Anda di halaman 1dari 3

1.

Air sumur atau sungai yang keruh sebanyak 3 liter ditampung dalam wadah, lalu
ditambahkan bahan kimia (tawas) aduk selama 5 menit dan biarkan mengendap selama 10
menit, agar terpisah dari substansi
2. Setelah didiamkan selama 10 menit, pindahkan air air dialirkan ke wadah yang sudah
dipasangi filter (kerikil halus, kerikil besar & kecil, ijuk dan arang).
3. Air yang telah dilewatkan filter, ditampung di wadah
V

Artikel

Tips Cara Membuat Filter Air Sederhana


06/23/2014 Solusi Masalah Air 0 Comments

Kebutuhan akan air bersih merupakan dambaan bagi setiap kita,


apalagi pada musim hujan sekarangini, kebutuhan akan air bersih menjadi meningkat. Oleh
karenanya diperlukan suatu teknologi tepat guna untuk membuat filter air untuk
rumahtangga yang sangat sederhana. Teknologi ini tidak hanya tepat guna namun sederhana
dan tidak terlalu harus merogoh kocek yang banyak. Berikut langkah-langkahnya :
1. Air pertama kali diisi pada bagian yang paling atas dengan air kotor atau air yang akan
dijernihkan.

Kemudian ditambah tawas yang berfungsi sebagai koagulan yang dapat membantu
mengendapkan kotoran-kotoran (flok-flok) menjadi lumpur yang siap untuk dibuang.
Pemberian kaporit sebagai desinfektan dapat diberikan pada tahap ini, tetapi bisa juga bersifat
optional. Pemberiaan kaporit dilakukan untuk membunuh bakteri yang berbahaya bagi
kesehatan manusia.

2. Pada tahap kedua dialirkan melalui media pasir dan krikil. Kedua media ini berfungsi
untuk menahan partikel yang masih melayang (suspensi) di dalam air, sehingga diharapkan
nantinya air yang melalui media ini air dalam kondisi jernih dan sedikit kandungan floknya.

3. Pada tahap selanjutnya, air dialirkan ke media ijuk dan arang. Pemberian media ini
dimaksudkan agar air yang masih terdapat kandungan floknya menjadi lebih jernih,
sedangkan arang berfungsi untuk menghilangkan rasa air, warna, dan bau yang tidak sedap
yang dapat mengganggu kenikmatan kita meminum air.

4. Tahap terakhir air menjadi jernih seperti yang kita harapkan. Pada tahap ini diperkenankan
untuk memberikan kaporit kembali sebagai antisipasi pada saat proses penyaringan tadi
masih terdapat bakteri yang berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.

Jenis pengolahan di atas sebenarnya adalah embrio bagi PDAM-PDAM seluruh Indonesia
dalam menerapkan teknnologi pengolahan air skala besar. Pada pengolahan di atas terdapat
unit-unit pengolahan air yang sering diterapkan di PDAM, yaitu : Koagulasi, flokulasi,
sedimentasi, filtrasi,dan desinfeksi. Koagulasi, flokulasi, sedimentasi, dan desinfeksi terdapat
pada tahap pertama kali penyaringan. Sedangkan filtrasi terdapat pada tahap kedua dan ketiga
yaitu berupa pemasangan media pasir, krikil, arang dan ijuk