Anda di halaman 1dari 14

RMK EKONOMI MANAJERIAL (A2)

RPS 3

"ANALISIS PERMINTAAN DAN PENAWARAN”

Oleh :

I Komang Putra Krisna Eka Yasa (1707521076)


I Kadek Juliantara (1707521140)
Barrul Mujib (1707521148)

Program Studi Manajemen Reguler


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling
bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (Jumlah
barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan
kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain. Permintaan dan penawaran sangat
penting bagi suatu perusahaan untuk mengambil keputusan dalam menentukan harga dan
kuatitas barang yang akan diproduksi dan akan dijual. Dalam ilmu ekonomi kata
permintaan dan penawaran adalah hal yang tidak asing, akan tetapi pengetahuan kita akan
pengertian mengenai kedua hal tersebut cukup minim atau bahkan ada yang hanya bisa
mengucapkannya tanpa tau apa permintaan dan permintaan tersebut.

1.2. Rumusan Masalah


 Apakah yang dimaksud dengan permintaan dan penawaran?
 Bagaimana kurve dan fungsi permintaan?
 Bagaimana kurve dan fungsi penawaran?
 Apa saja faktor-faktor yang menggeser permintaan dan penawaran?
 Apakah yang dimaksud dengan surplus, kekurangan dan keseimbangan pasar?

1.3. Tujuan Penulisan


 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan permintaan dan penawaran
 Untuk mengetahui kurve dan fungsi permintaan
 Untuk mengetahui kurve dan fungsi penawaran
 Untuk mengetahui faktor-faktor yang menggeser permintaan dan penawaran
 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan surplus, kekurangan dan
keseimbangan pasar
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian permintaan dan penawaran
 Permintaan
Permintaan adalah keinginan untuk membeli suatu barang pada berbagai tingkat
harga, jumlah dan selama periode tertentu. Misalnya yaitu permintaan gula pasir di Jakarta,
berapa jumlah gula pasir yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga dalam satu periode
tertentu, misal per minggu, per bulan atau per tahun. Dalam konsep permintaan terdapat
hukum permintaan, hukum permintaan menyatakan apabila harga suatu barang naik maka
jumlah permintaan barang tersebut akan turun dan sebaliknya apabila harga dari barang
tersebut turun maka permintaan dari barang tersebut akan naik. Hukum permintaan tersebut
berlaku dengan asumsi “cateris paribus” yang berarti bahwa faktor-faktor lain yang dapat
mempengaruhi jumlah barang yang diminta selain harga barang tersebut adalah konstan.
 Penawaran
Penawaran adalah jumlah atau kuantitas barang yang produsen ingin tawarkan atau
jual pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu. Berbeda dengan hukum
permintaan yang mempunyai hubungan berlawanan arah antara harga suatu barang dengan
permintaan suatu barang, dalam hukum penawaran dinyatakan bahwa hubungan antara
harga suatu barang dengan jumlah penawarannya adalah searah yang berarti bahwa apabila
harga suatu barang naik maka jumlah barang yang akan ditawarkan akan naik dan
sebaliknya yaitu apabila harga suatu barang turun maka jumlah barang yang ditawarkan
akan turun dengan syarat “cateris paribus”.

2.2.Kurve dan fungsi permintaan


 Kurve Permintaan (Demand Curve)

Kurve permintaan merupakan kurva yang menghubungkan antara harga barang


(ceteris paribus) dengan jumlah barang yang diminta. Kurva permintaan menggambarkan
tingkat maksimum pembelian pada harga tertentu, ceteris paribus (keadaan lain tetap
sama). Jadi kurva permintaan sebenarnya merupakan garis pembatas. Kurva permintaan
menggambarkan harga maksimum yang konsumen bersedia bayarkan untuk barang
bermacam-macam jumlahnya per unit waktu. Konsumen tidak bersedia membayar pada
harga yang lebih tinggi untuk sejumlah tertentu, tetapi pada jumlah yang sama konsumen
mau membayar dengan harga yang lebih rendah. Konsep ini disebut dengan kesediaan
maksimum konsumen mau bayar atau willingness to pay.

 Fungsi Permintaan (Demand Function)


Fungsi permintaan adalah sebuah fungsi yang menjelaskan berapa banyak barang
yang akan dibeli pada alternatif harga dari barang tersebut dan barang terkait, alternatif
level pendapatan, dan alternatif nilai variabel lain yang mempengaruhi permintaan.
Dalam bentuk model matematik, konsep permintaan untuk suatu barang dinotasikan
sebagai berikut :
QDX = f(PX, Pr, Y, T, Np, DI, Pe, A, PAe, F, O)

Keterangan:
QDX = Jumlah permintaan barang X
F = Notasi fungsi yang berarti “fungsi dari” atau “tergantung pada”
Px = Harga dari barang X
Pr = Harga barang yang terkait (pengganti atau pelengkap)
Y = Tingkat pendapatan perkapita
T = Selera atau kebiasaan
Np = Jumlah penduduk
Di = Distribusi pendapatan
Pe = Perkiraan harga barang X di masa depan
A = Pengeluaran dana untuk meningkatkan penjualan
PAe = Ekspektasi konsumen atas ketersediaan barang X di masa datang
F = features atau atribut dari barang X
O = Faktor-faktor lain yang berkaitan dengan permintaan barang X
2.3.Kurve dan fungsi penawaran
 Kurve Penawaran (Supply Curve)
Kurve penawaran merupakan kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi
antara harga dengan jumlah barang yang diproduksi atau ditawarkan. Kurva penawaran
merupakan garis pembatas jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu.
Semua jumlah diatas kurva itu mungkin ditawarkan oleh penjual akan tetapi jumlah
dibawah kurva itu tidak mungkin, dengan anggapan bahwa kurva miring positif. Pada
tingkat harga yang ditentukan, penjual bersedia menawarkan lebih sedikit tetapi penjual
tidak mau menawarkan lebih banyak. Dari segi jumlah yang ditawarkan, kurva
menunjukkan harga minimum yang akan merangsang penjual untuk menjual berbagai
macam jumlah di pasar. Penjual bersedia menerima harga yang lebih tinggi bagi suatu
jumlah tertentu, tetapi penjual tidak bersedia menawarkan jumlah itu dengan harga yang
lebih rendah. Konsep ini sering disebut dengan kesediaan minimum penjual menerima
harga (willingness to accept).
 Fungsi Penawaran (Supply Function)
Fungsi penawaran adalah sebuah fungsi yang menjelaskan berapa banyak barang
yang akan diproduksi pada berbagai alternatif harga barang tersebut, alternatif harga
masukan, dan alternatif nilai variabel lain yang memengaruhi penawaran. Dalam bentuk
model matematik, konsep penawaran suatu barang dinotasikan sebagai berikut :

Qsx = f(Px,Pi,Pr,T,Pe,NF,GP,O)

Keterangan:
Qsx = Jumlah penawaran barang X
f = Notasi fungsi
Px = Harga barang X
Pi = Harga barang input yang digunakan
Pr = Harga barang lain yang digunakan
T = Tingkat teknologi yang tersedia
Pe = Ekspektasi produsen akan masa datang
NF = Jumlah perusahaab sejenis
GP = Kebijakan pemerintah
O = Faktor-faktor khusus yang berkaitan dengan penawaran barang X
2.4.Faktor-faktor yang menggeser permintaan dan penawaran
a. Penggeseran Permintaan

Para ekonom menyadari bahwa variabel-variabel selain harga sebuah barang juga
mempengaruhi permintaan. Misalnya, masing-masing jumlah pasangan celana jeans yang
bersedia dan mampu dibeli secara finansial juga bergantung pada harga kemeja,
pendapatan konsumen, pengeluaran iklan, dan hal-hal lainnya. Variabel-variabel selain
harga barang yang mempengaruhi permintaan dikenal sebagai penggeser permintaan.
Kapan pun iklan, pendapatan atau harga barang terkait berubah, hal itu akan menyebabkan
perubahan dalam permintaan (change in demand), posisi dari keseluruhan kurva
permintaan bergeser. Pergeseran ke kanan disebut peningkatan dalam permintaan, karena
lebih banyak barang yang diminta pada tiap harga. Pergeseran ke kiri dalam kurva
permintaan disebut penurunan dalam permintaan.
Adapun faktor-faktor yang berpotensi menggeser kurva permintaan antara lain yaitu:
1. Pendapatan
Karena pendapatan mempengaruhi kemampuan konsumen untuk membeli
barang, perubahan dalam pendapatan mempengaruhi berapa banyak yang akan
dibeli konsumen pada haraga tertentu. Dari sisi grafis, perubahan dalam pendapatan
menggeser keseluruhan permintaan. Kenaikan pendapatan menggeser kurva
permintaan ke kanan ataupun ke kiri bergantung pada sifat dasar pola konsumsi
konsumen. Oleh karena itu, ekonomi membedakan dua jenis barang : barang
normal dan barang inferior.
 Barang normal (normal good ) merupakan barang, dimana ketika ada
peningkatan pendapatan akan memicu peningkatan permintaaan atas barang
tersebut, dengan asumsi faktor lain dianggap kostan.
 Barang inferior (inferior good ) merupakan barang, dimana saat ada
peningkata income, justru akan menurunkan permintaan terhadap barang
yang dimaksud, dengan asumsi faktor lain dianggap konstan.
2. Harga Barang Terkait
Perubahan dalam haraga barang terkait umumnya menggeser kurva
permintaan barang. Contohnya, jika harga Coke naik, kebanyakan konsumen akan
mulai menggantinya dengan Pepsi, karena haraga Coke lebih mahal dari
sebelumnya. Dengan semakin banyak konsumen yang mengesumsi Pepsi
dibandingkan Coke, kuantitas Pepsi yang diminta pada tingkat harga akan
cenderung naik.

3. Selera
Berbagai perbedaan sejarah dan budaya akan mempengaruhi selera
konsumen. Produk tertentu mungkin laku di suatu wilayah, namun tidak di wilayah
lainnya. Misalnya saja, daging kerbau tidak akan laku di India karena tabu untuk
dikonsumsi (kerbau adalah binatang yang mulia di India). Perbedaan ini juga dapat
berupa kebutuhan psikologi tertentu, pakaian dan makanan khas daerah, rokok,
mobil mewah, dan lain sebagainya.

4. Populasi
Permintaan untuk suatu produk juga dipengaruhi oleh perubahan ukuran
dan komposisi populasi. Pada umumnya, dengan naiknya populasi, lebih banyak
lagi individu yang akan membeli produk tertentu, dan ini memiliki pengaruh
menggeser kurva permintaan ke kanan. Selama abad ke-20, produk makan bergeser
ke kanan cukup signifikan dengan meningkatnya populasi.

5. Ekspektasi Konsumen
Perubahan dalam ekspektasi konsumen dapat pula mengubah posisi kurva
permintaan untuk suatu produk. Contohnya, jika konsumen tiba-tiba menduga
bahwa haraga mobil akan naik secara signifikan tahun depan maka permintaan
mobil saat ini akan meningkat.
b. Pergeseran Penawaran

Variabel yang memengaruhi posisi kurva penawaran disebut pergeseran


penawaran, yang meliputi harga masukan, level teknologi, jumlah perusahaan dalam pasar,
dan ekspektasi produsen. Pergeseran ini dikenal sebagai perubahan dalam penawaran
(change in supplay).
Adapun faktor-faktor yang berpotensi menggeser kurva penawaran antara lain yaitu:
1. Harga Bahan Baku
Dengan berubahnya biaya produksi, kesediaan produsen untuk memproduksi
keluaran pada tingkat harga tersebut berubah. Khususnya, dengan naiknya harga
masukan, produsen bersedia untuk memproduksi lebih sedikit keluaran pada tiap level
harga. Ini menurunkan penawaran seperti digambarkan oleh pergeseran kurva
penawaran ke kiri.
2. Teknologi
Tekhnologi untuk mengubah sumber daya menjadi baju adalah penentu lainnya dari
pergeseran kurva penawaran. Penemuan dari mesin jahit yang termekanisasi misalnya,
mengakibatkan hanya sedikit tenaga kerja yang diperlukan oleh pengusaha, karena
hampir semua kegiatan produksi dilakukan mesin. Hal ini tentunya mengurangi biaya
perusahaan, sehingga perusahaan akan meningkatkan penawaran bajunya.
3. Jumlah Perusahaan
Jumlah perusahaan dalam industri memengaruhi posisi kurva penawaran. Dengan
bertambahnya perusahaan yang memasuki suatu industry, maka lebih banyak keluaran
tersedia pada tiap tingkat harga. Ini ditunjjukan oleh pergeseran ke kanan dalam kurva
penawaran. Sama halnya dengan perusahaan meninggalkan industri, lebih sedikit unit
dijual pada tiap tingkat harga, dan penawaran turun ( bergeser ke kiri ).
4. Substitusi dalam Produksi
Banyak perusahaan memiliki teknologi yang langsung dapat diadaptasikan ke
beberapa produk berbeda. Contohnya, produsen mobil dapat mengubah sebuah pabrik
rakitan truk menjadi pabrik rakitan mobil dengan mengubah fasilitas produksinya.
Ketika harga mobil naik, perusahaan ini dapat mengubah beberapa lini rakitan truknya
menjadi lini rakitan mobil untuk meningkatkan mobil yang ditawarkan. Ini memiliki
pengaruh menggeser kurva penawaran truk ke kiri.
5. Ekspektasi Produsen
Ekspektasi produsen mengenai harga mendatang juga memengaruhi posisi kurva
penawaran. Pada dasarnya, menjual satu unit keluaran saat ini dan menjual satu unit
keluaran esok hari merupakan substitusi dalam prouksi. Jika perusahaan tiba-tiba
mengekspektasikan kenaikan harga di masa depan dan produk tidak cepat busuk,
produsen dapat menahan keluaran hari ini dan menjualnya kemudian pada harga yang
lebih tinggi. Ini memiliki pengaruh menggeser kurva penawaran ke kiri.

2.5.Surplus, kekurangan dan keseimbangan pasar


 Surplus
a. Surplus Konsumen
Surplus konsumen adalah nilai yang diperoleh konsumen dari sebuah barang tetapi
tidak harus membayarnya. Konsep yang dikembangkan dalam dalam bagian ini
khususnya berguna dalam pemasaran dan ilmu lain yang menekankan strategi seperti
penetapan harga berdasarkan nilai dan diskriminasi harga. Berdasarkan hukum
permintaan, jumlah yang bersedia dibayar oleh konsumen untuk satu tambahan unit
barang berkurang dengan makin banyaknya barang yang dikonsumsiSurplus konsumen
adalah perbedaan antara jumlah maksimum yang bersedia dibayar konsumen untuk
sebuah barang dengan jumlah sebenarnya yang dibayar konsumen. Misalnya, seorang
mahasiswa bersedia membayar $13 untuk karcis konser rock, walaupun dia seharusnya
hanya membayar $12. Sisa $1 adalah surplus konsumennya. Bila kita menjumlahkan
surplus konsumen dari semua konsumen yang membeli suatu barang, kita akan
memperoleh ukuran surplus konsumen agregat.

Surplus Konsumen Secara Umum


Untuk pasar secara keseluruhan, surplus konsumen dapat diukur dengan area di
bawah kurva permintaan dan diatas garis yang menunjukkan harga pembelian barang.
Surplus konsumen dengan mudah dapat dihitung jika kita mengetahui kurva
permintaannya. Gambar kurva permintaan yang terlihat seperti tangga bukannya garis
lurus menunjukkan kita bagaimana mengukur nilai yang diperoleh konsumen dengan
membeli karcis dalam jumlah berbeda. Tetapi karena dalam pasar biasanya jumlah
yang diukur adalah ribuan jadi kurva permintaan pasar bentuknya jadi garis lurus.

Besarnya surplus konsumen dapat diketahui dengan mencari luas segitiga yang
terbentuk.

Grafik Pembelian Karcis Konser.

b. Surplus Produsen
Surplus produsen adalah jumlah yang dibayarkan oleh penjual untuk sebuah barang
dikurangi dengan biaya produksi barang tersebut. Berbeda dengan seorang pembeli
yang selalu ingin menerima barang dengan harga yang lebih rendah, seorang penjual
selalu ingin menerima harga yang lebih tinggi untuk setiap barang yang dijual. Semakin
tinggi harga yang diperoleh maka semakin tinggi pula surplus produsen yang dimiliki
oleh penjual.

Perhatikan gambar berikut :


Gambar 1.
Gambar diatas menunjukan kurva penawaran. Surplus produsen berada diatas
kurva penawaran, dari gambar diatas yang terdapat pada luas wilayah A adalah
besarnya surplus produsen yaitu : nilai yang diterima penjual – Biaya penjual = 30.000
– 20.000 = 10.000.

Gambar 2

Gambar 2 menunjukan yang terjadi jika terjadi kenaikan harga menjadi 60.000.
Surplus produsen sekarang menjadi meningkat. Kenaikan ini terjadi pada, pertama
penjual yang menjual sebanyak Q =1 pada harga 30.000, dan sekarang meningkat
menjadi 60.000 tambahan surplus produsennya terdapat pada wilayah B, kedua penjual
baru yang masuk ke pasar yang bersedia menjual barang pada harga baru tersebut
sehingga mengakibatkan terjadinya kenaikan penawaran menjadi Q = 2, Surplus
produsen dari penjual baru ini adalah wilayah C. Jika kita jumlahkan maka total dari
surplus produsennya ialah = surplus penjual pertama+ surplus penjual baru = (60.000-
20.000 = 40.000) + (60.000-30.000 = 30.000) = 70.000. Maka surplus produsennya
ialah sebesar 70.000.

 Kekurangan Pasar
Kekurangan pasar atau market shortage merupakan kondisi ketika jumlah barang
yang diminta melebihi jumlah barang yang ditawarkan pada harga pasar yang berlaku.
Kondisi ini terjadi ketika harga pasar lebih rendah dari harga keseimbangan pasar.

Apabila harga pasar berada di bawah titik ekuilibrium (titik C) maka jumlah barang
yang diminta menjadi lebih besar daripada jumlah barang yang ditawarkan. Dalam kondisi
ini, kompetisi akan terjadi antar pembeli akibat ketersediaan barang yang terbatas.
Konsekuensinya maka harga akan naik dan mendorong jumlah permintaan dan penawaran
ke arah keseimbangan (ke atas).

 Keseimbangan Pasar
Keseimbangan atau ekuilibrium pasar (market equilibrium) adalah suatu kondisi di
mana jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta. Pada titik
ini tidak ada kecenderungan perubahan harga (harga cenderung tetap). Apabila
digambarkan ke dalam grafik, titik keseimbangan adalah titik perpotongan antara kurva
permintaan dengan kurva penawaran. Harga pada titik potong ini disebut dengan harga
keseimbangan dan jumlah barang pada titik potong ini disebut dengan jumlah barang
keseimbangan. Berikut adalah contoh dari tabel dan kurve keseimbangan pasar :
Titik C adalah titik ekuilibrium karena pada titik ini jumlah barang yang ditawarkan
(Cs) sama dengan jumlah barang yang diminta (Cd). Pada titik ekuilibrium C, Rp. 3.000
merupakan harga ekuilibrium, dan 12 merupakan jumlah barang ekuilibrium.
Daftar Pustaka
 Mubarok, E. Saefuddin. (2015). Ekonomi Manajerial & Strategi Bisnis. Penerbit In
Media
 AJAR, B. (1995). Ekonomi Manajerial.
 Hariyati, Y. (2007). Ekonomi Mikro (Pendekatan Matematis dan Grafis).
 Keseimbangan Permintaan & Penawaran | Ekuilibrium Pasar • Tentorku. (2018, November
12). Retrieved February 10, 2019, from https://www.tentorku.com/ekuilibrium-
keseimbangan-permintaan-penawaran/