Anda di halaman 1dari 23

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMA Negeri 2 Kluet Utara


Mata Pelajaran : PPKn
Kelas/Semester : XI/2
Materi Pokok : Dinamika peran Indonesia dalam perdamaian dunia sesuai Undang-
Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945
Kompetesi Dasar : Peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia
melalui organisasi Internasional
Alokasi Waktu :1 x 45 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Pada akhir proses pembelajaran siswa diharapkan dapat :
 Sikap Spritual
1. Setelah mempelajari materi ini, siswa dapat berprilaku disiplin dan
bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Atas politik bebas aktif
yang diterapkan indonesia untuk bekerja sama dengan negara lain.
Dengan demikian, indonesia bebas bekerja sama dan berperan aktif
untuk menjaga perdamaian dunia
 Sikap Sosial
1. Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu bekerja
sama, cinta damai, proaktif dan mengembangkan kepekaan terhadap
kebutuhan orang lain.
 Pengetahuan
1. Menjelaskan makna organisasi iternasioanl
2. Menjelaskan Bentuk Organisasi Internasional
3. Menjelaskan Tujuan dibentuknya Organisasi internasional
 Keterampilan
1. Menerangkan kembali perdamaian dunia dan organisasi internasional

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

No Kompetensi Dasar No Indikator Pencapaian Kompetensi


1.4.1 Mengucapkan rasa syukur kepada
Tuhan Yang Maha Esa terhadap peran
Indonesia dalam mewujudkan
perdamaian dunia sebagai anugerah
Mensyukuri peran Indonesia dalam
Tuhan Yang Maha Esa
mewujudkan perdamaian dunia 1.4.2 Menunjukkan sikap tanggungjawab
1.4
sebagai anugerah Tuhan Yang Maha
sebagai warga Negara Indonesia untuk
Esa
mendukung peran Indonesia dalam
mewujudkan perdamaian dunia
sebagai anugerah Tuhan Yang Maha
Esa

1
2.4.1 Bersikap sesuai dengan nilai-nilai
toleransi dan cinta damai sebagai wujud
dari refleksi peran Indonesia dalam
Menunjukkan sikap toleran dan cinta perdamaian dunia dalam hidup
damai sebagai refleksi peran bermasyarakat,berbangsa dan bernegara
Indonesia dalam perdamaian dunia
2.4 dalam hidup 2.4.2 Membentuk sikap toleran dan cinta damai
bermasyarakat,berbangsa dan sebagai wujud dari refleksi peran
bernegara Indonesia dalam perdamaian dunia
dalam hidup bermasyarakat,berbangsa
dan bernegara

3.4.1 Menguraikan dinamika peran Indonesia dalam


perdamaian dunia sesuai Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945
Menganalisis dinamika peran 3.4.2 Memberi contoh peran Indonesia dalam
Indonesia dalam perdamaian dunia perdamaian dunia sesuai Undang-Undang
3.4 sesuai Undang-Undang Dasar Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
Negara Republik Indonesia Tahun 1945
1945
3.4.3 Menjelaskan peran Indonesia dalam
perdamaian dunia sesuai Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945

Mempresentasikan hasil analisis peran


4.3.1 Indonesia dalam perdamaian dunia
Mendemonstrasikan hasil analisis sesuai Undang-Undang Dasar Negara
tentang peran Indonesia dalam Republik Indonesia Tahun
4.3 perdamaian dunia sesuai Undang-
Mengkomunikasikan hasil analisis peran
Undang Dasar Negara Republik
Indonesia dalam perdamaian dunia
Indonesia Tahun 1945
4.3.2 sesuai Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945

2
C. MATERI PEMBELAJARAN

Fakta
a. Konferensi PBB
b. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN
c. Konferensi Asia Afrika (KAA)

Konsep
a. Definisi Organisasi Internasional
b. Latar Belakang Terbentuknya ASEAN
c. Sejarah Singkat PBB
Prinsip
Undang undang Republik indonesia nomor 24 tahun 2000
Prosedur
1. langkah-langkah keikutsertaan dalam mendamaikan dunia melalui oganisasi
internasional
D. PENDEKATAN, MODEL DAN METODE
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model Pembelajaran : Discovery Learning
3. Metode : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab & Penugasan

E. MEDIA, ALAT DAN SUMBER BELAJAR


1. Alat : Proyektor,LCD
2. Media : Video Peran Garuda dan Power Point Peran indonesia
Melalui organisasi internasional

a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Pendidikan Pancasila dan


Kewarganegaraan, Kelas XI. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. Halaman: 137 -172
b. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Guru Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan, Kelas XI. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan. Halaman: 148-153
c. Internet (http://www.mediabelajar.info/2013/11/peran-indonesia.html)

3
F. Langkah-langkah Pembelajaran
Langkah Alokasi Waktu
Deskripsi
Pembelajaran
Kegiatan  Guru memberikan salam ke pada siswa 10 menit
Pendahuluan  Guru meminta salah seorang siswa
untuk memipin do’a
 Guru mengondisikan kelas, agar
kondusif untuk mendukung proses
pembelajaran
 Mengecek kehadiran siswa
 Guru memberi penjelasan tentang
cakupan materi yang akan dipelajari
beserta tujuan pembelajaran yang akan
dicapai
 Guru membuat kesepakatan dengan
peserta didik terkait kegiatan yang akan
dilakukan (termasuk di dalamnya
tentang pembagian kelompok kerja
peserta didik).
 Guru menampilkan beberapa
permasalahan dalam kehidupan terkait
materi pembelajaran dalam bentuk
gambar/slide/video.

Kegiatan Inti Stimulation 30 menit


 Guru memberikan stimulus berupa
persoalan untuk diamati dan disimak
oleh siswa secara berkelompok
 Peserta didik mengamati
gambar/slide/video tentang peran
Indonesia dalam menciptakan
perdamaian dunia melalui organisasi
Internasional
Pernyataan/ identifikasi masalah
 Peserta didik mengidentifikasi
tanyangan video yang diberikan oleh
guru
 Peserta didik dibimbing sehinnga
timbul rasa ingin tahu untuk
bertanya.

Pengumpulan Data

 Dengan tanya jawab peserta didik


menyebutkan peran-peran indonesia
dalam perdamaian dunia melalui
organisasi internasional
4
Pengolahan Data
 Guru membimbing dan mengarahkan
siswa untuk mengolah data hasil
kajian yang telah dilakukan melalui
informasi dan data yang didapat dari
berbagai sumber

Pembuktian
 Peserta didik secara bergiliran
mempresentasikan hasil kerja

Menarik Kesimpulan
 Peserta didik beserta guru menarik
kesimpulan konsep peran indonesia
dalam perdamaian dunia melalui
organisasi internasional

Kegiatan  Klarifikasi/ kesimpulan siswa dibantu 5 menit


Penutup oleh guru menyampaikan materi
 Guru menyampaikan tema materi untuk
pertemuan selanjutnya
 Guru menutup pembelajaran dengan
mengucapkan salam.

5
G. Penilaian

a. Penilaian Sikap

LAMPIRAN-LAMPIRAN

FORMAT PENILAIAN OBSERVASI


SIKAP SPRITUAL DAN SOSIAL PESERTA DIDIK

Nama Sekolah : SMA Negeri 2 Kluet Utara


Kelas : XI
Kompetensi Dasar : Peran indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia
melalui

Materi Pokok : ………………………………………………..


Periode Penilaian : ……………………….s.d ……………….....

Sikap

Deskri
Kualit
Rata-
Total
Skor

Nilai
Rata

Spiritual dan

atif

ps
Sosial

Nama
No
2. Kerjasama

Siswa
4. Responsif
1. Disiplin

3. Damai

1.
2.
3.
4.
5.
6.
dst

6
Rubrik Penskoran

1. Aspek : Kerjasama
No. Indikator Kerjasama Penilaian Kerjasama
Terlibat aktif dalam Skor 1 jika 1 atau tidak ada indikator yang
1.
bekerja kelompok konsisten ditunjukkan peserta didik
Kesediaan melakukan Skor 2 jika 2 indikator kosisten ditunjukkan
2.
tugas sesuai kesepakatan peserta didik
Bersedia membantu orang Skor 3 jika 3 indikator kosisten ditunjukkan
3. lain dalam satu kelompok peserta didik
yang mengalami kesulitan
Rela berkorban untuk Skor 4 jika 4 indikator konsisten ditunjukkan
4.
teman lain peserta didik
Rela berkorban untuk Skor 4 jika 4 indikator konsisten ditunjukkan
4.
teman lain peserta didik
Aspek : Damai
No. Indikator Damai Penilaian Damai
1. Menghargai teman dalam setiap menjalankan Skor 1 jika terpenuhi satu
aktivitas indikator
2. Kebersamaan menjadi bagian dalam Skor 2 jika terpenuhi dua
pergaulan indikator
3. Menghormati dan menghargai setiap Skor 3 jika terpenuhi tiga
perbedaan yang ada indikator
4. Mengindari konflik atau petentangan dalam Skor 4 jika terpenuhi semua
perggaulan indikator

10. Aspek : Proaktif


No. Indikator Proaktif Penilaian Proaktif
1 berinisiatif dalam bertindak Skor 1 jika terpenuhi satu
indikator
2 mampu menggunakan kesempatan Skor 2 jika terpenuhi dua
indikator
3 memiliki prinsip dalam bertindak (tidak Skor 3 jika terpenuhi tiga
ikut-ikutan) indikator
4 bertindak dengan penuh tanggung jawab Skor 4 jika terpenuhi semua
indikator

7
LEMBAR PENILAIAN SIKAP
“PENILAIAN DIRI”

Nama Siswa : ....................................................................


Kelas/Semester : X ….. / I
Materi/Bab : ....................................................................

Indikator :
1. Memiliki motivasi selama proses pembelajaran dan menjelang ulangan harian
2. Penguasaan Materi yang akan diujikan
3. bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok
4. menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu maupun
kelompok
5. menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan, bertanya, atau
menyajikan hasil diskusi
6. Menunjukkan sikap toleransi terhadap perbedaan pendapat/cara dalam
menyelesaikan masalah

Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 6, tulis masing-masing huruf (A/B/C/D) sesuai


dengan pendapatmu !, jika :
 A = Selalu
 B = Sering
 C = Jarang
 D = Tidak pernah
1 Saya memiliki motivasi selama proses pembelajaran dan kesiapan
menjelang Ulangan Harian
2 Saya menguasai materi /Bab/Sub Bab yang akan diujikan dalam
ulangan harian nanti
3 Saya bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok
4 Saya menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas
individu maupun kelompok

5 Saya menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan


gagasan, bertanya, atau menyajikan hasil diskusi
6 Menunjukkan sikap toleransi terhadap perbedaan pendapat/cara
dalam menyelesaikan masalah

Pedoman Penskoran:
Skor 4, jika A = Selalu Skor 2, jika C = Jarang
Skor 3, jika B = Sering Skor 1, jika D = Tidak pernah
𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉𝑺𝒌𝒐𝒓𝑷𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉𝒂𝒏
Skor Perolehan = 𝟐𝟒

8
LEMBAR PENILAIAN SIKAP
PENILAIAN ANTAR PESERTA DIDIK (TEMAN)

Satuan Pendidikan : .................................


Kelas : .................................
Materi : .................................
Teman yang Dinilai : .................................
Penilai : .................................
Indikator:
1. Siswa tidak meniru (menyontek) hasil kerja teman ketika mengerjakan tugas
2. Siswa tangguh dalam menyelesaikan masalah
3. Siswa menunjukkan sikap kritis dalam diskusi kelompok
4. Siswa menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu maupun
kelompok
Instrumen Penilaian

Petunjuk:
Berilah tanda chek (√) pada pilihan yang paling menggambarkan kondisi teman kamu.

Tidak Pernah
Jarang
Sering
Selalu
No. Aspek Penilaian 4 3 2 1
1. Siswa mengerjakan tugas dan tidak bertanya pada temannya
2. Siswa mengerjakan ulangan dengan jujur
3. Siswa tidak mengeluh ketika menyelesaikan tugas individu atau
kelompok
4. Siswa menuntaskan tugas yang diberikan guru
5. Siswa bertanya kepada teman ketika proses pembelajaran
berlangsung
6. Siswa mengumpulkan tugas tepat waktu
Jumlah
Total Skor
Keterangan:
 Tidak Pernah (intensitas sikap yang diamati tidak muncul)
 Jarang (intensitasnya sikap yang diamati sebagian kecil muncul)
 Sering (intensitasnya sikap yang diamati sebagian besar muncul)
 Selalu (intensitasnya sikap yang diamati selalu muncul)

Nilai =
Lampiran 4
FORMAT LEMBAR OBSERVASI
KEGIATAN DISKUSI
9
Petunjuk

Keterangan:
1. Sikap : kesopanan, kerjasama, semangat, toleransi
meluruskan penyimpangan, dan menunjukkan sikap terpuji.
2. Pendapat : rasional, teliti, jelas, relevan, sistematis dan keaktifan pendapat
3. Bahasa : jelas, teliti, tepat, menarik dan wajar

Peserta didik memperoleh nilai :


Interval Nilai Kualitatif
3,66 – 4,00 SB (Sangat Baik)
2,66 – 3,33 B (Baik)
1,66 – 2,33 C (Cukup)
< 1,33 K (Kurang)

10
b. Penilaian Pengetahuan
Kartu Soal
(Uraian)

Mata Pelajaran : PPKn


Kelas/Semester : XI/I
Kompetensi Dasar : 3.4 Menganalisis dinamika peran Indonesia dalam perdamaian
dunia sesuai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945
Materi :Peran Indonesia dalam perdamaian dunia
Indikator Soal :
Level Kognitif : LOTS dan HOTS

Soal :
1. Sebutkan tiga tujuan PBB ?
2. Sebutkan tujuan terbentuknya ASEAN ?
3. Jelaskan isi pasal 38 Piagam Mahkamah Internasional?
4. Mengapa bangsa Indonesia perlu bekerjasama dengan dengan negara lain ?
5. Mengapa nilai-nilai demokrasi Pancasila sangat penting diterapkan dalam
kehidupan bermasyarakat ?
Kunci/Pedoman penskoran :
No Uraian Jawaban/Kata Kunci Skor
1 a. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional 10
b. Meningkatkan hubungan bersahabat antarnegara atau
antarbangsa atas persamaan hak dan menentukan nasib sendiri.
c. Meningkatkan kerja sama internasional untuk memecahkan
masalah internasional di bidang politik, sosial, kebudayaan,
kependudukan, dan lain-lain.
2 a. Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana 20
latihan dan penelitian
b. Memajukan studi tentang Asia Tenggara
c. Meningkatkan kerja sama yang aktif dalam bidang ekonomi,
sosial, kebudayaan, teknik, ilmu pengetahuan, dan
administrasi.
3 a. Konvensi atau perjanjian internasional (traktat/treaty). 30
b. Kebiasaan internasional yang terbukti dalam praktik umum
dan diterima sebagai hukum
c. Keputusan hakim dan peradilan internasional, serta ajaran-
ajaran para pakar hukum dari berbagai negara sebagai sarana
pelengkap/tambahan untuk menetapkan ketentuan hukum
d. Pendapat-pendapat para ahli hukum terkemuka
4 Meningkatkan persaudaraan antarbangsa sebagai pelaksanaan 40
cita-cita bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pancasila,
meningkatkan eksistensi bangsa Indonesia di mata dunia
11
Internasional, dapat menjadi alat untuk mempertahankan
kedaulatan Indonesia sebagai bangsa.
Total Skor 100

AnalisisHasil Penilaian
Nilai Kesimpulan TindakLanjut(*)
NamaPeserta (Penilaian
No.
Didik Harian/P Belum
H) Tuntas Remediasi Pengayaan
Tuntas
1
2
3
4
5

(*)Dilanjutkandenganmenyusunprogramtindaklanjutmeliputiprogramremediasidanprogr
am pengayaanpadabagianberikutnya.

ProgramTindak Lanjut Hasil Penilaian


PenyelarasanPemb
JumlahPesertaDidik IPKyang …
elajaran Keterangan
No Belum Telah Belum (*)
Tuntas Tunta Remedial Pengayaan
Tuntas tuntas
s
1
2
3
4
5
(*)Dilaksanakansecaraklasikal/individual

12
c. Penilaian Ketrampilan

LEMBAR KINERJA PRESENTASI

Mata Pelajaran : ...............................................


Materi : ...............................................
Kelompok : ...............................................

Kinerja Presentasi
Jmlh
No Nama Siswa Visual/ Nilai
Kebenaran Penyajia Skor
Kreatifitas
substansi n materi grafis
1
2
3
4
...

Keterangan pengisian skor


4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang

Keterangan:

NO INDIKATOR URAIAN

1 Kreativitas Baru, unik, tidak asal berbeda

2 Kebenaran substansi  Sesuai dengan konsep dan teori yang


materi benar dari sisi keilmuan
 Tidak ada bagian yang salah/keliru
 Tidak ada kesalahan penempatan
gambar, suara dan teks
3 Penyajian Materi  Runut sesuai dengan struktur keilmuan
 Mengikuti alur logika yang jelas (
sistimatis ) Bervariasi

13
NO INDIKATOR URAIAN

4 Grafis  Tampilan layar ( warna, tataletak


(layout))
 Ilustrasi
FORMAT PENILAIAN PRAKTIK KEWARGANEGRAAN

Petunjuk
Lembaran ini diisi oleh guru atau teman selama proses penyusunan laporan oleh
kelompok. Lembaran ini mencatat perilaku siswa secara perorangan. Pada akhir penilaian
siswa akan mendapatkan salah satu dari 3 (tiga) kode nilai akhir berikut: A (Baik),
B (Cukup), dan C (Kurang). Pada kolom Aspek Penilaian yang terdiri dari sikap,
pendapat dan bahasa, tuliskan skor angka 1-10. Pada kolom Penilaian, tuliskan Rata-
Rata Skor Angka dan konversi Kode Nilainya.

Kelas :............................
Kelompok :............................
Topik :............................

Aspek Penilaian Penilaian

No Nama Siswa Rata-rata Kode


Partisipasi Sikap Kerjasama Skor Nilai
Angka
1
2
3
4
5
dst

Keterangan:
1. Partisipasi: persiapan, keaktifan kerja dan tanggung jawab melaksanakan tugas
2. Sikap: menghargai pendapat orang lain, toleransi, dan antusiasme dalam
mengerjakan tugas bersama anggota tim lainnya
3. Kerjasama: koordinasi dengan teman, kesediaan untuk menolong orang lain dan
tidak hanya terpaku pada tugas yang menjadi tanggung jawabnya

14
LEMBAR PENILAIAN LAPORAN PRAKTIK KEWARGANEGARAAN

Petunjuk:
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai dokumen laporan hasil Praktik
Kewarganegaraan. Pada akhirnya, siswa akan mendapatkan salah satu dari 3 (tiga) kode
nilai akhir berikut: A (Baik), B (Cukup), dan C (Kurang). Pada kolom Nilai, tuliskan skor
angka 2-5 (2=kurang, 3=cukup, 4=baik, dan 5=baik sekali). Kemudian tuliskan jumlah
nilai pada kolom yang tersedia. Nilai Akhir didapat dengan rumus Jumlah Nilai dibagi 11.
Konversikan Nilai Akhir tersebut ke dalam Kode Nilai A, B atau C.
Nama : ...........................
Kelompok : ............................
Topik : ............................
No Aspek Penilaian Nilai Catatan
A Menjelaskan Masalah
1. Kelengkapan
2. Kejelasan
3. Sumber
4. Data Pendukung
5. Grafis/Ilustrasi/Tabel
6. Dokumentasi
B Keaslian/bukan Flagiat
C Sistematis dalam Laporan
D Penulisan Bahasa
E Tandan Tangan Orang Tua
Jumlah
Nilai

15
LEMBAR PENGAMATAN PRESENTASI HASIL
PRAKTIK KEWARGANEGARAAN

Petunjuk
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai perilaku siswa dalam presentasi laporan Praktik
Kewarganegaraan. Pada akhirnya, siswa akan mendapatkan salah satu dari 3 (tiga) kode
nilai akhir berikut: A (Baik), B (Cukup), dan C (Kurang). Pada kolom Nilai, tuliskan skor
angka 2-5 (2=kurang, 3=cukup, 4=baik, dan 5=baik sekali). Kemudian tuliskan jumlah
nilai pada kolom yang tersedia. Nilai Akhir didapat dengan rumus = (Jumlah Nilai X
4)/10 . Konversikan Nilai Akhir tersebut ke dalam Kode Nilai A, B atau C.

Kelas :............................
Kelompok :............................
Topik :............................
No Aspek Penilaian Nilai Catatan
1 Signifikansi (kebermaknaan
informasi)
2 Pemahaman terhadap materi
3 Kemampuan melakukan
argumentasi (alasan usulan,
mempertahankan pendapat)
4 Responsif (memberikan respon
yang sesuai dengan
permasalahan/pertanyaan)
5 Kerjasama Kelompok (berpartisipasi,
memiliki tanggung jawab bersama)
Jumlah Nilai
Nilai Akhir

16
FORMAT PENILAIAN AKHIR
Petunjuk
Format ini merupakan rangkuman penilaian untuk semua kegiatan yang telah dilaksanakan
oleh siswa. Jumlah Tugas/Diskusi yang dinilai tergantung pada penilaian yang dilakukan oleh guru.
Jadi, pada akhir pembelajaran setiap Bab, siswa akan mendapatkan Nilai Akhir beserta rincian
dan catatan guru. Kemudian siswa diminta menunjukkan format ini kepada orang tua untuk
diberikan umpan balik dan paraf pada kolom yang tersedia.
Lembar ini dapat disalin atau diadaptasi oleh guru. Kemudian sekolah sebaiknya menfasilitasi
untuk penggandaannya sesuai kebutuhan.
Nama Siswa : .........................................................................
Kelas : ............................
Materi/Bab : .........................................................................

Penilaian
Tugas/Diskusi
Nilai Kualitatif Skor Angka

1. Tugas Mandiri
2. Tugas Kelompok
3. Uji Kompetensi
4. Penilaian Afektif/(Spiritual
dan Sosial)
5. Praktek Kewarganegaraan
Catatan perilaku Peserta didik dalam menyelesaikan Total Skor:
tugas/diskusi dari awal sampai akhir Rata-rata/Nilai Akhir:

Mengetahui, kuala bau, … Juli 2019


Kepala Sekolah SMA N 2 Kluet Utara Guru Mata Pelajaran

DARMAWAN, S.Pd.I, M.Pd ERMIDAWATI, S.Pd


NIP.197108171993031006 NIP. 19831108 200904 2 003

17
RESUME MATERI

A. Organisasi Internasional

Secara umum organisasi internasional dapat diartikan sebagai organisasi yang


berkedudukan sebagai subyek hukum internasional dan mempunyai kapasitas untuk
membuat perjanjian internasional. Karena merupakan subjek hukum internasional,
organisasi internasional mempunyai hak dan kewajiban yang ditetapkan dalam
konvensi-konvensi internasional. Organisasi internasional pada umumnya
beranggotakan negara-negara. Akan tetapi meskipun demikian tidak menutup
kemungkinan organisasi internasional terdiri dari berbagai badan hukum atau badan
usaha, tergantung dari sifat dari organisasi tersebut Indonesia terlibat dalam berbagai
organisasi internasional. Hal tersebut sebagai perwujudan dari komitmen Bangsa
Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia. Nah, untuk menambah wawasan
kalian berikut ini dipaparkan peran Indonesia dalam beberapa organisasi
Internasional.

1. Peran Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Indonesia resmi menjadi anggota PBB ke-60 pada tanggal 28 September 1950
dengan suara bulat dari para negara anggota. Hal tersebut terjadi kurang dari setahun
setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar.
Indonesia dan PBB memiliki keterikatan sejarah yang kuat mengingat kemerdekaan
Indonesia yang diproklamasikan pada tahun 1945, tahun yang sama ketika PBB
didirikan dan sejak tahun itu pula PBB secara konsisten mendukung Indonesia untuk
menjadi negara yang merdeka, berdaulat, dan mandiri. Peran PBB terhadap Indonesia
pada masa revolusi fisik cukup besar seperti ketika terjadi Agresi Militer Belanda I,
Indonesia dan Australia mengusulkan agar persoalan Indonesia dibahas dalam sidang
umum PBB. Selanjutnya, PBB membentuk Komisi Tiga Negara yang membawa
Indonesia-Belanda ke meja Perundingan Renville. Ketika terjadi Agresi militer
Belanda II, PBB membentuk UNCI yang mempertemukan Indonesia-Belanda dalam
Perundingan Roem Royen.
Pemerintah RI mengutus Lambertus Nicodemus Palar sebagai Wakil Tetap RI yang
pertama di PBB. Duta Besar Palar bahkan telah memiliki peran besar dalam usaha
mendapatkan pengakuan internasional kemerdekaan Indonesia pada saat konflik
antara Belanda dan Indonesia pada tahun 1947. Duta Besar Palar memperdebatkan
posisi kedaulatan Indonesia di PBB dan di Dewan Keamanan walaupun pada saat itu
beliau hanya sebagai “peninjau” di PBB karena Indonesia belum menjadi anggota
pada saat itu. Pada saat berpidato di muka Sidang Majelis Umum PBB ketika

18
Indonesia diterima sebagai anggota PBB, Duta Besar Palar berterima kasih kepada
para pendukung Indonesia dan berjanji bahwa Indonesia akan melaksanakan
kewajibannya sebagai anggota PBB. Posisi Wakil Tetap RI dijabatnya hingga tahun
1953. Sebagai negara anggota PBB, Indonesia terdaftar dalam beberapa lembaga di
bawah naungan PBB. Misalnya, ECOSOC (Dewan Ekonomi dan Sosial), ILO
(Organisasi Buruh Internasional), maupun FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian)
Salah satu prestasi Indonesia di PBB adalah saat Menteri Luar Negeri Adam Malik
menjabat sebagai ketua sidang Majelis Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974.
Indonesia juga terlibat langsung dalam pasukan perdamaian PBB. Dalam hal ini
Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda untuk mengemban misi perdamaian PBB di
berbagai negara yang mengalami konflik. Pencapaian Indonesia di Dewan Keamanan
(DK) PBB adalah ketika pertama kali terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB
periode 1974-1975. Indonesia terpilih untuk kedua kalinya menjadi anggota tidak
tetap DK PBB untuk periode 1995-1996. Dalam keanggotaan Indonesia di DK PBB
pada periode tersebut, Wakil Tetap RI Nugroho Wisnumurti tercatat dua kali menjadi
Presiden DK-PBB. Terakhir, Indonesia terpilih untuk ketiga kalinya sebagai anggota
tidak tetap DK PBB untuk masa bakti 2007-2009. Proses pemilihan dilakukan Majelis
Umum PBB melalui pemungutan suara dengan perolehan 158 suara dukungan dari
keseluruhan 192 negara anggota yang memiliki hak pilih. Di Komisi Hukum
Internasional PBB/International Law Commission (ILC), Indonesia mencatat prestasi
dengan terpilihnya mantan Menlu Mochtar Kusuma Atmadja sebagai anggota ILC
pada periode 1992-2001. Pada pemilihan terakhir yang berlangsung pada Sidang
Majelis Umum PBB ke-61, Duta Besar Nugroho Wisnumurti terpilih sebagai anggota
ILC periode 2007-2011, setelah bersaing dengan 10 kandidat lainnya dari Asia.
Indonesia merupakan salah satu anggota pertama Dewan HAM dari 47 negara
anggota PBB lainnya yang dipilih pada tahun 2006. Indonesia kemudian terpilih
kembali menjadi anggota Dewan HAM untuk periode 2007-2010 melalui dukungan
165 suara negara anggota PBB.

2. Peran Indonesia dalam ASEAN (Association of South East Asian Nation)

Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara khususnya dan dunia umumnya,
menyadari pentingnya hubungan kerja sama dengan negara-negara lain di
berbagai belahan bumi. Hal ini sesuai dengan yang tertuang dalam tujuan negara yang
tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu ikut melaksanakan ketertibandunia,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial.Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Indonesia
banyak berperan aktif dalamberbagai organisasi internasional, terutama di kawasan
Asia Tenggara. Selain itu Indonesia juga menjalin kerja sama bilateral dengan
beberapa negara secara khusus. Dalam menjalin hubungan internasional ini, Indonesia
menggunakan politik luar negeri yang bebas aktif. Bebas artinya bangsa Indonesia
bebas menentukan sikap yang berkaitan dengan dunia internasional. Aktif artinya
Indonesia berperan serta secara aktif dalam memperjuangkan terciptanya perdamaian
dunia dan berpartisipasi dalam mengatasi ketegangan internasional. Indonesia adalah
19
negara terbesar di AsiaTenggara, dan memegang peranan penting dalam hal
keamanan dan stabilitas di Asia Tenggara. Indonesia mempunyai peranan besar dalam
membentuk kesepakatan untuk stabilitas regional dan perdamaian. Misalnya,
Indonesia telah mengambil peran utama dalam membantu proses pemulihan
kembali demokrasi di Kamboja. Selain itu Indonesia menjadi perantara dalam proses
pemisahan diri muslim di Filipina Selatan. Indonesia sangat berperan aktif dalam
organisasi ASEAN. Sebagai sesama
negara dalam satu kawasan, satu ras, satu rumpun, hubungan negara-negara di
AsiaTenggara seperti layaknya kakak beradik. Menyadari akan hal itu, maka
Indonesia menjadi salah satu negara pemrakarsa berdirinya ASEAN. Peran Indonesia
dalam ASEAN hingga saat ini tidak pernah surut. Bahkan, ASEAN menjadi prioritas
utama dalam politik luar negeri Indonesia. Indonesia selalu aktif berpartisipasi dalam
setiap penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) atau pertemuan-pertemuan
ASEAN. Indonesia sering menjadi tuan rumah dalam acara-acara penting ASEAN. Di
antaranya adalah sebagai berikut
a. KTT ASEAN pertama
KTT ini diselenggarakan di Bali pada tanggal 24 Februari 1976. Dalam KTT ini
dihasilkan dua dokumen penting ASEAN yaitu sebagai berikut:
1) Deklarasi ASEAN Bali Concord I, berisi berbagai program yang akan menjadi
kerangka kerja sama ASEAN selanjutnya. Kerja sama ini meliputi bidang
politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan.
2) Perjanjian persahabatan dan kerja sama. Dalam perjanjian ini disepakati prinsip-
prinsip dasar dalam hubungan satu sama lain. Prinsip ini antara lain tidak
campur tangan urusan dalam negeri satu sama lain, menyelesaikan perselisihan
dengan cara damai, dan menolak penggunaan ancaman/ kekerasan.
b. Pertemuan informal pemimpin negara ASEAN pertama.
Pertemuan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 30 November 1996. Pertemuan
ini merupakan tindak lanjut dari keputusan yang dihasilkan dalam KTT ke-5
ASEAN di Bangkok pada bulan Desember 1995.
c. KTT ASEAN ke-sembilan
KTT ke-sembilan diselenggarakan di Bali tanggal 7 Oktober 2003. Dalam KTT ini
dihasilkan Deklarasi ASEAN Bali Concord II, sebagai kelanjutan dari Bali
Concord I 1976. Bali Concord II berfungsi memperkuat Visi ASEAN 2020. Dalam
Bali Concord II ditetapkan Komunitas ASEAN yang didasarkan atas tiga pilar
yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC),
dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASCC). Negara-negara ASEAN
menyepakati gedung sekretariat ASEAN bertempat di Jakarta. Di gedung inilah
sekretaris jenderal ASEAN bertugas. Tiga orang tokoh dari Indonesia pernah
menjabat sebagai sekretaris jenderal ASEAN yaitu H. R. Dharsono (1977-1978),
Umarjadi Nyotowijono (1978-1979), dan Rusli Noor (1989-1992)

20
LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK)

Pokok Bahasan : Perdamaian Dunia


Kompetensi Dasar : Peran Indonesia dalam perdamaian dunia melalui Organisasi
Internasional

Amati gambar berikut!


Jelaskan Bagaimana bentuk Hubungan diantara gambar yang ke 1 (satu ) dengan gambar 2
yang ke 2 (dua) jika dilihat dari segi hubungan pertahanan keamanan negara

No Gambar Tanggapan Siswa

........................................................

.......................................................

.......................................................

.......................................................

......................................................
Gambar 1
.......................................................

.......................................................

......................................................

......................................................

.......................................................

Gambar 2

21
LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK)

Pokok Bahasan : Perdamaian Dunia


Kompetensi Dasar : Peran Indonesia dalam perdamaian dunia melalui Organisasi
Internasional

Amati gambar berikut !


Berilah Nama dari lambang organisasi dibawah ini dan berikan defenisi dari lambang tersebut
No Lambang / Bendera Nama Organisasi Defenisi Organisi
organisasi
1

22
23