Anda di halaman 1dari 3

2.

2 Kandungan di dalam madu

Zat-zat yang terkandung didalam madu sangatlah kompleks dan


kini telah diketahui tidak kurang dari 181 macam zat yang terkandung
dalam madu. Dari jumlah tersebut,karbohidrat merupakan komponen
terbesar yang terkandung dalam madu, yaitu berkisar lebih dari 75%. Jenis
karbohidrat yang paling dominan di dalam madu adalah dari golongan
monosakarida yang biasanya terdiri dari levulosa dan dekstrosa. Levulosa
dan dekstrosa mencakup 85%-90% dari total karbohidrat yang terdapat
dalam madu, sisanya terdiri dari disakarida dan oligosakarida
(Sihombing,D.1997).
Komposisi terbesar kedua setelah karbohidrat adalah air.
Jumlahnya biasanya berkisar dari 15%-25%. Bervariasinya kadar air
dalam madu disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya kelembapan udara,
jenis nektar, proses produksi dan penyimpanan (Suranto, 2007). Selain dua
komponen diatas, madu juga mengandung banyak mineral baik yang
bersifat esensial maupun non esensial.

1. Tabel Kandungan Madu dan Nilai Nutrisi


Unsur Kadar
Air 20 g
Protein 0,3 g
Karbohidrat 79,5 g
Vitamin B1 0,04 mg
Nicotinic Acid 0,2 mg
Fosfor 0,16 mg
Panthotenic Acid 0,2 mg
Kalsium 5 mg
Tembaga 0,2 mg
Vitamin C 4 mg
Besi 0,9 mg
Stearic Acid 50 mg
Potasium 10 mg

(Sumber :M Faisal Sakri dalam Madu dan khasiatnya suplemen sehat tanpa efek samping)

Pada setiap 1.000 gram mengandung 3.280 kalori. Nilai kalori pada
1 kilogram madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 liter susu atau 1,68
kilogram daging.
Sebetulnya khasiat madu sangat berkaitan dengan kandungan gula
yang tinggi, yaitu fruktosa (41%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), serta
unsur kandungan lain seperti tepung sari yang ditambah berbagai enzim
pencernaan. Madu memang merupakan campuran dari gula dan senyawa
lainnya. Seperti semua pemanis bergizi, madu sebagian besar terdiri dari
gula dan mengandung sejumlah vitamin serta mineral. (Faisal, 2015:10)

Madu mengandung vitamin, asam, mineral dan enzim yang


berguna bagi tubuh manusia. Semua kandungan tersebut dapat digunakan
sebagai pengobatan secara tradisional, antibodi, dan penghambat
pertumbuhan sel kanker (tumor). Oleh karena itu, madu banyak digunakan
untuk pengobatan alternatif. (Faishal,2015:10)
Madu mengandung asam organik yang terdiri dari glikolat, asam
format, asam laktat, asam sitrat, asam asetat, asam oksalat, asam malat,
dan asam tartat yang bermanfaat bagi metabolisme tubuh manusia. Bahkan
asam laktat mengandung zat laktobasilin, yaitu zat penghambat
pertumbuhan sel kanker dan tumor. Sedangkan asam amino bebas dalam
madu mampu membantu penyembuhan penyakit dan bahan pembentuka
neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan
fungsi otak. Namun madu juga mengandung senyawa yang brfungsi
sebagai antioksidan termasuk chrysin, pinobanksin, vitamin C, katalase,
dan pinocembrin.(Faishal,2015:11)
Sekitar tahun 1920 hingga 1930 hanya sedikit macam vitamin yang
diketahui dalammadu. Namun sejak 1930 penelitian dengan cara
mikrobiologis terus dilakukan dan kini menggunakan uji mikrokimiawi
semakin banyak macam vitamin diketemukan dalam madu, meskipun
hanya sedikit terdapat dan mungkin kurang dapat diandalkan sebagai
sumber pokok kebutuhan vitamin pada manusia. ( Faisal,2015)
Beberapa vitamin larut-air terdapat dalam madu (tabel 2-5) antara
lain tiamin (B1), riboflavin (B2), piridoksin (B6), asam pantotenat, niasin,
dan asam askorbat; namun vitamin vitamin lain seperti biotin, asam folat,
kholin dan asetil kholin terdapat juga dalam madu. Vitamin larut-lemak
seperti vitamin K yang ekivalen dengan 25 μg menadion per 100 gram
madu juga ditemukan.(Crane, 1975)
Sedangkan enzim penting yang terdapat dalam madu adalah enzim
diastase,invertase, glukosa oksidase, peroksidase dan lipase. Enzim
diastase adalah enzim yang mengubah karbohidrat komplek (polisakarida)
menjadi karbohidrat yang sederhana (monosakarida).Enzim invertase
adalah enzim yang memecah molekul sukrosa menjadi glukosa dan
fruktosa. Sedangkan enzim oksidase adalah enzim yang membantu
oksidasi glukosa menjadi asam peroksida. Enzim peroksidase
melakukanproses oksidasi metabolisme. Semua zat tersebut berguna untuk
proses metabolisme tubuh (Suranto, 2004).