Anda di halaman 1dari 8

PEMANTAUAN LINGKUNGAN

FISIK di PUSKESMAS
No. Dokumen : 8.5.1.169
SPO No. Revisi :
Tanggal terbit : Januari 2016
Halaman : 1-2 halaman

UPT PUSKESMAS dr. Fitria Ananda


PARIANGAN NIP.
197006242000122001
1. Tujuan Untuk memastikan pemantauan lingkungan secara fisik yaitu mengenai
kebersihan lingkungan puskesmas Pariangan agar selalu terjaga sehingga
proses pelayanan berlangsung dengan nyaman dan hygienis.
2. Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Wilayah Kerja Pariangan Nomor :
3.2/SK/UPT Pusk-Prg/I/2016 tentang Penetapan Pelaksanaan Standar
Prosedur Operasional Pelayanan Kefarmasian dan Laboratorium
Puskesmas Pariangan.
3. Definisi Suatu kegiatan yang dilakukan untuk melihat kondisi bersih pada
ruangan,gedung dan halaman dalam keadaan siap untuk
digunakan,hygienis dan nyaman.
4. Prosedur Mengidentifikasi lingkungan kerja
1. Sanitarian
 Mengidentifikasi semua ruangan,gudang dan halaman untuk
membuat jadwal pemeliharaan lingkungan kerja.
 Membuat jadwal pemantauan sesuai identifikasi lingkungan
kerja yaitu jadwal pemeliharaan ruangan, gedung dan halaman.
 Menginformasikan jadwal ke petugas yang terkait.
 Melaksanakan pemeliharaan sesuai jadwal.
2. Petugas kebersihan atau pelaksana kebersihan
 Menerima informasi jadwal pemantauan lingkungan fisik/
kebersihan ruangan/halaman setiap bulan dari sanitarian
 Melaksanakan kebersihan sesuai jadwal.
3. Sanitarian dan koordinator unit
 Menerima informasi telah dilaksanakan pemeliharaan
lingkungan.
 Memonitor atau melakukan pengawasan pelaksanaan
pemantauan lingkungan fisik tempat kerja.

5. Diagram Alir
6. Referensi

7. Dokumen Terkait 1. SOP Perbaikan Lingkungan Fisik Puskesmas


2. SOP pemeliharaan lingkungan fisik

8. Distribusi  Ka. TU
 Petugas Sanitarian
9. Rekaman historis perubahan
No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
diberlakukan
PEMELIHARAAN &
PEMANTAUAN INSTALASI
LISTRIK,AIR,VENTILASI,GAS &
SISTEM LAIN
No. Dokumen : 8.5.1.170
SPO No. Revisi :
Tanggal terbit : Januari 2016
Halaman : 1 halaman

UPT PUSKESMAS dr. Fitria Ananda


PARIANGAN NIP.
197006242000122001
1. Tujuan Menghindari kecelakan kerja baik pada petugas puskesmas maupun
pasien
2. Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Wilayah Kerja Pariangan Nomor :
3.2/SK/UPT Pusk-Prg/I/2016 tentang Penetapan Pelaksanaan Standar
Prosedur Operasional Pelayanan Kefarmasian dan Laboratorium
Puskesmas Pariangan.
3. Definisi Kegiatan yang dilakukan untuk menjaga dan melihat instalasi
listrik,air,ventilasi,gas dan sistem lain.
4. Prosedur 1. Melakukan pemantauan setiap bulan di semua bagian lingkungan
fisik di puskesmas (Instalasi listrik, air, ventilasi, gas dan sistem
lainnya).
2. Jika terdapat kerusakan pada saat pemantauan, maka ditindaklanjuti
sesuai dengan SOP Perbaikan Lingkungan Fisik Puskesmas
3. Mencatat hasil pemantauan dan hasil perbaikan pada buku
pemeliharaan lingkungan fisik puskesmas
4. Melaporkan buku pemeliharaan lingkungan fisik puskesmas setiap
bulannya

5. Diagram Alir
6. Referensi 1. Permenkes RI No.128 Tahun 2004
2. Permenkes Ri No. 84 Tahun 2014
7. Dokumen Terkait 1. SOP Pemeliharaan Lingkungan Fisik Puskesmas
2. SOP Perbaikan Lingkungan Fisik Puskesmas
8. Distribusi Ka. TU

9. Rekaman historis perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
diberlakukan
JIKA TERJADI KEBAKARAN
No. Dokumen : 8.5.1.171
No. Revisi :
SPO Tanggal terbit : Januari 2016
Halaman : 1 halaman

UPT PUSKESMAS dr. Fitria Ananda


PARIANGAN NIP.
197006242000122001
1. Tujuan Melakukan penanganan kebakaran untuk keselamatan kerja petugas
maupun pasien di puskesmas
2. Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Wilayah Kerja Pariangan Nomor :
3.2/SK/UPT Pusk-Prg/I/2016 tentang Penetapan Pelaksanaan Standar
Prosedur Operasional Pelayanan Manajemen Penunjang Layanan Klinis
Puskesmas Pariangan.
3. Definisi Suatu tindakan yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya
kebakaran.
4. Prosedur 1. Melaporkan tanda-tanda terjadi kebakaran atau melihat api di dalam
puskesmas.
2. Memastikan laporan tanda-tanda kebakaran.
3. Memadamkan aliran listrik pada lantai tersebut.
4. Memadamkan api dengan APAR yang tersedia.
5. Melakukan evakuasi pasien.
6. Menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah apabila api
bertambahan besar dan tidak bisa dikendalikan dengan APAR.
7. Menyelamatkan dan mengamankan dokumen penting.

5. Diagram Alir
6. Referensi 1.Kepmenaker RI No.186/Men/1999
2. Permenkes Ri No. 84 Tahun 2014
7. Dokumen Terkait
8. Distribusi Ka. TU

9. Rekaman historis perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
diberlakukan
PEMANTAUAN,PEMELIHARAAN,
PERBAIKAN SARANA &PERALATAN
No. Dokumen : 8.5.1.172
No. Revisi :
SPO Tanggal terbit : Januari 2016
Halaman : 1-2 halaman

UPT dr. Fitria Ananda


PUSKESMAS NIP.
PARIANGAN 197006242000122001
1. Tujuan Tersedianya sarana kerja yang nyaman dan peralatan yang berada dalam kondisi
baik serta aman.
2. Kebijak Keputusan Kepala UPT Puskesmas Wilayah Kerja Pariangan Nomor :
an 3.2/SK/UPT Pusk-Prg/I/2016 tentang Penetapan Pelaksanaan Standar Prosedur
Operasional Pelayanan Manajemen Penunjang Layanan Klinis Puskesmas
Pariangan.
3. Definisi Serangkaian kegiatan yang dilakukan dlm upaya tersedianya sarana kerja dan
peralatan dengan kondisi yang sesuai dengan persyaratan kesehatan dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
4. Prosedu A. Pemantauan Sarana dan Peralatan
r 1. Melakukan pemantauan setiap 1 bulan di semua bagian sarana dan Peralatan
pada Pelayanan Klinis Puskesmas.
2. Melakukan pengecekan kartu status sarana dan peralatan di puskesmas.
3. Memastikan kondisi sarana dan peralatan sesuai dengan yang telah tercatat
pada kartu status instalasi sarana dan peralatan
4. Pencatatan hasil pemantauan pada buku pemantauan rutin sarana dan
peralatan.
5. Memberikan laporan hasil pemantauan pada buku pemantauan.
6. Jika didapatkan kerusakan pada saat pemantauan berlangsung, maka
ditindaklanjuti sesuai dengan SOP Perbaikan Sarana dan Peralatan

B. PEMELIHARAAN SARANA dan PERALATAN


1. Melakukan pengecekan Kondisi pada kartu status instalasi dengan laporan
kerusakan.
2. Melaporkan hasil pengecekkan dengan membuat laporan pada buku kerukan
lingkungan fiisik.
3. Mendatangkan petugas services instalasi.
4. Melakukan pemantauan pada saaat dilakukan perbaikan oleh ahli reparasi.
5. Membayarkan petugas servis instalasi sesuai dengan pembiayaananggaran
BLUD Puskesmas.
6. Membuat laporan hasil perbaikan lingkungan fisik.
7. Melaporkan hasil perbaikan lingkingan fisik puskesmas.

C. PERBAIKAN SARANA dan PERALATAN


1. Melaporkan kerusakan pada sarana dan peralatan.
2. Menerima laporan kerusakan sarana dan peralatan.
3. Melakukan pengecekan kondisi pada kartu status sarana dan peralatan
dengan laporan kerusakan.
4. Melaporkan hasil pengecekan dengan membuat laporan pada buku
kerusakan sarana dan peralatan.
5. Jika kerusakan sarana dan peralatan bersifat bisa diperbaiki, maka
mendatangkan petugas services sarana dan peralatan.
6. Melakukan pemantauan pada saat dilakukan perbaikan.
7. Membayarkan petugas servis sesuai dengan pembiayaan anggaran BLUD
Puskesmas.
8. Membuat laporan hasil perbaikan sarana dan peralatan.
9. Melaporkan hasil perbaikan sarana dan peralatan
10. Jika kerusakan sarana dan peralatan bersifat tidak bisa diperbaiki, maka
membuat proposal pengadaan penggantian sarana dan peralatan yang baru
11. Mengajukan proposal pengadaan penggantian sarana dan peralatan ke Dinas
Kesehatan

5. Diagra
m Alir
6. Referen
si

7. Dokumen
Terkait
8. Distribusi Ka.TU

9. Rekaman historis perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
diberlakukan
Kontrol Peralatan Testing dan Perawatan
Secara Rutin Untuk Peralatan Klinis Yang
Digunakan
No. Dokumen : 8.6.2.181
SPO No. Revisi :
Tanggal terbit : Januari 2016
Halaman : 1 halaman

UPT PUSKESMAS dr. Fitria Ananda


PARIANGAN NIP.
1970062420001220
01
1. Tujuan 1. Alat selalu dalam keadaan terpelihara
2. Mencegah peralatancepat rusak
3. Memperpanjang masa pemakaian alat
4. Menyiapkan perlatan alat medis dlam keadaan siap pakai

2. Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Wilayah Kerja Pariangan Nomor :


3.2/SK/UPT Pusk-Prg/I/2016 tentang Penetapan Pelaksanaan Standar
Prosedur Operasional Pelayanan Menajemen penunjang layanan klinis.
3. Definisi Kontrol perlatan,testingdan perawatan rutin peralatan klinis yang
digunakan adalah suatu mekanisme pemeriksaan secara teratur,uci coba
secara teratur dan pemeliharaan secara teratur peraltan yang digunakan di
Puskesmas.
4. Prosedur 1. Petugas Kesling memeriksa peralatan medis setiap sebulan sekali
2. Petugas kesling melakukan uji coba peralatan medis setiap sebulan sekali
3. Petugas kesling mengecek jika ada gangguan yang ditemukan
4. Petugas kesling memastiakn apakah jenis gangguan dapat di perbaiki atau
tidak.
5. Petugas kesling melakukan perbaikan jika ada peralatan medis dapat di
perbaiki.
6. Petugas kesling melaporkan kepada kepala puskesmas jika gangguan
peralatan tidak dapat di perbaiki.

5. Diagram Alir
6. Referensi

7. Dokumen
Terkait
8. Distribusi Petugas Kesling
Pengantian dan Perbaikan Alat Yang Rusak
No. Dokumen : 8.6.2.182
SPO No. Revisi :
Tanggal terbit : Januari 2016
Halaman : 1 halaman

UPT PUSKESMAS dr. Fitria Ananda


PARIANGAN NIP.
1970062420001220
01
1. Tujuan Sebagai Acuan dalam melaksanakan pengantian dan perbaikan alat yang
rusak
2. Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Wilayah Kerja Pariangan Nomor :
3.2/SK/UPT Pusk-Prg/I/2016 tentang Penetapan Pelaksanaan Standar
Prosedur Operasional Pelayanan Menajemen penunjang layanan klinis.
3. Definisi Penggantian dan perbaikan alat yang rusak disini adalah Peraltan medis
yang ada di Puskesmas.
4. Prosedur 1. Koordinator unit melaporkan kerukan barang medis kepada pengelola
barabg (dengan mengisi formlaporan keruskan barang)
2. Pengelola barang medis mengecek dan menentukan rencana perbaikan.
3. Pengelola barang medis mendokumentasikan laporan keruskan dan
rencana tindak lanjut di buku laporan kerusakan barang.
4. Pengelola barang medis melakukan perbaikan barang,baik dilakukan
sendiri maupun dilaukan pihak ketiga
5. Pengelola barang mendokumentasikan hasil perbaikan barang medis.
6. Pengelola barang menyerahkan kembali keunit pelayanan jika barang
medis sudah tidak layak digunakan.
7. Pengelola barang medis mengusulkan kepada tim pengadaan untuk
dilakukan pengantian barang jika barang tidak bisa di perbaiki.

8. Diagram Alir
9. Referensi Peraturan pemerintah no 72 tahun 1998 tentang pengamanan sediaan alat
kesehatan.
10. Dokumen
Terkait
11. Distribusi Tim pengelola barang medis.