Anda di halaman 1dari 8

TUGAS KELOMPOK : KASUS 4-1

VERSHIRE COMPANY

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen


Dosen Pengampu: Dr. Djuminah, M.Si.,Ak.

Disusun oleh:
Zainab Masitha (S431708015)
Yusi Arita Silviani (S431708016)
Fandi Galang Wicaksana (S431708017)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
MARET 2018

1|Sistem Pengendalian Manajemen


Kasus 4-1: Vershire Company
1. Pengenalan Vershire Company
Vershire Company pada tahun 1996 merupakan perusahaan pengemasan yang
terdiversifikasi dengan divisi besar, termasuk divisi Aluminium Can – salah satu
perusahaan produsen kaleng minuman dari aluminium terbesar di Amerika Serikat.
Pertumbuhan penjualan divisi Aluminium Can melebihi pertumbuhan penjualan
dalam industri tersebut. Divisi tersebut menyebarkan pabriknya sampai keluar
Amerika Serikat. Setiap pabrik melayani kebutuhan konsumen yang berada dalam
area layanannya, juga memproduksi berbagai ukuran kaleng untuk sejumlah
konsumen yang juga meliputi tempat pembuatan bir dan botol minuman ringan
dalam ukuran besar maupun kecil.
Perusahaan Vershire Company menggunakan bahan baku alumunium dalam
menghasilkan tempat pembuatan bir dan botol minuman ringan. Mengapa lebih
memilih aluminium daripada baja? Alasannya adalah karena agar produksi lebih
efisien, kaleng dibuat dari aluminium karena aluminium memiliki kelebihan dari
baja: Lebih mudah dibentuk; mengurangi masalah dalam penambahan rasa; dapat
dijadikan paket yang lebih menarik karena lebih mudah dibubuhi lukisan atau
tulisan; dan mengurangi biaya transportasi karena lebih ringan. Selain itu,
aluminium lebih mudah untuk didaur ulang, dimana 1 ton aluminium dapat didaur
ulang tiga kali lebih cepat dibanding 1 ton baja.
2. Sistem Pengendalian Anggaran Vershire Company
Divisi-divisi perusahaan Vershire distrukturisasi hingga termasuk dalam
kategori produksi besar. General manajer divisi memiliki pengendalian penuh
terhadap bisnis mereka dengan dua pengecualian: peningkatan modal dan hubungan
ketenagakerjaan, dimana keduanya terpusat kepada kantor pusat. Anggaran yang
ada digunakan untuk mengarahkan usaha setiap divisi untuk menuju sasaran
bersama perusahaan.
Penyusunan anggaran diawali dari general manajer divisi mengajukan laporan
persiapan setiap bulan Mei yang menggabungkan ringkasan-ringkasan mengenai

2|Sistem Pengendalian Manajemen


penjualan, pendapatan, dan permintaan modal untuk anggaran tahun berikutnya,
serta mengevaluasi kecenderungan pada setiap kategori selama dua tahun berturut-
turut. Setelah itu, staf peneliti pasar di kantor pusat mengembangkan prediksi pasar
yang lebih formal dengan acuan kondisi ekonomi, manfaat oleh pengguna,
pembagian pasar berdasarkan daerah geografis.
Semua prediksi tersebut kemudian diserahkan ke masing-masing divisi untuk
ditinjau lebih jauh. Tinjauan ini dan segala proses yang telah disetujui memiliki 4
sasaran: diantaranya:
a. Menilai posisi kompetisi setiap divisi dan membuat sejumlah tindakan perbaikan.
b. Mengevaluasi tindakan-tindakan yang diambil untuk meningkatkan peran di
pasar atau untuk merespons terhadap kegiatan para pesaing.
c. Mempertimbangkan pengeluaran modal yang diambil atau penggantian pabrik
untuk memperbaiki produk yang telah ada atau memperkenalkan produk baru.
d. Mengembangkan perencanaan untuk memperbaiki efisiensi biaya, kualitas
produk, metode pengiriman dan layanan.

Setelah tercapai persetujuan pada tingkat divisi dan perusahaan, anggaran


tersebut diserahkan ke bagian pabrik untuk dibuat keuntungan kotor, pengeluaran
tetap, dan pendapatan sebelum pajak. Secara spesifik, dalam prosesnya, standar
biaya dan target pengurangan biaya dikembangkan oleh departemen teknik industri
pabrik. Departemen ini juga menentukan standar kinerja anggaran setiap
departemen, operasional dan pusat biaya dalam pabrik-termasuk anggaran
pengurangan biaya, varians standar yang kurang menguntungkan, dan biaya tetap
seperti gaji tenaga kerja.
Untuk mendapatkan gambaran apakah anggaran tepat sasaran dan sebelum
manajer pabrik mengajukan anggaran pabrik, maka perusahaan menggunakan staf
kontroler (beberapa supervisor) untuk lebih mengenali permasalahan yang dialami
manajer. Selanjutnya, anggaran pabrik diajukan kepada kantor divisi sebelum 1
September, kemudian manajer pabrik menggabungkan dan mempresentasikan

3|Sistem Pengendalian Manajemen


kepada general manager divisi untuk ditinjau. Jika anggarannya tidak searah dengan
harapan manajemen, manajer pabrik diminta untuk mencari usaha penghematan.
Jika general manager divisi merasa sesuai dengan anggaran tersebut, anaggaran
akan dikirimkan kepada Chief Executive Officer (CFO) yang akan menyetujui atau
meminta sejumlah modifikasi. Anggaran akhir kemudian diajukan untuk disetujui
oleh Dewan Direksi pada bulan Desember.
Pada hari kedua setelah akhir bulan, setiap pabrik mengirimkan varians
operasional yang dikombinasikan ke dalam “lembar analisis varians”. Empat hari
bisnis setelah akhir bulan, setiap pabrik mengajukan laporan yang berisi anggaran
dan hasil sebenarnya. Pengujian terhadap biaya tetap dilakukan untuk mengetahui
apakah pabrik tersebut telah melaksanakan program-programnya, apakah pabrik
telah memenuhi biaya anggaran, dan apakah hasilnya sesuai dengan harapan. Pada
dasarnya, departemen penjualan semata-mata bertanggung jawab terhadap harga,
penjualan, dan jadwal pengiriman. Manajer pabrik bertanggung jawab atas
operasional dan keuntungan pabrik. Oleh karena itu, dibuat informasi tentang
pencapaian berdasarkan aktivitas, dimana hal ini dijadikan dasar dalam memotivasi
para manajer untuk mencapai target keuntungan.
a. Manajer yang memiliki kapabilitas dipromosikan dengan kinerja keuntungan
dijadikan faktor utama
b. Kompensasi manajer pabrik yang saling terikat untuk mencapai anggaran
keuntungan.
c. Setiap bulan disusun bagan untuk menampilkan efisiensi perusahaan yang telah
dilakukan pabrik dan divisinya.

4|Sistem Pengendalian Manajemen


Rumusan Masalah:
1. Jelaskanlah kelebihan dan kelemahan yang ada pada sistem perencanaan dan
pengendalian Vershire Company.
2. Telusuri proses penganggaran laba pada Vershire, diawali pada bulan Mei dan
berakhir pada Rapat Dewan Direktur pada bulan Desember. Bersiaplah untuk
menjelaskan aktivitas pada setiap langkah dalam proses dan tunjukkan alasan
masing-masing.
3. Haruskah manajer pabrik bertanggung jawab untuk mencapai laba? Mengapa ya?
Mengapa tidak?
4. Bagaimana anda menilai sistem evaluasi kinerja yang terdapat dalam Tampilan 2
dan 3?
5. Apakah anda akan mendesain ulang struktru pengendalian manajemen pada
Vershire Company? Jika ya, bagaimana dan mengapa?

Pembahasan
1. Kelebihan dan kelemahan sistem perencanaan dan pengendalian Vershire
Company:
a. Kelebihan
1) Anggaran yang kaku, dalam artian bahwa sekali anggaran telah disahkan,
maka akan sulit untuk merevisi anggaran tersebut. Menurut kami adalah
sebuah kelebihan. Dengan begitu perusahaan dapat berjalan sesuai dengan
perencanaan. Akan tetapi, karena anggaran yang sulit untuk dirubah,
sebaiknya anggaran disusun se-relevan mungkin dengan kondisi perusahaan
dan lingkungan selama tahun berjalan.
2) Adanya inspeksi dari pihak atas perusahaan ke pabrik-pabrik secara langsung
yang menurut kami adalah sebuah tindakan yang mencerminkan perhatian
atasan kepada bawahannya. Para pekerja mungkin senang apabila dirinya
mendapat perhatian langsung dari atasannya, sehingga secara tidak langsung

5|Sistem Pengendalian Manajemen


akan berdampak pada pekerja yang termotivasi untuk bekerja giat dan taat
aturan.
b. Kelemahan
1) Anggaran (terutama anggaran bagi Bagian Manufaktur) dibuat berdasarkan
anggaran yang diajukan oleh pihak lain. Dengan demikian anggaran tersebut
menjadi tidak relevan dengan kondisi divisi.
2) Sistem punyusunan anggaran yang berbelit-belit dan terlalu lama (disusun dari
bulan Mei dan baru disetujui pada bulan Desember).
3) Sistem insentif yang lemah. Hanya diukur berdasarkan keberhasilan divisi
dalam memenuhi target keuntungan yang dicantumkan dalam anggaran.
Insentif ini juga diberikan hanya kepada beberapa orang sehingga tidak
memotivasi karyawan level bawah untuk dapat bekerja lebih baik.

2. Proses Peyusunan Anggaran di vershire Company


a. Setiap bulan Mei, General Manager Divisi mengajukan laporan awal yang
ditujukan untuk manajemen perusahaan yang berisi prediksian penjualan,
pendapatan, dan kebutuhan kapital.
b. Laporan yang dibuat oleh Manager Divisi kemudian ditangani oleh staf riset
perusahaan. Staf riset inilah yang bertugas menyusun laporan tersebut menjadi
bentuk ramalan anggaran dengan dilengkapi data-data ekonomi dan analisis-
analisis pasar.
c. Setelah ramalan selesai diteliti dan dibuat, ramalan kemudian dikembalikan ke
masing-masing divisi untuk dipelajari dan dikompilasikan dengan ramalan
buatannya sendiri.
d. Seluruh ramalan kemudian diserahkan kepada Kepala Bagian Penjualan untuk
direvisi atau disetujui.
e. Anggaran yang telah disetujui oleh pihak puncak kemudian diteruskan ke divisi-
divisi dalam Bagian Manufaktur. Bagian Manufaktur menyusun anggaran yang

6|Sistem Pengendalian Manajemen


berdasar dan harus sesuai dengan anggaran yang telah dibuat oleh Bagian
Penjualan.
f. Controller memeriksa anggaran yang telah dibuat oleh Bagian Manufaktur
sebelum akhirnya dikirim ke Divisional General Manager paling lambat tanggal
1 September.
g. Setelah Divisional General Manager menyetujui anggaran yang telah dibuat,
anggaran ini kemudian diajukan ke CEO Vershire.
h. Anggaran konsilodasian disetujui oleh dewan direksi pada bulan Desember.

3. Haruskah manajer pabrik bertanggung jawab untuk mencapai laba?


Mengapa ya? Mengapa tidak?
Menurut kami, manager produksi tidak seharusnya bertanggung jawab terhadap laba
perusahaan. Laba perusahaan adalah sebuah ukuran kinerja bersama perusahaan.
Seluruh bagian dalam perusahaan memiliki tanggun jawab dalam penciptaan laba
perusahaan. Tanggung jawab manager produksi menurut kami adalah dalam hal
produksi barang (dalam hal ini alumunium cans) yang berkualitas baik se-efisien
mungkin demi mendukung terciptanya laba perusahaan yang lebih tinggi.

4. Bagaimana anda menilai sistem evaluasi kinerja yang terdapat dalam


Tampilan 2 dan 3?
Ketika performance perusahaan tidak sama dengan rencana yang diharapkan, kami
setuju dengan adanya evaluasi. Evaluasi yang dilakukan oleh Vershire Company
sudah bagus. Dengan Supplemental Reports pihak manajemen atas melakukan
analisis terhadap penyebab dari performance perusahaan. Akan tetapi, satu hal yang
perlu dikritisi dari Vershire Company ini adalah berkaitan dengan proses dan sistem
perencanaan perusahaan yang menurut kami tidak relevan. Penggunakan dollar
sebagai satu-satunya pengukur keberhasilan perusahaan, memaksakan Bagian
Manufaktur untuk membuat anggaran berdasarkan anggaran yang dibuat oleh
Bagian Penjualan.

7|Sistem Pengendalian Manajemen


5. Apakah anda akan mendesain ulang struktru pengendalian manajemen pada
Vershire Company? Jika ya, bagaimana dan mengapa?
Ya, kami berencana untuk melakukan sedikit perubahan terhadap struktur
pengendalian manajemen di Vershire Company.
a. Membuat staf riset menjadi bagian di masing-masing divisi.
b. Menjadikan masing-masing bagian memiliki wewenang dan sanggup membuat
anggarannya sendiri. Bisa menyesuaikan anggarannya dengan kebutuhan
bagiannya, tanpa perlu bekerja dua kali untuk menyusun anggaran. Selain itu
Bagian Manufaktur tidak lagi perlu menunggu Bagian Penjualan selesai
membuat anggaran untuk dapat memulai menbuat anggarannya sendiri dengan
lebih relevan.

Dengan perubahan ini, diharapkan proses penyusunan anggaran menjadi lebih


singkat dan tidak membuang-buang waktu serta lebih relevan dengan kondisi bagian
yang sebenarnya.

8|Sistem Pengendalian Manajemen