Anda di halaman 1dari 2

TUGAS AKHIR MODUL 2

Nama : Sandi Riswana, S.Pd


No. Peserta : 19021222010379
Guru : PJKR

PERTANYAAN :

Setelah mempelajari semua kegiatan belajar, silahkan Ibu/Bapak kerjakan tugas akhir berikut:

1. Rumuskanlah kompetensi guru secara utuh?

2. Menghadapi abad 21 ini keterampilan belajar apa yang harus dimiliki oleh guru dan siswa?

3. Buatlah rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan?

Jawaban diketik dengan menggunakan Ms. Word. Ukuran file maksimal 10 MB.

JAWABAN:

1. Kompetensi guru adalah kewenangan dan kecakapan atau kemampuan seorang guru dalam
melaksanakan tugas atau pekerjaan sesuai dengan jabatan yang disandangnya sebagai guru
atau pendidik. Rumusan kompetensi guru yang dikembangkan di Indonesia sudah tertuang
dalam Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 ayat (1)
kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial,
dan kompetensi professional.
2. Keterampilan belajar guru dan siswa di abad 21:
1) Keterampilan pedagogis; mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis,
kebiasaan mencipta, dan menyelesaikan persoalan kompleks di kehidupannya. Upaya harus
sekuat kemauan guru dalam usaha memfasilitasi peserta didik menguasai materi.
2) Keterampilan melakukan penilaian terhadap dampak pembelajaran menggunakan beragam
pendekatan dan metode. Penilaian mencakup kemajuan belajar didasarkan standar
kompetensi nasional dalam kurikulum, pencatatan sistematis pencapaian belajar,
melaksanakan penilaian otentik, merumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur
kemajuan belajar peserta didik, dan mengelola umpan balik dari hasil penilaian.
Pembelajaran abad 21 banyak dimediasi teknologi karena itu dalam penilaian bisa
menggunakan bantuan teknologi. Contoh; dalam penerapan e-learning berbasis moodle
guru dapat menggunakan learning management system (LMS) termasuk dalam penilaian
atas tugas-tugas belajar, memberikan umpan balik, mengolah nilai dan fitur lain yang
memudahkan aspek pengelolaan dan pengolahan nilai.
3) Keterampilan mengelola suasana pembelajaran; proses pembelajaran adalah respon budaya
dimana pada konteks tatap muka langsung guru mengelola kelas yang menjamin adanya
motivasi, saling berkomunikasi langsung, dan disiplin belajar. Pada konteks pembelajaran
berbasis teknologi (dimediasi teknologi) guru perlu mengembangkan keterampilan cara
menjaga motivasi dan menghindarkan perilaku-perilaku menyimpang. Contoh; pada
pembelajaran e-learning guru harus mampu mengelola forum diskusi online atau yang
sederhana forum diskusi melalui whatsapp.
4) Keterampilan profesional; guru dihadapkan pada tuntutan mengantarkan peserta didik
memiliki kecakapan abad 21 (konsep 4C), di era dimana keterampilan tingkat medium
tergantikan keterampilan tingkat tinggi yang mengutamakan kreativitas. Menghadapi
situasi ini guru perlu melengkapi diri dengan rentang keterampilan yang memadai,
penguasaan materi, dan pengalaman praktis. Keterampilan ini membawa peserta didik
memenuhi kualifikasi di bidang pekerjaan dan kehidupan era ekonomi berbasis
pengetahuan atau ekonomi era inovasi. Perkembangan masif mode pembelajaran dan
jaringan komunikasi membawa konsekwensi perubahan cara bekerja dan cara berinteraksi
para guru, khususnya dalam menggunakan perangkat (tool) berbasis ICT dan penerapan
paradigma baru pembelajaran.
3.

Kerangka Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) harus memungkinkan : (1) guru,


sekolah, institusi-institusi pendidikan guru, dan para pemangku kepentingan untuk
memastikan pertumbuhan profesional para guru individual di sepanjang karir mereka; (2)
Guru, sekolah, institusi-institusi pendidikan guru, dan para pemangku kepentingan untuk
merencanakan pengembangan profesional bagi tujuan-tujuan sekolah, organisasional, dan
individual; (3) institusi-institusi pendidikan guru untuk merencanakan keperluan program-
program pengembangan profesional yang sesuai dengan pertumbuhan profesional dan
kebutuhan karir para guru; (4) Pemeirntah untuk membuat kebijakan-kebijakan bagi
kelanjutan pendidikan guru dan alokasi sumber daya untuk hal tersebut.

Rancangan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang baikharus didorong oleh


perhatian pada tujuan dan kinerja siswa. PKB yang baik dibangun berdasarkan keterlibatan
guru dalam mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran dan dalam membentuk peluang dan
proses-proses pembelajaran, berbasis sekolah dengan menekankan pembelajaran yang
melekat pada pekerjaan, bersifat kolaboratif dan pemecahan masalah. Kegiatan PKB
berlangsung secara terus menerus dengan didasarkan pada informasi yang kaya dengan
sumber informasi yang beragam untuk mengevaluasi hasil, didasarkan pada pemahaman
teoretik dan memanfaatkan penelitian yang ada untuk mengembangkan, mendukung, dan
meningkatkan pembelajaran. PKB adalah bagian dari proses perubahan komprehensif yang
menghubungkan pembelajaran individual dan kolektif dengan isu-isu dan kebutuhan
organisasional.