Anda di halaman 1dari 13

METODE KUANTITATIF REGRESI SEDERHANA

DAN REGRESI LINIER BERGANDA

a. Latar Belakang
Latar belakang adalah adalah dasar atau titik untuk memberikan pemahaman kepada
pembaca atau pendengar mengenai apa yang ingin kita sampaikan.
Hal – hal dalam latar belakang :
 Visi misi yang ingin di raih
 Kondisi factual (sesaui yg terjadi saat ini)
 Solusi

b. Rumusan masalah
Rumusan masalah merupakan suatu penjabaran dari identifikasi masalah dan pembatasan
masalah.

1. rumusan masalah dalam penelitian dapat dibagi atas :


> rumusan masalah deskriptif,
Masalah deskriptif yaitu masalah yang berkenaan dengan pernyataan
terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih
(variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam peneltian ini peneliti tidak membuat
perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variabel
itu dengan variabel yang lain.
> rumusan masalah komparatif
Masalah komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat
membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel
yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.
> rumusan masalah asosiatif.

Masalah asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat


hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungan tersebut bisa simetris, kausal,
maupun hubungan timbal balik.

Berdasarkan metode penelitian regresi tersebut, maka kita dapat menentukan:

a. Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua, dan assosiatif ada satu yaitu:

1) Rumusan masalah deskriptif (dua).

a) Bagaimana X? (kualitas alat).

b) Bagaimana Y? (kualitas barang yang di hasilkan)


2) Rumusan masalah assosiatif/hubungan (satu).

a) bagaimanakah hubungan atau pengaruh kualitas alat dengan kualitas barang yang di
hasil kan.

2. hubungan Kausal adalah hubungan yang bersifat sebab-akibat (hanya ada variabel independen
dan variabel dependen). Dalam hal ini ada variabel independen (variabel bebas) dan variabel
dependen. Variabel independen mempengaruhi variabel dependen.

3. hubungan Interaktif/timbal balik .

c. Definisi operasional

Sebenarnya merupakan sebuah proses mengoperasionalkan konsep, karena konsep


harus dioperasionalkan agar dapat diukur. Pada akhirnya akan menghasilkan konstruk dan
variabel serta indikator-indikator pengukurannya (Kriyantono, 2010).
Definisi operasional merupakan suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel
dengan cara memberikan arti, mendefinisikan kegiatan, ataupun memberikan suatu
operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut.

Contoh :

Variabel Indikator Deskriptor Instrumen Penelitian


Konsumsi media Menonton TV Kegiatan menyaksikan Kuisioner
berbagai acara di televisi
dengan berbagai tingkat
keseriusan

d. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu permalasahan dan masih
berifat praduga karena masih harus di di buktikan kebenarannya. Bentuk – bentuk
hipotesis :
 hipotesis deskriptif Hipotesis deskriptif merupakan jawaban sementara terhadap
masalah deskriptif, yaitu yang berkenaan dengan variabel mandiri.
 hipotesi asosiatif Berdasarkan rumusan masalah komparatif tersebut dapat
dikemukakan tiga model hipotesis nol dan alternatif sebagai berikut:

e. KajianTeori

Kajian Teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang
berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik melalui spesifikasi hubungan antar
variabel, sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena
(Menurut Kerlinger)

Kegunaan Teori :

 Memperjelas masalah yang diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis.


Sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian.

 Memperjelas dan mempertajam ruang lingkup, atau konstruk variabel yang


diteliti.

 Membahas hasil penelitian, sehingga selanjutnya digunakan untuk memberikan


saran dalam upaya pemecahan masalah.

Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut:

 Tetapkan nama variabel yang diteliti dan jumlah variabelnya,

 Cari sumber-sumber bacaan yang sebanyak-banyaknya, dan yang relevan dengan


setiap variabel yang diteliti,

 Lihat daftar isi setiap buku dan pilih topik yang relevan dengan setiap variabel
yang akan diteliti,

 Cari defenisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacaaan
bandingakan antara satu sumber dengan sumber yang lain dan pilih defenisi yang
sesuai denagan penelitian yang dilakukan,

 Baca seluruh topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti, lakukan
analisa, renungkan, dan buat rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap
sumber data yang dibaca,

 Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari sumber-sumber bacaan kedalam


bentuk tulisan dengan bahasa sendiri.

f. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah suatu kesatuan, rencana terinci dan spesifik mengenai cara
memperoleh, menganalisis, dan menginterpretasi data.
Adapun kerangka dalam rancangan penelitian :
 Judul penelitian
 Rumusan masalah
 Tujuan dan manfaat penelitian
 Tinjauan pustaka
 Hipotesis
 Populasi dan sampel
 Variabel penelitian
 Metode pengumpulan data
 Metode analisis data
 Penulisan laporan

Tujuan pembuatan Rancangan Penelitian :


 Menguji atau menemukan ilmu pengetahuan
 Memperoleh dana untuk membiayai penemuan baru
 Membantu mengatasi atau memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat
 Menyelesaikan tugas akhir sekolah atau tugas akhir di perguruan tinggi
 Menemukan Unsur – unsur di dalam Rancangan Penelitian

g. Penentuan populasi dan Sample

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari
dan kemudian di tarik kesimpulannya.
Populasi bukan hanya bersifat orang saja, tetapi juga bisa benda-benda alam yang
lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi
juga meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu. Wujud
subjek itu bermacam-macam, bisa berupa: manusa, hewan tumbuh-tumbuhan, barang produk
(hasil-hasil kerajinan, basil-basil industri, dan lain-lain), barang-barang nonproduk (batu,
pasir, tanah, air, dan lain-lain), dan bentuk lingual atau ungkapan verbal (kata, frasa, kalimat,
paragraf, teks), atau dokumen dan barang cetak.
Perlakuan peneliti terhadap subjek atau objek tersebut dapat memungkinkan dua
alternatif status populasi. Pertama, populasi penelitian itu bersatus sebagai objek penelitian
jika populasi itu bukan sebagai sumber informasi, tetapi subagai substansi yang diteliti,
seperti hasil produksi (susu kaleng, cat, topeng, dan lain-lain). Kedua, populasi penelitian
itu berstatus sebagai sumber informasi, seperti manusia dan dokumen. Dalam survei sosial,
orang atau sekelompok orang lazim berfungsi sebagai sumber informasi tentang hal-hal yang
berhubungan dengan diri mereka atau fenomena-fenomena sosial yang berhubungan dengan
mereka. Dalam penelitian tertentu, populasi penelitian dapat berstatus ganda, sebagai objek
penelitian yang informasinya juga dari populasi itu. Penelitian tentang “perbedaan cara
belajar antara mahasiswa bidang eksakta dan mahasiswa bidang sosial” mengisyaratkan
populasi penelitian akan berstatus ganda: sebagai objek penelitian yang
sekaligus juga sebagai sumber data penelitian.

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu
sehingga dapat mewakili populasinya.

Sampling adalah kegiatan menentukan sampel. Dalam pengambilan sampel yang perlu
diperhatikan adalah bahwa karakteristik yang ada dalam populasi harus terwakili oleh
sampel. Dengan pertimbangan akademik dan non akademik, populasi dapat diwakili oleh
sebagian anggotanya yang disebut sampel. Namun, hasil penelitian tidak akan berkurang bobot
dan akurasinya karena sampel memiliki karakter yang sama dengan populasi sehingga informasi
yang digali dari sampel sama dengan karakter yang berlaku pada populasi (demikian harapan
peneliti).

Ada 4 (empat) faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan besarnya sampel
dalam suatu penelitian, yaitu:
(a) Derajat Keseragaman dari populasi (Degree of Homogenitas).
Semakin seragam populasi, maka semakin kecil jumlah sampel yang dapat
diambil. Apabila populasi seragam sempurna (completely homogenious) maka
satu satuan elementer saja dari seluruh populasi itu sudah cukup representatif
untuk diteliti. Sebaliknya, apabila populasi secara sempurna tidak seragam,
maka hanya pencacahan lngkaplah yang dapat memberikan gambaran yang
representatif.

(b) Presisi yang Dikehendaki dari Penelitian.


Semakin tinggi presisi yang dikehendaki, semakin besar jumlah sampel yang
harus diambil. Jumlah sampel yang besar cenderung akan memberikan
penduga (taksiran) yang lebih mendekati nilai sesungguhnya dari populasi.
Tedapat hubungan (korelasi) yang negatif antara besarnya sampel yang
diambil dengan besarnya tingkat kesalahan (error). Semakin besar jumlah
sampel, maka semakin kecil tingkat kesalahan (penyimpangan) terhadap nilai
populasi.

(c) Rencana Analisa


Jumlah sampel juga tergantung dari kebutuhan yang disesuaikan dengan
rencana analisa data. Misalnya; apakah teknik analisa data menggunakan
statistik parametrik atau non-parametrik.

(d) Biaya, waktu dan Tenaga


Besarnya biaya yang tersedia, keterbatasan waktu untuk penelitian, serta
jumlah tenaga peneliti merupakan faktor yang juga bisa dijadikan alasan
dalam penentuan sampel.

h. Pengembangan Instrumen (Jabaran Variabel Penelitian )


Variabel Penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang di tetapkan oleh
peneliti untuk dei pelajari sehingga memperoleh informasi tentang hal tersebut.
Kemudian di tarik kesimpulan. Jenis jenis variabel antara lain : variabel dependen,
independen, moderator, intervening, control.

Instrument penelitian adalah alat – alat yang digunakan untuk memperoleh atau
mengumpulkan data dalam rangka memecahkan masalah penelitian atau mencapai tujuan
penelitian. Jika data yang diperoleh tidak akurat (valid), maka keputusan yang
diambilpun akan tidak tepat.

Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang datanya


berbasis pada angka yang kemudian diuji dengan menggunakan perhitungan statistik.
Instrument penelitian kuantitatif dapat dibedakan menjadi : (
1) tes : sebagai Instrumen pengumpulan data utk mengukur keterampilan dan intelegensi
atau bakat individu
(2) inventori : instrument penelitian yg di gunakan utk mengukur minat, bakat, motivasi
emosional (tes psikologi/ tes kepribadian)
(3) kuesioner, : pengumpulan data utk menganalisi sikap sikap, perilaku, dan karakter
beberrapa orang utama dalam sebuah penelitian yang bisa terpengaruh oleh sistem yang
di ajukan oleh sistem yg sudah ada.
(4) pedoman observasi : hukum yang manjadi garis dasar penelitian di lakukan

i. Pengambilan Data
Dalam penelitian kuantitatif pengambilan data di lakukan dengan cara :
1. Wawancara : komunikasi yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih. Yg di lakukan utk
menggali informasi

2. Angket : teknik pengumpulan data yang lakukan dgn cara tertulis. Yang akan
dijawab secara terjawab juga oleh responden

3. Observasi adalah suatu aktivitas utk merasakan langsung yg kemudian dapat


memahami dari sebuah fenomena berdasarkan gagasan dan pengetahuan yang
sebelumnya di ketahui oleh peneliti

4. gabungan ketiganya.

j. Pembuatan instrument penelitian.


Setelah menentukan disain penelitian, langkah selanjutnya dalam penelitian adalah
membuat atau menetapkan instrumen penelitian. Dalam menentukan jenis instrumen
yang akan digunakan seorang peneliti harus mempertimbangkan beberapa keadaan
seperti jenis variable yang hendak diukur, jumlah sample penelitian, lokasi responden,
ada tidaknya staf peneliti yang terlatih, dana dan waktu yang tersedia serta metode
pengumpulan data yang dipilih.

Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengukur variabel dalam
rangka mengumpulkan data. Berhubung ada beberapa macam variabel dan banyak
metode untuk mengumpulkan data, maka jenis instrumen penelitiannya juga banyak.
Menurut jenis variabel yang akan diukur secara garis besar instrument dapat dibedakan
dua jenis yaitu :

1. Instrumen untuk mengukur variable dengan skala nominal dan ordinal (data
kualitatif)

2. Instrumen untuk mengukur skala interval dan rasio (data kuantitatif).

Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel dengan skala interval dan rasio
biasanya merupakan alat standard dan sudah ditera. Contoh alat-alat dalam golongan ini
adalah timbangan, pengukur panjang, thermometer, tensimeter, alat-alat laboratorium dan
lain sebagainya.
Banyak diantara orang yang belum paham benar akan penelitian, mengacaukan dua
pengertian yang sering salah dilakukan yakni menyebutkan “metode pengumpulan data
adalah pedoman wawancara “. Jelas ini salah. Instrumen adalah alat pada waktu
penelitian menggunakan sesuatu metode, yang kebetulan istilah bagi instrumennya
memang sama dengan nama metodenya. Contoh, instrumen untuk metode tes adalah tes
atau soal tes, instrumen untuk metode angket atau kuesioner adalah angket atau
kuesioner, tiga instrumen untuk metode observasi adalah check-list, instumen untuk
metode dokumentasi adalah pedoman dokumentasi atau dapat juga check-list.

Langkah langkah menyusun Instrumen Penelitian :


1. Analisis Variabel Penelitian
Menganalisi variabel variabel utk kemudian di kembangkan menjadi sebuah
indicator – indicator
2. Menetapkan jenis instrument
Jenis instrumen dapat ditetapkan manakala peneliti sudah memahami dengan pasti
tentang variabel dan indikator penelitiannya. Satu variabel mungkin hanya
memerlukan satu jenis instrumen atau meungkin memerlukan lebih dari satu jenis
instrumen.

3. Menyusun kisi kisi / lay out instrument


Kisi-kisi instrumen diperlukan sebagai pedoman dalam merumuskan item instrumen.
Dalam kisi-kisi itu harus mencakup ruang lingkup materi variabel penelitian, jenis-
jenis pertanyaan, banyaknya pertanyaan, serta waktu yang dibutuhkan. Selain itu,
dalam kisi-kisi juga harus tergambarkan indikator atau abilitas dari setiap variabel.
Misalnya, untuk menentukan prestasi belajar atau kemampuan subjek penelitian,
diukur dari tingkat pengetahuan, pemahaman, aplikasi, dan sebagainya.

4. Menyusun item instrument


Berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun, langkah selanjutnya adalah menyusun item
pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen yang akan digunakan.

5. Mengujicobakan Instrumen.\
Uji coba instrumen perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat reabilitas dan validitas
serta keterbacaan setiap item. Mungkin saja berdasarkan hasil uji coba ada sejumlah
item yang harus dibuang dan diganti dengan item yang baru, setelah mendapat
masukkan dari subjek uji coba.

Analisis Regresi
Analisis Regresi atau biasa disingkat sebagai anareg adalah metode yang digunakan untuk
mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung. Anareg juga bisa digunakan
untuk memprediksi variabel tergantung dengan menggunakan variabel bebas. Gujarati (2006)
mendefinisikan analisis regresi sebagai kajian terhadap hubungan satu variabel yang disebut
sebagai variabel yang diterangkan (the explained variabel) dengan satu atau dua variabel yang
menerangkan (the explanatory). Variabel pertama disebut juga sebagai variabel tergantung dan
variabel kedua disebut juga sebagai variabel bebas. Jika variabel bebas lebih dari satu, maka
analisis regresi disebut regresi linear berganda. Disebut berganda karena pengaruh beberapa
variabel bebas akan dikenakan kepada variabel tergantung.

Tujuan Penggunaan Analisis Regresi antara lain:

 Membuat estimasi rata-rata dan nilai variabel tergantung dengan didasarkan pada nilai
variabel bebas.

 Untuk menguji hipotesis karakteristik dependensi.

 Meramalkan nilai rata-rata variabel bebas yang didasari nilai variabel bebas diluar
jangkauan sample.

Penggunaan Asumsi didasarkan pada hal berikut :

 Model regresi harus linier dalam parameter.

 Variabel bebas tidak berkorelasi dengan disturbance term (Error).

 Nilai disturbance term sebesar 0 atau dengan simbol sebagai berikut: (E (U / X) = 0

 Varian untuk masing-masing error term (kesalahan) konstan.

 Tidak terjadi otokorelasi

 Model regresi hendaknya dispesifikasi secara benar. Tidak terdapat bias spesifikasi dalam
model yang digunakan dalam analisis empiris.

 Jika variabel bebas lebih dari satu, maka antara variabel bebas (explanatory) tidak ada
hubungan linier yang nyata.

Dalam analisis regresi ada dua macam linearitas, yaitu linieritas dalam variabel dan linieritas
dalam parameter. Linier dalam variabel merupakan nilai rata-rata kondisional variabel tergantung
yang merupakan fungsi linier dari variabel (variabel) bebas. Sedangkan linieritas dalam
parameter merupakan fungsi linier parameter dan dapat tidak linier dalam variabel.

Analisis regresi berbeda dengan analisis korelasi. Jika dalam analisis korelasi digunakan untuk
melihat hubungan dua variable, maka analisis regresi digunakan untuk melihat pengaruh variable
bebas terhadap variable tergantung serta memprediksi nilai variable tergantung dengan
menggunakan variable bebas. Dalam analisis regresi variable bebas berfungsi untuk
menerangkan (explanatory) sedang variable tergantung berfungsi sebagai yang diterangkan (the
explained). Dalam analisis regresi data harus berskala interval atau rasio. Hubungan dua variable
bersifat dependensi. Untuk menggunakan analisis regresi diperlukan beberapa persyaratan yang
harus dipenuhi.

A. REGRESI LINIER SEDERHANA


Regresi linear sederhana adalah persamaan regresi yang menggambarkan hubungan
antara satu peubah bebas (X) dan satu peubah tak bebas (Y), dimana hubungan keduanya
dapat digambarkan sebagai suatu garis lurus.

X
Latar Belakang regresi linier sederhana :
Y
 Terdapat kejadian– kejadian , kegiatan- kegiatan, atau masalah- masalah yang saling
berhubungan satu sama lain
 Dibutuhkan analisis hubungan antara kejadian tersebut
 Perlu dibahas mengenai bentuk hubungan yang ada atau diperkirakan ada antara kedua
perubah tersebut

Analisis Data dalam Regresi Linier Sederhana

Persamaan Regresi:
n( XY )  ( X )( Y )
b
n( X 2 )  ( X ) 2

a
 Y  b( X )
n

Koefesien Determinasi

R  1
2  (Y  Yˆ ) 2

Koefesien (Y  Y ) 2
Determinasi Disesuaikan (adjusted)

P (1  R 2 )
R R  2
KriteriaadjPenerimaanNHipotesis
 P  1dalam Regresi :

Kesalahan Baku Estimasi :


Digunakan untuk mengukur tingkat kesalahan dari model regresi yang dibentuk.

Se 
 (Y  Yˆ ) 2

nk

Standar Error Koefesien Regresi :


Digunakan untuk mengukur besarnya tingkat kesalahan dari koefesien regresi:
Se
Sb 
( X ) 2
X  2

Uji F
Uji F digunakan untuk uji ketepatan model, apakah nilai prediksi mampu menggambarkan
kondisi sesungguhnya:
Ho: Diterima jika F hitung £ F tabel
Ha: Diterima jika F hitung > F tabel

Digunakan untuk mengatahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung.


Ho: Diterima jika t hitung £ t tabel
Ha: Diterima jika t hitung > t tabel

Kesimpulan
Adalah suatu gagasan tearahir yang dicapai dari suatu topic bahasan

Regresi linier berganda

Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih
variabel independen (X1, X2,….Xn) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui
arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing
variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel
dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang
digunakan biasanya berskala interval atau rasio.

Persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:


Y’ = a + b1X1+ b2X2+…..+ bnXn
Keterangan:
Y’ = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan)
X1 dan X2 = Variabel independen
a = Konstanta (nilai Y’ apabila X1, X2…..Xn = 0)
= Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan)