Anda di halaman 1dari 3

Tinjauan Pustaka

Pembelahan yang Berperan dalam Perkembangan dan Pertumbuhan Tumbuh

Abstrak

Pendahuluan
Di dalam kehidupan kita sehari-hari, tentu kita mengalami yang namanya
pertumbuhan dan perkembangan khususnya pada masa ketika kita memasuki masa akil baliq
atau yang biasanya disebut remaja. Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi seperti
bertambah tinggi tubuh, bertambah besar tubuhnya, dan juga terjadi pertumbuhan dan
perkembangan pada bagian-bagian kecil seperti kuku, rambut, dan lain sebagainya. Dalam
pertumbuhan ini ditentukan beberapa faktor, seperti gen, nutrisi, dan keberhasilan suatu sel
dalam melakukan pembelahan. Selain itu, pembelahan pun juga terjadi pada sel kelamin (sel
gonad). Dan pada tinjauan pustaka ini yang akan dibahas lebih mendalam adalah pada faktor
pembelahan sel yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Isi
Sel merupakan suatu unit terkecil dalam organisme hidup. Ada beberapa buku yang
mengatakan bahwa sel adalah “pabrik” tubuh, karena ia bisa mensintesis rinuan molekul yang
dibutuhkan oleh suatu organisme. Ukuran sel tentu berbeda-beda tergantung pada fungsi sel
tersebut, sama halnya seperti bentuk yang tergantung pada tempat dan fungsiya. Sel yang
paling besar adalah sel yang berukuran seperti telur angsa, dan sel yang terpanjang adalah sel
saraf dan sel otot. Berdasarkan sel penyusunannya, organisme dibagi menjadi dua yakni
uniseluler (hanya terdiri dari satu sel) dan multiseluler (terdiri dari banyak sel). Dan
berdasarkan ada tidaknya dinding sel atau selaput inti, sel dibedakan menjadi dua, yakni
prokariotik (sel yang tidak dinding sel) dan eukariotik (sel yang memiliki dinding sel). Di
bawah ini akan dijelaskan mengenai struktur dan fungsi sel eukariotik.

Struktur dan Fungsi Sel Eukariotik


Berikut ini adalah gambar dari stuktur sel eukariotik :
Gambar 1. Sel Eukariotik
Sumber : Google

Pada sel tersebut terdapat membran plasma yang berfungsi sebagai suatu pembatas
antara sel dengan lingkungan luar serta pembatas antara sel dengan bahan sel lainnya, selain
itu juga berfungsi sebagai pengatur lalu-lintas senyawa yang keluar-masuk sel. Tidak hanya
itu, membran sel merupakan tempat berlangsungnya berbagai reaksi kimia dan juga sebagai
reseptor terhadap perubahan ingkungan pada sel. Membran plasma pada umumnya disusun
oleh lipid yang hidrofobik (bersifat takut air) sehingga membran plasma bersifat lentur,
disusun pula oleh protein dan karbohidrat.
Selain itu, terdapat pula sitoplasma yakni sitosol yang ada dalam sel yang menjadi
pengisi di ruangan-ruangan yang dikelilingi membran sel. Sitosol tersebut mengandung
protein-protein terlarut (enzim) dan protein berfilamen (sitoskeleton), terdapat pula ribosom
yang aktif di dalam sitosol. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya berbagai
reaksi kimia sel, dan pemberi bentuk pada sel.
Sekarang adalah bagian yang paling penting yaitu nukleus (inti sel) yang berfungsi
sebagai pengatur aktivitas, dan pengatur genetik. Pada bagian ini terdapat membran inti yang
berlapis ganda yang memiliki 2 lapisan yang berpori, yang pori-porinya ini berguna sebagai
transpor protein. Sel ini juga memiliki nukleolus (anak inti) yang berisi DNA, RNA, dan
protein. Karena hal itulah nukleus dianggap sebagai pengontrol genetik.
Bagian berikutnya adalah ribosom. Merupakan salah satu bagian sel yang berfungsi
sebagai tempat sintesis protein, salah satu organ tubuh yang memiliki banyak ribosom adalah
organ hati (hepar) yang biasanya digunakan saat proses detoks atau mengeluarkan racun dari
dalam tubuh. Di dalam sel ada dua jenis ribosom, yakni yang melekat pada rough retikulum
endoplasma dan ribosom yang bersifat bebas. Ribosom juga mengandung molekul rRNA dan
juga merupakan tempat untuk melakukan translasi molekul-molekul DNA. Dan ribosom
terletak di dalam sitoplasma.1
Sebelumnya telah disinggung ada rough retikulum endoplasma (yang bersifat kasar),

Kesimpulan

Daftar Pustaka