Anda di halaman 1dari 2

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit auto-imun yang mengenai kulit. Psoriasis


mengakibatkan kulit menebal, bersisik, dan kemerahan, terutama pada lutut, siku, dan
kulit kepala. Asal kata psoriasis adalah ‘psoros’ (Yunani) yang berarti ‘kasar,
bersisik’. Beberapa faktor pemicu psoriasis antara lain yaitu trauma pada kulit, stres
emosional, alkoholism, merokok, penggunaan obat, dan sebagainya.

Psoriasis yang bersifat progresif atau tidak terkontrol dapat berkembang


menjadi eritroderma. Keterlibatan kuku dapat terjadi terutama jika terdapat artritis
psoriatika. Prosiaris juga dapat terjadi pada mukosa oral atau lidah, membentuk
gambaran menyerupai peta yang dikenal dengan geographic tongue. Gejala subjektif,
misalnya gatal atau terbakar, sering terjadi, dan sangat menggangu.

Lokasi anatomi klasik Psoriasis:

 Kulit kepala (80%)


 Siku (78%)
 Tungkai (74%)
 Lutut (57%)
 Kuku (10-55%)
 Lipat bokong
 Telapak tangan/kaki (12%)

Pada kondisi normal, tubuh akan memproduksi dan mengganti sel-sel kulit
yang mati dalam beberapa minggu sekali, tetapi pengidap psoriasis akan
mengalaminya dalam hitungan hari sehingga terjadi penumpukan sel-sel kulit mati
yang akhirnya menebal.
Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman, risiko seseorang untuk
mengalami psoriasis adalah sebesar 14% jika salah satu orang tua psoriasis, 41% jika
kedua orang tua psoriasis, 6% jika satu saudara kandung psoriasis, dan 2% jika tidak
ada orang tua maupun saudara kandung yang mengalami psoriasis.
Klasifikasi klinis lesi kulit psoriasis:
1. Psoriasis vulgaris
2. Psoriasis guttata
3. Psoriasis plakat berukuran kecil
4. Psoriasis inversa
5. Psoriasis eritrodermik
6. Psoriasis pustular

Psoriasis vulgaris merupakan bentuk yang paling sering ditemukan, yaitu


sekitar 80-90% kasus psoriasis. Psoriasis dikenal memiliki perjalanan penyakit yang
menahun, dengan interval gejala yang tidak dapat diprediksi. Hal ini dapat
menimbulkan dampak psikologis pada pasien karena dapat menurunkan kualitas
hidup dan mempengaruhi hubungan sosial pasien. National Psoriasis Foundation
menemukan hampir 75% pasien psoriasis mengalami efek negatif sedang sampai
berat pada kualitas hidupnya, dengan adanya gangguan pada aktivitas sehari-hari, dan
laporan oleh Krueger dkk. di Amerika Serikat (1998) menyatakan adanya percobaan
bunuh diri pada 20% pasien psoriasis.

Psoriasis dapat terjadi secara universal. Prevalensi psoriasis di negara maju


relatif seragam, antara 2-3%. Dilaporkan sebanyak 60 per 100.000 orang per tahun
datang pertama kalinya untuk pengobatan psoriasis. Awitan psoriasis dapat terjadi
pada berbagai rentang usia, mulai dari bayi baru lahir hingga usia lanjut, namun
umumnya terjadi pada usia 20-30 tahun. Terdapatnya variasi prevalensi psoriasis
berdasarkan wilayah geografi dan etnis menunjukkan adanya peranan lingkungan
fisik (dikatakan psoriasis lebih sering ditemukan pada daerah beriklim dingin), faktor
genetik, dan pola tingkah laku. Kejadian psoriasis sama pada laki-laki dan
perempuan.