Anda di halaman 1dari 5

PEMASANGAN NASOGASTRIC TUBE

No. Kode : Ditetapkan Oleh Kepala


Terbitan : Puskesmas
No. Revisi : Oro Oro Ombo
SPO Tgl. Mulai Berlaku :
PUSKESMAS
ORO ORO OMBO
Halaman :
Neva Chandra,SKM,M.Mkes
NIP: 19701118199703 2 004

1. Pengertian Memasukan selang / Naso Gastric Tube ke dalam lambung melalui


hidung.

2. Tujuan 1. Untuk mengkaji fungsi dan isi dari lambung.


2. Untuk dekompresi saluran cerna bagian atas.

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas tentang pelayanan klinis

4. Referensi Buku Pedoman Perawatan dasar Depkes RI Tahun 2005.


5. Alat dan Bahan 1. Pipa lambung nomornya disesuaikan dengan kebutuhan, kalau
hanya untuk nutrisi pakai ukuran kecil.
2. Spuit 50 cc untuk irigasi.

3. Larutan PZ atau air untuk irigasi.

4. Jelly

5. Stetoskop

6. Mesin suction.

7. Plester

8. Bengkok

9. Sarung tangan.

10. Perlak atau kain pengalas.

a. Langkah- Langkah
1. Posisi pasien semi fowler, kepala sedikit fleksi.

2. Memberi tahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan.

3. Perawat cuci tangan dan memakai sarung tangan.

4. Ukur panjang pipa lambung yang akan dimasukan dengan cara ujung pipa ditempatkan
di telinga luar, ulur sampai ke lubang hidung pada sisi yang sama kemudian turunkan
mencapai xyphoid. Beri tanda batas pada pipa tersebu.

5. Beri pelicin jelly, jangan telalu banyak.

6. Masukkan pipa secara halus dan pelan-pelan melalui salah satu lubang hidung.

7. Setelah masuk ke rongga pharing pasien disuruh melakukan gerakan seperti menelan.

8. Masukkan pipa sampai batas yang telah ditentukan.


9. Bila pasien batuk / sesak segera cabut.

10. Untuk memastikan letak: aspirasi isi lambung / beri udara dengan spuit dan dengarkan
dengan stetoskop di daerah epigastrium.

1. Fiksasi dengan benar.


2. Hubungkan dengan drain bag / suction tekanan rendah. Posisi bag harus selalu lebih
rendah dar lambung.

PERAWATAN

1. Periksa batas tiap kali pergantian jaga.


2. Jaga supaya jangan buntu.

3. Perhatikan jumlah dan warna aspirat.

4. Irigasi setiap 2 – 4 jam / setiap kali pemberian nutrisi / obat.

5. Catat intake dan out put setiap 6 jam.

6. Tutup pipa selam 30 menit setiap kali pemberian obat.

7. Lepaskan dan ganti plesternya setiap hari untuk menghindari nekrosis lubang hidung.

7. Hal-hal yang perlu - Observasi kesadaran, tanda vital pasien selama pemasangan
diperhatikan nasogastrictube
- warna, jumlah cairan lambung
8. Unit terkait 1. Klinik Umum
2. Rawat Inap
3. Ambulance rujukan
8. Dokumen terkait 1. Rekam Medis
2. Catatan tindakan.
Pelaksana Mutu Baku Ket

Uraian Prosedur
DOKTER PERAWAT
Kelengkapan Waktu Output

1. Memberitahu kepada pasien atau keluarga Ruangan 2 menit Tanda tangan


tentang tindakan yang akan dilakukan, serta tindakan/form pasien/keluarga
Mulai
meminta persetujuan pasien inform consent

2 Pasien diposisikan sesuai dengan Tempat tidur 2 menit Pasien berbaring


kebutuhan yaitu semi fowler, kepala pasien di tempat tidur

sedikit fleksi

3 Mencuci tangan & memakai handscoon Air mengalir/ 1 menit Handscoon


antiseptik/ terpakai di tangan
handscoon petugas

4 Mengukur panjang pipa lambung yang pipa lambung 1 menit Kedalaman pipa
akan dimasukan dengan cara ujung pipa lambung yg
ditempatkan di telinga luar, ulur sampai ke dimasukkan
lubang hidung pada sisi yang sama melalui hidung sp
lambung bisa
kemudian turunkan mencapai xyphoid.
diketahui
Beri tanda batas pada pipa tersebut

5 Memberi pelicin jelly pada pipa lambung, jelly 1 menit Pipa lambung
jangan telalu banyak. terlapisi jelly
Pelaksana Mutu Baku Ket

Uraian Prosedur
DOKTER PERAWAT
Kelengkapan Waktu Output

6 Memasukkan pipa secara halus dan Pipa lambung 1 menit Pipa lambung
pelan-pelan melalui salah satu lubang masuk melalui
hidung. lubang hidung
melalui faring ke
Setelah masuk ke rongga pharing pasien arah lambung
disuruh melakukan gerakan seperti penderita
menelan.

Memasukkan pipa sampai batas yang telah


ditentukan.

Bila pasien batuk / sesak segera cabut

7 Untuk memastikan letak: aspirasi isi Spuit 10 cc/ 1 menit Auskultasi


lambung / beri udara dengan spuit dan stetoskop stetoskop di
dengarkan dengan stetoskop di daerah epigastrium
epigastrium terdengar suara
udara masuk

8 Memfiksasi pipa lambung di hidung Plester/gunting 1 menit Pipa lambung


dengan benar supaya tdk bergeser /cutter terfiksasi di
hidung penderita

9 Menghubungkan pipa lambung dengan Drain bag 1 menit Drain bag


drain bag / suction tekanan rendah. Posisi terhubung dg
bag harus selalu lebih rendah dari pipa lambung
lambung.
Pelaksana Mutu Baku Ket

Uraian Prosedur
DOKTER PERAWAT
Kelengkapan Waktu Output

10 PERAWATAN Catatan medis 5 menit Pengisian catatan


medis :
Periksa batas tiap kali pergantian jaga.
-warna & jumlah
Jaga supaya jangan buntu. ciran lambung

Perhatikan jumlah dan warna aspirat. -irigasi pipa


lambung tiap 2-4
Irigasi setiap 2 – 4 jam / setiap kali jam
pemberian nutrisi / obat.
-intake & output
Catat intake dan out put setiap 6 jam. tiap 6 jam

Tutup pipa selam 30 menit setiap kali -mennganti


pemberian obat. plester tiap hari

Lepaskan dan ganti plesternya setiap hari selesai

untuk menghindari nekrosis lubang


hidung.