Anda di halaman 1dari 4

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

OLEH : DESTRINA AMPOGA (F 221 16 031)

25 OKTOBER 2017
IMAN DAN ILMU PENGETAHUAN
Allah memberikan kebebasan mutlak kepada manusia untuk menguasai dan
mengusahakan bumi (Kejadian 1 : 28) semua yang manusia usahakan dibumi hendaknya di
tujukan hanya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.
Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semakin canggih dan
megah.Sehingga tugas gereja sekarang ini Bukan lagi hanya menjalankan Tri tugas
panggilan gereja namun gereja juga harus berperan memperhatikan generasi-generasi
muda saat ini agar mereka tidak diperbudak oleh IPTEK, jika tidak gereja akan kehilangan
generasi. Gereja perlu memperhatikan bagaimana program pelayanan, kesaksian dan
persekutuan dapat diisi secara manusiawi dan bertanggung jawab dihadapan Allah melalui
IPTEK.
Kekristenan dengan ilmu pengetahuan dapat saling menopang satu sama lain atau
sebaliknya dapat menjadi berlawanan, dimana seringkali ilmu pengetahuan menyerang
ajaran-ajaran fundamental dalam agama yang dapat menggoyahkan iman percaya Kristen.
Agama mengalami pergeseran cara pemahaman yang diakibat oleh ilmu pengetahuan.
Contohnya seperti teori Darwin yang mengatakan bahwa nanusia berasal dari kera,
sementara dalam alkitab dikatakan bahwa Allah menciptakan manusia dari debu dan tanah.
Pemahaman Darwin inilah yang terkadang membuat manusia goyah iman percayanya
terhadap proses penciptaan yang dikatakan dalam alkitab.
Iman Kristen adalah percaya mendahului pengetahuan yang berarti “Percaya dulu pada
Allah baru kita dapat mengenal Dia” karena Dia tidak dapat dibuktikan melalui ilmu
pengetahuan manusia yang terbatas. Alkitab mengatakan “Baiklah orang bijak mendengar
dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan
pertimbangan” (Amsal 1:5) dari ayat ini kita melihat bahwa Allah sebenarnya menghendaki
manusia terus mengembangkan diri,menambah ilmu,dan menambah pengertian. Hal ini
berarti bahwa kita tidak perlu menjauhi IPTEK tapi justru terus mengembangkannya
menjadi lebih baik lagi untuk kemuliaan nama Tuhan.
Teknologi dapat bertentangan dengan iman, sebagai contohnya:
·IPTEK dapat menjadi berhala karena dapat menjelaskan segala perkara, masalah hidup
dan memenuhi harapan manusia. Maka IPTEK dijadikan dewa dan manusia tidak
memerlukan Tuhan
Menciptakaan keadaan tak bernorma. Ini telah terbukti dimana teknologi audio dan visual
seperti alat-alat elektronik, telah menciptakan dunia hiburan yang tak bermoral.
Teknologi termasuk alat bukan tujuan, Contoh yang jelas adalah perkembangan teknik
nuklir. Penemuan tenaga atom adalah suatu penemuan yang hebat. Sama pentingnya
dengan penemuan api oleh manusia purba. Tetapi jika di dalam penggunaan tenaga nuklir
itu kita tidak bertanya, “Untuk apa tenaga itu akan kita pergunakan?” maka tenaga nuklir itu
akan menjadi alat yang dipergunakan manusia untuk menghancurkan diri sendiri.

Yang mendasari lahirnya IPTEK yaitu karena tanggung jawab yang diberikan oleh Tuhan
kepada Umat Manusia. Sebagaimana yang tertulis dalam Kejadian 1:28 “ Allah memberkati
mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka : “ Beranakcuculah dan bertambah banyak;
penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalh atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di
udara dan atas segala binatang yang merayap dibumi.”
Dari Kejadian 1:28 inilah yang melahirkan pikiran manusia bagaimana mereka untuk
menguasai bumi sesuai dengan kehendak Allah. Dan pengetahuan tentang teknologi
terdapat dalam Amsal 1:7 “ Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang
bodoh menghina hikmat dan didikan”:
Dengan perkembangan IPTEK hidup manusia bisa lebih sejahtera karena IPTEK dapat
membantu manusia dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dalam pekerjaan, dll. Namun
bila IPTEK disalah gunakan maka akan berdampak besar di kehidupan manusia itu sendiri.
IPTEK juga berpengaruh besar dalam kelestarian lingkungan hidup
KONFLIK UMAT BERAGAMA
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara
sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa
juga kelompok) di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan
menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik agama sering kali muncul karena disebabkan oleh tidak adanya saling toleransi
antar agama, agama tidak saling menghargai, adanya kepentingan-kepentingan politik dari
individu, dan lain sebagainya.
Solusi yang dapat kita terapkan khususnya kita sebagai orang percaya yaitu menumbuhkan
rasa toleransi kepada agama lain, saling menghormati, saling terbuka, menjauhkan
kepentingan-kepentingan pribadi yang tidak berguna dalam kebersamaan beragama

Menurut Mazmur 133:1-3 dikatakan bahwa alangkah baiknya dan indahnya apabila
saudara-saudara diam bersama-sama dengan rukun itu artinya bahwa Yesus menghendaki
agar kita sebagai makhluk social dan juga makhluk yang beragama hidup dengan rukun
satu dengan yang lainnya. Karena apabila kita hidup dengan rukun, saling menghargai,
saling mengasihi maka Yesus akan memerintahkan berkatNya turun ke atas kita yang diam
bersama dengan rukun. Oleh dan sebab itu sebagai orang yang percaya kita harus terlebih
dahulu menciptakan kerukunan dan kedamaian dengan sesame orang percaya maupun
dengan mereka yang berbeda keyakinan dengan kita.