Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL JOURNAL REPORT

“PROFIL PENCEMARAN AIR SUNGAI SIAK KOTA PEKANBARU DARI


TINJAUAN FISIS DAN KIMIA”

Oleh:

Elfrida Elisabeth T. Sianipar

NIM 4163341021

Pendidikan Biologi Ektensi A 2016

JURUSAN BIOLOGI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
rahmatNya makalah Tugas Mata Kuliah Seminar Biologi yaitu Critical Jurnal Report ini
dapat diselesaikan dengan baik.

Kami mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dosen Mata Kuliah Seminar Biologi
yang telah memberikan penjelasan mengenai penyusunan makalah ini. Kami juga
mengucapkan terimakasih kepada teman-teman atas partisipasinya dalam penyusunan
makalah ini.

Apabila ada kekurangan dalam makalah ini, kami selaku yang menjalankan tugas
memohon maaf mengingat kami masih dalam tahap pembelajaran. Kami berharap Ibu Dosen
selalu memberikan arahan dan bimbingan bagi saya untuk kedepannya.

Demikianlah makalah ini, penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Medan, Februari 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................i

DAFTAR ISI......................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .....................................................................................................1

1.2 Tujuan ..................................................................................................................1

BAB II RINGKASAN JURNAL

2.1 Identitas Jurnal .....................................................................................................2

BAB III KEUNGGULAN PENELITIAN

3.1 Kegayutan Antar Elemen .....................................................................................5

3.3 Kemuktahiran Masalah ........................................................................................5

3.4 Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian ....................................................................5

BAB IV KELEMAHAN PENELITIAN

3.1 Kegayutan Antar Elemen .....................................................................................6

3.2 Kemuktahiran Masalah ........................................................................................6

3.3 Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian ....................................................................6

BAB V IMPLIKASI TERHADAP

4.1 Teori .....................................................................................................................7

4.2 Analisis Mahasiswa .............................................................................................7

4.3 Program Pembangunan Di Indonesia...................................................................7

BAB VI PENUTUP

5.1 Kesimpulan ..........................................................................................................8

5.2 Saran ....................................................................................................................8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Critical Jurnal Report merupakan salah satu tugas mahasiswa yang mewajibkan kita
untuk lebih berpikir kritis dan kreatif dalam melakukan reiew terhadap sebuah jurnal, baik
dari segi pembuatan jurnal, hasil penelitian dan juga kualitas jurnal, karena dengan adanya
caritical jurnal report maka diharapkan mahasiswa dapat lebih berpikir kritis dalam memilih
jurnal dan juga dapat menerapkan ilmu dari para penulis tersebut agar dapat menambah
wawasan dan juga diharapkan agar mahasiwa dapat menerapkan konsep ilmuan dalam
kehidupannya.

1.2 Tujuan
1. Agar mahasiswa dapat lebih kritis dalam mengkritisi sebuah jurnal
2. .Agar dapat mengetahui kekuatan maupun kelemahan sebuah jurnal
3. Agar dapat mengetahui implikasi sebuah jurnal dalam bidang pembangunan di
Indonesia
4. Agar dapat mengetahui implikasi teori sebuah jurnal
5. Agar dapat mengetahui implikasi jurnal terhadap analisis mahasiswa

1
BAB II

RINGKASAN JURNAL

2.1 Identitas Jurnal

Nama Jurnal : PROFIL PENCEMARAN AIR SUNGAI SIAK KOTA


PEKANBARU DARI TINJAUAN FISIS DAN KIMIA

Volume Penerbitan : Vol. 3

Tahun Terbit : Juli 2014

Jenis Jurnal : Jurnal Fisika Unand

Jumlah Artikel : Hal. 191-197

PENDAHULUAN

Riau merupakan salah satu provinsi yang sangat pesat pertumbuhan ekonominya
terutama di sektor perkebunan dan industri. Kegiatan industri merupakan salah satu unsur
penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan taraf
hidup masyarakat di suatu daerah. Akan tetapi, kegiatan industri selain dapat berdampak
positif juga dapat berdampak negatif. Dampak positif dari kegiatan industri yaitu
menghasilkan barang dan jasa, meningkatkan lapangan pekerjaan yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan dampak negatifnya menghasilkan limbah dan
pencemaran lingkungan serta dapat menimbulkan kerusakan sumber daya alam dan
menurunkan kualitas lingkungan karena kotor dan tercemar.

Seringkali kegiatan industri berlangsung di sekitar daerah aliran sungai karena pihak
industri mudah mendapatkan sumber air, akses transportasi dan membuang limbah ke sungai.
Hal ini juga terjadi di sekitar aliran Sungai Siak. Menurut Delgado (2007) aktivitas industri
dan limbah perkotaan di sepanjang perairan dapat memberikan dampak buruk terhadap
perairan tersebut yang ditandai dengan masuknya sejumlah beban pencemar termasuk logam
berat ke dalam lingkungan perairan yang menyebabkan terganggunya ekosistem dan
degradasi lingkungan. Kerusakan Sungai Siak berakibat pada rusaknya ekosistem yang
berada di sekitar sungai, sehingga dapat mengakibatkan hilangnya habitat alami bermacam-
macam ikan khas Riau akibat penurunan kualitas air. Kegiatan pelayaran yang tinggi juga
telah menyebabkan semakin tercemarnya Sungai Siak, terutama yang berada dalam wilayah

2
administrasi Kota Pekanbaru yang merupakan wilayah sungai dengan intensitas kegiatan
yang sangat tinggi.

MATERI DAN METODE

2.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2013 sampai dengan Januari 2014 yang bertempat di
laboratorium Fisika Bumi Jurusan Fisika dan Laboratorium Air Jurusan Teknik Lingkungan,
Universitas Andalas. Lokasi yang menjadi objek penelitian adalah Sungai Siak, Kota
Pekanbaru, Riau, dimana sampel diambil pada 10 lokasi dengan jarak antara titik adalah 1
km. Pada setiap lokasi, diambil sampel pada 3 titik, 2 di pinggir dan 1 di tengah sungai

2.2 Pengambilan Data

Pada penelitian ini dilakukan pengukuran zat padat terlarut, derajat keasaman, temperatur,
konduktvitas listrik dan kandungan logam berat. Pengukuran TDS dilakukan dengan
menggunakan metode gravimetri. Pengukuran temperatur dilakukan langsung di lapangan
menggunakan termometer air raksa. Pada saat pengambilan sampel termometer dicelupkan
ke dalam sampel air sungai. Pengukuran kandungan logam Pb, Cu, Zn, Fe dalam sampel air
limbah menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Pengukuran
konduktivitas listrik dilakukan dengan konduktivitimer. Pengukuran derajat keasaman
dilakukan dengan pH meter.

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Konduktivitas Listrik

Grafik konduktivitas listrik terhadap jarak lokasi pengambilan sampel dapat dilihat pada
Gambar 2. Dari Gambar 2 dapat dilihat bahwa lokasi 1 yang merupakan hutan dan rawa
mempunyai nilai konduktivitas terendah. Pada lokasi 3 nilai konduktivitas mengalami
kenaikan dan mencapai nilai tertinggi pada lokasi 6. Lokasi 6 memiliki konduktivitas listrik
tertinggi karena lokasi ini merupakan tempat berlangsungnya kegitatan industri karet dan
bengkel kapal di sisi kanan sungai

3.2 Pengukuran Temperatur

Berdasarkan hasil pengukuran didapatkan hasil grafik untuk temperatur seperti yang terlihat
pada Gambar 3 dengan nilai rata- rata total temperature 29,9 oC. Dari Gambar 3 dapat dilihat

3
bahwa dari lokasi 1 menuju lokasi 5 nilai temperatur cenderung naik. Nilai maksimum
temperatur terdapat pada lokasi 7 yang merupakan kawasan padat penduduk dan tempat
berlangsungnya kegiatan industri yang banyak mengeluarkan bahan kimia berbahaya.

3.3 Derajat Keasaman (pH) Grafik hubungan nilai pH dan jarak lokasi pengambilan sampel
yang bersifat asam yang terletak di bawah standar baku mutu air seperti yang terlihat pada
Gambar 4. Dari Gambar 4, dapat dilihat bahwa dari lokasi 1 menuju lokasi 10 didapatkan
nilai pH tidak merata. Hal ini disebabkan karena kawasan industri dan rumah penduduk yang
tidak merata di sepanjang sungai.

3.4 Kandungan Logam

Grafik hubungan konsentrasi logam berat Pb, Cu, Zn dan Fe dengan posisi pengambilan
sampel dapat dilihat pada Gambar 5. Konsentrasi 4 jenis logam berat mempunyai
kecendrungan yang sama yaitu mengalami penurunan dari lokasi 1 ke lokasi 10 walaupun
terdapat beberapa anomali di beberapa lokasi.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengujian TDS dari 10 stasiun sampel air Sungai Siak Kota
Pekanbaru daerah ini terdiri dari air lunak (soft water), karena nilai TDS yang di dapat < 100
mg/L. Dari pengukuran pH pada10 lokasi, sampel air sungai di daerah penelitian memiliki
kandungan nilai pH berkisar antara 5,05 - 5,94 dan rata – rata nilai pH air sungai siak 5,37
mg/L. Jadi nilai pH air Sungai Siak Kota Pekanbaru sudah di luar rentang pH air yang layak
untuk dikonsumsi. Jadi ditinjau dari nilai TDS, pH, konduktivitas listrik dan kandungan
logam, sungai Siak kota Pekanbaru dapat dikatakan sudah tercemar karena semua parameter
tersebut berada di atas nilai standar baku mutu air untuk industri di Indonesia menurut
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2010.

4
BAB III

KEUNGGULAN PENELITIAN

3.1 Kegayutan Antar Elemen

Keyagutan antar elemen dari jurnal yang telah saya baca yaitu menurut saya jurnal
tersebut memiliki dasar-dasar elemen yang benar adanya atau yang benar-benar terjadi dan
juga terdapat teori-teori penunjang yang dijelaskan pada jurnal tersebut dengan adanya
hubungan antar elemen tersebutlah maka terciptanya ide akan pencemaran lingkungan
dilingkungan sungai siak yang dapat kita tinjau dari segi fisik maupun segi kimia

3.2 Kemuktahiran Masalah

Setelah saya membaca dan menganalisis jurnal tersebut dapat dikatehui bahwa
penilitian yang dilakukan ini mengangkat dari masalah yang benar-benar terjadi di
lingkungan dimana Riau merupakan daerah yang memiliki banyak industri-industri yang
dimana industri tersebut dapat membuat dampak negatif atau pencemaran terhadap
lingkungan khususnya limbah yang dihasilkan di alirkan kedalam sungai siak berupa logam
berat ke dalam lingkungan perairan yang menyebabkan terganggunya ekosistem dan
degradasi lingkungan. Kerusakan Sungai Siak berakibat pada rusaknya ekosistem yang
berada di sekitar sungai, sehingga dapat mengakibatkan hilangnya habitat alami bermacam-
macam ikan khas Riau akibat penurunan kualitas air

3.3 Kohesi dan Koheransi Isi Penelitian

Kohesi adalah hubungan antar unsur dalam wacana secara semantik. Hubungan
kohesif yang diciptakan atas dasar aspek leksikal, denga pilihan kata yang serasi, dengan
begitu dalam jurnal ini merupakan jurnal yang baik dan penulis menggunakan penggunaan
kata-kata yang baik dan sesuai dengan ketentuan di setiap paragraph. Koherensi adalah
pengaturan secara rapkenyataan dan gagasan, fakta dan ide menjadi suatu untaian yang logis
sehingga mudah memahami pesan yang dikandungnya. Jadi koherensi yang ada pada jurnal
ini di buat karena adanya masalah yang terdapat di dalam kehidupan sehari-hari sehingga
terdapatlah sebuah ide yang nantinya akan memecahkan masalah tersbut sehingga
terbentuklah untaian-untaian kalimat yang logis dan juga dapat dipahami oleh banyak orang.

5
BAB IV

KELEMAHAN HASIL PENELITIAN

4.1 Kegayutan Antar Elemen

Setelah saya membaca dan menganalisis jurnal tersebut tidak ditemukannya


kelemahan dalam kegayutan antar elemennya karena tiap-tiap elemen yang dipaparkan di
dalam jurnal sudah merupakan kesatuan yang jelas dan juga telah mendukung dasar-dasar
teori yang ada.

4.2 Kemuktahiran Masalah

Setelah saya membaca dan menganalisis jurnal tersebut dapat saya katakana bahwa
dalam kemuktahiran masalah ini mengangkat masalah yang selama ini sering diperbicarakan,
dimana jurnal ini sangat membantu khususnya untuk para pekerja dibidang sektor indrustri
agar lebih memerhatikan kembali cara mengolah limbah yang benar agar tidak merusak
lingkungan sekitar, karena dengan rusaknya ekosistem maka makhluk hidup termasuk
masyarakat yang bermukim di sekitarnya juga akan terganggu.

4.3 Kohesi dan Koheransi Isi Penelitian

Setelah saya membaca dan menganalisis kembali jurnal yang telah saya baca maka dapat
disimpulkan bahwa tidak terdapatnya kelemahan dalam kohesi maupun koherensi isi
penelitian tersebut karena semua yang telah ditulisakan oleh sang penulis telah baik adanya
sehingga tidak terdapatnya kelemahan.

6
BAB V

IMPLIKASI TERHADAP

5.1 Teori

Berdasarkan jurnal yang dibaca maka menurut saya teori-teori yang di paparkan pada
jurnal sangat membantu dan menunjang dari aspek industri khusunya untuk orang-orang atau
investor yang akan menanam maupun membuat industri khusunya di daerah Riau untuk lebih
memperhatikan dan menekankan pengolahan kembali limbah hasil indrustri sehingga tidak
akan merusak ekosistem yang ada di sekitar industri tersebut

5.2 Analisis Mahasiswa

Dengan adanya review jurnal ini maka akan dapat berdampak yang bagus bagi
masyarakat karena setelah membaca dan menganalisis isi jurnal maka dapat dikatakan bahwa
pembahasan dan analisis yang dilakukan sangatlah berpengaruh karena dengan adanya jurnal
ini memberi kita peluang untuk mengetahui kadar pencemaran yang terdapatdi Riau sehingga
kita bisa mengambil tindakan sesudah yaitu dengan membuat peraturan bagi setiap industri
yang ada di Riau untuk mengolah kembali limbah-limbah yang di hasilkan dan bila tidak di
lakukan maka industri tersebut dapat di tutup dikarenakan akan mencemarkan lingkungan
ekosistem sekitar

5.3 Pembangunan di Indonesia


Dari teori yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat kita ambil suatu kesimpulan
bahwa teori tersebut dapat berpengaruh baik bagi pembagunan di Indonesia khususnya pada
pekerja industri untuk lebih memperhatikan dan lebih teliti dalam pembungan limbah agar
sebaiknya diolah kembali sebelum dibuang ke lingkungan dan juga untuk masyarakat agar
lebih kritis dalam masalah pencemaran yang terjadi dilingkungan sehingga masyarakat dapat
membuat peraturan dengan pemerintah agar setiap industri yang terdapat di Riau menaati
peraturan hukum yang ada yaitu mengolah limbah kembali agar tidak mencemarkan
lingkungan.

7
BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian TDS dari 10 stasiun sampel air Sungai Siak Kota
Pekanbaru daerah ini terdiri dari air lunak (soft water), karena nilai TDS yang di dapat < 100
mg/L. Dari pengukuran pH pada10 lokasi, sampel air sungai di daerah penelitian memiliki
kandungan nilai pH berkisar antara 5,05 - 5,94 dan rata – rata nilai pH air sungai siak 5,37
mg/L. Jadi nilai pH air Sungai Siak Kota Pekanbaru sudah di luar rentang pH air yang layak
untuk dikonsumsi. Jadi ditinjau dari nilai TDS, pH, konduktivitas listrik dan kandungan
logam, sungai Siak kota Pekanbaru dapat dikatakan sudah tercemar karena semua parameter
tersebut berada di atas nilai standar baku mutu air untuk industri di Indonesia menurut
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2010.

6.2 Saran

Dari hasil review serta hasil penelitian ini dapat diambil sebuah saran yakni bahwa
jurnal ini merupakan jurnal yang sangat bagus baik dari segi materi dan inovasi yang
terkandung di dalamnya, karena jurnal ini merupakan hasil penelitian yang bermanfaat untuk
kedepannya kita lebih memerhatikan pencemaran lingkungan yang terjadi disekitar
lingkungan kita dan agar kita lebih menjadga lingkungan.