Anda di halaman 1dari 6

BUKU KERJA

JAWABAN TUGAS 2
METODE PENELITIAN SOSIAL

NAMA : WIBISONO SUDIRMAN

NIM : 031200805

KELAS :-

UPBJJ UT : TANJUNGPINANG

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TERBUKA
1) Cobalah rencanakan untuk membuat penelitian
Judul Penelitian : Analisis pengembangan Kegiatan anak usia dini
Pada TPA Bunayya Lahat
(Pengembangan Sosial Emosional Anak Melalui
Pembiasaan Berbagi)
Tempat Penelit ian : TPA BUNAYYA Lahat

BAB I. PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang
Pendidik yang baik adalah pendidik yang mamapu mengembangkan potensi anak secara integral
sejak dini dengan memperhatikan tahap–tahap pengembangan anak. Sehingga mulai tahun 2011 Taman
Penitipan Anak Bunayya didirikan.
Taman Penitipan Anak (Child Care Centre) merupakan wahana asuhan kesejahteraan sosial
yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu bagi anak yang orang tuanya
berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh dan memberikan pelayanan
kebutuhan pada anaknya.
Program di TPA direncanakan dan dilaksanakan dalam satu kesatuan yang utuh antara
pengasuhan, perawatan, bimbingan sosial, dan pendidikan. Semua kegiatan dilaksanakan sambil bermain,
karena pada masa ini adalah masa bermainnya anak-anak. Program S1 PG-PAUD Universitas Terbuka
menargetkan lulusannya menjadi tenaga pendidik PAUD profesional yaitu, yang dapat mengembangkan
program PAUD dan membuat inovasi-inovasi. Salah satu mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa
adalah Analisis Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini.
TPA Bunayya merupakan salah satu bentuk PAUD jalur non-formal. Disamping itu juga TPA
Bunayya sebagai wahana kesejahteraan yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu
tertentu bagi anak yang orang tuanya bekerja. TPA Bunayya menyelenggarakan pendidikan sekaligus
pengasuhan terhadap anak yang berusia 2 tahun sampai dengan 5 tahun.
Dalam rangka memenuhi tugas-tugas dalam mata kuliah tersebut maka telah dilakukan penelitian
di Tempat Penitipan Anak (TPA) Bunayya yang beralamat di Kapling Blok B No.19 Kelurahan Bandar
Jaya Kabupaten Lahat yang bertujuan mengumpulkan data mengenai kegiatan-kegiatan anak yang
dianggap perlu diteliti lebih lanjut untuk selanjutnya dianalisis secara kritis. Agar hak anak di bidang
pendidikan dan pengasuhan serta kesejahteraan sosial dapat terpenuhi sehingga tumbuh dan
berkembang kecerdasannya secara optimal.
Adapun visi, misi dan tujuan TPA Bunayya Lahat, sebagai berikut:
Visi TPA Bunayya :
• Membangun karakter anak sholeh/ah, mandiri, hidup sehat, disiplin dan ceria.

Misi TPA Bunayya :


• Sebagai sahabat orang tua dalam membimbing anak dengan penuh kasih sayang.
• Mendidik anak dengan hati, cinta dan ketegasan yang berimbang.
• Menanamkan tauhid kepada anak sedari dini.
• Memberikan lingkungan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
• Sebagai sarana tempat pembelajaran keterampilan, kemandirian, dan nilai-nilai keislaman bagi
anak-anak.
• Menyiapkan anak menghadapi tantangan dunia.

Tujuan TPA Bunayya :


• Membangun karakter anak sholeh/ah, mandiri, hidup sehat, disiplin dan ceria.

1.2 Fokus Penelitian

Setelah diadakan observasi di salah satu TPA Bunayya, maka penelitian ini difokuskan pada
salah satu kegiatan TPA yaitu kegiatan Pengembangan kemampuan sosial emosional anak melalui
pembiasaan berbagi di TPA Bunayya.
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
1. Mengumpulkan data mengenai :
1) Alasan pendidik melakukan kegiatan Pengembangan Sosial Emosional Anak Melalui Pembiasaan
Berbagi Sesama Teman.
2) Tujuan pendidik melakukan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kebiasaan berbagi serta
mengembangkan sosial emosional anak.
2. Membuat analisis kritis (critical analysis) mengenai kegiatan tersebut adalah dengan melakukan
kegiatan-kegiatan yang dapat membantu perkembangan anak sesuai dengan usia anak.

1.4 Manfaat Penelitian


Penelitian ini bermanfaat untuk :
1. Memberi masukan terhadap kegiatan penyelenggara TPA Bunayya melalui pembiasaan anak dalam
berbagi di TPA Bunayya.
2. Melatih mahasiswa melakukan penelitian kelas.
3. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis suatu kegiatan anak di lembaga
PAUD.

BAB II. LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Pengembangan Sosial Emosional Anak
Perkembangan sosial merupakan suatu proses pembentukan pribadi dalam masyarakat (social
self), yakni pribadi dalam keluarga, budaya, bangsa dan seterusnya (Muhidin, 1999). Sedangkan Harlock
(1978) menyatakan bahwa perkembangan sosial merupakan perolehan kemampuan berperilaku yang
sesuai dengan tuntutan sosial. Sementara ahli yang lain menyatakan bahwa perkembangan sosial
merupakan suatu proses di mana individu/anak melatih kepekaan dirinya terhadap rangsangan-
rangsangan sosial, terutama tekanan-tekanan dan tuntutan kehidupan kelompoknya serta belajar
bergaul dengan bertingkah laku, seperti anak lain dalam lingkungan sosialnya (Loree, 1970).
Pada tahap awal masa kanak-kanak, perkembangan sosial emosional berkisar tentang proses
sosialisasi, yaitu proses ketika anak mempelajari nilai-nilai dan perilaku yang diterima dari masyarakat
(Dodge, 2002). Lebih lanjut dikatakan bahwa perkembangan sosial emosional meliputi perkembangan
dalam hal emosi, kepribadian, dan hubungan interpersonal (Papalia, 2004).

2.2 Metode Pengembangan Sosial Emosional


Beberapa metode pengembangan sosial emosional yang dapat dilakukan antara lain :
1. Pengelompokan anak dan bermain kooperatif
Melalui pengelompokan, anak akan saling mengenal dan berinteraksi secara intensif dengan anak
lain melalui kegiatan kerja sama dan bermain kooperatif. Dimana permainan ini melibatkan sekolompok
anak, dan setiap anak mendapat peran dan tugas masing-masing yang harus dilakukan untuk
mencapai tujuan bersama. Pada usia tiga tahun terakhir anak sudah mulai bermain secara bersama
dan kooperatif, serta kegiatan kelompok mulai berkembang dan meningkat baik dalam frekuensi
maupun lamanya berlangsung.

2. Belajar berbagi
Belajar berbagi merupakan latihan keterampilan sosial yang sangat baik bagi anak. Melalui
kegiatan ini anak akan belajar berempati terhadap anak lain, bermurah hati, bersikap sosial serta
berlatih meninggalkan sifat egosentris.
Dalam penerapannya pada anak di TPA, bisa saja kita buat jadwal setiap hari jum’at adalah hari
buah dan hari bersedekah, setiap anak bebas membawa buah yang ia sukai, kemudian buah tersebut
dikumpulkan dan makan bersama teman-teman di TPA. Dan juga bersedekah kepada anak yatim dan
fakir miskin, dalam hal ini juga dituntut komunikasi pendidik dan orang tua dimana uang sedekah
masing-masing anak tersebut akan dimasukkan pada sebuah celeng, dan pada masanya, uang
tabungan tersebut akan diberikan kepada anak yatim atau fakir yang ada dilingkungan TPA maupun
di luar TPA. Disini kita melatih anak mempunyai rasa empati, murah hati, saling menyayangi, dan turut
merasakan penderitaan orang lain dengan berbagi.

3. Bermain Peran
Bermain peran disebut juga main simbolik, pura-pura, fantasi, imajinasi dan main drama. Dengan
bermain peran ini sangat baik untuk melatih kognisi, sosial, emosional anak pada usia 3-5 tahun.
Bermain peran menunjukkan daya berfikir anak sudah tinggi, karena anak sudah dapat melakukan
perannya sesuai dengan pengalaman yang didapat melalui panca indra dan memerankan kembali
dengan berpura-pura.

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Subyek Penelitian


Subyek penelitian ini adalah :
i. Anak-anak yang berjumlah 13 orang
• Laki-laki : 9 orang
• Perempuan : 4 orang
ii. Pendidik yang berjumlah 4 orang
1. Elli Harmi, S. Pd
2. Risma Hartini
3. Dra. Siti Markhuma
4. Fitri Andayani, S.Pd
iii. Pimpinan PAUD Kelompok Bermain “Bina Ananda SKB Lahat”
Lasmini, S.Pd
iv. Ketua Lembaga : Herlena, S.Pd
3.2 Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara mengenai kegiatan anak PAUD
KB Bina Ananda SKB Lahat.
3.3 Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Observasi,yaitu untuk melihat fenomena yang unik/ menarik untuk dijadikan fokus penelitian.
b. Wawancara, yaitu untuk menggali informasi lebih mendalam
c. mengenai fokus penelitian.
d. Dokumentasi, yaitu untuk mengumpulkan bukti-bukti dan penjelasan yang lebih luas
mengenai fokus penelitian.
2) Kemudian berdasarkan rencana tersebut buatlah batasan populasi, unit analisis dan unit
observasinya
Populasi dalam penelitian ini adalah Anak didik dan Tenaga Pendidik di lingkungan PAUD Kelompok
Bermain “Bina Ananda SKB Lahat”
unit analisis dalam penelitian ini ditentukan dengan sengaja (purposive) yang dilakukan di TPA
BUNAYYA Lahat
Unit Observasinya Pendidik yang berjumlah 4 orang
• Elli Harmi, S. Pd
• Risma Hartini
• Dra. Siti Markhuma
• Fitri Andayani, S.Pd

Anda mungkin juga menyukai