Anda di halaman 1dari 24

Makalah Manggis Sebagai Komoditi Andalan Dalam

Akselerasi Ekspor Indonesia China


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Karantina Pertanian

Dosen:

Dra. Muhardini I. M. M. Pd

Dra Ida Adviany. Mp

Disusun Oleh:

Dena Putri Indriani 41035003161001

Huda Anugrah 41035003161013

E,Okeu Angsori 41035003162001

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA
Jl. Soekarno Hatta No.530 Bandung 40286
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum.wr.wb

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa


atas karunia dan rahmat-Nya, alhamdulillah kita dapat menyelesaikan
makalah ini yang berjudul “Manggis Sebagai Komoditi Andalan Dalam
Akselerasi Ekspor Indonesia China” dengan lancar.

Adapun maksud penyusunan laporan ini untuk memenuhi tugas


Karantina Pertanian. Rasa terimakasih kita tidak terkirakan kepada yang
terhormat Ibu Dra Ida Adviany. Mp dan Dra. Muhardini I. M. M. Pd selaku
pembimbing materi.

Kita menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak


terdapat kekurangan maupun kekeliruan. Kritik dan saran dari pembaca
akan kita terima dengan tangan terbuka demi perbaikan dan penyempurnaan
makalah ini.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar
penduduknya bekerja di sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama.
Salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi untuk terus
dikembangkan yaitu hortikultura yang meliputi komoditas buah-buahan,
sayuran, biofarmaka (obat-obatan), dan tanaman hias. Hal tersebut terlihat
dari kontribusi holtikultura terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB)
untuk peningkatan devisa negara salah satu-nya adalah buah manggis.
Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan tanaman buah yang
berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan
belantara Malaysia atau Indonesia. Di luar negeri manggis dijuluki sebagai
“Quen of the Tropical Fruit” yang merupakan refleksi perpaduan dari rasa
asam manis yang tidak di miliki oleh buah lain-nya. (Jose Pedraze et al.,
2008). Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal
seperti Manggu (Jawa Barat), Manggis (Jawa), Manggusto (Sulawesi
Utara), Mangustang (Maluku) dan Manggih (Sumatera Barat). (Prihatman,
2000).
Sektor pertanian merupakan tumpuan ekonomi dan penggerak
utama (prime mover) perekonomian nasional dan perekonomian daerah. Hal
ini dapat dilihat melalui peranannya dalam pembentukan produk domestik
bruto (PDB), perolehan devisa, penyedia lapangan kerja dan bahan baku
industri, pengentas kemiskinan, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Secara tidak langsung sektor pertanian mempunyai efek penggandaan
(multiplier effect) kedepan dan kebelakang yang cukup besar ke sektor-
sektor lainnya seperti; sektor industri, konsumsi, dan investasi (Subari,
2009).
Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar
penduduknya bekerja di sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama.
Salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi untuk terus
dikembangkan yaitu hortikultura yang meliputi komoditas buah-buahan,
sayuran, biofarmaka (obat-obatan), dan tanaman hias. Hal tersebut terlihat
dari kontribusi holtikultura terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB)
untuk peningkatan devisa negara salah satu-nya adalah buah manggis.
Salah satu kendala dalam kegiatan lalu lintas impor, ekspor dan antar
area yaitu adanya Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) yaitu slah
satunya Kutu Putih (Pseudococcus spp.), Tungau (Tetranychus spp.), Thrip
(Scirtothrips sp.), Penyakit Getah Kuning, dll. OPT ini memiliki resiko
terhadap masuknya organisme pengganggu tumbuhan/organisme
pengganggu tumbuhan karantina (OPT/OPTK). Oleh karena itu, perlu
tindakan karantina untuk menanggulangi resiko. Tindakan karantina
tersebut mencakup tindakan yang dapat dilakukan pada saat OPTK belum
masuk, pada saat masuk maupun jika terjadi masuknya OPTK ke wilayah
Republik Indonesia dengan tujuan keamanan maksimal dalam langkah
cegah tangkal OPTK.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia membentuk Badan
Karantina Pertanian yang merupakan garda terdepan dan memiliki peran
strategis dalam mencegah masuk dan tersebarnya OPT/OPTK baik untuk
impor, ekspor maupun antar area di dalam wilayah Republik Indonesia.
Untuk merealisasikannya, maka dikeluarkanlah Peraturan Menteri
Pertanian Republik Indonesia Nomor 51/Permentan/KR.010/9/2015 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor
93/Permentan/OT.140/12/2011 tentang Jenis Organisme Pengganggu
Tumbuhan Karantina.
B. Tujuan
Untuk memahami dan mengetahui bahwa Manggis Sebagai Komoditi
Andalan Dalam Akselerasi Ekspor Indonesia China
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Tanaman Manggis


Tanaman manggis atau yang biasa dikenal dengan sebutan”Queen of the
Tropical Fruits” merupakan tanaman asli daerah tropis dari Asia Tenggara.
Tanaman manggis tumbuh liar di kawasan kepulauan Sunda Besar dan
Semenanjung Malaya. Tanaman manggis menyebar ke daerah Amerika Tengah
dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawaii dan
Australia Utara. Tanaman manggis mempunyai susunan taksonomi sebagai
berikut (Rukmana, 1995 dalam Sarasmiyarti, 2008) :
B. Klasifikasi Tanaman Manggis
Divisio : Spermatophyta
Sub-divisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Guttiferales
Familia : Guttiferae (Clusiaceae)
Genus : Garcinia
Spesies : Garcinia mangostana L.
Gambar 1 Pohon Manggis
Sumber (https: BudidayaKita.com)
Manggis merupakan tanaman tahunan yang masa hidupnya dapat
mencapai puluhan tahun. Pohon manggis dapat mencapai ketinggian 20
meter. Manggis mempunyai batang tegak, batang pohon jelas, kulit batang
coklat, dan memiliki getah kuning. Daun manggis adalah daun tunggal,
dengan posisi berhadapan atau bersilang berhadapan. Manggis mempunyai
bunga betina 1 - 3 di ujung batang, susunan menggarpu, dan garis tengah 5
- 6 cm. Kelopak daun manggis dengan dua daun kelopak terluar berwarna
hijau kuning, tepi kelopak berwarna merah, melengkung, kuat, dan tumpul.
Manggis mempunyai empat daun mahkota, berbentuk telur terbalik,
berdaging tebal, berwarna hijau kuning, tepi berwarna merah atau hampir
semua merah. Benang sari manggis bersifat mandul (staminodia) biasanya
dalam tukal (kelopak). Bakal buah manggis memiliki 4 - 8 ruang, kepala
putik berjari-jari 5 - 6. Buah manggis berbentuk bola tertekan, bergaris
tengah 3,5 - 7 cm, berwarna ungu tua, dengan kepala putik duduk (tetap),
berkelopak tetap, berdinding buah tebal, berdaging, berwarna ungu, dengan
getah kuning. Manggis memiliki 1 - 3 biji yang diselimuti oleh selaput biji
yang tebal berair, berwarna putih, dan dapat dimakan (termasuk biji yang
gagal tumbuh sempurna). Manggis mempunyai waktu berbunga antara Mei
- Januari (Rukmana, 1995).

Gambar 2 Buah Manggis


Sumber (https: Budidaya Tanaman.com)
Buah manggis (Garcinia mangostana L.) atau biasa disebut ‘‘the queen of
fruits” merupakan salah satu buah anggota famili Guttiferae. Buah manggis
berbentuk bangun bola dengan diameter 3,5 – 7 cm. Kulit buah manggis
memiliki warna hijau muda hingga ungu gelap, sedangkan warna daging
buahnya putih. Sewaktu masih muda permukaan kulit buah berwarna hijau,
namun setelah matang berubah menjadi ungu kemerah-merahan atau merah
muda. Kulit buah manggis ukurannya tebal mencapai proporsi sepertiga bagian
dari buahnya (Cronquist, 1981).

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 yang dikutip
dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa buah manggis yang biasa dikonsumsi hanya
20–30 persen sedangkan sisanya berupa kulit. Terhitung sebanyak 59–67 ribu ton kulit
manggis terbuang pada tahun 2010.

Buah ini banyak digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk pengobatan


diare, nyeri abdomen, infeksi maupun ulser kronik. Hal ini disebabkan karena manggis
mengandung berbagai zat yang berfungsi sebagai anti inflamasi, antioksidan, anti
kanker, anti bakteri, dan juga memiliki aktivitas sebagai neuroprotektor.

C. Persyaratan Phytosanitary untuk Ekspor Buah Manggis dari lndonesia


ke Cina antara Departemen Pertanian Republik Indonesia dan
Administrasi Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi Karantina Republik
Rakyat Cina
Untuk memastikan ekspor yang aman dari buah manggis Indonesia ke
Cina, atas dasar analisis risiko hama, Kementerian Pertanian Republik
Indonesia (selanjutnya disebut sebagai “.MOA”), diwakili oleh Pertanian
Indonesia Badan Karantina (selanjutnya disebut "IAQA") dan Administrasi
Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi dan Karantina republik rakyat Cina
(selanjutnya disebut sebagai "AQSIQ") telah mencapai konsensus melalui
konsultasi sebagai berikut:
Pasal 1
Buah manggis Indonesia (Garcinia Mangostana.L) Harus sesuai dengan
China dan Undang-undang dan peraturan karantina tumbuhan Indonesia dan
bebas dari hama karantina perhatian terhadap China (lihat Lampiran 1). Buah
manggis untuk diekspor ke China harus mematuhi peraturan kesehatan dan
keselamatan China dan standar.
Pasal 2
Kebun buah yang mengekspor buah manggis ke cina. harus terdaftar dan
menerapkan yang Good Agriculfrral Practices (GAP). Semua kebun,
pengepakan, fasilitas dan perusahaan harus menetapkan taceabiliry dan
mendaftar dengan IAQA, ard IAQA harus menyediakan regiskation informasi
dari rumah-rumah kemasan, fasilitas perawatan dan perusahaan IoAQSIQ.
Informasi pendaftaran harus mencakup nama, kode dan alamat
pengidentifikasian (area atau regron) dari packinghouses dan fasilitas treatnent
dan perusahaan untuk memungkinkan pelacakan kembali dalam kasus ini
ketidakpatuhan.
Pasal 3
Di bawah bimbingan IAQA, kebun buah-buahan yang mengekspor
manggis & ke Cina harus diambil Pengukuran Integrated Pest Management
(IPM) ,langkah-langkah, termasuk pemantauan dan investigasi hama dan
penyakit concem ke China dan kontol kimia yang diperlukan atau tindakan
pengendalian biologis. Langkah-langkah PHT harus disetujui oleh IAQA dan
tersedia untuk AQSIQ atas permintaan Pemantauan dan investigasi hama di
kebun buah yang mengekspor buah manggis ke Cina adalah dilaksanakan oleh
tenaga teknis khusus yang dikerjakan oleh IAQA, dan perhatian khusus menjadi
dibayarkan kepada hama karantina ke China dalam proses implementasi. IAQA
harus melakukan pengawasan dan pengelolaan penggunaan agrokimia di
lapangan dan melakukan pembersihan residu pestisida secara teratur untuk
menjaga kepatuhan terhadap kesehatan China dan peraturan keselamatan dan
standar dan memberikan catatan yang relevan kepada AQSIQ atas permintaan.
Pasal 4
Pengumpulan dan pengepakan, penyimpanan dan pengiriman langsung
buah manggis untuk diekspor ke China harus dialiri di bawah pengawasan
petugas karantina IAQA atau yang berwenang personil di bawah tanggung
jawab IAQA. Semua buah manggis harus dipilih, disortir, dipadukan dengan
ledakan udara atau difumigasi untuk memastikannya mereka bebas dari
serangga hidup, tungau, buah-buahan busuk, dahan, daun, akar dan tanah.
Manggis buah-buahan untuk diekspor ke China harus dikemas dan disimpan
secara terpisah dengan yang lain untuk menghindari terinfeksi kembali oleh
organisme yang haram.
Pasal 5
Kemasan kotak buah manggis eksport ke China harus ditandai dalam
bahasa Inggris dengan deskripsi barang, tempat asal, nomor Iulme atau
regisuation ofpackinghouse dan alamat dari packing rumah. Setiap palet
pengiriman harus ditandai dengan "Kepada Republik Rakyat Tiongkok" dari
Chinese. Bahan pengepakan buah manggis untuk eksport ke Cina harus bersih
dan tidak terpakai memenuhi persyaratan phytosanitaiy dan standar kesehatan
dan keselamatan China ".
Pasal 6
Sebelum ekspor, IAQA harus melakukan pemeriksaan untuk tujuan
phytosanitary sesuai dengan sampling rafro 2%. Jika ada hama karantina dari
concem ke China terdeteksi batch barang tidak akan diekspor ke China IAQA
harus mengeluarkan sertifikat phytosanitary untuk setiap batch barang yang
sesuai di persyaratan phytosanitary. Sertifikat phytosarntary harus
menunjukkan nama teatnent tersebut perusahaan atau fasilitas,
containernurnber dan nomor segel dan menunjukkan dalam deklarasi tambahan
"Ini buah manggis sesuai dengan Protokol Persyaratan Phytosanitary untuk
Ekspor Buah Manggis dari Indonesia ke Cina dan bersifat fiktif terhadap
karantina apa pun hama dari concem ke China ". IAQA harus menyediakan
AQSIQ dengan sampel sertifikat phytosanitary untuk konfirmasi dan merekam.
Pasal 7
Ketika buah manggis untuk diekspor ke China mencapai pelabuhan
masuk, inspeksi Cina dan karantina otoritas akan memeriksa dokumen dan
identifikasi yang relevan dan mengimplementasikan pemeriksaan dan karantina
yang relevan. Jika satu batch buah manggis ditemukan dari pengepakan yang
tidak ditentukan, maka batch tlre tidak akan diizinkan masuk ke China jika
hama karantina di Annex 1 atau hama karantina lain terdeteksi, ttre batch barang
harus menjalani proses karantina atau dikembalikan atau dihancurkan dan
ekspor buah manggis buah dari pengemasan dan kebun yang relevan ke Cina
akan ditangguhkan berdasarkan pada keadaan sebenarnya. IAQA harus segera
melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebabnya masalah.
Berdasarkan evahration pada hasil investigasi dan koreksi oleh aktior oleh
IAQA, AQSIQ akan memutuskan apakah akan mencabut status pembekuan
yang ditangguhkan dari kemasan yang relevan rumah dan kebun buah. Dalam
hal kasus yang tidak konsisten terus menerus terjadi ekspor ke Indonesia buah
manggis ke China akan ditangguhkan. Jika ada item keselamatan dan kesehatan
yang tidak sesuai, kumpulan buah harus dikembalikan atau hancur. AQSIQ
harus segera menginformasikan IAQA dan memulai mekanisme waming awal,
dan ekspor buah manggis dari pengepakan dan kebun yang relevan ke Cina
adalah ditangguhkan berdasarkan situasi yang sebenarnya. IAQA harus segera
melakukan investigasi untuk menemukan penyebab masalah. Berdasarkan
evaluasi atas hasil investigasi dan tindakan korektif oleh IAQA, AQSIQ akan
memutuskan apakah akan mencabut status yang ditangguhkan atau tidak rumah
pengepakan dan kebun yang relevan. Dalam hal kasus tidak konsisten terus
menerus terjadi batch fruis harus ditahan untuk pemeriksaan dan bahkan ekspor
manggis lndonesia buah-buahan untuk Chinashall ditangguhkan.
Pasal 8
Dalam perjalanan bade, AQSIQ dan IAQA akan melakukan riset
kolaborasi berdasarkan kejadian dan intersepsi hama dan penyakit manggis, dan
tepat waktu menyesuaikan daftar karantina hama dan tindakan karantina yang
relevan.
Pasal 9
Setiap perselisihan yang timbul dari ambiguitas dan implementasi atau
amandemen dari persyaratan phytosanitary ini harus diselesaikan oleh kedua
belah pihak melalui konsultasi atau negosiasi yang ramah. Procotol ini akan
mulai berlaku sejak tanggal penandatanganan dan seterusnya, dan tetap berlaku
untuk tiga tahun dari tanggal tanda tangan. Jika tidak ada pihak yang memberi
pemberitahuan untuk mengubah atau menghentikan ini Procotol setidaknya
beberapa bulan sebelum tanggal kadaluwarsa, akan diperpanjang secara
otomatis untuk satu tahun tambahan. Persyaratan phltosanitary ini
masuk.........di......... dan dibuat di duplikat di Engiish dan Cina, kedua teks
sama-sama otentik. dalam kasus divergensi interpretasi teks bahasa Inggris
yang berlaku
D. Target past ekspor buah manggis ke china
1. Planococcus lilacium
2. Planococcus minor
3. Dysmicoccus neobrevipes
4. Aspidiotus rigdus
5. Paraputo odontomachi
6. Exallomochlus hispidus
7. Pseudococcus baliteus
8. Paracoccus interceptus
9. Hordeliococcus heterotrichus
10. Pseudococcus aurantiacus
11. Rastrococcus spinosus
12. Ceroplastes stellifer
E. Potensi Ekonomi Manggis
Dalam perdagangan, buah manggis sering disebut sebagai ratu buah
(Anonim, 2010). Buah manggis merupakan buah yang eksotik karena memiliki
warna yang menarik dan kandungan gizi yang tinggi, karena itu buah manggis
memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan (Wijaya, 2004).
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari tahun 2002 hingga 2006, sebesar
51,2% ekspor manggis Indonesia ke Hongkong, 28,5% ke China, dan lainnya
ke Amerika Serikat, kawasan Timur Tengah, serta negara-negara di Asia
lainnya. Produksi manggis di Indonesia pada 2006 berasal dari Kalimantan
(2.149 ton), Sulawesi (2.894 ton), Sumatera (26.265 ton), Jawa (39.671 ton),
Bali-Nusa Tenggara (1.009 ton) dan Maluku-Papua (646 ton). Produksi terbesar
masih berasal dari Jawa yang meliputi dari Bogor sebanyak 1.189 ton,
Purwakarta 2.290 ton, dan Tasikmalaya 13.244 ton (Sutrisno, 2009).
Indonesia memiliki peluang dalam ekspor manggis karena sebagian besar
komoditas manggis diekspor ke negara-negara tujuan yang tidak mampu
memproduksi manggis sendiri. Beberapa negara yang menjadi lima belas besar
negara tujuan ekspor manggis tersebut adalah Bahrain, Belanda, China,
Hongkong, Kuwait, Malaysia, Oman, Prancis, Qatar, Saudi Arabia, Singapura,
Switzerland, Uni Emirat Arab, dan Vietnam, kelima belas negara tersebut
adalah yang paling banyak mengimpor manggis dari Indonesia. Tabel 4
menunjukkan volume dan nilai ekspor manggis ke Bahrain, Belanda, China,
Hongkong, Kuwait, Malaysia, Oman, Prancis, Qatar, Saudi Arabia, Singapura,
Switzerland, Uni Emirat Arab, dan Vietnam berfluktuasi dari tahun 2012 hingga
tahun 2014.
Tabel 1 Volume (kg) dan nilai (ribu US$) ekspor manggis Indonesia ke 15
negara tujuan di dunia tahun 2012-2014

Negara 2012 2013 2014


Nilai Volume Nilai Volume Nilai Volume
Bahrain 28.407 14271 42.832 39969 31.998 30527
Belanda 68.721 50487 58.999 51783 293.190 85831
Cina 8766.270 8259838 88.610 212885 211.201 432001
Denmark 5.825 4160 11.888 10718 45.368 15584
Hongkong 7190.535 9717199 1683.246 1973375 1292.210 1410117
Kwait 78.526 28519 176.607 49132 157.404 44957
Malaysia 678.261 1144796 1922.163 3377114 2424.918 5606732
Oman 19.531 14049 55.675 34943 76.666 42573
Prancis 67.910 54902 75.374 59566 200.965 65474
Qatar 59.897 76092 75.760 89545 74.412 79433
Saudi Arabia 109.188 198452 158.990 169781 93.815 151050
Singapur 1179.567 729487 1095.159 766031 1158.560 591173
Switzerland 0.040 40 0.430 430 9.542 4030
Unit Emiret Arab 139.379 1317212 983.131 1068061 1205.509 997767
Vietnam 7.500 68710 770.129 827719 853.541 1441298
Sumber : UNComtrade, 2016 (diolah)

Ditinjau dari prospek pasar dan besarnya permintaan manggis dunia, Indonesia
memiliki potensi menjadi pengekspor manggis terbesar di pasar internasional.
Produksi manggis Indonesia yang masih berfkluktuasi menjadi tantangan tersendiri
bagi Indonesia karena Indonesia bukanlah satu-satunya negara pengekspor
manggis. Upaya meningkatkan dayasaing manggis dapat ditempuh melalui
peningkatan komponen pembentuk dayasaing yang melekat pada produk, seperti
produktivitas dan efisiensi produksi, kualitas dan tampilan produk yang memenuhi
standar keamanan pangan dan menarik bagi konsumen, serta kontinuitas
produksi/pasokan.

F. Faktor Memengaruhi Permintaan Ekspor Komoditi Manggis Indonesia

Berdasarkan pada komoditi manggis, terdapat satu dari enam variabel


yang tidak signifikan yaitu populasi negara tujuan ekspor manggis Indonesia
pada taraf nyata 5% terhadap aliran ekspor manggis Indonesia. Sedangkan
variabel GDP riil negara tujuan, nilai tukar riil negara tujuan, jarak ekonomi,
dan harga ekspor manggis Indonesia berpengaruh signifikan pada taraf nyata
5% terhadap nilai ekspor manggis Indonesia.

1. GDP Riil Negara Tujuan Ekspor


GDP riil negara tujuan ekspor manggis menunjukkan kemampuan
daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa tertentu. Berdasarkan hasil
estimasi, GDP riil negara tujuan ekspor manggis Indonesia signifikan pada
taraf nyata 5%. Tanda koefisien pada variabel tersebut sesuai dengan
hipotesis yaitu 21.78098. Nilai tersebut memberikan arti bahwa jika GDP
riil negara tujuan ekspor manggis Indonesia meningkat sebesar satu persen,
maka permintaan ekspor komoditi manggis meningkat sebesar 21.78%
(ceteris paribus). Pada hasil estimasi dapat diketahui bahwa variabel GDP
riil negara tujuan ekspor berpengaruh signifikan pada taraf nyata 5%. Hal
ini berarti bahwa variabel GDP riil negara Bahrain, Belanda, China,
Denmark, Hongkong, Kuwait, Malaysia, Oman, Prancis, Qatar, Saudi
Arabia, Singapura, Switzerland, Uni Emirat Arab, dan Vietnam memiliki
pengaruh yang signifikan dalam memengaruhi permintaan ekspor manggis
Indonesia.
2. Nilai Tukar Riil Negara Tujuan Ekspor
Nilai tukar riil negara tujuan ekspor menunjukkan bahwa
probabilitas berpengaruh signifikan pada taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil
estimasi dapat diketahui bahwa nilai tukar riil negara tujuan ekspor
mempunyai pengaruh positif artinya jika nilai tukar riil negara tujuan
terapresiasi maka harga produk manggis Indonesia semakin murah sehingga
mendorong terjadinya peningkatan permintaaan ekspor manggis Indonesia.
Nilai tukar riil yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tukar riil
negara tujuan ekspor tehadap dollar Amerika Serikat, karena sebagian besar
negara menggunakan dan menerima mata uang dollar AS sebagai alat
pembayaran dalam transaksi internasional. Hal tersebut karena nilai mata
uang dollar AS yang relatif stabil dibandingkan mata uang negara lainnya.
Variabel ini memengaruhi besarnya permintaan manggis Indonesia ke
negara-negara tujuan dengan nilai koefisien sebesar 4.034279. Nilai ini
berarti bahwa apabila nilai tukar negara tujuan ekspor terapsesiasi sebesar
satu persen, maka permintaan ekspor komoditi manggis Indonesia
meningkat sebesar 4.03% (ceteris paribus). Tanda positif pada variabel nilai
tukar dollar terhadap negara tujuan sesuai dengan parameter dugaan yang
diharapkan.
3. Jarak Ekonomi
Jarak ekonomi menunjukkan bahwa probabilitas berpengaruh
signifikan pada taraf nyata 5%. Tanda koefisien pada variabel tersebut
sesuai dengan hipotesis, yaitu -27.75219. Nilai ini berarti bahwa jika jarak
ekonomi Indonesia dengan negara tujuan ekspor naik satu persen maka akan
terjadi penurunan besarnya permintaan ekspor komoditi manggis Indonesia
sebesar 27.75%. Hal tersebut sesuai dengan hipotesis bahwa jarak ekonomi
berpengaruh negatif terhadap permintaan eskspor komoditi manggis
Indonesia.
Meningkatnya jarak ekonomi Indonesia dengan negara tujuan
ekspor menandakan semakin jauhnya jarak yang harus ditempuh sehingga
biaya transportasi untuk pengangkutan barang (biaya distribusi) semakin
meningkat yang akan membawa pengaruh kepada penurunan permintaan
ekspor komoditi manggis Indonesia. Begitu juga sebaliknya, jika jarak
ekonomi semakin kecil maka biaya transportasi pengangkutan barang
(biaya distribusi) akan berkurang yang akan berpengaruh terhadap
peningkatan permintaan manggis Indonesia di negara tujuan.
4. Harga Ekspor Manggis
Harga ekspor manggis berpengaruh signifikan pada taraf nyata 5%.
Hal ini menunjukkan bahwa variabel harga ekspor manggis Indonesia
merupakan salah satu faktor yang memengaruhi permintaan ekspor manggis
Indonesia. Nilai koefisien harga ekspor manggis sebesar 0.819241, artinya
jika harga ekspor manggis Indonesia meningkat sebesar satu persen maka
nilai ekspor manggis Indonesia akan meningkat 0.82% (ceteris paribus).
Peningkatan harga ekspor menggambarkan mutu dan kualitas manggis,
semakin tinggi harga ekspor manggis semakin baik sehingga nilai ekspor
juga semakin tinggi di pasar internasional.
Selain itu harga ekspor manggis Indonesia dalam penelitian ini
diperoleh dari nilai ekspor manggis dibagi dengan volume ekspor manggis
sehingga antara nilai ekspor dengan harga ekspor manggis Indonesia
memiliki hubungan yang positif. Apabila harga ekspor mengalami
peningkatan maka nilai ekspornya juga akan meningkat.
5. Populasi Negara Tujuan Ekspor
Pertambahan populasi negara tujuan ekspor akan memberikan
pengaruh yang positif terhadap nilai ekspor manggis Indonesia. Dalam
hipotesis, telah dikemukakan bahwa populasi negara Bahrain, Belanda,
China, Hongkong, Kuwait, Malaysia, Oman, Prancis, Qatar, Saudi Arabia,
Singapura, Switzerland, Uni Emirat Arab, dan Vietnam memiliki hubungan
negatif, artinya semakin besar jumlah populasi lima belas negara tujuan
ekspor tersebut akan menyebabkan nilai ekspor manggis Indonesia semakin
menurun.
Populasi negara tujuan ekspor berpengaruh negatif atau tidak
signifikan pada taraf nyata 5% terhadap aliran ekspor manggis Indonesia.
Berdasarkan hasil analisis regresi data panel, diperoleh nilai koefisien
populasi negara tujuan ekspor sebesar -0.203894. Hal ini tidak sesuai
dengan hipotesis penelitan dan tidak berpengaruh nyata terhadap nilai
ekspor manggis Indonesia. Artinya jika populasi negara tujuan ekspor
menurun sebesar satu persen, maka nilai ekspor manggis Indonesia akan
menurun sebesar 0.203894 persen (cateris paribus).
a. Tujuan dari Kegiatan Ekspor
Menurut (Anne Krueger. 1988) menyatakan bahwa kegiatan ekspor
hanya akan berhasil dalam jangka panjang yang menimbulkan dampak
positif terhadap kemakmuran masyarakat apabila sektor ekspor merupakan
sektor yang dominan dalam struktur ekonomi dalam pengertian nilai tambah
maupun kesempatan kerja. Jika tidak dominan, strategi pemasaran ekspor
yang sangat banyak menggunakan sumbersumber ekonomi akan
menimbulkan implikasi negatif yang serius terhadap kemakmuran
masyarakat luas. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa kegiatan ekspor
mempunyai hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara,
semakin banyak kegiatan ekspor dinegara itu maka pertumbuhan ekonomi
juga akan naik dan hal ini akan berdampak pada iklim investasi yang
semakin tumbuh beriringan dengan kegiatan ekspor tesebut.
Adapun tujuan dari kegiatan ekspor ini antara lain:
1. Meningkatkan laba perusahaan melalui perluasan pasar serta
untuk memperoleh harga jual yang lebih baik (optimalisasi
laba).
2. Membuka pasar baru diluar negeri sebagai perluasan pasar
domestik (membuka pasar ekspor).
3. Memanfaatkan kelebihan kapasitas terpasang (idle capacity).
4. Membiasakan diri bersaing dalam pasar internasional
sehingga terlatih dalam persaingan yang ketat dan terhindar
dari sebutan jago kandang.
b. Pihak- Pihak dalam Kegiatan Ekspor
Setiap negara mempunyai peraturan serta sistem perdagangan yang
berbeda-beda. Mereka yang terlibat dalam transaksi ekspor impor tersebut
baik para pengusaha yaitu eksportir dan importir atau pihak yang terlibat
baik langsung ataupun tidak sangat perlu mengikuti perkembangan
peraturan serta sistem perdagangan luar negeri baik yang dilakukan disetiap
negara tujuan ekspor.
Dalam transaksi perdagangan ekspor, seorang eksportir banyak
berhubungan dengan berbagai instansi/ lembaga yang menunjang
terlaksananya kegiatan ekspor. Namun lembaga-lembaga yang berkaitan
dengan kegiatan ekspor tersebut terkadang belum seluruhnya dikenal atau
bahkan dimanfaatkan diIndonesia. Terdapat beberapa pihak yang terlibat
dalam kegiatan ekspor-impor yaitu :
1. Eksportir (pihak yang melakukan penjualan atau pengiriman
barang).
2. Importir (pihak yang melakukan pembelian atau penerimaan
barang).
3. Pembuat barang ekspor (kalau produksi ekspor tidak dilakukan
sendiri).
4. Export Merchant House (yang membeli barang dari perusahaan
pembuat barang dan mengkhususkan diri dalam perdagangan
dengan negara-negara tertentu yang membutuhkan barang-barang
tersebut).
5. Confirming House (yang bertindak sebaai perantara pembuat barang
diluar negeri dan importir dalam negeri biasanya bertanggungjawab
atas pengapalan barang-barang dan pembayaran pada penjual).
6. Buying Agent (bertindak sebagai agen untuk satu atau lebih pembeli
tertentu diluar negeri).
7. Trading House (badan usaha yang mengumpulkan barang-barang
keperluan untuk diekspor dan diimpor).
8. Consignment Agent (bertindak sebagai agen penjual diluar negeri).
9. Factor (Lembaga yang setuju untuk membeli piutang dagang/
barangbarang ekspor yang dipunyai eksportir untuk kemudian
ditagih kepada importir/ pembeli).
10. Bank termasuk didalamnya lembaga-lembaga yang menangani
kegiatan ekspor seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
11. Freight Forwarder, EMK L.
12. Maskapai Pelayaran/ Perkapalan (Menerima barang-barang dagang
dari shipper/ eksportir/ freight forwarder dan mengatur
pengangkutan barangbarang tersebut serta menerbitkan Bill of
Lading (B/ L) atau surat bukti muat barang).
13. Asuransi (yaitu yang mengasuransikan barang-barang yang
dikapalkan sesuai nilai yang disyaratkan, yang mengeluarkan
sertifikat/ polis asuransi untuk menutupi resiko yang dikehendaki
serta yang menyelesaikan tagihan/ tuntutan kerugian-kerugian bila
ada).
14. Bea Cukai ( bagi eksportir bertindak sebagai pihak yang meneliti
dokumen serta pembayaran pajak dan memberikan izin barang
untuk dimuat dikapal, bagi importir bertindak sebagai agen dan akan
memberikan izin untuk pelepasan barang-barang bilamana dokumen
B/ L atau di Indonesia PPUD, menunjukan telah dilakukan
pembayaran).
15. Karantina (yang ditunjuk oleh pemerintah yang berwenang dalam
pemeriksaan mutu, jumlah barang dan lain sebagainya serta
memeriksa barang-barang ekspor tertentu dinegara tempat tibanya
barang dengan penerbitan surat laporan pemeriksaaan (LKP) dan
memeriksa kebenaran barang-barang impor dinegara asal impor
barang).
G. Persyaratan Ekspor Manggis ke China
1. Eksportir manggis yang sudah didaftarkan ke China untuk segera
merealisaikan ekspornya dan menambah jumlah tenaga kerja dan fasilitas
yang diperlukan untuk penanganan pasca panen buah manggis.
2. Melakukan pendampingan penuh terhadap pemeriksaan ekspor buah
manggis tujuan China untuk rumah kemas/eksportir yang baru pertama kali
melakukan ekspor ke China. Hal ini dimaksudkan untuk memberi edukasi
dan bimbingan teknis kepada pekerja di rumah kemas terkait cara-cara
kegiatan mitigasi OPT pada buah manggis.
3. Untuk kegiatan ekspor selanjutnya,kegiatan mitigasi OPT buah manggis
diserahkan sepenuhnya kepada pemilik rumah/eksportir di bawah
pengawasan Petugas Karantina Tumbuhan.
4. Jadwal pengiriman/ekspor buah manggis harus diinformasikan oleh rumah
kemas/eksportir kepada UPT tempat pengeluaran selambat-lambatnya 1
(satu) hari sebelum pelaksanaan ekspor untuk memberikan waktu yang
cukup bagi UPT tersebut dalam mempersiapkan POPT yang akan
ditugaskan melakukan pemeriksaaan ekspor.
5. Untuk, memastikan penanganan buah manggis yang dilakukan rumah
kemas sesuai dengan Protokol, Petugas Karantina Tumbuhan wajib
melakukan pemeriksaan ekspor dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Sampel buah minimal 2% perlot (1 lot maksimal 50 keranjang) atau
minimal 1 keranjang/lot. Pemeriksaan sampel lebih dari 2% per lot dapat
dilakukan berdasarkan tingkat kepatuhan rumah kemas/eksportir
dan/atau pertimbangan teknis Petugas Karantina Tumbuhan.
b. Jika dalam pemeriksaan sampel buah ditemukan serangga hidup (live
insect), tunggau (mites), buah busuk ( rotten fruits), tangkai/cabang
tanaman (branches), daun (leaves), akar (roots) dan tanah (soils), maka
terhadap lot tersebut tidak dapat diterbitkn Phytosanitary Certifikat (PC)
dan seluruh buah dalam lot tersebut harus di bersikan.
c. Lot yang telah diperiksa dan memenuhi persyratan harus diberi identitas
yang jelas (jumlah keranjang, asal bauah atau nomor registrasi
petani/kelompok tani) dan diberi tanda khusus (misalnya sticker) untuk
memastikan integritas fitosanitari dari lot tersebut.

Pengguna Jasa:

Melaporkan
Pemasukan/Pengeluaran
MP HPHK/OPTK
Karantina:
Registrasi:
Pemeriksaan Kelengkapan
Permohonan ppk Dokumen Persyaratan
Online/manual

Dokumen Lengkap

Pemriksaan Administrasi
Surat Tugas:
dan Fisik:
Pejabat Fungsional
Media Pembawa
HPHK/OPTK
Pemberian Sertifikat:
Bebas: Kesehatan/Pyhtosanitary
Certificate
OPT/OPTK

Uji Laboratorium:

Lab karantina
Tumbuhan
Ditemukan: Diberiperlakuan
/ Treatman
OPT/OPTK

Pemberian Sertifikat: Bebas:


Kesehatan/Pyhtosanitar
y Certificate OPT/OPTK

Tarif PNBP:

Pembayaran Jasa Layanan


Karantina
6. Pengguna jasa mengisi formulir permohonan pemeriksaan karantina (PKK)
KH-01 disertai dengan kelngkapan dokumen yang dipersyaratkan. Bagi
pengguna jasa yang sudah memilikin registrasi PPK on line dapat
mengajukan permohonan pemeriksaan Karantina melalui media elektronik
tanpa harus datang ke Unit pelayanan Karantina Pertanian. Pengguna jasa
yang menggunakan PPK on line cukup datang pada saat menyerahkan
dokumen asli setelah ketentuan persyaratan secara elektronik terpenuhi.
7. Operator menginput data dan merekam permohonan permeriksaan Karantina
dalam buku agenda.
8. Operator menyerahkan permohonan pemeriksaan Karantina kepala
Supervisor.
9. Supervisor menganalisa menyusun dari menugaskan personel sesuai dengan
jenjang jabatan penjabat fungsional dengan menerbitkan Surat Penugasan
(DP-2)
10. Pejabat fungsional melakukan penyiapan bahan, peralatan dan fasilitas
pelayanan yang diperlukan dalam penyelenggaraan tindkan Karantina.
11. Pejabat fungsional yang diberi surat penugasan melaksanakan pemeriksaan
dokumen dan fisik. Pemeriksaan dokumen dilakukan untuk mengetahui
kelengkapan, keabsahan dan kebenaran isi dokumen melalui pemeriksaan
fisik. Pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk mendeteksi Organisme
Penggangu Tumbuhan (OPT) atau Organisme Penggangu Tumbuhan
Karantina (OPTK). Pemeriksaan fisik dapat dilakukan, diatas alat angkut
dan pintu pemasukan (entrypoint).
12. Penjabat fungsional memberi surat laporan pengambilan contoh/sampel
media pembawa/kemasan kayu (DP-4) yang akan diuji di Laboratorium
Karantina Tumbuhan kemudian diperiksa oleh petugas karantina dan diberi
label yaitu laporan pelaksanaan pengasingan dan pengamatan media
pembawa (DP-7)
13. Setelah diperiksa di Lab dinyatakan bebas dari OPT/OPTK maka penerbitan
laporan hasil pelaksanaan kesehatan media pembawa/kemasan
kayu/pemeriksaan identitas dan Pengujian keamanan Pangan Segar Asal
Tumbuhan (PSAT) (DP-6) maka pengguna jasa berhak untuk mendapatkan
sertifikat kesehatan/phytosanitary certifikat (KT-10)
14. Setelah diperiksa di Lab ditemukan OPT/OPTK maka pejabat fungsional
memberikan surat pemberitahuan perlakuan (SP-4) secara fisik/kimiawi
kemudian diperiksa lagi oleh pejabat fungsional dinyatakan bebas dari
OPT/OPTK maka penerbitan Fumigation Certificate (KT-4) dan penerbitan
laporan hasil pelaksanaan kesehatan media pembawa/kemasan
kayu/pemeriksaan identitas dan Pengujian keamanan Pangan Segar Asal
Tumbuhan (PSAT) (DP-6) maka pengguna jasa berhak untuk mendapatkan
sertifikat kesehatan/phytosanitary certifikat (KT-10)
15. Pengguna jasa membayar tarif PNPB yang sudah ditetapkan oleh Badan
Karantina.
BAB III
KESIMPULAN