Anda di halaman 1dari 10

PEDOMAN RUJUKAN BAYI BBLR

BAYI BBLR

BPS / Polindes /
Pustu / Rmh. Bulin

BB > 1750 gr BB < 1750 gr

Puskesmas PONED

Bila : Bila ada komplikasi, rujuk ke


- Suhu = 36,5 – 37,5
- RR = 40 – 60 x/mnt
- HR = 120 – 160 x/mnt
Lakukan perawatan BBLR
di Puskesmas Poned Rumah Sakit PONEK

Tindakan:
1. Pra Rujukan
a. Letakkan bayi dibawah pemancar panas (60 watt dengan jarak 60 cm)
b. Ganti pakaian bayi dengan pakaian yang hangat dan kering
c. Periksa TTV (suhu aksila,HR,RR)
d. Pantau adanya tanda-tanda hypoglikemia,kegawat nafas, kejang, hypotermia
e. Lakukan tindakan sesuai kasusmenggunakan bagan MTBM
f. Anjurkan ibu memberikan ASI lebih sering, bila bayi tidak mau menyusu berikan ASI
peras dengan sendok/personde
g. Bila tidak ada pemancar panas gunakan PMK
h. Beritahu keluarga bahwa pasien akan dirujuk ke PONEK
i. Siapkan kendaraan yang tertutup/hangat
j. Hubungi petugas tempat rujukan
k. Siapkan surat rujukan dengan riwayat kelahiran lengkap
l. Pastikan bayi dalam keadaan stabil

2. Dalam Perjalanan
a. Gunakan kendaraan yang tertutup/hangat
b. Siapkan oksigen transport
c. Bawa alat-alat resusitasi lengkap
d. Bawa alat & obat emergency (epyneprin, D10%,RL,NaCl, Infus set pediatrik,
medicath no 24, Phenobarbital, spuit)
e. Patikan bayi dalam keadaan stabil
f. Bawa surat rujukan dengan riwayat kelahiran lengkap
g. Pastikan jalan nafas lancar ( posisi kepala sedikit ekstensi)
h. Bila terjaid kegawatan lakukan penanganan sesuai kasus
i. Disertai tenagan terampil resusitasi
PEDOMAN RUJUKAN BAYI ASFIKSIA

BAYI ASFIKSIA
Di
BPS/POLINDES/PUSTU/RMH IBU

Asfiksia Ringan Asfiksia sedang Asfiksia Berat

Lakukan manajemen Asfiksia BBL

(BAGAN ALUR A)

Berhasil bila: Gagal,


 RR bebas & ventilaswi adekuat Rujuk ke Puskesmas
 Kulit & bibir kemerahan PONED
 HR 120-160x/mnt
 Suhu aksiler 36,5-37
Resusitasi dikamar bersalin
PONED
Dengan Bagan B,C dan D
Lakukan asuhan bayi
Pasca resusitasi sesuai
MTBM di puskesmas
PONED Berhasil, Gagal,
Lakukan asuhan bayi Rujuk ke RS PONED
Pasca resusitasi sesuai
MTBM
Di Puskesmas PONED
Tindakan:
1. Pra Rujukan
a. Letakkan Bayi dibawah pemancar panas ( 69 watt dengan jarak 60 cm)
b. Ganti Pakaian bayi dengan pakaian hangat dan kering
c. Atur Posisi dengan kepala sedikit ekstensi
d. Isap lendir jalan nafas
e. Bungkus/selimuti bayi dengan dada terbuka
f. Atur Posisi Kembali
g. Penilaian (warna kulit, tonus otot, RR)
h. Bila bayi menangis (HR<100x/mnt) lakukan VTP (dlm waktu 30 detik)
i. Bila HR> 100x/mnt beri O2 nasal 2-3 l/mnt atau masker 4-5 l/mnt
j. Hubungi [etugas tempat rujukan
k. Siapkan surat rujukan dengan riwayat kelahiran lengkap

2. Dalam Perjalanan
a. Bawa surat rujukan dengan riwayat kelahiran lengkap
b. Disertai tenaga yang terampil resusitasi
c. Gunakan mobil tertutup untuk sarana transportasi
d. Bawa peralatan resusitasi termasuk 02 dlm tabung dan obat-obatan epyneprin, D
10%, RL, NaCl, Infus set pediatrik, medicath no 24, Phenobarbital, spit 1cc)
e. Posisi bayi sedikit ekstensi
f. Pastikan jalan nafas bebas
g. Selama di perjalanan bila HR,100x/mnt tetap lakukan VTP, bila HR> 100x/mnt beri
02 Nasal 2-3l/mnt atau masker 4-5l/mnt
BAGAN A
MANAJEMEN ASFIKA BAYI BARU LAHIR

BAYI LAHIR

PENILAIAN
Sambil melekkan menyelimuti bayi diatas perut ibu atau
Dekat perineum, lakukan penilaianBBL :
1. Apakah bayi cukup bulan?
2.Apakah air ketuban jernih, tidak bercampur mekonium?
3.Apakah bayi bernafas atau tidak?
4.Apakah bayi aktif

LANGKAH AWAL
1.Jaga bayi tetap hangat
2. Atur posisi bayi
3. Isap lendir
4.Keringkan dan rangsang taktil
5.reposisi

NILAI NAFAS

Bayi bernafas normal Bayi tidak bernafas / megap-megap


ASUHAN PASCA RESUSITASI Ventilasi
1. Pemantauan 1.Pasang sungkup, perhatikan letakan
2. Pemecahan hipotermi 2.Ventilasi 2x dengan tekanan 30 cm air
3. IMD 3.Bila dada mengembang lakukan
4. Pemberian Vit K ventilasi 20 x dengan tekanan 20 cm air
5. PI selama 30 detik
6. Pemerikasaan fisik
7. Pencatatan dan pelaporan
NILAI NAFAS

Bayi mulai bernafas Bayi tidak bernafas / megap-megap


1. Ulangi ventilasi 20 x selama 30 detik
2. Hentikan ventilasi dan nilai kembali
nafas tiap 30 detik
3. Bila bayi tidak bernafas spontan
sesudan 20 menit resusitasi, siapkan
rujukan

1. Konseling
2. Lanjutkan resusitasi
3. Pemantauan Bila dirujuk
4. Pencegahan hipotermi Bila tidak mau di rujuk & tidak berhasil
5. Pemberian Vit K1 1. Sesudah 10 menit pertimbangkan
6. Pencegahan infeksi untuk menghentikan resusitasi
7. Pencatatan & pelaporan 2. Konseling
3. Pencatatan dan pelaporan
RESUSITASI DI KAMAR BERSALIN
(BAGAN B)

 Letakkan bayi di bawah pemancar


panas
 Bebaskan jalan nafas Evaluasi Pernapasan
 Keringkan tubuh bayi
 Lakukan rangsang taktil

Tidak Nafas / Gasping Nafas Sepontan

Evaluasi Denyut VTP O2 100% Evaluasi Denyut


Jantung 15-30 dtk Jantung

Evaluasi Denyut
Jantung

Pucat kemerahan / Biru


sianosis Perifer

Observasi Bero O2
RESUSTASI DI KAMAR BERSALIN
(BAGAN C )

Evaluasi Pernapasan

Evaluasi Pernapasan Evaluasi Pernapasan Evaluasi Pernapasan

- Teruskan VTP Tetap Bertambah - Diamati hingga


- Komprensi dada nafas sponta
- Hentikan ventilasi
- Teruskan Ventilasi
- Komprensi dada Teruskan ventilasi
bila denyut<80/mt

Mulai pemberian Obat bila denyut <80 / mt setelah 30 dtk VTP dan
komprensi dada
PENGGUNAAN OBAT PADA RESUSITASI BAYI
(BAGAN D)

FREKUENSI JANTUNG 0 ATAU < 80


SETELAH VTP DAN KOMPRESI DADA
30 DETIK

EPINEPRIN
BOLEH DI ULANG SETIAP
3-5 MENIT BILA PERLU
FREKUENSI JANTUNG
>100/MENIT

APNU LAMA TIDAK MENUNJUKAN ADA DUGAAN PERDARAHAN / ADA


RESPON TERHADAP TERAPI TANDA HIPOVOLEMIA

BERIKAN NATRIUM BERIKAN VOLUME


BIKARBONAT EKSPANDER
PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN BBLR
BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gra tanpa memandang masa
kehamilan.

A. PENCEGAHAN

FAKTOR YANG
BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN KETERANGAN
BBLR
 Umur ibu hamil kurang dari  Meningkatkan kepedulian  Faktor
20 th atau lebih 35 th, jarak masyarakat masyarakat
kehamilan kurang dari satu  Mempbantu bumil agar terpenuhi  Faktor keluarga
tahun, mepunyai BBLR kebutuhan mereka selama hamil
sebelumnya, kurang gizi,  Mengajari bumil dan keluarga
kurang istirahat, perokok, mengenali tanda-tanda bahaya
alkohol, pengguna obat kehamilan dan bayi baru lahir
terlarang

B. PENANGANAN MASALAH

HIPOTERMIA PADA BBLR TINDAKAN


Terjadi penurunan suhu tubuh, 1. Ganti pakaian dingin dengan
di tandai dengan : pakaian hangat dan kering, serta
a. Bibir dan extremitas biru, memakai topi dan selimut yang
dingin hangat
b. Kemempuan menghisap 2. Bila ada ibu / pengganti ibu,
lemah anjurkan menghangatkan bayi
c. Menangis lemah dengan melakukan kontak kulit
d. Letargi (metode kangguru)
e. Hipotoni 3. Perikasa ulang suhu bayi 1 jam
kemudian, bila suhu naik pada
batas normal (36,5 – 37,5 0C),
berarti usaha menghangatkan
berhasil
4. Anjurkan ibu untuk menyusui
lebih sering, bila bayi tidak dapat
menyusui, berikan ASI peras
5. Bila suhu tetap dalam batas normal
dan bayi tetap minum dengan baik
serta tidak ada masalah lain yang
memerlukan pengawasan, bayi
tidak usah di rujuk
6. Nasehati ibu cara merawat bayi
lekat/metode kangguru di rumah
7. Rujuk apabila keadaan di bawah
ini :
 Setelah menghangatkan 1 jam
tidak ada keaikan suhu
 Bila bayi tidak dapat minum
dengan sendok
 Terdapat gangguan nafas/kejang
 Bila disertai dalah satu tanda
mengantuk/letargis/ada bagian
tubuh bayi mengeras
8. Penanganan perawatan di rumah
sakit sesuai dengan SOP RSUD
Waluyo Jati Keraksaan.
HIPOGLIKEMI PADA BBLR TINDAKAN
Konsentrasi glukosa darah bayi 1. Beri ASI sesegera mungkin setelah
cukup lebih rendah di lahir dan minum sangat sering
bandingkan konsentrasi rata- (setiap 2 jam) pada minggu
rata yang di dapatkan pada pertama
populasi bayi dengan ukur dan 2. Perhatikan dan observasi keadaan
berat badan yang sama pederita secara intensif
3. Ukur dan amati vital sign-nya
4. Rujuk apabila keadaan di bawah
ini :
 Gerakan gelisah atau tremor
 Sianosis
 Apati
 Kejang
 Suara tangisan
melemah/bernada tinggi
 Letargi
5. Penanganan perawatan di rumah
sakit sesuai dengan SOP RSUD
Waluyo Jati Kraksaan

KEJANG TERHADAP BBLR TINDAKAN


1. Pjangan di beri minum atau
apapun lewat mulut karena bisa
terjadi aspirasi
2. Beri obat anti kejang
Fenobarbital (dosis 20
mg/kg.IM)
3. Jaga saluran napas senantiasa
bersih dan terbuka

INFEKSI TINDAKAN
 Infeksi kulit Gunakan sarung tangan bersih.
Di temukan pastula diameter Bersihkan kulit yang meradang
< 1 cm / bula diameter <1 c. dengan sabun.
Lokasi terutama pada Bila tidak ada perubahan ≥ 3
punggung tangan, sekitar hari/keadaan semakin memburuk,
leher, aksila, sekitar tali pusat segera rujuk.
dan lipatan paha.
Timbul pada hari ke-1 atau
lebih.
Awalnya satu kemudian
bertambah banyak dan
menyebar pada lokasi yang
lebih luas.

Ruam pada Perineum 1. Hindari kelembapan di sekitar


prenium dengan cara popoknya di
ganti jika basah dan kotor
2. Ruam dapat di olesi dengan larutan
Gentian Violet 0,25% setiap kali
mengganti popok sampai ruam
mengering
Ruam pada mulut (Oral Trush) 1. Bersihkan mukosa mulut bayi
dengan kasa bersih yang dicelup
air hangat
2. Olesi Gentian Violet 0,25%, 2 – 4
kali sehari pada mukosa mulut
3. Setelah membaik, lanjutkan hingga
2 hari berikutnya
4. Minta ibu untuk mengolesi puting
payudaranya dengan larutan
Gentian Violet 0,25% setelah ibu
menyusui sekama bayi dalam
proses pengobatan
5. Bila tidak ada perubahan ≥ 3 hari /
keadaan semakin memburuk,
segera rujuk ke rujukan yang lebih
lengkap
6. Setelah bayi sembuh, beri ASI
dengan sebelumnya ibu mencuci
tangan dan memeras sedikit ASI
untuk di oleskan di sekitar puting
dan areola

Infeksi pada Mata 1. Bila mata merah / kelopak mata


bengkak tanpa mengeluarkan
nanah
2. Cuci tangan, bersihkan kedua mata
3 kali sehari dengan kasa yang
dicelup air hangat dari arah lateral
ke medial
3. Di lanjutkan dengan mengoleskan
salep ata tetrasiklin 1% pada kedua
mata
4. Cuci tangan kembali
5. Bila tidak ada perubahan ≥ 3 hari /
keadaan semakin memburuk,
segera rujuk ke rujukan yang lebih
lengkap

Infeksi tali pusat. 1. Cuci tangan lalu kenakan sarung


Bila tali pusat bayi tangan bersih
membengkak, merah dan 2. Bersihkan tali pusat dan sekitarnya
bernanah dengan penyebaran di dengan kasa bersih yang di
kulit ≤ 1 cm sekitar tali pusat celupkan ke air hangat
3. Oles tali pusat dan sekitarnya
dengan Gentian Violet 0,25% /
Povidon Iodin 2,5 %, 4 kali sehari
sampai tidak bernanah lagi
4. Cuci tangan kembali
5. Bila di temukan bengkak dan
merah meluas ≥ 1 c di kulit sekitar
tali pusat atau bernanah atau kulit
sekitar tali pusat merah dan keras,
di perkirakan suatu infeksi berat,
maka bayi harus di rujuk ke
rujukan yang lebih lengkap
6. Penamungan perawatan di rumah
sakit sesuai dengan SOP RSUD
Waluyo Jati
IKTERUS TINDAKAN
1. Anjurkan ibu untuk memberi minum
bayi lebih sering (minimal 2 jam)
2. Jaga bayi agar tetap hangat
3. Rujik apabila di temukan Ikterus
nonfisiologis berikut ini :
a. Timbul pada 24 jampertama
kehidupan
b. Kuning menetap ≥ 14 hari
c. Kuning melewati pusat
d. Tinja melewati dempul
4. Tindakan keperawatan di rumah sakit
sesuai dengan prosedur tetap
penanganan penderita ikterus

MASALAH PEMBERIAN
TINDAKAN
ASI PADA BBLR
1. Bila bayi tidak menghisap dengan
baik, anjurkan untuk memberikan ASI
paras dengan menggunakan sendok
2. Pantau kecukupan minum dengan
melakukan penilaian kenaikan berat
badan
3. Ajari menyusui dengan baik dan benar
yaitu posisi dan perlekatkan yang baik
dan benar
4. Rujuk, apabila terjadi gangguan
minum yang ditandai dengan :
a. Malas / tidak mau minum
persendok, sebelumnya minum baik
b. Bayi batuk dan tersedak sejak
pertama kali minum
c. Gangguan napas
d. Kenaikan berat badan tidak sesuai
yang diharapkan
e. Perut menjadi kembung dan merah,
berak kotoran bercampur darah
5. Penangan perawatan di rumah sakit
sesuai dengan SOP RSUD Waluyo Jati

TERGANGGUNYA POLA
TINDAKAN
NAPAS
Ditandai dengan: 1. Lakukan Observasi RR secara ketat
 Cyanosis sesuai keadaan bayi
 Dysponoe RR (60 kali per 2. Beaskan jalan napas dengan cara hisap
menit) lendir bila ada sumbatan napas
 Pernapasan cuping hidung 3. Posisi ekstensi
 Merintih 4. Beri O2 dengan kecepatan 1 – 2 liter /
 Gerakan lemah menit
5. Rujuk ke RS
6. Penangan perawatan di rumah sakit
sesuai dengan SOP RSUD Waluyo Jati