Anda di halaman 1dari 8

Sistem persamaan linier

BAB IX
SISTEM PERSAMAAN LINIER
Bentuk umum sistem persamaan linier (SPL) dengan m buah persamaan dan
n peubah (variable) ditulis dalam bentuk :
a11x1 + a12x2 + a13x3 + ¢ ¢ ¢ + a1nxn = b1
a21x1 + a22x2 + a23x3 + ¢ ¢ ¢ + a2nxn = b2
.. .. .. .. .. .
. . . . . = ..
am1 x1 + am2 x2 + am3x3 + ¢ ¢ ¢ + amnxn = bm

dengan a ij dan bi masing-masing menyatakan koefisien-koefisien dan konstanta

dari sistem persamaan. SPL di atas dapat ditulis sebagai perkalian matriks
, dengan adalah matriks koefisien SPL, adalah matriks peubah-
peubahnya, dan matriks nilai/konstanta SPL, yang kita nyatakan sebagai
berikut:

0 1 0 1 0 1
a11 a12 ¢ ¢ ¢ a1n x1 b1
B a21 a22 ¢ ¢ ¢ a2n C B C B C
B C x b2
C; X = B
2 C
A=B .. .. ... .. @ A ; B=B
@
C:
A
@ . . . A
am1 am2 ¢ ¢ ¢ amn xn bm

149
Sistem persamaan linier

METODE PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER


Untuk menyelesaikan sistem persamaan linier, ada beberapa metode
penyelesaian yang digunakan. Diantaranya adalah
i) Metode Determinan Matriks
ii) Metode Invers Matriks
iii) Metode Gauss
iv) Metode Gauss Jordan
Keempat metode tersebut pada dasarnya adalah untuk mencari bilangan yang
tidak diketahui, tetapi harus dicari nilainya. Pembahasan di tingkatan ini
dipusatkan pada bentuk matriks koefisien adalah matriks bujur sangkar.
Pembahasan untuk matriks yang lebih umum akan dipelajari pada tingkatan yang
lebih tinggi. Dalam menggunakan metode tersebut, haruslah diperhatikan
ketentuan-ketentuan berikut
a) Jika hasil determinan dari matriks Ann sama dengan nol | | , maka
matriks tersebut dikatakan matriks singular. Dalam hal ini persamaan tidak
diselesaikan.
b) Jika hasil determinan dari matriks Ann tidak sama dengan nol | | .
Dalam hal ini persamaan dapat diselesaikan.

i) Metode Determinan Matriks


Dalam metode ini, untuk menetukan nilai digunakan rumus
| |
| |
Matriks untuk setiap adalah matriks koefisien yang kolom ke-
digantikan dengan matriks nilai , sebagai contoh di sini diberikan , bentuk
yang lain sengaja ditinggalkan sebagai latihan.
0 1 0 1
a11 a12 ¢ ¢ ¢ a1n b1 a12 ¢ ¢ ¢ a1n
B a21 a22 ¢ ¢ ¢ a2n C B b2 a22 ¢ ¢ ¢ a2n C
B C B C
A = B .. .. ... .. C ) A1 = B .. .. ... .. C
@ . . . A @ . . . A
am1 am2 ¢ ¢ ¢ amn bm am2 ¢ ¢ ¢ amn

150
Sistem persamaan linier

Contoh 9.1
Persamaan :
3x1  x 2  2 x3  11
3x1  4 x 2  2 x3  5
 x1  2 x 2  5 x3  18
Dapat diubah menjadi persamaan matriks , dengan

3 1 2  x1  11
A   3 4  2 X   x 2  B   5 
 1 2 5   x3  18

Maka determinan

3 1 2 3 1 2 3 1
A   3 4  2   3 4  2 3 4  79
 1 2 5   1 2 5  1 2

Dari hasil perhitungan determinan matriks Ann = 79, dalam hal ini dikatakan
matriks non-singular. Dengan demikian, persamaan dapat diselesaikan.
11 1 2  11 1 2 11 1 
A1   5 4  2  5 4 2
 5 4  79
18 2 5  18 2 5 18 2

 3 11 2   3 11 2 3 11
A2   3 5  2   3 5 2
 3 5   158
 1 18 5   1 18 5  1 18

 3 1 11  3 1 11 3 1
A3   3 4 1    3 4 5 3 4  237
 1 2 18  1 2 18  1 2
| |
| |
| |
| |
| |
| |

151
Sistem persamaan linier

ii) Metode Invers Matriks


Diketahui bentuk persamaan matriks untuk SPL adalah .| | ,
maka terdapat yang merupakan invers matriks . Untuk mencari nilai ,
maka kedua ruas dikalikan sehingga diperoleh bentuk

Contoh 8.2
3x1  2 x 2  3x3  10
5 x1  x 2  x3  3
2 x1  4 x 2  x3  5

( )

Nilai determinannya adalah | |


Karena hasil dari | | , maka SPL dapat diselesaikan ( adalah matriks
non-singular).

( )

Matriks inversnya adalah

( )
Sehingga Nilai-nilai yang memenuhi adalah

( ) ( )

( ) ( )
Diperoleh nilai-nilai peubah yang memenuhi SPL adalah , , dan

152
Sistem persamaan linier

iii) Metode Gauss


Penyelesaian persamaan linier dengan Metode Gauss pada prinsipnya
adalah mengubah matriks koefisien menjadi matriks segitiga atas, yang dapat
dilakukan dengan memanfaatkan transformasi dasar matriks yang telah dipelajari
pada bab sebelumnya.
Misalkan matriksnya adalah
 a11 a12  a1n  a11 a12  a1n 
a a 22  a 2 n  0 a  a 2 n 
Ann   21
diubah menjadi  22

         
   
a n1 a n 2 a nn  0 0 a nn 

Contoh 8.3
Persamaan
x1  x 2  2 x3  5
x1  2 x 2  x3  4
x1  3x 2  x3  8
Persamaan di atas diubah ke dalam bentuk matriks :
1 1 2 5 1 1 2 5
1 2  1 4 O21(-1) 0 1  3  1 O31(-1)
   
1 3 1 8 1 3 1 8 

1 1 2 5 1 1 2 5
0 1  3  1 O32(-1) 0 1  3  1
   
0 2  1 3  0 0 5 5 

Bentuk matriks augmented di atas memberikan kita persamaan-persamaan


- pada baris ketiga adalah : 5x3  5  x3  1

- pada baris kedua adalah : x2  3x5  1  x2  2

- pada baris pertama adalah : x1  x2  2 x3  x1  1

153
Sistem persamaan linier

iv) Metode Gauss Jordan


Penyelesaian persamaan linier dengan Metode Gauss kemudian
ditambahkan beberapa transformasi dasar lagi sehingga matriks koefisien
ditransformasi menjadi matriks diagonal (lebih baik lagi jika diperoleh matriks
identitas). Metode ini disebut metode Gauss Jordan
0 1 0 1
a11 a12 ¢ ¢ ¢ a1n d11 0 ¢ ¢ ¢ 0
B a21 a22 ¢ ¢ ¢ a2n C B 0 d22 ¢ ¢ ¢ 0 C
B C B C
A = B .. .. . . .. C ) B .. .. . . .. C
@ . . . . A @ . . . . A
an1 an2 ¢ ¢ ¢ ann 0 0 ¢ ¢ ¢ dnn
Contoh 8.4
Tentukan solusi SPL berikut

Persamaan di atas, matriks koefisien diperbesar dengan menambahkan kolom


menjadi kemudian dilakukan transformasi dasar matriks secara bertahap
sebagaimana diberikan pada langkah-langkah di bawah ini.
0 1 0 1 0 1
1 1 2 3 1 1 2 3 1 1 2 3
@ 1 2 0 1 A ) @ 0 1 ¡2 ¡2 A ) @ 0 1 ¡2 ¡2 A
1 3 1 2 1 3 1 2 0 2 ¡1 ¡1
0 1 0 1 0 1
1 1 2 3 1 1 2 3 1 1 2 3
@ 0 1 ¡2 ¡2 A ) @ 0 1 ¡2 ¡2 A ) @ 0 1 ¡2 ¡2 A
0 2 ¡1 ¡1 0 0 3 3 0 0 1 1
0 1 0 1 0 1
1 1 2 3 1 1 0 1 1 1 0 1
@ 0 1 ¡2 ¡2 A ) @ 0 1 ¡2 ¡2 A ) @ 0 1 0 0 A
0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1
Dari bentuk terakhir diperoleh nilai-nilai , , dan .

154
Sistem persamaan linier

LATIHAN
Selesaikan soal 1 – 3 di bawah ini dengan menggunakan metode :
1) Determinan Matriks
2) Invers Matriks
3) Gauss
4) Gauss Jordan

2 x1  x2  4 x3  16
3x1  2 x2  x3  10
1. Persamaan :
x1  3x2  3 x3  16
2 x1  3x2  2 x3  1

 3x1  7 x2  5 x3  1
2. Persamaan :
2 x1  5x2  8 x3  1

x2  x3  1
3. Persaman : x1  2 x2  2 x3  6
x1  2 x2  x3  3
4. Selesaikan sistem persamaan linier dengan menggunakan Metode Invers
Matriks dari:
13x1  2 x2  8 x3  11
 9 x1  6 x 2  4 x3  3
 3x1  2 x2  x3  1
5. Selesaikan sistem persamaan linier dengan metode menggunakan determinan
Matriks dari :
2 x1  x2  x3  1
x1  2 x2  3 x3  0
2 x1  3x 2  4 x3  0

155
Sistem persamaan linier

6. Dengan metode Gauss, selesaikan persamaan :


8 x1  3x2  2 x3  20
 3x1  10 x 2  x3  10
2 x1  x2  12 x3  16
7. Selesaikan soal 6 dengan metode
a. Determinan Matriks
b. Invers Matriks
c. Gauss Jordan

156