Anda di halaman 1dari 30

Laporan Praktikum

Biokimia

ISOLASI PATI DARI BENGKOANG

ERISKA REGITA CH

H031 17 1303

KELOMPOK II

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
BAB I

PENDAHULUAN

Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan

sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari

bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang

berasal dari tumbuh-tumbuhan sumber karbohidrat nabati dalam glikogen bentuk

glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa

hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari

basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses fotosintase di dalam sel-sel tumbuh-

tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari

seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai

(Hutagalung, 2004).

Karbohidrat memiliki rumus umum Cn(H2O)n atau (CH2O)n dan masih dibagi

lagi ke dalam empat kelompok yaitu monosakarida, disakarida, oligosakarida dan

polisakarida. Monosakarida berasa manis, larut dalam air, dapat dikristalkan dan

disebut dengan gula reduksi. Monosakarida yang banyak terdapat di dalam tumbuhan

ialah glukosa dan fruktosa yang keduanya isomer satu dengan yang lain, sedangkan

disakarida yang banyak terdapat di dalam tumbuhan ialah sukrosa, maltosa, dan

selobiosa. Sukrosa yang terdiri dari glukosa dan fruktosa bukan termasuk gula

reduksi (Fitrinigrum dan Sugiyarto, 2013).

Berdasarkan uraian diatas maka dilakukanlah percobaan mengenai isolasi pati

dengan menentukan kadar amilum yang terdapat pada ubi jalar dan mengamati reaksi

amilum dalam suasana asam, basa, dan netral.


1.1 Maksud dan Tujuan Percobaan

1.1.1 Maksud Percobaan

Maksud dari percobaan ini yaitu untuk untuk mengetahui dan mempelajari

isolasi kanji (starch) dari sampel dan mengamati reaksi uji amilum dengan larutan

iod dalam berbagai keadaan (asam, basa, dan netral).

1.2.2 Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu:

a. Menentukan kadar amilum pada sampel dengan isolasi kanji.

b. Menentukan reaksi dan perubahan warna untuk uji iodida pada starch dalam

suasana asam, basa, dan netral.

1.2 Prinsip Percobaan

1.3.1 Isolasi Kanji dari Ubi Jalar

Mengisolasi kanji mengggunakan sampel melalui homogenasi dan dekantasi

dengan menggunakan akuades dan etanol beberapa kali, pengeringan dan

penimbangan kering sehingga menghasilkan starch murni.

1.3.2 Uji Iodida untuk Starch

Identifikasi amilum dengan uji iodida dalam suasana asam, basa, dan netral

kemudian melihat perubahan warna biru atau ungu yang terjadi sebelum dan

setelah pemanasan dan pendinginan.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karbohidrat

Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung

atom karbon, hidrogen dan oksigen, dan pada umumnya unsur hidrogen dan oksigen

dalam komposisi menghasilkan H2O (Hutagalung, 2004). Jenis karbohidrat lain yaitu

oligosakarida dan polisakarida disusun oleh unit-unit monosakarida dan memiliki

rumus umum yang berbeda. Amilum adalah polisakarida yang merupakan bentuk

simpanan pada sel-sel tumbuhan termasuk buah, sedang selulosa atau serat kasar

merupakan komponen struktural yang menyusun dinding sel tumbuhan. Anggota

polisakarida lain yaitu pektin mempunyai peranan dalam proses pelunakan buah

yang sudah matang (Fitriningrum dan Sugiyarto, 2013).

Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar), oleh

karena tidak bisa lagi dihidrolisa. Monosakarida larut di dalam air dan rasanya

manis, sehingga secara umum disebut juga gula. Penamaan kimianya selalu

berakhiran -osa. Dalam ilmu gizi hanya ada tiga jenis monosakarida yang penting

yaitu, glukosa, fruktosa dan galaktosa. Disakarida adalah gabungan antara 2

monosakarida, pada bahan makanan, disakarida terdapat 3 jenis yaitu sukrosa,

maltosa dan laktosa. Sedangkan polisakarida adalah senyawa karbohidrat kompleks,

dapat mengandung lebih dari 60.000 molekul monosakarida yang tersusun

membentuk rantai lurus ataupun bercabang. Polisakarida rasanya tawar (tidak

manis), tidak seperti monosakarida dan disakarida. Di dalam ilmu gizi ada 3 jenis

yang ada hubungannya yaitu amilum, dekstrin, glikogen, dan selulosa

(Hutagalung, 2004).
2.2 Bengkoang

Bengkoang adalah tanaman yang memiliki sistem perakaran tunggang dimana

akar dimana panjang akar dapat mencapai 2 cm. akar bengkoang memiliki

kemampuan untuk bersimbiosis dengan rhizobium yang dapat menambat nitrogen

dari udara. Akar bengkuang berkembang menjadi umbi yang berbentuk bulat atau

membulat seperti gasing dengan berat dapat mencapai 5 kg. kulit umbinya tipis

berwarna kuning pucat dengan bagian dalam berwarna putih dengan rasa yang

manis. Klasifikasi tanaman bengkoang, yaitu (Margaretha, 2015).

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Sub divisio : Angiospermae

Kelas : Dicotyledoneae

Ordo : Fabales

Famili : Fabaceae

Genus : Pachyrhizus

Spesies : Pachyrizus erosus L. Urban

Di Indonesia, akar bengkoang (Phacyrhizus erosus) telah digunakan sebagai

pasta pemutih kulit. Karena di dalam bengkoang terdapat senyawa aktif berfungsi

sebagai pemutih kulit (Lukitaningsih dan Hozgrabe, 2014). Senyawa aktif

dalam Bengkoang dengan kegiatan antioksidan dan pemutih kulit telah

diisolasi, yaitu daidzein, daidzin, genistin, dan (8,9)-furanyl-pterocarpan-3-ol

(Lukitaningsih dkk., 2013).


2.3 Amilum

Amilum merupakan sumber energi utama bagi orang dewasa di seluruh

penduduk dunia, terutama di negara sedang berkembang, oleh karena dikonsumsi

sebagai bahan makanan pokok. Disamping bahan pangan kaya akan amilum juga

mengandung protein, vitamin, serat dan beberapa zat gizi penting lainnya. Amilum

merupakan karbohidrat dalam bentuk simpanan bagi tumbuh-tumbuhan dalam

bentuk granul yang dijumpai pada umbi dan akarnya. Amilum tidak larut di dalam

air dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk cairan yang sangat pekat seperti

pasta, peristiwa ini disebut gelatinisasi (Hutagalung, 2004).

Pati atau amilum merupakan karbohidrat kompleks yang dihasilkan oleh

tumbuhan, dimana didalamnya terkandung kelebihan glukosa (produk fotosintesis).

Ubi kayu atau singkong, mengandung karbohidrat yang cukup tinggi yaitu sekitar

35,3 % per 100 g. Oleh karenanya singkong dapat digunakan sebagai bahan dasar

dalam pembuatan glukosa melalui proses hidrolisa pati. Hidrolisa pati merupakan

proses pemecahan molekul amilum menjadi bagian-bagian penyusunnya seperti

glukosa (Istadi, 2010).

Apabila ditinjau dari proses pembuatan, terdapat dua jenis amilum yang

sering digunakan dalam industri farmasi yaitu amilum yang diolah secara tradisional

dan amilum modifikasi. Amilum yang diolah secara tradisional adalah amilum yang

diambil langsung dari bagian tanaman dan dalam proses pembuatannya belum

mengalami perubahan secara fisika atau kimia. Ditinjau dari bentuk fisiknya, amilum

yang diolah secara tradisional masih berbentuk serbuk. Amilum tersebut memiliki

kekurangan yaitu tidak mempunyai sifat alir yang baik (Lenny, 2001).
BAB III

METODE PERCOBAAN

3.1 Bahan Percobaan

Bahan yang digunakan dalam percobaan ini ialah bengkoang, etanol 95 %,

akuades, larutan amilum 1 %, larutan HCl 6 M , larutan NaOH 6 M, larutan iod

0,01 M, kertas saring, kertas label, sabun, dan tissue roll.

3.2 Alat Percobaan

Alat yang digunakan pada percobaan ini ialah pisau, blender, kain kasa,

corong, erlenmeyer, gelas kimia 100 mL, gelas kimia 250 mL, neraca Ohaus, oven,

tabung reaksi, rak tabung reaksi, kertas saring, pipet tetes, hotplate, batang pengaduk,

sendok tanduk, dan gegep.

3.3 Prosedur Percobaan

3.3.1 Isolasi Starch dari Ubi Jalar

Bengkoang yang akan digunakan dikupas, dicuci dan ditimbang sebanyak

75 gram. Lalu dihomogenasikan dengan 100 mL air dalam blender sehingga

terbentuk suspensi. Campuran tersebut disaring dengan kain saring dan cairannya

ditampung dalam gelas kimia sedangkan residunya dibuang. Cairan tersebut

dibiarkan mengendap. Setelah terbentuk endapan, cairan di atasnya dibuang dan

endapan yang tersisa ditambahkan lagi 50 mL air dan dibiarkan mengendap.

Endapan yang terbentuk didekantasi dengan 25 mL etanol 95 %. Kemudian disaring

dengan kertas saring yang sudah diketahui bobotnya. Setelah itu starch tersebut

dikeringkan dalam oven selama beberapa menit dan setelah kering ditimbang.

Dicatat hasil penimbangan dan dihitung kadar amilum dalam bengkoang.


3.3.2 Uji Iodida untuk Starch

Tiga tabung reaksi disediakan, masing-masing diisi dengan amilum 3 mL,

setelah itu, tabung reaksi (1) ditambahkan 2 tetes akuades, tabung reaksi (2)

ditambahkan 2 tetes HCl 6 M, dan tabung reaksi (3) ditambahkan 2 tetes NaOH 6 M.

Kemudian, setelah masing-masing ditambahkan reagen, tiap tabung reaksi

ditambahkan lagi larutan iodin 0,01 M sebanyak 3 tetes dan diamati perubahannya.

Setelah itu, tabung reaksi dipanaskan dalam gelas kimia menggunakan hotplate.

Setelah itu, tabung reaksi kembali didinginkan. Diamati dan dicatat perubahan yang

terjadi.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

4. 1 Hasil Pengamatan

4.1.1 Isolasi Starch dari Bengkoang

Adapun isolasi starch dari bengkoang diperoleh data sebagai berikut:

1. Berat bengkoang = 75,05 gram

2. Berat kertas saring = 1,0689 gram

3. Berat kertas saring + amilum kering = 1,3970 gram

4. Berat amilum setelah kering = 0,3281 gram

5. Kadar amilum dalam contoh bengkoang = 3,65 %

berat amilum 0,3281 gram


Kadar amilum = x 100 % = x 100% = 0,4371%
berat bengkoang 75,05 gram

4.1.2 Uji Iodida Untuk Starch

Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Iodida


Penambahan
Tabung III
Perlakuan Tabung I (H2O) Tabung II (HCl)
(NaOH)

Warna sebelum ditambah


Bening Bening Benng
iod 0,01 M

Warna setelah ditambah


Biru Biru Bening
iod 0,01 M

Warna setelah pemanasan Bening Bening Bening

Warna setelah
Bening Biru Bening
pendinginan
4.2 Reaksi

1. Reaksi amilum + H2O + I2

CH2OH CH2OH
H O H H O H
H H
+ H2O + nI2
OH H OH H
O O O
H OH H OH
n
amilum / bening

CH2OH CH2OH
H O H H O H
I
H H
OH H OH H
O O O
H OH H OH
I n
Biru

dipanaskan

CH2OH CH2OH
H O H H O H
H H
+ nI2
OH H OH H
O O O
H OH H OH
n
amilum / bening

didinginkan

CH2OH CH2OH
H O H H O H
I
H H
OH H OH H
O O O
H OH H OH
I n

Biru
2. Reaksi amilum + HCl + I2

CH2OH CH2OH
H O H H O H
H H
+ HCl + nI2
OH H OH H
O O O
H OH H OH
amilum / bening n

CH2OH CH2OH
H O H H O H
I
H H
OH H OH H
O O O
H OH H OH
I n
Biru

dipanaskan

CH2OH CH2OH
H O H H O H
H H
+ nI2
OH H OH H
O O O
H OH H OH
n
amilum / bening

didinginkan

CH2OH CH2OH
H O H H O H
I
H H
OH H OH H
O O O
H OH H OH
I n
Biru
3. Reaksi Amilum + NaOH + I2

CH2OH CH2OH
H O H H O H
H H
+ NaOH + nI2
OH H OH H
O O O
H OH H OH
n
amilum / bening

CH2OH CH2OH
H O H H O H
H H
+ NaI + NaOI + H2O
OH H OH H
O O O
H OH H OH
n
bening

4.3 Pembahasan

4.3.1 Isolasi Starch dari Bengkoang

Percobaan isolasi starch dari bengkoang dilakukan dengan menghomogenkan

dan mendekantasi starch dengan akuades dan etanol beberapa kali hingga didapatkan

starch murni. Kemudian ditentukan kadar starch dari bengkoang tersebut. Pertama-

tama bengkoang dicuci agar bersih dari zat pengotor yang dapat mengurangi hasil

rendamen pati. Kemudian bengkoang dipotong kecil agar luas permukaan bengkoang

yang akan bereaksi dengan pelarut bertambah sehingga mempermudah proses

homogenasi dengan. Selanjutnya proses homogenasi dilakukan dengan

menggunakan blender yang dapat mengubah bengkoang dari ukuran padat menjadi

ukuran koloid yang tersuspensi dengan akuades sebanyak 50 mL sehingga terpisah

antara filtrat dari residu. Penyaringan dilakukan dengan kain putih tipis agar tidak

mudah robek dan penyaringan berlangsung lebih cepat.


Filtrat didekantasi sebanyak 2 kali dengan akuades sebanyak 25 mL, fungsi

dekantasi adalah untuk memisahkan filtrat dengan residu atau memurnikan karena

akuades dapat mengikat kotoran dan melarutkan zat-zat dalam sampel. Setelah itu

didekantasi dengan etanol 95% sebanyak 25 mL. Etanol berfungsi untuk melarutkan

bahan-bahan organik yang tidak larut dalam akuades dan agar filtrat yang tersisa

hanya amilum saja. Hasil dekantasi terakhir disaring dengan menggunakan corong

dan kertas saring dan dikeringkan dalam oven sehingga diperoleh tepung amilum

yang kering dan siap untuk ditimbang. Setelah dikeringkan di dalam oven, diperoleh

berat amilum sebesar 0,3281 gram dan kadar amilum yang terdapat pada ubi jalar

adalah 0,4371%.

4.1.2 Uji Iodida untuk Starch

Bengkoang mengandung starch (amilum) sehingga secara teori sudah pasti

jika bengkoang direaksikan dengan larutan iod memberikan pengamatan yang positif

yaitu memberikan warna biru, hal ini karena larutan iod bereaksi terhadap amilum.

Warna biru tersebut disebabkan oleh molekul amilosa yang membentuk senyawa iod.

Amilopektin dengan iodium akan memberikan warna biru atau merah lembayung.

Dalam percobaan ini, dilakukan reaksi uji starch (pati) dengan menggunakan larutan

iod 0,01 M dalam suasana netral, asam, dan basa untuk melihat pengaruhnya masing-

masing.

Pertama-tama dilakukan pengujian amilum pada suasana netral. Sebelum

penambahan iod, larutan amilum berwarna putih keruh. Setelah ditambahkan iod,

larutan berubah warna menjadi biru karena adanya ikatan semu antara amilum

dengan iod. Pada pemanasan, ikatan semu terputus disebabkan karena ikatan semu

pada amilum dapat putus dengan adanya pemanasan sehingga larutan menjadi putih
keruh. Setelah didinginkan warna larutan ternyata tidak kembali menjadi biru, dalam

hal ini ikatan semu antara amilum dan iodin tidak terbentuk kembali. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa hasil percobaan ini tidak sesuai dengan teori dimana apabila

dipanaskan, rantai amilum akan memanjang sehingga iod mudah terlepas, sama

halnya ketika didinginkan, rantai pada amilum akan mengerut sehingga iod kembali

terikat dengan amilum sehingga larutan akan berwarna biru kembali, tapi pada

percobaan ini setelah didinginkan ikatan semu tidak terbentuk yang tadinya terputus

karena adanya pemanasan. Hal ini bisa dipengaruhi oleh karena bahan amilum yang

sudah rusak atau kurangnya penambahan larutan iod.

Berikutnya pengujian amilum dengan iod dalam suasana asam (HCl).

Sebelum ditambahkan larutan iod larutan berwarna putih keruh. Ketika ditambahkan

larutan iod berubah warna menjadi biru pekat. Ketika dipanaskan warna birunya

hilang menjadi bening dan setelah didinginkan terbentuk warna ungu. Pada suasana

asam ini juga memberikan hasil positif dan sesuai dengan teori bahwa dengan adanya

pemanasan membentuk suatu iod yang bebas dalam larutan, apabila dipanaskan,

rantai amilum akan memanjang sehingga iod mudah terlepas, sama halnya ketika

didinginkan, rantai pada amilum akan mengerut sehingga iod kembali terikat dengan

amilum sehingga larutan akan berwarna biru kembali.

Berikutnya uji amilum dengan iod dalam suasana basa (NaOH). Sebelum

ditambahkan larutan iod, larutan berwarna kuning keruh. Ketika ditambahkan larutan

iod larutan berubah warna menjadi putih keruh. Ketika dipanaskan larutan berubah

warna menjadi kuning keruh dan setelah didinginkan tidak terbentuk warna ungu.

Hal ini menandakan bahwa tidak terjadi reaksi antara amilum dengan iod. Hal ini

disebabkan karena NaOH yang sudah ada dalam larutan amilum akan bereaksi
terlebih dahulu dengan iod yang ditambahkan membentuk NaI dan NaOI, sehingga

pada uji ini tidak terdapat suatu kompleks berwarna ungu dan percobaan ini telah

sesuai dengan teori.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan percobaan, dapat disimpulkan bahwa:

1. Kadar amilum yang terdapat pada 0,3281 gram bengkoang adalah 0,4371%

2. Pada uji larutan amilum dengan larutan iodium, dalam keadaan asam dan netral

bereaksi, basa tidak bereaksi. Bereaksi atau tidaknya larutan dilihat dari

perubahan warna yang dilakukan yaitu keadaan asam dan netral menghasilkan

warna biru.

5.2 Saran

5.2.1 Saran untuk Percobaan

Saran untuk percobaan yaitu dalam melakukan percobaan sebaiknya sampel

yang digunakan lebih bermacam-macam lagi agar bisa dibandingkan kandungan

karbohidratnya.

5.2.2 Saran untuk Laboratorium

Saran untuk laboratorium yaitu hendaknya penyimpanan bahan yang telah

lama, sebaiknya diperbaiki tempat penyimpanannya, agar bau dari bahan-bahan

kimia tidak tercium kemana-mana yang dapat menyebabkan bahaya kesehatan.

5.2.3 Saran untuk Asisten

Saran untuk asisten yaitu dalam pengawasan saat melakukan praktikum sudah

baik, dan harap dipertahankan saat praktikan melakukan praktikum.


DAFTAR PUSTAKA

Fitriningrum, S., Sugiyarto., Susilowati, A., 2013, Analisis Kandungan Karbohidrat


pada Berbagai Tingkat Kematangan Buah Karika, Bioteknologi, 10(1): 6-14.
Hutagalung, H., 2004, Karbohidrat, Digitized By USU Digital Library, 1-13.
Istadi., Rahmayanti, D., 2010, Permodelan dan Optimasi Hidrolisa Pati Menjadi
Glukosa dengan Metode Artificial Neural Network, Teknik, 31(2): 102-113.
Lenny, K. S., Jemmy, A. P., dan Sri, A., 2001, Pengaruh Rasio Amilum: Air dan
Suhu Pemanasan Terhadap Sifat Fisik Amilum Singkong Pregelatin yang
Ditujukan sebagai Eksipien Tablet, 1(1): 50-67.
Poedjiadi, A., 1994, Dasar-Dasar Biokimia, UI-Press, Jakarta.

Lukitaningsih, E. dan Holzgrabe, U., 2014, Bioactive Compounds In Bengkoang


(Pachyrhizus Erosus) As Antioxidant And Tyrosinase Inhibiting Agents,
Indonesian Journal of Pharmacy, 25(2): 68-75.

Margareth, Y. P., 2015, Pengaruh Kadar Gula terhadap Nata De Yam, Skripsi
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
Lampiran 1. Bagan Kerja

A. Isolasi Starch dari Ubi Jalar


B. Uji Iodida untuk Starch

Tabung I (larutan Tabung II (larutan Tabung III (larutan


amilum 1 % dalam amilum 1 % dalam amilum 1 % dalam
air) air) air)

- Ditambahkan 2 - Ditambahkan 2 - Ditambahkan 2


tetes akuades tetes HCl 6 M tetes NaOH 6 M

- Ditambahkan 2 tetes larutan Iod


- Dipanaskan di atas penangas air
- Didinginkan
- Diamati

Data
Lampiran 2. Foto Percobaan
v