Anda di halaman 1dari 2

Forensik Fraud

(Drs. Karyono Ak. MM)

Pendahuluan

 Unsur-unsur fraud: tindakan yg melanggar hukum, dilakukan orang luar/dalam organisasi,


menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak lainnya.
 Jenis fraud:
1. Intern fraud: terjadi secara alami dan melekat dalam setiap aktivitas.
2. System control fraud: terjadi karena lemahnya sistem pengendalian intern.
 Faktor prndorong timbulnya fraud
1. Teori C = N + K
Meskipun ada N (niat), jika tidak ada K (kesempatan) maka tidak akan terjadi.
Kesempatan terdapat pada pelaku yang memiliki kewenangan otoritas atas objek fraud.
Niat perbuatan ditentukan oleh moral dan integritas.
2. Fraud Triangle Theory
Menurut Dr. Donald Cressy pendiri ACFE, perilaku fraud didorong 3 unsur
a. Tekanan (pressure)
Dorongan melakukan fraud timbul karena adanya tekanan.
Cont: tekanan keuangan (gaya hidup, hutang, konsumtif, barang mewah), kebiasaan
buruk (narkoba), tekanan lingkungan kerja (gaji kecil, kurang dihargai), tekanan
keluarga.
b. Kesempatan (opportunity)
Kesempatan timbul karena lemahnya pengendalian internal untuk mencegah dan
mendeteksi adanya kecurangan, lemahnya sanksi dan tidak mampu menilai kualitas
kerja. Kegagalan menertibkan kecurangan, keterbatasan akses informasi, kurangnya
jejak audit.
c. Pembenaran (rationalization)
Pelaku cenderung mencari pembenaran diri.
Cont: pelaku menganggap yang dilakukan adalah hal wajar, pelaku merasa berjasa
terhadap organisasi, pelaku mengaggap tujuannya baik untuk menyelesaikan
masalah.
3. GONE theory
Menurut Jack Balogna faktor prndorong fraud adalah:
a. Greed (keserakahan)
b. Opportunity (kesempatan)
c. Need (kebuthan)
d. Exposure (pengungkapan): terkait seberapa besar kemungkinan fraud dapat
diungkapkan dan beratnya hukuman karena melakukan fraud.

Greed & Need: faktor individu

Opportunity & Exposure: faktor generik

4. Klinggard theory (teori monopoli)


Robert Klinggard dalam cleaning up and invigorating the civil cervice, C = M + D – A
C (corrupt/fraud) tergantung pada M (monopoli/kekuasaan) dan D
(decretism/kebijakan) yang di buat serta A (accountability/pertanggungjawaban) yang
baik cenderung mempersempit peluang untuk melakukan fraud.

Mencegah Fraud

 Jenis pengendalian internal


1. Pengendalian preventif: pengendalian yang dilakukan sebagai upaya untuk mencegah
terjadinya penyimpangan, sebagai upaya antisipasi sebelum terjadinya masalah yang
tidak diinginkan. Cont: pemisahan fungsi, editing, pengecekan keandalan, kelengkapan
dan ketepatan perhitunga.
2. Pengendalian detektif: pengendalian yang menekankan pada upaya penemuan
kesalahan yang mungkin terjadi. Cont: rekonsiliasi baank, observasi kegiatan
operasional, kontrol hubungan.
3. Pengendalian korektif: upaya mengoreksi penyebab terjadinya masalah yang
diidentifikasi melalui pengendalian detekti, sebagai antisipasi agar kesalahan yang sama
tidak terulang dimasa depan.
4. Pengendalian langsung (directive control): pengendalian yang dilakukan pada saat
kegiatan sedang berlangsung, dengan tujuan agar kegiatan dilaksaanakan sesuai
ketentuan. Cont: pengawasan oleh mandor terhadap aktivitas kerja.
5. Pengendalian kompensatif (compensative controls): upaya perkuatan pengendalian
karena diabaikannya suatu aktivitas pengendalian. (misalnya jika tidak ada pemisahan
fungsi).