Anda di halaman 1dari 7

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Tn. T


Umur : 34 tahun
Strategi Pelaksanaan : SP 1 Resiko Perilaku Kekerasan
Status Interaksi : Ke – 2 (fase perkenalan )
Lingkungan : Di ruang Gatotkaca RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta, duduk berhadapan, suasana tenang. Beberapa klien lain sedang
duduk berbincang – bincang dengan perawat, menonton TV, dan tidur.
Deskripsi Klien : Klien tampak rapi berpakaian, baju warna hijau.
Tujuan Interaksi : Klien mampu membina hubungan saling percaya.
Hari / Tanggal / Waktu : Selasa, 27 Februari 2018 pukul 10.00 – 10.15 WIB
Ruang : Di kamar pasien ruang Gatotkaca RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta

TEHNIK
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON
BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL TERAPEUTIK VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
PERAWAT JIWA
P : Selamat Pagi Offering sel P: Memandang klien P : Ingin membuka Klien masih ragu Salam merupakan
pak boleh dan percakapan dengan terhadap kalimat
saya duduk di tersenyum klien orang baru yang masuk pembuka untuk
sebelah K: Ekpresi datar dan berharap dengan ke memulai
bapak ? K: Ekpresi datar sapaan sederhana bisa lingkungannya suatu percakapan
K : (diam) P: memandang klien diterima oleh klien. Klien ragu terhadap
Perawat merasa senang orang sehingga dapat terjalin
walaupun belum ada baru rasa percaya.
tanggapan yang
diekpresikan secara
tulus
P : Wah, suasana Encourage P : memandang ke Perawat ingin memulai Klien belum Topik ringan akan
pagi ini description of halaman sambil percakapan dengan memberikan memudahkan interaksi
sejuk sekali ya pak perception melirik klien topik respon dan tidak lebih lanjut
K : menunduk ringan sebelum masuk menunjukkan perhatian
ke
P : Oh ya, Giving broad opening P : Memandang klien Pasien merasa bahwa Klien masih tidak Memperkenalkan diri
perkenalkan sambil klien harus menunjukan kepedulian dapat menciptakan
saya Rizqi menjulurkan tangan ke diberikan penjelasan terhadap Perawat rasa
Luqmanul Hakim klien tentang kedatangan percaya klien terhadap
panggil saja saya K : menunduk tanpa perawat perawat
Rizqi, saya memandang perawat
mahasiswa STIKes tidak
Kusuma Husada menerima uluran
Surakarta yang tangan perawat
praktek disini yang
akan merawat
bapak.
K : ya (raut wajah
cemberut)
P : Nama bapak Giving broad opening P : Mengambil tangan Perawat ingin tahu nama Klien tidak tertarik dan Mengenal nama pasien
siapa ? klien pasien ragu – ragu akan memudahkan
K : (diam) menjabat tangan klien Perawat merasa klien Klien merasa interaksi
dan belum mau perkenalan
mendekatkan diri ke berkenalan hanya formalitas belaka
klien
K : Menunduk
P : bapak Giving broad opening P : Memandang klien Perawat ingin menjalin Klien mulai tertarik Nama panggilan
senangnya K : Menoleh ke ke untuk merupakan nama
dipanggil dengan halaman dekatan dengan klien kenalan akrab
nama K : Bengong Perawat tetap sabar Klien tidak peduli klien sehingga
siapa? walaupun dengan menciptakan rasa
K : T……. tidak ada jawaban lingkungan senang
akan adanya
pengakuan
atas namanya
P : Bapak asalnya Giving broad opening P : Memandang K Perawat masih berusaha Klien sudah mengingat Topik sederhana
dari mana pak? K : memandang ke membangun keakraban asalnya membantu menjalin
K : (grobogan) depan dengan topik sederhana kedekatan dengan
dengan pandangan Perawat tetap sabar, klien
kosong klien sedikit – sedikit
K : menjawab mulai
pertanyaan perawat memberi respon
P : Memperhatikan
klien
P : Jauh ya tempat Encourage P : Memandang K Perawat mulai mengkaji Klien berpikir dan Lama rawat
tinggal description of sambil data umum pasien berusaha menentukan
bapak dari sini? perception tersenyum Perawat khawatir kalau mengingat apakah klien kronis
K : (diam) K : diam dengan pertanyaan membuat Klien membayangkan atau
pandangan yang tajam klien keadaan yang telah lama akut
P : Memandang K tersinggung dijalaninya
P : Bapak masih Eksploring P : Mendekatkan diri Perawat mengkaji daya Klien berusaha Mempengaruhi daya
ingat siapa ke klien ingat klien mengingat-ingat ingat
yang mengajak K : Menjawab Pertanyaan perawat Klien menjawab klien
bapak ke sini pertanyaan, lalu mulai dapat dijawab sesuai dengan daya
dan karena apa menoleh ke halaman dengan jelas oleh ingat
diajak dan terdiam beberapa klien yang dimilikinya
kesini? lama
K : keluarga, ya P : Tersenyum
karena marah
marah dengan
tetangga saya
P : Bagaimana Giving broad opening P : Memandang klien Perawat menggali Klien bingung dengan Untuk mengetahui apa
perasaan K : Menatap wajah perasaan klien pertanyaan yang yang dirasakan klien
pak T sekarang? perawat dengan Perawat memberikan diberikan saat
K : ya biasa saja pandangan tajam penilaian Klien belum menjawab ini untuk menentukan
mas K : Menoleh dan yang negatif terhdap dengan jelas keluhan yang
sedikit merasa dirinya tentang keadaannya dirasakan
terganggu
P : Memperhatikan
P : Pak T, tidak apa Giving recogniting P : memandang klien Perawat memberikan Klien menatap dengan Pujian dapat
– apa sambil pujian pandangan kosong meningkatkan
kalau ibu tidak mau tersenyum terhadap kemampuan hubungan perawat
mengungkapkan K : sedikit tersenyum klien yang belum mau dan klien dan dapat
apa yang mengungkapkan meningkatkan harga
bapak rasakan perasaanya diri
K: diam, sambil klien
sedikit merengut
P : Bapak T, Giving broad opening P : Menepuk bahu Perawat mencoba Klien teralih karena Pengalihan agar klien
kegiatan klien mengalihkan pertanyaan baru tidak larut dalam
sehari-hari disini K : Menoleh perawat pembicaraan terkait waham
ngapain saja ? P : Memperhatikan emosi dan halusinasinya
K : ya seperti ini, respon klien
makan tidur, nonton Perawat merasa senang
TV karena
asien bisa beralih
P : Bapak T, Presenting reality P : Menepuk bahu Pasien mencoba Klien mengungkapkan Untuk mengetahui apa
tampaknya kurang Klien menggali perasaannya yang dirasakan klien
suka untuk ngobrol K : pandangan mata kemampuan klien untuk saat
– ngobrol dengan tajam merencanakan ini untuk menentukan
saya. Apakah bapak P : Tersenyum kegiatannya keluhan yang
T punya masalah Pasien merasa senang dirasakan
sedang marah pasien setuju.
dengan seseorang?
K: ya mas, saya
sedang teringat saat
dirumah sering
marah – marah
P : Bapak T Giving broad opening P : memperhatikan dan Perawat mencoba Klien sedang tidak ingin Tidak memaksa klien
bagaimana kalau memandang klien memahami klien diganggu untuk berkomunikasi
sekarang saya K : bengong jika memang sedang
ajarkan supaya bisa tidak ingin diganggu
mengontrol emosi akan meredam emosi
bapak supaya tidak klien
marah – marah?
K : besok saja ya
mas, saya lagi ingin
sendiri.
P : Baik, saya Giving recogniting P : Menepuk bahu Perawat memberikan Klien belum Kontrak berikutnya
senang sekali klien reinforcement pada menunjukan rasa senang harus
bisa ngobrol K : diam klien diberikan ditentukan dan harus
dengan bapak. P : Tersenyum Perawat optimis klien reinforcement mendapatkan
Bagaimana kalau akan mau Klien tidak ikut persetujuan
besok pagi kita menentukan kontrak menentukan klien agar klien ingat
ngobrol berikutnya kontrak terhadap kontrak
lagi? Sebentar saja
kok,
ya cukup 20 menit
saja.
K : iya mas
P : Nah kalau bapak Offering general leads P : Memandang klien Perawat menentukan Klien bersedia dengan Kegiatan yang akan
setuju, nanti kita K : Memandang topik dan aktivitas pada tawaran perawat dilaksanakan harus
ngobrol dengan tatapan mata kontrak berikutnya mendapat persetujuan
tentang bagaimana yang tajam Perawat optimis klien klien sehingga bila
mengontrol atau P : Tersenyum akan setuju dengan klien keluar dari
cara mengatasi jika kegiatan yang akan kegiatan dimaksud,
bapak marah – dilaksanakan bisa diingatkan
marah ya… tentang batasan
K : ya besok pagi kegiatan sesuai
saja mas kontrak
P : selamat siang P : Menepuk bahu Perawat menutup fase I Klien belum Salam penutup
K : siang klien dan mengulurkan Perawat senang karena menunjukan merupakan akhir fase
jabat tangan klien mau rasa percaya pada yang harus dilakukan
K : mau berjabat berinteraksi dengan perawat untuk mencegah tidak
tangan perawat Klien sudah mau percaya pada klien
menjawab salam
KESAN PERAWAT :

Fase awal yaitu fase I (perkenalan) tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Klien kurang kooperatif. Data yang tergali adalah data mengenai kerusakan
interaksi sosial. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan. Secara umum proses interaksi tidak dapat dilanjutkan ke fase berikutnya yaitu fase
kerja