitur-fitur baru dan gaya serta


memperbanyak model atau varian.

 Menurunkan harga produk untuk menarik pembeli dan memperluas segmen


pasar.

 Masih mengeluarkan biaya yang besar dalam mempromosikan produk dan


mereknya.

43
Tahap Kedewasaan (Maturity)

Peningkatan Omset penjualan yang mulai melambat, bersaing dengan ketat


dan berjuang dalam merebut pangsa pasar dengan pesaing-pesaingnya.

 Kapasitas produksi yang tinggi

 Memiliki laba yang besar bagi mereka yang dapat memimpin pasar

 Cash Flow akan berada dalam kondisi Positif yang kuat

 Pesaing yang lemah dan kalah bersaing akan mulai keluar dari pasar

 Harga Produk mulai turun

Strategi yang sering dilakukan dalam Tahap Kedewasaan

 Memperbaiki dan memodifikasi Produk dan memperbanyak pilihan (model,


warna, bau, rasa, estetika)

 Meninggalkan varian produk yang tidak kuat di pasar.

 Kapasitas Produksi pada kondisi yang rasional

 Menerapkan harga yang lebih bersaing

 Menggunakan Iklan yang persuasif, mempengaruhi konsumen untuk


menggunakan produknya.

 Menarik pengguna-pengguna baru

 Distribusi yang intensif

 Memasuki Segmen pasar yang baru

 Repositioning

Tahap Penurunan (Decline)

Padatahap penurunan, penjualan dan keuntungan akan semakin menurun dan


jika tidak melakukan strategi yang tepat, produk yang ditawarkan mungkin akan
hilang dari pasar (market). Ciri-ciri Tahap Penurunan adalah sebagai berikut :

 Laba menurun secara signifikan dan Cash flow akan melemah

 Pasar menjadi Jenuh

44
 Akan banyak Pesaing-pesaing yang keluar dari pasar

 Kapasitas produksi akan menurun

Strategi yang sering digunakan pada tahap penurunan adalah sebagai berikut
:

 Melakukan promosi untuk mempertahankan Pelanggan yang setia

 Mempersempit saluran distribusi

 Menurunkan harga uang menjaga daya saingnya

Strategi Ekstensi (Perpanjangan)

Untuk mempanjang umur produk, strategi-strategi yang sering dilakukan oleh


produsen agar memperlambat produknya memasuki tahap penurunan diantaranya
sebagai berikut :

 Periklanan, Mencoba untuk menambah pengguna baru dan berusaha


mengingatkan pengguna lama.

 Menurun Harga, Berusaha untuk menarik pelanggan baru.

 Penambahan Nilai (Adding Value), Menambahkan fitur baru pada produk


saat ini (contohnya menambahkan fitur Wifi pada Kamera).

 Menjelajahi pasar-pasar baru, Mencoba menjual produk keluar negeri.

 Memperbarui kemasan, Menggantikan kemasan pada produk dengan


warna yang lebih cerah dan segar.

2.7. Contoh kasus Proses Produksi , Aspek Teknis dan Teknologi Pada perusahaan Ice
cream
a. Penentuan lokasi usaha
Lokasi yang dipilih adalah Jl. Hayam Wuruk no. 206 karena daerah ini sangat
strategis dan belum terdapat usaha bisnis serupa. Penentuan letak usaha ini
mempertimbangkan faktor dekatnya lokasi dengan pasar atau konsumen karena di
sepanjang jalan Hayam Wuruk terdapat berbagai tempat les, sekolah dan kampus.
Sehingga banyaknya kegiatan anak-anak dan mahasiswa (pelajar) berlangsung di daerah
tersebut dan merupakan area yang ramai dikunjungi. Hal ini merupakan potensi peluang
pasar yang sangat besar untuk dimanfaatkan.
b. Sarana dan prasarana

45
Sarana yang kami gunakan untuk menunjang usaha kami adalah dengan
memanfaatkan : chest freezer ukuran tipe AB-108-T-X (ukuran 57cm x 49cm x 88cm)
dengan kapasitas 105 liter, scoop dengan berbagai ukuran, dan sendok ice cream.

Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan etalase (booth) beroda


yang didesain khusus untuk stand penjualan Rainbow Ice Cream. Sehingga dengan
booth ini etalase ice cream dapat secara fleksibel berpindah tempat menyesuaikan
dengan situasi dan kondisi. Pemesanan pembuatan booth akan kami pesan pada
perusahaan designbooth.blog.com. Berikut gambaran design booth yang akan kami
gunakan:

46
c. Layout atau tata letak
Letak etalase berada di depan pertokoan atau ruko yang diatur sedemikian
rupa sehingga dapat secara efektif dan efisien melayani pembelian ice cream oleh
customer.
Selain itu etalase ini juga bisa berpindah secara fleksibel jika diperlukan.
Misalkan Rainbow Ice Cream akan membuka stand pada acara seminar, pernikahan,
dll.
d. Rencana operasi usaha dan luas produksi
Dikarenakan bisnis ini bergerak di bidang usaha dagang maka kami
membutuhkan supplier untuk memasok persediaan produk inti yang akan kami jual
kembali yakni ice cream dan waffle bowl. Supplier yang kami pilih untuk memasok
produk ice cream kami adalah Diamond (PT Sukanda Djaya). Karena perusahaan ini
memiliki reputasi yang baik akan kualitas (mutu) produk, cita rasa dan pelayanannya
serta telah memiliki brand image yang sudah terbangun di masyarakat umum namun
dengan harga yang terjangkau. Selain itu Diamond (PT Sukanda Djaya) juga
melayani pengantaran barang secara gratis/ Pemesanan ice cream pada suplier
dilakukan dua belas hari sekali dikarenakan sifat produk yang mudah mencair dan
belum cukupnya fasilitas penyimpanan persediaan yang cukup besar. Maka sesuai
dengan kapasitas chest freezer 105 liter akan memuat 12 pack ice cream Diamond
kemasan 8 liter dengan 6 pilihan rasa (chocolate, strawberry, vanilla, mocca,
cappucino dan neopolitan). Sehingga untuk masing-masing rasa kami memesan 2
pack karena kami belum tahu varian rasa apa saja yang paling banyak di minati oleh
para pembeli nantinya. Setiap pack (kemasan 8 liter) akan mampu memenuhi
pesanan sebanyak 120 cup ice cream. Diharapkan penjualan ice cream akan
menghabiskan 1 pack setiap harinya atau dapat dikatakan estimasi penjualan
sebanyak 120 cup ice cream per hari.

Setelah semua perlengkapan dan peralatan siap maka etalase dapat segera
dibuka. Kemudian pembeli akan datang ke etalase dan memesan ice cream sesuai

47
dengan selera, penjaga stand men-scoop ice cream sesuai dengan pesanan dan
ditempatkan pada sebuah waffle bowl beserta dengan sendoknya. Penjaga stand
berkewajiban melayani pembeli hingga pembeli selesai melakukan pembayaran.

e. Proses penjualan
Karyawan yang bekerja sebanyak 2 orang. Karyawan pada shift pertama
mulai bekerja dari pukul 12 siang sampai pukul 4 sore. Dimana karyawan ketika baru
sampai di tempat kerja mulai membersihkan lingkungan sekitar stand dan
menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk penjualan. Ketika customer
tiba, karyawan melayani customer dengan mengucapkan salam terlebih dahulu yaitu
menyebut siang/sore/malam lalu mulai menanyakan mereka, mau memilih ice cream
dengan pilihan rasa yang mana. Setelah itu karyawan menyediakan dan memberikan
kepada customer lalu menerima uang pembayarannya dan mengucapkan “terima
kasih, selamat datang kembali. Karyawan shift kedua masuk pukul 4 sore sampai
pukul 8 malam. Mendekati pukul 8 malam kira-kira 15 menit sebelum jam 8 malam,
karyawan mulai merapikan peralatan dan membersihkan peralatan/perlengkapan
serta daerah sekitar stand.

48
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dalam mendirikan sebuah usaha perlu adanya sistem teknis dan operasi yang
mendukung proses kegiatan perusahaan mulai dari penentuan lokasi usaha yang dekat
dengan bahan baku, tata letak pabrik yang aman dari lingkungan sekitar.

Menyediakan pembuangan limbah pabrik supaya tidak mencemari udara dan daerah
sekitar perusahaan. Pemilihan teknologi yang bagus dan mendukung proses produksi dan
persediaan bahan baku. Maka dalam hal ini perlu ada peninjauan lokasi usaha serta
kenyamanan, keamanan, fasilitas perusahaan yang mendukung proses kegiatan perusahaan

Produk dapat dikatakan layak secara teknis jika produk dapat diterima dan dapat
diproduksi secara secara massal dengan mudah. Evaluasi kelayakan teknis melihat kepada
kelayakan teknis yang digunakan. Hal ini berarti bahwa evaluasi ini melihat kepada apakah
teknologi yang digunakan dapat bekerja sesuai desain dan kapasitas penggunanya

3.2. Saran
Makalah ini belum begitu lengkap di harapkan kepada pembaca untuk mencari
sumber- sumber yang lebih lengkap lagi..

49
DAFTAR PUSTAKA
 Suad Husnan dan Suwarsono. (1994). Studi Kelyakan Proyek. Yogyakarta : UPP
AMP YKPN. Hal. 110
 Yakob Ibrahim. (1998). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta : Rineka Cipta. Hal. 94
 Didit Herlianto dan Triani Pujiastuti. (2009). Sudi Kelayakan Bisnis. Yogyakarta :
Graha Ilmu. Hal. 19
 Kasmir dan Jakfar. 2012. Studi Kelayakan Bisnis Edisi Revisi. Jakarta : Kencana
Prenada Media Group.
 Sulastri, Lilis. 2016. Studi Kelayakan Bisnis untuk Wirausaha. LaGood’s
Publishing
 Jumingan.2014.Studi Kelayakan Bisnis Teori & Pembuatan Proposal Kelayakan,
Jakarta : Bumi Aksara
 https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/proses-produksi.html Diakses pada 16
April 2019.
 https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-siklus-hidup-produk-product-life-
cycle/ Diakses pada 16 April 2019.
 http://thohamuhammad.blogspot.com/2014/09/seleksi-dan-desain-barang-dan-
jasa.html Diakses pada 16 April 2019.
 https://www.academia.edu/30730277/DESAIN_PRODUK_SUATU_BARANG_D
AN_JASA Diakses pada 16 April 2019.
 http://azwar-goblog.blogspot.com/2013/06/aspek-teknis-dan -operasi.html Diakses
pada 17 April 2019.
 http://www.academia.edu/14441482/Aspek_Teknis_Dalam_Studi_Kelayakan_Bisn
i Diakses pada 17 April 2019.
 https://id.scribd.com/doc/114203725/aspek-teknis-operasi-studi-kelayakan-bisnis
Diakses pada 17 April 2019.

50