Anda di halaman 1dari 40

PLTU REMBANG JAWA TENGAH 2 X 300-400 MW

Modul Dasar Operasi

PENGENALAN SYSTEM PENANGANAN BATU BARA

Disusun oleh:

Faisol Riza
Bab I

Coal Handling System

1.1 Transportasi batubara

Batu bara yang disediakan untuk pembangkit tenaga listrik adalah semua
diangkut oleh kapal/biasa disebut tongkang. Transportasi di luar PLTU tersebut
dilakukan oleh departemen transportasi lokal. Batu bara yang di bongkar dengan
peralatan yang di namakan Ship unloader kapasitas 1750 ton/jam dan perangkat
yang lain adalah system belt conveyor di mana belt conveyor di sini terbagi menjadi
10 line sistem belt conveyor yang saling berkaitan seperti pada gambar 1a di
bawah.Tentunya dengan spesifikasi yang berbeda beda,yang akan di terangkan
lebih lanjut.Kapasitas Tongkangpun bervariasi ada yang berkapasitas 6000 tons –
12000 tons.

1.2 Perangkat penyimpanan batubara

Perangkat yang dimaksud di sini adalah biasa disebut coal yard atau tempat
penimbunan batubara sementara sebelum dikirim ke coal bunker. Dimana kapasitas
untuk coal yard 1 : 59200 tons dan coal yard 2 : 341320 tons. Untuk system
unloading batubaranya (dari ship unloader ke coal yard) bisa dengan menggunakan
stacker reclaimer atau dengan menggunakan sistem telescopic chute yang
kemudian di dorong ke depan dengan menggunakan alat berat seperti bulldozer.
Semua peralatan utama didalam system coal handling saling berkaitan dan saling
mendukung satu sama lain . Peralatan utama pada coal handling system
diantaranya system belt conveyor. Selain itu juga ada alat utama yang lain sebagai
contoh Stacker Reclaimer, Reclaim Hopper, Telescopic chute, Coal Crusher, Dust
collection system dan Dust suppression system. Equipment tersebut adalah
termasuk alat vital yang sangat membantu kelangsungan operasi pada coal
handling system.
1.3 Berikut ini mode operasi dari coal handling system:
Keterangan :

BC : Belt Conveyor TR : Tripper Conveyor

JT : Junction Tower RH : Reclaim Hopper

AS : Sampling System VF : Vibration Feeder

MS : Magnetic Separator VS : Vibration Screen

BW : Belt Weigher CR : Coal Crusher

MD : Metal Detector DG : Diverter Gate

SUL : Ship Unloader TWC : Two Way Chute

SR : Stacker Reclaimer DSS : Dust Supression System

CCH : Crusher House DCS : Dust Collection System

SC : Scraper Conveyor
BAB II

Belt conveyor system

2.1 Fungsi dari belt conveyor

Pertama yang perlu di perhatikan bagi operator coal handling adalah


pengertian dari system belt conveyor. System belt conveyor adalah peralatan yang
di gunakan untuk mentransfer batubara dari satu tempat ke tempat lain. sebagai
contoh gambar di bawah.

Gambar : Rangkaian Belt Conveyor sederhana


Bagian – bagian dari belt conveyor yaitu :

 Belt Conveyor
Merupakan ban berjalan yang berfungsi untuk membawa material dan
meneruskan gaya.

 Carrying idler
Berfungsi untuk menjaga belt pada bagian yang berbeban atau sebagai roll
penunjang ban bermuatan material. Posisi dari Carrying idler berada di atas
conveyor table. Komposisinya terdiri dari 3 buah roll penggerak berbentuk V.

 Impact idler
Posisinya persis di bawah chute. Pada bagian luarnya dilapisi dengan karet dan
jarak antara satu sama lain lebih rapat dari carrying idler. Fungsinya untuk
menahan belt agar tidak sobek/rusak akibat batu bara yang jatuh dari atas.

 Return idler
Berada di bawah belt pada sisi balik conveyor. Komposisinya hanya terdiri dari 1
buah roll penyangga dan berfungsi untuk menyangga belt dengan arah putar
balik.

 Steering idler
Merupakan idler yang berfungsi untuk menjaga kelurusan belt agar tidak jogging
(bergerak ke kiri/kanan). Posisinya di bagian pinggir belt.
 Motor
Berfungsi sebagai penggerak utama dari belt conveyor. Dalam
pengoperasiannya dihubungkan dengan gearbox dan fluid coupling.

 Reducer
Peralatan yang menggandengkan sumber daya ke pulley dan berfungsi
mereduksi putaran dari motor agar putaran input dari motor dapat dikurangi.

 Drive pulley
Merupakan pulley yang secara langsung atau tidak langsung terhubung dengan
motor listrik dan dikopling dengan gearbox. Fungsinya untuk memutar belt
menuju ke depan. Posisi drive pulley tidak harus selalu di depan, bisa dipasang
dimana saja yang dianggap memungkinkan

MOTOR GEAR BOX

FLUID COUPLING

 Take up pulley
Pulley yang berfungsi untuk menjaga ketegangan belt. Take up pulley terhubung
dengan counter weight.

 Counter weight
Merupakan bandul yang terhubung dengan take up pulley yang berfungsi untuk
memberi/menjaga ketegangan belt.

 Bend pulley
Pulley yang berfungsi untuk menikungkan atau membelokkan arah belt.

 Head pulley
Pulley terakhir yang berada pada ujung depan conveyor. Tidak semua head
pulley dapat dipakai sebagai drive pulley. head pulley yang tidak dapat
dihubungkan dengan drive pulley tidak dapat disebut sebagai drive pulley.
 Snub pulley
Pulley yang digunakan untuk memperbesar sudut llitan kontak antara pulley
dengan belt. Biasanya Snub pulley terletak di dekat drive pulley.

 Tail pulley
Berada di sisi belakang conveyor. Berfugnsi untuk memutar kembali belt
conveyor menuju ke arah drive pulley. Tail pulley dilengkapi dengan belt cleaner
yang berfungsi untuk mencegah batu bara agar tidak masuk ke tail pulley. pada
conveyor jenis light duty, tail puley juga sering dijadikan sebagai take up pulley.

 Scrapper (pembersih)
Merupakan perangkat yang berfungsi membersihkan material yang menempel
pada belt.

 Rubber skirt (skirt board)


Merupakan peralatan yang berfungsi mencegah agar material tidak tumpah
keluar dari belt pada saat muat.

 Plough scrapper
Berfungsi untuk membersihkan material yang tertumpah pada arah balik belt.
Biasanya terdiri dari primary dan v-plough scrapper.

2.2 Alat-alat bantu dari belt conveyor

Magnetic Separator

Urutan Unloading dari ship unloader


sampai masuk coal bunker adalah : dari Ship
unloader turun ke Belt conveyor(BC1) dari
BC1 di transfer ke Belt coveyor(BC2) di mana
dilengkapi dengan Magnetic separator dan
Tramp metal detector yang berada di Belt
conveyor(BC2), dimana Magnetic separator
ini berfungsi untuk menarik logam dengan
pengaruh gaya magnetnya yang ada pada
alat itu, yang ikut bercampur dengan batubara
waktu belt conveyor beroperasi seperti pada
(gambar 1).

(Gambar 1)
Tramp Metal detector

(Gambar 2) (Gambar 3)

Sedang fungsi dari tramp metal detector adalah memberi tanda (sinyal)
apabila dalam waktu beroperasi batubara bercampur dengan logam. Sedang Metal
Detector di pasang di bagian atas dan bagian bawah belt conveyor (BC2) secara
melintang (gambar3).

Electronic Belt Scale)

Selain itu di Belt Conveyor(BC2) juga di


lengkapi Electronic Belt Scale (EBS) yang
fungsinya untuk merecord jumlah batubara
(tonase/jam) yang dibawa belt conveyor seperti
pada (gambar 4). Sistem pengukuran dengan
menggunakan sistem digital

Gambar (4)
Unloading batubara dari area jetty ke coal yard harus melewati belt conveyor(BC1),
belt conveyor (BC2) dan belt conveyor(BC5) juga belt conveyor (BC6) yang
kemudian menuju ke coal yard melalui Stacker Reclaimer . Fungsi dari stacker
reclaimer untuk penataan batubara (stacking)di area coal yard dan pengambilan
batubara(reclaiming) di coal yard untuk di kirim ke coal bunker.

Telescopic Chute

Selain dengan stacker reclaimer untuk


unloading batubara diarea coalyard
bisa dengan menggunakan Telescopic
chute (Gambar5) . Telescopic chute
merupakan tempat pembongkaran batu
bara dalam keadaan darurat.
Dilengkapi dengan corong untuk
mencegah abu batubara yang
berterbangan saat pembongkaran.
Peralatan ini bisa naik secara otomatis
jika level batubara di bawahnya sudah
mempunyai jarak sesuai setting tertentu
melalui belt conveyor(BC7) yang kemudian diteruskan/didorong yang masih di
area coal yard dengan menggunakan alat berat yaitu bulldozer.

(Gambar 5)

Bisa juga batubara langsung ditransfer dari ship unloader ke coal bunker
dengan melewati belt conveyor (BC2), belt conveyor(BC3A/B) , vibrating grizzly
feeder, coal crusher belt conveyor(BC9A/B). Di dalam proses Vibrating Grizzly
Feeder (gambar 6)dan Coal Crusher (gambar 7) batubara harus melalui proses
pengayakan untuk memisahan ukuran batubara dan penggilingan . Tentang
vibrating grizzly feeder dan coal crusher akan di terangkan pada halaman belakang.
Dari belt conveyor(BC 9 A/B)aliran batubara menuju Belt conveyor (BC 10A/B)
yang akhirnya turun ke coal bunker.
Vibrating Grizzly Feeder Coal Crusher

(Gambar 6) (Gambar 7)

Di setiap proses transfer belt conveyor terdapat equipment yang di namakan


Diverter Gate (gambar 8) yang fungsinya untuk mengatur arah aliran batubara yang
letaknya biasanya pada tree way chute atau two way chute. Diverter gate atau
control gate bisa di operasikan secara manual ataupun otomatis dengan
menggunakan system hidraulic. Sedangkan Two /Three Way Chute sendiri
fungsinya untuk membagi aliran batubara ke stacker reclaimer ke reclaim Hopper
maupun langsung ke coal bunker (gambar 8) dan gambar 9). Two/Three Way Chute
hanya terdapat di junction tower
Three Way Chute Two Way Chute

(Gambar 8)

(Gambar 8) (Gambar 9)

Diverter Gate

(Gambar 10)

Dalam reclaim hopper juga ada diverter gate dan vibration feeder yang
tempatnya saluran bawah dalam tanah pada belt conveyor (BC8). Fungsi dari
vibration feeder sebagai penyaring dan penggetar batubara supaya tidak terjadi
penumpukan yang akan memperhambat jalanya operasi.

Di belt conveyor 10A/B terdapat Scraper conveyor dan Tripper car yang
masing masing mempunyai fungsi yaitu untuk unloading batubara dari belt
conveyor(BC 10A/B) ke coal bunker.

Sedang yang berhubungan dengan mechanical yang terdapat pada equipment belt
conveyor adalah sebagai berikut diantaranya Pully conveyor, dynamic roller,Take-Up
weigher,reducer, brake motor conveyor seperti .Biasanya dalam 1 line belt conveyor
terdapat 1 sampai 3 dynamic roller yang dapat di adjustment.

Dynamic Roller Pully conveyor

Reducer berfungsi untuk mereduksi kecepatan antara pully conveyor dengan


gear box motor conveyor.

Gear box Reducer


Brake motor conveyor

Peralatan lain sebagai safety adalah Pullcord Switch yang fungsinya untuk
menghentikan laju sistem belt conveyor jika keadaan bahaya.Dalam satu line Belt
conveyor ada 2 sampai 3 belt sway switch dan juga pullcord switch yang
dihubungkan dengan kawat penarik di waktu emergency (Gambar 15).Belt sway
swicht sendiri berfungsi untuk memberi tanda/sinyal pada operator jika sistem belt
conveyor bergeser.Jika belt conveyor bergeser melebihi batas yang di ijinkan secara
otomatis belt conveyor tersebut akan berhenti (Gambar 16)

Pullcord Switch Belt Sway Switch

(Gambar 15) (Gambar 16)


Belt Rip Detector
Belt Rip detector berfungsi mendeteksi
belt conveyor yang sobek waktu
beroperasi dan akan memberi sinyal
alarm pada system operasi di
CHCB.Seharusnya peralatan ini berdada
di samping Pully conveyor atau di bawah
Belt conveyor supaya jika terjadi
sobekan yang kecil dapat segera
terdeteksi (gambar 20).

(Gambar 20)

Chute Block Switch

Tampak disamping ini chute blok


switch yang berfungsi sebagai
penggetar jika batubara menggumpal
dan macet di dalam tree way chute atau
two way chute supaya batubaranya tidak
terhambat. Dan alat ini terdapat di setiap
Juction Tower . Chute blok switch akan
memberi sinyal alarm di CHCB.

Water spray conveyor

Sebenarnya system safety di atas pada


prinsipnya sama dengan menggunakan
system proteksi.Gambar di samping ini
adalah juga termasuk bagian dari safety sistem conveyor yaitu water spray yang
fungsinya untuk mengurangi polusi debu batubara dan juga sebagai safety jika
sewaktu waktu batubara terbakar di atas belt conveyor

Zero speed swicth

Zero speed switch berfungsi untuk untuk merecord kecepatan per menit belt
conveyor dan mendeteksi apabila kecepatan belt conveyor overspeed.

2.3 Pengecekan belt conveyor

2.3.1 Pengecekan sebelum operasi

Pengecekan yang perlu di lakukan sebelum Belt conveyor running adalah


mengecek seluruh device meliputi :

1. Mengondisikan supaya tidak ada orang di sekitar belt conveyor sebelum belt
conveyor running seperti kegiatan cleaning.
2. Mengontrol apakah belt conveyor ada yang sobek.
3. Mengecek Pully conveyor dan Roller conveyor apakah macet atau perlu di
adjustmen.
4. Cek Belt Sway Swicth conveyor apakah masih berfungsi.
5. Memposisikan dalam Pull Cord Switch posisi normal
6. Memposisikan Diverter Gate sesuai dengan flow batubara yang diinginkan.
Setelah semua dinyatakan siap hubungi operator CHCB bahwa siap untuk
running
7. Mengecekan power pada panel-panel box, ada tidaknya power
2.3.2 Pengecekan waktu operasi :

Pengecekan yang perlu di lakukan ketika belt conveyor running adalah mengecek
seluruh device meliputi :

1. Melihat kondisi belt conveyor ketika running dalam posisi pada tempatnya,
tidak pada kondisi sway , apabila belt conveyor terjadi sway kita harus
menyetel pada dynamic rollernya.
2. Pengecekan motor pada belt conveyor, vibrating grizzly feeder, coal crusher.
Seperti temperatur, suara abnormal
3. Pengecekan bearing pada coal crusher. Seperti vibrasi
4. Pengecekan belt conveyor waktu running, apabila terjadi kondisi yang
membahayakan belt conveyor harus dihentikan secara emergency (darurat).

2.4 Vibrating Grizzly Feeder


2.4.1 Struktur dan Fungsi dari Vibrating Grizzly Feeder
Vibrating Grizzly Feeder sistem mekanis yang terdiri dari grizzly dek assly, drive unit,
deck samping dinding, skirt arrgt, beam untuk grid, shaft assly,cover untuk unbalance
weight ,cover untuk cover beam, spring support assly, sistem pelumasan dan dasar
bingkai.

Deck dari vibrating grizzly feeder berupa solid deck dari bagian zona dampak di bawah
daerah jatuh langsung material dan sisa geladak (deck) akan dipasang piringang/plat
(grizzly plates).

Deck vibrating grizzly feeder akan terus berupa bagian solid deck pada zona
tumbukan(impact zone) di bawah daerah material jatuh langsung dan deck selanjutnya
(remaining deck) akan dipasang dengan grizzly plates.

Vibrating grizzly feeder akan dipasang di lantai sesuai dengan jumlah campuran baja
pegas. Karakteristik dari feeder dapat disesuaikan karena spring support dapat diatur.

Setiap feeder akan diatur melalui sepasang Unbalance drive assembly, yang
akan terhubung dengan motor listrik melalui carden batang yang sesuai
Grizzly feeder yang ditawarkan adalah desain feeder kasar tidak datar , satu
potong dgn keras lasan konstruksi baja struktural dipasang dengan unbalance drive
assembly (single piece rigidly welded structural steel construction fitted with
unbalance drive assembly). Elliptic stroke menggetarkan material pada horizontal
plane guna mengurangi pegging.
Jenis grizzly mechanical vibrating feeder digunakan di tempat kerja kondisi
yang sangat sulit. Keuntungan yang ditawarkan oleh sistem ini adalah bahwa, type
feeder ini yang digunakan untuk feeding materail tetapi juga digunakan untuk
penyaringan material satu demi satu. Panjang stroke untuk jenis feeder ini
didasarkan pada unbalance weight dan plate ekstra tambahan .Panjang stroke
panjang dari grizzly vibrating feeder berkisara 6 hingga 8 mm dan juga bervariasi
sesuai dengan feeding rate yang dibutuhkan.

Berikut ini adalah gambar Vibrating Grizzly Feeder

Vibrating Grizzly Feeder

Strukture Drawing
(A) Vibrating Grizzly
Feeder :
Gambar A:

1.Spring; 2. Inclination of Feeder Adjustable; 3. Solid Deck layer; 4.Hopper


opening; 5.Deck Assembly; 6.Sreen; 7.Dust Hood Over Deck; 8.Rubber
Sealing; 9.Over Size Chute; 10.Holes for Under Neath Chute Fixing At Two Side;
11.Motor Base Frame;

Strukture Drawing (B) Vibrating Grizzly Feeder :

1. Carden shaft; 2.Motor; 3.Unbalance Weight (Adjustable); 4.Cover the


carden shaft; 5.Rubber Sealing; 6.Cross Beam; 7.Hub

( A) Grizzly geladak (Grizzly Deck)

Vibrating bingkai (frame) terdiri dari sisi piringan dikuatkan oleh flanges. Sisi
plate dilakukan pengelasan bersama dengan bagian kelompok baja lintas dan
screen ujung piringan. Baja bersekat juga mendukung feed kotak bawah piring
piring dan abu-abu.
Pada bagian bawah, lubang disediakan untuk mengeratkan drive unit. Feed box dan
layar piringan samping yang berhubungan dengan aliran material diarahkan
dengan memakai piringan/plate baja kuat.

Grizzly Geladak (B) Grizzly plat pengunci (Grizzly


(Grizzly Deck) plate fastening)

Masing-masing grizzly plat terikat oleh


baut ketegangan tinggi pada setiap ujung plat/piringan grizzly (grizzly plates)
dengan beam.

Grizzly plat pengunci


(Grizzly plate fastening)

(C) Vibrator unit (Vibrator units)

Alat penggetar terdiri dari dua counter shafts berat yang besar dengan counter
berat pada dua ujung. Setiap poros berputar di poros casing dan rumah bearing
serta dapat menimbulkan momen ketidakseimbangan (imbalance moment) , yang
dikirim ke bingkai vibrating aktual (actual vibrating frame) melalui rumah bearing dan
plat atau piringan yang terpasang pada bingkai vibrating (vibrating frame).
imbalance moment dapat diatur bervariasi dengan mudah sesuai permintaan.
Semua bagian berputar tertutup oleh pelindung pada dua bagian ujung. Kapasitas
dapat bervariasi dengan mengubah sudut fase dari unbalance weight dan juga
pengatur frekuensi variabel.

Screen

(D) Peralatan pengatur (Drive equipment)


Peralatan pengatur terdiri dari dua motor squirrel cage, terpasang pada stator.
Daya untuk menyaring (screen) dialirkan oleh cardon batang (carden shaft).

Peralatan Pengatur (Drive


Equipment)

(E) Pegas(Spring):
Pegas didukung oleh dua sistem pegas yang sama pada ujung keluarannya
dan barisan pegas pada ujung akhir feed. Pegas pendukung disesuaikan sehingga
instalasi penyaringan (screen) dapat dipasang pada berbagai sudut berbeda.
Pegas (Spring)

 Spesifikasi teknik dari Vibrating Grizzly Feeder


MANUFACTURE : ELECON ENGINEERING Co.LTD

Type Of Vibrating Feeder : Vibrating Grizzly Feeder

Lokasi : Diatas RING GRANULATOR

Ukuran : 2500 x 5000

KAPASITAS : 1100 TPH

MATERIAL : Coal

DENSITAS : 0.8 – 0.9 T/𝑀3

Granularity masuk : (-) 400 mm

Granualarity keluar : (-)30 mm

Moisture ( Kelembaban) : 25 - 35 %Max

Solid Deck Size : 2500 x 1000 mm

Screen Deck Size : 2500 x 4000 mm

MOTOR : 2 x 22 Kw x 1000 RPM - Each

Feeder Inclanation : Adjustable To 10 Degree

Type Of Mounting : Spring Mounted, Floor Mounting

Langkah (Stroke) : 8 mm @ Design Capacity


2.4.2 Prinsip Kerja dari vibrating grizzly feeder
Gaya sentrifugal berasal dari drive unit pengatur (drive unit) dan poros menyusun
grizzly feeder. Drive motor terhubung langsung ke deck samping dinding melalui carden
shaft dan complete deck assly terhubung dengan deck sisi dinding dengan bantuan
spring support unit. Ketika menyalakan feeder, terdapat gaya sentrifugal dihasilkan
karena dengan rotasi dari berat tak seimbang (unbalance weighs). Sehubungan dengan
tidak adanya pengaturan motor ,resultan gaya positif yang dihasilkan pada ujung outlet
(discharge end) feeder dan resultan gaya negatif yang dihasilkan pada sisi berlawanan
dari sisi outlet. Carden shafts dari drive unit menyalurkan gerakan dari drive unit motor
ke samping geladak dinding (deck side walls) . ( Deck side walls) menyalurkan
getaran ke geladak assly abu-abu (grizzly deck assly) . Hasil dari sistem ini adalah
amplitude tinggi dengan konsumsi energi rendah dan sehingga didapat kapasitas yang
tinggi dari beruban feeder (grizzly feeder). Gerakan penghancuran dari feeder yang
digerakkan secara mekanis sampai berkisar 4 sampai 8 mm. frekuensi kerja yakni 1000
cpm

2.4.3.1 Pengecekan/Pemeriksaan Vibrating Grizzly Feeder sebelum


operasi
1. Cek Statis (Static Check)
1. Tidak ada perbaikan plat pada Field dan Control Box, setiap control switch dalam
keadaan sempurna.
2. Semua sambungan dan pemasangan coal breaker tidak dalam keadaan longgar dan
rusak
3. Volume pelumas untuk coal breaker bearing harus mencukupi
4. Hydraulic coupler dalam keadaan sempurna
5. Material yang tersisa dalam coal breaker harus dibersihkan
Peralatan pengatur, panel, screen yang seragam tidak rusak parah
6. Komponen bagian dalam Vibrating Grizzly Feeder harus lengkap dan benar,setiap
sambungan baut tidak boleh longgar.
7. Terakhir, tutup pintu pemeriksaan (check door), masukkan penjepit dengan benar.
2. Cek Dinamis (Dynamis Check)
Setelah pemeriksaan statis, pastikan tidak ada orang disekitar peralatan (equipment),
mulai jalankan Vibrating Grizzly Feeder selama 3-5 menit, termasuk dalam cek dinamis,
kali ini operasi dijalankan dalam kondisi “local”

1. Mesin berjalan normal, tidak ada “noise” (bising), tidak ada vibrasi abnormal
2. Semua temperatur bearing dan machine body normal, tidak ada tanda abnormal
3. Tidak ada “noise“yang kentara dalam vibrating grizzly feeder
4. Setelah cek kenormalan selesai, pilih switch pada kondisi ‘program’

2.4.3.2 Cara Mengoperasikan


Dianjurkan untuk pertama kali yang feeder beroperasi dalam keadaan tidak
berbeban dan dengan nilai nominal dari amplitude getaran. Pasokan listrik yang
diberikan ke drive unit. Carden shafts dari drive unit transfer dari gerakan
berkendara motor ke feeder. Sehubungan dengan kekuatan sentrifugal, akan
terjadi getaran. Dengan tambahan beban yang tidak seimbang (unbalance
weight) panjang feeder stroke dapat ditingkatkan. Dalam beberapa hari pertama
dari operasi dan semua screws baut harus dikencangkan kembali( retightened )
dengan alat torque spanner

2.5 Coal crusher


2.5.1 Struktur dan Fungsi dari Coal crusher
Coal crusher jenis ring type granulator terutama terdiri dari machine body,
machine cover, rotor, sieve plate, sieve palate adjuster (penyesuai), dan
hydraulic uncover device (peralatan pembuka hidrolik).

COAL CRUSHER dan Motor Penggeraknya


Coal Crusher dihubungkan dengan motor drive pulley ketika beroperasi
Coal Crusher Motor Penggeraknya
(Drive Pulley)

Strukture Drawing dari Ring type Granulator Coal Crusher

1-Machine body; 2-Machine cover; 3-Baffle board; 4-Rocker; 5-Sieve plate


adjust; 6-Coal Mover; 7-Tooth ring hammer; 8-Sieve Plate; 9-Main axis; 10-Ring
axis; 11-Flat ring hammer; 12-Coal crusher plate; 13-Deflector plate; 14-
Suspension discs; 15-Tramp iron trap; 16-Cage Bars/screen plate; 17-Cage; 18-
Rotor shaft; 19-Dust seal; 20-Suspension shafts

Berikut ini adalah gambar Coal crusher jenis ring type granulator :

(1) Machine body : sambungan dengan plat baja intensitas sedang. Pada bagian
atas terdapat inlet material, material mover, inspection door (pintu inspeksi)
dan scale-board yang tahan lama. Terdapat seat-board dan ground-board
yang menyangga rotor bearing pada kedua sisi dari machine body. Dan
terdapat kumpulan rotor dan sieve plate di bagian dalam machine body.
Ruang antara material inlet dan sieve plate adalah ruang coal crusher.
Material mover terbuat dari wearable alloy steel (baja campuran) kualitas
tinggi. Material mover memindahkan dan mengarahkan material. Dipasang
pada wainscot (kayu lis) dengan baut. Sieve plate adjuster dipasang pada
bagian bawah (back lower) machine body. Pada dinding belakang terdapat
dua pintu tahan debu/anti debu (dustproof) yang memudahkan
menghilangkan iron block/blok besi dan semacamnya setiap hari.

(2) Machine Cover : Terdapat di bagian back-upper (belakang-atas) machine


body dan disambung dengan plat baja intensitas sedang. Pada bagian
atasnya terdapat baffle-board yang dapat membersihkan iron block dan
semacamnya. Magnetic room di bagian atas material mover, yang terbuat dari
lempengan besi. Untuk memudahkan pemeliharaan, terdapat peralatan
pembuka hidrolik dari semua unit.
(3) Rotor : terdiri dari poros utama, lempengan, partition cover, rocker, cincin
poros (ring axis), dan bearing seat dan lain-lain. Poros utama terbuat dari baja
campuran kekuatan tinggi, Rocker disusun menyilang, dan dipasang pada
poros utama dengan partition cover dan cakra/piringan (disk) dengan satu set
flat keys dan locknut (mur jepit). Ring hammers dan tooth hammers didil di
antara rocker dan disk dengan 4 ring-axis (poros cincin). Sisi ring-axis ditutup
dengan axis-plug (sumbat), dan poros diikatkan pada cakra. Terdapat bidang
sentripetal roller bearing rangkap pada tiap ujung poros utama. Poros utama
disambungkan langsung dengan wearable alloy steel (baja campuran)
dengan flexible coupler ( atau hydraulic coupler). Bagian utama poros
semuanya terbuat dari wearable alloy steel dan cukup perlakuan panas. Dan
semuanya lolos tes static balance (keseimbangan statis)
(4) Sieve Plate : Terdiri dari coal crusher plate (plat penghancur batubara), big-
mesh plate (plat mesh besar), small-mesh plate (plate mesh kecil), sieve plate
bracket (kumpulan sieve plate). Sieve plate bracket dipatri dengan steel
plate(plat baja), slot steel dan angle steel. Baliknya dilekatkan pada axis seat
(pusat poros) dengan hanging shaft, dan diikat dengan card-board. Carhole
dibawah sieve plate disambung (ream-jointed) dengan sekrup sieve plate.
Hardware yang terbuat dari baja mangan seperti plat coal crusher dan sieve
plate diikatkan pada plate bracket dengan baut dan mur.
(5) Sieve plate adjuster : Ada dua pada sisi kiri dan kanan kayu lis (wainscot).
Utamanya terdiri dari U type seat, sekrup, baut, mur, worm wheel box dan
thrust bearing. Saat menyesuaikan jarak ruang dari ring hammer dan bidang sieve
plate, atur sekrup secara manual dengan perentang roda pasak (ratchet wheel spanner), dan
kemudian pukulan keras akan menghancurkan bongkahan batubara. Selanjutnya,
bongkahan batubara yang kecil akan dihancurkan dengan rolling rotor dan ring hammer
pada bidang sieve plate, dan kemudian digiling, dipukul/dipotong dan digosok.

 Spesifikasi teknik dari Coal crusher


MANUFACTURE : ELECON ENGINEERING Co.LTD

MODEL : ETK – 15 – 44B. Without By Pass

TYPE : RING GRANULATOR

DIAMETER ROTOR : 1116 mm

LEBAR ROTOR : 2058 mm

KAPASITAS : 700 TPH

MATERIAL : Coal

DENSITY : 0.8 T/𝑀3

Granularity masuk : (-)100 mm - 90%. (-)400 100%

Granualarity keluar : (-)30 mm

Moisture ( Kelembaban) : 35 %Max

MOTOR : 400 KW x 1500 RPM

ROTOR RPM : 720

MOTOR SIDE PULLEY : 500 PCD

ROTOR SIDE PULLEY : 1020 PCD

FLUID COUPLING : XR – CDR 660 – FCF14

2.5.2 Elemen-elemen operasi coal crusher :


Proses utama penghancuran batubara dari coal crusher ring type granulator :
tubrukan, membelah dan memotong, menekan, menguraikan dan melindas.
Putaran rotor dengan kecepatan tinggi dan hammer menghasilkan gaya yang
lebih kuat dari pada kekuatan batubara sehingga bongkahan batubara hancur.
Sesuai struktur dan karakteristik coal crusher ring type granulator , proses
penghancuran terbagi atas 2 sections :

 Pertama, bongkahan batubara besar dihancurkan dengan tubrukan


antara crusher plate dan ring hammer diatas plate bracket.
 Kedua,bongkahan batubara kecil selanjutnya dihancurkan oleh rolling
rotor dan ring hammer kemudian dilindas, dipotong dan digosok sesuai
kebutuhan. Terakhir serbuk batubara dikeluarkan ke bawah melalui
plate ayakan.

2.5.3 Karakteristik coal crusher


1. Menghancurkan material-material dengan effek komposif multi-gaya,
sehingga efektifitasnya tinggi.
2. Terdapat plate kontrol udara untuk membuat inlet bertekanan negatif,
sehingga tahan debu.
3.Magnetic separator type grid tidak menghalangi jalannya batubara tetapi
menghilangkan besi yang ada.
4.Equipment ini applicable sehingga dapat menghancurkan semua jenis
batubara
5.Cover mesin adalah hydraulic unlocked, sehingga aman dioperasikan dan
mudah dalam pemeliharaan.
6. Strukturnya tepat.sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan power plant.
7.Supervisory device dapat menunjukkan display nilai vibrasi peralatan dan
temperatur bearing.Dan dapat memberi alarm atau shutdown equipment
secara otomatis
8.Dapat dikendalikan di lokal maupun CCR.

2.5.4 Pengecekan/Pemeriksaan Coal Crusher sebelum operasi


1. Cek Statis (Static Check)
8. Tidak ada perbaikan plat pada Field dan Control Box, setiap control switch
dalam keadaan sempurna.
9. Semua sambungan dan pemasangan coal breaker tidak dalam keadaan
longgar dan rusak
10. Volume pelumas untuk coal breaker bearing harus mencukupi
11. Hydraulic coupler dalam keadaan sempurna
12. Material yang tersisa dalam coal breaker harus dibersihkan
13. Ring hammer, panel, screen plate yang seragam tidak rusak parah
14. Mesin bagian dalam Coal breaker harus lengkap dan benar,setiap
sambungan baut tidak boleh longgar.
15. Terakhir, tutup pintu pemeriksaan (check door), masukkan penjepit dengan
benar.

2. Cek Dinamis (Dynamis Check)


Setelah pemeriksaan statis, pastikan tidak ada orang disekitar peralatan
(equipment), mulai jalankan coal breaker selama 3-5 menit, termasuk dalam cek
dinamis, kali ini operasi dijalankan dalam kondisi “local”

5. Mesin berjalan normal, tidak ada “noise” (bising), tidak ada vibrasi abnormal
6. Semua temperatur bearing dan machine body normal, tidak ada tanda
abnormal
7. Tidak ada “noise“yang kentara dalam coal breaker
8. Setelah cek kenormalan selesai, pilih switch pada kondisi ‘program’

2.5.5 Start dan Stop Operasi Coal Crusher


1. Operasi Lokal Manual (Local Manual Operation)
Pada kondisi biasa, saat kontrol program dalam keadaan normal, operasi lokal
hanya digunakan sebagai percobaan untuk menjalankan mesin dan tes setelah
dilakukan perbaikan.

1. Monitor atau komunikasikan pada personil program, coal breaker dijalankan


operasi lokal
2. Pilih switch di local control box pada kondisi “local”
3. Setelah Belt C5 berjalan normal, tekan tombol ‘start’ untuk membuka coal
breaker, waktu mulai (starting time) adalah 7 detik, current gauge indicator
akan kembali ke angka normal, jika starting time lebih dari 10 detik, current
gauge tidak kembali ke angka normal, hentikan untuk pemeriksaan dan
penanganan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
4. Setelah test run atau penghentian penambahan batubara, tunggu coal
breaker tidak terisi untuk menekan tombol ‘Stop’, tunggu coal breaker
berhenti, pilih switch pada kondisi ‘local’.

2. Operasi Kontrol Program (Program Control Operation)


Operator lapangan memilih switch pada kondisi ‘program control’, personil
program memastikan flow-line, coal breaker akan mengenali kontrol otomatis dari
reverse coal flow open (buka aliran batubara balik) dan sequence coal flow stop
(urutan penghentian aliran batu bara). Saat peralatan beroperasi, jika muncul
kegagalan pada selain coal breaker dan roller shaft screen, maka rangkaian
menghentikan semua peralatan sesuai arah kebalikan aliran batubara, tapi coal
breaker dan roller shaft screen tetap berjalan. Jika coal breaker yang rusak,
maka coal breaker dapat merangkai penghentian semua peralatan
dibelakangnya.

2.5.6 Pemeriksaan/Pengecekan Coal Crusher waktu operasi


1. Pada coal breaker body tidak boleh ada vibrasi yang kentara, pada bearing
seat kondisi amplitude (luasan) single vibrasi harus lebih rendah dari 0.06 mm
2. Tidak ada ‘noise’ pada motor dan coal breaker bearing, temperatur bearing
tidak lebih dari 800
3. Tidak ada suara dentuman logam (metal beating) pada bagian dalam coal
breaker
4. Hindari membuka check door, ruang kosong saat coal breaker beroperasi
5. Sering periksa semua baut plat pelindung, baut screen plate, pastikan tidak
longgar dan tidak lepas.
6. Dua periode mulai (starting period) kontinu coal breaker tidak boleh kurang
dari 30 menit.
7. Coal breaker tidak dibolehkan beroperasi dengan beban, setelah berhenti
karena adanya kegagalan, harus dilakukan pemeriksaan internal,memastikan
tidak ada akumulasi/penumpukan batubara baru kemudian bisa dioperasikan
kembali, jika ada penumpukan batubara, switch harus dimatikan, lakukan
tindakan keselamatan, bersihkan penumpukan lalu mulai/start lagi.
8. Keluaran coal breaker (output) tidak boleh melebihi rated output (keluaran
yang ditetapkan), untuk batubara dengan banyak gumpalan dan viskositas
tinggi, umpan batubara harus dikurangi dengan tepat.
9. Sundries/gumpalan harus dibersihkan tiap shift untuk menghindari ‘jam’
(macet/tersumbat)

2.5.7 Frekuensi kegagalan dan penyelesaian


A. Vibrasi pada coal crusher
Penyebab
1. Tidak seimbang antara ring hammer dan poros

2. Terdapat bongkahan besi

3. Jarak antara bearing dan dudukan terlalu besar

4. Coupler bearing kekencangan tidak sesuai dengan poros utama dan motor

5.Feeding material tidak sama rata sehingga ring hammer wearing tidak rata.

Penyelesaian :

1. Instal ulang dan letakkan pada keseimbangan yang sesuai


2. Shut down dan buang bongkahan besi
3. Adjust ulang
4. Kencangkan kembali
5. Adjust kembali equipment coal feeding

B. Terdapat noise ketukan terus menerus di dalam

Penyebab:
1 Terdapat material lain yang keras didalam

2. Hardwares menjadi fleksibel dan ring hammer mengenainya

3. Ring axis bergetar atau aus

4. Ruang magnetic penuh material lain

Penyelesaian :

1. Shutdown dan buang sundries(material lain)


2. Shutdown dan kencangkan baut dan mur
3. Ganti poros atau fleksible lain
4. Shutdown dan bersihkan ruang magnetik

C. Discharging(Keluarnya) granularity lebih besar dari 30 mm dan lebih

Penyebab :

1. Jarak antara plate saringan dan ring hammer terlalu besar


2. Beberapa kisi saringan rusak
3. Ring hammer aus
4.

Penyelesaian :

1. Adjust ulang jaraknya


2. Ganti sieve (saringan) plate
3. Ganti ring hammer

D. Output semakin rendah secara nyata

Penyebab :

1. Feeding material tidak rata


2. Beberapa lubang saringan buntu
3. Inletnya buntu
4. Ring hammer aus sehingga kekuatannya berkurang dan effisiensinya rendah
Penyelesaian :

1. Adjust feeding mesin


2. Shutdown dan bersihkan inlet
3. Ganti ring hammer
2.6 P & ID Coal handling System

2.6.1 Di sini di lampirkan pula drawing P & ID untuk coal handling system :

SU

BC1

BC5 BC2 BC3A/B

BC6 BC7 BC8 CR

SR TC RH BC9A/B

CY BD BD BC10A/B

CY CY CB

Keterangan :
SU : Ship Unloader
SR : Staker Raclaimer
TC : Telescopic Chute
RH : Reclaim Hopper
CR : Coal Crusher
BC : Belt Conveyor
BD : Bulldozer
CY : Coal Yard
CB : Coal Bunker
2.6.2 Di bawah ini spesifikasi untuk Belt conveyor

SPESIFIKASI TEKNIK BELT CONVEYOR PLTU REMBANG


Belt Conveyor BC 1
Rated Output 1600 t/h
Belt width 1600mm
Belt Speed 2.5 m/s
Level Length 451.05 m
Slope Angle 60
Lift Heigh 10.7 m
Tension Mode Vertical Tension
Type : YKK355-4W
Motor Voltage (V) : 6300 Volt
Power : 160KW
Rotating Speed : 1485 r/min
Type : DCY 500-25
Reducer Speed Ratio : 25
Thermal Power
Speed Ratio

Belt Conveyor BC 2

Rated Output 1600 t/h


Belt width 1600 mm
Belt Speed 2.5 m/s
Level Length 451.05 m
Slope Angle 00
Lift Heigh 0m
Tension Tension Mode : Vertical Tension
Apparatus
Type : YKK 400-4W
Motor Voltage (V) : 6300 Volt 45,6 A
Power : 400KW
Rotating Speed : 1484r/min

Type : PHD 9100 R3-RRF-20 Sumitomo


Reducer Rotasi Speed : 1450 r/min
Thermal power :400 KW
Speed Ratio : 20,504
Belt Conveyor BC 3A/B
Rated 1400 t/h
Output
Belt width 1400 mm
Belt 2.0 m/s
Speed
Level 97.9 m
Length
Slope 6.7 0
Angle
Lift Heigh 11.415 m
Tension Tension Mode : Vertical Tension
Apparatus
Tension travel : 1000 mm
Strectching Force : 31 KN
Mass Balance : 2400 Kg
Type : Y280S-4
Motor Voltage (V) : 380 Volt
Power : 160 KW
Rotating Speed :1480 r/min
Type : DCY315
Reducer Mechanical Power : 195 Kw
Thermal Power : 114 Kw
Speed Ratio : 31.5

Belt Conveyor BC 5
Rated output 1600 t/h
Belt width 1600 mm
Belt Speed 2.0 m/s
Level Length A : 86.57 m B : 91.57
Slope Angle 13 0
Lift Heigh 17.615 m
Tension Mode : Vertical Tension
Tension Tension travel : 1600 mm
Apparatus Strectching Force : 38 KN
Mass Balance : 610 Kg
Type : Y280M
Motor Voltage (V) : 400 Volt
Power : 90 KW
Rotating Speed : 1480 r/min
Type : PHA 9050 RZ-LLFB-16
Reducer Rotasi speedr : 1450 r/min
Thermal Power : 90 Kw
Speed Ratio : 15.90
Belt Conveyor BC 6
Rated Output 1600 t/h
Belt width 1600 mm
Belt Speed 2.0 m/s
Level Length A : 198.3 m
B : 193.3 m
Slope Angle 00
Lift Heigh 43.175 m
Tension Mode : Vertical Tension
Tension travel : 2000 mm
Tension Apparatus
Strectching Force : 77 KN
Mass Balance : 2120Kg
Type : YKK 355 2-4
Motor Voltage (V) : 6300 Volt
Power : 200 KW
Rotating Speed : 1486 r/min
Type : B3SH10D
Reducer Mechanical Power : 151 Kw
Thermal Power : 200 Kw
Speed Ratio : 59.5

Belt Conveyor BC 7
Rated Output 1600 t/h
Belt width 1600 mm
Belt Speed 2.0 m/s
Level Length 138.15 m
Slope Angle 00
Lift Heigh 0m
Tension Mode : Car Tension

Tension Apparatus Tension travel : 2000 mm


Strectching Force :24 KN
Mass Balance : 875 Kg
Type : Y315 S-4
Motor Voltage (V) : 400 Volt
Power : 110 KW
Rotating Speed : 1485 r/min
Type : PH09055R2-RRFB-16
Reduce Mechanical Power : 91 Kw
Thermal Power : 110 Kw
Speed Ratio : 15.5
Belt Conveyor BC 8

Rated Output 1400 t/h


Belt width 1400 mm
Belt Speed 2.0 m/s
Level Length 231.5 m
Slope Angle 16 0
Lift Heigh 9.802 m
Tension Mode : Hidraulic Take Up Tension
Tension Apparatus Tension travel : 1500 mm
Tension Force : 94 KN
Type : Y280M-4
Motor Voltage (V) : 400 Volt
Power : 90 KW
Rotating Speed : 1480 r/min
Type : PHA9055R2-LLFB-15
Reducer Mechanical Power : 95 Kw
Thermal Power : 90 Kw
Speed Ratio : 17.5

Belt Conveyor BC 9 A/B


Rated Out put 1400 t/h
Belt width 1400 mm
Belt speed 2.0 m/s
Slope Angle 16
Lift Heigh 9.802 m

Tension Mode : Hidraulic Take Up Tension


Tension
Apparaturs Tension travel : 1500 mm
Tension Force : 94 KN
Motor Type :
Volage (V) : 380 volt
Power :
Reducer Rotating Speed :
Type :
Mechanical Power
Thermal power
Belt Conveyor BC 10 A/B

Rated Output 1400 t/h


Belt width 1400 mm
Belt speed
Level Length
Slope Angle
Lift Heigh
Tension Tension : Hidrolic Take Up Tension
Apparaturs Tension Travel
Tension Force
Type
Motor Voltage
Power
Rotating speed
Reducer Type

Thermal Power

Coal Bunker

Equipment manufactory : Shengyang power machine plant


Equipment type : HSZ400C
Output : 400 t/h
Input fuel partikel size : ≤ 300 mm
Output fuel partikel size : ≤ 30 mm
Type : YKK4005-8
Power : 200Kw
Voltage : 6 Kv
Motor Rotating Speed : 740 r/min (synchronous rotating
speed )
Insulation grade : IP54
Protection grade : F
Diameter : Ф 1200 mm
Rotor Length : 1543 mm
Line Speed : 47.1 m/s
Rows : 4 rows
Gear ring amount : 12 unit
Ring hammer Gear ring weight : 36 kg/unit
Flat ring amount : 10 unit
Flat ring : 47 kg/unit
Hydraulic coupler : YOX875
Outlet max draft capacity 1000 M3/h
End cover hydraulic open system Have
Check door : 4
Control mode : Local and program control
Vibration Grizzly Feeder

Equipment manufactory : Shengyang power machine main plant


Equipment type : BDSP9 x 12
Rated Output : 600 t/h
Feed fuel partikel size : ≤ 300 mm
Output fuel partikel size : ≤ 30 mm
Screen surface slope angle : 50, 150, 250
Screen efficiency : 90%
Type : DM112-4
Power : 3.0Kw
Voltage : 380 V
Motor
Rotating Speed : 1500 r/min (synchronous rotating speed )
Insulation grade : IP54
Protection grade : F
Type : R 77
Reducer Power : 15433.0 Kw
Speed ratio : 12
Motor JW7134
By pass device
Power : 0.75 Kw
Check Door : 6↑
Control mode : Local and program control

BUFFER FLAPPER

Manufacturer : SICHUAN ZHANGQI INDUSTRIAL CO, LTD-CHINA


Equipment mode : HD4
Belt width : B = 1000 mm
Applicable belt speed : V = 2.0 m/s
Coal discharge pipe sizes : 800 mm x 800 mm