Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN MINI RISET

MK. KEWIRAUSAHAAN

STUDI KELAYAKAN BISNIS FURNITURE


KAYU DI MEDAN

Agape M Desi R Sitompul Doni Naibaho Putri Aprillia Wirmansyah


Panjaitan Tampubolon Simanulang

DOSEN PENGAMPU : Dr. Darwin, ST., M.Pd


MATA KULIAH :KEWIRAUSAHAAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019

0
1
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN MINI RISET KEWIRAUSAHAAN

STUDI KELAYAKAN BISNIS FURNITURE DI MEDAN

OLEH :

1. Agape M Panjaitan (515331001)


2. Desi Rentaria Sitompul (5153311009)
3. Doni Naibaho (5153311011)
4. Putri Aprillia Tampubolon (5153311028)
5. Wirmansyah Simanulang (5153311039)

Medan, April 2019


Dosen Pengampu Koordinator

Dr. Darwin, ST., M.Pd Agape M Panjaitan


NIP. 19641231199103 1 042 NIM. 5153311001

ii
STRUKTUR ORGANISASI TIM DAN TUGASNYA

1) Agape M Panjaitan
(Koordinator & membahas tentang aspek hukum)
2) Dhesi R Sitompul
(Anggota serta membahas tentang aspek sosial, ekonomi dan budaya)
3) Doni Naibaho
( Anggota serta membahas tentang aspek pasar dan pemasaran)
4) Putri A Tampubolon
(Anggota serta membahas tentang aspek teknik dan teknologi)
5) Wirmansyah Simanulang
(Anggota serta membahas tentang aspek manajemen dan keuangan)

Koordinator

Agape M Panjaitan
5153311028

Anggota 1 Anggota2 Anggota 3 Anggota 4

Dhesi R Sitompul Doni Naibaho Putri A Tampubolon Wirmansyah


5153311009 5153311011 5153311028 5153311039

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Mini Riset
Kewirausahaan. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Dr. Darwin, S.T., M.Pd. selaku
Dosen mata kuliah Kewirausahaan di UNIMED yang telah memberikan tugas ini kepada
kami.

Kami sangat berharap Rekaysa Ide Kewirausahaan ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai studi kelayakan bisnis khususnya
bisni furniture. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam Mini Riset ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik,
saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Medan, 31 Maret 2019

Kelompok 5

iv
DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ...................................................................................................................... I


Struktur Organisasi Tim ..............................................................................................................II
Kata Pengantar ...........................................................................................................................III
Daftar Isi .......................................................................................................................................... I

Bab 1 (Pendahuluan) .................................................................................................................... 1


A. Latar Belakang Studi Kelayakan Bisnis ........................................................................... 1
B. Tujuan ................................................................................................................................... 2
C. Manfaat ................................................................................................................................. 2

Bab 2 (Landasan Teori) ................................................................................................................ 3


A. Aspek Hukum Dan Indikatornya ..................................................................................... 3
B. Aspek Sosial, Ekonomi Dan Budaya Serta Indikatornya ............................................. 3
C. Aspek Pasar Dan Pemasaran Serta Indikatornya .......................................................... 4
D. Aspek Teknik Dan Teknologi Serta Indikatornya .......................................................... 7
E. Aspek Manajemen Dan Indikatornya ............................................................................ 10
F. Aspek Keuangan Dan Indikatornya............................................................................... 10

Bab 3 (Metode Penelitian) ................................................................................................................... 12

A. Tempat Dan Waktu Survey .......................................................................................... 12


B. Subjek Survey ................................................................................................................. 12
C. Jenis Data Berdasarkan Survey..................................................................................... 12
D. Teknik Dan Instrumen Pengambilan Data ................................................................. 12
E. Teknik Analisis Data ...................................................................................................... 14

Daftar Pustaka .............................................................................................................................. V


Lampiran ............................................................................................................................................VI
Lembar Wawancara ..................................................................................................................VII
Lembar Pengamatan Observasi Studi Kelayakan Bisnis Furniture Di Medan ................. VII

v
0
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Furniture merupakan perangkat pengisi suatu interior yang berfungsi sebagai


aksesoris pelengkap ruangan. Furniture dapat disebut juga dengan istilah mebel.
Mebel berasal dari kata movable, yang artinya bisa bergerak atau berpindah.
Furniture juga bisa dijadikan sebagai bagian perabot rumah tangga. Sehingga apabila
seseorang hendak membeli mebel/furniture, mereka merancang untuk disesuaikan
terlebih dahulu model mebel yang cocok dengan kondisi ruangan baik itu dari segi
ukuran maupun tema interiornya.

Dalam usaha Furniture ini merupakan suatu produk mebel berbahan dasar kayu
jati model mebel yang diadopsi dari Jepara. Produk mebel yang akan di produksi oleh
Sinar Furniture antara lain Kusen Pintu, Kusen Jendela, Pintu, Jendela, Kursi (sofa),
Kursi Biasa, Meja Ruangtamu, Meja Makan, Almari Pajang (Bifed), Almari Biasa.

Dengan kehalusan tekstur dan keindahan warna kayunya, Jati digolongkan sebagai kayu
mewah.Oleh karena karakternya itu, kusen kayu jati sangat banyak diminati, karena
memiliki kualitas yang berkelas.

Kayu jati merupakan kayu kelas satu karena kekuatan, keawetan dan
keindahannya.Secara teknis, kayu jati memiliki kelas kekuatan I dan kelas keawetan I.
Kayu ini sangat tahan terhadap seranganrayap.Kayu teras jati berwarna coklat muda,
coklat kelabu hingga coklat merah tua.Kayu gubal, di bagian luar, berwarna putih dan
kelabu kekuningan.

Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dikerjakan, sehingga disukai
untuk membuat kusen pintu dan ukir-ukiran.Kayu yang diampelas halus memiliki
permukaan yang licin dan seperti berminyak. Pola-pola lingkaran tahun pada kayu teras
nampak jelas, sehingga menghasilkan gambaran yang indah.
1
B. Tujuan usaha Furniture yaitu :
1. Menyajikan produk mebel berbahan dasar kayu yang lebih bervariasi dan unik.
2. Menarik minat bagi masyarakat ekonomi menengah ke atas terutama pecinta
furniture etnik.
3. Untuk memenuhi mata kuliah kewirausahaan

C. Manfaat usaha Sinar Furnitureyaitu :


1. Dapat menambah pengalaman dalam mengembangkan usaha.
2. Mendapatkan metahui keuntungan dalam usaha tersebut.
3. Mengetahui manfaat dalam mendirikan usaha

2
BAB II

LANDASAN TEORI

A. ASPEK HUKUM DAN INDIKATOR NYA

1) Badan Hukum Organisasi


Setelah mempertimbangkan skala usaha dan juga tujuan pendirian organisasi maka
diputuskan bahwa bentuk badan hukum yang paling sesuai untuk organisasi yang
akan didirikan ini adalah Perusahaan Perorangan (Po).
2) Jenis-Jenis Perijinan yang Diperlukan
Untuk mendapatkan legalitas usaha, maka organisasi harus mendapatkan perizinan
dalam melakukan operasinya. Prosedur pendirian Perusahaan Peroranganadalah
sebagai berikut :
 SIU (Surat Izin Usaha) :Pengurusan surat izin usaha ini dilakukan di Balai Kota
Medan.
 SITU (Surat Izin Tempat Usaha): Pengurusan surat izin usaha ini dilakukan di
Balai Kota Medan.
 NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak): Pengurusan surat izin usaha ini dilakukan
dikantor Pajak.
B. ASPEK SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA SERTA INDIKATORNYA

Menyangkut Dampak Yang Diberikan Kepada Masyarakat Sekitar , Karena Adanya


Suatu Kegiatan Usaha Tersebut, Diantaranya:

1) Dari Sisi Budaya, Apa Dampak Keberadaan Bisnis Kita Terhadap Kehidupan
Masyarakat, Kebiasaan Adat Setempat, Dan Lain-Lain.

2) Dari Sudut Ekonomi, Seperti Seberapa Besar Tingkat Pendapatan Per Kapita
Penduduk, Apakah Proyek Dapat Mengubah Atau Justru Mengurangi Income Per
Capita Penduduk Setempat, Pendapatan Nasional Atau Upah Rata-Rata Tenaga
Kerja Setempat Atau UMR.

3
3) Dan Dari Segi Sosial, Apakah Dengan Adanya Bisnis Kita, Menjadi Semakin Ramai,
Lalu Lintas Semakin Lancar, Adanya Jalur Komunikasi, Penerangan Listrik Dan
Lainnya, Pendidikan Masyarakat Setempat Dan Untuk Mendapatkan Itu Semua
Adalah Dengan Wawancara, Kuesioner, Dokumen, Dan Lain-Lain. Untuk Melihat
Apakah Suatu Proyek Layak Atau Tidak Dilakukan Dengan Membandingkan
Keinginan Investor Atau Pihak Yang Terkait Dengan Sumber Data Yang Terkumpul.

C. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN DAN INDIKATORNYA

Aspek Pemasaran Analisis terhadap aspek pasar dan pemasaran pada suatu usaha,
ditujukan untuk mendapatkan gambaran tentang (Husnan dan Suwarsono, 1991) : (a)
Potensi pasar bagi produk yang tersedia untuk perencanaan jangka panjang, resiko
dan asumsi. Kotler (1993) menambahkan elemen lainnya yaitu lokasi, iklan dan
promosi, serta sistem penetapan harga. Tujuan lain dari bisnis di samping untuk
memenuhi kebutuhan manusia adalah untuk memperoleh keuntungan sehingga
investor berani memikul resiko menanam modal dalam kegiatan bisnis (Brown dan
Petrello, 1976). Untuk mengurangi kegagalan pada pendirian suatu proyek bisnis,
diperlukan suatu perencanaan secara sistematis dan terpadu melalui serangkaian
kegiatan yang pada akhirnya akan mencerminkan suatu studi kelayakan. Pembahasan
elemen-elemen pada rencana bisnis akan dicakup dalam pembahasan aspek-aspek
dari studi kelayakan yang cocok, yang disesuaikan dengan karakteristik proyek bisnis
yang direncanakan. Aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut :

a. Aspek Manajemen Operasi Analisis manajemen operasional perusahaan


meliputi kebutuhan tenaga kerja, bentuk dan struktur organisasi perusahaan.
Analisis kebutuhan tenaga kerja didasarkan pada kebutuhan pada proses
produksi, manajemen dan proses administrasi. Struktur formal organisasi dapat
membantu menjelaskan wewenang tugas dan tanggung jawab manajemen.
b. Aspek Pemasaran Analisis terhadap aspek pasar dan pemasaran pada suatu
usaha, ditujukan untuk mendapatkan gambaran tentang (Husnan dan
Suwarsono, 1991) :
4
1) Potensi pasar bagi produk yang tersedia untuk masa yang akan datang.
Permintaan dan penawaran produk pada masa yang akan datang, dihitung
menggunakan metode peramalan,
2) Pangsa pasar yang dapat diserap oleh usaha tersebut dari keseluruhan pasar
potensial serta perkembangan pasar tersebut dimasa yang akan datang,
3) Jenis strategi bauran pemasaran yang digunakan untuk mencapai pangsa
pasar yang telah ditetapkan. Strategi pemasaran adalah logika pemasaran
dari unit usaha dalam rangka untuk mencapai sasaran-sasaran
pemasarannya. Strategi pemasaran terdiri dari pengambilan keputusan
tentang biaya pemasaran perusahaan, bauran pemasaran dan alokasi
pemasaran (Kotler, 1997). Pada dasarnya, strategi pemasaran memberikan
arah dalam kaitannya dengan peubah-peubah seperti segmentasi pasar,
indentifikasi pasar sasaran, positioning, elemen bauran pemasaran dan biaya
bauran pemasaran. Bauran pemasaran terdiri dari empat unsur yang dikenal
dengan empat P (four P), yaitu Product (produk), price (harga), place
(tempat) dan promotion (promosi) (Tjiptono, 1997).
 Strategi Produk

Strategi produk didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilaksanakan


oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang dipasarkan.
Strategi produk yang tepat akan menempatkan perusahaan dalam suatu
posisi persaingan yang lebih unggul dari para pesaingnya. Pengertian produk
tidak dapat dilepaskan dengan kebutuhan, karena produk merupakan
sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Produk dapat mencakup
sesuatu benda fisik, jasa, prestise, tempat, organisasi maupun ide. Lima
komponen yang terdapat pada produk formal adalah desain atau bentuk
coraknya, daya tahan atau mutu, daya tarik atau keistimewaan, pengemasan
atau bungkus dan nama merek atau brand name.

5
 Strategi Harga

Strategi harga adalah satu-satunya strategi yang menghasilkan pendapatan


penjualan bagi perusahaan (Tjiptono, 1997). Strategi ini meliputi memilih
metode penetapan harga produk, memodifikasi harga yang sudah ada, serta
memprakarsai dan menanggapi perubahan harga. Tujuan dari strategi harga
ini adalah untuk mempertahankan pangsa pasar, mencapai keuntungan
maksimum dan mencapai pertumbuhan penjualan yang tinggi. Sebelum
penetapan harga dilakukan, perusahaan harus menentukan apa yang ingin
dicapai dari produk yang dipasarkannya, dengan mempertimbangkan faktor
pelanggan, pesaing dan biaya produksi.

 Strategi Distribusi

Distribusi merupakan kegiatan pemasaran yang harus dilakukan oleh


pengusaha untuk menyalurkan, menyebarkan, mengirim dan menyampaikan
barang yang dipasarkan kepada konsumen (Tjiptono, 1997). Dalam
pendistribusian ini dibutuhkan penyalur-penyalur, baik milik perusahaan itu
sendiri maupun yang bukan milik perusahaan. Perusahaan yang bergerak di
bidang distribusi ada beberapa macam, di antaranya agen, penyalur,
distributor, pedagang besar, pengecer dan perwakilan dagang di luar negeri.
Perusahaan harus mengerti berbagai jenis pengecer, pedagang grosir dan
perusahaan distribusi fisik.

 Strategi Promosi

Promosi merupakan suatu kegiatan yang menentukan dalam


meningkatkan nilai penjualan dan pertumbuhan produk. Promosi
menunjukkan berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam
mengkomunikasikan keistimewaan produk yang akan dipasarkan, membujuk
dan mengingatkan para pelanggan dan konsumen sasaran untuk membeli
produk tersebut (Kotler, 1997). Kegiatan promosi tidak boleh terhenti hanya
6
pada memperkenalkan produk kepada konsumen saja, akan tetapi perlu
dilanjutkan agar konsumen menjadi tertarik dan kemudian membeli produk
tersebut. Alat-alat yang dapat digunakan untuk mempromosikan suatu
produk ada beberapa macam (Kotler, 1997), yaitu : (a) Iklan (surat kabar,
majalah, radio, televisi, dan lain-lain), (b) Promosi penjualan (memberikan
contoh produk kepada calon konsumen atau demonstrasi ditempat yang
ramai), (c) Publisitas, (d) Personal selling (door to door selling, mail order,
telephone selling dandirect selling).

D. Aspek Teknik Dan Teknologi Serta Indikatornya


Manajemen operasional adalah seperangkat fungsi atau kegiatan manajemen yang
mliputi perencanaan, organisasi, staffing, koordinsi, pengarahaan dan pengawasan
terhadapa perusahaan. Ada 3 masalah pokok yang dihadapi perusahaan, yaitu
penentuan posisi perusahaan, masalah desain, dan masalah operasional. Kelompok
masalah sisi perusahaan, persoalan-persoalan uatamanya adalah : pemilihan
strategi perusahaan, pemilihan dan perencanaan produk, dan perencanaan kualitas.
Sedangkan kelompok masalah desain, perosalan utamana adalah : pemilihan
teknologi, perencanaan kapasitas proses produksi jasa, perencanaan tata letak
usaha. Kelompok masalah operasional meliputi : perencanaan jumlah produski,
manajemen persediaan, dan pengawasan kualitas produk.
Aspek teknik dan teknologi meliputi :
1) Penentuan strategi produksi
Dalam memproduksi barang ataupun jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen maka dilakukanlah penelitian, seperti penelitian pasar dan
pemasaran, maka dari masukan penelitian pasar dan pemasaran berikutnya akan
ditetapkan macam-macam produk yang menjadi alternatif untuk dibuat. Mengacu
pada alternatif produk yang akan dibuat akan dikaji pula kaitannya dengan aspek-
aspek yang lain seperti aspek keuangan.
2) Pemilihan dan Perencanaan Produk

7
Setelah beberapa alternatif produk telah tersaring maka selanjutnya akan dikaji
produk mana yang akan menjadi prioritas untuk diproduksi.
3) Perencanaan kualitas
Kualitas produk merupakan hal penting bagi konsumen, kualitas produk baik
yang berupa barang ataupun jasa perlu ditentukan berdasarkan dimensi-
dimensinya yaitu produk jasa atau servis Zeithaml mengemukakan lima dimensi
dalam menentukan kulitas jasa yaitu reliability, responsiveness, assurance,
emphaty, dan tangibles
4) Pemilihan teknologi
Pada saat ini pilihan teknologi untuk berproduksi baik barang maupun jasa,
telah dan sedang berkembang terus sesuqai dengan kemajuan zaman, dan akan
lebih baik dengan berkembangnya teknologi menghasilkan efisiensi yang tinggi
pada produksi. Dalam pemilihan teknologi biasanya produk dapat diproduksi oleh
beberapa cara, sehingga membuat teknologi pun perlu ditentukan secara jelas.
5) Rencana kapasitas produksi
Kapasitas di didefinisikan sebagai suatu kemampuan pembatas dari unit
produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu, akpasitas dapat dilihat dari sisi
masukan (input) atau keluaran (output).
6) Perencanaan letak pabrik
Bagi perusahaan manufaktur, letak pabrik sebagai tempat proses produksi perlu
dianalisis secara seksama karena sangat berpengaruh terhadap banyak aspek,
seperti biaya. Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan, antara lain letak
konsumen potencial, letak bahan baku utama, sumber tenaga kerja, sumber daya
seperti air, kondisi udara, tenaga listrik disekitar pabrik, fasilitas transportasi yang
memadai, fasilitas untuk pabrik, lingkungan masyarakat sekitar, peraturan
pemerintah seperti kawasan berikat dan AMDAL. Bagi perusahaan jasa dapat
dibagi dua macam yaitu pelanggan datang ke lokasi fasilitas jasa dan penyedia jasa
mendatangi konsumen
7) Perencanaan tataletak (layout)

8
Bagi industri manufaktur,bagi perusahaan manufaktur paling tidak ada tiga jenis
tempat yang perlu diatur layout-nya yaitu pabrik, kantor, dan gudang. Faktor-
faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun layout untuk pabrik, yaitu
sifat produk yang dibuat, jenis proses produksi, jenis barang serta volume produksi
yang dihasilkan, jumlah modal yang tersedia untuk proses produksinya, keluwesan
atau fleksibilitas letak fasilitas-fasilitas, aliran barang dalam proses produksi,
penggunaan ruangan hendaknya selain untuk efektif bekerja juga harus
diperhatikan untuk kesehatan dan kenyamanan dan letak mesin-mesin serta
fasilitas lain
8) Perencanaan jumlah produksi

Aktivitas produksi hendaknya direncanakan dengan baik agar jumlah produksi


yang dihasilkan tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, ada beberapa faktor
yang mempengaruhi diantaranya permintaan, kapasitas pabrik, suplai bahan baku,
modal kerja, peraturan pemerintah dan ketentuan teknis lainnya.

9) Manajemen persediaan
Persediaan barang biasanya digunakan untuk mengantisipasipermintaan
konsumen yang meningkat secara tajam, atau untuk mensuplai kekurangan bahan
baku. Hal-hal yang perlu dikaji dalam rangka study kelayakan antara lain adalah
sebagai berikut penentuan jumlah order, safety stock, inventory
system dan Materials Requirment Planning.
10)Pengawasan kualitas produk
Untuk memahami kualitas, dapat digunakan trilogi manajerial yang meliputi
perencanaan, perbaikan, dan pengendalian.

9
E. ASPEK MANAJEMEN DAN INDIKATORNYA

Manajemen dalam pembanguan proyek bisnis maupun manajemen dalam


implementasi rutin bisnis adalah sama saja dengan manajemen lainnya. Manajemen
berfungsi untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan
pengendalian. Banyak terjadi, bahwa proyek-proyek bisnis gagal dibangun maupun
dioperasionalkan bukan disebabkan karena aspek lain, tetapi karena lemahnya
manajemen. Didalam pembangunan proyek bisnis, telah manajemennya antara lain
menyusun rencana kerja, siapa saja yang terlibat, bagaimana mengkoordinasikan dan
mengawasi pelaksanaan proyek dengan sebaik-baiknya.

F. ASPEK KEUANGAN DAN INDIKATORNYA


1) Metode Payback periode ( PP )

Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali,dengan


memiliki satuannya berupa waktu (hari,bulan,tahun dsb). Jika hasil lebih pendek
daripada hasil yang disyaratkan dari proyek tersebut maka dapat dikatakan
menguntungkan.sedangkan jika sebaliknya hasil lebih lama daripada hasil yang
disyaratkan oleh proyek proyek tersebut akan ditolak atau tidak diterima

Nilai Investasi
payback periode= x1tahun
Aliran Kas Masuk Bersih

2) Metode Net Present Value

Metode ini menghitung selisih nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang
penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang akan lebih besar dari nilai sekarang
investasi, maka proyek ini dikatakan menguntungkan sehingga diterima, sedangkan
apabila lebih kecil (NVP negatif), proyek ditolok karena nilainya tidak
menguntungkan.secara formal metode ini dinyatakan dalam benruk sebagai berikut :

10
n
At
NPV = Σ
T=0
(1=k)t

Keterangan :

Io = Modal dasar

At = Arus kas bersih

K = Tingkat keuntungan minimal yang diterima investor.

3) Metode Profitability Index (PI)

Metode ini mengitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-


penerimaan kas bersih dimasa datang dengan nilai sekarang investasi. Jika Pofitability
Index lebih besar dari 1, maka proyek dikatakan menguntungkan, akan tetapi
sebaliknya jika kurang dari 1 tidak menguntungkan,

Rumus:

NPV
PI =
Investasi

Kriteria Penilaian:

· Jika PI >1, Maka investasi diterima.


· Jika PI <1 ditolak.

11
BAB III

METODE SURVEY

A. Tempat Dan Waktu Survey

Survey yang akan dilaksanakan ini di Toko Furniture Khsus nya kayu Jepara Medan
yang beralamat di Jalan Jamin Ginting KM 9,8. Pada Hari Kamis, 4 April 2019.

B. SUBJECT SURVEY

Dalam survey ini yang akan menjadi subjek adalah pemilik toko furniture jepara
dan para pekerja yang ada ditempat.

C. JENIS DATA BERDASARKAN INDIKATORNYA

Dalam menyusun penelitian ilmiah ini, penulis mendapatkan data dan informasi
dengan menggunakan data primer dan data sekunder.

 Data Primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari obyek atau lokasi
penelitian ilmiah.
 Data sekunder adalah data yang di peroleh daru hasil publikasi yang dilakukan
oleh Toko Jepara
D. TEKNIK DAN INSTRUMEN PENGAMBILAN DATA

Metode yang digunakan penulis antara lain :

1) Wawancara.
Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengmbilan data
dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah
dengan bercakap-cakap secara tatap muka.Pada penelitian ini wawancara akan
dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara.
Menurut Patton dalam proses wawancara dengan menggunakan pedoman
umum wawancara ini, interview dilengkapi pedoman wawancara yang sangat
12
umum, serta mencantumkan isu-isu yang harus diliput tampa menentukan urutan
pertanyaan, bahkan mungkin tidak terbentuk pertanyaan yang eksplisit.
Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan interviewer mengenai
aspek-aspek apa yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek (check list)
apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Dengan
pedoman demikian interviwer harus memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut
akan dijabarkan secara kongkrit dalam kalimat Tanya, sekaligus menyesuaikan
pertanyaan dengan konteks actual saat wawancara berlangsung (Patton dalam
poerwandari, 1998).
2) Observasi
Observas iatau pengamatan adalah salah satu metode dalam pengumpulan data
saat membuat sebuah karya tulis ilmiah. Nawawi dan Martini mengungkapkan
bahwa observasi adalah pengamatan dan juga pencatatan sistematik atas unsur-
unsur yang muncul dalam suatu gejala atau gejala-gejala yang muncul dalam suatu
objek penelitian. Hasil dari observasi tersebut akan dilaporkan dalam
suatu laporang yang tersusun secara sistematis mengikuti aturan yang berlaku.
Sedangkan menurut Prof. Heru, observasi adalah studi yang dilakukan secara
sengaja dan sistematis, terarah dan terencana pada tujuan tertentu dengan
mengamati dan mencatat fenomena-fenomena yang terjadi dalam suatu kelompok
orang dengan mengacu pada syarat-syarat dan aturan penelitian ilmiah. Dalam
suatu karya tulis ilmiah, penjelasan yang diutarakan harus tepat, akurat, dan teliti,
tidak boleh dibuat-buat sesuai keinginan hati penulis.
Ada 2 indra yang diutamakan di dalam melakukan pengamatan, yaitu telinga
dan mata. Kedua indra tersebut harus benar-benar sehat. Dalam melakukan
pengamatan, mata lebih dominan dibandingkan dengan telinga. Mata ini memiliki
kelemahan yaitu mudah letih. Untuk mengatasi kelemahan yang bersifat biologis
tersebut, maka perlu melakukan hal-hal berikut.
 Dengan menggunakan kesempatan yang lebih banyak untuk melihat data-
data.
 Dengan menggunakan orang lain untuk turut sebagai pengamat (observers).
13
 Dengan mengambil data-data sejenis lebih banyak.
Dalam observasi diperlukan ingatan terhadap observasi yang telah dilakukan
sebelumnya. Karena manusia memiliki sifat pelupa, maka diperlukan catatan-catatan
(check-list), alat-alat elektronik seperti kamera, video dan sebagainya; lebih banyak
menggunakan pengamat; memusatkan perhatian pada data-data yang relevan;
mengklasifikasikan gejala dalam kelompok yang tepat; menambah bahan persepsi
mengenai objek diamati.
Alat bantu yang dipergunakan di dalam observasi antara lain, yaitu daftar riwayat
kelakuan (anecdotal record); catatan berkala; daftar catatan (check list); rating scale,
yaitu pencatatan gejala menurut tingkatannya; alat-alat optik elektronik.

E. TEKNIK ANALISIS DATA


Teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dengan

pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

1) Teknik Analisis Kualitatif

- Aspek Hukum

- Aspek Sosial, Ekonomi dan Budaya

- Aspek Pasar dan Pemasaran

- Aspek Teknisdan teknologi

- Aspek Manajemen

- Aspek Keuangan

14
2) Teknik Analisis Kuantitatif

Analisis ini akan didasarkan pada aspek finansial dari bisnis yang akan diteliti.

 Payback Period (PP)

Apabila periode payback kurang dari suatu periode yang telah ditentukan proyek

tersebut diterima, apabila tidak proyek tersebut ditolak.

 Net Present Value

15
Dimana:

 Ct dimulai dari C1,C2, … Cn dan merupakan net cash flow mulai dari tahun 1,2,

… sampai dengan tahun ke- k.

 Co adalah inisial cost atau biaya investasi yang diperlukan.


 n adalah perkiraan umur proyek.

Kriteria untuk memnerima dan menolak rencana investasi dengan metode adalah

sebagai berikut:

 Terima jika NPV > 0


 Tolak jika NPV < 0


16
DAFTAR PUSTAKA

(Diunggahhttps://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/41644/4/Bab%20II
%202007ela.pdf pada tanggal 31 maret 2019 pukul 18.00)

(Diunngah https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-studi-kelayakan-bisnis-
terlengkap/ pada tanggal 31 maret 2019 pukul 18.30)

(Diunggah http://grapadimedan.com/2018/05/10/aspek-aspek-studi-kelayakan/ pada


tanggal 31 maret 2019)

v
LAMPIRAN

vi
Lembar Wawancara

Topik :

Narasumber :

Tanggal :

Pewawancara :

(1) Agape M Panjaitan


(2) Dhesi R Sitompul
(3) Doni Naibaho
(4) Putri A Tampubolon
(5) Wirmansyah Simanulang

Pertanyaan :

1. Sejak kapan anda memulai usaha ini?


2. Berapa modal utama dalam memulai usaha ini?
3. Produk apa saja yang dibuat?
4. Apa saja bahan yang dipakai dalam pembuatan berbagai model furniture ?
5. Apa kesulitan dan kemudahan dalam merintis usaha dagang ini?
6. Apakah usaha dagang ini sudah ada izin usaha dagang, tempat usaha dagang dan
apakah bisnis ini setiap tahun membayar pajak (NPWP)?
7. Apakah usaha dagang ini sudah membawa dampak pada aspek sosial, ekonomi
dan budaya?
8. Bagaimana usaha dagang ini dalam memperhatikan pasar dalam meulai bisnis
dan bagaimana dalam pemasarannya?
9. Bagaimana teknik dan teknologi awal dalam memulai usaha bisnis furniture ini?
10. Bagaimana aspek manajemen dalam memulai usaha dagang ini?
11. Bagaimana dalam pengelolalan pengembalian modal dan pengelolalan keuangan?

vii
LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI STUDI KELAYAKAN BISNIS
FURNITURE DI MEDAN

Narasumber :

Bisnis :

Alamat Bisnis :

No Pertanyaan Observasi
1. Sejak kapan anda memulai usaha ini?
2. Berapa modal utama dalam memulai usaha ini?
3. Produk apa saja yang dibuat?
4. Apa saja bahan yang dipakai dalam pembuatan
berbagai model furniture ?
5. Apa kesulitan dan kemudahan dalam merintis
usaha dagang ini?
6. Apakah usaha dagang ini sudah ada izin usaha
dagang, tempat usaha dagang dan apakah bisnis
ini setiap tahun membayar pajak (NPWP)?
7. Apakah usaha dagang ini sudah membawa
dampak pada aspek sosial, ekonomi dan budaya?
8. Bagaimana usaha dagang ini dalam
memperhatikan pasar dalam meulai bisnis dan
bagaimana dalam pemasarannya?
9. Bagaimana teknik dan teknologi awal dalam
memulai usaha bisnis furniture ini?
10. Bagaimana aspek manajemen dalam memulai
usaha dagang ini?
11. Bagaimana dalam pengelolalan pengembalian
modal dan pengelolalan keuangan?

viii
ix