Anda di halaman 1dari 17

WORKING PRINCIPLE OF AN AC GENERATOR

(Prinsip Kerja Generator AC)

BOOK CHAPTER

OLEH
AUFAL MAROM
NIM 160513609648

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF & MESIN OTOMOTIF
APRIL 2019
BAB I. WORKING PRINCIPLE OF AN AC GENERATOR
(Prinsip Kerja Generator AC)

A. Pendahuluan

1. Deskripsi Singkat Isi BAB I

Bab ini membahas prinsip kerja generator AC, dengan daftar isi sebagai berikut:

Halaman
1. Klasifikasi Generator AC.......................................................................... 1
1.1. Synchronous Generator....................................................................... 1
1.1.1. synchronous generator construction......................................... 1
1.1.1.1. Rotor…............................................................ 1
1.1.1.2. Stator……........................................................ 2
1.2. Asynchronous............................................................................ 3
1.2.1. Types of asynchronous generator............................................. 4
1.2.1.1. separate amplifier generator......................................... 4
1.2.1.2. shunt………...................................................... 5
1.2.1.3. compound……………………………………… 6
2. Classification of AC Generators in terms of benefits.................................. 7
2.1. Daily Life............................................................................. 7
2.2. Household............................................................................. 8
2.3. Automotive…………………………………………………… 11
3. Implementasi Generator AC pada Produk………………………………. 11
3.1. Draft Design……………………………………………………… 11
3.2. PLTMH spesifications…………………………………………… 12
3.3. Working Principle PLTMH………………………………………. 14
4. Relevansi

Dengan memahami prinsip kerja generator AC, pembelajar dapat menumbuhkan sikap
kreatif dan inovatif dalam merancang rekayasa teknologi tepat guna yang memanfaatkan motor
listrik sebagai penggerak mula dan dapat dikembangkan dalam proses produksinya.

5. Capaian Pembelajaran MK

 Memahami (C2) prinsip kerja generator AC.

B. Penyajian
1. Klasifikasi Generator
1.1 Generator Sinkron
Generator sinkron adalah mesin pembangkit listrik yang mengubah energi mekanik sebagai input
menjadi energi listrik sebagai energi output. Tegangan output dari generator sinkron adalah
tegangan bolak – balik, karena itu generator sinkron disebut juga generator AC (Kurikulum
Politeknik Negeri Sriwijaya, 2016)

Gambar 1. Generator Sinkron


(http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/10/generator-sinkron.html)

1.1.1 Konstruksi generator Sinkron


Menurut Kundur Prabha (1993), konstruksi generator sinkron terdiri dari dua bagian utama,
yaitu: stator dan rotor. Stator adalah bagian diam yang mengeluarkan tegangan bolak-balik dan
rotor adalah bagian bergerak yang menghasilkan medan magnet yang menginduksikan ke stator

1.1.1.1 Rotor
Pada generator sinkron, arus DC diterapkan pada lilitan rotor untuk mengahasilkan medan
magnet rotor. Rotor generator diputar oleh prime mover menghasilkan medan magnet berputar
pada mesin. Medan magnet putar ini menginduksi tegangan tiga fasa pada kumparan stator
generator. Rotor pada generator sinkron pada dasarnya adalah sebuah elektromagnet yang besar.
Kutub medan magnet rotor dapat berupa salient (kutub sepatu) dan dan non salient (rotor
silinder).
Gambar 2. Rotor Kutub Sepatu
(http://faizalnizbah.blogspot.com/2013/08/konstruksi-prinsip-kerja-dan-kecepatan.html)

Rotor silinder umumnya digunakan untuk rotor dua kutub dan empat kutub, sedangkan rotor
kutub sepatu digunakan untuk rotor dengan empat atau lebih kutub. Pemilihan konstruksi rotor
tergantung dari kecepatan putar primer mover, frekuensi dan rating daya generator. Generator
dengan kecepatan 1500 rpm ke atas pada frekuensi 50 Hz dan rating daya sekitar 10MVA
menggunakan rotor silinder. Sementara untuk daya dibawah 10 MVA dan kecepatan rendah
maka digunakan rotor kutub sepatu. Gambar 2.3 menunjukkan bentuk rotor silinder.

Gambar 3. Rotor Silinder


(http://faizalnizbah.blogspot.com/2013/08/konstruksi-prinsip-kerja-dan-kecepatan.html)

1.1.1.2 Stator
Stator atau armatur adalah bagian generator yang berfungsi sebagai tempat untuk menerima
induksi magnet dari rotor. Arus AC yang menuju ke beban disalurkan melalui armatur,
komponen ini berbentuk sebuah rangka silinder dengan lilitan kawat konduktor yang sangat
banyak. Armatur selalu diam, oleh karena itu komponen ini juga disebut dengan stator. Lilitan
armatur generator dalam wye dan titik netral dihubungkan ke tanah.
Lilitan dalam wye dipilih karena :
1. Meningkatkan daya output.
2. Menghindari tegangan harmonik, sehingga tegangan line tetap sinusoidal dalam
kondisi beban apapun.
Dalam lilitan wye tegangan harmonik ketiga fasa saling meniadakan, sedangkan dalam lilitan
delta tegangan harmonik ditambahkan.
Stator adalah bagian diam yang mngeluarkan tegangan bolak-balik pada generator sinkron yang
terdiri dari : rangka stator, inti stator dan alur dan gigi stator, serta kumparan stator.
Rangka stator merupakan rumah (kerangka) yang menyangga inti jangkar generator. Inti stator
terbuat dari laminasi-laminasi baja campuran atau besi magnetik khusus yang terpasang ke
rangka stator. Alur (slot) dan gigi stator merupakan temapat meletakkan kumparan stator. Ada
tiga bentuk alur stator yaitu : terbuka, setengah terbuka dan tertutup.

Gambar 4. Bentuk-bentuk alur


(http://mylogicmind.blogspot.com/2011/03/konstruksi-motor-ac.html)

1.2 Generator Asinkron


Generator arus searah mempunyai komponen dasar yang umumnya hampir sama dengan
komponen mesin – mesin listrik lainnya. Secara garis besar generator arus searah adalah alat
konversi energi mekanis berupa putaran menjadi energi listrik arus searah. Energi mekanik di
pergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar di dalam medan magnet. Berdasarkan
hukum Faraday, maka pada kawat penghantar akan timbul ggl induksi yang besarnya sebanding
dengan laju perubahan fluksi yang dilingkupi oleh kawat penghantar. Bila kumparan kawat
tersebut merupakan rangkaian tertutup, maka akan timbul arus induksi. Yang membedakannya
dengan generator lain yaitu terletak pada komponen penyearah yang terdapat didalamnya yang
disebut dengan komutator dan sikat
Generator arus searah memiliki konstruksi yang terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang
berputar ( rotor ) dan bagian yang diam ( stator ). Yang termasuk stator adalah rangka, komponen
magnet dan komponen sikat. Sedangkan yang termasuk rotor adalah jangkar, kumparan jangkar
dan komutator
Gambar 5. Generator Asinkron
(https://docplayer.info/47674872-Bab-ii-generator-arus-searah-energi-mekanis-menjadi-energi-
listrik-berupa-arus-searah-dc-dimana-energi-listrik.html)

1.2.1 Jenis-jenis Generator Asinkron


Seperti telah disebutkan diawal, bahwa generator DC berdasarkan dari rangkaian belitan magnet
atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker) dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1.2.1.1 Generator Penguat Terpisah
Pada generator penguat terpisah, belitan eksitasi (penguat eksitasi) tidak terhubung menjadi satu
dengan rotor. Terdapat dua jenis generator penguat terpisah, yaitu:
1. Penguat elektromagnetik
2. Magnet permanent / magnet tetap
Energi listrik yang dihasilkan oleh penguat elektromagnet dapat diatur melalui pengaturan
tegangan eksitasi. Pengaturan dapat dilakukan secara elektronik atau magnetik. Generator ini
bekerja dengan catu daya DC dari luar yang dimasukkan melalui belitan F1-F2. Penguat dengan
magnet permanen menghasilkan tegangan output generator yang konstan dari terminal rotor A1-
A2. Karakteristik tegangan V relatif konstan dan tegangan akan menurun sedikit ketika arus
beban I dinaikkan mendekati harga nominalnya.
Gambar 6. Generator Penguat terpisah
(http://handiavolo.blogspot.com/2013/10/generator-dc-penguat-terpisah-tersendiri.html)

1.2.1.2 Generator Shunt


Pada generator shunt, penguat eksitasi E1-E2 terhubung paralel dengan rotor (A1-A2). Tegangan
awal generator diperoleh dari magnet sisa yang terdapat pada medan magnet stator. Rotor
berputar dalam medan magnet yang lemah, dihasilkan tegangan yang akan memperkuat medan
magnet stator, sampai dicapai tegangan nominalnya. Pengaturan arus eksitasi yang melewati
belitan shunt E1-E2 diatur oleh tahanan geser. Makin besar arus eksitasi shunt, makin besar
medan penguat shunt yang dihasilkan, dan tegangan terminal meningkat sampai mencapai
tegangan nominalnya. Jika generator shunt tidak mendapatkan arus eksitasi, maka sisa
megnetisasi tidak akan ada, atau jika belitan eksitasi salah sambung atau jika arah putaran
terbalik, atau rotor terhubung-singkat, maka tidak akan ada tegangan atau energi listrik yang
dihasilkan oleh generator tersebut.
Gambar 7. Generator Shunt
(https://www.indiamart.com/proddetail/dc-shunt-generator-14912440555.html)

1.2.1.3 Generator Kompon


Generator kompon mempunyai dua penguat eksitasi pada inti kutub utama yang sama. Satu
penguat eksitasi merupakan penguat shunt, dan lainnya merupakan penguat seri. Diagram
rangkaian generator kompon. Pengatur medan magnet (D1-D2) terletak di depan belitan shunt.

Gambar 8. Generator kompon


(https://indonesian.alibaba.com/promotion/promotion_dc-compound-generator-promotion-
list.html)
2. Klasifikasi Generator AC ditinjau dari segi manfaat
2.1 Daily Life
a) Pemasangan Jaringan Transmisi di Jalan
Dari pembangkit listrik menuju ke pelanggan yaitu rumah tinggal, pertokoan, industri
maupun instansi. Arus AC juga dapat diubah menjadi arus DC dengan memakai Trafo. Arus
listrik DC dikirim/ditransmisikan melalui sistem jaringan bertegangan tinggi. Sistem
tegangan tinggi dipilih dan bukan sistem arus tinggi sebab berkaitan dengan luas penampang
penghantar.

Gambar 9. Jaringan Transmisi


(http://sistem-tenaga-listrik.blogspot.com/2011/05/menara-transmisi-transmission-
tower.html)

b) Pengamanan Jaringan Listrik dalam Rumah


Pemakaian daya listrik jaringan listrik AC (arus bolak-balik) di rumah atau di kantor
dibatasi oleh pemutus daya yang dipasang bersama dengan KWh meter. Jika arus listrik
melebihi ketentuan maka dengan adanya pemutusan daya secara otomatis akan menurunkan
saklar. Untuk keamanan pada alat-alat listrik rumah tangga biasanya pada masing-masing
alat dipasang sekering. Pemasangan sekering pada alat listrik untuk mengantisipasi adanya
arus yang tiba-tiba membesar yang memungkinkan alat listrik dapat rusak atau terbakar.
Dengan adanya sekering, jika arus tiba-tiba membesar maka sekering akan putus dan alat
listrik tidak rusak.
Gambar 10. Pengamanan jaringan listrik rumah
(http://housingestate.id/read/2018/03/15/begini-instalasi-listrik-yang-aman-di-rumah/)

c) Pembangkit Listrik
Generator AC banyak kita jumpai pada pusat-pusat listrik (dengan kapasitas yang relatif
besar). Misalnya pada PLTA, PLTU, PLTD, PLTN, PLTG, dan lain lain. Disini umumnya
generator AC disebut dengan alternator atau generator saja. Selain generator AC dengan
kapasitas yang relatif besar tersebut, kita mengenal pula generator dengan kapasitas yang
relatif kecil, misalnya generator yang dipakai untuk penerangan darurat, untuk penerangan
daerah-daerah terpencil (yang belum terjangkau PLN), dan sebagainya

Gambar 11. Pembangkit listrik tenaga angin


(https://www.liputan6.com/global/read/3639169/pembangkit-listrik-tenaga-surya-dan-angin-
bisa-sulap-gurun-jadi-lahan-hijau)

2.2 Dunia Rumah Tangga


a) Kipas Angin
Kipas angin dipergunakan untuk menghasilkan angin. Fungsi umumnya adalah untuk
pendingin udara, penyegar udaraventilasi, dan pengering. Kipas angina juga dapat
ditemukan di mesin penyedit debu, kipas angin sendiri digerakkan oleh motor induksi 1 fasa
dimana tidak memerlukan daya yang besardalam melakukan kinerja mesin.
Gambar 12. Kipas angin
(https://super.mataharimall.com/kipas-angin/)

b) Mesin Cuci
Mesin cuci merupaka alat rumah tangga yang terdiri dari komponen-komponen listrik yang
dirangkai sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi untuk mencuci, membilas, dan
memeras/mengeringkan pakaian. Mesin cuci mengkonversi tenaga listrik menjadi tenaga
mekanis.tenaga mekanik inilah yang dimanfaatkanuntuk dapat melakukan fungsi mencuci,
membilas, dan memeras. Pengubahan energy menjadi energy listrik sendiri dilakukan
generator AC.

Gambar 13. Mesin cuci


(https://www.bhinneka.com/sharp-mesin-cuci-front-load-es-fl872-sku3318191424)
c) Televisi
Televisi (TV) adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai
penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih)
maupun berwarna.

Gambar 14. Televisi


(https://id.wikipedia.org/wiki/Televisi)

d) Kulkas
Kulkas atau lemari es atau lemari pendingin adalah sebuah alat rumah tangga listrik yang
menggunakan refrigerasi (proses pendingin) untuk menolong pengawetan makanan.

Gambar 15. Kulkas


(https://id.wikipedia.org/wiki/Kulkas)
2.3 Dunia Otomotif
a) Dinamo Sepeda
Bagian utama dinamo sepeda adalah sebuah magnet tetap dan kumparan yang disisipi besi
lunak. Jika magnet tetap diputar, perputaran tersebut menimbulkan GGL induksi pada
kumparan. Jika sebuah lampu pijar (lampu sepeda) dipasang pada kabel yang
menghubungkan kedua ujung kumparan, lampu tersebut akan dilalui arus induksi AC,
akibatnya lampu tersebut menyala. Nyala lampu akan makin terang jika perputaran magnet
tetap makin cepat (laju sepeda makin kencang).

Gambar 16. Dinamo Sepeda


(https://widyasarisite.wordpress.com/2015/03/23/cara-keja-dinamo-sepeda/)

3. Implementasi Generator AC pada Produk


3.1 Konsep Rancangan/Sket Awal (Draft Design)

Gambar 17. Rancangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro


Keterangan:
Generator yang digunakan menggunakan generator AC
3.2 Spesifikasi Pembangkit Listrik

Gambar 18. Bagian bagian PLTMH


Generator yang digunakan untuk mikrohidro dirancang mudah untuk dioperasikan dan
dipelihara, didesain menunjang keselamatan, tetapi peralatan dari listrik akan menjadi berbahaya
bila tidak digunakan dengan baik
1. Waduk (reservoir)
Waduk adalah danau yang dibuat untuk membandung sungai untuk memperoleh air sebanyak
mungkin sehingga mencapai elevasi.

2. Bendungan (dam)
Dam berfungsi menutup aliran sungai – sungai sehingga terbentuk waduk.Tipe bendungan harus
memenuhi syarat topografi, geologi dan syarat lain seperti bentuk serta model bendungan.

3. Saringan (Sand trap)


Saringan ini dipasang didepan pintu pengambilan air, berguna untuk menyaring kotoran –
kotoran atau sampah yang terbawa sehingga air menjadi bersih dan tidak mengganggu operasi
mesin PLTMH.

4. Pintu pengambilan air (Intake)


Pintu Pengambilan Air adalah pintu yang dipasang diujung pipa dan hanya digunakan saat pipa
pesat dikosongkan untuk melaksanakn pembersihan pipa atau perbaikan.

5. Pipa pesat (penstok)


Fungsinya untuk mengalirkan air dari saluran pnghantar atau kolam tando menuju turbin. Pipa
pesat mempunyai posisi kemiringan yang tajam dengan maksud agar diperoleh kecepatan dan
tekanan air yang tinggi untuk memutar turbin. Konstruksinya harus diperhitungkan agar dapat
menerima tekanan besar yang timbul termasuk tekanan dari pukulan air. Pipa pesat merupakan
bagian yang cukup mahal, untuk itu pemilihan pipa yang tepat sangat penting.

6. Katub utama (main value atau inlet value)


Katub utama dipasang didepan turbin berfungsi untuk membuka aliran air, Menstart turbin atau
menutup aliran (menghentikan turbin). Katup utama ditutup saat perbaikan turbin atau perbaikan
mesin dalam rumah pembangkit. Pengaturan tekanan air pada katup utama digunakan pompa
hidrolik.

7. Power House
Gedung Sentral merupakan tempat instalasi turbin air,generator, peralatan Bantu, ruang
pemasangan, ruang pemeliharaan dan ruang control.
a. Turbin, merupakan salah satu bagian penting dalam PLTMH yang menerima energi potensial
air dan mengubahnya menjadi putaran (energi mekanis). Putaran turbin dihubungkan dengan
generator untuk menghasilkan listrik.
b. Generator, generator yang digunakan adalah generator pembangkit listrik AC. Untuk memilih
kemampuan generator dalam menghasilkan energi listrik disesuaikan dengan perhitungan daya
dari data hasil survei. Kemampuan generator dalam menghasilkan listrik biasanya dinyatakan
dalam VoltAmpere (VA) atau dalam kilo volt Ampere (kVA).
c. Penghubung turbin dengan generator, penghubung turbin dengan generator atau sistem
transmisi energi ekanik ini dapat digunakan sabuk atau puli, roda gerigi atau dihubungkan
langsung pada porosnya.
1) Sabuk atau puli digunakan jika putaran per menit (rpm) turbin belum memenuhi
putaran rotor pada generator, jadi puli berfungsi untuk menurunkan atau menaikan rpm
motor generator.
2) Roda gerigi mempunyai sifat yang sama dengan puli
3) Penghubung langsung pada poros turbin dan generator, jika putaran turbin sudah lama
dengan putaran rotor pada generator.
3.3 Prinsip Kerja PLTMH

Prinsip kerja yang berlaku pada PLTMH adalah sebagai berikut.

Reservoir

Water turbin

Generator

Energi listrik

Pembangkit tenaga listrik mikrohidro pada prinsipnya memanfaatkan beda ketinggian dan
jumlah debit air per detik yang ada pada aliran air irigasi, sungai atau air terjun. Aliran air ini
akan memutar poros turbin sehingga menghasilkan energi mekanik. Energi ini selanjutnya
menggerakkan generator dan menghasilkan energi listrik.

Rangkuman

1. Generator sinkron adalah mesin pembangkit listrik yang mengubah energi mekanik sebagai
input menjadi energi listrik sebagai energi output
2. Menurut Kundur Prabha (1993), konstruksi generator sinkron terdiri dari dua bagian utama,
yaitu: stator dan rotor.
3. Pada generator sinkron, arus DC diterapkan pada lilitan rotor untuk mengahasilkan medan
magnet rotor. Rotor generator diputar oleh prime mover menghasilkan medan magnet
berputar pada mesin.
4. Stator atau armatur adalah bagian generator yang berfungsi sebagai tempat untuk menerima
induksi magnet dari rotor.
5. Stator adalah bagian diam yang mngeluarkan tegangan bolak-balik pada generator sinkron
yang terdiri dari : rangka stator, inti stator dan alur dan gigi stator, serta kumparan stator.
6. Ada tiga bentuk alur stator yaitu : terbuka, setengah terbuka dan tertutup.
7. generator arus searah adalah alat konversi energi mekanis berupa putaran menjadi energi
listrik arus searah
8. Generator arus searah memiliki konstruksi yang terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang
berputar ( rotor ) dan bagian yang diam ( stator )
9. generator DC berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap
jangkar (anker) dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: generator penguat terpisah, generator shunt,
dan generator kompon.
10. Pada generator penguat terpisah, belitan eksitasi (penguat eksitasi) tidak terhubung menjadi
satu dengan rotor
11. Terdapat dua jenis generator penguat terpisah, yaitu: Penguat elektromagnetik, Magnet
permanent / magnet tetap
12. Pada generator shunt, penguat eksitasi E1-E2 terhubung paralel dengan rotor (A1-A2).
Tegangan awal generator diperoleh dari magnet sisa yang terdapat pada medan magnet
stator
13. Generator kompon mempunyai dua penguat eksitasi pada inti kutub utama yang sama. Satu
penguat eksitasi merupakan penguat shunt, dan lainnya merupakan penguat seri.
14. Generator AC pada kehidupan sehari diaplikasikan sebagai : pemasangan jaringan transmisi
di jalan, pembangkit listrik, dan pengaman jaringan listrik dalam rumah.
15. Generator AC pada kehidupan rumah tangga diaplikasikan sebagai : kipas angin, mesin cuci,
televisi dan kulkas.
16. Generator AC pada bidang otomotif diaplikasikan sebagai dinamo sepeda.

Daftar Rujukan

Bagia, N.I & Made, P.I. 2017. MOTOR-MOTOR LISTRIK. Kupang: CV. Rasi Terbit.
Mindarta, E.K. 2019. Teknologi Motor Listrik. Malang: Andi Offset.
Wahyu, S. 2014. Prinsip Kerja Generator Singkron. Jurnal Teknik Mesin,
Mindarta, E.K. 2019. Rancang Bangun Sistem Proteksi Arus Lebih Motor 3 Fasa. Jurnal Teknik
Mesin
Jurusan Teknik Mesin FT-UM. 2015. Kurikulum Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif.
Malang: Universitas Negeri Malang
Aditya, K. 2016. Analisis Sistem Motor Penggerak pada Mobil Listrik dengan Kapasitas Satu
Penumpang. Tugas Akhir. Semarang:UNNES
Juwari, S. Generator AC, (online), (http://www.academia.edu/9583618/Generator_AC),
Ansori, A.I. 2013. Motor Listrik 3 Fasa, (Online),
(http://insyaansori.blogspot.com/2013/04/motor-listrik-3-fasa.html)
Basuki, B. & Wibowo, S.B. 2015. Implementasi Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Satu Fase
Sebagai Soft Start Pada Motor Pompa Air Rumah Tangga, Prosiding Seminar Nasional
Teknologi Terapan “Inovasi Budaya dan Teknologi Untuk Kemajuan Bangsa”, Sekolah Vokasi
UGM