Anda di halaman 1dari 20

ANATOMI LEHER DAN KEPALA

u
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH

Anatomi Histologi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Tubuh kita terdiri dari berbagai organ yang mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda-beda. Organ-organ
tersebut terdapat di dalam tubuh bagian dalam dan dilindungi oleh berbagai lapisan untuk menjaga agar organ-organ
tersebut aman dan tidak terjadi gangguan oleh dunia luar.
Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan. Memiliki anggota tubuh
yang lengkap merupakan suatu kelebihan yang harus disyukuri karena tidak semua orang di anugrahi kesempurnaan
anggota tubuh. Seluruh anggota tubuh manusia merupakan hal yang sangat penting tetapi beberapa diantaranya ada
yang harus dan wajib dimiliki karena jika tidak dimiliki tidak akan ada kehidupan pada manusia itu. Salah satu organ
yang harus dimiliki diantaranya adalah kepala dan leher.
Kepala dan leher merupakan anggota tubuh yang sangat vital yang harus dimiliki setiap manusia. Kepala dan
leher memiliki banyak hubungan yang erat yang saling melengkapi. Untuk itu makalah ini akan membahas bagaimana
anatomi dari kepala dan leher sebagai bagian terpenting dalam sistem organ manusia.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana struktur anatomi permukaan leher dan kepala?
2. Apa saja yang termasuk jenis tulang neurocranium?
3. Apa saja yang termasuk jenis tulang viscerocranium?
4. Bagaimana perbedaan tulang kepala dan sutura pada anak dan dewasa?
5. Apa saja kepentingan memahami anatomi leher dan kepala dalam keperawatan gigi berkaitan
dengan kondisi klinis?

1.3 TUJUAN
1. Mendeskripsikan struktur anatomi permukaan leher dan kepala.
2. Menjelaskan dan mengenal jenis-jenis tulang neurocranium.
3. Menjelaskan dan mengenal jenis-jenis tulang viscerocranium.
4. Mendeskripsikan perbedaan tulang kepala dan sutura pada anak dan dewasa.
5. Mengetahui kepentingan memahami anatomi leher dan kepala dalam keperawatan gigi berkaitan
dengan kondisi klinis.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 ANATOMI PERMUKAAN LEHER DAN KEPALA


Kepala dan leher merupakan bagian tubuh yang padat dengan sejumlah struktur penting dalam daerah yang
relatif sempit. Daerah ini sangat menarik karena disini terdapat otak, organ sensasi khusus, saraf cranial dan cabang-
cabang plexus cervicalis.
Otak merupakan jaringan yang konsistensinya kenyal menyerupai agar-agar dan terletak di dalam ruangan
yang tertutup yang disebut cranium atau tulang
tengkorak, yang secara absolut tidak dapat bertambah volumenya, terutama pada
orang dewasa. Jaringan otak dilindungi oleh beberapa pelindung mulai dari permukaan luar adalah rambut, kulit
kepala, tulang tengkorak, lapisan meningen dan cairan serebro spinalis.

2.1.1 PERMUKAAN KEPALA


A. KULIT KEPALA
Kulit kepala terdiri dari lima lapisan. Lapisan dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:
a. Kulit (cutis) yang pada umumnya ditumbuhi rambut panjang
b. Jaringan subkutan atau connective tissue yang dibedakan menjadi 2 bagian:
- Yang di luar bersifat avaskular diisi oleh jaringan lemak
- Yang di dalam bersifat vaskular tedapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf-saraf.
c. Aponeurosis caponeurosis (galea aponeurotica) dan m.occipitofrontalis.
- Galea aponeurotica merupakan lembaran jaringan fibrosa yang menyelubungi permukaan luar cranium. Ia melekat
pada protuberantia occipak externa, linea nuchae suprema dan arcus zygomaticus.
- Aponeurosis ini sensitive terhadap nyeri.
d. Jaringan subaponeurotica (Loose areolar tissue)

e. Pericranium
Ialah periosteum bagian luar cranium yang bersifat osteogenetik rendah, serta relatif tidak sensitif.
Gambar 1.

B. TENGKORAK
Tulang tengkorak terdiri dari kubah (kalvaria) dan basis kranii. Tulang tengkorak terdiri dari beberapa tulang
yaitu frontal, parietal, temporal dan oksipital. Kalvaria khususnya diregio temporal adalah tipis, namun disini dilapisi
oleh otot temporalis. Basis cranii berbentuk tidak rata sehingga dapat melukai bagian dasar otak saat bergerak akibat
proses akselerasi dan deselerasi. Rongga tengkorak dasar dibagi atas tiga fosa yaitu: fosa anterior tempat lobus
frontalis, fosa media tempat temporalis dan fosa posterior ruang bagi bagian bawah batang otak dan serebelum.
Untuk mempelajari tengkorak dapat dilihat dari berbagai posisi diantaranya dari atas (norma vertikalis), dari
depan (norma frontalis), dari belakang (norma occipitalis) dan dari samping (norma lateralis). Untuk melihat bagian
dalam dari tengkorak biasanya dibuat potongan garis yang melalui bagian bawah orbita dan bagian atas meatus
acusticus eksternus yang disebut Franfurt Plane, yang akan membagi tengkorak menjadi bagian atas atau calvaria/skull
cap dan bagian bawah tengkorak atau skull base.
Tulang tengkorak dibagi menjadi dua bagian yaitu Neurocranium (tulang-tulang yang membungkus otak)
dan Viscerocranium (tulang-tulang yang membentuk wajah). Neurocranium terdiri atas tulang-tulang pipih yang
berhubungan satu dengan yang lain.
Tengkorak dibentuk oleh tulang-tulang yang saling berhubungan satu sama lain dengan perantaraan sutura.
Tulang tengkorak terdiri dari tiga lapisan yaitu tabula eksterna, diploe dan tabula interna. Pada orang dewasa ketebalan
dari tulang tengkorak bervariasi antara tiga milimeter sampai dengan 1,5 centimeter, dengan bagian yang paling tipis
terdapat pada daerah pterion dan bagian yang paling tebal pada daerah protuberantia eksterna.
Ada tiga macam sutura yaitu :
- Sutura serrata, dimana tepi dari masing-masing tulang berbentuk sebagai gigi-gigi gergaji dan gigi-gigi ini saling
berapitan.
- Sutura skualosa, dimana tepi dari masing-masing tulang menipis dan saling menutupi.
- Sutura harmoniana atau sutura plana, dimana tepi dari masing-masing tulang lurus dan saling tepi menepi.
Gambar 2.

C. PERMUKAAN KEPALA
- Nasion adalah lekukan pada garis tengah pangkal hidung.
- Inion atau protuberantia occipitalis externa adalah tonjolan tulang di pusat squama occipitalis. Tonjolan tersebut
terletak di garis tengah batas kepala dan leher dan merupakan tempat melekatnya ligament nuchae, suatu ligamentum
besar yang berjalan dibagian leher belakang menghubungkan tengkorak dengan processus spinosus vertrebrae
cervicales.
- Vertex adalah titik tertinggi tengkorak pada potongan sagital.
- Fonticulus Anterior pada bayi, terletak diantara dua belahan os frontale dan kedua os parietale dan sesudah 18 bulan
tidak teraba lagi.
- Fonticulus Posterior pada bayi, terletak diantara squama occipitalis dan tepi posterior kedua os parietale dan pada
tahun pertama akan menutup.
- Arcus Superciliaris merupakan dua rabung mencolok pada os frontale, di tepi superior orbita. Dibawah rabung ini,
terletak sinus frontalis di kedua sisi garis tengah.
- Linea Nuchae Superior adalah suatu rabung yang berjalan ke lateral dari protuberantia occipitalis externa ke
processus mastoideus os temporale.
- Processus Mastoideus Ossis Temporalis menonjol ke bawah depan dari belakang telinga. Belum berkembang pada
bayi yang baru lahir dan hanya tumbuh akibat tarikan sternocleidomastoideus jika anak menggerak-gerakan
kepalanya. Pada akhir tahun kedua telah terbentuk tonjolan tulang.
- Auricula dan Meatus Acusticus Externus terletak di depan processus mastoideus. Panjangnya kurang dari 2,5 cm
dan melengkung seperti huruf S.
- Membran Tympani biasanya berwarna kelabu mutiara dan cekung bila dilihat dari meatus. Bagian yang paling
cekung disebut umbo dan disebabkan oleh perlekatan gagang malleus pada permukaan medialnya.
- Tuber Parietale yaitu pada bagian lateralnya memiliki struktur dapat dipalpasi lebih kurang 5 cm di atas auricular.
Terletak dekat ujung bawah sulcus centralis cerebri.
- Arcus Zygomaticus terletak di depan telinga, meluas ke depan dan berakhir di depan os zygomaticum.
- A. Temporalis Superficialis denyutnya dapat dirasakan dengan palpasi pada tempat ia melintas arcus zygomaticus,
yaitu tepat di depan auricular.
- Articulatio Temporomandibularis merupakan sendi yang dapat dengan mudah dipalpasi di depan auricula
- Corpus Mandibulae yaitu bagian yang paling mudah dipelajari dengan memasukkan satu jari ke dalam mulut dan
satu lagi di luar. Dengan demikian, mandibula dapat diperiksa mulai dari symphysis mandibulae sampai ke angulus
mandibulae.

NORMA VERTIKALIS
Tengkorak dilihat dari atas tampak seperti oval dengan bagian occipital lebih besar dibandingkan dengan
bagian frontal. Dari aspek atau pandangan ini terlihat tiga sutura yaitu sutura coronal yang menghubungkan antara
bagian belakang tulang frontal dan bagian depan tulang parietal, sutura sagital yang merupakan garis median
tengkorak dan menghubungkan tulang parietal kanan dan kiri, sutura lambdoid yang menghubungkan bagian belakang
tulang parietal dan bagian atas tulang occipital.
Pertemuan antara sutura coronal dan sutura sagital dinamakan bregma, yang pada anak-anak masih berbentuk
celah yang dinamakan fontanel anterior, sedangkan pertemuan antara sutura sagital dan sutura lambdoid dinamakan
lambda yang diambil dari Yunani Z, pada anak-anak daerah ini dinamakan fontanel posterior.
Pada tulang parietal dekat dengan sutura sagital dan sekitar 3,5 centimeter diatas lambda terdapat foramen
parietal yang merupakan tempat berjalannya vena emisaria.
Gambar 3.

NORMA FRONTALIS
Dilihat dari depan tengkorak tampak oval dengan bagian atas lebih lebar dari pada bagian bawah. Bagian
atas dibentuk oleh os. Frontal yang konveks dan halus sedangkan bagian bawah sangat irreguler. Diatas kedua cavum
orbita terdapat tonjolan yang melengkung dinamakan arcus superciliare yang tampak lebih menonjol pada pria
dibandingkan dengan pada wanita dan diantara kedua arcus terdapat bagian yang menonjol yang disebut glabela.
Dibawah glabela terdapat nasion yang merupakan pertemuan antara sutura internasal dan sutura frontonasal.
Cavum orbita menyerupai segi empat dimana pada sisi atas (supra orbita margin) dibentuk oleh os. Frontal
yang pada 1/3 medialnya terdapat supra orbital norch yang merupakan tempat keluarnya pembuluh darah dan saraf
supra orbita. Sisi lateral dibentuk oleh prosedur frontal os. Zygomaticum dan proccesus zygomaticum os.Frontale.
Sisi bawah atau posterior orbital margin dibentuk oleh os. Zygomaticum dan os.maksila. Sisi medial dibentuk oleh
bagian atas os. Frontal dan bagian bawah os. Lacrimal.
Pada norma frontalis tampak:
 Os. Frontale dengan:
- tuberculum frontale, tonjolan pada kening dikanan kiri.
- arcus superciliaris, tonjolan yang melengkung diatas mata kanan dan kiri
- Glabela
- Os. Nasale
- Os. Maksilare, dengan:
- fossa canina, cekungan di kanan kiri hidung
- jagum alveolare, tonjolan yang didalamnya terdapat akar gigi spina nasalis anterior.
- Os. Maksila dan os. Nasale membatasi apertura nasalis
anterior atau apertura piriformis.
 Os. Zygomaticum
 Os. Mandibula dengan bagian-bagian: ramus mandibula, pars alveolare, protuberantia mentalis, tuberculum mentale,
basis mandibulla dan angulus mandibulla.
Gambar 4.

NORMA OCCIPITALIS
Tengkorak dilihat dari belakang menyerupai potongan roti dengan lengkung pada bagian atas dan samping,
datar pada bagian bawahnya. Sutura lambdoid dapat tampak seluruhnya. Pada norma occipitalis tampak:
- Os. Occipital dengan bagian-bagian protuberantia occipitalis eksterna, linea nuchae superior, linea nuchae inferior
dan inion
- Os. Parietale
- Os. Temporalis
Gambar 5.

NORMA LATERALIS
Pada aspek ini tampak :
 Os.frontale, disini tampak linea temporalis superior dan linea temporalis inferior yang berjalan mulai dari procesus
zygomaticum melintasi sutura coronale sampai ke os.parietale.
 Os.Zygomaticum denagn procesus frontalis yang berhubungan os.frontale dan procesus temporalis yang berhubungan
dengan os temporalis
 Os. temporale dengan procesus zygomaticus yang berhubungan dengan os.occipital, os.parietal dan os.sphenoidale
procesus mastoideous yang menonjol ke candal aucticus eksternus.
 Os. parietale dengan tuberculum parietale, linea temporalis superior dan linea temporalis inferior.
 Os. maksilare, dengan :
- fossa canina, cekungan dikanan kiri hidung
-Jugumalveorale, tonjolan yang didalamnya terdapat akargigi spina nasalis anterior
 Os. Maksila dan os. nasale membatasi apertura nasalis anterior atau apertura piriformis
 Os. zigomaticum
 Os. mandibulla dengan bagian-bagian: ramus mandibulla, pars alveorale, protuberantia mentalis, tuberculum mentale,
basisi mendibulla dan angulus mandibulla.
Gambar 6.

2.1.2 PERMUKAAN LEHER


Leher dalam bahasa anatomi sering disebut sebagai collum. Leher merupakan saluran utama antara kepala,
dan anggota tubuh lainnya. Banyak struktur penting yang terdapat di leher seperti, otot, kelenjar, arteri, vena, saraf,
limfatik, trakea, esofagus, dan tulang belakang. Kerangka leher dibentuk oleh tulang leher, tulang hyoid, manubrium
sternum (tulang dada), dan klavikula (tulang leher). Collum terletak antara cranium dan thorax. Batas atas dibentuk
oleh tepi bawah mandibula, angulus mandibulae, processus mastoideus, linea nuchae superior dan protuberantia
occipitalis externa. Sedangkan batas bawah adalah incisura jugularis sterni, dataran atas clavicula, articualtio
acromioclavicularis, margo superior scapula dan proccesu spinorus vertebra cervicallis VIII.

A. Tulang-tulang (Ossa)
- Vertebra cervicalis I sampai dengan VII, Sebagiam sternum (manubrium sterni), clavicula, scapula.
- Tulang-tulang basis crania, mandibula dan os hyodeum.

B. Tulang-tulang Rawan (cartilagiae)


Cartilago yang menbentuk laryx, antara lain cartilage thyroidea, cartilage criodea, cartilage arytenoidea,
cartilage corniculata dan cartilage cuniofome serta cartilage yang menbentuk dinding trachea.

C. Pembagian Regio
Leher apabila dilihat dari lateral berbentuk empat persegi panjang, yang oleh m.sternomastoideus dibagi dua
yaitu trigonum colli anterior dan trigonum colli posterior.

D. Trigonum colli anterior


Oleh m. omohyodeus dibagi menjadi 4 trigonum :
1. Trigonum submentalis yang dibatasi:
 ventro cranial= mentum (dagu)
 lateral= venter anterior m.digastricus kanan dan kiri
 kaudal= os hyodeum
2. Trigonum submandibulans (m.digastricus) yang dibatasi:
 lateral= basis mandibulae
 medial= venter anterior m.digastricus
 dorsal= venter posterior digastricus
3. trigonum caroticum yang dibatasi:
 dorsal= n.sternomastoideus
 ventrokranial= venter posterior m.digastricus
 entrokaudal= venter superior m.omohyoideus
4. trigonum musculare yang dibatasi:
 Ventral= linea mediana
 kraniodorsal= venter superior m omohyoldeus.
 kaudodorsal= m.sternomastojdeus

Gambar 7.

E. Trigonum colli posterior


Oleh venter inferior m.omohyoideus dibagi 2 bagian:
1. trigonum occipitalis yang dibatasi oleh:
- ventral= m.sternomastoideus
- dorsal= m.trapezius
- kaudal= venter inferior m.omohyoideus
2. trigonum suprasciavicularis yang dibatasi:
- ventral= m.sternomastoideus
- kranial= venter inferior momohyoideus
- kaudal= clavicula
Kecuali trigoni diatas disebelah dalam regio colli terdapat trigonum lagi yaitu: trigonum scalenoventebrate yang
dibatasi oleh:
- dorsal= columna vertebralis
- ventrak= m.scalenus anterior
- kaudal= cupula pleura
Celah yang dibatasi m.scalenus media, m.scalenus anterior dan Costa I dinamakan fissure scalene.

Gambar 8.

 Tulang Leher
Tujuh tulang leher dari daerah serviks dari ruas tulang belakang, yang membungkus tulang belakang dan
meninges. Terdapat tujuh ruas tulang leher dengan ruas pertama adalah tulang atlas. Tulang atlas berfungsi untuk
menunjang tengkorak. Ruas kedua adalah tulang pemutar (aksis). Adanya tulang atlas dan aksis memungkinkan
kepala untuk berputar. Ruas ketiga sampai ruas ketujuh memiliki bentuk yang mirip dan tidak bersendian dengan
tulang rusuk.
Gambar 9.

 Tulang Hyoid
Tulang hyoid merupakan bagian tulang tenggorokan. Tulang hyoid terletak di bagian anterior dari leher pada
tingkat vertebra C3 yang melekat antara mandibula (rahang bawah) dan tulang rawan tiroid. Tulang hyoid digantung
oleh otot-otot yang menghubungkannya dengan rahang bawah, proses styloid, kartilago tiroid, manubrium sternum,
dan skapula (tulang belikat). Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U. Terletak di antara laring
dan mandibula. Tulang hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otat mulut dan lidah. Tulang hyoid tidak
mengartikulasi dengan tulang lainnya, tetapi tergantung dari proses styloid dari tulang temporal oleh ligamen
stylohyoid dan terikat pada tulang rawan tiroid.
Gambar 10.

2.2 TULANG NEUROCRANIUM


Tulang tengkorak dibagi menjadi dua bagian yaitu neurocranium (tulang-tulang yang membungkus otak)
dan viscerocranium (tulang-tulang yang membentuk wajah). Neurocranium terdiri atas tulang-tulang pipih yang
berhubungan satu dengan yang lain.
Neuroccranium dibentuk oleh:
1. Os. Frontale
2. Os. Parietale
3. Os. Temporale
4. Os. Sphenoidale
5. Os. Occipitalis
6. Os. Ethmoidalis

Gambar 11.

Gambar 12.

2.3 TULANG VISCEROCRANIUM


Viscerocranium adalah salah satu dari dua daerah yang membentuk tengkorak. Viscerocranium ini terletak
di anterior neurocranium yang sebagian encapsule, yang kemudian keduanya dari atas ke bawah. Viscerocranium
terdiri dari beberapa tulang yang membentuk kerangka wajah serta bagian dari rahang (tulang wajah).
Visceerocranium kemudian terhubung erat ke otak dengan saraf puncak ektoderm dan berkembang dengan saraf
kranial.

Viscerocranium dibentuk oleh :


1. Os. Maksilare
Tulang ini membentuk bagian terbesar dari wajah dan memiliki jaringan otot yang paling melekat , yang
bertanggung jawab untuk ekspresi wajah. Sebagai tulang hidung itu juga menghubungkan ke semua
tulang dalam orbit tulang (kecuali tulang frontal). Os maksilaris merupakan dua buah tulang yang menjadi satu yang
terdiri atas lima bagian:
1. Korpus maksilaris: korpus maksilaris berbentuk kubus, terdapat rongga udara yang disebut sinusmaksilaris
berhubungan denga udara luar melalui pintu yang disebut hiatusmaksilaris.
2. Prosesus frontalis: tonjolan pada sudut media anterior korpus maksilaris berhubungan dengan os frontalis ke atas dan
os ke bawah medial.
3. Prosesus zigomatikus: berhubungan dengan os zigomatikum membentuk pipi.
4. Prosesus alviolaris: membentuk lengkung dan mempunyai lubang di ujungnya untuk perlengketan dengan gigi.

Gambar 13.

2. Os. Palatinum
Os palatinum berkembang pada membrana di sisi medial (bagian dalam) cartilago capsula nasi. Penulangan
dimulai pada minggu ketujuh sampal kedelapan masa kehidupan fetus pada regio tuberositas dalam hubungan yang
erat terhadap n. palatinus descendens. Penulangan akan meluas ke atas sebagai suatu lamina venticabs dan horizontal
sebagai processus palatinus. Pada akhir bulan semua processus tulang sudah dapat dilihat. Pada mulanya Os palatinum
terpisah dan maxilla dengan adanya bagian belakang dinding lateral capsula nasalis. Namun bersama dengan atrofinya
bagian cartilago ini, larnina verticalis dan os palatinum yang sedang bertumbuh akan bertumpang tindih dengan bagian
dalam fades nasaks maxillae dan ikut membantu membentuk dinding medial sinus maxiflaris. Daerah ini nantinya
juga akan ikut membentuk batas posterior dan onifisum ke daerah sinus maxillaris.
Gambar 14.

3. Os. Nasale
Sepasang tulang yang duduk di atap wajah dan menciptakan kontur awal hidung yang dikenal
sebagai jembatan dari hidung. Mereka bertemu di garis tengah dengan satu sama lain dan
tambahan mengartikulasikan dengan tulang frontal superior melalui suturefrontonasal dan maksila lateral melalui sut
ure nasomaxillary. Os nasale terdiri atas dua keping tulang kecil berbentuk trapesium d a n mempunyai empat sisi
yang merupakan tulang batang hidung yaitu :
 Margo superior: tulang pendek yang berhubungan dengan os frontale
 Margo inferior: menghubungkan rawan hidung dengan kartilago.
 Margo lateralis eksterna: berhubungan dengan prosesus nasalis lateralis.
 Margo medialis interna: terdapat Krista longtudinalis sepanjang pinggir bagian dalam
berhubungan dengan lamina pendikularis osis etmoidalis membentuk septum hidung.
Gambar 15.

4. Os. Lacrimale
Tulang lakrimal dapat ditemukan pada dinding medial orbit tulang. Di
dalamnyaterdapat kantung lakrimal dan mendukung isi dari rongga mata. Anterior itu mengelilingi olehrahang
atas, superior oleh tulang frontal dan posterior oleh tulang ethmoid. Os lakrimale berbentuk segiempat
membentuk dinding medialis orbita dan bagian lain membentuk rongga hidung. Bagian depan tulang
ini terdapat prosesusfrontalis maksilaris dan bagian belakang lamina papyrasea ossis etmoidalis, melekat pada os
frontale dan di bawah korpus maksilaris.

Gambar 16.
5. Os. Zygomatikum
Tulang zygomatic adalah
jembatan antara neurocranium dan viscerocranium. Inimembentuk tonjolan lateral wajah (tulang pipi) di
mana bagian-bagian zygomatic dan temporaldari lengkungan zygomatic saling bertemu. Hal ini juga berartikulasi
dengan maxilla melaluisuture zygomaticomaxillary dan tulang frontal melalui suture frontozygomatic. Di
dalam orbittulang itu kontak tulang frontal, tulang sphenoid dan rahang atas.
Os zigomatikum merupakan tulang pipi yang terdiri atas dua buah tulang kiri dan kanan, bagian-bagiannya
adalah sebagai berikut :
o Fasies orbitalis: mempunyai lubang kecil yaitu foramen orbita danterdapat permukaan saluran kecil menuju
lateral kemudian bercabang menjadi foramen zigomatikum fasialis dan foramen zigomatiko temporalis
o Fasies temporalis: dataran yang berhubungan dengan bagian samping tengkorak.
o Fasies maksilaris: dataran yang berhubungan dengan tulang rahang atas.

6. Os. Concha nasalis inferior


Os nasale terdiri atas dua keeping tulang kecil berbentuk trapezium d a n mempunyai empat sisi yang
merupakan tulang batang hidung.
 Margo superior: tulang pendek yang berhubungan dengan os frontale
 Margo inferior: menghubungkan rawan hidung dengan kartilago.
 Margo lateralis eksterna: berhubungan dengan prosesus nasalis lateralis.
 Margo medialis interna: terdapat Krista longtudinalis sepanjang pinggir bagiandalam berhubungan dengan
lamina pendikularis osis etmoidalis membentuk septum hidung.

Gambar 17.

7. Os. Vomer
Os vomer terbentuk taju belah ketupat tegak yang terdapat di bagian belakang dari fosa nasalis membentuk
septum nasi.

Gambar 18.

8. Os. Mandibulare
Mandibula membentuk dagu dan kontur garis rahang wajah dan memungkinkanseseorang untuk
berbicara, mengunyah dan membuka mulut mereka. Tepatnya, mandibula bukan
bagian dari tengkorak tapi tulang terpisah yang berartikulasi dengan melalui senditemporomandibular (TMJ). Os
mandibular berbentuk huruf L dan merupakan garis horizontal. Tulang ini terdiri atas korpus mandibular
dan ramus mandibular. Korpus mandibular adalah bagian depan kiri dan kanan membentuk protuberonsiamentalis
dan bagian yang menonjol membentuk dagu pada wajah. Ramus mandibular adalah bagian samping mandibulae
merupakan garis vertical, sebelah atas mandibular bercabang dua yaitu prosesus kondiloideus (bagian belakang) dan
prosesus koronoideus (bagian depan), di antara keduanya terdapat celah yang lebar disebut insisura mandibulae.

2.4 PERBEDAAN TULANG KEPALA DAN SUTURA PADA ANAK DAN DEWASA
Bentuk dan struktur elemen cranium berbeda pada bayi dan orang dewasa. Pertumbuhan tengkorak yang
signifikan muncul sebelum umur 5 tahun, saat otak masih berkembang otak tumbuh sempurna 90-95% sebelum umur
5 tahun saat mana pertumbuhan tengkorak hampir sempurna sehingga sutura sudah betul-betul terbentuk.
Pertumbuhan tengkorak lebih cepat dari bagian tubuh yang lain, sehingga cranium bayi lebih besar dari orang
dewasa. Pada bayi, diantara tulang-tulang tengkorak terdapat jaringan ikat, karena tengkorak tidak cukup meliputi
otak. Jaringan ikat yang keras yang belum mengalami ossifikasi dan terasa lembek, ini disebut fontanel. Fontanel
posterior tertutup sekitar umur 9 bulan. Fontanel anterior tertutup sekitar umur 15 bulan. Sutura akhirnya berfusi dan
mengalami ossifikasi. Sinus maxillaris mulai menonjol mulai umur 5 tahun. Sinus frontalis betul-betul terbentuk
sebelum umur 10 tahun
Tengkorak wanita sedikit lebih lebih ringan dan lebih kecil dibandingkan dengan pria, dindingnya lebih tipis.
Glabela, arkus superciliare dan procesus mastoideous kurang menonjol dibandingkan pria, dan sius-sius paranasal
lebih kecil. Bentuk wajah lebih bulat, tulang wajah lebih halus dan gigi-gigi pada maksila dan mandibulla lebih kecil.
Ketebalan tulang pada pria semakin tua semakin bertambah tebal, sedangkan pada wanita semakin tua semakin
bertambah tipis.

2.5 KEPENTINGAN MEMAHAMI ANATOMI LEHER DAN KEPALA DALAM


KEPERAWATAN GIGI BERKAITAN DENGAN KONDISI KLINIS
Radioterapi daerah kepala dan leher dapat menyebabkan kerusakan pada kelenjar saliva yang ditandai dengan
adanya penurunan kecepatan aliran saliva, meningkatnya viskositas saliva, perubahan warna saliva, penurunan pH
saliva dan perubahan komposisi saliva. Penurunan kecepatan aliran saliva menyebabkan mulut kering atau
Xerostomia. Xerostomia merupakan efek samping yang paling sering dijumpai pada pasien yang menerima radioterapi
pada daerah kepala dan leher
Nyeri kepala yang berhubungan dengan gigi dan berkepanjangan dapat dikelompokan dalam dua jenis yaitu;
(1) disebabkan karena eksitasi dan perluasan sentral pengalaman nyeri di jaringan yang di inervasi syaraf trigeminal
beserta cabang-cabangnya, dan (2) disebabkan oleh kontraksi otot-otot yang menahan kepala dan leher sebagai akibat
sekunder dari stimulasi yang merusak pada gigi. Nyeri kepala akibat stimulasi pada gigi umumnya dapat dihilangkan
dengan memberikan anastesi lokal pada gigi yang terlibat, sedang jika nyeri yang berhubungan dengan kontraksi otot-
otot kepala dan leher tidak akan terpengaruh.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
- Anatomi permukaan kepala terdiri dari:
 kulit kepala: kulit kepala, jaringan subkutan, aponeurosis caponeurosis (galea aponeurotica), jaringan subaponeurotica,
pericranium
 tengkorak: tulang tengkorak dibagi menjadi dua bagian yaitu neurocranium (tulang-tulang yang membungkus otak)
dan viscerocranium (tulang-tualng yang membentuk wajah).
 tulang neurocranium terdiri dari: Os. Frontale, Os. Parietale, Os. Temporale, Os. Sphenoidale, Os. Occipitalis, Os.
Ethmoidalis.
 tulang viscerocranium terdiri dari: Os. Maksilare, Os. Palatinum, Os. Nasale, Os. Lacrimale, Os. Zygomicotinum, Os,
Concha Nasalis Inferior, Os. Vomer, Os. Mandibulare.
-Anatomi permukaan leher terdiri dari :
 leher: otot, kelenjar, arteri, vena, saraf, limfatik, trakea, esofagus, dan tulang belakang.
 kerangka leher: dibentuk oleh tulang leher, tulang hyoid, manubrium sternum (tulang dada), dan klavikula (tulang leher).
-Perbedaan sutura anak dan dewasa:
 Cranium bayi lebih besar dari orang dewasa.
 Pada bayi, diantara tulang-tulang tengkorak terdapat jaringan ikat, karena tengkorak tidak cukup meliputi otak. Jaringan
ikat yang keras yang belum mengalami ossifikasi dan terasa lembek.
 Sutura bayi akhirnya berfusi dan mengalami ossifikasi.
 Tengkorak wanita sedikit lebih lebih ringan dan lebih kecil dibandingkan dengan pria, dindingnya lebih tipis. Glabela,
arkus superciliare dan procesus mastoideous kurang menonjol dibandingkan pria, dan sius-sius paranasal lebih kecil.
Bentuk wajah lebih bulat, tulang wajah lebih halus dan gigi-gigi pada maksila dan mandibulla lebih kecil. Ketebalan
tulang pada pria semakin tua semakin bertambah tebal, sedangkan pada wanita semakin tua semakin bertambah tipis.
 Kepentingan memahami anatomi leher dan kepala dalam keperawatan gigi berkaitan dengan kondisi
klinis adalah ketika melakukan radioterapi leher dan kepala akan menyebabkan kerusakan pada kelenjar saliva.

DAFTAR PUSTAKA

AF, Cendrawasih. Leher dan Kepala. (online). (http://www.eLisa.ugm.ac.id), diaksese tanggal 6 November 2014.
Ellis, Harold. 2006. Clinical Anatomy Applied Anatomy For Student And Junior Doctors Eleventh Edition. London: Blackwell
Publishing.
Japardi, Iskandar. 2003. Anatomi Tulang
Tengkorak. (online). (http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1985/1/bedah-iskandar54.pdf), diakses
tanggal 6 November 2014.
Putz, R. & R. Pabst. 2000. Atlas Anatomi Manusia Sobotta Jilid 1 Kepala, Leher, Ekstremitas Atas Edisi 21. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC.
Snell, Richard S. 1997. Anatomi Klinik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Williams, Lippincott. & Wilkins. 2009. Atlas Anatomi Edisi Berbahasa Latin. Jakarta: Erlangga.

bacaan lainnya : http://adf.ly/1bNJvi


Diposting oleh elvira purnamasari di 21.59
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting LamaBeranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

elvira purnamasari
Lihat profil lengkapku
Arsip Blog

 ▼ 2016 (2)
o ▼ Juni (2)
 ANATOMI
LEHER DAN
KEPALA

 KOMUNIKASI
KESEHATAN
DENGAN
PASIEN
BERUSIA
LANJUT

Tema PT Keren Sekali. Gambar tema oleh enjoynz. Diberdayakan oleh Blogger.