Anda di halaman 1dari 2

Kantor Akuntan Publik Zhacka dan Rekan menugaskan Agus sebagai auditor senior untuk

mewawancarai beberapa manajer dari PT. Mentari, sebuah perusahaan konveksi sebagai klien.
Tujuan dari wawancara awal ini adalah untuk menilai risiko perikatan dan lingkungan
pengendalian. Oleh karena itu, Sitta mewawancarai Manajer Divisi Pemasaran dan Keuangan
untuk mengetahui integritas mereka terhadap PT. Mentari.
Berikut Wawancara Agus dengan Manajer Divisi Pemasaran PT. Mentari, Bapak Joko.
Agus : “Sudah berapa lama Bapak Joko bekerja di PT. Mentari?’
Bapak Joko : “Sudah hampir 10 tahun.”
Agus : “Apakah selama ini Bapak Joko merasa puas dengan insentif yang
diberikan oleh PT. Mentari sebagai imbal-balik atas kinerja
Bapak?”
Bapak Joko : “Ya, kalau boleh dibilang saya merasa cukup puas dengan insentif
yang diberikan.”
Agus : “Apakah menurut Bapak insentif tersebut sudah memenuhi untuk
jabatan yang Bapak jalani?”
Bapak Joko : “Ya, saya merasa cukup untuk jabatan saya sebagai manajer,
insentif, bonus, dan fasilitas yang diberikan sudah cukup.”
Agus : “Apakah Bapak nyaman dengan lingkungan kerja yang ada di PT.
Mentari?”, “atau Bapak menginginkan gambaran lingkungan kerja
yang seperti apa?”
Bapak Joko : “Ya, lingkungan kerja PT. Mentari memang diciptakan friendly di
mana antara lini manajer dan staf tidak ada gap atau jarak, tapi tetap
menghormati posisi masing-masing, jadi tidak kaku, bahkan sering
diadakan sesi sharing per divisi setiap rapat bulanan, jadi suasana
kerja di sini nyaman, dan memang situasi kerja yang seperti ini yang
saya inginkan.”

Dari hasil wawancara singkat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Bapak Joko memiliki
integritas yang tinggi terhadap PT. Mentari, karena Bapak Joko sudah merasa perusahaan tersebut
telah mencukupi kebutuhannya, sehingga kecil kemungkinan terjadinya kecurangan di Divisi
Pemasaran.

Selanjutnya, Wawancara Agus dengan Manajer Divisi Keuangan PT. JATI RAYA, Bapak Ahmad.
Agus : “Pak, berdasarkan laporan keuangan yang saya pelajari. Bagaimana
peran dari divisi-divisi lain, dalam hal penyusunan laporan
keuangan?”, “Apakah terdapat hambatan-hambatan dari setiap
bagian yang terkait?”
Bapak Ahmad : “Setiap divisi memberikan peranan dalam pelaporan keuangan.
Tidak terjadi hambatan, karena setiap bagian memiliki komitmen
yang sama dalam hal pelaporan keuangan. Laporan keuangan dibuat
berdasarkan kejadian yang terjadi dan bukti-bukti transaksi yang
ada. Anda dapat mengecek dokumen dan bukti-bukti transaksi yang
telah kami siapkan Pak.”
Agus : Apakah terdapat pengawasan terhadap pengendalian intern
perusahaan? Misalnya terdapat komite audit atau tidak?
Bapak Ahmad : “Tiap-tiap divisi diberikan satuan pengawas pengendalian intern
dan terpusat pada satu pusat pengawasan pengendalian intern. Hal
tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kecurangan atau kesalahan
yang nantinya akan mempengaruhi Laporan Keuangan.”
Agus : “Menurut Bapak, apakah pengawasan internal pada PT. JATI
RAYA ini sudah cukup efektif? Bagaimanakah bila terjadi
kesalahan, misalnya salah menghitung jumlah orderan, atau
lainnya?”
Bapak Ahmad : “Menurut saya pribadi pengawasan internal yang telah ada cukup
efektif, dan apabila terjadi kesalahan seperti yang telah saudara
sebutkan biasanya dimana kesalahan tersebut terdeteksi, maka
divisi tersebut yang akan melaporkan ke pusat dan ke divisi yang
terkait dengan kesalahan tersebut.

Dari hasil wawancara singkat di atas dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal pada PT.
Mentari dapat dinilai cukup efektif.

Diminta:
Berdasarkan hasil dari wawancara tersebut, Anda diminta untuk menuangkan ke dalam Kertas
Kerja Prosedur Pemeriksaan!