Anda di halaman 1dari 8

Kelompok 5:

Ni Komang Sri Cristi Okta Dewi (1707531149 / 33)


Ida Ayu Sinta Mahadewi (1707531151 / 34)
Ni Made Ayu Candra Dewi (1707531157 / 36)

RMK SAP 12

KONSOLIDASI PADA ANAK PERUSAHAAN YANG DIMILIKI KURANG DARI

KEPEMILIKI PENUH
Pemegang saham yang memiliki lembar saham anak pemsahaan yang tidak dimiliki

oleh induk perusahaan disebut secara kolektif sebagai kepentingan nonpengendali. Seluruh aset,

liabilitas, pendapatan, dan beban anak pemisahaan termasuk dalam laporan keuangan

konsolidasi apakah anak pemisahaan dimiliki penuh atau tidak.

Persentase kepemilikan induk atas anak perusahaan tidak memengaruhi besarnya

jumlah laporan keuangan anak perusahaan yang termasuk dalam laporan keuangan

konsolidasian-100% harus dimasukkan. Sehingga, jika induk tidak memiliki kepemilikan penuh

di anak perusahaan, maka klaim pemegang saham nonpengendali harus tercermin di laporan

keuangan konsolidasian.

I. PENGARUH KEPENTINGAN NONPENGENDALI

Pendekatan umum yang digunakan untuk konsolidasi sama dengan yang dibahas di

bab 4. Akan tetapi, prosedur konsolidasi harus dimodifikasi sedikit untuk mengakui

kepentingan nonpengendali. Perhitungan laba bersih dan saldo laba konsolidasi pun harus

memasukkan kepentingan nonpengendali.

II. LABA BERSIH KONSOLIDASI


Tanpa adanya transaksi antarperusahaan dimasukkan dalam konsolidasi, laba bersih

konsolidasi sama dengan laba induk perusahaan dari operasi yang dimilikinya sendiri, tanpa

memasukkan laba investasi anak perusahaan konsolidasi, ditambah laba bersih dari setiap

anak perusahaan konsolidasian disesuaikan dengan penghapusan selisihnya.

Laba yang diatribusikan ke kepentingan nonpengendali pada anak perusahaan didasari

pada bagian proporsional dari laba bersih anak perusahaan. Laba bersih anak perusahaan

tersedia untuk pemegang saham umum dibagi menjadi perusahaan induk dan pemegang non-

pengendali pada anak perusahaan tertentu yang memiliki klaim proporsional hanya pada

1
perusahaan tersebut dan bukan pada laba induk perusahaan atau anak perusahaan lainnya ada

selisih dan sebagian selisih tersebut dihapuskan selama periode tersebut

Contoh perhitungan dan alokasi laba bersih konsolidasi, asumsikan bahwa PT

Pusaka membeli 80% saham PT Buruan sebesar 80% dari total nilai buku PT Buritan.

Selama 20x1 Buritan melaporkan laba bersih Rp25.000.000. sedangkan PT Pusaka

melaporkan laba Rp120.000.000, termasuk laba metode ekuitas dari PT Buritan sebesar

Rp20.000 000. Laba bersih konsolidasi untuk 20X1 dihitung dan dialokasikan sebagai

berikut

III. SALDO LABA KONSOLIDASI


Asumsikan PT Pusaka membeli 80% saham PT Buritan pada 1 Januari 20x1dan

mencatat investasi menggunakan metode ekuitas. Laba dan dividen yang diperoleh dan

diumumkan PT Pusaka dan PT buritan selama dua tahun setelah akuisisi adalah sebagai

berikut:

IV. SELISIH

Jika perusahaan pengakuisisi mengakuisisi kurang dari 100 persen dari saham

perusahaan lain dalam tipe akuisisi saham dari kombinasi bisnis, selisih, sebagai dampaknya,

2
dibagi dengan suku bunga pengendali dan non-pengendali. Walaupun selisih biasanya

disebabkan oleh suku bunga pengendali dan non-pengendali secara proporsional, situasi

mungkin muncul bukan pada kasusnya, sama seperti ketika premi diasosiasikan dengan

pengendalian keuntungan.

V. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Pemegang saham non-pengendali dari anak perusahan yang dimiliki kurang dari

kepemilikan penuh memiliki klaim atas pendapatan dan aset bersih dari anak perusahan

walaupun anak perusahaan dikonsolidasi dengan induk perusahaan dan mungkin anak

perusahaan lainnya. Dalam ketiadaan selisih dan transaksi antarperusahan, saham

kepentingan nonpengendali dari pendaparan perusahaan merupakan saham proporsional dari

pendapatan anak perusahaan yang tersedia pemegang saham biasa.

FORMAT KERTAS KERJA


(1) Klaim kepentingan nonpengendali atas laba dan aset anak perusahaan harus dimasukkan
dalam kertas kerja.
(2) Klaim kepetingan nonpengendali atas laba anak perusahaan, yang dihitung sebesar
proporsi bagian kepemilikan nonpengendali atas laba anak perusahaan, dikurangkan di
bagian paling bawah Klaim kepemilikan nonpengendali atas kertas kerja pada bagian
laporan laba rugi untuk memperoleh laba bersih konsolidasi.
(3) Baik Klaim kepemilikan nonpengendali atas laba maupun aset bersih dimasukkan ke
dalam kertas kerja melalui jurnal eliminasi dan di bawa ke kolom Konsolidasi.
VI. LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN ANAK

PERUSAHAAN KEPEMILIKAN PENGENDALI


Contoh PT Induk dan PT Anak pada bab ini akan memberikan dasar untuk

mengilustrasikan proses konsolidasi ketika kepemilikan di anak perusahaan tidak penuh.

Asumsi PT Induk membeli 80% saham biasa beredar dari PT Anak seharga Rp 310.000.000.

Pada tanggal tersebut nilai wajar dari kepentingan nonpengendali diestimasikan sebesar Rp

77.500.000.

PT Induk mencatat akusisi saham PT Anak dengan ayat jurnal sebagai berikut :
(1a) Investasi pada saham PT Anak 310.000.000
Kas 310.000.000
(mencatat pembelian saham PT Anak)

3
Laporan posisi keuangan dari PT Induk dan PT Anak dibuat segera setelah akuisisi.

Berikut adalah laporan posisi keuangan PT Induk dan PT Anak, 1 Januari 20X1, sesaat setelah

kombinasi bisnis. Nilai wajar dari semua aset dan liabilitas PT Anak sama dengan nilai buku,

kecuali yang diperlihatkan pada tabel berikut ini

Nilai Buku Nilai Wajar Kenaikan Nilai 80% bagian PT


Wajar Induk
Persediaan 60.000.000 65.000.000 5.000.000 4.000.000
Tanah 40.000.000 50.000.000 10.000.000 8.000.000
Bangunan 300.000.000 360.000.000 60.000.000 48.000.000
400.000.000 475.000.000 75.000.000 60.000.000

Kelebihan dari Rp 387.500.000 total nilai wajar dari konsiderasi dan kepentingan

nonpengendali yang diberikan pada tanggal kombinasi bisnis yang melebihi Rp 300.000.000

dari nilai buku saham PT Anak adalah sebeesar Rp 87.500.000. Dari total selisih Rp

87.500.000 ini, Rp 75.000.000 berhubungan dengan kelebihan dari nilai wajar pada tanggal

akuisisi yang melebihi nilai buku aset bersih PT Anak, sisa sebesar Rp 12.500.000. Selisih

total dapat dilihat sebagai berikut:

4
VII. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DENGAN ANAK PERUSAHAAN

KEPEMILIKAN PENGENDALI
Konsolidasi setelah akuisisi melibatkan penyususnan seperangkat lengkap laporan

keuangan konsolidasi. Melanjutkan ilustrasi pada bagian sebelumnya, asumsikan PT Induk

dan PT Anak melaporkan laba dan dividen seperti dibahas pada Bab 4 sebagai berikut:

Terkait dengan aset dimana terdapat alokasi Rp 70.000.000 selisish pembelian,

asumsikan bahwa seluruh persediaan telah terjual di tahun 20X1, bangunan dan peralatan

mempunyai sisa masa ekonomis 10 tahun sejak tanggal kombinasi bisnis, dan metode

5
penyusustan yang digunakan garis lurus. Selanjutnya, diasumsikan PT Induk mencatat akun

investasi di PT Anak menggunakan metode ekuitas.

VIII. TAHUN AWAL KOMBINASI BISNIS


Kombinasi bisnis PT Induk dan PT Anak terjadi pada awal tahun 20X1. PT Induk

mengakui laba dan dividen dari PT Anak selama tahun berjalan, dan laporan keuangan

konsolidasian menggambarkan dua perusahaan seolah-olah menjadi satu perusahaan

sepanjang tahun. Prosedur konsolidasi sama dengan pada bab sebelumnya, kecuali klaim

iinduk hanya sebesar bagian laba dan dividen anak perusahaan, dan prosedur konsolidasia

harus memasukkan klaim kepentingan nonpengendali.

Ayat jurnal induk perusahaan


Selama tahun 20x1 pt induk membuat ayat jurnal umum untuk mencatat pembelian saham PT

Anak. PT Induk juga membuat ayat jurnal metode ekuitas umum untuk mencatat pendapatan

dan dividen dari anak perusahaan, PT Induk harus mengakui hanya sebesar proporsi

bagiannya atas laba bersih dan dividen PT Anak. Berikut adalah ayat jurnal PT Induk tahun

20x1

Sebagai tambahan, PT Induk menghapusbukukan sebagian selisih pembelian melalui ayat

jurnal sebagai berikut:

Kertas kerja konsolidasi – tahun kombinasi bisnis.


Setelah laba anak perusahaan akrual dimauskkan dalam pembukuan PT Induk, data neraca

saldo yang telah disesuaikan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukkan ke

dalam kertas kerja konsolidasi tiga bagian.

6
Tahun Kedua Kepemilikan
Metode ekuitas dan prosedur konsolidasi yang diterapkan selama tahun kedua kepemilikan

dan setelahnya mengikuti prosedur yang sama dengan konsolidasi pada tahun pertama dan

diilustrasikan melalui contoh berkelanjutan PT Induk dan PT Anak selama tahun 20x2. Tidak

ada penurunan nilai pada goodwill dari kombinasi bisnis pada 20X2

IX. PENGHENTIAN KONSOLIDASI

Contoh, asumsikan bahwa PT Induk menjual tiga kuartal dari 80% kepemilikannya di PT

Anak pada 1 Januari 20X2, senilai Rp246.000.000 yang menyisakan kepemilkan 20% saham

beredar PT Anak. Pada tanggal tersebut, asumsikan bahwa nilai wajar PT A secara

keseluruhan adalah Rp410.000.000 dan nilai tercatat 80% PT Induk di PT Anak adalah

Rp317.000.000. Asumsikan bagian PT Induk yang tersisa 20% di PT Anak adalah

Rp82.000.000. PT Induk menjual saham PT Anak dihitung sebagai berikut.

X. PERLAKUAN UNTUK PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAINNYA


Selama tahun 20x2 PT Anak membeli investasi yang diklasifikasikan sebagai tersedia
untuk dijual sebanyak Rp20.000.000. Pada 31 Des 20x2, nilai wajar dari efek meningkat
menjadi Rp30.000.000. Selain pengaruh akuntansi untuk investasi efek PT Anak tersebut,
informasi laporan keuangan yang dilaporkan oleh PT PT Induk dan PT Anak pada tanggal 31
Desember 20X2.

7
Ayat Jurnal Penyesuaian yang Dicatat oleh Anak Perusahaan :
PT Anak mengakui peningkatan nilai wajar atas sekuritas tersedia untuk dijual yang
dimilikinya dengan ayat jurnal:
(23) Investasi pada Sekuritas Tersedia Untuk Dijual 10.000.000
Keuntungan Investasi Belum Direalisasi 10.000.000
Mencatat peningkatan nilai wajar atas sekuritas tersedia untuk dijual

Ayat Jurnal Penyesuaian yang Dicatat oleh Induk Perusahaan:


Tahun 20x2, PT Induk mencatat semua ayat jurnal sehubungan investasinya di PT Anak
seolah-olah anak perusahaan tidak melaporkan pendapatan komprehensiflai. Selain itu,pada
tanggal 31 Desember 20x2, PT Induk secara terpisah mengakuibagian proposionalnya atas
keuntungan belum direalisasi anak perusahaan dari peningkatan nilai wajar sekuritas tersedia
untuk dijual.
(19a) Investasi pada Saham PT Anak 8.000.000
Laba Komprehensif Lainnya dari Anak Perusahaan- 8.000.000
Keuntungan Belum Direalisasi dari Investasi

XI. PERTIMBANGAN TAMBAHAN


Saldo Laba Negatif Anak Perusahaan Saat Akuisisi. Ayat jurnal eliminasi normal dibuat
dalam kertas kerja konsolidasi kecuali bahwa saldo debit Saldo Laba anak perusahaan
dieliminasi dengan ayat jurnal kredit.
Akun-Akun Ekuitas Pemegang Saham Lainnya
Pembahasan laporan konsolidasi sampai titik ini berhadapan dengan kondisi di mana ekuitas
pemegang saham hanya terdiri dari saldo laba dan satu jenis modal saham yang diterbitkan
pada nilai nominal. Umumnya, perusahaan memiliki struktur ekuitas pemegang saham yang
lebih kompleks, dimana sering termasuk adanya saham preferen dan berbagai jenis modal
disetor.
Pelepasan Aset Anak Perusahaan yang Terkait Selisih
Apabila anak perusahaan melepaskan aset dan merupakan salah satu aset yang mendapat
alokasi selisih dalam kertas kerja konsolidasi, maka akan mempengaruhi laba metode ekuitas
yang dicatat induk perusahaan dan laba konsolidasi.
Persediaan
Pemilihan metode persediaan oleh anak perusahaan akan menentukan dalam periode mana
selisih beban pokok penjualan tersebut diakui. Apabila anak perusahaan menggunakan FIFO,
unit persediaan yang ada pada tanggal kombinasi bisnis dianggap sebagai unit pertama yang
dijual setelah kombinasi bisnis. Karenanya, selisih umumnya dialokasikan ke beban pokok
penjualan pada periode setelah kombinasi bisnis.
Aset Tetap
Selisih pembeliaan terkait dengan tanah yang dimiliki anak perusahaan akan ditambahkan ke
saldo Tanah dalam kertas kerja konsolidasi setiap menyusun menyusun laporan posisi
keuangan konsolidasi. Jika anak perusahaan menjual tanah tersebut, maka dalam kertas kerja
selisih akan diperlakukan sebagai penyesuaian atas keuntungan atau kerugian dari penjualan
tanah di periode terjadinya penjualan.

DAFTAR PUSTAKA
E. Baker, Richard, dkk. Akuntansi Keungan Lanjutan. Buku 1. 2010. Jakarta: Salemba Empat