Anda di halaman 1dari 11

UPAYA GURU BK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA

DIDIK KELAS VIII DI SMP N 14 PADANG

Tasriman, Rici Kardo, Suryadi


Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat
tasriman144@gmail.com

ABSTRACT

The background of this problem is that there are still many students who are
basically capable of following the learning process but they are hampered due to
lack of motivation. Students lack attention when the teacher explains, students
often come in and out, their ability to learn is low and completing assignments
given by the teacher is not on time. This study aims to describe describing the
efforts of BK teachers in improving students' learning motivation in Padang State
Middle School 14.
This type of research is quantitative research. The study population was all
eighth grade students of SMP Negeri 14 Padang consisting of 8 classes. The
selection of informants used purposive sampling technique, namely taking
techniques with certain considerations. The data collection method is by
observation, interview and document study.
The results of the study showed that the efforts of counseling teachers in
increasing students' learning motivation were in the g
“dood category. This means that most of the efforts of BK teachers increase
students' learning motivation in the good category.

Keywords: Teacher Effort, Motivation

PENDAHULUAN

Salah satu masalah belajar peserta didik yang


pokok dalam Salah satu senantiasa masih sangat
masalah pokok dalam memprihatinkan.
Untuk mencapai tujuan
dalam pembelajaran pada
meningkatkan kemampuan belajar
pendidikan formal
peserta didik, ditentukan oleh
(sekolah) dewasa ini adalah
keberhasilan pelaksaan kegiatan belajar
masih rendahnya daya
mengajar bagaiman peserta didik
serap peserta didik. Hal ini
belajar sangat berpengaruh pada guru
Nampak rata-rata hasil
mengajar, disini dibutuhkannya upaya dan semangat untuk belajar (Sardiman,
guru BK dalam mengajar dan mendidik 2007:75)
Motivasi belajar yang tinggi
peserta didik agar dapat meningkatan
tercermin dari ketekunan yang tidak
kemampuan belajar. Untuk
mudah patah untuk mencapai sukses
memperoleh prestasi belajar yang
meskipun dihadang oleh berbagai
maksimal dengan hasil yang baik,
kesulitan. Adapun ciri-ciri peserta didik
maka harus benar-benar
yang termotivasi belajar untuk
memperhatikan berbagai faktor yang
berprestasi antara lain tekun, ulet
mempengaruhinya.
Guru juga memiliki peranan menghadapi kesulitan, menunjukan
penting bagi perkembangan pribadi minat terhadap bermacam-macam
anak, baik sosial, emosional maupun masalah, tidak cepat bosan dengan
intelektualnya. Pada diri anak akan tugas, dapat mempertahankan
tumbuh motivasi, kesadaran dirinya, pendapat, senang mencari dan
dan identitas skill serta kekuatan/ memecahkan masalah.
Sangatlah diharapkan kinerja
kemampuan-kemampuannya sehingga
Guru Bimbingan Konseling/ konselor
memberi peluang untuk sukses
dalam mengatasi permasalahan yang
belajarnya, identitas gender yang sehat,
dialami peserta didik melalui layanan
perkembangan moral dengan nilainya
informasi. Adapun layanan informasi
dan kesuksesan dalam keluarga dan
adalah layanan bimbingan dan
kerja/ kariernya kelak. Terhadap semua
konseling yang memungkinkan peserta
itu pengaruh peran guru yang paling
didik atau klien menerima dan
kuat adalah terhadap prestasi belajar
memahami berbagai informasi
anak dan hubungan sosial yang
(informasi pendidikan) yang dapat
harmonis. Hasil belajar juga
digunakan sebagai bahan pertimbangan
dipengaruhi oleh motivasi. Motivasi
dan pengambilan keputusan untuk
belajar merupakan faktor psikis yang
kepentingan peserta didik (klien). Sama
bersifat non-intelektual, peranannya
halnya dapat digunakan dalam
yang khas adalah dalam hal
meningkatkan motivasi belajar Peserta
penumbuhan gairah, merasa senang
didik dengan cara menampilkan
beberapa gambaran- gambaran
motivasi dan tampilan-tampilan tentang mampu membuat keputusan yang
penunjang semangat sehingga mereka terbaik untuk dirinya, baik dalam
mampu kembali semangat dalam memecahkan masalah mereka sendiri
belajar (termotivasi). maupun dalam membentuk karakter
Untuk melakukan pemecahan
diri dimasa yang akan datang ketika
masalah tersebut, maka diperlukan
individu tersebut terjun ke masyarakat.
pembimbing atau konselor sekolah
Secara umum, peranan dari konselor
yang handal, yakni mereka–mereka
adalah sebagai penunjang kegiatan
yang berminat dan mempunyai latar
pendidikan dalam mencapai tujuan
belakang dalam bidang bimbingan dan
pendidikan dengan sempurna. Proses
konseling. Kemudian seorang
belajar mengajar yang dilakukan di
profesional harus memiliki 3 kriteria
sekolah selalu melibatkan
yakni ahli, menarik, dan dapat
pembelajaran dan sumber belajar dalam
dipercaya. Seorang konselor (guidance)
situasi interaksi di dalam kelas.
yang baik memiliki minat terhadap Berdasarkan hasil observasi di
pekerjaannya dan kegiatannya itu SMP Negeri 14 Padang pada Tanggal
berurusan dengan orang lain. Seorang 17 September 2018 ditemukan
guru (pembimbing) harus menunjukkan fenomena masalah adanya motivasi
sifat-sifat sabar, bijak, tenang, memiliki belajar yang kurang dari peserta didik,
perasaan humor, harga diri, dan sosial seperti minat peserta didik yang kurang
serta suka menerima kritikan orang dalam mengikuti pelajaran, perhatian
dengan hati yang terbuka. Ia memiliki dan pujian yang kurang dari guru,
kesehatan fisik dan mental yang baik, peserta didik tidak mengerjakan tugas.
tutur kata yang lembut dan Pada saat belajar di kelas, sering kali
menyenangkan, serta memiliki daya terlihat bahwa ketika seorang guru
tarik untuk orang lain. memberi kesempatan kepada para
Guru BK bertanggung jawab
Peserta didik untuk bertanya, banyak
untuk membimbing Peserta didik
Peserta didik yang acuh terhadap
sehingga dapat memiliki kepribadian
kesempatan yang diberikan oleh guru
yang matang dan mengenal potensi
tersebut. Padahal ia mampu menjawab
dirinya secara menyeluruh. Dengan
pertanyaan yang diberikan guru
demikian peserta didik diharapkan
kepadanya, Namun Ia mengacuhkan bimbingan dan konseling dapat
kemampuannya tersebut padahal membantu mengatasi permasalahan
kesempatan itu sangatlah penting yang dialaminya. Berdasarkan masalah
dalam kesuksesannya dalam belajar. Ini di atas, maka penulis tertarik untuk
disebabkan karena kurangnya motivasi. melakukan penelitian, yang penulis
Berdasarkan hasil wawancara di
tuliskan dalam proposal yang berjudul
SMP Negeri 14 Padang dengan guru
“Upaya Guru BK dalam
BK pada tanggal 24 September 2018
Meningkatkan Motivasi Belajar
dapat diketahui bahwa masih banyak
Peserta Didik di SMP Negeri 14
Peserta didik yang pada dasarnya
Padang”.
mereka mampu dalam mengikuti Berdasarkan permasalahan di
proses pembelajaran namun mereka atas, maka tujuan yang ingin dicapai
terhambat karena kurangnya motivasi. dari penelitian ini adalah untuk
Peserta didik kurang perhatiannya saat mendeskripsikan upaya guru BK dalam
guru menerangkan, peserta didik sering meningkatkan motivasi belajar peserta
keluar masuk, kemampuannya dalam didik di SMP Negeri 14 Padang.
belajar rendah dan menyelesaikan tugas
METODOLOGI PENELITIAN
yang diberikan guru tidak tepat waktu. Penelitian ini termasuk kedalam
Hal ini dapat penulis amati ketika penelitian Deskriptif Kuantitatif. suatu
proses kegiatan belajar mengajar ada metode dalam meneliti status
beberapa peserta didik yang tidak sekelompok manusia, suatu objek,
memperhatikan materi dan justru suatu kondisi, suatu sistem pemikiran
bermain-main atau bahkan ada pula ataupun suatu kelas peristiwa pada
yang meninggalkan ruang kelas. masa sekarang. Penelitian ini bertujuan
Jika hal ini dibiarkan, maka
untuk membuat deskripsi, gambaran
Peserta didik akan mengalami berbagai
atau lukisan secara sistematis dari para
macam permasalahan yang tentunya
responden dengan maksud untuk
akan menghambat perkembangan dan
memahami dan meramalkan beberapa
karirnya. Oleh sebab itu bimbingan dan
aspek perilaku dari populasi yang
konseling perlu memperhatikan
diamati.
masalah Peserta didik yang kurang
termotivasi karena dengan bantuan
Data yang akan dikumpulkan guru BK di SMP Negeri 14 padang,
adalah data primer dan data sekunder. siswa yang mengalami masalah dengan
Menurut Sugiyono (2011: 117), motivasi ada 66 orang dengan masing-
populasi adalah wilayah generalisasi masingnya di ambil dari setiap kelas 7-
yang terdiri atas: objek/ subjek yang 9 orang.
mempunyai kualitas dan karakteristik Metode pengumpulan data des-
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti kriptif pada penelitian ini menggu-
untuk dipelajari dan kemudian ditarik nakan cara sebagai berikut : 1) Obser-
kesimpulannya. Populasi bukan hanya vasi, 2) Angket, 3) Studi Dokumen.
orang, tetapi juga objek dan benda- Sesuai dengan jenis data yang
benda alam lainnya. Populasi juga dikumpulkan dalam penelitian deskrip-
meliputi seluruh karakteristik/ sifat tif ini, untuk teknik analisa data
yang dimiliki oleh subjek atau objek digunakan dalam bentuk formula
itu. Populasi dalam penelitian ini persentase (%).
adalah Peserta didik SMP N 14 Padang HASIL DAN PEMBAHASAN
yang berjumlah 228 siswa. Rekapitulasi deskripsi hasil
Menurut Arikunto (2010:174) penelitian tentang Upaya guru BK
“Sampel adalah sebagian atau wakil dalam meningkatkan motivasi belajar
populasi yang diteliti. Sampel peserta didik diuraikan dalam tabel
merupakan bagian dari populasi yang berikut:
akan diteliti”.
Teknik pengambilan sampel
dalam penelitian ini menggunakan
teknik Sample bertujuan (Purposive
Sampling). Menurut Bungin (2005:
125) Sample bertujuan (Purposive
Sampling) dilakukan dengan cara
mengambil subjek bukan didasarkan
antar strata, random atau daerah, tetapi
didasarkan atas adanya tujuan tertentu.
Adapun berdasarkan pertimbangan
1,52%, tidak ada peserta didik yang
menyatakan Guru BK menjelaskan
tujuan pemberian layanan kurang baik,
dan tidak ada peserta didik yang
menyatakan Guru BK menjelaskan
tujuan pemberian layanan sangat
kurang baik. Hal ini sejalan dengan
teori yang dikemukakan oleh Sardiman
(2007: 92) yang mengatakan bahwa
rumusan tujuan yang diakui dan
diterima dengan baik oleh peserta didik
merupakan alat motivasi yang sangat
penting. Sebab dengan memahami
tujuan yang harus dicapai, dirasa sangat
berguna dan menguntungkan bagi
peserta didik, maka akan timbul gairah
untuk terus belajar.
2. Menyesuaikan Pemberian
Layanan dengan Bakat,
1. Guru BK Menjelaskan Tujuan Kemampuan Minat Peserta
Pemberian Layanan Didik
Menunjukkan bahwa 1 peserta Menunjukkan bahwa 36 peserta
didik yang menyatakan Guru BK didik yang menyatakan guru BK
menjelaskan tujuan pemberian layanan menyesuaikan pemberian layanan
sangat baik dengan persentase 72,73%, dengan bakat, kemampuan, minat
sebanyak17 peserta didik yang peserta didik dengan sangat baik
menyatakan Guru BK menjelaskan dengan persentase 54,55%, sebanyak
tujuan pemberian layanan dengan baik 21 peserta didik yang menyatakan guru
dengan persentase 25,76%, sebanyak 1 BK menyesuaikan pemberian layanan
peserta didik yang menyatakan Guru dengan bakat, kemampuan, minat
BK menjelaskan tujuan pemberian peserta didik dengan baik dengan
layanan cukup baik dengan persentase persentase 31,82%, sebanyak 4 peserta
didik yang menyatakan guru BK menyatakan menciptakan suasana
menyesuaikan pemberian layanan hubungan yang hangat dan dinamis
dengan bakat, kemampuan, minat antara guru BK dan peserta didik serta
peserta didik dengan cukup baik antara peserta didik dan peserta didik
dengan persentase 6,06% sebanyak 2 dengan cukup baik dengan persentase
peserta didik yang menyatakan guru 4,55%
BK menyesuaikan pemberian layanan 4. Memberi Hadiah atau
dengan bakat, kemampuan, minat (Penguatan) dan Hukuman
peserta didik kurang baik dengan Bilamana Perlu
persentase 3,03% sebanyak 3 peserta Menunjukkan bahwa sebanyak
didik yang menyatakan guru BK 24 peserta didik yang menyatakan
menyesuaikan pemberian layanan memberi hadiah atau (penguatan) dan
dengan bakat, kemampuan, minat hukuman bilamana perlu sangat baik
peserta didik dengan sangat kurang dengan persentase 36,36%, sebanyak
baik dengan persentase 4,55%. 25 peserta didik menyatakan memberi
3. Menciptakan Suasana Pemberian hadiah atau (penguatan) dan hukuman
Layananan yang Menantang,
bilamana perlu baik dengan persentase
Merangsang dan Menyenangkan
37,88%,sebanyak 12 peserta didik yang
Menunjukkan bahwa sebanyak
menyatakan memberi hadiah atau
23 peserta didik yang menyatakan
(penguatan) dan hukuman bilamana
menciptakan suasana hubungan yang
perlu cukup baik dengan persentase
hangat dan dinamis antara guru BK dan
18,18%,5 peserta didik yang
peserta didik serta antara peserta didik
menyatakan memberi hadiah atau
dan peserta didik sangat baik dengan
(penguatan) dan hukuman bilamana
persentase 34,85%,sebanyak 40 peserta
perlu kurang baik dengan persentase
didik menyatakan menciptakan suasana
7,58%, dan tidak ada peserta didik
hubungan yang hangat dan dinamis
yang menyatakan memberi hadiah atau
antara guru BK dan peserta didik serta
(penguatan) dan hukuman bilamana
antara peserta didik dan peserta didik
perlu sangat kurang baik.
baik dengan persentase
5. Menciptakan Suasana Hubungan
60,61%,sebanyak 3 peserta didik yang yang Hangat dan Dinamis antara
Guru BK dan Peserta didik serta
antara Peserta didik dan Peserta mengecewakan, membingungkan dan
didik
menjengkelkan dengan sangat baik
Menunjukkan bahwa sebanyak dengan persentase 50,00%, sebanyak
23 peserta didik yang menyatakan 28 peserta didik menyatakan Guru BK
menciptakan suasana hubungan yang menghindari tekanan-tekanan dan
hangat dan dinamis antara guru BK dan suasana yang tidak menentu, seperti
peserta didik serta antara peserta didik suasana yang menakutkan,
dan peserta didik sangat baik dengan mengecewakan, membingungkan dan
persentase 34,85%, sebanyak 40 menjengkelkan dengan baik dengan
peserta didik menyatakan menciptakan persentase 42,42%,sebanyak 5 peserta
suasana hubungan yang hangat dan didik yang menyatakan guru BK
dinamis antara guru BK dan peserta menghindari tekanan-tekanan dan
didik serta antara peserta didik dan suasana yang tidak menentu, seperti
peserta didik baik dengan persentase suasana yang menakutkan,
60,61%, sebanyak 3 peserta didik yang mengecewakan, membingungkan dan
menyatakan menciptakan suasana menjengkelkan dengan cukup baik
hubungan yang hangat dan dinamis dengan persentase 7,58%,tidak ada
antara guru BK dan peserta didik serta peserta didik yang menyatakan Guru
antara peserta didik dan peserta didik BK menghindari tekanan-tekanan dan
dengan cukup baik dengan persentase suasana yang tidak menentu, seperti
4,55%. suasana yang menakutkan,
6. Menghindari Tekanan-Tekanan mengecewakan, membingungkan dan
dan Suasana yang Tidak
menjengkelkan kurang baik dengan dan
Menentu, Seperti Suasana yang
Menakutkan, Mengecewakan, tidak ada peserta didik menyatakan
Membingungkan dan
menyatakan Guru BK menghindari
Menjengkelkan
tekanan-tekanan dan suasana yang
Menunjukkan bahwa sebanyak
tidak menentu, seperti suasana yang
33 peserta didik yang menyatakanGuru
menakutkan, mengecewakan,
BK menghindari tekanan-tekanan dan
membingungkan dan menjengkelkan
suasana yang tidak menentu, seperti
dengan sangat kurang baik.
suasana yang menakutkan,
7. Melengkapi Sumber dan 1. Profil upaya guru meningkatkan
Peralatan dalam Pemberian
motivasi belajar peserta didik kelas
Materi Layanan
VIII ditinjau dari Guru BK
Menunjukkan bahwa sebanyak
Menjelaskan Tujuan pemberian
30 peserta didik yang menyatakan
layanan berada pada kategori baik.
melengkapi sumber dan peralatan 2. Profil upaya guru meningkatkan
dalam pemberian materi layanan sangat motivasi belajar peserta didik kelas
baik dengan persentase 45,45%, VIII ditinjau dari Menyesuaikan
sebanyak 32 peserta didik menyatakan pemberian layanan dengan bakat,
melengkapi sumber dan peralatan kemampuan minat peserta didik
dalam pemberian materi layanan berada pada kategori sangat baik
3. Profil upaya guru meningkatkan
dengan persentase 48,48%,sebanyak 1
motivasi belajar peserta didik kelas
peserta didik yang menyatakan
VIII ditinjau dari Menciptakan
melengkapi sumber dan peralatan
suasana pemberian layananan yang
dalam pemberian materi layanan cukup
menantang, merangsang dan
baik dengan persentase 1,52%,tidak
menyenangkan pada kategori baik.
ada peserta didik yang menyatakan
4. Profil upaya guru meningkatkan
melengkapi sumber dan peralatan
motivasi belajar peserta didik kelas
dalam pemberian materi layanan
VIII ditinjau dari Memberi hadiah
kurang baik dan tidak ada peserta didik
atau (penguatan) dan hukuman
yang menyatakanmelengkapi sumber
bilamana perlu berada pada
dan peralatan dalam pemberian materi
kategori baik.
layanan sangat kurang baik. 5. Profil upaya guru meningkatkan
motivasi belajar peserta didik kelas
KESIMPULAN VIII ditinjau dari Menciptakan
Berdasarkan hasil penelitian suasana hubungan yang hangat dan
ditemukan bahwaupaya guru BK dalam dinamis antara Guru BK dan
meningkatkan motivasi peserta didik peserta didik serta antara peserta
kelas VIII SMP Negeri 14 Padang didik dan peserta didik berada
berada pada kategori cukup baik. pada kategori baik
6. Profil upaya guru meningkatkan
Selanjutnya sesuai batasan masalah:
motivasi belajar peserta didik kelas
VIII ditinjau dari Menghindari DAFTAR PUSTAKA
tekanan-tekanan dan suasana yang
tidak menentu, seperti suasana Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
yang menakutkan, mengecewakan,
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
membingungkan dan Ws
Bungin, Burhan. 2005.Metode
menjengkelkan berada pada
Penelitian kuantitatif. Jakarta:
kategori sangat baik. Prenadamedia
7. Profil upaya guru meningkatkan
Sardiman. 2007. Interaksi dan
motivasi belajar peserta didik kelas
Motivasi Belajar Mengajar.
VIII ditinjau dari Melengkapi Jakarta: Rajawali.
sumber dan peralatan dalam
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian
pemberian materi layanan berada Kuantitatif Kualitatif R&D.
Bandung: Alfabeta.
pada kategori baik.