Anda di halaman 1dari 25

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 4 BANDUNG
Jalan Kliningan Nomor 6 Telepon/Faksimil : (022) – 7303736
Website : http://www.smkn4bandung.sch.id – email :
info@smkn4bandung.sch.id
Bandung – 40264

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I

Satuan Pendidikan : SMKN 4 Bandung


Mata Pelajaran : Perekayasaan Sistem Radio dan Televisi
Program Keahlian : Teknik Audio dan Video
Topik : Blok televisi analog dan digital
Kelas/Semester : XI / 3 (tiga )
Pertemuan Ke- :
Alokasi Waktu : 6 X 45 menit

A. Kompetensi Inti SMK kelas XI:


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku, jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli,
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai) santun, responsif dan proaktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami ,menerapkan , menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait fenomena dan kejadian, dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
melaksanakn tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


Kompetensi Dasar :
1.1 Memahami nilai-nilai keimanan dengan menyadari hubungan keteraturan dan
kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya.
1.2 Memahami kebesaran Tuhan.
1.3 Mengamalkan nilai-nilai keimanan sesuai dengan ajaran agama dalam kehidupan
sehari-hari.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan dan berdiskusi.
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
2.3 Memiliki sikap dan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam
kehidupan sehari-hari selama di kelas, lingkungan sekolah
3.1 Menganalisis rangkaian penerima televisi
Indikator :
3.1.2 Menggambarkan diagram blok penerima televisi.
3.1.3 Menyusun diagram blok penerima televise.
4.1 Memilah bagian-bagian rangkaian dari skematik diagram penerima televisi.
4.1.1 Menyusun diagram blok penerima televisi.
4.1.2 Menerapkan bagian -bagian rangkaian dari skematik diagram penerima
televisi.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pengamatan peserta didik dapat :
1. Menunjukan sikap peduli dan jujur dalam pelaksanaan pembelajaran rangkaian
penerima televisi.
2. Menunjukan sikap jujur dalam mengerjakan tugas–tugas dari pembelajaran
Perekayasaan Sistem Radio dan Televisi.
3. Menunjukan sikap tanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran
Perekayasaan Sistem Radio dan Televisi, serta dapat menganalisis rangkaian
penerima televisi.
4. Menyusun diagram blok penerima televisi.
5. Menerapkan bagian-bagian rangkaian dari skematik diagram penerima televisi.

D. Materi Pembelajaran
Terlampir

E. Metode Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran : Scientific (observing, questioning, associating)
Model Pembelajaran : Discovery Learning (penemuan terbimbing)
Metode Pembelajaran : Diskusi, Ceramah, Praktik.
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ke-11
Alokasi
Kegiatan Deksripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan  Guru menugaskan peserta didik untuk membersihkan dan 20 menit
merapikan ruangan kelas terlebih dahulu.
 Guru mempersilahkan satu peserta didik untuk memimpin doa
sebelum memulai proses pembelajaran.
 Guru menanyakan kabar peserta didik dan mengabsen
kehadiran peserta didik.
 Guru memberikan apersepsi dengan tanya jawab dengan
siswa untuk mendorong rasa ingin tahu dan berfikir kritis,
dalam mengetahui rangkaian penerima televisi.
 Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
agar peserta didik dapat memahami rangkaian penerima
televisi.
 Guru memberikan gambaran pentingnya materi rangkaian
penerima televisi dan memberikan gambaran tentang
aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan
penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan serta
penilaiannya.
Inti Sintak Model : Stimulasi/ Pemberian Rangsangan 275 menit
 Guru menyajikan media gambar tentang materi rangkaian
penerima televisi.
 Peserta didik mengamati materi yang disajikan guru.
 Guru menanyakan kepada peserta didik apa saja yang
diketahui dari hasil pengamatannya.
Sintak Model : Pernyataan/Identifikasi Masalah
 Guru membagi peserta didik menjadi 10 kelompok.
 Guru membagikan nomor urut 1 sampai 10 kepada setiap
peserta didik.
 Guru memberikan tugas untuk mencari rangkaian, fungsi dan
sistem kerja dari blok penerima televisi.
Kelompok 1 : Rangkaian Penala (Tuner)
Kelompok 2 : Audio Processing (Pengelola Suara)
Kelompok 3 : Sound IF (Intermediate Frequency) Amplifier
Kelompok 4 : FM (Frequency Modulation) Detector
Kelompok 5 :Power Amplifier (Sound Output)
Kelompok 6 : Loudspeaker dan Degausing Coil
Kelompok 7 :Pemrosesan Video
Kelompok 8 :Rangkaian Catu Daya (Power Supply)
 Guru mendorong semua peserta didik untuk diskusi dan
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya
apabila mengalami kesulitan.
Sintak Model : Data collection (pengumpulan data)
 Peserta didik menggali informasi mengenai materi yang telah
ditugaskan.
 Peserta didik mengadakan diskusi dengan teman kelompok
untuk bertukar informasi dan berdiskusi mengenai hasil dari
permasalahan yang telah diperoleh.
 Guru mempersilahkan peserta didik untuk bertanya mengenai
apa yang ingin diketahuinya.
Sintak Model : Verification/Pembuktian
 Salah satu peserta didik dari setiap kelompok diminta untuk
mempresentasikan simulasi rangkaian yang telah dibuat ke
depan kelas. Sementara kelompok lain dan guru menanggapi
dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan.
Sintak Model : Generalization/ Menarik Kesimpulan
 Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua peserta didik
pada kesimpulan materi yang dipelajari.
Penutup  Guru bersama siswa menyimpulkan dan mengevaluasi materi 20 menit
yang telah disampaikan
 Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya apabila ada
yang kurang dipahami.
 Guru memberikan tugas berupa soal-soal latihan untuk
dikerjakan dirumah oleh peserta didik.
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran.
 Guru meminta peserta didik untuk bedoa dan
mempersiapkan diri untuk pulang.
 Peserta didik ditugaskan untuk kembali membersihkan kelas
sesuai dengan petugas piket yang telah ditentukan.
Pertemuan Ke-12
Alokasi
Kegiatan Deksripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan  Guru menugaskan peserta didik untuk membersihkan dan 20 menit
merapikan ruangan kelas terlebih dahulu.
 Guru mempersilahkan satu peserta didik untuk memimpin
doa sebelum memulai proses pembelajaran.
 Guru menanyakan kabar peserta didik dan mengabsen
kehadiran peserta didik.
 Guru memberikan apersepsi dengan tanya jawab dengan
siswa untuk mendorong rasa ingin tahu dan berfikir kritis,
dalam mengetahui penguat daya frekuensi radio.
 Guru menyampaiakan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai agar peserta didik dapat memahami perkembangan
teknologi televisi analog dan digital.
 Guru memberikan gambaran pentingnya materi
perkembangan teknologi televisi analog dan digital dan
memberikan gambaran tentang aplikasinya dalam kehidupan
sehari-hari.
 Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan
penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan serta
penilaiannya.

Inti Sintak Model : Stimulasi/ Pemberian Rangsangan 275 menit
 Guru mereview materi pada pertemuan sebelumnya
 Guru mengarahkan seluruh kelompok untuk memilah
bagian-bagian blok pada rangkaian penerima televisi secara
langsung
Sintak Model : Pernyataan/Identifikasi Masalah
 Guru memberikan dan menjelasakan jobsheet rangkaian
penerima televisi.
 Peserta didik mengidentifikasi masalah pada jobsheet
rangkaian penerima televisi.
 Guru mendorong semua peserta didik untuk melakukan
diskusi.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
bertanya apabila mengalami kesulitan memahami jobsheet.
Sintak Model : Data collection (pengumpulan data)
 Setiap kelompok melakukan kegiatan analisis rangkaian
penerima televisi sesuai instruksi jobsheet.
 Peserta didik bekerja sama dan melakukan pembagian tugas
dalam melakukan kegiatan percobaan.
 Guru mempersilahkan peserta didik melakukan diskusi
dengan teman berbeda kelompok untuk bertukar informasi
dan berdiskusi mengenai kegiatan percobaan.
 Guru mempersilahkan peserta didik untuk bertanya
mengenai kesulitan dalam kegiatan percobaan.
Sintak Model : Verification/Memferifikasi
 Setiap kelompok mencatat data hasil percobaan pada
jobsheet.
 Guru memverifikasi hasil percobaan setiap kelompok.
 Guru memberikan pengarahan dan pembahasan mengenai
hasil percobaan setiap kelompok serta kendala-kendala
dalam kegiatan percobaan peserta didik.
Sintak Model : Generalization/Menarik Kesimpulan
 Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua peserta didik
pada kesimpulan hasil dari kegitan percobaan.
Penutup  Guru bersama siswa menyimpulkan dan mengevaluasi 20 menit
materi yang telah disampaikan
 Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya apabila ada
yang kurang dipahami.
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran.
 Guru meminta peserta didik untuk bedoa dan
mempersiapkan diri untuk pulang.
 Peserta didik ditugaskan untuk kembali membersihkan
kelas sesuai dengan petugas piket yang telah ditentukan.

G. Media Pembelajaran
Alat : Spidol, White Board, Penghapus
Bahan : Microsoft Power Point
Media : Infocus, Laptop

H. Sumber Belajar
 Perekayasaan Sistem Radio dan Televisi. BSE. 2013
 Internet
 Jobsheet Rangkaian Penguat Daya Frekuensi Radio

I. Penilaian Hasil Belajar


1. Penilaian Ranah Kognitif
Teknik penilaian : Penugasan
Instrumen : Soal uraian
Bobot : 40%

Prosedur penilaian :
No. Soal Bobot Penilaian Skor Skor Tertinggi

1 20% 0-100 25

2 20% 0-100 25

3 20% 0-100 25

4 20% 0-100 25

5 20% 0-100 25

Jumlah 100

Keterangan :
Penugasan berupa soal latihan.

Kisi-Kisi Penilain Pengetahuan


Nama Sekolah : SMK Negeri 4 Bandung
Kelas/Semester : XI/1
Tahun pelajaran : 20l8/20l9
Paket Keahlian : Teknik Audio Video
Mata Pelajaran : Pemancar dan penerima remote control

Indikator
Kompetensi Jenis
Pencapaian Materi Indikator Soal Soal
Dasar Soal
Kompetensi
3.12 3.12.1  Rangkaian 1. Siswa dapat Tes 1. Sebutkan dan
jelaskan
Menganalisis Menggambarkan penerima menjelaskan tulis
diagram blok bagian-bagian bentu bagian-
rangkaian penerima televisi. dari tuner pada k bagian dari
penerima 3.12.2 televisi rangkaian uraian tuner pada
penerima rangkaian
televisi Menyusun diagram televisi penerima
blok penerima televisi !
televisi 2. Siswa dapat
menggambarka 2. Gambarkan
n diagram blok diagram blok
penguat audio penguat
pada penerima audio pada
televisi! penerima
televisi !
3. Siswa dapat
menjelaskan 1. Sebutkan
macam-macam dan jelaskan
metode macam-
pendeteksian macam
AGC metode
pendeteksian
4. Siswa dapat AGC !
menlaskan 2. Sebutkan
bagian-bagian dan jelaskan
dari rangkaian bagian-
horizontal pada bagian dari
penerima rangkaian
televisi horisontal !
3. Jelaskan
5. Siswa dapat
fungsi dari
menjelaskan
fly back
fungsi dari fly
pada
back pada
rangkaian
rangkaian
penerima
penerima
televisi !
televisi !
Kunci Jawaban Soal:

1. Tuner memiliki tiga bagian utama :


 RF Amplifier, berfungsi untuk memperkuat sinyal yang diterima antena.
 Lokal Osilator, berfungsi untuk membangkitkan sinyal frekuensi tinggi. Besar frekuensi
osilator dibuat selalu lebih besar dibandingkan frekuensi RF yang diterima antena (sebesar
frekuensi-RF+IF).
 Mixer, oleh mixer sinyal RF dan sinyal osilator dicampur sehingga menghasilkan frekuensi
menengah atau IF.

2. Diagram blok pemguat audio

3. Ada tiga macam metode mendeteksi tegangan AGC dari sinyal video komposit, yaitu :
 Menggunakan tingkat rata-rata
AGC tipe ini memakai deteksi tingkat rata-rata (average level) sinyal video komposit.
 Menggunakan deteksi tingkat puncak (pick level)
AGC tipe ini diatur oleh tingkat puncak hitam sinyal video komposit, yaitu tingkat ujung-
ujung pulsa sinkronisasi yang tidak dirubah oleh sinyal prooduksi.
 Metode penguncian (keyed)
AGC jenis ini bekerja pada saat ketika ada pulsa sinkronisasi horizontal, dan ini lebih
sedikit tergantung oleh derau (nois).
4. Bagian-bagian dari rangkaian horisontal meliputi :
 Osilator Horisontal, Sebagai pembangkit pulsa frekuensi horisontal. Pada sistem CCIR
frekuensi horisontalnya adalah 15.625 Hz, dan pada sistem FCC frekuensi horisontalnya
adalah 16.750Hz.
 Horisontal Driver, dipakai untuk memperkuat frekuensi horisontal dari osilator guna
menyediakan arus yang cukup untuk mendriver transistor horisontal output (HOT),
sehingga transistor HOT berlaku sebagai saklar.
 Horisontal Output (HOT), output berfungsi untuk menyediakan power arus gigi gergaji
untuk diumpankan ke kumparan defleksi horisontal.

5. Fly back berfungsi sebagai penghasil tegangan tinggi untuk dapat mencatu (mengaktifkan)
layer CRT agar dapat menghasilkan elektron-elktron yang dapat menampilkan gambar.
Tegangan input yang diolah berasl dari tegangan VCC dengan dipengaruhi adanya kerja
transistor horizontal output dengan frekuensi tinggi. Tegangan tinggi ini digunakan untuk
mencatu anoda CRT, sedangkan tegangan menengah digunakan untuk mencatu rangkaian
video output serta katoda dan grid CRT.

Penskoran Jawaban dan Pengolahan Nilai

1. Jawaban yang benar diberikan skor 2


2. Jawaban yang salah diberikan skor 0
Nilai KD = Jumlah peroleh skor/jumlah skor maksimal x nilai maksimal
Pengolahan Nilai
No soal Skor Nilai
1 2
2 2
3 2 (10/10) x100 = 100
4 2 (jumlah skor/skor maks jumlah soal) x nilai maks)
5 2
Jumlah 10
2. Ranah Penilaian Psikomotorik
Teknik penilaian : Observasi
Instrumen : Daftar cek/skala
Bobot : 30%
Prosedur penilaian :
Aspek yang dinilai Teknik Waktu penilaian
Penilaian
Terampil saat menganalisis masalah Pengamatan Penyelesaian
tugas kelompok
Terampil mengakses dan mengorganisasi
informasi.
Terampil saat berdiskusi dan presentasi.

Daftar cek/skala penilaian keterampilan :


Keterampilan
Terampil saat Terampil Terampil saat
Nama menganalisis mengakses dan berdiskusi dan
No. Peserta permasalahan. mengorganisasi presentasi.
didik informasi.
R S T TS R S T TS R S T TS

1 A
2 B
3 C
Keterangan :
R : Rendah jika sama sekali tidak terampil menerapakan konsep pemmancar dan
penerima remote control dalam menganalisis permasalahan/mengakses dan
mengorganisasi informasi/ berdiskusi dan presentasi.
S : Sedang jika kurang terampil menerapakan konsep pemmancar dan penerima
remote control dalam menganalisis permasalahan/ mengakses dan
mengorganisasi informasi/berdiskusi dan presentasi.
T : Tinggi jika terampil menerapakan konsep pemmancar dan penerima remote
control dalam menganalisis permasalahan/mengakses dan mengorganisasi
informasi/berdiskusi dan presentasi, tetapi belum tepat.
TS : Tinggi sekali jika sangat terampil menerapakan konsep pemmancar dan
penerima remote control dalam menganalisis permasalahan/mengakses dan
mengorganisasi informasi/ berdiskusi dan presentasi, dan sudah tepat.
3. Ranah Penilaian Afektif
Teknik penilaian : Observasi
Instrumen : Daftar cek/skala
Bobot : 30%

Prosedur penilaian :

Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu penilaian

Kerjasama Pengamatan Selama pembelajaran


Kedisipinan dan saat diskusi

Tanggung jawab
Ketekunan
Kemandirian

Daftar cek/skala penilaian sikap :

Keterampilan

Kemandirian
Kedisiplinan

Ketekunan
Kerjasama

Tanggung

Nama
No
jawab

Peserta
.
didik
TS

TS

TS

TS

TS
R

R
T

T
S

1 A
2 B
3 C

Keterangan :
R : Rendah jika sama sekali tidak bersikap (bekerjasama/disiplin/ bertanggung
jawab/tekun/mandiri).
S : Sedang jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap
(bekerjasama/disiplin/bertanggung jawab/tekun/mandiri).
T : Tinggi jika menunjukkan sikap (bekerjasama/disiplin/ bertanggung
jawab/tekun/mandiri), tetapi masih belum ajeg/konsisten.
TS : Tinggi sekali jika menunjukkan sikap (bekerjasama/disiplin/ bertanggung
jawab/tekun/mandiri) secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
4. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
a) Remedial : Peserta didik yang tidak mencapai KKM =75, mengikuti remedial
proses dan penilaian.
b) Pengayaan : Peserta didik yang telah tuntas, ditugasi menjadi tutor sebaya bagi
yang belum tuntas.

Bandung, Maret 2019


Kepala Sekolah
Mahasiswa PPL
SMK Negeri 6 Bandung

Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd Novia Karostiani


NIP. 196505171988031009 NIM. 1503449
Lampiran 1 Materi Pembelajaran

1. Rangkaian Penala (Tuner)


Rangkaian ini terdiri dari penguat frekuensi tinggi ( penguat HF ), pencampur (mixer), dan
osilator lokal. Rangkaian penala berfungsi untuk menerima sinyal masuk (gelombang TV)
dari antena dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.

Tuner TV

Tuner mempunyai tiga bagian utama sebagai berikut:


1. RF Amplifier, berfungsi untuk memperkuat sinyal yang diterima antena.
2. Lokal Osilator, berfungsi untuk membangkitkan sinyal frekuensi tinggi. Besar frekuensi
osilator dibuat selalu lebih besar dibandingkan frekuensi RF yang diterima antena
(sebesar frekuensi-RF+IF).
3. Mixer, oleh mixer sinyal RF dan sinyal osilator dicampur sehingga menghasilkan
frekuensi menengah atau IF. PAL tuner umumnya mempunyai frekuensi IF 38,9MHz,
tetapi ada yang mempunyai frekuensi 38MHz, sedangkan NTSC tuner mempunyai
frekuensi IF 42,75MHz.
Berfungsi sebagai pencampur frekuensi tinggi dari pemancar dan osilator lokal menjadi
frekuensi menengah (Intermediet Frequency /IF). Gelombang TV yang diterima TV
dicampur dengan output osilator lokal dengan menggunakan pencampur (mixer) dan
diubah menjadi sinyal IF (Intermediate) gambar yang mempunyai frekuensi sama dengan
selisih kedua frekuensi. Frekuensi pembawa sinyal IF gambar adalah 38,9 Mhz dan
frekuensi pembawa sinyal suara adalah 33,4MHz.

2. Audio Processing (Pengelola Suara)


Berfungsi untuk memisahkan sinyal informasi suara dari signal pembawa frekuensi
menengah suara sehingga menjadi sinyal audio dan dapat didengar oleh manusia.

Blok Rangkaian Penguat Suara

3. Sound IF (Intermediate Frequency) Amplifier


Berfungsi sebagai penguat sinyal suara yang termodulasi gelombang FM 5,5 MHz yang
kemudian diumpankan ke detector dimana sebelum masuk ke begian detector terlebih dahulu
difilter dengan frekuensi kerja 5,5 MHz, sehingga selain frekuensi gelombang 5,5 FM, maka
akan ditahan dan melewatkan sinyal suara saja.

Blok Rangkaian IF Amplifier

4. FM (Frequency Modulation) Detector

Berfungsi sebagai pemisah frekuensi suara dari pembawanya (carrier frequency) yang
termodulasi FM.
5. Power Amplifier (Sound Output)
Berfungsi sebagai penguat sinyal suara untuk mendapatkan sinyal yang cukup untuk
menggetarkan loudspeaker.

6. Loudspeaker
Berfungsi sebagai alat pengolah sinyal suara agar dapat didengar oleh manusia, yaitu dengan
mengubah sinyal suara menjadi suara.

7. Pemrosesan Video
 Penguat IF (Intermediate Frequency)
Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal output yang dihasilkan Tuner hingga
1.000 kali. Karena output tuner merupakan sinyal yang lemah dan sangat tergantung pada
jarak pemancar, posisi penerima, dan bentang alam. Rangkaian ini juga berguna untuk
membuang gelombang lain yang tidak dibutuhkan dan meredam interferensi pelayangan
gelombang pembawa suara yang mengganggu gambar.

Penguat IF

Dalam penguat IF gambar, untuk mencegah sinyal-sinyal pengganggu yang tidak


diperlukan, dipergunakan dua buah penjebak (trap), yaitu penjebak pembawa suara kanal
rendah yang berdekatan, dan perangkap bembawa gambar kanal tinggi yang berdekatan,
dan juga pelayangan (beat) antar pembawa-pembawa itu, dihilangkan. Pada waktu
menerima gelombang TV warna interfrensi pelayangan dari pembawa suara dengan sub
pembawa warna merusak gambar yag dihasilkan. Untuk menghilangkan interfrensi
pelayangan pembawa suara, maka pembawa suara diredam sekitar 54dB dalam penguat
IF gambar dan pula dalam detector video berikutnya. Maka penerima TV warna berbeda
dengan penerima TV hitam putih. Pembawa suara pada TV warna dikeluarkan sebelum
tingkat detektor video dan diberikan ke detektor IF suara yang dipasang terpisah denga
detector video.

Hubungan antara karakteristik respom frekuensi penguat IF gambar dengan sinyal output video detector

 Rangkaian Detektor Video


Sinyal video komposit dideteksi oleh detektor video dari sinyal IF gambar. Biasanya
untuk rangkaian detektor video digunakan detector dioda. Rangkaian ini berfungsi
sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang keluar dari penguat IF gambar. Selain itu,
rangkaian ini berfungsi pula sebagai peredam dari sinyal yang mengganggu karena
apabila ada sinyal lain yang masuk akan mengakibatkan buruknya kualitas gambar. Salah
satu sinyal yang diredam adalah sinyal suara. Ada dua macam metode deteksi, pertama
menggunakan detektor dioda dan yang lain digunakan detector pulsa sinkronisasi, ini
diproduksi berkat perkembangan teknologi IC. Pada metode deektor sinkronisasi, pulsa
sinkronisasi diambil dari pembawa IF gambar dan diberikan ke detector sinkronisasi.
Sinyal output hasil deteksi akan keluar hanya bila diberikan pulsa sinkronisasi.
 Video Amplifier
Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yang berasal dari detektor video
sehingga dapat menjalankan layar kaca atau CRT (catode ray tube}. Di dalam rangkaian
penguat video terdapat pula rangkaian ABL (automatic brightnees level) atau pengatur
kuat cahaya otomatis yang berfungsi untuk melindungi rangkaian tegangan tinggi dari
tegangan muatan lebih yang disebabkan oleh kuat cahaya pada layar kaca.

Diagram blok penguat video

Sebuah jaringan penunda (delay line) dipasang pada kedua penguat depan untuk menunda
memperlambat sinyal luminan. Pada penguat tingkat kedua dan tingkat ketiga, penguatan
atau kontras gambar dapat diatur. Dan untuk menghilangkan komponen krominan sub
pembawa, dipasang penjebak 4,43 MHz. Lebih lanjut sebuah rangkaian pengoreksi
respon frekuensi tinggi gambar juga dipasang. Pada tingkat akir penguat, dipasang
rangkaian rangkaian penyetel kuat cahaya, rangkaian penghilang garis flyback, ABL
(automatic Brightness Limiter) dan rangkaian pembangkit komponen DC untuk gambar.

 AGC (Automatic Gain Control)


Penguatan penerima TV warna dikontrol secara otomatis dengan rangkain AGC yang
tergantung pada kuat medang gelombang TV yang diterima, sehingga output detector
video dapat dibuat selalu konstan. Gambar di bawah ini menunjukan diagram AGC.
Dengan mendeteksi perubahan output detector video dapat dibuat tegangan AGC yang
diumpan balikkan ke penguat HF dan penguat IF gambar.
Diagram blok rangkaian AGC

Blok Rangkaian AGC

Ada tiga macam metode mendeteksi tegangan AGC dari sinyal video komposit, yaitu :
a. Menggunakan tingkat rata-rata
AGC tipe ini memakai deteksi tingkat rata-rata (average level) sinyal video komposit.
Karena rangkaian tipe AGC ini sangat sederhana dan dikontorl oleh harga ratarata
sinyal video komposit maka gangguan oleh derau (noise) sangat kecil. Tetapi harga
rata-rata berubah, terhadap sinyal pemodulasi, juga kontras gambar dirubah, maka
AGC ini sekarang tidak dipakai lagi.
b. Menggunakan deteksi tingkat puncak (pick level)
AGC tipe ini diatur oleh tingkat puncak hitam sinyal video komposit, yaitu tingkat
ujung-ujung pulsa sinkronisasi yang tidak dirubah oleh sinyal prooduksi. Meskipun
output tegangan feedback AGC tipe ini besar, bila terdapat derau yang melebihi pulsa
sinkronisasi maka tegangan AGC dapat dirubah oleh derau tadi. Maka dipasang
rangkaian pembuang derau sebelum rangkaian deteksi AGC itu.
c. Metode penguncian (keyed)
AGC jenis ini bekerja pada saat ketika ada pulsa sinkronisasi horizontal, dan ini lebih
sedikit tergantung oleh derau (nois). Sebagai tambahan karena dapat dipilih konstanta
waktu pengisian/pemuatan yang kecil maka sistim AGC terkunci ini dapat mengikuti
perubahan dengan cepat terhadap sinyal input seperti misalnya gejala
flutter/menggelempar.

 Rangkaian Defleksi Sinkronisasi


Rangkaian ini terdiri dari empat blok, yaitu: rangkaian sinkronisasi, rangkaian defleksi
vertikal, rangkaian defleksi horizontal, dan rangkaian pembangkit tegangan tinggi.
Bagian-bagian dari rangkaian horisontal meliputi :
1. Osilator Horisontal, Sebagai pembangkit pulsa frekuensi horisontal. Pada sistem
CCIR frekuensi horisontalnya adalah 15.625 Hz, dan pada sistem FCC frekuensi
horisontalnya adalah 16.750Hz.
2. Horisontal Driver, dipakai untuk memperkuat frekuensi horisontal dari osilator guna
menyediakan arus yang cukup untuk mendriver transistor horisontal output (HOT),
sehingga transistor HOT berlaku sebagai saklar.
3. Horisontal Output (HOT), output berfungsi untuk menyediakan power arus gigi
gergaji untuk diumpankan ke kumparan defleksi horisontal. Dari transistor HOT
kemudian dikopel secara kapasitip ke kumparan defleksi yoke. Pada umumnya
transistor HOT TV warna mendapat tegangan DC sekitar 110 V. Trafo plyback
(FBT, HVT) dipasang pada bagian HOT, dengan memanfaatkan arus gigi gergaji saat
horisontal retrace yang dapat menginduksikan tegangan sangat tinggi.

 Defleksi Yoke Horizontal


Berfungsi sebagai berikut :
1. Menghasilkan arus defleksi yang cukup untuk Deflection Yoke untuk scanning
electric beam dalam arah horizontal.
2. Membangkitkan tegangan tinggi melalui gulungan skunder fly back, dan tegangan
ini diumpankan ke elektroda anoda CRT dan elektroda fokus.
 High Voltage Supply (Fly Back)
Berfungsi sebagai penghasil tegangan tinggi untuk dapat mencatu (mengaktifkan) layer
CRT agar dapat menghasilkan elektron-elktron yang dapat menampilkan gambar.
Tegangan input yang diolah berasl dari tegangan VCC dengan dipengaruhi adanya kerja
transistor horizontal output dengan frekuensi tinggi. Tegangan tinggi ini digunakan
untuk mencatu anoda CRT, sedangkan tegangan menengah digunakan untuk mencatu
rangkaian video output serta katoda dan grid CRT.

8. Rangkaian Catu Daya (Power Supply)


Rangkaian ini berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi DC yang selanjutnya
didistribusikan ke seluruh rangkaian. Pada gambar di bawah, rangkaian catu daya dibatasi
oleh garis putih pada PCB dan daerah di dalam kotak merah. Daerah di dalam garis putih
adalah rangkaian input yang merupakan daerah tegangan tinggi (live area). Sementara itu,
daerah di dalam kotak merah adalah output catu daya yang selanjutnya mendistribusikan
tegangan DC ke seluruh rangkaian TV.

9. Degausing Coil
Degausing coil adalah nama untuk lilitan kawat tembaga, berfungsi untuk menjernihkan CRT
dari adanya inpurity karena pengaruh medan magnet baik itu magnet buatan atau pengaruh
induksi magnet bumi.
Lampiran 2 Jobsheet Rangkaian Penerima Televisi

SMKN 4 BANDUNG JOB SHEET NO : 01/RTV/2019


SK: RTV JUDUL: WAKTU :
PSK : AUDIO VIDEO PENGUAT DAYA NAMA :
FREKUENSI RADIO
TK/SEMESTER : XI/3 KELAS :

1. Indikator
1.1 Menyusun diagram blok penerima televisi.
1.2 Menerapkan bagian -bagian rangkaian dari skematik diagram penerima televisi.

2. Pendahuluan
Bagian-bagian dari penerima televisi analog adalah sebagai berikut diantaranya :
 Rangkaia penala : Rangkaian ini terdiri dari penguat frekuensi tinggi ( penguat HF ),
pencampur (mixer), dan osilator lokal. Rangkaian penala berfungsi untuk menerima
sinyal masuk (gelombang TV) dari antena dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi
IF.
 Audio Processing (Pengelola Suara) : Berfungsi untuk memisahkan sinyal informasi
suara dari signal pembawa frekuensi menengah suara sehingga menjadi sinyal audio
dan dapat didengar oleh manusia.
 Audio Processing (Pengelola Suara) : Berfungsi untuk memisahkan sinyal informasi
suara dari signal pembawa frekuensi menengah suara sehingga menjadi sinyal audio
dan dapat didengar oleh manusia.
 FM (Frequency Modulation) Detector: Berfungsi sebagai pemisah frekuensi suara dari
pembawanya (carrier frequency) yang termodulasi FM.
 Power Amplifier (Sound Output) :Berfungsi sebagai penguat sinyal suara untuk
mendapatkan sinyal yang cukup untuk menggetarkan loudspeaker.
 Loudspeaker :Berfungsi sebagai alat pengolah sinyal suara agar dapat didengar oleh
manusia, yaitu dengan mengubah sinyal suara menjadi suara.
 Pemrosesan Video
 Rangkaian Catu Daya (Power Supply) : Rangkaian ini berfungsi untuk mengubah
tegangan AC menjadi DC yang selanjutnya didistribusikan ke seluruh rangkaian. Pada
gambar di bawah, rangkaian catu daya dibatasi oleh garis putih pada PCB dan daerah
di dalam kotak merah. Daerah di dalam garis putih adalah rangkaian input yang
merupakan daerah tegangan tinggi (live area). Sementara itu, daerah di dalam kotak
merah adalah output catu daya yang selanjutnya mendistribusikan tegangan DC ke
seluruh rangkaian TV.
3. Tujuan
Menunjukan sikap tanggung jawab dalam melakukan analisis bagian -bagian
rangkaian dari skematik diagram penerima televisi.
4. Alat dan Bahan

Alat Jumlah
Obeng positif 1

Bahan Jumlah
Televisi Tabung 1 (5x5 cm)

5. Langkah Kerja
5.1. Siapkan semua alat dan bahan
5.2. Buka case televisi tabung
5.3. Analisis bagian-bagian blok televisi tersebut dengan memberi tanda pada foto blok
penerima televisi
5.4. Lakukan pengamatan dan buatlah kesimpulan dari hasil percobaan

6. Tabel Pengamatan

Gambar Blok Penerima TV


Rangkaian Penerima Televisi

No Bagian Kode

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Keterangan : Beri kode berbeda pada setiap blok


7. Pertanyaan dan Tugas
7.1.Isilah tabel sesuai dengan hasil pengamatan
7.2.Buat analisis dan kesimpulan hasil percobaan?

6.Hasil Pengamatan
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………