Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Nikel banyak dikombinasikan dengan logam lain untuk membentuk
campuran yang dikenal karena fleksibilitas dan ketahanannya terhadap oksidasi dan
korosi. Logam ini mampu mempertahankan karakteristiknya bahkan dalam suhu
ekstrem.
PT. Vale Indonesia Tbk merupakan anak perusahaan dari Vale, sebuah
perusahaan pertambangan global yang berkantor pusat di Brazil. Perusahaan ini
bergerak dalam bidang pertambangan bijih nikel yang sebelumnya bernama PT
international Nickel Indonesia (INCO). Lokasi daerah penambangan terletak di
Soroako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, provinsi Sulawesi Selatan.
Pada awalnya, luas area konsesi awal perusahaan seluas 218,528 hektar.
Adapun luas masing-masing area yaitu 118,387 hektar di Sorowako, Sulawesi
Selatan; 63,506 hektar di Pomalaa, Sulawesi Tenggara; dan 36,635 hektar di
Bahodopi, Sulawesi Tengah. Di soroako PT. Vale menghasilkan produk dari
pertambangan berupa nikel matte yang di tambang dan diolah kemudian di ekspor
ke negara pembeli.
Ada banyak hal yang sangat perlu diperhatikan dalam proses aktivitas
penambangan salah satunya adalah mengenai faktor lingkungan dan kehidupan
disekitar area penambangan. Karena ada banyak efek yang akan ditimbulkan dari
aktivitas penambangan seperti limbah baik itu limbah cair, gas, dan sebagainya.
System pengolahan air limbah yang digunakan PT Vale Indonesia dalam
kegiatan penambangan dan eksplorasi adalah pengolahan dengan menggunakan
chromesix penambahan fero sulfat dan juga menggunakan settling pond (kolam
pengendapan) sebagai bentuk kesadaran PT Vale Indonesia terhadap air limbah
pertambangan yang perlu ditangani sebelum masuk ke badan air lingkungan sekitar.
Ada banyak efek negatif terhadap lingkungan yang akan terjadi jika tidak
dilakukan treatment pengolahan air terlebih dahulu sebelum dialirkan ke
lingkungan. Salah satuya tercemar atau terpaparnya manusia, tumbuhan, hewan dan
alam dengan logam berat dan zat berbahaya dari aktivitas penambangan.

1
Oleh karena itu perlunya dilakukan treatmen pengolahan air limbah,
pengukuran kadar, dan pemantauan terhadap air limbah sebelum dialirkan ke badan
air yang sesuai dengan standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Ada beberapa area penambangan PT Vale Indonesia yang semua area memiliki
settling pond. Salah satu nya di area soroako. Salah satu settling pond yang
dikelolah PT Vale Indonesia di area soroako adalah settling pond upper kockum.
Sehingga perlu di diperhitungkan keefektivitas dari settling pond upper
kockum agar dapat dilihat dan dibandingkan nilai air keluaran yang dihasilkan
sebelum masuk dan setelah melewati settling pond upper kockum.

1.2 Rumusan Masalah


Pembuatan settling pond merupakan salah satu cara untuk mengakomodiir
debit air limpasan yang ada pada area penambangan serta meminimalkan jumlah
endapan padat sebelum dialirkan kebadan air. Salah satunya adalah settling pond
upper kockum dimana settling pond ini merupakan settling pond yang berada paling
dekat dengan aktivitas pertambangan di PT Vale Indonesia Tbk.Blok West
(Soroako)
Sistem pengolahan air limbah yang baik pada kegiatan penambangan bijih
nikel di PT. Vale Indonesia Tbk diharapkan nantinya dapat meminimalisir dampak
lingkungan yang di akibatkan oleh proses penambangan yang dilakukan pada
daerah tangkapan air pada daerah Soroako, sehingga air limpasan tersebut
memenuhi baku mutu lingkungan yang telah di tetapkan oleh UU NO.9 thn 2006
tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan Kegiatan Penambangan Bijih Nikel

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menghitung jumlah debit air dan beban cemaran yang masuk kedalam Upper
Kockum
2. Menghitung efektivitas settling pond Upper Kockum
3. Mengetahui jenis material endapan settling pond Upper Kockum

2
1.4 Manfaat Penelitian
1. Dapat menjadi bahan acuan perusahaan dalam kajian tentang pengelolaan
Settling Pond Upper Kockum
2. Menjadi Dasar untuk melakukan penelitian akhir mengenai penanganan air
limbah pertambangan PT. Vale Indonesia Tbk. Soroako
3. Dapat mengetahui Kajan teori dan kajian teknis mengenai penanganan air
limbah pertambangan PT Vale Indonesia Tbk. Soroako

1.5 Batasan Masalah


1. Penelitian hanya dilakukan pada kolam pengendapan upper kockum.
2. Hanya menggunakan flow normal
3. Parameter digunakan TSS, Debit dan Curah Hujan