Anda di halaman 1dari 10

PROSES SEDIMENTASI DAN EROSI PENGARUHNYA TERHADAP PELABUHAN,

SEPANJANG PANTAI BAGIAN BARAT DAN BAGIAN TIMUR, SELAT BALI

Oleh :

D. Setiady, N.Geurhaneu, dan E. Usman

Puslitbang Geologi Kelautan, Jl. Dr. Junjunan No.236, Bandung, Email : deny-mgi@yahoo.com

Diterima : 26-01-2010; Disetujui : 27-07-2010

SARI

Pemetaan karakteristik pantai merupakan kegiatan awal untuk mengetahui daerah potensi erosi
dan sedimentasi di pesisir barat dan timur Selat Bali. Faktor-faktor yang berperan dalam
menganalisis proses sedimentasi dan erosi pantai, yaitu faktor litologi, gelombang dan arus.
Pelabuhan di pesisir barat Selat Bali yaitu Pelabuhan Barang, Pelabuhan Pertamina (Meneng),
serta Pelabuhan Fery (Ketapang), merupakan daerah sedimentasi, sedangkan pelabuhan di pesisir
timur adalah Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. (Bali).
Kawasan pesisir Selat Bali di sisi barat batuan penyusunnya berupa batuan gunungapi muda,
(lava, breksi dan tuf). Kawasan pesisir Selat Bali di sisi timur, Pulau Bali terdiri dari batugamping,
konglomerat, batupasir, lava, breksi, tufa dan aluvium
Pantai sebelah timur Selat Bali sebagian besar merupakan pantai berpasir (kemiringan 0o - 15o).
Pantai di daerah ini merupakan daerah sedimentasi dengan lebar pantai antara 10 sampai 20 meter.
Pantai barat Selat Bali dicirikan oleh pantai yang memiliki kemiringan yang landai (kemiringan 0° -
10°) dengan lebar pantai antara 3 meter sampai 15 meter merupakan daerah sedimentasi.
Kata Kunci: Selat Bali, karakteristik pantai, sedimentasi, erosi

ABSTRACT

Coastal characteristics mapping is an early step to know erosion and sedimentation potencies in west
and east Bali Strait. Analysis factors in erosion and sedimentation potencies are lithology, current, and
wave. The harbour western Bali Strait consist of Commodity Harbour, Pertamina Harbour (Meneng),
and Ferry Harbour (Ketapang), was is sedimentation area, while eastern Bali Strait is Ferry Harbor
(Gilimanuk).
The lithology in eastern Bali Strait consists of young volcanic (lava, breccia and tuff). The lithologi
in western Bali strait consists of limestone, conglomerate, sandstone, lava, breccia and tuff. In eastern
Bali Strait coastal area is dominated by sandy beach (slope 5o - 20o). Coastal in this area has 10 to 20
meters wide. It is a sedimentation process area. Eastern Bali Strait area is characterized by a lower
beach (slope 0o - 10o). Coastal in this area has 3 to 15 meters wide, It is a sedimentation process area.
Keywords: Bali Strait, coastal characteristic, sedimentation, abration

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


Volume 8, No.2, Agustus 2010
85
PENDAHULUAN GEOLOGI REGIONAL
Faktor-faktor yang berperan dalam Kondisi geologi daerah penelitian dapat
menganalisis proses sedimentasi dan erosi diketahui berdasarkan Peta Geologi Daerah
adalah faktor litologi, angin, gelombang dan arus. Banyuwangi (Sidarto, drr., 1993) dan Peta
Faktor tersebut merupakan gejala alam yang Geologi Daerah Gilimanuk (Purbo-Hadiwidjojo,
saling berkaitan, selain itu faktor manusia baik 1971) (Gambar-1)
langsung maupun tidak langsung dapat Secara stratigrafis geologi lembar
mempengaruhi proses tersebut. Banyuwangi dan sekitarnya menurut Sidarto,
Pemetaan karakteristik pantai serta drr., 1993: formasi yang tersingkap di daerah
parameter oseanografi di kawasan perairan Selat selidikan dari tua ke muda adalah sebagai
Bali merupakan kegiatan awal untuk berikut: (Gambar 1.)
mempelajari potensi sedimentasi dan erosi di • Batugamping Terumbu (Q1), terdiri dari
sekitar pantai daerah penelitian. batugamping terumbu, tuf dan aglomerat.
Gejala perubahan garis pantai tersebut Batugamping terumbu, berwarna kuning –
sangat erat kaitannya dengan frekuensi aksi putih, setempat banyak mengandung
gelombang bersamaan dengan arus sejajar pecahan banyak mengandung pecahan
pantai (longshore current). Oleh sebab itu, cangkang moluska dan koral, agak keras,
analisis faktor oseanografi di kawasan perairan berongga, permukaannya kasar.
Selat Bali adalah untuk mempelajari arah Konglomerat, berwarna hitam, putih hingga
pergerakan sedimen serta mengantisipasi kelabu, berbutir pasir kasar hingga kerakal,
daerah potensi erosi dan sedimentasi. Daerah membundar tanggung membundar;
penelitian merupakan selat yang memisahkan berkomponen pecahan andesit, basalt,
Pulau Jawa dan Pulau Bali dan menghubungkan batugamping, kuarsa dan cangkang kerang-
Samudera Hindia dan Laut Jawa yang termasuk kerangan, dengan massa dasar pasir kasar
kategori perairan semi terbuka, dengan horizon gampingan, agak padu. Tuf, bersifat
pantai di sebelah utara berhadapan langsung gampingan, berwarna putih keruh hingga
dengan Selat Madura dan di sebelah selatan kuning keruh, berbutir pasir halus –
berhadapan dengan Samudera Hindia. Oleh menengah. Batuan ini diduga berumur
sebab itu energi gelombang menuju pantai Holosen berdasarkan hubungannya yang
sangat berpengaruh terhadap dinamika pantai di menjemari dengan batuan hasil erupsi
daerah tersebut. Energi gelombang selain Gunungapi Merapi. Sebaran batuan ini
menimbulkan erosi, juga berfungsi sebagai terletak di pantai timur bagian utara Lembar,
komponen pembangkit arus sejajar pantai meliputi daerah Watu Dodol, Bangsring dan
(longshore current) yang dapat menyebabkan Selogiri.
sedimentasi. • Batuan Gunungapi Rante, Merapi (Qv(r,m),
Maksud penelitian proses sedimentasi dan breksi gunungapi, lava, lahar dan tuf. Breksi
erosi sepanjang pantai Selat Bali bagian barat gunungapi, berwarna kelabu kecoklatan,
dan bagian timur adalah untuk mendukung data komponennya terdiri dari basalt dan
dan informasi proses sedimentasi dan erosi di batuapung, berbutir kerikil sampai bongkah
sepanjang pantai bagian barat dan bagian timur menyudut tanggung, massa dasar tuf kasar,
Selat Bali. Sedangkan tujuan penelitian proses kemas terbuka, dan padu. Tuf pasiran, coklat
sedimentasi dan erosi sepanjang pantai Selat kelabu, berukuran halus, rapuh, banyak
Bali bagian barat dan bagian timur adalah untuk mengandung batu-apung, yang berukuran
memperoleh data geologi, arus, gelombang lapili-pasir. Lava, andesitik-basaltik.
untuk mengetahui proses sedimentasi dan erosi porfiritik, setempat berstruktur skoria;
hubungannya dengan keberadaan pelabuhan di fenokris plagioklas, piroksen dan mineral
sepanjang Selat Bali. mafik, dalam massadar kaca gunungapi.
Lokasi penelitian adalah sepanjang pantai Lahar, kelabu kecoklatan, berkomponen
barat dan timur Selat Bali, dan secara geografis andesit-basal dan pecahan batuan gunungapi,
terletak pada koordinat antara 114o21’ – 114o29’ berbutir lumpur sampai bongkah,
BT dan 08o05’ – 08o12’ LS (Gambar 1). berstruktur aliran.

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


86 Volume 8, No.2, Agustus 2010
Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian

• Formasi Kalibaru (Qpvk), breksi lahar, halus, rapuh, banyak mengandung


konglomerat, batupasir tufan dan tuff. Breksi batuapung.
lahar dan konglomerat, berwrna kelabu • Aluvium (Qa), kerakal pasiran, lanau dan
kecoklatan, komponennya andesit-basal, di lempung.
beberapa tempat dijumpai fragmen dasit,
Berdasarkan peta geologi lembar Bali dan
berukuran kerikil sampai 50 cm, terpilah
sekitarnya menurut Purbohadiwidjojo (1998),
buruk, massa dasarnya tuf, kemas terbuka,
Formasi yang tersingkap di daerah selidikan dari
perlapisannya kurang baik, di beberapa
tua ke muda adalah sebagai berikut:
tempat menunjukkan struktur aliran.
Batupasir tufaan, berwarna kelabu-coklat, • Formasi Prapatagung, batugamping,
terpilah buruk, cukup baik, tidak padu dan batupasir gampingan dan napal.
berlapis baik. Tuf, coklat keabuan, berukuran

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


Volume 8, No.2, Agustus 2010
87
• Batuan Gunungapi Jembrana, lava, breksi yang terdiri dari lava, breksi dan tuf. Sedangkan
gunungapi dan tuf disebelah timur berdasarkan peta geologi
• Formasi Palasari, konglomerat batupasir dan (Gambar-2), terdiri dari batugamping dan
batugamping terumbu batupasir, konglomerat, batupasir, lava, breksi,
tufa dan aluvium. Secara litologi pasir di
• Aluvium, kerakal kerikil, pasir, lanau dan
sepanjang pantai barat Selat Bali sebagian besar
lempung.
terdiri dari pasir hitam keputihan dan pasir
Akhir Pliosen–Awal Pliosen terjadi kegiatan hitam kecoklatan dengan ukuran butir sangat
gunungapi yang diikuti oleh pengendapan batuan halus sampai halus, bersifat lepas mengandung
karbonatan Formasi Prapatagung pada akhir magnetit, felspar, kuarsa dan pecahan terumbu.
Pliosen Akhir. Pada Pliosen Akhir sampai Awal Setempat ditemukan kerikil sampai boulder.
Plistosen kegiatan gunungapi menghasilkan Sedangkan di sisi pantai sebelah timur Selat Bali
breksi gunungapi, lava, tuf dan setempat batuan dari Tanjung Prapat Agung sampai Tj. Kelor
sedimen klastika halus – kasar juga karbonat. berupa batugamping. Dari Pelabuhan Gilimanuk
ke arah Tl. Cekik di bagian selatan berupa
METODE PENELITIAN aluvium
Pemetaan karakteristik pantai dilakukan Berdasarkan karakteristik pantai, pantai
secara diskriptif kualitatif menggunakan metoda bagian barat Selat Bali dicirikan oleh
seperti diusulkan oleh Doland, dkk (1972) karakteristik pantai yang terdiri dari (Gambar-
meliputi pengukuran dan pengamatan 3):
penampang pantai (beach profile) pengambilan
contoh sedimen pantai (beach sediment), serta 1. Pantai datar yang memiliki kemiringan
faktor-faktor lainnya, baik itu erosi, sedimentasi, pantai rendah hingga sedang (slope 0° - 10°)
arus dan gelombang. yaitu lokasi-6, 7, dan 8, dengan lebar pantai
Pengamatan gelombang dilakukan dengan antara 3 meter sampai 15 meter sedangkan
pengukuran posisi ketinggian dan kedudukan di bagian belakang berupa tanaman palawija
garis pantai, dimana rambu ukur sebagai dasar (Gambar-4). Pelabuhan besar terdapat disini
dalam pengukuran oseanografi. Sedangkan yaitu Pelabuhan Barang, Pelabuhan
pengamatan arus adalah untuk mengetahui Pertamina (Meneng), Pelabuhan
pergerakan massa air yang menyangkut arah dan Penyeberangan (Ketapang), dan Pelabuhan
kecepatan gerak massa air, diamati dengan Nelayan. Pantai di sini merupakan daerah
menggunakan peralatan ”currrent meter” yang sedimentasi yang menerus sampai selatan
dilakukan di daerah lepas pantai. daerah penelitian
Jumlah contoh sedimen yang diperoleh 2. Pantai berbukit dengan relif sedang sampai
dalam penelitian ini adalah contoh pantai dan tinggi, terdapat secara setempat-setempat
lepas pantai sebanyak 31 lokasi (PKB-1 s/d 31), dengan litologi batuan beku dan
dilakukan analisis megaskopis dan analisi besar batugamping di bagian perairannya terdapat
butir. mulai dari lokasi 1, 2 dan 3 (Gambar-5).
Pengukuran oseanografi sangat menunjang Daerah ini merupakan daerah erosi karena
dalam menganalisa perubahan garis pantai. Ada terdapat banyak terumbu di bagian
3 (tiga) faktor oseanografi yang sangat berperan pantainya sampai sebelah utara daerah
dalam menganalisa proses maju mundurnya penelitian.
pantai, yaitu faktor angin, gelombang dan arus. Bagian pantai sebelah timur dari Selat Bali
Ketiga faktor tersebut merupakan gejala alam (Pulau Bali), sebagian besar merupakan pantai
yang saling berkaitan dalam mempengaruhi datar:
proses sedimentasi dan erosi pantai • Dari Pelabuhan Gilimanuk ke arah selatan
merupakan pantai berpasir datar (slope 0o -
HASIL PENELITIAN.
10o), merupakan daerah sedimentasi dengan
Kawasan pesisir perairan Selat Bali di
lebar pantai antara 10 sampai 20 meter.
sebelah barat Selat Bali, batuan penyusunnya
terdiri dari: breksi gunungapi, breksi lahar, dan • Di bagian utara Gilimanuk merupakan pantai
aluvium yang merupakan hasil erupsi gunungapi berpasir, sedangkan dari Tg. Lempung

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


88 Volume 8, No.2, Agustus 2010
Gambar 2. Peta geologi perairan Selat Bali dan sekitarnya (Purbo Hadiwidjojo, 1974).

Volume 8, No.2, Agustus 2010


JURNAL GEOLOGI KELAUTAN
89
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN
Volume 8, No.2, Agustus 2010
Gambar 3. Peta karakteristik pantai Selat Bali dan sekitarnya

90
Gambar 4. Peta dinamika pantai Perairan Selat Bali

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


Volume 8, No.2, Agustus 2010
91
sungai Kandang, Sugoh, Betekan,
Selogiri dan Meneng. Sedangkan
daerah yang mengalami proses
sedimentasi adalah muara sungai
Meneng, Olong, Bulusa, Katak dan
Sukowidi. Daerah Pelabuhan Meneng
dan Pelabuhan Pertamina serta
Pelabuhan Ketapang merupakan
daerah yang relatif stabil karena
energi gelombang yang relatif kecil
dan seragam, dimana pasokan
sedimen dari muara sungai dialirkan
oleh arus sejajar pantai menuju
selatan, sehingga sedimen
diendapkan di daerah selatan daerah
selidikan.
Bagian timur daerah penelitian
Gambar-5. Dataran pantai datar hasil sedimentasi di
mulai dari daerah Teluk Kelor sampai
sebelah barat Selat Bali
ke sebelah selatan Gilimanuk
merupakan daerah yang relatif stabil
berselingan dengan potensi
sedimentasi, ditunjukkan dengan nilai
energi gelombang yang relatif kecil
dan seragam yaitu berkisar antara
–6.53 sampai dengan 7.49 Nm/det/m.
Pada bagian utara merupakan daerah
sedimentasi.
Berdasarkan pengukuran arus,
secara keseluruhan kecepatan arus
permukaan berkisar antara 0.19 m/
det – 1.47 m/det dengan arah
dominan pada saat surut
menunjukkan arah relatif ke selatan
dan pada saat “slack” (surut
terendah) arah arus relatif ke
Gambar-6. Pantai berbukit dengan relief sedang sampai baratdaya, sedangkan pada saat
tinggi di sebelah barat Slat Bali pasang memperlihatkan arah utara
relatif baratlaut kemudian berbelok
kearah tenggara pada saat “slack”
sampai Tg. Kelor merupakan pantai berbatu. (pasang tertinggi).
Daerah ini lebih dominan merupakan daerah
erosi.
PEMBAHASAN
Berdasarkan data gelombang Peta Dinamika Penelitian karakteristik pantai dan
Pantai (Gambar-4), proses perubahan pantai di oseanografi sangat menunjang dalam
sebelah barat Selat Bali yaitu proses erosi menganalisis sedimentasi dan erosi sepanjang
(abrasi) pantai mulai dari utara daerah selidikan pantai barat dan timur Selat Bali. Ada 3 (tiga)
sampai Muara Sungai Selogiri. Proses erosi ini faktor oseanografi yang sangat berperan dalam
terjadi karena adanya terumbu karang di sekitar menganalisis proses maju mundurnya pantai,
pantai daerah tersebut, secara setempat terjadi yaitu faktor angin, gelombang dan arus. Ketiga
proses sedimentasi akibat adanya pasokan faktor tersebut merupakan gejala alam yang
sedimen karena arus sejajar pantai dari utara ke saling berkaitan, selain itu faktor manusia baik
selatan. Proses erosi yang kuat terjadi di muara

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


92 Volume 8, No.2, Agustus 2010
langsung maupun tidak langsung dapat tahan tinggi berasosiasi dengan teluk-teluk kecil
mempengaruhi proses perubahan pantai yang terisi oleh sedimen pasir (pocket beach),
Dengan memperhatikan bentuk garis pantai sedangkan di bagian selatan pantainya landai. Di
daerah penelitian dan arah angin dominan yang daerah Selat Bali timur bentuk garis pantai
berpengaruh (Gambar-7) maka pembahasan relatif landai dan pada umumnya tersusun oleh
mengenai besarnya energi gelombang dan batuan aluvial yang memiliki resistensi rendah
pengaruhnya pada proses pantai dapat dibagi terhadap aktifitas gelombang dan pasang surut.
menjadi dua yaitu barat dan bagian sebelah Di bagian barat daerah penelitian energi
timur Selat Bali. gelombang relatif besar dan lebih berfluktuasi
Arus yang dominan adalah arus Selat Bali sedangkan untuk bagian timur daerah penelitian
yang bergerak dari utara ke selatan pada waktuenergi gelombang relatif lebih kecil dan kurang
pasang, sedangkan pada waktu surut arus sangatberfluktuasi, hal ini terjadi karena pengaruh
angin dominan yang bertiup di daerah ini yaitu
cepat bergerak dari selatan ke utara. Arus yang
angin selatan dimana bagian barat daerah
kuat, baik di daerah pantai maupun di dasar laut,
menyebabkan material berukuran lempung dan selidikan horizon pantainya relatif menghadap
pasir halus jarang dijumpai. Pada umumnya ke tenggara sehingga proses pantai di daerah ini
sangat dipengaruhi oleh angin selatan.
material yang dijumpai adalah dari satuan pasir
dan kerikil dengan fragmen batuan beku dan Bagian barat daerah penelitian (Pantai
terumbu koral berukuran 0,5 – 4 cm. Proses Banyuwangi) mulai dari daerah Kelapa sampai
pantai yang terjadi cenderung didominasi arah Grobokan energi gelombangnya relatif tinggi
angin dari arah selatan dan utara yang juga dan berfluktuasi dengan nilai energi berkisar
menyebabkan komponen arus sejajar pantai antara –0.29 sampai dengan 57.36 Nm/det/m.
(longshore current) cenderung bergerak ke arahFluktuasi energi gelombang terjadi karena
selatan di bagian barat dan ke utara di bagianbentuk garis pantai pada bagian barat bertebing
timur, sehingga mengakibarkan sedimentasi dan berkelok-kelok, sehingga terjadi perbedaan
sepanjang pantai nilai energi gelombang pada setiap titik tinjau.
Pengaruh energi gelombang yang sangat
Pada bagian barat Selat Bali, di bagian utara
mempunyai bentuk pantai yang relatif bertebingdominan dari arah selatan menyebabkan
fluktuasi nilai energi gelombang di sepanjang
curam (cliff) serta disusun oleh batuan berdaya
pantai barat daerah selidikan, dimana
untuk daerah yang masih dipengaruhi
angin selatan nilai energi gelombang
relatif tinggi dan sebaliknya untuk
daerah yang sama sekali tidak
dipengaruhi angin selatan nilai energi
gelombang relatif kecil.
Bagian timur daerah penelitian
(Pantai Bali) mulai dari daerah Teluk
Kelor sampai ke sebelah selatan
Gilimanuk merupakan daerah yang
relatif stabil berselingan dengan
potensi sedimentasi, ditunjukkan
dengan nilai energi gelombang yang
relatif kecil dan seragam yaitu
berkisar antara –6.53 sampai dengan
7.49 Nm/det/m. Dari perbedaan nilai
energi gelombang yang cukup
mencolok antara bagian timur daerah
penelitian dengan daerah di sebelah
Gambar-7 Diagram bunga angin Tahunan Perairan Selat barat menunjukkan bahwa di daerah
Bali ini proses pantai yang terjadi

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


Volume 8, No.2, Agustus 2010
93
cenderung di dominasi oleh monsoon timur Ucapan terima kasih.
dengan arah angin dominan dari arah selatan dan Penulis mengucapkan banyak terimakasih
utara yang juga menyebabkan komponen arus kepada rekan-rekan satu tim di lapangan,
sejajar pantai (longshore current) cenderung Purnomo Raharjo, Nineu Geurhaneu, Franto
bergerak ke arah selatan di bagian barat dan ke Novico, atas kerja samanya sampai selesainya
utara di bagian timur. tulisan ini.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka
keberadaan pelabuhan besar di sebelah barat ACUAN
Selat Bali yaitu Pelabuhan Barang, Pelabuhan Dolan, R., Hayden, B.P., and Vincent, M.K.,
Pertamina (Meneng), Pelabuhan 1972. Classification of Coastal Land form
penyeberangan (Ketapang), dan Pelabuhan of the America, Zeithschr Geomorfology,
Nelayan, merupakan pantai datar yang relatif Encyclopedia of Beaches and Coastal
stabil karena proses sedimentasi yang terjadi Environment. 3-6
terbawa oleh arus laut yang besar dari utara ke
selatan berupa arus sejajar pantai, sehingga Folk, RL., 1980. Petrology of Sedimentary Rocks,
sedimen diendapkan di sebelah selatan daerah Hamphill Publishing Company Austin,
penelitian. Taxas,
Purbo-Hadiwidjojo, H. Samudra, T.C. Amin,
KESIMPULAN 1971. Peta Geologi Daerah Gilimanuk,
Pada bagian barat Selat Bali, di bagian utara skala 1:250.000, Pusat Penelitian dan
mempunyai bentuk pantai yang relatif bertebing Pengembangan Geologi, (PPPG), Bandung
curam (cliff) serta disusun oleh batuan berdaya Purnomo, K. Budiono, E. Usman., 2003,
tahan tinggi berasosiasi dengan teluk-teluk kecil Kompilasi Pantai Utara Jawa Timur, Lap.
yang terisi oleh sedimen pasir (pocket beach), PPPGL, tidak Dipublikasikan.
sedangkan di bagian selatan pantainya landai. Di
Sidarto, T. Suwarti, D. Sudana., 1993. Peta
daerah sebelah timur Selat Bali bentuk garis
Geologi Daerah Banyuwangi, skala
pantai relatif landai dan pada umumnya tersusun
1:250.000, Pusat Penelitian dan
oleh batuan aluvial yang memiliki resistensi
Pengembangan Geologi, (PPPG),
rendah terhadap aktifitas gelombang.
Bandung.
Daerah Pelabuhan Meneng dan Pelabuhan
Pertamina serta Pelabuhan Ketapang Usman, E., Setiady, D., Raharjo, P., Yuningsih,
merupakan daerah yang relatif stabil karena A., Novico, F. dan Yayu, N., 2003. Laporan
energi gelombang yang relatif kecil dan Penelitian Aspek Geologi dan Geofisika
seragam. Dimana pasokan sedimen dari muara Selat Bali dan Sekitarnya, Pusat Penelitian
sungai dialirkan oleh arus sejajar pantai menuju dan Pengembangan Geologi Kelautan,
selatan, sedingga sedimen diendapkan di daerah Bandung (Lap. Intern).
selatan daerah selidikan. Sedangkan Pelabuhan
Gilimanuk merupakan daerah yang relatif stabil
berselingan dengan potensi sedimentasi

JURNAL GEOLOGI KELAUTAN


94 Volume 8, No.2, Agustus 2010