Anda di halaman 1dari 3

Nama : Anggreani Rochmah

NIM : 15307141002
Kelas : Kimia B 2015
Mata Kuliah : Kristalokimia
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Hari Sutrisno, M.Si

1. a). Proses terbentuknya sinar-X yaitu apabila suatu logam ditembak oleh suatu elektron berenergi tinggi yang menyebakan
elektron pada kulit atom logam tersebut terpental membentuk kekosongan sehingga dalam keadaan yang tidak stabil. Untuk
mencapai suatu kestabilan maka elektron dengan energi yang lebih tinggi pada suatu orbital diatasnya akan masuk ke tempat
(orbital) kosong tersebut dengan memancarkan kelebihan energinya yang dikenal sebagai foton sinar-X.
Proses terjadinya sinar-X:
 Katoda (filament) dipanaskan lebih dari 20000C sampai menyala menggunaka aliran listrik yang berasal dari transformator.
 Karena panas, elektron-elektron dari katoda terlepas.
 Sewaktu dihubungkan dengan transformator tegangan tinggi, elektron-elektron akan dipercepat gerakannya menuju anoda
menggunakan alat pemusat (focusing cup).
 Filament dibuat relatif negatif terhadap target sehingga terbentuk panas >99% dan sinar-X <1%.
 Pelindung atau perisai timah akan mencegah keluarnya sinar-X dari tabung sehingga sinar-X yang terbentuk hanya dapat
keluar melalui jendela tabung.
 Panas yang tinggi pada target akibat benturan elektron diminimalisasi oleh radiator pendingin.

b). Sinar putih yaitu sinar-X yang dihasilkan dari proses perlambatan elektron pada saat menembus logam sasaran.

c). Jenis sinar-X dan transisi elektron yang terjadi yaitu:


 Sinar-X Karakteristik
Sinar-X ini terbentuk melalui proses perpindahan elektron atom dari tingkat energi yang lebih tinggi menuju ke tingkat
energi yang lebih rendah. Elektron atom yang berada pada kulit K terionisasi sehingga terpental keluar. Kekosongan kulit
K akan diisi oleh elektron dari kulit di luarnya. Jika kekosongan pada kulit K diisi oleh elektron dari kulit L, maka akan
dipancarkan sinar-X karakteristik Kὰ. Jika kekosongan tersebut diisi oleh elektron dari kulit M, maka akan dipancarkan
sinar-X karakteristik Kβ. Transisi dari lintasan electron terluar ke lintasan terdalam ini sambil mengemisikan sinar-X
karakteristik. Setiap atom memiliki sinar-X karakteristik dengan energi yang berbeda-beda, sehingga pancaran sinar-X
karakteristik tersebut dapat dipakai untuk mengidentifikasi atom.
 Sinar-X Bremsstrahlung
Sinar-X ini terjadi ketika elektron dengan energi kinetik yang terjadi berinteraksi dengan medan energi pada inti atom.
Karena inti atom ini mempunyai energi positif dan elektron mempunyai energi negatif, maka terjadi hubungan tarik-
menarik antara inti atom dengan elektron. Ketika elektron ini cukup dekat dengan inti atom dan inti atom mempunyai
medan energi yang cukup besar untuk ditembus oleh elektron proyektil, maka medan energi pada inti atom ini akan
melambatkan gerak dari elektron proyektil. Melambatnya gerak dari elektron proyektil ini akan mengakibatkan elektron
proyektil kehilangan energi dan berubah arah. Energi yang hilang dari elektron proyektil ini dikenal dengan photon sinar-X
bremstarhlung. Sinar-X bremsstrahlung mempunyai spectrum energy kontinu yang lebar.

d). Filter dalam produksi sinar-X yaitu suatu filter yang secara selektif berfungsi untuk meneruskan panjang gelombang yang akan
digunakan. Untuk sinar-X dari tabung tembaga, biasanya digunakan lembaran nikel sebagai filter karena sangat efektif dalam
meneruskan radiasi Cu Kὰ, dimana radiasi Cu Kβ memilki cukup energi untuk mengionisasi elektron 1s nikel. Sedangkan radiasi
Cu Kὰ tidak cukup untuk mengionisasi. Dengan demikian, lembaran nikel tersebut akan mengabsorpsi semua panjag gelombang
termasuk radiasi putih, kecuali radiasi Cu Kὰ.

2. a). Sistem Kristal : Kubik


Kisi Bravais : I atau pusat badan
Parameter Kisi : 11.84575672

b). Bidang-bidang Kristal untuk setiap sudut

2θ θ Bidang-bidang Kristal

(hkl)

30.18 15.09 (400)


33.84 16.92 (420)
37.18 18.59 (422)
55.98 27.99 (640)
58.29 29.145 (642)
Lampiran

λ= 1.541838
2θ θ sin θ 2 sin θ d d^2 S(I) (h,k,l) a^2 a
0.26033599 0.52067199 2.96124625 8.76897940 140.303670
30.18 15.09 16 4,0,0 11.84498504
8 6 9 9 5
0.29103616 0.58207233 2.64887697 7.01654920 140.330984
33.84 16.92 20 4,2,0 11.84613794
7 4 1 7 1
0.31879388 0.63758777 2.41823645 5.84786754
37.18 18.59 24 4,2,2 140.348821 11.84689077
8 5 3 1
0.46931745 0.93863490 2.69826183 140.309615
55.98 27.99 1.64263868 52 6,4,0 11.84523597
2 4 2 2
0.48702148 0.97404297 1.58292604 2.50565486 140.316672
58.29 29.145 56 6,4,2 11.84553386
9 9 5 3 3
Σa= 11.84575672