Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengertian Komunitas Menurut Kertajaya Hermawan (2008), adalah
sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana
dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas
tersebut karena adanya kesamaan interest atau values. Menurut Wahit (2005), komunitas
merupakan sekelompok individu yang tinggal pada wilayah tertentu, memiliki nilai-nilai
keyakinan dan minat yang relatif sama, serta adanya interaksi satu sama lain untuk
mencapai tujuan.
Dalam rangka mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal maka dibutuhkan
perawatan kesehatan masyarakat, dimana bidang itu adalah bidang keperawatan yang
merupakan paduan antara kesehatan masyarakat dan perawatan yang didukung peran
serta masyarakat dan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara
berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara
menyeluruh.
Berdasarkan pernyataan dari American Nurses Association (2004) yang
mendefinisikan keperawatan kesehatan komunitas sebagai tindakan untuk meningkatkan
dan mempertahankan kesehatan dari populasi dengan mengintegrasikan ketrampilan dan
pengetahuan yang sesuai dengan keperawatan dan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan (Depkes, 2016) keperawatan komunitas adalah suatu bentuk
pelayanan profesional berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan yang ditujukan terutama
pada kelompok risiko tinggi untuk meningkatkan status kesehatan komunitas dengan
menekankan upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit serta tidak mengabaikan
kuratif dan rehabilitative
Proses keperawatan komunitas adalah metode asuhan keperawatan yang bersifat
ilmiah, sistemis, dinamis, komtinu, dan berkesinambungan dalam rangka memecahkan
masalah kesehatan dari klien, keluarga, serta kelompok atau masyarakat. (Efendi, 2009)
Asuhan keperawatan komunitas, perawat melaksanakan kesehatan masyarakat
yang dapat melakukan pendekatan untuk merubah perilaku kesehatan masyarakat ke arah
positif dalam memelihara kesehatan dan keperawatan yang mereka hadapi,
memprioritaskan dan mencari alternatif pemecahan masalah melalui perencanaan yang
dibuat serta mengevaluasi hasil yang telah dicapai. Dalam pelaksanaan asuhan
keperawatan komunitas, perawat kesehatan masyarakat dapat melakukan pendekatan
untuk merubah perilaku masyarakat ke arah positif dalam memelihara kesehatan dan
keperawatan yang mereka hadapi, memprioritaskan dan mencari alternatif pemecahan
masalah melalui perencanaan yang dibuat serta mengevaluasi hasil yang telas dicapai.
(Efendi, 2009)
Peran serta masyarakat diperlukan dalam hal perorangan. Komunitas sebagai
subyek dan obyek diharapkan masyarakat mampu mengenal, mengambil keputusan
dalam menjaga kesehatannya. Sebagian akhir tujuan pelayanan kesehatan utama
diharapkan masyarakat mampu secara mandiri menjaga dan meningkatkan status
kesehatan masyarakat (Mubarak, 2005). Pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat
terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah
kesehatan meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan menggunakan
proses keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal (Riyadi, 2007).

RW 05 Kelurahan Cimencrang merupakan salah satu kelurahan dari kecamatan


Gedebage Kota Bandung yang memiliki beberapa masalah kesehatan yang kompleks
diantaranya adalah masalah penyakit dan masalah kesehatan lingkungan Oleh karena itu
proses keperawatan komunitas sangat diperlukan di RW 05 Kelurahan Cimencrang agar
tercipta masyarakat yang berparadigma sehat. Untuk itu mahasiswa Program Studi Profesi
Ners merasa perlu untuk praktek keperawatan komunitas, yang dilaksanakan dari tanggal
februari-Maret 2019 di RW 05 Kelurahan Cimincrang kecamatan Gedebage Bandung.
Sebagai out put dari praktek keperawatan komunitas tersebut mahasiswa menyusun
laporan “Asuhan Keperawatan Komunitas di di RW 05 Kelurahan Cimincrang kecamatan
Gedebage Bandung Tahun 2018”.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, mahasiswa mampu memberikan asuhan
keperawtan komunitas sesuai dengan konsep dan teori keperawatan komunitas.
a. .Penerapan asuhan keperawatan komunitas, kolaborasi lintas program dan lintas
sektoral baik formal maupun informal dalam bentuk promotif, preventif, kuratif
dan rehabilitatif mengenai masalah kesehatan.
b. Menunjukkan keterampilan mengorganisasi dan koordinasi kegiatan-kegiatan
keperawatan secara efektif dimasyarakat.
c. Melakukan pengkajian komunitas.
d. Merumuskan masalah keperawatan komunitas.
e. Membuat perencanaan.
f. Melakukan implementasi.
g. Menerapkan koordinasi dengan berbagai komponen yang terlibat dalam masalah
kesehatan masyarakat.
h. Menggunakan pendekatan pemecahan masalah dalam merencanakan kegiatan-
kegiatan keperawatan.
2. Tujuan Khusus
Setelah menyelesaikan praktek klinik keperawatan komunitas, mahasiswa atau
kelompok mampu:
a. Memperoleh pengalaman dalam mengenal situasi dan kondisi kesehatan
masyarakat.
b. Memperoleh pengalaman dalam mengenal dan menentukan sumber daya di
masyarakat.
c. Memperoleh pengalaman dalam mengolah asuhan keperawatan komunitas.
d. Memperoleh pengalaman dalam mengidentifikasi atau membantu masyarakat
mengenal masalah-masalah kesehatan di masyarakat dan berupaya menanggulangi
permasalahan yang ada bersama masyarakat.
e. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat.
C. MANFAAT
1. Untuk Mahasiswa
a. Dapat mengaplikasikan konsep kesehatan komunitas secara nyata kepada
masyarakat.
b. Belajar menjadi role model dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas.
c. Meningkatkan kemampuan berfikir kritis, analitis, dan bijaksana dalam
menghadapi dinamika masyarakat.
d. Meningkatkan keterampilan komunikasi, kemandirian dan hubungan
interpersonal.
e. Melatih kemampuan untuk memodifikasi lingkungan untuk pemberdayaan
masyarakat dalam bidang kesehatan
2. Untuk Masyarakat
a. Mendapatkan kesempatan untuk berperan aktif dalam upaya peningkatan
kesehatan dan pencegahan penyakit.
b. Mendapatkan kemampuan untuk mengenal, mengerti, dan menyadari masalah
kesehatan dan mengetahui cara penyelesaian masalah kesehatan yang ada di
masyarakat.
c. Masyarakat mengetahui gambaran status kesehatan dan mempunyai upaya
peningkatan status kesehatan.
d. Masyarakat mampu menerapkan paradima sehat dalam mempertahan kan status
kesehatan
3. Untuk Pendidikan
a. Salah satu tolok ukur kebersihan Program Study S1 Jurusan Keperawatan Bhakti
Kencana Program Profesi khususnya dibidang keperawatan komunitas.
b. Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan model praktek
keperawatan komunitas selanjutnya.
4. Untuk Profesi
a. Upaya menyiapkan tenaga perawat yang profesional berpotensi secara mandiri
sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan.
b. Memberikan suatu model baru dalam keperawatan komunitas sehingga profesi
mampu mengembangkanya.
D. CARA PENGUMPULAN DATA
a) Wawancara
Wawancara dilakukan pada ketua RW, ketua RT, kader kesehatan, warga, dan
petugas Puskesmas untuk mengumpulkan data tentang berbagai permasalahan
kesehatan sesuai panduan pengkajian.
b) Observasi / Winsield Survey
Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang kondisi fisik lingkungan
maupun rumah warga berkaitan permasalahan kesehatan.
c) Studi dokumentasi
Studi dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan data sekunder tentang
kependudukan, penyakit dan data lain berkaiatan dengan unsur komunitas.
d) Kuisioner
Kuisioner disusun berdasarkan unsur komunitas agar dapat menjangkau seluruh
aspek permasalahan kesehatan yang ada dalam komunitas termasuk upaya
pemeliharaan kesehatan, risiko dan faktor pencetus terjadinya malasah kesehatan.