Anda di halaman 1dari 2

Anakku MAFAZA PUTRI ARRAHMA

Maafkan Abi dan Umi ya nak…


Sebab Abi dan Umi tidak mampu memberi waktu lebih banyak untukmu.
Sebab Abi dan Umi tidak mampu berkata manis dan indah buatmu.
Sebab Abi dan Umi tidak sanggup memenuhi semua kebutuhanmu.
Sebab Abi dan Umi selalu marah padamu.
Sebab Abi dan Umi selalu jarang memperhatikanmu.
Sebab Abi dan Umi selalu mengandalkan ibumu untuk memperhatikanmu.
Sebab Abi dan Umi jarang dan hampir tidak pernah berbicara berdua denganmu untuk
mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi bagimu.

Anakku MAFAZA PUTRI ARRAHMA


Ketahuilah…. Bahwa dulu dan sampai detik ini, kehadiranmu di dunia ini merupakan sesuatu yang
indah di mata Abi dan Umi. Kehadiranmu di dunia ini merupakan wujud harapan dan kecintaan
kami. Abi dan Umi bahagia sekali karena hadirnya dirimu. Setiap kali Abi dan Umi pulang kerja
dalam kondisi tubuh yang letih, kemudian Abi dan Umi melihatmu, maka lenyap semua letih yang
menyelimuti tubuh ini.

Setiap kali Abi dan Umi bekerja, yang Abi dan Umi ingat dan pikirkan adalah dirimu. Biarlah Abi
dan Umi mengucurkan keringat, biarlah Abi dan Umi harus berkotor ria di badan ini, biarlah Abi
dan Umi yang susah untuk mengumpulkan uang demi untuk memenuhi kebutuhanmu. Abi dan
Umi tidak mau hidup kamu susah seperti hidup Abi dan Umi dan ibumu.

Anakku MAFAZA PUTRI ARRAHMA


Mengapa Abi dan Umi tidak memanjakanmu? Sebab dunia ini keras Nak… Sebab dengan
memanjakanmu membuat kamu lemah menghadapi kehidupan ini.

Mengapa Abi dan Umi sering memarahimu? Sebab Abi dan Umi mau kamu tegar, bermental baja
dan teguh dalam menghadapi kehidupan ini nantinya begitu kamu menikah.

Mengapa Abi dan Umi jarang mendengarkan keluhanmu? Sebab keluhan kepada manusia
bukanlah tempatnya yang tepat. Mengeluhlah kepada yang telah menciptakan Abi dan Umi dan
kamu.

Mengapa Abi dan Umi jarang bersamamu menikmati hari-hari yang indah ini? Sebab Abi dan Umi
sudah menitipkan kamu kepada Allah yang Maha Mengatur Segala Sesuatu. Abi dan Umi percaya
bahwa Allah akan menjagamu lebih dari yang Abi dan Umi mampu.

Anakku MAFAZA PUTRI ARRAHMA


Ketahuilah satu hal….
Yang Abi dan Umi mau,… kamu tegar dalam menghadapi hidup ini.
Yang Abi dan Umi mau…. Kamu mampu berbakti kepada suamimu kelak jika kamu sudah
menikah
Yang Abi dan Umi mau…. Kamu bertanggung jawab nantinya kepada istri dan anakmu.
Yang Abi dan Umi mau…. Kamu selalu beribadah kepada-Nya
Yang Abi dan Umi mau…. Kamu menjadi yang lebih baik dariku.

Abi dan Umi tidak butuh uangmu jika saat nanti kamu kaya, sebab Abi dan Umi membesarkanmu
bukanlah untuk mendapatkan imbalan. Abi dan Umi tidak butuh jabatan dari kedudukanmu nanti,
sebab Abi dan Umi mendidikmu untuk mandiri.

Inilah suara hatiku Anakku….


Abi dan Umi sedih sebab kamu curhat kepada gurumu tentang diriku….
Abi dan Umi sedih sebab kamu berkeluh kesah bukan kepada Allah.
Sebab Abi dan Umi tidak pernah berkeluh kesah padamu.
Maafkan Abi dan Umimu ini ya Nak… sebab Abi dan Umi tidak bisa menjadi Abi dan Umi yang
seperti kamu harapkan. Tapi Percayalah, usahaku, kerjaku, perhatianku, dan marahku ini semua
demi kebaikanmu agar kamu mendapatkan ridho Allah SWT.

Satu pinta Abi dan Umi padamu Nak…..


Doakan Abi dan Umi dan ibumu saat kami harus berpulang kembali kepada Allah. Doakanlah
kami agar Allah menyayangi kami sebagaimana kami menyayangimu. Hanya itu pinta kami.
Sebab KAMI SELALU MENYAYANGIMU ANAKKU….!!