Anda di halaman 1dari 1

Masya Allah (‫ )هللا شاء ما‬adalah frasa yang diungkapkan seorang Muslim untuk

menunjukkan kekaguman terhadap seseorang, seuatu atau kejadian.[1] Dalam hal ini,
digunakan sebagai ekspresi penghargaan, sementara dalam waktu yang sama juga
sebagai pengingat bahwa semua pencapaian bisa terjadi karena kehendak-Nya.
Terjemahannya kurang lebih adalah "Allah telah berkehendak akan hal itu", dengan
kata telah yang menekankan tentang doktrin Islamyang percaya pada takdir. Digunakan
sebagai ungkapan kegembiraan disertai doa.
EtimologiSunting
Dalam kitab Tafsir Al Quranul Karim Surat Al Kahfi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al
‘Utsaimin mengatakan bahwa kalimat “Masya Allah” bisa diartikan dengan dua arti. Hal
tersebut dikarenakan kalimat “maa syaa Allah”bisa dijabarkan (i'rab) dalam struktur
kalimat di dalam bahasa Arab dengan dua cara, yaitu:
 Penjabaran yang pertama kata “masya Allah” (‫ )هللا شاء ما‬adalah dengan menjadikan
kata “maa” (‫ )ما‬sebagai kata sambung dan kata tersebut berstatus sebagai predikat. Subjek
(mubtada’) dari kalimat tersebut adalah subjek yang disembunyikan, yaitu “hadzaa” (‫)هذا‬.
Dengan demikian, bentuk seutuhnya dari kalimat “maa syaa Allah”adalah: ‫ هللا شاء ما هذا‬hadzaa
maa syaa Allah. Jika demikian, maka artinya dalam bahasa Indonesia adalah: “inilah yang
dikehendaki oleh Allah”.
 Penjabaran yang kedua, kata “maa” (‫ )ما‬pada “maa syaa Allah” merupakan kata benda yang
mengindikasikan sebab dan frasa “syaa Allah” (‫ )هللا شاء‬berstatus sebagai fi’il syarath (kata kerja
yang mengindikasikan sebab). Sedangkan jawab syarath (kata benda yang mengindikasikan
akibat dari sebab) dari kalimat tersebut tersembunyi, yaitu “kaana” (‫ )كان‬.

Dengan demikian, bentuk seutuhnya dari kalimat “maa syaa Allah” adalah: maa syaa
Allahu kaana (‫)كان هللا شاء ما‬. Jika demikian maka artinya dalam bahasa Indonesia adalah:
“apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi”. Ringkasnya, “maa
syaa Allah” bisa diterjemahkan dengan dua terjemahan, “inilah yang diinginkan oleh
Allah” atau “apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi”. Maka
ketika melihat hal yang menakjubkan, lalu kita ucapkan “masya Allah” (‫)هللا شاء ما‬, artinya
kita menyadari dan menetapkan bahwa hal yang menakjubkan tersebut semata-mata
terjadi karena kuasa Allah.