Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ida Ayu Sinta Mahadewi

NIM : 1707531151
RMK RPS 13

I. TRANSAKSI EFEK DAN INSTRUMEN


Tahapan transaksi dalam pasar modal terjadi melalui dua tahapan yaitu (1) pasar primer
(primary market) dan (2) pasar sekunder (secondary market). Kegiatan pada pasar primer dikenal
dengan IPO (Initial Public Offering) atau penawaran umum pertama. Pasar sekunder merupakan
pasar yang memperdagangkan saham dan obligasi antar investor setelah melewati masa
penawaran di pasar primer. Setelah saham dan obligasi dibeli investor dari emiten melalui
underwriter, investor menjual kembali saham dan obligasi kepada investor lainnya, baik dengan
tujuan mengambil untung dari kenaikan harga (capital gain) maupun menghindari kerugian
(capital loss).
A. Jenis Mekanisme Transaksi Efek
1. Transaksi Menurut Tempat Pelaksanaan
a. Transaksi Bursa
b. Transaksi Luar Bursa
2. Transaksi Menurut Pembiayaan
a. Transaksi Regular
b. Transaksi Margin (Pinjam-meminjam efek dan Transaksi repo/reverserepo)
3. Transaksi Menurut Nasabah
a. Transaksi Nasabah Pemilik Rekening
b. Transaksi Nasabah Umum
c. Transaksi Nasabah Kelembagaan
B. Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa
Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa adalah kewajiban Lembaga Kliring dan
Penjaminan untuk seketika dan langsung mengambil alih tanggung jawab Anggota Kliring
yang gagal memenuhi kewajibannya berkaitan dengan penyelesaian Transaksi Bursa dan
untuk menyelesaikan transaksi tersebut pada waktu dan cara yang sama sebagaimana
diwajibkan kepada Anggota Kliring yang bersangkutan.
C. Pembiayaan Transaksi Efek Oleh Perusahaan Efek Bagi Nasabah Dan Transaksi Short
Selling Oleh Perusahaan Efek  Peraturan Bapepam Nomor V.D.6
D. Kontrak Berjangka Dan Opsi Atas Efek Atau Indeks Efek (KBIE)
Jaminan adalah dana dan atau Efek yang dapat digunakan oleh Lembaga Kliring dan
Penjaminan untuk menyelesaikan Transaksi Bursa atas Kontrak atau untuk menyelesaikan
kewajiban anggota kliring kepada Lembaga Kliring dan Penjaminan. Kontrak Berjangka

1
adalah suatu perjanjian yang mewajibkan para Pihak untuk membeli atau menjual sejumlah
Underlying pada harga dan dalam waktu tertentu di masa yang akan datang.
Kontrak Berjangka Indeks Efek (KBIE) LQ-45 adalah janji untuk menjual atau
membeli kontrak Indeks Efek LQ-45 dengan penyelesaian di waktu yang akan datang, yang
mewajibkan setiap Pihak untuk memenuhi perjanjian tersebut pada saat jatuh tempo. Unit
Penyertaan Reksadana dapat dilihat pada Pasal 20 UUPM
E. Peraturan Terkait Reksadana Dan Produk Investasi Lainnya
1. Gambaran Reksa Dana Secara Umum
Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 47/POJK.04/2015 tentang Pedoman Pengumuman
Harian Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Terbuka:
a. Reksa Dana Pasar Uang c. Reksa Dana Saham
b. Reksa Dana Pendapatan Tetap d. Reksa Dana Campuran
Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 48/POJK.04/2015 tentang Pedoman Pengelolaan
Reksa Dana Terproteksi, Reksa Dana Dengan Jaminan, dan Reksa Dana Indeks:
a. Reksa Dana Terproteksi (Capital b. Reksa Dana Penjaminan (Guaranted Fund)
Protected Fund) c. Reksa Dana
d. Indeks (Index Fund)
2. Reksa Dana Syariah. Reksa Dana Syari'ah adalah Reksa Dana yang beroperasi menurut
ketentuan dan prinsip Syari'ah Islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai
pemilik harta (sahib al-mal / Rabb al Mal) dengan Manajer Investasi sebagai wakil shahib
al-mal, maupun antara Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal dengan pengguna
investasi. (Pasal 1 angka 6 Fatwa DSN No.20/DSN-MUI/IV/2001 tentang pedoman
investasi Reksa Dana Syariah).
3. Exchange-Traded Fund (Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2015)
ETF adalah Reksa Dana KIK yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa
Efek dan melibatkan Dealer Partisipan dan Sponsor. KIK Reksadana ETF wajib mengikuti
peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur mengenai Pedoman
Kontrak Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (POJK 23/POJK.04/2016)
4. Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) (Peraturan OJK No. 37/POJK.04/2015)
Reksa Dana Penyertaan Terbatas adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun
dana dari pemodal profesional yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi
pada Portofolio Efek yang berbasis Kegiatan Sektor Riil.

2
5. Efek Beragun Aset
EBA adalah surat berharga yang dapat berupa surat utang, surat partisipasi, atau
turunannya yang diterbitkan oleh penerbit EBA melalui sekuritisasi aset, yang
pembayarannya terutama bersumber dari kumpulan aset keuangan yang dijual oleh kreditor
asal (originator) kepada penerbit EBA.
6. Reksa Dana KIK Real Estate atau Dana Investasi Real Estate (DIRE)
DIRE atau dikenal juga sebagai Real Estate Investment Trust (REIT) adalah salah
satu sarana investasi baru yang secara hukum di Indonesia akan berbentuk KIK. DIRE
adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk
selanjutnya diinvestasikan kembali pada aset real estat, aset yang berkaitan dengan real
estat atau kas dan setara kas.

II. ETIKA TERKAIT DENGAN PROFESI


Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam
menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi. Etika profesi adalah cabang filsafat yang
mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-
bidang khusus (profesi) kehidupan manusia.
A. Etika dan Hukum
Hukum adalah refleksi minimum norma sosial dan standar dari sifat bisnis
1. Perbedaan Etika dan Hukum
a. Hukum pada dasarnya tidak hanya mencakup ketentuan yang dirumuskan secara tertulis,
tapi juga nilai-nilai konvensi yang telah menjadi norma di masyarakat.
b. Etika mencakup lebih banyak ketentuan-ketentuan yang tidak tertulis.
c. Pada umumnya kebanyakan orang percaya bahwa dengan perilaku yang patuh terhadap
hukum adalah juga merupakan perilaku yang etis.
d. Banyak standar perilaku yang sudah disepakati oleh masyarakat yang tidak tercakup
oleh hukum, sehingga terdapat bagian etika yang tercakup dalam hukum, namun
sebagian tidak tercakup.
e. Norma hukum cepat ketinggalan zaman, sehingga bisa menyebabkan celah hukum

2. Etika dan Moral


Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “ self control” karena segala
sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu

3
sendiri. Jadi etika lebih berkaitan dengan kepatuhan, sementara moral lebih berkaitan
dengan tindak kejahatan.
B. Profesi Umum
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan yang berupa kegiatan pokok yang
mengandalkan suatu keahlian dan keterampilan tertentu, sebagai mata pencaharian untuk
menghasilkan nafkah hidup. Setiap profesi biasanya menggunakan sistem etika terutama
untuk menyediakan struktur yang mampu menciptakan disiplin tata kerja dan menyediakan
garis batas tata nilai yang bisa dijadikan acuan para profesional untuk menyelesaikan dilema
etik yang dihadapi saat menjalankan fungsi pengemban profesinya sehari-hari.
1. Kaidah-kaidah pokok dalam melaksanakan profesi
a. Profesi harus dipandang sebagai suatu pelayanan dengan mengutamakan sifat tanpa
pamrih.
b. Pelayanan profesional dalam mendahulukan kepentingan klien yang memotivasi
semua sikap dan tindakan.
c. Pengemban profesi harus selalu berorientasi pada masyarakat secara keseluruhan.
d. Pengemban profesi harus menumbuhkan semangat solidaritas antar sesama rekan seprofesi.
2. Prinsip-Prinsip Etika Profesi
a. Sikap Baik d. Keadilan
b. Tanggung Jawab e. Hormat Pada Diri Sendiri
c. Kejujuran f. Kesetiaan
4. Kategori Profesi
a. Profesi Khusus, yaitu professional yang melaksanakan
profesinya secara khusus untuk mendapatkan penghasilan tanpa
mengabaikan tanggung jawab dan hormat kepada hak-hak orang
lain.
b. Profesi Luhur, yaitu professional yang melaksanakan profesinya bukan lagi untuk
mendapatkan nafkah, tetapi lebih merupakan pengabdian atau pelayanan kepada masyarakat.
C. Kode Etik
Dalam kode etik ini biasanya mengatur hak-hak fundamental dan mempunyai
peraturan-peraturan mengenai tingkah laku atau perbuatan dalam melaksanakan profesinya.
Kode etik dibuat untuk mengatur tingkah laku moral suatu kelompok tertentu dalam
masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh
kelompok tersebut. Namun kode etik yang sudah ada, sewaktu-waktu harus dinilai kembali
dan jika perlu direvisi atau disesuaikan.
D. Profesionalisme

4
Profesional adalah orang yang memperoleh penghasilan dengan melakukan kegiatan
atau mengerjakan sesuatu yang memerlukan keterampilan. Atau orang yang melakukan
kegiatan tersebut karena hobi atau kesenangan dalam waktu senggangnya disebut amatir.
E. Standar Kompetensi
Standar kompetensi diartikan sebagai suatu ukuran atau patokan tentang pengetahuan,
keterampilan, dan sikap kerja yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mengerjakan suatu
pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan. Standar kompetensi
meliputi faktor-faktor yang mendukung seperti pengetahuan dan kemampuan untuk
mengerjakan suatu tugas dalam kondisi normal di tempat kerja serta kemampuan mentransfer
dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan pada situasi dan lingkungan yang berbeda.
F. Perilaku Wakil Perantara Pedagang Efek
Selain diatur didalam Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah terkait Pasar Modal,
Perilaku Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) juga diatur didalam Peraturan OJK No.
27/POJK.04/2014 tentang Perizinan WPEE dan WPPE (POJK Perizinan)
G. Perantara Pedagang Efek Sebagai Kustodian
Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain berkaitan
dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lainnya,
menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya
I. Segmentasi Wakil Perantara Pedagang Efek
Dengan adanya POJK Segmentasi, maka izin sebagai WPPE dibagi menjadi 3 (tiga)
yaitu: WPPE, WPPE Pemasaran dan WPPE Pemasaran Terbatas
1) WPPE adalah orang perseorangan yang bertindak mewakili kepentingan
Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang
Efek.
2) WPPE Pemasaran adalah orang perseorangan yang bertindak mewakili
kepentingan Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai
Perantara Pedagang Efek, yang khusus melakukan fungsi pemasaran.
3) WPPE Pemasaran Terbatas adalah orang perseorangan yang bertindak mewakili
kepentingan Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek,
yang khusus melakukan fungsi pemasaran secara terbatas.