Anda di halaman 1dari 11

RMK EKONOMI MANAJERIAL (A2)

RPS 4

"ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN”

Oleh :

I Komang Putra Krisna Eka Yasa (1707521076)


I Kadek Juliantara (1707521140)
Barrul Mujib (1707521148)

Program Studi Manajemen Reguler


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Salah satu pokok bahasan yang paling penting dari aplikasi ekonomi adalah konsep
elastisitas. Dengan adanya pemahaman elastisitas, apa yang akan terjadi terhadap
permintaan dan penawaran, jika ada perubahan harga? Apa yang terjadi
pada “keseimbangan harga” bila faktor-faktor yang mempengaruhi kurva berubah? Dan
beberapa besar pengaruhnya? elastisitas merupakaan ukuran sejauh mana pembeli dan
penjual bereaksi terhadap perubahan kondisi yang ada. Kondisi yang dimaksud berkaitan
dengan perubahan harga. Dengan kata lain, elastisitas merupakan derajat kepekaan
permintaan dan penawaran terhadap perubahan harga.

1.2. Rumusan Masalah


 Apa saja faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen?
 Apakah yang dimaksud dengan elastisitas dan faktor yang mempengaruhi
permintaan konsumen?
 Bagaimana aplikasi atau penerapan elastisitas dalam pengambilan keputusan
manajerial?

1.3. Tujuan Penulisan


 Untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen
 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan elastisitas dan faktor yang
mempengaruhi permintaan konsumen
 Untuk mengetahui pengaplikasian atau penerapan elastisitas dalam pengambilan
keputusan manajerial
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Faktor-Faktor yang mempengaruhi permintaan konsumen


 Faktor Pendapatan
Faktor pendapatan kami jadikan faktor yang pertama dalam mempengaruhi akan
permintaan suatu barang dan jasa, hal ini karena jika pendapatan konsumen atau pembeli
meningkat maka permintaan akan suatu barang dan jasa cenderung akan bertambah. Begitu
juga sebaliknya, apabila pendapatan menurun, maka permintaan terhadap barang dan jasa
pun akan menurun atau berkurang.
 Faktor Harga Barang dan Jasa
Selain faktor pendapatan, faktor harga barang dan jasa ini juga termasuk dalam
beberapa faktor penting yang mempengaruhi akan jumlah permintaan suatu barang atau
jasa tersebut. Apabila harga barang atau jasa naik maka permintaan turun, begitu
sebaliknya permintaan akan meningkat apabila harga barang atau jasa tersebut turun.
 Faktor Intensitas Kebutuhan
Faktor ini berkaitan erat dengan mendesak atau tidaknya akan kebutuhan. Dimana
peningkatan barang atau jasa ini terjadi saat konsumen membutuhkan dengan segera atau
mendesak.
 Faktor Selera
Faktor selera konsumen menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi akan
permintaan barang atau jasa. Seperti misalnya, cita rasa remaja yang tinggi akan buah Apel
Australia membuat permintaan akan buah Apel Australia tersebut meningkat demikian juga
sebaliknya.
 Faktor Jumlah Penduduk
Semakin meningkatnya jumlah penduduk, otomatis yang semakin kecil akan
menambah permintaan. Sebaliknya, jumlah penduduk dapat mengurangi jumlah
permintaan. Jumlah penduduk dapat berkurang dengan berbagai cara, salah satunya adalah
karena benca alam dan perperangan. Dengan adanya peningkatan jumlah penduduk, dapat
menambah kebutuhan terhadap beberapa fasilitas yang mendukung kehidupan mereka.
Contohnya adalah fasilitas kesehatan, fasiltas pendidikan, atau lapangan kerja.
 Faktor perkiraan terhadap harga pada masa yang akan datang
Pada saat memperkirakan harga akan naik pada masa yang akan datang yang
membuat konsumen akan cepat menambah permintaannya sebelum harga barang atau jasa
tersebut betul-betul akan menjadi naik. Kebalikannya, jika diperkirakan harga akan turun,
konsumen cenderung mengurangi permintaannya sembari menunggu harga barang atau
jasa benar-benar turun.
 Faktor perkiraan terhadap pendapatan masa yang akan dating
Apabila konsumen memperkirakan pendapatanya akan naik pada masa yang akan
darang, maka para konsumen akan lebih beriani dalam menambah jumlah permintaan akan
suatu barang dan jasa. Sebaliknya apabila pendapatan diperkirakan akan turun, maka
konsumen akan mengurangi permintaanya.
 Faktor harga barang substitusi
Apabila harga barang pengantin atau substitusi turun, maka permintaan terhadapa
barang yang digantikan akan turun, karena para konsumen akan beralahih membeli barang
pengganti substitusi. Sebagai contoh, laptop digunakan sebagai penganti komputer, dimana
pada saat harga laptop menurun maka para konsumen akan lebih memilih membeli laptop
dibandingkan komputer. Dengan begitu permintaan akan komputer mennurun beralih ke
laptop sebagai barang substitusi.
 Faktor harga barang komplementer atau perlengakapan
Bahan bakar jenis pertalite merupakan salah satu jenis barang komplementer, jiga
harga pertalite naik, maka permintaan akan sepeda motor akan turun. Sebaliknya bila harga
pertamax turun, maka permintaan akan sepeda motor akan naik.
 Faktor Promosi
Jika promosi terhadap barang atau jasa tersebut dilakukan dengan gencar dan terus
menerus, niscaya akan menarik minat konsumen. Dan sudah pasti bisa dipastikan
permintaan akan baran dan jasa tersebut akan meningkat. Begitu sebaliknya, apabila
promosi yang dilakukan kurang gencar, atau terlampau sedikit dan kurang menarik, maka
permintaan umunya akan susah meningkat.
2.2. Elastisitas Dan Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen
a. Elastisitas
Elastisitas adalah suatu perubahan yang terjadi pada keadaan ekonomi. Dalam hal
ini perubahan terjadi dari ekonomi yang satu dengan yang lainnya. Secara spesifiknya
adalah perubahan yang terjadi pada harga barang didalam permintaan dan penawaran.
Elastisitas terbagi menjadi 3 jenis :

1. Elastisitas cross, yaitu jumlah barang yang diminta (x) berubah karena persentase
harga barang lainnya (y).
2. Elastisitas pendapatan, ialah perubahan yang terjadi pada permintaan diakibatkan oleh
perubahan persentase pada pendapatan produk lain.
3. Elastisitas harga, jumlah barang yang diminta dan ditawarkan berubah diakibatkan
oleh perubahan harga barang tersebut.
Elastisitas permintaan merupakan suatu kelenturan atau nilai kepekaan permintaan
konsumen terhadap suatu barang karena adanya perubahan harga barang atau jasa.
Elastisitas permintaan yang biasanya ditulis dengan lambing “Ed” pada rumus
ekonomi ini mempunyai 5 macam jenis, yaitu elastis sempurna, elastis, elastis uniter,
inelastis dan inelastis sempurna yaitu sebagai berikut :
1. Permintaaan elastisitas sempurna
Permintaan jenis ini terjadi ketika permintaan berubah sebesar X% akan
tetapu hasil persentase harga yang berbah bernilai 0%. Secara harfiah, perubahan
pada permintaan berubah sedangkan dalam harga bernilai nol atau tetap. Dalam
formulanya koefesien ini mempunyai lambang Ed.
2. Permintaan Inelastis sempurna
Permintaan ini terjadi ketika persentase yang tetap pada permintaan
sedangkan dalam persentase harga berubah. Jika disimpulkan maka permintaan tetap,
harga berubah.
3. Permintaan Elastis
Kondisi terjadi ketika perubahan persentase permintaan lebih besar dari
persentasi perubahan harga. Permintaan ini dilambangkan dengan Ed. Perlu dicatat,
bahwa Ed disini mempunyai nilai lebih besar dari 1.
4. Permintaan Unitary
Permintaan yang terjadi ketika perubahan sama dengan persentase dengan
perubahan harga. Sederhananya, koefesien Ed = Harga.
5. Permintaan Inelastis
Jenis yang satu ini akan terjadi ketika persentase pada permintaan lebih kecil
dibandingakan dengan perubahan harga. Artinya koefesien Ed < dari harga. Atau
lebih gampangnya patokan yang diambil adalah Ed < 1.

b. Faktor Yang Mempengaruhi Elastistas Permintaan


Dalam dunia ekonomi, terutama dalam lingkup pasar pasti sering terjadi suatu
peristiwa di mana permintaan konsumen terhadap suatu barang selalu berubah (fluktuatif).
Hal tersebut tentu saja dikarena suatu sebab yang pasti. Apa saja penyebabnya? Berikut
ulasan selengkapnya untuk menjawab pertanyaan tersebut.

A. Jenis Barang
Jenis barang dalam kebutuhan sehari-hari dibagi menjadi dua macam, yaitu jenis
barang pokok dan jenis barang pelengkap. Suatu permintaan cenderung tidak mengalami
perubahan terhadap kebutuhan suatu barang pokok, namun mengalami perubahan terhadap
suatu barang pelengkap.

Misalnya, beras. Meskipun beras mengalami kenaikan harga, tetapi permintaan


terhadap beras tidak berubah (inelastis), sebab beras merupakan kebutuhan pokok yang
harus dipenuhi. Berbeda dengan emas, apabila harga emas melambung tinggi maka
pembeliannya bisa ditunda pada suatu saat nanti. Sehingga sifatnya elastis.

B. Ketersediaan Barang Substitusi

Barang substitusi merupakan barang pengganti terhadap suatu barang yang lain.
Contohnya adalah kompor minyak dan kompor gas. Kedua barang ini bersifat substitusi
karena memiliki fungsi yang sama, tetapi memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada
segi bahan baku dan harga yang ditawarkan.

Biasanya masyarakat menggunakan kompor minyak untuk memasak, akan tetapi


minyak tanah mengalami kenaikan harga yang sangat tinggi, sehingga masyarakat beralih
untuk menggunakan kompor gas dengan harga kompor dan gas yang lebih murah.
Sehingga sifatnya elastis.

C. Persentase Kenaikan Harga

Salah satu faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan adalah perubahan


persentase kenaikan harga. Semakin besar persentase perubhan hargan, maka permintaan
terhadap barang tersebut akan berubah semakin besar pula. Tetapi apabila persentase
perubahannya kecil, maka permintaannya cenderung tidak berubah.

Misalnya, bawang merah yang biasa dijual dengan harga Rp 25.000/kg mengalami
kenaikan menjadi Rp 27.000/kg, maka tidak akan terjadi perubahan yang siginifikan pada
konsumen, sehingga sifatnya adalah elastis uniter karena perubahan harganya hanya
sedikit.

D. Faktor Tradisi dan Budaya

Terdapat suatu barang yang harus dipenuhi pada saat melakukan suatu tradisi atau
adat pada tempat tertentu. Misalnya tradisi upacara rambu solo di tanah toraja. Salah satu
barang yang harus dipenuhi pada acara ini adalah kernau dan babi dalam jumlah yang
banyak.

Meskipun harga kerbau dan babi semakin mahal, tetapi barang tersebut tetap dibeli
agar acara upacara rambu sola tetap dapat berjalan. Sebab, masyarakat sekitar yakin bahwa
apabila barang tersebut tidak terpenuhi, maka akan terjadi suatu kemalangan dan bencana.

E. Periode Penggunaan Barang

Suatu permintaan terhadap barang tidak akan mengalami suatu perubahan yang
signifikan apabila barang tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama, yaitu
bisa bertahun-tahun tanpa harus sering membeli.

Misalnya adalah kulas. Meskipun kulkas mengalami kenaikan harga sebesar 10%,
pasti konsumen tetap akan membeli karena barang ini bisa digunakan setiap hari dan bisa
bertahan lama. Sehingga sifatnya menjadi inelastis.

2.3. Aplikasi Elastisitas dalam Pengambilan Keputusan Manajerial


Analisis dari kekuatan atau variabel-variabel yang mempengaruhi permintaan dan
estimasi yang dapat dipercaya terhadap dampaknya secara kuantitatif terhadap penjualan
adalah sangat penting bagi perusahaan untuk membuat keputusan produksi yang terbaik dan
rencananya untuk pertumbuhan. Sebuah perusahaan biasanya dapat menentukan harga dari
komoditi yang mereka jual dan menentukan tingkat pengeluarannya dalam iklan, kualitas
produk, dan pelayanan pelanggan, tetapi mereka tidak mempunyai kontrol terhadap tingkat
dan pertumbuhan pendapatan konsumen, harapan harga pada konsumen, keputusan harga
para pesaing, dan keputusan pesaing dalam pengeluaran untuk iklan, kualitas produk, dan
pelayanan pelanggan. Perusahaan dapat memperkirakan elastisitas permintaan terhadap
semua kekuatan yang mempengaruhi kekuatan komoditi yang mereka jual. Perusahaan
memerlukan estimasi terhadap berbagai elastisitas untuk menentukan kebijakan optimal bagi
proses operasionalnya dan jalan yang paling efektif untuk merespon berbagai kebijakan
perusahaan pesaing. Misalnya, jika permintaan untuk produknya inelastis terhadap harga,
perusahaan tidak akan menurunkan harganya karena akan mengakibatkan penurunan
penerimaan total dan meningkatkan biaya totalnya dan, karenanya memberikan laba yang
lebih rendah. Sama halnya jika elastisitas penjualan perusahaan terhadap iklannya positif
dan tinggi dari pada terhadap pengeluaran untuk kualitas dan pelayanan pelanggan, maka
perusahaan akan berkonsentrasi dalam usaha penjualannya lewat periklanan dan tidak
terhadap kualitas produk dan pelayanan pelanggan.
Pertama perusahaan harus mengidentifikasi semua variabel penting yang
mempengaruhi permintaan produk yang mereka jual. Lalu, perusahaan harus mendapatkan
estimasi efek marjinal dari perubahan semua variabel tersebut terhadap permintaan.
Perusahaan tersebut akan menggunakan informasi tersebut untuk mengestimasi elastisitas
permintaan dari produk yang mereka jual terhadap semua variabel fungsi permintaan. Hal
tersebut sangat penting untuk keputusan manajerial yang optimal pada jangka pendek dan
dalam perencanaan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Contoh :
Perusahaan “Tasty Company” memasarkan kopi dengan merk X dan mengestimasi regresi
dari permintaan akan kopinya, sebagai berikut :
Qx = 1,5 – 3,0 Px + 0,8I + 2,0Py – 0,6Ps + 1,2A
Dimana :
Qx = Penjualan kopi merk X di Amerika Serikat, jutaan pon pertahun
Px = Harga Kopi merek X, dolar per pon
I = Pendapatan disposibel perseorangan, triliyun dolar per tahun
Py = Harga kopi pesaing, dolar per pon
Ps = Harga gula, dolar per pon
A = Pengeluaran iklan untuk kopi merk X , ratusan ribu dolar per tahun
Misalkan pada tahun ini, Px = $2; I = $2; Py = $ 1,80; Ps = $ 0,50; dan A = $1. Memasukkan
nilai-nilai ini terhadap persamaan akan menghasilkan :
Qx = 1,5 –3(2) + 0,8 (2,5) + 2(1,80) –0,6 (0,50) + 1,2 (1) = 2
Sehingga pada tahun ini perusahaan akan menjual 2 juta pon kopi merek X. Perusahaan
dapat menggunakan informasi diatas untuk menemukan elastisitas permintaan dari kopi
merk X terhadap harganya, pendapatan, harga kopi pesaing, harga gula, dan periklanan.
Sehingga,

2
EP = -3(2) = -3
2,5
Ei = 0,8( 2 ) = 1
1,8
EXY = 2( 2 ) = 1,8
0,50
EXS = -0,6( ) = -0,15
2
1
EA = 1,2(2) = 0,6
Daftar Pustaka :
 Salvatore, Dominick., 2005. Managerial Economics: Ekonomi manajerial dalam
perekonomian global (jilid 1). Jakarta : Salemba Empat.