Anda di halaman 1dari 6

PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

DI UNIT FARMASI RSIA STELLA MARIS

I. PENDAHULUAN
Pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan cerminan dari sebuah proses yang
berkesinambungan dengan berorientasi pada hasil yang memuaskan.
Dalam perkembangan sosio kultural masyarakat yang semakin kritis, mutu pelayanan
rumah sakit tidak hanya dinilai dari aspek kualitas medisnya saja namun juga dari aspek
keselamatan pasien, karena muara pelayanan rumah sakit dewasa ini adalah pelayanan
berfokus pada pasien sebagai pusat.

II. LATAR BELAKANG


Model tradisional Pelayanan Kesehatan adalah menjadikan dokter sebagai pusat
pelayanan, tapi perkembangan kultur social budaya dan hukum dewasa ini berobah,
menjadikan pasien sebagai pusat pelayanan.
Oleh karena itu, diperlukan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien rumah sakit
untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis rumah sakit dan meminimalkan semua resiko
pada pasien.
Pada tahun 2000, Institute of Medicine (IOM) di Amerika melaporkan penelitian di
RS di Utah dan Colorado ditemukan KTD sebesar 2,9%, dimana 6,6% diantaranya
meninggal. Sedangkan di New York KTD sebesar 3,7% dengan angka kematian 13,6%. Pada
tahun 2004 WHO melaporkan angka penelitian penelitian dari berbagai Negara: Amerika,
Inggris, Denmark, dan Australia ditemukan KTD dengan rentang 3,2 – 16,6%. Dengan data-
data tersebut, berbagai Negara segera melakukan penelitian dan mengembangkan system
Keselamatan Pasien.
Di Indonesia data tentang KTD apalagi Kejadian Nyaris Cedera masih belum ada
data resmi, namun sudah terjadi peningkatan tuduhan malpraktek. Karena itu di setiap RS
perlu dibentuk suatu Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP).
Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, padat tenaga
kerja dan padat modal; oleh karena itu rumah sakit harus mempunyai suatu standar yang
menjamin peningkatan mutu dan keselamtan pasien di semua unit kerja.
Pengukuran mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit merupakan bagian dari
akreditasi rumah sakit, yang mengukur dan memecahkan masalah pada tingkat input dan
proses. Pada kegiatan ini rumah sakit harus melakukan berbagai standard dan prosedur yang
telah ditetapkan. Rumah sakit dipicu untuk dapat menilai diri (self assessment) dan
memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Sebagai kelanjutan
untuk mengukur hasil kerjanya perlu ada alat ukur yang lain, yaitu instrument mutu
pelayanan rumah sakit yang menilai dan memecahkan masalah pada hasil (output).
Tanpa mengukur hasil kinerja rumah sakit tidak dapat diketahui apakah input dan proses
yang baik telah menghasilkan output yang baik pula. Indikator rumah sakit disusun bertujuan
mengukur kinerja rumah sakit serta nyata sesuai standar yang ditetapkan.

III. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Pemenuhan dan peningkatan standar mutu pelayanan kesehatan dan terciptanya
budaya keselamatan pasien di RSIA Stella Maris.

B. Tujuan Khusus
1. Memastikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada pasien sesuai dengan
standar peraturan perundang-undangan.
2. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien secara
berkesinambungan dan terpadu di semua unit kerja.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan Pokok :
1. Pemantauan dan peningkatan mutu area klinis, area
managerial farmasi
2. Pemantauan dan peningkatan Keselamatan Pasien
3. Pemantauan dan peningkatan mutu unit kerja
4. Penilaian tahunan kinerja staf farmasi
5. Manajemen Resiko

Rincian Kegiatan :
1. Pemantauan dan peningkatan mutu area klinis dan area
managerial farmasi
a. Identifikasi indikator farmasi di rumah sakit
b. Pemillihan indikator area klinis dan area managerial
farmasi
c. Penetapan indikator area klinis dan area managerial
farmasi
d. Penyusunan kebijakan/SPO pencatatan, pengumpulan,
analisa, validasi, laporan ke Direktur RS, feedback ke
unit kerja
e. Edukasi staf PJ / PIC pengumpul data
f. Pelaksanaan pencatatan dan pengumpulan data
g. Validasi data indikator mutu area klinis
h. Analisa data indikator
i. Penyusunan laporan mutu ke Direktur RS
j. Feedback hasil mutu ke unit kerja
k. Tindak lanjut peningkatan mutu berdasarkan hasil
analisa data indikator

2. Pemantauan dan peningkatan keselamatan pasien


a. Penyusunan kebijakan / SPO Keselamatan Pasien di
RSIA Stella Maris
b. Sosialisasi kebijakan / SPO Keselamatan pasien.
c. Edukasi staf PJ / PIC pengumpul data
d. Pelaksanaan pencatatan, pelaporan, evaluasi, analisis &
tindak lanjut dari KTD & KNC, serta Sentinel

3. Pemantauan dan peningkatan mutu unit kerja


a. Identifikasi indikator di unit kerja
b. Pilih dan tetapkan indikator unit kerja
c. Penyusunan prosedur pencatatan, pelaporan, analisa dan
feedback data indikator mutu unit kerja
d. Edukasi PJ/PIC pengumpul indikator
e. Pengumpulan data
f. Analisa data
g. Pelaporan ke direktur
h. Feedback
i. Rencana tindak lanjut

4. Penilaian tahunan kinerja staf farmasi


a. Setiap bulan dan setiap akhir tahun kepala unit memberi
penilaian kinerja terhadap staf dibawahnya, diketahui
HRD dan direktur
b. Penilaian kinerja bulanan dikaitkan dengan pemberian
insentif bulanan staf
c. Penilaian kinerja tahunan dikaitkan dengan kenaikan
gaji tahunan staf

5. Manajemen Resiko
Unit Kerja melakukan Identifikasi Resiko, Asesmen/Analisa
Resiko, Evaluasi Resiko dan mengusulkan rencana
antisipasi resiko kepada direktur.

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Metode yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan adalah dengan menggunakan
PDSA yaitu perencanaan (Plan); kemudian pelaksanaan kegiatan dan pembuatan laporan
(Do); analisa data Audit klinis, analisa data IKP (insiden keselamatan pasien), dan
analisa data indicator mutu (Study); dan upaya perbaikan (Action) yang akan
dilaksanakan berdasarkan analisa data.

VI. SASARAN
Target pencapaian yang tertulis pada semua indicator yang dipantau.

VII. PELAKSANAAN KEGIATAN


1. Pengumpulan data pencapaian indicator mutu dan laporan insiden keselamatan
pasien unit kerja dan indicator mutu kunci setiap bulan dan pentabulasian data yang
dilakukan pada minggu pertama bulan berikutnya.
2. Melakukan analisa data setiap periode 3 (tiga) bulan.
3. Menyusun laporan evaluasi yang dilakukan pada bulan pertama trimester berikutnya
dan setiap tahun pada tahun berikutnya.
4. Menyampaikan hasil analisis setiap 3 (tiga) bulan pada bulan pertama trismester
berikutnya dan setiap tahun pada bulan January tahun berikutnya kepada direktur
RSIA Stella Maris dan rekomendasi untuk tindak lanjut perbaikan /peningkatan
mutu.
5. Melakukan tindak lanjut perbaikan / peningkatan mutu.
Jadwal Kegiatan

TAHUN 2015
NO KEGIATAN
JAN FEB MAR APR MAY JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES
1 Pengumpulan
data
2 Tabulasi data

3 Analisis &
Evaluasi data
4 Laporan
triwulan ke
Direktur RS
5 Pencatatan,
pelaporan
KTD, KNC,
Sentinel
6 Analisa dan
evaluasi KTD,
KNC, dan
Sentinel
7 Manajemen
Resiko

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORANNYA


1. Setiap bulan melakukan pengumpulan data pencapaian indicator mutu dan
laporan insiden keselamatan pasien dan melakukan pentabulasian data
pencapaian.
2. Setiap tiga bulan melakukan analisa dan evaluasi data, serta upaya perbaikan
yang diperlukan.
3. Setiap tiga bulan membuat laporan rutin ke Direktur RS sehubungan dengan
pencapaian indicator mutu dan keselamatan pasien dan hasil evaluasi serta
rekomendasi upaya perbaikan.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN, DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Mencatat semua kejadian terkait dengan Mutu dan keselamatan pasien
(Kejadian Nyaris Cedera, Kejadian Tidak Diharapkan, dan Kejadian
Sentinel) pada formulir yang sudah disediakan di RS.
2. Melaporkan semua kejadian terkait dengan peningkatan mutu dan
keselamatan pasien kepada Tim PMKP pada formulir yang sudah disediakan
oleh RS.

Medan, 5 Januari 2015,

Winda, S. Farm., Apt. Dr. Iskandar Candra, M.Kes


Ka. Unit Farmasi Ka. Tim PMKP/ Direktur RS