Anda di halaman 1dari 6

RMK EKONOMI MANAJERIAL (A2)

RPS 6

“TEORI PRODUKSI JANGKA PENDEK”

Oleh :

I Komang Putra Krisna Eka Yasa (1707521076)


I Kadek Juliantara (1707521140)
Barrul Mujib (1707521148)

Program Studi Manajemen Reguler


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
2019
1. Konsep Dasar Produksi Jangka Pendek

Produksi merujuk pada transformasi dari berbagai input atau sumber daya menjadi
output berupa barang atau jasa. Output dari suatu perusahaan dapat berupa komuditas akhir
seperti suatu komputer pribadi atau berupa produk seperti misalnya semikonduktor yang
digunakan dalam produksi komputer dan barang-barang lainnya. Selain barang, output juga
dapat berupa jasa seperti pendidikan, pengobatan, perbankan dan jasa lainnya.

Produksi merujuk juga pada seluruh aktivitas yang terlibat dalam memproduksi barang
dan jasa, dari meminjam untuk membangun atau melakukan ekspansi fasilitas produksi,
menyewa tenaga kerja, membeli bahan mentah, menjalankan pengendalian mutu, akuntansi
biaya, dan lain-lain. Produksi tidak hanya merupakan transformasi dari berbagai input yang
ada kemudian menjadi output berupa barang atau jasa.

Input adalah berbagai sumberdaya yang digunakan dalam memproduksi barang dan
jasa. Input diklasifikasikan menjadi dua input yaitu input tetap dan input variabel, input tetap
adalah input yang tidak dapat diubah dengan mudah selama periode waktu tertentu kecuali
dengan mengeluarkan biaya yang sangat besar, input variabel yaitu input yang dapat
divariasikan atau diubah secara mudah dan cepat.

Periode waktu dimana paling tidak ada satu input yang tetap disebut dengan periode
jangka pendek, sementara periode waktu di mana seluruh input adalah variabel disebut dengan
periode jangka panjang. Dalam jangka pendek suatu perusahaan dapat meningkatkan output
hanya dengan menggunakan lebih banyak input variabel seperti tenaga kerja dan bahan mentah
bersama-sama dengan input tetap. Perusahaan beroperasi dalam jangka pendek untuk
merencanakan peningkatan atau pengurangan skala operasi dalam jangka panjang.

2. Nilai Produksi Total, Rata-Rata, Dan Marginal Dalam Produksi Jangka Pendek

Dengan kuantitas dari suatu input konstan dan mengubah kuantitas input lain yang
digunakan, kita akan dapat menurunkan produk total dari variabel input. Sebagai contoh,
dengan memegang modal konstan pada 1 unit (K=1) dan meningkatkan penggunaan unit
tenaga kerja dari nol menjadi 6 unit, kita akan menghasilkan produk total dari tenaga kerja.
Apabila tidak ada tenaga kerja yang digunakan, total output atau produksi adalah nol.
Dengan satu unit tenaga kerja (1L), Produk Total (TP) adalah 3 unit. Dengan 2L, TP=8. Dengan
3L dan TP=12 dan begitu selanjutnya. Dari skedul produk total kita dapat menurunkan skedul
produk marginal dan produk rata-rata dari input variabel. Produk marginal dari tenaga kerja
(MPL) adalah perubahan dalam produk total atau tambahan output akibat perubahan per unit
tenaga kerja yang digunakan, sementara produk rata-rata dari tenaga kerja (APL) sama dengan
produk total dibagi dengan kuantitas tenaga kerja yang digunakan. Sehingga formulasinya
adalah sebagai berikut

MPL = ΔTP
ΔL

APL = TP
L

Kolom tiga pada tabel diatas menunjukkan produk marginal dari tenaga kerja (MPL)
karena tenaga kerja meningkat sebanyak 1 unit pada kolom 1, MPL pada kolom 3 diperoleh
dengan mengurangkan secara berurutan kuantitas TP pada kolom 2. Sebagai contoh, TP
meningkat dari 0 menjadi 3 unit ketika unit pertama tenaga kerja digunakan. Sehingga,
MPL=3. Untuk penambahan tenaga kerja dari 1L menjadi 2L, TP meningkat dari 3 unit
menjadi 8 unit, sehingga MPL=5, dan begitu selanjutnya. Kolom 4 pada tabel diatas
menunjukkan APL. Hal ini sama dengan TP (kolom 2) dibagi dengan L (kolom 1). sehingga,
dengan satu unit tenaga kerja (1L), APL=3. dengan 2L, APL=4, dan begitu selanjutnya.
3. The Law of Diminishing Returns Dalam Konsep Produksi Jangka Pendek.

Bagian yang menurun dari kurva MPL merupakan cerminan dari hukum hasil yang
menururn (The Law of Diminishing Returns). Hukum hasil yang makin menurun ( The Law of
Diminishing Returns ) menyatakan bahwa semakin banyak input variabel yang digunakan pada
suatu tingkat input tetap tertentu, setelah suatu titik, kita akan memperoleh hasil produk
marginal yang semakin menurun dari input variabel. Dalam gambar di atas The Law of
Diminishing Returns mulai terlihat setelah tenaga kerja sebanyak 1,5L digunakan (setelah titik
G` pada panel bagian bawah dari gambar di atas). Hasil yang makin menurun bukanlah suatu
teori yang bisa dibuktikan atau disanggah dengan logika, tetapi merupakan hukum fisik yang
secara empiris telah dibuktikan selalu benar. Hal ini menyatakan bahwa, setelah suatu titik, kita
tidak akan terhindarkan dalam memperoleh ahsil yang semakin menurun dari input variabel.
Artinya, semakin banyak unit variabel input yang digunakan pada tingkat input tetap yang
sama, maka input yang tetap bisa diajak bekerja sama dalam setiap tambahan unit input variabel
yang semakin berkurang, dan setelah suatu titik, produk marginal dari input variabel menurun.

Hubungan antara kurva MPL dengan APL pada panel bawah gambar di atas dapat
digunakan untuk mendefinisikan tiga tahapan produksi dari tenaga kerja input variabel. Daerah
antara titik nol (awal) sampai dengan kurva APL maksimum (titik H` pada 2,5L) merupakan
tahapan I dari produksi untuk tenaga kerja. Tahapan II dari produksi untuk tenaga kerja
merupakan kelanjutan dari titik di mana APL maksimum sampai dengan titik di mana MPL nol
(dari titik H` pada 2,5L sampai titik J` pada 4,5L). Daerah dimana MPL negatif (melewati titik
J’ atau lebih dari 4,5L) adalah tahapan III dari produksi (stage III of production) tenaga kerja.
Produsen yang rasional tidak akan beroperasi pada tahap III dari tenaga kerja, bahkan jika
waktu tenaga kerja gratis sekalipun, karena MPL negatif.

DAFTAR PUSTAKA
 Salvatore, Dominick. 2002. Managerial Economics, 4th ED. Jakarta: PT PENERBIT
ERLANGGA.